FF oneshot/ SATELLITE/ BTS-BANGTAN


Cast : Han Yuna [OC], Jung Hoseok, Min Yoongi, Ahn Lena

Blzp725CUAA_CF1.jpg large

Aku berjalan pelan ditrotoar sore itu. Ah~ badanku capek sekali, terlalu banyak kegiatan akhir-akhir ini dan aku juga lapar. Aku kemudian berbelok memasuki sebuah jalan yang banyak café dan warung makan. Tentu saja aku tidak akan memilih café, kantong sedang sangat kering.

Aku sampai ke jalan itu.Suasana musim semi yang mulai datang menggantikan musim dingin yang serba putih membuatku tersenyum.Banyak bunga sakura yang bermunculan. Ah~ weekend besok aku akan mengajak Hoseokie jalan-jalan ah~

Aku berjalan dengan santai kemudian masuk ke sebuah warung makan yang cukup ramai.Setelah memesan, aku kemudian duduk menunggu makanan sambil mengeluarkan handphoneku. Seperti biasa aku mengecek pesan atau apapun itu, dan..

“Eh?? Besok weekend anniversary kita!! 1 tahun anniversary.Astaga~ astaga aku baru ingat~”, kataku, bersemangat.

Uhm, kalau begitu, weekend besok aku harus memikirkan kemana tempat yang harus aku datangi, mungkin aku akan mempersiapkan hadiah juga? Uhm~ joha~

Trrinng~ sebuah notifikasi masuk.Aku memandang wajah di display handphoneku. Dan sebuah nama. Dan aku sedikit tersentak.Aku tersenyum masam, kemudian tertawa satire, menertawakan diriku sendiri sambil memandang foto di display handphone yang sedang melakukan panggilan sekarang ini.

Aku menghela nafas lalu mengangkatnya, “Nee, Yoongi-ah~”, jawabku.

“Nuna sedang dimana?Aku cari ke jurusan tidak ada”, kata Yoongi diseberang.

“Ah, aku sudah pulang, baru saja. Ada apa, Yoongi-ah?”, tanyaku.

“Ani~ aku ingin pulang bareng nuna~ sekarang nuna sudah jauh?apa sudah di apartement?”, tanyanya, dengan suara sok imut.

Aku tersenyum, “Aniya~ aku masih di warung makan di daerah dekat kampus.Kalau kau mau, kesini saja”, kataku.

“Aiguu~ tentu saja aku mau~ oh ya, pesankan yang sama dengan nuna saja yah, aku mau makan juga”, katanya.

“Hm~ ah, kalau begitu pesan nasi goreng kimchi dua sama tokpoki ukuran besar saja, gimana?”, tanyaku.

“Hm, call!Aku kesana sekarang juga”, katanya, lalu menutup teleponnya.

Aku tersenyum memandang handphoneku. Ah..baru saja aku sadar kalau weekend besok adalah anniversary dengan Hoseok dan.. tiba-tiba cowok tengil dan menggemaskan ini datang lagi. Aku tersenyum kecil, sudahlah, nikmati saja hidup ini.Aku kemudian beranjak dari tempat dudukku dan memesan seperti yang aku bicarakan dengan Yoongi.

——————-

 

“Aahh~~ kenyang~~ ah joha joha, nasi goreng kimchi tadi enak sekali. Jjang!”, kata Yoongi sambil mengelus perutnya.

Aku tertawa melihatnya, “Aku suka sekali makan tokpoki disana.Disana tadi warung yang paling enak menurutku disini”, kataku, bersemangat.

Yoongi mengacungkan jempolnya, “Nuna jjang~”, dia lalu tertawa.

Kami berdua tertawa sambil berjalan bersama menyusuri trotoar.Yoongi kemudian meraih tanganku dan menggenggamnya.Aku memandangnya dan hanya tersenyum.

“Nuna, bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu? Kalau tidak salah beberapa gang dari sini ada banyak toko aksesoris ..”, katanya.

“Hm~ boleh”, kataku.

Yoongi tersenyum, lalu melepas genggaman tangannya dan merangkul pundakku.Dia lalu berbisik di telingaku, “Aku ingin membelikan nuna sesuatu, hadiah 3 bulanan”, katanya.

Aku tersenyum sambil menunduk, lalu memandangnya, “Memangnya kau mau membelikan aku apa??”, tanyaku, dengan nada bercanda.

“Hm…apa yah?Apapun yang nuna suka”, katanya, mantap.

“Aku mau banyak hal~ kau tidak akan sanggup~ hihi”, candaku.

Dia tertawa juga, “Ah, andai aku bisa mengatakan itu dan benar-benar melakukannya, pasti akan keren sekali”, katanya.

Aku kemudian melingkarkan tanganku ke pinggangnya, “Suatu saat juga pasti akan bisa.Bagaimana kalau kita beli couple shirt? Musim semi kita tidak akan pakai jaket terus kan??”, kataku.

“Call~”, katanya, sambil mengecup pelan pelipisku dari samping.

——————

Kami masuk kesebuah area perbelanjaan yang ramai, dan kami berhenti disebuah toko yang sepertinya khusus menjual couple shirt.Aku dan Yoongi langsung masuk.Ada beberapa pasangan juga yang sedang memilih-milih. Aku dan Yoongi sibuk memilih dan menentukan warna apa yang bagus untuk kita pakai berdua.

“Yoongi-ah, sepertinya disini bagus-bagus, kau lihat-lihat saja dulu, aku mau lihat yang dibagian sebelah”, kataku.

“Hmm, nuna, kalau ada yang bagus dan kau suka bawa saja kemari”, katanya.

“Nee”, kataku lalu berlalu dari sana dan menuju ke sebelah.

Aku masuk ke display yang sebelah dan ada begitu banyak couple shirt yang berwarna cerah.

“Ah~ Pink~”, gumamku sambil melihat sebuah couple tshirt yang bergambar beruang dan berwarna pink.

Aku ingin mengambilnya, tapi karena ada ditumpukan yang agak tinggi aku harus berjinjit.Belum sampai baju itu aku raih, tiba-tiba tangan seseorang mengambilnya dengan mudah.

Aku kaget lalu melihat ke orang itu.Seorang cewek, cantik dan tinggi dengan warna rambut sedikit coklat. Aku memandangnya, couple shirt yang aku inginkan….

“Kau ingin mengambil ini kan? Ini aku ambilkan”, katanya, sambil tersenyum.

Aku kaget sendiri.“Ah, nee.Terimakasih”, kataku, sambil tersenyum aneh.

“Aku ingin mengambil baju dibawahnya, jadi..sekalian aku ambilkan untukmu”, katanya.

“Ah~ terimakasih kalau begitu”, kataku, tersenyum manis.

Dia juga tersenyum manis lalu mengambil couple shirt yang berwarna krem dengan campuran warna ungu tua.

“Lena-ah, kau sudah dapat baju yang kau inginkan??”, sebuah suara cowok tiba-tiba datang menghampiri kami.

Dia keluar dari belakang gadis yang dipanggil Lena itu dan … rasanya waktu berhenti.

Cowok itu memandangku kaget, dan aku memandangnya dengan kaget juga.

Cowok itu..Hoseok.

————————

Kami berpandangan cukup lama, dalam diam dan kaget.Aku tidak bisa menyembunyikan kekagetanku, dia juga.

“Oppa~ Hoseok oppa~”, panggil gadis itu, memanggil Hoseok yang mematung memandangku.

Aku langsung sadar dan membuang muka.

“Hoseok oppaa~~”, panggil gadis itu lagi dengan manja.

Aku menelan ludah, ingin rasanya pergi dari sana.

“Ah, nee, Lena-ah..eh nee??”, dia gagap sambil memandang Lena.

“Uhm, kau kenapa?? Apa kau kenal dengan dia?”, tanya Lena.

Aku seketika langsung memandang Hoseok. Dari memandangnya saja aku sudah tahu dia masih shock dan tidak tahu harus berbuat apa.

Aku menunggu jawabannya, “Aniya..aniya, aku tidak kenal dengan cewek ini”, jawab Hoseok.

Ceess… rasanya hatiku seperti mencelos.Aku tersenyum masam. Hoseok..

——————

Suasana menjadi kaku.Sangat kaku dan udara disekitarku rasanya begitu berat.

“Oppa~ aku mau baju ini, kita beli ya??”, tanya cewek itu lagi dengan manja.

Dia berselingkuh dibelakangku. Aku hanya tersenyum kearah Hoseok, aku ingin berlalu dari sana. Tapi tiba-tiba dia memanggilku,

“Tunggu..”, panggil Hoseok.

Aku kemudian berbalik lagi sambil memandangnya, “Nee??”, tanyaku.

Wajahnya sudah seperti orang kalang kabut walau dia berusaha tenang didepan cewek yang memegang baju sambil memperhatikan kami dengan heran.

“Ah..itu…”

Tiba-tiba, “Yuna nuna~ Yuna nuna, kemari~”, panggil seseorang dari belakangku.

Aku tentu saja juga kaget.Aku langsung berbalik menatap Yoongi yang berjalan kearahku dengan bersemangat.

“Ya, ya, aku menemukan couple shirt bagus, nih. Oh, kau juga menemukan yang kau suka? Nuna mau yang mana??”, tanya Yoongi, ceria tanpa tahu suasana menjadi kaku lagi seketika.

Aku memandang Hoseok, dia sekarang kaget sekali.Aku memandang lurus kearah matanya, begitupun dia.

“Nuna…”, panggil Yoongi. Dia mau tidak mau memandang ke arah Hoseok dan Lena juga. Dia kemudian bingung, “Nuna kenal orang itu?”, tanyanya.

Aku tidak melepaskan pandangan dari Hoseok, lalu berkata, “Tidak.Tadi ceweknya memanggilkan baju ini karena ada dietalase yang tinggi”, kataku, sebiasa mungkin.

Yoongi lalu meraih tanganku dan kemudian berkata kepada Hoseok, “Terimakasih sudah membantu. Kami pergi dulu”, katanya, yang langsung menarikku dari sana.

————————-

(Hoseok POV)

Dia..apa yang dia lakukan disini bersama cowok itu??? Apa..

“Oppa?”, panggil Lena.

Aku langsung tersadar lagi, “Nee?”

“Kau kenapa?Kau seperti orang melihat hantu saja melihat cewek itu tadi”, katanya.

“Aniya, aku hanya kaget saja… oya, kau mau baju yang ini?”, tanyaku, mengalihkan perbincangan.

“Nee~ aku mau baju yang ini”, katanya, sambil tersenyum manis.

“Ya sudah, ayo beli baju ini saja. Aku agak capek, kita langsung pulang saja ya”, kataku.

“Hmm, okay~”, kata Lena.

Setelah mengantar Lena pulang kerumahnya, aku mengendarai mobilku ke arah apartementku.Pikiran berat melandaku.

Siapa cowok tadi?Kenapa dia kelihatan begitu dekat dengan Yuna nuna?Kenapa mereka beli couple shirt juga? Kenapa…

Kenapa ini terjadi?Aku tak berhenti berpikir.

Sampai apartement aku membuang tubuh keatas ranjang empukku.Aku menatap langit-langit apartement. Aku berselingkuh dengan Lena, tapi apa… Yuna nuna berselingkuh juga??Apa dia…

Aku kemudian terbangun dan menghampiri lemari bajuku, dan mengambil sebuah kotak yang sudah dipita dengan rapi.Aku membukanya dan mengeluarkan syal tipis warna pink.Warna yang disukai Yuna nuna.Untuk hadiah satu tahun hubungan kami.

Aku memejamkan mata.Siapa cowok yang tadi itu?Siapa dia?!Kenapa dia bertingkah seperti itu pada Yuna nuna??!Tapi… ah, aku juga berselingkuh. Hah… perasaan aneh apa ini? Ah, geez! Aku benci ini semua, rasanya seperti kecolongan tapi tidak bisa berbuat apapun!

Aku kemudian mengambil handphone dan langsung mendial nomor seseorang.Aku menunggu dia mengangkat teleponnya.Tidak berapa lama dia mengangkat teleponnya.

“Yeobseo”, jawabnya dari seberang.

“Nuna,..ada waktu sekarang? Aku ingin bicara, kita harus bertemu”, kataku.

“Aku sedang dijalan dengan Yoongi, bagaimana kalau nanti malam??”, tanyanya.

Hah! Aku langsung merasa kesal, “Ah, jadi cowok itu bernama Yoongi..apa hubunganmu dengannya, nuna??”, tanyaku, tidak bisa menahan rasa kesalku juga.

Dia terdiam sebentar lalu berkata, “Kau tidak usah menyebut nama Yoongi dengan nada seperti itu, aku juga tahu nama cewek itu Lena”, jawabnya dari seberang.

Aku langsung speechless.

“Aku akan menghubungimu lagi nanti malam, tenang saja, aku tidak akan lari dari kenyataan. Aku tunggu kau di taman sakura dekat apartementku, nanti malam jam 9”, katanya, dia langsung menutup teleponnya.

Geez!! Aku membanting handphone ke atas kasur.Aku mencoba menenangkan diri.Perasaanku campur aduk.

———————-

(Yuna POV)

Aku duduk ditaman sakura itu, disirami bunga sakura yang indah dimalam hari dengan cahaya bulan yang sangat terang dan indah.

Aku duduk ditemani Hoseok, kami duduk dalam diam. Tidak ada yang bicara sejak 20 menit tadi kami berjanji bertemu disini.

“Malam semakin dingin, besok aku masih ada jadwal”, kataku, dingin juga.

“Sejak kapan kau berhubungan dengan cowok bernama Yoongi itu, nuna?”, tanyanya.

Aku memandangnya, “Sejak kapan kau berhubungan dengan Lena?”, tanyaku.

Dia memandangku kaget, “Ya, jawab saja pertanyaanku dulu”, katanya.

“Jawab aku dulu!”, kataku, kesal.

“Nuna, aku bilang..”

“Sudah 3 bulan. Puas?!”, kataku, memandangnya tajam.

Dia kaget, lalu mendesah pelan, pandangan matanya melembut kearahku.

“Kalau kau..”

“Aku juga sudah 3 bulan berhubungan dengan Lena”, katanya, memotong pertanyaanku.

Aku memandangnya, lalu mendesah, “Ah…”.

Kami terdiam lagi, sibuk dengan pikiran masing-masing.Aku menghela nafas berat, mencoba menenangkan diri dan memandang sakura yang berjatuhan menimpa kami.Kami hanya duduk diam dibangku itu.

“Kau menyukainya, nuna?”, tanya Hoseok.

“Lebih dari yang bisa kau pikirkan”, jawabku.Aku lalu memandangnya, mengamati wajahnya dari samping.Tampan, itu sudah pasti. “Kau menyukai Lena?”, tanyaku.

Dia tersenyum simpul, “Aku sangat menyukainya.Dia orang yang begitu baik”, katanya.

Aku mengangguk pelan, lalu menguatkan diri untuk mengatakan sesuatu yang sudah aku pikirkan dari tadi.“Kalau begitu, kita putus saja”, kataku.

Dia memandangku, dalam, lalu tersenyum, “Kau lebih memilih Yoongi?”, tanyanya.

Aku menatapnya mantap, “Aku lebih memilih Yoongi, dan aku yakin, kau lebih memilih Lena”, kataku.

Dia menghela nafas lalu menyandarkan tubuh ke bangku, “Hah~ pernyataan putus apa-apaan ini? Aah..rasanya campur aduk. Dan… lega”, katanya.

Dia lalu memandangku, “Aku lega bisa putus nuna, aku kebingungan bagaimana mengatakan ini semua padamu”, katanya.

“Cih.Menyebalkan”, kataku.“Kau benar-benar menyebalkan, Hoseok”.Rasanya kesal sekali mendengar ini. Uugghh!!

“Tapi aku juga merasa begitu kehilangan, rasanya hatiku mencelos juga.Seperti sesuatu yang kau miliki hilang, tapi aku tidak berhak mengambilnya lagi”, katanya.Dia kemudian memandangku lembut.

“Hah..sudahlah. Maafkan aku yang sudah berselingkuh dengan Yoongi”, kataku.

“Maafkan aku juga yang sudah berselingkuh dengan Lena”, katanya.

Hah, memandang Hoseok yang seperti ini membuatku luluh juga. Rasanya perasaan marah ini akan segera hilang.

“Ada rasa marah didalam hatiku, aku begitu marah dan sebal. Tapi aku tidak bisa mengeluarkan rasa marah itu karena aku juga berbuat salah…”, kataku, sambil melihatnya.

Dia tertawa kecil, “Aku merasa kecolongan dan nuna merasa begitu marah, tapi kita sama-sama tidak bisa berkata apapun soal ini. Wah..hebat”, katanya.

“Seperti katamu, kan, yang penting kita lega”, kataku, sambil tersenyum.

Kami terdiam lagi. Kali ini kami sama-sama bersandar dibangku taman, menikmati guguran bunga sakura yang tertiup angin pelan. Aku memandang langit yang begitu cerah.

“Satellite”, kataku.

“Hm? Satellite?”, Hoseok bertanya dengan bingung.

“Bulan, bulan kan satellite.Bumi butuh bulan, tapi bumi juga butuh matahari.Dan bumi menganggap matahari lebih penting daripada bulan yang kadang ada dan kadang tiada”, kataku.

Hoseok tersenyum simpul, “Bulan adalah satellite bumi, sedang bumi memutari matahari.Sudah pasti bumi merasa lebih tergantung pada matahari.Aku adalah satellite-mu, dan kau adalah satellite-ku, begitu nuna?”, tanyanya.

Aku memandangnya dan tersenyum, “Nee. Ah..maafkan aku, Hoseok. Maafkan aku juga selama bersamamu”, kataku.

“Aniya, maafkan aku juga nuna.Sekarang kita 0-0 ya”, katanya.

Aku tertawa kecil, “Memangnya bola”, kataku.

“Chaaa..karena sudah malam, kalau kelamaan disini, kau bisa masuk angin dan Yoongi akan bingung kenapa kau bisa sakit. Sebaiknya nuna segera masuk apartement”, katanya, sambil berdiri.

Aku juga berdiri, “Ah, nanti Lena akan mencarimu.Hati-hati dijalan, Hoseokkie”, kataku.

Dia kemudian mengeluarkan sesuatu dari jaketnya, sebuah kotak berpita pink.Dia lalu menjulurkan kotak itu kedepanku.

“Apa ini?”, tanyaku.

“Hadiah satu tahun anniversary kita.Aku sudah terlanjur membelinya, sayang kalau tidak diberikan padamu.Ini sudah jadi milikmu, nuna”, katanya.

“Ah..”, aku lalu meraihnya dan membuka kotak itu. Syal, warna pink. Aku memandang Hoseok dan tersenyum, “Terimakasih..tapi aku belum sempat memberikan hadiah untukmu”, kataku.

Dia tersenyum, “Aniya, tidak apa-apa”, katanya.

Kami berpandangan cukup lama, sebelum dia akhirnya berpamitan pergi dari tempat ini.

“Tunggu!”, panggilku, sambil memegangi lengannya.

Dia lalu berbalik kearahku, “Ada apa nuna?”, tanyanya.

Aku mengambil nafas dan menguatkan diri, lalu aku menciumnya.Aku mencium bibir Hoseok.Dia kaget, tapi tidak berbuat apapun.Aku mencium bibirnya lembut, kemudian melepaskannya.Aku lalu memandangnya, “Terimakasih atas semua yang kau lakukan selama ini”, kataku.

Dia memandangku, lalu tersenyum, “Ciuman yang lembut tapi pahit.Hmm, aku juga berterimakasih padamu nuna.Baik-baiklah dengan Yoongi”, katanya.

“Kau juga, jaga Lena baik-baik”, kataku.

Aku akhirnya berdiri ditaman itu hingga Hoseok benar-benar menghilang pergi dari sana.

——————

“Woooww..ramai sekali tempat ini kalau weekend!”, kata Yoongi.Kami berencana makan di warung makan kesukaan kami, yang tempo hari Yoongi sampai kekenyangan nasi goreng kimchi.

“Apa kataku, rumah makan ini sangat enak, makanya ramai.Ayo cepat kita masuk dan duduk dulu agar tidak kehabisan tempat”, kataku.

Ketika kami masuk, ruangan sudah penuh.Tempat-tempat duduk sudah penuh semua.Aku dan Yoongi langsung kecewa karena kami sangat ingin makan siang disini.

“Hey!! Hey, unnie!!”, panggil sebuah suara.

Aku kemudian melihat seorang gadis melambai-lambai kearahku.Lena.Aku masih kaget, dia lalu beranjak dan berjalan kearahku.

“Unnie, kau yang waktu itu ditoko baju kan? Ayo makan saja bersamaku, disana masih ada 2 kursi kosong”, katanya.

“Ah, begitu?Ayo nuna, kita makan bareng mereka saja”, kata Yoongi.Belum mengiyakan, aku sudah ditarik oleh Lena dan Yoongi.

Sampai ditempat duduk itu, aku melihat Hoseok yang tersenyum. “Makan siang disini juga?”, katanya.

“Nee, kami suka sekali tempat ini”, jawab Yoongi.

“Aku juga sangat suka disini.Makanannya enak dan membuatku benar-benar kenyang”, kata Hoseok.

Dia lalu menatapku, “Syal yang bagus, nuna”, katanya.

Ini syal pemberiannya.Aku tersenyum, “Nee, syalnya bagus.Kan matching dengan couple shirt kami, pink~”, kataku.

Hoseok tertawa kecil, begitu juga Yoongi.“Dia begitu ingin memakai baju pink, ya sudah aku menurut saja”, timpal Yoongi.

“Ah~ unnie, kau beruntung, aku mau pakai pink juga”, kata Lena.

“Kapan-kapan yah”, canda Hoseok.

Kami semua tertawa lepas lagi.Aku melirik Hoseok, lalu Yoongi. Ini benar-benar menyenangkan~ ah, semuanya berakhir dengan bahagia~

 

About fanfictionside

just me

20 thoughts on “FF oneshot/ SATELLITE/ BTS-BANGTAN

  1. Bagus ffnya, syukur mereka bisa menyadari kesalahan mereka masing masing, semoga yoongi masih tetep sama yuna, dan hoseok sama yuna gak dapet karma, bisa bisa nanti yoongi sama Lena nanti ternyata mereka selingkuh. Hehe penasaran kelanjutannya, ditunggu thor🙂

    • ini one-shot..jadi cuman satu cerita..kekeke jadi yah endingnya mereka barengan gitu. suga sma yuna, hoseok sama lena kekeke

  2. Waahhh >< makasih semuanya sudah baca FF sayaaa kekekee ini one-shot, jadi cuman cerita 1 kali…. jadi yah ini udah tamat. dan happy ending~~ hehehe kan sama-sama dapet pacar baru habis selingkuh #plak kkekee

  3. bagus bagus thor, apaan tuh sih yuna cium hoseok udh putus kekekk… hrsnya dijelasin knp hoseok selingkuh sama yuna selingkuh thor😀
    good2 ditunggu fflainnya ne🙂

  4. Masa aku nangis:(—-” pas hoseok jujurrr huaaa:'(((
    huaaaaa, bagus eon ffnyaa bikin terharu tiba-tiba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s