FF/ JUST ONE DAY WITH TAEHYUNG/ BTS-BANGTAN/ pt. 2


Author  : armyvngs

Title       : Just One Day with Taehyung [FINAL]

Cast       :

  •          Kim Taehyung (BTS’s V)
  •          Soo Ae (OC)
  •          Other member of Bangtan.

Rating   : T (16+)

Length  : Two Shoot

Genre   : Love-comedy, romance

jodwt2

Summary

 

Whether you’re older than me,

I don’t care because I love you.

I think she has come, I’m in front of the person who shakes up my heart

If I’m with you, I draw out my future.

Yes you’re my only girl, you’re the best – Kim Taehyung

 

Whether you’re young than me,

I don’t care because I love you

Your life, your heart, your face, your line

Like a piece of a puzzle

You fit into my ideal type

Yes you’re my only love, you’re the best – Soo Ae

Author’s POV

“Nunaaaa, ireona palliiiii.”

Soo Ae masih terlelap dalam tidurnya. Taehyung mengguncangkan tubuh mungil Soo Ae.

“Nunaaaa, ireonaaa.” Bisik Taehyung. Soo Ae lalu menutup telinganya dan menenggelamkan dirinya dalam selimut.

“Jika nuna tidak bangun, maka aku akan……….” Taehyung semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Soo Ae. Soo Ae yang merasakan hembusan hangat nafas Taehyung mencoba membuka matanya walau berat, ia semakin melebarkan matanya ketika jarak bibirnya dengan Taehyung sudah beberapa centi lagi. Dia langsung menjitak Taehyung dan menyingkirkan wajah Taehyung dari hadapannya.

“Jika kau berani menciumku, aku tidak akan membiarkanmu hidup, Kim Taehyung.”

“Lebih baik kau tidur lagi, Chagi. Kau terlihat seperti cheonsa saat tidur tapi saat kau bangun, kau seperti devil.” Seru Taehyung.

“Geuraeyo? Arraseo, aku tidur lagi. Jaljayo.” Soo Ae menutup wajahnya dengan selimut dan kembali tidur sesuai permintaan Taehyung.

“Kau selalu begitu. Kau terlihat menggemaskan saat kau marah. Apa kau mau aku memaksamu keluar dari selimut dan menggotongmu ke kamar mandi? Ireona palliiiii.” Seru Taehyung.

“Coba saja.” Jawab Soo Ae dari balik selimut.

“Aku tidak main-main, Chagiya.” Jawab Taehyung dengan smirknya. Taehyung lalu membuka selimut itu, menarik Soo Ae lalu menggotongnya secara paksa keluar kamar menuju kamar mandi. Soo Ae terkejut karena ternyata Taehyung tidak main-main. Ia merengek untuk di turunkan sambil memukul dada Taehyung.

“Aiiiish jinjjaaaa turunkan aku Kim Taehyung!!! Kau selesai latihan jam 8. Kau bisa pulang ke dorm untuk menjemputku. Aku ingin melanjutkan tidurku. Cepat bawa aku ke kamar lagiiiii.” Rengek Soo Ae.

Taehyung tetap berjalan keluar kamar. Di ruang makan, para member sudah siap dan sedang sarapan. Jungkook dan Jimin yang melihat adegan itu langsung menutup mata mereka. Sedangkan Suga dan Hoseok hanya geleng-geleng kepala melihat Taehyung dan Soo Ae. Dan Jin hanya tersenyum sambil menyiapkan roti isi untuk member lain.

“Apakah kalian selalu bertengkar? Kenapa kalian bisa sangat romantis saat bertengkar?” Tanya Namjoon.

Soo Ae masih memukul Taehyung dan merengek untuk menurunkannya. Ia sangat malu saat di gotong Taehyung seperti ini di depan para member. Taehyung membawanya ke kamar mandi lalu Taehyung dengan cepat keluar lalu menguncinya dari luar. Soo Ae menggedor pintu itu dari dalam.

“Ya Kim Taehyuuuuung!!!!!! Aku akan membunuhmu jika aku sudah keluar dari sini.”

“Nunaaaa cepat mandi! Aku ingin kencan kita di mulai dari pagi ini!!! Just one day harus benar-benar seharian. Kau harus selalu disisiku! Aku ingin kau melihatku berlatih Chagiyaaaa. Cepat mandi!”

“KAU HARUS MENTRAKTIRKU HARI INI!!!!!!!! DASAR KIM TAEHYUNG ALIEN!!!! AKU MEMBENCIMU!!!” teriak Soo Ae

“Bisa di atur, Chagi. I’m alien who came from your heart, beby. Walaupun kau membenciku, aku akan tetap mencintaimu.” Seru Taehyung. Soo Ae tidak lagi menjawab.

“Cepat kau makan sarapanmu, Taehyung. Berhenti menggoda Soo Ae.” Seru Namjoon.

Taehyung berjalan ke meja makan dengan senyum mengembang.

“Kau terlihat bahagia, Taehyung.” Seru Suga.

Taehyung hanya memberikan cengiran khas-nya. Taehyung selalu bahagia jika Soo Ae sudah berteriak dan memarahinya.

“Hyung, Nuna ternyata seram jika sudah marah.” Seru kookie. Jimin mengangguk menyetujui pernyataan Kookie.

“Ani, dia terlihat cute saat marah.”

 

***

 

05.30 AM KST

Kencan pertama: Ruang latihan Bangtan.

 

Soo Ae kini duduk di depan Bangtan yang sedang berlatih. Tadi Taehyung merengek agar Soo Ae berada di depan-nya. Ini sudah lagu ketiga Bangtan latihan dance. Sekarang Boy In Luv bergema di ruangan itu. Soo Ae hari ini terlihat simple dengan hot pant berbahan denim, sepatu converse dan juga hoodie putih milik Taehyung yang super kebesaran. Saat mereka masih di dorm, Taehyung membujuk agar Soo Ae mengenakan hoodie putihnya, selain itu Taehyung juga memberikan snapbacknya berwarna hitam dan Soo Ae kini memakainya.

“Kau harus menurutiku hari ini, Chagi.”

Saat lagu Boy In Luv, Taehyung memang di tempatkan di posisi center. Ia bisa bergerak leluasa sesuai apa yang dia mau. Kenyataannya, dari tadi Soo Ae menahan degupan jantungnya yang semakin cepat karena melihat Taehyung berlatih. Soo Ae tidak bisa untuk tidak terpana saat melihat gerakan dance seorang Kim Taehyung. Apalagi Taehyung sengaja beragyeo saat dance. Rasanya, jiwa fangirling Soo Ae sudah memberontak di dalam.

Kini lagu terakhir, Just One Day. Kookie sangat cute dan manis saat solo dance. Soo Ae tersenyum melihat kookie. Ketika bagian Taehyung, Soo Ae menahan nafasnya karena tiba-tiba Taehyung menghampiri Soo Ae dan berlutut lalu bernyanyi untuk Soo Ae.

 

Geureol su itdamyeon eolmana joheulka

Amudena gaseo bap meokgo yonghwa

Han pyeonman bal suman idamyeon

naran ae jeongmal mwon jisirado

hal tende girl

 

Deg. Bawa aku kabur dari sini Tuhan…… Teriak Soo Ae dalam hati. Selesai berlatih, Taehyung bersiap untuk melanjutkan kencan-nya. Soo Ae sudah siap dengan backpack biru-nya. Taehyung juga sudah berganti baju, kini ia mengenakan hoodie hitam, celana denim biru dongker, kacamata hitam dan juga beanie biru. Ia juga telah membawa backpack cream-nya.

“Chagi apa kau sudah membawa boneka singa mu?” Tanya Taehyung.

Soo Ae membuka tas-nya lalu mengeluarkan boneka singa dengan pita pink di kepalanya. Taehyung lalu tersenyum riang.

“Apa kau juga membawanya?” Tanya Soo Ae.

“Tentu saja.” Jawab Taehyung mantap lalu mengeluarkan boneka singa dengan bandana putih hitam milik Bangtan.

Para member hanya tersenyum melihat Soo Ae dan Taehyung. Ternyata Taehyung bisa sangat menjadi jinak jika ada Soo Ae. Bahkan Taehyung terlihat romantis. Jimin yang melihat sepasang boneka singa itu terlihat excited. “Ah jinjjaaayo, kalian bahkan memiliki boneka singa masing-masing. Aku fikir, lion-nya Taehyung tidak memiliki teman.”

“Kami membeli-nya bersama dulu. Dan mereka adalah sepasang kekasih yang romantis seperti kami.” Seru Taehyung.

“Nuna, bonekamu sangat lucu. Bolehkah aku melihatnya?” Pinta kookie.

“Tentu saja. Ini.” Soo Ae memberikan bonekanya pada Kookie. Kookie menerimanya. Aroma coklat khas Soo Ae kemudian tercium.

“Ah, Suga hyung. Pinjamkan aku kamera polaroid-mu.” Pinta Taehyung.

“Ambil saja di tasku.” Suruh Suga. Taehyung mengambil kamera Suga di tasnya lalu memberikan-nya kepada Jimin.

“Jimin tolong foto aku bersama Soo Ae. Hehehe. Chagi ambil boneka-mu dari Kookie. Palli.”

Jimin menerima polaroid itu. Taehyung dan Soo Ae sudah siap dengan boneka masing-masing. Soo Ae memeluk boneka itu dengan posisi menghadap kamera. Sedangkan Taehyung memeluk boneka yang menghadap kamera itu dengan tangan kiri. Tangan kanannya merangkul pundak Soo Ae untuk lebih mendekat padanya. Jimin lalu memfokuskan pada mereka dan klik.

Setelah 2 foto itu mengering, Taehyung menuliskan di kedua foto itu ‘keluarga bahagia Mr.Kim dan Ms.Kim.’ lalu memberikannya pada Soo Ae.

“Cepat simpan di dompetmu.” Suruh Taehyung. Soo Ae menurut lalu menaruh di dompetnya.

“How cute they are.” Seru Namjoon.

“Aku pergi ya. Annyeong!” Seru Taehyung lalu menarik Soo Ae keluar dari ruang latihan. Sebelum keluar, Soo Ae sempat membungkuk pada semua member lalu melambaikan tangan, “annyeong.”

“Ne. Hati-hati ya, have fun.” Seru seluruh member.

“Tae Hyung ternyata laki-laki yang romantis ya di balik sifat 4D aliennya itu.” Seru kookie dan semua member mengangguk sambil tersenyum.

 

***

09.00 AM KST.

Kencan kedua: Bioskop

 

Soo Ae’s POV

Aku dan Taehyung kini sudah berada di dalam bioskop. Kami menonton The Amazing Spiderman-2. Kami juga mengambil tempat di baris C dan masuk paling terakhir. Taehyung memaksa untuk meletakan boneka di pangkuan masing-masing. Saat film dimulai, aku menyenderkan kepalaku di bahu-nya. Ia mengusap pipiku lalu menengok ke arahku.

“Gwaenchana? Mian telah membuatmu jalan dari tempat latihan hingga bioskop. Aku hanya ingin terus berjalan bersamamu dan bercanda bersamamu. Jika kau lelah, kau boleh tidur di bahuku. Biar aku yang menonton filmnya. Kau tidur saja menemaniku, nanti aku akan menceritakannya padamu.” Bisik Taehyung.

“Aniyaaa. Aku tidak lelah. Aku ingin menonton, Taehyungie.” Seruku lalu Taehyung tersenyum.

Selama film di putar. Aku terkadang melirik Taehyung yang sedang asik menonton. Ia tertawa dengan cengiran khas-nya. Dan saat adegan kisseu, aku menutup matanya tapi ia mengelak-nya.

“Ya Chagi. Aku sudah 19 tahun. Aku sudah dewasa.” Rengeknya.

Aku masih sibuk menutup matanya dengan tanganku. Tiba-tiba ia memegang tanganku dan mengecup bibir ku dengan cepat lalu tertawa dan tatapannya kembali ke layar. Wajah-ku memanas. Aku tidak menyangka jika ia berani melakukan itu. Aku buru-buru menjitaknya tapi ia menenggelamkan wajahku dengan snapback yang aku pakai dan tatapan matanya yang masih tertuju pada layar. Aku hanya memanyunkan bibirku. Jantungku sudah berdegup normal kembali dan tiba-tiba aku tersenyum. Aku merasa bahagia……..

Pesan kakao talk masuk ke ponselku, aku diam-diam membuka-nya takut jika Taehyung tahu. Karena dia tidak suka jika aku memainkan ponsel saat bersamanya sekalipun ada pesan penting. Saat aku membuka pesan itu, aku terdiam.

 

Do I have to lose you too?

 

Pesan dari……….

 

Taehyung.

Itu adalah tulisan yang tadi muncul dalam film. Aku hanya tersenyum malu lalu berbisik kepadanya.

“I never leave you. Trust me.” Bisikku.

Tiba-tiba Taehyung menengok ke arahku. Wajah kita sangat dekat.

“Jangan membuatku gemas atau kau akan ku cium lagi.” Seru Taehyung dengan smirknya. Dengan sigap aku memundurkan kepalaku ke belakang dan menutup wajahku dengan kedua tanganku. Taehyung hanya tertawa lalu mengacak pelan rambutku.

 

***

 

01.00 PM KST

Kencan kedua: Lotte World

 

Author’s POV

Taehyung dan Soo Ae kini memasuki Lotte World. Soo Ae menggantungkan kamera berwarna biru-nya di leher kecil-nya. Ia masih tidak menyangka jika akhirnya ia bisa kesini dengan Taehyung.

“Chagi, apa kau tidak lelah? Sini tasmu aku bawakan.” Tanya Taehyung lembut.

Soo Ae hanya menggeleng lalu tersenyum. Taehyung membenarkan letak snapback yang di kenakan Soo Ae. Poni rata Soo Ae ia rapihkan lalu kembali ia memakaikan snapback itu. Taehyung juga mengusap lembut pipi Soo Ae.

“Ayo kutraktir eskrim.” Seru Taehyung lalu merangkul Soo Ae ke dalam dekapannya. Soo Ae membalas memeluk Taehyung.

Mereka duduk di bangku-bangku kecil dengan se-cup eskrim di tangan masing-masing. Soo Ae dengan rasa coklat. Sedangkan Taehyung dengan rasa vanila.

“Chagi kau harus mencoba rasa vanila. Ini sangat enaaaak.” Taehyung menyuapi satu sendok eskrim vanila tersebut. Soo Ae memakannya lalu dengan jailnya Taehyung meleletkan eskrim itu ke hidung Soo Ae. Gadis itu langsung menatap tajam Taehyung yang asik tertawa.

“Ya!”

“Mwo?”

“Kim taehyung!!!! Ige mwoyaaa? Cepat bersihkan hidungku!!!” Perintah Soo Ae.

“Arraseo. Dekatkan wajahmu padaku.”

Soo Ae menurut dan mendekatkan wajahnya. Taehyung mengambil tissue dan hendak membersihkan hidung Soo Ae, tapi saat tissue itu tinggal berjarak 2cm dari hidung Soo Ae, Taehyung diam mematung.

1 detik.

 

2 detik.

 

3 detik.

 

Diam………..

 

“YA KIM TAEHYUNG JANGAN MEMPERMAINKAN AKU.” Bentak Soo Ae tepat di depan wajah Taehyung.

Taehyung lagi-lagi dengan cepat mengecup bibir lembut milik Soo Ae. Lalu berdiri dan berjalan meninggalkan Soo Ae.

“Kau membuat telingaku jadi tidak berfungsi Nuna.” Celetuk Taehyung tanpa menengok ke arah Soo Ae.

Taehyung tetap berjalan meninggalkan gadisnya yang masih mematung karena perlakuan-nya. Namja itu hanya tersenyum ketika Soo Ae kembali sadar lalu meneriaki namanya dari jauh.

“Reflek-nya lamban sekali.” Taehyung tersenyum evil.

 

***

 

Soo Ae’s POV

Kenapa aku bodoh sekali. Sudah 2 kali Taehyung berhasil menciumku dan lebih bodohnya reflek-ku sangat lamban. Aku memaki diriku sendiri. Mengapa kau begitu bodoh Soo Ae! Kini bocah itu berjalan di depan seorang diri, aku tidak ingin meyusulnya. Dia sangat menyebalkan. Aku berjalan menunduk tapi tiba-tiba aku menubruk punggung Taehyung. Baru saja aku akan memarahinya, ia langsung menarik tanganku untuk masuk ke dalam toko aksesoris. Dengan riang ia berjalan ke tempat bandana-bandana lucu. Ia memilih bandana dengan telinga singa lalu memakainya, ia juga memilihkan bandana dengan telinga kucing lalu memakaikannya untuk ku.

“Taruh snapback-nya di dalam tas. Kau terlihat cute dengan telinga kucing itu. Kyeopta….” Taehyung mencubit kedua pipi-ku dengan gemas.

“Taehyung aku bukan anak kecil.” Keluh ku pasrah dengan perlakuan Taehyung.

“Ani. Kau tetap gadis kecil di mataku. Ah kyeopta, Nuna.” Taehyung juga menyisir poniku dengan jari-jarinya.

“Ayo kita naik semua wahana.” Ajak-nya

Aku menarik hoodie Taehyung sambil menunduk. Taehyung kembali membalikan tubuhnya. Kini ia sedikit menunduk agar bisa menatapku.

“Chagi, apa kau lelah?”

Aku menggeleng. “Aku takut naik wahana-wahana ini.”

Taehyung tersenyum manis lalu mengusap pipi kanan-ku, “Chagi aku selalu bersamamu jadi jangan takut karena aku berada di sebelahmu. Selalu.” Taehyung mengulurkan tangannya, aku menerimanya lalu kami berjalan menuju wahana-wahana itu.

 

04.00 PM KST

Kami telah selesai dengan sebagian wahana ini. Aku rasa kini aku mulai lelah tapi Taehyung masih riang berjalan, bercerita dan tertawa. Aku menarik hoodie-nya, ia berhenti berjalan lalu menatapku.

“Kau pasti lelah. Ayo kita duduk di bangku itu.” Taehyung menunjuk bangku panjang.  Aku mengangguk.

Taehyung menggenggam erat tanganku lalu duduk di bangku itu.

“Taehyung, aku lapar.”

“Kau sudah makan banyak masih tetap lapar?”

Aku hanya mengangguk.

“Sarapan. Eskrim. Roti. Waffle. Masih lapar? Apa perutmu terbuat dari karet? Makanmu banyak tapi badanmu kecil. Apa ada yang salah dengan kesehatanmu?”

Aku tidak perlu menjawabnya. Cukup sekali jitakan, maka ia akan diam.

“Kau senang sekali menjitak-ku, Chagi. Hmm…Bagaimana jika kita makan di luar? Sampai disini saja kencan kita di Lotte World ya?” Ucap Taehyung lembut. Aku mengangguk. Sebelum kami meninggalkan Lotte World, kami sempat berselca dengan kameraku. Taehyung memaksa selca di ponselnya dan ponselku. Dia juga mengganti background-ku dengan selca kami tadi.

 

***

 

05.00 PM KST

Caffe

 

Author’s POV

Kedua insan itu kini berada di cafe. Soo Ae memesan banyak makanan. Spageti, waffle, dan moccacino. Taehyung juga memesan menu yang sama. Sambil menunggu pesanan, Taehyung menatap Soo Ae yang kini menunduk, meletakan pipi kirinya di atas meja. Namja itu tertawa melihat Soo Ae yang kelaparan.

“Chagi berhenti bertingkah seperti itu. Aku gemas melihatmu seperti itu. Kau tahu? Rasanya aku ingin membungkusmu dengan plastik souvernir lalu aku pajang di kamarku.”

“Aaaa~~~ Taehyung aku lapar.” Rengek Soo Ae. Taehyung hanya tersenyum mendengar Soo Ae yang terus merengek.

Makanan mereka pun tiba di meja. Pelayan meletakan semua pesanan dan Soo Ae kini sudah siap dengan garpu sendok di masing masing tangannya. Tapi Taehyung tiba-tiba menghentikan Soo Ae.

“Ayo kita bertaruh. Siapa yang kalah cepat menghabiskan semua makanan akan menuruti perintah yang menang.”

“Kau akan kalah Taehyung……” Seru Soo Ae meremehkan.

“Ck! Ayo mulai.”

 

***

 

07.00 PM KST

Kencan ketiga: Namsan Tower

 

Author’s POV

“Chagi, kau tega.” Ucap Taehyung dengan nafas yang tersendat.

“Tadi siapa yang mengajak bertaruh? Eum?”

“Aku tidak menyangka kalau kau bisa makan secepat dan selahap itu. Bahkan setengah dari waffleku, kau juga yang menghabiskannya.”

Soo Ae menjitak Taehyung tapi laki-laki itu hanya meringis, “Tidak usah di perjelas. Cepat jalan ke toko itu, kita harus membeli gembok dan kunci, Chagi.” Pinta Soo Ae manja.

“Jangan panggil aku chagi.”

“Wae? Kau tak suka? Eum?” Terdengar suara kecewa dari bibir kecil Soo Ae.

“Karna aku sangat menyukainya, rasanya aku ingin mencium bibir mungil-mu jika kau memanggilku seperti itu.” Ucap Taehyung dengan nafas berat.

Soo Ae mengeratkan pelukan pada leher Taehyung. Taehyung hanya meringis karena sulit bernafas. Sejak keluar dari cafe hingga pintu masuk Namsan Tower, Taehyung menggendong gadis mungil itu karena kalah menghabiskan makanan.

Setelah sampai di depan toko, Soo Ae turun dari punggung Taehyung lalu masuk ke dalam untuk membeli gembok. Sedangkan Taehyung sibuk meregangkan otot-nya. Soo Ae sudah kembali dan mereka kini menaiki lift untuk bisa sampai atas. Untuk mencapai namsan tower, Soo Ae dan Taehyung juga harus menaiki cable car. Dari cable car mereka bisa melihat pemandangan kota seoul. Lampu-lampu di bawah sana seperti bintang-bintang yang bersinar di langit. Soo Ae tersenyum lebar melihat keindahan itu. Alasan lain Soo Ae tersenyum adalah laki-laki di sebelahnya.

“Cepat pasang gembok ini, Taehyungie.” Perintah Soo Ae sambil memberikan gembok yang sudah ia tulis namanya dengan nama Taehyung. Taehyung menurut dan ‘klik’ gembok sudah terpasang. Setelah mereka membuang kunci, mereka berdiri di dekat besi penyangga dan memandang kota Seoul yang sangat indah.

“Kapan kau pulang ke Indonesia, Chagi?” Tanya Taehyung lalu melirik Soo Ae yang daritadi tersenyum melihat pemandangan di bawah. Angin malam ini menerbangkan helai-helai rambutnya. Aroma coklat di tubuhnya juga tercium. Pemandangan indah yang terlihat di mata Taehyung.

“Besok pagi.”

“Kenapa secepat itu? Kau bilang akan tinggal disini seminggu.” Protes Taehyung.

“Lusa aku ada kelas tambahan Taehyungie.”

“Kenapa kau tidak kuliah di sini saja?”

“Daripada waktu kita habis karena pertanyaan-pertanyaanmu, lebih baik kita ke tempat kencan selanjutnya.”

“Kau masih semangat?” Tanya Taehyung lembut.

“Tentu saja. Kau kan penyemangatku, Taehyungie.”

Taehyung mengacak-acak poni gadis di depannya. Soo Ae dengan cepat menghindari tangan jail Taehyung.

 

***

 

10.00 PM KST

Kencan ke-empat: Sungai Han

 

Soo Ae’s POV

Hari ini sungguh sangat melelahkan. Aku sudah tidak sanggup berjalan lagi. Tapi aku tidak ingin mengecewakan Taehyung. Dia masih sangat bersemangat. Sepanjang jalan ia terus bercerita saat ia pertama kali debut, comeback pertama, hingga comeback kemarin. Ia mengeluh karena ia sangat malas untuk berlatih. Tapi ia menjadi semangat kembali ketika tahu bahwa Kookie dan Jimin sangat bersungguh-sungguh saat berlatih. Ia memang tipe yang tidak mau kalah. Taehyung sangat ekspresif, ia selalu menggerakan tangan dan tersenyum bahkan tertawa saat bercerita. Selalu ada hal yang ia sampaikan. Aku merasa waktu ku hari ini sama sekali tidak terbuang karena celotehan Taehyung. Bahkan hingga detik ini kami duduk di bangku-bangku di sekitar sungai Han, ia masih sibuk bercerita. Sesekali aku tertawa, bukan karena cerita lucunya tapi karena wajah tampannya yang tiba-tiba berubah ekspresi.

“Chagi, kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya-nya mengagetkanku.

“Ah?”

“Apa aku sangat tampan hingga kau terpesona padaku?” Tanya Taehyung lalu mengedipkan mata-nya. Dengan cepat aku menutup wajahku.

“Ya!!! Kenapa Nuna selalu begitu?”

Aku masih menutup wajahku dengan kedua tangan.

“Kau ingin membuat ku mati, huh? Jangan mengedipkan matamu, jantungku selalu berdegup cepat karna itu.”

Taehyung tertawa lalu berbisik.

“Geuraeyo? Bagaimana jika aku seperti ini? Apa jantungmu berdegup semakin cepat?” Taehyung tiba-tiba melingkarkan tangannya ke pinggulku. Aku bergidik dan dengan cepat menjauh dari Taehyung. Ia semakin tertawa.

“Chagi, kau polos sekali. Hahaha.”

Aku hanya diam lalu memanyunkan bibirku. Taehyung mendekatkan duduknya di sebelahku.

“Aku tahu kau lelah, chagi. Tidurlah di pundak-ku.” Ucap Taehyung lembut.

Aku menyenderkan kepalaku di bahu-nya. Ia mengusap lembut pipiku. Dia selalu tahu cara membuatku nyaman.

“Udara semakin dingin. Seharusnya tadi pagi Nuna memakai celana panjang.” Taehyung tiba-tiba membuka hoodienya menyisakan baju lengan panjang berwarna hitam, lalu ia melingkarkan hoodie-nya di pinggulku, mengikat unjung lengan kanan dan kirinya. Kini hotpant denim-ku tertutup dengan sempurna. Ia juga melepas beanie yang ia kenakan lalu mengenakannya di kepalaku. Ia merapihkan poni depanku lalu ia mengecup keningku. Blush. Pipiku menghangat.

“Apa kau tidak membawa sarung tangan?”

Aku hanya menggeleng. Dia berdecak lalu membuka tas-nya, mengambil sepasang sarung tangan. Ia memakaikan sarung tangan itu di tangan kiriku dan tangan kanan-nya. Kemudian tangan kirinya menggenggam tangan kananku. Kenapa dia terlihat dewasa dan romantis. Rasanya aku tidak ingin kembali ke negaraku. Aku ingin bersama-nya selalu.

Angin berhembus kencang. Aroma tubuh Taehyung menari-nari di rongga pernapasanku. Aroma caramel yang elegan.

“Jika kau kedinginan, pakailah lagi hoodie-mu, Chagi.” Ucapku.

“Aku selalu hangat karna cintamu, Nuna.” Taehyung tersenyum. Cengiran khas-nya membuatku candu ingin selalu melihatnya.

“Karna kau tidak menurut, sebaiknya kita pulang.” Seruku lalu bangkit dan mulai berjalan.

Taehyung menyusulku, “Nunaaaa, andwaaaae. Aku masih ingin bersamamu.”

“Sudah larut malam, Taehyungie. Kau tidak mengenakan jaket. Aku takut kau sakit. Kita habiskan sisa waktu kita di dorm saja. Eotthe?”

“Arraseo. Bagaimana jika kita lomba lari hingga supermarket dekat dorm? Jika kau menang, aku akan membelikanmu caramel machiato.”

“Siapa takut.” Aku kemudian berjongkok dan mengeratkan tali sepatuku.

 

***

 

00.00 AM KST

Dorm Bangtan

 

Author’s POV

Taehyung dengan langkah berat keluar dari lift. Ia berjalan hingga depan pintu dormnya lalu menekan bel. Suga membuka pintu dorm lalu terkejut dengan kedatangan Taehyung dan Soo Ae yang berada di punggungnya. Taehyung dengan hati-hati masuk dan membawa Soo Ae ke kamarnya. Namjoon, Jin dan Hoseok yang masih berada di ruang tamu menatap Suga yang kembali bergabung. Mempertanyakan lewat sirat mata apa yang terjadi dengan Taehyung dan Soo Ae. Suga yang tidak mendapatkan penjelasan dari Taehyung hanya mengangkat bahunya.

Taehyung membaringkan Soo Ae di tempat tidurnya dengan hati-hati. Menarik selimut tebalnya hingga menutupi setengah dari tubuh Soo Ae. Taehyung keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk minum.

“Apa yang kalian lakukan seharian? Pulang larut malam hingga Soo Ae lemas seperti itu?” Tanya Jin.

“Kami hanya 4kali……” Taehyung belum menyelesaikan kalimatnya tapi Hoseok sudah menyela-nya.

“4 kali? Apa kalian gila?” Tanya Hoseok histeris.

“Taehyung. Cepat jelaskan!!” Seru Suga.

“Ya! Hyuuuung!!! Apa yang kalian pikirkan?” Seru Taehyung kesal.

“Kami pergi ke 4 tempat hari ini. Tadi kami lomba lari dari sungai han hingga supermarket ujung jalan. Ternyata saat tiba di supermarket, Nuna kecapean. Jadi aku menyuruhnya naik di punggungku, dan dia tertidur.” Taehyung membuka pintu kamarnya, sebelum masuk kamar, Namjoon mengahadangnya.

“Hyung, apa lagi?” Tanya Taehyung kesal.

“Jangan berbuat macam-macam dengan Soo Ae di dalam.” Seru Namjoon.

“Hyung! Kookie dan Jimin di dalam kamar sedang tidur. Jika aku ingin berbuat macam-macam aku tidak akan pulang ke dorm.” Jawab Taehyung santai lalu masuk ke kamar.

Jin, Hoseok, Namjoon kaget mendengar ucapan Taehyung. Mereka tak menyangka jika Taehyung akan berfikir seperti itu. Suga hanya menggelengkan kepalanya sambil masih berkutat dengan laptopnya.

“Dasar anak bodoh.” Seru suga.

 

***

Taehyung memandang Soo Ae yang terlelap tidur. Ia mengelus kepala Soo Ae, mengelus pipi Soo Ae.

“Nuna, mengapa kau begitu bodoh? Kenapa tidak katakan saja jika kau sangat lelah. Aku tidak akan mengajakmu berlari.” Ucap Taehyung.

“Geudae, Nuna hari ini aku sangat bahagia bisa menghabiskan waktu denganmu. Aku sangat merindukan tawa-mu.”

“Nuna gomawo telah jauh-jauh mengunjungiku. Aku janji suatu saat nanti aku yang akan berkunjung ke negaramu.”

Tiba-tiba tangan Soo Ae menggenggam tangan Taehyung, membawa tangan Taehyung hingga di pipi kirinya. Ia masih terpejam.

“Taehyung, kenapa kau berbicara sendiri, huh?” Tanya Soo Ae lalu membuka matanya.

“Nuna tidurlah. Kau sangat lelah.”

Soo Ae menggeleng. Ia menepuk tempat di sebelahnya yang masih luas.

“Nuna terkadang kau bisa sangat manja.” Taehyung lalu berbaring di sebelah Soo Ae. Mendekap tubuh mungil Soo ae. Gadis itu membenamkan wajahnya di dada bidang Taehyung. Ia bisa mendengar suara degup jantung Taehyung yang abnormal, sama seperti degup jantungnya sekarang.

“Chagiya…….” Gumam Soo Ae. Taehyung masih bisa mendengarnya dan dengan cepat ia mengecup lembut bibir kecil Soo Ae. Soo Ae membalasnya. Soo Ae tidak tahu, ia hanya ingin membalasnya, hatinya berkata seperti itu. Soo Ae yang sadar lalu melepas ciumannya.

“Ya! Taehyung apa yang kau lakukan?”

Taehyung tertawa melihat tingkah Soo Ae. “Jangan bertingkah polos. Nuna, you want my kiss, right?” Tanya Taehyung dengan smirk di bibirnya lalu mengedipkan sebelah matanya. Ia tahu, Soo Ae akan panik karena itu.

“AH KIM TAEHYUNG!!!” teriak Soo Ae lalu memukul dada bidang Taehyung. Degup jantungnya semakin berpacu karena tingkah jail Taehyung.

“Nuna jangan berteriak seperti itu. Hyung akan mengira kita berbuat sesuatu yang tidak diinginkan.” Bisik Kim Taehyung. Soo Ae lalu mencubit lengan Taehyung.

“AH NUNA!!!” teriak Taehyung.

“YA!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN?” Tanya Namjoon dari luar kamar.

“NUNA MENCUBITKU HYUNG!!!” Teriak Taehyung.

“JIKA KALIAN BERTERIAK LAGI, AKU AKAN MENDOBRAK PINTUNYA.” Seru Suga

“DOBRAK SAJA.”

Suga dan Namjoon tidak membalas teriakan Taehyung. Jangan heran mengapa Kookie dan Jimin tidak bangun mendengar suara berisik mereka. Kookie dan Jimin memang seperti itu, tidak akan bangun sekalipun dorm-ya terbawa angin topan.

“Aku sudah pernah bilang jangan panggil Chagi apalagi Chagiya. Aku akan mencium bibir mungilmu Nuna.” Bisik Taehyung.

“Kim Taehyung, berhenti bercanda dan berhenti menggodaku.” Ucap Soo Ae lalu memeluk erat tubuh Taehyung. Ia tidak ingin meninggalkan Taehyung. Ia ingin bersama dan menghabiskan waktunya dengan Taehyung.

“Nuna tidurlah, aku akan menjagamu hingga pagi. Besok kau harus pulang dan menyelesaikan kuliahmu. Bukankah hari ini kita sudah mengisi amunisi untuk beberapa bulan ke depan? Hehehe.” Taehyung membalas pelukan Soo Ae.

“I’m gonna miss you, Taehyungie.”

“Me too Nuna.”

“Kau juga tidurlah, besok kau ada fansign bukan?”

“Baiklah Nuna. Nuna juga tidurlah di dekapanku ya?”

“Jaljayo Taehyungie.” Soo Ae mencium pipi taehyung cepat lalu memejamkan matanya.

“Hahaha Nuna kau sangat menggemaskan. Aku menyayangimu.” Taehyung memeluk Soo Ae.

 

-The End-

 

Annyeong readers sekarang aku jadi author tetap hehe>< terimakasih yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca Fanfic pertamaku di wordpress ini hihihi terimakasih juga yang sudah like dan coment. Author bahagia kalo readersnya bahagia dan senyum-senyum di part 1 :p semoga di part ini bisa buat kalian senyum-senyum sampe diabetes ya xD Kalo ada yang bilang Taehyung kenapa gemesin dan unyu-able banget disini itu karena Taehyung emang cocok jadi pacar yang kadang manja, childish, dewasa dan romantis hehehe. Just One Day with Taehyung the end. Semoga readers yang koment dan like bisa langgeng sama biasnya. Langgeng jadi fans ya bukan jadi pacar :p Hidup Fanszone! Oh iya, aku berencana buat fanfic berchapter. Tunggu update-annya hehehe Gamsahamnida😀

About fanfictionside

just me

19 thoughts on “FF/ JUST ONE DAY WITH TAEHYUNG/ BTS-BANGTAN/ pt. 2

  1. wuahhh… thor!!! gilak thor!!! gilak!! /? aku bener2 layaknya seorang Soo Ae, kebetulan juga nama korea ku ada soo nya, jadi berasa feel nya/? dan author tau… masa aku terharu pas akhir-akhir, serasa berat banget gitu ninggalin sosok Kim Tae Hyung okeh mian kalo ini keliatan dramatis atau berlebihan, maklumin, bias aku Tae soalnya, klo aku berlebihan author bisa bawa aku ke rsj, karna aku pikir aku sudah gila /? comment nya kepanjangan? sebenernya masih kurang panjang.-. tapi ya sudah lah, sampai sini saja komen dari saya… sekian ^^ wassalam

  2. oh my baby taetae imut ngegemesin bgt sih >< ah aku setuju sama author Taehyung emg cocok bgt jdi pacar yg karakternya kek gtu pen pnya pacar kaya si Taehyung jdinya wkwkwk

  3. Uwaaaahhh…. Aku suka bgt ff ini thor… Prokk prook prokk… *tepuktgan*
    Aku suka karakter mreka… Waaah Taehyung sweet bgt.. Gula kalah.. xD
    Aku berasa jadi Soo Ae..eh?? Ahaha.. xD
    Pokoknya author daebbak deh..^_^ aku smpe snyum snyum sndri bacanya.. Bahkan sampe ketawa.. xD

  4. huuaa daebak!!!! keren ga boong, mungkin aku adalah reader ketinggalan jaman😦 keren lima jempol eonnie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s