FF/ JUST LOVING ME LIKE YOUR DIRACTION/ BTS-EXO/ pt. 3


Title : Just Loving Me Like Your Diraction(Chapter 3)

Author : Annonymous

Main Cast : Taehyung & Baekhyun

Genre : ——

Wajahnya penuh rasa ketakutan yang begitu mendalam. Dia terus berlari semampu yang ia bisa, mencari tempat yang aman untuk melindunginya sampai waktu yang lama. Orang-orang terus mengejarnya tak kalah darinya yang terus berlari tak tentu arah. Di manapun ia menemukan jalan, di situlah dia akan berlari mencari tempat untuk sembunyi. Dia berhenti di dalam sebuah gudang tak terpakai. Berusaha mencari bidang yang dapat melindungi tubuhnya, agar orang-orang itu tidak dapat menemukannya. Dia bersembunyi di balik almari tua. Mengatur nafasnya yang tak karuan akibat lelah karena berlari terlalu lama.

“Park Jimin, kau di mana?! Jangan bersembunyi pada kami!” teriak sang pemimpin dari orang-orang itu. Jimin menutup mulutnya rapat, dengan tangannya yang terus mendekap mulutnya. Orang-orang yang memiliki tubuh gagah tersebut, berjalan memasuki ruangan dan memeriksa setiap sudut ruangan untuk menemukan Jimin. Tidak di temukan. Mereka nyaris menyerah namun gagal ketika mendengar sebuah kotak yang jatuh tak jauh dari almari. Jimin menutup mulutnya. Dia segera berlari menjauhi almari namun tak sempat sampai mereka menahan tubuhnya dengan cepat. menarik-narik tubuhnya hingga ia harus mengerang kesakitan. Berusaha melepaskan sentuhan yang begitu kuat pada bahunya.

“Jangan! Ku mohon jangan! Aku akan membayarnya jika aku sudah punya uang! Jangan lakukan itu padaku!” dia terus memohon. Orang-orang itu tidak menggubrisnya dan membawanya ke rumah pemimpin mereka tak jauh dari sana. Setelah sampai, mereka menyeret Jimin masuk ke dalam ruangan yang bernuansa putih di setiap sisi dinding. Seperti ruangan dokter.

“Lakukan yang dia suruh sekarang!” titah pemimpin mereka terhadap seorang dokter yang berusaha menolak namun tak bisa. Dokter tersebut sudah berulang kali berkata tak bisa untuk melakukan hal gila seperti ini tanpa obat medis yang lebih layak. “Jangan suruh aku melakukan hal ini, ku mohon. Dia akan mati bila begini” sahutnya dengan noda darah di jas putih.

“Atau kau yang akan kami bunuh!! Lakukan!” salahh satu dari mereka mendorong tubuh seorang dokter tersebut untuk segera melakukan operasi pengambilan ginjal milik Jimin. Jimin meraung kesakitan ketika pisau kecil menyobek kulit pinggulny keras. Dia menangis, menahan sakit yang sebetulnya sungguh menyiksa. Dokter tersebut pula menangis melihat seorang anak sekolah yang terus meraung kesakitan. “Tahanlah, ini akan berakhir”

Benda yang rupanya terlihat seperti kacang merah tersebut, sudah di keluarkan dari tubuhnya. Jimin sudah tak mampu meraung. Dia membeku dengan mata yang masih terbuka, namun hanya menatap satu satu objek saja. Dia meninggal. “cepat jahit tubuhnya, jangan sampai menyisakan bekas apapun. Lalu, gores urat nadi yang ada pada tangan kirinya” titah pemimpin tersebut pada sang dokter yang sudah melemas, tak dapat melakukan apapun kembali. Layaknya Jimin bunuh diri.

Mereka membawanya setelah penjahitan selesai. Membuangnya di bawah pohon tinggi tak jauh dari penyebrangan kota.

—-

 

Dia bersyukur, deruan nafas Baekhyun masih ia dengar dan ia rasakan ketika Baekhyun tertidur pulas. Bayangan akan ucapan Hoseok masih menghantui pikirannya hingga pukul 3 pagi. Dia bahkan masih terjaga.

Memikirkan perkataan Hoseok, sering membuatnya merinding bahkan sampai ketakutan setengah mati. Yang ia pikirkan hanyalah, apa yang akan terjadi padanya serta Baekhyun bila seseorang mengejar-ngejar mereka. Itu tidak dapat ia bayangkan. Mengejar sebuah ginjal? Itu menakutkan.

Matanya melirik Baekhyun. Namun terhenti ketika ia sadar bahwa tindakannya terlalu berlebihan, dan membuat wajahnya merona merah. Menatapnya lama sampai ia merasa bosan dan tertidur. Hanya butuh waktu 2 jam saja untuk ia tertidur pulas. Tidur yang ia ingin miliki, hilang ketika suara serak-kasar mengguncang tubuhnya. Dia hanya menggeliat, sesekali memasang selimutnya kembali dan menutupinya sampai seluruh tubuhnya.

“Ayo bangun” suara itu terdengar lagi, memaksanya untuk segera beranjak bangun lalu pergi ke sekolah bersama. Taehyung duduk di sisi samping kasur, membenarkan pengheliatannya yang masih mengabur karena mengantuk. Baekhyun dengan tampang bodohnya, menatap Taehyung sembari terkekeh geli. Sudah hampir 2 tahun, ia tidak pernah melihat Taehyung dengan garis putih di sudut bibir Taehyung.

“Apa kau tak tahu ini masih jam berapa, huh?” Taehyung mengacak rambutnya frustasi. Dia pikir, hari ini adalah hari kamis, dimana para siswa akan masuk tepat jam 9 pagi karena golongan kedua versi Taehyung akan melaksanakan ujian kelulusan hari ini.

Baekhyun tidak menggubrisnya. Dia bahkan meninggalkan Taehyung sendiri di kamar dengan wajah yang masih terlihat mengantuk. Sengaja Baekhyun membangunkannya lekas, karena seseorang menyuruhnya. Jungkook. Larut malam, Jungkook mengirim pesan kepada Baekhyun untuk membangunkan Taehyung pagi-pagi sekali karena ia bersama Taehyung akan mengurusi sesuatu di sekolah, sebelum masuk. Tentu Baekhyun akan selalu menerima apapun yang baik bagi Taehyung.

 

Baekhyun menyimpan beberapa potong roti di wadah lainnya yang berbentuk kotak bewarna hitam. Dia juga memasukan beberapa potong telur dadar yang sudah ia beri madu agar terlihat dan terasa lebih indah serta manis. Ini untuk Taehyung. Sudah hampir 3 minggu Taehyung tidak pernah membawa bekal kembali setelah Baekhyun berada di kelas 3. Baekhyun terlalu sibuk untuk menyiapkan yang satu ini lagi, sementara tugasnya yang harus ia selesaikan bahkan belum sama sekali ia sentuh. Namun kini hatinya teringat pria itu kembali. Mengingat segala celotehan Taehyung yang akan selalu mengamuk bila tidak di bekali roti isi telur.

“Bawa ini ke sekolah” Baekhyun menutup wadah tersebut ketika Taehyung datang. Sebetulnya Taehyung sungguh ingin melompat karena senang Baekhyun kembali membuatkannya roti isi telur, kesukaannya. Meskipun begitu, Taehyung sangat lihai menyembunyikan perasaan senangnya terhadap Baekhyun. Dia langsung meraih kotak makanannya dan berjalan ke Halte bersama Baekhyun serta Jungkook.

 

Berjalan bersama-sama ke sekolah, kini telah menjadi keseharian Taehyung bersama Baekhyun kembali setelah 3 hari Baekhyun meninggalkannya pergi. Taehyung lebih suka bila pergi bersama, dari pada berjalan sendiri menuju halte karena itu membosankan, meski tetap saja Taehyung tidak pernah memulai perbincangan. Jungkook dengan posisinya sebagai teman Taehyung awalnya, kini lebih banyak bicara pada Baekhyun ketimbang Taehyung. Ini karena Taehyung yang selalu memasang wajah datar padanya di pagi, kadang itu menakutkan bagi Jungkook. Lagi pula, berbicara kepada Baekhyun untuk sesekali tidak masalah kan?

“Jangan memikirkan hal yang tidak perlu di pikirkan” Baekhyun membuatnya tersadar. Tepat sekali, dia tertangkap basah oleh Baekhyun karena memikirkan perkataan Hoseok semalam. Taehyung lekas menggeleng. Meski Baekhyun tahu betul, bila Taehyung sedang berbohong. Namun tetap saja bocah itu menyembunyikan sebisanya. Jungkook juga terheran dengan ucapan Baekhyun. Dia tidak tahu menau mengani ‘hal’ yang tak perlu di pikirkan oleh Taehyung.

“Kau memikirkan apa memangnya?” Jungkook ikut memperhatikan Taehyung yang terlihat bingung, berusaha menutupi mimic wajah yang khawatir.

“Aku tidak terpikir tentang hal itu” Taehyung berkata tanpa menatapnya. Ia tahu kebohongannya akan Baekhyun ketahui meski sebetulnya ia sudah tahu segalanya.

Baekhyun bahkan tidak tidur tadi malam karena khawatir akan Taehyung yang masih tetap terjaga semalam. Entahlah, ketika dia mencoba untuk tidur dan bermain di alam mimpi, seperti ada seseorang yang menahannya untuk tidur. Ketika kamar sedang gelap, Baekhyun melirik Taehyung yang masih terjaga dengan memainkan beberapa robot ultraman milik Baekhyun di tangan kanannya. Baekhyun ingin menegurnya untuk segera tidur namun terhenti ketika mata Taehyung mengarah padanya. Hingga saat Taehyung berhenti dan membalik tubuhnya menghadap jendela, rasa kantuk Baekhyun mulai menjalar dan membuatnya tertidur pulas, hingga pagi.

 

“Belajar yang baik” mereka berpisah di sebuah koridor yang telah ramai akan murid-murid. Mata mereka tertuju pada 2 orang pria yang sedang melakukan ritual perpisahan layaknya di film kolosal. Baekhyun bahkan tidak peduli dengan hal itu. Dia pikir, sudah hampir 1 tahun Baekhyun akan selalu memperlakukan Taehyung seperti ini di sekolah di hadapan mereka. Namun, bagi anak-anak yang lain terkadang perlakuan Baekhyun terlalu berlebihan meski Taehyung tidak pernah mempermasalahkannya.

Taehyung berjalan tidak menuju kelasnya terlebih dahulu. Dia pergi ke lantai 2, yaitu tempat di mana kelas yang memiliki 1 level lebih tinggi darinya berada. Taehyung mendatangi Hoseok. Pikirannya masih belum setenang seperti kelihatannya. Dia hanya penasaran pada seseorang yang membunuh Jimin pekan lalu.

Kelas milik Hoseok, tidak terlalu berbeda dengan kelas miliknya dia pikir. Ketika di pagi hari, mereka duduk dengan tenang, dan mengerjakan sesuatu di atas meja dengan diam. Mengerjakan PR yang mereka lupakan tentunya. Mata Taehyung mencari Hoseok di setiap sudut ruangan, namun sama sekali tak ia temukan pria tersebut di sana. Namun, matanya menangkap Namjoon yang sedang menulis sesuatu di atas kertas. Dia berjalan masuk, lalu menemui Namjoon untuk mencari tahu di mana Hoseok berada.

Hyung, kemana Hoseok?” Namjoon mengernyit. Tidak mengerti dengan perkataan Taehyung yang sungguh membuatnya terkejut bahkan menghentikan aktivitasnya membuat lirik. “Kau? Kau bercanda?” berganti, Taehyung mengernyit tak mengerti pula dengan sikap Namjoon yang aneh. Namjoon seakan-akan sama sekali tidak mengerti bahkan heran dengan pertanyaan Taehyung. Tatapannya yang seperti orang bodoh, membuat Taehyung terganggu.

“Aku bertanya. Kenapa kau malah kembali bertanya?” Taehyung mulai kesal. Dia berniat untuk pergi namun terhenti ketika mendengar Namjoon bicara. Matanya terbelalak tak percaya dengan semua ucapan Namjoon yang seperti lelucon, “Kau tak tahu? Hoseok sudah meninggal 2 minggu lalu akibat bunuh diri.”

Taehyung terdiam sejenak. Mengingat kembali wajah Hoseok yang pucat di balik hujan yang deras, dan berdiri di ambang pintunya, itu sangat mustahil. Jelas-jelas Taehyung melihatnya kemarin dan juga Baekhyun. Tidak mungkin itu bisa terjadi, dengan keadaan Hoseok yang masih seperti biasanya malam itu. Bahkan Hoseok meminum cokelat panas buatan Baekhyun.

Tidak dapat di pungkiri, bahwa Taehyung benar-benar shock atas kejadian yang menimpa teman-temannya termasuk dirinya yang hampir mati karena mendengar info mengejutkan. Dia terdiam, berdiri di depan Namjoon dengan kaki yang terlihat kaku. Dia berusaha menyembunyikannya dengan duduk di samping Namjoon berusaha menenangkan batinnya, yang seakan terguncang.

“Apa kematiannya berhubungan dengan dengan Park Jimin?” dengan cepat Namjoon menutup mulut Taehyung. Khawatir apabila teman sekelasnya tahu akan semua yang Namjoon sembunyikan tanpa sepengetahuan dari siapapun. Namjoon meninggalkan kelas, mengajak Taehyung mencari tempat yang lebih baik dari pada di kelasnya. Banyak sekali orang yang bertanya-tanya tentang kematian Hoseok waktu itu, dan tidak ada yang tahu kecuali hanya pernyataan ia bunuh diri setelah 1 minggu kematian Jimin.

 

“Hei bocah! Apa yang Hoseok katakan kemarin?” berada di tempat yang lebih aman membuat Namjoon lebih leluasa menanyai Taehyung. Taehyung seakan berada di sebuah ruangan introgration bersama Namjoon. Tidak kalah Namjoon, sebetulnya Taehyung lebih terkejut ketika mendengar kabar bahwa Hoseok sudah meninggal 2 minggu lalu akibat bunuh diri. terebih, ketika Hoseok mengunjunginya kemarin sore.

“Hanya berkata, bahwa Jimin di bunuh oleh pemburu ginjal. Dan… hei! Kenapa kau memperlakukanku seperti ini, huh? Tujuan awal, aku yang ingin bertanya kenapa jadi kau bertingkah seperti kau adalah aku?!” Namjoon menghela nafasnya, duduk di sebuah bangku siswa yang sudah tak terpakai lagi di atas sekolah. Pria itu melonggarkan dasinya lalu menunduk seakan mengecewakan sesuatu. Taehyung turut memperhatikannya. Dia pikir, Namjoon mengetahui segalanya tentang kematian Hoseok bahkan Jimin hingga membuatnya menjadi seperti ini.

“Dokter brengsek itu…” Namjoon memutus kalimatnya. Tangannya memainkan kulit ari yang seperti ingin di lepaskan oleh pemilik kulit tersebut. Dia seakan takut untuk mengatakan semuanya pada Taehyung saat itu, dan taehyung mencoba untuk mengerti dengan berkata padanya, bahwa ia bisa menceritakan semuanya kapan-kapan. Namun, Namjoon menggeleng. Tidak ingin lagi menyembunyikan segalanya sendirian dan membuat beban tertumpuk tinggi di benaknya, “Di..dia mendonorkan ginjalnya di Busan kemarin karena seseorang memaksanya. Hoseok melihatnya ketika dia operasi tanpa di beri obat bius terlebih dahulu” mata Namjoon memerah, menahan buliran agar tidak terjatuh di wajahnya, hingga membasahinya.

“Hoseok melihat semuanya. Dia bahkan merekamnya lalu melihatkan padaku 2 hari sebelum kematian Hoseok.”

Taehyung meneguk salivanya saat mendengar segalanya dari mulut Namjoon. Sesuatu yang aneh terjadi padanya akhir-akhir ini terlepas dari mimpi buruk yang datang tiba-tiba ketika dia tidur siang. Dan entah mengapa, segala sesuatu yang aneh selalu berhubungan dengan Baekhyun. Itulah yang membuatnya menjadi takut dan khawatir setiap hari. Demi apapun, Taehyung masih belum siap untuk kehilangan Baekhyun sebagai keluarga inti satu-satunya.

 

Bel istirahat menandakan anak-anak sudah harus mengakhiri pelajaran kelima dan beristirahat 25 menit. Taehyung tidak ke kantin bersama Jungkook hari ini. Dia berjalan menemui Baekhyun di lantai 3 sekolahnya. Jika saja, sekolahnya mengizinkan siswa untuk menggunakan Lift, tidak perlu dia berjalan menggunakan tangga seperti saat ini.

Dia melihat Baekhyun berbicara dengan teman-temannya yang lain di ujung koridor. Tentu, Baekhyun akan selalu bersama Kai, Chanyeol, Yixing, Luhan dan teman-teman yang lain untuk membicarakan berbagai topik, tidak terkecuali pertandingan sepak bola. “Oh! Taehyung!!!!” Taehyung terperanjat mendengar teriakan Chanyeol yang sangat-sangat nyaring hingga membuat siswa di sekitarnya, menatap Taehyung. Kalau saja, Chanyeol seumuran dengannya, ia tidak segan-segan membunuh Chanyeol seperti yang di lakukan pemburu ginjal tersebut.

“Kya~~~~~~~~~ Kembar identik ini sangat lucu bila berdiri bersamaan seperti ini!” Chanyeol mengatur posisi Taehyung dan Baekhyun. Baekhyun tidak pernah memarahi Chanyeol bila Chanyeol memperlakukannya dengan aneh, dan berbalik dengan Taehyung. Wajahnya yang selalu dingin, kadang membuat seseorang takut untuk mendekatinya walau hanya untuk menyapa saja.

“Kau hari ini bekerja?” Taehyung menarik Baekhyun agar lebih jauh dari teman-temannya. Baekhyun mengangguk dengan tatapan polos yang menggemaskan dan menjijikan di waktu yang sama, seperti sekarang.

“Aku ikut?” Baekhyun memicing matanya, tidak pernah Taehyung ingin mengikuti Baekhyun ketika ia akan bekerja setiap sore, “Hm, bersiaplah setelah pulang sekolah” Baekhyun tersenyum mengacak rambut Taehyung lembut lalu berjalan meninggalkannya dengan menyisakan tatapan aneh dari banyak siswa kelas 3 yang berdiri tak jauh darinya.

 

Sore hari, mereka pergi ke tempat di mana Baekhyun bekerja setiap harinya. Baekhyun bekerja di sebuah butik yang menjual barang-barang anak remaja masa kini dengan seorang teman di dalamnya. Dia, Kris. Kris adalah teman 1 kerjanya, sudah hampir 2 bulan. Kris sama seperti Baekhyun, namun ia bekerja lebih lama di banding Baekhyun.

“Wah kita mempunyai karyawan baru, ya?” sahut Kris tiba-tiba. Baekhyun melemparnya menggunakan kain tak terpakai di atas meja, “Ini adikku bodoh!” Kris melirik kea rah Taehyung. Taehyung membungkukkan tubuhnya pada Kris, di balas dengan anggukan kikuk Kris.

Hari ini toko tersebut sedang sepi dari pelanggan yang akan menyerang mereka tiba-tiba di hari libur. Taehyung di minta oleh Baekhyun untuk duduk beristirahat di sebuah sofa mereka toko, di ikuti oleh Baekhyun pula.

Hyung…” Taehyung memecah keheningan toko, Baekhyun bergumam sembari membaca sebuah majalah fashion milik Kris,

“Kau ingat pria yang datang kemarin ke rumah?” Baekhyun menggeleng,

“Tidak. Apa ada yang datang?” Taehyung melihat wajah Baekhyun. Memastikan bahwa Baekhyun hanya sedang bercanda dengannya saat itu, berpura-pura tidak mengingat semuanya. Bagaimana bisa seseorang yang membuatkan Hoseok cokelat panas, dengan mudah melupakannya.

Hyung! Ayolah, aku serius!” Baekhyun meletakan majalahnya di paha, manatap heran Taehyung yang menanyakan sesuatu yang bahkan Baekhyun tidak mengingatnya sama sekali.

“Aku juga serius. Tidak ada seorangpun yang datang, kecuali pak pos yang mengantar tagihan listrik” Baekhyun berusaha meyakinkan Taehyung bahwa sesuatu yang Taehyung bicarakn, tidak pernah terjadi sebelumnya padanya. Dia hanya ingat, bahwa hanya tukang pos yang datang membawa surat tagihan listrik kepadanya.

“Hoseok? Apa kau kenal orang itu? yang datang dengan basah kuyup, lalu mandi di toilet milik kita? Dan kau membuatkannya cokelat hangat untuk menonton miracle in cell no.7 kemarin?” Baekhyun tidak menjawab. Menatap Taehyung dengan tatapan penuh tanda Tanya, dan seperti membiarkannya menjelaskan segalanya terlebih dahulu. Baekhyun benar-benar tidak ingat.

“Oh ya! bagaimana dengan kema-“ Baekhyun memotong ucapan Taehyung dengan cepat, “Taehyung, demi Tuhan. Aku sama sekali tidak pernah bertemu dengan seseorang yang kau ceritakan. Hoseok? Cokelat panas? Mandi? Itu tak pernah ku alami, Taehyung. Aku hanya membuat cokelat panas untuk kita berdua kan? Tidak ada seorangpun yang datang.” Taehyung tetap menggubrisnya. Namun terhenti saat handphonenya berdering menandakan seseorang menelponnya.

Taehyung merogoh saku celananya yang cukup dalam sampai ia harus berdiri. Ketika dia melihat, Jungkook menelponnya.

“Hallo?”

“Apa katamu? Namjoon meningggal?”

TBC

About fanfictionside

just me

9 thoughts on “FF/ JUST LOVING ME LIKE YOUR DIRACTION/ BTS-EXO/ pt. 3

  1. Oh God~~ Jadi Jhope jadi hantu gitu??? Terus Rap meninggal lagi??? Jangan2 ntar yg meninggal abis si Rap si Taehyung??.. So Mystery..
    Di tunggu part selanjutnya..🙂

  2. yaoloh….rupanya jimin meninggal gara2 diambil ginjalnya secara ilegal toh. omo…ternyata yg dateng itu “hantu” hoseok toh ckckckckck gimana taehyung gak mikir yg aneh2 scr dp kabar dr jungkook dr namjoon meninggal jg >__< btw napa satu2 member BTS jd pd meninggal semua thor =____=

  3. Awwww~~~~ seruuuuu… aku suka banget hyun twins♡
    ceritanya juga ok, kenapa si rapmon juga meninggal coba? apa jangan jangan gara gara dia tau semua tentang kematian jhope sama jimin?
    jangan sampai di antara hyun twins ada yg meninggal! jebaaaaallllll…..!!!! #nangis kejer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s