FF oneshot/ LAST LETTER/ BTS-BANGTAN


Tittle: Last letter

 

Author: chageyya

 

Cast:

  •          Kim Russelin
  •          Jeon Jungkook

 

Other cast:

  •          Kim Namjoon
  •          Kim Seohee
  •          Jung Eunrim
  •          Kim Haru
  •          Park SeRim

 

Genre: Romance & Angst

 

Author Notes:

Hai readers! Untuk pertama kalinya nih aku nyoba nitip fanfic di blog ini😀 Maaf kalo ada kata kata yang salah, ‘judul’nya mau buat kata kata indah tapi aku lebih terbiasa pake b.inggris hehe, aku berusaha banget buat ff ini. Semoga kalian suka nae! FF ini murni dari pemikiran ku, jika terdapat kesamaan alur cerita mungkin hanya pas saja ya, disini aku akan menggunakan Author’s View dan Elin’s View ^^ Enjoy it ya!

 

Oh iya jangan lupa sambil dengerin lagunya Sunmi ft Jackson – Frozen in time.

 

jungtae

 

 

 

‘RING RING!’

 

 

“Uhm.. Jam berapa ini?” gumam Elin sambil mengucak matanya dengan tangannya.

 

 

7.05am. OMO! Aku terlambat sekolah! Dengan cepat Elin mengambil handuknya dan memasuki kamar mandi.

 

 

Ia menata rambutnya yang basah, mempoleskan bedak putih walaupun kulitnya sudah putih dan lipbalm berwarna pink nude.

 

 

“Eomma! Appa! Aku berangkat nae!” Ia mengambil roti dan mengkecup pipi kedua orang tuanya.

 

 

Oh iya! Nama ku Kim Russelin, sering dipanggil Elin. Aku anak kelas 2 dari sekolah terkemuka di Korea Selatan, Jeguk High School.

 

Aku adalah anak dari keluarga yang dikenal sebagai orang penting di Korea,

Appa ku, Ahn TaeJung, seorang CEO dari Military.,co.Inc. Dimana tempat para ‘tentara muda’ berlatih.Eomma ku, Lee Sonya, seorang pendiri Vogue fashion magazine yang lumayan terkenal di Korea. Sementara Harabeoji ku seorang pendiri dari Jeguk High School dan Halmeoni ku pemilik Restoran bintang 5.

Aku mempunyai seorang kakak dan seorang adek, Kim Namjoon dan Kim Haru. Ya, kau benar! Kim Namjoon, ia seorang leader dari boyband Korea bernama Bangtan Boys atau Bangtan Sonyeondan.

 

 

Balik ke kehidupan lagi, ia menaiki mobil limusin milik keluarganya dan langsung menuju ke sekolah.

 

 

 

 

 

Ia injak kan kakinya di area sekolah dan benar pemikirannya, ternyata sudah sepi mungkin kegiatan

pembelajaran sudah di mulai, dengan cepat ia berlari menuju kelas.

 

 

BAAM! Elin menabrak pundak seseorang! HP mereka jatuh, ia segera segera mengambilnya.

 

 

“A-ah, mianhae!” dengan segera Elin mengambil kertasnya yang berserakan dan menyerahkan pada orang itu.

 

“Tidak apa-apa,” katanya sambil mengambil kertasnya dari tangan Elin.

 

“Aku harus masuk kelas, mianhae telah menabrak” Elin membungkukkan badan dan langsung pergi.

Ia tak sempat melihat wajah orang itu, tapi sepertinya dia anak lelaki.

 

 

Ah aku terlambat! Elin berlari ke arah kelas dan mengetuk pintu kelas,

 

‘TUK! TUK’

 

“Ya, silahkan masuk!” teriak seseorang, Elin membuka pintu kelas dan semua mata tertuju padanya.

 

“Mianhae Mr.Kim aku terlambat” ia membungkukkan badannya.

 

“Tidak apa, silahkan duduk.” ucapnya.

 

Aishh, hari ku benar benar sial! Baru 1 periode kelas saja sudah sial, semoga nanti aku tidak akan kena lagi.

 

Attention class, hari ini kita kedatangan murid baru! Silahkan masuk!” ucap Mr.Kim.

 

 

‘KLIK!’ semua murid menoleh ke arah pintu, terdapat seorang anak laki berambut merah cenderung hitam.

 

 

“Annyeong Haseyo! Jeon Jungkook imnida, mannaseo bangapseumnida!” ucapnya dengan senyum gigi kelinci yang lucu.

 

“Kau boleh duduk disebelah Jayoung, Jungkook-ssi. Jayoung tolong angkat tangan mu!” eoh? Aku?! Dengan segera Elin mengakat tangannya.

Ia tersenyum pada Elin dan berjalan menuju tempatnya.

 

 

 

 

Elin’s POV

 

 

KRING! KRING!

 

 

“Baik semuanya sekian dari pelajaran Matematika! Kalian boleh beristirahat sekarang!” ucap Mr.Kim.

 

 

“Stand Up! Greet!” teriak ku. “Thank you, Mr.Kim.” ucap sekelas dengan serempak sambil membungkukkan badan.

 

Setelah Mr.Kim meninggalkan semua murid berlari keluar kelas dan menyisakan aku dengan anak baru itu, uhm.. siapa namanya ya, aku lupa… Ah! Jeon Jungkook. Okay, sebagai seorang class president aku harus menyapanya. Akhirnya aku mendatanginya-

 

“Hey, perkenalkan aku Kim Russelin, aku Class President. Senang bertemu dengan mu!” sapa ku pada Jungkook. Ia terlihat sedang menggambar sesuatu-

 

“Ah, Jayoung-ssi, kau yang tadi menabrak ku bukan?” tanyanya.

 

“Eoh? A-ah, nae.. Mianhae” aku menggaruk belakang leher ku.

 

“Kkk, tidak apa!” ucapnya.

 

“Uhm, kau tak istirahat untuk makan?” “Uhm, tidak.” “Baiklah, aku mau membeli makanan dulu, ya.” “Baiklah.”

 

 

Aku pun menuju ke Kantin. Aku mengambil dua kotak salad buah dan dua kaleng lemonade. Setelah membayar makanan aku kembali ke kelas membawa makanannya.

 

 

“Jungkook-ssi, ini aku bawakan makanan dan minuman untuk mu.” aku menyerahkan salad dan lemonade padanya.

 

“Ah, terima kasih, Class President, kkk” ucapnya dengan tawa kecil.

 

 

Kami menghabis waktu 30menit istirahat dengan berbincang tentang karya seni dan musik, kami mempunyai kesamaan yangg banyak.

 

Dia suka merah, aku juga!

Dia suka menyanyi, aku juga!

Dia suka menari, aku juga!

Dia suka beladiri taekwondo, aku juga!

Dan masih banyak lagi, dia anak yang asyik dan baik, kurasa aku mempunyai teman baru.

 

 

 

 

 

Sudah 2 minggu kami dekat, kami sering jalan bareng, belajar bareng dan sering mengirim pesan kecil lewat telepon.

 

 

Namun aku merasa ada sesuatu yang berbeda dari Jungkook- dia memperlakukan ku dengan cara yang berbeda, dia sangat peduli, dan lebih terbuka, apa jangan jangan ia me- Ah ada apa dengan mu Elin!

 

Kami sering dibilang seperti sebuah pasangan yang cocok, namun kenyataannya tidak, kurasa ia menyukai seorang senior kami, Kim Seohee. Ia senior yang baik, aku dekat dengannya. Aku tau bahwa Jungkook sangat dekat dengan Seohee sunbaenim, mereka sering terlihat berduaan, benar benar sepasang orang yang ditakdirkan untuk bersama.

 

Siang itu aku mencoba menyelesaikan projek English ku dengan Jungkook untuk besok di Kantin. Namun malah aku yang mengerjakannya sendiri.

 

 

Kantin memang bukan tempat yang cocok untuk belajar-

 

“Apakah kau tau, tadi pagi aku melihat Jungkook dan Seohee sunbae berciuman!” ucap seorang perempuan dibelakangku.

 

WHAT?! Jadi kemarin dia memohon pada ku untuk mengerjakan projek ini hanya karna ia ingin bertemu dengan Seohee sunbaenim?! Saekki-ya!

 

Tak tahu kenapa aku langsung membanting pulpen yang ku pegang dan menutup laptopku dengan kencang.

 

Sudah cukup, aku mau pergi perpustakaan saja!

 

Aku pun meninggalkan kantin dengan muka orang kesal, “Elin!” aku menoleh ke arah samping dan melihat Jungkook.

 

“Mau apa kau?!,” bentak ku,”Hey ada apa? Dengan mu El-“ “Apakah kau sudah puas membuatku mengerjakan projek ini sendirian demi bertemu dengan Seohee sunbae!?” potongku, “Hey! Ada apa dengan mu?!” kali ini Jungkook yang membentak ku.

 

Seluruh murid yang berada lorong sekolah melihat ke arah kami, mereka mengkerubuni kami.

 

“Apa?! Kau berpura pura tak tahu apa yang aku bicarakan?! Lepas semua topeng mu itu Jeon Jungkook!” teriakku dengan tetesan air mata yang jatuh dari mataku, aku berlari ke arah perpustakaan dengan mata yang sembab.

 

 

 

“Elin! Ada apa dengan mu?” tanya seseorang, aku menoleh ke arah kanan ku dan melihat Namjoon oppa dengan mukanya yang khawatir.

 

 

“Tidak apa, mungkin aku sedang sensitif saja, padahalkan aku bukan orang spesial Jungkook tapi kenapa aku seperti itu” ucapku dengan nada yang lirih.

 

“Sudah sudah, aku tahu kau begitu kuat.” Ia memelukku dan mengecup keningku. Sangat beruntung mempunyai kakak seperti dia.

 

 

 

 

 

 

Sudah 5 hari aku tidak absen sekolah, aku terbaring di kasur kamar ku, aku sedang malas sekolah sejak kejadian waktu itu.

 

 

Selama 5 hari itu juga Jungkook sering mengirimkan ku pesan pendek, seperti,

 

Elin, maaf tentang kejadian kemarin.” – Cookie

 

“Elin, kau kenapa tidak masuk hari ini? Kau sakit? Beritahu aku, rasanya sepi tanpamu.” –Cookie

 

“Elin, kau marah dengan ku? Dengan kejadian kemarin?” –Cookie

“Elin, sudah 3 hari kau tak masuk sekolah. Kumohon beri tahu aku ada apa dengan mu!” –Cookie

 

Dan masih banyak lagi.

 

Maafkan aku Jungkook, aku tak bisa memberitahu mu.

 

 

‘TUK TUK!’

 

 

“Silahkan masuk!” teriak ku.

 

 

‘KLIK KLIK’ “Hey,” aku menoleh ke arah pintu, Jungkook? “Mau apa kau?” tanyaku dengan nada yang dingin.

 

“Kau marah dengan ku?” “Tidak. Pergi sana, aku sedang tidak ingin melihat siapa pun.” Ucapku sambil membuang muka dari Jungkook.

 

“Tapi- “Cepat keluar!” bentakku, “Baiklah, namun aku punya satu surat untuk mu. Sampai Jumpa. ” ia meletakkan surat itu di atas kasurku, lalu dia menutup pintu kamar ku.

 

“Ah, apa ini. Menyampah saja kau.” Aku mengambil surat itu dan menaruhnya di laci.

 

 

 

 

RING! RING!’

 

 

Aku terbangun dari tidurku dan disambut oleh jam digitalku, 5.57am.

 

Baiklah aku harus siap siap untuk sekolah, aku mengambil handukku dan memasuki kamar mandi.

 

 

 

 

 

“Elin! Kau kemana saja?!” teriak seseorang dari belakang, aku melihat Serim dan Eunrim berlari ke arah ku.

 

“Hai! Ahh, kemarin aku sedang tak enak badan.” Aku memeluk mereka dengan erat.

 

 

Kami bertiga akhirnya jalan menuju loker sambil tertawa,

 

“Elin, apa kah kau tau bahwa Jungkook pindah sekolah?” “Eoh? Aku tak peduli.” Ucap ku sambil menutup pintu loker ku dan menguncinya.

 

 

“Russelin!” teriak seseorang, kami bertiga menoleh ke arah suara itu, Seohee sunbae.

 

“Ah, annyeong sunbaenim.” Aku membungkukkan badan ku, “Ah, selamat pagi. Russelin, apakah kau mendapat surat dari Jungkook? Jika benar, ku mohon untuk membukanya.” Pintanya.

 

Ah apa daya, Seohee unnie adalah sunbae yang dekat dengan ku, lagian apa gunanya aku marah dengan Jungkook toh dianya juga tidak suka pada ku, “Um, baiklah unnie.” Seohee sunbae pun meninggalkan kami.

 

 

 

 

 

 

Aku membuka pintu kamar ku, aku membuka laci ku dan akhirnya ku temukan surat Jungkook. Ku buka dengan perlahan,

 

 

Dear Elin,

 

 

 

 

 Maaf jika aku baru memberitahumu tentang keberangkatan ku ke Paris, aku akan melanjutkan sekolah ku disana. Namun, aku tak tahu kapan aku akan balik. Ku mohon untuk menjaga dirimu, semangat menjadi Class President, belajar lebih giat lagi walaupun ku tahu kau adalah anak terpintar di sekolah ini.

 

 Oh iya, soal aku berciuman dengan Seohee sunbae hanyalah rencana ku untuk mengetahui apakah kau menyukai ku atau tidak, kami benar benar tidak berciuman. Namun rencana itu menjadi berantakan ketika aku tau kau benar benar marah denganku, maafkan aku, Elin.

 

Aku ingin memberi tahu sesuatu pada mu bahwa aku menyukai mu, kau tahu bukan jika aku tak mempunyai cinta pertama, aku bahkan tak tahu cinta itu apa. Namun, sedikit demi sedikit aku merasakan sesuatu yang muncul dari diriku, kamu memberikan pengalaman yang berharga, walaupun aku pergi untuk pindah sekolah.

 

Ku harap kau menemukan peria yang lebih baik, bisa menjaga mu, bisa memeluk mu di tengah petir, aku tahu kau takut petir.

 Semoga kau bisa melupakanku,

 

 

 

 

-Jungkook

 

 

“PABOYA!!” teriakku, “Elin ada apa?!” Namjoon oppa masuk ke kamar ku dengan muka yang panik,

 

“Opp-pa, dia pergi…” Namjoon oppa dengan cepat menangkap ku ketika aku akan terjatuh.

 

“Sst, uljima…” Ia memelukku dan mengkecup kening ku.

 

 

 

 

 

 

 

 

2 Tahun Kemudian

 

 


10 Oktober 2016.

Jungkook-ssi aku masih belum bisa melupakanmu, dimana kau sekarang? Oh iya, sekarang aku bersekolah di Hangsan University, dimana aku pernah menjanjikannya aku akan bersekolah disitu.

Aku berharap akan ada sebuah keajaiban dimana aku akan bertemu dengan mu, ku harap…

 

Aku menutup buku diary ku dan memasukkannya ke tas karna pelajaran akan segera dimulai.

 

 

 

 

RING! RING!’

 

“Semuanya, sekian dari pelajaran Design hari ini, sampai jumpa pada kesempatan yang lain.”

 

Aku merapihkan buku ku dan segera pergi ke atap gedung, aku biasanya memakan bekalku disini dan mendengarkan lagu.

 

Aku melihat seorang laki laki dengan rambut berwarna merah cenderung ke hitaman, aku menjadi ingat dengannya.

 

“Uh.. Annyeong” aku berjalan ke arahnya dan menepuk pundaknya.

 

“Uhm, mianhae tapi ini tempatku, bisa kah kau tinggalkan tempat ini?” ucapku, “Ah, mianhae. Pemandangan di sini sangat indah” balasnya.

 

Siapa orang ini? Aku tak bisa melihat mukanya karna ia membelakangi ku, dan mungkin aku juga pendek.

 

“Benar sekali,” ucapku, ia membalikan badannya “Annyeong, Jeon Jungkook imnida.” Aku mengangkat muka ku, BAAM!

 

“Jeon Jungkook!” “Kim Russelin!” teriak kami dengan kompak, aku memeluknya dengan kuat.

 

 

“Ya! Kau meninggalkan ku dengan seperti itu! Berani kau Jeon Jungkook, aku akan-“ ucapan ku terpotong, ia mengecup bibir ku dan tertawa kecil.

 

“YA!!”

 

 

 

 

 

 

YEY! Selasai juga ^^ Mian jika terlalu panjang, gaje dan ada typo. Gak ngegantungkan? .-. Semoga kalian suka ya! J

 

Oh iya, jangan lupa follow twitterku: @ahnwoorin😀

 

ANNYEONG!

About fanfictionside

just me

5 thoughts on “FF oneshot/ LAST LETTER/ BTS-BANGTAN

  1. Bagusssss suka>< tapi ada yang ga sinkron aturan klo marga bapaknya ahn marga elinsama namjoon juga harus ahn heheh klo engga marga bapaknya hatusnya kim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s