FF/ DESTINY/ BTS-BANGTAN/pt. 3


Author : Jung kryst Jung ★ (author freelance)

Title : Destiny
Cast :
-Choi Hana (You)
-Kim Taehyung
-Kim Seokjin
-Jeon JungKook
-Yoon Bora (OC)
-Park Jimin
-Min Suga
-Jung Ho seok
-Kim Namjoon
Genre : Romance, School Life, Little Bit Comedy
Length : Chaptered
‘’ Aku Percaya Akan Takdir. Tapi, Apa Benar Dia Adalah Takdirku??’’
 


 
‘’Hai, bisakah aku duduk disini?’’. Ucap seorang yeoja tehadap Hana.
 
‘’Nde? Ah, boleh. Silahkan duduk’’.
 
‘’Kau murid baru,kan? Perkenalkan, namaku Yoon Bora. Aku di kelas XI.1’’.
 
‘’eh? Kita sekelas? Perkenalkan namaku Choi Hana. Senang bertemu denganmu, Bora-ah^^’’. Ujar Hana yang dibalas dengan senyuman Bora. Mereka menyantap makan siang mereka dengan keadan diam.
 
 
“yak!! Itu Adult Child!!!! Huaaaa!!!”
 
Teriak seorang yeoja. Semua isi kantin termasuk Bora ingin melihat apa yang terjadi. Hana yang tidak mengetahui apa-apa menahan tangan Bora.
 
 
‘’Adult Child? Apakah itu nama geng? Siapa mereka?’’. Ujar Hana dengan pertanyaan beruntunnya.
 
‘’Adult Child adalah geng terbesar dan terkenal di sekolah ini. Mereka berempat adalah pewaris perusahaan terbesar di Korea. Mereka terdiri dari 4 namja tampan dan keren, Yaitu Kim seokjin, Min Suga, Kim Namjoon, dan Jung Hoseok’’. Ujar Bora panjang lebar. Hana kemudian menganggukkan kepalanya lalu melepaskan tangan Bora lalu kembali memakan makanannya. Kantin yang sedari tadi sepi kini tiba-tiba berisik dengan suara teriakan banyak murid yeoja.
 
‘’aish, seberapa tampankah mereka berempat?’’. Ujar Hana penasaran lalu berdiri dari tempat ia duduk.
 
PRANG!!!
 
 
Suara gelas jatuh yang menyebabkan kantin menjadi sepi kembali.
 
‘’Kau. Sudah berapa kali aku bilang agar kau melepas kacamatamu itu,Hah??!!’’. Ujar seorang namja. Hanapun menerobos kerumunan agar bisa melihat apa yang terjadi. Ternyata geng “Adult Child’’ itu tengah membully seorang siswa.
 
‘’mian, sunbae. Tapi aku tidak bisa melihat jika tidak memakai kacamata’’.
 
‘’Bohong! Kemarikan kacamatamu’’. Ujar namja berambut putih lalu mengambil kacamata namja tadi secara paksa. Dia menaruh kacamata itu di lantai.
 
‘’Aku ingin jika temanku Seokjin yang akan melakukannya’’.
 
‘’apa yang akan sunbae lakukan terhadap kacamataku?’’
 
‘’kau mau tahu? Lihat dan perhatikan!’’. Ucap namja bernama Seokjin itu. Dia menginjak kacamata tersebut. Semua murid termasuk Hanapun kaget. Seokjin tersenyum lalu meludahi kacamata itu. Hana yang melihatnya pun terbakar emosi. Berani sekali dia, dia fikir dia siapa?. Ujar Hana dalam hati
 
‘’Yak! Apa kau hanya berani dengan seorang Hoobae,hah!!??’’. Ujar Hana yang membuat semua siswa termasuk Seokjin kaget.
 
‘’siapa yang berani berkata seperti itu?’’. Ujar namja bernama Suga itu. Hana pun menaikkan tangannya. ‘’Aku yang mengatakannya, SUNBAE!!’’. Ucap Hana dengan memberi sedikit penekanan terhadap kata “Sunbae”.
 
‘’kau,, KEMARI!!’’ ucap Hoseok. Hana dengan beraninya melangkahkan kakinya ke tengah kerumunan. Tepatnya di depan  Hoseok. Hoseok mengelus rambut Hana pelan lalu mencengkeram rambut Hana. ‘’auuww..Yak!!!’’
 
‘’kenapa kau berteriak tadi hah??!! Apa kau mau mati??!!’’. Hana yang terbakar emosipun langsung menginjak kaki Hoseok. Semua murid kaget dan menutup mulutna tidak percaya. Sontak saja Hoseok melepaskan cengkeramannya dari rambut Hana.
 
Hana memperbaiki rambutnya sebentar lalu mendengus pelan. ‘’Kalian berempat yang harusnya mati. Apakah kalian sadar kalau kalian sudah tingkat 3 disekolah ini? Seorang sunbae tidak akan membully hoobaenya tanpa alasan yang jelas’’. Jelas Hana yang membuat emosi Seokjin semakin meninggi.
 
‘’apa kamu mau aku keluarkan dari sekolah ini?’’
 
‘’dan apa kau mau aku melaporkanmu kepada polisi tentang kejadian ini?’’. Ujar Hana membuat mata mereka berempatt membulat sempurna. Namjoon pun mendengus pelan.
 
‘’Kau tidak punya bukti,hoobae’’.
 
Ujar Namjoon yang membuat Hana terdiam, tidak membalas perkataan apapun dari Namjoon. Seokjin tersenyum kemudian melangkah mendekat ke Hana. Sontak Hana melangkah mundr menjauhi Seokjin sampai akhirnya Hana menabrak sebuah meja dibelakangnya. Seokjin menaruh kedua tangannya di meja itu sambil tersenyum nakal. Hana mulai salah tingkah karena mereka yang memang sangat dekat, Bahkan Hana bisa merasakan  nafas Seokjin di permukaan wajahnya.
 
‘’kau kalah, “Cantik’’. Ucap Seokjin lalu melirik ke arah nametag Hana.
 
Choi Ha Na.
 
 Seokjin tersenyum kemudian menarik dagu Hana. Hana yang pasrah mengikuti apa kemauan Seokjin sekarang, bahkan semua murid yang berada di kantin meneriaki mereka berdua. Seokjin tersenyum menang.
 
‘’dengan keberanianmu tadi entah kenapa aku ingin mengenalmu lebih jauh, Hana-ssi’’. Ucap Seokjin terpotong sambil memainkan rambut Hana.
 
‘’sepertinya aku menyukaimu, Hana’’.
 
DEG
 
Seokjin mengatakannya tepat di telinga Hana, kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Hana masih dengan ekspresi terkejutnya.
 
Dia…. Menyukaiku?.
 
Hana berbicara dalam hati. Dan tanpa Hana sadari seorang namja berambut orange menyaksikan dari jauh apa yang terjadi pada Hana dan Seokjin.
 
**
 
‘’kau tadi hebat, Hana-ah!! Aku tidak percaya. Baru kali ini ada Hoobae yang berani melawan Seokjin Hyung! Daebak!!’’. Ujar Jimin memberikan beribu-ribu pujian terhadap Hana. Hana pun tertawa pelan. ‘’hm, ujung-ujungnya aku kalah juga’’.
 
‘’hah, tidak apa-apa. Kau sudah berani membentak Seokjin sunbae. Dan itu sangat luar biasa hana!’’. Ujar Bora mengacungkan jempolnya ke Hana.
 
‘’heh, kemana Taehyung?’’. Ujar Hana sambil mencari sosok yang ia sukai.
 
‘’ah, dia pulang ke asrama, katanya dia akan ganti baju dulu’’
 
‘’apa kau tahu siapa nama namja tadi?’’
 
‘’namja yang mana?’’. Ujar Jimin kebingungan
 
‘’namja yang dibully Seokjin sunbae tadi. Apa kau mengenalnya?’’
 
‘’ah, dia. Namanya Jeon Jungkook. Dia tingkat 1 dan masuk di kelas special. Dia siswa yang pandai. Dan dia diberi tugas oleh Lee Seongsangnim agar dia menjadi kepala perpustakaan sekolah ini!’’. Jelas Bora panjang lebar.
 
‘’WOW!!, Daebak. Baru tingkat 1 sudah diberi kepercayaan sebesar itu. Wah!’’
 
‘’Selamat siang, anak-anak.’’. ujar Kim seongsangnim sambil memasuki ruangan kelas yang disusul oleh Taehyung yang berada di belakangnya. Taehyungpun duduk di kursinya lalu menatap Hana tajam. Hana yang melihatnya menatap Taehyung dengan tatapan “ada apa’’.
 
‘’kenapa? Apa ada yang salah denganku?’’. Ujar Hana memasang tampang polosnya.
 
Taehyung tidak menggubris pertanyaan Hana.
 
‘’ckk, apakah dia tidak tahu kalau aku ini cemburu?’’
 
**
 
Sepulang sekolah entah kenapa Taehyung bersikap dingin terhadap Hana. ‘’Apakah dia melihat kejadianku dengan Seokjin sunbae tadi?’’. Ujar Hana pelan. Iapun membaringkan dirinya di tempat tidur di asramanya. Ia ingin sekali tidur, tetapi tidak bisa. Difikirannya hanya teringat sikap dingin Taehyung kepadanya tadi. Hanya satu yang harus Hana perbuat jika ia tidak bisa tidur.
 
Membaca.
 
Hanapun melangkahkan kakinya menuju perpustakaan sekolah sambil melirik jam yang melingkar indah di tangannya. Jam 5 tepat. Aish, apakah perpustakaan masih terbuka?.
 
Iapun mempercepat langkahnya menuju perpustakaan. Sesampainya di perpustakaan, Hana langsung mencari buku yang dapat membuatnya tertidur.
 
‘’apa yang kau lakukan disini?’’.
 
Sebuah suara mengejutkan Hana dan membuat Hana menjatuhkan beberapa buku di tangannya. Hana pun membalikkan wajahnya, mencari si pemilik suara. Hana kaget ketika mendapati seorang namja imut berkacamata sedang menatapnya.
 
‘’ah, i-itu anu, aku tidak bisa tidur, dan hal yang bisa membuatku tidur hanya…’’
 
‘’Membaca’’. Potong namja itu kemudian tersenyum. Hana kemudian mendengus pelan. Namja itu mengulurkan tangannya. ‘’namaku Jeon Jungkook, Neo?’’
 
‘’Hana. Choi Hana. Eh, kau namja yang tadi kan?’’. Balas Hana menautkan tangannya dan tangan Jungkook. ‘’benar, noona. Terima kasih kau sudah menolongku tadi’’.
 
‘’ah, tidak apa-apa. Apa itu kacamata yang tadi?’’
 
‘’iya,noona. Aku sudah memperbaikinya sepulang sekolah tadi’’.
 
‘’eh, Noona?’’
 
‘’iya. Noona. Apa aku tidak boleh memanggilmu seperti itu?’’
 
‘’ah bu-bukan begitu. Hanya saja kita baru bertemu tadi dan kita baru saja berbicara satu sama lain sekitar 3 menit yang lalu. Apa itu tidak kedengaran aneh?’’. Hana memandang jungkook dengan tampang polosnya. Jungkook tertawa kecil mendengar pernyataan Hana tadi.
 
‘’sepertinya Seokjin sunbae menyukaimu’’.
 
‘’eh? Apakah benar? Sepertinya dia tidak menyukaiku’’.
 
‘’Aku mendengarnya tadi, Noona’’. Hana terkejut mendengar pernyataan Jungkook. Tapi, sepertinya suara Seokjin sunbae tadi sangat kecil. Ujar Hana dalam hati.
 
‘’kenapa kau menolongku tadi,Noona’’. Ucap Jungkook yang membuat Hana terbangun dari lamunannya.
 
‘’eh? Aku hanya ingin membantumu saja. Apakah mereka selalu membullymu?’’
 
‘’ia. Mereka selalu melakukannya’’.
 
‘’kenapa kau tidak melawan?’’
 
‘’aku takut, Noona’’.
 
‘’takut? Kenapa harus takut? Manusia seperti mereka berempat tidak patut untuk ditakuti’’
 
‘’apa noona tidak tahu kalau Seokjin sunbae adalah cucu dari pemilik sekolah ini? Itu sebabnya aku takut. Karena aku bersekolah disini bukan karena aku orang yang berada, tapi karena beasiswa’’. Ujar Jungkook panjang lebar yang membuat Hana kaget.
 
‘’jadi, kau bukan…’’
 
‘’iya noona. Aku bersekolah disini hanya bermodalkan beasiswa’’. Ujar Jungkook tersenyum miris. Hana merasa bersalah sekarang. Bagaimana tidak? Dia bisa melihat ekspresi wajah Jungkook yang sedang berusaha agar tersenyum.
 
‘’eh, tunggu dulu. Baru kali ini aku melihat Noona. Apakah noona siswa baru disini?’’. Ucap Jungkook memasang tampang polosnya.
 
‘’ah, iya. Aku baru saja bersekolah tadi. Aku dikelas XI.1’’. ucap Hana. Jungkook pun tersenyum, lalu mengambilkan Hana sebuah novel yang cukup tebal.
 
‘’coba Noona baca ini. Mungkin itu bisa membuat Noona tertidur’’. Ucap Jungkook memberikan novel itu kepada Hana. Hanapun tersenyum lalu mengambil novel tebal itu dari tangan Jungkook
 
‘’terima kasih Jungkook-ssi’’
 
‘’Sama-sama,Noona. Aku harus pergi sekarang. Aku harus menemui Kim seongsangnim. Annyeong!!^^’’. Ucap Jungkook lalu meninggalkan Hana sendiri di perpustakaan.
 
**
 
Hari sudah hampir gelap. Hana keluar dari perpustakaan dengan muka pucat. Ya, siapa sangka. Choi hana yang pintar, cantik, dan berani, ternyata takut dengan kegelapan.
 
Hanapun melangkahkan kakinya keluar perpustakaan dan memeluk novel tebal yang Jungkook berikan tadi. Keringat Hana membasahi wajah cantik Hana. Bagaimana tidak? Di tempat itu gelap dan tidak ada satupun murid yang ia lihat.
 
Dan satu lagi yang membuat Hana semakin takut. Jarak antara ruangan perpustakaan dan asrama putri sangat jauh. Jadi, jika ia ingin pulang ke asrama, itu artinya ia harus melewati gedung sekolah terlebih dahulu.
 
‘’huaaaa… bagaimana ini!!!’. Teriak Hana. Hanapun terduduk dan menangis di tengah lapangan. Memeluk dirinya sendiri yang hanya memakai piyama tipisnya. Anginpun semakin kencang. Sebentar lagi mau hujan. Hana tidak berani melihat sekitarnya. Sangat gelap. Hanapun memeluk dirinya sendiri dan menangis sejadi-jadinya.
 
‘’Yak!! Apa yang kau lakukan disini eoh? Sebentar lagi mau hujan’’. Seorang namja muncul dari kegelapan dan menarik lembut tangan Hana. Hana kaget dan ingin melihat wajah namja ini, tap hasilnya nihil karena kurangnya pencahayaan ditempat itu.
 
Tanpa berfikir panjang, Hanapun langsung memeluk namja itu. Hanapun menangis dipelukan namja itu. Namja itupun membalas pelukan Hana dengan erat, memberikan kehangatan pada gadis yang berada dihadapannya saat ini.
 
Hujanpun turun ke bumi dan membasahi tubuh dua sejoli yang sedang berpelukan itu. Sang namja makin mempererat pelukannya. Ia tidak mau jika gadis ini merasakan kedinginan sedikitpun.
 
Hanapun kembali menatap wajah namja itu, tapi masih juga tidak terlihat. Hanapun meletakkan tangan kanannya ke wajah namja itu.
 
‘’siapa kau?’’. Hana bisa merasakan jika namja itu sedang tersenyum sekarang.
 
‘’bisa-bisanya kau tidak mengenalku, Hana-ssi’’.
 
Suara itu. Apakah benar dia?. Penasaran, Hanapun mengeluarkan poselnya dan mengaktifkannya. Iapun langsung menyinari wajah namja itu. Namja itu tersenyum lalu dibalas oleh senyuman Hana.
 
‘’terima kasih. Kau sudah menyelamatkanku, Kim Taehyung’’.ujar Hana dan kembali memeluk Taehyung erat. Taehyungpun memeluk tubuh Hana tak kalah erat.
 
Deras hujan tak membuat Hana kedinginan sekarang, karena ia telah memeluk matahari masa depannya.
 
**
 
‘’apa yang kau lakukan di perpustakaan malam-malam begini?’’. Ujar Taehyung sambil menggiring bola basketnya menuju ke sebuah ring.
 
TING!
 
 Dengan gerakan lay-up nya, Taehyung mendapatkan skor satu. Hana yang melihatnya bersorak dan bertepuk tangan.
 
‘’kau belum menjawab pertanyaanku, Hana’’. Ujar Taehyung. Hana mendengus kemudian mempoutkan bibir mungilnya. Hal itu berhasil membuat jantung Taehyung berdebar.
 
‘’entah kenapa aku tidak bisa tetidur, dan hal yang harus aku lakukan, ya membaca’’
 
Taehyungpun mengerti dan menganggukkan kepalanya.
 
‘’dan kau, apa yang kau lakukan malam-malam begini di aula?’’
 
‘’jika aku sedang banyak fikiran, Aku akan bermain basket’’. Hanapun menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Taehyung menenteng bola basketnya lalu duduk disamping Hana.
 
‘’Terima kasih.’’. ucap Hana pelan namun didengar oleh Taehyung. Taehyung membalikkan wajahnya menatap Hana.
 
‘’terima kasih. Kau sudah menolongku tadi’’. Taehyung tersenyum lalu mengacak rambut Hana pelan.
 
‘’sama-sama, jika kau ketakutan lagi, hubungi aku, Oke?’’. Taehyung mengedipkan sebelah matanya dan sukses membuat Hana ingin pingsan. Taehyung meminum sebotol air mineral.
 
‘’kau bilang kau sedang banyak fikiran, apa yang memenuhi fikiranmu?’’. Taehyung membulatkan matanya.
 
Kau yang memenuhi fikiranku seharian ini, Hana.
 
‘’ah,tidak. Ini sudah jam berapa?’’. Ujar Taehyung mengalihkan pembicaraan. Hana melihat layar hpnya.
 
‘’sudah hampir jam 9 tepat’’
 
‘’ayo, kita pulang’’. Ujar Taehyung lalu menarik tangan Hana. Sebelum keluar aula, Taehyung memasang jaketnya ke badan Hana. Hanapun kaget dan memeluk badannya sendiri. Taehyung yang melihatnya langsung memukul kepala Hana.
 
‘’Yak! Udara diluar dingin. Kau jangan berfikiran yang “kotor” dulu’’.
 
Ujar Taehyung yang membuat Hana tertawa pelan. Merekapun meninggalkan aula basket.
 
**
 
‘’Namanya Choi Hana. Dia dikelas XI.1, dia siswa pindahan Jepang.’’. ucap Hoseok menggiring bola basketnya. Hoseok memberitahukan Seokjin sedikit biografi tentang Hana, itu karena Hoseok yang memang cukup dekat dengan Lee seongsangnim. Hoseok ingin membantu temannya ini agar dekat dengan Hana.
 
‘’ah, dia dikelas XI.1? apakah dia murid pintar?’’. Ujar Seokjin sambil memainkan botol air mineral yang berada di tangannya.
 
‘’aku dengar sih begitu. Di Jepang, dia mendapat peringkat satu secara terus menerus. WOW!!!!’’. Ucap Hoseok sambil memantulkan bola basketnya dengan keras ke lantai. Setelah itu, Hoseokpun berjalan dan duduk di dekat Seokjin sambil merebut botol air yang dipegang Seokjin lalu meminumnya.
 
‘’kenapa kau ingin tahu tentang dia? Apa jangan-jangan kau menyukainya, Ya?’’. Ujar Hoseok dengan senyum sumringahnya. Seokjin menatap datar bola basket yang sedang menggelinding ke arahnya. Ia menatap bola basket itu penuh arti kemudian tersenyum. Hoseok yang melihatnyapun bergidik ngeri.
 
‘’mungkin dia membenciku saat ini’’. Ujar Seokjin sambil memungut bola basket tadi.
 
‘’tapi bisa aku pastikan, kalau dia akan mencintaiku suatu saat nanti’’. Ucap Seokjin sambil mencium bola basket itu.
 
‘’kau gila, Jin’’. Ujar Hoseok sambil menenteng tasnya. Seokjin tersenyum mendengar sahabatnya itu.
 
 
‘’Karena Hana..”
 
 
TBC
 
Haihai…😄. nah di Chapter ini Jin udah ada tuh..😄. Maaf jika masih ada Typo yang bertebaran dan jalan cerita yang kurang jelas. KEEP COMMENT GUYS!!!😄

 

About fanfictionside

just me

7 thoughts on “FF/ DESTINY/ BTS-BANGTAN/pt. 3

  1. omaigaad jin oppa yg sifatnya gitu ngebully ? keyyeen >\\< di tunggu next nya thor buat hana-taehyung <33

  2. wahhh Sekjin udah datang #setankali . trus ada Min Sug(i) jg & J-hope tuh. wahh bias2ku jd badboy di sini trnyataa.
    kalau Sug(i) sih aku bisa bayangin gmna muka sok+dinginnya kya si Seokjin tp si J-hope igu loh hahaa gak kebayang mukanya kalau jd badboy.

    next chap ditunggu
    fighting🙂

    ps: Hana ama Seokjin aja *peace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s