FF/ JUST ONE DAY WITH TAEHYUNG/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


Author  : armyvngs

Title       : Just One Day with Taehyung part 1

Cast       :

  •          Kim Taehyung (BTS’s V)
  •          Soo Ae (OC)
  •          Other member of Bangtan.

Rating   : T (16+)

Length  : Two Shoot

Genre   : Love-comedy, romance

 vvvvvv

Author POV

Taehyung dengan gelisah duduk di sebelah kursi supir. Sedangkan Jin yang berada di kursi itu hanya bersiul santai. Melihat kelakuan hyungnya yang terlalu santai akhirnya Taehyung angkat bicara.

“Hyung, jeongmal palli. Waktu kita ga banyak.” Rengek Taehyung.

“Aisssh, jinjja. Kau ini kenapa sih? Kau memintaku mengantarmu ke bandara. Bahkan kita tidak ikut berlatih dance dengan yang lain. Siapa yang akan kau temui, huh?”

“Nanti kau juga tahu. Aku akan mengenalkannya padamu, hyung. Jadi cepatlah bawa aku ke bandara.”

Jin menuruti apa yang dongsaengnya pinta. Ia melajukan mobil itu dengan cepat. Taehyung menggenggam erat handphone-nya sambil tersenyum.

‘Tunggulah aku disana. Sebentar lagi aku tiba.’

Sesampainya di bandara, Taehyung langsung membuka pintu mobil dan meninggalkan Jin di mobil. Jin menurut karena ia tidak mau mengambil kesalahan besar karena orang orang akan mengenali mereka. Taehyung bahkan menyamar dengan kacamata hitam, coat hitam panjang dan beanie coklat. Taehyung menuju pintu kedatangan dari luar negeri. Begitu ia tahu banyak sekali orang yang keluar dari sana, taehyung sudah menyiapkan banner berbentuk love berwarna biru dengan tulisan ‘Chagiya, ige your handsome namjachingu, lion kid.’ Ia mengangkat banner itu tinggi tinggi. Seorang gadis dengan badan mungil yang sedang membawa backpack berwarna biru cerah dan koper besar berwarna biru tua membuka kacamata-nya dan melihat banner itu lalu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. ‘Ck, anak ini.’

Gadis itu berjalan menghampiri Taehyung, taehyung yang sadar akan kedatangan gadis itu lalu berlari menghampirinya dan memeluknya dengan erat. Gadis itu terkejut lalu memukul Taehyung.

“Jeongmal bogoshipoyo, gadis kecilku. Kau makin kecil saja.”

“Aish jinjaaa paboyaaa! Aku sulit bernafas. Dan tolong jangan panggil aku itu. Aku lebih tua setahun darimu tapi kau memanggilku seperti memanggil anakmu saja. Dan satu hal lagi, kau yang bertambah tinggi bukan aku yang semakin kecil. Pabo!”

“Ya! Kau baru tiba kenapa sudah mengomeliku panjang lebar. Kajja ikut aku.”

Taehyung dan gadis itu bergandeng tangan keluar dari bandara menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil. Jin yang tidak pernah terfikir Taehyung akan sedekat ini dengan wanita hanya bisa melongo sambil membuka mulutnya. Gadis itu masuk dan duduk di belakang. Sadar karna ada Jin, dia membungkukan badannya.

“Annyeonghaseyo, naega Soo Ae imnida, Jin oppa.” Soo Ae memperkenalkan dirinya sambil tersenyum manis.

“Annyeong, Soo Ae. Kyeopta. Kenapa kau bisa mengenalku?” Tanya Jin dengan bingung.

“Ya! Hyung, siapa yang tidak mengenal bangtan, huh?” Pekik Taehyung gemas.

Soo Ae hanya tersenyum melihat tingkah Taehyung dan Jin.

“Ah, kau benar juga.”

“Kajja hyung kita ke tempat latihan.”

Jin mulai melajukan mobilnya tanpa menanyakan siapa Soo Ae dan kenapa gadis itu ikut dengan mereka. Soo Ae sendiri hanya diam melihat pemandangan Seoul dari kaca mobil.

 

Ruang latihan Bangtan.

Soo Ae POV

 

Taehyung dan Jin oppa membawa aku ke tempat latihan Bangtan. Setelah masuk ke dalam ruangan penuh kaca tersebut, ternyata member Bangtan sedang beristirahat, kecuali Jimin dan Jungkook yang masih sibuk berlatih koreografi. Bangtan pun masih belum sadar jika ada seorang gadis di antara 7 laki laki disini.

“Hyung maaf aku tadi ada urusan.” Taehyung membuka suara

 

Hoseok oppa yang sudah mulai bersiap memarahi Taehyung tiba tiba diam melihatku. Semua member pun ikut melihat kemana mata Hoseok oppa tertuju. Aku yang merasa di perhatikan sedikit kikuk. Bukan sedikit tapi sangat kikuk! Siapa yang tidak gugup jika sekarang aku berada di depan semua member Bangtan.

 

“Ah iya hyung, tadi aku menjemput Soo Ae ke bandara bersama Jin hyung. Mian.” Taehyung menjelaskan alasannya.

 

“Nuguya? Ige nugu?” Tanya Jimin penasaran.

 

“Annyeonghaseyo, Soo Ae imnida.” Aku membungkuk memberi hormat.

 

Kini semua beralih menatap Taehyung dan meminta penjelasan. Taehyung lalu menarik lenganku untuk duduk di sebelahnya. Hoseok hyung, Namjoon hyung, Suga hyung, Jin hyung, Jimin dan Kookie mulai duduk melingkar.

 

“Ini Soo Ae. Hmm…..Nggg……….”

 

“Apa dia pacarmu, hyung?” Tanya kookie penasaran.

 

Taehyung melirikku. Aku hanya menunduk. Pertanyaan Kookie membuatku malu. Selama ini kami backstreet dari dunia tapi bukan backstreet dari orangtua.

 

“Nde…. Dia pacarku….”

 

“Bagaimana? Bisa?” Semua terkejut dan bertanya dengan kalimat yang sama.

 

Aku hanya tersenyum kaku. Aku…….malu.

 

“Annyeong, Nuna. Bangapta.” Seru Kookie tiba tiba di sebelahku sambil tersenyum menunjukan gigi kelincinya yang sangat imut.

 

Aku membalas senyumnya, “annyeong kookie. Why are you so cute? Can I pinch your cheek? Hehe.” Jawabku bercanda.

 

“Ah kyeoptaaa……” Teriak Jin oppa. Ini sudah kedua kalinya Jin oppa mengatakan kyeopta saat aku berbicara.

 

“Cepat ceritakan pada kami yang sebenarnya, taehyungie!” Seru Suga oppa penasaran.

 

“Jadi aku dan Soo Ae sudah berpacaran sebelum Bangtan debut. Kami dulu bertetangga tapi Soo Ae pindah ke Indonesia dan kuliah disana. Eomma-nya asli Indonesia sedangkan appa-nya asli korea. Dia sekarang sedang berlibur dan dia datang kesini untuk menemuiku karna aku tidak mungkin bisa menemui-nya. Jadi, hyung, bolehkah ia tinggal di dorm bersama kita? Aku ingin bersamanya. Waktu kita tidak banyak untuk bersama karena beda negara dan sibuk dengan karir masing-masing.” Jelas Taehyung.

 

“Taehyung jinjjaaaa? Jadi Nuna sudah kuliah? Dia beda setahun denganmu? Dengan ku juga?” Tanya Jimin.

 

“Dia seumur Namjoon hyung dan Hoseok hyung.”

 

“Taehyungie, sebaiknya aku menginap saja di hotel. Aku takut merepotkan kalian. Dan juga Bang Shinyuk Pdnim, bagaimana kalo dia tahu?” Ucapku.

 

“Ah aniyaaaa nunaaa.” Seru kookie dan jimin bersama. Taehyung menjitak kepala mereka berdua.

 

“Appo!!!” Seru Kokie dan Jimin bersama.

 

“Ya! Taehyung jangan menjitak mereka!” Aku menjitak Taehyung, ia meringis lalu memanyunkan bibir.

 

“Appo, Chagi.” Seru Taehyung. Aku merasakan pipiku yang hangat. Taehyung, jangan buat aku tersipu.

 

“Ya! Kalian jangan berpacaran di depan kami. Itu sangat membuatku iri.” Ucap Hoseok oppa.

 

“Hyung, sepertinya Taehyung akan menjadi penurut jika ada Soo Ae. Bagaimana jika Soo Ae menginap di dorm kita? Aku akan membuat alasan untuk manajer, hyung.” Usul Namjoon oppa.

 

“Ah, idemu bagus sekali Namjoon. Kalau begitu Soo Ae boleh menginap di dorm.” Jawab Suga oppa.

 

“Gamsahamnida, oppa-deul. Tenang saja, bisa di pastikan Taehyung tidak akan nakal lagi jika ada aku.” Seru ku lalu mereka tertawa.

 

“Taehyung jangan pernah membantah Nuna ya.” Seru Kookie meledek. Taehyung hanya cemberut lalu seperti biasa ia akan mengambil komiknya dan mulai tenggelam dalam dunia manga-nya.

 

Jimin dan Kookie mengajakku bercanda. Mereka sangat lucu, rasanya aku ingin mempunyai adik laki-laki seperti mereka. Suga oppa dan Namjoon oppa sibuk dengan kertas kertas nada dan earphone di telinga masing-masing. Pasti mereka sibuk untuk membuat lagu. Jin oppa dan Hoseok oppa pulang duluan untuk menyiapkan makan malam. Jin oppa memaksa Hoseok untuk mengantarnya ke supermarket karna dia akan memasak untuk menyambutku.

 

Aku mencari ponselku di tas, aku harus menghubungi eomma kalau aku sudah sampai di Seoul. Saat aku sibuk dengan ponselku, aku merasa Taehyung sedang memperhatikanku dari balik komik one piece-nya. Aku rindu dengan mata tajamnya. Aku rindu diperhatikan oleh Taehyung. Aku suka saat ia mengacak rambutku walaupun aku benci jika poniku berantakan. Aku suka saat ia merengek kesakitan jika aku mencubitnya. Aku suka saat ia menjailiku saat aku sibuk dengan ponselku. Aku rindu semua tentang kami. Selama setahun ini, aku dan Taehyung hanya komunikasi dengan video call dan kakao talk. Aku hanya bisa menatapnya lewat layar notebook ku.

 

Tiba-tiba sebuah tangan mengusap kepalaku lalu mengacak-acak rambutku. Aku hanya memanyunkan bibirku lalu menatap tajam si yang punya tangan. Taehyung hanya terkekeh lalu tangannya sibuk merapikan poniku.

 

“Kim Taehyung! Kau punya utang sehari bersama ku! Aku tidak mau tau, jika kau tidak ada jadwal, kau harus menemaniku keliling Seoul!” Gerutuku.

 

“Shireo. Dasar mahasiswi akuntansi selalu membicarakan hutang padaku. Huh!” Taehyung menjitakku.

 

“Appooooya Taehyungie! Kenapa kau tidak mau menemaniku? Apa kau tidak merindukan yeojachingumu ini? Sebulan kemarin aku sibuk dengan deadline dan UASku, aku butuh liburan taehyungie……” Rengek ku. Ia mencubit pipiku.

 

“Berhentilah sibuk dengan ponselmu jika ada aku, maka aku akan menemanimu seharian. Eotthe?”

 

“Berhentilah membuat kesepakatan konyol Kim Taehyung. Berhenti untuk membaca komik dan sibuk dengan duniamu sendiri jika ada aku. Eotthe?”

 

“Bagaimana aku bisa konsen membaca komik saat ada kau di sisiku? Eum? Berhenti untuk membalikan kata-kata ku, Nuna.”

 

“Ya! Berhenti menggoda ku, Taehyung! Atau kau akan mati.”

 

“Aku mati disisimu juga aku rela, Soo Ae.” Taehyung menggodaku lalu mengedipkan sebelah matanya. Aku menutup wajahku. Melindungi mataku dari pesona devil Taehyung.

 

“Nunaaaa kenapa kau menolak wink dariku? Apa kau takut pinsan dengan pesonaku? Aku rela menggotongmu jika kau pinsan.”

 

Aku menjitaknya. Dia sangat bawel dan sangat percaya diri. Dia meringis kesakitan. Aku lalu mengusap kepalanya.

 

“Mian taehyung. Nuna sebenarnya tidak ingin menjitakmu, tetapi kau sangat bawel dan terlalu percaya diri.” Seru ku.

 

“Chagi……”

 

“Hmmm”

 

“Berjanjilah untuk selalu percaya padaku.”

 

“Baiklah, aku janji. Berikan ponselmu, sudah lama aku tidak mengeceknya.”

 

“Ya! Tadi kau sudah berjanji untuk percaya padaku, Nuna! Aku tidak pernah berselingkuh. Seharusnya aku yang mengecek ponselmu. Berikan padaku!”

 

“Aissssh!! Shireooo.”

 

Taehyung merebut ponselku dan berhasil mendapatkannya. Taehyung berlari untuk menghindariku, tangan-nya sudah sibuk membuka isi ponselku. Aku menarik tangan-nya dan juga baju-nya. Aku merengek untuk mendapatkan ponselku kembali.

 

“Ya! Kim Taehyung jangan buka ponselku. Ya!!! Jeongmal!!!”

 

“Wae? Apa kau punya kekasih lain?” Taehyung mulai mengeceknya dan tiba-tiba………..

 

Aku menunduk. Taehyung menatapku tapi aku menghindar. Taehyung memajukan langkahnya, dan aku mundur secara perlahan, hingga akhirnya tubuhku menyentuh dinding dan tidak bisa lagi mundur. Aku semakin menunduk, dan Taehyung mendekatkan wajahnya padaku, tapi aku tidak berani menatapnya. Aku menutup mataku. Aku bisa merasakan nafas hangat Taehyung semakin mendekat.

 

“Apa…….. Kau………..” Ia berbisik di telingaku.

 

“Ya! Dengarkan penjelasanku.”

 

“Ani. Ini sudah terbukti.”

 

“Itu……..”

 

“Apa kau, semakin mencintaiku, Soo Ae? Kenapa di ponselmu ada banyak folder dengan namaku? Bwi fancam, bwi selca. Apa kau sekarang menjadi A.R.M.Y? Disini juga banyak sekali folder Bangtan. Bangtan bomb, episode, twitter, facebook, fancafe? Aku tidak pernah berfikir kalo ternyata bangtan punya banyak foto. Bahkan aku tidak pernah berfikir jika kau sampai niat membuat foldernya satu satu seperti ini?” Goda-nya sambil tersenyum.

 

Aku terduduk lemas lalu menutup wajah dengan kedua tanganku. Kau bodoh taehyung! Selalu membuatku terpojok dan malu karena gengsi ku. Seharusnya aku tidak membuat folder sebanyak itu.

Taehyung kini duduk di depanku, berusaha untuk membuka kedua tanganku. Wajahku masih panas karena menahan malu.

 

“Chagi. Besok aku akan menemanimu seharian kemanapun kau mau. Aku janji. Jadi tolong jangan merasa malu padaku. Arraseo? Hahahaha.”

 

Aku kembali menutup wajahku yang seperti tomat lalu bergumam.

 

“Aku sangat sangat sangat merindukan mu taehyung bodoh. Aku hanya bisa menatapmu lewat ponsel dan layar notebook. Aku bagai army internasional yang tidak akan bisa bertemu padamu padahal aku pacarmu. ”

 

Taehyung berhenti tertawa. Apa ia mendengar gumamku tadi? Ah bodoh kau Soo Ae. Tiba-tiba Taehyung memelukku erat. Kubenamkan wajahku di dada bidangnya. Aku membalas pelukannya. Ia mengusap-usap kepalaku.

 

“Aku lebih lebih merindukan ocehan Nuna. Merindukan Nuna yang selalu cemberut. Merindukan Nuna yang selalu tidak suka jika aku mengacak ponimu.”

 

 

“Nuna. Hyung. Tolong jangan bermesraan di depanku. Aku masih terlalu polos untuk melihat adegan lovey dovey kalian. Lebih baik kita pulang ke dorm.” Ucap kookie tiba-tiba.

 

Aku langsung mendorong tubuh Taehyung jauh-jauh dariku. Merebut ponsel di tangannya lalu berlari kecil untuk mengambil tas dan menyusul Kookie keluar dari ruang latihan. Meninggalkan Taehyung di belakang.

 

“Ya! Chagi!!! Apa wajahmu masih merah? Kau sangat manis sekali jika sedang malu. Hahahahaha.” Teriak Taehyung

 

Dasar Kim Taehyung alien!

 

Author POV

Suga, Namjoon, Jimin, Kookie, Soo Ae dan Taehyung tiba di dorm. Semua sudah rapih karena Hoseok mati-matian membereskan kamar dan isi dorm ini. Soo Ae terpukau melihat dorm Bangtan. Baru kali ini ia memasuki dorm laki-laki. Banyak mainan pajangan di lemari-lemari, TV plasma, foto-foto bangtan, penghargaan rookies bangtan dan masih banyak lagi.

Jin sudah menyiapkan makan malam dan semua penghuni dorm dengan cepat membersihkan diri. Jimin dan Kookie sibuk berebut kamar mandi. Namjoon masih sibuk dengan kertas kertas nada dan melanjutkan pekerjaannya di sofa ruang tamu bersama Hoseok. Suga dengan santai masuk ke dalam kamar mandi di saat dongsaeng-dongsaengnya bertengkar. Taehyung menarik tangan Soo Ae dan menunjukan isi kamarnya. Taehyung sekamar dengan Jimin dan Jungkook. Ada 1 tempat tidur bertingkat dan 1 tempat tidur biasa. Taehyung tidur di bawah, Jimin di atas dan Kookie di tempat tidur yang biasa. Soo Ae melihat isi kamar Taehyung. Terlalu banyak aksesoris Singa di tempat tidurnya. Bantal, selimut, guling, boneka. Soo ae duduk di tempat tidur Taehyung dan memeluk erat boneka singa itu.

 

“Apa kau masih mencintai Singa?”

 

“Tentu saja. Aku mencintai singa sama seperti aku mencintaimu.”

 

“Wae?”

 

“Karena kau galak seperti singa tapi kau tetap cute di mataku.”

 

“Ya! Kim Taehyung!!!” Soo Ae melempar boneka singa itu ke Taehyung. Taehyung dengan sigap menangkapnya lalu ia bermain dengan boneka itu. Ia duduk di sebelah Soo Ae, memegang kedua tanga boneka itu lalu membawanya hingga ke kedua pipi Soo Ae. Taehyung menggerakan tangan boneka itu untuk mengusap pipi kanan Soo Ae, ia hanya tersenyum melihat tingkah Taehyung. Kemudian Taehyung membuat boneka itu mengecup kening, pipi dan bibir Soo Ae.

“Nuna, tomorrow will be Just one day with Taehyung. Are u ready?” Tanya Taehyung dengan suara di buat-buat seperti singa.

 

“Of course.” Soo Ae mencium boneka singa itu.

 

“Chagi, bolehkah aku membawa boneka ini besok?”

 

“Tentu saja. Aku juga masih selalu membawa boneka singa wanita yang dulu pernah kau berikan padaku, taehyungie.”

 

“Jinjjjaaa? Boneka itu masih kau simpan? Masih ada?” Tanya Taehyung ceria.

 

“Tentu saja, sepertinya ia juga rindu dengan kekasihnya. Aku membawanya sekarang.” Soo Ae membuka tasnya lalu mengeluarkan boneka singa serupa dengan milik Taehyung. Boneka itu terlihat cute dengan pita pink di kepalanya.

Soo Ae mendekatkan boneka miliknya dengan milik Taehyung. Mereka saling berpelukan. Taehyung mengambil bangtan’s bandana dan memakai-kannya di kepala boneka-nya.

 

“Bukankah mereka sepasang kekasih yang sangat serasi?” Tanya Soo Ae.

 

“Pemiliknya juga adalah sepasang kekasih yang sangat serasi.” Seru Taehyung lalu mengecup pipi Soo Ae dengan cepat.

 

Soo Ae yang terkejut hanya tersenyum lalu mencubit pipi Taehyung.

 

“Pipi chubby-mu menghilang Taehyungie, kau harus makan banyak dan banyak istirahat. Jangan menyiksa dirimu sendiri.”

 

“Aku tersiksa karena terlalu merindukanmu.”

 

“Bodoh! Ayo kita makan. Yang lain pasti sudah menunggu. Besok kita punya jadwal padat untuk kencan kita.” Soo Ae menarik tangan Taehyung keluar dari kamar.

 

Member lain sudah siap di meja makan dengan tatapan aneh ke arah Taehyung. Taehyung yang menyadari lalu bertanya,

“Wae? Kenapa kalian menatapku seperti itu?”

 

“Kau terlihat jinak dan penurut saat ada pacarmu, taehyung.” Jawab Jin tersenyum.

 

“Kau terlihat manis di depan pacarmu, Taehyung.” Seru Namjoon.

 

“Apa kita harus menyuruh Soo Ae nuna selalu disini agar hyung menjadi penurut?” Tanya Kookie yang langsung mendapat jitakan dari Taehyung.

 

“Aku harus punya pacar agar selalu ada yang memerhatikanku.” Ucap Jimin. Semua member menatap dingin ke arah Jimin. “Arraseo lupakan.”

 

Soo Ae hanya tersenyum melihat member lain menggoda Taehyung dan mengabaikan Jimin.

 

“Besok kita hanya ada jadwal latihan jam 5 pagi sampe jam 8 pagi. Setelah itu, kita bisa bersantai. Untuk kau Taehyung, kau bisa menggunakan waktu luangmu untuk bersama Soo Ae. Temani dia keliling Seoul. Bukankah kalian tadi berdebat?” Ucap Suga.

 

“Nde, hyung. Gomawo.”

 

“Gamsahamnida oppa.” Ucap Soo Ae.

 

“Ayo cepat makan, lalu istirahat. Besok kita harus bangun pagi.” Seru Hoseok.

 

Setelah selesai makan malam dan membereskan semuanya. Jin masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Namjoon, Suga dan Hoseok masih terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka. Kini mereka di ruang tamu dengan banyak kertas dan juga laptop. Jimin, Kokie, Taehyung dan Soo Ae masuk ke dalam kamar. Taehyung menggelar kasur lipat di lantai, tepat di antara kasur kookie dan kasurnya yang sekarang di tempati oleh Soo Ae. Jimin sudah siap di tempat tidurnya begitu juga Kookie.

 

“Nuna, Jaljjayo.” Ucap kookie.

 

“Jaljjayo Kookie.”

 

“Nuna, jajjayo.” Ucap Jimin.

 

“Jaljjayo Jiminni.”

 

Kookie mematikan lampu-nya dan kini lampu tidur menerangi kamar itu. Kookie dan Jimin sudah terlelap dalam tidurnya. Taehyung masih membuka mata-nya lalu bangun dan menatap Soo Ae dari pinggir tempat tidurnya.

 

“Kau belum tidur, Chagi?” Tanya Taehyung.

Soo Ae hanya menggeleng lalu memandang ke arahnya. Di antara mereka kini ada sepasang boneka singa yang saling berpelukan di bawah selimut hangat. Taehyung mengelus pelan rambut Soo Ae. Aroma coklat parfum milk Soo Ae tercium. Taehyung sangat suka dengan wangi ini.

 

“Taehyung, cepat tidur. Kau butuh istirahat.” Soo Ae mengusap pelan pipi Taehyung. Taehyung hanya menggeleng.

 

“Apa di bawah sangat dingin?” Tanya Soo Ae khawatir.

 

“Tidak juga.” Jawab Taehyung.

 

“Apakah Suga oppa, hoseok oppa dan Namjoon oppa selalu tidur telat?” Tanya Soo Ae.

 

“Hmm. Mereka bahkan tidak tidur. Rapper line di bangtan sangat sibuk untuk membuat lagu. Mereka paling banyak uang karna kepintaran mereka membuat lagu.”

 

Soo Ae tersenyum. “Kau harus belajar dari mereka, Taehyungie.”

 

“Aku akan seperti mereka nanti. Lihat saja, Chagi.”

 

“Chagi…..” Panggil Taehyung.

 

“Hmm”

 

“Bolehkah aku tidur denganmu? Aku iri boneka kita tidur bersama saling berpelukan, kenapa kita tidak?”

 

“Ya!”

 

“Aku tidak akan macam-macam, Nuna. Aku janji.”

 

“Baiklah.” Soo Ae menggeserkan badannya memberi ruang agar Taehyung bisa berbaring di sebelahnya. Kini mereka di satu tempat tidur dan dalam satu selimut.

 

“Jika kau macam-macam awas saja.”

 

“Kau juga tidak akan sadar jika aku macam-macam padamu, Nuna.”

 

“Ya! Kim Taehyung.” Seru Soo Ae lalu menjitak Taehyung.

 

“Nuna suaramu tolong pelankan sedikit aku ingin tidur.” Taehyung berbaring ke arah Soo Ae. Ia telah memejamkan matanya. Soo Ae mengusap kepala Taehyung dan juga pipinya.

 

“Jaljjayo taehyung. Aku menyayangimu.” Ucap Soo Ae perlahan.

 

“Jaljjayo Chagi. Aku lebih menyayangimu. Sampai bertemu besok di jadwal kencan kita.” Balas Taehyung dengan mata terpejam.

 

Soo Ae mengecup kening Taehyung.

 

 

 

-to be continued-

About fanfictionside

just me

17 thoughts on “FF/ JUST ONE DAY WITH TAEHYUNG/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. Kyaaa~ pas bgt deh ini ceritanya. Aku lagi kesemsem berat sama Just One Day & V. Ditunggu lanjutannya ya Chingu~😀. Ceritanya V bgt.

  2. demi apa thor!!! bisa-bisa aku diabetes coba baca ni cerita *.* astaga manis banget malah terlalu manis dede taehyung-nya..^^
    ohya thor,aku disini seneng deh soalnya OC nya lebih tua setauan dari taehyung * yaaa~~~ sama kaya aku lah* dan yang tambah aku seneng juga tuh OC ternyata kuliah jurusan akuntansi *sama juga thor kaya aku. apa author juga jurusan akuntansi kah??* jadi aja aku ngerasa feelnya dapeeeeet banget pas baca nih cerita🙂 ditambah kelakuan member bangtan lainnya yang bener-bener cute and kocak abis🙂
    ditunggu next partnya^^

  3. Ff nya Daebak eonni :d suka banget :d next partnya di tunggu ya penasaran nih.화이팅 ya thor buat utsnya :d ada salam dari taehyung tadi :d

  4. aaaaahhhh lucuk lucukkk bingittttss….. yaa walaupun cuma two shoot gapapalah.. malah keceh.. kekekekek~ jjang jjang thooor😀

  5. duh dicah~ aku mesem mesem gininih jadinya aaaakkk aplg taehyung kan bias wreacker aku ugh ini manis bangeeeet >_< romance pake sentuhan sedikit comedy ^^ wlwpun ada beberapa kata yg tidak baku tapi ga apa lah masih asik jg bacanya. next chapt yo d tunggu baget ^^b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s