FF/ WHAT’S WRONG WITH A KISS?/ pt. 6


Author : Z

Title : What’s wrong with a kiss? (Part 6)

Cast :

   Park Lizzy (OC)

   Lee Chi Hoon

   Kim Joon Myeon [Suho]

   Shin Eyoung (OC)

   Park Hyung Seok

   Byun Baekhyun

   Park Tae Jun

   ……

Lenght : Chapter

Genre : Romance, School life, NC, Comedy(?), sad

 CYMERA_20140504_100201

Nb :

Mian kalau banyak penulisan huruf ‘g’ yang kurang atau malah kelebihan.. Z memang punya masalah pribadi dengan kata-kata yang memiliki huruf ‘g’ entah kenapa z bingung sendiri dengan penulisan huruf itu.. Klo ga tau maksudnya abaikan aja ne., hehe

Komennya sudah z baca.. Dan terimakasih atas masukannya.. Untuk penokohan tae jun. Dia masih di rahasiakan(?) jadi emang belum banyak keluar dianya.. Oke langsung aja ne.. Selamat membaca..

 

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

*author pov*

Hujan turun begitu deras sore itu. Membasahi setiap sudut kota.

Mobil chi hoon berhenti di sebuah clup malam. Namja itu termenung sejenak di mobilnya. Entah apa yang sedang dipikirkan namja itu.

Tak berapa lama namja itu turun dari mobilnya. Dia mengganggap angin lalu hujan yang terus membasahi tubuhnya yang memang sebelumnya sudah basah terkena air hujan itu.

Namja itu masuk kedalam clup dan duduk di depan meja bartender.

“beri aku sebotol minuman.” Ucap namja itu dingin.

“kenama temanmu yang lain?” tanya bartender yang sedang menggelap gelas itu.

“kau tak dengar?! Beri aku minuman!” bentak chi hoon. Chi hoon menahan kepalanya itu dengan tangannya supaya tidak menapak di meja.

Bartender itu bingung. Tak biasanya chi hoon seperti ini. Dia pun menaruh gelas yang ia lap tadi di depan chi hoon. “kau tunggu sebentar.”

Bartender itu menaruh sebotol minuman yang di pesan chi hoon.

Tanpa pikir panjang namja itu meminumnya tanpa menggunakan gelas.

“kau kenapa? Sedang ada masalah?” tanya bartender itu.

Chi hoon sama sekali tak menggubris namja di depannya itu.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Suho diam terpaku melihat kedua temannya yang sedang menangis itu. Di dalam hati suho memang sedih tapi dia berusaha untuk tidak menangis. Karena jika dia menanggis itu sama saja menambah kesedihan temannya itu.

“eomma..” lizzy kembali menangisi sosok yang berada di depannya itu.

Suho berjalan mendekati lizzy. “lizzy. Kau yang sabar ya.” yeoja itu memeluk suho. Dan menangis di pelukan suho.

Suho terkejut dengan tingkah temannya itu yang langsung memuknya.Dengan ragu suho menggelus punggung yeoja itu untuk menenangkannya.

“Ini semua karena dia.. Jika dia tak muncul dalam kehidupanku. Ini tak akan terjadi.”

“aku akan melindungimu lizzy.. Jadi kau jangan menangis lagi. Kecantikanmu bisa luntur jika kau menangis.” hibur suho.

Lizzy tetap menangis. Dia bukanlah seorang anak kecil yang akan berhenti menangis karena kata-kata seperti itu.

“tak akan kubiarkan dia mendekatimu lagi..” ucap suhob pelan.

Lizzy mendongakkan wajahnya menatap namja yang ada di pelukannya itu. Mata namja itu merah. Entah merah menahan tangisnya atau merah karena marah.

Suho menatap wajah lizzy. “kau masih punya aku dan eyoung.” namja itu menggusap air mata yang sedari tadi membasahi pipi lizzy.

“jadi kau berhentilah menangis dan tunjukkan kepadaku dan eyoung. Gandis yang kuat dan mudah tersenyum.”

Eyoung menghapus airmatanya sendiri. “suho benar. Kau masih punya kita berdua. Jadi jangan menyerah sampai disini. Karena hidupmu masih akan berlanjut walaupun kau telah kehilangan orang yang kau cintai.”

Lizzy melepas pulukannya itu. Yeoja itu tampak menahan airmatanya yang ingin keluar. “gomawo ne.”

~

Eyoung memberikan segelas minuman ke suho yang sedang duduk di teras depan rumah lizzy.

“gomawo” ucap suho setelah menerima minuman itu.

Eyoung duduk di bangku sebelah suho. “kau menghawatirkan lizzy?”

Suho hanya diam menatap gelas berisi minuman yang diberikan eyoung tadi.

“kau tak usah terlalu menghawatirkannya. Dia pasti dapat menyelesaikan masalahnya sendiri.”

Suho tersenyum. “aku tau itu.”

Tapi yang sekarang ada di pikiran suho adalah.

Kenapa orang itu bisa berada di sini? Dan kenapa lizzy menyalahkannya?

Apakah tadi lizzy pergi bersamanya?

“eyoung bukankah kau tadi pulang bersama lizzy?” tanya suho tiba-tiba.

“em? Hari ini aku tidak pulang bersamanya. Dia bilang dia harus pulang lebih awal karena dia sudah ada janji dengan eommanya. Dan aku pergi keacara ulangtahun.”

Suho tampak berpikir sejenak.

“kenapa kau tanya itu?”

“aniya” “eyoung kau pulang atau tetap di sini?”

“aku mungkin nanti akan pulang. Lizzy sudah bersama para kerabatnya. Jadi aku sudah tidak terlalu khawatir lagi. Kau sendiri?”

“aku pulang sekarang.” “kau jangan pulang larut malam.” suho menghabiskan minuman yang di berikan eyoung tadi. Dan memberikan gelas itu ke eyoung.

“aku akan naik bus. Kau jaga lizzy ne.” suhopun pergi meninggalkan eyoung menembus hujan yang sudah tinggal gerimis.

Eyoung hanya menatap suho yang sudah berlari menjauh. “kau tidak pamit dengan lizzy?”

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Kris. Seorang bartender di salahsatu clup malam di kota seoul itu tampak bingung melihat namja yang duduk di depannya.

“asss. Kenapa kau malah mabuk di sini?”

Sebentar lagi clup akan dipenuhi banyak orang. Tak mingkin kris akan membiarkan namja mabuk itu tetap berada di sini.

Kris putuskan untuk menghubungi teman namja itu.

“hai hyung seok. Cepat bawa chi hoon keluar dari sini. Dia sedang mabuk sekarang.”

Namja itu mematikan telfonnya. Tak pedulu hyungseok mau atau tidak. Yang ter penting sekarang chi hoon harus di bawa keluar dari tempat ini.

Kris tidak ingin clapnya ini kacau karena orang yang sedang mabuk.

15 menit kemudian hyung seok datang dengan muka masamnya. Dia langsung menuju kesosok yang menghubunginya tadi. “kenapa kau menghubungiku?! Kau tak tau aku sedang apa?! Ha?!”

“aku tak tau kau sedang apa. Dan aku tak mau tau itu! Yang aku mau sekarang kau bawa dia pergi. Dia datang dengan badan basah kuyup dan langsung meminta minuman.” kris menunjuk sosok yang sedang tergeletak lemas di mejanya.

Hyung seok melihat namja yang di tunjuk kris itu.

“seberapa banyak dia minum?”

“hampir tiga botol.”

“kenapa kau memberikan dia minuman sebanyak itu?!” tanya hyung seok mulai kesal.

“karena dia memintanya. Itu wajarkan sebagai bartender kita har-” kata-kata kris terpotong melihat hyung seok yang mencoba memapah chi hoon bangkit dari mejanya.

Kris menghela nafasnya. Dan membantu hyung seok untuk memapah chi hoon.

~

Hyung seok menaruh chi hoon di bangku belakang mobilnya.

“aku pergi dulu.” ucapnya kepada kris yang berdiri di dekat mobilnya.

“kau hati-hati. Jalan licin.” ucap kris datar.

“iya aku tau itu. Aku bukan anak kecil.”

~

Hyung seok melihat chi hoon dari sepion dalam mobilnya. Tak biasanya chi hoon minum sampai mabuk seperti ini. Apakah dia gagal mendapatkan yeoja itu?

Hyung seok menggambil ponselnya. Ia tampak mencari sebuah nama di kontak ponselnya. Dan menekan salah satu nama di kontak itu.

“ah baekhyun. Kau ada di rumah?”

“ne. Wae?”

“sebentar lagi aku sampai disana. Kau tunggu aku di depan. Aku butuh bantuanmu.”

Hyung seok mematikan telfonnya itu dan menaruhnya di bangku sebelahnya.

~

Hujan gerimis masih menyelimuti kota seoul malam itu.

“kenapa kau menghubungiku?! Kau tak tau aku sedang apa?! Ha?!”

“aku tak tau kau sedang apa. Dan aku tak mau tau itu! Yang aku mau sekarang kau bawa dia pergi. Dia datang dengan badan basah kuyup dan langsung meminta minuman.” kris menunjuk sosok yang sedang tergeletak lemas di mejanya.

Hyung seok melihat namja yang di tunjuk kris itu.

“seberapa banyak dia minum?”

“hampir tiga botol.”

“kenapa kau memberikan dia minuman sebanyak itu?!” tanya hyung seok mulai kesal.

“karena dia memintanya. Itu wajarkan sebagai bartender kita har-” kata-kata kris terpotong melihat hyung seok yang mencoba memapah chi hoon bangkit dari mejanya.

Kris menghela nafasnya. Dan membantu hyung seok untuk memapah chi hoon.

~

Hyung seok menaruh chi hoon di bangku belakang mobilnya.

“aku pergi dulu.” ucapnya kepada kris yang berdiri di dekat mobilnya.

“kau hati-hati. Jalan licin.” ucap kris datar.

“iya aku tau itu. Aku bukan anak kecil.”

~

Hyung seok melihat chi hoon dari sepion dalam mobilnya. Tak biasanya chi hoon minum sampai mabuk seperti ini. Apakah dia gagal mendapatkan yeoja itu?

Hyung seok menggambil ponselnya. Ia tampak mencari sebuah nama di kontak ponselnya. Dan menekan salah satu nama di kontak itu.

“ah baekhyun. Kau ada di rumah?”

“ne. Wae?”

“sebentar lagi aku sampai disana. Kau tunggu aku di depan. Aku butuh bantuanmu.”

Hyung seok mematikan telfonnya itu dan menaruhnya di bangku sebelahnya.

~

Hujan gerimis masih menyelimuti kota seoul malam itu.

Hyung seok membuka pintu mobilnya dan turun. Tampak baekhyun yang sedang berdiri diteras rumah chi hoon.

“baekhyun kau bantu aku.”

Baekhyun tampak bingung dengan ucapan hyung seok itu. “bantu apa?”

Hyung seok membuka pintu mobilnya bagian belakang. “dia mabuk.”

“kau membuat dia mabuk?”

“aku tak membuatnya mabuk. Sudah cepat bantu aku.” hyung seok menegakkan tubuh chi hoon. Dan memapahnya.

Baekhyunpun ikut memapah chi hoon masuk kedalam rumah.

~

Hyung seok membaringkan chi hoon di tempat tidur kamarnya.

“hai hyung bukankan sebaiknya kau mengganti bajunya dulu? Dia bisa sakit jika terus seperti itu.”

“kau benar. Ambilkan dia baju.”

Hyung seok mengganti pakaian chi hoon yang sudah mulai menggering itu dengan pakaian yang baru saja di ambilkan baekhyun.

“badannya mulai panas.” ucap hyung seok.

“kenapa dia bisa hujan-hujanan?” ucapa baekhyun pelan.

Hyung seok melirik baekhyun. “bukankan itu seharusnya pertanyaanku?”

“aku bahkan tak tau kapan dia keluar rumah.” “tapi yang jelas sepertinya tadi dia bersama teman sekelasku.”

Hyung seok mengangkat sebelah alisnya. “apakah namanya lizzy?” tanyanya.

Baekhyun mengganguk. “bagaimana hyung tau?”

“hanya menebak. Aku pulang dulu. Kau hubungi orangtua chi hoon bilang dia sedang sakit. Mereka pasti akan pulang.” ucap hyung seok dan berlalu meninggalkan chi hoon dan baekhyun.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Hujan kemari sore hingga malam membuat cuaca pagi ini menjadi cerah. Butiran-butiran embun menyelimuti setiap tanaman di kota itu.

Suho berjalan melewati lorong sekolahnya.

“hai suho.” panggi seorang namja dari arah belakang.

Merasa ada yang memanggilnya. Suhopun berbalik. “wae?”

Tampak seorang namja yang tengah berdiri di depannya. “kau dari tadi aku panggil kenapa tidak berhenti?”

“aku tak dengar. Kau kenapa mencariku?”

“aku dengar dikelas kita ada yang meninggal. Siapa yang meninggal?”

“kalau bicara yang benar. Di kelas kita tak ada yang meninggal.”

“benarkah? Lalu yang aku dengar dari sungjo tadi malam siapa?”

“ah mungkin yang kau maksud eommanya lizzy. Kemarin sore eomma lizzy meninggal.”

“jinjja? Bukankah lizzy hanya tinggal bersama eommanya. Jika eommanya meninggal dia akan tinggal bersama siapa?”

“aku tidak tau. Kau tanyakan sendiri padanya.” ucap suho dan meninggalkan namja itu.

“ada gosip baru tentang dia.” Namja itu tersenyum.

Suho menggurungkan niatnya untuk pergi. Dan berbalik menatap namja itu.

“kau ingin tau? Traktir aku makanan.”

“jika kau tak mau memberi tau. Aku pergi.”

“eh eh tunggu. Kau memang tak sabaran.” namja itu menggeluarkan ponselnya. “emm” namja itu menunjukkan sebuah foto di ponselnya.

Suho melihat foto itu bingung. “bukankah itu fotomu?” tanya suho datar.

Namja itu mengangkat satu alisnya. Tak mengerti dengan pertanyaan suho. Namja itu melihat foto di ponselnya. Suho benar. Namja itu salah menunjukkan foto.

“jin hyuk. kau jangan coba menipuku.”

“aku tak menipumu. Tunggu. Aku akan mencarinya.” namja itu tampak menggeser-geser layar ponselnya mencari sesuatu yang memang sedang ia cari.

“ini dia.” jin hyuk kembali menunjukkan ponselnya itu ke suho.

Suho menatap lama layar ponsel jin hyuk. Dan merebutnya. “siapa yeoja yang diatasnya?”

“aku tidak tau. Tapi itu diambil beberapa hari yang lalu. Oiya dengar-dengar sih dia anak kel-“

Suho pergi meninggalkan jin hyuk dengan membawa ponselnya. “hai suho!” teriak jin hyuk.

~

Suho berjalan menuju kelasnya dengan masih menatap layar ponsel milik jin hyuk itu.

Apakah ini lizzy? Tapi kenapa? Kenapa lizzy bisa berbuat seperti ini?

Suho masih tak percaya dengan foto yang dia lihat itu. Bagaimana bisa? Lizzy berada di atas tubuh chi hoon.

Suho duduk di bangkunya. Matanya masih tertuju ke sebuah foto yang berada di ponsel milik temannya itu.

Berulang kali namja itu membesarkan foto itu. Masih tak percaya apa yang ia lihat.

“kau kenapa?” sebuah suara mengejutkan suho.

“eyoung kau menggejutkanku.”

Eyoung duduk di bangku samping suho. “ponsel baru ya?”

“bukan. Ini milik jin hyuk.” “é.. Eyoung. Aku mau tanya sesuatu.”

“tanya apa?”

“munurutmu apakah lizzy akan melakukan ini?” dengan ragu suho melihatkan foto itu.

Eyoung menyipitkan matanya melihat foto itu. Wajah kedua orang di foto itu tidak terlalu jelas.

“maksudmu yeoja yang diatas itu lizzy?!” Ucap eyoung dengan nada cukup keras.

Beberapa pasang mata melihat kearah mereka.

“pelankan suaramu.”

“mian mian.. Tapi siapa namja itu..” eyoung kembali melihat foto itu. Matanya melebar saat tersadar siapa namaj yang berada di dalam foto itu. “chi-chi hoon sun-bae?” ucap eyoung terbata-bata.

Suho mengganguk.

“t-tapi kenapa bisa?”

Seorang namja tiba-tiba masuk kedalam kelas dengan berteriak-teriak. “hai suho! Kembalikan ponselku!” namja itu menghampiri bangku suho dengan tergesa-gesa. Dan merebut ponsel miliknya dari tangan suho.

“kau tidak menggeledah ponselkukan?” tanya namja itu sambil menggeser-geser layar ponselnya.

“aku tidak membuka sesuatu. Tenang saja.” ucap suho santai.

Namja itu memasukkan ponselnya kedalam sakunya. “kenapa kau tiba-tiba merebut ponselku dan pergi begitu saja?” tanya namja itu.

“aku tadi hanya meminjam sebentar.” ucap suho santai.

Namja itu pergi meninggalkan suho dan eyoung.

“jadi itu benar lizzy?” tanya eyoung pelan.

“aku belum bisa memastikannya. Tapi aku harap lizzy tidak melihat foto itu untuk saat ini.”

“kau benar.”

~

“selamat pagi..” “hari ini kita mendapat kabar duka dari salah seorang teman kita. Eomma lizzy telah meninggal dunia kemarin sore karena kecelakaan. Jadi nanti kita akan menghadiri pemakaman eommanya itu bersama-sama sekitar pukul 11.” jelas guru jung.

Baekhyun melihat bangku lizzy yang kosong. “bukankah kemarin sore dia masih berkeliaran.” ucapnya pelan.

Tanpa sengaja suho melihat kearah baekhyun. Dan mendapati namja itu sedang memandangi bangku lizzy yang kosong.

“baiklah kita mulai pelajaran kita hari ini. Buka halaman 94.”

Suho mengalihkan pandangannya dan membuka buku pelajaran.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Pelajaran telah usai. Murid kelas 1-A berkumpul untuk menghadiri pemakaman eomma lizzy.

“baekhyun.” panggil seorang namja dari belakang baekhyun.

“ne?” Baekhyun menenggok kebelakang. Menghadap namja yang memanggilnya.

“apakah kemarin kau melihat lizzy?” tanya suho.

“bukankah kemarin kau juga melihatnya. Kemarinkan dia masuk.”

“maksudku bukan di sekolah.”

Baekhyun tampak berpikir sejenak. “ah.. Dirumah..”

Suho mengangkat sebelah alisnya. Bingung dengan ucapan baekhyun itu.

“kemarin sore aku melihatnya di rumahku. Ah tepatnya rumah chi hoon hyung.”

“chi-hoon-hyung?” ucapku meminta penjelasn lebih.

Baekhyun mengganguk. “aku memang tinggal bersamanya. Kau tau chi hoon hyung kan? Anak kelas dua itu. Kemarin aku melihat lizzy bersamanya.” jelas baekhyun.

“Jadi kau berteman dengannya?”

“ya begitulah.”

“thank~” suho menepuk pundak baekhyun dan berlalu begitu saja.

Baekhyun masih saja menatap bingung namja itu. Dan mengabaikannya begitu saja.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

“suhu badannya semakin tinggi. Sebaiknya dia segera dirawat di rumahsakit.” ucap seorang dokter kepada kedua pasangan suami istri.

 

Yeoja itu menatap anak sematawayangnya itu dengan khawatir. “kau kenapa chi hoon..”

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Lizzy memandangi foto eommanya. “eomma.. Semoga kau bahagia disurga. Walaupun eomma jauh dari lizzy. Tapi lizzy akan selalu mendoakan eomma.”

“lizzy teman-temanmu datang!” seru seorang yeoja.

“ne ahjumma!” lizzy bangkit dari duduknya. “eomma. Aku pergi ne..” lizzy menaruh foto eommanya itu di meja. Dan bergegas keluar kamar.

~

“lizzy. Kau yang sabar ne.”

“ne lizzy.. Kau pasti kuat.”

“gomawo ne. Aku sudah mengiklaskannya. Jadi kalian sudah tak perlu khawatir lagi.” lizzy tampak masih menahan airmatanya itu. Menahannya supaya tak keluar di hadapan para teman-temannya. Setidaknya itu yang bisa dia lakukan sekarang.

Jam menunjukkan pukul 11 lewat beberapa menit.

Lizzy telah bersiap menggiringi pemakaman eomma tercintanya itu. Ia sekarang memakai gaun hitam dan memegang foto eommanya itu.

~

Setelah pemakaman berlangsung. Lizzy menaruh bungga kesukaannya dan eommanya itu diatas makam. Bunga daisy. Walaupun bunganya tidak besar dan tidak seharum bunga mawar. Tetapi daisy memiliki bentuk dan warna yang indah.

Lizzy kembali meneteskan airmatanya. Ia sudah tak kuat menahannya lagi. “eomma jaga dirimu disana ne..”

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

2 hari setelah pemakaman.

Lizzy kembali menjalani aktifitasnya seperti biasa. Mungkin setelah kepergian eommanya itu. Pekerjaannya akan bertambah.

Lizzy sudah ditawari oleh kerabatnya untuk tinggal bersama. Tetapi lizzy tak mau merepotkan mereka. Selagi dirinya masih bisa melakukannya. Dia akan tetap melakukannya sampai dia tak sanggup lagi.

Lizzy awali paginya dengan sarapan nasi dan kimchi yang dibuatkan kerabatnya untuknya. Walaupun ini sederhana tapi setidaknya ini bisa menahan rasa laparnya sampai siang nanti.

Lizzy menggunji rumahnya dan berangkat menuju sekolah.

~

Lizzy berjalan santai di koridor sekolahnya. Tampak para murid berlalulalang di sekitarnya.

“jadi benar itu anak-“

Duabuah tanggan menutup kedua telinga lizzy. Yeoja itu menenggok kearah sosok yang menutup telinganya itu. Suho.

“ya! Kenapa kau menutup telinggaku.”

Namja itu membisikkan sesuatu. “kau sebaiknya cepat masuk kelas.” suho menuntun lizzy dan masih menutup kedua telinga yeoja itu.

“kau itu kenapa sih suho.” yeoja itupun melanjutkan jalannya menuju kelas.

~

Pelajaran kimia telah usai. Para murid berhamburan keluar kelas.

“lizzy kemarilah..” panggil guru shin. Guru kimia.

Tanpa pikir panjang lizzy berjalan kearah guru itu. “ne?”

“kau belum ulangan kimia. Kau mau ulangan kapan?” tanya guru itu.

“emm. Bagaimana jika sekarang?”

“jika kau sudah siap tidak apa. Ambil alat tulismu dan ikut aku.”

“ne.” lizzy lari kebangkunya menggambil alat tulisnya.

“kau mau kemana?” tanya eyoung.

“aku mau susulan kimia.” setelah lizzy menggambil alat tulisnya. Iapun berlari mengikuti langkah guru kimianya itu yang sudah beranjak terlebih dahulu.

~

“ini..” lizzy menyerahkan lembar kerjanya yang telah terisi penuh.

Guru shin menggambil lembaran itu. “baiklah. Kau boleh ke kelas sekarang.”

“ne.” lizzy membungkuk memberikan salam. Dan lalu keluar dari ruang guru.

Mata lizzy tertuju kekerumunan disekitar mading. “ada apa? Kenapa ramai sekali.”

Yeoja itu menjinjit-jinjitkan kakinya melihat apa penyebab kerumunan itu. Tapi itu percuma karena tinggi badan lizzy yang tidak mendukung untuk melalukannya.

Lizzy putuskan untuk bertanya kebeberapa orang di dekatnya. “ada berita apa?”

“itu. Kau tidak tau? Kabarnya seorang murid kelas satu sering mengganggu chi hoon. Bahkan dia memaksa chi hoon untuk menciumnya.”

“apa?”

“bahkan foto mereka sudah beredar di kalangan murid.” “kau belum lihat fotonya?” yeoja itu menggambil ponselnya dan menunjukkan sebuah foto ke lizzy.

“Ini dia..”

Mata lizzy melebar melihat foto itu. Bukankah itu dirinya waktu itu? Kenapa foto itu bisa beredar di kalangan murid sekolah?

Kaki lizzy mulai lemas sekarang.

“kau tidak apa-apa?” tanya yeoja yang berdiri di depan lizzy.

“ne. Gwaenchana.. Maaf merepotkan. Aku permisi dulu ne.” lizzy membungkuk memberi salam dan berlalu begitu saja.

Mengganggu chi hoon? Memaksanya dia ciuman? Itu tidak munggkin.

Tapi kenapa hari ini lizzy sama sekali tak melihat chi hoon. Kemana dia? Apakah dia senggaja melakukan ini untuk menggerjai lizzy?

Lizzy berlari menuju kelasnya. ‘Kenapa dia begitu tega padaku?’ gumam lizzy dalam hati.

Brak

Seketika tubuh lizzy tersungkur kelantai. “aw” rintihnya.

Seseorang telah menjegalnya tadi. “lihat ini. Wanita jalang ada disini.” “apakah kau jatuh? Sini aku bantu.” yeoja itu menggulurkan tangan.

Dengan ragu lizzy meraih tangan itu. tapi. Yeoja itu menarik kembali tangannya sebelum lizzy bisa menggapainya. “apakah semudah itu?”

Beberapa orang mulai berkumpul menggelilingi lizzy.

“hai wanita jalang! Kau harus tau diri! Menggoda chi hoon?! Héh! Memangnya dia mau denganmu?!” “sebaiknya kau menggaca!”

Ada apa ini? Kenapa sekarang lizzy seperti seorang pencuri yang tertangkap basah sedang mencuri?

Beberapa orang mulai menatap tajam lizzy. “jadi dia yang namanya lizzy.”

Lizzy ingin bangkit dan segera pergi tapi kaki kanannya tampak terkilir karena kejadian tadi.

Yeoja di depan lizzy itu mendekatkan wajahnya. Dan berkata.”dengarkan baik-baik. Aku tak akan pernah membiarkan seorangpun dekat-dekat dengan chi hoon. Termasuk kau. Kau dengar itu? Jadi jangan pernah dekati chi hoon lagi! Dan berhenti menggodanya!”

“a-aku tak mendekatinya. Dan aku tak menggodanya!” ucap lizzy memberanikan diri.

“jika bukan menggodanya lalu apa?! Chi hoon tertarik denganmu begitu?!”

“a-aku tidak tau itu. Tapi aku tak pernah menggoda chi hoon sunbae. Dan aku bukan wanita jalang!”

Plak!

Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri lizzy.

“hai bukankah itu berlebihan..” ucap yeoja lain yang menonton.

“dulu kau memaksa chi hoon untuk menciummu dikantin. Sekarang kau memaksanya lagi untuk menciummu. Dan sekarang apakah wanita jalang kurang cocok untukmu?!”

Lizzy memegang pipi kirinya yang terasa panas itu. Matanya merah menahan airmata yang ingin keluar.

“a-aku tak pernah memaksanya untuk menciumku.” ucap lizzy dengan nada parau.

Yeoja itu menampar pipi lizzy bagian kanan. Lizzy menutup matanya.

Tapi sebelum tangan yeoja itu menggenai pipi lizzy. “hentikan itu nuna..”

Lizzy membuka matanya perlahan. Dilihatnya suho yang sedang menahan tangan yeoja itu.

“apakah seperti ini kelakuan seorang kakak kelas kepada adik kelasnya?” suho menghempaskan tangan yeoja itu.

“apa urusanmu?” ucap yeoja itu.

“aku tak ada urusan dengan nuna.. Tapi aku ada urusan dengan yeoja ini..” suho menarik tangan lizzy. Dan membawanya pergi.

Yeoja tadi hanya menatap suho dan lizzy dengan sinis.

~

Suho membawa lizzy kedalam kelas. Dan mendudukkannya di bangkunya.

“kau tidak apakan? Apakah ada yang sakit?” tanya suho khawatir.

Lizzy menggeleng. “aku tidak apa. Kau tak perlu khawatir.”

Eyoung segera berlari masuk kekelas dengan panik setelah mendengar bahwa terjadi sesuatu dengan lizzy. “lizzy! Kau tidak apa-apa?” yeoja itu mendekati lizzy dan menggecek tubuh lizzy. Mencari apabila ada luka yang ada pada tubuh temannya itu.

“aku tidak apa-apa eyoung.” ucap lizzy dan tersenyum. “apakah kalian sudah tahu tentang ini sebelumnya?” tanya lizzy dengan wajah serius.

Suho dan eyoung saling menatap.

Eyoung menatap lizzy. “emm lizzy.. Maaf kan aku karena tak memberi tahumu dari awal. Kita hanya tak ingin melihatmu lebih sedih karena kejadian ini.”

“jadi kalian sudah tau ya..” ucap lizzy pelan dan tersenyum. “kalau begitu syukurlah. Jadi aku tak usah merahasiakannya dari kalian.”

Suho dan eyoung menatap temannya itu bingung. Kenapa dia bisa sesabar ini?

“suho. Bisakah kau menggurut kakiku sedikit. Sepertinya kakiku sedikit terkilir.” Minta lizzy.

“apa? Aku? é b-baiklah..” suho melepas sepatu lizzy dan memutar pergelangan kaki yeoja itu.

“a a a hentikan..” lizzy menggerang kesakitan.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

*lizzy pov*

Kenapa hidupku penuh dengan cobaan?

Cobaan apa lagi yang akan tuhan berikan padaku?

Selama pelajaran berlangsung aku hanya memandangi keluar jendela yang berada di sampingku. Aku memutar-mutar bolpoin dengan jari jemariku.

‘kenapa kau tidak menyukaiku?’

Kugelengkan kepalaku saat mengingat perkataan namja itu. Kenapa aku bisa terbayang kata-kata itu?

‘apakah kau menyukaiku?’

‘jika aku menyukaimu bagaimana?’

Setiap kata yang terucap dari mulut chi hoon satu persatu bermunculan di pikiranku. Ada apa ini?

Aku memukul kepalaku. “lizzy apa yang sedang kau pikirkan.” ucapku pelan.

Beberapa murid dan guru han ternyata sedang memperhatikan tingkahku itu.

Aku memandang satu persatu orang yang sedang memandangiku itu. Dan meringis seperti orang bodoh.

“kau kenapa lizzy?” tanya guru han yang merasa kelasnya terganggu karena ulahku itu.

“a-aniya. Aku hanya sedang melihat awan-awan yang berjalan.”

“jadi dari tadi kau tak memperhatikanku?! Jika kau tak mau mengikuti pelajaranku KELUAR SEKARANG!”

“m-mianhae.. Mulai sekarang aku akan memperhatikan.”

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Bel tanda berakhirnya pembelajaran telah berbunyi.

“eyoung. Aku harus ke toilet. Kau tunggu disini. Jaga tasku ne.” ku berikan tasku kepada eyoung dan langaung berlari menuju toilet.

Aku sudah menahan hasrat ingin buang airku sedari tadi ketika masih jam pelajaran.

Kulihat setiap sekat toilet mencari toilet yang kosong. Aku masuk kesalah satu sekat toilet itu.

“benarkah? “

“ne. Tak kusangka dia benar-benar anak kelas satu.”

Kudengar beberapa yeoja sedang menggosip. Ternyata yang dibilang orang benar. Jika kau ingin mendapat gosip terbaru. Tunggulah di toilet yeoja.

Tapi apa yang sedang mereka bicarakan?

“kenapa dia berani sekali? Semenjak aku sekolah di sini bahkan aku belum pernah bersenggolan langsung dengan chi hoon.”

“ah kau itu..”

“ngomong-ngomong. Kenapa beberapa hari ini aku tak melihat namja itu?”

“siapa? Chi hoon? Aku dengar dari teman sekelasnya dia sedang sakit.”

“sakit? Pantas saja aku jarang melihatnya.”

“mungkin dia sakit karena selalu di ganggu oleh akan kelas satu itu.”

Para yeoja itu tampak tertawa dalam percakapaannya. Dan perlahan suara mereka mulai pudar.

Aku membuka pintu sekat toilet itu. Sakit? Pantas saja aku tak melihatnya. Tapi itu keberuntungan bagiku.

Aku berjalan menuju cermin yang memang disediakan di toilet itu. Kuhidupkan keran dan kucuci tangganku.

Tapi sakit apa dia? Ahhh itu bukan urusanku. Kumatikan keran dan keluar dari toilet.

Aku berjalan menuju kelas. Tampak eyoung dan suho yang sedang berdiri di depan ruang kelas.

“mian lama ne?” aku menggambil tasku yang di pegang eyoung.

“ani..” ucap eyoung singkat.

Aku melihat kearah suho yang berdiri disamping eyoung. “kau belum pulang?”

“aku menunggumu..”

“menungguku?”

“ayo pulang..” ucap eyoung.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Kubaringkan tubuhku di atas tempat tidur. Setelah aku menyelesaikan tugas dan pekerjaan rumahku. Terasa sangat nyaman dan tenang.

Kupejamkan mataku perlahan. Entah kenapa hari ini aku begitu lelah. Sangat lelah.

Kubelakan mataku saat terbayang senyuman chi hoon waktu itu. Senyuman yang bisa dibilang manis itu. Senyuman yang menurutku berbeda dengan senyuman orang lain.

Kudekap kepalaku dengan bantal. Apa yang sedang aku pikirkan? Kenapa aku malah terbayang wajahnya?

Kuputuskan untuk segera mandi dan bersiap untuk berangkat bekerja.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

“ini kembaliannya..” “terimakasih sudah datang..” itulah kalimat yang paling sering aku ucap saat bekerja.

~

“lizzy-ah kau sudah boleh pulang..”

“benarkah?” ku lihat jam yang tergantung di dinding. Memang benar. Ini sudah lebih beberapa menit dari jam kerjaku.

Kenapa terasa cepat sekali?

“aku pulang dulu ne..”

“ne. Kau hati-hati lizzy..”

Bintang malam itu nampak begitu terang. Walaupun ini bukan di pedesaan tapi dari sini aku bisa melihat bintang-bintang itu dengan jelas.

“eomma..” aku tersenyum kesalah satu bintang yang memang sedari tadi menarik perhatianku.

Aku menggambil nafas panjang dan melanjutkan langkahku yang sempat terhenti.

Tapi tak lama langkahku kembali terhenti di depan sebuah pohon. Ya. Pohon dimana aku kembali bertemu dengan chi hoon waktu itu.

Aku memang sudah lama tak melihatnya. Apakah dia benar-benar sakit?

Ahh itu bukan urusanku. Dia mau sakit atau mati sekalipun itu tetap bukan urusanku.

Aku kembali melangkahkan kakiku kembali kerumah.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Eyoung menaruh beberapa buku di atas mejaku. Dan menunjuk salah satu nomor yang terdapat lingkaran merah itu. “lizzy bisa kau ajari aku cara menggerjakan ini?”

Eyoung menarik bangkunya mendekat. Dan duduk di bangku itu. Aku membaca soal yang terdapat di buku itu. “emm eyoung. Sebenarnya aku juga belum terlalu faham tentang bab ini.. Sebaiknya kau tanya baekhyun. Kurasa dia lebih tau..”

Wajah eyoung tampak cemberut mendengar jawabanku itu. “tapi aku tak mau tanya orang itu.” “ayolah lizzy tak bisakah kau menggajariku?”

“aku bukan tak mau tapi jika aku salah menggajarimu malah kacau.” aku melihat kearah bangku baekhyun. Tampak baekhyun yang sedang membaca buku disana.

“baekhyun!” panggilku.

Namja itu melirik kearahku.

“kau pintar fisikakan? Bisa kau ajari-“

“lizzy kau saja yang diajari baekhyun. Nah nanti kau menggejariku.” ucap eyoung pelan.

“apa? T-tapi?”

“sepertinya aku meninggalkan bukuku di perpus. Aku harus segera menggambilnya..” eyoung bangkit dan keluar kelas begitu saja.

“ajari apa?” tanya baekhyun datar.

Aku menaruh buku milik eyoung itu di atas meja baekhyun. “kau ajari aku ini.”

Baekhyun membaca soal yang aku tunjuk tadi. Dan tampak menulis angka-angka di dekat soal itu.

“sudah.” baekhyun menggulurkan buku itu kepadaku.

“ya! Aku ingin kau mengajariku bukan menggerjakannya!” ucapku kesal.

“aku tak pandai menggajari orang lain. Kau lihatlah aku menggerjakannya. Lalu kau tanya yang mana yang belum jelas.”

“baiklah..”

~

“tunggu tunggu.. Kenapa itu bisa jadi 30?” tanyaku sambil menunjuk angka yang baru saja di tulis baekhyun.

“hai hai apakah kau benar-benar orang pintar?” “lima belas kali dua berapa?”

“tiga puluh.”

“nah. Itu kau tau.”

“maksudku kenapa itu bisa di kali dua?!” tanyaku menahan emosi.

~

Aku mengganguk-anggukkan kepalaku mengerti dengan apa yang di tulis baekhyun.

“baiklah.. Aku sudah menggerti. Gomawo..” aku menutup buku milik eyoung itu.

“hemm” balas baekhyun dan kembali membuka buku yang tadi di bacanya.

“emm.. Baekhyun?”

“hem?”

“apakah kau menggenal chi hoon sunbae?” tanyaku dengan ragu. Sudah lama sejak kejadian aku bertemu dengan baekhyun dirumah chi hoon waktu itu. Aku selalu bertanya-tanya. Apakah baekhyun adik chi hoon atau bukan.

Tapi muka mereka sama sekali tidak mirip.

“jika aku menggenalnya kenapa?”

“apakah kau adik sunbae?”

“kenapa kau bertanya?”

“jika kau tak mau menjawabnya ya sudah..” aku membereskan buku itu dan membawanya.

“aku bukan adiknya. Aku hanya teman masa kecilnya..” “dan aku mau tanya sesuatu padamu. Apa yang kau lakukan hari itu?”

Aku diam terpaku seketika. Yang kulakukan hari itu? “a-apa maksudmu bertanya seperti itu. A-aku tak melakukan apapun waktu itu. K-kau jangan berpikir yang tidak-tidak.”

“malam itu. Chi hoon hyung datang dengan keadaan mabuk dan pakaiannya basah. Aku tak tau apa yang kalian lakukan. Tapi sejak malam itu suhu badannya terus meningkat sampai sekarang. Jika terus seperti itu, itu membahayakan baginyawanya.”

“apa maksudmu?”

“dia sekarang dirawat di rumah sakit …..”

“a-aku tak peduli itu!” entah kenapa mataku berubah menjadi merah. Aku kemabil ke bangkuku tak mau mendengar penjelasan baekhyun lebih panjang lagi.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Ketika bel pulang telah berbunyi aku dan eyoung segera pulang. Seperti biasa aku berpisah di depan gerbang sekolah.

Aku melangkahkan kakiku melewati trotoar yang menuju rumahku. Aku masih memikirkan kata-kata baekhyun tadi.

Aku menuju ke halte bus terdekat saat itu. Tak lama aku menunggu. Sebuah bus datang tepat di halte itu. Aku masuk kedalam bus itu untuk menuju ketempat yang akan aku tuju.

Sekitar 20 menit kemudian aku turun di sebuah halte di sebrang rumahsakit. Aku juga tak tau kenapa aku berada disini sekarang. Tapi hati kecilku menggatakan untuk segera masuk kedalam rumahsakit itu.

~

“permisi.. Pasien yang bernama ch- lee chi hoon dirawat dikamar mana?” tanyaku kepada seorang yeoja penjaga loket pendataan pasien.

“tunggu sebentar ne. Biar saya lihat dulu.” “lee chi hoon.. Ini dia.” “dia dirawat di kamar vip nomor 19”

“kamsahamida..” ucapku pada yeoja itu.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

“hyung seok!” suara teriakan seorang yeoja menggema di sebuah rumah yang cukup besar.

Hyung seok berjalan menuju kulkas. Ia tampak menggambil sebotol air mineral dari dalam kulkas dan meminumnya. “sudah aku bilang. Aku tak akan bertunangan dengannya.” ucap hyung seok santai.

“bagaimanapun juga kau harus bertunangan dengannya. Kau tau? Dia penerus perusahaan Gu.”

“aku tak peduli itu. Aku punya pilihanku sendiri.” namja itu membawa air mineralnya itu dan menaiki tangga rumah itu.

“pilihan? Yang kau lakukan hanyalah bermain dengan para yeoja itu!”

Hyung seok menghentikan langkahnya. “aku juga sudah punya pacar. Jadi tak usah mengkhwatirkan tentang masa depanku.” namja itu melanjutkan langkahnya yang terhenti tadi.

“jika memang kau punya pacar. Bawa dia menemui eomma!” “tidak. Sebaiknya bawa dia untuk acara nanti malam!”

Hyung seok tak mendengarkan eommanya itu. Dia masuk kekamarnya dan membanting pintu itu.

“apakah jaman sekarang masih ada istilah perjodohan?”

Hyung seok menghempaskan tubuhnya ketempat tidur. Acara? Namja itu berdecak malas. Mengingat memang ada acara yang harus ia datangi nanti malam.

Acara yang dihadiri para orang yang terhormat bagi orangtuanya. Acara pembukaan cabang baru dan makan malam bersama.

Namja itu bengkit dan mengganti seragan sekolahnya dengan kaos hijau dan kemeja biru kotak-kotak kecil.

Namja itu menggambil ponsel dan kunci mobilnya dan segera keluar dari kamarnya.

Dengan langkah cepat namja itu menuruni tangga rumahnya itu.

“kau mau kemana?” tanya eomma hyung seok saat melihat anaknya itu menuruni tangga.

“aku mau ke clup.”

“kau seharusnya bersiap untuk nanti malam. Bukan malah keluyuran.”

“eomma tenang saja. Aku pasti akan datang.” ucap namja itu dan pergi begitu saja.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Sekarang aku tepat berdiri di depan pintu kamar vip nomor 19. Tertulis nama ‘lee chi hoon’ di dinding samping pintu.

Aku melihat dari kaca yang ukurannya tak terlalu besar yang terdapat di pintu. Tampak seorang namja yang sedang terbaring di tempat tidur di kamar itu.

Jantungku berdebar saat aku membuka pintu itu. Awalnya memang tak ada niatku sama sekali untuk masuk. Tapi entah kenapa aku penasaran dengan keadaan chi hoon saat ini.

Kutatap namja yang terbaring itu. Namja itu tampak menggambil nafasnya dengan tergesa-gesa. Apakah dia tidur? Kurasa tidak. Ia tak tampak seperti orang tidur. Tapi mata manja itu terus terpejam dengan beberapa keringat yang menetes.

Cekrek

Aku terkejut saat mendengar suara pintu yang terbuka. Seorang perawat masuk kedalam ruangan itu.

“permisi.. Bisa mundur sebentar..” perawat itu tampak ingin mengganti kantong inpus yang sudah hampir kosong itu. Aku mundur beberapa langkah untuk memberinya jalan.

“jarang sekali jam segini ada yang menjengguknya.” ucap perawat itu.

“ah aku kebetulan lewat saja dan mampir sebentar..” “em. Maaf.. Sebenarnya dia sakit apa?”

“dia hanya demam. Tapi suhu badanya tak seperti orang demam biasanya. Dan juga semakin hari suhu badannya semakin meningkat. Tapi kemarin sudah turun.” perawat itu selesai mengganti kantong inpus. Dan menggambil termometer badan yang tadi perawat itu bawa.

“kira-kira sampai kapan dia akan terus seperti ini?”

“untuk itu saya kurang tau. Karena dokter maupun perawat tak bisa memastikan kapan pasiennya akan sembuh.” perawat itu menggecek suhu badan namja yang terbaring itu. Perawat itu tampak terkejut dengan apa yang barusaja ia lihat.

“a-ada apa?” Tanyaku khawatir.

“maaf bisa anda keluar. Suhu badan pasien kembali naik dengan derastis.”

“b-baiklah..”aku menatap wajah namja itu sekali lagi dan keluar. Ketika aku keluar seorang namja berpakaian dokter masuk kedalam ruangan itu.

Sunbae? Aku memegang dadaku. Entah kenapa dada ini terasa sakit saat ini.

Apakah aku sedih? Tapi kenapa aku sedih? Tak ada alasan untukku bersedih.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

*author pov*

Mobil hyung seok berhenti di tepi jalan. Ia menggambil ponselnya yang tadi ia letakan di bangku sampingnya.

Namja itu menekan beberapa huruf di layar ponselnya. Tak lama nada sambungan telfon berbunyi.

Tak ada yang menggangkat telfon itu. Ia pun mencoba menghubungi nomor itu sekali lagi.

“yaboseo?” suara yeoja terdengar sekarang.

“eyoung. Kau ada dimana?”

“aku ada di rumah. Wae?”

“aku kesana sekarang.”

“apa? Kau-“

Namja itu memutus telfonnya dan segera melajukan mobilnya kerumah yeoja yang ia telfon tadi.

~

Ting tong~

Suara bel rumah eyoung berbunyi. Minji yang sedang menonton tv segera berlari membukakan pintu.

“oppa.” ucap minji pelan.

“eyoung ada?”

“oppa tunggu ne..” minji kembali masuk kedalam tanpa mempersilahkan namja itu masuk.

Minji menggetuk kamar kakaknya itu. “eonni.. Dicari.. Hyung seok oppa..”

Eyoung membuka pintu kamarnya dengan malas. “bilang eonni sedang tidur. Suruh dia jangan ganggu eonni..” eyoung kembali menutup pintu kamarnya itu.

Minji melihat kakaknya itu bingung. “baiklah..” minji kembali ketempat dimana namja itu menunggu. Depan rumah.

“kata eonni. Eonni sedang tidur. Dan tidak mau di ganggu.” ucap minji polos. Hyung seok tersenyum mendengar perkataan minji.

“minji! Siapa tamunya?!” tanya eomma yang sedang memasak untuk makan malam.

“hyung seok oppa eomma!” teriak minji menyeimbangi suara eommanya itu.

“apakah kau tak bisa memanggilkannya sebentar?” tanya hyung seok.

“minji. Kenapa tidak kau suruh masuk..” ucap eomma eyoung yang tiba-tiba muncul dari belakang minji.

“ayo silahkan duduk..”

“ne..” hyung seok masuk kedalam rumah itu dan duduk di sofa depan tv. Minji duduk di samping namja itu. Ia tampak serius memperhatikan tv yang sedang menyala itu.

“kau mencari eyoung? Biar eomma panggilkan dulu ne.”

“ne..”

~

“eyoung.. Hyung seok mencarimu. Keluarlah.” eomma eyoung menggetuk pintu kamar yeoja itu dengan lembut.

“bilang aku sedang tidur.”

“kau dari pulang sekolah sampai sekarang tidur terus. Sudah cepat bangun. Dia menunggumu..”

Eyoung membuka pintu kamarnya dengan malas. “aku sedang ingin tidur eomma..”

“sudah cepat sana dia sudah menunggumu.”

Eyoung menghela nafasnya. “ne eomma ne.” ucapnya malas.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Namja itu sedari tadi hanya diam melihat minji menonton tv.

“kau suka film kartun?” tanya namja itu.

“ne. Oppa juga suka?”

“ani. Oppa tidak suka film kartun.”

“wae?”

“karena film kartu adalah kebohongan.”

“kebohongan?”

“ne. Jika kau sudah besar kau pasti tau..” hyung seok menggelus kepala minji dengan lembut.

“mau apa sunbae kesini?” tanya eyoung yang sudah berdiri di dekat sofa.

Hyung seok tersenyum melihat eyoung. “kau sudah bangun..”

“minji. Oppa pinjam kakakmu ne.”

“ne oppa..”

Hyung seok menghampiri eyoung yang masih saja berdiri itu. “dimana eommamu?”

“mau apa sunbae kesini?”

Hyung seok berkeliling mencari eomma eyoung. Bagaimanapun juga dia harus pamit sebelum pergi.

Mata hyung seok tertuju pada sosok yeoja yang sedang memasak di dapur. Tanpa pikir panjang namja itu menghampirinya.

“aroma yang enak..”

“ah hyung seok kau di sini.”

“ne. em tante.. Aku ingin meminjam anak tante. Mungkin agak lama. Bolehkan?”

“silahkan tapi jangan pulang larut malam ne.”

“ne. Kamsahamida.”

~

*hyung seok pov*

Ku tarik tangan eyoung keluar dari rumah itu. Dan kumasukkan eyoung kedalam mobil.

“hai sunbae! Kenapa kau seenaknya membawa anak orang!”

“aku sudah izin kekeluargamu. Dan mereka membolehkan ku membawamu.”

Ku lihat jam tanganku. Mungkin aku terlalu membuang buang waktu. Aku harus bergegas.

“kita mau kemana?”

“kau diam saja dan menurutlah.”

“bagaimana aku bisa diam?! Tiba-tiba kau datang dan membawaku begitu saja!”

“aku ingin meminta bantuanmu..” ucapku tanpa menatap eyoung.

“bantuan apa?”

“jadilah pacarku..”

Eyoung tampak terkejut dengan apa yang barusan aku katakan. Sampai-sampai dia tersedak ludah sendiri.

“pacarmu?”

“jadilah pacar ku untuk sementara.”

“sementara?”

~

Kuparkirkan mobilku tepat di depan butik langananku.

“cepat turun. Kita sudah tak ada waktu lagi.”

Aku turun dari mobil dan di ikuti eyoung di belakangku. Mungkin dia tampak aneh melihatku setelah aku menjelaskan apa tujuanku sebenarnya.

“selamat datang..” beberapa yeoja menyambutku saat aku masuk ke butik itu.

Aku melihat kebelakang. Menatap eyoung yang berjalan lambat. “apakah kau tidak bisa lebih cepat? Masih banyak yang harus kita lakukan.”

Aku kembali beberapa langkah untuk menghampiri yeoja itu. Ku gandeng tangannya dan membawanya masuk kedalam butik.

~

Eyoung tampak melihat-lihat deretam baju yang di gantung di butik itu.

“pilihlah baju yang kau suka.”

“apa?”

“pilihlah baju untukmu sendiri. Ku harap seleramu cukup bagus.”

Aku melihat-lihat deretan jas yang ada di butik itu. Aku menggambil salah satu jas yang menurutku cocok untukku dan mencobanya.

“sunbae. Bagai mana dengan ini.” yeoja itu menunjukkan sebuah pakaian yang ia bawa.

“hai. Kita bukan mau jalan-jalan. Pilihlah sebuah gaun.”

“tapi aku suka ini.”

Aku hanya melirik tajam yeoja itu. Dan tak lama yeoja itu pergi dari hadapanku.

Aku melihat cermin yang tersedia di butik itu.. “aku ambil yang ini..” aku melepas jas itu. Dan memberikannya kepada penjaga butik yang ada di sebelahku.

“tolong simpan dulu..”

“ne.” penjaga butik itu pergi membawa jas yang aku pilih tadi. Tapi sebelum yeoja itu pergi aku membisiki sesuatu kepada yeoja itu.

~

“kau masih belum menemukannya?”

“ya sunbae! Apakah aku harus memilih gaun?”

“ini acara formal. Tak mungkin aku biarkan kau berpakaian seperti itu.”

Tak selang lama seorang yeoja datang dengan membawa kereta jemuran yang berisikan gaun-gaun yang indah.

Yeoja itu berhenti tepat di sebelahku. “ini beberapa gaun yang anda minta tadi..”

“ne..” ucapku singkat.

“kau coba semua gaun ini.” suruhku pada eyoung.

“apa? Semua?”

Aku menggambil salah satu gaun di kereta itu dan menggulurkannya ke eyoung. “kau coba ini.”

Dengan ragu yeoja itu menggambil gaun yang aku berikan dan masuk keruang ganti.

Beberapa menit kemudian eyoung keluar menggenakan gaun yang aku berikan tadi. Aku menatapnya dari atas kebawah.

“terlalu mencolok.” “ganti.”

.

“terlalu ketat.”

.

Eyoung menurun-nurunkan gaun yang saat ini ia kenakan. Ia tampak tak nyaman dengan gaun itu. Aku tersenyum melihat tengkahnya itu.

“terlalu pendek.”

.

Setelah beberapa gaun telah gugur seleksi aku melihat gaun-gaun yang tersisa di kereta itu. Mataku tertuju kesebuah gaun berwarna blue soft. “kau coba ini.”

Ku berikan gaun itu ke eyoung dan segera menyuruhnya untuk mencobanya.

Beberapa menit kemudian eyoung keluar. Ia tampak menutupi dadanya itu. “sunbae. Ini terlalu terbuka..”

“singkirkan tanganmu.” ucapku saat melihat tangannya yang menutupi bagian dadanya itu.

Dengan ragu yeoja itu menurunkan tangannya itu.

Kudekati yeoja itu. Dan sedikit menata rambutnya. “apa yang kau lakukan?” berontak eyoung.

“diamlah.” ku atur rambut itu walaupun hanya sementara. “lihatlah kecermin.”

Yeoja itu tampak terkejut melihat dirinya di cermin.

“aku ambil gaun ini. Dan juga tolong pilihkan sepatu yang cocok untuknya.”

“ne.”

Penjaga butik itu menggantar eyoung menuju kesebuah ruangan yang terdapat banyak sepatu. Aku masih menunggu di ruangan lain untuk memilih kemeja yang akan aku kenakan nantinya.

Di depan eyoung sekarang terdapat tiga pasang sepatu yang masing masing memiliki desain dan model yang berbeda.

“bagaimana dengan yang ini” penjaga butik itu membawakan eyoung sepasang sepatu yang berbeda lagi.

“bisakah aku memakai sepatu biasa? Aku tak bisa menggunakan sepatu seperti ini..” ucap eyoung melepas sepatu yang ia coba.

“anda memiliki kaki yang bagus. Sangat disayangkan jika anda tidak menggunakan sepatu seperti ini.”

Eyoung mencoba sepatu yang baru saja diberikan yeoja itu. “tapi aku tak terbiasa dengan sepatu seperti ini.”

Aku berjalan kearah eyoung yang sedang duduk mencoba sepatu. “kau harus menggunakan sepatu itu.”

“ne ne” jawab eyoung malas.

Eyoung sebenarnya tak ingin melakukan ini. tapi.

*flashback*

“kenapa harus aku?”

“karena hanya kau yang bisa.”

‘”api kenapa aku? Bukankah sunbae menggenal banyak yeoja yang lebih provesional daripada aku?”

“sudahku bilang hanya kau yang bisa melakukannya!”

“apa untungnya jika aku melakukannya?”

“apa yang kau mau? Aku akan memberikannya.”

“ya! Kau mencoba untuk membeliku?!”

“aku bilang apa yang kau inginkan. Jadi itu tak selalu uang. Kau saja yang berpikiran aku akan membelimu.”

Eyoung tampak berpikir dengan apa yang aku ucapkan itu. “aku akan menjadi pacar sementaramu. Asalkan kau jangan datang kerumahku lagi. Bagaimana?”

“baiklah.”

*flashback end*

“kau coba yang itu.” kutunjuk sebuah sepatu yang berada didepan eyoung.

“tapi aku sudah mencobanya.”

“sudah cepat coba lagi.”

~

“berdirilah.” ku ulurkan tanganku kepada yeoja di depanku itu. Yeoja itu menggapai tanganku dan berdiri.

“bagaimana?”

“bagaimana apanya? Kakiku sakit.”

Apakah yeoja ini benar-benar belum pernah memakai sepatu seperti ini sebelumnya? Jangan-jangan dia bukan yeoja.

“jalanlah..”

“apa? Jalan? Aku tak mungkin bisa jalan.”

“anggap sepatu sebagai nyawa keduamu. Dan anggap dia sebagai seseorang yang juga memiliki hati.”

“kau pintar bicara sunbae..”

Aku hanya mengucapkan apa yang pernah aku dengar dari para yeoja yang aku temui.

Aku melihat cara berjalan yeoja itu yang sangat hati-hati dan terkesan kaku. “apakah kau tak bisa berjalan lebih elegan lagi?”

“ini sedang aku mencobanya.”

Ku pejamkan mata dan menghela nafas. Tak kusangka ini akan sangat merepotkan.

Kudekati yeoja itu dan ku pegang pinggang yeoja itu. Yeoja itu tampak terkejut dengan apa yang aku lakukan. “tataplah aku dan tetap berjalan. Pandanganmu harus lurus kedepan.”

Yeoja itu tersipu. Wajahnya seperti terdapat rona kemerahan. Tapi wajahnya terlihat lucu saat itu. “b-baiklah akan aku coba.” ucap yeoja itu.

*eyoung pov*

Kenapa hatiku berdebar? Eyoung kendalikan hatimu eyoung.

Aku berjalan dan terus menatap wajah namja itu. Terasa aneh memang. Tapi saat aku menatapnya aku merasa dia begitu tampan. Namja itu tersenyum. Senyum namja itu juga terlihat manis sekarang.

Entah mengapa aku ingin selalu menatap namja itu.

“kau melakukannya dengan baik.” ucap namja itu.

Aku tersadar dari lamunanku. Dan aku baru sadar aku sudah berjalan cukup jauh. Tapi aku tak pernah merasa berjalan sejauh ini.

Namja itu melepaskan tangannya dari pinggangku. “sekarang kita hanya perlu menata wajah dan juga rambutmu.”

Namja itu melambaikan tangannya ke yeoja penjaga butik. Dan yeoja itupun mendekat. “tolong hitung semuanya.”

~

Hyung seok menaruh tas berisi gaun dan juga jas kedalam mobil bagian belakang.

Aku masuk kedalam mobil dan duduk dibangku depan. “kita mau kemana lagi?”

“kerumah temanku. Dia seorang penata model jadi dia lebih profesional daripada salon.”

“kau baca ini” hyung seok menyerahkan selembar kertas yang bertuliskan cukup banyak tulisan kepadaku.

“apa ini?”

Hyung seok menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya. “bacalah..”

Dengan ragu aku baca kertas yang di berikan hyung seok itu. “siapa namamu?” “dimana kau tinggal?” “apa maksud semua pertanyaan ini?” tanyaku bingung.

“itu semua pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh kedua orangtua ku. Kau harus bisa menjawabnya.”

Hyung seok mendapatkan semua pertanyaan itu saat ia pergi ke clup tempat biasa dia nongkrong(?). Walaupun sebenarnya dia tak tau semua isi pertanyaan itu karena kris lah yang menulisnya.

~

Hyung seok menekan bel rumah yang cukup besar itu. Tak lama seorang yeoja keluar dari rumah itu. “kau sudah datang. Masuklah.”

Tanpa sungkan namja itu masuk. Aku hanya mengikutinya di belakang.

Yeoaj itu membawaku dan hyung seok kesebuah ruangan. Yang lebih mirip seperti salon rumahan itu.

Yeoja itu melihat kearahku. “jadi dia orangnya?”

“ne. Tolong rubah penampilannya.”

“baiklah. Dia akan menggenakan gaun warna apa?”

Hyung seok menyerahkan tas yang berisi gaunku tadi. “kau lihatlah sendiri.”

Yeoja itu menggambil tas yang di berikan hyung seok padanya. “ayo ikut aku.”

Hyung seok menatapku, menyuruhku segera mengikuti langkah yeoja itu. Kuberikan kertas yang sedari tadi aku pegang pada namja itu.

“silahkan duduk di sini.”

“ne.” aku duduk di tempat keramas yang biasa ada di salon-salon.

Yeoja itu menyandarkanku dan menggarahkan kepalaku keatas bersiap untuk mencuci rambutku.

Hyung seok tampak duduk di bangku sebelahku. “kau sudah membaca semua?” tanyanya.

“belum. Aku baru membaca beberapa saja.”

“aku akan membantumu. Kau jawab pertanyaan ku.” “siapa namamu?”

“namaku shin eyoung.”

“hai. Itu tak sopan.” “kau seharusnya menggatakan ‘nama saya shin eyoung.'” ucap hyung seok.

Yeoja yang sedang mencuci rambutku itu tertawa kecil.

“itukan sunbae yang bertanya. Jika orangtua sunbae baru begitu.”

“kau harus serius.. Pertanyaan selanjutnya. Dimana kau tinggal?”

“saya tinggal di…. “

Aku menjawab semua pertanyaan yang keluar dari mulut namja itu.

Yeoja itu telah selesai mencuci rambutku dan sekaran ia mulai menggeringkannya menggunakan hairdraier.

“pertanyaan terakhir.” hyung seok tiba-tiba terdiam.

Aku melirik namja itu. Namja itu terdiam sejenak melihat kertas yang ia pegang. “kenapa kau mau menjadi pacar hyung seok?” ucapnya dan menatapku.

Bersambung…

Nb :

Mian ceritanya jadi belok kemana-mana .-. Apa yang lagi z pikirin langsung z tuangin aja. Tapi terkadang z bingung cara menuangkan pikiran kedalam kata-kata dan tingkah sang tokoh.. Klo banyak typo mian ne hehe

About fanfictionside

just me

23 thoughts on “FF/ WHAT’S WRONG WITH A KISS?/ pt. 6

  1. Ahh penasaran banget sama chi hoon, lizzy itu khawatir atau kasian sama chi hoon? Suho kasian nasibmu nak(?). Daebak thorr! Keep writing😀

  2. aaahhh!! -.-‘ tbc menyebalkan! >_< pdhal lgi seru jga.. '-'
    pnasran gimna lizzy-chi hoon.. & suho,,

    next thor.. jgan lama² ya!? ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s