FF/ THE ONE I LIKE YOU/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


Title     : The One Like You

Cast     : Kim Seok Jin              (Jin Bangtan)

Han Min Ji                 (OC)

Min Yoongi                 (Suga Bangtan)

Nam Ji Hyun               (OC)

Jeon Jungkook            (Jungkook Bangtan)

Jung Hae Rin               (OC)

Other   : Nam WooHyun          (Woohyun Infinite)

Jung SooJung             (Krystal FX)

Han Ji Min                 (Actress)

Bangtan Member’s

Author: Jeon Vi jae     (@ViolaSeptiaNila) ★ (freelance author)

Genre  : Romance, Sad (Maybe), NC-17 / 21 (Maybe), Marriage Life, School Life

Rating  : PG/?

Disclaimber     : Hello Yeorobeon J Me Author new guys.. aku sengaja bikin FF ini karna aku suka liat FF bangtan yang kebanyakan castnya pake Jin ama Yoongi, lah punya ide tuh bikin ini FF kekeke~ iya, aku juga terinspirasi dari lagu Jessica SNSD yang “The One Like You” aku saranin bacanya sambil dengerin itu lagu deh hehe  (pas bagian sadnya aja) maaf kalo ada salah penulisan J RCL jan lupa. Bangtan dan seluruh artis Milik tuhannya masing2, keluarga yang ngelahirin, + A.R.M.Y~ OC tetap milik saya wks. Oke langsung aja

*Cuplikan Part 1*

“sial sekali hidupku, bertemu dengan namja menyebalkan seperti itu, mana bajuku basah gara- gara ulahnya. Sial!”

“haha, itulah pembalasan untukmu. Sial, sekarang aku harus menahan rasa sakit dikepalaku. Awas saja kau nanti. Kau telah mempermainkan seorang. KIM SEOK JIN. Lihat saja nanti”

 

 

 

 

************************HAPPY READING************************

Seberkas cahaya memasuki jendela kamar Minji, gadis itu merutuki gorden jendelanya yang terbuka dengan seenaknya (?) ternyata eomma Minji yang telah membukanya. Gadis  mengucek kedua matanya, seraya tersenyum kepada eomma.

“pagi, anak eomma sudah bangun ne”

“ne eomma, pagi”

“hei hei, hari ini kan hari pertamamu sekolah. Kajja mandi nanti telat. Hari ini kau diantar eonie mu”

“eoh? Bukankah jarak sekolah dan kampus eonie masih jauh?”

“eonie ingin melihat sekolah barumu, memang tak boleh?” eonie tiba- tiba menyembul (?) dari balik pintu, dan menatapMinji intens.

“tumben sekali eonie ingin melihat sekolahku” kata Minji dengan sedikit memanyunkan bibirnya.

“sudah- sudah, kalian akan terlambat nanti. Jihmi, kau kebawah saja dan makanlah” eomma pun menyudahi pertengkaran mereka, Minji pun bergegas mandi. Sedangkan eonienya Han JiMin yang biasa dipanggil Jihmipun segera turun kebawah. Berbicara tentang Jihmi kakak perempuan Minji itu selalu membuat Minji muak, andai kalian tahu dulu kekasih Minji selalu saja direbut oleh kakaknya itu, mulai dari pacar pertamanya sampai pacar ketiganya. Semua berpaling darinya dan lebih memilih eoninya, sejak saat itu Minji selalu bertengkar dengan Jihmi. Ya sepeti itulah, cinta dapat membuat sesorang buta.cinta dapat mengubah rasa persaudaraan menjadi permusuhan.

 

*********************SKIP*****************

Minji pun keluar dengan gaya tomboy seperti biasanya, dengan memakai baju putih kaos, dan jas abu- abu. Serta celana rok hitam kotak- kotak. Dengan rambut juga yang dikuncir bak buntut kuda. Tak lupa tas ransel hitam yang selalu dibawanya kemana- mana, asal kalian tahu saja, jika penampilan Minji diubah seperti eonienya yang modis dan cantik, pasti eoninya akan kalah cantik dengan adiknya. Minji pun keluar kamar dan segera duduk disamping kakak perempuannya dan dihadapannya ada eomma dan appa yang tengah melihatinya. Minji yang merasa dilihati, segera menatap balik eomma dan appanya.

 

“yak, eomma kenapa melihatiku? Ada yang salah denganku?” tanya Minji kepada eommanya

“anio, Cuma kenapa anak eomma begitu cantik eoh? Eomma heran” ucap eomma seraya terkekeh. Minji hanya menatap eommanya dengan datar.

Sedangkan appanya hanya diam entahlah mungkin melamun.

“appa, kau kenapa?” tanya eomma seraya membangunkan appa dari mimpi singkatnya (?)

“eoh? Ani. Aku tak apa” jawab appa dengan tampak lesu.

“yasudah, eomma appa aku dan Minji berangkat dulu ne” eonie segera menarik Minji untuk ke garasi mobil dan mereka segera berangkat.

Eomma melihat appa dengan lesu, appa tak bisa membendung emosinya yang kini hampir ia tumpahkan. Eomma yang melihat appa frustasi hanya menatapnya dan menenangkannya. Eomma tak tahu harus berbuat apa, bahkan untuk menyelamatkan putrinya saja tak bisa. Mau tak mau keluarga itu harus menerima dan mengikhlaskan putrinya, toh nanti mereka juga akan untung kan? Tak terasa air mata sang ibu menetes, kala tak kuat mendengar semua itu, Minji? Putri mereka? Yang masih kecil harus menerima ini semua. Semoga Minji bisa menerimanya

“sayang, kau yakin?” eomma membuka keheningan yang melanda atmosfir mereka (?)

“aku tidak yakin, tapi bagaimana lagi. Kau ingin kita bangkrut dan mereka harus putus sekolah?”

“aku kan masih bekerja?”

“Tidak bisa, kau fikir gampang untuk membayar semua hutangku”

“lantas kau sudah memberitahu mereka tentang semua ini?”

“sudah tapi hanya Jihmi yang tahu. Dan kabarnya calon suami Minji juga bersekolah disana”

“apa maksudmu? Maksudnya dia juga SMA?”

“iya, lantas untuk apa mereka memerlukan Minji jika calon suaminya itu punya kekasih” eomma terdiam

“nanti mereka akan segera bertunangan 1 bulan lagi, dan kau tahu aku sangat takut jika.. jika Minji tak kuat dengan lelaki itu”

“kenapa kau bisa bilang begitu?” tanya eomma dengan mata sayunya

“aku dengar calon suami Minji itu orangnya sangat dingin dan juga kasar. Aku takut, jika Minji tak tahan dengannya”

“APA?! JIKA ANAKKU KENAPA- KENAPA KAU MAU TANGGUNG JAWAB?! LAGIPULA KENAPA KAU TAK CARI COLEGA LAIN SIH?!” tanya eomma dengan nada tinggi

“tidak ada, hanya keluarga Kim lah yang bisa membantu kita”

“siapa nama namja itu?”

“Kim Seok Jin” eomma menghela napas dan bangkit dari duduknya

“terserah lah apa katamu, aku tak bisa berbuat apa- apa”

Eomma segera pergi meninggalkan appa. Untuk mengambil tasnya, dan appa pun segera pergi meninggalkan eomma dengan jalan kaki. Sekarang ini mobil yang biasa dipakai oleh appa Minji tengah disita depkolektor. Karna hutang perusahaan yang menumpuk. Sedangkan Minji belum tahu apa- apa tentang mobil appanya, yang ia tahu mobil appanya tengah berada di bengkel. Eomma melihat punggung appanya yang pergi menjauh seraya tersenyum kecut dan kembali masuk.

 

***********************SKIP@ MINJI’S SCHOOL @*******************************

Minji Pov~

Aku heran dengan eonie, tumben dia mengajakku berangkat bersama. Tidak biasanya,  eonie jadi seperti ini. Ada sesuatu yang di sembunyikan eonie dariku. Tapi apa? Aku harap ini bukan pertanda buruk. Kini aku sudah berada disekolah, ia turun dari mobilnya akupun juga turun.

“eonie, kenapa masih disini? Kau tak ke kampus?” tanyaku padanya

“aku ingin melihat- lihat sekolahmu” jawabnya sambil celingukan. Dia mencari siapa?

“hei eonie, kau mencari siapa eoh?” dia kenapa sih. Aneh sekali. Ingin rasanya aku menggeretnya untuk keluar dari sekolahku. Astaga.

“hei, jika kau bertemu dengan namja tampan teman kolega ayah segera hubungi aku ne?” ucapnya sambil mengerling padaku

“apa maksudmu? Yak! Eonie.. eonie” teriakku tapi ia segera meninggalkanku” apa maksudnya? Teman? Teman colega? Membuatku frustasi saja. Kutendang kaleng yang ada dihadapanku.

PLUG!

Matilah aku.

“HEI KAU!!” teriaknya padaku. Aku pun segera berbalik dan meninggalkan tempatku, aku segera berlari dia pun segera mengejarku. Astaga bagaimana ini. Aku terus berlari dan berlari. Eh.. eh..

BRAK!

Aku menabrak seseorang dan badanku nyungsep (?) di ember sebelahnya, aw astaga. Bau sekali, pakaianku astaga. Basah dan kotor, huh aku mengutuk seseorang yang telah membuatku seperti ini.

“HAHAHAHAHA”

Yak! Bukannya dibantu malah ditertawakan laki- laki macam apa dia. Huh terkutuk kau.. KIM SEOK JIN? Namanya Kim Seok Jin? Bagus sekali namanya. Yak! Bukan saatnya mengomentari nama. Bagaimana ini?!

“yak! Bantulah aku bodoh!”

“BODOH? Kau bilang aku BODOH?! Dasar yeoja tidak tau diri, lihat gara- gara kau jidatku jadi merah?!” bentaknya padaku aku pun hanya merutukinya bagaimana bisa ia bilang seperti itu. Padahal aku yang paling dirugikan.

“aish! Baik- baik aku akan membantumu!” ucap namja menyebalkan itu, tunggu kulihat ia mengulurkan tangannya untukku. Akupun segera menggapai tangan lembutnya, tak sadar jin mundur kebelakang dan.. akupun terpeleset karna cairan pel yang tumpah dibawah kakiku. Astaga apa ini?! Jin menangkapku dan kami sempat eye-contact bersama. Aku memandang mata itu lama sekali, tersadar akan hal itu aku segera melepaskan gemgaman tanganku darinya.

KRING

Suara bel membuatku muak tapi ada untungnya juga sih. Aku bisa menghindar dari kutu rambut ini. Eh salah, kutukupret(?) maksudnya.

“heh bodoh, ini sudah bel. Kau tak ke kelas eoh?” tanyaku padanya dengan gugup.

“stop memanggilku bodoh, kau fikir kau pintar eoh? Aku dikelas 2-1, neo?”

“memang kau bodoh”

“apa katamu?!”

“ani, eh ngomong- ngomong. Itukan juga kelasku”

“apa? Aku sekelas denganmu? Tidak mungkin. Aku saja tak pernah melihatmu”

“heh, aku murid baru eoh”

“oh, pantas” kata jin sambil mengangguk- anggukan kepalanya seperti anak kecil.

“heh, kalian. Apa yang kalian lakukan disini!” kata sang petugas kebersihan, ia pun melihat sebuah ember yang tumpah

“yak! Kalian apakan pekerjaanku!”

“kabur” aku dan jin mengucapkan kalimat itu bersama dan mulai lari

“hei tunggu” petugas itu menaruh sebuah gagang pel di tangannya keatas dan mulai mengejarku, namun ia urungkan dan segera membereskan embernya

 

*************************************************************************
Mereka –Minji dan Jin- menghela nafas panjangnya di balik tembok sebelah kelasnya, Minji menatap Jin dengan lamat

“hei bodoh, kenapa kau melihatiku eoh?” tanya Jin disela- sela kesibukan (?) Minji melihatinya

“siapa yang melihatimu hah? Jangan terlalu pede kau!” bantah Minji, dan ia segera melihat bajunya yang masih basah. Sementara Jin, ia melihat kedalam kelas, gawat! Park saem sedang ada di kelas. Jika mereka ketahuan tidak ada dikelas saat pelajarannya, pasti mereka akan dihukum. Tidak hanya dihukum bahkan mereka akan mengalami penurunan poin.

“gawat!”

“kenapa Jin?” tanya Minji dengan khawatir. Yang ditanya hanya membulatkan matanya tak percaya.

“Park saem ada didalam, bagaimana ini?” Jin pun mulai kebingungan, bagaimana tidak ia yang  hidupnya selalu telat harus kembali berulah lagi, guru itu pernah bilang jika Jin terlambat ia akan mendapatkan hukuman, dan bukan hukuman lagi mungkin lebih dari itu. Dan sekarang ia berada dalam zona awas (kayak gunung aja -_-)

“park saem? Siapa itu?”

“ nanti saja aku jelaskan, oh ya., kau kan murid baru. Jika kau masuk kesana bersamaku, pasti kita tidak akan celaka” Minjipun mengangguk asal. Jin pun mendorong tubuh Minji untuk berjalan di depannya. Mereka mulai masuk kedalam kelas

“KIM SEOK JIN?!”

“i.. i .. iya saem” jawabnya dengan gugup

“SUDAH BERAPA KALI KAU BERULAH HAH?! KAU TAHU SUDAH LEBIH DARI 5 KALI KAU BERBUAT HAL YANG SAMA! DAN SEKARANG!”

“Yak! Saem, kau tunggu penjelasanku dulu! Tadi, aku menolongnya dia tersesat. Kau tahu kan dia murid baru!” bentak Jin. Saem pun cengo dengan jawaban Jin

“baiklah kali ini kau kumaafkan, duduk cepat. Dan kau, siapa namamu anak cantik?” dasar guru genit. Rutuk Jin dalam hati, memang Park saem jika melihat murid cantik saja, matanya langsung melotot. Begitulah pendapat murid yang lain.

“perkenalkan dirimu, tapi tunggu dulu. Kenapa pakaianmu basah dan kotor?”

DEG

‘matilah aku’

“ah, tadi aku terpeleset di depan toilet sekolah” saem seketika menghela nafas. Akupun begitu, hampir saja aku mati.

“anyeong haseyo naneun Han Minji imnida, bagapta” ucapnya seraya membungkuk

“baiklah Minji, kau boleh duduk ditempat duduk manapun. Atau kau mau duduk bersama saem didepan?” goda Park saem, sumpah Jin pun hampir mual dengan kelakuan Park saem. Minji hanya diam saja sambil melongo.

“hei Minji”

“oh ne saem, aku ingin duduk disebelah Jin”

‘APA?!’ Jin pun hampir saja mengutuknya.

“baiklah, silahkan duduk” saem pun tersenyum ke arah Minji

“Oke, saem pergi dulu, kalian jangan pernah keluar kelas. Sebentar lagi ada guru yang akan mengajar kalian lagi”

“baik Park songsaemnim” ucap seluruh murid bersamaan

“oh ya, Minji. Kau jangan membuat ulah lagi ne, cepat bersihkan bajumu. Kau murid baru yang nakal” Park saem pun segera meninggalkan kelas.

“ini semua gara- gara kau” ucapnya menbunjuk Jin.

“apa maksudmu eoh?”

“gara- gara kau bajuku basah eoh?!”

“memangnya aku peduli”

“lihat, jidatku yang memerah ini. Semua gara- gara kau” Minji dan Jin pun mengalihkan pandangan mereka.

^Batin Minji^

“sial sekali hidupku, bertemu dengan namja menyebalkan seperti itu, mana bajuku basah gara- gara ulahnya. Sial!”

^Batin Jin^

“haha, itulah pembalasan untukmu. Sial, sekarang aku harus menahan rasa sakit dikepalaku. Awas saja kau nanti. Kau telah mempermainkan seorang. KIM SEOK JIN. Lihat saja nanti”

 

To Be Continue @_@

Hai Hai maaf ya. ini FF pertama aku ^^ aku sengaja bikin FF ini karna lagi ngefans ama mereka (Bangtan) dan tergila- gila dengan lagu Jessica “THE ONE LIKE YOU” itu.. buat yang nunggu Yoongi sama Jungkook sabar ya, part 1 buat Jin dulu eote? ^^ oh ya, kalo pengen saranin tentang FF kirim aja ke twitter aku dan e-mail aku violaseptya9@gmail.com oke sekian ne J

About fanfictionside

just me

13 thoughts on “FF/ THE ONE I LIKE YOU/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. Ohhh mereka dua bakalan dijodohin ya? Sifat Jin disini bad boy ya thor?
    Oke kita liat next chapter🙂 ditunggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s