FF/ MY LOVE STORY/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


Author: Alphabet (Dina)

Title: My Love Story Chapter 1

 

Cast:

+ Park Yi Kyung (OC)

+ Kim Seok Jin (BTS Jin)

+ Song In Ju (OC)

+ Kim Tae Hyung (BTS V)

+ Choi Sera (OC)

+ Kim Hanna(OC)

+ Min Yoongi (BTS Suga)

+ BTS Member’s

+ and cast yang lainnya menyusul

 

Length: multichapter

 

Genre: Romance,  school-life, Drama, little bit sad

 

Rating: PG 15

 

Hola reader’s ^^.akukembalilagi di Fanfic abal-abalku ini. Fanfic ini masih banyak kekurangannya, maklum aku baru amatir belum pro. Jadi aku harap kalian bisa mengkritik atau ngasih aku saran tentang fanfic ini.

 

Don’t be SIDERSyeahh guys,

Dan jangan jadi plagiator. gak baik guys, itu dosa nanti bisa masuk neraka.

So, langsung saja..

 

 JIN

 

Aku mencintaimu dengansukarelatanpadiminta

 

—-My Love Strory Chapter 1—-

 

Author POV

 

Matahari yang begitucerah menampakkan seberkas cahayanya di sela-sela jendela kamar milik Yikyung. Yikyung yang masih saja tertidur pulas, tak menyadari bahwa  arah jarum jam telah menunjukkan pukul 06.00. Hingga ia mendengar suara yang begitu keras ditelinganya yang membangunkanya secara tiba-tiba.

 

Yak! Park Yi Kyung! Sampai kapan kau akan tidur?”. Yikyung malah menyeret badannya menjauh dari arah suara tersebut kemudian menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya

 

“Jika kau tidak bangun juga, akan ku buang boneka teddy bear coklat kesayanganmu itu!” Suara itu terdengar lagi dengan penekanan yang tinggi

 

Yikyung kemudian bangun seketika,

“jika appa berani membuang SJ, aku akan menjadi anak nakal yang suka membolos dan mempunyai namjachinggu seorang preman pasar!” suara Yikyung lantang walaupun serak, dengan mata yang masih tertutup

 

Aigoo..  Anak ini!” appa Yikyung menjitak gemas kepala anaknya

 

Appa!appo(sakit)..” Mata Yikyung sekarang terbuka, dan mengelus kepalanya yang sakit karena dijitak oleh appanya

 

“Cepatlah, kau mandi! Sekarang sudah pukul 6 lewat, dan kau tau sekarang hari apa? Sekarang hari senin. Bukankah hari ini akan ada upacara rutin? Huh?”

 

Yikyung malah kembali berbaring. kemudian dia  mencerna kembali apa yang dikatakan appanya. Secara tiba-tiba dia bangun dan langsung mengambil handuknya,

 

Disela-sela dia berlari ke kamar mandi yang berada di sebelah kamarnya dia mengucapkan sesuatu, “Kenapa appa tidak membangunkan aku dari tadi, huh?”

 

Yak! Appa dari tadi sudah berteriak membangunkanmu, sampai-sampai suara appa hampir habis. Tapi, kau tak bangun-bangun juga” celoteh tuan park yang telah keluar dari kamar Yikyung kemudian kembali ke meja makan.

 

 

Yikyung POV

 

Beginilah keseharianku ketika pagi menjelang, aku selalu beradu argumen dengan… ‘Tunggu dulu! Bukannya biasanya shin ahjumma yang membangunkanku? Tapi, kenapa kali ini appa yang membangunkanku? Ah, biar nanti saja aku menanyakannya kepada appa‘ batinku

 

Kulanjutkan aksiku menyisir rambutku di meja rias. Memilih-milih asessories yang akan aku kenakan hari ini, akhirnya aku memilih bando berwarna biru pastel dengan mainan kepala panda diatasnya.

 

Aku mengambil tas sekolahku kemudian mempercepat keluar dari kamarku dan menuruni anak tangga.

 

Dulu ketika oemmaku masih ada, kamarku berada di samping kamar oemma dan appa, tepat dibawah tangga. Setiap malam aku selalu bangun dan meminta untuk tidur bersama mereka. Setelah kepergian oemma 7 tahun yang lalu kamarku pindah ke lantai atas. aku sendiri yang meminta pindah, Karena jika aku tetap berada disana, aku selalu teringat oemmaku. Ah, sudahlah kenapa aku jadi teringat hal itu lagi.

 

“Selamat pagi, appa” aku langsung duduk di kursi samping appaku.

 

Yak! Tidakkah kau lihat sekarang jam berapa? Cepat sana berangkat! Makan roti isimu itu diperjalanan” appaku mencoba menasehatiku.

 

Appa? Kemana shin ahjumma? Bukankah biasanya dia yang membangunkanku dan juga membuatkan sarapan buatku? Kemana dia appa?” Rengekku seperti anak kecil pada appa.

 

Shin ahjumma adalah pembantu kepercayaan appaku untuk menjagaku ketika appaku sedang sibuk kerja dengan pekerjaanya. Yah, begitulah… Appaku selalu sibuk akan pekerjaanya. Menjadi seorang dokter memang sebagian besar waktu diluangkan untuk membantu orang.

 

“Emm? Oh, shin ahjumma? Dia sudah berhenti, karena suaminya akan pindah kerja ke pulau Da Wu. Kemarin malam dia baru saja memberi tahu appa. Lagipula sebentar lagi akan ada yang mengurus kita, jadi kita tidak perlu pembantu lagi” ucap appaku setelah menyeruput kopinya.

 

“Apa maksud appa?” Tanyaku penasaran dengan muka setengah bingung.

 

“Nanti malam appa beri tahu. Jangan pulang telat ne uri Yikyung! Akan ada orang spesial yang ingin bertemu denganmu” jelas appaku singkat dan dengan santai membuka koran hariannya untuk dibaca

 

Mwo? Apa maksud appa sebenarnya? Aku tak mengerti! Ahiya, Apakah appa tidak masuk kerja? Bukankah pasienmu menunggumu?” Kataku sembari berfikir keras apa maksud appa, dan siapa yang ingin bertemu denganku. Apakah aku akan dijodohkan? Ahh, mana mungkin appa setega itu padaku. Kubuang jauh-jauh pikiran negatif yang ada dikepalaku.

 

“Lihat saja nanti malam, kau pasti akan mengetahuinya anakku. Dan juga, appa mengambil cuti selama 3 minggu mulai dari sekarang” jelas appa tanpa muka bersalah.

 

Aku memakan rotiku, lalu dengan mulut dipenuhi roti. Aku melotot melihat jam tangan ku,

 

“Wahh, gawat! Bisa benar-benar telat ini” kataku sembari menepuk kepalaku

 

“Baiklah appa, kita bicarakan saja nanti malam. Bye bye appa! Saranghae..”Aku beranjak dari tempatku, kemudian mencium kedua pipi appa. sambil berlarian kecil aku langsung pergi ke arah pintu rumahku,

 

Masih bisa kudengar appa berceloteh, “Yak Yikyung-ah, jangan pulang terlambat! Aku akan benar-benar membuang boneka teddy bear kesayanganmu itu jika kau telat.”

 

Aku berhenti di ambang pintu. Dengan tangan membuka setengah pintu rumahku “Oke boss! Tapi, jika appa berani menyentuh sehelai saja bulu SJ. Aku akan mogok makan!” Ancamku pada appa.

 

Tak menunggu jawaban dari appa aku langsung keluar, dan menutup pelan pintu rumahku. Aku bisa mendengar celoteh appa yang merasa gemas padaku.

 

Sebenarnya rumahku adalah rumah yang bergaya klasik, yang lumayan besar. Mungkin karena hanya dihuni oleh 2 orang saja, mangkanya terlihat besar dan luas.

 

Aku keluar dan membuka pagar rumahku. Aku terkejut melihat sesosok namja sedang bersandar dipagar rumahku dengan earphone yang menempel ditelinganya. Matanya yang tertutup sembari menggoyangkan kepala mengikuti irama musik yang ia dengar.

 

Tanpa berpikir panjang, aku langsung membuka benda yang melekat di telinganya dan berteriak, “JIN OPPA!”

 

Dia langsung membuka dan membulatkan matanya, reflek dia mengelus-elus telinganya yang diteriaki olehku. Mungkin, aku membuat gendang telinganya sakit.

 

Kau tak tau betapa tampan dan kerennya namja yang berada di depanku. Yah! Dia adalah Kim Seok Jin, teman dekatku dari aku masih kanak-kanak sekaligus juga tetanggaku. Sudah lama sekali aku menyukainya lebih tepatnya mencintainya, aku tidak ingat kapan aku mulai mencintainya. Sepertinya, ketika aku masih SMP? Atau SD? Ah, mungkin ketika aku baru lahir(nahloh-_-“)

 

Yak! Yikyung-ah, sudah jam berapa ini? Kau sudah membuatku menunggu lama, dan sekarang kau ingin membuatku tuli” jin oppa mengomel padaku, degan melipatkan tangan di dadanya

 

Mendengar omelannya saja, rasanya aku akan pingsan disini.’Bersikap biasa Yikyung’ batinku

 

“Hehe, mian! Tadi aku telat bangun” ucapku dengan senyum yang lebar dan mengeluarkan aegyoku merayu Jin oppa untuk memaafkanku.

 

“Baiklah, kau dimaafkan! Kajja, mungkin kita akan benar-benar telat karenamu” Jin oppa memanyunkan mulut mungilnya. Kemudian berjalan mendahuluiku

 

Yak! Oppa! Sepertinya kau tidak ikhlas memaafkanku.” Rajukku padanya, kemudian mengejarnya supaya berjalan sejajar dengannya.

 

Mulutkukumanyunkan, kemudiandisepanjangjalanmenujuhalteakumendiamkannya.

 

Untung saja bis langsung datang, jadi kami tidak perlu menunggu lama lagi. Lalu, aku duduk di tempat yang biasa kami tempati. Tanpa berkata apa-apa aku langsung memalingkan wajah ke jendela. Sebenarnya, aku tidak marah. Tetapi, aku hanya ingin mengerjai Jin oppa saja.

 

“Aku tidak benar-benar marah Yikyung-ah, aku hanya bercanda. Jadi, jangan diamkan aku seperti ini eoh! Dan juga, kenapa kau harus marah? Seharusnya aku yang marah” rayunya sambil metoel-toel(bahasa apa ini?*abaikan) lenganku dengan lengannya.

 

Aku menghadap Jin oppa, dengan senyum evil yang aku punya untuk meledeknya.

 

“Akujugatidakbenar-benar marah, aku hanya bercanda. aku bermaksud ingin mengerjaimu saja! Hahah” kataku dengan suara pelan, setelah itu aku tertawa dengan nada yang cukup keras.

 

Yak! Park Yi Kyung, neo..”Oppahanyamenjitakgemaskepalakusaja.

 

Oppa terkekeh sedangkan aku memanyunkan mulutku dan mengelus kepalaku. Kemudian dia memandang tanpa ekspresi yang jelas kearahku, Jin oppa terus saja melihat lekat-lekat kearahku tak tahu apa yang Jin oppa lihat terhadapku.

DEG… DIG… DUG… DEG… DIG… DUG…

jantungku langsung saja bedegub dengan cepat, ‘apa yang kau lihat oppa? Kumohon oppa jangan membuat aku terkena serangan jantung diumurku yang masih muda. Aku masih ingin hidup!’ batinku

 

Jin oppa mulai mendekatkan wajahnya kepadaku, ‘oppa? Apa yang akan kau lakukan?’ batinku.

 

Semakin dekat…

Semakin dekat…

Semakin dekat…

 

Reflek aku mundur hingga mepet ke kaca. Reflek juga aku memejamkan mata, aku benar-benar bingung sekarang.

 

Aku merasakan ada tangan yang mengambil bandoku dengan paksa, aku pun tersentak kaget dan membuka mataku. Kudapati Jin oppa sedang memegang bandoku dan membolak-balik bando tersebut.

 

“yak! Apa yang oppa lakukan?” kataku kesal dengan nada yang agak keras

 

“Mengapa kau memakai bando banci seperti ini? Kau terlihat jelek memakai ini. Lebih baik lepaskan” jelas Jin oppa

 

“bando banci oppa bilang? Tidakkah bando ini lucu jika aku pakai?” balasku kepada oppa sembari merebut bando itu dan memakainya lagi.

 

“sudah kubilang ini jelek jika kau pakai, aku tidak suka kau memakainya. Lebih baik kau ikat saja rambutmu itu”  Jin oppa mengambil paksa lagi bandoku. Aku hanya terdiam tanpa tindakan apapun.

 

“Yak! Oppa!” teriakku kesal padanya, aku mengambil paksa bandoku dan memakaikan bando itu kekepala Jin oppa. Kau tau wajah Jin oppa lucu sekali dengan bando itu. Aku tertawa keras sekali melihat wajahnya itu

 

“hahahah… oppa kau benar, aku tidak cocok memakai itu karna oppalah yang lebih cocok memakainya” aku semakin tertawa keras sembari memegangi perutku yang memang sakit karna tertawa keras.

 

“Yak! apa yang kau… tsk” jin oppa mengambil bando itu dikepalanya dan menaruh bando tersebut ditasku.

“oppa, kenapa kau lepaskan bando itu? Itu sangat lucu jika kau pakai.” Ucapku dengan tawa yang aku tahan.

 

“Yak! Park Yi Kyung, Neo jongmal.. tshh” Jin oppa menjitak kepalaku(lagi).

 

Kemudian kita berdua tertawa bersama dan bercanda bersama di dalam perjalan kesekolah dibis.

 

Author POV

 

Kyunghee High School sudah berada didepan mata Yikyung dan Seokjin.

 

Yikyung turun dari bis kemudian disusul oleh Seokjin.

 

Kyunghee High School bisa dikategorikan salah satu sekolah terbaik dikorea. Gedungnya yang besar, lapangan yang luas, taman yang indah dan banyak pepohonan. Guru-guru yang mengajar juga sangat bermutu begitupun dengan muridnya, hanya orang yang pintar, kaya atau mempunyai keahlian khususlah yang hanya bisa bersekolah disini. Bersekolah di Kyunghee High School adalah idaman bagi setiap murid di seluruh korea.

 

Yikyung berjalan berdampingan dengan Seokjin. Jika orang melihatnya, pasti mereka mengira Yikyung dan Seokjin adalah sepasang kekasih yang serasi.

 

Bagaimana tidak? Yikyung adalah yeoja yang cantik, ceria, baik hati dan mudah bergaul dengan semua orang tanpa memandang status orang tersebut. Walupun dia agak sedikit tomboy, dia dapat dikategorikan yeoja yang cantik di sekolahnya. Tanpa polesan make up pun dia terlihat manis dan cantik, dan juga Yikyung jarang bahkan tidak pernah memakai make up yang berlebihan, kecuali ketika ada acara yang khusus. Bibirnya yang tipis dengan lesung pipi di wajahnya ketika dia tersenyum, membuatnya tambah manis. Kepribadiannya yang baik juga membuat semua orang menyukainya. Hanya saja dia memiliki kelemahan yaitu dalam pelajaran matematika, baginya matematika hanya sekumpulan angka-angka bodoh yang harus ia pelajari. Ia sudah begitu muak dengan pelajaran yang satu itu. Tapi bukan berarti Yikyung tidak memiliki keahlian, Yikyung adalah atlit taekwondo di sekolahnya. Bahkan, dia hampir dikirim ke luar negeri untuk mewakili negaranya. Tetapi Yikyung menolaknya, karena dia tidak ingin terlalu jauh dengan Seokjin seharipun.

 

Sedangkan Seokjin adalah namja populer disekolahnya, tidak hanya tampan dia juga menguasai semua mata pelajaran terutama matematika. Begitu berbanding terbalik dengan sifat Yikyung. Seokjin yang cuek, bahkanbegitucueksampai-sampaidiasusahsekalimemilikitemankarenakecuekannya, diahanyadekatdengan beberapa orang saja. SebenarnyaSeokjintidakterlalucuek, Hanya saja, dia muak dengan yeoja-yeoja yang terus mengejar-ngejarnya. Jika dia bersikap baik kepada yeoja-yeoja tersebut bisa-bisa mereka mengatakan Seokjin memberi mereka harapan palsu. Seokjin juga sering mengikuti olimpiade-olimpiade matematika dan di semua olimpiade sebagian besar dia yang memenangkanya.

 

“Yikyung! Park Yi Kyung!” Teriak seseorang dari belakang yikyung.

 

Yikyung langsung berhenti dan membalikkan badannya untuk melihat siapa yang memanggilnya. Jin hanya menghentikan langkahnya tanpa menoleh kebelakang melihat siapa yang memanggil Yikyung. ‘Dengan menutup matapun kucing tau siapa pemilik suara berat yang selalu menyapa Yikyung itu’ ucap Seokjin di dalam hati.

 

“Ahh? Taehyung-ah, ada apa?” Tanya Yikyung dengan wajah polosnya kepada Taehyung. Yah.. Orang yang memanggil Yikyung tadi adalah Kim Tae Hyung, orang yang telah menyukai Yikyung sejak SMP.

 

“aku duluan! Sepertinya alien itu masih saja berusaha” Tanpa berpikir panjang Seokjin langsung pergi meninggalkan Yikyung dan Taehyung.

 

Mendengar itu Yikyung hanya terkekeh sambil menganggukkan kepalanya kemudian melambaikan tangan kepada Seokjin.

 

“Ckckckck, Mengapa Seokjin sunbae  selalu menempel kepadamu? Huh?” Tanya Taehyung kepada Yikyung dengan nafas terengah-engah karena tadi dia berlari untuk mengejar Yikyung.

 

“Bukannya kau yang selalu menempel padaku Taehyung-ah?” Tanya Yikyung balik dengan senyum evilnya. Dia hanya berniat untuk menggoda Taehyung saja.

 

Bisa dilihat dengan jelas Taehyung hanya diam dalam bingung. Sudah berapa kali Taehyung menyatakan cintanya kepada Yikyung dari masa SMP sampai sekarang. Tapi, Yikyung hanya menganggap Taehyung sahabatnya saja.

 

“Aku hanya bercanda” jelas Yikyung dengan sedikit tertawa kemudian berjalan menuju kelasnya.

 

Taehyung yang masih terdiam ditempat, langsung tersadar kemudian dia mengejar Yikyung yang berada didepannya dengan berlarian kecil kemudian berhenti tepat disamping yeoja manis itu.

 

Taehyung adalah namja tampan, yang menjadi teman sekelas Yikyung, dia juga aneh seperti alien, semua orang tahu tentang hal itu. Hal bahwa Taehyung menyukai Yikyungpun semua orang tahu, karena Taehyung mendekati Yikyung secara terang-terangan. Sebenarnya banyak sekali yeoja yang ingin menjadi yeojachinggunya Taehyung. Tetapi, hanya Yikyung yang hanya ada dalam hatinya.

 

Teettt… Teettt… (Bel sekolah)

 

Semua siswa berhamburan pergi ke lapangan. Yah, mereka akan melakukan upacara rutin yang sekolah adakan.

 

~Skip Upacara~

 

Yikyung POV

 

Upacara rutin memang menyebalkan, apalagi jika cuaca tidak mendukung seperti tadi. Panasnya membuat keringatku yang segede jagung bercucuran. Badan dan kakiku juga terasa pegal-pegal, lelah sekali rasanya seluruh badan ini. Untung saja rambutku kuikat sesuai dengan apa yang Jin oppa usulkan sehingga badanku tidak terlalu kepanasan.

 

Aku tetap mengoceh sendiri sambil berjalan di koridor sekolah menuju kelasku. Aku melihat kelas yang tak asing bagiku. Kelas 3-1, ya itu adalah kelas Jin oppa. Kelas unggulan dimana habitat para murid cerdas juga pintar bersemayam.

 

Kulangkahkan kakiku menuju ambang pintu, dan berhenti sejenak disana, mencari-cari seseorang yang ingin aku temui. Tepat dipojok kanan belakang mataku berhenti mencari. Lagi-lagi dia sedang menempelkan earphone di telinganya, sambil memenjamkan mata indahnya.

 

Aku melangkahkan kakiku perlahan, kuusahakan tidak ada suara yang membuat Jin oppa menyadari keberadaanku. Aku langsung duduk disampingnya, tetap dengan gerak perlahan.

 

Kupandangi setiap inci dari wajahnya, begitu sempurnanya makhluk ciptaan Tuhan yang ada didepanku ini. Matanya adalah keindahan, hidungnya kecil nan mancung, rambutnya yang berwarna hitam, dan bibir mungilnya yang menggoda. Semua yang ada pada Jin oppa aku menyukainya. Aku tetap memandangi Jin oppa dengan tatapan kagum, tersenyum itulah yang aku lakukan saat ini.

 

“Aku tau kalau wajahku sangatlah tampan. Jadi Jangan kau pandangi terus wajahku,  Bisa-bisa wajah tampanku ini luntur cuma gara-gara kau pandangi terus menerus” lamunanku dibuyarkan oleh ocehan Jin oppa dengan mata masih tertutup.

 

Yak! Sejak kapan oppa tau aku ada disini?” rajukku malu, aku langsung memalingkan wajahku menahan malu. Mungkin pipiku sekarang sudah seperti udang rebus.

 

Oppa langsung membuka matanya dan menghadap kearahku, “sejak kau berdiri di ambang pintu, aku sudah sangat hafal dengan aroma tubuhmu itu”

 

Yak! Oppa! Kau menyebalkan” kataku memanyunkan bibir mungilku

 

“Hehe.. Sedang apa kau disini? Bukankah seharusnya kau dikelas, menerima pelajaran?” Tanya Jin oppa santai.

 

“Tadi, setelah upacara aku pergi ke toilet. Dan terdampar dikelasmu ini” jawabku sembari tersenyum lebar menatap  Jin oppa.

 

“Cepatlah kau kembali ke kelasmu, jangan kau salahkan aku jika kau dihukum karena telat masuk kelas” tegas Jin oppa. Dia langsung melakukan kebiasaannya yaitu mengacak-ngacak rambutku, membuat rambutku berantakan.

 

“Baiklahtuan Kim, akuakansegerapergidarihabitatmu ini.Tsk…” Rajukkudanlangsung beranjak dari kursi yang tadi aku duduki.

 

Aku bisa mendengar dia tertawa, walaupun tak begitu keras.

 

Seokjin POV

 

“Baiklahtuan Kim, akuakansegerapergidarihabitamu.Tsk…” Rajuknya, kemudianberanjak pergi. Akupun tertawa melihat tingkah gemasnya itu.

 

Semuatingkahnyamemangmembuatkutersenyumbahkantertawa, menghilangkansemuapenatmenghadapihari-hariku.

 

Kami sudah berteman sejak kami kecil. Tentu saja dia sudah kuanggap sebagai yodongsaeng(adik perempuan)ku sendiri. Dongsaeng kecil yang menggemaskan.

 

“Jin-ah, sedang apa  yeojachinggumu itu kemari? Waah, kenapa Yikyung tambah cantik dengan rambutnya yang dia ikat seperti itu?”Tanya seseorang yang berdirididepanmejaku.

 

Yak! Yonggi-ah! Sudah berapa kali kubilang dia itu bukan yeojachingguku. dia itu teman dekatku yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Awas saja kalau kau menggoda dia, kubogem mata sipitmu itu” kataku dengan mengepal tangan dan menunjukkannya kepada Yonggi.

 

“Aku hanya bercanda, Jangan kau anggap serius” jelasnya dengan terkekeh.

 

“Aahh, sudahlah. Kau benar-benar menyebalkan Yonggi-ah” kataku dengan memalingkan wajahku, dan membuka buku-buku yang ada didepanku.

 

Tiba-tiba seorang guru datang, dan langsung membuka pelajaran yang akan berlangsung sampai 2 jam nanti.

 

Yikyung POV

 

Teettt…. Teettt…. (Bel pulang sekolah)

 

Akhirnya bel yang sedari tadi aku nantikan berbunyi juga. Aku sudah lelah dengan pelajaran hari ini.

 

Kuberesekan buku-bukuku yang bertebaran di mejaku dan kumasukkan ke tasku.

 

“Yikyung-ah kita ke cafe dekat rumahku yuk! Sepertinya, disana akan membagikan cupcake gratis. Bagaimana?” Tanya Choi Sera antusias, Sera adalah sahabat karibku yang juga teman sebangkuku.

 

Mwo? Assha!” Responku gembira mendengarnya, kemudian aku teringat kata appaku

 

“Ahiya! Mianhe Sera-ah, hari ini aku ada acara. Tidak apa-apakan?” Kataku menyesal,

 

sebenarnya aku ingin sekali ke cafe itu. Tapi, aku sudah janji kepada appa untuk tidak pulang terlambat. Jika aku melanggarnya bisa-bisa SJ, boneka teddy bear coklat kesayanganku dimutilasi oleh appaku. Membayangkannya saja, membuat aku merinding.

 

Aku memang sayang sekali kepada SJ. Boneka teddy bear berwarna coklat itu adalah hadiah boneka pertama yang diberikan oleh Jin oppa. Kira-kira itu setahun yang lalu saat hari ulang tahunku, Jin oppa memberikannya padaku. Biasanya Jin oppa hanya memberiku gelang manik atau gelang tali. Tahun kemaren dia memberi boneka. SJ juga kepanjangan dari Seokjin. Semua yang Jin oppa berikan padaku selalu aku simpan didalam sebuah kotak yang aku simpan dibawah tempat tidurku.

 

“Ahh, gwaenchana! Aku akan mengajak Taehyung dan yang lain saja.” Kata Sera.

 

Mendengar namanya disebut, Taehyung langsung menghampiri bangku kami dan duduk di depan bangku kami.

 

“Apa kalian membicarakanku yang tampan ini? Ada apa? Ada apa?” Ucap Taehyung menyombongkan diri, sembari mengibas-ngibaskan rambut blonde-nya itu.

 

“Yak! Aku hanya ingin mengajakmu pergi ke cafe dekat rumahku. Siapa juga yang ingin membicarakan alien aneh seperti kau.” Aku hanya terkekeh mendengar Sera berkata begitu.

 

“Apakah Yikyung akan ikut juga? Jika Yikyung ikut, maka aku akan ikut juga” tanya Taehyung antusias, dengan langsung menatapku.

 

Ani.. Aku tidak ikut. Aku ada acara dengan appaku” jawabku dengan menenteng tas sekolahku, bersiap untuk segera beranjak dari kursiku.

 

“Apa aku boleh ikut ke acaramu dengan appamu?” Tanya Taehyung lagi. kali ini dia berdiri dan mengeluarkan aegyo-nya, yang membuatku gemas.

 

Yak! Apakah kau bodoh? Acara itu tentu saja acara keluarga. Sampai kapan kau akan menjadi buntut Yikyung eoh?” Ucap Sera. Sera berdiri kemudian menjitak gemas kepala Taehyung.

 

Ya, Ya, Ya. Sudahlah jangan bertengkar lagi. Mianhe Sera-ah, Taehyung-ah aku benar-benar tidak bisa ikut kalian hari ini. Mungkin lain kali.” Jelas ku kepada mereka,

 

jika tidak segera aku lerai mereka, mereka pasti akan terus bertengkar seperti itu. Aku hanya bisa terkekeh melihat tingkah 2 sahabatku ini. Akupun beranjak dari kursiku,

 

“Kau pulang dengan siapa?” Tanya Taehyung lagi. Hari ini dia jadi banyak tanya, aku jadi lelah menjawab semua pertanyaannya.

 

“Seperti biasa, aku akan pulang dengan Jin oppa! Wae?” Aku bertanya kembali kepada Taehyung. Taehyung langsung menghalangi jalanku. Aku sudah bisa menebaknya dari awal dia akan berbuat seperti ini.

 

“Kau tidak bisa pulang dengannya! Seharusnya kau pulang denganku” jelas Taehyung, dengan muka polosnya dia menatapku.

 

Yak! Kajja, kau pulang denganku saja. Biarkan saja Yikyung pulang dengan Jin sunbae. Jangan ganggu Yikyung lagi,” Sera langsung menarik kerah Taehyung dan menyeretnya keluar kelas.

 

Annyeong Yikyung-ah, sampai jumpa besok. Telfon aku jika ada sesuatu” kata sera, sembari melambaikan tangannya padaku dan mengedipkan matanya. Akupun tau maksudnya, Sera membiarkan aku berdua’an saja dengan Jin oppa. Tangannya masih memegang kerah Taehyung. Akupun hanya membalas lambaian tangannya.

 

“Jangan lupa hubungi aku juga, Yikyung-ah” sambung Taehyung, sembari melambaikan tangannya juga. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil terkekeh melihat tingkah mereka yang menggemaskan.

 

Setelah mereka tak terlihat, akupun langsung keluar kelas juga. Aku berjalan disepanjang koridor, banyak murid yang melintas untuk segera pulang. Waktu pulang, memang hal yang ditunggu bagi setiap murid.

 

Digerbang sekolah aku bisa melihat Jin oppa yang sedang menungguku dengan tangan yang ia masukkan kesaku celananya. Dia bersandar pada tembok pembatas gerbang.

 

Oppa! Jin oppa!” Aku berteriak seraya memanggil nama Jin oppa, dengan tangan yang melambai-lambai kearahnya. Tak lupa aku tersenyum semanis mungkin padanya.

 

Dia hanya membalas lambaian tanganku juga dengan senyumannya yang membuatku merasa nyaman hanya dengan melihatnya saja.

 

Aku langsung berlarian kecil kearahnya, “kajja, kita pulang” dia hanya membalas dengan anggukan, dan mulai berjalan kearah halte.

 

Setiap hari aku memang berangkat dan pulang sekolah bersama dengan Jin oppa. Semua kebiasaan ini sudah berlangsung sejak kami masih TK. Tapi, ketika TK kami didampingi oleh oemma kami masing-masing. Ketikabermainpunakuhanyabermaindengan Jin oppa, dantakkusangkaakuakanmulaimenyukainya.

 

Saat aku duduk di bis, ditempat biasa kami tempati. Aku memainkan handphoneku dan menggunakan headset, mendengarkan lagu-lagu BTS dan EXO kesukaanku.

 

“Yikyung-ah, oemmaku mengajakmu untuk datang kerumahku nanti malam. Katanya dia akan memasak bola-bola udang dan daging kesukaanmu” kata Jin oppa sembari tangannya menarik salah satu headsetku,

 

“Benarkah? Aku ingin sekali datang oppa, tapi hari ini aku ada acara dengan appa. Katanya dia ingin aku bertemu dengan seseorang” jelasku menyesal. Aku ingin sekali datang kerumahnya, tapi aku sudah berjanji kepada appaku.

 

“Kau ingin menemui siapa eoh?” Tanya Jin oppa, dengan muka penasarannya yang membuatku gemas. Aigoo.. Begitu tampannya namja yang ada di depanku ini.

 

MollaAppahanyabilang ‘Lihatsajanantimalam, kaupastiakanmengetahuinyaanakku’ begitu” jawabkudenganmenirukangayaappakuberbicara.

 

Aigoo.. Kyeopta” kata Jin oppa sembari mencubit kedua pipiku, aku hanya kaget. Mwo? Apa yang dia lakukan? semoga saja suara detak jantungku yang bergemuruh tidak terdengar olehnya. Mungkin saja pipiku sudah menjadi udang rebus, ani! Mungkin seperti lobster rebus.

 

Langsung kusingkirkan tangannya dan memalingkan mukaku ke jendela. Aku takut dia melihat muka memerahku.

 

Wae?” Tanyanya bingung dengan sikapku.

 

Aku yang bingung harus menjawab apa, hanya bisa berkata “a-a-aniyo, aku hanya ingin melihat keluar jendela saja” jelasku terbata-bata.

 

Kulihat cerminan oppa dijendela, ia hanya menggeleng-gelengkan kepala heran melihat tingkahku gemas.

 

Jantungku sudah mulai tenang sekarang. Mendadakakumengantuksekali, haltedekatrumahkujugamasihjauh. Lebih baik aku tidur saja, lagipula ketika sudah sampai oppa akan membangunkanku.

 

Seokjin POV

 

Aku sibuk dengan pikiranku sendiri didalam bus. Tiba-tiba pundakku terasa berat, aku menengok ke arah pundakku. Ternyata kepala Yikyung yang tengah tertidur pulas jatuh ke pundakku. Kuperbaiki kepalanya yang menempel di pundakku agar tidak terjatuh.

 

Aku tersenyum melihat yeoja manis ini, tingkahnya begitu menggemaskan. Aku ingin sekali memiliki adik seperti dia, menggemaskan sekali tingkahnya. Disepanjang perjalanan aku hanya tersenyum sendiri mengingat-ngingat kebersamaanku dengannya. Jika saja dia tidak ada, mungkin kehidupanku tidak akan berwarna seperti ini.

 

Author POV

 

Seokjin melihat keluar jendela, dia sadar bahwa halte yang ia tuju sudah hampir sampai. Segera dia membangunkan Yikyung yang tertidur pulas di pundaknya.

 

“Yikyung-ah, Park Yi Kyung! Ireona, kita sudah hampir sampai” kata Seokjin dengan suaranya yang ia buat pelan. Dia tidak ingin mengagetkan Yikyung,

 

“Emmm… Hoam, kita sudah sampai?” Ucap Yikyung. Dia sudah bangun dan mengucek-ngucek matanya. Mulutnya pun masih menguap.

 

Kajja, kita turun” ajak Seokjin kepada Yikyung.

 

Yikyung hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya, dan ikut turun dibelakang Seokjin.

 

Mereka terus berbincang disepanjang gang jalan ke arah rumah mereka. Merekapun sampai disebuah rumah bergaya klasik yang tak lain dan tak bukan adalah rumah Yikyung. Disebelah rumah Yikyung yang bentuknya hampir sama dengan bentuk rumah Yikyung adalah rumah Kim Seok Jin.

 

Oppa! Annyeong,” kata Yikyung dengan tangan yang melambai kemudian membuka pagar rumahnya.

 

Nde, Annyeong” Seokjin hanya membalas dengan senyuman. Setelah Yikyung benar-benar masuk kedalam rumahnya. Barulah Seokjin berjalan menuju ke rumahnya. Dia hanya ingin Yikyung pulang dengan selamat sampai dirumahnya.

 

Seokjin POV

“aku pulang..”

Ketikasampairumah, aku langsung masuk dan menuju kulkas untuk mengambil air putih. Aku sangat kehausan, karena cuaca hari ini benar-benar panas membuatku kegerahan. Aku bisa melihat oemmaku yang sedang membersihkan dapur.

 

“Apakah kau sudah mengajak Yikyung datang kemari?” Tanya oemmaku tanpa melihat kearahku dan hanya sibuk dengan urusannya.

 

Eoh! Tapi, dia tidak bisa. Katanya dia ada acara dengan appanya” aku langsung naik ke lantai atas menuju kamarku.

 

“Acara apa? Apakah kau tau?”Tanya oemma kembali yang kali ini dengan suara lebih keras agar terdengar olehku yang sedang berjalan ditangga.

 

“Aku tidak tau oemmaku sayang” aku kembali menaiki tangga dan masuk kedalam kamarku.

 

Kurebahkan badanku di kasurku, rasanya aku ingin tidur sebentar.

 

Yikyung POV

 

Aku berjalan melewati pekaranganku. Aku berfikir untuk langsung masuk saja, toh appaku sedang tidak kerja kan!

“aku pulang…”

Akuberjalanterusmelewati ambang pintu. Tujuan utamaku adalah kulkas. Aku kehausan, cuaca hari ini memang panas sekali.

 

Ketika aku meneguk air putihku, aku jadi ingat kepada Jin oppa. Sekarang dia sedang melakukan apa ya? Apa dia sedang tidur? Atau belajar? Atau mungkin bermain PS? Ahh, seandainya saja aku tidak ada janji dengan appa. Hari ini, aku pasti akan makan malam dengan keluarga Kim.

 

Akupun membuang jauh semua pikiranku tentang Jin oppa. Dan teringat appaku.

 

Appa? Appa? Appa?“Aku memanggil-manggil appa. Dan berjalan menuju langsung ke kamarnya.

 

Tak ada jawaban, aku langsung membuka kamar appaku. Disana aku melihat appa yang tengah memakai setelan jas berwarna hitam, pas sekali digunakan oleh appa. Appaku jadi terlihat lebih muda dan tampan.

 

“Waahh, hari ini pangeranku tampan sekali. Appa? Kau sangat tampan.” Kataku mantap sembari menunjukkan jempolku.

 

“Antara appa dan Seokjin, siapa yang paling tampan?” Tanya appa dengan senyum evil.

 

Aku langsung menjawab ngeloyor, “tentu saja Jin oppa lebih tampan. Bwekk :p” ucapku terkekeh.

 

Yak! Sudah, jangan bercanda lagi. Cepatlah kau siap-siap dan memakai pakaian yang cantik dan sopan. Usahakan juga kau berdandan yang cantik ya sayang” kata appa dengan berjalan ke arahku dan mengelus lembut rambutku.

 

“Oke boss” aku langsung menuju kamarku dan bersiap-siap

 

~~~~~~~~~~

 

Kami sudah sampai disuatu tempat yang lumayan mewah, sepertinya ini restaurant jepang. Aku berjalan memasuki tempat itu tepat dibelakang appaku.

 

Appaku langsung menyebutkan namanya kepada pelayan. Mungkin sebelumnya appa sudah memesan tempat disini.

 

“Tuan park? Silahkan….. Nyonya Song sudah menunggu” kata pelayan itu sambil mengantar kami ke bilik pesanan appaku

 

Appa? Siapa nyonya Song itu?” Tanyaku penasaran kepada appaku yang membuntut dibelakannya.

 

“Sudah, jangan banyak tanya! Nanti kau pasti akan tau” jawab appa santai,

 

Aku hanya bingung bertanya-tanya siapa nyonya Song itu? Lebih baik aku simpan saja semua pertanyaanku. Toh, nanti appa akan menjelaskanku didalam.

 

Appa dan aku langsung masuk ke bilik restaurant, disana terlihat wanita yang mungkin seumuran atau lebih muda dari appaku memakai pakaian formal. Disamping wanita setengah baya itu duduk yeoja yang seumuran denganku yang juga memakai dress formal.

 

Kami langsung duduk berhadapan dengan mereka,

 

Aku sempat berfikir untuk apa aku harus bertemu dengan mereka? Apa hubungan mereka dengan kami? Banyak pertanyaan yang berterbaran dikepalaku. Aku hanya bisa  menghela nafas, karna rasa penasarannku yang sudah memuncak.

 

“Apakah kau yang bernama Park Yi Kyung? Waah, ternyata kau lebih cantik dibanding difotomu.” Puja wanita setengah baya itu kepadaku.

 

Aku heran, fotoku? Dimana dia melihat fotoku. Dan tunggu, kenapa dia tau namaku? Ahhh, ini membuatku pusing.

 

Aku hanya mengangguk dan tersenyum semanis mungkin. Agar terlihat sopan, “ne..” Ucapku singkat.

 

“Kau belum tau siapa aku kan? Perkenalkan namaku Song Gun Nyeong. Dan ini anakku” kata wanita setengah baya itu sembari menunjuk kepada anaknya

 

“Perkenalkan dirimu, nak” sambung wanita setengah baya itu,

 

Annyeonghaseoyo namaku In Ju”

 

“Song In Ju”

 

TBC~

 

Thank’s yang udah mau baca ini Fanfic.

Makasih juga yang udah komen ini Fanfic.

Maafkalauceritanyajelekataukaliannyagaksuka,

Sayadoain yang komentar ini FF dapet peluk dan cium dari bias kalian masing-masing. Haha:D

Terusinbacaini FF sampaiakhiryachinggu^^

About fanfictionside

just me

15 thoughts on “FF/ MY LOVE STORY/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. Nah loh… jadi itu yang chap 1 nya hoho… jin jahat masa cuma nganggep adik atau emang belum tau perasaan aslinya? Ditunggu kelanjutannya hehe

  2. whoaaa…..tetanggaan ama seokjin *mupeng*. btw tuh seokjin juga suka yikyung apa cuma anggep adik? kl sy sih biar cuma dianggep adik udah seneng bgt asalkan selalu bisa deket ama seokjin😀 *jd pengen pny oppa kyk seokjin deh* TOT TOT

    Inju? feeling doang nih…kayaknya calon saudara tirinya yikyung tuh *sok tau* lanjut lagi ya thor *GPL*

  3. Wahhhh,,, seru nih jadi ingat cerita cinderella aja, wah pengen bngt,jadi Yikyung ad Jin oppa selalu disampingnya, bakalan seru deh thorr okey,pasti bakalan baca sampai end,menurut aku sih itu kenapa ya,, spasinya bisa ad yg ilang, mepet gitu kalimatnya, next chapter ‘fighting’🙂

  4. Sepertinya nyonya song calon eommanya yikyung ya thor? Semoga aja kalau iya nyonya song jadi ibu tiri yang baik.
    Dan terus kaya’nya aku bisa nebak alur ceritanya dah thor, walaupun sedikit gak yakin. Hehe

  5. Keren thor suka bgt jalan cerita nya aaaa seokjin bikin nuna tambah jatuh cinta aja dah sama km
    Di tunggu thor nex capter nya
    Hwaiiiitiiiing thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s