FF/ DARKSIDE/ BTS-bangtan/ pt. 10


Title : Darkside (Chapter 10)

Sub-chapter title :  Headache

Author : A-Mysty

Cast :   Ahn Hye Min (OC)

            Ryu Eun Soo

            Cha In Hyong

            Park Ji Min

Kim Tae Hyung

 Kim Nam Joon

Min Yoon Gi

The Other also coming soon…

Support Cast : Ahn Yoo Min (OC)

Length : Chapter

Genre : Adventure, Love-life, School life, Mystery, Horror, Thriller, Fantasy.

 

 

 

37-hidden-moon-wallpaper-cool

 

 

 

Review:

Kedua mata Hye Min terbelalak lebar. Ia menyeret tubuhnya sedikit menjauhi tempat Yoongi berdiri. Kepalanya semakin lama semakin berat, bagaikan ingin meledak. Tatapan laki-laki itu juga begitu menusuk. “Tidak… Aku mohon hentikan…” ujar Hye Min tiba-tiba.

///

Yoongi menatap Hye Min yang memegangi kepalanya itu. Tatapannya terlihat puas melihat gadis itu kesakitan. Tangannya terulur untuk menyentuh pergelangan tangan Hye Min. Apa yang ia rencanakan, kini sudah hampir berhasil. Hye Min sudah hampir mencapai mental-breakdownnya.

Taehyung yang baru saja kembali dari tempat favoritnya, memergoki Yoongi dan Hye Min. Ia langsung berlari menghampiri mereka. Ia juga menepis tangan Yoongi keras-keras, dan menghalanginya. Hye Min menatap Taehyung yang menghalanginya itu.

“Kau apakan dia?” tanya Taehyung dingin.

Yoongi tersenyum, serta mendengus sekaligus, “Aku tidak apa-apakan dirinya. Dia saja yang langsung memkik sakit kepala. Kau tahu, aku aku itu berniat untuk menolongnya.”

“Bohong!” teriak Hye Min, ia masih memegangi kepalanya itu.

Taehyung menatap Hye Min sekilas. Sejak tadi bertemu dengan Yoongi, Taehyung memang sudah merasa ada yang aneh. Ia masih mengingat jelas apa yang dikatakan oleh Dokter Jung saat itu. Orang yang baru muncul, mungkin saja dia adalah pelakunya. Atau bisa dibilang, dia adalah dewa kematiannya.

Yoongi mendelik ke arah Hye Min dengan tatapan cukup tajam. Kemudian ia mengembuskan napasnya, “Sudahlah, kalau kau tidak percaya. Kau lindungi saja nona itu. Lindungi dia semampumu.”

Taehyung sedikit tertegun dengan ucapan Yoongi itu. Setelah mengatakan hal itu, Yoongi berjalan dengan kedua tangan dibelakang tengkuk kepala-lehernya. Laki-laki tersebut berjalan dengan seringaian. Taehyung mengepalkan tangannya erat menatap punggung laki-laki itu sebelum hilang sepenuhnya.

“Akh!” pekik Hye Min memegangi kepalanya. Denyutan sakit kepala masih memeluknya.

Tersadar dari pikirannya sendiri, Taehyung langsung membantu Hye Min berdiri. “Kau tak apa?” tanyanya pelan. Ia mencengkram lengan kanan Hye Min perlahan.

“Tak apa. Aku hanya sakit kepala biasa.” jawab Hye Min. Ia melepaskan genggaman Taehyung dari lengannya sendiri. Lalu, kembali memijat-mijat dahinya.

“Lebih baik kau pulang saja,” ujar Taehyung, namun dijawab dengan gelengan kepala. “Daripada kau tidak bisa mengikuti pelajaran sama sekali? Sudahlah. Aku akan meminta izin dari Guru Kim, lalu akan aku antara kau pulang.”

“Tidak.” ujar Hye Min pelan. Tubuhnya merinding lemas.

“Ikuti saja apa yang aku sarankan tadi. Atau sesuatu yang buruk akan terjadi padamu.” ujar Taehyung pelan.

Hye Min hanya diam saja. Taehyung terus mendesaknya agar ia pulang dan beristirahat. Mau tak mau, ia menuruti apa kata Taehyung itu. Perlahan tapi pasti, Taehyung menuntun gadis itu agar tidak jatuh karena sempoyongan.

///

Namjoon berjalan dengan santai menuju rumahnya itu. Hutan pinus adalah jalan yang sering ia lalui. Jalanan yang terkenal dengan sepi dan misterinya itu adalah rute satu-satunya agar ia bisa sampai ke rumahnya. Ia berjalan begitu saja ketika melewati pagar-pagar lumutan dan hawa senyap itu.

“Bagaimana? Apa kau bisa melindungi mereka?” tanya seseorang secara tiba-tiba. “Aku lupa. Kau bukan melindunginya, malah membiarkannya.” sindir orang itu sekali lagi.

Namjoon menghentikan langkah kakinya dan mencari siapa pemilik suara itu. Seorang laki-laki tengah terduduk di atas pagar besi itu dengan tersenyum licik. Namjoon mendesis sinis. Sudah cukup lama ia tidak bertemu orang yang tengah menyindirnya itu. Sejak, Namjoon memilih pilihannya sendiri. Ehtah, pilihan apakah itu.

“Aku rasa, kau seperti membunuh mereka secara perlahan-lahan.” sindir orang itu lagi. Orang itu turun dari posisinya dan berdiri menatap Namjoon licik.

“Aku tidak membunuh mereka secara perlahan-lahan,” sahut Namjoon dingin. “Bukankah, aku sudah mengatakannya? Aku akan melindungi mereka.”

“Mana buktinya? Sudah hmm… berapa orang yang berhasil aku ambil rohnya, ya? Satu… Dua… dan tiga, termasuk guru dari sekolah itu,” Laki-laki itu berujar sambil menghitung menggunakan jari tangannya itu. Namjoon menatapnya tajam ketika laki-laki itu menghitung dengan nada yang tidak menyenangkan, “Maaf? Sepertinya akan menjadi empat.”

“Tsk. Kau bicara apa?” sahut Namjoon tak mau kalah.

“Orang selanjutnya. Orang yang akanku ambil rohnya. Bantu aku memilih… Taehyung atau Hye Min?” Orang itu semakin menatap Namjoon licik, ia senang melihat ekspresi kesal Namjoon itu. “Bagaimana kalau aku langsung membunuh sang target? Membunuh perempuan itu tidak perlu menghabiskan tenaga. Aku heran kenapa ia yang memiliki setengah nyawa dari yeowang. Padahal, ia adalah gadis yang lemah.”

Namjoon mengepalkan tangannya erat, “Jangan berbicara macam-macam. Kalau kau bertingkah seperti itu, usahamu pasti akan gagal. Karena mereka akan mengetahui sosok yang ada dibalik wajahmu itu.”

“Beberapa dari mereka sudah tahu itu,” sela orang itu cepat, Namjoon hanya bisa membungkam mulutnya. “Aku sengaja memberitahukan identitasku ketika bertemu dengan mereka. Ternyata, gadis itu benar-benar lemah. Kalau identitasku sepertinya tidak masalah mereka ketahui. Bagaimana dengan identitasmu? Apa mereka juga tahu kalau kau… sama sepertiku?”

Namjoon masih terdiam. Ia mengeratkan kepalan tangannya. Orang itu benar-benar memancing emosinya. Memang benar apa yang dikatakan oleh orang itu. Tapi, Namjoon merasa tidak suka kalau orang itu terus membahasnya.

“Bagaimana? Kalau kau peduli, kenapa kau tidak berani memberitahukan identitasmu? Berarti… kau pengecut. Hanya sekedar identitas saja kau takut.” ujar orang itu lagi.

Bugh!

Namjoon memukul wajah orang itu hingga terpelanting ke kanan. Orang itu langsung meraba pipinya yang terasa nyeri. Deru napas kesal Namjoon mulai terdengar. Ia menatap orang yang telah meremehkannya benci. Ia terus-terus menggretakkan giginya kuat. Orang yang sedang berada di hadapannya ini benar-benar memancing emosinya muncul.

“Ya! Yoongi! Aku tidak membiarkan kau membunuh Hye Min hanya untuk mengambil setengah nyawa dari yeowang!” ujar Namjoon yang kemudian berlaki pergi. Ia kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah. Entah rumah apa yang ia maksud.

Orang yang bernama Yoongi itu mengelap darahnya. Laki-laki itu juag mendelik menatap Namjoon miring. Tiba-tiba, lensa matanya berubah menjadi mengkilat.

“Benarkah?” gumamnya licik.

///

Hari Minggu yang indah. Matahari bersinar cukup terang dan embusan angin yang menyejukkan. Hye Min terduduk di balkon kamar santai. Di sebelahnya terdapat 3 buku yang ditumpukkan secara berkala. Gadis itu mengembung-kempiskan pipinya saat menatap ketiga buku itu. Pada akhirnya, ia memilih buku yang berjudul ‘Bella’. Buku-buku itu pemberian Namjoon, kecuali buku yang berjudul ‘La’ tentunya.

Ia membuka lembaran buku tua itu perlahan. Tulisan-tulisan kuno tercetak jelas disana. Kertas-kertas yang sudah usang dan berlubang, seperti menjadikan buku itu seperti keramat. Hye Min menatap lembaran buku itu dengan saksama. Ia membuka lembaran buku itu hingga menemukan halaman bab pertama.

Dahulu kala, ada dua bocah kembar dari sebuah dinasti kuno, namun memiliki paras yang berbeda. Sang kakak yang lebih tua 8 menit dari adiknya, memiliki paras yang buruk rupa. Sedangkan adik kembarnya memiliki paras yang cantik jelita. Seorang peramal mengatakan, bahwa mereka itu hanya memiliki satu nyawa saja yang berada di dua tubuh berbeda.

Orang-orang yang bertemu dengan sang adik selalu terpukau dengan kecantikan gadis itu. Mereka memuji-muji sang adik dan membanggakannya. Hal itu membuat sang adik semakin percaya diri. Tapi, pandangan orang-orang terhadap kakaknya berbeda. Mereka membicarakan hal yang tidak-tidak terhadap gadis yang itu.

Semenjak itu, sang kakak hanya bisa hidup di kamar saja. Orangtuanya dengan sengaja mengurungnya di kamar selama bertahun-tahun. Alasannya memang sangat tidak logis, yaitu malu dengan paras dari gadis itu. Sang kakak pun berkecil hati. Setiiap hari, ia hanya bisa menghabiskan waktunya dengan menangisi paras dan hidupnya itu.

Adik kembarnya juga egois karena tidak pernah mengingat keberadaan kembarannya. Ia merasa bahwa hanya dia-lah seorang tanpa ada kata ‘kembar’. Meskipun adiknya tidak mengingat keberadaannya, awalnya sang kakak tidak membencinya. Tapi ketika adik kembarnya menginjak umur 15 tahun, ia mengingat kembali keberadaan kembarannya. Mulai saat itu, mereka berdua dekat kembali. Meskipun, sang adik harus masuk ke dalam kamar usang yang sudah menjadi tempat kembarannya di kurung.

Mereka terlihat akrab seperti kembar pada umumnya. Orangtua mereka membiarkan mereka terus bercengkrama asalakan tidak membawa sang kakak keluar kamar. Tapi ketika menginjak usia 18 tahun, sang adik tidak pernah menginjakkan kakinya di kamar kembarannya lagi. Lalu, mereka bertemu kembali. Di saat itu juga, sang adik mengatakan sesuatu yang membuat hati sang kakak tersayat. Sang adik dengan egoisnya mengatakan bahwa dia terlahir seorang diri, tanpa kakak kembar.

Sang kakak menahan tangisnya. Ia tidak percaya adiknya akan mengatakan hal itu tanpa alasan yang pasti. Adiknya juga mengatakan bahwa sang kakak bukanlah kembarannya. Sang adik sedikit menaikkan egoisnya, dan mengatakan bahwa dia tidak memiliki kakak kembar dengan wajah yang jelek seperti itu. Hati sang kakak semakin tersayat. Sebisa mungkin ia menahan rasa kesalnya pada sang adik yang sangat egois itu, hingga rasa kesal itu tertimbun dilubuk batinnya.

Suatu hari ketika sang kakak diberikan waktu untuk bebas, tidak sengaja mendengar sebuah percakapan. Percakapan antara calon suami dari adik kembarnya dan seorang kepala pelayan di rumahnya. Percakapan itu terdengar semua niat jahat dari calon suami dari adiknya itu. Laki-laki itu bersekongkol dengan kepala pelayan dirumah untuk menipu kedua orangtua dari gadis kembar itu.

Ketika sang kakak ingin berlari memberitahu niat jahat laki-laki itu, tanpa lengannya sengaja menyenggol sebuah patung hingga terguling. Laki-laki dan kepala pelayan itu langsung menoleh ke sumber suara. Sang kakak sempat bertemu pandang dengan dua orang jahat itu, sebelum akhirnya ia melarikan diri.

Sayangnya, gerakan sang kakak terlalu lamban. Laki-laki itu menarik lengan sang kakak terlebih dahulu, kemudian mengeluarkan sebuah pisau kecil yang tajam. Tubuh sang kakak langsung bergidik takut. Pisau yang pegang oleh laki-laki itu mengarah ke lehernya. Pada akhirnya, ujung pisau kecil laki-laki itu memutuskan urat nadi dari sang kakak. Ya, laki-laki itu telah membunuh kakak kembar dari calon istrinya itu.

Di waktu yang sama, sang adik merasakan sebuah tekanan keras dijantungnya. Sang adik yang sedang menyiapkan pakaian pengantin adat, langsung berjalan sempoyongan. Napasnya tidak beraturan. Tubuhnya memucat pasi. Ketika ia akan melangkahkan kakinya, tubuhnya sudah hilang keseimbangan. Semua pelayan rumah itu bergerak cepat menghampiri sang adik. Sayangnya, detak jantung sang adik sudah berhenti. Sebelum ia mengembuskan napas terakhirnya, sang adik sempat meraba-raba bagian lehernya dan terbatuk-batuk.

Kedua gadis kembar itu meninggal disaat bersamaan. Kedua orang tuanya sangat sedih. Untuk menutupi identitas sang kakak yang buruk rupa dari orang-orang yang tidak tahu akan keberadaanya sebagai kakak kembar dari gadis yang sangat cantik itu, mereka memutuskan untuk memakamkan kedua putrinya di tempat yang berbeda. Sang adik di makam keluarga, sedangkan sang kakak di sebuah hutan tak terurus. Untuk sang kaka mungkin bukan dimakamkan, melainkan abunya di biarkan begitu saja.

Semenjak itulah, hutan yang tidak terurus itu memiliki hawa mistis yang kuat. Tiap kali bulan purnama, munculah gadis cantik dan manis. Tatapan yang sayu dan menenangkan, begitu terasa bagi siapapun yang menatapnya. Tapi, siapapun yang sudah bertemu dengannya pasti akan ditemukan tidak bernyawa.

Konon katanya, sang adik terlahir kembali menjadi manusia. Sedangkan, sang kakak memang terlahir kembali, namun bukan menjadi manusia. Melainkan menjadi Yeowang. Meskipun mereka terlahir di kehidupan dan ‘tempat’ berbeda, nyawa mereka masih saja satu.

Yeowang adalah sebutan khusus untuk orang terlahir kembali sebagai ratu. Namun, ada banyak presepsi ratu dari yeowang itu. Tapi, yeowang sering disebut juga ratu gelap. Ratu yang terlahir karena sebuah kebencian ketika ia meninggal. Kehadirannya dengan paras yang cantik dan anggun seperti membutakan pandangan orang terhadap sosok aslinya. Yeowang berparas manusia. Oleh karena itu, sangat sulit membedakan yeowang dengan manusia biasa.

Sang kakak yang terlahir menjadi yeowang itu bertemu dengan sebuah laki-laki yang memiliki paras tampan. Namun, bersifat devil. Mereka bertemu ketika waktu 49 hari sang kakak sudah habis. Laki-laki itu sudah seperti kakaknya. Awalnya sang kakak tidak mengingat kehidupan lamanya, tapi laki-laki itu mengingatkannya. Laki-laki itu seperti mengucapkan sesuatu hingga membuat sang kakak bersujud kesakitan.

Saat itulah, sang kakak menjadi yeowang sepenuhnya. Hatinya sudah dipenuhi kotoran batin yang ingin balas dendam, serta rasa iri hati terhadap adiknya yang telah ia simpan sesame hidupnya. Tujuan utamanya sekarang adalah membunuh adik kembarnya yang memiliki setengah nyawa dan rohnya. Tak ada cerita yang jelas terhadap hal ini. Tetapi, yeowang itu tengah mencari setengah rohnya yang dimiliki adiknya itu.

Hye Min langsung menghentikan kegiatannya sebentar. Kepalanya kembali berdenyut. Ia menopang dahinya, kemudian memijat-mijat dahinya. Entah mengapa, kepalanya terasa sangat pusing ketika membaca buku itu. Meskipun begitu, Hye Min tetap melanjutkan bacanya. Dengan kondisi sakit kepala yang begitu mencengkram, Hye Min melanjutkan membaca buku itu. Buku yang mungkin bisa menjadi ‘kata kunci’ dari semua ini.

Bersama dengan laki-laki misterius itu, yeowang mencari dimana adiknya sekarang. Ia bertekad membunuh adiknya sendiri yang terlahir berbeda dengan dirinya itu. Laki-laki misterius itu sebenarnya adalah dewa kematian. Yeowang selalu meminta dewa kematian itu untuk membunuh targetnya, kecuali adiknya.

Dewa kematian itu juga memiliki ciri-ciri yang sama dengan manusia. Hanya saja, ia bertubuh dingin, kulit putih dan lensa mata yang mengkilat. Ia bergerak secara diam-diam, lalu membunuh orang yang menjadi target selanjutnya melalui mimpi ataupun cermin. Ia juga bisa memainkan kondisi batin orang lain.

Ia juga tidak segan membunuh orang-orang itu dengan menggunakan roh orang lain. Setiap orang yang sudah mati, maka rohnya akan ia simpan. Lalu, ia menggunakan roh-roh tersebut untuk membunuh orang lain. Ia sering kali merubah wujud roh orang-orang itu menjadi hantu pembunuh. Dan, orang yang telah dibunuh itu akan secara menghilang dari pikiran orang-orang terdekatnya.

Dewa kematian itu juga tidak sendirian. Ia memiliki teman yang terlahir kembali sama sepertinya. Mereka berdua bekerja sama untuk mengincar gadis yang menjadi target Yeowang. Tapi karena suatu hal, teman dari dewa kematian itu mengkhianati Yeowang.

Sedangkan ciri-ciri sang adik yang berada di dunia manusia adalah gadis yang hidup dengan kebahagiaan dibatinnya. Ia memiliki teman yang yang sangat mengerti keadaannya. Sayangnya, Yeowang menghancurkan ciri umum adiknya sendiri.

Ia meminta dewa kematian untuk menghantui dan merusak hidup adiknya. Berbagai cara yang akan dilakukan, meskipun itu tragis. Yeowang senang melihat adiknya menderita. Kenapa? Karena batinnya sudah rusak karena kebencian.

Sang adik yang terlahir kembali menjadi manusia itu tidak dapat mengingat kehidupan lampaunya. Ia hanya mengerti ia hidup di saat ini saja. Tanpa disadari, dewa kematian bergerak untuk mengambil orang-orang terdekatnya. Dan yang terakhir… menculik sang adik itu. Lalu, memberikannya kepada yeowang…

Kits!!

Hye Min merasa kepalanya seperti ditusuk dengan obeng. Sakit sekali. Buku itu terlepas dari genggamannya. Air mata mengalir dari kedua sudut matanya itu. Ringisannya semakin menjadi. Kepala benar-benar sakit.

“Kenapa hanya membaca saja, rasanya sesakit ini?” Ia bergumam sambil terus memegangi kepalanya. Ia sedikit meremas halaman buku yang tengah ia baca itu tanpa sengaja.

///

Pagi-pagi sekali, Hye Min sudah berjalan menuju kelasnya dengan bibir yang putih pucat. Rambutnya juga ia biarkan tergerai tak terurus. Karena kemarin, kepalanya terasa sangat berat sampai saat ini. Meskipun begitu, Hye Min tetap memutuskan untuk pergi ke sekolah. Padahal, ibunya sudah berusaha keras melarangnya untuk tidak masuk sekolah sehari saja. Gadis itu tetap mengelak dan memaksa untuk sekolah. Benar-benar gadis yang sangat keras kepala.

Sebelum ke kelasnya, ia pergi ke aula khusus loker yang sudah lama tidak ia singgahi. Karena ia lebih sering membawa semua bukunya pulang, daripada menyimpannya di loker. Aula tersebut juga masih sepi, tak ada orang. Mungkin karena ia datang terlalu pagi. Ia merogoh-rogoh saku jas sekolahnya untuk mencari dimana kunci tua dari loker tersebut. Untuk merogoh saku jasnya saja, ia seperti membutuhkan tenaga lebih. Lemas sekali. Ia benar-benar seperti mayat hidup sekarang.

Ketika sudah menemukan apa yang ia cari, Hye Min langsung memasukkan kunci itu ke lubangnya. Ia mengembuskan napas sebentar, lalu memutar kunci loker itu. Ia menarik pintu loker dan mendapati secarik kertas yang ujung-ujungnya sudah dimakan oleh kutu buku. Ia mengambil kertas itu dan membaca tulisan yang ada di kertas itu.

Hai…

Aku tak menyangka kalau akan secepat ini. Tapi, inilah aku. Aku ada lagi di kehidupanmu, Ah Jung-ah. Apa kau telah melupakanku? Aku rasa iya. Karena kau memang egois sejak dulu. Dari kita menjadi manusia bersama, kau juga sudah melupakan kehadiranku.

Kau tahu bagaimana perasaanku? Sakit… Sakit sekali.

Kau selalu menjadi kebanggaan keluarga, bagaimana denganku? Aku hanya dikunci di kamar berdebu itu selama bertahun-tahun.

Lalu, ketika kita sudah mati… Apa kau ingat aku? Itu sepertinya tidak mungkin.

Apa kau sudah bertemu dengan partnerku? Mungkin disaat kau membaca kertas ini, ia sedang menatapmu. Karena di saat itu juga… dia akan membawamu… membawamu untuk bertemu denganku lagi… Dan kita akan kembali menyatu… menjadi satu nyawa dan roh yang utuh.

Hye Min terdiam membaca kertas itu. Ia merasa kepalanya bertambah pening. Lagi-lagi, tubuhnya mulai keseimbangan. Ia menumpukan sebelah tangannya pada pintu loker yang masih terbuka. Namun disaat bersamaan, seseorang mendorong tubuhnya hingga punggungnya menabrak lokernya sendiri. Hye Min menatap siapa yang mendorongnya itu. Secarik kertas itu terlepas dari genggamannya begitu saja. Sepasang bola mata mengkilat tengah menatapnya licik.

“Sudah siap?” tanya Yoongi dengan tatapan licik itu.

Gadis itu hanya bisa diam tidak menjawab apapun. Ia menggerakkan tangannya untuk melepaskan cengkraman Yoongi dari bahunya itu. Meskipun hanya memiliki tenaga sedikit, Hye Min masih mengelak namun tidak menjawab apapun. Yoongi masih mempertahankan cengkraman tangannya di bahu Hye Min.

“Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu. Karena aku tidak memiliki tugas untuk itu. Lagipula, aku sudah lelah karena mengejar dan menculikmu.” Yoongi berujar aneh.

Potongan ingatan kuno tiba-tiba saja berputar di pikiran Hye Min. Kepalanya kembali seperti ditekan dan ditusuk. Melihat reaksi Hye Min seperti itu, kedua sudut bibir Yoongi seperti tertarik. Ia tersenyum licik mengetahui gadis yang sudah menjadi targetnya itu akan mengingat semuanya. Bahwa, gadis itu hanya hidup dengan setengah arwah dan roh saja…

“Shin Ah Jung, kenapa kau diam seperti itu?” ujar Yoongi seperti memancing. Tatapan yang memancing, senyuman yang licik, dan alunan suara yang mengejek, Yoongi begitu puas melihat Hye Min yang kembali terjatuh dalam jurang kebingungannya.

Mendengar nama ‘Shin Ah Jung’, kedua mata Hye Min kembali terbuka. Dibenaknya kita muncul dua orang kembar yang tengah berjalan bersama, namun hanya sesaat. Meskipun hanya sebentar, Hye Min dapat melihat paras dari dua orang kembar yang tengah bersama itu. Salah satu dari gadis kembar itu, memiliki paras serupa dengan dirinya.

Shin Ah Jung, kenapa kau melupakan kakakmu ini? Kenapa? Aku ini Shin Se Jung, kakakmu…

Cetak!!

Jaringan ingatan dalam otak gadis itu seakan-akan tersambung dan memunculkan sebuah ingatan yang telah menghilang. Ia mulai mengingat nama yang disebutkan dalam potongan ingatan itu. Yoongi mulai melonggarkan cengkraman tangannya pada bahu Hye Min. Pada saat itu juga, gadis itu merosot ke bawah dan terduduk. Ia memalingkan kepalanya dari Yoongi dengan lemas. Tatapannya kosong.

Merasa seperti déjà vu, Yoongi menatap gadis yang terduduk lemas itu menunduk. Ia memasukan kedua telapak tangannya ke dalam saku celananya. Ia menanti sebuah kata yang keluar dari mulut gadis itu. Gadis yang diketahui memiliki nama asli Shin Ah Jung.

“Bagaimana?” tanya Yoongi dengan tersenyum miring.

Hye Min mengadahkan kepalanya menatap Yoongi dengan tatapan kosong, “Kau kemanakan semua teman-temanku…” Gadis itu bergumam lemas dan tak jelas.

Yoongi menghela napasnya, “Semua ‘soul’ teman-temanmu ada padaku. Untuk mengembalikan semuanya, kau harus ikut aku. Shin Ah Jung, apa kau akan membiarkan semua temanmu mati satu per satu hanya mempertahankan gadis egois sepertimu?”

“Aku tidak bermaksud seperti itu…” Hye Min menjawab dengan kepala menunduk. Dia baru menyadari bahwa dirinya adalah target yang sebenarnya dari semua kejadian misterius ini. Dan juga sifatnya yang egois di masa lampau, masih terbawa dan ada sampai sekarang.

“Lalu? Kau ingin membiarkan semua teman-temanmu mati lagi? Itu adalah pekerjaan yang mudah untukku. Tapi, kalau kau ikut denganku, aku tidak akan menggangu teman-temanmu lagi. Bahkan, aku akan melepaskan mereka dan kembali hidup di dunia ini.” Yoongi berbicara dengan nada berbisik dan penuh penekanan.

 

“Memang bisia? Bukankah itu mustahil untuk menghidupkan kembali orang yang sudah mati?” Hye Min bertanya dengan tatapan sayunya, namun ekspresi seriusnya tetap terlihat.

Yoongi memunculkan senyuman manisnya, meskipun masih terlihat licik. Ia menyentuh dagu gadis itu agar menatapnya. Tatapan hipnotis yang sering ia munculkan ketika tersenyum sinis, “Bisa. Karena aku dewa kematian. Kalau kau ingin teman-temanmu hidup tanpa siksaan seperti ini, kau harus ikut denganku. Setelah itu, teman-temanmu akan aku bebaskan. Bagaimana?”

Hye Min yang menatap langsung kedua bola mata mengkilat Yoongi. Seketika tubuhnya melesu dan menjadi yakin dengan apa yang di ucapkan Yoongi, “Benarkah?” tanyanya sayu.

“Apa aku terlihat berbohong di matamu?” ujar Yoongi yang semakin memperkuat tatapan hipnotisnya itu.

“Baiklah, aku akan ikut dengan…” Hye Min tidak bisa melanjutkan ucapannya, ketika seseorang memecahkan rasa tegang itu tiba-tiba.

“Yoongi!” teriak seorang laki-laki dengan keras.

Hye Min dan Yoongi sama-sama menoleh ke sumber suara. Namjoon berdiri di sana dengan dada yang naik-turun. Yoongi tersenyum menang dan berjalan sedikit mendekati Namjoon.

“Oh, Namjoon-ah!” ujar Yoongi. “Sepertinya, kau sedikit terlambat. Tapi tak apa, kau bisa melihatku membawa gadis itu ke hadapan Yeowang.”

Namjoon mengepalkan tangannya erat, lalu memukul wajah Yoongi lagi. Sama seperti kemarin, sebuah lebam langsung timbul di tulang pipi laki-laki yang berkulit putih itu. Hye Min melihat semuanya. Tapi karena efek hipnotis dari dewa kematian itu, kesadarannya belum kembali.

Hye Min-ah, ayo sadar!!

Entah darimana asalnya, Hye Min dapat mendengar gemaan suara kedua sahabat baiknya, yaitu Eun Soo dan In Hyong. Hye Min menggelengkan kepalanya tidak jelas, lalu bangkit dari posisi duduknya itu. Namun ketika ia menoleh ke arah jendela aula loker itu, seorang gadis cantik tengah duduk di jendela sambil tersenyum manis.

“Ah Jung…” panggil gadis itu tersenyum hangat. Kemudian, tangannya mengulur ke arah Hye Min.

Kesadaran Hye Min kembali menghilang, tatapannya kembali kosong. Secara reflek, tangannya juga ikut terulur untuk menggapai uluran tangan dari gadis cantik itu. Gadis cantik itu merubah senyum hangatnya menjadi senyum licik. Namjoon yang masih berkelahi dengan Yoongi, dapat menatap sosok gadis itu langsung.

“Tidak! Jangan!” teriak Namjoon yang menghentikan perkelahian dengan Yoongi, lalu ia berlari ke arah Hye Min.

“Ayo. Ikut kakakmu ini. Aku ingin sekali berbincang dengan adik kembarku ini. Ayo, sedikit lagi…” Gadis cantik itu terus bergumam dengan alunan suara yang lembut ketika uluran tangan Hye Min dan Hye Min semakin mendekatinya.

Namjoon yang bergerak cepat itu, langsung menarik Hye Min mundur dengan keras. Tubuh gadis itu menghantam salah satu loker lagi. Seketika senyuman gadis cantik itu luntur, dan bertemu pandang dengan Namjoon. Tidak sampai di situ, Namjoon juga menarik dan menekan leher gadis cantik itu hingga hampir tercekik.

Yoongi yang sedikit terkapar karena pukulan Namjoon, hanya bisa menatap apa yang terjadi. Ia sudah tidak melakukan apapun jika gadis cantik itu bertemu dengan Namjoon. Hye Min juga kembali pada kesadaran dirinya. Ia menatap Namjoon yang setengah mencekik gadis cantik itu.Yoongi dan Hye Min hanya bisa berdiam diri melihat itu.

“Oh, hai, Namjoon-ah. Sudah lama kita tidak bertemu semenjak kau mengkhianatiku.” ujar gadis cantik itu. Padahal lehernya sudah setengah tercekik, tapi ia masih saja tersenyum licik dan berujar.

“Hentikan semua rencana konyolmu. Aku muak dengan semua itu.” balas Namjoon kesal.

“Maaf tidak bisa. Bukankah, kau sudah tahu… Kalau gadis yang sedang kau jaga setengah mati itu adalah bagian dari hidupku juga? Kalau aku membiarkannya tetap hidup, kapan aku bisa menjadi diriku seutuhnya?” jelas gadis itu santai. Tangannya mulai menggengam tangan Namjoon yang tengah mencekiknya itu.

Hye Min menatap Namjoon dan gadis yang mungkin adalah seorang Yeowang itu kosong. Aula loker yang sepi ini, membuat suasana semakin tidak jelas. Yoongi juga hanya bisa diam menatap semuanya. Berbeda dari biasanya.

“Sudah aku bilang, jauhi kehidupannya sekarang juga. Terimalah karmamu!” ujar Namjoon keras.

“Menerima karma? Memangnya terlahir dengan setengah roh itu enak?” balas gadis itu dengan nada suara yang sedikit meninggi.

“Itu salah kau juga, kan? Kau yang membencinya, dan lahirlah kau dialam yang tidak bahagia.” balas Namjoon.

“Kau benar-benar sudah mengkhianatiku rupanya?” tanya gadis itu lagi.

Namjoon berusaha keras menahan gejolak emosinya. Ia menatap jendela aula yang sudah dapat di pastikan dari mana gadis itu masuk. Namjoon tidak menjawab apapun. Ia sedikit mengangkat tubuh gadis cantik itu, lalu mendudukkannya di kusen jendela.

“Lebih baik… kau pergi. Sekarang!” Tanpa aba-aba, Namjoon mendorong gadis itu dari jendela aula loker itu. Ia tahu, kalau gadis ini tidak mungkin mati jika jatuh dari tempat setinggi apapun. Toh, gadis itu memang bukan manusia.

Hye Min menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia begitu syok ketika melihat apa yang Namjoon lakukan terhadap gadis itu, atau lebih tepatnya gadis yang akan ia kenal sebagai kakak kembarnya dimasa lampau. Perlakuan Namjoon dimatanya saat ini adalah kejam, bahkan ia mengatakan bahwa itu sadis.

Yoongi langsung bangkit posisinya, dan ikut menghilang begitu saja bagaikan debu yang tertiup angin. Didalam pikirannya, ia mengakui dirinya kalah dengan temannya itu. Teman yang sudah mengkhianati Yeowang itu.

“Gwenchana?” tanya Namjoon ketika semua sudah ‘berakhir’.

Hye Min menegakkan posisinya, lalu menatap sekitar. Ia sudah tidak mendapati laki-laki yang bernama Yoongi dan gadis tadi. Ia menopang dahinya dan memejamkan matanya perlahan, “Kenapa aku baru sadar… Jadi, buku itu adalah pengingat masa lampau, ya?”

Namjoon hanya bisa menjilat bibir, kemudian mengembuskan napasnya. Lensa matanya sudah berubah menjadi mengkilat karena ulah gadis cantik yang tiba-tiba muncul itu. Namjoon menatap gadis yang terduduk itu dalam. Namun tiba-tiba, Taehyung dan Jimin berjalan menghampiri Namjoon dan Hye Min. Dua laki-laki itu sepertinya memiliki  sorot mata yang bercampur aduk. Antara tidak percaya, bingung, dan juga dingin.

Jimin menatap sekitar dengan dahi yang mengerut kebingungan, “Kalian berdua… Apa yang kalian lakukan pagi-pagi di aula loker ini?”

To Be Continue

Author’s Note :

Bagaimana chapter sebelumnya? Udah melepas rasa penasarannya belum? kkkk~~ Oh ya, aku rasa semakin ke sini, aku hanya akan meningkatkan fantasynya dulu. Berhubung pelakunya udah ketahuan, jadi sedikit sulit untuk membuat scene horrornya. Jadi, tolong di maklumi yaa^^

About fanfictionside

just me

24 thoughts on “FF/ DARKSIDE/ BTS-bangtan/ pt. 10

  1. Wow, chapter ini keren banget sumveh thor. Jadi lebih jelas ya maksud dan tujuan Yoon Gi, kukira tokoh ‘utama’ yang jahat itu Yoon Gi, eh ternyata bukan. Ohiya thor, yang cerita anak kembar sama roh gitu, sama kayak film Hollywood deh, judulnya “Silent Hill” genrenya juga horror, tau ga thor filmnya? Tapi asal-usul anak kembar & ceritanya dari ff author berbanding 180 derajat sama film itu, dan kalo menurut aku sih bagusan ff author, hahaha😀
    Btw, untuk chapter ini jempol deh buat author, tbc-nya kurang greget tapi, biasanya kan author tbc-nya gantung banget/? muehehe

  2. waaaah… Seneng bngt chapter nie, bnr2 seru, rasa pnasaranku sdkt hilang.
    Ide critanya bnr2 keren,,,
    next chapter, keep writing lah!!

  3. Akhirnya ngerti juga maksud dari cerita yg ada di chap2 sebelumnya apa huehehehehehe
    ga nyangka bakal jadi sekeren ini ffnya!!
    next chap harus lebih bagus lagi ya thor, mangadh!!🙂

  4. Author chapter ini daebak😀
    keren bnget cerita nya dpt ide dri mna sih???
    Huaaaa next chapter jgn lama” yah thor palli juseyo😀

  5. Daebaakk.. ini part favoriteku. Gak bisa komen apa apa selain bilang keren♥ Cepet dilanjut ya thorr!

  6. Ohmy~ thor this is daebak wkwk sedikit nyesel baru nyadarin keberadaan ff ini hehe aku kira ceritanya bakal gajelas ternyata beneran gajelas (in a good way ofc), alurnya bener2 unexpectable banget, ganyangka ada orang yang jalan pikir nya sampe sebegininya huaaaaaa
    Jujur aku orangnya suka baca sesuatu yang anti mainstream gini wkwk tapi serem juga sih ada namaku dibawa2 disitu but its okay;)
    Kepribadian namjoon sama yoongi beda banget ya disini dibanding dari ff kebanyakan hahaa
    Keep your good work dear myst!;) –im waiting for more surprise from youu~~

  7. Annyeong thor,aku reader baru disini, mian baru coment,tapi bener ff thor bagus bngt,seru,menegangkan,next chapter fighting🙂

  8. satu kata…. “DAEBAK!”
    aku udah gak penasaran sama tokohnya karena udah muncul semua^^
    tapi aku penasaran gimana kelanjutannya hoho… seru thor feelnya dapet..
    Yoongi kalo maen jadi antagonis mulu yee, heran wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s