FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL/ BTS-BANGTAN/ pt. 10


Author: AlvianyHwang

Title: ROMANCEHIGH SCHOOL pt.10

Cast:

+ Hwang Tae Ri

+ Min Yoon Gi (BTS’s Suga)

+ Jung Ho Seok (BTS’s JHOPE)

+ Choi Hwe Ji

+ Park Ji Min (BTS’s Jimin)

+ Yoo Eun Bi

+ Kim Seok Jin (BTS’s Jin)

+ Jeon Jung Kook (BTS’s Jungkook)

+ Park Se Ra

+ Kim Tae Hyung (BTS’s V)

+ BTS members

Length: CHAPTER

Genre: Romance, NC, school, lovecomedy

 

romance high school 10

 

*

 

Deruman motor Yoongi berhenti tepat di hadapan rumah Taeri. lelaki itu tidak mengatakan apapun, menunggu Taeri untuk beranjak dari jok motornya. Taeri menggigit bibir bawahnya dan menatap Yoongi dengan ekspresi takut. Perlahan ia turun dari motor lelaki itu, masih menggigit bibirnya dengan gugup.

Ia sangat takut Yoongi benar-benar marah dan melukan hal yang tidak ia inginkan- pada Hoseok-

Sedari tadi ia juga terus menggenggam ponselnya yang tadi Hoseok serahkan padanya dengan erat. Yoongi tidak menatap kearahnya. Jelas dari tingkah lelaki itu ia pasti marah.

“masuklah. Besok aku akan menjemputmu.” Suara Yoongi terdengar dingin, ia masih tidak menatap Taeri. tapi bukan itu yang Taeri permasalahkan saat ini.

“menjemput?” taeri menatap Yoongi dengan kerutan kening.

“jangan bilang kau tidak tahu arti menjemput.” Akhirnya Yoongi menatap Taeri dengan mata tajamnya. Tatapannya begitu dingin.

“ah- n-ne. aku mengerti.”

Yoongi mengagguk malas. Ia sudah akan bersiap menghidupkan kembali mesin motornya.

“tunggu, sunbae.”

Gerakan Yoongi terhenti. Ia menatap Taeri masih dengan tatapan dinginnya yang sukses membekukan tubuh gadis itu karena gugup.

“masalah Hoseok sunbae tadi. Aku mohon jangan salah paham.” Ucap Taeri mencoba membuat suaranya tetap terdengar normal. Kini gantian gadis itu yang enggan menatap mata Yoongi meski ia tahu lelaki dihadapannya itu sedang menatapnya. Yoongi tidak menjawab ucapan Taeri, ia hanya mendengus dan itu semakin membuat perasaan Taeri tidak tenang.

“su-sunbae..”

“bukankah sudah kubilang tadi PANGGIL AKU OPPA!!!!!”

Taeri terdiam. Matanya terbuka lebar. Yoongi menatap Taeri dengan sinis, nafas lelaki itu sedikit berat. Yoongi terlihat sangat marah.

 

mwoya? Ada apa ini? Apa tadi aku mendengar suara bentakan?”

Chansung yang datang dari arah lain tiba-tiba ikut menyeru seraya mendatangi keduanya. Lelaki itu terlihat baru saja kembali dari pekerjaannya sebagai dokter magang. Kening lelaki itu berkerut mendapati Yoongi –lelaki yang tidak ia sukai- berada di hadapan adiknya –yang menyebalkan- tanpa menghiraukannya.

Yoongi bahkan tidak menatap kearahnya atau sekedar memberi hormat kepadanya.

“ya- kau apakan Taeri?” Chansung menatap sinis Yoongi.

Yoongi tetap tidak menatap kearah Chansung. Lelaki itu lebih tertarik menatap Taeri dengan dingin. Ia mulai menyalakan kembali mesin motornya.

“besok pagi aku akan menjemputmu. Kau harus sudah siap.” Ucap Yoongi dengan nada datar. Ia pun melajukan motornya –tanpa- menatap kearah Chansung. Chansung mengangakan mulutnya dengan muka tak percaya.

“apa-apaan??!! Apa-apaan itu!!?? YA! HWANG TAERI!! KAU LIHAT ITU??? BAHKAN DIA TIDAK MENGERTI CARANYA MENGHORMATI ORANG LAIN YANG LEBIH TUA! MENGGUNAKAN BANMAL ! TIDAK MEMBUNGKUKAN BADAN! KENAPA KAU MASIH DEKAT DENGAN LELAKI SEPERTI ITU!!??”

Chansung menunjuk-nunjuk arah Yoongi melajukan motornya dengan amarah yang meluap-luap.

Taeri yang tak semangat  membalas sahutan kakak lelakinya itu hanya menatap Chansung dengan lemas.

“dia memang seperti itu.”

“MAKANYA ITU KAU TIDAK SEHARUSNYA DEKAT DENGANNYA!!!”

“aku sudah berpacaran dengannya.”

Mata Chansung melebar, lelaki itu kembali mengangakan mulutnya lebih lebar. Mengedip-kedipkan matanya berkali-kali.

“apa katamu?”

Taeri memejamkan matanya. Emosinya mulai terkumpul karena kelakuan kakaknya yang konyol dihadapannya.

“AKU BILANG AKU SUDAH BERPACARAN DENGANNYA!!!!” jawab Taeri dengan teriakan kencang. Ia menatap Chansung kesal dan lalu berlalu masuk kedalam rumah dengan langkah menghentak.

“MWO??!!! KAU GILA???!!! YA!!! HWANG TAERI!!!!!!!!!”

 

Taeri memasuki rumahnya tanpa mempedulikan teriakan bodoh Chansung yang hanya memekikan telinganya. Ia sudah mendapati ibunya keluar dari ruang dapur dengan apron melekat di tubuhnya.

“apa yang terjadi?? Dari tadi aku mendengar suara teriakan. apa kau dan Chansung bertengkar lagi??”

Taeri menatap malas ibunya, tapi ia sempatkan untuk berhenti.

“ibu urusi anak tertua ibu yang bodoh itu. dia menyebalkan sekali!!”

Ibunya mendecak. Tak lama Chansung masuk kedalam rumah dengan langkah menghentak.

“YA! HWANG TAERI-“

“YA! HWANG CHANSUNG! Daripada kau meneriaki adikmu itu, lebih baik kau mandi dan urusi wajah kusutmu itu!!” untung saja ibunya menyelak Chansung dengan bentakan mematikannya.

“tapi ibu, kau tahu?? Anakmu itu berpacaran dengan lelaki banmal tidak sopan itu! aku memang tidak peduli dengan kebahagiaannya, tapi yang aku pikirkan jika dia menikah dengan Taeri! aku tidak sudi punya adik ipar tak sopan seperti dia!”

Mata Taeri dan ibunya melotot mendengar ucapan Chansung.

“YA! CHANSUNG-“

“CHANSUNG BODOH!!!! APA KAU TIDAK PUNYA OTAK!!!??? KENAPA LANGSUNG BERPIKIR KEARAH SITU!!!????” Taeri sudah memasang aba-aba untuk menghajar Chansung, ibunya segera menghentikan tingkah anak perempuannya itu.

“HENTIKAN ANAK-ANAK BODOH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Teriakan teramat-amat kencang ibunya itu menghentikan Taeri dan Chansung. Keduanya langsung diam karena takut. Ibunya menatap menatap mereka dengan wajah kesal.

“astaga- andai saja ayahmu ada disini- astaga aku benar-benar tidak kuat dengan tingkah kalian berdua.”

Taeri dan Chansung saling menatap kesal dan merutuki satu sama lain.

“sudahlah, kalian mandi saja. Makan malam sudah ibu siapkan. Awas saja kalau kalian bertengkar lagi. Sup jamur panas yang ibu siapkan akan mengguyur kalian.”

Dengan cepat Chansung berjalan kearah kamarnya. Jelas kakaknya itu sangat takut, ia pernah terkena hukuman ibu untuk memakan wasabi tanpa meneguk air sama sekali karena menjahili Taeri dengan memotong rambut panjang Taeri ketika umur mereka masih sangat kecil.

Taeri berjalan kearah kamarnya dengan malas.

“tunggu Taeri. apa kau tahu dimana Jungkook?” ibunya kembali menoleh kearah Taeri. taeri menghentikan langkahnya, ia ikut menoleh kearah ibunya.

“memangnya dia belum pulang?”

“belum. Seharusnya ia sudah pulang dari tadi. Ponselnya juga tidak aktif.”

Taeri mengerutkan keningnya.

 

**

 

Eunbi mengaduk sirup jeruk di gelas untuk melarutkan gulanya dengan gelisah. Sesekali ia melirik Jungkook yang duduk di hadapan televisi yang menayangkan serial animasi pororo . entah apa yang dipikiran lelaki itu sekarang. Untung saja Jungkook membelakanginya jadi ia tidak akan tahu jika Eunbi tengah mengamatinya saat ini.

Sikap jungkook memang biasa saja. Ia tidak melakukan hal yang aneh, meski seperti ada yang berbeda dari lelaki itu ketika ia berbicara ataupun menatap Eunbi dengan matanya.

Eunbi saat ini benar-benar bingung. Ia menaruh sendoknya dan mengacak-acak rambutnya sendiri frustasi.

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Eunbi mengintip siapa yang menghubunginya. Mata Eunbi melebar mendapati nama Taeri tertera di layar ponselnya.

Dengan cepat ia mengangkat panggilan sahabatnya itu.

“ha-halo? Ada apa Taeri?”

“kenapa suaramu bergetar seperti itu??”

“a-ani. Hanya saja….” Eunbi tidak bisa meneguk ludahnya dengan lancar. Ia tidak tahu harus memulai darimana untuk memberi tahu sahabatnya itu.

“ani. Jangan bilang…”

Mata Eunbi melebar. Ia mencoba mengecilkan suaranya, melirik kearah Jungkook yang masih memusatkan perhatiannya pada televisi.

“apa Jungkook ada dirumahmu??”

“k-kau tahu?”

“tentu saja! Kata ibu dia belum pulang juga!!! berikan ponsel ini padanya!”

“eh? Maksudmu?”

“aku akan menyuruhnya pulang! Apa-apaan dia!”

Eunbi kembali menatap Jungkook dengan gelisah. “dia tidak akan suka. Dia bukan anak kecil Taeri.”

“dia masuk belum dewasa untuk bermain di rumah seorang wanita!”

“tapi-“

“serahkan ponsel ini padanya! Percaya padaku!”

Eunbi mengginggit bibirnya, semakin gelisah. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Eunbi menghela nafasnya dengan berat.

“aku yang akan menyuruhnya untuk pulang. Akan kututup panggilanmu.”

“tapi. Tunggu eun-“

TUT

Dengan gugup dan merasa tidak enak Eunbi mematikan panggilan telepon Taeri. ia sudah tahu pasti Taeri sangat kesal dan kecewa padanya, tapi entah kenapa langkahnya terasa berat untuk menyerahkan panggilan Taeri pada Jungkook.

Eunbi kembali menghela nafasnya. Ia meraih gelas berisi sirup jeruk dan berjalan kearah Jungkook.

Jungkook langsung menatap Eunbi ketika gadis itu meletakan gelas sirup jeruknya di hadapannya.

“kau suka Jeruk?” Tanya Eunbi pelan. Menatap Jungkook. Menghilang perasaan gugupnya dan berusaha menyamarkan detak jantungnya.

Jungkook tersenyum.

“apa yang noona buat aku pasti akan selalu suka.” Ucap Jungkook dengan nada manis. Wajah Eunbi memerah. ia mengagguk gugup dan berdehem mencoba menghilangkan kegugupannya.

“jadi.. apa tujuanmu bertamu kerumahku?” Eunbi menatap Jungkook dengan tegas.

“apa aku harus punya tujuan?” Jungkook menatap Eunbi dengan tatapan polosnya, yang selalu sukses membuat Eunbi terlena. Eunbi berusaha tetap bersikap biasa, tanpa menunjukan perasaan gugupnya.

“setidaknya pasti ada yang ingin kau katakan.”

“aku hanya ingin bermain.”

Eunbi terdiam mendengar jawaban Jungkook. Nada suara lelaki itu sedikit berubah.

“ini sudah malam. Taeri dan tantemu mencarimu saat ini. Pulanglah Jungkook, kau membuat mereka khawatir.”

“apa Noona takut jika hanya berduaan denganku?”

Eunbi diam. Kali ini Jungkook benar-benar mengajukan pertanyaan yang membuatnya mati kutu. Apa yang harus ia jawab?

Eunbi yang masih tidak menjawab pertanyaan Jungkook membuat lelaki itu tersenyum.

“aku tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh, selama noona tidak menganggapku anak kecil yang harus cepat kembali kerumah.”

Ucapan Jungkook langsung membuat tubuh Eunbi menegang. Entah kenapa ia langsung bisa mengerti apa maksud dari ucapan Jungkook. Eunbi merubah letak duduknya, berusaha membuat dirinya nyaman.

Jungkook tersenyum.

“seberapa dekat noona dengan lelaki bernama Jin itu?”

Eunbi menatap Jungkook dengan bingung. Jin? Kim seok Jin?

“apa maksudmu?”

Jungkook diam. Memasang senyumnya yang terlihat seperti paksaan.

“aniya. Hanya saja noona sepertinya dekat dengannya.”

“dekat dengannya? Apa menurutmu seperti itu?”

Jungkook kembali diam. Ia tidak mengatakan apapun. Dapat Eunbi lihat wajah lelaki itu seperti menahan amarahnya. Atau apa itu hanya perasaannya saja?

“dengar. Aku tidak dekat dengannya. Hanya sebatas berbicara dan-“

Ucapan Eunbi terhenti ketika mendapati tatapan Jungkook yang terasa berbeda ketika menatapnya. Tatapan polos lelaki itu terasa lenyap.

Eunbi memundurkan posisi duduknya. Sialnya Jungkook malah memajukan posisi badannya kearah Eunbi. Tak butuh waktu lama untuk Jungkook mengunci Eunbi dengan kedua lengannya ketika gadis itu bersandar pada ujung sofa.

Eunbi menatap Jungkook takut bercampur gugup. Apa yang akan lelaki itu lakukan?

 

“YAAA!!! YOO EUNBI!!!!! JEON JUNGKOOK!!!!! BUKA PINTUNYAAAA!!!!!!”

Mata Eunbi melebar terkejut mendengar teriakan Taeri dan gedoran di pintunya. Entah itu benar atau hanya perasaannya saja Eunbi bisa mendengar decakan kesal Jungkook. Eunbi beranjak dari sisi Jungkook dan dengan cepat menghamburkan dirinya kearah pintu masuknya. Dalam hati ia berterimakasih pada Taeri.

 

*

 

 

“serius?? Jungkook datang kerumahmu saat keluargamu tidak ada di rumah semalam???”

Hweji menatap Eunbi tidak percaya. Ia membayangkan dan coba mengingat-ingat wajah Jungkook karena memang ia hanya sekali bertemu Jungkook saat itu.

Eunbi menatap Taeri. ia masih kesal dengan sahabatnya itu karena sudah menceritakan semuanya pada Hweji, alhasil sahabatnya satu lagi itu menanyakan semuanya saat ia baru sampai dan duduk di bangku kelas beberapa menit.

“bukankah dia gila? Saat aku sampai dan Eunbi membuka pintunya, penampilannya sangat berantakan!”

Hweji melotot mendengar penjelasan Taeri. Eunbi ikut memelototkan matanya menatap Taeri.

“Taeri!!! hal  bodoh apa yang kau bicarakan??!!”

Taeri tidak mempedulikan teriakan kesal Eunbi dan malah memutar bola matanya.

“kau berbuat sesuatu dengan anak itu??” Hweji menatap Eunbi tidak percaya.

“ANIYA!!!” dengan muka kesal Eunbi langsung menyangkal dugaan Hweji. Berbuat sesuatu dengan Jungkook? Bahkan memikirkan hal itu sudah membuatnya merinding.

Hweji menghela nafasnya. Ia menatap kedua temannya yang saling berdebat itu.

“aku tidak ingin kau mengalami hal yang sama denganku.”

Taeri dan Eunbi menatap Hweji. Keduanya terdiam, menghentikan perdebatan memusingkan mereka dan saling menatap satu sama lain. Jika dilihat secara pasti, saat ini wajah Hweji memang terlihat pucat. Mungkin mereka awalnya tidak sadar karena sikap Hweji memang tetap terlihat ceria.

Taeri berdehem. Melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap kearah Hweji dengan lamat.

“Hweji, apa kau sudah mengatakan semuanya pada ayah dan ibumu?” Tanya Taeri dengan hati-hati agar Hweji tidak tersinggung dengan pertanyaannya itu. Eunbi juga menatap Hweji dengan khawatir.

Hweji menundukan kepalanya. Membiarkan kedua temannya itu tetap menatapnya.

“apa aku harus?” suara Hweji terdengar sangat pelan. Meski ia mengucapkannya tetap dengan tersenyum, ia mengamati jemarinya sendiri yang tengah bermain satu sama lain.

Taeri dan Eunbi menghela nafas pelan. Eunbi menggenggam tangan Hweji. Mencoba menenangkan gadis itu takut-takut jika ia menangis, bahkan Jimin juga belum kembali dari panggilan klub basketnya.

Taeri mengusap punggung Hweji. Ia tahu gadis itu tengah menahan tangisnya. Mungkin ia enggan untuk menangis disini, dihadapan mereka dan yang lainnya.

“meski kau belum siap, cepat atau lambat kau harus memberitahu mereka, Hweji.” Ucap Taeri pelan.

Eunbi mengagguk. Juga mengusap jemari Hweji dengan ibu jarinya dengan lembut. Berusaha menenangkan gadis itu juga.

“itu satu-satunya cara agar masalahmu ini cepat selesai.” Ujar Eunbi tersenyum.

Hweji tersenyum dengan posisi kepala yang menunduk. Tapi kedua sahabatnya itu tetap bisa menyadari senyumannya.

“arra… aku akan melakukannya. Masalah ini akan cepat selesai, itu yang kuharapkan.”

Hweji mengangkat wajahnya.

“kenapa jadi membicarakan hal seperti ini? Bukankah lebih baik melupakan masalah kita jika sedang bersama?” Hweji memasang cengiran bodohnya yang khas.

Taeri dan Eunbi terdiam menatap Hweji. Tak lama mereka juga tersenyum.

“benar juga. bukannya tadi seharusnya kita membicarakan Eunbi yang bermain dengan bocah dibawah umur?” Taeri mengangguk-anggukan kepalanya. Ekspresi Eunbi kembali kesal. ia mencoba meninju lengan Taeri tapi dengan lincahnya gadis itu menghindar dan menjulurkan lidahnya.

Hweji tersenyum menatap perdebatan yang terjadi lagi di antara kedua sahabatnya. Memangku dagunya di tangan dengan posisi nyaman.

Benar. Ia tidak sendiri dan memang tidak sepatutnya ia merasa paling menderita. Berkat Jimin dan kedua sahabatnya itu setidaknya ia masih tetap bisa tersenyum dan tertawa.

Seberat apapun masalah itu, pasti tetap akan ada titik temu untuk menyelesaikannya dengan baik.

Begitu juga dengan masalahnya saat ini.

 

*

 

SERA POV

Aku tidak menyukai Taehyung.

Bukankah yang kusukai itu Jin? Kim Seok Jin.

Ucapanku saat itu hanya karena rasa penasaranku.

Kim Taehyung yang hanya bersikap dingin denganku. Bukankah itu aneh? tidak. Itu terlalu aneh.

Hingga saat ini, sampai rapat tim basket, aku yang berdiri di sisi loker dan terus mengamati Taehyung yang tengah konsentrasi mendengarkan apa yang pelatih basket ucapkan. Mata tajam lelaki itu yang entah kenapa berhasil membuat tubuhku terasa membeku. Suara beratnya yang langsung bisa kukenali.

Aku meremas sisi lengan hoodie yang ku gunakan.

Aku ingat saat dimana aku mengatakan aku menyukainya dan dia tidak menjawab apa-apa.

Apa dia mempermainkanku?

Tanpa terasa rapat yang seharusnya terasa panjang itu malah berjalan singkat. Seluruh siswa klub basket membungkukan tubuhnya memberi hormat pelatih basket yang sudah akan keluar dari ruang klub.

Taehyung, lelaki itu tampak mengobrol dengan Jimin, sahabatnya. Bahkan lelaki itu bisa tertawa selepas itu dengan yang lainnya.

Jika denganku? Ia hanya akan memasang ekspresi dinginnya yang membuatku jengah.

“Sera, nanti kita mulai latihan saat pulang sekolah.”

Namjoon menghampiriku diikuti Jin yang berjalan di belakangnya. Aku tersadar dan menatap kearah mereka.

“ahiya, aku akan menyiapkan semuanya.” Jawabku tersenyum menatap keduanya. Aku mulai membuka lokerku dan meraih map yang menyelipkan catatan jadwal latihan.

Mulai menyibukan diriku dengan kegiatanku sebagai manajer basket.

Namjoon dan Jin mengamati apa yang aku catat.

Tak lama aku mendengar helaan nafas Namjoon.

“padahal Yoongi itu kapten tim basket, tapi dia tak mengerjakan tugasnya dengan benar.” Namjoon menggelengkan kepalanya. Mengamati Yoongi yang malah lebih memilih memainkan ponselnya dengan tetap memasang wajah dingin-tak-ingin-diganggu-nya. Jin tersenyum.

“aniya, dia begitu hebat di lapangan basket. Itulah alasan mengapa dia begitu pantas kita sebut kapten.” Ujar Jin dengan pelan. Sifat Jin yang lembut dan baik benar-benar menjadi point utamaku untuk mendambakan dia menjadi ‘pangeran’ di hidupku. Ya, dan bukan Taehyung.

Dengan sesekali melirik Jin aku terus sibuk menulis di kertas jadwal tim basket dengan seulas senyuman.

Namjoon menggelengkan kepalanya menatap Jin.

“hyung kau ini, padahal Yoongi selalu bersikap buruk padamu.” Decak Namjoon. Ya, Jin memang terlalu baik untuk itu. Jin kembali tersenyum dan tak sengaja aku mendapati senyumnya itu. aku ikut tersenyum melihat senyum manisnya. Bukankah ini awal yang baik untuk pagi ini?
namjoon menggelengkan kepalanya, tersenyum kecut menatap Jin.

“kuberi kau tepuk tanganku, hyung.” Namjoon menepuk tangannya tepat di hadapan Jin. Mereka berdua tertawa lepas dan saling meninju lengan pelan satu sama lain.

Aku menutup tutupan map dan menyerahkannya pada Namjoon.

“ini sunbae. Aku sudah mencatat semuanya, hanya tinggal menyerahkannya pada pelatih.”

“ahya. Terimakasih.” Namjoon meraih map dari tanganku dan memberi kode agar Jin segera berjalan bersamanya.

Jin berjalan mengikuti Namjoon. Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya dan menoleh menatapku. Ia tersenyum.

“kau sudah bekerja keras, Sera. Gomapta.” Ucapnya pelan masih tetap tersenyum.

Aku sudah bisa menduga wajahku yang pasti merona merah di hadapannya. Aku membalas senyumnya.

“itu memang tugasku sunbae.” Jawabku masih tetap tersenyum. Jin juga tersenyum. Memamerkan deretan gigi putihnya dan menyodorkan ibu jarinya padaku. Mungkin tanda untuk kerja ku yang bagus? Aku harap seperti itu. ia pun mulai berlalu mengikuti langkah Namjoon yang mulai jauh.

Aku masih menatap punggung Jin yang tampak indah karena bahunya yang bidang. Rambut coklat lelaki itu begitu pas dengan wajah tampan bak pangerannya. Aku sudah tidak berani untuk menatap cermin dan mendapati wajah merona merahku.

SRAT

Aku memundurkan langkahku kaget ketika sosok lain muncul di depan mataku secara tiba-tiba.

Ia menatapku dengan mata besarnya. Ia sendiri juga tampak terkejut karena refleks badanku yang terlalu berlebihan.

“apa aku terlihat menyeramkan?” Tanya Jimin menunjuk wajahnya sendiri dengan muka ragu. Aku tersadar dengan apa yang terjadi dan menggelengkan kepalaku cepat.

“tidak! Hanya saja kau tadi begitu mengejutkanku!” kilahku mencoba tersenyum.

“benarkah? Memang apa yang kau lihat tadi?” Tanya Jimin menaikan satu alisnya. Aku tersentak mendengar apa yang ia tanyakan.

“apa mungkin kau sedang melihat Taehyung?”

“Ta-taehyung? Kenapa harus?”

Jimin tersenyum menggoda. ia melirik Taehyung yang sedang duduk seraya memainkan ponselnya, mungkin  bermain game.

Ia sedikit berdiri lebih dekat dariku.

“kau tidak tahu apa yang sebenarnya Taehyung rasakan padamu?” Jimin setengah berbisik. aku menatap Jimin dengan wajah datar.

“dia membenciku kan?”

“ne?” ekspresi Jimin berubah drastis. Dia menatapku dengan bingung. Aku juga menatapnya dengan datar.

“sikapnya padaku sangat dingin, tapi dengan yang lainnya dia bisa sangat ramah. Bukankah itu sudah jelas?”

Jimin mengkedip-kedipkan  matanya. Ia terbengong. “a-ani.”

Ia sedikit tergagap dan melirik Taehyung dengan muka gusar seraya menggaruk kepalanya sendiri. Aku memutar kedua bola mataku dan membalik tubuhku menghadap loker.

Aku sadar Jimin yang juga berjalan menjauh, mungkin menuju Taehyung. Tanganku yang tadi tengah menyiapkan peralatan kelasku dari loker terhenti. Aku menundukan kepalaku.

Kenapa aku bersikap seperti itu pada Jimin? Kenapa aku malah terlihat seperti orang yang marah?

Aku mengetuk kepalaku sendiri karena terlalu bodoh. Aku sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan saat ini. Yang jelas aku memang tidak berani untuk bertemu pandangan dengan Taehyung.

Kututup pintu loker dengan satu helaan nafas dan tanpa menatap Taehyung atau para anggota tim basket aku berjalan keluar meninggalkan ruangan mereka.

POV END

 

Taehyung masih terlalu serius berkutat pada ponsel di genggamannya.

“ya, Kim Taehyung.” Jimin menyenggol lengan Taehyung pelan.

“hmmm.” Hanya itu jawaban Taehyung. Jimin berdecak mendapati sahabatnya satu itu. ia mendecakan lidahnya berkali-kali. “pantas saja kisah cintamu tidak pernah lancar, kau begitu dingin pada wanita. Bahkan pada wanita yang kau sukai.” Jimin menggelengkan kepalanya.

“setidaknya aku tidak sampai menghamili seorang gadis.” Ujar Taehyung santai masih berkutat pada ponselnya. Jimin memasang ekspresi kesalnya. Ia sudah tidak masalah dengan apa yang Taehyung katakan. Lelaki itu memang memiliki lidah setajam pisau. Ia sudah terbiasa.

Jimin mengangkat kedua tangannya. “oke, aku menyerah untuk membantumu agar dekat dengannya. Kau tidak menggunakan dengan baik setiap kesempatan yang kau punya.”

Taehyung mengangguk-anggukan kepalanya dengan muka tidak peduli. Jimin menghela nafas melihat tingkah Taehyung.

“kau sesekali harus belajar dari Yoongi dan Hoseok hyung. Kau lihat? Mereka tidak malu untuk mengakui perasaan mereka pada Taeri. itu baru lelaki. Kau tahu? Saat tadi aku bertanya pada Sera soal perasaannya padamu. Dia mengira kau membencinya. Aku tidak tahu harus mengatakan-”

“AH! SIAL! AKU KALAH!” teriakan Taehyung begitu keras hingga membuat semua menoleh padanya. Taehyung hampir ingin membanting ponselnya dan mengumpat dengan kata-kata kasar. Ia menatap Jimin dengan muka kesal.

“TAK BISAKAH KAU DIAM?? BERAPA KALI AKU KATAKAN KALAU AKU TIDAK PEDULI!!!” bentak Taehyung penuh emosi. Jimin terdiam melihat sikap sahabatnya itu. semua juga menatap Taehyung dengan bingung.

Taehyung beranjak dan melaju meninggalkan ruang klub basket dengan langkah menghentak kesal. semua tetap diam menatapnya dengan kebingungan.

Taehyung tidak pernah bersikap seperti itu.

 

**

 

Lagi-lagi Yoongi mengecek ponselnya dan tidak mendapati balasan pesan line dari Taeri. ia mendecak dengan muka kesal. memasuki ponselnya itu kedalam saku jaket yang ia kenakan. Ia sudah beberapa langkah meninggalkan ruang klub basket dengan langkah santai. Dipikirannya saat ini terus mengira-ngira apa yang Taeri lakukan hingga tidak membalas pesannya.

Langkahnya terhenti ketika mendapati sosok Hoseok berdiri di hadapannya setelah tadi lelaki itu berjalan melewatinya dari ruang klub basket.

Yoongi menatap malas Hoseok dan membuang mukanya dengan dingin. Ia kembali berjalan tapi Hoseok kembali menghalangi langkahnya. Yoongi menatap Hoseok dengan tatapan yang begitu dingin.

“kau bisa minggir?  Saat ini aku bisa bersabar.” Ucap Yoongi dengan datar.

“tenanglah. Aku hanya ingin meminta satu hal padamu. Aku tidak mungkin melakukan ini sendiri.” Hoseok tetap memasang senyum meskipun Yoongi tahu apa maksud di balik senyuman itu. Hoseok mengangkat tangannya dan memperlihatkan pita sekolah wanita yang ia genggam. Yoongi menatap bingung pita itu.

“ini pita milik Taeri. tertinggal di apartemen ku. Bisa kau mengembalikan ini padanya? Sepertinya dia terlalu takut untuk bertemu denganku.” Senyuman Hoseok semakin terlihat berbeda.

Yoongi memejamkan matanya seraya menghela nafas berat.

Dengan satu gerakan cepat ia memberi Hoseok satu tinjuan pada tulang pipi lelaki itu hingga Hoseok terhuyung dengan pipi memar. Kebodohan saat itu adalah membiarkan mereka hanya berdua tanpa siapapun di koridor belakang sekolah.

Yoongi menatap Hoseok dengan wajah dingin, begitu juga Hoseok yang menatap lelaki itu tak kalah dingin. Hoseok bangkit dan membuang ludahnya yang terlihat bewarna merah karena bercampur dengan darah dari dalam mulutnya.

“sebenarnya apa rencanamu, brengsek?”

Hoseok tertawa. Tawa yang berbeda dari tawa yang selalu ia tunjukan pada orang lain.

“rencana? Ya. Rencanaku berhasil. Kau tahu? Sebelum kau menyentuh Taeri, aku sudah menyentuhnya lebih dulu. Itu rencanaku.”

Yoongi mengertak giginya sendiri. Ia mencengkram kerah Hoseok dengan kasar. Amarah lelaki itu sudah benar-benar tersulut. Tatapannya seperti ingin membunuh lelaki dihadapannya itu.

 

Taeri dan Eunbi berjalan berdua di koridor belakang sekolah sambil membawa beberapa tumpuk buku yang di minta guru mereka.

Perbincangan seru mereka terhenti ketika mendapati dua sosok lelaki yang  tengah berbaku hantam satu sama lain.

Tidak, tepatnya satu lelaki yang mendominasi perkelahian itu. tubuh Taeri terasa membeku ketika sadar siapa kedua sosok yang berada di hadapannya saat itu. eunbi juga menatap pemandangan di hadapannya dengan wajah ngeri.

Taeri membiarkan tumpukan buku di tangannya terjatuh dan berlari kearah dua sosok itu.

Yoongi dan Hoseok.

Sialnya bukan hanya Taeri yang melihat perkelahian mereka. Satu orang guru olahraga berlari kearah mereka dan menahan tubuh Yoongi agar tidak memukul Hoseok lebih jauh lagi.

“HENTIKAN!! APA YANG KALIAN LAKUKAN!! MIN YOONGI HENTIKAN!!!!”

Hobum ssaem terus menghentikan Yoongi yang masih berusaha menghajar Hoseok. Hoseok sudah terkapar dengan wajah memar setengah meringis.

Langkah Taeri untuk mendekati Yoongi terhenti ketika ia mendapati Hoseok yang terlihat sangat kesakitan. Lelaki itu terus memegang perutnya dan meringis. Yoongi sendiri terlihat baik-baik saja. Tidak ada satupun luka memar di wajah lelaki itu.

Taeri berjalan mendekati Hoseok dan melihat keadaan lelaki itu.

Saat itu juga Yoongi yang terus berusaha menghelak dari tahanan Hobum ssaem menghentikan helakannya. Menatap Taeri. dan Hoseok.

Eunbi juga mendekati Taeri dan menatap khawatir Hoseok yang terlihat tidak bisa berbicara karena rasa nyeri yang lelaki itu rasakan.

 

*

 

Hobum ssaem duduk di bangku gurunya dengan helaan nafas berat. Yoongi mengikuti dari belakangnya dengan ekspresi sinis. Beberapa guru menatap keduanya dengan ngeri. Tepatnya kasihan pada Hobum ssaem, wali kelas Yoongi yang selalu mendapati kasus berbeda dari lelaki itu setiap harinya.

“jadi apa yang tadi kau lakukan pada Jung Hoseok?” Hobum ssaem berusaha terlihat tenang dan menahan emosinya.

“bukankah sudah jelas? Aku menghajarnya.” Jawaban Yoongi tidak pernah berubah. Ia tidak pernah serius dan tidak pernah niat menjawab setiap pertanyaan Hobum ssaem. Hobum ssaem memijat keningnya. Wajahnya terlihat frustasi.

“karena apa kau menghajarnya?”

“dia merebut pacarku.”

Hobum ssaem yang tadi tengah memejamkan matanya karena malas melihat tampang Yoongi akhirnya membuka matanya dan menatap takjub lelaki itu.

“apa? Pacar?”

Yoongi tidak mengucapkan apapun, ia hanya menatap Hobum ssaem dengan muka dinginnya.

“kau bilang apa tadi? Pacar? Hanya karena masalah cinta kau hampir membunuhnya??!!”

Yoongi tetap tidak menjawab Hobum ssaem dan ia tetap menatap guru itu dengan sinis. Tapi Hobum ssaem sudah tidak memperdulikan hal itu, ia sudah tidak takut dengan tatapan seram Yoongi dan fakta lelaki itu jago membuat orang lain memasuki UGD.

“kau harus meminta maaf pada Hoseok soal hal ini.”

“bahkan di hadapan pacarku?”

“LALU SIAPA PACARMU YANG BRENGSEK ITU HAH??!!”

Seluruh guru menatap kearah mereka. Hobum ssaem berdehem, berusaha menetralkan dirinya sendiri.

“Hwang Taeri.”

Hobum diam menatap Yoongi, begitu juga Shin Donghee ssaem –wali kelas Taeri-. guru tambun yang tadi tengah sibuk memeriksa lembaran soal para murid menoleh kearah Hobum dan Yoongi.

“Hwang Taeri itu pacarku.” Ucap Yoongi lagi dengan dingin.

Hobum kembali memijat keningnya sendiri.

“sudah. Kembalilah ke kelasmu.” Hobum mengibas-ibaskan tangannya agar Yoongi pergi. Guru itu sepertinya sudah tidak kuat menghadapi tingkah Yoongi.

Tanpa berkata lagi Yoongi pun keluar dari kantor guru tanpa membungkukan badan atau bersikap hormat pada para guru. Seluruh guru yang melihat tingkah lelaki itu hanya menggelengkan kepala.

“serius? Apa dia berpacaran dengan Taeri? muridku?” Donghee ssaem mendekatkan posisi kursinya lebih dekat dengan Hobum yang masih terlihat frustasi.

“mungkin. Karena aku juga melihat Taeri saat terjadi perkelahian.”

“aaah. Tapi kupikir kau tidak pantas juga memarahinya seperti itu. bukankah dia memukul orang lain karena pacarnya direbut terdengar keren? Ibaratnya, itu baru lelaki.”

Hobum ssaem menatap Donghee ssaem dengan wajah masam. Lalu ia memusatkan perhatiannya pada komputer di hadapannya.

“itu cara yang tidak dewasa, Shin ssaem.”

Donghee ssaem menghela nafasnya.

“bagaimanapun juga mereka masih murid sekolah menengah. Pikiran mereka masih belum dewasa. Bahkan umur mereka belum melewati kepala dua.”

Hobum mengangguk-anggukan kepalanya mendengar ucapan Donghee ssaem. Keduanya menatap kearah pintu yang baru saja di tutup Yoongi dengan dobrakan keras.

 

**

 

Taeri mengamati Hoseok yang meringis ketika dokter kesehatan tengah mengobati beberapa luka memar di wajahnya. Lelaki itu hanya sekedar meringis, selebihnya ia terlihat patuh dan tidak mengelak meskipun pengobatan yang dokter kesehatan lakukan terlihat sakit.

“astaga, bahkan Yoongi juga membuat tulang pinggulmu memar. Kau harus banyak istirahat. Lebih baik kau tidak mengikuti kegiatan belajar.” Dokter kesehatan menggelengkan kepala. Ia membimbing Hoseok untuk merebahkan tubuhnya di kasur UKS.

Dokter kesehatan menatap Taeri yang masih berdiri di seberang kasur.

“kau jaga dia dulu. Tidak baik meninggalkannya sendiri.” Dokter kesehatan tersenyum menatap Taeri. taeri sedikit terkejut mendengar apa yang dokter itu katakan, tapi ia tidak menghelak dan membiarkan dokter itu berlalu.

Taeri menatap Hoseok yang sekarang terlihat memaksakan tubuhnya untuk beranjak duduk.

“sunbae harus beristirahat.”

“kau tidak takut denganku?”

Ucapan Hoseok membuat Taeri diam. Takut? Tentu ia tetap merasa takut dengan lelaki itu. tapi di lain hal, ia masih menyimpan rasa yang berbeda dan sulit ia jelaskan pada Hoseok.

Taeri memilih duduk di bangku yang bersampingan dengan kasur Hoseok.

“aku tidak pernah membenci sunbae.” Ucapnya pelan. Hoseok menatapnya. Ekpresi lelaki itu sedikit melunak setelah tadi tatapannya terlihat dingin ketika menatapnya.

Hoseok membuang tatapannya dari Taeri.

“apa benar kau sudah menjalin hubungan dengan Yoongi?”

Taeri diam. Ia pun mengagguk pelan. Dari ekor matanya Hoseok bisa melihat hal itu.

“kenapa?”

Pertanyaan Hoseok berikutnya membuat Taeri terdiam dalam waktu yang lama. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

“ada yang ingin aku katakan padamu.”

Taeri menatap Hoseok. Mata lelaki itu menatapnya begitu lamat.

Ada sedikit rasa tak tega menyelip di hati Taeri ketika melihat tatapan lelaki itu. apa Hoseok begitu mencintainya?

“soal aku telah menyentuhmu. Sebenarnya aku-“

 

GRAK!!!!!!!

Kata-kata Hoseok terhenti ketika pintu UKS terbuka dengan kasar. Sosok Yoongi terlihat di ambang pintu. Wajah lelaki itu terlihat sinis menatap kedua sosok yang juga tengah menatapnya dalam diam.

Yoongi meremas tangannya, menahan emosi. Ia berjalan dengan langkah menghentak. Taeri beranjak dari duduknya, ia takut Yoongi akan kembali menghajar Hoseok. Tidak ada yang tahu apa yang akan lelaki itu lakukan.

Tapi dugaan Taeri salah. Lelaki itu malah meraih tangannya dan menariknya dengan kasar agar mengikutinya keluar dari UKS. Taeri tahu apa yang di rasakan lelaki itu sekarang. Ia memilih diam dan membiarkan Yoongi membawanya keluar. Meski masih ada pertanyaan di pikirannya tentang apa yang akan Hoseok katakan tadi.

 

Yoongi membawanya menuju taman belakang sekolah yang sepi. Taeri mengerutkan keningnya menatap Yoongi.

“o-oppa, kau mau membawaku kemana?” Tanyanya takut. Seperti ada yang aneh dengan sikap Yoongi. genggaman lelaki itu begitu erat dan kasar. Ia meringis menahan sakit Karena ujung jemari Yoongi yang sedikit tajam menekan kulit lengannya.

Yoongi mendorong Taeri ke tembok dan menghimpit gadis itu dengan kedua tangannya.

Taeri menatap Yoongi takut. Perasaannya benar-benar tidak enak. Tatapan lelaki itu membuatnya begitu takut.

 

“sampai mana Hoseok menyentuhmu?”

 

TBC

 

maaf ya rada telat post part ini- maaf juga kalo part kali ini scene taehyung-seranya belum benar2 aku umbar(?) 

masih setia nungguin romance high school kan? ;D kkk 

untuk next part aku usahain secepet mungkin ya readers❤ terimakasih *bow

About fanfictionside

just me

135 thoughts on “FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL/ BTS-BANGTAN/ pt. 10

  1. Ah , chansung lucu.wkwk

    semoga Jimin hweji cepat ngaku.. Biar cepat kelar masalahnya.

    Sera Taehyung aku gemes bgt ini .

    Dugaan ku emang hoseok gak ngelakuin apa2..

    Great bgt ni ff

  2. Daebak thor!! Aku sampe dibilang gila sama abangku gara2 marah2 sendiri padalah lgi terbawa suasana baca nih ff. Pengen dong jadi taeri😀. Thor kalo bisa part selanjutnya dipanjangin ya. Menurut aku ini singkat banget🙂. I love you so much deh thor bisa nulis ff sekeren ini

  3. aduh makin seru ceritanya thorr aku suka bngt aku tunggu2 pas aku lagi cek blog ini trnyt udh keluar seneng bngt aku😀
    seandainya aku punya 1000 tangan bakal aku kasoh 1000 top ibu jari deh daebak^-^
    ditunggu ya next chapter berikutnya, keep writing thor🙂

  4. Gyaaahhh ini ff yg paling gue tunggu tunggu di blog ini :v
    Akhirnya di post juga , sebelum baca tinggalin jejak duluuuu^^

  5. Whoaaa next next jangan lama lama ya, greget sendiri tau gak thor>< ini ff keren bgt dan paling aku tunggu tunggu♡
    Oiya ini masih kurang thor:(
    Tapi tetep setia kok nungguinya hhe♡♡

  6. ADUH DEMI APA INI MAKIN KERENNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN AKU CINTA SAMA AUTHOR SATU INI :******* NEXT CHAP DITUNGGU THOR :DDDDDDDDDDDD
    AUTHOR I LOVE YOU❤😄 wkwk

  7. demi celana dalam yang selalu di rebut suga dari jungkook. ini tbc termenyebalkan!!!! aaaarrrrggghhhh. *going crazy.
    kenapa bersambung disaat lagi seru begini? hah? kenapaaaa???? KENAPAAAA!!! *digebuk suga.
    ini ff emejing sekaaaliii. *koprol
    kok bisa semua unsur sekolah dan teenage life ada disini.
    ahhhh daebak lah
    lanjut dong thorrr yang cepet. bersambung nya gantung banget. *jambakin rambut frustasi.* diisolasi ke rsj.
    beberapa nilai moral nya ngena dan gampang diterima dan dicerna. 16jempol deh.*pinjem jempol member bts.

  8. Thor ;A; ini greget thor ;A; ayem komkom with kobokan ;A;

    Kebawa suasana banget kalo baca ff ini :3
    Neng Hweji cepetan kasih tau appa eommamu ya, aku greget sama kamu neng/?

    Taehyung Sera dateng, kenapa sifat orang idiot jadi galak begitu? ‘-‘

    Kok sampe sini aku jadi berharap Hoseok emang nyentuh Taeri? ;A; aw aku labil😦 Yoongi, jangan buat aku semakin ngelantur pengen jadi seorang Taeri ;A;

    Thor cepetin ya comeback/?nya FF ini ;A; aku penunggu setia mu, wks❤

  9. jreng jreng! ! bakal ada NC gede gedeain ni /? wks😀 daebak thor~ lanjutin nya cepetan ya jangan pas aku UKK /?🙂

  10. Menurutku part ini masih kurang thor ( kurang panjang mungkin, kurang greget gitu thor) dan itu membuatku kurang puas thor, karena setelah sekian lama menunggu nih ff thor.
    Tapi tetep keren kok alurnya, aku tetep nunggu saat saat romantis eunbi & jungkook, terus saat saat berduaannya taehyung & sera🙂 , untuk nextnya ditunggu thor.

  11. daebak!!
    jungkook nakal!!
    Yoongi keren bgt .. laki banget….
    keren author…part ini cukup buat penasaran….
    agak kurang puas di bagian taehyung sera…. V kelakuannya aneh bgt… pdhl dia emang suka kan…
    lanjutannya jgn lama2 ya….

  12. Ceritanya sera-taehyung & eunbi-jungkook ngegantung terus tiap chap, next chap romance mereka di banyakin dong heheeee

  13. as usual, this’s so cool! part 11 ditunggu ya thor. fighting!❤ Yoongi-Taeri full in ya thor, hbsnya gbs ngefeel sm eunbi-kook. Sera-Taetae Hweji-Jimin msh bs tp eunbi-kook gbs x_x

  14. thor alviany aku jatuu cinta sama ini ff. jangan lama2 postingnya jebal~ aku penasaran sama kelanjutan part ini. ish Hoseok pasti belum nyentuh Taeri TuT

  15. aaahhhh kereeen banget ~~ sukasuka banget ama taeri juga yoongi kalo lagi marahan huehehe /ketawa evil/ lucu banget chansung ama taeri berantem hahaha😄 ditunggu next part author-nim !!^^

  16. kan! kan! kan! taeri yoongi mau mulai lg tuh kayaknya (?)
    kasian yak sera blom ada kemajuan (?)
    yahilah~ yg bkin si hweji seneng mah cuma si johnny! gua kenal dket kok ama hweji (?) klo jimin kelamaan, udah si johnny aja yg tanggung jwb! dia mau kok (?) *apaini

  17. Kampret author nya=_=
    kenapa harus pororo?! Kenapa ga masha(?)
    GUA GA BERTERIMA KASIH AMA TAERI KAMPRET!
    NTR KLO YOONGI MA TAERI MULAI LAGI DI PQRT 11 GUA DOAIN MLENDUNG 12 KEMBAR(?)

  18. Waw, kasian bnget si hoseok -_- thor, kalau bsa bnyakin dkit cerita sera sma taehyung dong. Oke, lanjutkan ya thor, pngen tau apa yg dlakukan yoongi. .😀

  19. ini FF yang paling gue tunggu :-V , gue fikir hoseok mau bilang kalau sebenernya dia sama sekali gapernah nyentuh si taeri. duh greget gue liat sifatnya si yoongi , ngasem banget dia. duh kookie!!!! >.< andwae!!! polos lah nak polos!! , jin suka sama eunbi kan? daripada cinta segitiga lagi kayak si hoseok ama yoongi pasangin aja dia ama si namjoon :-V . udehlah jimin hweji langsung kawin aja u,u

  20. gk banyak komen, kkkkkk~ ^^

    harapannya kalau bisa buat kayak drama gitu, ceritanya agak sad gitu, kayak YoonGi yang tersakiti😄

    Next Chap nya ditunggu thor!

  21. AAAAAAAAA UNNIEEE ;______; AKU KALAP
    PART 11 JANGAN LAMA LAMA, INI AKU NUNGGU PART 10 AJA UDAH LUMUTAN

    SEPERTI BIASA YOONGI PERFECT BANGET e___e

  22. wah, udah ada lanjutannya ya?._. hehe
    ah iya mau request nih thor, Jungkook jangan dibikinin adegan dewasa/? ya u,u soalnya dia kaya aku masih dibawah umur😀
    trus juga kalo bisa dibuat pov khusus si Taetae, biar kita tau sebenernya perasaan dia sama Sera itu kaya gimana, dan kalo bisa juga buat adegan yang romantis gitu buat Tae-Sera🙂
    oh satu lagi, next chap dibanyakin ya thor romancenya~ hehe
    pokoknya ini ff keren deh! (y)

  23. Geregetan kan liat taehyung sera….. Teruus hoseok td mau ngomong apa thor… Semoga dia gabener2 nyentuhh taeri ya. Teruss duh aku ngebayangin muka jungkook wkt lg serius gt huaaaa/? Hehe seru bgt thor lanjut yaa jgn lama2^^

  24. Author aku tambah gereget deh ini cerita, akhirnya taetae sama sera muncul juga, setelah beberapa part hiatus(?) semoga ada kemajuan sama mereka berdua …
    dari awal gak yakin deh kalo hoseok ngelakuin itu ke taeri, dan kaya nya emang bener enggak ..
    author maaf ya aku baru komen disini, account aku ada sedikit masalah tadinya …

  25. andwae!! Kenapa harus ada kata TBC!! Author sepertinya sukses bikin penasaran… hehe ^^
    Thor! ditunggu chap selanjutnya…fighting~ jangan lupa bikin part yoongie ama taeri yang lebih banyak, ne..gomawo.(^.^)

  26. kyaaaa yongi kren
    pling ska ma kata ” sampai mana hoseok menyentuhmu”
    gentle banget
    sjujurnya sih aq cma bca tentng teari ma yongi aja slbihnya aq lanjat
    tpi thor kren deh ffx
    next cpet” thor

  27. aigooooo
    baca ff ini lama lama bikin gilaaa.. ; ;
    aduhhh yoongi ku sama hoseok ku .. mending ngerbutin aku dari pada taeri..
    next thor.. palliwa!!!!
    *buingbuing
    saranghae bangtan naekkoya~

  28. plis ini ff bikin penasaran tingkat dewa-_- banyakin part yoongi nya thor kkkk tapi penasaran sama hoseok ko kayanya dia ga nyentuh si taeri ya? hmmm
    yaudah deh yg penting seru lanjut terus thor

  29. Konfliknya pas WOOw bingit …
    Ehhhh~ TBC >••< huhuuu
    Ga usah TBC* dong thorr . Langsung tamatin #gigitYoongi

  30. Wah ini part yg paling ngeselin dan aduh gak kece ! Hm jgn lama2 ya post yg part 11.
    Lusa,atau 4 hari lgy adakan donk.

  31. Jgn2 sebenernya hoseok bohong lg kl pernah nyentuh taeri…tp g tau lg sih…moga2 si hoseok cuma bohong…
    Lanjutan part berikutnya agak cepet ya thor…penasaran soalnya…hehehe

  32. Taeri jangn macam-macam sama hoseok yoongi cemburu tuh …
    Yoongi sabar sama taeri..janhan dingin gitu..
    kasihan taeri…xD

  33. omo!! taehyung kta” ny pedes banget! ..

    trus itu.. aigoo~ si yoongi mrah banget itu >< ,,jadi kasian sma taeri & hoseok ._.

    lanjut thor ..

  34. dan lagi2 setelah ff special boys😀
    ahh aigoo … aku bisa gila baca tulisan alvianyHwang😀 (eonni?)
    sistem penulisan cast dari eonni selalu aja kaya gt …
    bs ngga Jin jangan jadi cowok PHP😀
    yang lebih PHP sih penulisnya😀 #peace
    hahaha …. lucu aja kalo bayangin muka Suga jadi mesum😀
    beda sama sekali kaya waktu NC an Luhan sama Kris di Special Boys
    muka polos Luhan😀😀 ahahahaha #ngga bisa nerusin
    keep writing …. fighting!

  35. dr kemaren aku mau baca ff ini tp ga bisa akhirnya bisa dr part 1-10 hehe semua komen disini ya thor kkk. seru ah dr awal ketemu udh bikin tegang klo bayangin tatapan yoongi.
    next thor

  36. Hoseok ga bner2 nyentuh Taeri kan ya.. thor! Sera Taehyung dibanyakin lagi napah… 2 couple ini nih yg bkin gregetan! >.<

  37. AAAAAAKK. pls next chap jangan ada nc21 pls gue geli ;;
    Jungkook kau masih bocah nak.. belajarlah menerima kenyataan pahit ini
    I ship Taehyung with his handphone anw😄

  38. new reader nih thor, lagi iseng nyari ff nc anak bts eh ketemu ini. penasaran dan langsung maraton baca dari 1-10 nya wkwkwk daebak thor! yakin deh pasti jeyhope ga beneran nyentuh taeri.. poor my biassss😥 next part jangan lama2 ya thor ^ ^

  39. “sampai mana Hoseok menyentuhmu?”
    AAAAAAAAAAAAAAAAAA aku paling greget sama endingnya. sumpah yoongi kamu bikin gregetan. pertanyaanmu ituloh akhhh <///3 dan tadi, hosoek mau blg sesuatu kan? ih pake ngedobrak pintu uks pula ih yoongi nyebelin -_-
    masih setia nunggu? oh jelas :3 next chap kalo bisa jan lama2 ya author sayang/? wks. bagiannya kook boleh lahkasih yang begituan dikit2, V juga ahhh bias gueh wkwkw.

  40. Kok rasanya ini pendek yah –‘
    Lanjut author ^^
    Itu si hoseok gak nyentuh taerikan sebenarnya? :/
    Mau taeri yoongi yg banyak :3
    Jgn dingin bgini😦
    Biasanya mereka kan bikin baca gimna gitu :3
    Lanjut ^^

  41. Hayoo,, ada singa yg siap menerkam mangsanya (?) *lirikyoongi
    semoga taeri selamat dari amukan yoongi yg kaya nya bkal marah besar *ceileh
    thor, gue yakin hoseok blm nyentuh taeri kn ? *soktau
    aduuh, kookie” mulai sesuatu nih *evilaugh
    huwaaa, moment taehyung-sera blm berkembang😦 pdhl saya nunggu” ini loh.. *masa
    thor, next chap nya hbungan mereka mulai gimana gitu yaa *maksa
    kya yoongi-taeri boleh juga tuh *kumat
    di tnggu ne🙂

  42. Harus’y kalo emg hoseok uda macem”in taeri pas ngelakuin yoongi bisa tau dong?

    Kaya’y ini cuma salah paham dan akal”an hoseok aja buat ngancurin hubungan taeri sama yoongi

  43. Aish! Keren bnget >.<
    suka ama karakter yoongi🙂 suka ama ni ff.
    oh ia, perkenalkan aku member baru di sini🙂 baru nemu ni ff,,, salam kenal author😉
    ijin baca ff yang sbelum'y🙂

  44. sebenernya aku udah komen belum sih di sini. kemaren internetnya gadul bangetttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt. aku gak mau di cap reader yang gak baik. sempat sempatlah komen, hargailah si pembuat. aku sekarang sadar diri. pokoknya ffnya GOOD~~~~~~~~~

  45. thor gue udh ngikutin ff ini udah lama au dah kapan tapi gue baru pertama kali komen, maap yak/?
    thor gua greget bet dah ama part nya jk-eunbi -_- eunbi sama jin ajaaa/? /g
    jungkook nya jan dijadiin badboy ye soalnya kaga cocok ama mukanya cius dah wqwq

  46. Aaaaaaaa!!!! Aku suka banget sama ff NC school ini😀 mf yah thor baru coment :-p
    Bebeb V ceptin dikeluarin sih thor. Sukses terus thor buat ff y jangan lama2 lanjutan nya . #Figthing

  47. Maaf baru komen thor, ff nya seru kok! Konfliknya juga bagus, cover ff nya juga gak rumit dan nyambung sama jalan cerita. Mungkin kritiknya ada sedikit typo, tapi itu gak jadi masalah soalnya gak pengaruh sama alur cerita. Jalan ceritanya gak bosenin~ bagus deh pokoknya! Keep writing ya thor~

  48. Jirrr lagi seru serunya malah tbc, meleg euy … menurut gua si heoseok cuma manas manasin yonggi aja.. dan kayanya yonggi bakal………… gataulah.. lanjutt thor

  49. DAEBBAKKK.. ceritanya remaja bangett.. apalagi karakternya si Heoseok yg gak bisa di tebak, thorrr.. gw nungguin nih chapter dr selesai ujian nasional lohh .. hehehee next chapter ditunggu pokokna!!

  50. astaga mereka berkelahi again and again u.u
    kadang kasian sama hoseok. tapi kadang juga sebel sama dia -_-
    chansung sama taeri kocak nih. kalo berantem mainnya teriak2an ahahh lucu aapalagi kalo jungkook mulai ikutan dengan muka datarnya xD

  51. Uwaaaa~~
    Semakin seru!!!
    Mian, Eon.. baru bisa comment di part ini😥
    Tapi, aku beneran suka sama semua tulisan Eonnie (y)
    Semuanya menarik dan bikin penasaran (y)
    Bikin ketagihan, Eonn😀 (y)

  52. Jhope kayanya engga ngapa-ngapain Taeri, dia cuma mau manas-manasin si Suga doang itu /mungkin/
    ini makin seru dan ya pokoknya suka aja hahhaa

  53. Dugaan ku semoga benar, Hoseok gak ngelakuin apa2…..
    Duh thor tbc nya ga enak
    banget, penasaran banget
    nih >,< Part Taehyung-Sera diperbanyak dong

  54. Yoonri? :3 Ini sebenarnya pacaran atau tidak sih,heran gue :v
    Keren thor,ini ff paling bagus🙂
    #IstrinyaTaehyung :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s