FF/ 5TH MARCH/ BTS-BANGTAN/ pt. 2 of 3


Tittle : 5th March (Hard To Love How To Love)

Rating : 15+

Length : Chapter 2 of 3

Genre : Sad Romance, School-life, AU

Language: Indonesia

Scriptwriter : RV ♔ (author tetap)

Main Cast : Kim Meri (OC), Min YoonGi (BTS) and Jung Hoseok/JHope (BTS).

Other Cast : Bang MinAh (Girls Day), Kim HyunAh (4Minute), etc.

IMG_20140518_145035

***************************************************

Drrt..Drrrt..Lalalalalala~

 

Dering ponsel Meri berhasil membuat tidurnya terusik.

 

“Yeoboseyo?” Sapa meri sambil menguap.

 

“Yeoboseyo?” Tanya meri lagi karena tidak ada jawaban “akan kututup”

“Meri-ah”  ucap seorang pria di telepon.

 

Meri agak terkesiap mendengar suara namja itu.

‘sepertinya aku kenal suara ini’ pikir meri.

 

Meri menjauhkan ponsel dari telinganya lalu menatap nomor tak dikenal yang terpampang di layar ponselnya, ia mengerutkan dahi kemudian menggeleng pelan.

 

“Nuguseyo?” tanya meri setelah kembali mendekatkan ponsel ke telinganya.

“Aku..Hoseok”

 

***

 

BAGG!!

 

“Auuh sakit, Kim Namjoo!” Seru meri.

“Kau ini bodoh atau apa hah?” Sembur Namjoo “Bagaimana bisa kau menerima ajakan pria itu untuk bertemu setelah apa yang telah ia lakukan padamu?” Lanjutnya.

 

“A..aku sudah mencoba menolak tapi ia terus memaksa”

“Memaksa atau membujuk?” Potong namjoo cepat.

“Yah itu maksudku”

“Dan kau termakan bujukannya begitu saja?”

“Hanya bertemu sebentar kok lagipula hubungannya dengan gadis itu sudah berakhir dari sebulan yang lalu”

“Mwo? Jadi kau sebagai pelampiasan?? Ani-ani-ani-ANDWE!” Teriak namjoo.

“Dia bukan orang yang seperti it..”

“Sudah-sudah jangan membela orang itu didepanku, aku yang tidak kenal yang hanya tahu sebatas dari ceritamu tentang kisah kalian saja sudah membuatku panas”

 

Meri menunduk dalam ia tidak tahu harus mengatakan apalagi untuk meyakinkan sahabatnya.

 

Namjoo melihat perubahan ekspresi meri, namjoo menghela nafas lalu memegang pundak meri membuat meri mendongak menatapnya.

 

“Kau tahu bukan maksudku untuk ikut campur tentang hubungan asmaramu, Aku hanya mengkhawatirkanmu” tutur namjoo “Saat Bertemu dengannya nanti jangan mudah terpengaruh oleh kata-katanya, ne?” lanjutnya.

 

Bibir meri membentuk lekukan, ia tersenyum senang lalu mengangguk.

“Ne!” Sahutnya semangat yang dibalas pula dengan anggukan semangat dari namjoo.

 

“Omong-omong,  ternyata Taemin sunbae dan naeun sunbae mereka..”

“Mereka??” Tanya meri tidak sabar.

“Mereka benar berkencan” jawab namjoo.

 

Meri yang sedari tadi menarik nafas menunggu jawaban namjoo seketika menghela nafas kecewa.

“Aku turut menyesal mendengarnya, namjoo-ah”

 

Namjoo menggeleng seraya tertawa singkat.

“Aissh kau tidak perlu merasa sedih karena aku, seharusnya kau lihat betapa kerennya diriku kemarin!” Ujar namjoo tanpa tersirat rasa sedih sama sekali.

“Maksudmu?” Tanya meri kebingungan sembari mengerutkan dahi hingga kacamata-nya sedikit merosot.

“Aku mengikuti saran YoonGi sunbae untuk bilang kalau aku akan mundur dari perasaanku. Aku bilang begini-”

 

Namjoo mengeratkan ikatan dasinya lalu berdeham.

“Jadi kalian benar berkencan? Aku hanya ingin bilang pada sunbae kalau sebenarnya aku menyukai sunbae sejak lama, tapi sunbae tidak perlu khawatir karena aku hanya sebatas ingin memberi tahu apa yang kurasakan pada sunbae. Lagipula aku sudah memutuskan untuk mundur dari perasaanku dan berhenti menyukaimu. Setidaknya kita bisa berteman, bukan? Dan.. semoga hubungan kalian berjalan dengan baik”

 

“Kau benar mengatakan itu padanya?” Meri setengah tidak percaya(?).

“Tentu saja! Dan kau tahu tadi pagi dia mengirim pesan untukku? Yaa walaupun hanya sebatas bertanya tentang jadwal les tapi aku merasa dia lebih menyadari eksistensiku sekarang. Les kemarin-pun berjalan dengan sangat baik” papar namjoo bahagia.

 

Meri yang mendengar perkataan sahabatnya itu sangat terharu, ia baru sadar bahwa sosok sahabatnya itu sangat tegar dan keren. Mungkin kalau dirinya yang diposisi namjoo kemarin dia sudah menangis dan membuat situasi awkward diantara dia dan namja yang disukainya.

“Aku bangga padamu, Kim Namjoo”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

SATU BULAN KEMUDIAN.

 

Kehidupan meri sampai saat ini berjalan dengan baik, Kegiatan klub-nya, Hubungan dengan teman-temannya bahkan Hubungan YoonGi dengannya dan para anggota klub semakin dekat, YoonGi tidak hanya sebatas pengajar tapi juga seperti kakak bagi para anggota klub. Hubungan Meri dengan Hoseok? Jangan ditanya, mereka kembali pendekatan dan tepat satu minggu mereka sudah jadian.

 

“Wae?” Tanya Yoongi.

“Apa pernah ada yang bilang padamu kalau senyummu sangat manis?” Tanya meri tanpa melirik yoongi sedikitpun.

 

Yoongi mendengus tak percaya.

“Yak! Apa kau sedang merayuku? Bocah sepertimu ingin menggodaku?” Ujar yoongi.

 

“Aissh, sunbae ini. Mana mungkin aku berani menggoda sunbae”

“Tapi.. kuakui, senyumku memang sangat menawan. Bahkan pacarku sering bilang begitu padaku” yoongi tersenyum lebar.

“Jadi yang waktu itu sunbae bilang benar? Sunbae benar-benar punya pacar?”

“Yak! Kau kira aku berbohong?” Ujar Yoongi tersinggung.

“Haha aku hanya tidak bisa membayangkan seorang Min Yoongi mencintai seseorang”

“Kau menyebut namaku tanpa embel-embel Senior?” Yoongi mentoyor kepala meri.

“Maaf sunbaenim. Jadi.. beri tahu aku tentang kekasihmu, dia orang yang bagaimana? Kau bilang dia sempurna”

“Sempurna untukku” jawab yoongi tenang.

“Apa dia cantik?”

“Di mataku hanya dia wanita paling cantik”

 

Meri terkekeh karena aneh mendengar yoongi mengatakan hal itu, ia menunggu sunbae-nya itu ikut tertawa.

 

Tapi tidak, ia memerhatikan wajah yoongi yang tak menunjukkan tanda-tanda bercanda, ekspresi yoongi sangat tenang. Meri berhenti tertawa karena ia sadar kali ini yoongi serius dengan ucapannya.

 

“Jadi.. biar kutebak! Apa dia juniormu saat SMA? Cinta pertamamu?”

 

Yoongi mengalihkan pandangannya ke arah meri lalu ia tertawa.

“Aissh Fairy Tale..kau itu sok tahu! Dia teman kuliahku dan Suho hyeong di fakultas kedokteran. Dan.. dia bukan juniorku, seniorku malah. Umurnya sebaya dengan Suho hyeong, 2 tahun di atasku”

 

“Mwo? Kau mengencani gadis 2 tahun lebih tua? Wah.. apa dia lebih galak darimu? Dia suka meneriakimu agar kau menurut?” Meri kembali mendramatisir.

 

Yoongi melirik meri tajam tapi kemudian ia tersenyum.

“Dia sosok wanita yang lembut, tanpa dia berteriakpun aku akan menuruti semua ucapannya. Bagiku, suaranya seperti sihir”

 

“Wah Daebak! Well, Kalau kau begitu mencintainya tentu kalian berniat segera menikah? Umurnya 2 tahun diatasmu, berarti skitar 26 tahun. Itu umur yang sudah mantap menikah” meri terlihat sangat antusias dan serius.

 

“Bagiku, menikah pada umur berapapun tidak masalah” jawab Yoongi.

 

“Bukan sunbaenim yang dipermasalahkan, tapi kekasih sunbaenim itu. Perempuan kan harus melahirkan dan kata ibuku akan lebih beresiko melahirkan anak pertama di umur 30 tahunan, Jadi cepatlah menikah! Ahh membicarakan pernikahan membuatku iri, sunbaenim beruntung, maksudku kalian berdua beruntung. Pasangan Sempurna” tutur meri.

 

Yoongi tersenyum lembut mendengar perkataan meri, tapi senyum yang ia kembangkan seakan memiliki arti yang lain, sayangnya meri tidak melihat perubahan pada ekspresi yoongi.

 

“Gadis bodoh.. di dunia ini tidak ada yang sempurna” ucap yoongi sembari tersenyum getir.

 

Meri tidak menangkap maksud yoongi, ia masih bersikeukeuh bila sarannya itu yang terbaik.

“Cepatlah menikah, memiliki bayi yang lucu dan hidup bahagia selamanya. Kurasa itu cukup untuk disebut sempurna”

 

“Dia.. tidak bisa mengandung” ucap yoongi pelan tapi masih dapat terdengar.

“Ma..mandul maksudmu, sunbaenim?”

YoonGi mengangguk.

 

Saat itu juga meri merasa seperti orang terbodoh didunia, sorot matanya berubah menyesal.

 

“Tapi itu bukan masalah bagiku!” Pungkas yoongi “Selama dia masih wanitaku yang ku kenal, Apapun yang terjadi padanya aku akan tetap mencintainya”

 

“Maaf sunbaenim. Ucapanku pasti sudah melukaimu” sesal meri dengan kepala menunduk dalam.

 

“Hahaha..” yoongi tertawa lepas membuat meri memandangnya bingung “Tentu saja tidak, bagian tersulit sudah kulewati. Jadi hal seperti ini tidak akan membuatku terluka”

 

“Jangan sok kuat,  sunbaenim” canda meri.

“Kau meragukanku? Bocah ingusan sepertihmu?” Yoongi sarkastis “JA-NGAN-ME-LU-CU!” Seru yoongi dengan penekanan di setiap katanya.

 

***

 

“Meri-ah!”

 

Meri melambaikan tangannya pada sosok namja yang sedari tadi menunggunya.

“Hope!” Meri mengatur nafasnya sebentar lalu menatap hoseok dengan cengiran lebar “Maaf membuatmu menunggu” tambah meri.

“Tidak masalah yang penting kau datang” jawab hoseok dengan senyum.

 

Hoseok meraih telapak tangan meri menggenggamnya erat.

“Kajja” ajak hoseok.

Meri mengangguk “kita naik apa kesana?” Tanyanya.

“Kereta bawah tanah, tentunya”

 

Meri mengerucutkan bibirnya.

“Kau senang sekali naik kereta, coba naik bis sekali-sekali” saran meri.

 

Hoseok ikut mengerucutkan bibirnya.

“Naik kereta lebih menyenangkan, aku janji karcisnya akan kuberikan padamu untuk kau simpan”

“Aissh.. Untuk apa? Aku tidak mau karcis kereta” elak meri yang disambut tawa dari hoseok.

 

“Dasar jelek” canda hoseok sembari mengelus puncak kepala meri.

“Memang! Lalu untuk apa kau mau berkencan denganku?” Meri mengembungkan pipinya.

“Aigoo.. ngambek, eoh?”

 

***

 

Few Days Later

3rd March

 

“Kau lihat YoonGi Sunbae?” Tanya Namjoo seraya duduk disamping meri.

 

Meri menggindikkan bahunya.

“Entahlah, coba kau tanya Kim Jongin dia kan cukup dekat dengan YoonGi sunbaenim” saran meri yang masih fokus dengan novel yang ia baca.

“Ah tidak mau dia kan sok tampan, nanti aku disangka mencari alasan untuk menggodanya”

 

Meri sontak melirik namjoo, lalu ia mengangguk horor.

“Kau benar, anak itu memiliki kepercayaan diri yang aneh”

“Oh..Kim Taehyung, kau tahu dimana YoonGi sunbae?” Namjoo beralih ke Taehyung yang duduk di belakangnya.

 

Taehyung yang sedang berkutat dengan PSP-nya hanya menggeleng tanpa memandang namjoo.

“Kau tanya jimin” saran taehyung sembari memiringkan kepala ke samping kanannya.

 

Namjoo sedikit sebal dengan tanggapan taehyung, tanpa bicara apa-apa lagi dia langsung beralih ke jimin.

“Jimin-ah, Kau tahu YoonGi sunbaenim dimana?”

 

Jimin mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca lalu menatap namjoo dengan mata sipitnya.

“Dia tidak masuk, pacarnya berulang tahun hari ini” jawab jimin.

“Ouh jadi begitu, terimakasih”

 

Namjoo kembali menghadap depan dan mendekatkan dirinya pada meri.

“Dia tidak masuk, kekasihnya hari ini ulang tahun”

So sweet~” timpal meri.

“Ngomong-ngomong soal ulang tahun, bukankah 2 hari lagi ulang tahunmu?”

“Ah matta!”

“Kau sudah ada rencana?” Tanya namjoo.

“Entahlah, belum tahu” jawab meri seadanya.

“Bagaimana dengan namja-mu itu?”

“Tidak tahu juga”

“Hari ini kau ada janji?”

“Hari ini aku Free, wae?”

“Mau jalan-jalan?”

 

Meri tersenyum dan mengangguk.

 

***

 

@Golden Mall

 

Namjoo yang sedang menikmati ice cream-nya menatap meri dengan bingung.

“Meri-ah, waeyo?” Meri yang terfokus dengan ponselnya menoleh ke namjoo dengan ekspresi yang sulit di artikan.

“Hoseok.. daritadi tidak bisa kuhubungi” jawab meri muram.

“Mungkin dia bersama wanitanya yang lain” jawab namjoo enteng.

“Namjoo-ah~” rengek meri.

“Wae? Kita sebagai wanita jangan terlalu naif, pria itu memiliki seribu akal. Kau harus ingat itu!”

“Hoseok-ku bukan orang yang seperti itu..” gumam meri murung.

 

Namjoo mengguncang bahu meri.

“Aissh jinjja, aku hanya bercanda. Tentu saja Hope-mu itu namja baik-baik. Yaa.. semoga saja” jawab namjoo menenangkan.

 

“Ayo kita makan, aku sudah lapar!” Ajak namjoo kemudian.

“Ne, kajja”

 

Mereka naik ke lantai atas dimana terdapat beraneka tempat makan. Meri masih sibuk dengan ponselnya sedangkan namjoo mencoba mencari kesibukkan lain dengan memandangi sekeliling atmosfer mereka. Keadaan mall Cukup ramai untuk hari senin seperti ini, pikir namjoo.

 

Tiba-tiba langkah namjoo berhenti di depan sebuah cafe´ yang membuat meri cukup terkejut.

“Wae, namjoo-ah? Kenapa tiba-tiba berhenti?” Tanya meri dengan raut wajah kebingungan menatap sahabatnya itu .

“Me..meri-ah, boleh aku pinjam ponselmu?” Tanyanya.

 

Meri ingin bertanya untuk apa dan kenapa? Tetapi ia urungkan dan memutuskan untuk memberikan ponselnya ke namjoo.

“Ige” suguh meri.

 

Namjoo menerimanya dengan cepat lalu mengusap-usap layar ponsel meri dengan serius. Tangannya berhenti dan tatapannya terpaku pada layar ponsel meri, Meri dibuat penasaran dengan sikapnya.

 

“Ada apa, Kim Namjoo?” Tanya meri sembari mengambil ponselnya dan mencari tahu apa yang sedang namjoo lihat diponselnya.

“Kim Meri.. mianhae” ucap namjoo.

 

Meri menggeleng tidak mengerti lalu dia beralih ke layar ponselnya. Meri lagi-lagi dibuat bingung dengan namjoo, untuk apa namjoo melihat fotonya dengan hoseok? Itulah fikiran meri yang mengganjalnya saat mendapati fotonya dengan hoseok terpampang di layar ponselnya.

 

Meri mendongak ke arah namjoo yang sedang menatapnya serius.

“Aku kira salah orang” desis namjoo, ia menolehkan kepalanya ke samping kiri.

 

Meri ikut menoleh ke arah mata namjoo yang mengarah ke dalam cafe´ disamping mereka, begitu terkejutnya meri saat melihat sosok namja yang daritadi mengusik fikirannya sedang duduk disalah satu meja dalam cafe´ bersama seorang yeoja yang tidak akan pernah ia lupakan.

 

Meri menghela nafas lemah “Hope..

 

#FLASHBACK 2,5 YEARS AGO

 

“Hope, kau kenapa? Kamu yang mengajakku kesini tapi daritadi kau malah diam saja. Ada apa sebenarnya?” Tanya meri.

 

Hoseok yang sedari tadi menunduk mendongak secara perlahan dan menoleh kearah meri yang duduk disampingnya.

 

“Meri-ah..”

“Hmm?”

“Kau ingat MinAh? Tetangga baruku yang waktu itu aku ceritakan padamu”

“Oh gadis manis itu. Ada apa?” Tanya meri dengan senyum.

“Dia meminta bantuanku, apa boleh aku membantunya?”

 

Meri tertawa lalu ia tersenyum hangat kearah hoseok.

“Tentu saja boleh, mengapa kau harus minta izinku untuk membantu seseorang?” Meri memandang langit yang saat itu sangat cerah “Apalagi dia tetanggamu, dia juga sangat baik” sambung meri.

 

Hoseok masih sibuk dengan fikirannya sendiri.

 

“Memang dia minta bantuan apa?” Tanya meri lagi menatap hoseok.

“Begini.. belakangan ini dia sering di teror oleh mantan pacarnya. Mantan pacarnya itu mengancam akan terus menganggunya kalau dia tidak mau menerimanya kembali” tutur hoseok.

 

Meri membelalakkan matanya.

“Jinjja? Aigoo~ itu sudah termasuk tindak kriminal, tentu kau harus membantunya hope” timpal meri.

“Masalahnya..” ucap hoseok cepat.

“Masalahnya?” Tanya meri mengulang ucapan hoseok karena pria itu tidak kunjung melanjutkan perkataannya.

“Dia.. memintaku untuk berpura-pura menjadi kekasihnya dalam beberapa bulan kedepan”

“Ne?” Sentak meri.

“Kalau aku melakukan hal itu otomatis kita tidak bisa bertemu dulu, dengan kata lain hubungan kita..” hoseok tidak sanggup melanjutkan ucapannya.

“A..apa tidak ada cara lain?” Tanya Meri tidak rela.

 

Hoseok menggeleng.

“MinAh bersekolah di sekolah khusus putri, satu-satunya pria yang dia kenal disini hanya aku” jawab hoseok “Dan tentu kau tahu untuk membuat hal ini terlihat sungguhan aku tidak boleh terlihat berhubungan dekat dengan gadis lain” sambung hoseok mengingat ucapan MinAh yang dikatakan padanya tadi.

 

Meri terdiam beberapa saat, hatinya begitu takut saat ini.

“Bantu dia, hope” ucap meri kemudian.

 

Hoseok reflek menatap meri dengan tatapan sendu-nya.

“Kau yakin?”

“Tentu, lagipula hanya berpura-pura kan? Hatimu tetap milikku?”

 

Hoseok tersenyum seraya menggenggam telapak tangan meri.

“Tentu saja. Meri-ah, listen up. No matter what, my heart belongs only you, even if i with someone else and can’t with you anymore”

 

Tawa meledak dari meri “Kau tidak pantas mengucapkannya, hope”

 

Hoseok mempoutkan bibirnya sedetik kemudian ia tersenyum dan mendekap meri kedalam pelukannya.

 

Dan.. kalian tahu? Kata beberapa bulan itu berubah menjadi beberapa tahun, kata hubungan berpura-pura yang di ucapkan hoseok-pun entah menghilang kemana. Bang MinAh, dia melakukan segala cara untuk membuat hoseok berpaling padanya dan membuat Meri-Hoseok lost contact. Kejam..

 

#END FLASHBACK

 

Meri masih memandang dua sejoli itu dari balik kaca teralis cafe´ dengan tatapan nanar, sedangkan namjoo sudah mengepalkan tangannya menahan emosi.

 

“Namja sialan” umpat namjoo.

 

MinAh dan hoseok terlihat sedang adu mulut yang di dominasi dengan MinAh. Hoseok lebih seperti mencoba menenangkan gadis itu, tapi minAh selalu menepis tangan hoseok sedangkan air matanya sudah berderai. Setelah beberapa menit kemudian MinAh pergi meninggalkan hoseok.

 

Hoseok memegangi kepalanya yang rasanya sudah mau pecah. Pelipisnya yang terus berdenyut membuat ia semakin frustasi.

“Otteokke?” Gumam hoseok.

 

“Hope..”

 

Hoseok terkesiap mendengar suara meri, ia mendongak dan mendapati gadis itu sudah berada dihadapannya bersama namjoo tepat disampingnya.

 

“Meri-ah..?” Panggil hoseok lemah masih tidak percaya bahwa dihadapannya ada meri.

“Ada yang ingin kau jelaskan, hope?” Tanya meri dengan ekspresi tenang.

“Aku..” hoseok kesulitan mencari rangkaian kata yang tepat “ini tidak seperti yang kau fikirkan” tambahnya.

“Memangnya kau tahu apa yang ada di fikiran meri?” Sembur Namjoo.

 

Meri memegang pergelangan namjoo sebagai isyarat diam.

“Kalau begitu Jelaskan. Buat aku percaya, hope” ucap meri.

“Aku hanya sekadar menyelesaikan urusan kami saja, tidak lebih”

“Urusan apa?” Tanya meri.

“Kau tahu ini tidak mudah baginya, kumohon percayalah padaku. Aku hanya ingin yang terbaik untuk kita, aku menemuinya tidak ada maksud apa-apa”

 

Namjoo tertawa sinis.

“Apa kau ada bukti bahwa semua ucapanmu benar?” Cerca namjoo “apa kau fikir temanku begitu bodoh sehingga seenaknya kau perlakukan begini? Kau seharusnya tahu meri daritadi mengkhawatirkanmu, susah payah dia mencoba menghubungimu tapi kau malah bersama gadis yang pernah menghancurkan hubungan kalian. Apa kau tidak memikirkan perasaannya? Setidaknya kau tanyakan keadaannya!” Bentak namjoo.

 

“Namjoo-ah~” mohon meri sembari memegangi lengan namjoo.

 

Namjoo beralih menatap meri, matanya sudah memerah menahan emosi.

“Ini yang aku khawatirkan, Kim Meri! Mengapa kau mudah sekali percaya padanya? Aku tahu kau mencintainya, tapi apa harus selalu kau yang jadi pihak yang paling terluka? Dia dulu pernah meninggalkanmu demi gadis itu, dan bukan tidak mungkin untuk dia mengulanginya lagi!”

“Geumanhe~” pinta meri.

Persetan dengan cinta”

“HENTIKAN KIN NAMJOO!” bentak meri sembari mengguncang tangan namjoo.

 

Namjoo mendengus “Kau yang hentikan” ucap namjoo tajam seraya melepaskan tangannya dari genggaman meri.

 

Namjoo berbalik dan meninggalkan meri-hoseok begitu saja. Meri menunduk dalam, ia tidak tahu harus melakukan apa.

 

“Meri-ah, mianhae. Ini salahku” ucap hoseok mendekati meri.

 

Meri menghapus air matanya yang mengalir dipipi dengan telapak dan punggung tangannya lalu ia menggeleng

“Tidak, ini bukan salahmu.. ini salahku”

 

Hoseok mengelus kepala meri lalu dengan hati-hati merengkuh meri kedalam dekapannya.

 

***

 

~Meri POV~

4th March

@Canteen

 

“Mata besar!” Panggil YoonGi sunbaenim seraya duduk di kursi hadapanku.

“Hmm?” Jawabku tak bersemangat, terserahlah dia mau mengataiku apa.

“Daritadi wajahmu jelek sekali, apa kau tidak mandi pagi ini?” Tanyanya sembari menopang dagunya.

 

Aku hanya mendesis tidak suka yang ditanggapi tawa singkat darinya.

 

“Apa kau ada masalah dengan Kim Namjoo? Kalian terasa mengeluarkan aura gelap dari tadi” sambungnya.

 

Aku ingin mengelak tapi aku sedang tidak ada niat menepis segala pertanyaannya.

“Begitulah” jawabku singkat.

“Kesalah pahaman?” YoonGi sunbaenim kembali melemparkan pertanyaannya padaku.

 

Aku menaikkan kedua bahuku “Entahlah, sepertinya aku sudah membuat dia kesal dan kehilangan kesabaran” jawabku lemah.

“Kau memang selalu membuat orang lain kesal”

 

Aku meliriknya tajam tanpa berniat membalas ucapannya.

 

“Rasanya pasti sangat tidak enak bertengkar dengan sahabat sendiri” tambahnya.

“Sangat teramat tidak enak” timpalku.

“Kalau begitu berbaikanlah”

“Bagaimana caranya? Aku takut”

“Bicara baik-baik dengannya”

“Kalau dia tidak mau bagaimana?”

“Apa Kim Namjoo orang yang seperti itu? Mengabaikan orang lain yang ingin bicara dengannya?”

“Ani!”

“Kalau begitu cobalah” usulnya.

“Akan kucoba” jawabku masih tidak menandakan adanya rasa antusiasme.

 

Kami terdiam beberapa saat.

“Sunbaenim, apa benar kemarin kau tidak masuk karena kekasihmu ulang tahun?”

“Ne, aku menyiapkan beberapa kejutannya untuknya”

“Omo~ aku sampai merinding membanyangkanmu begitu” candaku.

“Aissh apa kau sedang menantangku berkelahi?” Tanyanya sangsi.

“Ehhh aku hanya bercanda” aku tertawa melihat ekspresinya “Omong-omong siapa nama kekasihmu itu?” Lanjutku.

“Park Chorong”

“Park Chorong?” Aku mengulang ucapannya “nama macam apa itu?” Candaku masih belum puas menggodanya.

“Kau benar-benar ingin berkelahi?”

 

Aku cekikikan melihat tampang garangnya saat ini “Lelucon” sambungku..

“Bagaimana dengan namja-mu? Siapa namanya?”

“Jung Hoseok” jawabku cepat.

 

Dia melipat tangannya di depan dada.

“Hoseok? hmm.. dari namanya saja aku tahu dia seorang Player” ucapnya.

 

“Sunbaenim~!” Rengekku yang disambut tawa olehnya.

 

Ok, saat ini dia berhasil membalasku. Dan aku sangat benci cara tertawanya yang terlihat puas karena membuatku kesal.

 

Aku beranjak dari kursi lalu meninggalkannya dengan menghentakkan kakiku.

 

Aku keluar gedung sekolah berniat mencari namjoo yang sedang latihan tenis di lapangan.

 

“Kim Meri!”

 

Hampir saja aku terjatuh karena tiba-tiba dipanggil dari arah gerbang sekolah. Aku menoleh, seketika itu juga aku membeku melihat orang itu tengah tersenyum dan melambai ke arahku, dia berlari kecil menghampiriku.

 

“Annyeonghaseyo, lama tidak berjumpa. Kau masih ingat aku, meri-ssi?”

“Bang MinAh?”

“Ne! Aku pasti mengejutkanmu, ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu makanya aku kesini. Omong-omong, Apa ekskulmu sudah selesai?” Tanyanya ramah.

 

Aku mengangguk canggung, perasaanku tidak enak mengenai ini.

 

“Kita cari tempat yang nyaman?” Ajaknya dengan senyuman manis.

“Ne..tentu”

 

Kami putuskan untuk ke taman belakang yang sepi, karena jam sekolah sudah berakhir daritadi jadi isi sekolah hanya terdapat siswa siswi yang memiliki jadwal tambahan saja sehingga tidak sulit untuk mencari tempat strategis untuk bicara hal serius seperti ini.

 

“Kita duduk disini saja, MinAh-ssi” saranku.

 

Dia mengangguk lalu ikut duduk disampingku.

 

“Jadi.. apa yang ingin kau bicarakan? Apa tentang hoseok?” tanyaku memberanikan diri.

 

Dia menundukkan kepalanya lalu mengangguk.

 

‘Ok, saat ini aku tidak boleh kalah. Aku harus tetap memperjuangkan milikku’ batinku mensugesti.

 

“Kau dengannya benar-benar telah bersama lagi?” Tanyanya pelan.

“Ne, kami.. menjalin hubungan lagi” jawabku tidak enak hati.

“Selamat”

 

Aku menoleh ke arahnya yang sedang menghapus air mata yang mengalir dipipinya. Walaupun ia menunduk tapi aku tahu dia sedang menangis.

 

“Mianhae, jeongmal mianhae. Aku mencintainya, MinAh-ssi”

 

Dia mendongak lalu menatapku, matanya merah dan sudah basah karena buliran bening itu. Dia tersenyum hangat padaku dan mengangguk beberapa kali.

 

Demi Tuhan hatiku ikut terluka melihatnya seperti ini. Mengapa kami harus mencintai pria yang sama?

 

Sekarang aku yang menunduk tidak tahan menatapnya yang menyedihkan.

 

“Kau pasti sangat terluka” ucapku.

“Ne, tapi tidak apa-apa asal hoseok bahagia. Aku rela”

 

Sebesar itukah perasaannya kepada Hope-ku? Apa aku orang jahat jika mengabaikan perasaannya? Apa aku egois jika tetap mempertahankan hoseok dan bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa?

 

“Lebih dari 2 tahun kami bersama” ucapnya dengan susah payah “tapi sepertinya hanya aku yang bahagia dengan kebersamaan kami, walaupun aku telah memberikan milikku yang paling berharga tapi tetap saja hatinya tidak bisa menerimaku sepenuhnya”

 

“Milikmu yang paling berharga?” Aku terkesiap mendengar ucapannya “mak..maksudmu?” Tambahku.

 

Aku menatapnya dalam seakan memohon agar yang ia ucapkan tidak seperti apa yang aku fikirkan.

 

“Ka..kalian melakukannya?” Tanyaku lagi karena tak kunjung dapat jawaban.

 

MinAh mengangguk lemah. “Beberapa kali” jawabnya.

 

Hatiku rasanya mau pecah dan sekarang giliran aku yang ingin menangis lalu berteriak sekencang-kencangnya.

 

‘JUNG HOSEOK!!’

 

TBC

About fanfictionside

just me

5 thoughts on “FF/ 5TH MARCH/ BTS-BANGTAN/ pt. 2 of 3

  1. AAAAAAAA baca berulang kali tetep aja masih nangissT_T minAh jahat bgt huaa-_- jangan beneran dongg.. Padahal kan besoknya 5th March ulang tahun kim Meri
    Ahh nyesek bgt thor baca ff ini tp sangatlah kerennn.. Ngga sabar sama part3 lanjut terusss thorr^^ aku menungguuuu:3

  2. hy thor, udah ngudek2 mbah google buat nyari fanfic yg Cast utama Jhope dan akhirnya ketemu juga disini 😌…. suka sama fanficnya walaupun agak mewek pas baca tp tetep penasaran gimana akhirnya, lanjutin ya thor dan terus munculin fanfic yang castnya Jhope dong jebal😣

  3. melakukan apa😕 #tampangpolos🙂
    kasihan merinya😥, ffnya keren meski yoonginya gak terlalu dimunculkan.

  4. Ini part ke2 trkhir,, tp aku msh blm ngerti gmn jln crita ny.
    Cast utma ny suga ato jhope sh thor??
    Awal ny ku pkir suga nnti jadian ma meri,, tpi???
    Enthlh thor, bingung mw nerka”
    Sukses bkin penasaran
    Author hwaiting😉

  5. benar benar keterlaluan,
    terkutuk kau Minah…..
    Nyebelin bgt tuh yeoja, Hoseok juga ahhh….
    Mari juga kenapa tabah bgt sii…
    Gemes jadinya geregetan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s