FF/ YOU WHO CAME FROM ANOTHER WORLD/ EXO-BTS/ pt. 1


Author :: Rein.A.FlameRelLa

Cast :: Kai of EXO-K, Lee Eun Joo (OC), V/Kim Taehyung of BTS, Min ChaeRin(OC) and Xiumin of EXO-M

Genre :: Fantasy, Romance, school life

Rated :: 17+

Length :: part 1/(?)

Backsong :: BTS – Boy In Luv (Sang Namja)

Lee Hi – Rose

EXO – Heart Attack

A/N :: Annyeonghaseyo,,aku anak baru disini..Salam kenal yaa.. Ini karya pertamaku dan fanfict ini adalah hasil kerja keras otak author yang kurang kreatif, jadi maaf kalo ceritanya gaje gini. Dan meskipun ff ini membosankan tetap tidak berhak di plagiat lhoo..Mian jika kalian menemukan typo dan alur yang terlalu cepat dan cerita yg membosankan.. Mohon kritik dan sarannya.. Happy reading ^_^

2014-03-24_01.25.06

 

_ooOoOoo_

 

Lee eunjoo, siswa tahun pertama disalah satu SMA kota pinggiran yang jauh dari keramaian kota Seoul. Kota yang jarang disinggahi pendatang karena letaknya berada dibalik pegunungan sehingga sedikit orang menyadari keberadaan tempat itu. Padahal kota itu lumayan luas, disana terdapat beberapa café dan minimarket. Juga ada butik dan distro yang tak kalah keren dari butik maupun distro di kota Seoul. Karena kota ini terletak paling pinggir jadi tidak perlu jauh-jauh agar bisa menikmati dinginnya air laut. Ya,beberapa kilometer dari pusat kota atau mungkin kalian hanya perlu ke arah selatan, terus lurus keselatan sampai akhirnya kalian menemukan sebuah pantai yang tenang,luas,dan sepi. Pemandangan disana tak kalah menarik dari pantai-pantai terindah di Korea karena dari sini kalian juga bisa melihat pulau jeju, tentu saja dengan jarak yang sangat jauh. Ditempat inilah mereka sang pemburu melakukan ‘pengejaran’ mereka.

Gadis itu, Lee Eunjoo, berjalan memasuki sebuah bangunan tua yang menjadi tempatnya menuntut ilmu. Tepatnya hari ini adalah hari pertamanya masuk sekolah sebagai siswa SMA. Dia melangkahkan kakinya ringan melewati koridor sekolah, mengedarkan pandangannya kesetiap sudut bangunan seperti sedang mengenang masa lalu ditempat yang baru pertama kali dia datangi. Suasana dikoridor pagi itu sedikit ramai. Hanya sedikit. “aneh”,batin eunjoo. Sekarang pukul 7.45 a.m KST, sudah sepantasnya jika pada jam ini sekolah menyambut kedatangannya gaduh bukan? Mengingat 15menit lagi jam pelajaran pertama akan dimulai. Beberapa murid berlarian melewatinya entah menuju kemana. Tiga orang siswa berjalan melewatiku dengan sedikit berlari.

“akhirnya mereka melakukannya”,salah satu dari mereka angkat bicara

“hey,seperti mereka baru pertama kali melakukannya saja.cih”,balas siswa yang lain

“aku akan membuat taruhan disana nanti.kekeke”

Eun joo hendak bertanya pada mereka apa yang terjadi ketika tiba-tiba mereka masuk kesebuah ruangan yang cukup luas. Rupanya dia mengikuti siswa tadi hingga kesini. Sedikit terkejut ahh ani, tidak mengerti dengan yang dilihatnya, hampir seluruh siswa berkumpul dilapangan basket. Bisa kulihat ditengah sana ada beberapa siswa sedang beradu basket 3 on 3. Dua siswa yang diketahui oleh Eun joo beberapa menit yang lalu adalah kapten tim dalam pertandingan kali ini menatap tajam satu sama lain dengan gaya coolnya masing-masing. Salah satunya menyeringai sombong menanggapi tatapan lawannya, membuat pria berkulit putih pucat dihadapannya semakin marah.

Bola melambung tanda permainan telah dimulai. Dentuman-dentuman keras bola basket serta langkah kaki tak beraturan memenuhi lapangan disusul teriakan histeris para siswa yang membuat suasana disini semakin panas. Baru 10 menit yang lalu pertandingan dimulai tapi skor telah mencapai 13:10 seperti magic. Pria berkulit putih pucat perlahan menghampiri lawan mainnya, memberikan smirk terbaiknya membuat siapa saja yang melihatnya ingin memukulnya keras-keras hingga tak mampu tersenyum lagi, lalu mengatakan sesuatu tepat ditelinga lawan mainnya. Tak satupun dari kedua tim yang berhasil mencetak skor lagi. Permainan semakin sengit, baik pemain maupun penonton semua terlihat semakin antusias ingin mengetahui siapa pemenang pertandingan kali ini dan mengabaikan bell tanda pelajaran harus sesegera mungkin dimulai. Saatnya pria berkulit putih pucat beraksi! Dia menggiring bola dengan terampil menghindari pertahanan tim lawan dengan gesit mendekati ring. “baiklah V,,sekali tembakan dan permainan selesai”,batinnya.

“YEDEURAAAAA!”

Semua penghuni sementara lapangan basket spontan menoleh kesumber suara. Disana didepan pintu terlihat seorang wanita mengenakan kemeja putih yang dibalut blazer hitam beserta rok span berwarna senada dengan blazernya dan heels setinggi 5cm sedang berdiri menatap para siswa tajam.

“aish!sial.padahal aku sudah bersiap menembak seperti ini”,batin V

“gawat! Jung songsaengnim mengeluarkan tanduknya”,celetuk siswa didepan Eun Joo asal

“pasti dihukum lagi.ck”,temannya menimpali

“tenang saja kita kan dihukumnya rame-rame.keke”,siswa lain mulai berbisik membicarakan kengerian guru dihadapan mereka bila sedang marah.

Tak ingin mempedulikan bisikan yang keluar dari siswa lain Eunjoo hanya menatap guru wanita itu sekilas lalu beralih pada kedua namja ditengah lapangan. Tak sengaja matanya beradu pandang dengan mata milik namja berkulit gelap yang sebenarnya selama permainan berlangsung sesekali mata mereka bertemu. Tak sulit memang untuk menemukan sosoknya ditengah kerumunan siswa lain karena kulitnya yang terlalu putih dan ‘aura’nya berbeda dengan orang-orang disekitarnya.

“CEPAT MASUK KE KELAS MASING-MASIING KALAU TIDAK INGIN MENGIKUTI JAM TAMBAHAN MALAM!!”

Setelah meneriakkan kalimat itu para siswa langsung berhambur keluar menuju kelas masing-masing dengan sangat tergesa-gesa. Terang saja para siswa ketakutan mendengar suara guru cantik itu. Siapa yang mau mengikuti kelas tambahan malam jika gurunya killer seperti itu?

Jam pelajaran telah berlalu beberapa waktu lalu. Eunjoo sedang duduk dikursi paling pojok disudut ruangan perpustakaan ketika suara seseorang menyapa ketenangannya.

“kenapa disini?kau tidak lapar?”

“bagaimana denganmu?kenapa tidak bersama teman-temanmu, V?”,balas eunjoo datar

“aku bosan.mungkin mengikutimu sedikit menghiburku..cham,,kau melihatku kan tadi pagi?aish!kalau saja Jung-saem tidak datang pasti aku sudah menang telak tadi.kenapa Jung-saem selalu mengacaukan pertandingan kami?”,V mengacak rambutnya frustasi sebelum melanjutkan kalimatnya,”setidaknya Jung-saem kan bisa datang setelah aku memasukkan bola kedalam ring”

“jangan becanda.cepat pergi sana!kau menggangguku”,Eunjoo mendorong tubuh V agar cepat pergi dari hadapannya. Jika sedang membaca Eunjoo tidak suka diganggu oleh siapapun apalagi hanya obrolan tak penting seperti saat ini. Dan lagi Eunjoo benci pengganggu.

V mau tak mau harus pergi dari tempat itu. Dia tahu betul kebiasaan Eunjoo jika sedang serius membaca gadis itu akan tetap fokus pada bacaannya. Kadang V berpikir mungkin Eunjoo akan terus membaca meskipun disekitarnya terjadi perang dunia ketiga.

“keluarlah!tidak sopan menguping pembicaraan orang seperti itu”,Eunjoo membuka suara beberapa detik setelah kepergian V tanpa mengalihkan pandangan dari buku yang dibacanya. Tak lama seorang pemuda tinggi dan berkulit gelap muncul dari balik rak buku disamping depan dari tempatnya duduk.

“kalian akrab sekali ya?apakah kalian pasangan kekasih?”,kata-kata itu berhasil mengalihkan perhatian Eunjoo. Kini Eunjoo menatap namja berkulit gelap itu dengan tatapan tak percaya. Namja ini bahkan tidak merasa seperti sedang mencontek lalu tertangkap basah oleh pengawas dan langsung menyerang Eunjoo dengan pertanyaan konyolnya.

“benarkah?apakah kami sebegitu romantis?”,Eunjoo menarik kabel tipis yang menghubungkan handphone dengan telinganya,sedari tadi Eunjoo memang mendengarkan music dari handphone-nya

Namja yang sekarang telah duduk bersandar didepannya menggeleng mantap, “ani.tentu saja tidak.aku hanya ingin kau menatapku dan berhasil”,namja itu tersenyum puas.”hya,jangan melihatku seperti itu. Aku tahu aku ini memang tampan”

“cih”,cibir Eunjoo

“kai”

“huh?”,tanya Eunjoo bingung

“namaku kai. Kau belum tahu namaku kan? Sekarang aku memberitahumu jadi kau tak perlu susah payah bertanya pada siswa lain. Aku memberitahumu secara cuma-cuma”

Benar juga. Kalau dipikir-pikir lagi Eunjoo tidak ingat siapa nama namja didepannya ini padahal seluruh siswi disekolah ini selalu meneriakkan namanya saat pertandingan berlangsung. Apalagi kata Luna, teman sekelas Eunjoo dia ini salah satu namja terkenal disekolahnya selain V. Ditambah lagi Eunjoo selalu mengamati wajahnya dari bangku penonton tanpa Eunjoo sendiri menyadarinya. Belum lagi dalam hatinya,dia sudah mengakui satu hal, namja yang duduk didepannya ini menarik perhatiannya sejak hari pertama masuk sekolah. Jadi seharusnya Eunjoo bisa mengingat nama namja ini dengan sangat baik bukan?

“apa kau selalu seperti ini?”

“apanya?”,tanya kai tak mengerti

“sikapmu ini. PD yang melebihi dosis sangat tidak baik untuk kesehatanmu, kau tahu?”

“haha,kau ini ternyata lucu sekali ya?sangat berbeda dari yang terlihat.haha”

Eunjoo mengernyitkan dahinya,namja ini gila ya?siapa yang lucu dan siapa yang sangat berbeda dari yang terlihat?Dia bahkan tidak sadar kalimat yang diluncurkan sebenarnya ditujukan untuk dirinya sendiri,eh?batin Eunjoo

“memangnya kau tahu apa tentangku? Jangan bicara seolah-olah kau mengenalku”,kata Eunjoo datar namun terkesan dingin

“memang”,jawab Kai sangat pelan sambil menyunggingkan senyum dan tatapan yang sulit diartikan

Selama beberapa saat mereka hanya terdiam, Eunjoo sibuk dengan bukunya dan Kai sibuk dengan dunianya sendiri. Pikirannya melayang entah kemana sambil mengamati setiap lekuk wajah Eunjoo sampai tiba-tiba …..

“kau mau kemana?,”Kai menahan tangan Eunjoo saat gadis itu beranjak pergi melewatinya

“bell sudah berbunyi tentu saja aku mau kembali ke kelas. Wae?”,jawab Eunjoo sepolos mungkin tanpa berusaha melepas genggaman tangan Kai

ani, geunyang…sudahlah lupakan saja”,kata kai sembari mengibaskan tangannya didepan wajahnya sendiri. ‘mungkin hanya perasaanku saja’,batinnya kemudian. Eunjoo hanya mengendikkan bahunya dengan tatapan ‘terserah kau sajalah’ lalu berlalu dari hadapan Kai. Tanpa mereka berdua sadari ternyata dibalik jendela kaca perpustakaan ada sepasang mata menatap tak suka akan kebersamaan singkat mereka.

 

Sementara itu ….

Disebuah villa ditempat terpencil dikota kecil itu seorang laki-laki berwajah imut seperti anak kecil berjalan kesana-kemari dengan langkah lebar dan tergesa. Sepertinya dia sedang badmood  saat ini karena …

“dasar gadis pemalas, tidak peka, egois, emosional, semaunya sendiri. Astaga! Xiumin, kenapa kau malah mengabsen sifat gadis badung itu,huh? Kamar ini sudah seperti kapal bajak laut difilm the pirates of carribean”,rutuk Xiumin sambil merapikan ruangan yang dia sebut sebagai kamar seorang gadis yang menurutnya seharusnya jauh lebih rapi dan bersih dari kamar laki-laki. Tidak biasanya Xiumin mengomel panjang lebar seperti itu jika bukan karena satu orang. Siapa lagi kalau bukan,”Min Chaeriiiiin,awas kau nanti. Aku akan menghukummu karna ini. Lihat saja!”,geram Xiumin

Sebenarnya ini bukan pertama, kedua atau ketiga kalinya Xiumin direpotkan seperti sekarang, entah sudah berapa ratus kali dia mengomel sendiri dan berfikir untuk menghukum si-pembuat onar tapi tak pernah sekalipun dia menepati omongannya. Chaerin tak pernah melaksanakan hukuman yang sudah dipersiapkan Xiumin sekalipun, Xiumin tahu meskipun dia menghukum Chaerin berkali-kali gadis badung itu akan tetap memporak-porandakan kamarnya setiap hari. Percuma.

Tak lama setelah Xiumin merapikan kamar Chaerin terdengar suara mobil berhenti disamping rumah. ‘Siapa yang datang?’pikirnya.Xiumin buru-buru beranjak dari duduknya menuju lantai bawah. Lelaki itu melangkah pelan keruang tamu dilantai bawah berniat untuk mengetahui siapa yang berkunjung dirumahnya. Sedikit waspada karena tak pernah sebelumnya dia kedatangan tamu dari pihak manapun. Baru sampai dianak tangga paling bawah seseorang membuka pintu,”aku pulaaang”. Ternyata V yang datang. Xiumin melirik jam yang bertengger manis ditangan kanannya. Baru pukul 01.00pm KST tapi bocah badung yang lain sudah pulang?

hyung,neon boe? Kenapa memegang tongkat baseball-ku seperti itu?”,tanya V yang masih berdiri diambang pintu dengan raut wajah heran melihat hyung-nya. Xiumin sempat mengambil tongkat baseball V takut kalau-kalau yang datang adalah penjahat. Dan dia sudah memasang sikap untuk menerjang orang dibalik pintu saat kenop pintu mulai bergerak.

“ck, kau bolos lagi”,Xiumin mengalihkan pembicaraan berusaha menahan malu

“hyung juga. Bukannya pergi sekolah malah sendirian dirumah”,balas V tak mau kalah

“kurasa hyung tak perlu menjelaskan lagi kenapa hyung tidak masuk hari ini”,Xiumin mendesah khawatir

“yayaya, tanpa dijelaskan pun kita semua tahu alasannya. Geundae hyung….apa akan terus seperti ini?tidak bisakah noona mencari ‘makanannya’ sendiri?”,V menggantungkan kalimatnya sejenak sebelum melanjutkannya dengan nada khawatir

“entahlah V, kau tahu kan meskipun Chaerin adalah salah satu yang terkuat diantara kita dia tidak pernah bisa  menjaga dirinya dengan cukup baik. Aku hanya khawatir dia akan melukai dirinya sendiri”,Xiumin merebahkan dirinya kesofa dan memejamkan matanya berusaha melepas penat yang ada dipikirannya

“karna itu hyung yang harus mencari persediaan untuk noona?”, Xiumin menganggukkan kepalanya

noona memang aneh sekali, percuma dia mempunyai skill diatas rata-rata jika tak digunakan dengan baik”, V ikut-ikutan duduk disebelah Xiumin, Xiumin yang mendengarnya hanya tersenyum kecil

“dia memang seperti itu kan? Pada dasarnya dia adalah gadis berhati lembut, aku ragu dia mampu membunuh semut yang menusuk kulitnya hingga bengkak. Tapi…”,Xiumin menghentikan kalimatnya, matanya menerawang jauh entah kemana membuat V menoleh dan bertanya padanya,”tapi apa hyung?”

“bukan..bukan apa-apa”,jawab Xiumin setenang mungkin

“oiya,hyung,kau tahu Kai kan?”,V membuka suara setelah beberapa menit terjadi silent treatment

“maksudmu siswa yang selalu kau tantang itu?”,wajah Xiumin itu memang terlalu imut tapi kadang wajah imutnya membuat V sebal karena menurutnya wajah imut nan polosnya hanyalah kedok untuk menutupi segala kejahilannya

“terserah kata hyung saja, bukan aku yang selalu menantangnya dan ya, kami memang selalu bertanding. Bukan pertandingan kami juga yang ingin kubicarakan melainkan sikapnya”

“hm?memang sikapnya kenapa”,tanya Xiumin tak mengerti

“sepertinya dia menyukai Eunjoo dan Eunjoo sepertinya juga tertarik pada Kai”

“biarkan saja”,jawab Xiumin yang langsung ditatap heran oleh V

Sudah tiga bulan Eunjoo menikmati masa sekolahnya dan selama itu pula gangguan demi gangguan dari Kai terus didapatkan oleh gadis mungil ini. Kai terus berusaha mendekati Eunjoo meski berkali-kali mendapat penolakan dari gadis itu, baik dengan cara terus menghindari Kai atau menolak secara terang-terangan.

“Kai-ya, kenapa kau terus mengikutiku seperti anak anjing,huh?”,Eunjoo bertanya yang terdengar seperti anak kecil sedang merajuk pada ibunya untuk dibelikan ice cream. Wajahnya yang cantik dilengkapi dengan puppy eyes dan bibir mungil nan merah merekah serta kulit putih pucat membuat gadis itu terlihat berbeda dari gadis lain. Aura yang dipancarkannya seolah membius saraf-saraf Kai yang terobsesi padanya sejak pertemuan mereka. Pertemuan pertama mereka.

“bukankah sudah kukatakan berkali-kali kalau aku akan terus menghantuimu sampai kau mau menerima cintaku?”

Kai memang sengaja menggunakan kata ‘menerima’ daripada kata ‘membalas’ karena tanpa diucapkanpun semua orang tahu kalau Eunjoo juga tertarik pada Kai. Seperti kutub magnet yang berbeda arah mereka akan saling tarik-menarik jika didekatkan dan akan semakin kuat tarikannya jika dipisahkan. Teori ini sudah dibuktikan oleh keluarga kecil Eunjoo.

“dan kau pasti juga tahu apa jawabanku kan?”kata Eunjoo menegaskan

“tapi apa alasannya?”,Kai mulai frustasi. Bagaimana tidak? Berkali-kali dia menyatakan perasaannya berkali-kali juga Eunjoo menolak memberikan hatinya

“karena aku sama sekali tidak tertarik padamu”,Eunjoo mati-matian menyembunyikan kegugupannya dan berkata sedingin mungkin agar Kai percaya dengan ucapannya

“jika memang begitu lalu kenapa kau tidak menolak waktu itu? Kenapa sekarang? Kenapa setelahnya? Kenapa tidak saat itu juga?”

[Flashback]

Tap

Tap

Tap

Suara langkah seseorang terdengar menggema kencang dilorong sekolah yang hampir tak berpenghuni lagi. Dia menghentikan langkahnya ketika sampai disebuah ruang kelas yang memang menjadi tujuannya.

“Eunjoo-ah? hosh..hosh..”

eonnie, kau berlari kesini?”,Eunjoo yang masih duduk dibangku kelasnya menoleh ketika mendengar namanya disebut

“eo”,jawabnya setelah duduk didepan Eunjoo sambil mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan

“kan sudah kubilang tidak usah menungguku. Aku tahu jalan pulang eonnie

“ya! Memang siapa yang mau menunggumu?”

Eunjoo mengernyitkan dahinya sedikit tak mengerti.

“jangan bilang kalau ….”

“ssstt…ya! Kenapa kau belum pulang? Ah,kau dihukum? Gadis penurut dan terkenal pintar dihukum diminggu pertama masuk sekolah?”,gadis yang dipanggil eonnie oleh Eunjoo menempelkan jari telunjuknya dibibirnya sendiri memotong kata-kata Eunjoo kemudian mengejek dengan kalimatnya yang lain

eonnie cerewet sekali sih”,Eunjoo berusaha sabar menghadapi gadis yang dia panggil eonnie. sebenarnya dia sedang terburu-buru menyelesaikan hukuman dari Cho songsaengnim mengerjakan 100 soal matematika yang baru dikerjakan 79 soal.

Drrrt…drrrt…

Eunjoo merogoh saku kanan blazernya, mengambil ponselnya yang bergetar beraturan tiada henti tanda bahwa ada telephone masuk yang entah mengapa seperti meminta untuk segera diangkat.

yoboseyo,oppa?”,sapa Eunjoo ramah

“apa Chaerin bersamamu sekarang?”,jawab seseorang diseberang

aniyo,aku sedang dihukum dikelas dan tidak ada siapa-siapa disini”,terang Eunjoo meyakinkan

“tsk, kemana larinya gadis badung itu? Eunjoo-ah,katakan padanya tidak ada makan malam untuknya jika kau bertemu dengannya”

“emm, arasseo”,Eunjoo menutup sambungan telephone-nya,mematikan telephone-nya dan memasukkannya kembali kesaku blazernya sebelum akhirnya menatap sekelilingnya. “cepat sekali perginya”,gumam Eunjoo

“eh?”,Eunjoo mengernyitkan dahinya melihat sebotol minuman tergeletak didepannya,”fighting!”,Eunjoo membaca tulisan yang tertempel pada botol minuman itu

“aaah,akhirnya selesai juga”,Eunjoo meregangkan otot-ototnya kemudian merapikan buku-bukunya dan beranjak dari kelasnya. Suasana sekolah sudah benar-benar sepi sekarang. Sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan yang samar-samar sempat dia dengar ketika mengerjakan soal hukuman yang diterimanya.

Dia melangkah dengan cepat menuju ruang guru untuk mengumpulkan tugasnya dimeja Cho songsaengnim. Saat melewati koridor dekat ruang ganti entah ada angin apa tiba-tiba saja bulu kuduk Eunjoo berdiri tegak dengan sempurna. Eunjoo merasa seperti ada yang tengah memperhatikannya dari jauh…atau dekat?

Eunjoo sangat yakin ada yang sedang mengikutinya. Dia sangat takut sekarang, jam sekolah sudah berakhir beberapa jam yang lalu dan setahunya ekskul juga telah berakhir 1 jam yang lalu. Bukankah hanya ada aku disekolah ini?batinnya. Gadis itu semakin mempercepat langkah kakinya menuju ruang guru. Semakin cepat. Semakin cepat lagi. Lebih cepat lagi.

“aish! Seharusnya aku tadi meminta Chaerin eonnie menemaniku sampai selesai, bukan malah sok berani dan berakhir ketakutan seperti ini”,Eunjoo merutuki dirinya sendiri

“BA!!”

“AAAAA!! YA!EONNIE, APA YANG KAU LAKUKAN DISINI,HUH? KAU MENGAGETKANKU TAUUUK!!”,teriak Eunjoo histeris dan melolot kesal karena merasa dipermainkan

“hahahaha”

“huh, bisa-bisanya dia bersikap seperti itu setelah membuat jantungku hampir copot?”,Eunjoo mengatur detak jantungnya yang tadi berdetak sangat cepat akibat ketakutan. “gesit sekali gadis itu”,gumam Eunjoo yang hanya bisa mendengar gema tawa yang semakin menjauh

Sesampainya diruang guru Eunjoo langsung menuju meja Cho songsaengnim berada dan meletakkan bukunya dimeja guru evil itu. Lagi. Eunjoo merasa diperhatikan oleh seseorang lagi. Tapi tak ada rasa takut seperti sebelumnya. Dia balikkan badannya menatap sekeliling mencari sosok misterius itu. Nihil. Tak ada siapapun diruangan itu.

eonnie,jangan bercanda lagi. Ini tidak lucu”,Eunjoo memberanikan diri berbicara pada seseorang yang entah memang ada atau tidak

Tak ada jawaban dari pertanyaan Eunjoo padahal dia juga sengaja mematung menunggu jawaban dari pertanyaan bodohnya. Sedikit malu pada diri sendiri karena ternyata tidak ada orang lain selain dirinya. Akhirnya Eunjoo memutuskan keluar dari ruangan itu sebelum hari semakin gelap.

SRAK

Seseorang tiba-tiba masuk dan menutup pintu ruang guru ketika langkah Eunjoo yang seharusnya tinggal selangkah lagi bisa keluar ruangan. Namja itu lagi,batin Eunjoo

“kau lagi”,Eunjoo menyatakan ketidaksukaannya

wae?tidak senang melihatku?”

“menurutmu?”

“aah,eotteohke?bukankah aku sudah berjanji akan mendapatkanmu?”

“ya! Apa yang mau kau lakukan? Dan lagi, kapan kau mengatakan omong kosong itu”,Eunjoo memundurkan langkahnya seiring dengan langkah namja yang terus berusaha mendekat kearah Eunjoo. Eunjoo sudah merasa terpojok sekarang. Tubuhnya menabrak salah satu meja diruangan itu. Meski begitu Eunjoo sama sekali tidak takut pada namja dihadapannya, justru dia merasa kasihan terhadap namja ini jika dia tidak bisa menahan diri. Dia bisa melihat namja ini sedikit menarik salah satu sudut bibirnya,menyunggingkan smirk-nya.

“ini bukan omong kosong Lee Eunjoo. Aku serius mengataknnya, tapi…”,namja itu menggantungkan kalimatnya dan menatap Eunjoo dari atas kebawah lalu keatas lagi membuat Eunjoo bertanya-tanya dalam hati apa yang namja itu inginkan darinya

“sepertinya akan sulit, jadi kuputuskan untuk membuat tanda lebih dulu”,ucap namja itu melanjutkan kata-katanya

“m-mwo?”

Namja itu meraih wajah Eunjoo, mengelus pelan pipi gadis itu lalu menyibakkan beberapa helai rambut yang menghalangi wajah gadis itu hingga kedua tangan namja itu menangkup wajah Eunjoo dan mendekatkan pada wajahnya perlahan. Hembusan nafas masing-masing bisa mereka rasakan satu sama lain. Disaat seperti ini seharusnya Eunjoo menginjak atau bahkan menendang keras namja dihadapannya yang mungkin akan melakukan sesuatu yang buruk padanya. Anehnya Eunjoo malah seakan telah menantikan sentuhan dari namja itu meski dia ragu rasa macam apa yang dia punya untuk namja itu.

Wajah mereka semakin mendekat satu sama lain, hidung mereka mulai bersentuhan. Jadi ini yang dimaksud dengan tanda olehnya?pikir Eunjoo. Bibir mereka sekarang bersentuhan, yang awalnya hanya menempel lembut hingga entah siapa yang memulai duluan ciuman itu terasa kasar dan penuh nafsu. Eunjoo menekan tangannya ditengkuk namja itu untuk menciumnya lebih dalam lagi. Tangan namja itupun juga mengeratkan pelukannya yang bertengger manis dipinggang Eunjoo.

“YA!! KAI, APA YANG KAU LAKUKAN?”

Teriakan itu kontan langsung membuat tautan bibir Eunjoo dengan namja bernama Kaiitu terlepas dan menatap sosok yang melengkingkan suara beratnya.

“tsk, pelankan suaramu V. aku tidak tuli”,jawab namja itu-Kai- dengan sangat sangat santai

TBC

Huwaaaa akhirnya selesai juga! Eotthae? Kepanjangan? Ngebosenin? Gak menarik? Author butuh banget komen kalian. Meskipun kalian cm nulis “JELEK” itu gk masalah yg penting Author tahu gimana perasaan readers waktu baca FF gaje ini. Jadi author bisa mikir mateng2 mau nglangjutin FF gaje ini ato enggak. RCL juseyo ^_^  NO SIDERS PLIS!

 

About fanfictionside

just me

17 thoughts on “FF/ YOU WHO CAME FROM ANOTHER WORLD/ EXO-BTS/ pt. 1

  1. Huaaaa catsnya kai jadi semangt bacanya, awalnya ada yg gk ku mengerti diff ini, tapi lanjutin aja thor, fighting🙂

  2. oh my FF EXO+BTS wkwk
    keren2 penasaran ama kelanjutannya
    Kai sama Eunjoo kan nanti ?
    next part mungkin gak ada si Kuki ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s