FF/ THE SECRET OF STUDENT/ BTS-bangtan/ pt. 6


Author: swooners

Tittle: The secret Of Student Pt-6

Genre: Comedy, Friendship, Family, School, Romance.

Rating:  SU pake BO

Cast:

-all member of BTS

-Kim Namjoo    (Apink)

-Bae Suzy         (Miss A)

-Kim Yumi        (OC)

-Kim Han Neul(OC)

-Lee Yewon      (OC)

Other cast:

-Heo Gayoon as  Gayoon ssaem (guru bahasa asing)

-Lee Gikwang  as  Gikwang ssaem (guru olahraga)

-Yong JunHyung as junhyung ssaem (guru matematika)

-Yang  Yoseob  as  Yoseob ssaem (guru kesenian)

Type: Chapter

Nb: haaaa sorry lama nge post T^T ada yang nungguin aku ga? Engga ya? Yaudah ga aku lanjut ffnya /?

 

Singkat cerita keadaan jin yang sebelumnya sangat dingin dan songong pada jimin dkk sekarang berubah menjadi 180 derajat membuat jimin, taehyung & yoongi binggung dengan perubahan sikapnya itu pada mereka

 

Sementara  itu ada siswi baru di kelas mereka yang berasal dari daegu dan langsung menjadi pusat perhatian baru di kelas, siapakah murid tersebut? Pada penasaran?  Engga ya? Emang sih author juga ga penasaran, yaudah deh tidur aja yuuk~ *gaaaaa!!

 

 

‘ada apa dengannya.’ Pikiran jimin mulai kacau setelah mendapati pesan dari adiknya, dia sudah memikirkan hal yang aneh-aneh, namjoon yang duduk di samping yoongi sadar dengan sikap jimin yang tiba-tiba bersikap panik, sepertinya jimin berusaha untuk menghubungi seseoranng.

“hei jimin ada apa denganmu?” tanya taehyung menyadari jimin.

“bisa antarkan aku pulang duluan?”

“hm? Jungkook kenapa?”

“dia mengirim pesan padaku dia bilang ‘hyung tolong aku’” jawab jimin panik membuat taehyung tak tega dan langsung memutar setiur mobilnya ke arah rumah jimin untuk memulangkan namja itu.

“hm baiklah.” Jawab taehyung singkat.

“tidak apa-apa kan?”

“ini darurat aku mengerti perasaanmu.” Ucap namjoon perhatian pada jimin.

“hei jimin sudah sampai.”

Jimin menoleh ke arah rumahnya yang sudah gelap gulita berbeda dengan rumah tetangganya yang begitu terang menderang bagai diisi oleh matahari membuat pikiran jimin semangkin kacau.

“hei turunlah pasti adikmu sangat membutuhkan pertolonganmu.”

“kalian tidak ikut membantuku?”

“aku sudah sangat lelah untuk bertarung hari ini, kau pikir aku super hero?” ucap taehyung.

“bukankah kita—“ belum selesai jimin melanjutkan kata-katanya namjoon langsung menendang jimin keluar mobil membuatnya terpental hingga terseret tepat di depan rumahnya.

“haaa kalian begitu sadis.” Keluh jimin sembari menundukan kepalanya karna sudah terpental oleh tendangan namjoon.

                             -Sementara di perjalanan menuju warnetnya namjoon-

Yoongi yang merasa tidak adalagi benda yang bisa menopang kepalanya karna jimin yang sudah turun duluan pun menjatuhkan badanya ke bangku mobil dan menaikan kakinya ke paha namjoon (yasalam anak pak lurah yang satu ini =_=)

“ampun deh tidur aja sombong gimana sadarnya yak =_=” keluh namjoon sambil melihat pasrah ke arah yoongi.

Suasana rumah mereka tampak gelap dan seram. Jimin membuka pelan pintu rumahnya takut-takut jika si penjahat menyadari ada yang masuk, jimin langsung melangkahkan kakinya menaiki anak tangga satu persatu dan berjalan ke arah kamar jungkook memastikan dia masih di dalam kamar. Namja itu berusaha membuka pintu kamar adiknya dengan pelan-pelan.

“hyung apa itu kau?” tanya jungkook yang hampir membuat jimin jantungan.

“i-i-iya ini aku, di-di-dimana penjahatnya?”

“penjahat apanya? Orang gaada yang jahatin aku kok.” Jawab jungkook sampil pundung di pojokan.

“ja-jadi ke-kenapa?” tanya jimin terbata-bata berusaha mendekati adiknya.

“ke-kecebongku ilang satu hyuuuuuung T^T”

“ngeeek.” Bengek jimin tiba-tiba kumat mendengar jawaban adiknya.

Tanpa basa basi Jimin langsung memasang smirknya dan memegang kerah baju adiknya lalu membuka kaca lebar-lebar.

“hm? Kau mengirim ku pesan dan berhasil membuatku panik hanya karna kecebongmu hilang satu? Kau ini.”

“hyu-hyung kau tau kan a-a-aku takut gelap mangkanya a-a-aku sms kau, lampu dirumah padam tiba-tiba.”

“kenapa hanya rumah kita yang gelap huh?”

“yakan yang lain pake ganset.”

“oiya.”

“ho’oh hyung, hyung lepasin tanganmu.”

*GEDEBUUUUK*

Terdengar suara hentakan sesuatu yang jatuh ketanah ternyata Jungkook yang sudah terpental ke aspal jalan akibat tendangan jimin yang amat cetar.

“namjoon udah sampe nih.” Taehyung langsung menyadarkan namjoon.

“terus bagaimana dengan yoongi dan temanmu ini?”

“titip dulu di warnetmu, lagian kau kan tidak tinggal sendiri disini, ayolah bantu aku.”

“kalau yoongi sih gue gamasalah men tapi temen lo yang atu ini gimanaa?”

“besok pagi-pagi aku akan menjemputnya kesini aku janji.” Jawab taehyung meyakinkan namjoon, dengan berat hati namjoon meng-ho’ohkan permintaan taehyung.

“baiklah tapi kau janji besok pagi harus menjemputnya.”

Mobil taehyung berhenti tepat di warnet milik namjoon, namja itu langsung bergegas. Dan menidurkan mereka di bilik net yang ada di warnet namjoon.

“baiklah sampai jumpa besok namjoon.” kata taehyung sambil melambai ke arah namjoon dan langsung menjalankan mobilnya.

Ayam pun mulai berkokok dengan merdunya tanda pagi sudah datang kembali, matahari menyinari semua perasaan cinta tapi mengapa hanya aku yang dimarahi, kalau begini jungkookpun jadi sibuk berusaha membangunkan hyungnya. (ekhem kenapa jadi nyanyi soundtrack shinchan coba -_-“ *si author mulai sarap)

“hyuuuung!! Hyuung!!” teriak jungkook dari luar kamar dan masih terus menggedur pintu kamar jimin kuat.

“aish…” jimin langsung melanjutkan tidurnya.

*GUBRAAAAK*

Pintu kamar jimin pun berhasil di dobrak oleh jungkook dengan kaki kosongnya(?) dan langsung berlari ke arah jimin dan menimpah hyungnya yang masih sibuk dengan mimpinya itu.

*GEDEBUK*

“aaakh…. berathhh sekaliiihhh.” Jimin langsung berusaha mengangkat tubuhnya yang di timpah oleh jungkook.

“bangooon woooooii udah pagiiii saatnya sekulaaaaaah.” Teriak jungkook di telinga jimin yang nyaris membuat jimin tuli.

“wadooooh lu bangkit dulu kampret, gimana gue bisa bangun kalau lo nimpah gue?”

Jungkook langsung beranjak dari aksi timpah menimpahnya itu dan tetap membangunkan hyungnya lalu menggeretnya kekamar mandi, sementara jimin mandi jungkook langsung turun kedapur untuk menyiapkan sarapan (adik yang baik ya sesuai mukanya yang kalem tapi hobinya bikin merinding disko =_= ngumpulin kecebong *di giles A.R.M.Y*)

Jam sudah menunjukan pukul enam pagi entah apa yang berhasil membangunkan namja bernama jin itu, dengan herannya ia melihat sekeliling ruangan yang ia dapati saat terbangun dari tidurnya sembari berusaha mengingat-ingat kejadian yang sudah terjadi padanya.

“kau sudah bangun? Baru saja aku mau membangunkan kalian.”

“hm kalian? Emang ada lagi selain aku?”

“temanmu yoongi.” Jawab namjoon sambil menunjuk bilik sebelah.

“huh? Yoongi? A-ak-aku dimana sekarang?” tanya jin gelagapan pada namjoon.

“oh kau ada di warnetku, sebentar lagi taehyung akan datang menjemputmu.”

Jin beranjak dari duduknya dan langsung berdiri tiba-tiba saja ia merasa pening membuatnya hampir jatuh dan merasa perih pada bagian perut dan pipinya yang sudah di tutupi kapas.

“aishh sakit sekali.”

“hei tenanglah, duduk saja dulu aku bukan orang jahat.” Ucap namjoon pada jin, namja itu langsung mengikuti perintah namjoon.

“akan kubuatkan kau teh hangat biar kau merasa mendingan.” Namjoon langsung berjalan ke arah dapurnya untuk membuatkan teh hangat.

Skarang namja itu sedang melihat sekeliling ruangan warnet namjoon yang di hiasi balon warna warni berbeda dengan warnet pada umumnya yang auranya begitu suram sedangkan warnet namjoon berwara biru langit juga ada poster hello kitty membuat jin menahan tawa melihatnya.

“warnet namjoon lopek lopek.” Gumam jin membaca spanduk yang tertempel didinding warnet namjoon.

Sekarang Jin kembali berusaha untuk berdiri ia langsung berjalan mengitari isi warnet mencari tau apa isinya karna baru kali ini dia masuk kedalam warnet yang tidak begitu suram seperti yang ada dalam pikirannya. Jin terus berjalan hingga langkahnya terhenti di meja kasir yang dekat dengan pintu keluar yang terbuat dari kaca.

“inikan.” Jin langsung menggambil sebingkai foto yang disitu yang terpampang wajah namjoon bersama taehyung, jin dan yoongi.

“hei kau sudah bisa berjalan? Duduklah disitu, tehnya sudah ku siapkan, maaf aku tidak bisa menyuguhkan kau roti kering soalnya aku belum ada belanja bulan ini. Lagipula nasi uduk langganan ku juga belum buka.” Jelas namjoon panjang lebar dan menunjuk warung nasi uduk di depan warnetnya seketika membuat jin membulatkan matanya karna di samping warung nasi uduk itu adalah rumahnya.

“hei siapa namamu?”

“kim nam joon.” Jawab namjoon pada jin.

“seperti nama adikku haha.”

“emangnya nama adikmu siapa?”

“kim nam joo.”

“OHOOOOOK.” Tiba-tiba saja namjoo keselek roti yang ia makan.

“namjoo berhati-hatilah makannya.” Ucap bibi tua salah satu pekerja di rumah mereka sambil memukul pelan punggung gadis manis yang sedang asik menikmati sarapannya.

“iya bi.” Jawab namjoo seadanya pada wanita tua itu.

Jin menenguk teh buatan namjoon sambil setengah mati menahan rasa  luka yang amat perih di pinggir bibirnya yang sudah di obati namjoon saat jin masih tertidur.

“namjoon-ssi gomawo, aku pulang ya, bilang pada taehyung tidak usah menjemputku.” Teriaknya dari sebrang jalan, namjoon hanya mengho’oh-kan kata jin sembari memperhatikannya masuk kerumah yang mana.

Seketika namjoon mengangakan mulutnya ketika melihat jin masuk kedalam rumah yang begitu mewah di samping warung nasi uduk langganannya, namjoon baru sadar kalau teman sekolahannya taehyung anak tajir semua terkecuali jimin dan yang masih mendengkur di warnetnya itu.

“min yoongi!!” panggil yoseob ssaem.

“MIN YOONGI!!”

*GEDEBUK*

Yoseob ssaem mencoba sabar untuk membangunkan yoongi yang tertidur saat jam pelajarannya yang berlangsung membuatnya terpaksa membantingkan pianika milik yoongi yang terletak diatas meja milik namja itu.

“HA?” sadar yoongi masih setengah sadar dan tetap memasang wajah gantuknya.

*tok tok*

Terdengar ketukan pelan dari balik pintu kelas yang masih terdengar jelas oleh seisi ruangan, yoseob ssaem pun membukakan pintu kelas membuat yoongi melanjutkan aksi tidurnya lagi, taehyung yang duduk tepat di belakang yoongi mulai tak sabar melihat tingkah temannya dan langsung mencubit lengan yoongi dengan pelan.

“aaww, sakit!!” ringis yoongi sambil mengusap lengannya yang terasa sakit.

“baik anak-anak kita punya murid baru dari daegu ibu mohon kalian bisa berbaur dengannya ya, terimakasih yoseob ssaem, mohon bantuannya.” Ucap gayoon ssaem dengan lembutnya sambil mempersilahkan seorang murid perempuan untuk masuk kedalam kelas mereka dengan kepala yang sedikit menunduk.

“silahkan perkenalkan dirimu.”

Gadis itu mengangkat kepalanya menunjukan paras manisnya yang membuat siswa di kelas mereka mabuk kepalang melihat bidadari yang sedang berdiri di depan kelas dengan kulit putih yang mulus serta rambut pendek sebahu sedikit kecoklatan dengan jepit pinta yang sedikit  menjepit poni-nya dan senyumnya yang mampu menghanyutkan hati lelaki manapun terkecuali yoongi yang hanya melihat gadis itu dengan tatapan datar miliknya​ (ga selera perempuan kali ni orang #plaaaak)

“annyeong, namaku Kim yumi aku berasal dari daegu, aku disini hanya tinggal bersama paman dan bibiku.”

“dimana orang tuamu yumi?” tanya salah satu siswa padanya.

“ah, mereka di daegu bekerja agar dapat menyekolahkanku.”

“kau berapa bersaudara?”

“aku hanya punya 1 saudara dan dia juga perempuan, nama saudaraku kim ha neul dia di daegu bersama orangtua ku”

“Berapa nomor hp mu dan apa nama twitter, facebook dan instagram juga id line dan apapun tentangmu?” tanya seorang siswa lagi padanya.

“sudah sudah ini sekolah atau ajang pencarian jodoh?!” bentak yoseob ssaem pada muridnya yang mulai kepo.

“baiklah kim yumi duduklah di samping yoongi.”

“ne ssaem.” yumi langsung membungkukan tubuhnya dan berjalan ke arah banggku yoongi.

“maaf disini ada orangnya.” Ucap yoongi sentak membuat yumi, taehyung dan hoseok langsung memicingkan mata ke arah yoongi.

“hm? Tapi….kan…” tanya yumi terbata-bata, yoongi langsung mengangkat kandang marmutnya ke atas tempat duduk.

“sstt.” Panggil hoseok pada yumi yang duduk tepat di samping yoongi.

“aku?” yumi menunjuk dirinya karna merasa terpanggil oleh hoseok.

“ya kau, duduk disinilah.” Ajak hoseok pada yumi, yeoja menerima ajakan hoseok dan langsung duduk di sebelah hoseok.

“sebenarnya bangku yang kau duduki sekarang itu ada orangnya hm tapi hari ini dia tidak datang, buat sementara selagi dia belum datang duduk saja disini sampai hati namja di sebrang itu luluh.” Ucap hoseok sambil menujuk yoongi dengan matanya.

“kurasa dia tidak akan pernah luluh.” Pekik yumi, hoseok hanya mendenguskan nafasnya tanpa membalas kata-kata yeoja itu.

“kau duduk bersama seorang gadis?” tanya yumi kembali pada hoseok.

“ya!! Namanya lee yewon!!” jawab hoseok semangat.

“apa kau menyukai gadis itu? Hingga semangat menjawab pertanyaanku tentangnya haha.” Tanya yumi kembali sambil tertawa kecil pada hoseok.

“haha tidak, aku hanya menyukainya saat ia teliti dengan rumus yang sedang ia kerjakan.” Jawab hoseok dengan wajah yang mulai memerah tanpa sadarnya.

Yoongi hanya menatap sinis pada gadis itu bukan karna cemburu, tidak tau apa penyebab namja itu tak menyukai murid baru itu.

“kau yakin tidak menyukainya? Tapi wajahmu memerah.” Yumi menekankan pertanyaanya membuat hoseok binggung harus menjawab apa.

“a-a-aku hanya—“ jawab hosok tebata-bata dan terputus karna yoongi melemparkan secarik kertas padanya, hoseok langsung menatap ke arah yoongi.

“hei cupu diamlah, kalau kau mau pacaran di luar saja.” Ucap yoongi pada hoseok.

“dia itu…” yunwo langsung memasang tatapan sinisnya pada yoongi.

“ehehe tidak apa-apa, aku punya utang budi padanya.”

“walaupun kau punya utang budi padanya tapi kau jangan mau terlihat lemah seperti itu.” Kata yumi sambil memukul pelan bahu hoseok dan melempar kembali kertas yang di lempar yoongi membuat terjadi sedikit kerusuhan di belakang.

“yaak!! Kau!!” teriak yoseob ssaem pada yoongi sambil melemparkan spidolnya yang hampir membentur jidat namja itu.

“APPO!! SSAEM!!” ringis yoongi pada yoseob ssaem membuat yumi senyum penuh kemenangan melihat yoongi disiksa.

*KRIIIIIIIIING*

Bel istirahat pun berbunyi membuat semua murid berhamburan keluar kelas, sementara yumi harus di panggil ke kantor administrasi untuk mengurusi segala surat-surat pindahannya dan baju seragamnya membuatnya harus menunda makan siangnya padahal eomma sudah berpesan untuk jangan lupa sarapan, makan siang juga makan malam karna yumi mengidap penyakit maag. Namun kali ini yumi tak mengikuti pesan eomma karna masih sibuk mengurusi urusan sekolahnya.

Sedangkan taehyun, jimin dan yoongi duduk di bangku kantin sambil mengunyah beng-beng dan yupi jajanan sehari-hari.

“kenapa kau begitu ketus dengan murid baru tadi?” tanya taehyung pada yoongi.

“gatau, ah sudah lah..” Jawab yoongi malas. Tiba-tiba ada sesuatu menepuk bahu yoongi.

“ha? Kim seok jin?” gumam namja-namja itu saat melihat seseorang yang tengah memukul bahu yoongi dengan pelan.

“kalian tidak ganti baju olah raga? Sebentar lagi ada jam olah raga gikwang ssaem tak suka menunggu, ayolah ganti dari sekarang.” Ucap jin mengingatkan teman-temannya.

“ha kau pasti hanya pura-pura baik saja, apa yang sedang kau rencanakan huh?” tanya yoongi ketus pada jin yang tiba-tiba berubah derastis itu.

“hei aku baik itu tulus, lagian tanpa kalian semalam aku pasti sudah mati, btw thanks ya.” Jawabnya sembari mengeluarkan senyum manis milik jin yang tidak pernah di keluarkannya untuk mereka.

Yoongi dkk hanya mengangakan mulutnya melihat jin tiba-tiba menjadi baik pada mereka membuat namja-namja itu tertegun dengan sikap jin sampe-sampe jimin lupa nelen yupinya. Jin pun pergi meninggalkan mereka untuk langsung kelapangan, yoongi dkk terus memperhatikan punggung jin yang sekarang sudah tidak kelihatan lagi karna sudah berjalan terlalu jauh.

“yung jadi gimana tadi pagi?” tanya jimin memecah keheningan di antara mereka.

“apanya tadi pagi?” balas tanya taehyung pada jimin yang tak menggerti apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu.

“namjoon sms lo bilang gausah datang warnetnya—“

“oooooh itu.” Jawab taehyung sambil ber oh ria membuat jimimn dan yoongi penasaran.

“iya gimana?”

“ke…po lo wkwkw.”

“nyeeeeh.”  Yoongi langsung melempar bungkus beng-beng ke taehyung namun namnja itu berhasil menghindarinya membuat yoongi geram dengan sikap temannya tersebut.

“baiklah jangan esmosi dulu, jadi tadi pagi namjoon menelfonku.” Kata taehyung sambil berbisik.

 

Flashback

 

Drrrrtt

Hp taehyung terus bergetar namun taehyung tetap menghiraukan hp yang  dikiranya itu adalah ulah jahil jimin karna taehyung suka sekali mendapat telfon iseng seperti itu dari jimin pada saat pertama kali jimin diberikan hp, namun hp itu terus bergetar membuat taehyung mau tak mau memeriksa hpnya.

 

“namjoon.” taehyung langsung shock saat menerima telfon dari namjoon pagi-pagi, buru-buru taehyung mengangkat telfon tersebut.

 

“ne hyung?”

 

“temanmu jin sudah pulang tadi pagi, jadi kau tidak usah repot-repot kesini.” Kata namjoon dari balik telfon membuat taehyung bersyukur tapi masih bingung dengan apa jin pulang kan mobilnya masih di parkiran club malam.

 

“ha? Dia pulang naik apa hyung?”

 

“jalan kaki yung, rumahnya di depan warnet gue ternyata broh, rumah yang gede itu lo tau kan yung, gila bapaknya kerja apaan ya.” Jawab namjoon karna terpukau-pukau, taehyung sudah maklum dengan namjoon yang begitu norak kalau melihat rumah gede maklum gapuya(?)

 

“oh iyadeh, jadi yoongi gimana?”

 

“oh si yoongi, udah ngacir pulang dia sama motor mio-nya.”

 

“baiklah hyung aku mau mandi dulu.” Taehyung langsung menutup telponnya

 

Flashback end

“sampe sekarang gue masih terotak.” Ucap taehyung.

“terotak kenapa lo?”

“kalau rumahnya di depan warnet namjoon berarti jin… dan namjoo?”

“ha? Gue ga ngerti.” Celetus yoongi karna tidak mengerti apa yang sedang taehyung bicarakan yaiyalah waktu malam itu kan yoongi sedang sibuk nge date sama paprika  marmut ijo unyu-unyu miliknya.

“ah susah di jelaskan kalau kau tak ada di tkp waktu itu.” Balas jimin.

“hmm… jangan-jangan namjoo dan jin.”

“saudara?!” serentak jimin dan taehyung sementara yoongi hanya menatap miris pada kedua temannya itu. (yang seharusnya miris itu jimin dan taehyung karna yang yoongi gatau apa-apa, author gaje *lempar laptop*)

“kim yumi.” panggil salah satu pekerja administrasi sekolah.

“ini baju sekolahmu dan baju olahragamu, ini juga baju khusus setiap hari sabtu tapi bukan berarti kau harus memakainya sekarang, oiya dan ini kunci loker mu.” ucap wanita –pengurus administrasi sekolah- tersebut sambil memberinya baju yang masih berbungkus plastik dan kunci loker bertuliskan identitas yumi.

“apa hari pertamamu menyenangkan di kelas? Percayalah murid disini ramah semua kok kau pasti tak sulit untuk bersosialisasi.” Ucap nya lagi sembari sibuk mengetik keyboard komputer miliknya.

“baik ssaem semuanya baik padaku.” Jawab yumi sambil tersenyum dan seketika yeoja itu teringat tentang prilaku yoongi padanya tadi pagi.

“yumi!” sadar wanita tersebut pada yumi.

“hm? Iya ssaem?”

“habis istirahat kau ada jam olah raga kan?”

“hm bagaimana ssaem bisa tau?”

“tadi gayoon ssaem yang menyuruhku untuk memberikanmu baju olah raga, soalnya semua guru dan murid disini sudah tau kalau gikwang ssaem itu menyeramkan, dia tak menerima setiap alasan apapun termasuk murid baru sekalipun.”

“ne gomawo ssaem.” yumi langsung membungkukan tubuhnya lalu berjalan keluar sambil membawa bajunya pergi meninggalkan ruang administrasi dan terburu-buru berlari mencari lokernya untuk meletakkan baju-bajunya juga bersiap mengganti pakaian karna satu alasan yaitu ‘takut dimarahi’.

yumi langsung bergegas lari ke toilet untuk mengganti baju olahraganya secara tak sengaja ia menyenggol seorang gadis yang tengah berjalan. Ya suzy yang notabene adalah kembang desa di sekolah membuat yumi semangkin binggung karna ia tak mungkin pergi meninggalkan gadis yang sudah terduduk di lantai karna aksi buru-burunya itu.

“ah maaf aku terburu-buru aku sangat minta maaf.” Yumi langsung membantu gadis yang tak sengaja bersenggolan dengannya untuk berdiri.

“ah tidak apa-apa, aku mengerti, kau pasti terburu-buru karna ada pelajaran olah raga kan? haha, yasudah cepat ganti bajumu sana sebelum guru kekar yang bogel itu memarahi-mu bila kau terlambat kelapangan.” Ucap gadis itu sembari menunjuk baju olahraga milik yumi yang sedang di pegangnya.

“OHOOOOOK!!” tiba-tiba gikwang ssaem keselek barbel, membuat hyosung ssaem panik dengan keadaan kekasihnya itu.

“ah chagiya berhati-hatilah menelan makanan-mu, ini barbel juga ikut ditelen, giman sih.” Ucap hyosung ssaem pada kekasihnya itu sambil mengelus punggung gikwang ssaem.

yumi pun selesai mengganti pakaiannya dan langsung menyimpan seragam sekolahnya di loker lalu menyelipkan kuncinya di kantongnya dan bergegas turun kelapangan sebelum dia dimarahi dan diberi hukuman oleh guru kekar itu yan di sebut-sebut killer itu membuat yumi merinding membayangkannya jika ia harus dihukum pada hari pertama disekolahnya tersebut.

“baiklah anak-anak kita akan lomba lari estafet satu regu aku minta 6 orang terdiri dari 3 perempuan dan 3 laki-laki namun harus ada kelompok dengan 1 perempuan dan 5 laki-laki karna kelas kalian kekurangan yeoja, kelompoknya akan kubagi.” Ucap gikwang ssaem sambil membaca absen.

yumi’s pov

Semua murid sedang duduk di pinggir lapangan sembari menunggu giliran pembagian kelompok, sedangkan aku masih terus memohon agar tidak sekelompok dengan yoongi yang sudah membuatku badmood tadi pagi soal bangku lalu sesekali aku melihat kearahnya yang ternyata sedang asik tertawa dengan temannya.

“kim yumi.” secara tiba-tiba gikwang ssaem menyebut namaku. Dengan reflek aku memutar arah badanku ke arahnya.

“ya tinggal kalian, baiklah kalian kelompok terakhir, ini tongkat kalian, terserah kalian mau bagaimana formasinya.” Ucap gikwang ssaem sembari memberi stick nya pada namja bernama jin itu, sementara aku hanya mendengus lesu saat melihat harus satu regu dengan yoongi namja yang ngomongnya suka ceplas ceplos.

“ayo kumpul kesini.” Panggil jin pada kami, akupun segera melangkahkan kakiku ke arahnya dengan lemas.

“arghhh..” tiba-tiba saja perutku terasa sakit dan menyebabkan kontak pada kepalaku membuatnya menjadi pusing.

“yumi-ya! kau tidak apa-apa kan?” tanya taehyung khawatir padaku.

“ah nde gwenchanayo.” Ucapku parau menahan rasa sakit namun masih berusaha menyembunyikan rasa sakitnya agar tak terlihat lemah walaupun sebenarnya tidak ada masalah sih. tapikan ini hari pertamaku disekolah ini yak aku pasti bisa aku harus semangat!!

“HARUS SEMANGAT  KITA  HARUS  SEMANGAT!!” teriakku tiba-tiba layaknya ketua reformasi dengan semangat 45 membuat semuanya menatap aneh padaku termasuk namja yang sinis pada hari pertamaku di sekolah ini yak itu min yoongi.

“tali pinggang gue weh main sabet sabet aja.” Jimin langsung menarik tali pinggang yang terikat dikepala nara.

“cih! dasar gila.” Pekik yoongi pelan namum masih bisa terdengar olehku.

“kau beneran tidak apa-apa kan?” tanya jimin memastikan keadaanku.

“aku tidak apa-apa.” Ucapku yang masih terus menahan rasa perih lambungku sambil terus tersenyum, membuat mereka sedikit percaya padaku.

Permainanpun segera dimulai mereka menyuruhku berdiri di garis start untuk berjaga-jaga kalaupun aku tak sanggup lagi setidaknya orang yang di depankku harus bersuaha lari lebih cepat tapi orang yang di depanku membuatku semangkin lemas yak min yoongi yang tengah berdiri dengan angkuhnya di garis kedua.

“SIAP!! SEDIA 1…..” aku langsung memasang aba-aba saat gikwang ssaem mulai menghitung

“2…….3…..”

*PRIIIIIIIIIT*

Suara peluit begitu keras berbunyi di telingaku, sementara aku masih berusaha menahan rasa perih pada lambungku sambil terus berusaha lari ke arah yoongi untuk  memberikannya stick ini padanya, namun tiba-tiba saja kepalaku semangkin terasa berat dan membuatku tidak  merasakan apa-apalagi dan hanya terdengar beberapa suara siswa dan gikwang ssaem memanggil namaku.

Author’s pov

“aish lama sekali dia lari, keseringan nelen bekicot sih.” Keluh yoongi yang masih melihat yumi berusaha lari ke arahnya.

“ah sial kenapa seperti ini bisa-bisanya tali sepauku lepas, dasar.” Yoongi langsung jongkok dan mengikat tali sepatunya.

“YOONGI-YAA!!!” teriak seorang yeoja menyadarkan yoongi, namja yang merasa terpanggil itu langsung menoleh ke arah sumber suara.

*BRUUUK*

Bukan malah berhasil memberikan stik itu pada yoongi malah yumi yang tiba-tiba terjatuh di tangan yoongi untung saja yoongi langsung menahan tubuhnya agar gadis itu tidak jatuh ke tanah, yumi hanya menatap samar ke arah yoongi karna merasa pandangannya sudah di penuhi oleh beribu kunang-kunang.

5 detik

10 detik

Hingga 1 menit

Yoongi masih menatap mata yumi sedangkan yeoja itu memasang wajah datarnya melihat yoongi karna tidak mampu melihat jelas lagi,  yoongi pun tersadar dengan apa yang sedang dilakukannya dan langsung melemparkan yumi ke sembarang tempat.

*GEDEBUK*

yumi berhasil jatuh di atas aspal yang dipenuhi batuan krikil membuat lututnya terasa sakit dan nyerih namun sudah tidak bisa dirasa lagi olehnya karna ia sudah tidak menyadarkan diri lagi.

“aish sebentar lagi bakal ada adegan film india disini.” Pekik jimin sendiri sambil mentap datar ke arah dua sejoli yang masih di tengah lapangan itu.

“humko hamise curalo~” tiba-tiba taehyung menyanyikan lagu india di kuping jimin.

“elah lagu lo, kampret amat yung.” Jimin langsung melempar taehyung dengan sepatunya.

“wkwk kaga kena weeek.” Taehyung-pun segera menghindar dari serangan sepatu jimin yang lecek itu.

“aduh… aw…” keluh yumi yang tiba-tiba sadar dan merasa kesakitan, membuat yoongi sedikit meluluhkan hatinya pada gadis itu.

Yumi terus mencoba berdiri dengan kaki yang terluka dan mata yang masih berkunang sembari terus berusaha berjalan menuju koridor sekolah untuk ke uks, gadis itu pun semangkin merasakan pusing yang amat hebat yang susah untuk dikendalikannya dan membuatnya harus terjatuh lagi di tengah lapangan, gikwang ssaem yang melihatnya langsung gelagapan dan panik sambil terus mencari siswa untuk membantu yumi, matanya langsung menuju ke arah yoongi yang masih berlutut di tengah lapangan dengan jarak yang cukup dekat dengan yumi, lalu segera menyuruh namja itu untuk membopong yumi ke UKS.

“yoongi bawa yumi ke UKS!!”

Padahal semua siswa sudah berebut untuk bersedia membopong yumi ke uks namun gikwang ssaem reflek menyuruh yoongi, dengan berat hati namja itu membopong gadis yang sudah setengah sadar itu ke uks. Membuat para siswa yang sekelas dengan mereka mengikuti dari belakang tak terkecuali teman seperjuangan yoongi yang juga ikut di belakang.

“aseeek ntar lagi yoongi normal.”  Kata jimin sambil menyenggol pantat taehyung dengan pantatnya.

“emang selama ini yoongi tidak normal?” tanya hoseok polos.

“kau liat saja setiap hari mainannya marmut, sekarang liat noh wkwk.” Balas jimin sambil menunjuk ke arah yoongi, sedangkan taehyung masih sibuk menyanyikan lirik lagu indianya.

Kaca UKS  sekarang sudah dipenuhi oleh para siswa, karna di UKS tidak di perbolehkan masuk beramai-ramai dikira mall kali boleh masuk ramai-ramai masuk ke uks dasar siswa sebleng(?) sedangkan taehyung, jimin dan hoseok juga jin sedang menyemangati yoongi dari luar sambil mengibarkan banner yang ntah kapan dan  tiba-tiba udah ada. ini sungguh ajaib(?) “YOONGI  SEMANGAT!!” “YOONGI  PASTI  BISA!!!” “YOONGI  WI  LOP  YU!!!!” hanya banner hoseok lah yang membuat yoongi benar-benar takjub dan hampir pingsan membacanya. “TURUNKAN  HARGA YOONGI!!!” (dikira demo bbm kali yak dasar hoseok. –)a)

“eeeekhhh.” Seketika asma yoongi kumat saat melihat banner milik hoseok. Jin, jimin dan taehyung pun melirik banner milik hoseok dan langsung tercengang membaca tulisannya.

“wow.” Gumam taehyung, jin dan jimin terpukau saat melihat banner milik hoseok.

“kenapa? Ada yang salah?” tanya hoseok heran.

“tidak!! Ayo lanjutkan, go yoongi go yoongi go yoongi go!!.” Teman-teman yoongi langsung menyemangati yoongi.

Yoongi masih tertegun melihat banner milik teman-temannya dan tak menyadari yumi yang masih ia bopong di samping tempat tidur, gadis itu pun mulai sadar kembali dan mulai mengerjapkan kedua matanya dan merasa seperti melayang(?) sambil terus memandangi lantai UKS yang masih begitu asing baginya.

“akh…” keluh yumi membuat yoongi tersadar dan langsung memegang tubuh yumi untuk membantu gadis itu merebahkan tubuhnya di tempat tidur.

“AAAAAAAAAAA.” Teriak yumi sembari berusaha menjauhkan tubuhnya dari yoongi dan membuat yumi reflek menarik baju yoongi karna kepalanya  –yumi- masih terasa sangat berat dan hampir jatuh dan membuat mereka terjatuh bersama-sama diatas tempat tidur UKS.

“AAAAAAAAA.” Keduanya saling teriak histeris saat mendapati wajah masing-masing dan tidak kalah dengan jeritan para siswa yang sedang menemplokan wajahnya di jendela uks karna merasa patah hati(?) sementara jimin dkk yang terdiri dari hoseok, jin dan teahyung pun ikut berteriak dengan antusias karna teman mereka terlibat konspirasi lopelope(?) membuat perawat UKS yang  berada di kantor guru yang letaknya bersebrangan. dengan uks langsung terburu-buru untuk keluar kantor guru dan bergegas masuk kedalam UKS karna melihat segelintir  para siswa yang menjerit begitu histeris di luar UKS.

Jimin dkk langsung menemplokan wajah mereka di pintu uks yang terbuat dari kaca dan tidak mau meninggalkan sedetikpun adegan romantis itu, membuat mereka senyamsenyum sendiri melihat yoongi dan yumi di dalam UKS, beda dengan perawat UKS yang udah mulai kepo setengah mampus, karna tak bisa masuk karna jimin dkk menghalangi pintu UKS, sedangkan jendela sudah di penuhi para siswa yang sudah menangis melihat adegan yoongi dan yumi, membuat perawat UKS kepo menjadi-jadi.

“lepaskan aku!!!” bentak yumi pada yoongi yang tak sadar masih terus menggengam baju yoongi.

“bodoh! Bagaimana aku bisa berdiri kalau kau menahan bajuku seperti ini!!.” Balas yoongi pada yumi.

“hei kalian, minggirlah sedikit aku mau masuk.” Ucap perawat uks pada jimin dkk yang masih nemplok di pintu uks, namun jimin dkk hanya menyingkir sedikit menyisakan engkol pintu untuk perawat itu masuk, wanita –perawat- itu langsung menekan engkol pintu lalu membuka pintu uks yang masih di templok oleh 4 namja gila disitu sambil cengengesan(?) tidak tau apa yang sudah mereka pikirkan dan bayangkan tentang yoongi dan yumi.

Perawat uks langsung shock dan membulatkan matanya saat melihat posisi yoongi yang sedikit mengimpit tubuh yumi di tempat tidur uks membuatnya mengangakan mulunya.

“KALIAAAN—“

“suster, ini tidak seperti yang kau—“ ucap mereka yang masih saling menimpah di samping tempat tidur itu.

TBC

Haft fyuuuh akhirnya chapt ini selesai juga~ maaf lama di post soalnya akunya lagi sibuk intensif. Makasih buat semuanyaaaaa!!!

Oh iya maaf belum dapet feel ya? Mangkanya kasih comment

Oiya yang mau follow-followan oke bisa follow aku @anggitahidy

RCL tetap dibuthkan okeeeeee *winkeu*

 

About fanfictionside

just me

4 thoughts on “FF/ THE SECRET OF STUDENT/ BTS-bangtan/ pt. 6

  1. Kakgik ffnya bagus loh ditunggu ya kelanjutan ceritanya,serius ffnya buat ngakak habissssss,suka banget pake bingitsssss sama ff buatan kakgik❤
    Ditunggu ya part selanjutnyaaa,ahh menurutku adegan ssaem gikwang sama hyosungnya sedikit menyebalkan:)
    Hwaitingg kakgikkkkk❤❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s