FF/ THE SECRET OF STUDENT/ BTS-bangtan/ pt. 4


Author: swooners

Tittle: The secret Of Student Pt-4

Genre: Comedy, Friendship, Family, School

Rating: aman buat di konsumsi semua umur

Cast:

-all member BTS

-Kim Namjoo (Apink)

-Bae Suzy       (Miss A)

Other cast:

-Yoon Dujun  as  Dujun ssaem (guru fisika)

-Lee Gikwang  as  Gikwang ssaem (guru olah raga)

-Yong JunHyung as junhyung ssaem (guru mate-matika)

-Yang  Yoseob  as  Yoseob ssaem (guru kesenian)

Type: Chapter

 the sectret of student

Matahari pun kembali memancarkan sinarnya menandakan datangnya pagi, seperti biasa jimin masih tetap tertidur pulas di atas kasur miliknya sedangkan jam sudah menunjukan pukul 06.00 pagi.

 

“aish jimin hyung bangunlah, kau tidak mau kan harus kena omel eomma dulu baru mau mandi”

 

 

“aish jimin hyung bangunlah, kau tidak mau kan harus kena omel eomma dulu baru mau mandi” kata jungkook berusaha membangunkan hyungnya, jimin pun masih enggan untuk membuka matanya.

“kau tidak mau uang saku ya hyung?” ancam jungkook masih berusaha membangunkan hyungnya.

“khyaaaaaaa” jimin pun menjerit histeris lalu membuka matanya lebar-lebar dan bergegas lari ke kamar mandi.

Sementara jimin mandi, jungkook sibuk membereskan barang-barang nya lalu sarapan dan langsung berangkat sekolah, dia tau kalau ia harus nebeng lagi dengan taehyung pasti dia harus mengorbankan kecebong unyu-unyunya.

“eomma aku berankat sekolah dulu” kata jungkook permisi pada eommanya dan langsung menghilangkan diri dari balik pintu rumah, jungkook pun melihat sekitar rummahnya merasa ada sesuatu yang kurang. Dan menyadari bahwa tidak ada mobil taehyung yang biasanya sudah mager dari pukul 5 pagi di depan rumahnya.

apa mungkin taehyung hyung terlambat hari ini yak?’ tanya jungkook heran dalam hati.

‘ah itu bukan urusan ku, aku harus cepat kalau tidak mau terlambat’ lanjutnya dalam hati dan bergegas menuju halte bus.

“jimin hari ini kau bawa bekal saja waktunya sangat mepet sekali kau tidak mau kan kalau sampai terlambat” kata eomma sambil memberi bekal yang sudah ia siapkan dan juga uang saku, jimin melihat ke arah luar jendela dan tak mendapati mobil taehyung yang biasanya sudah terparkir di depan rumahnya.

“eomma apa taehyung dari tadi belum datang?”

“molla aku belum melihatnya dari tadi, ahsudahlah pergi sana sebelum kau kehabisan bus”

“ne eomma aku berangkat dulu ya.” Kata namja itu dan bergegas meninggalkan rumah dan menuju halte bus.

“woii jemeeeeen!!” terdengar suara berat dari jauh memanggil jimin sambil mengendarai motor mio berwarna biru bercorak kupu-kupu dengan helm khas miliknya dengan gambar marmut ijo.

“yaaak yoongi!!!” balas teriak jimin.

“tumben kau tak bersama taehyung, kenapa?” tanya namja dengan raut wajah bingung.

“kurasa dia tidak sekolah hari ini” kata jimin sambil mencagakan pantatnya di atas motor yoongi tanpa permisi(?)

“yak!! Apa-apaan main duduk-duduk aja, yang nawarin tebengan juga kaga adaaaa!!” teriak yoongi di tengah jalan menyadari jimin sudah duduk di belakangnya.

“oppa ayo hidupkan motormu, kau tidak mau terlambat kan?” kata jimin sontak membuat yoongi geli mendengar kata-katanya, jimin pun tidak kehabisan ide ia langsung memeluk pinggang yoongi dari belakang dan menempelkan kepalanya di bahu namja itu.

“aaaaaak babe tolongin yoongi!! Beeee!!” teriak yoongi sambil meringis lalu mendorong kepala jimin yang masih terus di bahunya “iye iye lo boleh nebeng deh harini aja tapi besok jangan, dan tolong jangan nodai jaket baruku!!!” kata yoongi memasang wajah sedih bercampur pasrah.

*BYUUUUR*

Tiba-tiba mobil sedan berplat ‘J 1 N’ melintas di depan mereka dan menyipratkan genangan air becek ke arah yoongi.

“asem kampret!!!” pekik yoongi sambil memasang raut wajah masemnya.

“gara-gara lo nih ah gue ketiban sial”

awas aja tu mobil si jin botol sampe sekolah gue tusuk ban nya

pake jarum peniti’ curhat yoongi dalam hati sambil ngebut bawa motornya karna sudah tersulut api semosi.

Yoongi pun terus meningkatkan kecepatan agar segera sampai di sekolah tanpa memperdulikan lampu lalu lintas lagi. Tersungging senyum manis namja itu saat melihat ambang gerbang sekolah sudah di depan mata, yoongi pun semangkin meng-gas kan motor mio nya tanpa perduli satpam yang sudah menghadang mereka di depan gerbang. Yoongi langsung memarkirkan motor mionya di parkiran motor.

“woi udah nyampe!!” kata yoongi berusaha menyadarkan temannya yang sudah hampir mati di boncengannya.

“hueeeeek.”

“widih lo hamil bro? Selamat ya.” kata yoongi sambil mengelus perut jimin.

“endasmu!!!” balas jimin sambil mendorong jidat yoongi dengan kuat.

Jimin pun turun dari motor yoongi dan bergegas masuk ke dalam sekolah, yoongi yang masih emosi pun tak lupa dengan niatnya tadi, ia langsung berlari ke parkiran mobil untuk mencari mobil jin. Namja itu langsung memicingkan mata saat melihat mobil sedan berplat ‘J 1 N’ terparkir di bawah pohon beringin (ini sekolah apa kuburan =_= *authornya binggung sendiri*).

“whoaaaa yes dapet.” yoongi pun langsung menusuk ban mobil jin dengan jarum peniti miliknya.

“lo gabisa pulang mampus deh bukan urusan gue yang penting hasrat gue terpenuhi wkwk.” kata yoongi sambil berlalu meninggalkan mobil jin dan berjalan menuju koridor sekolah.

*cekleeek*

Yoongi membuka pintu kelasnya dengan berhati-hati, baru saja membuka pintu kelas dia sudah mendapati junhyung ssaem yang sedang mengajarkan rumus mate-matika, yoongi pun buru-buru duduk di seberang bangku jimin.

*GUBRAAAK*

Semua murid menolehkan pandangan pada pintu kelas yang terbuka lebar membuat junhyung ssaem kembali memicingkan matanya lagi.

“TAEHYUNG!!” teriak jimin kegirangan lalu berlari ke arah taehyung dan langsung memluk namja itu layaknya adegan teletabis. Semua murid memusatkan pandangan mereka pada kedua namja itu lalu memandang yoongi seperti bertanya ‘apa dia tidak ikutan juga?’

“mereka bukan temanku!!!” teriak yoongi sambil menggaruk kepalanya frustasi.

“diamlah kalian tidak bisakah kalian tenang?!!” teriak junhyung ssaem yang sepertinya mulai habis kesabaran.

“ne ssaem.” jawab tiga namja itu serentak, jimin dan taehyung pun berjalan ke bangku mereka.

Junhyung ssaem pun masih terus mengajarkan rumus mate-matikanya dengan syahdunya.

“jadi matriks adalah kumpulan bilangan, simbol, atau ekspresi, berbentuk persegi panjang yang disusun menurut baris dan kolom. Bilangan-bilangan yang terdapat di suatu matriks disebut dengan elemen atau anggota matriks” dengan sabarnya junhyung ssaem mengajari murid-muridnya yang mulai mual melihat angka-angka yang terlalu banyak di papan tulis, sedangkan jimin yang sedang sibuk melanjutkan mimpinya di dalam kelas dan taehyung yang melihat lurus ke arah papan tulis bukan karna dia sibuk untuk berusaha mengerti apa yang di ajarkan junhyung ssaem melainkan menghayalkan hal yang tak senonoh(?)

Humko humise churallo
dil mein kahin tum chupalo
Humko humise churalo
dil mein kahin tum chupalo
hum akele kho najaaye
door e tumse ho najaaye
paas aao gale se lagalo
humko humise churalo
dil mein kahin tum chupallo

Terlihat seorang gadis manis berkulit putih memakai kain sari dengan baju yang memaparkan pusarnya layaknya gadis di film india dan seorang pria memakai baju ala india dan menari di atas bukit dan saling mnyembunyikan diri di balik pohon.

“wiiiih.” kata taehyung terpesona tanpa disadari oleh namja itu kalau junhyung ssaem sudah memperhatikannya.

*PLAAAAAK*

Tangan junhyung ssaem sudah mendarat di kening taehyung dan membuat bercak merah pada jidatnya.

“apa yang kau hayalkan hingga mengatakan ‘wiih’ hah?”

“tidak ssaem aku hanya mengagumi yang kau ajarkan padakami” jawab taehyung dengan watadosnya.

“emang kau menegerti apa yang ku ajarkan?”

“eung…hmm… enggak” jawab taehyung lagi dengan wajah polos.

“WAAAAA APAAAN ITU IJO IJO LEWAT.” teriak salah satu siswi dengan histeris ketika melihat marmut ijo yoongi yang sedang melintas di sela-sela meja kelas.

“hei hei tenanglah ada apa ini?!” kata junhyung ssaem berusaha menenangkan murid-muridnya.

“itu ssaem ada marmutnya huluk warna ijo” teriak salah satu siswi sambil menunjuk ke arah marmut itu.

“ha marmut ijo?” yoongi pun buru-buru membuka tasnya mmeriksa apakah paprika masih ada di dalam tasnya.

“buset paprika…” sontak yoongi buru-buru mencari paprika alias marmut ijo nya ke kolong-kolong meja yang ada di dalam kelas hingga membuat semua siswi teriak histeris melihat marmut ijo milik yoongi yang bebas berkelian kasana kemari. Sedangkan hoseok hanya termenung melihat keadaan kelas yang sudah berantakan meja yang sudah di porak-porandakan yoongi karna sibuk mengejar marmutnya, sedangkan jimin masih tertidur lelap dan taehyung masih dengan hayalan anehnya.

“ssaem…” panggil hoseok pada junhyung ssaem sambil mengangkat satu tangannya.

“ne? Ada apa?” tanya junhyung ssaem sambil memasang wajah frustasi melihat keadaan kelas mereka.

“rumus mu sangat sulit di pahami terlebih kau memakai rumus yang rumit dan panjang ssaem, kalau tentorku bilang begini rumusnya” kata hoseok sambil menunjukan rumus matriks di buku catatannya.

“tapi yang saya ajarkan memang harusnya seperti itu.”

“ssaem jangan mempersulit keadaan yang sudah sulit, jangan samakan kemampuanmu dengan muridmu, kau tau kau membuat mereka kelenger dengan rumusmu” jawab hoseok

“jadi maumu apaaa?!!” tanya junhyung ssaem dengan emosi.

“ajarkan kami dengan rumus yang mudah kami ingat ssaem” balas hoseok yang bukan bertanya apa yang tidak dia mengerti pada junhyung ssaem agar hatinya sedikit senang ia malah protes dengan rumus yang diberikan junhyung ssaaem hingga membuat junhyung ssaem tersulut emosi dan bergegas meninggalkan kelas sambil membanting pintu dengan keras.

*DUAAAAR*

Terdengar suara bantingan pintu yang amat keras hingga terdengar ke setiap sudut sekolah dan membuat murid kelas lain menoleh ke sumber suara. Akhirnya yoongi berhasil menangkap si paprika dan menyadari meja sudah berserakan hingga kemana-mana karna ulahnya.

“YOONGI!!!” teriak para siswi yang merasa kesal pada yoongi, namja itu hanya memasang watadosnya.

“aku tau aku tampan tolong tenanglah!!” balasnya dan siap memasang aba-aba untuk berlari.

“HEI  BERESKAN  MEJA  KAMI  YOONGI!!!” amuk para gadis itu sambil mengejar yoongi.

“KABOOOOOOOOOR” teriak yoongi sambil berlari keluar kelas hingga menimbulkan kerusuhan.

“YOONGI  AWAS  SAJA  KALAU  KAU SUDAH  TERTANGKAP  YA  KAU  TIDAK AKAN  KAMI  BERI AMPUN!!” amuk para amuk masa itu membuat yoongi semangkin mengencangkan larinya.

“BABEEEE  TOLONG  YOONGI  BEEEE.” teriak yoongi histeris karna di kejar-kejar oleh segrombolan amuk masa itu.

“hoaaaaaaam.”

“sudah bangun dari tidurmu sleeping beastly?” tanya taehyung pada jimin yang baru terbangun dari mimpinya.

“ho’oh.” bales jimin singkat.

“yoongi mana?” tanya Jimin sambil memencarkan pandangannya kesudut ruangan di kelas untuk mencari sosok yoongi.

“dikejar sama cewe-cewe.”

“lah kok bisa?”

“liat aja noh ndiri.” balas taehyung sambil menunjuk keadaan kelas mereka dengan bangku yang terporak-poranda akibat ulah teman mereka.

“buseeet, adeknya agung hercules apa anaknya huluk dia?” tanya jimin sambil terheran-heran melihat keadaan kelas seperti kapal pecah.

“aih tolongin gue broooh.” kata yoongi lemas sambil terjatuh di depan pintu kelas, membuat kedua temannya datang menghampirinya dan menghetikan langkah ketika amuk masa itu sudah sampai di depan pintu dan bersiap untuk mengajar yoongi.

“maju selangkah lagi gue masukin ni marmut ke baju lo semua.” ancam yoongi pada amuk masa itu, tapi amuk masa itu bukan malah ketakutan melainkan semangkin menatang yoongi.

“ga takuuut paling ntar marmut lo jadi daging giling terus gue jual ke abang tukang bakso kojek.” Balas salah satu siswi menantangnya.

“sudah-sudah ayo bubar, biarkan bocah itu dengan marmutnya.” kata jin dari balik kelas membubarkan amuk masa itu dan berhasil karna para gadis-gadis itu memang megagumi jin.

“dasar bocah.” gumam jin dengan tatapan menjijikan ke arah yoongi.

“apelo!!” tantang yoongi pada jin dan segera masuk ke dalam kelas lalu duduk di bangkunya.

“lagian lo nekat amat bawa marmut ke sekolah gapake kandang.”

“paprika bukan marmut biasa ga lepel di kandangin dia lepelan sama rumah berbi.”

“rumah berbi lo jajan aja masih pake gopean sok-sokan mau beliin si ijo rumah berbi.”

“namanya paprika weeeh bukan ijo lu kira marmut gue kolor ijo apa?” balas yoongi sambil mengelus marmut kesayangannya.

“ya kan warnanya ijo kaga salah dong gue, ntar gue bilang temennya huluk lo ngerasa lagi.”

“itu namanya lo ngehina gue kampret, jimon.” balas yoongi.

“itu lo tau, jimon apaan lagi? Tumben lo ngasih julukan rada kerenan bro” kata jimin kesenengan.

“jimin monyet!!”

“kampret!!” balas jimin sambil merampas marmut ijo yoongi dan melemparnya ke sembarang tempat, dan terjatuh tepat di atas kepala guru yeoja yang paling killer, madam jessica.

“OMAIGAAAAAT  WHAT  THIS  IS?? OCIDAK  SIAPA  YANG  PUNYA KERJAAN INI  HAAA?”

“YOONGI MADAM.” jawab sekelas dengan serentak sontak membuat bulu kuduk yoongi menari dan membuat lelaki itu memucat.

“MIN  YOONGI!! HOW  POOR YOU ARE!!” teriak madam jessica pada yoongi.

“madam salah seharusnya how handsome you are.” balas yoongi dengan watadosnya.

“KAU  KELUAR!! JANGAN MASUK  JAM  PELAJARANKU  SELAMA SEMINGGU.”

“haaah seminggu bentar amat mam sebulan juga gue jabanin deh.” tantang yoongi sontak membuat madam jessica memasang wajah merah karna sudah terlalu emosi melihat tingkah muridnya yang satu ini.

“KAU JANGAN MASUK  MATA  PELAJARANKU  SELAMA-LAMANYA, KAU SUDAH MEMBUATKU  MARAH.” ancam madam jessica pada yoongi namun namja itu masih dengan watadosnya.

“YOYOY!!.” seru yoongi kegirangan sambil berjalan keluar kelas. Setelah itu yoongi mendapatkan ide konyol yang menurutnya itu adalah ide yang berlian, dia langsung meneteskan obat mata pada matanya dan menekan-nekannya agar terlihat sembab dan langsung berlari ke kantor kepala sekolah.

Namja itupun berjalan menuju koridor sekolah untuk ke kantor kepala sekolah yang sangat dekat dengan pintu keluar, tiba-tiba langkah yoongi berhenti di depan aula sekolah saat mendengar suara jin dari balik pintu tersebut.

“iyalah ntar malem aku akan kesana apalagi katanya malam ini ada sexy dancenya kan di club malam itu.” kata-kata jin yang membuat yoongi semangkin menajamkan pendengarannya, dan mengurungkan niatnya untuk kekantor kepala sekolah

“iya nanti kau kabari saja, pukul 7 malam kan? Hahaha baiklah, iya sampai jumpa.”

yoongi masih tetap berusaha mendengar omongan jin dari dalam aula, dengan tidak sadarnya namja itu sudah menempelkan kupingnya dibalik pintu aula untuk mendengar kata-kata jin, jin pun tidak sadar kalau yoongi ada di balik pintu sedang berusaha mendengar omongannya, jin tiba-tiba membuka pintunya dengan tarikan keras hingga membuat yoongi tersungkur kelantai.

“huh bocah ingusan lagi.” Kata jin sambil menatap remeh pada yoongi dan pergi berlalu meninggalkan yoongi yang masih tersungkur.

“enak aja gue dikatain bocah, bangga amat lo tua he’eeh dasar kampret.”

Yoongi terus menunggu di depan pintu kelas untuk menunggu bel pulang berbunyi dan pulang bersama temennya juga menunggu paprika di lepaskan oleh madam jessica yang masih di tawan olehnya.

*KRIIIIIIING*

Bel pulang sekolah pun berbunyi membuat yoongi kegirangan, yoongi berlari memasuki kelasnya, madam jessica-pun menghampiri yoongi.

“kau boleh masuk asal marmutmu kau buang. Arra?!” katanya sambil mengembalikan marmut ijo yoongi, sontak membuat yoongi galau harus pilih yang mana.

“i-i-iya mam.”

“baiklah sampai jumpa besok anak-anak.” Kata madam jessica sambil pergi meninggalkan kelas mereka. Yoongi yang mendengar kata-kata madam jessica seketika membuatnya menjadi lemas.

“woi jangan murung.” Kata taehyung menyadarkan yoongi sambil merangkul temannya itu.

“gue punya ide, lo boleh bawa si paprika tapi pake kandang kecil.” Usul jimin pada yoongi.

“elusih mainan masih kayak bocah aja.” tegur taehyung membuat yoongi sadar dengan kata-kata jin tadi tentang club malam. Membuat yoongi penasaran dengan apa itu ‘club malam’.

“hei kalian pernah masuk ke club malam tidak?” tanya yoongi memecahkan keheningan diantara mereka ber-tiga

“hmm? Kenapa?” tanya taehyung pada yoongi dengan wajah bingung sedangkan jimin menatap aneh ke arah yoongi.

“apa kalian tidak ada urusan nanti malam? Bagaimana kalau nanti malam—“

“ah kau gila, besok sabtu aku harus bangun pagi untuk mengurus toko indomaret appa-ku.” Tolak taehyung dengan ajakan yoongi.

“aku juga penasaran, aku ikut, bagaimana kalau kita ajak namjoon juga?” jawab jimin.

“baik-baik pulang dari sini aku akan ke warnetnya untuk mengajaknya.”

“aku ikut juga, tapi aku takut…”

“takut apa? Di culik?” tanya yoongi taehyung berfikir dengan kata-kata yoongi apa yang harus di takutkannya bukankah dia sudah kelas 3 SMA dia juga ingin tahu bagaimana rasanya di dalam club malam.

“yasudah aku ikut.” Jawab taehyung pasrah.

Drtttttt

Handphone jimin tiba-tiba bergetar, namja itupun mengusap layar handphonya melihat siapa yang menghubunginya.

“omaigat..” gumam jimin tertegun melihat layar handphonenya ada telfon masuk dari eommanya, iapun segera mengangkatnya.

“ya eomma? Kenapa?”

“untuk beberapa hari ini aku tidak pulang karna sedang menemani appamu yang sedang bertugas keluar kota aku harap kau tidak mengecewakanku jimin, kau boleh keluar asal jangan pulang larut malam lagi arra? Besok kau harus bangun pagi untuk mengurus makanan kalian bedua, aku juga meninggalkan kartu ATM di laci kamar belajarmu gunakan kalau memang kalian sangat membutuhkannya. Baikalah sampai jumpa sayang.” Kata wanita itu dari balik handphone jimin.

“ne eomma hati-hati ya mungkin aku akan merindukanmu.” jawab jimin dengan nada sok sedih.

“sok sedih lo padahal kesenengan juga.”

“eh ayo pulang sebelum kita ketahuan oleh dujun ssaem tidak melaksanakan hukuman hari ini.”

Ke-tiga namja itu bergegas pergi meninggalkan gedung sekolah, tak sengaja seseorang menabrakan diri ke badan yoongi ternyata itu adalah hoseok yang sedang terburu-buru lari seperti orang kebingungan.

“to-to-tolong aku sau-sau—“ kata  hoseok yang gelagapan membuat ke-tiga namja itu binggung dengan apa yang ia katakan.

“ada sawo mateng? Kau mau? Tapi kau tidak bisa manjat? Kasihannya.” balas yoongi sambil menggelengkan kepalanya.

“wkwkwk yoongi berhentilah membullynya, sepertinya ada hal penting yang ingin di sampaikannya.” Hoseok mengganggukan kepala mendengar kata taehyung.

“kau kenapa cupu?” tanya jimin pada hoseok

“suzy mau di culik.” kata-kata hoseok tiba-tiba membuat jimin terkejut.

“APAA?!” sentak jimin terkejut.

“ayo kita tolong dia, dia dimana sekarang huh?”

“di belakang sekolah.” Jawab hoseok yang hampir kehabisan napas karna sudah berlari-lari.

“kajja!!” jimin langsung berlari ceppat meninggalkan ke-tiga orang itu di belakangnya, karna cemas memikirkan orang yang disukainya sekarang sedang dalam bahaya.

Jimin sudah sampai di belakang gedung sekolah dan memencarkan pandangannya untuk mencari suzy namun dia tidak mendapati siapa-pun disana.

“lepaskan aku sunggyu!! atau Aku akan menghajarmu!!!” teriak seorang gadis dari balik pintu gudang sekolah.

“sepertinya aku tau suara itu— ah SUZY!” jimin langsung meneriakan nama gadis itu dan berlari ke arah gudang.

“jimiiiiiiiiiiiin!!!” teriak serentak yoongi dan taehyung.

“suzy dimana hah?” tanya yoongi pada hoseok.

“di-di-dia di gudang.” Kata hoseok sambil menunjuk ke arah pintu gudang.

Mereka pun langsung berlari ke arah pintu gerbang dan mendapati jimin yang berusaha keras membuka pintu gudang yang di kunci dari dalam, yoongi tidak kehabisan ide ia langsung mencari batu dan melemparkan kaca itu dengan batu bata dari jarak jauh.

*GEDEBUK*

Batu yang yoongi lempar berhasil memecahkan kaca jendela gudang terlebih lagi batu itu juga sudah membentur di kepala seseorang yang ternyata itu adalah suzy.

“AAAAKKKHH.” teriak seseorang dari dalam seperti terlempar sesuatu. Taehyung langsung memasang wajah shock melihat yoongi.

“ooppss… kajja!!! Masuk lah jimin.” Teriak yoongi dari jauh.

“kau tidak masuk huh?” tanya taehyung.

“masih sayang nyawa kak.” Jawab yoongi sambil memasang watadosnya (masih sempet aja ya yoongi –“)

taehyung langsung menarik baju yoongi tanpa peduli yoongi yang merengek-rengek tidak mau masuk ke dalam gudang tersebut.

Akhirnya jimin masuk ke dalam gudang melewati jendela yang dipecahkan oleh yoongi tadi. Taehyung dan yoongi sudah ikut di dalam gudang bersama jimin sementara hoseok tidak berani masuk.

“SUZY?!” teriak mereka memanggil suzy yang sudah pingsan karna batu yang yoongi lempar membentur kepalanya.

“hahaha kalian mau apa?” terdengar tawa berat seseorang dari balik suzy.

“kau—“

TBC

Part ini sengaja di buat serius supaya jangan becanda mulu -.- kalo part ini kurang memuaskan semoga part 5 nya memuaskan ya readers.

 

Btw seperti biasa gue minta comment aja ^-^)

Labyu readers *lopek di udara*

About fanfictionside

just me

7 thoughts on “FF/ THE SECRET OF STUDENT/ BTS-bangtan/ pt. 4

  1. Waelaaah~ jimin udah gede yah~ wkwk itu si yoongi gue ngakak kebayang die bawa mio pake helm batok unyuk dan punya peliaharaan marmut wkwk mending bawa rumah kurcaci aja sekalian buat si paprika. Daripada mengorbankan kelas jadi ancur. Kesian noh si ssaem ampe prustasi. Next thor jan lama-lama >v<

  2. Anjeerrr ga bisa berenti ketawa gue xD si gula mau nolongin atau mau ngebunuh itu wakakakakak. Aku akan selalu menunggu lanjutan cerita ini seperti hantu yang menggentayangi author/? Moah moah buat author lope lope *kasih author bunga bangke/?*

  3. Gue bakal ngelanjutin chapter ke 5nya kalo yang komen udh rame/? Maap gue lagi sibuk(?) Maklum calon mahasiswi, bagi yang punya twitter bisa follow gue *promosi @Apinkpcr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s