FF/ WHAT’S WRONG WITH A KISS?/ pt. 3


Author : Z

Title : What’s wrong with a kiss? (Part 3)

Cast :

   Park Lizzy (OC)

   Lee Chi Hoon

   Kim Joon Myeon [Suho]

   Shin Eyoung (OC)

   Park Hyung Seok

   Park Tae Jun

   ……

Lenght : Chapter

Genre : Romance, School life, NC, Comedy(?), sad

Nb :

Kalau bahasanya sulit di cerna harap maklum. Karena sebenernya aku orangnya memang berbelit belit dan tidak efektif. Nah lo gimana tuh.😄 #abaikan ya udah langsung aja ne.. ^^

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

 PicsArt_1397242342044

 

 

Entah kenapa eyoung memiliki firasat buruk temtang ini..

Eyoung masuk ke dalam club itu. Banyak anak mudah yang sedang minum maupun menggobrol di sana. Eyoung merasa canggung dengan suasana ini. Ini pertamakalinya ia masuk ke dalam club. Ayolah dia masih sangat muda dan dia memang tidak di perbolehkan berkeliaran di tempat seperti ini.

Eyoung mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan dan mencari sesosok namja yang ia cari. Eyoung menemuka sesosok itu. Hyung seok. Eyoung berjalan  mendekati hyung seok. Eyoung melihat meja yang hyung seok tempati. Banyak gelas kosong bekas minuman di sana.

“hyung seok sunbae?!” eyoung mencoba membangunkan hyung seok yang sedang tertidur di hadapannya itu. Hyung seok hanya diam.

“apakah dia mati?” ucap eyoung pelan.

Eyoung menepuk pundak hyung seok. “Sunbae?!”

“kau pacarnya ya?” tanya seorang namja yang tiba-tiba muncul. Eyoung langsung menoleh kearah namja itu.

“apa? A-aniya..” wajah eyoung sedikit kemerahan.

“kau tak usah malu. Ah ini tagihan pacarmu itu.” namja itu memberikan sebuah struk.

“apa? Ah ne?” Mataku melebar melihat jumlah angka yang tercantum disitu. Itu sama dengan uang jajan eyoung satu minggu.

Dengan terpaksa eyoung membayar tagihan itu.

~

Eyoung membopong hyung seok kedalam mobilnya. Badan hyung seok tidak terlalu besar jadi eyoung masih mudah membopongnya.

Eyoung sampai di depan mobilnya. Ia mengambil kunci mobilnya yang berada di kantong. Dan membuka pintu mobilnya itu.

Eyoung menaruh tubuh hyung seok di sofa mobil bagian belakang.

“hah! Kenapa sunbae merepotkan sekali.” keluh eyoung.

Sebuah lagu terdengar oleh eyoung. Lagu yang sama seperti di kelas waktu itu. Eyoung menatap ke arah hyung seok.

“Ayolah sunbae!”

Eyoung menghela nafas berat. Dengan ragu ia mencari sumber suara itu. Mungkin orang yang menelfon bisa membawa hyung seok pulang.

Eyoung terkejut saat sebuah tangan menariknya dan membuat eyoung berada di atas pemilik tangan tersebut. Hampir saja eyoung berciuman dengan hyung seok. Pemilik tangan yang menariknya tadi.

Mata hyung seok terbuka dan membuat eyoung terkejut. Eyoung mencoba bangkit dari tubuh hyung seok. Tapi tangan hyung seok yang berada di pinggang eyoung menahannya.

Hyung seok tersenyum. Wajah eyoung memerah.

Hyung seok membalik badannya sehingga eyoung berada di bawah.(tau maksudnya?)

“Sunbae..” rintih eyoung takut.

“emm wae?” jawab hyung seok pelan.

“Sunbae aku masih ada urusan yang penting. Jika sunbae sudah sadar lebih baik sunbae segera pulang.”

Hyung seok seperti tidak mendengarkan ocehan eyoung.

Hyung seok malah mendekatkan wajahnya ke eyoung. Mulut hyung seok masih berbau alkohol.

Jantung eyoung berdetak semakin kencang. Sampai bibir hyung seok yang masih berbau alkohol itu mengenai bibir eyoung.

Jantung eyoung terasa berhenti.

Lumatan yang awalnya lembut dari bibir hyung seok sekarang mulai berubah menjadi kasar. Udara dingin yang masuk dari sebelah pintu yang dari tadi belum tertutup seharusnya membuat mereka berdua kedinginan.

Eyoung merasakan kehangatan dalam tubuhnya. Lumatan hyung seok membuat bibir eyoung terbuka. Dengan lincah hyung seok memasukan saliva yang bercampur alkohol itu kedalam mulut eyoung. Hyungseok mengabsen setiap gigi eyoung. Eyoung tidak tahan. Nafasnya terengah-engah. Wajahnya memerah. Eyoung mencoba mendorong hyung seok menjauh darinya. Tapi eyoung malah merasakan sesuatu menyentuh dadanya. Dadanya terasa diremas oleh sesuat.

“emh..”

Hyung seok memasukkan tangannya kedapam baju eyoung dan meremas dada eyoung.

Eyoung menampar hyungseok dengan sekuat tenaganya yang ia bisa. Tamparan itu membuat ciumannya terlepas. Hyung seok menunjukkan wajak tidak suka.

Hyung seok menutup pintu mobil yang tadi terbuka.

“apa yang kau lakukan sunbae?!” tanya eyoung kesal.

“wae eyoung? Bukankah kau seharusnya suka dengan hal seperti ini?” hyung seok mulai menggoda eyoung. Hyung seok mendekatkan wajahnya dan mencium telingga eyoung.

“aniya! Kau seperti hewan yang tidak makan selama bertahun-tahun.. Itu menggerikan sunbae! Kau menjijikkan! Dan aku bukan wanita jalang yang dapat dipermainkan seenaknya!” butiran bening menetes dari sudut mata eyoung yang indah. Hyung seok hanya terdiam tanpa menjauhkan mukanya.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

Suho beralari kearah rumah lizzy berharap lizzy sudah ada dirumah. Suho menelfon ponsel lizzy tetapi tak ada satupun yang di angkat.

10 menit kemudian suho sampai dirumah lizzy. Nafasnya terengah-engah karena larinya tadi. Suho mengetuk pintu rumah lizzy.

“lizzy-ah! Kau ada di dalam?!” teriak suho sambil mengetuk pintu rumah itu.

“lizzy-ah!” suho menurunkan gagang pintu itu berharap pintu dapat terbuka. Namun itu sia-sia.

Perasaan suho tak enak. Dia melihat jam tangannya. Suho berlari menuju festival. Dia berfikir bahwa lizzy sudah berada di festival itu.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

“emmh” lizzy meremas baju chi hoon. Dia seperti menolak ciuman itu. Namun chi hoon tetap melumat bibir lizzy. Lizzy memukul-mukul dada chi hoon berharap ciumannya itu dilepaskan.

Tangan chi hoon menyentuh dada lizzy dan menekannya. Rumasan mulai di rasakan lizzy. “emmmhh” “sunbaee..” lizzy berusaha berbicara walaupun itu tidak jelas.

Saliva chi hoon dan lizzy terus  bercampur. Lizzy merasakan sebuah tangan menyentuh miss v nya dari luar celana yang ia pakai. Mata lizzy terbuka lebar. Nafas chi hoon yang hangat terus menerpa lembut wajahnya.

Entah menggapa lizzy dia tak bisa bergerak. Lizzy hanya terpaku dan memandang kedua mata chi hoon yang tertutup. Ia merasakan sebuah kehangatan yang berbeda di sekitarnya. Tanpa lizzy sadari bibir lizzy seperti membalas lumatan chi hoon. Lizzy tak kuat menahan nafasnya yang terus terengah-engah itu.

Tangan chi hoon meremas dada lizzy bagian kanan dengan keras.

Walaupun hanya dari luar baju, lizzy dapat merasakan dengan jelas. Lizzy menggigit bibir chi hoon. Yang membuat chi hoon melepaskan lumatannya itu.

“aww!” chi hoon mengusap bibir bawahnya dengan ibu jarinya. “kenapa kau menggigitku?” tanyanya santai.

Lizzy berusaha menata detak jantungnya.

“YA! SUNBAE-YA! APA YANG KAU LAKUKAN?!”

Chi hoon hanya melihat lizzy datar. “wae?”

“KENAPA KAU MENCIUMKU YANG KEDUA KALI?! A-aku ingin berciuman hanya dengan orang yang aku sukai! KAU MENGERTI ITU!”

“tch! Memang apa bedanya. Semua ciuman itu sama.”

Sebuah tamparan mengenai pipi kanan chi hoon. “kau tak pernah mengerti wanita!”

“apa kau bilang?! Ha? Kau yang tak  mengerti pria!” “kau seharusnya senang dan merasa bangga aku menciummu! Kau tau itu!”

“aku sama sekali tidak menginginkannya!”

“tch! Jangan jual mahal!” chi hoon turun dari mobilnya. Dan berjalan menuju rumah. Chi hoon berhenti dan menghadap mobil yang baru saja ia tinggalkan itu. “hai kau tidak turun?!” tanyanya kepada lizzy yang masih di dalam mobil.

Lizzy hanya terdiam. Ia menaikan syalnya sehingga menutupi bibir merahnya itu.

Suara pintu mobil terbuka. “kau mau tetap di sini?! Ayo masuk!” chi hoon menarik tangan lizzy yang membuat lizzy keluar dari mobil. Chi hoon kembali menutup mobil itu dan menarik lizzy masuk kedalam rumahnya.

Chi hoon membuka pintu rumahnya itu.

“anda sudah pulang tuan muda? Tadi tuan menelfon tapi saya bilang anda sedang keluar.” ucap seorang yeoja ketika chi hoon masuk.

“tch! Kenapa tidak menelfon ke hp ku?” dengus chi hoon.

Lizzy terpukau dengan isi rumah chi hoon. Lizzy tak pernah menyangka rumah chi hoon akan sebesar ini.

“ah, tolong buatkan coklat panas dua. Aku akan menunggu di ruang tengah.” minta chi hoon kepads yeoja yang tadi menyambutnya.

“ne..”

~

Chi hoon berjalan menuju ruang tengah. Terdapat beberapa sofa dan sebuah tv di sana.

“kau duduklah di sana” chi hoon menunjuk sebuah sofa. “aku mau ganti baju.”

Lizzy duduk di sofa yang ditunjuk chi hoon tadi. Ia melihat kearah jam dinding yang terdapat di ruangan itu.

“pabo! pabo! pabo!” lizzy mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri. “ini adalah malam tahun baru yang paling tidak menyenangkan”

Tak lama berselang yeoja tadipun datang dengan sebuah nampan yang terdapat dua buah cangkir. “maaf menunggu,” yeoja itu menaruhcangkir berisi coklat panas di meja.

“kamsahamida~” ucap lizzy singkat.

“ah ne, sangan jarang tuan muda membawa seorang wanita kerumahnya. Anda pacarnya ya?” tanya yeoja itu.

“ehemm..” suara terdengar dari belakang lizzy. Lizzy menoleh ke arah suara itu. Chi hoon.

“mianhae,” yeoja tadi membungkukan badannya meminta maaf kepada chi hoon.

“masuklah” chi hoon menyuruh yeoja tadi masuk.

“ne”

Chi hoon duduk di sebelah lizzy. Dia menggambil coklat panas yang berada di meja dan meminumnya.

“kau tidak minum?” tanya chi hoon melihat lizzy yang hanya terdiam. “tenang saja ini tidak ada racunnya.”

Lizzy masih terdiam. “ass kau ini.” chi hoon meneguk coklat panasnya lagi.

“kau harus menghangatkan badanmu supaya tidak sakit.” “apakah perlu aku suapi?”terus nya.

“a-aniyaa..” lizzy menggambil coklat panas itu dengan kedua tangan. Ia meneguk coklat itu perlahan.

“kenapa kau membawaku kerumahmu?” tanya lizzy.

“em? Memang kenapa? Kau tidak suka berada disini?”

“ah bukan begitu hanya saja. Aku merasa rumah ini benar-benar sepi. Kemana orangtuamu?” chi hoon terdiam.

Dia tersenyum “mereka terlalu sibuk untuk berada di rumah.”

Lizzy menatap chi hoon. Lizzy melihat chi hoon seperti seseorang yang kurang mendapat banyak perhatian dari orangtuanya.

“kenapa kau tadi menunggu temanmu di halte?” tanya chi hoon tiba-tiba.

“apa? Ah aku berencana menghabiskan malam tahun baru bersama mereka.”

‘tapi aku malah berada disini bersamamu -_- ini menyebalkan!’ gumam lizzy dalam hati.

“oh”

Hening. Lizzy meneguk coklat panas yang ia bawa.

“kau mau pergi bersamaku?” tanya chi hoon.

“uhuk! Uhuk!” lizzy tersedak karena ucapan chi hoon tadi. “apa kau bilang?”

Chi hoon berdiri. Ia berjalan menuju kamarnya. Lizzy hanya melihat chi hoon dari belakang. Tak lama berselang chi hoon keluar dengan memakai jaket kulit berwarna hitamnya.

Chi hoon berjalan mendekat kearah lizzy. “kajja.” lizzy hanya bengong menatap chi hoon. Chi hoon mengambil cangkir berisi coklat panas yang di bawa lizzy dan menaruhnya di meja.

Chi hoon menarik tangan lizzy.

~

“kita mau kemana?” tanya lizzy ragu.

“kau mau kemana?” tanya chi hoon sambil menyetir. “kau mau ke festival tahun baru?” tawar chi hoon.

“terserah sunbae saja.”

“kalau bergitu kita ke hotel.”

“YA! Kenapa otak sunbae tak pernah bersih!” bentak lizzy.

“YA! Jangan membentakku seperti itu!” “tadi kau bilang terserah aku kan?!”

“iya t-tapi kan.. Aissh..” lizzy memalingkan muka ke arah jendela mobil.

“tenang saja kita akan ke festival..” ucap chi hoon santai.

~

“wah~ tak ku sangka tahun ini lebih ramai dari tahun sebelumnya.” Lizzy berputar putar melihat setiap sudut di festival itu.

“apakah kau kesini setiap akhir tahun?” Tanya chi hoon.

“tidak juga. Aku pernah kesini dua kali. Ini adalah yang ketiga. Aku selalu kesini bersama eommaku.”

“emm.”

Lizzy berjalan menyusuri jalan yang dipenuhi orang. Lizzy tampak begitu bahagia.

“hai lizzy-ah kau mau kemana?” chi hoon mengikuti lizzy dari belakang.

Lizzy berhenti dan menoleh ke belakang. “aku ingin berkeliling.”

“aku lapar”

“makannya nanti saja.”

Chi hoon berjalan mendekati lizzy. Mereka berjalan sejajar melintasi jalan yang di selimuti salju itu.

“kau tidak kedinginan?” tanya chi hoon. Chi hoon memasukkan tangannya kedalam saku jaket. Walaupun dia orang korea tapi chi hoon tidak terbiasa oleh hawa dingin. Karena chi hoon lebih sering menghabiskan waktu musin dinginnya di dalam ruangan bersama beberapa sahabatmya.

“aniya.” lizzy melihat kearah chi hoon. “kau sudah kedinginan? Kita bahkan belum setengah jalan.”

“aku tak terbiasa seperti ini.”

“makannya kau seharusnya memakai jaket yang tebal jika perlu berlapis-lapis. Bukan pakai jaket kulit seperti itu.”

“ini bukan jaket kulit biasa. Ini juga hangat.”

“kalau hangat kenapa kau masih kedinginan?” lizzy berjalan meninggalkan chi hoon.

“Ya! Lizzy-ah” chi hoon kembali berjalan mengikuti lizzy.

Beberapa menit kemudian.

“lizzy-ah apakah kau benar tidak kedinginan?” tanya chi hoon yang sedari tadi merasakan dirinya membeku.

Lizzy menghentikan langkahnya dan berbalik. Chi hoon pun ikut berhenti.

“kenapa kau berisik sekali?” lizzy melepas syal yang sedari tadi melekat di lehernya. “kau pakailah ini” lizzy mengulurkan tangannya memberikan syal kepada chi hoon.

Chi hoon hanya menatap syal itu.

“wae? Kau tidak mau?” lizzy melilitkan syalnya itu keleher chi hoon dengan hati-hati. “walaupun syal ini bukan barang yang bermerek tapi syal ini sangat hangat.” lizzy tersenyum. Chi hoon hanya terdiam menatap lizzy.

Salju mulai turun menyelimuti kota seoul malam itu.

“em?” lizzy melihat ke langit. Ia menadahkan tangannya dan tersenyum. “salju..”

*chi hoon pov*

Perasaan apa ini? Kenapa salju kali ini tampak begitu indah? Aku melihat kearah langit. Aku biarkan butiran-butiran salju lembut menyelimuti wajahku.

Sudah lama rasanya..

“hai sunbae? Hai?!” suara lizzy memecah lamunanku. Aku menghadap kearah lizzy.

“wae?”

“kenapa kau tersenyum seperti itu?”

“Entahlah.” jawabku singkat sambil tersenyum. Aku mulai melangkahkan kakiku.

“hai sunbae! Tunggu!” Lizzy berlari menyeimbangi langkahku.

~

“kau mau kopi hangat?” tanya lizzy

“memang ada yang jual?”

Lizzy menunjuk sebuah kedai yang menjual aneka makanan dan minuman.

Aku menoleh kearah kedai yang ditunjuk lizzy.

~

Aku meminum kopi yang tadi aku dan lizzy sudah pesan.

 “srrupp.. Ahh~” badanku terasa hangat lagi. “aku lapar, hai kau tidak memesan makanan ya?” tanyaku kepada lizzy yang duduk di sebelah kananku.

Lizzy melihatkan jam tangannya tepat ke wajahku.

“wae?” Tanya ku bingung.

“kau tidak lihat ini jam berapa? Sebentar lagi puncak tahun baru. Sebaiknya kita bergegas.”

“memang kenapa kalau puncak tahun baru? Kita juga harus mengisi perut kitakan?” “lagi pula ini masih belum tengah malam.”

“ya ya terserah kau sajalah.” lizzy berdiri dari bangkunya.

“kau mau kemana?”

“pergi”

“hai kau mau menginggalkanku sendiri ya?!”

Tak ada jawaban dari lizzy.

“Ajjushi tolong ramyun cup satu.” aku memesan ramyun. Karena menurutku itu lah yang bisa aku pesan dengan cepat dan mengenyangkan.

“ini ramyun nya” ajjushi itu memberikan ramyun yang aku pesan.

“kamsahamida~” aku menggambil ramyun itu dan membayarnya. “kajja”

Lizzy menatapku.

“wae?” tanyaku.

~

“hai lizzy-ah kita mau kemana?”

“sudah ikuti saja aku.”

Aku mengikuti lizzy yang tak tau mau kemana itu.

“ah, itu dia” lizzy berlari ke sebuah bangku. Lizzy duduk di bangku itu. Aku mendekatinya dan duduk di sebelah lizzy.

“kenapa kita kesini? Di sini banyak orang.” aku melihat ke kanan dan kiri. Banyak keluarga maupun pasangan yang berada di tempat itu.

Lizzy melihat kearah jam tangannya. “sudah, kau tunggu saja.”

*autor pov*

 Duar!

Lizzy melihat kearah langit. Dia tersenyum bahagia saat melihat kembang api tanda bergantinya tahun.

Chi hoon melihat kearah langit. Chi hoon hanya memandangi setiap kembang api yang mulai bermunculan. Sudah lama dia tidak merayakan tahun baru di festival seperti ini. Apalagi melihat kembang api.

Chi hoon tersenyum. “sudah lama..” ucapnya pelan.

Lizzy melihat kearah chi hoon. Dia merasakan aura chi hoon berbeda seperti biasanya.

*flashback*

Sebuah keluarga berjalan menyusuri tepi taman yang ramai.

Malam itu adalah malam tahun baru.

“appa, kenapa bintang itu bercahaya?” tanya chi hoon kecil.

“apa? Emm, kanapa ya? Coba tanya eomma mu.” jawab appa.

Chi hoon menatap eommanya menanti jawaban.

Eomma itu tersenyum. “chi hoon suka bintang?” chi hoon hanya mengganguk.

“bintang bercahaya karena-“

Duar!

Suara dentuman memotong pembicaraan itu.

“chi hoon lihat itu..” appa menunjuk ke langit.

Wajah chi hoon tersenyum bahagia. Ini kali pertama chi hoon melihat kembang api secara langsung.

Chi hoon dan keluarganya menuju tepi sungai supaya dapat melihat kembang api lebih jelas.

“wahh..” chi hoon melihat setiap letusan kembang api dengan wajah yang berbinar-binar.

Sebuah tangan mengelus kepala chi hoon. “kau suka kembang api kan?”

Chi hoon menganguk pasti.”em”

“kita akan kesini setiap tahun, kau mau?” tanya appa.

“jinjja? Janji ne appa..”

“ne chi hoon.”

*flasback end*

*chi hoon pov*

Kenapa mereka tidak menepati janji?

Apakah pekerjaan terlalu penting daripada anaknya sendiri?

Apakah yang waktu itu yang pertama dan terakhir?

“chi hoon sunbae? Chi hoon sunbae?!” panggil lizzy.

Aku mengalihkan pandanganku dan melihat kesamping. “ah ne? Wae?”

Lizzy menatapku.

“kau manangis?” tanya lizzy.

“siapa yang menangis?!” aku memalingkan wajahku.

“jika tidak menangis lalu apa namanya? Matamu tadi berkaca-kaca.”

“ayo pulang..” aku melangkah kan kaki ku dan beranjak.

“chi hoon sunbae!” panggil lizzy dengan berteriak.

Aku tidak mempedulikan panggilan itu dan tetap berjalan.

“selamat tahun baru! Chi hoon sunbae!” lanjut lizzy.

Aku berhenti. Seluruh badanku terasa terpaku sesaat. Aku tak berbalik. Aku tersenyum. Sudah lama aku tak mendengar ucapan selamat tahun baru dari orang secara langsung terkecuali temanku pastinya.

“selamat tahun baru, lizzy-ah” ucapku pelan dan mungkin lizzy tak akan bisa mendengarnya.

Aku melanjutkan langkahku.

“ya! Sunbae tunggu!” lizzy berlari menyeimbangi langkahku.

Salju yang turun sejak tadi mulai menyelimuti jalan.

“sunbae?”

“hem?” jawabku singkat tanpa memandang lizzy.

“kau mau makan? Aku lapar..”

Aku berhenti. Aku baru menyadari bahwa ramyun yang aku bawa tertinggal di bangku tadi.

~

“permisi, maaf menunggu lama..” seorang yeoja menghampiri meja yang aku tempati bersama lizzy. Dia menaruh bacon mentah, sayuran, dan 2 mangkuk gulgukbab yang aku dan lizzy pesan tadi.

“kamsahammida ahjumma..” ucap lizzy. Ahjumma it

u pergi setelah menggantar pesanan.

Aku menggambil sumpit dan langsung memanggang bacon. Lizzy melihat kearahku aneh.

“wae?” tanyaku datar.

“aniya..” lizzy menggambil mangkuk gulgukbab miliknya.

Aku membalik bacon yang aku panggang. Menggambil beberapa yang sudah matang dan menaruhnya di piring.

Aku menyantap bacon itu. Lizzy kembali melihat kearahku.

“kau kenapa? Kalau kau mau ambil saja.” aku menunjuk panggangan dengan sumpit yang aku bawa.

Lizzy menggeleng. “aku tak makan bacon.”

“kenapa? Ini enak, kau harus coba..” aku memakan bacon itu lagi.

Lizzy kembali memakan gulgukbab yang brada di depannya.

“mana ada orang korea yang tidak makan bacon. Kau aneh.”

“memang kenapa? Apasalahnya orang korea tidak makan bacon.” ucap lizzy kesal.

Aku dan lizzy segera menghabisan makanan yang telah di pesan.

“ahh kenyangnya” ucap lizzy. “sunbae kau yang bayar ne..”

“kenapa aku?”

“karena kau sunbae”

“tch.”

~

Aku mengeluarkan dompet. Hanya terdapat 10 won di dompet ku.

“ah mianhae, bisa tunggu sebentar..” aku berjalan menuju meja yang aku tempati tadi.

“lizzy-ah. Aku pinjam uang.”

“mwo? Kenapa kau pinjam aku?”

“aku tak bawa uang lebih. Di sini tak menerima kartu.”

“hah! Apakah semua orang kaya tidak membawa uang kemana-mana?!” lizzy berdiri dan pergi untuk membayar makanan.

♡~♡~ What’s wrong with a kiss ~♡~♡

*autor pov

Lizzy dan chi hoon keluar dari kedai.

“tenang saja, nanti aku ganti.” ucap chi hoon datar.

“jangan lupa bunganya 25%”

“MWO?! Memang kau itu renternir ha?!”

“50%”

“tch! Kau ini..”

Bersambung..

Nb :

 

Di tunggu part 4 nya ne. Z ada kendala di part 4. Tapi di usahain engga lama ko.. Jangan lupa komen ne.. ^^

About fanfictionside

just me

26 thoughts on “FF/ WHAT’S WRONG WITH A KISS?/ pt. 3

  1. I’m first ?? Hahayyy ^^ Makin lucu liat tingkah chi hoon sma lizzy , pada malu2 kucing gimana gitu/eh’ next chap jangan lama2 ne thor..satu harapan ku ‘part 4 di post hari ini😄 ‘ Author , Fighting😀

  2. eiishh kenapa pendek part ini thor ?? kurang puas part lizzy ama chi hoon /banyak maunya/ hehehe tapi bagus sperti biasa~ ditunggu next part jangan lamalama thor !!! ^^

  3. masih greget thor sama lizzy dan chi hoonnya, gimana nasib eyoung tuh, dan kayaknya nanti suho pas-pasan sama lizzy-chi hoon ya

    Ini cuma saran, sebaiknya paragrafnya dikurangi thor yah biar rapih aja gitu, maaf kalau terlalu lancang

    Next chapnya ditunggu ya thor~

  4. ah, chi hoon sma lizzy malu2 tapi mau nih,, ck.
    gimana nasib eyoung thor? diapain hyung seok tuh? jangan-jangan ….. *yadongkumat
    d tunggu chap 4 nya,

  5. huahaaaaa kenapa berasa pendek ya thor.-.
    si lizzy dan chi hoon suka malu-malu gitu bikin greget-_-, terus mereka berdua ketemu suho gitu? trus??.-. trus si eyoungnya tuh gimana?
    next thor gepeel loh yaa…. semangkaaa’-‘)/9

  6. Ah daebak! Lanjut thorr!! Gasabar next kisah chihoon oppa ><
    Taejun? taejun oppa sama ane aja?😄
    Okay, ditunggu thor ^^

  7. Annyeong author ^^
    Aku reader baru🙂 salam kenal
    Aku suka sama ff nya.. mian baru bisa komen di part ini soalnya pas buka ke blog ini ff nya udh sampe part 3 aja😀

    Itu chi hoon nya lucu.. sayang kalo lizzy dimaenin -,-
    Temannya yg sama eyoung jahat amat sih -,-
    Semoga 2 manusia itu bisa tobat xD
    Lanjut yah🙂
    Fighting ^^

  8. Chi Hoon…. Cara nempatin character Chi Hoon pas banget. Muka ulzzang yang satu itu emang ngeselin tapi ganteng /?
    Keren! Di tunggu chapter selanjutnya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s