FF/ BESTFRIEND? / BTS-BANGTAN/ pt. 2


AUTHOR: @ismomos

 

CAST:

– Min Yoongi (BTS Suga)

– Im Nayeon

– Kim Seokjin (BTS Jin)

– Baek Hyerin

 

Genre: Romance, School Life, Friendship

 

 

 

PhotoGrid_1398753109568

“Sudah lama ya kita tidak menikmati suasana malam seperti ini.”

Nayeon merapatkan jaket yang dikenakannya karena ia merasa kedinginan saat angin malam menerpa seluruh tubuhnya. Walau ia harus menahan dingin, namun hatinya merasa hangat. Ya, ia berada disamping Yoongi saat ini. Hanya berdua, di taman di depan rumahnya.

Yoongi hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Nayeon. Ia juga merasa senang, namun di dalam hatinya ia merasakan dilema yang amat sangat. Hari ini, tepat seminggu ia tidak berhubungan dengan Hyerin. Gadis itu tidak menjawab panggilan maupun pesan darinya. Dikelas pun demikian, bahkan gadis itu sampai pindah tempat duduk dengan alasan ia tidak bisa melihat tulisan yang ada di papan tulis. Padahal Yoongi tahu, gadis itu hanya ingin menjauhi dirinya.

Tanpa sadar Yoongi menghela nafas, membuat Nayeon menoleh ke arahnya dan menatap lelaki itu heran.

“Kau kenapa?”

Bukannya menjawab pertanyaan Nayeon, Yoongi malah menatap gadis disampingnya dengan lekat. Nayeon sampai harus menahan nafasnya karena tidak biasanya Yoongi menatapnya seperti itu.

“A–ada apaa??”

Nayeon semakin tidak mengerti dengan sikap Yoongi. Akhir-akhir ini lelaki itu bertingkah sedikit aneh. Yoongi menatap Nayeon dengan rasa bersalah, karena disaat ia bersama dengan Nayeon pun bayangan Hyerin terus menghantui pikirannya.

“Nayeon-ah… sebenarnya—hm—-”

Nayeon menunggu Yoongi melanjutkan ucapannya tanpa menyela.

“Aniya. Nayeon-ah mianhae. Aku pergi ya…….. Annyeong.”

Tanpa menunggu jawaban dari Nayeon, Yoongi beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan gadis itu. Sebenarnya tadi ia ingin mengatakan yang sejujurnya kepada Nayeon. Tentang hubungannya dengan Hyerin. Namun ia belum siap. Ia tidak tega bila harus menyakiti Nayeon, sahabatnya dari kecil.

Nayeon mengerjapkan matanya, masih belun dapat mencerna apa yang baru saja terjadi.

Dan saat ia tersadar, ia merasakan hatinya sesak, padahal baru saja ia merasa senang bisa melewati waktu berdua dengan Yoongi. Namun lagi-lagi, ia ditinggalkan sendiri. Lagi-lagi Yoongi meninggalkannya sendiri.

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Yoongi menatap layar handphonenya, menatap sederet angka yang sudah diketiknya pada layar handphone. Tinggal menekan tombol hijau dan panggilan tersebut akan terhubung ke nomor yang ditekannya. Namun ia masih ragu.

Yoongi masih menatap layar handphonenya sambil mengetuk-ngetukkan setir mobil. Akhirnya Yoongi memutuskan untuk menghubungi nomor tersebut. Ia sampai menggigit bibir bawahnya, menunggu dengan cemas. Semoga saja seseorang yang dihubunginya mau menjawab panggilan darinya.

Tuuuut…… tuuuuttt……. tuuuttt……..klik.

Yoongi menghela nafas lega saat seseorang yang dihubunginya menjawab panggilan darinya.

“Baek Hyerin…” panggil Yoongi dengan suara tercekat.

“Hm?” sahut Hyerin singkat.

Yoongi tidak dapat menahan gemuruh dalam hatinya saat ia mendengar suara Hyerin di telinganya, ia merindukan suara Hyerin, ia merindukan wajah Hyerin. Yaa Yoongi merindukan Hyerin. Walaupun gadis itu hanya menyahutinya dengan dingin.

Lama mereka terdiam. Yoongi masih belum dapat mengendalikan perasaan yang ada di hatinya.

“Ada apa menghubungiku?” tanya Hyerin, memecah keheningan di antara mereka. Nadanya masih terdengar dingin.

“Keluarlah. Aku ada di depan rumahmu..”

Hyerin berjalan mendekati jendela kamarnya. Ia melihat mobil Yoongi terparkir disana. Di depan rumahnya. Namun Hyerin malah berdiri membelakangi jendela.

“Lebih baik kau pulang saja.”

“Ku mohon Hyerin-ah. Keluarlah. Ada yang ingin aku—-”

Klik!

Lagi-lagi Hyerin mengakhiri panggilan tersebut tanpa sempat Yoongi bicara.

Hal itu membuat Yoongi memukul setir mobilnya dengan kencang dan mengacak rambutnya frustasi. Ia benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dan seketika tanpa ia sadari air mata sudah jatuh membasahi pipi lelaki itu. Yoongi sudah tidak bisa lagi menahan rasa sesak yang ada di dalam hatinya.

 

 

*     *     *      *     *     *     *     *

 

 

Hyerin merasakan tubuhnya bergetar seraya dengan sesak yang menyelimuti hatinya. Jujur saja ia sudah tidak kuat menahan segala rasa yang ada di hatinya. Ia merindukan Yoongi. Sangat amat merindukan lelaki itu. Namun hati dan egonya selalu bertentangan sampai akhirnya egonyalah yang berhasil menguasai dirinya.

Hyerin menangis sambil memeluk dirinya sendiri. Ia tidak tahu sampai kapan ia akan terus bersikap seperti ini. Ia tidak dapat terus membohongi dirinya untuk membenci Yoongi. Ia terlalu mencintai lelaki itu.

Tiba-tiba handphone Hyerin berbunyi. Ada sebuah pesan masuk.

 

From: My Yoongi

Aku mencintaimu.

 

Pesan dari Yoongi semakin membuat Hyerin tak dapat menghentikan air matanya. Membuat Hyerin mengingat waktu pertama kali Yoongi menyatakan cinta padanya….

 

 

-flashback on-

 

     “Min Yoongi, apa yang sedang kau lakukan, huh? Kau tidak melihat betapa berantakannya kelas ini dan kau malah asyik bermain dengan ponselmu? Aish kau ini…”

     Hyerin menyapu ruangan kelas sambil mengoceh pada Yoongi. Hari ini adalah jadwal piketnya dan Yoongi. Tapi bukannya membantunya merapikan kelas, teman piketnya itu malah sibuk dengan handphonenya.

     “Yaaak Min Yoongi—–”

     “Tunggu sampai aku selesai dengan ini baru aku akan membantumu merapikan kelas.”

     “Aish apa-apaan kau ini—“

     Hyerin menggelengkan kepala melihat kelakuan Yoongi. Namun ia memilih untuk menyelesaikan tugas piketnya tanpa memedulikan lelaki itu.

     “Selesai!” teriak Yoongi sambil menatap handphonenya. Lalu ia memasukkan handphonenya ke dalam saku dan mulai membantu Hyerin membersihkan kelas.

     Hyerin masih tidak memedulikan Yoongi dan tetap fokus menyapu lantai kelasnya.

     Ting..ting..

     Tiba-tiba handphone Hyerin berbunyi. Ada pesan masuk.

     Hyerin menaruh sapu yang ada di tangannya dan mengambil handphone yang ada di saku roknya. Dan saat ia membaca pesan yang baru saja masuk, tanpa sadar pipinya terasa hangat.

     “Yak Min Yoongi, apa maksudmu—“

     Saat Hyerin membalikkan badan, Yoongi sudah berada tepat di belakangnya. Hal itu membuat pipi Hyerin kembali menghangat.

     “Sudah menerima pesan dariku?”

     “Min Yoongi, untuk apa kau mengirimi pesan seperti ini, huh?”

     Yoongi mengusap bagian belakang lehernya, salah tingkah.

     “Hmm… itulah yang kurasakan padamu. Tidak romantis ya?”

     Hyerin kembali menatap layar handphonenya dan membaca ulang pesan dari Yoongi, sambil menahan tawanya.

     “Tadinya aku ingin menulis kata-kata yang lebih indah dari itu. Tapi karna kau terus menggangguku, jadi hanya kata itu yang terlintas dipikiranku.”

     Kali ini Hyerin tidak dapat menahan tawanya saat melihat wajah Yoongi memerah, menahan malu. Yoongi menatap Hyerin dengan harap-harap cemas, sambil menahan nafasnya, walaupun ia sudah siap bila cintanya hanya bertepuk sebelah tangan pada Hyerin.

     “Aku menyukainya…” kata Hyerin diakhir tawanya.

     “Kau juga menyukaiku?” tanya Yoongi tak percaya.

     “Bukan, aku menyukai isi pesan darimu. Tidak berlebihan, sederhana dan apa adanya. Aku menyukainya.”

     Yoongi kembali menahan nafasnya, ia pikir tadi Hyerin mengatakan kalau gadis itu juga menyukainya.

     “Jadi?” Yoongi tak mengerti dengan maksud Hyerin.

     “Aish.. Min Yoongi pabboya. Itu tandanya aku juga menyukaimu. Hhhh bagaimana bisa aku menyukai lelaki bodoh sepertimu..” canda Hyerin sambil melebarkan senyumnya.

     Sontak Yoongi menghela nafas lega. Ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan.

     “Yak Baek Hyerin! Sekali lagi kau membuatku tidak bisa bernafas seperti ini, aku berjanji akan memelukmu sampai kau tidak bisa bernafas juga.”

     Yoongi langsung merengkuh Hyerin ke dalam pelukannya. Rasanya hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuknya. Seseorang yang kau cintai juga memiliki perasaan yang sama denganmu. Bukankah tidak ada yang lebih membahagiakan dari itu?

     “Aku mencintaimu..” Yoongi mengulang isi pesan yang ia kirimkan untuk Hyerin melalui ucapannya

     “Heeum. Nado, Yoongi-ah.”

 

-flashback off-

 

Hyerin membaca ulang pesan yang baru saja dikirim Yoongi. Ya, kalimat itu. Hanya satu kalimat sederhana “Aku mencintaimu” mampu membuatnya menjadi kekasih Yoongi sampai saat ini. Haruskah hubungannya berakhir begitu saja?

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Nayeon sedang memasukkan buku ke dalam tasnya, ketika ada sebuah pesan masuk di handphonenya. Nayeon mengambil handphone dari dalam saku roknya dan membuka isi pesan tersebut.

 

From: Min Yoongi

Nayeon-ah, mianhae. Hari ini aku tidak bisa pulang bersamamu. Ada sesuatu yang harus ku kerjakan. Kau bisa pulang sendiri, kan?

 

Nayeon membaca pesan itu sambil mendesah kecewa. Lagi-lagi Yoongi bersikap aneh. Tidak biasanya Yoongi membiarkan ia pulang sendiri. Biasanya jika Yoongi ada keperluan setelah pulang sekolah, lelaki itu akan menemaninya pulang terlebih dahulu.

Nayeon kembali memasukkan buku ke dalam tasnya tanpa semangat.

“Im Nayeon, aku pulang duluan ya. Annyeong~” kata Jin yang sudah berada di dekat pintu kelas.

“Ya, hati-hati—-ah Kim Seokjin!”

Panggilan Nayeon membuat Jin menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Nayeon. Nayeon langsung memasukkan semua bukunya dengan cepat dan berjalan menghampiri Jin.

“Kau tidak ada acara, kan? Hmm mau menemaniku?”

Jin mengangkat sebelah alisnya mendengar pertanyaan Nayeon, namun akhirnya ia mengangguk.

“Memangnya kau tidak pulang bersama Yoongi?”

Nayeon hanya menggeleng lemah. Jin kembali melihat pancaran kekecewaan dari wajah Nayeon. Ia menghela nafas sejenak.

“Ah baiklah kalau begitu. Memangnya kau mau kemana?”

“Entahlah.. aku sedang bosan dirumah. Bagaimana kalau kita mencari makan diluar? Tapi kali ini kau yang harus mentraktirku, ya?” kata Nayeon, dengan senyum menggodanya.

Nayeon sudah dapat menutupi perasaan sedihnya dengan baik. Melihat Nayeon tersenyum membuat Jin ikut tersenyum.

“Yayaya, arasseo. Hari ini aku yang akan mentraktirmu.”

Mereka berdua pun jalan menuju parkiran sekolah.-tempat dimana mobil Jin berada-.

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Hyerin tersentak kaget saat dilihatnya sosok Yoongi sudah ada di depan toilet perempuan, berdiri membelakanginya. Ternyata lelaki itu tengah menunggunya.

Saat didengarnya suara pintu terbuka, Yoongi membalikkan badan. Benar saja, kini Hyerin sudah berdiri di hadapannya.

Hyerin membuang pandangannya ke arah lain saat Yoongi menatapnya dengan lekat. Ia tidak dapat mengontrol debaran jantungnya sendiri saat Yoongi menatapnya seperti itu.

“Kita butuh bicara.”

Namun Hyerin hanya diam saja, seolah-olah mempersilakan Yoongi untuk bicara.

“Tidak di tempat ini. Ikut aku sekarang.”

Yoongi menarik lengan Hyerin dan menggenggam tangan gadis itu dengan cukup kuat. Awalnya Hyerin memberontak dengan mencoba melepaskan genggaman Yoongi. Namun saat ia merasa genggaman Yoongi semakin kuat, ia menyerah. Percuma saja, Yoongi lebih kuat darinya.

Yoongi membawa Hyerin menuju mobilnya. Untung saja sekolah sudah sepi, jadi tidak ada yang melihat Yoongi dan Hyerin berduaan seperti ini.

Yoongi membukakan pintu mobil untuk Hyerin. Mau tidak mau gadis itu masuk ke dalam mobil. Lalu Yoongi duduk di belakang kemudi. Hening. Mereka berdua terdiam cukup lama.

“Aku merindukanmu, Hyerin-ah.”

Itulah kata pertama yang keluar dari mulut Yoongi.

Hyerin mengalihkan pandangannya ke arah lain. Bukan karna ia tidak mau melihat Yoongi, tetapi karna ia sedang sekuat tenaga menahan air matanya. Jujur saja, ia merasakan rindu yang sama. Ia merindukan lelaki yang ada di sampingnya saat ini.

Yoongi meraih wajah Hyerin dan mengarahkan wajah gadis itu untuk menatapnya. Tepat saat kedua mata mereka bertemu, air mata Hyerin jatuh begitu saja. Membuat dada Yoongi semakin sesak saat melihatnya.

Langsung saja ia memeluk Hyerin ke dalam dekapannya. Tak ada yang memulai untuk berbicara. Karna saat ini, cukup sebuah pelukan yang mampu menjelaskan betapa saling merindunya mereka. Yoongi tidak bisa menahan air matanya. Ia begitu merindukan gadis yang ada dalam pelukannya saat ini. Yoongi begitu merindukan Hyerin.

“Jangan bersikap seperti ini lagi. Kau hampir saja membuatku gila, Hyerin-ah.” kata Yoongi sambil mencium puncak kepala Hyerin dan mengusap rambut gadis itu dengan lembut.

Hyerin mengangguk di dalam pelukan Yoongi dan tertawa disela tangisnya. Ia menertawai kebodohannya selama ini. Karena sekuat apapun ia mencoba menjauhi Yoongi, namun pada akhirnya ia menyadari, dirinya akan selalu kembali ke dalam pelukan Yoongi.

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Nayeon mengaduk-aduk makanannya tanpa berminat untuk memakannya. Pandangannya menatap ke arah luar restoran, namun tidak dengan pikirannya. Ia terus memikirkan Yoongi. Memikirkan perubahan sikap lelaki itu.

Jin yang berada di hadapan Nayeon hanya bisa menatap gadis itu dengan lekat. Ia tahu, pikiran gadis itu sedang tidak disini. Dan ia juga tahu siapa yang ada dipikiran Nayeon saat ini. Tanpa sadar Jin menghela nafasnya pelan.

“Kau tidak memakan makananmu?” tanya Jin memecah keheningan di antara mereka.

Pertanyaan Jin membuat Nayeon tersadar dari lamunannya.

“Ah? Ya…hm.. ini aku baru saja ingin memakannya.”

Nayeon memasukkan sesendok makanan ke dalam mulutnya.

Jin masih menatap Nayeon dengan lekat, tanpa mencoba untuk berbicara lagi. Ia tidak ingin mengusik Nayeon yang tengah melamun. Walau sebenarnya ia tidak ingin melihat Nayeon seperti ini.

Jin melihat Nayeon menghela nafasnya, membuat dirinya ikut menghela nafas. Tidak ada lagi yang bicara di antara mereka. Hanya alunan musik yang terdengar, mengisi keheningan diantara mereka.

“Seokjin-ah.”

Tiba-tiba Nayeon sudah mengalihkan pandangannya dan menatap Jin. Jin masih belum mengalihkan tatapannya dari wajah Nayeon. Sehingga mata mereka saling menatap selama beberapa detik, sampai akhirnya Nayeon menundukkan kepalanya.

Jin masih terdiam, ia menunggu Nayeon berbicara.

“Apa kau sedang menyukai seseorang?”

Pertanyaan Nayeon membuat dada Jin berdesir. Untung saja Nayeon sedang menundukkan kepalanya, sehingga ia tidak melihat wajah Jin yang merona merah karna pertanyaan gadis itu.

“Hmm.. maksudmu?”

“Apa orang yang kau sukai itu tahu kalau kau menyukainya? Apa kau pernah menyatakan cintamu kepada orang yang kau sukai?” tanya Nayeon tanpa menjawab pertanyaan Jin sebelumnya.

Awalnya Jin tidak mengerti dengan maksud pertanyaan Nayeon, namun saat gadis itu kembali menatapnya, ia baru tersadar. Nayeon sedang ingin menceritakan tentang isi hatinya. Tentang perasaannya kepada Yoongi.

“Entah sejak kapan aku menyukainya. Yang pasti sekarang aku benar-benar menyukainya. Ah tidak, aku benar-benar mencintainya.” kata Nayeon dengan suara lirih.

Jin masih menunggu Nayeon melanjutkan ucapannya, tanpa menyela gadis itu. Walau sebenarnya hatinya terasa sakit saat ia melihat binar mata Nayeon saat menceritakan tentang perasaannya kepada Yoongi.

“Salahkah bila aku terus memendam perasaan ini dan tidak pernah meyatakannya?”

“Tidak. Tidak ada yang salah dalam cinta….”

Nayeon menghela nafasnya lagi lalu ia kembali menatap ke arah luar restoran. Sebenarnya ia tidak ingin menceritakan hal ini kepada siapapun. Namun karna ia sudah tidak dapat menahan perasaannya lagi, akhirnya ia menceritakannya kepada Jin.

“Seokjin-ah.. Apa kau pernah merasakan hal yang sama denganku?”

Pertanyaan Nayeon membuat Jin tertegun. Terlebih saat ini Nayeon tengah menatapnya tepat di manik mata lelaki itu.

“Ya… aku pernah merasakannya. Menyukai seseorang tanpa punya keberanian untuk menyatakan cintaku kepadanya. Atau lebih tepatnya, aku sedang merasakannya, saat ini…”

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

“Terima kasih untuk hari ini, Jin-ah. Hubungi aku bila kau sudah sampai dirumah,ya. Annyeong.”

Nayeon turun dari mobil Jin dan melambaikan tangannya. Jin membalas lambaian tangan Nayeon sambil tersenyum. Lalu ia mulai menjalankan mobilnya, meninggalkan rumah Nayeon.

Nayeon memutuskan untuk tidak masuk ke dalam rumah saat ia melihat rumah Yoongi yang tak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba saja ia ingin bertemu dengan lelaki itu.

Gadis itu berjalan menuju rumah Yoongi, masih menggunakan seragam dan tas sekolahnya. Nayeon menekan bel saat ia sudah berada di depan rumah Yoongi.

“Annyeong haseyo, eomonim.” sapa Nayeon sambil membungkukan badannya saat Ibu Yoongi membukakan pintu untuknya.

“Annyeong Nayeon-ah. Waaah ayo silakan masuk..”

Ibu Yoongi mempersilakan Nayeon untuk masuk ke dalam rumahnya. Nayeon melihat ke arah garasi rumah Yoongi. Mobil Yoongi tidak ada disana, sontak ia mengernyitkan dahinya.

“Yoongi belum pulang, eomonim?”

“Ah iya, tadi dia bilang ada keperluan. Mungkin sebentar lagi ia akan pulang.”

Nayeon mengangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelasan Ibu Yoongi.

“Kau mau menunggu Yoongi diruang tamu atau di kamarnya?”

“Hmm boleh aku menunggu di kamarnya?”

“Tentu saja. Nanti eomonim akan memberi tahu anak itu kalau kau sedang menunggu di kamarnya.”

“Ah, ne. Terima kasih eomonim.” kata Nayeon sambil tersenyum lalu ia berjalan menuju kamar Yoongi.

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Nayeon membuka pintu kamar Yoongi dengan perlahan dan masuk ke dalam kamar lelaki itu. Rasanya sudah lama ia tidak bermain di kamar ini. Dulu, ia sering datang ke tempat ini, membangunkan Yoongi yang masih tertidur padahal mereka hampir terlambat datang ke sekolah.

Nayeon duduk di atas tempat tidur Yoongi sebelum akhirnya ia merebahkan dirinya. Ia tersenyum sendiri membayangkan bagaimana kalau ia dan Yoongi tidur bersama di atas tempat tidur ini. Hanya berdua….

Langsung saja Nayeon menggelengkan kepala, menepis jauh-jauh pikiran anehnya. Ia mengelus dadanya, menenangkan perasaannya sendiri. Jantungnya selalu berdetak lebih cepat saat ia memikirkan Yoongi.

Nayeon menaruh tasnya di atas tempat tidur, dan ia berjalan mengitari kamar Yoongi. Ia melihat beberapa bingkai foto yang ada pada dinding. Foto Yoongi dan keluarganya. Foto Yoongi waktu kecil. Foto Yoongi bersama dirinya dan………

Nayeon merasakan dirinya melemas saat ia melihat salah satu bingkai foto di kamar Yoongi. Ia mengambil bingkai foto itu dengan tangan gemetar.

Tiba-tiba saja semuanya berputar di dalam memori Nayeon. Yoongi yang meninggalkannya di restoran. Yoongi yang meninggalkannya di taman. Yoongi yang membiarkannya pulang sendiri. Yoongi yang menatap Hyerin dari belakang. Yoongi yang…..

“Nayeon-ah, apa yang sedang kau lakukan disini?”

PRANG!!!

BIingkai foto yang dipegang Nayeon jatuh ke lantai, saat tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkannya. Yoongi.

Yoongi menatap Nayeon kaget, terlebih saat melihat apa yang baru saja jatuh dari tangan nayeon. Bingkai foto. Fotonya dengan Hyerin.

“Nayeon-ah…” panggil Yoongi dengan suara tercekat.

Nayeon tak merespon panggilan Yoongi. Ia masih berdiri membelakangi Yoongi. Bahunya bergetar, menahan air mata yang memaksa untuk keluar. Yoongi mendekati Nayeon dengan langkah ragu.

“Nayeon—”

“Sejak kapan……kau menjalin hubungan dengan……..Baek Hyerin?” tanya Nayeon dengan lirih. Suaranya nyaris tak terdengar, karena ia sedang sekuat tenaga menahan isak tangisnya.

Nayeon membalikkan badannya tepat saat Yoongi berada di belakangnya. Yoongi melihat kemarahan tampak jelas terpancar dari mata Nayeon.

“Nayeon-ah… dengarkan—-”

“SEJAK KAPAN KAU MENJALIN HUBUNGAN DENGAN BAEK HYERIN, MIN YOONGI??!”

Nayeon sudah tidak dapat menahan amarahnya, bersamaan dengan air mata yang turun dengan derasnya. Ia tidak memedulikan bagaimana keadaannya saat ini, ia hanya berharap Ibu Yoongi tidak mendengar suara teriakannya.

“Kenapa—kenapa kau–kau tidak pernah memberitahuku?!”

“Maafkan aku, Nayeon-ah…”

Hanya itu yang dapat Yoongi ucapkan. Sebenarnya ia ingin memeluk Nayeon dan menenangkan gadis itu di dalam pelukannya. Namun itu akan terasa sangat menyakitkan untuk Nayeon.

Nayeon menatap Yoongi dengan tajam dan dingin. Hatinya benar-benar hancur saat ini.

“Aku membencimu, Min Yoongi!” desis Nayeon dengan sekuat tenaga menahan amarahnya.

Ia langsung meraih tas yang ada di kasur Yoongi dan beranjak meninggalkan lelaki itu.

“Aku melakukan ini karna aku mengetahui kalau kau menyukaiku…” aku Yoongi sebelum Nayeon keluar dari kamarnya.

Nayeon menghentikan langkahnya dan tersentak kaget. Bagaimana lelaki itu bisa mengetahui tentang perasaannya?

“Jangan asal bicara kau..”

Nayeon berusaha menutupi kekagetannya dengan kembali bersikap dingin kepada Yoongi.

“Aku tahu kau menyukaiku. Itulah alasanku tidak pernah memberitahumu tentang hubunganku dengan Hyerin. Aku tidak ingin menyakitimu…..”

Nayeon mengusap air mata yang kembali jatuh membasahi pipinya. Lalu ia membalikan badan dan menatap Yoongi dengan tajam.

“Ya, kau benar! Aku menyukaimu. Dan aku tidak menyangka kau tega melakukan ini padaku. Kau bersikap seolah olah kau tidak mengetahuinya dan membuatku larut dalam pengharapan semu. Kau jahat! Aku membencimu. Aku sangat membencimu, MIN YOONGI!!”

“Lalu apa yang seharusnya ku lakukan? Memberitahumu kalau aku tahu semua perasaanmu kepadaku dan menyuruhmu untuk melupakan perasaan itu? Mana yang lebih jahat menurutmu?”

Nayeon menatap Yoongi tak percaya, tidak tahu lagi harus berkata apa. Langsung saja ia pergi meninggalkan lelaki itu. Untungnya Nayeon tidak bertemu dengan Ibu Yoongi saat ia keluar dari rumah itu. Ia tidak mau Ibu Yoongi melihat keadaannya seperti ini.

Nayeon terus berlari menuju rumahnya. Ibunya belum pulang bekerja, membuatnya sedikit menghela nafas lega. Setidaknya ibunya tidak melihat keadaannya seperti ini.

Nayeon menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Menangis sejadi-jadinya. Mengeluarkan sesak yang ada di hatinya. Ia masih belum memercayai dengan kenyataan yang baru saja diketahuinya.

Kring… Kring…. Kring….

Handphone Nayeon berbunyi. Awalnya ia ingin langsung mereject panggilan tersebut, namun saat dilihatnya nama kontak yang meneleponnya, Nayeon menekan tombol hijau pada layar handphonenya.

“…….”

“Nayeon-ah, aku baru saja sampai dirumah. Kau sedang apa?”

“…….”

“Nayeon-ah?”

“Kim Seokjin…….”

TBC

About fanfictionside

just me

35 thoughts on “FF/ BESTFRIEND? / BTS-BANGTAN/ pt. 2

  1. nayeon kasian.. bebep suga jahat banget bikin 2 cewek nangis gitu u,u
    nayeon – suga jjang lahhh
    lanjut thor

  2. Ahh aku bisa ngerasain feelnya, sedih banget jadi nayeon. Tpi hidup rl aku jdi hyerin, tpi bedanya aku gak sesabar hyerin

  3. Woaaaaahh :v ni ff keren bangetttt :3
    feelnya dapet🙂
    aku sukaaaaa ^ ^
    tapi kasian Nayeon😐 nasibnya miris beudd >//<
    next jan lama2 ya thor :3

  4. akhirnya nayeon tau jg kl yoongi pacaran ama hyerin. kasian sih tp jin juga kasian scr jin & nayeon sikonnya sama -___- hyerin jg kasian soalnya harus pura2 benci padahal cinta. FF ini bener2 bikin suasana jg gundah gulana (?) lanjut lagi ya thor *GPL*

  5. Huwaa nayeon malang banget nasibnya T.T
    Eonnie, ini pendek banget -_- gak puas aku bacanya
    Tapi ini part udh bkin aku geregetan dan nyesek di dalam </3
    Part 3 nya panjangin ya eonnie dan jangan lama-lama!

  6. Nayeon, sungguh miris nasibmu -_- , galaunya jangan lama-lama loh😀

    Move On aja, masih ada Seokjin!
    Lanjutannya saya tunggu noonim~

  7. Itu nasibnya Nayeon ngenes :’v Min, aku nangis baca ff ini😥 Kenapa yoongi jahat :’ semoga yoongi akhirnya ada perasaan lah ke nayeon TT Greget min .. Lanjutnya jangan lama-lama min🙂

  8. semua ternistakan T.T wkwk… Thor..panjangin lagi napa :3 pas baca TBC rasanya ini perut langsung mules :333 /plak/ aaahhh pokoknya gk mau tau… Nayeon harus bahagiaaaaahahahahaa T.T /stress/ neomu joah..neomu joha.. Lanjutannya aku tunggu loh T.T huweee

  9. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kasian nayeonnya yoongi jahat nih
    cerita kurang panjang thor kalo bisa next chap lebih panjang dari yg ini
    feel nya dapet banget

  10. Posisi yoongi memang sangat sulit, sabar ya yoongi.😦
    Pertahanin hubungan yoongi sama hyerin ya thor, biar nayoung sama jin aja, nextnya nextnya ditunggu thor🙂

  11. hyaaa..ini FF kenapa kerasa bgt feelnya😄
    pas nayeon tau hubungan yoongi-hyeri,aku bener2 mewek dibuatnya😥 #serius
    lanjut thor^^

  12. so sad thorrrr T_T
    kesian Nayeon pasti hatinya kayak di cabik-cabik (?)
    Hyerin juga sih kesian😦 eh gak, Jin juga kesian Yoongi juga
    aaahhh~ kesian smua thorrrr
    T_T
    next chapter jan lama2 OK thor :))

  13. sumpah gw sdih bnget trbawa suasana
    aku tau rsa skit yg d alami nayeon
    thor buat yoongi mrasa khilangan nayeon
    dan buat nayeon jtuh cinta ma jin
    gq kasian bnget ma nayeon
    krang panjang thor
    next jangan lma”

  14. Sakit banget deh kalo jadi nayeon
    Duhhhhh penasaran sama kelanjuntannya
    Di tunggu ya jangan lama2🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s