FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL/ BTS-BANGTAN/ pt. 12


Author: AlvianyHwang

Title: ROMANCE HIGH SCHOOL pt.12

Cast:

+ Hwang Tae Ri

+ Min Yoon Gi (BTS’s Suga)

+ Jung Ho Seok (BTS’s JHOPE)

+ Choi Hwe Ji

+ Park Ji Min (BTS’s Jimin)

+ Yoo Eun Bi                 

+ Kim Seok Jin (BTS’s Jin)

+ Jeon Jung Kook (BTS’s Jungkook)

+ Park Se Ra

+ Kim Tae Hyung (BTS’s V)

+ Kim Nam Joon

Length: CHAPTER

Genre: Romance, NC, school, love-comedy

 

romance high school 12

*

 

 

“aku tidak mengakhirinya, dan semua ini tidak akan pernah berakhir.”

 

Taeri menahan nafasnya sendiri ketika mendengar apa yang Yoongi ucapkan tepat di dekat telinganya. Ada dua hal yang sedang ia rasakan saat ini.

Rindu dan takut.

Ia begitu merindukan pelukan dan sentuhan serta ocehan lelaki itu, tetapi dilain hal ia juga masih takut dengan perasaan Yoongi padanya saat ini.

Bukankah kata-kata yang keluar dari mulut bisa berbeda dari apa yang ada di perasaan kita? Yoongi pasti juga begitu. Taeri meremas kedua tangannya yang terkepal seiring dengan pelukan Yoongi yang semakin erat. Ia menggigit bibirnya sendiri. Menahan airmata yang terasa ingin terjatuh dari pelupuk matanya.

“kau mendengar semuanya?”

Taeri terdiam. Yoongi tiba-tiba menanyakan hal yang tidak langsung bisa ia mengerti, tapi Taeri masih tidak mau menatap mata Yoongi meski hanya sekilas. Taeri bisa merasakan helaan nafas lelaki itu.

“pembicaraanku dengan Jin sunbae.”

DEG

Jantung Taeri seperti berhenti begitu saja ketika Yoongi mengingatkannya pada kejadian itu. Yoongi tahu semuanya?

Dengan gerakan cepat Yoongi memutar tubuh Taeri agar gadis itu menghadap kearahnya. Ia menggenggam bahu Taeri dengan kuat seakan takut gadis itu akan tiba-tiba berlari darinya.

Akhirnya Taeri menatap Yoongi. disaat ia menatap Yoongi hatinya terenyuh begitu saja.

Tatapan lelaki itu begitu berbeda. Lelaki itu seperti memberikan tatapan terlembut yang ia punya selama ini. Tatapan yang selama ini tidak pernah lelaki itu tunjukan pada siapapun.

“jika kau mendengar semuanya, jika kau mendengar jawabanku hanya setengah kau tidak akan tahu apa maksudku mengatakan hal itu.” ucap Yoongi dengan suara serak. Mata lelaki itu memerah. tapi itu mata memerah yang berbeda. Ia tidak sedang menahan amarahnya, tapi ia menahan tangisnya.

Taeri tidak tahu harus mengatakan apa. Ia masih menatap Yoongi. airmatanya sudah terjatuh begitu saja melewati pipi lembutnya.

“aku memang mengaku saat itu begitu bingung. Aku tidak tahu hal apa yang harus aku lakukan. Aku berada di dalam suatu keadaan yang membuatku berpikir apa keberadaanmu adalah penyebab hidupku berantakan. Apa aku memang harus melepasmu dan menjadi seperti dulu. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk membuat jarak kita menjauh, dan kau juga membuat jarak itu.”

Airmata Taeri terus terjatuh mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Yoongi. udara dingin dan bibir lelaki itu yang tampak membeku tidak membuat lelaki itu menghentikan setiap ucapannya.

“tapi… ketika semua itu terjadi dalam 2 hari… aku menyadari satu hal yang begitu besar…

Bahwa jika kau tidak ada di dekatku meski hanya beberapa menit, melihatmu berjalan tanpa menatap kearahku, melihatmu tersenyum tanpa menatapku, itulah yang membuat hidupku berantakan. “

Taeri mengangkat satu tangannya. Ia menaruh jemarinya pada pipi Yoongi. mengusap buliran kecil yang terjatuh melewati pipi putih lelaki itu. buliran bening yang tidak pernah ia percaya bisa terjatuh dari pelupuk mata lelaki itu.

“apa aku menangis?” Yoongi ikut menggenggam tangan Taeri. sengaja menempatkan telapak tangan gadis itu pada pipinya yang terasa dingin.

Taeri tersenyum melihat ekspresi Yoongi yang tidak pernah ia lihat.

“kau tahu satu hal?” ucap Taeri masih memasang satu ulas senyum pada wajahnya yang basah karena airmata. Yoongi menatapnya.

“jika tidak bersama denganmu hidupku juga berantakan. Apa kau tidak tahu betapa tersiksanya terus berpura-pura bahagia dengan keputusan yang kubuat sendiri? Melewatimu. Pura-pura tidak melihatmu. Entah mengapa aku terus merasakan sakit pada dadaku sendiri.”

Taeri menggigit bibirnya, airmatanya kembali terjatuh. Yoongi juga menatapnya dengan mata yang kembali memerah.

Tanpa berpikir lagi Yoongi menarik Taeri kedalam pelukannya. Mendekap gadis itu begitu erat dari sebelumnya. Mendekap sangat erat seakan takut gadis itu akan berlari lagi.

Beberapa orang yang berada di halte dan penumpang yang berada di dalam bus menatap kearah mereka. Melihat kedua pasangan yang seakan tidak tahu malu berpelukan di tengah umum.

 

Hobum ssaem dan Shindong ssaem yang berjalan bersama kearah halte untuk pulang pun melihat keduanya. Tatapan kedua lelaki berumur itu sama. Terkejut dan tidak tahu harus mengatakan apa-apa. Shindong ssaem memakan bakpau dagingnya lagi dengan masih menatap kearah dua sejoli itu. Hobum ssaem berdecak dan tersenyum.

“kau tidak menegur dan menghukum mereka?” Shindong ssaem menatap Hobum ssaem dengan suara sedikit tidak jelas karena tengah mengunyah.

“kenapa harus? Mereka tidak melakukan hal yang salah. Mereka hanya sedang sibuk dengan cinta mereka.” Ucap Hobum ssaem melirik sekitar halte untuk mencari bus.

“tapi mereka melakukannya di depan umum.” Shindong ssaem masih sibuk mengunyah.

Hobum ssaem menghela nafasnya. Ia tersenyum.

“itulah yang dinamakan cinta anak sekolah. Mereka masih tidak tahu cara menunjukannya dengan sikap dewasa.” Ucap Hobum ssaem menatap Shindong ssaem. Guru gemuk itu mengangguk-anggukan kepala mengerti maksud Hobum ssaem, ia kembali menggigit bakpaunya dan mengunyahnya lagi.

Langit sudah mulai gelap, menyingkirkan siluet indah langit sore.

Rintik hujan kecil tiba-tiba turun menjatuhi aspal jalanan. Beberapa orang yang berada di halte berikut Shindong ssaem dan Hobum ssaem melindungi diri mereka dari amuk sang hujan dengan berteduh di bawah atap halte bus.

Berbeda dengan semuanya.

Yoongi lebih memilih menarik tangan Taeri dan mengajak gadis itu berlari menghindari halte bus untuk menuju sekolah.

Semua orang melihat kearah mereka.

 

*

 

Hweji masih memejamkan matanya selama ia menunggu hasil dari pemeriksaan kandungan di perutnya di rumah sakit. Ia berbaring pada kasur ruang pemeriksaan kandungan ketika dokter tengah mengolesi perutnya dengan cairan seperti jel dan meraba-raba perutnya dengan alat sensor berbentuk panjang yang bahkan ia tidak tahu benda apa itu.

Jika saja Jimin tidak menyemangatinya dan menghilangkan perasaan gugupnya mungkin ia tidak akan berani memasuki ruang pemeriksaan.

Berkat Jimin juga ia berani ketika menghadapi pandangan aneh para pengunjung rumah sakit yang melihatnya masih menggunakan seragam sekolah dan memasuki ruang pemeriksaan kandungan. Jimin menunggunya di luar ruang pemeriksaan, itu karena permintaan Hweji. Ia tidak ingin melihat hasil pemeriksaannya.

“kau boleh membuka matamu dan melihat hasilnya.”

Suara dokter terdengar. Jantung Hweji berdebar begitu kencang. Ia bahkan tidak bisa meneguk air liurnya sendiri. Perlahan matanya terbuka.

Ia langsung bisa melihat layar bewarna hitam yang di selingi asiran bewarna putih bergerak-gerak. Gumpalan berasir putih itulah yang bergerak.

Dokter menunjuk gumpalan berasir putih itu dengan tangannya.

“ini adalah janin yang ada di perutmu. Perutmu masih kecil dan kandunganmu itu masih berbentuk janin. Tapi memang tidak ada salahnya untuk memeriksanya sedari masih berbentuk janin.” Dokter itu tersenyum menjelaskan semuanya pada Hweji.

Entah kenapa ketika melihat siluet janinnya di layar perasaan Hweji berdesir hangat. Rasa takut gadis itu seperti hilang. Entah kenapa airmatanya ingin terjatuh begitu saja.

Dokter itu tersenyum melihat ekspresi Hweji.

“apa kau merasakan hal itu?”

Hweji menatap dokter itu.

“perasaan ketika akan menjadi ibu. Wajar jika kau menangis melihat kandunganmu sendiri, banyak calon ibu yang menangis terharu melihat janinnya sendiri di ruangan ini.” Ucapnya tersenyum.

Hweji tersenyum, airmatanya pun terjatuh. Dan ia yakin ini bukanlah airmata dari rasa takutnya.

Dokter itu menggenggam tangan Hweji dengan lembut.

“ini memang berat bagimu, dan pada awalnya aku juga ragu melihatmu hamil di usia yang masih sangat muda. Tapi pandanganku berubah melihat pacarmu yang bertanggung jawab dan terlihat mencintaimu. Kalian melakukan semuanya karena cinta dan aku yakin semuanya pasti akan berakhir dengan baik.” Dokter itu tersenyum menatap Hweji. Berusaha menyemangati gadis yang terlihat rapuh itu.

Hweji tersenyum menatap dokter itu. ia mengusap airmatanya.

“terimakasih dokter.”

 

.

 

Hweji keluar dari ruangan pemeriksaan dan ia langsung mendapati Jimin yang masih menunggunya tepat di depan pintu ruangan. Jimin langsung berjalan kearahnya dengan muka khawatir.

“bagaimana hasilnya? Apa bayi kita baik-baik saja?” tanya Jimin dengan cepat.

Jantung Hweji langsung berdebar ketika Jimin mengatakan kata-kata yang begitu indah terdengar di kuping Hweji.

Bayi kita.

Hweji langsung menghambur kedalam pelukan Jimin yang terasa hangat. Jimin menatap Hweji bingung serta khawatir. Ia tidak mengerti apa maksud Hweji memeluknya. Ia takut sesuatu terjadi pada Hweji.

“apa yang terjadi? Semua baik-baik saja?” Jimin kembali bertanya. Ia berusaha menatap wajah Hweji. Ia takut gadis itu memasang ekspresi sedih dan menangis.

Hweji memang menangis, tapi ia menitikan airmatanya dengan seulas senyum bahagia.

“tidak. Semuanya baik-baik saja. Bayi kita baik-baik saja.”

Ucapnya dengan nada bahagia dan ia semakin memeluk Jimin dengan erat.

 

***

 

 

Yoongi menghentikan motornya tepat di depan rumah Taeri.

Hujan semakin turun dengan deras. Dengan cepat Taeri turun dari bangku kemudi motor Yoongi.

Min Yoongi tidak menggunakan jaketnya, ia menyerahkannya pada Taeri agar gadis itu menggunakannya. Ia hanya menggunakan seragam sekolahnya yang kini benar-benar basah kuyup, wajahnya masih terlindungi karena ia mengenakan helm.

“sampai jumpa besok.” Ucap Yoongi dengan nada lembut diantara gemuruh petir dan hujan.

“kau cepat masuk kedalam rumah.” Ucap Yoongi lagi seraya menstarter motornya kembali. Taeri menatap Yoongi, ia masih berdiri di hadapan Yoongi tanpa mempedulikan rintikan hujan deras semakin membasahi tubuhnya itu.

Taeri meraih tangan Yoongi. Yoongi menatap Taeri bingung karena perilaku gadis itu.

“masuklah kedalam rumahku. Kau bisa sakit jika memaksakan diri pulang ketika hujan sederas ini.” Ucap Taeri kencang, berusaha tidak membuat suaranya tidak tenggelam diantara gemuruh hujan. Taeri bisa melihat mata Yoongi yang melotot terkejut. Dengan cepat Yoongi menggelengkan kepalanya.

“tidak apa-apa, hujan ini hanya masalah kecil bagiku.”

Taeri langsung memeluk lengan Yoongi dengan erat. Jantung Yoongi berdegup kencang ketika merasakan lengannya terpeluk tubuh Taeri dan tak sengaja bersentuhan dengan dada gadis itu yang terasa hangat. Yoongi meneguk ludahnya dengan berat.

“jika oppa tidak masuk kedalam rumah aku akan benar-benar mengakhiri hubungan kita!” ujar Taeri masih memanyunkan bibirnya, berusaha membuat Yoongi mau. Ia tidak ingin Yoongi jatuh sakit karena hujan yang begitu deras.

“ah! Noona!”

Suara Jungkook tiba-tiba terdengar dari jauh. Taeri dan Yoongi menoleh kearah lelaki itu berteriak.

Mata Taeri melotot mendapati pemandangan yang ia lihat di hadapannya.

Jungkook yang menggenggam tangan Eunbi erat berlari menuju rumah mereka. Tubuh mereka juga basah kuyup  membasahi seragam yang masih melekat di tubuh mereka.

“YA! DARIMANA KALIAN??!!”
Taeri melupakan sikap manjanya tadi pada Yoongi. ia langsung menyembur Jungkook dan Eunbi dengan amarah. Tepatnya karena perbuatan gila yang mereka perbuat. Dia memang lupa dengan ucapan Eunbi tadi sore. Yang ada dipikirannya saat ini hanya ‘adegan sensual’ yang terlihat dihadapannya.

“noona! Kau dan pacarmu itu basah kuyup! Sebaiknya kita masuk kedalam sebelum sakit!” ujar Jungkook berusaha menghindari Taeri. Eunbi menundukan wajahnya takut melihat sahabatnya satu itu, wajah Eunbi juga memerah.

“kenapa Eunbi kau bawa kerumah??!!” Taeri menatap Jungkook dengan kesal. ia sudah tidak tahu harus menyikapi kedua manusia di hadapannya saat ini.

“aku lewat arah situ karena tadi mampir ke supermarket bersama Eunbi noona. Tidak sangka hujan turun dengan deras. Karena rumah kita jaraknya lebih dekat makanya aku membawa Eunbi noona kesini!” jelas Jungkook berusaha mempercepat ucapannya. Dengan langkah cepat ia langsung menarik Eunbi berjalan kearah rumah.

“maaf Taeri!” ucap Eunbi sekilas sebelum ia benar-benar mengikuti langkah Jungkook.

Taeri berdecak melihat sahabat dan adik sepupunya itu. hingga akhirnya ia teringat dengan Yoongi. ia langsung menolehkan kepalanya kearah Yoongi.

“oppa! Kau juga harus masuk kedalam rumah! Ayo!”

 

 

 

 

Taeri, Yoongi, Jungkook dan Eunbi benar-benar basah kuyup sekarang. Setidaknya suasana hangat rumah sedikit membuat rasa dingin di tubuh mereka menjadi lebih baik.

Ibu yang keluar dari dapur dan memasang wajah menyambut anaknya langsung memasang ekspresi shock melihat keempat manusia basah kuyup dihadapannya saat ini.

“astaga! Kenapa kalian semua basah kuyup??!! Kenapa tidak berteduh dulu???” ibu menghampiri keempatnya dengan muka khawatir.

“hujan ini tidak akan berhenti dengan cepat kalau ditunggu.” Jawab Taeri yang langsung berjalan kearah kamar mandi untuk mengambil handuk kecil. Jungkook juga masuk kedalam rumah seraya menarik Eunbi agar juga mengikuti Taeri.

Hanya tinggal Yoongi yang berdiri di ambang teras dalam rumah dengan tubuh basah kuyup. Ibu menatap Yoongi terbengong. Yoongi membungkukan tubuhnya memberi salam pada ibu dan langsung di sambut anggukan kikuk wanita tua itu.

Taeri datang menghampiri Yoongi dengan handuk ditangannya dan tiba-tiba gadis itu langsung menaruh handuk itu di kepala Yoongi. ia mengusap-usap rambut Yoongi dengan handuk agar rambut lelaki itu kering. Wajah Yoongi memerah mendapat perlakuan seperti itu dari Taeri.

“hentikan, tidak enak jika ibumu melihat.” Ucap Yoongi dengan nada kecil. Taeri mengerutkan keningnya, menghentikan gerakan tangannya. Ia melirik kearah ibu yang masih menatapnya dan juga Yoongi secara bergantian. Ibupun tersadar.

“le-lebih baik kalian mandi dulu. Ibu sudah menyiapkan airpanasnya.” Ibu menunjuk kearah kamar mandi dengan kikuk. Sikapnya seperti itu tidak lain karena ia masih sangat terkejut, Taeri anaknya satu itu tidak pernah membawa lelaki kerumah selama hidupnya. Hingga sekarang ia membawa lelaki yang sama dua kali.

Taeri tersenyum. Ia menatap Yoongi dengan senyuman yang sangat manis.

“lebih baik oppa mandi dulu, anggap rumah sendiri.”

 

**

 

 

Sera berlari menghindari hujan yang hampir menghujani tubuhnya hingga basah kuyup. Ia berlindung dibawah atap supermarket untuk berteduh.

Ia berdecak kesal menatap derasnya hujan yang seperti tidak mengizinkannya untuk sampai ke rumah dan beristirahat. Bahkan sekarang ia masih mengenakan seragamnya, seragamnya yang basah kuyup. Ia juga tidak membawa payung dan halte masih sangat jauh dari supermarket. Diam-diam ia menyesali keputusannya untuk pergi mampir ke toko buku setelah pulang sekolah.

Dari kejauhan ia bisa melihat sosok lelaki berambut coklat yang sangat ia kenali juga berlari menghindari hujan, lelaki itu berlari kearah supermarket yang sekarang menjadi tempat berteduh Sera.

Taehyung. Lelaki itu langsung mengusap-usap seragamnya yang hampir basah kuyup karena hujan. Lelaki itu juga berdecak melihat keatas langit.

“ck. Padahal tadi sempat berhenti tapi kenapa jadi deras lagi.” Rutuknya masih berdecak.

Sera membuang tatapannya dari Taehyung. Ia juga merutuki takdir yang dengan bodohnya membuatnya terjebak hujan bersama Taehyung. Taehyung tersadar, ia ikut menoleh kearah Sera dan mendapati gadis itu seperti pura-pura tidak mengenalinya.

Entah kenapa sedikit ada perasaan sesak di hati Taehyung yang tetap saja lelaki itu tidak akui. Ia juga membuang tatapannya dari Sera. Menatap kearah hujan yang terjatuh membasahi tanah dengan deras. Taehyung tidak tahu harus melakukan apa di saat seperti ini dan entah kenapa ia merasa tidak seharusnya ia hanya berdiam diri seperti ini.

Taehyung menoleh kearah belakang, tepatnya kedalam supermarket. Sebagian orang lebih memilih berteduh di dalam sembari menikmati ramyun instan di dalam supermarket. Taehyung memutuskan untuk memasuki supermarket dan menikmati ramyun sembari menunggu hujan reda.

Tapi langkahnya terhenti. Ia kembali menoleh kearah Sera yang masih saja pura-pura tidak mengenalinya.

kruyuk~~~’

Mata Taehyung melotot mendengar suara yang tiba-tiba terdengar di antara suasana sunyi hujan. Itu bukan bunyi yang berasal dari perutnya, tidak ada orang lain selain dia dan Sera di luar supermarket. Taehyung menatap Sera. Gadis itu menundukan kepalanya, tubuh gadis itu seperti lemas.

Taehyung berdecak. Ia berjalan kearah Sera dan menarik lengan gadis itu. Sera menatap Taehyung bingung apalagi apa yang dilakukan lelaki itu benar-benar tidak ia sangka. Lelaki itu menyeret Sera untuk memasuki supermarket.

“ya~ apa yang kau lakukan-“

Taehyung mendudukan Sera di bangku dalam supermarket. Ia pun meninggalkan Sera kearah box ramyun instan. Sera masih terus menatap kearah Taehyung dan apa yang akan dilakukan lelaki itu. beberapa menit Taehyung meninggalkannya duduk di bangku sendirian.

Taehyung pun datang dengan dua cup ramyun instan ditangannya. Ia duduk di hadapan Sera dan menyodorkan satu cup ramyun kearah Sera. Sera terbengong.

Taehyung tidak mengucapkan apa-apa, ia lebih memilih menyantap ramyunnya dengan lahap. Lelaki itu masih tetap memasang wajah dinginnya.

Sera menatap Taehyung. Didalam pikirannya ia terus bertanya. Apa Taehyung mendengar suara perutnya tadi? Taehyung tahu jika ia sedang merasa lapar?

Ia menatap cup ramyunnya yang masih belum tersentuh. Asap mengepul dari dalam cup itu.

“kenapa kau membelikanku ini?”

Suara Sera akhirnya terdengar ditelinga Taehyung. Nada suara gadis itu terdengar dingin.

“apa menurutmu itu gratis?” ucap Taehyung tanpa menatap kearah Sera. Lelaki itu lebih memilih sibuk menyantap ramyunnya. Sera menghela nafasnya. Ia memejamkan matanya, mencoba menahan amarahnya yang entah kenapa terasa ingin meledak. Tapi ia tidak mungkin menumpahkan amarahnya pada Taehyung di tempat seramai ini.

“ambil kembali Ramyun ini. Aku tidak lapar. Ani, aku memang lapar. Tapi aku bisa membeli makananku sendiri. Dan aku tidak memakan ramyun di dalam cup.” Sera mendorong cup ramyun kearah Taehyung. Taehyung tidak menjawab apa-apa. Ia masih mengunyah ramyunnya. Membiarkan Sera yang menatap kearahnya.

“aku tidak mengerti Kim Taehyung.” Ucap Sera pelan masih menatap lelaki itu. ia sadar warna rambut lelaki itu yang kembali berganti. Tetapi lelaki itu masih memilih untuk menyantap ramyunnya tanpa menatap kearah Sera.

“kenapa aku sangat membencimu. Aku tidak pernah mempunyai perasaan seperti ini pada orang lain sebelumnya. Aku membenci sikapmu. Dan aku membencimu karena juga kau membenciku.”

Taehyung masih tidak menatap Sera dan mengunyah ramyunnya dengan lahap. Itu tidak membuat Sera berhenti menatap Taehyung. Entah mengapa hati Sera terasa berdenyut melihat sikap Taehyung.

“aku tidak ingin menjadi bodoh dan bersikap ramah pada orang yang membenciku. Kita seri sekarang. Meskipun kita berada di lingkungan yang sama itu tidak akan jadi masalah meski kita saling bermusuhan dan tidak menganggap satu sama lain. Itu tidak masalah bagiku.”

Amarah Sera seperti terlihat dari caranya berbicara dan juga tatapannya untuk Taehyung. Tapi satu hal yang tidak ia mengerti. Ia tidak mengerti kenapa saat ini ia menahan airmatanya.

Sera beranjak dari duduknya di hadapan Taehyung. Hiruk pikuk supermarket yang rata-rata dipenuhi siswa sekolah berseragam tetap tidak memecahkan suasana tegang diantara keduanya. Sera mengalihkan tubuhnya kearah lain untuk memulai langkahnya meninggalkan Taehyung.

Taehyung menegakan sikap duduknya. Ia menaruh kedua sumpitnya dengan kasar di atas meja.

“kapan aku bilang membencimu?”

Sera tetap tidak menghentikan langkahnya. Ia tetap berjalan dengan langkah penuh emosi untuk bisa keluar dari supermarket itu.

Taehyung beranjak dari duduknya. Dengan langkah cepat ia berjalan mengikuti Sera dan menarik gadis itu untuk mendekat kearahnya. Dan dengan satu gerakan cepat dan tak bisa Sera cerna, bibir Taehyung sudah menempel di bibirnya.

Semua yang berada di supermarket menghentikan kegiatan pribadi atau bersama teman mereka masing-masing. Mereka menatap terkejut kearah Taehyung dan Sera yang kini memelototkan matanya.

Salah satu murid sekolah lain meraih ponselnya dan mengabadikan apa yang ia lihat di kamera ponselnya.

Dan gawatnya tak hanya dia yang melakukan hal itu.

 

 

***

 

 

Yoongi keluar dari kamar mandi dengan langkah ragu. Ia mengenakan baju Jungkook sebagai pengganti seragamnya yang sudah basah kuyup. Ia menatap sekeliling rumah Taeri yang terasa hangat baginya.

Taeri baru keluar dari arah dapur. Langkah gadis itu terhenti ketika melihat Yoongi yang masih berdiri diam di ambang pintu kamar mandi.

“apa yang oppa lakukan disana? Ayo. Sebentar lagi makan malam akan disiapkan ibu.” Taeri berjalan kearah Yoongi. ia menyunggingkan senyumnya melihat ekspresi Yoongi yang entah kenapa terlihat begitu ‘imut’ di mata Taeri. taeri meraih tangan Yoongi dan menggenggamnya dengan lembut.

Yoongi menatap Taeri. perasaannya begitu hangat melihat gadis itu. tapi lelaki itu segera membuang tatapannya dan berusaha bersikap cool, seperti yang selalu ia tunjukan pada siapapun. Tapi tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan wajah memerahnya.

“apa aku harus ikut makan malam? Itu pasti merepotkan.”

“bahkan ikut makan malam saja merepotkanmu juga?” Taeri menatap kesal Yoongi.

“maksudku itu pasti merepotkan ibumu.” Dengan cepat Yoongi membenarkan apa yang baru saja ia katakan.

Taeri tersenyum. “aku pura-pura salah paham.” Taeri menjulurkan lidahnya untuk menggoda Yoongi. yoongi mengerutkan keningnya, tapi pada akhirnya lelaki itu tersenyumdengan sudut bibir terangkat.

“kau ini.” Yoongi menjitak pelan kepala Taeri dan mengacak rambut gadis yang sibuk menertawai dirinya itu. Yoongi menarik Taeri dan melingkarkan tangannya pada pinggang ramping gadis itu.

“untung saja ini rumahmu dan ada ibumu, jika tidak mungkin aku akan menyantapmu.” Bisik Yoongi dengan nada nakal. Sesuatu yang entah mengapa begitu Taeri rindukan dari lelaki itu.

Taeri tersenyum. Ia mengelus dada Yoongi dengan pelan.

“bermimpilah sesukamu Min Yoongi, aku sedang dalam menstruasi dan kau tidak bisa melakukan apa yang kau mau itu.” Taeri ikut berbisik kearah telinga Yoongi. Yoongi mengerutkan keningnya, tepatnya ekspresi lelaki itu terkejut dan tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulut Taeri.

Taeri menjauhkan tangan Yoongi dari pinggulnya. Ia kembali menjulurkan lidahnya.

“ini hukuman karena kau sudah berpikiran buruk tentangku saat itu.”

Ucap Taeri tersenyum.

Yoongi yang tadi masih tidak rela akhirnya ikut menyungging senyumnya juga.

“aku terima hukuman itu, anggap sebagai rasa bersalahku.” Yoongi kembali mengacak rambut Taeri dan membuat gadis itu berdecak kesal.

“TAERI!!!! CEPAT PANGGILMU TEMANMU ITU!!! MAKANAN SUDAH SIAP!!”
suara ibu terdengar. Taeri menoleh kearah ibunya yang tiba-tiba sudah melongok saja.

“astaga. Kenapa kalian malah saling mengobrol disitu? Ayo cepat.” Ucap ibu dengan kerutan kening.

.

 

Yoongi dan Taeri berjalan kearah ruang makan. Taeri menggenggam tangan Yoongi agar lelaki itu mengikutinya dan duduk di bangku sampingnya.

Eunbi dan Jungkook juga duduk bersampingan. Eunbi menatap gelagat Yoongi yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Ia sempat terkejut melihat betapa penurutnya Yoongi ketika bersama Taeri. Yoongi yang kasar, sulit diatur, menyeramkan dan tidak punya etika itu terlihat berbeda ketika bersama Taeri.

Tetapi berbeda dengan Chansung yang saat ini menatap Yoongi dengan sinis. Lelaki jangkung itu melipat kedua tangannya di depan dada.

“ayo Yoongi kau makan. Ibu tahu pasti kau lapar.” Ibu tersenyum menatap Yoongi. terlihat jelas ibunya satu itu menyukai Yoongi dan setuju jika lelaki itu menjadi kekasih Taeri. ya, tipikal menantu terbaik ibu memang harus tampan dan cantik. Urusan sikap dan pengalaman belakangan.

Chansung berdecak melihat sikap ramah ibunya. Apalagi Yoongi hanya tersenyum dan membiarkan Taeri menyodorkan mangkuk makan yang sudah berisi nasi kearah lelaki itu.

Eunbi dan Jungkook terlihat mengobrol bersama dengan akrab. Itu tidak masalah bagi Chansung karena ia juga tidak ada masalah dengan Eunbi, sekalipun ia punya, ia juga tidak memikirkan hal itu karena Jungkook hanya adik sepupunya.

Tapi beda cerita jika itu adalah Yoongi dan sudah jelas tengah menjalin hubungan dengan adiknya.

“apa nanti kau akan menghadapi ujian kelulusan?”

Ibu menatap Yoongi diantara kegiatan makan malam mereka. Yoongi menatap ibu. Ia menyunggingkan senyumnya kearah ibu.

“ne.” ucap lelaki itu hanya satu kata.

“ah~ lalu apa rencanamu setelah lulus nanti? Kerja atau kuliah?” Ibu semakin asyik bertanya seraya menatap Yoongi dengan senyum ramahnya.

Taeri menatap ibunya dengan kesal. ia tidak suka jika ibunya melakukan hal seperti ini. Cukup dengan pacar Chansung dulu yang menjadi korban pertanyaan berturut-turut dari ibu, untung saja saat itu ada ayah yang belum melaksanakan transfer kerjanya di Jepang. Ia menghentikan sifat Ibu yang tidak pernah menemukan ujung dari pertanyaannya.

Dan sekarang Taeri berada di keadaan yang sulit. Ayahnya tidak ada di Korea saat ini dan sudah pasti tidak ada yang bisa menghentikan selain ayahnya.

Yoongi juga diam. Lelaki itu seperti mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan ibu.

“mungkin saya akan menjadi pemain basket setelah lulus nanti.” Itu jawaban Yoongi.

Chansung mendengus mendengar jawaban lelaki itu. pemain basket? Itu bahkan tidak bisa mengalahkan pekerjaanya sebagai dokter saat ini. Min Yoongi, lelaki itu benar-benar tidak lulus dalam seleksi penerimaan adik ipar untuk Chansung. Chansung menggelengkan kepalanya dengan senyum remeh.

“omoo~ benarkah? Kalau begitu kau adalah calon atlet?? Seorang Atlet punya masa depan yang cerah. Astaga kau hebat sekali Yoongi.” ibu menepuk tangannya dengan senyum yang semakin terlihat ramah. Gelengan kepala Chansung terhenti. Ia menatap kearah ibunya dengan mata melotot, tidak percaya pada apa yang ia dengar mulut ibunya.

Yoongi tidak mengatakan apa-apa meski dugaan ibu memang terdengar jauh dari fakta yang sebenarnya. Ibu pun terus saja mengajak Yoongi berbicara mengenai harapannya itu sebagai pemain basket, ibu tidak menangkap ekspresi malas Yoongi, padahal lelaki itu dengan jelas menunjukannya.

“apa hebatnya seorang pemain basket di banding jabatan seorang dokter?” ucap Chansung tiba-tiba seraya menyerup minumannya. Semua menatap kearah Chansung.

“apa kau begitu yakin di masa depan kau bisa menjadi seorang pemain basket?” Chansung menatap Yoongi dengan ekspresi dingin. Yoongi juga menatap Chansung, ekspresi lelaki itu kini tidak terlihat dingin, tapi Chansung tahu ia hanya menyembunyikan ekspresinya itu dari ibu.

“apasih yang kau ucapkan?” Taeri menatap Chansung kesal.

“aku sendiri juga tidak tahu. Kita tidak tahu bagaimana masa depan kita nantinya, mungkin saja aku bisa menjadi seseorang yang lebih terhomat di bandingmu hyung.

Chansung menghentikan serupan pada minumannya. Matanya langsung tertuju pada Yoongi yang tersenyum padanya.

Chansung meletakan gelasnya pada meja. Tersenyum remeh.

“apa kau menggunakan otakmu dengan baik, huh?”

Taeri dan Eunbi langsung melotot mendengar apa yang keluar dari mulut Chansung. Bukan hanya mereka, ibu pun sampai mengangakan mulutnya mendengar ucapan putra sulungnya itu.

Senyum Yoongi pun langsung menghilang, tampak jelas emosi lelaki itu mulai muncul atau mungkin sedari tadi sudah muncul tetapi ia berusaha menahannya.

PLAG!!

Dengan cepat ibu memukul kepala Chansung hingga lelaki jangkung itu meringis dan memasang wajah konyolnya.

“YA! IBU!!”

Chansung menatap ibunya kesal seraya mengusap-usap belakang kepalanya masih dengan ringisan.

“mwo? Mwo? Apa ibu tidak patut melakukan hal seperti itu setelah ucapan tak sopanmu itu???”

“tak sopan??? Ya ibu! Kau tidak pernah mendengar lelaki itu berbicara??!!” Chansung menunjuk Yoongi dengan kesal. Ibu kembali memukul kepala Chansung dengan pelan namun cukup membuat lelaki itu meringis sakit.

“berhenti berbicara! Hari ini kau tidak boleh mengabiskan makan malam mu!!”
“YA! IBU!!!”

 

Taeri melirik Yoongi yang terdiam. Taeri tidak mempedulikan keributan yang terjadi diantara ibu dan kakaknya itu, ia tadi sangat takut jika saja Yoongi kehilangan semua kesabarannya dan tak bisa menahan amarahnya. Tapi nyatanya Yoongi terlihat cukup santai. Meskipun wajahnya sedikit terlihat tegang, lelaki itu tetap bisa tersenyum menjawab pertanyaan ibu berikutnya seusai Chansung pergi meninggalkan meja makan.

 

***

 

“Eunbiya, kau menginap saja disini. ini sudah terlalu larut untuk pulang.”

Suara ibu terdengar dari arah dapur ketika wanita itu tengah membereskan beberapa piring bekas makan malam. Eunbi yang duduk di depan televisi yang menayangkan acara musik menoleh.

“ah apa itu tidak merepotkan?” tanyanya ragu.

“kenapa merepotkan? Aku dengar dari Taeri kau sekarang hanya sendirian di rumah. Daripada kau sendirian, lebih baik menginap disini.”

Eunbi tersenyum. Sikap hangat ibu Taeri memang yang paling membuat Eunbi betah berada di rumah Taeri. sudah cukup lama juga dia tidak menginap dirumah Taeri.

“Ah, kau menginap noona?”

Eunbi menolehkan wajahnya ketika mendengar suara lelaki. Tampak Jungkook yang berdiri di sisi kulkas, sepertinya lelaki itu ingin mengambil minuman. Jungkook memasang senyum lebarnya menatap Eunbi.

Hingga akhirnya Eunbi tersadar. Ia benar-benar lupa jika Jungkook juga bagian dari keluarga Taeri. muka Eunbi memerah membayangkan melihat muka tertidur Jungkook dan membayangkan betapa imutnya lelaki itu.

Ibu keluar dari dapur dengan muka mencari-cari sesuatu.

“apa yang bibi cari?” tanya Jungkook menatap ibu dengan ekspresi bingung.

“sedari tadi aku tidak mendengar suara Taeri dan Yoongi. kalian melihat mereka?”

 

 

*

Yoongi tidak bisa menghentikan lumatannya pada bibir Taeri setelah gadis itu dengan bodohnya mengajak Yoongi berkunjung kedalam kamarnya hanya karena sedikit rayuan untuk melihat bagaimana keadaan kamarnya.

Taeri terus menahan desahannya agar ibunya atau siapapun tidak mendengar suaranya. Yoongi bahkan sudah mengangkat tubuhnya keatas kasur dan bersiap memberikan sentuhan yang begitu Taeri rindukan selama 2 hari tidak bersama Yoongi.

Ia tahu apa yang ia lakukan dengan Yoongi saat ini memang salah. Ia masih belum dewasa untuk melakukan hal semacam ini. Tapi semuanya sudah terlambat untuk ia sesali, ia benar-benar terjatuh pada Yoongi. sentuhan lelaki itu benar-benar candu untuknya.

Taeri mati-matian menahan setiap desahannya ketika Yoongi benar-benar membuainya dengan hentakan keras dari bagian privat lelaki itu. lelaki itu menghentak dan benar-benar memberi buaian nikmat pada Taeri yang tak bisa gadis itu ungkapkan dengan kata-kata, selain desahan yang harus ia tahan saat ini.

Ketukan pintu kamar Taeri mengejutkan kedua insan itu, tapi Yoongi masih terus melakukan aktivitasnya.

“Taeri? apa kau dikamar?”

Suara ibu Terdengar dari luar. Taeri menatap Yoongi yang masih berkonsentrasi pada pekerjaannya saat ini. Taeri ingin menjawab pertanyaan ibunya tapi ia sangat takut jika yang nanti keluar dari mulutnya adalah desahan kencang apalagi hentakan Yoongi semakin cepat dan itu benar-benar membuatnya gila.

“Taeri?” ibu kembali mengetuk pintu.

“K-kenapa ibu? Aku sedang berganti pakaian!” ujar Taeri akhirnya. Ia berusaha menahan desahannya sendiri.

“ah, kalau begitu kau lihat Yoongi? dia tidak kelihatan. Apa dia sudah pulang?”

Taeri menahan Yoongi, Yoongi juga menatap kearahnya. Lelaki itu melumat bibir Taeri dengan kasar. Taeri mengelak ciuman lelaki itu seiring hentakan lelaki itu yang semakin cepat.

“mu-mungkin saja dia ada di kamar mandi!” Taeri berusaha mati-matian menjawab dengan suara normal.

“benarkah? Kalau begitu kau suruh dia menginap saja. Ini sudah terlalu larut untuk pulang.” Ucap ibu.

“IYA IBU!!”

Taeri berteriak keras karena hentakan Yoongi benar-benar membuatnya terbuai. Untungnya ibu tidak curiga dan berjalan meninggalkan pintu kamar Taeri.

Yoongi gemas dengan sikap Taeri yang terus saja menahan desahannya, padahal ia sangat menyukai desahan manis gadis itu.

Yoongi meraih ponsel Taeri yang berada di meja sisi ranjang dengan tetap menghentak Taeri. dengan masih fokus pada miliknya yang berada di milik Taeri, ia menekan tombol ponsel untuk menuju menu lagu. Ia langsung menyalakan lagu bernada keras dengan membesarkan volumenya.

Yoongi menarik Taeri agar beranjak dan semakin melingkarkan kaki gadis itu pada pinggangnya.

“mendesahlah sekencang mungkin. Kita aman sekarang.” Ucap Yoongi dengan sedikit desahan pada nada suaranya.

Akhirnya Taeri mengeluarkan desahan kencangnya seiring hentakan Yoongi yang benar-benar membuatnya gila. Ia menatap wajah Yoongi lalu mengecup bibir lelaki itu lembut.

 

Akhirnya Yoongi berhasil mengeluarkan cairannya ketika lelaki itu dengan cepat berlari kearah kamar mandi yang berada di kamar Taeri dengan cepat. Dengan sigap Yoongi tidak mengizinkan cairannya memasuki milik Taeri dan membuat gadis itu menyesal karena dirinya.

Taeri terbaring lemas di kasurnya. Nafsu dan rasa rindunya pada Yoongi sudah tersalur sekarang. Taeri beranjak dari tidurannya ketika Yoongi sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai celananya. Ia sudah berpakaian lengkap dan menghilangkan semua bekas akibat perbuatan mereka tadi. Yoongi menatap penampilan Taeri yang masih belum mengenakan celana tidurnya dan membiarkan bagian privat gadis itu terlihat dimatanya.

“cepat kenakan celanamu sebelum aku menyerangmu lagi.” Ujar lelaki itu memicingkan matanya.

Dengan cepat Taeri meraih panty dan celana tidurnya sebelum Yoongi benar-benar akan membuktikan ucapannya.

Yoongi berjalan kearah Taeri ketika gadis itu sudah berpakaian lengkap. Ia memeluk pinggang Taeri dari belakang dan mencium tengkuk gadis itu dengan lembut.

“aku benar-benar merindukanmu, gadis bodoh.” Bisik Yoongi pelan. Taeri tersenyum mendengar ucapan Yoongi. ia ingin menjawab ucapan Yoongi, tapi ia putuskan untuk membuat lelaki itu penasaran. Taeri melepas tangan Yoongi yang melingkar pada pinggangnya. Dengan cepat Taeri berjalan kearah pintu kamar.

“ayo turun, sebelum ibu menemukan kita berada di dalam satu kamar.” Ucap Taeri tersenyum mengejek Yoongi. Yoongi mendengus.

“ibumu tidak akan mencurigai kita jika kau juga membohongi ibumu soal menstruasimu itu.”

Taeri tertawa mendengar jawaban Yoongi. ia lalu menjulurkan lidahnya dan dengan cepat membuka pintu kamarnya, meninggalkan kamarnya.

Yoongi tersenyum melihat tingkah gadis itu. ia teringat ucapan ibu Taeri yang menyuruhnya untuk menginap. Ini kemenangan untuknya. Ia pun berjalan mengikuti Taeri meninggalkan kamar gadis itu.

 

*

 

 

Eunbi duduk di hadapan Tv dengan mata serius menonton movie barat yang tayang. Tepat disaat adegan seru yang membuat gadis itu tidak memalingkan perhatiannya. Ia bahkan membiarkan Jungkook diam sendiri duduk di sampingnya.

Jungkook melirik Eunbi dengan muka bosan.

Bayangannya bisa mengobrol akrab dengan Eunbi benar-benar meleset jauh. Ia lupa jika Eunbi bisa jadi sangat cuek jika sudah berhadapan dengan hal yang ia suka dan penting untuknya.

Jungkook juga menatap kearah layar TV.

Movie twilight. Ia tahu bagaimana jalan cerita movie itu. meskipun ia tidak pernah menontonnya tapi ia langsung bisa menebak garis besar movie yang membosankan baginya itu. dan sampai sekarang ia sangat bingung kenapa setiap wanita dan bahkan Eunbi sangat suka dengan movie tersebut.

Jungkook menguap panjang. Ia kembali menatap kearah Eunbi. Tatapan gadis itu benar-benar terpusat pada layar tv.

“ya, noona…” ucap Jungkook akhirnya. Ia benar-benar muak dengan sikap Eunbi sekarang.

“hmm?” hanya itu jawaban Eunbi, gadis itu masih tidak mengalihkan tatapannya pada layar tv.

Jungkook berdecak kesal. dengan cepat ia meraih tangan Eunbi hingga gadis itu akhirnya menoleh kearahnya.

Eunbi menatap Jungkook bingung.

“ke-kenapa?” tanyanya dengan gugup. Tatapan Jungkook kembali berbeda sekarang. Lelaki itu menghilangkan tatapan polosnya

“aku benar-benar sudah tidak bisa menahan dan menunggunya lagi.” Ucap Jungkook, Eunbi menatap Jungkook gugup. Ia tidak bisa meneguk ludahnya dengan lancar. Ia bahkan sudah tidak mempedulikan movie twilight yang masih tayang di layar tv.

Wajah Jungkook mendekati wajah Eunbi. Hanya tinggal beberapa senti lagi untuk Eunbi bisa menikmati bibir Jungkook. Ibu Taeri dan kakak Taeri pasti sudah tidur dan tidak ada yang bisa menganggu mereka. Perlahan Eunbi memejamkan matanya.

 

“YA!! INI TEMANMU BUKAN??!!”
dengan cepat Jungkook menjauhkan posisi tubuhnya ketika mendengar teriakan Chansung yang turun dari tangga. Lelaki itu membawa ponselnya.

Eunbi membenarkan posisi duduknya untuk menghilangkan sikap gugupnya. Semoga Chansung tidak melihat apa yang akan ia dan Jungkook lakukan tadi.

“ya! Ini temanmu bukan?? Lelaki ini!!” Chansung menyerahkan ponselnya pada Eunbi dan menunjukan sebuah gambar dimana seorang lelaki tengah mencium seorang gadis di tengah keramaian supermart.

Eunbi memicingkan matanya. Memperjelas penglihatannya.

“kenapa? Ada apa?” Taeri yang baru datang langsung menghambur diantara Chansung dan Eunbi. Yoongi yang berjalan di belakang Taeri juga melirik bingung ketiganya. Jungkook pun memutuskan untuk melihat apa yang ada di dalam layar ponsel Chansung.

Mata Eunbi dan Taeri melebar menyadari siapa yang berada di layar ponsel dan di upload seseorang di akun SNS-nya.

“i-ini kan Taehyung dan Sera??!!”

 

**

 

 

“astaga! Apa-apaan ini???”

Hweji mengamati dan memperjelas penglihatannya ketika mendapati foto Taehyung dan Sera yang tengah berciuman di tengah supermart. Bodohnya mereka melakukan itu tepat di keramaian.

Hweji menatap foto Taehyung tidak mengerti. Ia berusaha memperjelas penglihatannya lagi, mungkin saja itu bukan Taehyung, sahabatnya yang tidak pernah berani mengambil langkah lebih pada gadis yang ia sukai.

Tapi sekarang? Lelaki dengan seribu ke-muna-annya tengah mencium seorang Sera, seorang gadis yang ia sukai hingga terekspos di akun sosial media.

Hweji mengecek komen yang ada di foto itu. ribuan komen yang tak bisa Hweji liat secara keseluruhan. Postingan foto itu sudah dari 3 jam yang lalu.

Apa Taehyung mengetahui hal ini?

Hweji meraih ponselnya dan menghubungi Taehyung. Tapi ponsel lelaki itu tak bisa di hubungi. Memang tidak aneh jika lelaki itu membiarkan ponselnya lowbat dengan sendirinya. Ia hanya ingin menanyakan semua ini pada Taehyung, bukan tidak mungkin gara-gara hal ini seluruh murid SMA atau bahkan seluruh penduduk Korea mengetahui dan melihat postingan foto ini.

TOK TOK

Tiba-tiba pintu kamar Hweji terketuk.

“euhm. Masuk saja.” Ucap Hweji masih serius pada ponselnya untuk mengirimi Taehyung pesan.

Ibu Hweji masuk kedalam kamar dengan wajah tegang. Ia menggenggam sesuatu di tangannya.

Hweji masih tidak melihat kearah ibunya, ia tidak menyadari apa yang ibunya genggam ditangannya saat ini.

“Hweji. Bisa kau jelaskan apa ini?”

Gerakan jemari Hweji terhenti. Ia menoleh kearah ibunya dan mendapati ibunya itu tengah menggenggam testpack yang seharusnya berada di ransel gadis itu.

Hweji menaruh kembali ponselnya di atas meja dengan muka pucat.

Dan ia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia katakan.

 

TBC

 

About fanfictionside

just me

130 thoughts on “FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL/ BTS-BANGTAN/ pt. 12

  1. kya udh deg” kan bcanya pas adgan nc taeri ma suga
    gak kbyang low smpek ktauan eomma taeri
    yeee v ma sera bkalan pnjang nieh crta merka s part slanjutnya
    kasian hweji
    jung kook msh kcil gak bleh gtu ma eunbi
    next thor
    d tnggu klnjtanya :*

  2. Whoaaa thor, makin lama makin seru ceritanya. Asiklah part ini =] xixi jgn lama” ya thor klo ngelanjut. Laffyou muach! =D

  3. aaaaa Taehyung….. puas gw.
    ..tpi kurang banyak……penasaran….
    eunbi jungkook jg selalu saja ada yg mengganggu….. next chapter mereka harus ada adegan ini mh…
    chapter ini romance semua ya…lanjutannya jgn lama2 y author

  4. jiahaha, ngakak pas tiba” chansung datang.. ganggu si jungkook sama eunbi :v
    eh btw si jin nasibnya gimana?
    v sama sera, wah penasaran sama cerita mereka.. next part~~~~~~

  5. Makin seru aja cerita’y taeri sama yoongi uda baekan taehyun akhir’y mau nunjukin perasaan’y sama sera

    Ditunggu chap selanjut’y kalo bisa jangan lama”…

  6. wow,… ff yang kutunggu2 akhirnya di post. maaf ne baru bisa koment. soalnya aku buka di hp. semangat buat autornya
    teruskan bakatmu eonni.

  7. Kira-kira siapa y yang ngambil ftonya taehyun sma seraa?
    Nahlo hweji km ketahua?
    Aduh satu-satu konflik udah muncul y

  8. ohmygod… akhirnya taeri sama yoongi rujuk juga kkk~~ seneng deh liatnya🙂 kasian deh dede kookie~~ kapan dede kookie sama eunbi jadian?? gemes deh sama tuh bocah.
    ohya,apa kabar hweji?? dia ketauan kah sama orang tuanya kalo dia hamil?? astaga~~ kenapa mesti TBC disana sih?? jadi ajakan penasaran heol~~
    taehyung-sera??? ohmygod.. kalian.. seenggaknya gak saling benci malah bikin keributan yang cukup (wow!!!) di tunggu next part-nya jangan lama-lama yaaaa~~~….🙂 *peluk author tercinta :*

  9. akhirnya keluar juga part 12 … keep writting ya thor … aku suka jalan ceritanya
    … lovely complex bgt …

  10. aaaaaaaaaaa…….
    gila…..
    speechless, gak tau mau komen apa, yang jelas daebak, akhirnya taehyun ama sera
    ya tuhan yoongi dia gila,
    di tunggu part selanjutnya

  11. ah thor, kenapa scene taehyung’nya dikit banget? T__T
    jungkook juga tuh, mau ngapain hah? *marah-marah* *ditonjok yoongi-.- wkwk
    next chapter scene taehyung’nya dibanyakin ya thor, please~~ *bbuing-bbuing* haha

  12. Jadi… Taehyung sama Sera nih? Wkwkwk. Sweet moment! /?
    Ini keren banget. Ha~~~~
    Lanjutannya di tunggu segera ya, Thor~~^^

  13. yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    makin seruuuuuuuu gini… omaigat omaigat omaigat omaigat..
    buat mamanya hweji.. hwejinya jangan dimarahin tante.. kan mereka khilaf tante..

    taehyung… ah susah ngomonglah udah… tak disangka tak dikira langsung ajah..

    buat kak yoongi inilagi (senyum ajah) kok jadi ketagihan si kak ‘-‘)/

    makin lama ini ff makin grege tambah T

    daebak lah pokonya..
    ditunggu part selanjutnya thor ^^

  14. AH AKHIRNYA INI FF KECINTAAN MUNCUL JUGA. NAPA LAMA BANGET NGEPOST NYA THOR DUH YAAMPUN. MAKIN GILA AKAN MIN YOONGI ASTAGA. CEPETAN DIKIT KEK NGEPOSTNYA UHUHU

  15. Wkwkwkwkwk ngakak lah sama sikap nya chansung
    Selalu dia yg bkin comedy di ff ini hihi
    Omo taehyung kamuuuu aakkk tak terduga bgt
    aku deg2 an waktu yoongi sama taeri yadongan klo ketahuan gmn
    aaakkk kasian hweji gmn nasib dia

  16. demi apa ff kamu selalu bagus semua thor ^_^ yonggi ama taeri makin asikkk xD dan kasian itu hweji ketauan ama ibunya . thor kok lebih pendek ya part ini /?
    next chap dipanjangin lagi ne😦
    next chap ditunggu ^^

  17. mian thor, baru read sekarang..lagi masa2 ujian thor, huhu..kayaknya nantinya jarang2 read ff gara2 masa ujian-eh kok jadi curhat??[._.]
    ok thor, ceritanya makin seruuu, oh ya thor jangan lupa perbanyak juga waktu taehyung berduaan ama sera ya thor..ditunggu chap selanjutnya, fighting[^^]!!!!!!

  18. The best story ever after Baby’s bearth i think. Hehe. I like Taehyung and Jungkook here, also Jimin, but not Yoongi! He always talked, thinked, abt ‘sex’ wif Taeri. Huahehe. But no problem for me… Your story is so good! Please dont be late to post😦

  19. Yaoloh, part yonggi dan taerinya gasuka thor. Gadimana mana yonggi selalu ngelakuin itu. Kalau udh percakapan antara mereka berdua udah bisa ditebak bahwa ujung ujungnya akan ada “ITU”
    Dan 1 lagi untuk taehyungnya sedikit garela sama sera ahah mian thor. Kebawa fanaticnya.. Yaudinlah next saja. Semoga ga kejadi apaapa sama taeri gakek hweji. Ngeri thor ><

  20. gyaaaaaaaaaaa
    Kenapa skrg dibalik lg????
    Kenapa uri magnae harus berebut sama Jin???
    Okeee… Couple yang kutunggu emg udah muncul,, ya ampun min …. aku ikut stress mikirin kelanjutan ini ff
    Daebak

  21. ahhhh kurang panjang~~~ xixixi yoongi parah nih sampe d rmh Taeri aja berani2nya –” panas dingin bacanya takut ketauan Ibunya wkwkwk sepertinya Taetae sama Sera akan bersatu nih ciye ciye😀 omg Hweji:/ seminggu nungguin ini FF akhirnya rilis jg fuih~ next chapt jgn lama2 ya thor ^^

  22. Yess, akhirnya udh publish, aku suka, author ga lama” postingin ini, jdi ga lupa sama chapt sbelumnya..
    Ceritanya makin seru. Tapi gimna sama hweji jimin?😦 kepp writing thor (y)

  23. SERU THORRR!!!!
    Lanjut ya ^^ gak ada yang bisa aku komen. Eumm… menurut aku ff ini sempurna! Konfliknya rumit tapi gak berbelit dan alur ceritanya gak terkesan buru-buru. Bahasanya juga gak terlalu rumit makanya gampang dibayangin sama readers lain. Kesalahan mungkin typo atau apa -_- tapi kayanya gak ada typo deh -_-

    Lanjut ya thor~ semangat nulis ff ^^ maaf kalo ada kesalahan sewaktu komen ^^

  24. ciye Taehyung! ciyeee ciyeee ciyeeeee, astaga hahahaha xD
    perbanyak lagi ya thor Sera Taehyung semoga aja di next chapternya Taehyung jujur sama perasaannya xD maksudnya di ungkapin gituu Taehyungnya
    Suga Taeri makin so sweet :3 aku jadi pengen punya pacar kaya suga :’) /slap
    okey di tunggu next chapternya thor yihaaa ~(^0^)~

  25. Asyiiiik! Taeri-Yoonggi bersatU lagi! HORE!! *lompat2bArengVTae
    Akhirnya uri 4D Vtae bertindak juga, lbh berani dr yg lain mlah..kereen!

  26. Akhirnya rebes *eh beres juga masalah nya taeri-yoongi !
    Buahahaha tae-sera kemajuan nya wow😀 pnasaran ama kelanjutan hubungan mereka yg moga bisa lebih (?)
    Itu jungkook bilang udah gak bisa menahan dan menunggu lagi ?
    Ceileh Apaan nih bocah ?? *kagaksadardiri
    lanjut secepatnya ..
    next thor

  27. oh my GoD testpack duh aduhhh *sibukdewek
    itu yoongi sama taeri sempet bgt is is is
    ih keren keren ya ampun gak kerasa uda smpe segini part *LIKE

  28. nextnya jngan lama2 yah thor…
    klo bisa minggu depan deh hehehe #maksa_plakk
    thor, part slanjutnya bnyakin couple jungkook ama eunbi yah,, suka bgt aku ma couple ini… ^^

  29. Uwo tambah seru!!
    Lol yonggi emang yadongers kelas kakap yah–” gak di sangka taeri juga ikut kejangkit yadongnya yonggi haha, seneng mereka udah jadian akhirnya taehyung ku gak merana tapi kalo bisa thor taehyung sama sera jgn di bkin adegan yadongnya yah jebal rasanya bakal gak sanggup baca~.~
    Ohiya joongkok si bocah gatel jg udah mulai yadong duh msh smp udh berani mau nyoba2 xD LANJUT YA THOR!!!

  30. Taehyung-nya keren dah xD /hug taehyung/ xD
    daebak min!!! Jangan lama lama ngepost-nya xD perbanyakin bagian taehyung ya min (kalo mau/bisa’-‘) :v

  31. Omo,,, :-O apa yg akan trjadi ama hweji klau ibu’y tau! Ini makin seru…
    Cara yoongi emang daebak untuk tidak menghamili taeri😀
    di tunggu thor next part’y….

  32. taehyunggggg aaaaaaaa gue cukup puas dengan chapter ini😄 yoongi oh my yoongi~ caramu membuatku terbuai seperti taeri/? /g.
    okedah, gue nunggu banget next chapternya! aaaa pengennya sih ini ff ngga habis2 gitu, wkwk soalnya gilak ini keren bgt. i love you author-nim wakakak {}

  33. gilak ini makin complicated ajah . adududuh dikit lagi udah nempel ajaa tuh si eunbu sama jungkook . chansung ganggu aja deh
    akhirnya ada juga momen vseranya .. next aku tunggu

  34. Daebak,,,,,,,,
    Gak nyesel nunggu ff ini terbit,,,
    Dan point penting part ini,,,,, TAEHYUNG,,,, selamat nak,, akhirnya kau normal juga *eh
    Makasih thor, seneng deh baca part jimin-hweji,,,,, ^^
    coba aja nc nya diilangin,,,,pasti lebih sempurna,,,

  35. Oh my …
    Suga ang taeri yadongan dirumah???
    Itu mengerikan..Envy nae bcanya.
    Aku suka banget sama couplr taehyung dan se ra meskipun mereka cuek tapi menarik..

    Omo..Hweji bgaimna?Itu teskpacknya ketauhan…Ntar dinikahkan kah???aigoo…nae super duper penasaran.

  36. jangan pisahkan hweji dengan jiminn
    .. buatlah orang tua hweji menjadi baikhati #abaikan.. yoongi nya unyu :3 mereka ngapainlah dikamar o.o

  37. yoon-ri daebak (?) gue sampe degdegan takut mereka ketauan ibunya taeri or chansung muahaha! lanjuuut terus thor jangan lama-lama :p

  38. Lanjutannya cepet” dipost yaa, penasaran sama storynya Hweji. Taehyung sama Sera gimana tuh? Wkwkwk,

  39. aigoo..shindong saem ngegemesin kalo makan sambil ngomong..hehehe..
    Tp aku msh blm ngerti dgn jln pikiran saera..apa dia suka sama taehyung karna perasaannya selalu aneh kalo dkt taehyung..

  40. Thor!!!jangan lama yahh nge post next partnya!!!udh gk sabar nihh!! Walaupun hati sedik sakit ngeliatt my lope lope bias gua yoongi oppa!tapi dia cocok kok sm taeri *dlm hati sih gk rela*

  41. baru kali ni thor gua baca ff lu tapi untuk semua couple gua deg deg an terus ><
    mana pas bagian itu nya taeri belum pakai segitiga keliatan ma suga.
    ITU UANJIIR MOMENT BUANGET!!! hahaha
    kaya nya gegara cimit gaya ff nc lu berubah tertutup gini. tapi bagus sih thor, soalnya kalau gua baca buku novel yg ada nc nya ya mirip mirip gini lah bahasa nya. berarti bisa dijual di gramed nih(?)
    wakwak

  42. Rrrrrr~ TBC mengganggu!! tidakkk ><itu hwejinya bakalan digimanain sama ibunyaaaa???!! cepet lanjut!! fighting!!

  43. omona.. setelah balikan Taeri n Yoongi langsung begituan ?? d rumah Taelgi ???!!! #Shock
    tapi syukurlah udh balikan daripada hidup keduanya berantakan hehehe

    my favorite couple, Taehyung – Sera,, akhirnya Taehyung lebih berani hehehe.. tapi koq Sera nya sempat salah paham gitu y..
    trus terekspos di sosmed woooww bgt… >_<

    walau lama-lama disembunyikan tapi g mgkn bisa disembunyikan deh kalau hamil itu.. smg Hweji n Jimin direstui ortu mereka 0;)

    dintunggu chapter selanjutnya thor ^_^
    fighting !!!

  44. Seru!*walaupun ada nc nya* kasian hweji, kata kata nya juga keren, i like it!tapi ga berani baca yg nc nya😀 next, fighting!

  45. thor jangan lama2 pt13nya. geregetan sama kelanjutan bagian hweji nih. cepet ya thor ingetttttttt;;___;; gomawo:D

  46. akhirnya sera ama taehyung kemajuan (?)
    si taeri kayaknya beneran berojol kembar 12 ini ._.
    saya pasrah thor sma kopel jimin hweji, terserah mereka deh (?)

  47. kkyyaaaa~ makin seru aja cerita’a x)
    taehyung akhir’a kau mengaku klo suka sma sera :3
    duh si hweji ketahuan sma eomma’a ya ? duh kesian hweji T,T
    nanti kira2 JHope nasib’a gmna ya ? :3
    coba aja ditambah cast cewe’a buat JHope gitu thor biar nambah seru *3*)/
    Lanjut ff’a jgan lama2 thor gak sabar nih x) /plakk
    Keep Writing thor~ Figting *3*)9 mumumu :* xD

  48. Dohh thor i loph you dahh .. Karena aku juga suka suga jadi sungguh* daebakk ni ff :* apalagi dg karakter yoong yoong, pertama kali suka yoong yoong juga karena dia cuegg, mukanya songong, dingin; cool, nyentrik ama gaya ngerap.nya lohh :v wkwk
    ohh yahh seharian ini aku baca pt 1-12😀 soal.nya aku baru ajha dkasih tau tmen soal ff ini .. Jd maaf aku gk comen ff yang lan min😀 kkkkk
    aku mensyuport.mu min :v lanjutkan :p aku tunggu pt slanjutnya😀 i love you min :* Min Yoongi :p

  49. ah sumpah, ini pas seru-serunya malah tbc. pas bener authornya ngasih tbc. bikin penasaran eh >u<
    sempet ketinggalan 3 part update-nya dan begitu dapet, susahnya dibuka lewat ponsel u,u tp akhirnya terbayarkan krn ceritanya yg makin kesini makin seru aja😀

  50. Thor ini kapan lanjut nya T.T
    Gue bolak balik ngecek blog ini cuma buat nunggu update’an lo thor T.T
    Maaf diriku ga sabaran :3

  51. sumpah,gua ngefans sama author alviany
    ff yang author buat itu selalu bagus,seru dan selalu bikin penasaran
    ini ff-nya bagus banget,daebak
    next buruan yap🙂
    FIGHTING!!!

  52. wah, sya lpa coment!! pdhal dh dbca sjk ff dpost tgl 28 kmrin, tp eeeee mlh lpa comentnya. Mianhe thor!! trllu seru ffnya thor, ampe kbwa!!
    nextnya kpn thor?? dh lma bgt lho thor, mnurut sya!!

  53. TAEHYUNG TAEHYUNG TAEHYUNG!! waaaah seneng bgt thor, ini baru style romansa ala taehyung dan sera yg aku suka. AMAZING THOR, VERY COOL. THE COOLEST FF I’VE EVER READ!! ANDA HEBAT!

  54. Ini adalah chapter termanisssss untuk couple yoongi taeriin❤
    aduh baca ff ini tuh bikin imajinasi berkembang pesat😀

  55. hwaaaa Taeri-Yoongi udah baikan lagiii seneng dehh

    Ngapain si Taehyung ?? bingung akunyaa. bntar2 cuek tp skrng dia nyium Sera ?? trus ada di sosmed lg .

    Berani bener tuh si insan dua (Taeri-Yoongi) ngelakuin ‘itu’ di rumahnya Taeri yg jls2 banyak orang dan bkn gak mngkn gak ada yg denger. kelewatan dehhh

  56. Waaaa~~ Gimana kelanjutan kisah cintanya Jimin-Hweji??😀
    Ditunggu kelanjutannya, Eonn~~
    Semakin seru ceritanya😀 (y)

  57. Yoongi-Taeri gila, itukan
    rumahnya Taeri ada
    ibunya, Chansung, Eunbi sama
    Jongkook…
    Waaaa ibu Hweji udah tau, gimana nanti anak jimn-Hweji

  58. Wkwkwk jungkook kasian amat, udah dek sama kakak ajaaa wkwkw

    Itu yoongi mesum amat yaaa, masalahnya ada ibunya taeri loh aduh aduh nekatnyaaaa

    Taehyung… Fighting!!!! Hahahaah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s