FF/ WHAT’S WRONG WITH A KISS?/ pt. 5


Author : Z

Title : What’s wrong with a kiss? (Part 5)

Cast :

   Park Lizzy (OC)

   Lee Chi Hoon

   Kim Joon Myeon [Suho]

   Shin Eyoung (OC)

   Park Hyung Seok

   Byun Baekhyun

   Park Tae Jun

   ……

Lenght : Chapter

Genre : Romance, School life, NC, Comedy(?), sad

Nb :

Part yang ini ada adegan nc. Tapi, emm langsing baca aja deh.. Dan jan6gan lupa komen ne..

 PicsArt_1398253263154

 

♡~♡~ What’s Wrong With A kiss ~♡~♡

*lizzy pov*

Sejak kejadian di kelas waktu itu. Aku selalu menghindar darinya. Aku sama sekali tak ingin bertemu dengannya. Apalagi berbincang dengannya.

Mungkin dia adalah orang yang paling menyebalkan di dunia ini. Dia telah menggambil ciuman pertamaku dengan sangat memalukan. Dan menggangu ketenangan hidupku.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Kulangkahkan kakiku dengan hati-hati. Ku edarkan pandanganku memeriksa setiap sudut lorong. Berharap tak bertemu dengan namja itu.

“mencari sesuatu?” aku terkejut ketika mendengar suara dari arah telinga kananku.

Suara itu membuat jantungku berdegup tak karuan. Aku tak berani menoleh kebelakang.

Inilah hal yang paling aku tak suka. Bertemu dengan chi hoon. Namja yang telah menggacaukan hidup ku.

Ku pilih untuk maju beberapa langkah. Dan segera lari. Tapi tangan chi hoon menahanku.

“kau mau kemana? Bukankah kau sudah janji akan menuruti semua keinginanku?”

“a-aku mau kekelas..” jawabku pelan tanpa menatap chi hoon.

“temani aku..”

“a-aku sedang sibuk sunbae. Lain kali saja..”

Chi hoon menggengam tanganku. Dan menarik ku entah kemana. Aku menutup wajahku dengan tangan kiri. Menghindari tatapan langsung para yeoja yang memang sedari tadi sudah menatapku.

“kita mau kemana?” tanyaku pelan. Chi hoon hanya diam tak membalas.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

“hai bukan kah itu chi hoon? Dia dengan siapa?” bisik seorang yeoja satu dengan yeoja lain. “bukankah dia gadis yang dulu itu?”

Yeoja yang dibisiki itu mengepal tangannya. “dia lagi..” ucapnya menahan emosi.

“kau mau kemana?” tanya yeoja satu. Yeoja yang dibisiki tadi tak menjawab dan berlalu begitu saja.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Chi hoon membawaku menaiki anak buah tangga yang menuju atap. “sunbae, ini sudah hampir jam pelajaran. Aku harus kembali ke kelas.”

“kau bisa diam?” ucap chi hoon datar. Chi hoon membuka pintu yang memisahkan atap dan ruang sekolah itu.

Angin berhembus dengan lembut seperti menyambut kedatanganku dan chi hoon. Tak ada siapa-siapa di sana.

Chi hoon membawaku ketengah atap. Chi hoon melepas genggamannya dan berbaring.

Aku hanya berdiri melihatinya bingung. Entah apa yang dia pikirkan sekarang.

Chi hoon memejamkan matanya. “kau duduklah. Celana dalammu kelihatan.” Ucapnya datar.

Wajahku tersipu malu. Dan duduk memegangi rokku.

“kenapa kau membawaku kesini?” tanyaku.

Tak ada jawaban dari namja itu.

“kenapa kau tak menyukaiku?” tanya chi hoon tiba-tiba tanpa membuka matanya.

“karena.. kau aneh.. Kau juga sombong.. Kau juga sok keren..” “Dan yang paling kau-” aku menghentikan ucapanku ketika wajah chi hoon tepat berada di depan wajahku.

“dan juga apa?”

Wajahku mulai memerah. Mataku menatap mata chi hoon. Kenapa jantungku berdetak kencang tak beraturan lagi?

Chi hoon menarik tanganku dan kembali berbaring. Aku jatuh tepat di pelukannya.

Jantungku kembali berdetak kencang. Mungkin sekarang chi hoon bisa mendengar detak jantungku ini.

“detak jantung, tatapan, dan raut wajah manusia memang sulit berbohong..” ucap chi hoon pelan.

Aku segera bangkit dari tubuh namja itu. Tapi tangan namja itu melilit pinggangku. Dan membuatku sulit bergerak.

“apa yang kau inginkan?” tanyaku.

“ciumlah aku, park lizzy.. Apakah kau bisa menggabulkan permintaanku itu?”

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Seorang yeoja terkejut melihat dua sosok yang memang sedari tadi ia amati itu merubah posisinya. Yeoja itu memang sedang mengintip dari balik pintu atap sekolah.

Yeoja itu menggambil ponselnya dan menggarahkannya kearah dua sosok itu. Berniat mengabadikan kejadian yang ada di depan matanya itu.

“kau akan tau akibatnya..”

Cepret

Kringg! kringg!

Yeoja itu menyudahi kegiatannya dan kembali kekelas karena bel masuk telah berbunyi.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Mataku terbelak saat mendengar ucapan namja yang ada di bawahku itu. Ku coba membangkitkan tubuhku lagi. Dan berhasil. “apa maksudmu?”

Namja itu bangkit dari baringannya. “apakah kau tak mengerti kata-kataku?”

Aku hanya terdiam menatap namja itu.

“kau. Ciumlah aku!”

“i-itu tidak akan pernah terjadi!”

“apakah kau tak bisa berciuman?” chi hoon menatapku datar.

M-memang kenapa? Berciuman bukan hal yang bisa di pelajari di sekolah bahkan tak ada buku yang menjelaskan tata cara berciuman. Jika tidak tahu itu wajar kan.

Namja itu tersenyum sinis. “hèh! Ternyata kau memang tak bisa berciuman.”

Entah kenapa wajahku memerah. “YA! Memangnya kenapa! Apa salahnya tak bisa berciuman?!”

Chi hoon menarik tanganku dan menghempaskan tubuhku kelantai. Namja itu menggunci tubuhku dengan kedua tangannya. Lutut namja itu berada di antara kedua pahaku.

Namja itu membisikan sesuatu ke telingaku. “itu adalah kesalahan besar..” bisiknya dengan nada menggoda(?)

“tau cara berciuman baru kesalahan besar!” aku sama sekali tak mengerti apa yang ada di pikiran chi hoon.

Mungkin namja itu memiliki pemikiran yang bertolak belakang denganku.

“kau adalah wanita terburuk yang pernah aku cium..”

Ku palingkan wajahku tak ingin melihat wajah namja itu. “tak ada yang menyuruhmu untuk menciumku!”

“kau mau aku ajari berciuman?” mataku melebar dan sepontan menatap wajah namja yang ada di hadapanku itu demgan aneh.

Namja itu mendekatkan wajahnya ke wajahku. Hidung kami saling bergoresan. Aku menutup mataku. Lagi-lagi jantungku berdetak tak menentu.

Chi hoon tersenyum. Chi hoon mendekatkan bibirnya ke bibirku secara perlahan. Dan melumatnya.

Aku tak berani membuka mataku. Aku dapat merasakan bibir chi hoon melumat bibirku dengan lembut.

Lumatan itu mulai mengganas. Bibirku bergerak mengikuti permainan bibir chi hoon.

Chi hoon membuka bibirku dan memasukkan lidahnya. Wajahku sudah benar-benar merah. Aku tak pernah bisa tahan dengan lidah chi hoon.

Lidah namja itu membelit lidahku. Dan terus melumat bibirku. Nafasku terasa sangat sesak.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

“kemana lizzy?” eyoung terus bertanya-tanya dalam dirinya. Ia serasa kehilangan jejak lizzy hari ini.

Pintu kelas terbuka. Guru shin. Guru bahasa memasuki ruang kelas.

Eyoung masih menatap bangku lizzy dengan khawatir. Takut terjadi apa-apa dengan temannya itu.

“baiklah. Siapkan alat tulis kalian. Kita latihan soal.” ucap guru shin.

“MWO?” ucap murid satu kelas kompak.

Guru satu ini memang sering menggadakan latihan soal dadakan. Bahkan ulangan harianpun juga mendadak.

“ada yang tidak hadir hari ini?”

“lizzy belum masuk kelas..” ucap salah seorang murid.

Suho melihat kearah bangku lizzy. Ini kali pertama lizzy absen saat pembelajaran.

“lizzy? Kemana dia?” tanya guru shin.

Para murid saling memandang dan mengangkat bahu mereka tanda tak tahu.

“biarkan saya mencarinya.” ucap seorang namja dan berdiri dari bangkunya.

“em?” “baiklah kau saja yang mencarinya. Suruh dia cepat masuk.”

“ne..”

~

Suho berjalan menggelilingi gedung sekolah. Memeriksa setiap ruangan yang ia rasa ia akan menemukan lizzy di salah satu ruangan itu.

15 menit sudah suho mencari. Tapi ia belum juga menemukan sosok yang ia cari itu.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Sesak. Terasa sangat sesak. Entah mengapa tubuhku derasa terpaku. Aku ingin cepat pergi dari sini tapi tubuh ini tak mau bergerak sesuai ke inginanku.

Setelah melumat bibirku chi hoon mulai mencium leherku berkali-kali. Memberi tanda kemerahan.

Aku masih tak berani membuka mataku. “hen-tikan.. Sunbae..” “mmhh”

Tangan kanan chi hoon mulai membuka kancing kemeja sekolahku. Ku tahan tangan namja itu semampuku. Aku terus menggelengkan kepalaku. Tapi namja itu tak menggubrisku. Airmataku perlahan jatuh.

“jangan sunbae..” “aku mohon hentikan..”

Chi hoon membisikan sesuatu ke telingaku. “kau diam dan nikmati saja..”

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

*author pov*

Suho masih berjalan mengelilingi sekolah. Rasa kekhawatirannya bertambah karena dia sama sekali tak menemukan satupun petunjuk tentang keberadaan lizzy.

“hai kau sudah tahu? Chi hoon sunbae tadi menggandeng seorang yeoja lho..”

“jinjja? Ah! Aku iri dengan yeoja itu.. Aku juga ingin digandeng chi hoon sunbae..”

Suho menghentikan langkahnya saat mendengar beberapa yeoja berbincang.

Suho melanjutkan pencariannya. Kemana mereka pergi? Jika benar dia yang membawa lizzy mungkin dia akan membawanya kesuatu tempat yang tidak banyak orang?

Suho memikirkan tempat yang sekiranya akan di datangi chi hoon.

Suho menghentikan langkahnya setelah melewati sebuah tangga. Suho melihat anak tangga itu. Di ujung anak tangga itu terdapat sebuah pintu.

Atap? Apakah dia di sana? Dengan ragu suho menaiki anak tangga itu. Kini dia telah sampai di depan pintu.

Suho menatap lamat pintu itu. Dan perlahan membukanya.

Tak ada siapapun di sana. Hanya desisan angin yang berhembus.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Chi hoon membaringkan tubuh lizzy di ranjang ruang kesehatan.

Chi hoon duduk menatap lizzy. “tch! Belum apa-apa sudah pingsan.” “kau tak akan bisa lari dariku. Akan ku buat kau menyukaiku. Lizzy..” senyum licik keluar dari wajah namja itu.

Chi hoon beranjak dari duduknya dan keluar dari ruang kesehatan.

Perlahan lizzy membuka matanya. Memastikan tak ada seseorang di sekitarnya saat ini.

Lizzy membuka penuh matanya. “ternyata kau lebih bodoh dari yang aku pikirkan..”

Lizzy  tertawa kecil mengingat kejadian saat ia pura-pura pingsan untuk menyelamatkan dirinya.

Lizzy  memegang dadanya.  Detak jantungnya masih tak normal. Kenapa?

♡~♡~ Waht’s wrong with a kiss ~♡~♡

Suho kembali mencari di tempat lain. Langkah kakinya berhenti ketika ia melihat sesosok namja yang ia kenal keluar dari ruang kesehatan.

Suho menyembunyikan dirinya di balik tembok di dekatnya.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Lizzy terus teringat satiap sentuhan bibir chi hoon tadi. Wajah lizzy kembali memerah.

Cekrek

Suara pintu ruang kesehatan terbuka. Lizzy kembali memejamkan matanya. Takut jika chi hoon mengetahui jika dia hanya berpura-pura

Lizzy merasakan seseorang tengah menggengam tangannya dengan lembut. Chi hoon? Benarkah ini chi hoon?

Lizzy membuka matanya perlahan. Dan menatap sosok namja yang menggengam tangannya. Suho.

Kenapa suho bisa berada di sini?

“kau sudah bangun..” suho tampak tersenyum melihat lizzy.

“apakah kau baik-baik saja?” suho melepas genggamannya itu.

Lizzy menatap mata suho. Seperti ada yang aneh dengan namja itu.

*suho pov*

Lizzy menggelengkan kepalanya. “aku baik-baik saja..” ‘mungkin’ lanjutnya dalam hati.

“kenapa kau bisa ada di sini? Apakah kau sakit?”

“ani. Aku tidak sakit.”

Aku melihat kearah kemeja lizzy yang dua kancingnya belum tertutup.

“YA! Suho-ya! Apa yang kau lihat?!” lizzy menyilangkan tangannya di dadanya. Dan berbalik. Mungkin sekarang dia sedang sibuk menggancingkan kemejanya itu.

“mi-mianhae..”

Apa yang sebenarnya terjadi?

Kenapa kau bisa ada di sini? dan kenapa namja itu bisa keluar dari ruangan ini?

Banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepada yeoja di depanku itu.

“lizzy?”

“ne?”

“aku akan mengizinkanmu absen dalam pelajaran. Kau beristirahatlah dulu. Sehabis pelajaran aku akan kesini.”

“ne, maaf merepotkanmu..”

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

*author pov*

“suho? Apakah lizzy sakit?” eyoung tampak khawatir dengan temannya itu. Bagaimana tidak? Lizzy tiba-tiba menghilang dan sekarang dia ada di ruang kesehatan.

“dia baik-baik saja. Mungkin dia sedang butuh istirahat.” ucap suho yang sedang memasukkan buku pelajaran bahasa kedalam tas nya.

“kau mau kesana?” tanya eyoung.

“aku akan membelikannya makanan. Kau duluan saja..”

Eyoung hanya menganguk. “kau juga belikan aku ya..”

“mana uangmu?”

Eyoung menggeluarkan dompetnya dan memberikan uang ke suho. “kau belikan aku seperti biasa ne..”

“hemm” suho menggambil uang itu dan berlalu.

“baekhyun~ aku membawakanmu bekal..” tampak shinhyo yang sedang mendekati baekhyun.

Baekhyun menghela nafas beratnya. ‘mungkin aku harus merubah sifatku..’ gumam baekhyun dalam hati.

Sejak dulu baekhyun memang suka bersikap baik kepada banyak yeoja. Dan tak jarang karena sikap baiknya itu baekhyun sering tertimpa masalah.

“shinhyo.. Mianhae. Aku tadi sudah berjanji kepada seseorang akan makan bersama.. Mianhae..”

Shinhyo memelaskan wajahnya. “memang kau janji dengan siapa?”

“em” baekhyun menggelilingkan pandangannya. Mencari siapapun yang bisa menolongnya.

Mata baekhyun tertuju ke seorang yeoja yang tengah berjalan menuju luar kelas.

“eyoung!” baekhyun melambaikan tanggannya.

Eyoung hanya menatap baekhyun bingung. Dan berlalu begitu saja.

“Hai! tunggu aku! Shinhyo aku pergi dulu ne..” ucap baekhyun dan langsung berlari menggejar eyoung yang sudah menghilang di balik pintu kelas.

“YA! Baekhyun!”

~

Eyoung menghentikan langkahnya dan menatap namja di sampingnya itu. “kenapa kau mengikutiku?”

“siapa yang mengikutimu? Aku hanya berjalan lurus kedepan.”

“terserah kau saja..” eyoung kembali melangkahkan kakinya menuju keruangan dimana lizzy berada.

“hyung!” baekhyun melambaikan tangannya kepada seorang namja.

Eyoung kembali menghentikan langkahnya. “hyung?”

Namja yang merasa terpanggil itu mendekati baekhyun. “ah baekhyun. Kau tau di mana chi hoon?”

Eyoung terkejut saat melihat namja itu. Hyung seok. Kenapa dia bisa akrab dengan baekhyun?

“memang dia kenapa?” tanya baekhyun.

“aku sedang mencarinya. Dia tadi bolos pelajaran dan sampai sekarang aku belum melihatnya.”

Hyung seok melihat kearah eyoung. Dia baru sadar jika eyoung sedang berdiri di dekat baekhyun.

“ah hyung.. Kenalkan ini teman sekelasku.. Namanya eyoung.. Dan eyoung ini-“

“jika kau bertemu chi hoon suruh dia cepat ke kelas..” hyung seok menepuk pundak baekhyun dan berlalu bergitu saja.

Eyoung memandang punggung hyung seok yang sudah menjauh.

Apakah baekhyun dan hyung seok saling mengenal?

Eyoung tampak berfikir.

Chi hoon tidak mengikuti jam pelajaran?

Lizzy?

Eyoung berlari meninggalkan baekhyun dan langsung menuju ke ruang kesehatan.

Baekhyun melihat eyoung yang telah beranjak dengan bingung.

“kenapa dia?” baekhyun tersadar. “he? Jangan tinggalkan aku..” baekhyun menghela nafasnya.

Eyoung sudah berlari cukup jauh dan sepertinya baekhyun tidak akan bisa mengikutinya.

Namja itu tampak bingung akan pergi kemana. Jika ia kembali ke kelas shinhyo akan mengetahui bahwa ia berbohong.

Baekhyun berjalan mondar mandir seperti orang bingung. Akhirnya ia putuskan untuk berjalan walaupun tanpa tujuan yang pasti.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Eyoung membuka pintu ruang kesehatan dengan wajah panik.

Dilihatnya lizzy yang sedang tertidur di ranjang di depannya. Tak ada siapapun di ruang itu kecuali eyoung dan lizzy.

Eyoung duduk di bangku yang berada di dekat ranjang lizzy. “kenapa suho belum datang?”

Cekrek

Suara pintu terbuka. Terlihat suho yang masuk membawa beberapa makanan.

“kau sudah datang ya..” ucap suho menaruh makanannya di atas meja.

Eyoung melihat setiapa makanan yang suho taruh di meja. “mana pesananku?”

“pesananmu? Emm?”

*flashback*

Suho membeli beberapa makanan yang sengaja dipilihnya untuk lizzy.

 

Suho berjalan menuju kantian bagian yang menjual makanan yang dipesan oleh eyoung. Namja itu menghela nafas beratnya.

 

Dilihatnya antrian yang menurutnya cukup panjang. Dengan wajah biasanya namja itu keluar kantin dan menuju ke ruang kesehatan.

*falshback end*

“mwo?! Kenapa kau tega sekali. Aku sedang ingin makan shushi..!” eyoung tampak kesal dengan namja di sampingnya itu.

“jika kau masih mau, kau antri sendiri sana..” suho menggembalikan uang eyoung yang tadi diberikan kepadanya.

Eyoung menggambil uang itu dan memasukkannya ke kantong dengan kesal.

“kau sudah bangun?” tanya suho kepada lizzy yang baru saja membuka matanya.

“makanlah ini..” suho memberikan makanan yang ia beli tadi.

“gomawo suho..” ucap lizzy dan tersenyum. Lizzy menggambil makanan yang diberikan suho dan memakannya.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Baekhyun tetap berjalan walaupun dia tak tahu harus kemana. Langkah kakinya berhenti di dekat sebuah ruangan yang bertuliskan perpustakaan.

Baekhyun membuka pintu perpustakaan itu dan masuk kedalam.

Namja itu menggelilingi setiap rak yang ada di perpustakaan itu. Ini pertamakalinya baekhyun masuk kedalam perpustakaan sekolah ini.

Baekhyun menggambil buku tentang sejarah dunia. Dan membawanya kemeja baca yang memang sudah disiapkan di dalam perpustakaan itu.

Baekhyun membaca buku yang ia bawa tadi.

“walaupun sedang tidur dia tetap terlihat tampan..”

“kau benar.. Dia terlihat semakin tampan jika sedang tidur..”

Baekhyun tak senggaja mendengar beberapa yeoja yang sedang berbisik-bisik.

Baekhyun melihat kesamping. Memang sedang ada seorang namja yang sedang tertidur di sana.

Baekhyun kembali membaca bukunya itu. Tapi itu tak lama. Namja itu seperti berfikir sesuatu.

Dari belakang dia mirip chi hoon. Apakah itu dia?

Baekhyun tak dapat melihat wajahnya karena namja itu tidur diatas meja dan menghadap kanan. Sedangkan baekhyun berada di kiri namja itu.

Baekhyun mengangkat bahunya dan kembali membaca buku yang masih terbuka itu.

Cepret

Beberapa yeoja tampak mengabadikan namja yang sedang tertidur di meja itu.

“aaaa~ aku mendapat fotonya..”

“apakah tidak apa jika kita menggambil fotonya ketika dia tertidur?”

“memang kenapa?”

“bagaimana jika dia-” yeoja itu menutup mulutnya saat melihat namja yang tadinya tertidur kini terbangun.

Namja itu memegang lehernya dan sedikit memutar kepalanya. Mungkin dia pegal karena posisi tidurnya yang tidak nyaman.

Yeoja yang tadinya berkumpul itu mulai pergi. Karena takut jika namja itu marah kepada mereka.

Baekhyun melirik namja di sampingnya itu dan tersenyum. “kau ternyata memiliki banyak fans..”

Namja di sampingnya itu tersenyum. “mereka hanyalah orang-orang kurang kerjaan.. Yang selalu mengikuti orang lain..” ucap namja itu.

Baekhyun tersenyum. “kau banyak berubah hyung..”

Namja itu melirik baekhyun. “kau memang tau apa tentang aku?” namja itu berdiri dan pergi.

Baekhyun membuka lembaran buku selanjutnya. “kau di cari hyung seok hyung..” ucapnya.

“hemm” ucap namja itu tampa berpaling sedikitpun.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

“lizzy, kenapa kau tadi tiba-tiba menghilang dan sekarang kau malah beraa di sini?” eyoung menatap lizzy ingin tau. Suho pun juga sama.

“mian mian.. Tadi aku.. Sakit kepala dan merasa tak enak badan makannya aku ke sini..” jelas lizzy walaupun terbata-bata.

“aku kira kau bersama chi hoon sunbae..” “tapi kau sudah baikankan?”

“a-apa maksudmu aku bersama dia?”

“tadi aku bertemu hyung seok sunbae. Dia sedang mencari chi hoon sunbae. Katanya sih dia bolos pelajaran.” Soho menatap eyoung.

Lizzy berpura-pura terkejut. “jinjja? Mungkin dia mencoba kabur dari sekolah.”

Eyoung tertawa. “sepertinya dia bukan tipe orang seperti itu..”

Suho hanya melihat janggal tingkah lizzy. Tapi dia tau bahwa lizzy berbohong. Karena jelas-jelas dia melihat chi hoon keluar dari ruang kesehatan.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Hari ini adalah hari libur. Lizzy senggaja bangun siang. Entah kenapa hari ini lizzy sangat ingin bermalas-malasan menghabiskan waktu libur akhir pekannya itu.

Lizzy keluar dari kamarnya dan menuju kedapur untuk menggambil air mineral.

Dia tak melihat sosok eommanya pagi ini. Lizzy mengedarkan pandangannya mencari sosok eommanya itu.

“kemana eomma?”

Lizzy keluar dari rumah menuju kehalaman belakang. Wajah lizzy tersenyum saat ia melihat eommanya sedang menanam beberapa bunga di halaman belakang.

Lizzy memeluk eommanya itu dari belakang. “eomma, saranghaeyo..” lizzy menggecup pipi eommanya itu.

“kau itu kenapa? Tak biasanya seperti ini..”

Lizzy melepas pelukannya itu dan jongkok di samping eomma.

Lizzy menggambil cangkul kecil di samping nya dan ikut menanam bunga. “eomma aku ingin pergi jalan-jalan dengan eomma..”

“tak biasanya kau ingin jalan-jalan?” “memang mau kemana?”

 

“kemana saja.. Yang penting aku bisa bersama eomma..”

“besok sore ne?..”

“em” lizzy mengganguk setuju. “besok aku akan langsung pulang..”

“memang biasanya kau main dulu?”

“engga juga sih..” lizzy tertawa. Tapi itu tak lama.

“eomma?”

“iya, kenapa?”

“di sekolah ada seorang sunbae.. Dia sangat sombong dan sok keren.. Tapi terkadang dia begitu berbeda..”

“dan kau menyukai sunbae itu..” goda eomma.

“a-aniya! Aku tidak menyukainya..”

“kau yakin..?”

“ya! Eomma..”

Eomma hanya tertawa melihat tingkah anak satu-satunya itu. “terus kenapa dengan sunbae itu?”

Lizzy terdiam. “dia menyuruhku memberikan hatiku padanya.. Menurut eomma apa maksudnya?”

“mungkin dia menyukaimu.”

“itu tidak mungkin!” bantah lizzy.

“dan sepertinya kau juga menyukainya..”

Lizzy kembali terdiam. Suka? Apakah dia menyukai lizzy? Tapi itu mustahil. Jantung yeoja itu berdetak tak normal saat wajah chi hoon terbayang di ingatannya.

Apakah lizzy juga menyukai namja itu?

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Lizzy berlari tergesa-gesa dengan menggigit roti di mulutnya. “eomma.. Aku berangkat ne..”

“hati-hati di jalan.. Jangan pulang terlalu sore, kita  jadi jalan-jalan kan?..”

“ne eomma!” jawab lizzy dan pergi.

Eomma tersenyum melihat pintu yang baru saja di lewati putrinya itu. “kau sudah tumbuh dewasa lizzy..”

Eomma itu melihat sebuah foto yang ada di meja dekatnya. “seandainya kau bisa melihatnya tumbuh dewasa.. Pasti itu akan mennyenangkan..” eomma itu tersenyum melihat foto itu.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

“eyoung, lizzy kalian datang ya ke acara ulang tahunku..” ajak salah seorang teman mereka.

“mianhae, tapi hari ini aku sudah janji kepada eommaku akan pulang cepat.”

“kalau kau tidak bisa tidak apa-apa.” yeoja itu melihat kearah eyoung.

“aku pasti datang.. Tenang saja..” ucap eyoung.

“baiklah, aku akan menunggumu.. Aku duluan ne..” yeoja itu pergi. Mungkin akan memberi tahu teman sekelas yang lain.

“memang ada apa dengan eomma mu? Apakah dia sakit?” tanya eyoung.

“ani.”

“lalu?”

“aku nanti mau jalan-jalan dengan eomma ku. Jadi aku harus pulang cepat.”

“jalan-jalan? Kemana?”

“itu ra-ha-si-a” lizzy menjulurkan lidahnya. Dia terlihat lucu dan sangat senang.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Lizzy telah selesai menggemasi semua bukunya. “aku duluan ne..”

“baiklah, kau hati-hati..” eyoung masih tinggal di kelas karena dia akan kerumah temannya untuk menghadiri acara ulang tahun temannya itu.

Sebenarnya eyoung bisa pulang dulu tapi dia lebih memilih langsung kerumah temannya itu bersama beberapa teman yang lain.

“ne eyoung..” lizzy melangkah meninggalkan kelas. Entah menggapa hari ini dia tampak bahagia. Mungkin karena dia jarang bisa jalan-jalan dengan eommanya.

Lizzy berhenti dan menyembunyikan dirinya di belakang tembok. Hampir saja. Dia melihat chi hoon yang sedang menggobrol dengan salah satu temannya di depan ruang kelasnya.

Lizzy menggintip. Memastikan bahwa namja itu telah pergi. Tapi namja itu masih asik menggobrol tengan temannya.

“aish.. Kenapa aku harus bertemu dia..”

lizzy putuskan untuk melewati namja itu. Dia menolehkan wajahnya kearah lain supaya namja itu tak menggenali dirinya.

Sekarang yeoja itu berhenti di tangga. Dia menggambil nafas dan lalu menghembuskannya.

“huh~ untung dia tidak melihatku.”

“tidak melihat apa?”

Mata lizzy melebar saat menyadari ada sesosok namja yang tengah berdiri di belakangnya.

“s-sunbae..” “a-apa kabar sunbae?” lizzy mencoba menggawali percakapan supaya chi hoon tidak menanyainya yang aneh-aneh.

“tidak baik.” ucap namja itu dingin.

“syukurlah kalau begitu..” lizzy tersenyum apa adanya.

Chi hoon menggangkat alisnya melihat tingkah yeoja di depannya itu.

Lizzy melihat jam tangannya. “éé, aku duluan ne sunbae..” lizzy lari menuruni tangga.

Dengan sigap chi hoon menarik tas punggung milik lizzy. Untung lizzy tidak terjatuh. Itu tadi sangat berbahaya.

“kau mau kemana?” tanya chi hoon masih dengan ekspresi dinginnya.

Lizzy menyesali peebuatannya tadi. Kenapa dia tak lari lebih cepat dan kenapa dia harus berhenti di tangga.

Lizzy menatap namja yang ada di belakangnya itu. “a-aku ada janji dengan seseorang. Jadi aku harus segera pulang.”

Chi hoon tersenyum sinis. “janji? Kau juga sudah janji denganku kan?”

“t-tapi ini berbeda!”

“ikut aku..” chi hoon menarik tangan lizzy menuruni tangga dan membawa yeoja itu masuk kedalam mobilnya.

“aku harus pulang sekarang!” lizzy mencoba membuka pintu mobil milik chi hoon itu.

Tapi itu percuma karena pintu itu di kunci dengan kunci yang hanya bisa di buka dengan menekan salah satu tombol di dekat kemudi.

Chi hoon menyalakan mobilnya dan melaju begitu saja.

“sunbae! Turunkan aku!” “Aku ingin turun sekarang!”

Chi hoon memutar sebuah lagu -boy in luv -bts dengan nada yang bisa di bilang sangat keras.

“SUNBAAEEE!!”

Chi hoon tak menggubris lizzy.

Lizzy mematikan lagu itu. “TURUNKAN AKU SEKARANG!!” yeoja itu berteriak tepat di dekat telinga chi hoon.

Chi hoon menggerem secara mendadak. “KAU GILA YA?! KAU INGIN MEMBUNUHKU?!”

“IYA! AKU AKAN MEMBUNUHMU JIKA KAU TAK MENURUNKANKU!”

Chi hoon tersenyum sinis. “SEBELUM KAU MEMBUNUHKU. AKU AKAN MEMBUNUHMU. JADI KAU DIAM SAJA!” namja itu nemutar lagu yang tadi sempat berhenti dan menggemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“YA! SUNBAE!”

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Chi hoon membukakan pintu mobilnya. “turunlah..”

Lizzy tak mau turun. Dia hanya mau pulang. Itu saja.

“apakah kau tak mengerti bahasa manusia?” tanyanya datar.

Lizzy memalingkan wajahnya. “antar aku pulang.”

“tch!” chi hoon menarik tangan lizzy keluar dari mobil. Dan menghempaskan pintu mobil itu.

~

“kenapa kau bawaku kerumahmu?” tanya lizzy bingung.

Chi hoon tak menjawab dan membuka sebuah pintu. “kau mau ikut masuk?”

Lizzy semakin bingung dengan namja di depannya itu. Apa maksudnya? Lizzy menggintip pintu yang tadi telah di buka chi hoon.

Lizzy tersentak. Dan mundur beberapa langkah. Dia menyilangkan tangannya di dadanya. “k-kenapa k-kau menggajakku masuk kamarmu.”

“aku tidak menggajakmu. Kau yang mengikutiku.”

Benar juga. Chi hoon tak pernah menggajak lizzy masuk kekamarnya.

“jangan-jangan kau memang ingin masuk kamarku? Jika kau menginginkannya aku tak akan melarangmu.”

“aku tak akan masuk kesana!”

“kau tunggulah di situ. Jika ada seorang yeoja yang mendekatimu ikutlah dengannya.” sosok chi hoon menghilang begitu saja di balik pintu kamarnya.

“ha?”

3 meniit kemudian ada seorang yeoja yang berjalan kearah lizzy.

“permisi.. Silahkan ikut saya..”

“ne.” jawab lizzy singkat. Ternyata pelayan wanita yang dulu lizzy pernah bertemu.

“kita mau kemana?”

Yeoja itu membuka sebuah pintu. “silahkan masuk..”

“apa? Masuk?”

“ne.”

Dengan ragu lizzy mulai melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu. Tak terlalu kecil dan tak terlalu besar.

Yeoja itu membuka sebuah almari berisi baju. “saya di suruh tuan muda untuk mengganti baju anda..” ucapnya tersenyum.

“mengganti baju? K-kenapa?”

“soal itu saya tidak tahu..” “anda boleh memilih baju yang anda sukai.”

Lizzy menatap deretan baju yang tergantung di hadapannya. Dia tampak terkejut dengan deretan baju itu. Model dan warna baju itu sangat bagus. Tapi..

“mianhae, sepertinya aku tak pantas memakai baju-baju ini.. Aku tetap pakai seragan saja..” lizzy duduk di ranjang yang berada di kamar itu.

“bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“maafkan saya tapi tuan muda melarang saya untuk menggobrol dengan anda..”

“wae? Kenapa dia melarangmu? Kau kan juga punya hak untuk bicara.”

“karena ini rumahku. Dan dia harus mematuhi perintah yang aku berikan.” seorang namja tengah berdiri santai bersandar di tiang pintu.

“t-tuan muda..” ucapa pelayan itu. “maafkan saya tapi nona ini tidak mau mengganti bajunya.”

*lizzy pov*

Chi hoon berjalan mendekatiku dan menarik tanganku. Namja itu membawaku keluar dari ruangan itu.

“sunbae, lepaskan. Aku bisa jalan sendiri.”

“aku tak yakin jika kau bisa jalan sendiri menuju ruangan yang benar.”

“aku pulang..”

Apakah aku salah dengar? Baru saja aku seperti mendengar suara namja. Aku menggelilingkan pandanganku mencari siapa pemilik suara tadi.

Chi hoon masih tetap menarik tangankanku. Aku terkejut ketika chi hoon membawaku melewati seorang namja yang berdiri di dekat sofa.

Rambut namja itu seperti basah terkena air. Apakah di luar sedang hujan?

Aku terus menatap namja yang aku lewati itu. Baekhyun? Apakah itu baekhyun? Kenapa dia bisa di rumah chi hoon?

Namja itu melihat kearahku. “bukankah dia lizzy?” ucapnya pelan. Dia melihat sosok yang menarikku. “apa yang mau dia lakukan dengannya? Tapi itu bukan urusanku.” namja itu berjalan menuju kesebuah ruangan. Entah itu ruangan apa.

Aku menatap chi hoon. “apakah kau memiliki seorang adik?” tanyaku dengan ragu.

Chi hoon tak menjawab. Dia membuka sebuah pintu. Pintu yang aku kenal. Pintu yang menuju kamar namja itu.

“kau mau apa?!”

Chi hoon membawaku masuk kedalam kamarnya. Dan menutup pintu kamarnya itu.

“kau boleh berteriak sesukamu di sini. Tak akan ada yang bisa mendengarmu.”

“a-apa maksud sunbae?”

“aku hanya ingin menagih janjimu.”

Janji? ‘aku akan mematuhi keinginanmu’

Chi hoon membelai rambutku. “apakah kau ingat janjimu sendiri.”

“i-itu bukan janji. Aku tak menggangapnya sebagai janji!”

Namja itu menggelangkan tangannya di pinggangku. “jika bukan janji lalu apa?” namja itu terus menatap mataku.

Kenapa? Kenapa perasaan ini selalu muncul saat dia di dekatku? “i-itu.. Itu..”

Chi hoon mendekatkan wajahnya. “kau tak bisa menjawabnyakan?”

Aku bisa melihat wajah chi hoon dengan sangat jelas. Aku ingin memalingkan wajahku tapi kenapa? Kenapa aku ingin melihat wajahnya lagi. Dan lagi.

Namja itu membisikkan sesuatu di telingaku. “apakah kau menyukaiku?”

Aku tersentak mendengar dia menggatakan seperti itu. Suka? Aku menyukai chi hoon?

Aku menggeleng kan kepala. “itu tidak mungkin!” “dan tidak akan mungkin!”

“jika aku menyukaimu bagaimana?” bisiknya lagi.

Aku terkejut dengan ucapannya itu. Dia? Dia bilang dia menyukaiku?

Chi hoon menghempaskan tubuhku ke tempat tidur yang cukup besar yang berada di kamar itu. Lalu menggunci tubuhku dengan tubuhnya.

“a-apa maksudmu bilang kau menyukaiku?” tanyaku memberanikan diri.

Chi hoon menatap mataku lama. “apakah kau masih tidak mengerti bahasa manusia?” ucapnya.

“a-aku menggerti!”

Namja itu mendekatkan wajahnya. “jika kau tak mengerti bahasa manusia bagaimana kalau aku tunjukkan dengan gerakan?” ucap namja itu menggoda.

Dengan gerakan?

Jangan-jangan!

Aku tersadar dan mendorong chi hoon. Dan berhasil. Namja itu berpindah posisi walaupun hanya sedikit.

Dengan sigap namja itu kembali menggunci tubuhku dan menciumku. Aku melebarkan mataku karena terkejut.

Dengan perlahan namja itu melumat bibirku.

Deg Deg Deg

Entah kenapa jantungku terasa memompa lebih kencang. Aku bisa melihat wajah chi hoon yang sangat dekat itu. Namja itu tampak memejamkan matanya dan terus melumat bibirku.

Aku tak membalas lumatannya itu. Tapi entah menggapa aku mulai merasakan sesuatu yang berbeda di setiap lumatannya.

Kali ini lembut. Dan berhati-hati. Perlahan aku memejamkan mataku. Tapi itu bukan keinginanku. Seperti tubuhku sendiri yang menginginkannya.

Gerak bibirku mengikuti setiap lumatan yang namja itu berikan.

“mpphh” desahan keluar begitu saja. Bibirku mulai menggikuti permainan chi hoon. Membalas setiap lumatannya.

Chi hoon memiringkan kepalanya supaya bisa melumat lebih dalam.

Kenapa tubuhku tak bisa menolaknya?

Chi hoon beeganti ketelingaku. Dia menjilat telingaku. Aku dapat merasakan itu.

Dia mulai turun keleherku dan memberi tanda kemerahan berkali-kali.

Wajahku sudah memerah. Hawa di sekeliling berubah menjadi panas.

Aku bisa merasakan tangan chi hoon menyentuh pahaku. Sentuhan itu begitu lembut. Dan membuatku larut.

Chi hoon membuka kancing kemeja seragamku. Aku masih tetap menutup mataku. Aku tak tahu apa yang ada dalam pikiranku saat itu.

Tapi. Tubuhku seperti menikmati setiap sentuhan yang di berikan namja itu.

Sekarang kancing kemejaku hanya ada dua yang masih tertutup.

Aku tersadar. Aku membelakkan mataku. Apa yang aku lakukan?

Aku dapat melihat sosok chi hoon yang ada tepat di hadapanku. Tepatnya diatasku.

“aaaaa!” aku berteriak dan menutup bra ku yang terlihat. “a-apa yang kau lakukan sunbae!!” mukaku benar-benar merah sekarang.

“kenapa? Bukankah kau mulai menikmatinya?” chi hoon membelai wajahku dengan lembut.

Aku menyingkirkan tangan chi hoon dari wajahku. “jangan sentuh aku!”

Namja itu tersenyum. Namja memaksa membuka tanganku yang menutupi dadaku.

Aku berusaha mempertahankannya walaupun pada akhirnya chi hoon bisa membukanya. Kedua tanganku di kuncinya dengan keduatangannya.

Lagi-lagi namja itu tersenyum. “kau tak akan bisa kabur dari sini.” namja itu menjilat dada dia atas payudaraku.

Aku memejamkan mataku rapat-rapat dan meronta. Melihat reflekku itu chi hoon melakukannya lagi.

“kau terlihat lucu jika wajahmu seperti itu..” ucap namja itu.

Aku harus pergi dari sini. Sebelum dia melakukan susuatu yang lebih buruk dari ini. Tapi bagaimana caranya? Bagaiman akau bisa keluar dari sini?

“sunbae. Aku mohon hentikan ini!” “aku harus pulang sekarang!”

“apakah kau ingin segera pulang? Kalau begitu kita mulai saja permainan ini.” chi hoon tersenyum menang.

Aku menatap namja itu. “aku mohon jangan lakukan itu sunbae.” air mataku mulai menetes.

Namja itu memelukku. “kenapa kau harus menangis? Apakah jika kau menangis kau akan bisa keluar dari sini?”

Aku menahan tangisku itu. Tanpa aku sadari ternyata chi hoon telah sukses membuka seluruh kancing kemejaku dan sekarang aku merasakan tangannya menyentuh seluruh punggungku.

Karena pelukan itu aku susah bergerak. Dan tak ada yang bisa aku lakukan. Namja itu terus meraba punggungku.

“apa yang kau lakukan!” “lepaskan aku!” aku mendorong chi hoon supaya menjauh. Tapi itu percuma.

Tek

Chi hoon berhasil membuka kunci braku.

Ku eratkan pelukanku dengan namja itu. Jika aku menggeratkan pelukan itu pasti chi hoon juga tak akan bisa bergerak dan bra ku juga tak akan terbuka.

“ini adalah yang pertama untukmu. Aku akan melakukannya dengan hati-hati.. Kau ingin mulai dari mana?” chi hoon tetap meraba punggungku dengan lembut.

Aku menggelengkan kepalaku dalam pelukan itu. Aku sama sekali tak ingin melakukannya.

Tangan chi hoon mulai meraba bagian prifasiku dari luar. Apakah ini akhir dari segalanya? Mungkin ini adalah kesempatan.

Aku mendorong chi hoon menjauh dari tubuhku. Dan berhasil. Aku segera menarik selimut yang ada di kasur itu untuk mennutupi tubuhku.

Tanpa pikir panjang aku segera lari menuju pintu untuk keluar dari kamar ini. Pintu itu terkunci.

Aku melihat kebelakang. Tampak chi hoon yang bangkit dari tempat tidur. Dan duduk. “kau mencari ini.” namja itu menunjukkan sebuah kunci.

Chi hoon melempar dan menangkap kunci itu. “jika kau mau. Ambillah kemari..”

Jika aku kesana. Tidak. Aku tak boleh kesana.

Aku membenarkan dan merapikan pakaianku di balik selimut.

Setelah selesai aku berpikir. Cara apa yang bisa aku lakukan untuk menggambil kunci itu dari tanggan chi hoon.

Selimut? Aku punya ide.

“b-baiklah aku akan kesana. Tapi kau harus janji kau akan memberikanku kunci itu!”

“baiklah.”

Aku berjalan dengan ragu kearah chi hoon. Apakah ideku itu akan berhasil?

Sekarang aku tepat berada di depan chi hoon. “bawa sini kuncinya.” aku menggulurkan tanganku meminta kunci itu.

“apakah kau kira aku akan memberikan kunci ini semudah itu?” namja itu menggengam kunci yang ia pegang.

“bukankah kau sudah janji akan memberikan kunci itu jika aku kemari?”

“kenapa aku harus menepati janjiku? Bukankah kau juga tidak menepati janjimu?”

Aku meremas selimut yang aku pegang. Mungkin ideku tadi tidak akan berhasil. “kau benar. Aku memang tidak menepati janjiku. Tapi aku tidak menepatinya karena semua hal yang kau minta aku tak bisa memberi kannya.”

“kenapa kau tak bisa memberikannya?”

“itu karena aku bukan wanita murahan! Aku masih punya harga diri! Kau tau itu!”

Chi hoon tersenyum sinis. “harga diri? Sebaiknya buanglah harga dirimu di depanku!” chi hoon menarik tangganku dan membaringkanku di dekatnya.

“apakah harga diri bisa menyelamatkan mu? Apakah harga diri dapat membuatmu bahagia?”

“kau tak akan pernah mengerti sunbae!”

Drrrttt.. Drrtt..

Suara ponsel terdengar. Ponsel siapa? Apakah punyaku?

Aku menggambil ponselku yang berada di saku rokku.

Ternyata benar. Ada sebuah panggilan masuk.

“yaboseo ahjumma?”

“lizzy..”

Kenapa suara ahjumma seperti sedang menanggis.

“wae ahjumma?” tanyaku binggung.

“…” terdengar suara tangisan lagi.

Aku bangkit dari tempat tidur.

“ada apa ahjumma? Apakah terjadi sesuatu?”

“eommamu ……”

Kakiku seketika lemas ketika mendengar apa yang dikatakan ahjumma tadi. Aku tak kuat untuk menopang tubuhku sendiri.

Ponselku terjatuh. Airmataku terus menggelir. Aku menggelengkan kepalaku tak percaya.

“ada apa?” tanya chi hoon yang bangkit dari tempat tidur.

Aku masih menggeleng tak percaya ini akan terjadi. “sunbae.. Cepat buka pintunya.. Aku harus segera pulang.” ucapku dengan pandangan kosong.

“kau belum boleh keluar.”

Aku menatap chi hoon. “aku mohon sunbae..” aku tak bisa menahan airmataku yang terlus meluap.

“k-kenapa kau menangis?” chi hoon bingung melihatku.

Aku terus menangis. “tolong sunbae. Aku harus pulang sekarang..”

Chi hoon hanya menatapku yang sedang duduk lemas di lantai. “baiklah kau bebas kali ini..” namja itu berjalan kearah pintu dan membuka pintu itu. “kau boleh-

Tanpa pikir panjang aku langsung berlari keluar kamar itu.

“hai! Kau mau kemana!” chi hoon menggejarku dari belakang.

Aku menutup mulutku menahan suara tangisanku. Aku berlari kearah pintu keluar. Aku membuka pintu itu.

Hujan. Hujan deras telah mengguyur kota seoul.

“hai! Masuklah!” ucap chi hoon di belakangku.

Aku hanya menatap hujan itu. Aku harus pergi. Apapun caranya aku harus pergi.

Aku berlari menembus hujan lebat itu.

“hai! Lizzy! Kau gila ya?!” chi hoon menggejarku dan menahanku.

“LEPASKAN AKU SUNBAE! AKU HARUS PULANG SEKARANG!”

“KAU INGIN PULANG DENGAN HUJAN SEPERTI INI?!”

Aku hanya menangis di tengah hujan itu. Aku hanya ingin pulang sekarang. Aku ingin bertemu eommaku.

“AKU AKAN MENGANTARMU. NAIKLAH KEMOBIL.”

~

-mobil chi hoon

‘eommamu meninggal. Dia meninggal karena menyelamatkan seekor kucing yang akan tertabrak oleh mobil.’

Kata-kata itu terus terbayang. Aku kembali terisak. “eomma..” “mianhae eomma..”

Chi hoon sesekali melihatku bingung. “apakah kau bisa diam?!” “kau berisik sekali!”

Aku tak menggubrisnya. Yang bisa aku lakukan saat ini hanyalah menanggis.

“gara-gara kau mobilku jadi basah.”

“JIKA KAU TAK MAU MENGANTARKU TUTUNKAN AKU!” bentakku.

Chi hoon terdiam dan tetap menggemudikan mobilnya.

*chi hoon pov*

Hujan masih turun walaupun tidak sederas tadi.

Tanpa menggucapkan sepatahkatapin lizzy langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam rumahnya.

“hah! Kenapa dia!” aku turun dari mobil. Kubiarkan diriku terkena air hujan karena memang tubuhku sudah basah dari tadi.

“jadi ini rumah lizzy..”

Terlihat beberapa orang berkumpul di rumah itu. Aku berjalan memasuki rumah itu.

“lizzy..” seorang yeoja memeluk lizzy.

“mana eomma? Dimana dia?”

Yeoja yang memeluk lizzy itu menanggis. “kau yang sabar ne..”

Ada apa ini? Apa yang terjadi disini?

Lizzy masuk kesebuah ruangan. Aku mengikuti yeoja itu dari belakang.

Sebelum aku sempat masuk ke ruangan itu suara tangisan begitu keras terdengat.

“eomma! Kenapa eomma meninggalkan aku! Bukankah eomma akan bersamaku selamanya?!”

Aku dapat melihat lizzy yang sedang berbicara dengan sesosok yeoja yang sedang terbaring di pati.

Mataku terpaku melihat pati itu. Untuk apa peti di dalam rumah?

Tak berapa lama eyoung dan suho datang dan berjalan melewatiku.

Suho menatapku sinis. Aku hanya menatap namja itu datar.

“sudah lizzy..” eyoung mencoba menenangkan yeoja yang sedan menangis itu.

Yeoja itu menggeraskan tangisannya. “eomma..”

Air mata eyoung jatuh begitu saja merasakan kesedihan temannya itu.

Lizzy bangkit dan berjalan kearahku. Yeoja itu memukul-mukul dadaku. “INI SEMUA KARENAMU SUNBAE! JIKA KAU TAK MEMBAWAKU INI TIDAK AKAN TERJADI! AKU BENCI KAU SUNBAE! AKU TAK INGIN MELIHATMU LAGI! PERGI DARI SINI! PERGI!”

Eyoung menarik dan memeluk lizzy. “lizzy.. Sudah..” lizzy menangis di pelukan eyoung.

Aku hanya diam terpaku melihat ini semua. Apakah benar aku penyebab ini semua?

“kau tak dengar dia menyuruhmu pergi?” ucap suho yang berada di sampingku.

Aku melirik namja itu sinis. Dan berlalu meninggalkan ruangan itu.

Aku melihat hujan yang masih turun. Aku berjalan santai menembus hujan itu untuk bisa mencapai mobilku.

Aku masuk dan duduk di bangku setir.

Aku memukul setir itu ketika mengingat kata-kata lizzy tadi. ‘ini semua karenamu sunbae!’

Apakah ini karenaku? Apakah secara tidak langsung aku telah membunuh seseorang?

Bersambung…

Nb :

Huaa .-. Mian nc nya engga di buat hot dan fulgar. Tapi emang senggaja sih hehe.. Jangan lupa komen ne..  dan di tunggu part selanjutnya..

About fanfictionside

just me

27 thoughts on “FF/ WHAT’S WRONG WITH A KISS?/ pt. 5

  1. Aduuuh, chi hoon oppa egois bgt ya? Udahlah klo Lizzy gamau sini sama aku aja #plak
    Lagi2 karna kucing, kasian Lizzy harus kehilangan orang tUanya gara2 kucing..yg sambar ya Lizzy *pukpuk

  2. Aduuuh, chi hoon oppa egois bgt ya? Udahlah klo Lizzy gamau sini sama aku aja #plak
    Lagi2 karna kucing, kasian Lizzy harus kehilangan orang tUanya gara2 kucing..yg sabar ya Lizzy *pukpuk

  3. padahl pas awal” romantis bnget
    eh pas trakhir sedih
    lizzy wat saat nie psti bkal nyalahin chi hoon
    trus chi hoon bkalan stress tu
    moga entr lizzy memaafkan chi hoon
    kren thor critanya gw ska bnget ma bhasa and alurnya
    feel nya pun dpt pas lgi snang
    ap lgi pas bgian trakhir
    next thor
    d tnggu ya

  4. yah, padahal tadi udah romantis2an, tpi akhirnya jadi sedih,,
    kasian lizzy , harus d tinggal eommanya, yang sabar ya, fighting!!!
    yah, chihoon, belum juga dapet hatinya udah brantem kek gini, harus lebih sabar nd gigih nih buat dapetin lizzy,
    di tunggu lanjutannya thor…

  5. Daebak! Lanjut tor. Tambah penasaran sama ceritanya.
    Tapi kenapa eommanya lizzy pergi? Kasian lizzynya.
    Semangat nulisnya tor..

  6. Oh no makin complicated!! Jangan bilang chi hoon yg bakal jatuh cinta sama lizzy? Jangan lama2 next chap nya thor🙂

  7. Nahloh…. Nambah lagi dah tuh masalah-__-
    Yang sabar yaa. Kayaknya kucing menjadi kutukan keluarga lizzy deh /?
    Lanjutannya segera~~~

  8. Yah padahal udah mulai deket eh malah eommanya lizzy meninggal.
    Penasaran apa yang akan dilakukan ama chi hoon.
    Lanjut tor,,,

  9. lizzy kasihan, di tngal eommanya T_T

    pasti nanti ada masalah tentag foto’a chi hoon & lizzy yg di atap….
    Wah penasaran
    di tngu kelanjutan’a
    yang cpet ya thor ^o^

  10. arrrghhhh….!!
    seemua ini bukan gara2 chi hoon tapi authornya yg bkin ibu nya lzzy mninggal wkwk *peaceThor*
    hehe maki kesini makn bgus *LIKE
    next moga adegan yg tadi ke pause di play wkwk

  11. Chi hoon. Sudah jangan ngejar lizzy terus.. mending sini sama aku #plak
    Ceritanya makin seru tor.. tapi itu si taejun kenapa enggak keliatan ya😮 peran tae jun apa sih?
    Next part jangan lama2 ya torr, di tunggu..
    Oiya sama sesi eyoung and hyung seok dong tor.. #abaikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s