FF/ THE MASKED/ BTS-BANGTAN/ pt. 2 (FINAL)


Title                : The Masked [Part II]

Scripwriter     : Mrs. Heo ★ (author freelance)

Cast                 : Kim Taehyung [BTS]

: Heo Eun Soo [OC]

Support cast  : Kang Jiyoung, Kim Seokjin & Min Yoongi [BTS], Go Hara[KARA]

Genre              : Family, friendship, school life

Duration         : Twoshoot

Rating             : General

Cuap-cuap        : HAHAHAHAHA, ketawa dulu. Ini fanfiction absurd, ide cerita yang klise pasaran dan nggak ada yang spesial, juga judul yang nggak nyambung. Satu-satunya yang spesial cuma Kim Taehyung. Hohohoho, akhir-akhir ini lagi kesangkut sama anak BTS dan ff ini terinspirasi sama istilah yandere, kkk. Makasih buat yang masih berkenan baca ff absurd ini & komentarnya sangat dibutuhkan. Peringatan, ini ff bener-bener absurd. Makasih J

THE MASKED

Summary

Orang yang selalu tersenyum padamu

Yang selalu membuatmu nyaman

Apakah itu rasa sayang?

Bagaimana jika dia selalu mengacuhkanmu?

Apakah itu kebencian

Taehyung tersenyum saat melihat Eun Soo di ujung koridor. Ia berlari-lari kecil untuk menghampiri Eun Soo yang seperti biasa tidak pernah menyadari keberadaannya. Taehyung ikut terkejut saat Eun Soo berteriak ketika ia menyentuhnya.

“Ya!” Teriak Eun Soo kesal sambil mengatur napasnya. Ia benar-benar terkejut akan sentuhan Taehyung barusan.

Taehyung hanya menyengir, ia tidak tahu kalau kakak tirinya itu begitu mudah terkejut. “Noona tidak pulang?”

“Aku sedang menunggu Jiyoung.” Jawab Eun Soo cuek dan kembali memfokuskan diri pada ponselnya.

“Sedang membaca apa?” Tanya Taehyung penasaran sambil memanjangkan kepala untuk melihat apa yang sedang dibaca oleh Eun Soo.

Eun Soo menjauhkan tubuhnya. “Bukan urusanmu.”

Taehyung terkekeh. Sikap kasar Eun Soo sudah menjadi makanan sehari-harinya.

“Kau sendiri kenapa belum pulang?” Eun Soo sama sekali tidak memalingkan wajah dari layar ponsel. Masih terus serius membaca sesuatu yang ada di dalamnya.

“Sedang menunggu Hyerin noona. Dia sedang ada urusan dengan temannya sebentar.” Tangan Taehyung mendadak gatal ingin menyelipkan poni Eun Soo yang hampir menutupi seluruh mata kanannya ke balik telinga. Tapi ia tidak mau memulai perkelahian dengan Eun Soo. Jika Eun Soo menampar Suga yang meneriakinya, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan kepadanya jika berani menyentuh rambutnya.

Taehyung langsung berpura-pura melihat ke arah lain saat secara tiba-tiba Eun Soo mengangkat kepala dan menunjuk ke suatu arah dengan dagunya. “Itu Hyerin.”

Taehyung menoleh dan mendapati Hyerin yang berjalan ke arah mereka. “Sudah selesai noona?” Taehyung mengambil tas ransel Hyerin dari pundak gadis itu.

“Ya, ayo kita pulang! Kau pulang bersama kami Eun Soo?” Tanya Hyerin

“Aku pulang bersama Jiyoung.”

“Baiklah, kami pulang duluan.” Hyerin menyelipkan tangannya di pinggang Taehyung. Taehyung yang malu akan perlakukan Hyerin hanya tersenyum canggung melihat Eun Soo yang tidak terlihat peduli sama sekali.

“Hati-hati ya noona.” Pamit Taehyung.

Eun Soo masih memperhatikan Hyerin penuh kecurigaan. Berusaha menarik kesimpulan dimana Hyerin menemui temannya hingga sepatunya basah seperti itu. Eun Soo tertawa sendiri saat menyadari dirinya terlalu terbawa suasana terhadap cerita horor yang sedang dibacanya dari ponsel sejak tadi. Ia melirik jam tangan dan mendengus karena Jiyoung tidak datang-datang juga.

“Apa yang terjadi pada mereka?” Bisik Eun Soo pada Jiyoung.

“Eh?” Jiyoung  memalingkan wajah dari buku yang sedang ia baca. “Siswa 2-3 itu?” Jiyoung memastikan.

Eun Soo mengangguk.

Jiyoung hanya menggeleng dan kembali membaca buku.

Eun Soo menghela napas kecewa karena tidak mendapatkan informasi apa-apa. Entah kenapa ia penasaran terhadap kedua gadis penggosip itu sampai harus berjalan menggunakan bantuan tongkat dan yang satunya kepalanya dibalut perban. Sesuatu yang buruk pasti baru saja terjadi pada mereka. Tapi Eun Soo terlalu malas untuk mengonfirmasinya secara langsung.

Melalui ujung matanya ia melihat seorang gadis berkaca mata tebal meliriknya. Karena merasa tidak mengenalnya, Eun Soo hanya mengacuhkannya begitu saja. Karena bosan dengan buku yang sedang ia baca, Eun Soo mengistirahatkan mata dengan memperhatikan ke sekeliling perpustakaan. Ia mendapati Taehyung yang sedang membaca seorang diri tepat di seberangnya. Kemudian seorang gadis datang dan duduk di depan Taehyung. Awalnya Taehyung menyambut gadis tersebut dengan ramah, namun tidak berapa lama wajah Taehyung justru terlihat terganggu. Eun Soo bisa melihat dengan jelas gadis itu berusaha menggenggam tangan Taehyung. Kemudian Taehyung pergi meninggalkan gadis itu begitu saja dengan wajah kesal.

“Kenapa tidak mencari laki-laki yang belum memiliki kekasih saja sih.” Gumam Eun Soo, mengerti apa yang baru saja terjadi.

“Kau harus berhati-hati.” Gadis berkaca mata tebal yang sebelumnya melirik Eun Soo secara diam-diam sudah duduk di sampingnya.

“Ye?” Tanya Eun Soo bingung.

“Kau harus berhati-hati Heo Eun Soo.”

“Kenapa?”

“Kau harus berhati-hati.” Gadis berkaca mata itu berbisik tepat di telinga Eun Soo dan beringsut mundur. Ia memandang wajah Eun Soo dengan kasihan dan pergi meninggalkan Eun Soo yang masih bertanya-tanya tentang apa yang barusan dikatakan oleh gadis tersebut.

“Boleh aku meminjam uangmu? Aku lupa membawa dompet.”

Eun Soo menggeser sedikit posisi berdirinya agar gadis yang tiba-tiba mendatanginya ini tidak bersentuhan dengannya.

“Uang?” Tanya Eun Soo sambil memperhatikan penampilan gadis yang sedang berdiri di sampingnya dengan tidak tenang. Penampilannya sama sekali tidak seperti seseorang yang kekurangan uang. Ia tidak mengenal gadis tersebut. Ya, mereka satu sekolah, mungkin satu dua kali pernah berpapasan tapi ia merasa baru-baru ini pernah melihat gadis ini entah di suatu tempat.

“Aku butuh uang untuk makan siang.” Ia menatap Eun Soo penuh harap. Ia juga tidak terlalu mengenal Eun Soo, hanya beberapa kali sering mendengar namanya. Tapi penampilan Eun Soo cukup meyakinkan untuk menjadi seseorang yang akan menolongnya.

Tanpa ragu Eun Soo merogoh saku jasnya. “Berapa yang kau butuhkan?”

Gadis tersebut tersenyum. “Kau yakin akan meminjamkan uang kepadaku?”

Eun Soo mengangguk cuek sambil melihat isi dompetnya, memastikan ia punya uang lebih untuk diberikan kepada gadis ini.

“Bagaimana kalau aku tidak mengembalikannya?”

Eun Soo terkekeh. “Kau tidak akan pindah sekolah hanya karena aku menagih hutang kepadamu kan?”

“Ya, aku tidak akan melakukannya.” Gadis itu ikut terkekeh.

“Jadi, berapa yang kau butuhkan?” Tanya Eun Soo lagi.

“Cukup berikan seharga makan siang.”

“Ini.” Eun Soo menyodorkan beberapa lembar uang kepada gadis itu. “Apa yang terjadi pada wajahmu?” Tanya Eun Soo penasaran. Daritadi ia terus memperhatikan luka sayat di wajah gadis tersebut. Jelas itu adalah sebuah luka baru.

“Luka ini membuatku jelek kan?” Gadis itu berusaha menutupi kekesalannya.

“Seseorang melukaimu? Apa ada yang melakukan tindak kekerasan padamu? Apa siswa di sekolah ini?”

“Hey, kau hanya meminjamkan beberapa lembar kepadaku, jangan bersikap seolah kau baru saja menyelamatkan nyawaku sehingga aku berhutang budi dan harus menjawab semua pertanyaan kurang ajarmu itu!”

“Maaf. Aku hanya penasaran. Maksudku, kau cantik. Luka seperti itu pasti membuatmu tertekan—“ Eun Soo kehabisan kata-kata. “Kau dibully?”

“Setidaknya kau tanya dulu namaku. Go Hara, itu namaku.”

Eun Soo terkekeh. “Apa kau meminjam uang kepada orang yang tidak kau ketahui namanya?”

“Heo Eun Soo.” Hara memutar bola matanya. “Aku tahu siapa namamu.”

“Siapa yang melakukannya?” Eun Soo belum menyerah. Bukannya ia peduli pada Hara, hanya saja jika gadis ini benar-benar dibully ia rasa Hara butuh seorang teman bicara.

“Aku kira kalau kau yang menjadi kekasih Taehyung akan lebih mudah bagiku untuk merebutnya, tapi ternyata aku salah.”

“Aku? Kekasih Taehyung?”

“Apa kau tidak tahu gosip yang beredar selama ini? Semua orang berpikir kalau Taehyung menyukaimu sebelum ia berpacaran dengan Hyerin.”

“Dia itu adikku bodoh.” Gumam Eun Soo kesal.

“Kau mengatakan sesuatu?”

“Tidak.” Jawab Eun Soo cepat. Jadi, apa yang terjadi pada wajahmu?” Eun Soo mendengus karena bukannya menjawab pertanyaannya, ia malah berlari meninggalkannya begitu saja.

“Apa gadis itu mengganggumu noona?”

Eun Soo menoleh saat melihat Taehyung sudah berdiri di belakangnya dengan tatapan menyelidik. “Apa dia melakukan sesuatu padamu?” Desak Taehyung.

“Tidak.” Eun Soo memperhatikan punggung Hara yang mulai menghilang di balik koridor. Apa Hara kabur karena kedatangan Taehyung?

“Lantas apa yang dia lakukan sebelum aku datang?” Paksa Taehyung.

Eun Soo memiringkan kepala, ia rasa Taehyung tidak menyukai gadis itu dan memiliki sedikit masalah dengannya. “Tidak ada, hanya sekedar menyapa saja.” Bohong Eun Soo sambil mengendikkan bahunya, berusaha bersikap sekasual mungkin. Firasatnya mengatakan ada sesuatu antara Taehyung dan Hara, dan ia tidak berniat untuk memperkeruh masalah mereka dengan informasinya mengenai Hara yang meminjam uangnya.

“Aku harap dia tidak mengganggu noona.” Ujar Taehyung serius dan menatap Eun Soo tajam.

“Tidak, dia tidak akan menggangguku. Dia temanku.” Kekeh Eun Soo. Ia merasa sedikit tidak nyaman dengan perubahan sikap Taehyung yang biasanya selalu ceria dan berteriak-teriak heboh jika menemuinya berubah menjadi dingin seperti ini. Dan ini adalah yang pertama baginya melihat tatapan Taehyung begitu serius dan sedikit membuatnya takut. Tiba-tiba Eun Soo teringat akan cerita Hara tentang gosip yang beredar antara dirinya dan Taehyung.

“Kau tahu gosip yang beredar di antara kita?”

Taehyung mengangguk ragu. Ia sudah lama mendengar gosip itu, tapi karena Eun Soo tidak pernah membahasnya ia menarik kesimpulan bahwa gadis itu belum pernah mendengarnya dan memutuskan untuk tidak pernah membicarakannya. Ia pikir gosip itu hanya menyebar di kalangan kelas 1 saja.

Eun Soo menjentikkan jari. “Bagus. Kalau begitu kau punya alasan untuk tidak sok akrab lagi denganku di sekolah.” Eun Soo berbalik dan berlari-lari kecil meninggalkan Taehyung.

“Tapi noona—“ Taehyung mendesah. Ia sangat berharap Eun Soo mau sedikit melunak terhadapnya sejak gadis itu membuatkan segelas susu untuknya.

Jiyoung memberikan beberapa buku lagi kepada Eun Soo untuk disusun di rak.

“Ahh.” Jiyoung mendesis. “Perutku sakit lagi, aku ke toilet dulu.”

Eun Soo tidak menanggapi Jiyoung dan tetap melanjutkan pekerjaannya. Karena masuk terlambat saat pelajaran sejarah ia dan Jiyoung terpaksa harus menyusun buku-buku baru di perpustakaan sebagai hukumannya. Eun Soo berusaha meletakkan buku terakhir di ujung rak, namun karena jangkauannya yang terlalu jauh ia harus berusaha keras untuk memanjangkan tubuhnya. Eun Soo tidak sadar bahwa ada yang mengambil buku yang mereka gunakan sebagai ganjalan tangga sehingga tepat saat itu ia terjatuh. Tanpa bisa berteriak ataupun meminta pertolongan ia sudah mendarat di lantai dengan kepala yang membentur kaki meja.

Taehyung membuka pintu kamar Eun Soo perlahan karena takut membangunkannya, tapi ternyata Eun Soo tidak sedang tidur. Ia tengah mengomeli Jiyoung di telepon. Taehyung hanya bisa tersenyum lega melihat kondisi Eun Soo yang membaik.

“Aku omeli kau lagi nanti.” Eun Soo mengakhiri pembicaraannya saat melihat Taehyung masuk ke dalam kamarnya.

Noona tidak usah khawatir, aku akan menemani noona.” Taehyung duduk di pinggir tempat tidur dan menatap perban yang melilit di kepala Eun Soo.

“Tidak usah.” Jawab Eun Soo acuh tak acuh. “Tidak usah terlalu memikirkanku.”

Taehyung menghela napas. “Aku harus merawat noona.”

“Kim Taehyung, kau—“ Kalimat Eun Soo menggantung saat Taehyung memeluknya tanpa aba-aba. Ia berusaha keras  untuk melepaskan pelukan Taehyung, namun Taehyung justru mempereratnya.

“Aku mohon hentikan noona! Apa noona tidak tahu betapa khawatirnya aku ketika mendapat kabar bahwa noona pingsan di sekolah? Apa noona tidak tahu betapa takutnya aku ketika selama berjam-jam menunggu kabar dari dokter mengenai kondisi noona? Apa noona tidak bisa sedikit saja membuatku merasa lega!” Teriak Taehyung.

Eun Soo terkesiap mendengar semua penuturan Taehyung. Ini yang pertama kalinya Taehyung berteriak kepadanya. Sepertinya Taehyung memainkan perannya sebagai seorang adik dengan baik. “Hyerin akan kecewa kalau kau tidak mengikuti study tour.”

Noona jauh lebih penting.” Taehyung masih enggan melepaskan pelukannya.

“Alasan apa yang akan kau buat?”

“Apapun, asalkan bisa menjaga noona.” Marah Taehyung.

Eun Soo menghela napas, sudah malas mengurusi kekerasan kepala Taehyung yang semakin hari semakin menjadi-jadi. “Terserah kau sajalah.” Eun Soo akhirnya mengalah.

Taehyung tertawa. “Apa aku harus memeluk noona dulu agar noona mau menurutiku?”

“Ya! Diam kau Kim Taehyung.”

Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Taehyung mengizinkan Eun Soo untuk keluar menemui temannya dan membutuhkan perjuangan yang melelahkan untuk meyakinkan Taehyung ia tidak perlu ditemani. Kali ini tidak mudah bagi Eun Soo untuk memaksa Taehyung menuruti perintahnya. Karena saat ini kondisinya belum terlalu pulih ia memutuskan untuk membiarkan Taehyung menjalankan perannya sebagai seorang adik dengan baik. Tapi setelah sembuh, ia berjanji tidak akan membiarkan Taehyung menyentuh dirinya barang sehelai rambut pun.

“Keadaanmu sudah membaik?”

Eun Soo menarik kursi dan duduk di depan Hara yang sudah memesan dua minuman untuk mereka.

“Kau tidak ikut study tour?” Bukannya menjawab pertanyaan Hara, Eun Soo malah melontarkan pertanyaan lain.

Hara mengibaskan tangan sekali. “Aku malas mengikuti kegiatan tidak penting seperti itu.”

Eun Soo terkekeh.

“Kau tidak penasaran siapa yang mencelakaimu?”

Kali ini Eun Soo yang terkekeh. “Ya! Sudah berapa kali kukatakan. Ini murni kecelakaan, tuduhanmu sama sekali tidak beralasan.” Eun Soo menunjuk-nunjuk perban yang melilit di kepalanya.

Hara mencodongkan tubuh ke arah Eun Soo. “Tidakkan kau pikir bahwa semua kejadian ini memiliki pola?”

“Kejadian apa?”

“Yang pertama, dua siswi kelas 2-3 yang memakai tongkat dan kepalanya diperban. Gosip yang beredar ada seseorang yang melukai mereka sampai seperti itu. Kedua adalah diriku.” Hara menunjuk bekas luka sayatan di wajahnya. “Karena kecemburuan seseorang  yang selama ini tidak pernah kuperhitungkan.” Dan yang terakhir adalah kau, Heo Eun Soo.” Hara menunjuk Eun Soo.

“Jadi polanya adalah?”

Dengan gemas Hara menjewer Eun Soo. “Polanya adalah kita semua adalah orang-orang yang berusaha mendekati Taehyung!”

“Aku tidak pernah berusaha mendekati Taehyung.” Eun Soo cepet-cepat membela diri.

Hara memutar bola mata, semakin kesal. “Ya, untuk kasusmu memang sedikit berbeda karena Taehyung lah yang mengejar-ngejarmu.”

“Taehyung juga tidak mengejar-ngejarku.”

Hara mendesis. “Semua orang tahu bahwa Taehyung selalu mengejar-ngejarmu.”

“Itu karena—“

“Itu karena dia menyukaimu.” Potong Hara cepat. “Dan tahukah kau? setelah aku bertanya secara diam-diam kepada siswa 2-3 yang terluka itu pelakunya sama dengan yang melukaiku. Aku yakin orang yang melukaimu juga adalah orang yang sama.”

“Ini murni kecelakaan.” Eun Soo mulai kesal. Ia tidak suka jika dirinya harus dihubung-hubungkan dengan kejadian yang menimpa dua siswi penggosip itu dan luka sayatan Hara.

“Bukankah kau menggunakan sebuah buku sebagai ganjalan tangga?”

Eun Soo mengangguk.

“Penyebab kau terjatuh adalah karena ganjalan itu sengaja diambil oleh seseorang.”

Eun Soo berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi malam itu. Ia ingat tangga menjadi tidak seimbang ketika ia berusaha untuk meletakkan buku terakhirnya, tapi ia pikir itu karena ia berusaha meraih terlalu jauh.

Hara menjentikkan jarinya gemas karena reaksi Eun Soo yang lamban.

“Memangnya kapan kau berusaha mendekati Taehyung?”

“Di perpustakaan, beberapa minggu yang lalu. Besoknya si jalang itu melakukannya.” Hara menunjuk bekas lukanya dengan marah.

“Apa dia mengancammu untuk tidak mengatakannya pada siapa pun?”

Hara mengangguk-angguk sambil menyeruput minumannya. “Yah, tapi karena sudah banyak korban yang berjatuhan, aku pikir kita bisa bersama-sama menjatuhkannya jika bersatu.”

Eun Soo terdiam. Sepertinya dugaannya selama ini benar. Ada yang aneh dengan Taehyung.

“Seseorang sedang dalam bahaya, kita harus bergerak cepat Heo Eun Soo.” Hara menatap Eun Soo tajam. “Dia orang yang benar-benar sakit.”

Eun Soo tidak bisa berpikir dengan jernih saat ibunya mengatakan bahwa Taehyung mendadak pergi setelah mendapat telepon dari temannya. Ia yakin itu bukanlah Seok Jin, Suga maupun Hoseok. Orang-orang itu jelas sedang mengikuti study tour. Mungkin beberapa jam lagi baru pulang. Eun Soo merinding saat membayangkan semua yang dikatakan Hara adalah kebenaran yang sesungguhnya.

Berulang kali dia berusaha menghubungi Taehyung, namun adik berambut oranyenya itu tidak mengangkatnya. Tidak ada tempat yang terpikirkan oleh Eun Soo selain sekolah. Ia melirik jam tangan dengan tidak tenang. “Maaf, bisakah lebih cepat paman?” Pinta Eun Soo pada supir taxi. Untuk membuat dirinya lebih tenang ia menelepon Seok Jin. Setelah panggilan kesekian, barulah Seok Jin mengangkatnya, tapi bukan suara Seok Jin yang menyapanya di ujung sana.

“Ada apa?”

“Suga? Dimana Jin?” Eun Soo bertambah panik karena bukan Seok Jin yang mengangkat telepon.

“Dia sedang di toilet, kau ada perlu apa dengannya? Nanti aku sampaikan jika dia sudah kembali.”

“Taehyung, Taehyung menghilang! Tadi aku pergi sebentar menemui temanku, ketika aku pulang ibuku bilang dia terburu-buru pergi setelah seorang teman meneleponnya.” Ujar Eun Soo panik. Ia sampai lupa meletakkan jeda dengan benar.

Suga terkekeh di ujung sana. “Kau mengkhawatirkannya?”

“Ya! ini bukan saat yang tepat untuk berdebat.” Cercah Eun Soo.

“Itu pasti Hyerin.” Suga masih terkekeh. “Ketika ia mendapat kabar bahwa kau terjatuh malam itu pun ia langsung pergi. Padahal saat itu ia sedang berkencan dengan Hyerin.”

Mendengar nama Hyerin perasaan Eun Soo semakin bercampur aduk. Ia bahkan tidak mengerti kenapa tiba-tiba menangis. Entah hanya karena perasaan takut atau karena dia benar-benar mengkhawatirkan Taehyung. “Dia dalam bahaya.”

“Eun Soo? Kau menangis?” Suga menjadi panik di ujung sana.

“Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku tidak tahu harus mencarinya kemana. Aku tidak tahu apa-apa tentang Kim Taehyung.” Histeris Eun Soo.

“Kau dimana? Kami akan segera menyusulmu.”

Hening

“Eun Soo? Kau di mana? Heo Eun Soo? Jawab aku!” Suga berteriak-teriak karena sambungan yang tiba-tiba terputus. Ia berusaha menghubungi Eun Soo lagi, namun ponsel gadis itu sudah tidak aktif.

Taehyung tersenyum kecut saat melihat Hyerin menangis. Tidak ada yang pernah memperingatkannya. Semua orang juga menyetujui hubungan mereka. Siapa yang akan menyangka semuanya akan berakhir seperti ini.

“Kenapa kau tega melakukan hal ini kepadaku Kim Taehyung?” Tanya Hyerin lirih.

“Kenapa kau menangis?” Tanya Taehyung sinis. Ia sudah muak dengan Hyerin dan segala sandiwaranya.

Hyerin menyeringai. “Karena kau yang memulai sayang. Aku ingin kau hanya menjadi milikku.”

“Kau gila Noona! Kau gila!”

“Yah, aku memang gila.” Hyerin menggesek-gesekkan pisau lipat yang sedaritadi dibawanya ke wajah Taehyung. “Gadis-gadis penggoda itu harus dihentikan sebelum bisa mereka menyebar.”

Taehyung meringis karena pipinya tergores. “Aku tidak pernah menanggapi mereka noona. Aku selalu menolak mereka.”

“Kau menolak, tapi mereka tidak pernah putus asa.” Hyerin memainkan rambut oranye Taehyung. “Dan, kau tidak pernah menolak Heo Eun Soo bukan?”

“Demi Tuhan, Eun Soo noona tidak pernah menggodaku.”

“Dan Demi Tuhan juga, semua orang tahu bahwa kau selalu berusaha mendekatinya. Aku takut kehilanganmu Kim Taehyung, aku sangat takut.” Hyerin menangis lagi. Ia membuang pisau lipatnya ke sembarang arah dan memeluk Taehyung. “Aku mohon jangan pernah menyukai gadis lain selain diriku.”

Taehyung melirik pisau lipat yang terjatuh tidak jauh darinya. “Aku tidak akan pernah meninggalkan noona, tidak akan.” Ia berusaha mengalihkan perhatian Hyerin yang masih terus menangis di dalam pelukannya.

“Aku percaya sayang, percaya. Tapi jika kau tidak membatalkan kencan kita hanya karena dia terjatuh dari tangga.” Hyerin melepaskan diri dari pelukan Taehyung dan menamparnya. “Tapi kau begitu panik saat mendengar jalang itu terjatuh, meninggalkanku begitu saja.” Hyerin menarik dagu Taehyung dengan kasar. “Bagian mananya yang kau tidak akan meninggalkanku, sayang?”

Noona, hubunganku dengan Eun Soo noona tidak seperti yang kau bayangkan.”

“Taehyung!”

Hyerin menoleh dengan cepat dan mendapati Eun Soo berdiri di ambang pintu.

Noona, pergilah!” Teriak Taehyung panik.

“Hyerin! Kau gila. Lepaskan Taehyung sekarang juga.”

“Eun Soo. Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah seharusnya kau beristirahat? Kau kelihatannya belum pulih.”

“Aku tidak menyangka kau tega melakukan hal seperti ini.”

Hyerin berhenti melangkah. “Melakukan apa Eun Soo? Apa kau berusaha memfitnahku di hadapan kekasihku sendiri?” Tanya Hyerin dengan nada lemah lembut yang dibuat-buat.

Noona, aku mohon pergilah! Jangan pedulikan aku!”

Eun Soo mulai menangis melihat keadaan Taehyung terikat di ujung ruangan dan wajah yang babak belur. “Apa yang telah kau lakukan padanya?”

Hyerin mendesis. “Kau bahkan sekarang menangis untuknya. Aku hanya memberitahunya bahwa aku mau dia hanya menjadi milikku seorang.”

“Hyerin, bukan seperti ini caranya memperingati mereka.”

“Mereka? Kau tidak memasukkan dirimu dalam hitungan?”

“Kau cemburu padaku?”

Hyerin tertawa lepas. “Semua gadis cemburu padamu karena Taehyung yang selalu mendekatimu.”

“Ini tidak seperti yang kau bayangkan.”

“Apa kau tahu apa yang aku bayangkan?” Hyerin mendadak berlari ke arah Eun Soo dan mendorongnya kasar. “Yang aku bayangkan adalah kau dan Taehyung bermain di belakangku.”

“Kim Taehyung adalah adik tiriku, dia tidak mungkin selingkuh denganku!” Teriak Eun Soo.

Taehyung tercekat saat mendengar pengakuan Eun Soo tentang dirinya. Ia mempercepat gerakan tangannya memotong tali dengan menggunakan pisau Hyerin yang tadi telah dibuangnya. Taehyung bertambah panik saat melihat Hyerin menampar Eun Soo, sehingga pisaunya justru mengenai tangannya sendiri.

“Kau pikir aku percaya? Ya, aku percaya sayang. Aku percaya jika kau tidak datang ke sini hanya untuk menyelamatkan bajingan itu!” Hyerin menjambak rambut Eun Soo.

“Setelah bercerai, ibuku menikah lagi dengan ayah Taehyung. Kalau kau tidak percaya kau bisa lihat data diri Taehyung.”

Hyerin semakin gemas dan membenturkan kepala Eun Soo ke tembok, membuat luka di kepalanya mengeluarkan darah kembali. Ia merogoh saku rok seragamnya, mencari-cari pisau lipat miliknya. Ia menoleh ke belakang dan mendapati Taehyung yang sudah lepas dari ikatan. Hyerin berlari dan menyerang Taehyung untuk merebut pisau miliknya. Pisau itu berhasil ia rebut dengan mudah karena tangan Taehyung yang terluka. Ia mendorong Taehyung dengan kasar. “Aku hanya ingin mempertahankanmu, jadi diam dan saksikan apa yang harus aku lakukan untuk mempertahanmu, sayang.”

“Tolong jangan sakiti kakakku.”

Hyerin mendekati Eun Soo yang hampir pingsan dan bermaksud menusuknya. Ia berhasil. Pisau itu tentancap sudah. Namun bukan di perut Eun Soo, melainkan di perut Taehyung.

Hyerin berteriak histeris saat melihat darah yang mengalir deras dari perut kekasihnya. Ia mundur dan terjatuh karena ketakutan.

“Taehyung, Taehyung!” Eun Soo hanya bisa menangis melihat robekan di perut adiknya. “Kau harus tetap sadar.”

Taehyung mengusap air mata Eun Soo dengan tangannya yang berlumuran darah. “Tolong jangan menangis, noona.”

“Eun Soo!” Suga, Seok Jin dan Hoseok terdiam untuk beberapa waktu saat melihat pemandangan di hadapan mereka. “Kalian urus Eun Soo dan Taehyung!” Perintah Suga. Ia segera berlari menghampiri Hyerin yang masih berteriak histeris. Dengan terpaksa ia membuat Hyerin pingsan agar mereka bisa aman.

“Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan?” Teriak Eun Soo panik.

Noona, aku baik-baik saja. Berhentilah menangis.” Taehyung berusaha menenangkan Eun Soo sambil mengusap kepala gadis itu dengan gerakan yang begitu lemah.

“Diam kau! Kau tidak akan baik-baik saja dengan darah yang mengucur terus.”

Taehyung terkekeh.

“Jangan tertawa!”

“Kita balut dulu lukanya untuk sementara, kami sudah menghubungi ambulans.” Hoseok membuka jaket yang dikenakannya dan mengikatkannya di perut Taehyung. “Lukamu juga harus segera dibalut.” Hoseok menunjuk perban Eun Soo yang sudah berwarna merah.

“Apa tidak terlalu lama menunggu ambulans? Apa tidak ada yang bisa kita gunakan di UKS?” Eun Soo mengabaikan Hoseok.

“Berhentilah bersikap panik. Kau hanya memperkeruh situasi.” Tegur Suga. Tanpa peringatan ia segera menggenggam tangan Eun Soo yang bebas. “Dia akan baik-baik saja.”

“Aku hampir saja membunuh adikku sendiri.”

“Tenanglah, noona.” Tepat setelah Taehyung menyelesaikan kalimatnya, semuanya menjadi gelap. Satu-satunya hal yang bisa ia dengar adalah teriakan kakaknya, Heo Eun Soo.

“Maafkan aku ibu. Maafkan aku. Kalau aku mau mengakuinya pasti ini semua tidak akan terjadi.” Eun Soo menangis sejadi-jadinya saat ibunya tiba di rumah sakit.

Jiyoung yang daritadi menemani Eun Soo juga diam saja, tidak mau bertanya apa-apa pada Eun Soo karena kondisinya yang sangat berantakan. “Hubungan apa yang dimiliki Eun Soo dan Taehyung?” Tanya Jiyoung pada Seok Jin yang duduk di sebelahnya.

“Taehyung itu adik tiri Eun Soo.” Jiyoung sedikit terkejut namun berusaha tetap menjaga ekspresinya karena tidak mau menghakimi teman dekatnya itu. Sekarang ia mengerti kenapa Eun Soo sangat tidak menyukai Taehyung yang selalu berusaha mendekatinya. Eun Soo pernah bercerita betapa ia membenci pernikahan kedua ibunya. Tapi Eun Soo tidak pernah bercerita bahwa ia memiliki adik tiri.

“Ini bukan salahmu, Eun Soo. Kau tidak salah apa-apa.” Ibu mengusap puncak kepala Eun Soo dan mengecupnya berkali-kali. Sebenarnya ia juga ingin menangis, tapi jika ia menangis itu hanya akan membuat Eun Soo semakin merasa bersalah.

“Aku hampir saja membunuh Taehyung. Aku—“ Eun Soo sudah tidak mampu berkata-kata lagi. Ia hanya bisa menangis dan terus menangis.

“Eun Soo, kau baik-baik saja?” Seseorang menarik pundak Eun Soo dan membuatnya terlepas dari pelukan ibunya.

“Ayah!” Eun Soo berteriak histeris dan berhambur ke pelukan ayah kandungnya. “Seharusnya aku mendengarkan nasehat Young Saeng oppa untuk menjaga Taehyung. Seharusnya—“ Kata-kata Eun Soo terhenti saat ayah membalas pelukannya dan membuat tangisannya semakin keras.

“Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja, sayang. Anggap ini sebuah pelajaran bagimu.”

“Heo Eun Soo?” Dokter keluar dari ruangan Taehyung dirawat. “Adikmu ingin bertemu denganmu.” Dokter itu tersenyum lembut.

“Taehyung? Dia sudah sadar?” Tanya Eun Soo pelan.

“Ya. Dan orang pertama yang dia cari adalah kau Eun Soo.”

“Cepat temui dia!” Suga menepuk pundak Eun Soo. “Dia akan cepat sembuh jika sudah bertemu denganmu.” Suga berusaha meyakinkan Eun Soo.

“Tapi—“

“Cepatlah.” Ayah Eun Soo melepaskan pelukannya dan mendorong Eun Soo agar segera masuk. “Adikmu membutuhkanmu, sayang.”

Eun Soo baru saja masuk saat mendengar terikan khas Kim Taehyung. “Noona! Kau baik-baik saja?”

Eun Soo tersenyum simpul dan berlari menghampiri Taehyung yang masih terbaring lemah. Tanpa ragu ia memeluk Taehyung yang tersenyum konyol melihat kedatangannya. “Aku menyayangimu Kim Taehyung, aku menyayangimu.”

“Apa lukamu bertambah parah noona?”

FIN

About fanfictionside

just me

37 thoughts on “FF/ THE MASKED/ BTS-BANGTAN/ pt. 2 (FINAL)

  1. Sekuel toloong~…
    Maaf baru komen di part 2, ya. Ehehehe…
    Suka banget sama gaya bahasa di FF ini. Ceritanya juga meskipun cuma 2 part, tapi alurnya enggak terkesan kecepetan.
    Penokohannya juga digambarin jelas dan menarik.
    Pembawaan suasananya kerasa banget, waktu bagian si Eun Soo sama Taehyung panik, aku juga enggak sadar malah jadi ikutan panik. Ahahahaha.
    Tolong adain sekuelnya ya~. Ahahahaha!
    Kalau enggak pun, tolong segera luncurkan FF lain *ngelunjak*.
    Fighting~!

    • Annyeong, makasih ya udah baca. Hehee :))
      Itu yg nyelakain eun soo, hyerin juga. Sebelum pergi kencan dia nyelakaim eun soo dulu, baru ketemuan sama taehyung.
      Tapi taehyung dapet infonya telat gitu. Jadi pas mereka lagi kencan, dia baru dapet kabar kalo eun soo jatuh. Hehehe

  2. gantung huaaaaa :” need sequel.. sequeel juseyooo… eunsoo sama suga, ya ya ya ya? pengen sequell:3

  3. yah….. gantung banget end-nya aku kirain g’ cuman sampek sini ajah… nasibnya Hara gmna (nanggung thor) mian comennya g’ mengnakkan
    keep writing thor…

  4. FIN !!!??? lanjut lah thor. ini ngegantung sekali. gantugan aja kalah sm ini.
    lanjut ya thor. aku mau ending yang bahagia.

  5. Kampret masa! *dicangkul author*😄
    Thor sequel ya?
    Itu nanti kelanjutannya gmna? Taehyung msih sakit gitu, Eunsoo juga.. Itu Eunsoo sama siapa coba? Suga?
    Ah ini ff favorit, pokoknya sequel ><

    tertanda, NOONANYA TAEHYUNG❤

  6. yaoloh gak nyangka kl si hyerin kayak gitu. bener2 gila gara2 cinta yg berlebihan tuh ckckckckck akhirnya eunsoo ngaku jg kl taehyung tuh adik tirinya. walalupun dua2nya sama2 luka tp happy ending ^^

  7. keren bgt thor ff ny,smpet gemes dan pengen ngelayangin cuter ke muka hyerin’sadis ya’
    abisnya hyerin psycho sih.
    aku suka sama taetae disini rela berkorban bget demi di anggap adek oleh eun soo.
    ku tunggu ff mu selanjutnya thor. fighting

  8. butuh sequeeeeelllllll T.T
    bener-bener butuh sequel antara eunsoo sama syuga hehe. trs juga gimana nasib hyerin? biasanya kan kalau psycho itu ga bakalan tinggal diam. masa nyerah gitu aja? ah ini butuh sequel author. lebih mengarah ke hubungan eunsoo-syuga dan hyerin.
    sequel please?

  9. sumpah aku gereget banget banget sama eun soo nyaa… ><
    pokoknya ini ff keren banget dah.. :3

    maap yaa thor aku baru bisa komen di chepter 2, soalnya kalo komen di yang chepter 1 tanggung hahha xD

  10. gila gila gilaa! Hyerin beuh psikopat bener -..- awalnya kirain ada hubungannya sama cewe kacamata di perpus itu, bahkan sempet ngira dia pelakunya haha habis horror amat sih dianya -,- Akhirnya si eun soo mau mengakui juga, terharu ih ;__; *peluk tae* suka deeh sama ff nya❤ Ah jadi pengen ada sekuelnya kaan, romance nya gituu wkwk *slapped* Kayanya si suga ada tanda tanda tuuh '-')/ hihihi *abaikan*

  11. Bagus thor ceritanyaa…..
    Itu si suga suka ama eun soo ya?? Kok kyk perhatian cekaleeh wkwkwkwk…
    Trus kelanjutan eun soo ama taetae gimana thor?? Rada nggantung hikks :’ /?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s