FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL/ BTS-BANGTAN/ pt. 11


Author: AlvianyHwang

Title: ROMANCE HIGH SCHOOL pt.11

Cast:

+ Hwang Tae Ri

+ Min Yoon Gi (BTS’s Suga)

+ Jung Ho Seok (BTS’s JHOPE)

+ Choi Hwe Ji

+ Park Ji Min (BTS’s Jimin)

+ Yoo Eun Bi

+ Kim Seok Jin (BTS’s Jin)

+ Jeon Jung Kook (BTS’s Jungkook)

+ Park Se Ra

+ Kim Tae Hyung (BTS’s V)

+ BTS members

Length: CHAPTER

Genre: Romance, NC, school, love-comedy

 

 

*

bts_1396568948_20140403_BTS_6

 

TAERI POV

Sebenarnya aku tidak berani menatap Yoongi saat ini. Rasa takutku padanya kembali muncul. Ia menatapku dengan kedua matanya. seperti akan menelanku hidup-hidup. Tapi aku tetap memberanikan diri untuk menatapnya. Entah kenapa aku seperti merasa harus terus menatapnya. Menyingkirkan rasa takutku.

“AKU TANYA SAMPAI MANA HOSEOK MENYENTUHMU??!!!”

Yoongi meninju keras tangannya yang terkepal kearah tembok. Aku menundukan kepalaku. Sangat takut. Pasti Yoongi sudah mendengar semuanya dari Hoseok. Lelaki itu pasti menceritakan semuanya pada Yoongi.

“APA ITU SEBABNYA KAU LEBIH MEMILIH BERSAMANYA TADI??!!” suara Yoongi sedikit parau meski aku tahu ia mencoba menyembunyikannya dengan berteriak membentakku.

“a-aku bisa menjelaskan semuanya padamu-“

“TAK ADA YANG PERLU DIJELASKAN!! HANYA BERITAHU AKU SAMPAI MANA BAJINGAN ITU MENYENTUHMU???!!!”

“oppa…”

SRAT

Yoongi menjauhkan tangannya ketika aku hendak menyentuhnya. Ia berhenti menghimpitku. Aku menatapnya dengan bingung. Mempertanyakan refleks menghindarnya.

“jadi itu benar? Apa yang dikatakan bajingan itu benar? Dia sudah menyentuhmu, sebelum aku menyentuhmu?” Yoongi menatapku. Matanya memerah. aku tidak tahu kenapa matanya seperti itu menatapku.

“aku-“

“ah, apa kejadiannya malam saat kau hilang itu?? kalian berbuat sesuatu?? Kalian berdua?”

Suara Yoongi terdengar serak di telingaku. Badanku gemetar mendengar semua prasangkanya. Tanpa terasa airmataku mulai mengalir. Aku menatapnya dengan takut. Bukan takut dengan kemarahannya, tapi takut yang lain. Aku takut dia akan meninggalkanku karena hal seperti ini.

Aku menggelengkan kepalaku sekuat tenaga dengan tetap menatapnya. Tanpa menggunakan kata-kata aku berusaha membuatnya mengerti jika semua yang ia duga tidak benar.

Yoongi mengusap seluruh mukanya. Ia tidak menangis meski aku tahu ia sedang berusaha menahannya.

Perlahan tatapannya padaku melunak. Aku masih terisak menatapnya. Tetap menggelengkan kepalaku dengan kencang.

Tiba-tiba Yoongi menarikku kedalam pelukannya dan memelukku sangat erat.

Tangisku semakin pecah ketika ia memberikanku pelukan hangatnya yang tidak pernah kuduga. Bayangan ku melihat punggungnya yang menjauh melebur begitu saja.

“berhenti menggelengkan kepalamu seperti orang bodoh. Kepalamu bisa sakit. Bodoh.” Ucapnya pelan sambil menghelus rambutku pelan di dalam dekapannya.

“oppa…”

Ia semakin mengeratkan dekapannya ketika mendengar apa yang ku gumamkan.

Aku benar-benar menyukai dekapan hangat Yoongi yang membuatku nyaman. Aku tahu jauh di dalam hatinya, ia masih merasa ragu denganku. Tapi ia menyembunyikan semuanya sekarang.

Yoongi menangkup seluruh wajahku dengan kedua tangannya untuk mempertemukan mataku dengan matanya. Aku menatapnya masih dengan airmata yang mengalir. Ia menghapus airmataku dengan jemarinya. Perlahan bibir hangatnya mulai menempel di bibirku dengan lembut. Ciumannya saat itu sangat berbeda dari ciuman yang selama ini ia lakukan. Ia mengecup bibirku dengan sangat manis.

Tapi semua dugaanku meleset dengan cepat. Tiba-tiba ia mempercepat laju bibirnya untuk melumat milikku. Tak perlu menunggu waktu lama untuk merasakan bibirnya melumat bibirku dengan kasar.

Meski kewalahan aku terus mencoba membalas setiap lumatannya dan mengimbanginya ketika ia mulai melilitkan lidahku dengan lidahnya. Aku sudah hampir kehabisan nafas akibat ciumannya, tapi ia seperti pura-pura tidak tahu dan malah menempatkan tangannya diatas dadaku untuk meremasnya kencang. Saat ia mulai mencium leherku dengan sedikit-sedikit menjilatnya dan lalu menggigitnya aku mulai tersadar, ia menginginkan hal ‘itu’ saat ini.

Ia mulai menyingkap rok sekolahku dan menyelipkan tangannya menuju tempat privatku. Tangan lainnya yang tadi sibuk meremas payudaraku mulai beraksi menanggalkan setiap kancing seragamku.

Aku mencoba menghentikan laju kedua tangannya dan menghindari lumatannya yang mulai mengganas. Aku tahu, ia melakukan ini karena ia juga marah.

“oppa… hentikan. Ini di sekolah… aku tidak mau melakukannya di sekolah.”

Ia tidak menjawabku. Yoongi kembali melumat bibirku dengan kasar. Aku tetap berusaha menghindar dengan mengalihkan wajahku kearah lain dan masih berusaha menghentikan kedua tangannya yang tengah beraksi.

“kita bisa melakukannya seperti sebelumnya.” Bisiknya dan menjilat daun telingaku. Aku bergidik menerima sentuhannya dan membuat sekujur tubuhku terasa panas.

Ia pun mengangkat tubuhku secara bridal. Aku mengalungkan tanganku pada lehernya. ia melihat kiri kanan untuk memastikan tidak adanya orang lain selain aku dan Yoongi. setelah yakin tidak ada, ia mulai membawaku menuju ruang gudang kosong yang biasa di gunakan sebagai penyimpanan alat olahraga. Pintu gudang tertutup.

Saat itu juga aku membiarkannya untuk menyalurkan semua kemarahan dan kekecewaannya padaku.

 

***

 

AUTHOR POV

 

“APA?? Yoongi sunbae memukul Hoseok sunbae hingga babak belur????”

Sera menatap Jimin tidak percaya ketika lelaki itu tiba-tiba mendatanginya yang saat itu tengah membereskan ruang rapat klub basket. Jimin yang juga saat itu terlihat frustasi mengagguk dengan cepat.

“bagaimana bisa?? Dimana Hoseok sunbae saat ini??”

“dia terbujur lemas di kasur UKS! Bahkan kata dokter kesehatan ia memerlukan waktu istirahat selama 1 minggu!”

“1 minggu??? Tapi itu….”

Sera menggigit bibirnya. ia tidak tega untuk mengatakannya. 1 minggu? Padahal 4 hari lagi tim basket akan melakukan pertandingan final prefektur yang begitu penting. Tanpa kehadiran Hoseok itu pasti akan sangat sulit.

Jimin mengacak rambutnya juga dengan wajah frustasi.

Sera menatap Jimin dengan wajah pucat.

“apa pelatih sudah tahu???”

“tentu aku tahu!!”

Sera melotot terkejut ketika mendapati sosok berwajah tegas dan yang paling ia hormati tiba-tiba muncul memasuki ruang klub basket. Jimin juga terkejut, tapi ia lebih memilih untuk diam.

Pelatih yang datang bersama Taehyung dan Jin yang mengikuti di belakangnya. Sera dan Jimin membungkukan tubuhnya dengan perasaan takut.

Pelatih mendudukan dirinya di kursi dengan wajah frustasi. Ia menaruh tangannya di kening. Semua diam tanpa mengatakan apa-apa. Tiba-tiba pelatih mendobrak meja membuat semua tersentak.

“DIMANA MIN YOONGI???!!!”

Teriaknya keras. Jika dipikir, ini adalah pertama kalinya pelatih memarahi dan menyalahi seorang Min Yoongi yang selalu terlihat sebagai pemain sempurna dimatanya.

Semua diam tanpa tahu apa yang harus mereka katakan pada sang pelatih. Itu karena mereka memang tidak tahu dimana Yoongi berada saat ini.

 

 

 

**

 

Taeri masih menatap punggung Yoongi yang berjalan menjauh setelah tadi lelaki itu memeluknya sebelum ia meninggalkannya tepat di kelas Taeri. taeri menghela nafas berat. Ia seperti merasa bodoh saat ini.

Bodoh saat ia memikirkan kenapa Yoongi hanya sebentar melakukan hubungan seksual dengannya di gudang tadi. Alasan lelaki itu memang tepat, ia tidak ingin Taeri bolos pelajaran berikutnya. Tapi, rasanya lelaki itu seperti ada maksud lain yang tidak Taeri ketahui.

Sosok Yoongi sudah tidak terlihat di koridor kelasnya. Taeri pun memutuskan untuk memasuki kelasnya dengan langkah sedikit berat.

Di dalam kelas Eunbi dan Hweji menghentikan obrolan mereka ketika melihat Taeri.

“Taeri!! apa benar Hoseok sunbae benar-benar tidak bisa menggerakan tubuhnya???” Eunbi langsung bertanya seraya merubah posisi duduknya menghadap Taeri.

Taeri menghela nafasnya sekali lagi. Ia begitu malas untuk membicarakan Hoseok saat ini.

“dia hanya memar pada tulang pinggulnya. Jangan berlebihan.” Ucap Taeri sambil merapihkan bukunya kedalam tas dan mengambil buku untuk pelajaran berikutnya.

“kau tidak tahu? Kata Sera tim basket sedang kewalahan karena Hoseok sunbae harus beristirahat selama 1 minggu karena Yoongi sunbae menghajarnya.” Ujar Hweji dengan ragu.

“Sera tadi datang ke kelas kita untuk mencarimu. Dia kira kau tahu dimana Yoongi sunbae berada saat ini. Pelatih basket sedang mencarinya.” Ujar Eunbi juga.

Taeri menghentikan semua kegiatannya untuk menyiapkan buku. Ia menatap kedua sahabatnya dengan wajah memucat.

“ma-maksudmu.. semua menyalahkan Yoongi saat ini?”

 

*

 

Yoongi berdiri di hadapan pelatih basket yang sedari tadi enggan menatap kearahnya. Jin, Taehyung, Jimin dan juga Sera juga ada. Mereka berjaga-jaga takut akan terjadi hal yang buruk antara pelatih dan Yoongi –dua orang yang memiliki sifat dan watak yang sama- mereka juga menatap kedua lelaki itu dengan wajah tegang. Tidak ada yang berani menciptakan suara sekecil apapun di saat seperti ini.

Yoongi yang sebenarnya menghormati pelatih basketnya itu akhirnya menatap sang pelatih masih dengan tatapan dinginnya. ia membungkukan tubuhnya di hadapan pelatih.

“maaf atas kebodohan yang telah aku lakukan.”

Hening. Tidak ada jawaban dari pelatih. Yoongi kembali menormalkan posisinya dan menatap sang pelatih tanpa menunjukan rasa takutnya.

“kenapa kau mengecewakanku seperti ini, Min Yoongi?”

Ucap pelatih akhirnya. Suara berat pelatih dan dengan nada datarnya terdengar menyeramkan di telinga siapapun yang mendengarnya.

Yoongi tidak menjawab ucapan pelatih.

“aku kira kau bisa bersikap professional. Apapun masalah pribadi yang sedang kau miliki bersama Hoseok, tidak sepantasnya kau membuatnya terbujur lemas seperti itu.”

Yoongi masih tidak mengatakan apapun. Ia menatap pelatih yang bahkan terlihat enggan untuk menatap kearahnya.

“Hobum ssaem memberitahuku semuanya. Apa alasanmu menghajarnya. Apa kau tidak malu melakukan semua itu sekarang? Aku tidak tahu ternyata otakmu begitu bodoh Yoongi.”

Semua diam. Baru kali ini ada yang mengatakan hal seperti itu pada Yoongi, dan baru kali ini Yoongi hanya diam saja ketika ada yang mengatakan hal itu padanya.

Pelatih beranjak dari duduknya.

“kau harus meminta maaf pada Hoseok.”

Hanya itu yang pelatih ucapkan. Ia pun berlalu meninggalkan ruang rapat klub basket tanpa menatap kearah siapapun. Semua membungkukan badannya.

Lalu serempak mereka menghela nafas ketika pelatih sudah tidak ada di dalam ruangan yang tadi terasa dingin itu.

“Yoongi, sepertinya ada hal yang harus kau ceritakan padaku.” Jin menatap Yoongi dengan tajam. Yoongi menatap Jin dan membuang tatapannya dengan dingin.

Jin menarik Yoongi meninggalkan ruang klub basket untuk mengikutinya.

Jimin, Taehyung dan Sera menatap kedua lelaki itu. Mereka berdua terdiam.

Terlebih Sera, gadis itu menatap khawatir Jin dan Yoongi yang terlihat bersitegang satu sama lain. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi diantara mereka berdua.

Jimin melirik Sera dan Taehyung yang berdiri bersebelahan.

“ah astaga! Sepertinya aku meninggalkan ponselku di UKS!” Teriak Jimin tiba-tiba.

Taehyung dan Sera menatap Jimin.

“aku harus mengambil ponselku!” Jimin sudah bersiap berjalan meninggalkan ruang klub, tapi langkahnya terhenti ketika Taehyung juga mengikutinya. Jimin menahan tubuh Taehyung dengan tangannya.

“ani! Kau tetap disini! pasti akan sangat repot jika kau ikut! Kau tunggu disini!!” ujar Jimin mengangguk-anggukan kepalanya pada Taehyung.

Taehyung mengerutkan keningnya. Tak lama ia melototkan matanya. Ia mengerti apa maksud lelaki itu.

Terlanjur. Jimin sudah berlalu dan menutup pintu ruang klub. Meninggalkan ia dan Sera hanya berdua di dalam ruang UKS. Taehyung mendecakan mulutnya kesal.

Sera berpura-pura acuh. Ia mengalihkan perhatiannya pada loker dan membuka lokernya sendiri. Mengurusi setiap kotoran gumpalan kertas yang ada di dalam lokernya dan memasukinya kedalam kantung plastic. Taehyung menatap Sera.

“apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Taehyung dengan nada dingin. Dan Sera membenci itu.

“kau tidak bisa melihatnya sendiri?” jawaban Sera sama seperti jawaban Taehyung. Tepatnya nada dari jawaban itu. acuh dan tidak niat.

Taehyung putuskan untuk tidak bertanya lagi. Ia mendudukan dirinya pada sofa ruangan. Tiba-tiba satu buku kecil terlempar kearahnya tepat mengenai perutnya. Taehyung mengerutkan keningnya menatap Sera, gadis itu yang melempar buku itu kearahnya.

Sera menatap Taehyung dengan tatapan datar dan tidak bersahabat.

“itu komikmu. Aku menemukannya di bawa kolong loker.” Ucap Sera dan kembali membersihkan lokernya, membelakangi Taehyung.

Taehyung mengangkat satu alisnya. Melirik buku yang yang ia genggam. Benar, ini adalah komik seri fairy tale yang hilang dan sempat ia cari-cari dan menyalahkan Jimin karena mengira lelaki itu meminjamnya. Taehyung menatap Sera yang tampak kembali serius melakukan pekerjaannya. Gadis itu seperti tidak mempedulikan keberadaan Taehyung dan Taehyung menyadarinya dengan cepat. Gadis yang selalu tertawa dengan siapapun itu kini berubah. Ia memang tetap ceria dan tersenyum pada siapapun, kecuali terhadapnya.

Taehyung menyerngitkan keningnya melihat tingkah gadis itu.

Ia tetap diam menatap Sera hingga gadis itu menyelesaikan semua pekerjaannya. Tanpa menatap Taehyung ataupun mengucapkan sepatah katapun Sera berjalan meninggalkan ruang klub basket.

Taehyung menatap pintu ruangan yang tertutup. Ia terdiam cukup lama. Hingga tak beberapa lama ia memilih untuk mendudukan dirinya di atas sofa. Menyenderkan dirinya sendiri pada sandaran sofa. Memejamkan matanya.

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka.

“loh. Sera tidak ada?” terdengar suara Jimin. Lelaki itu mencelingukan kepalanya melihat sekeliling ruangan. Taehyung masih enggan mengangkat wajahnya untuk melihat Jimin.

“payah. Padahal aku tadi sengaja mengatur rencana agar kau dan Sera bisa berduaan.” Jimin menggelengkan kepalanya seraya berdecak.

“ya. Harusnya kau bisa sedikit agresif. Jangan menjadi lelaki yang datar.” Jimin menendang pelan kaki Taehyung. Taehyung berdecak kesal.

“berhentilah melakukan hal itu. itu tidak berguna sama sekali.” Ucap Taehyung pelan.

“tidak berguna? Itu berguna! Dia seperti sadar jika kau seperti bersikap beda padanya. Bukankah itu berarti dia memperhatikanmu?”

“hentikanlah. Aku tidak punya niat untuk menjalin hubungan apapun dengan seorang gadis.”

Jimin diam mendengar apa yang Taehyung katakan.

“meskipun itu Sera?” Tanya Jimin menatap sahabatnya itu. Taehyung tidak menjawab dan seperti enggan menjawabnya. Jimin menatap Taehyung seraya menghela nafasnya, menggelengkan kepala karena sikap sahabatnya satu itu.

 

 

*

 

 

“aku tidak mengerti dengan apa yang kau pikirkan Min Yoongi.”

Jin menatap Yoongi dengan tajam. Yoongi tidak menatap Jin dan memilih untuk mendengus. Wajah lelaki itu seperti tidak suka dengan sikap Jin. Tapi  ini pertama kalinya Jin bersikap tegas dengan Yoongi.

“apa alasanmu karena gadis itu?? Hwang Taeri???”

Yoongi tak menatap kearah Jin. Ia berusaha menahan emosinya. Bagaimanapun juga seseorang yang dihadapinya saat ini bukanlah orang yang pantas untuk ia hajar dengan kepalan tangannya. Tapi itu juga tidak mungkin ia lakukan.

“kau harus mengingat posisimu. Kau adalah kapten di tim basket ini. Apa menurutmu masalah pribadi pantas untuk kau sangkut pautkan? 4 hari lagi kita akan melaksanakan pertandingan yang besar dan kau membuat Hoseok cedera.” Jin menatap Yoongi masih dengan tajam. Terlihat kekecewaan pada tatapannya untuk Yoongi.

Yoongi masih tidak menjawab atau menatap Jin. Jin diam menatap Yoongi. sisi lelaki itu yang tak pernah Jin dapati sebelumnya. Ia tidak pernah menyangka Yoongi akan menjadi sedemikian gila karena cinta.

Basket adalah hal yang tidak pernah Yoongi abaikan selama ini. Itu selalu menjadi prioritas Yoongi yang nomor satu, jauh sebelum ia mengenal seorang Hwang Taeri. adik kelas yang tanpa sengaja membuat perhatiannya terbagi.

Jin sudah sangat mengenal Yoongi ketika ia masih menjadi senior kelas 3 di sekolah mereka saat ini. Yoongi yang tidak pernah mengenal arti mencintai orang lain. Sikap dingin dan kasarnya yang tidak pernah berubah.

Jin masih menatap Yoongi yang juga seperti bermain pada pikirannya sendiri.

Tiba-tiba ponsel Yoongi bergetar. Jin mengalihkan perhatiannya pada ponsel yang berada di dalam saku lelaki itu.

Yoongi merogoh sakunya dengan gerakan malas. Ia terdiam mendapati nama gadis yang tertera pada layar ponselnya.

“apa itu Taeri?” Tanya Jin menebak seraya memicingkan matanya.

Yoongi diam. Menatap datar layar ponselnya yang masih terlihat menunggunya mengangkat panggilan.

“hmm.” jawabnya kemudian dengan datar. Jin menatap Yoongi dengan heran.

Jika memang itu panggilan dari Taeri, tetapi lelaki itu tak juga menjawab panggilan gadis itu.

 

*

 

Taeri melangkahkan kakinya dengan matanya yang terus mencari-cari sosok yang sangat ingin ia temui saat ini. Ia melekatkan ponsel pada kupingnya. Menunggu sosok itu mengangkat panggilannya. Wajah Taeri begitu resah. Gadis itu berhenti berlari.

Mendapati sosok lelaki tua yang berjalan berhadapan dengannya. Mata Taeri melebar mengingat siapa lelaki tua itu. pelatih basket Yoongi.

Pelatih itu juga sadar dengan keberadaan Taeri di hadapannya dan menghentikan langkahnya. Pelatih itu sangat tahu siapa gadis yang berhenti di hadapannya saat itu. tatapan pelatih itu begitu tegas. Ia membuang tatapannya pada Taeri dengan dingin.

Taeri terhenyak. Jantungnya berdebar kencang diikuti dengan keringat dingin yang mengucur melewati pelipisnya. Tapi ia segera menepis rasa takut itu. ia berlari cepat menjangkau pelatih itu. berdiri tepat di hadapan pelatih itu hingga ia menghentikan langkahnya.

“MAAF!”

Taeri membungkukan badannya di hadapan pelatih itu. pelatih itu menatap Taeri dengan tatapan dinginnya.

“maafkan Yoongi sunbae karena sudah membuat Hoseok sunbae cedera! Itu semua karena kesalahanku! Tolong maafkan dia! aku mohon!” Taeri menatap pelatih itu dengan keberanian yang terus ia kumpulkan. Meski badannya begitu gemetar.

Pelatih itu menatap Taeri. menatap apa yang gadis itu lakukan.

“jadi kau merasa bersalah saat ini?”

Suara pelatih itu yang terdengar berat begitu mengejutkan Taeri. gemetar pada tubuh Taeri semakin menjadi-jadi. Taeri meneguk ludahnya dengan berat. Ia pun mengaggukan kepalanya. Pelatih itu menatap Taeri dengan dingin dan tegas.

“tak ada yang perlu kau salahkan pada dirimu. Semua tetap kesalahan Yoongi. dia tidak bisa bersikap dewasa.” Ucap pelatih itu. taeri menatap pelatih itu sedikit tidak yakin.

“tapi-“

“aku tidak akan menghukum Yoongi untuk saat ini. Tugasmu untukku adalah membuat lelaki bodoh itu bertanding dengan baik pada pertandingan nanti.” Ucap pelatih itu lagi memotong ucapan Taeri.

Taeri terdiam. Ia terhenyak.

Pelatih itu pun kembali berjalan melewati Taeri. taeri menatap punggung pelatih itu.

Entah mengapa airmatanya terasa ingin terjatuh.

Apa sekarang Yoongi baik-baik saja?

Taeri tersenyum pada dirinya sendiri. Ia mengusap airmatanya dengan masih menyungging senyumnya. Lalu dengan langkah riang ia bergegas untuk mencari sosok Yoongi untuk memberitahu berita baik ini.

Dalam hatinya ia terus berjanji untuk terus mendukung Yoongi dan membuat lelaki itu semangat bertanding.

Taeri terus mencari Yoongi dimana pun ia yakin lelaki itu berada.

Kelas lelaki itu. ruang klub basket. Hingga tujuan terakhirnya adalah lapangan basket belakang sekolah.

Langkah Taeri terhenti mendapati sosok Yoongi duduk membelakanginya menghadap lapangan basket. Lelaki itu terlihat duduk di bangku penonton yang kosong. Di sampingnya terdapat Jin.

Senyum Taeri terangkai. Ia kembali berjalan kearah Yoongi.

“sun-“

 

“apa kau mulai ragu pada hubunganmu dengan Taeri?”

Langkah Taeri terhenti ketika mendengar pertanyaan Jin.

Yoongi. lelaki itu terdiam.

“kau bisa menceritakan semuanya sekarang.”

Yoongi masih tidak menjawab. Lelaki itu terlihat menghela nafasnya.

“aku tidak tahu.” Jawab Yoongi dengan suara pelan dan serak.

Senyum Taeri menghilang. Tubuhnya terasa lemas mendengar apa yang Yoongi katakan.

“jadi kau tidak tahu perasaanmu sendiri pada Taeri?” Jin kembali bertanya.

“aku tidak tahu. Hanya tidak tahu.”

Tubuh Taeri bergetar. ia menggigit bibirnya sendiri. Menahan sesuatu yang ingin meledak pada dirinya. Dengan langkah cepat ia segera berbalik dan meninggalkan kedua lelaki itu. meninggalkan Yoongi dan apa yang akan lelaki itu katakan selanjutnya.

 

.

 

 

Taeri tidak bisa mengontrol langkahnya sendiri. Ia berjalan terhuyung seraya bersandar pada tembok koridor sekolah. Tatapannya begitu kosong. Sisi bawah matanya bewarna merah, ia terus menahan sesuatu yang ingin meledak pada dirinya.

Kata-kata Yoongi terus terngiang di pikirannya. Helaan nafas lelaki itu.

Tubuh Taeri gemetar.

“Taeri?”

Taeri menghentikan lamunan kosongnya. Ia menoleh kearah sosok yang memanggil namanya.

Lelaki itu terlihat berdiri di ambang pintu ruang UKS. Menatap Taeri dengan khawatir karena gadis itu terlihat aneh.

“apa yang terjadi?” Hoseok menatap Taeri lamat. Mencoba menangkap apa yang terjadi pada gadis itu.

Masih dengan wajah memerah Taeri tersenyum menatap Hoseok. Senyum yang ia paksakan.

“sunbae masih harus berbaring. Jangan berjalan-jalan dulu.”

Hoseok tidak mempedulikan ucapan Taeri. gadis itu benar-benar terlihat aneh. rasa khawatir lebih mendominasinya saat ini.

“apa yang terjadi padamu?” pertanyaan Hoseok masih sama.

Taeri terdiam. Tubuhnya bergetar.

“dia bilang… dia tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini padaku…” suara parau Taeri terdengar. Taeri menatap arah lain dengan tubuh bergetar.

Hoseok diam. Menunggu apa yang akan selanjutnya gadis itu katakan.

“dia tidak tahu apa dia mencintaiku atau tidak.

… aku… aku… aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sunbae… aku…”

Airmata Taeri mengalir begitu saja. Buliran airmata itu terus terjatuh tanpa henti. Hoseok menatap Taeri dalam diam. Ia tahu siapa yang gadis itu maksud.

Min Yoongi.

Perlahan Hoseok berjalan mendekati Taeri. dengan lembut ia mendekap Taeri kedalam pelukannya. Tidak usah menunggu waktu lama untuk gadis itu menangis dengan isakan kencang. Gadis itu tidak membalas pelukannya. Ia hanya terus menangis.

Hoseok mengelus kepala Taeri dengan lembut. Hoseok kini sangat tahu bagaimana perasaan Taeri pada Yoongi saat ini. Gadis itu begitu mencintai lelaki itu. Rasa sakit lelaki itu memang ada, tapi ia terus menepisnya jauh-jauh. Hoseok memejamkan kedua matanya.

Tanpa Taeri tahu dua bulir bening kecil airmata terjatuh dari mata Hoseok yang terkatup.

 

 

 

***

 

 
2 days later

 

“sampai jumpa Jungkook-ee, kau harus belajar dengan benar!”

Eunbi mengepalkan tangannya pada Jungkook ketika lelaki itu baru akan bersiap turun dari bus. Taeri menatap Eunbi dengan tatapan datar.

Dan bodohnya Jungkook membalas ucapan Eunbi dengan mengedipkan sebelah matanya.

Muka Eunbi memerah. mata Taeri melotot melihat apa yang sepupunya itu lakukan pada sahabatnya. Jungkook buru-buru turun dari bus dengan langkah cepat, ia seperti tahu akan ada marabahaya yang akan menerjangnya jika ia tetap berdiri di dalam bus lebih lama lagi.

“APA YANG BOCAH BODOH ITU LAKUKAN??? MENGEDIPKAN MATANYA SEPERTI ORANG BODOH!!!” Taeri mengomel dengan suara kencang. Beberapa penumpang bus yang hanya bersisa sedikit melirik kearahnya.

Eunbi tertawa terbahak.

“astaga. Hanya karena dia mengedipkan matanya kau langsung semarah itu?? daebak.” Eunbi menggelengkan kepalanya masih tertawa kecil.

Taeri menatap Eunbi dengan kesal. Ia mendecakan lidahnya.

“aku curiga. Apa saja yang kau lakukan ketika bersama bocah itu?”

Eunbi tersenyum menggoda. “menurutmu??”

Taeri memelototkan matanya. “YA! Yoo EunBi!! Apa kau gila???”
Eunbi semakin tertawa terbahak melihat ekspresi Taeri. ia menunjuk-nunjuk muka Taeri seraya tertawa lepas. Taeri tidak bisa terus berpura-pura marah.

Ia pun ikut tersenyum dan menoyol kepala Eunbi. Mereka berdua tertawa seakan tidak mempedulikan beberapa penumpang bus yang melirik kearah mereka.

Taeri mengalihkan perhatiannya pada jendela bus dengan tetap masih menyunggingkan senyum lebarnya.

Eunbi menatap kearah sahabatnya itu. senyumnya yang tadi tersungging perlahan menghilang.

“apa benar kau sudah putus dengan Yoongi sunbae?” Tanya Eunbi pelan. Berusaha tidak membuat Taeri marah dengan pertanyaannya itu.

Taeri diam. Gadis itu masih menatap kearah jendela bus.

“hoh.” Ucap Taeri dengan nada riang. Ia masih menatap jendela bus.

Eunbi diam. Ia tidak ingin bertanya lagi.

Cukup saat dimana Eunbi dan Hweji mendapati diri Taeri yang ‘lain’ kemarin. Gadis itu sudah tidak pernah bertemu dan terlihat berdua dengan Yoongi lagi.

Bahkan semua pesan masuk dan line Taeri sudah tidak tidak ada lagi nama Yoongi.

Lelaki itu berhenti mencarinya, dan ia berhenti mencari lelaki itu.

 

*

 

Eunbi, Hweji dan Taeri berjalan melewati lapangan basket ketika membawa beberapa tumpuk kertas yang di minta guru sains mereka. Seluruh murid kelas juga membawa tumpukan yang sama.

“biar aku bawakan.”

Jimin langsung meraih seluruh tumpukan kertas yang dibawa Hweji hingga tangan gadis itu kosong.

“hey. Aku bisa membawanya sendiri.” Protes Hweji. Tapi Jimin pura-pura tidak mendengar apa yang Hweji katakan. Ia berjalan terus menuju kelas dengan langkah riang khas lelaki itu. hweji tersenyum begitu juga dengan Taeri dan Eunbi.

“ASTAGA! HEY! KIM TAEHYUNG!!!! APA YANG KAU LAKUKAN DISANA???”
suara teriakan guru sains menggema. Seluruh murid menoleh kearah guru sains dan juga menoleh kearah lapangan basket –apa yang guru sains itu lihat-

Taehyung yang lebih memilih untuk berlatih dengan tim basket. Lelaki itu membolos dan dengan bodohnya lelaki itu melambaikan tangan pada guru sains dengan santai.

Seluruh siswa yang berhenti untuk melihat pemandangan itu tertawa terbahak. Taeri juga tertawa.

Eunbi dan Hweji melirik kearah Taeri. gadis itu tertawa seperti biasa. Padahal di lapangan basket itu juga ada Yoongi dan lelaki itu terlihat jelas menatap kearahnya. Dari kejauhan Yoongi beranjak dari duduknya dengan tetap masih menatap kearah Taeri.

“astaga anak itu. baiklah, ayo cepat kita kekelas.” Ucap guru sains menggelengkan kepalanya pasrah dengan sikap Taehyung. Ia pun berjalan diikuti murid yang lainnya. Taeri juga berjalan mengikuti guru sains itu tanpa mempedulikan Yoongi yang menatap kearahnya. Eunbi dan Hweji menatap sikap kedua pasangan itu secara bergantian. Saling menatap satu sama lain dengan ekspresi bingung dan prihatin. Mereka pun memutuskan kembali berjalan kearah kelas.

 

*

 

Hweji menggigit bibirnya sendiri ketika memperhatikan dirinya sendiri di hadapan cermin toilet sekolah. Ia menghelus-helus perutnya yang mulai sedikit membuncit layaknya gadis berlemak banyak di perutnya. Itu juga yang menjadi alasan mengapa ia mengenakan seragam sedikit kebesaran sekarang.

Jika malam perutnya akan terasa ngilu dan ia tidak bisa menemukan posisi tidur yang nyaman.

Hweji kembali menggigit bibirnya.

 

 

.

 

 

“dokter kandungan?”

Jimin menatap Hweji, lelaki itu mengalihkan perhatiannya dari komik yang tengah ia baca.

“ssstt!! Pelankan suaramu!”

Hweji melirik sekitar kelas dengan muka takut. Jimin tersadar, ia mengaggukan kepalanya dan mendekatkan posisinya pada Hweji.

“kenapa kau ingin ke dokter kandungan? Apa tiba-tiba perutmu terasa sakit?”

Hweji menggelengkan kepalanya.

“ini sudah semakin membesar, aku ingin tahu bagaimana kesehatannya. Menurut buku yang kubaca wanita yang hamil wajib memeriksa kandungannya di rumah sakit.” Terang Hweji menunjuk perutnya sendiri.

“aigooo~ apa kau sudah semakin besar?” Jimin ikut mengelus perut Hweji tapi dengan cepat gadis itu segera menjauhkan tangan Jimin dari perutnya.

“kalau kau melakukan hal itu bisa menimbulkan kecurigaan!” Hweji memelototkan matanya. Jimin tersenyum dan mencubit pipi wanitanya itu dengan gemas.

“aku mengerti. Sehabis pulang sekolah aku akan bolos latihan basket dan menemanimu. Oke?” Jimin menyunggingkan senyum manisnya. Senyum yang bisa membuat Hweji ikut membalas senyumnya.

Jimin menarik Hweji kedalam dekapan hangatnya.

 

 

***

 

 

“maksudmu kau tidak bisa pulang bersama hari ini karena Jungkook?”

Taeri mengangkat satu alisnya ketika mendengar apa yang Eunbi katakan dihadapannya saat ini. Eunbi tetap memposisikan tangannya terkatup dengan wajah penuh penyesalan.

“maafkan aku. Jungkook tadi memintaku menemaninya mencari jaket untuk persiapan liburan di sekolahnya.” Ucap Eunbi dan Taeri sudah tidak bisa menebak keberapa kali Eunbi mengatakan hal itu.

Taeri memutar bola matanya dengan malas.

“maafkan aku Taeri. lalu aku harus buru-buru, Jungkook sudah menunggu lama di halte bus timur.” Eunbi kembali mengatupkan tangannya. Tanpa menunggu jawaban Taeri gadis itu sudah membalikan badannya dan berlalu setengah berlari.

Taeri menghela nafasnya.

Hubungan Eunbi dan Jungkook semakin dekat dan ia sudah tidak bisa menduga sudah sampai mana hubungan mereka saat ini.

Eunbi, gadis itu tetap saja tidak mau menuruti apa yang Taeri katakan padanya. Gadis itu tetap mempertahankan kedekatannya dengan Jungkook meski gadis itu mengaku hubungannya dengan Jungkook tidak jelas kemana arahnya.

Taeri menggelengkan kepalanya. Menghentikan semua pikirannya tentang kedua sejoli bodoh baginya itu.

Taeri mendongkakan kepalanya. Menatap senja langit yang begitu indah. Menandakan gelapnya malam akan segera muncul beberapa menit lagi.

Taeri pun mulai melangkahkan kakinya dari ambang pintu gedung sekolah untuk keluar. Suasana sekolah sudah mulai sepi. Ia dan teman sekelas yang lainnya pulang terlalu sore karena mengikuti kelas tambahan. Taeri sedikit mempercepat langkahnya agar bisa mencapai halte bus dengan cepat.

Ia menghela nafas lega mendapati halte bus yang tidak ramai, hanya terdapat 4 orang yang menunggu bus datang.

Taeri duduk di bangku halte. Ia langsung mengeluarkan ponselnya. Sekedar mengeceknya jika saja menerima pesan. Tapi ia tidak menemukan satupun pesan di ponselnya itu.

Taeri kembali memasukan ponselnya kedalam tasnya. Mengamati sekitar jalan raya Seoul yang lumayan padat dilalui kendaraan.

Disela kegiatan mengamatinya itu tiba-tiba ia teringat Yoongi.

Celotehan lelaki itu seperti terdengar diantara bising jalan raya. Taeri menghela nafasnya sekali lagi.

Berkali-kali ia terus mengingatkan dirinya sendiri, Yoongi bukanlah seseorang yang pantas ia pikirkan lagi.

2 hari sudah berlalu ia dan Yoongi sudah tidak saling berhubungan satu sama lain. Bertemu saja tidak pernah, meski itu hanya sekedar berpapasan.

Hoseok juga tidak terlihat di sekolah karena lelaki itu menjalani masa pemulihannya dari cedera di rumah.

Dan Yoongi tidak mencarinya. itu sudah cukup membuat Taeri sadar apa yang lelaki itu inginkan saat ini.

Taeri memeluk dirinya sendiri dengan tubuh sedikit bergetar.

Ia tidak menyangkalnya, ia memang merindukan setiap sentuhan Yoongi. celotehan sinis lelaki itu, senyum lelaki itu yang hanya bisa dilihat olehnya. Semua tentang lelaki itu, ia begitu merindukannya.

Ia pura-pura mengatakan semuanya baik-baik saja meskipun pada kenyataannya ia begitu sakit dan terjatuh.

“ah- sial-.”

Taeri menghapus airmatanya yang terjatuh tiba-tiba dengan belakang pergelangan tangannya. Ia berusaha menghapus airmatanya yang terus terjatuh.

 

“apa airmata itu untukku?”

Taeri terpaku ketika mendengar suara lelaki yang begitu ia kenal terdengar dari arah sampingnya.

Dengan cepat Taeri menolehkan kepalanya. Matanya terbuka lebar mendapati Yoongi berdiri di sampingnya dan menatapnya dengan dingin, atau mungkin lamat.

Taeri membuang tatapannya. Ia beranjak diri dari duduknya dan berniat melangkah kearah lain untuk melewati Yoongi.

Tapi semua itu belum cukup bisa membuat Taeri menghindar jauh dari Yoongi. Yoongi melingkarkan tangannya pada pinggang Taeri. memeluk gadis itu dari belakang dengan erat. Lelaki itu tidak peduli lagi dengan rasa malunya karena banyaknya orang yang berlalu lalang mengamati mereka.

“lepaskan aku.”

“tidak.”

“kita sudah berakhir.”

“aku tidak mengakhirinya, dan semua ini tidak akan pernah berakhir.”

 

TBC

 

Maaf ya part kali ini ceritanya lebih fokus ke couple Yoongi-Taeri dulu. Tapi author janji akan memasukan kisah para couple yang lainnya di next part ;D

aku janji akan posting FF ini secepet mungkin, karena aku juga ngebut buat lanjutin FF2 yang masih terbengkalai lainnya yang minta banget buat di lanjutin u.u

sebenernya aku bisa aja ngelanjutin semuanya sekaligus, tapi itu kalau lagi di waktu senggang. Ini semua gara-gara tugas kuliah yang bener2 numpuk banget =,=

About fanfictionside

just me

142 thoughts on “FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL/ BTS-BANGTAN/ pt. 11

  1. seperti biasa sera selalu PHP (?)
    aaah~ ini mah emg author nya aje yg kedemenan ama si yoongi (?)
    udah yg gantiin posisi si hoseok di tim basket, si johnny aje body nya kan abbas bgt tuh (?) anak basket maksudnya (?) *apaini

  2. author-nim semangat ne !! setiap part bts rhs sllu keren :3 ditunggu kelanjutan hwejimin couple ama serahyung (?) couple hehehe fighting q’-‘)q

  3. haha akhirnya di hubungan mereka ada konflik yang berarti. Taeri-Yoongi hwaiting ! alviany eonnie.. semangat ya aku tunggu part selanjutnya krna Yoongi udh gatahan jauh2 dari Taeri fufufu

  4. Whoaaa ini part favorite aku bgt thor! Daebak <3<3 Yoongi-Taeri OTP bgt deh. Lanjutin thor gapapa yoongi-taeri dibanyakin gapapa =))

  5. Ah ,, Taehyung merengkel bgt gak mau belajar .
    Jgn sampek taeri yoongi putus..
    Knp taehyung sera ,tmbh parah ? Harusnya tmbh baik
    bner2 suka karakter Jimin
    next chap ditunggu ,keren !

  6. frustasi sama kelakuannya taehyung *acak2 rambut. alviani kau berhasil membuatku kesal dgn taehyung….
    emg dasar teenage love cuma ga komunikasi dianggap putus…. aku harap hoseok ngaku yg sebenernya k yoongi, minta maaf & lepasin taeri….
    aaaaa penasaran eunbi jungkook…
    next part nya cepet lgi y author….

    • uwaahhh… akhirnya ada konflik juga taeri yonggi .. daebakk daebakkk.. terus lanjutkan thor jgn lma2.. feel nya dpet bngt sedihnya taeri.. hwaiting.

  7. ah bener2 gereget sama taehyung-seta, kapan ada kemajuannya coba😐
    yoongi-taeri jangan sampe putus😦
    tapi dari semua couple masih penasaran kelanjutan kisah jimin-hweji thor ..

  8. Huaaaa~ banjir air mata😥
    akhrnya nongol jga part 11, mkin seru…. Taeri sm suga bkin sesak napas… Next part nya jgn klamaan thor….. LANJUT

  9. Gak bisa bilang apa2 selain SUMPAH PART 11 NYA KEREN BANGET THOR #capslockjebol Next chap jangan lama2 ne🙂 Fighting😀

  10. Dear : Authortersayang😀 (AlvianyHwang)
    From : Pembaca setiamu *cielah
    OHMYGOSH!!! Lanjut thorrrr. Yaelah kirain setelah 2 hari berlalu, Taeri bisa jadian sama Hoseok oppa. Dan ternyata stay with Yonggi oppa><
    Aigoo~ tapi sih cocok juga ya. Dan yang bikin jeger apa alasan yonggi oppa ninggalin tanpa satu katapun ke Taeri? aishh yasudahlah, tetep semangat buat thorku. Jaga kesehatan, makan yg banyak biar sexeh!😀
    Satulagi thor, NCnya bikin KESETRUM
    gomawo, annyeong~

  11. aduhhhhhh……
    sesak nafas bacanya, butuh asupan oksigen…
    yoongi taeri, baikan dong
    taehyung sera, makin penasaran sama perasaan masing2
    jimin hweji, belum ngebayangin gimana reaksi orang tua mereka
    jungkook eunbi, teenage love banget

  12. Thor kalo bisa dipercepat aja kelahiran anaknya jimin sama hweji. Pengen banget ngeliat sikap jimin waktu jdi appa >.<

  13. Greget dah greget xD Next ya thor! Dan bikin Hoseok kasih tau yg sebenernya dong ke Yoongi!! Greget aku sama si Hoseok xD

  14. Aduh jgn putus dunk taeri-yoongi nya ?
    Tp yoongi nya keterlaluan nih, masa blm tau kepastian nya main ngehindari taeri segala, gk tau apa gimana sakit nya taeri ? *ceileh
    pngen nya mereka cepet baikan tp asik kalii yaa bikin yoongi merana dulu *smirk
    ahh, thor KAPAN SIH TAE-SERA MOMENT YG WOW DAN LEBIH BANYAK ?? *hiks saya galau nunggu hubungan mereka dan miris dgn kelakuan Taehyung yg makin parah *jambakTaehyung
    saya juga nunggu moment nya jungkook-eunbi yg lebih(?) loh *eviLaugh
    cepetan next thor😄

  15. Ceritany bgus bgt. Aku udh ngikutin dri chp awal.. tapi agak kecewa knp hny suga dan taeriyg bnyk bgianny? Kenpa ga jungkook eunbi atau taehyung sera? Kisah mereka ku pikir lebih menarik… jd buat next chp bnykin teara moment or jungbi moment

  16. Lanjuttt unni!!!!!!!! Jangan lamalama unni jeballlllllllll setiap hari aku bolak balik liat blog ini cuma liat kelanjutan ff inii. Daebakkkkkk. Inget jan lamalama ya thor lanjutannya hehehe

  17. thor , aku boleh jujur gak/? sebenernya itu … AKU NGEFANS SAMA KAMU :* FF MU INI SANGAT BAGUS :* DAN AKU SUKA :* DI SETIAP PART AKU CUMA BISA NGOMONG BAGUS DAN BAGUS. AKU KEHABISAN KATA2 SOALNYA INI TERLALU BAGUS. thor cepet di next ya ^^ aku menunggumu ^_^

  18. aku seneng baca FF disini, uda NC gada PW lagi😀 di FF sbelah ada yg critanya bagus tp diPW:/ mana mintanya susah lagi :p mending disini… ceritanya aseek, ga di PW, authornya kece :*

  19. ga tau lagi mau komen apa selalu bagus selalu seru disetiap chapternya >.< ditunggu chapter2 selanjutnya suka chapter ini banyak part taeri yoongi, semangat buat authornyaaaa ^^

  20. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA suka banget banget sm part ini bagian Yoongi lebih banyak dari biasanya makin cinta sm ini ff!! :* lanjut terus ya thor aku sayang kamu tapi lebih sayang sm yoongi :*

  21. Akhirnya yang ditunggu tunggu muncul jugaaa…. katakata yoongi cool bangeeett arrrghhh!!! Next partnya cepetan ya thor!!

  22. woooooooooaaaahhhhh thorrr keren beud DAEBAK BUAT FF INI DAH😀
    semoga hoseok ga ngapa2in taeri🙂
    jan lama2 ngepost next chapternya thorr aku tunggu lohh🙂
    keep writing😀

  23. Hoseok kasian ya ampun~ si Yoongi mukulnya parah banget sih, ckck
    si Taehyung juga, hidupnya flat banget._. kalo suka bilang aja atuh bang~
    Next chapter banyakin scene Jungkooknya yaa thor🙂

  24. perasaan yg part ini dikit banget ya? juga kurang ngena drpd crita sbelumnya.. biasanya aku tiap baca tu kalo gak deg2an ya merinding😀 tapi kali ini ga bgitu.. apa mungkin karna authornya ngebut jadi agak kurang sipp gtu ya?
    mending slow aja de thor, dan hasilnya kan memuaskan🙂 fighting!!!😄

  25. saya reader baru thor, maaf ya komennya di part ini, cerita seru banget thor, sweet suga bad boy banget, suga my bias..hehehe….

  26. Kyaaaa, makin seru aja ff nya😉 next ya eon,😉 suka sama ff ini. Suka sama yoongi di ff ini. Dan eonni tu ngepost ffnya ga lama”, jdi seru. Hehehe, keep fighting eon🙂 (y)

  27. Daeeebaaaak thooorrr…. aku kecanduan bingit sama nii ff.. gara2 nii ff aku jadi tambah lope lope sama aa Suga Swag… jangan lama2 thoor update nya,, tapi panjangin chapter nya.. kekekekee~
    *tiap hari aku cek blog ini kaya sholat 5 waktu,sehari 5 kali* *tsaaahlebaaay😀

  28. So Sweet banget Yoongi…
    Ohiya thor…Taehyung dan Se Ra Bakln Happy ending kan???
    kalau mereka gak jadian bisa berabeh…
    Hwe Ji dan Jimin gimana kisah mereka ya??Kandungan Hwe Ji kan makin besar padahal belum diakui keorangtua mereka…

    Akkhhh….Pokonya cepet dipost PT.12 nya Ya thor…Makin penasaran sama kisah cinta mereka semua XD….

  29. jangan, pisahkan yoongi taeri .. konflik percintaan mreka ditambah ya, biar makin seru.. part mereka juga diperpanjang lagi ya🙂 … nice ff pokoknya🙂

  30. Taeri – Yoongi cople g bakalan putus it.. sdh terikat benang merah hahaha😀

    tapi uri Hope kasian bgt dipukulin gtu… T_T

    Taehyung Sera msh sama.. ditunguu kelanjutan hubungan meraka gmn hehe

    author fighting !!! ^^

  31. Ah sumpah min yoongi!!!!!!! kenapa sekejam itu, udah mainin ngadukin perasaan orang ya Allah -___- jadi kasihan sama Hoseok disini. :((( Aduh Taeri kasihan dirimu.

  32. Woahh ceritanya makin seru.. aku jdi penasaran ama kisahnya si taehyung dan sera. aku tunggu thor lanjutannya ^^

  33. Kak author chap nextnya jelasin dong, sebenernya hoseok ngelakuin “itu” enggak sama taeri
    terus banyakin adegan romance yoongi-taerinya ^^
    Keep writing !

  34. Hwaaaa, prtama liat cast ny bnyak bnget bkin Ъќ trtarik, tp stelah baca crita ny, complite dan seruuu,,, hwaaaa, yongi dan taeri romantis abis, d tunggu klanjutan ny thorrr,,, smangat!!!

  35. Aku udah baca dari part 1-11 dan aku comment disini ya^^
    Sumpah aku suka ama crita ini berasa kebawa suasana xD
    Next dong ya aku tunggu :3
    Yoongi taeri lucu bener hweji jimin romantisnyaaaaaa gila ><

  36. aku lebih seneng sih couple yoongi sama taeri ini dari pada kopel lainnya ._. perbanyak dong min hehe.. cepet rilis ya episode selanjutnya.. ga sabar banget sumpah ;A;

  37. Ckckckc, udh baca ff ini berkali” tapi ga bosen”🙂 Ff nya ngefeel eon, oiya, aku suka semua couple eon, semuanya serasi apa lagi taeri yongi, sera taehyung jugak. Jjang (y) eon, dichapter brikutnya cantumin ff eonii yg lain dong, saeng pen baca jugak yg lainnya🙂 fighting

  38. astaga~~ author tecinta maafkan aku.. aku baru koment di part ini a.ka part 11 huhuhu biasa aku lagi terlalu sibuk gitu.. milkirin kelakuan yoongi oppa yang astaga makin hot hot summer🙂 X)
    thor,jangan ganggu hubungan taeri-yoongi. terus v apa kabar?? kapan mereka jadian?? kookie sama eunbi juga.. makin deket aja deh tuh anak😉 ditunggu part 12nya sampai part endingnya… tapi jangan ending dulu ya thor…….. author.. semangat!!!!!!!!

  39. ya ampun aku ga bisa bayangin kalo jadi taeri yang sering dibentak2 gitu -_-
    aku ga bisa berhenti ketawa kalo bayangin taehyung dadah2 ke guru yang marahin dia xD
    ff ini seru banngettt!!
    aku ngefans sama author❤ hahahaha

  40. Uwaaaaaa~~
    Suka banget sma part ini!!😀
    Taeri-Yoongi semakin banyak di part ini
    Ditunggu lanjutannya, Eonn~😀

  41. Taehyung lawak :v bolos bangga banget, ya ampun wkwk
    Kyaaa Jimin sama Hweji romantis gewlaaa

    Back hug oyy di bus ;3 aaa gatau mau komentar apa lagi. Ini bagusssss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s