FF/ BESTFRIEND? / BTS-BANGTAN/ pt. 1


CAST :

– Min Yoongi (BTS Suga)

– Im Nayeon

– Kim Seokjin (BTS Jin)

– Baek Hyerin

GENRE : Romance, Ftiendship, School Life

 

PhotoGrid_1398753109568

Annyeoooong readers-nim, aku muncul(?) lagi dengan ff baru. Sebelumnya aku mau minta maaf banget karna udah lama ga ngepost ff disini *bow* Kali ini aku bikin ff yang cast-nya bias baru author. Min syuga dan Kim Seokjin. Semoga kalian suka ya, dan jangan lupa buat comment. Enjoy!^^

 

 

“Yoongi… cepat kesini!” teriak seorang gadis kecil ketika ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.

Lelaki kecil bernama Yoongi menghampiri gadis kecil yang memanggilnya.

“Ada apa, Yeon?” tanya Yoongi menatap Nayeon heran.

“Sstt.. apa kau lihat burung kecil yang ada disana?”

Nayeon menunjuk ke arah dua burung yang sedang hinggap di salah satu pohon di taman depan rumahnya.

“Iya aku melihatnya. Lalu apa yang salah dengan burung-burung itu?”

“Entahlah, aku merasa mereka adalah sepasang teman baik….”

Yoongi semakin menatap Nayeon dengan heran setelah mendengar penjelasan yang keluar dari gadis itu. Sepasang burung itu adalah teman baik? Yak, darimana gadis itu mengetahuinya?

“Karena aku selalu melihat mereka hinggap bersama di pohon ini, Yoongi. Bukankah teman baik akan selalu bersama-sama?” jawab Nayeon seakan bisa membaca pikiran Yoongi.

“Begitu ya?”

Nayeon menganggukan kepalanya sambil matanya terus menatap ke arah dua burung itu yang masih hinggap di pohon. Yoongi mengikuti arah pandang Nayeon. Ia mengamati kedua burung itu dengan lekat.

“Yoongi?” panggil Nayeon yang sudah mengalihkan pandangannya dari kedua burung itu. Kini ia menatap Yoongi.

“Heum?” sahut Yoongi tanpa menoleh ke arah Nayeon.

“Menurutmu, apa kita bisa terus bersama, seperti dua burung itu?” tanya Nayeon dengan wajah polosnya.

Pertanyaan Nayeon membuat Yoongi menoleh ke arahnya. Lalu ia menatap Nayeon sambil tersenyum, melihat wajah polos gadis kecil di hadapannya.

“Tentu saja, karna kita kan berteman. Bukankah tadi kau bilang kalau teman baik akan selalu bersama?”

“Ya, kau benar…. Maukah kau berjanji padaku? Untuk selalu menjadi teman terbaikku?” kata Nayeon dengan nada memohon.

“Aku janji…”

Yoongi mengacungkan kelingkingnya ke arah Nayeon. Tanpa ragu, Nayeon mengaitkan kelingkingnya pada jari Yoongi. Mereka berdua tertawa bersama.

Ya, janji itu pun terucap. Janji dua orang anak kecil yang berjanji akan menjadi teman baik untuk selamanya.

 

 

*     *     *     *     *

 

 

 

 

10 tahun kemudian..

 

Bel waktu pulang baru saja berbunyi, dan semua murid di Victory High School langsung merapikan buku mereka dan bergegas pulang. Tak terkecuali Yoongi. Ia langsung memasukkan semua bukunya ke dalam tas.

“Hyerin, aku pulang duluan ya. Annyeong.” kata Yoongi kepada Hyerin,-teman sekelas yang duduk tepat di depannya-. Memang hanya tinggal mereka berdua di dalam kelas.

“Ne. Hati-hati ya..”

Hyerin melambaikan tangannya sambil tersenyum.

“Bye, kau juga hati-hati.

Yoongi membalas senyuman Hyerin lalu segera berjalan keluar kelasnya, menuju kelas Nayeon.

“Hai Yoongi,” sapa Jin,-teman sekelas Nayeon-, yang baru saja keluar dari kelasnya.

Yoongi mengangkat tangannya, membalas sapaan Jin.

“Nayeon masih di dalam, tuh…’ jelas Jin tanpa ditanya.

Senyum Yoongi seketika melebar saat Jin langsung mengetahui maksud kedatangannya. Maklum, setiap pulang sekolah, Yoongi selalu datang ke kelas Nayeon.

“Thanks bro..”

“Yep, I leave first yo Bye…”

Jin menepuk pundak Yoongi dan melangkah pergi meninggalkan lelaki itu.

Yoongi berdiri di depan pintu kelas Nayeon. Dilihatnya sahabatnya itu masih duduk di bangkunya, sendiri. Padahal temannya yang lain sudah meninggalkan kelas.

“Nayeon-ah, ayo kita pulang! Apalagi yang kau tunggu?” tanya Yoongi yang masih berdiri di depan pintu.

Bukannya menjawab pertanyaan Yoongi, Nayeon malah mengisyaratkan Yoongi untuk diam dan menghampirinya. Yoongi menatap Nayeon dengan heran. Ia bingung dengan sikap aneh gadis itu. Tanpa bertanya lagi, Yoongi langsung menghampiri Nayeon.

“Ada apa?” tanya Yoongi saat ia sudah berada di hadapan Nayeon.

Lagi-lagi Nayeon tak menjawab pertanyaan Yoongi. Ia malah menunjukkan bagian belakang roknya. Yoongi menoleh ke arah yang ditunjukkan Nayeon. Sontak matanya melebar.

“Kau…?”

Nayeon menghela nafasnya, lemas. Ia sendiri kaget saat melihat sudah banyak darah yang menembus roknya.

“Aku lupa kalau hari ini adalah hari pertama menstruasiku di bulan ini. Dan aku lupa membawa seragam ganti. Yoongi-ah… bagaimana ini???” tanya Nayeon hampir menangis.

Yoongi menghela nafas. Tidak tahu harus berbuat apa, karena ia tidak pernah mengalami hal seperti ini.

Tiba-tiba saja Yoongi membuka blazer seragam yang dikenakannya, lalu memberikan blazer itu kepada Nayeon.

“Kau pakai ini saja dulu untuk menutupi noda itu..”

Nayeon mengambil blazer yang diberikan Yoongi dan mengikat blazer itu di pinggangnya. Ya, blazer itu dapat menutupi noda di roknya. Tapi hal itu tidak membuat Nayeon berdiri dari posisi duduknya.

“Apalagi?” tanya Yoongi heran karna Nayeon tak juga beranjak dari kursinya.

“Perutku…. perutku benar-benar sakit.” kata Nayeon sambil memegangi perutnya, menahan sakit.

“Nayeon… Sudahlah kau tak usah berlebihan. Ayo kita pulang, hari sudah semakin sore..”

“Yak! Aku tidak berlebihan. Perut ini benar benar sangat sakit. Kau tidak pernah merasakanya, kan? Aku tidak kuat berjalan..” kata Nayeon masih sekuat tenaga menahan sakitnya.

“Aish, baiklah kalau begitu. Cepat naik..”

Yoongi berlutut di hadapan Nayeon, membuat gadis itu melebarkan matanya.

“Yoongi, apa yang kau lakukan?” tanya Nayeon heran, tak mengerti dengan maksud Yoongi.

“Cepat naik ke atas punggungku. Aku akan menggendongmu sampai rumah.”

Kata-kata Yoongi semakin membuat mata Nayeon melebar.

“Kau serius? Memangnya tidak apa-apa jika kau menggendongku selama perjalanan pulang?” tanya Nayeon tak yakin dengan apa yang akan dilakukan Yoongi.

“Paling jika aku mengalami patah tulang di punggungku, kaulah yang harus bertanggung jawab..”

Nayeon mendengus, namun akhirnya ia naik ke atas punggung Yoongi.

“Kau yakin?”

Yoongi tidak menjawab pertanyaan Nayeon. Ia mulai berdiri dan menyesuaikan badannya untuk mengangkat beban yang ada di punggungnya.

“Aaaagh.. tak kusangka kau berat juga. Kupikir tubuhmu hanya tulang dan kulit saja. Ternyata…..”

“Yak.. Yoongi!” kata Nayeon sambil memukul bahu Yoongi, kesal.

Yoongi malah tertawa membayangkan wajah gadis yang sedang digendongnya jika sedang marah.

“Eratkan peganganmu pada bahuku. Aku tidak mau kau jatuh dan menyusahkanku lagi..”

“Yaaa…. aku mengerti.”

Yoongi mulai berjalan keluar dari kelas Nayeon. Untungnya sekolah sudah sepi. Tak ada lagi murid yang berada disini. Kalau saja ada yang melihat mereka dalam posisi seperti ini, pasti satu sekokah sudah gempar dengan gosip hubungan Yoongi dengan Nayeon. Meskipun sudah banyak yang tahu kalau hubungan Yoongi-Nayeon hanya sebatas teman baik.

Karena jarak sekolah dan rumah mereka lumayan dekat, jadi mereka hanya berjalan kaki menuju rumah. Namun ini tidak seperti biasanya bagi Yoongi. Jarak rumah mereka dari sekolah yang biasanya terasa dekat, kini terasa jauh. Mungkin karna ia berjalan sambil menggendong Nayeon di punggungnya.

“Yoongi?”

“Ya?” sahut Yoongi dengan nafas tersengal. Ternyata berat badan Nayeon bukan lelucon. Nayeon yang terlihat kurus dengan postur badan ideal, tak disangkanya bisa terasa berat saat ia menggendongnya.

“Kau pasti kelelahan ya?”

Nayeon jadi merasa tidak enak karena sudah menyusahkan sahabatnya itu.

“Tentu saja. Aku seperti sedang memanggul sekarung beras…” jawab Yoongi sambil menahan tawanya.

Sontak Nayeon memukul bahu Yoongi berkali-kali. Rasa tidak enaknya menguap begitu saja, digantikan dengan rasa kesal karna Yoongi terus saja meledeknya.

“Yak… hentikan. Bagaimana kalau nanti kau jatuh, huh?”

“Biarkan saja.”

Yoongi tertawa mendengarnya. Lalu mereka berdua terdiam, tak ada lagi yang memulai pembicaraan.

“Yoongi?” panggil Nayeon lagi.

“Hm?”

“Boleh aku tidur di punggungmu?”

“Yak.. kau bercanda? Aku susah payah berjalan sambil menggendongmu dan kau malah mau tidur dipunggungku?”

“Tapi aku sangat ngantuk, Yoongi. Boleh ya?”

“Aish kau ini…………..”

Yoongi tidak lagi melanjutkan kata-katanya saat ia merasakan kepala Nayeon menyender di punggungnya dan Nayeon semakin mempererat pegangannya pada bahu Yoongi.

Nayeon memejamkan matanya sambil menahan senyum. Sebenarnya ia tidak terlalu mengantuk. Namun ia hanya ingin merasakan momen ini lebih lama. Momen dimana Yoongi selalu ada di dekatnya dan selalu ada untuknya.

Karna jauh di dalam hatinya, telah timbul perasaan yang berbeda. Entah sejak kapan rasa itu telah berganti. Yang pasti saat Nayeon menyadari, ia mengetahui satu hal. Gadis itu mencintai Yoongi. Ya, Nayeon tak lagi melihat Yoongi sebagai teman baiknya, tetapi Nayeon melihat Yoongi sebagi lelaki yang dicintainya.

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Nayeon baru saja keluar dari kamar mandi yang berada di dalam kamarnya. Lalu ia mengambil handphone yang berada di atas tempat tidur. Matanya sontak melebar saat melihat apa yang muncul pada layar handphoneya.

4 panggilan tak terjawab. Dan semua panggilan itu berasal dari nomor yang sama. Yoongi.

Langsung saja Nayeon menekan tombol hijau dan menunggu Yoongi menjawab teleponnya.

Tuut. Tuut. Tuut. Klik.

“Halo, Yoongi. Ada—-”

“Nayeon, kau harus bertanggung jawab. Punggungku terasa sakit sekali. Aku tidak mau tau kau harus—–” sela Yoongi saat ia mengangkat panggilan dari Nayeon.

“Yak! Aku bahkan belum menyapamu di awal telepon dan kau sudah memintaku untuk bertanggung jawab?” Kini gantian Nayeon yang menyela ucapan Yoongi.

Yoongi malah terkekeh membuat Nayeon mendengus sebal.

“Aku tidak mau tahu, Yeon. Kau harus mentraktirku makan malam.” kata Yoongi melanjutkan kalimatnya yang disela Nayeon..

“Eeeeey, bilang saja kau ingin makan malam bersamaku, kan?” tanya Nayeon menggoda Yoongi.

“Aish kau ini,cepat keluar dari kamarmu. Aku sudah berada di ruang tamu rumahmu.”

“Ah benarkah?”

Nayeon langsung keluar dari kamar dan melihat sosok Yoongi dari lantai atas rumahnya, sudah duduk di ruang tamu. Yoongi melambaikan tangannya kepada Nayeon.

“Buat apa aku menelponmu kalau kau sudah ada dirumahku, huh?”

Nayeon mengakhiri panggilan teleponnya dengan Yoongi. Lalu ia menghampiri lelaki itu dan duduk disebelahnya.

“Traktir aku makan malam. Punggungku sakit sekali..” kata Yoongi sambil menunjukkan ekspresi kesakitan.

Nayeon mencibir, ia tahu lelaki itu hanya melebih-lebihkan.

“Kalau punggungmu sakit seharusnya kau beristirahat saja dirumah. Kenapa kau malah menyuruhku untuk mentraktirmu?”

“Karna kau yang menyebabkan punggungku sakit seperti ini…”

Nayeon menghela nafas, namun akhirnya ia setuju dengan apa yang dikatakan Yoongi. Gadis itu bangkit dari duduknya.

“Baiklah. Tunggu disini, aku ingin mengganti bajuku dulu….”

Yoongi mengacungkan jempolnya. Nayeon berjalan menuju kamar. Sesampainya di kamar, Nayeon tidak dapat menutupi kesenangannya. Entahlah, dia selalu merasa senang bila berada di dekat Yoongi. Meskipun sedari kecil mereka selalu bersama, namun kini perasaannya telah berbeda.

Nayeon sibuk mempersiapkan dirinya. Tak berapa lama ia keluar dari kamar dan menghampiri Yoongi. Ternyata kini Yoongi tidak sendiri. Disebelah Yoongi sudah ada ibunya yang baru pulang bekerja.

“Kau sudah selesai, Yeon?” tanya Ibu Nayeon saat melihat Nayeon menuruni tangga.

“Ne, eomma.”

“Aku pamit mau pergi sama Nayeon dulu ya, eomonim.” pamit Yoongi kepada Ibu Nayeon,-yang sudah ia angap sebagai ibunya sendiri.

“Ne, Yoongi. Hati-hati ya. Kalau Nayeon menyusahkanmu, tinggalkan saja dia..” canda Ibu Nayeon membuat anaknya mendengus.

“Oke eomma. Aku pergi ya. Bye….”

Nayeon mencium kedua pipi ibunya.

“Hati-hati ya kalian, jangan pulang terlalu malam.”

Yoongi dan Nayeon mengangguk dan mulai keluar dari rumah Nayeon.

Di depan rumah Nayeon, sudah terparkir sebuah mobil milik Yoongi. Mobil itu adalah hadiah pada saat ulang tahun Yoongi yang ke 17 tahun, satu tahun yang lalu yang lalu.

Yoongi dan Nayeon masuk ke dalam mobil. Nayeon langsung mencium aroma khas Yoongi pada mobil itu. Aroma yang disukai Nayeon.

“Kau mau mengajakku kemana?” tanya Nayeon saat Yoongi mulai melajukan mobilnya.

“Bukankah seharusnya aku yang bertanya? Kau ingin mentraktirku makan dimana?” tanya Yoongi tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.

“Ah iya kau benar. Bagaimana kalau kita ke restoran Jepang? Makan Sushi?”

“Lagi?” tanya Yoongi memastikan.

Padahal baru dua hari yang lalu mereka baru saja makan Sushi di salah satu restoran Jepang.

“Lalu kau makan apa, huh?”

Yoongi terlihat berpikir. Tiba-tiba saja ia menjentikkan jari.

“Pasta. Aku ingin makan pasta. Kau mau, kan?”

“Yayaya, terserah kau saja. Tugasku hanya menurutimu.”

Yoongi tertawa mendengar jawaban Nayeon.

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Disinilah mereka. Di salah satu restoran Italia yang terkenal dengan kelezatan pastanya. Yoongi dan Nayeon memilih meja yang berada di dekat air mancur buatan di dalam restoran tersebut.

Seorang pelayan menghampiri mereka untuk membawakan daftar menu dan mencatat apa yang dipesan oleh Yoongi dan Nayeon.

“Kau mau pesan apa?”

“Hmm——–”

Nayeon masih sibuk memerhatikan daftar menu yang dipegangnya.

“Hai Yoongi Hai Yeon.”

Tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampiri mereka. Jin.

“Hei, Jin. Kau kesini sama siapa? Sendiri?” tanya Nayeon, membalas sapaan Jin.

“Heeum, ya begitulah—–”

Jin tersenyum sambil tertawa kecil.

“Kalau begitu, kau gabung saja dengan kita. Kebetulan, hari ini Nayeon yang traktir.” kata Yoongi sambil melirik ke arah Nayeon.

“Oh? Benarkah? Serius Yeon, hari ini kau yang traktir?”

Nayeon menganggukan kepala. Akhirnya, Jin pun duduk disebelah Yoongi. Dan setelah mereka memesan makanan, pelayan itu pergi.

“Jin, kau sering datang ke tempat ini?” tanya Nayeon memulai pembicaraan sambil menunggu pesanan mereka datang.

“Heeum. Ini adalah salah satu restoran favoritku. Seperti yang kalian tahu, pasta disini sangat enak.”

Nayeon mengangguk-angguk, setuju dengan apa yang dikatakan Jin.

“Dan kau datang sendiri? Memangnya tidak ada yang ingin kau ajak untuk makan disini?”

“Eh?”

Pertanyaan Nayeon sontak membuat Jin salah tingkah, karena ia tahu arah pertanyaan gadis itu. Nayeon dan Yoongi seketika tertawa melihat sikap Jin. Tak disangkanya, si Ketua kelas,-di kelas Nayeon-, yang biasanya terlihat tegas, kini terlihat salah tingkah hanya karna satu pertanyaan.

Kring…. Kring….. Kring……

Handphone Yoongi tiba-tiba berbunyi, memyela pembicaraan 3 remaja itu. Saat Yoongi melihat nama kontak yang meneleponnya, ia malah menatap Nayeon dan Jin bergantian. Nayeon melihat Yoongi dengan tatapan tanya. Begitu juga dengan Jin.

Kring……. Kring……. Kring…… Klik.

“Halo? Iya aku akan segera kesana.”

Klik! Yoongi langsung menutup teleponnya tanpa sempat orang yang meneleponnya bicara.

Hal itu semakin membuat Nayeon bingung.

“Siapa yang menelepon——”

Nayeon baru ingin bertanya, namun Yoongi sudah menyela ucapannya.

“Maaf, Yeon. Kayaknya aku harus pergi sekarang. Jin, tak apa kan kalau kau yang mengantar Nayeon pulang?”

Jin mengangguk meskipun ia masih bingung dengan apa yang terjadi. Namun saat Yoongi menatapnya dengan tatapan penuh arti, ia mengerti dengan maksud Yoongi.

“Tapi kau belum memakan makanannya, kau———-”

“Maafkan aku, Yeon. Ada sesuatu yang membuatku harus pergi sekarang. Bye, Yeon. Jin, take care of Nayeon ya bro. Byee…”

Yoongi langsung pergi meninggalkan meja mereka. Meninggalkan Nayeon dan Jin. Nayeon tak dapat menyembunyikan perasaan kecewanya saat Yoongi pergi. Namun ia dengan cepat menutupi kekecewaannya. Karna ia tak ingin Jin melihatnya seperti itu.

Terlambat.. Jin telah melihat raut kekecewaan terpancar dari wajah Nayeon. Dan lelaki itu hanya bisa menatap gadis di hadapannya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Kau tak apa, Yeon?”

Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Jin, membuat Nayeon tersadar dari keterpakuannya.

“Eh? Memangnya kenapa? Bukankah seharusnya kita senang, karna jatah makanan yang Yoongi pesan jadi untuk kita, Jin.” kata Nayeon sambil tertawa.

Lebih tepatnya, memaksakan diri untuk tertawa.

 

 

*     *      *     *      *     *      *     *

 

 

Yoongi memakirkan mobilnya di depan sebuah rumah. Bukan, itu bukan rumahnya ataupun rumah Nayeon.

Setelah memakirkan mobil, Yoongi turun sambil membawa sesuatu di tangannya lalu ia menekan bel dengan tangannya yang lain. Ia menunggu seseorang untuk membukakan pintu untuknya. Seseorang itu…..

Ceklek.

“Annyeong Hyerin-ah..”

Ya, Hyerin. Gadis pemilik rumah itu. Gadis yang membukakan pintu untuk Yoongi. Gadis yang ada di hadapan Yoongi saat ini. Gadis itu…….kekasih Yoongi.

“Yoongi? Kupikir kau tidak datang.” tanya Hyerin, terkejut dengan kehadiran Yoongi.

“Maaf aku terlambat, sayang. Tidak mungkin aku tidak datang. Bukankah hari ini tepat 4 bulan hari jadi kita, heum?” tanya Yoongi sambil tersenyum dan membuat Hyerin ikut melebarkan senyumnya.

“Ah iya, ini untukmu..”

Yoongi memberikan sesuatu yang ada di tangannya. Sebuket mawar merah, kesukaan Hyerin.

“Waaaaah, cantiknyaaaa. Gomawo, Yoong. Tapi…., bukankah seharusnya kau sedang makan malam bersama Nayeon?”

Tiba-tiba saja raut wajah Hyerin berubah dan Yoongi dapat merasakan perubahan pada kekasihnya itu.

“Ya, aku meninggalkannya. Saat kau menghubungiku tadi, aku langsung menuju kesini.”

Hyerin membulatkan matanya saat mendengar penjelasan Yoongi.

“Kau meninggalkannya sendiri?”

“Tidak, ia bersama Jin. Aku tidak akan tega meninggalkannya sendiri. Lagipula makan malam ini ku rencanakan untuk mendekatkan Jin dan Nayeon. Kau tahu, kan?”

“Kapan kau akan memberi tahu Nayeon tentang hubungan kita?” tanya Hyerin sedikit mendesak.

Yoongi terpaku mendengar pertanyaan Hyerin. Walau gadis itu sering menanyakan hal itu kepadanya, tapi ia belum menemukan jawabannya.

“Entahlah, aku belum menemukan waktu yang tepat.”

“Sampai kapan kau akan terus seperti ini? Nayeon adalah sahabatmu Yoongi. Apa kau tega kalau——-”

“Sudahlah, Rin. Kita bertemu sekarang bukan untuk membahas hal itu kan?”

Yoongi sengaja menyela ucapan Hyerin, ia sedang tidak ingin membahas hal itu disaat seperti ini.

“Maafkan aku….”

Hyerin merasa bersalah karna telah mendesak Yoongi. Gadis itu juga tak mengerti mengapa ia tak bisa megontrol dirinya untuk tidak mendesak kekasihnya itu.

“Gwaenchana. Seharusnya aku yang meminta maaf. Maaf karna aku——”

Kruuuuuk kruuuuk.

Yoongi terhenti karena terdengar suara aneh dari perutnya. Perut Yoongi berbunyi. Sontak Hyerin tertawa mendengarnya. Yoongi hanya tersenyum malu sambil merutuki perutnya yang berbunyi disaat yang tidak tepat.

“Kau lapar, huh?” tanya Hyerin diselingi dengan tawanya.

“Salah siapa kau menelponku disaat makanan yang kupesan belum datang, heum?”

“Hahahaha, salahkan cacing-cacing diperutmu itu. Ayo masuk, aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu..”

“Ah benarkah?”

Mata Yoongi sontak berbinar mendengarnya, langsung saja ia merangkul Hyerin dan berjalan menuju ruang makan..

Ya, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membahas hal yang dapat membuat mereka bertengkar. Karena yang mereka butuhkan hanyalah waktu yang lebih lama untuk dilalui bersama.

 

 

.         *     *     *     *      *     *     *     *

 

 

Mobil Jin perlahan berhenti di depan rumah Nayeon. Nayeon melepaskan seat-belt dan bersiap untuk turun dari mobil Jin.

“Makasih ya, Yeon-ah. Untuk traktirannya….”

“Anytime Jin, lain kali gantian ya kau yang mentraktirku.” canda Nayeon, membuat Jin terkekeh.

Lalu Nayeon turun dari mobil Jin.

“Gomawo, Jin-ah. Hati-hati di jalan…”

Jin mengacungkan jempolnya. Ia menunggu Nayeon sampai gadis itu masuk ke dalam rumah. Nayeon melambaikan tangannya ke arah Jin dan ia pun masuk ke dalam rumahnya.

Jin masih menatap Nayeon sampai akhirnya sosok itu menghilang dibalik pintu pagar. Tanpa sadar, Jin melengkungkan senyum. Jujur saja, malam ini ia merasa bahagia.

Kring….. kring…. kring…….

Bunyi nada dering handphone membuat Jin tersadar dari keterpakuannya. Ada panggilan masuk. Dari Yoongi.

“Ne?” sahut Jin saat mengangkat teleponnya.

“Bagaimana acara makan malammu dengan Nayeon?”

Jin tersenyum, meskipun Yoongi tidak dapat melihatnya.

“Yaaa begitulah. Nayeon orang yang sangat menyenangkan. Ia tahu cara membuat orang lain tertawa. Kurasa kami melewati makan malam bersama dengan baik.”

“Baguslah kalau begitu… Kuharap hubungan kalian semakin dekat.”

Jin tertawa kecil mendengar ucapan Yoongi. Namun tiba-tiba tawa Jin terhenti. Tiba-tiba saja bayangan Nayeon terlintas dipikirannya. Jin masih mengingat dengan jelas pancaran wajah Nayeon saat Yoongi pergi meninggalkannya. Mengingat itu membuat dadanya terasa sesak.

‘Andai saja kau tahu betapa kecewanya Nayeon saat kau pergi, Yoongi.’ batin Jin dalam hati.

“Lalu kapan kau akan menyatakan perasaanmu padanya?” tanya Yoongi, membuat Jin tersadar dari lamunannya.

“Uh? Hmm.. Setelah kau memberitahunya tentang hubunganmu dengan Hyerin.”

Terdengar Yoongi menghela nafas. Lagi-lagi ia disudutkan karna hal yang sama.

“Aku belum menemukan waktu yang tepat, Jin.” kata Yoongi, terdengar frustasi.

“Baiklah, aku menunggumu. Aku tidak ingin menyatakan perasaanku padanya disaat ia masih mengharapkanmu.”

Ucapan Jin membuat Yoongi tertegun. Mengapa semua ini terasa begitu rumit?

“Dan satu lagi,……..,”

Jin menggantung kalimatnya. Yoongi menunggu Jin bicara tanpa menyela ucapan lelaki itu..

“Berhenti bersikap seolah-olah kau tidak mengetahui kalau Nayeon menyukaimu.” lanjut Jin.

“Aku tidak bisa…”

Kali ini Jin yang menghela nafas. Namun ia hanya diam, menunggu sampai Yoongi selesai bicara.

“Aku tidak ingin menyakiti Nayeon, Jin.”

“Lalu, apa dengan menyembunyikan hubungan kalian itu tidak akan meyakitinya? Aku yakin Nayeon akan lebih merasakan sakit nantinya.”

Kata-kata Jin membuat Yoongi mengacak rambutnya, semakin frustasi.

 

 

*     *     *      *     *     *     *     *

 

 

Nayeon berdiri teoat di depan kelas Yoongi. Guru yang mengajar di kelas Yoongi belum juga keluar kelas, padahal bel pulang sudah berbunyi sekitar 10 menit yang lalu. Hal itu terpaksa membuat Nayeon menunggu.

Nayeon melongokkan kepalanya, mencoba melihat keadaan kelas Yoongi dari jendela. Dilihatnya semua murid sudah terlihat bosan. Nayeon melihat Yoongi yang duduk dibelakang Hyerin. Mata lelaki itu memang tertuju ke depan, namun ia tak lagi memerhatikan guru yang ada di depan kelas, tapi memerhatikan ke arah tepat di depannya. Hyerin.

‘Yoongi memerhatikan Hyerin?’ batin Nayeon penuh tanya.

Namun pikiran aneh itu seketika menghilang ketika dilihatnya guru yang mengajar di kelas Yoongi sudah keluar kelas. Langsung saja Nayeon masuk ke dalam kelas itu.

“Yoongi-ah!” panggil Nayeon tepat di depan pintu.

Teriakan Nayeon membuat semua murid yang ada di kelas menoleh ke arah sumber suara. Nayeon yang baru meyadari kebodohannya hanya tertawa salah tingkah dan langsung menghampiri Yoongi.

“Kau ini, membuatku malu saja..”

“Hehehehe, maaf.”

Nayeon menunggu Yoongi merapikan semua bukunya.

“Ah ya, kau belum menjawab pertanyaanku tadi pagi. Semalam kau dapat telepon dari siapa sampai harus meninggalkanku, huh? Tega sekali kau..”

Pertanyaan Nayeon membuat Yoongi menghentikan kegiatannya merapikan buku. Lelaki itu malah mengusap bagian belakang lehernya, salah tingkah. Dan Hyerin, yang duduk di depan Yoongi, juga sampai menahan nafasnya saat Nayeon menanyakan hal itu. Namun Hyerin mencoba bersikap biasa saja dan pura-pura tidak mendengar percakapan mereka.

“Ah….itu….. aku dapat telepon dari eomma. Ya telepon dari eomma.” jawab Yoongi berbohong.

Jawaban Yoongi sontak membuat hati Hyerin sesak saat mendengarnya. Ia memang tahu pasti alasan Yoongi berbohong. Tapi tetap saja, hal itu terasa menyakitkan untuknya.

“Ah begitu ya?

Nayeon menganggukan kepala, percaya saja dengan apa yang dikatakan Yoongi.

“Hm.. Yoongi, Yeon. Aku pulang duluan ya. Annyeong..”

Tiba-tiba saja Hyerin sudah berdiri dari bangkunya. Ingin rasanya ia segera meninggalkan kelas.

“Hati-hati ya, Rin. Annyeong…”

Nayeon yang tidak sadar dengan apa yang sebenarnya terjadi, melambaikan tangannya sambil tersenyum.

Berbeda dengan Yoongi. Lelaki itu malah menatap kepergian Hyerin dengan tatapan kosong. Karena sebelum Hyerin keluar kelas, lelaki itu melihat kekecewaan, kesedihan dan kemarahan terpancar dari kedua mata Hyerin. Hal itu semakin membuat dirinya merasa bersalah.

 

 

*     *     *     *     *     *     *     *

 

 

Nayeon merebahkan diri di atas kasur dan meregangkan badannya setelah berjam-jam mengerjakan tugas yang membuatnya hampir gila. Nayeon meraih handphone yang ada di meja.

Pukul 21.30. Belum terlalu malam untuk menelepon seseorang. Nayeon menekan nomor yang sudah dihafalnya diluar kepala. Gadis itu menelepon Yoongi. Entahlah, ia hanya ingin mendengar suara lelaki itu sebelum ia tidur.

Nomor yang anda tuju sedang sibuk. Silakan hubungi beberapa saat lagi.

Nayeon menatap layar handphoneya, heran. Tidak biasanya nomor Yoongi sibuk saat ia menelepon lelaki itu. Nayeon pun menekan tanda hijau pada layar handphonenya, mencoba menghubungi Yoongi sekali lagi.

Nomor yang anda tuju sedang sibuk. Silakan—–

     Nayeon langsung menekan tanda merah pada layar handphonenya dengan kesal saat ia mendengar lagi-lagi suara operator yang menyahutinya. Ia melempar handphonenya ke sembarang tempat. Padahal ia ingin sekali mendengar suara Yoongi saat ini. Meskipun mereka sering bertemu dan jarak rumah mereka yang dekat. Tetap saja, Yoongi selalu punya alasan yang membuat Nayeon merindukan lelaki itu.

“Aku merindukanmu Yoongi…”

Nayeon menghela nafas dan pada akhirnya ia tertidur…….

 

 

*      *     *     *     *     *     *     *

 

 

Disaat yang sama Yoongi sedang menelepon Hyerin.

“Kau marah?” tanya Yoongi, hati-hati. Takut kalau nanti ia malah membuat Hyerin semakin marah.

“Menurutmu?” jawab Hyerin dengan nada dingin.

Yoongi tahu, saat ini Hyerin sedang marah padanya.

“Maaf….”

Hanya kata itu yang dapat keluar dari mulutnya.

Mereka berdua pun terdiam. Tak ada yang memulai untuk berbicara. Yang terdengar hanya helaan nafas dari keduanya.

“Kalau tidak ada yang ingin kau bicarakan, sebaiknya kau tutup saja teleponnya.” kata Hyerin masih dengan nada dingin.

“Maafkan aku, Rin. Aku benar-benar merasa bersalah. Aku—-”

“Aku lelah jika harus terus menerus berpura-pura, Yoong. Tidakkah kau merasa lelah? Kau tahu aku selalu merasa bersalah setiap bertemu dengan Nayeon. Aku membayangkan diriku ada diposisinya. Pasti akan sangat menyakitkan.” kata Hyerin akhirnya. Ia mengeluarkan isi hatinya yang selama ini ia rasakan.

“Kadang, aku merasa iri dengan gadis lain yang dapat menceritakan semua tentang kekasihnya kepada teman-temannya. Membanggakan kekasihnya. Mengatakan kepada semuanya kalau ia bahagia memiliki kekasih seperti kekasihnya..”

Kalimat Hyerin terhenti karna tiba-tiba saja air matanya jatuh. Ia sudah tak kuat lagi menahan sesak dihatinya.

“Aku hanya ingin mereka tahu kau adalah milikku Yoongi. Dan aku ingin mereka tahu betapa bahagianya aku memiliki kekasih seperti dirimu.”

Yoongi tercekat mendengar pengakuan Hyerin. Hatinya semakin sesak saat ia mendengar isak tangis Hyerin. Andai saja gadis itu ada dihadapannya, pasti ia sudah memeluk gadis itu dengan erat. Menghapus air matanya.

“Maafkan aku, Rin…”

“Sudahlah, Yoongi. Mungkin kita butuh waktu untuk sendiri….”

“Tapi Rin… Aku—-”

Entah mengapa lidah Yoongi begitu kelu sehingga ia tak dapat mengucapkan sepatah kata pun.

Klik! Hyerin mengakhiri panggilan.

Yoongi mendecakkan lidahnya, kesal dan sibuk merutuki dirinya sendiri. Betapa bodohnya ia hingga membuat Hyerin seperti ini. Membuat kekasih yang dicintainya seperti ini.

TBC

 

About fanfictionside

just me

40 thoughts on “FF/ BESTFRIEND? / BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. anjirrr baru part awal nya aja udh begini emang sih bingung kalo jd yoongi aplg dia tau nayeon suka sama dia.. penasaran bgt lanjutannya thor suka bgt next jgn lama2 ya thor ^^

  2. Thor, kenapa gak dibikin oneshot aja?! T.T
    Liat tulisan TBC langsung aku banting hpaku, aku penasaran sama reaksinya nayeon klo dia tahu yoongi udh punya pacar
    Lanjutannya jgn lama-lama ya thor,
    Pliss dengan sangat sma lanjutannya!
    Fighting!

  3. Aahh thor sumpah ceritanya bagus banget,rada bete harus ngeliat tulisan TBC,malesnya baca ff chapteran gini,harus nunggu dan cek trus tiap harii *oke ini curhat* ditunggu lah thor pt.2 nyaa hihi

  4. gw rsa gw lbay bnget deh smpek mau nangis
    d stu sisi gw kasian bnget ma nayeon ngebayangin gw jdi nayeon
    tpi gw jga kasian ma hyeri pacar sndiri gak bsa d miliki seutuhnya
    ad saatnya yoongi akan merasa khilangan nayeon
    jika nayeon entr ma jin
    wahhhh pensaran bnget
    next thor cpetan

  5. feel nya dapet banget thor, baru part 1 aja ff ini sukses (mau) bikin aku nangis haha-_- ditunggu lanjutan nya thor^^)b

  6. Aigooo gabisa ngmg apaapa udh terlanjur larut dalam ceritanya. Thor, aku ga tega ngebayangin liat Nayeon-nya tar pas tau Yoongi udh punya ce /.\ Keep Writing thor❤ xx

  7. Wow,, aku suka bgt sama ff ini karena cast nya min yoongi dan nayeon, karena nayeon itu nama aku:D cuman aku park nayeon. Keren (y)

  8. huah secara ga langsung suga php dong ㅠㅠ ga kebayang jadi nayeon. pasti kecewa banget sedih. aku tunggu kelanjutannya thor! daebak^^

  9. Jadi disini ceritanya yang gak tau apa apa tu nayeon? Kasian banget nayeonnya, tapi suga juga kasian, apa lagi hyerin, terus jin.. aish ngena baget thor ffnya.. jadi sedih nih, semoga akhirnya happy ending lah

  10. di part ini udh kerasa bgt thor/? rumit bgt si abang agus/? xD gimana reaksi nayeon klo dia tau yoongi pacar hyeri😦
    dan…..jgn lama2 ya thor(━_┳)

  11. di part ini udh kerasa bgt thor/? rumit bgt si abang agus/? xD gimana reaksi nayeon klo dia tau yoongi pacar hyeri😦 lanjut thor jgn lama2 pliss ㅠ.ㅠ

  12. nyeseeeekk sumpah :”( Huweeee……. Nayeon senasib sama gw :3 /Plak/ ….. Mampus. Semua tersakiti di ini ff. haha… Munculin Taehyung thor, jadi orang yg ceria yg ngejar-ngejar Nayeon saingan Seok Jin :’3 hehe…. Lanjut yoo~! :”(

  13. YoonGi terlalu kejam, tapi dilema juga -_- yah Sahabat atau Pacar? mening sih sahabat
    Dua jempol untukmu author-nim^^ Lanjutan ceritanya ditungguuu~

  14. Semua ny di cast ini tersakiti T.T !! Keren thor KEREN !!! NEXT , JANGAN LAMA LAMA YA AUTHOR !!!!! :’*

  15. Ini udah ada lanjutannya belum? nngg aku army newbie’-’iseng2 nyari ff suga eh ketemu ff ini yang keren lah. seru banget kata aku mah😀 /curcol/*abaikan*

  16. Sorry to say thor, awalnya aku gak terlalu nanggepin ini ff tpi pas muncul part 2 nya baru aku penasaran. Dan ff ini sama banget ceritanya sama kehidupan rl aku, disini hidup aku sama kayak hyerin😥. Thanks thor sdah buat ff keren kayak gini🙂

  17. bagus thor! kirain aku disini perasaan nayeong bakal terbalas,tp ternyata nyesek juga😦 yoongi udah punya pacar .. Keep writing thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s