FF/ BUT I LOVE YOU/ BTS-BANGTAN/ pt. 2


Author  :  Nett’s ★ (author freelance)

Tittle     :  But I Love You (Chapter 2)

Cast                  :

-Kim Hyo Na (OC)

– Jung Ho Seok (J-Hope of BTS)

– Kim Tae Hyung (V of BTS)

– Lee Eun Ah (OC )

– Park Min Soo (OC)

– Go Jae Min (OC)

– Cha Young Min (OC)

– Han Min Woo (OC)

– Cho Han Na (OC )

Genre : romance, school life, relationship,

Length : multichapter

13999016339771-picsay

Author’s note : no plagiatrits oke.. maaf kalo castnya kebanyakan OC, abis susah nyari tokoh yang karakternya sama.. jangan bingung ya kalo besok castnya bertambah.. maaf kalo alurnya pasaran.. ^^ yang mau kenal author lebih deket atau temenan sama author add aja fb author : Rienetta Delia Sandhy dan follow twitter @netta_netnot atau mau langsung kontak author di bbm 73FE7D9E. atau bisa jalan-jalan langsung ke blog pribadi author : rienettasandhy.blogpot.com biasanya author lebih dulu ngepost di blog itu. Jangan lupa komen + like yaa.. hargain author yang nulis.. ^^ silent reader ? Go away.. okee.. happy reading eaaakkk… ^^

.

.

.

.

.

.

 

Hoseok Pov

 

 

 

 

 

“Baboo! Amnesia bodoh bukan anemia !” Ucap Hyona lalu mendaratkan dengan indah jitakan menyakitkan di kepalaku. “Aawww… appoo!!” Ucapku tanpa sadar aku menurunkan gendonganku. “Yeesss!! Aku sudah tak malu lagii.. wekk…” ucap Hyona memeletkan lidahnya seperti anak TK, lalu berlari menuju gang rumahnya. “Kau tak akan lepas dariku nona Kim..” ucapku mengejarnya lalu menggendongnya lagi, tapi kini ku gedong di belakang, heemm… apa ini.. kenapa rasanya…. emm……………..pu……..kk….. ??! Apa sekarang dadanya menempel pada punggungku?  Tak ku sangka ternyata dadanya besar juga, walau aku tak menyentuhnya tapi aku dapat merasakannya.

 

“Ya~ Hoseok-ah !! Turunkan akuu!! Kita akan kemana eoh ?! Rumahku sudah terlewat jauh!!” Ucap Hyona sambil memukul-mukul pundakku. “Nanti kau juga akan tau.” Ucapku, sebenarnya aku juga tak tau akan kemana, bahkan jalan yang ku lewati pun aku tak pernah melewatinya sebelumnya, ku rasa aku akan tersesat.. tapi tak apalah, yang terpenting aku pasti dapat bersama Hyona, ku rasa hari ini aku sangat beruntung.

 

Aku terus berjalan menelusuri jalan, ku rasa Hyona mulai tertidur di punggungku. Aku lelah. Tapi aku sangat bahagia. Ku lihat di ujung jalan yang tak pernah ku lewati ini ada sebuah danau yang sangat indah, dengan pohon-pohon cherry blossom yang tertanam di tepi danau itu. Ku terus melanjutkan langkahku hingga aku mencapai sebuah kursi panjang di bawah pohon cherry blossom di tepi danau itu. Aku segera menudukan Hyona yang tertidur pada kursi panjang itu, ku amati matanya yang terpejam, hidungnya, bibirnya, seluruh lekuk pada wajahnya, sangat cantik, apalagi saat melihat bibirnya yang berwarna pink merona itu, terlihat sangat seksi. Aku jadi ingin mengecupnya, lalu melumatnya. Ah, tidak. Aku tidak boleh melakukan hal seperti itu kepada Hyona.

 

Aku duduk di samping Hyona, aku terus mengamati betapa indahnya danau yang baru pertama kali aku kunjungi ini. Aku menyenderkan kepala Hyona pada pundakku, aku tak tega melihatnya tidur dalam posisi seperti itu. Tapi.. hei, dia tidur atau pingsan eoh ? Atau mungkin dia memang tertidur seperti prang pingsan ? Ah sudahlah, mungkin dia sedang kelelahan berteriak dan memukulku sepanjang jalan tadi.

 

Aku menyibak poni panjang Hyona yang menutupi wajahnya, dan tiba-tiba hasrat untuk mencium bibirnya muncul kembali dan sungguh aku tak bisa memendamnya lebih lama lagi,

 

 

 

 

 

 

Chu~

 

 

 

 

 

 

Ku kecup bibirnya sesaat. Ah, harusnya aku tak melakukan itu kepadanya, ah babo Hoseok! Aku mengerutuki diriku sendiri.

 

 

 

 

 

 

–000–

Author Pov

 

 

 

 

 

 

Yeoja berambut coklat kemerahan panjang berjalan dengan sedikit terburu-buru menuju ke rumahnya, kantong belajaan besar yang dibawanya terlihat terhentak-hentak saat ia melangkahkan kakinya. “Aku harus cepat pulang, kalau tidak nenek sihir itu pasti akan menghukumku habis-habisan. God, kapan aku akan terbebas eoh? Mengapa kau mengambil appa terlalu cepat? ” gumamnya sambil terus mempercepat langkahnya.

 

Ia terus mempercepat langkahnya, bahkan sekarang diiringi lari-lari kecil. Langkahnya terhenti seketika saat melihat seorang namja yang sedang menggendong yeoja berrambut hitam berkilau di punggungnya. ‘Ku rasa aku pernah melihat namja itu.’ Gumamnya dalam hati, diam-diam ia mengikuti namja itu hingga sampai ke danau belakang rumahnya  “Untuk apa mereka datang kesini eoh ?” Gumamnya sambil bersembunyi di balik pojon cherry blossom yang terletak sedikit jauh dari kursi yang ditempati namja dan yeoja itu.

 

Yeoja yang sedang mengamati namja itu memicingkan matanya, seakan menelusuri wajah namja itu. Familiar. Dan tiba-tiba membelalakan matanya. “Eoh ?! Hoseok sunbae?!  Apa yeoja itu kekasihnya?!” Ucapnya setengah berteriak, dan seakan tak mau ada yang mengetahui keberadaannya ia pun membungkam mulutnya dengan tangannya. “Ugh.. baboo!” Gumamnya sambil memukul kepalanya sendiri.

 

“Dia berkata apa eoh ? Ugh.. sungguh tak terdengar..” gumamnya saat melihat namja yang ia amati itu sedang berbicara. Dan tiba-tiba..

 

 

 

 

Chu~

 

 

 

 

 

Namja yang ia amati sedari 10menit tadi tiba-tiba mengecup bibir yeoja yang kini tertidur di bahunya tersebut. Sakit. Itu yang ia rasakan. Dua tahun ia telah menyukai namja itu. Dua tahun ia merasa nyaman berada di dekat namja itu. Walau namja itu tak pernah menyadari akan perasaannya pada namja itu.

 

“Sreekk”

 

Tak sengaja yeoja berambut coklat kemerahan itu menginjak kantong belajaannya yang ia letakan tak jauh dari pohon tempatnya bersembunyi  “ughh.. aku lupa!  Mati lah kau!  Nenek sihir itu pasti akan menghukummu habis-habisan!! ” ucapnya sambil memukul kepalnya lagi. Ia pun membalikkan badannya mencoba mencapai pintu belakang rumahnya tanpa diketahui namja yang sedang duduk dikursi favouritnya dan appanya semasa masih hidup. Ya, danau ini adalah kepunyaannya, kepunyaan keluarganya, ugh lebih tepatnya sekarang telah menjadi kepunyaan ibu tirinya. Bukan hanya danu itu saja, tetapi rumah dan seluruh perusahaan dan seluruh kekayaan peinggalan appanya kini telah menjadi kepemilikan yang ia sebut sebagai nenek sihir, ibu tirinya.

 

 

 

 

 

 

 

–000–

 

 

 

 

 

 

 

Sesampainya dirumah ia segera meletakkan sekantong besar belanjaan yang ia bawa-bawa sedari tadi. “Untung saja nenek sihir itu tak melihatku pulang terlambat, kalau tidak mati lah aku. ” gumamnya sambil menyenderkan punggungnya ke kursi makan. Tiba-tiba..

“Siapa yang kau sebut nenek sihir itu eoh?!  Berani-beraninya kau Cho Han Na! ” ucap wanita paruhparuh baya sambil menjambak rambut coklat kemerahan milik anak tirinya tersebut. “Aakhh… sakit eomma… ” ucapnya mengeluh “siapa yang menyuruh kau memanggilku eomma huh?!  Bukan kah aku sudah bilang untuk memanggilku ‘NYONYA’?! ” gertak wanita paruh baya itu sambil terus menjambak rambut Hanna hingga ia meringis kesakitan. “Mian eom.. eh nyonya.. mohon lepaskan rambutku.” Pintanya penuh harap. “Sekarang kau bersihkan gudag sampai bersih bahkan kalau perluperlu mengkilat! Kalau sampai ada debudebu sediktpun aku aka mengurungmu di gudang dn tak akan memberimu makan sedikitpun! ” ancam wanita paruh baya itu. “Ne, nyonya.” Ucap Hanna sambil menundukkan kepalanya. “Ingat ! Sampai bersih !” Ucap wanita itu sambil menonyor kepala Hanna lalu pergi berlalu begitu saja.

 

“Tuhan.. kapan aku terbebas dari semua ini.. aku lelah.. sungguh lelah,Tuhan..” ucap Hanna sambil meringkuk dibawah kursi makan. “Tak akan berakhir! Sampai kapanpun tak akan berakhir ! Kau tinggal di rumahku ! Aku yang memberi makan mu ! Aku yang membiaya i sekolahmu sampai kau kuliah seperti saat ini ?! Lalu kau seenaknya saja tak membalasnya ?! Seperti itu ?!” Gertak wanita paruh baya yang dipanggil “Nyonya Kwon” itu dengan geramnya. Ya, ia memang menikah dengan Tuan Cho yang duda beranak satu, Hanna. Tetapi dibalik dudanya itu, Tuan Kwon sangat kaya raya, ia memiliki beberapa perusahaan dibidang perminyakan, pertambangan, dan perekonomian di beberapa negara maju. “Tapi ini semua harta peninggalan appaku nyonya.. bahkan seluruh perusahaan nyonya itu adalah peninggalan appaku.” Ucap Hanna sambil terisak. “Dasar kau tak tau diri!  Masih untung aku masih merawatmu disini!  Pergi au sekarang juga dari rumahku!!  Asal kau tau seluruh kekayaan appamu sudah jatuh ke tanganku!!  Hahaha!!” Suara Nyonya Kwon menggema di ruang yang terbilang sangatlah luas itu. “Pergi kau ari rumahku!! ” teriak Nyoya Kwon sangat kencang lalu melempar Hanna dengan sepatu heels seblah kirinya. Tapi sayang,  sepatu itu tktak mengenai Hanna,

 

 

“Pranggg!”

 

 

“Arrghh gucikuu!!!!”

 

 

 

 

 

 

 

–000–

 

 

 

 

 

 

 

Di tepi danau buatan nan indah…

 

 

“Pranggg…!”

 

Namja yang sedangsedang mengamati wajah tertidur yeojachingunya pun terkaget, “suara apa itu eoh?!  Eh?  Rumah?  Wow sangat besar dan… me… wah..” ucap namja itu. “Emmhh… ada apa eoh?  Kenapa berisik sekali..” yeoja yang tertidur di bahu namjachingunya itupun menggeliat sambil bergumam. “Kau terbangun eoh?  Terkutuklah yang menyebabkan suara bising itu! ” ucap Hoseok kesal karena tidak dapat memandngi wajah teduh yeojachingunya saat tertidur.

 

“Apa aku tertidur Hoseok-ah?  Hei.. ini dimana?  Indah sekali danau ini.. ” ucap Hyona yang batu menyadari tempat yang ia singgahi sedari tadi. “Aku juga tak tau yeobo.. tadi aku menggendongmu lalu kau berteriak-teriak ingin ku turunkan, lalu kau tertidur dan….” Hyona mengerutkan keningnya, sangat kesal kenapa Hoseok, namjachingunya, sangatlah kekanak-kanakan. Tiba-tiba suara gertakan sangat kencang memutus perkataan Hoseok begitu saja.

 

 

“Pergi kau dari rumahku!!  Dasar anak tak tau diuntung kau! ”

 

 

“Hei.. mengganggu saja.. baiklah akan ku lanjutkan, lalu aku membawamu kesi….” “hentikan Hoseok-ah!” Ucap Hyona memotng perkataan Hoseok karena kesal dengan sikapnya itu.. “hei.. lihat! Apa itu eomma yang sedang mengusir anak perempuannya? ” ucap Hyona terkaget saat menengok ke arah datangnya suara yang sangat keras itu.

 

Hoseok mengernyitkan dahi lalu memicingkan matanya untuk menelusur siapa yeoja itu. “Eoh?!  Bukankah itu Cho Han Na?!  Hanna?!  Eoh.. benar itu Hanna! ” ucap Hoseok setengah berteriak lalu berdiri. Entahlah, namja ini memang banyak sekali tingkahnya. “Duduklah Hoseok-ah!  Aku tak dapat melihanya dengan jelas.” Ucap Hyona sambil mencubit pinggul Hoseok, “arrghh.. appo!!  Baboo Hyona!! ” ucap Hoseok lalu mencubit pipi Hyona dengn gemas. “Auuww.. lepaskan Hoseok-ah! ” ucapnya sambil memegangi tangan Hoseok yang masih mencubit pipinya.

 

“Duakk” Hyona menendang Hoseok, tapi tak sengaja tendangannya itu mengenai bagian tengah antar kedua kaki Hoseok, “Argghhh… appooooooo….” sambil memegangi bagian itu dan terduduk seperri orang akau bersujud. “Ahh.. Mianhae.. Hoseok-ah.. aku tak sengaja menendang bagian itu.. ” ucap Hyona menyesal.. “Baiklah rasakan pemblasanku… ” ucap Hoseok lalu mengejar Hyona, Hyonapun berlari sebisanya. “Ya~ Hoseok-ah aku kan sudah memnta maaf kepadamu! ” ucap Hyona sambil berlari menghindari Hoseok yang mengejarnya. “Pooknya sampai aku embalasmu Kim yo Na! ” ucap Hoseok terus mengejar Hyona.

 

“Aku lelah berlari terus Hoseok-ah.” Ucap Hyona menghentikan laju larinya, riba-tiba..

 

“Brukk!!”

 

Hoseok yang tak bisa menghentikan larinya langsung menabrak Hyona.. dan .. “mmphh…. ” Hoseok menghimpit tubuh Hyona dengan posisi Hyona di bawah “Pergi dari halaman belakang rumahku anak-anak mesum !!” Ucap Nyonya Kwon lalu melemparkan sepatu heels sebelah kanannya yang masih tersisa.

 

 

“Diaakk!”

 

 

“Arrghh.. appo !!” Ucap Hoseok saat heels itu mendarat tepat di pelipis kanan Hoseok, darah segarpun keluar, cukup banyak sehingga meleleh ke pipi tirus Hoseok. “Kyaaaa… menjauh dariku !” Hyona berteriak dan mendorong tubuh Hoseok. Hyona memang memiliki phobia terhadap darah. “Ini.. pakailah tissueku ini untuk mengelap darahmu itu. Aku ingin muntah saat melihatnya.” Ucap Hyona sambil menyerahkan sebuah pocket tissue kepada namjachingunya itu. Hoseokpun lalu mengelap darahnya itu. “Aku sudah mengelapnya, lebih baik kita pulang daei pada semakin kena amukan ahjuma ganas itu !” Ucap Hoseok inocent sambil menengok ke arah Nyonya Kwon yang sedang berkacak pinggang dan menendang baju-baju Hanna. Nyonya Kwon geram dengan tingkah kedua anak yang cukupberdiri cukup dekat dengannya, saat Hoseok menengok ke arahnya ia langsung menatap sinis dan garang seakan ingin memakan Hoseok hidup-hidup.

 

“Ya~ Ahjuma.. kau sangat ganas eoh ? Garang seperti singa.. aaurghh” ucap Hoseok sambil menirukan suara singa mengaung, “dasar kau anak kurang ajar !” Ucap Nyonya Kwon sambil mengambil pot bunga terdekat. “Bukan singa Hoseok sunbae, tetapi nenek sihir..” gumam Hanna sambil menahan tawanya. Hyonapun menarik tangan Hoseok untuk meningalkan tempat itu. “Ayoo yeobo.. sebelum pot itu mengenai kita lagi!” Ucap Hoseok, justru Hoseok yang berlari dan menggandeng tangannya sehingga ia tergeret untuk ikut berlari juga tanpa mempedulikan yeoja yang sedang terengah-engah menyamakan kecepatan larinya. Tempatnya berada kini cukup jauh dari lorong perumahan, karena sangat luasnya halaman belakang rumah Nyonya Kwon. Bisa dibayangkan sampai ada danau buatan dan cherry blossom di tepi danau yang indah itu.

 

 

 

 

 

 

 

–000–

 

 

 

 

 

 

 

“auuw.. appoo.. pelan-pelanpelan-pelan Hyona-ah..” rintih Hoseok saat lukanya di bersihkan oleh Hyona. “Hoseok-ah ini sudah malam. Apa kau tak ingin pulang? ” tanya Hyona sambil menatap amjanamjachingunya g sedang serius menonton televisi. Tidak, aku malas, pasti kakek dan nenek akanakan menceramahiku habis-habisan. Aku bosan mendengar mereka terus-terusan berbicara. Sangat berisik.” ucap Hoseok sambil terus menatap ke televisi. “Bagaimanapun itu karnakarna mereka menyayangimu Hoseok-ah.” Ucap Hyona. Hoseok menengok kearah Hyona penuh arti, cinta yang menggebu-gebu.

 

 

 

 

 

Chu~

 

 

 

Hoseok mengecup bibir Hyona dengan lembut lalu memeluk hyona dan mengatakan, “masalahku sungguhlah rumit Hyona-ah.. aku sangat merasa frustasi, tetapi semua rasa frustasi itu hilang seketikaseketika saat aku bersamamu. Maka dari itu aku tak mau jauh-jauh darimu Hyona-ah.” Hoseok mendekap Hyona dengan penuh cinta, sesekali mengelus-elus rambut hitam Hyona dan memainkannya.

 

 

“Aku mencintaimu Kim Hyo Na..” ucap Hoseok lalu mencium bibir Hyona, kali ini Hoseok menekan tengkuk Hyona sehingga mereka berciuman lebih dalam.

 

 

“ughh.. ” leguh Hyona tersadar dengan apa yang sudah Hoseok lakukan, ia pun memukul-mukul pelan pundak Hoseok, bukan karna tak mampu memukulnya lebih kencng, bahkan sepuluhribukali lebih kencangpun bisa. Hanya saja ia tak tega melakuknnya. Tetapi Hoseok tak menghiraukn pukulan-pukulan kecil itu, ia justru terus memperdalam ciumannya.

 

 

 

 

 

“Eomma pulang..”

 

 

 

 

Hyona segera mendorong tubuh Hoseok denan cepat, sehinggak membuat namja itu terhentak di pojok sofa. Untung saja saat ini mereka berada di ruang tengah, sehingga eomma Hyona, Nyonya Kim, tak melihat adegan mereka.

 

“Ne, eomma.. ” ucap Hyona menyambut eomma tercintanya. “Eoh?  Ada temanmu?  Mengapa tak memberi tau eomma jika kau memliki teman setampan dia? ” ucap Nyonya Kim, Hoseok yang dipuji hanya tertawa dan menunjukan smirknya, mengejek Hyona. ‘Ish.. pasti ia akan besar kepala..’ batin Hyona. “Anyeonghaseo eommonim… J-Hope imnida..” ucap Hoseok “Jung Ho Seok. Tak usah pura-pura mengganti namanamamu dengan nama member bangtan boys! ” ucap Hyona kesal ambil menonyor kepal Hoseok, “haha.. anak kua jaman sekarang.. kau memang tampan seperti member BTS yang bernama J-Hope itu Hoseok-ssi.” Ucap Nyonya Kim, Hoseok memeletkan lidahnya kepada Hyona, lagi-lagi ia besarbesar kepala dengan ucapan Nyonya Kim itu.

 

“Baiklah, kau harus pulang Hoseok-ah. Ini sudah larut malam. ” ucap Hyona, sengaja ia sedikit mengusir Hoseok, agar Hoseok tidak semakin besar kepala dengan ucapan eommanya. “Ya~ biarkan Hoseok makan malam bersma kita Hyona-ah. Kau pasti belum makan ka Hoseok-ssi? ” tanya Nyonya Kim. Hoseok hanya tersenyum, “baiklah kajja kita makan.. eommonim membeli kimchi, bulbogi, dan masih banyak lagi. Kau pasti suka. Kajja!!” Uca Nyonya Kim sambil mearik tangan Hoseok menuju ruang makan, ‘bahka eomma lebih mempedulikan Hoseok daripada aku.’ Batin Hyona. Ia menjadi malas-malasan untuk makan malam. “Eomma.. aku mengantuk, apa aku boleh tidur terlebih dulu? ” tanya Hyona berpura-pura menguap. “Ya~ kau temanilah temanmu itu makan malam dulu Hyona-ah.” Cegah Nyonya Kim. “Ish.. Ne, eomma.” Hyona hanya bisa menurut, Hoseok memeletkan lidahnya kearah Hyona (lagi).

 

Hoseok dan Hyona duduk berdampingan. “Apa yang ku katakan benarkan Kim-Hyo-Na ? Aku ini memang tampan.” Ucap Hoseok sambil menunjukkan smirknya. “Eommaku pasti hanya berbohong padamu.” Ucap Hyona lalu memeletkan lidahnya. “Ya~awas kau! ” ucap Hoseok sedikit kesal, Hyona terkekeh.

 

“Aku selesai, aku ingin tidur.” Ucap Hyona. “Ne, aku juga eommonim.. aku pamitpamit pulang.” Ucap Hoseok, rasanya ingin sekali Hyona menonjok muka Hoseok yang sok imut itu sekarang juga. “Aku tidur dulu eomma. Good night, see you..” ucap Hyona, saat baru selangkah menaiki tangga, “yak!  Kau antarlah dulu Hoseok sampai pintu gerbang.” Lagi-lagi eommanya seperti itu. “Ne, eomma.” UcapUcap Hyona dengan malas.

 

“Aku pulang dulu ne yeobo…” ucap Hoseok lalu mendekatkan bibirnya ke kening Hyona, “andwae ! Ada eomma!” Ucap Hyona mendorong tubuh Hoseok. “Ne, aku mengerti..” ucap Hoseok dengan nada kecewa, namun Hyona segera memasang tatapan penenang untuk Hoseok, kedua insan itu terdiam. “Wah.. ternyata anak appa sudah besar ne.. sudah memiliki kekasih.. mengapa tak pernah mengenalkannya pada appa eoh ?” Suara itu mengagetkan sepasang kekasih yang sedari tadi bertatap-tatapan. “Eoh ? Appa sudah pulang ne ? Mengagetkan saja..” ucap Hyona lalu mencium tangan Tuan Kim. “Ne, kalau begitu saya pamit dulu Tuan Kim.” Ucap Hoseok. “Ne.. hati-hati dijalan ne..” “siapa namanya ?” Tanya Tuan Kim setengah berbisik kepada Hyona “Jung Ho Seok” “Ne hati-hati Hoseok-ssi” ucap Tuan Kim sambil melambaikan tangannya. ‘Mengapa appa dan eomma begitu menyukai kehadiran Hoseok eoh ? Padahal baru pertama kali bertemu.’ Batin Hyona.

 

 

 

 

–000—

 

 

 

Hyona Pov

 

 

 

 

“kreekk.. kreekkk” aku meregangkan otot-ototku. Aku sangat lelah. Kemarin aku telah berlari, berteriak-teriak seperti orang gila bersama Hoseok, apalagi aku harus tidur larut malam karena makan malam bersama Hoseok, tentu saja ini semua karena eomma yang mengajaknya dan mencegahnya pulang. Eomma selalu saja seperti itu. Bahkan pagi ini akupun bangun kesiangan. Alhasil aku mendapat teguran dari Song-ssaem dan harus berdiri di depan pintu kelas dengan pose yang angat tidak mengenakan.Bahkan warna hitam di bawah mataku semakin terlihat jelas dan menebal

 

“aauaaaammm…”

 

Aku menguap, aku memang masih sangat mengantuk pagi ini.bahkan sekarang aku sedang berdiri setengah tertidur. Ku sandarkan punggungku ke tembok samping pintu kelasku. Lama kelamaan akupun tertidur dengan posisi berdiri. Mungkin. Dan tiba-tiba aku merasakan ada yang menyentuh pergelangkan kakiku dengan kasar. Akupun membuka mataku yang terpejam, dan…

 

 

“Kyaaaa..!!!!!!”

 

“praaangg!!”

 

“Pyurrr !!!”

 

 

 

TBC

Hai-hai.. maaf kalo ceritanya tambah lebih gaje daripada chapter 1 nya. Hehe.. di next chapter rencananya author mau nambahin banyak cast lagi nih.. mungkin ada yang request nama biasnya yang jadi cast next chapter ?? komen yaaa… jangan lupa komen dan like yaa… author tak berarti apa-apa tanpa readersnya.. :’) hiks. Apaan ah lebay gini. Yaudah deh, jangan boen-bosen tunggu kelanjutannya yaa..😉 see you in next chapter.. ^^

About fanfictionside

just me

2 thoughts on “FF/ BUT I LOVE YOU/ BTS-BANGTAN/ pt. 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s