FF/ WHAT’S WRONG WITH A KISS?/ pt. 2


Author : Z

Title : What’s wrong with a kiss? (Part 2)

Cast :

   Park Lizzy (OC)

   Lee Chi Hoon

   Suho

   Shin Eyoung (OC)

   Park Hyung Seok

   Park Tae Jun

   ……

Lenght : Chapter

Genre : Romance, School live, NC, Comedy(?), sad

Nb :

Terimakasih yang sudah baca pt 1, nah sekarang lanjut pt. 2 nya.. Selamat membaca ^^

 PicsArt_1395393004638

~~ What’s wrong with a kiss ~~

 

 

“jinjja?” teriak eyoung tak percaya. “kenapa kau begitu beruntung? Aku iri padamu.”

“sudah lupakan! Aku tak mau mengingatnya! Itu sangat memalukan!”

“eyoung! kau disuruh mengambil buku matematika yang di kumpulkan beberapa hari yang lalu di meja guru.” ucap seorang yeoja dari luar kelas.

“baiklah.”

“mau aku bantu?” Tanya lizzy.

“Tidak usah, aku bisa sendiri.”

Eyoung pergi ke ruang guru. Ia mencari meja yang terdapat buku matematika teman-teman kelasnya.

“kenapa ini beritu banyak?” keluhnya saat melihat tumpukan buku matematika itu. Eyoung berjalan menyusuri lorong dengan hati-hati.

“Tau seperti ini tadi aku terima bantuan lizzy.”

Ketika eyoung melewati kelas 2-A tiba-tiba seorang namja yang berlari keluar dan tidak sengaja menabrak eyoung.

BRUK!

Seketika buku-buku itu jatuh di lantai dan berserakan.

“mianhae.. Mianhae..” namja itu menunduk untuk minta maaf.

“ne, gwaenchana.” eyoung mengambil buku-buku yang berserakan tadi dan menatanya kembali.

Namja itu ikut menata buku-buku yang berserakan.

“gomawo ne..” ucap eyoung setelah selesai menata buku-buku itu. Eyoung mulai beranjak menuju kelasnya.

“Kau?” teriak namja itu.

Eyoung menghentikan langkahnya dan berbalik.

“ne?” Tanya eyoung.

Namja itu berjalan kearah eyoung. “ini masih tertinggal.” Namja itu menaruh buku yang ia bawa ke atas tumpukan buku yang sedang di tenteng eyoung.

“gomawo..”

“siapa namamu?” tanya namja itu.

“Namaku Shin Eyoung kelas 1-A”

“Kau sekelas dengan lizzy?”

“Ne, dia teman baikku.”

Namja itu hanya menaikturunkan kepalan tanda mengerti.

“namaku hyung seok, park hyung seok. Kelas 2-A”

Eyoung bingung kenapa namja itu memperkenalkan dirinya. Hyung seok sudah terkenal karena ketampanannya. Mungkin seluruh murid sekolah ini sudah tahu wajah dan namanya.

Eyoung hanya membalas senyuman. Tangannya mulai pegal mengangkat buku-buku itu. “aku duluan dulu ne.” Eyoung berjalan meninggalkan namja itu.

“hati-hati..”

~

Eyoung menaruh buku-buku itu di atas meja guru.

“huaa aku kira bukunya sedikit” keluh eyoung.

“Tadi aku sudah berniat baik akan menolong mu. Tapi kau malah menolakku.”

“ah iya iya itu salahku.”

~

*autor pov*

Tak terasa bel pulang berbunyi. Seperti biasa lizzy dan eyoung pulang lebih akhir. Tapi lizzy merasa ada yang aneh. Dia tidak mendengar kerumunan yang biasanya berteriak-teriak itu.

“eyoung..”

“hemm?”

“bukankah ini aneh? Kenapa tidak ada suara orang berteriak-teriak?”

eyoung baru tersadar akan hal itu. “kau benar.” “apakah tiga sekawan sudah jelek?” ucapnya seponton.

Lizzy tertawa kecil mendengarnya. Lizzy menggajak eyoung pulang sekarang. Seperti biasa nereka berpisah di gerbang sekolah.

“Dahh eyoung..”

“hai kau anak kelas satu!” panggil beberapa yeoja dari belakang lizzy.

Lizzy menoleh ke belakang “ne?”

Seorang yeoja mendekati lizzy di susul oleh dua yeoja yang lain.

Yeoja itu memandang lizzy dengan sinis.

“w-wae eonni?” Tanya lizzy ragu.

Tamparan tepat bersarang di pipi kiri lizzy. Lizzy memegang pipi kirinya itu. Sakit rasanya. Tanpa lizzy sadari airmatanya menetes.

“HEH! MASIH KELAS SATU JANGAN BIKIN ULAH YA! JANGAN DEKAT-DEKAT CHI HOON!” ucap yeoja yang menampar lizzy tadi.

Sebuah tangan menarik lizzy dan membawanya pergi. “suho..” ucap lizzy pelan saat melihat siapa pemilik tangan tersebut.

“YA! KAU! JANGAN KABUR!! KAU TAK AKAN BISA LARI DARIKU! INGAT ITU!” teriakan terdengar dari belakang lizzy.

“Jangan dengarkan mereka.” Ucap suho.

Suho membawa lizzy keluar area sekolah. Lizzy melihat wajah suho. Ia tak pernah melihat wajah suho seperti ini.

Mereka berdua berhenti disebuah taman. Taman itu tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa orang yang berlalulalang.

Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka. Lizzy hanya menunduk. Lizzy tak mau suho melihat wajahnya sekarang. Sebuah pelukan hangat melekat di tubuh lizzy. Lizzy hanya terdiam tak membalas pelukan itu.

“lizzy-ah..” “aku akan menjagamu..” mata lizzy melebar. Lizzy tak percaya dengan apa yang ia dengar tadi. Lizzy menatap ke atas tepat menatap wajah suho.

DEG

Lizzy baru sadar betapa dekatnya mereka sekarang. Lizzy melepas pelukan itu.

“mianhae..” ucap suho.

“n-ne..”

Lizzy tak mau berlama-lama berada di taman itu. Ia pun pergi meninggalkan suho. Sebuah tangan menahan lizzy. Dan membuat lizzy berhenti.

“jika terjadi apa-apa hubungilah aku. Aku akan datang.”

“ne..”

Suho melepaskan lengan lizzy. Lizzy berlari kerumah karena ini sudah pukul 3 sore. Lizzy selalu mengerjakan tugasnya di sore hari. Karena tidak mungkin dia mengerjakan tugas sambil bekerja.

~

“aku pulang..”

“em? Kemana eomma?” ucap lizzy karena tak ada jawaban dari eommanya itu.

Lizzy menuju kulkas untuk menggambil sebotol minuman dingin. Belum sempat membuka kulkas ia menemukan selembar kertas yang menempel di pintu kulkas yang bertuliskan.

‘eomma kerumah nenek, kakek sedang sakit. Eomma belum tau pulang kapan. Jika kau lapar ada kimchi di kulkas. DN kau bisa masak sendiri kan?. Jika akan keluar jangan lupa kunci pintu.’ ‘Eomma’

“hah lagi-lagi dirumah sendiri.” keluh lizzy.

Lizzy membuka kulkas dan menggambil minuman di kulkas. Dia membasahi tenggorokannya yang tadinya kering itu.

Lizzy memasuki kamarnya. Ia berbaring di tempat tidur memandang langit-langit kamarnya. ‘aku akan menjagamu’ kata-kata itu muncul begitu saja di pikiran lizzy.

“apa maksudnya?”

~~ What’s wrong with a kiss ~~

Udara musin dingin berhembus dengan lembut. Lizzy memakai jaket dan syalnya untuk menemaninya berangkat sekolah.

Seperti biasa eyoung menunggunya di depan gerbang. “annyeong lizzy-ah” sapa eyoung sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah lizzy.

Lizzy berlari mendekati eyoung. “ya! Sudah aku bilang jangan tunggu aku!” bentak lizzy. “kau bisa sakit nanti jika terus di luar!” “ayo masuk!” lizzy menarik tangan eyoung yang dingin itu memasuki gerbang sekolah.

~

*lizzy pov*

Aku terus menggandeng eyoung menuju kelas. “tanganmu bahkan sedingin es.”

Eyoung hanya tersenyum melihatku.

“wae?” Tanyaku.

“aniya~”

Aku dan eyoung memasuki kelas dan duduk di bangku masing-masing.

“lizzy-ah.. Tidak ada yang menggangumu lagikan?” tanya suho pelan seperti tak mau eyoung mendengar suaranya.

“ani.. Aku bisa menjaga diriku sendiri, kau tidak usah khawatir.” ucapku sambil tersenyum. Sejak kejadian beberapa hari yang lalu suho selalu memghawatirkanku.

Bel masuk berbunyi.

~

“Pelajaran hari ini cukup samapai di sini. Jangan lupa kerjakan tugas kalian.” Ucap guru jung, guru biologi yang tidak lain adalah walikelasku.

“Oiya, besok kalian sudah libur, kerjakan juga buku paket bab 2 samapi 3.”

“Mwo?” Teriak satu kelas.

“Ada apa? Mau ibu tambah lagi?”

“ANI!!”

“Baiklah kalau begitu. Jaga kesehatan kalian. Musim dingin kali ini mungkin akan sangat dingin.” Guru jung pun keluar meninggalkan kelas.

Bel berbunyi menandakan kegiatan belajar mengajar telah usai.

“ah, eyoung aku mau ke toilet. Perutku sakit.. kau tunggu di sini ne.” ucapku dan langsung meninggalkan eyoung di kelas.

“Ne lizzy”

“kau tidak pulang?” tanya suho kepada eyoung yang sedang duduk membaca sebuah novel.

“aku masih menunggu lizzy, dia sedang ke toilet.” jawab eyoung.

“Kalau begitu aku duluan ne.” Suho mulai beranjak meninggalkan eyoung.

“ne, hati-hati suho..”

Kelas mulai kosong menyisakan eyoung seorang. Eyoung menutup novel yang ia baca itu. “kenapa lizzy lama?” Keluhnya.

Pintu kelas terbuka.

Eyoung berbalik ke arah pintu itu. “lizzy-ah kenapa kau lama se-” eyoung menghentikan ucapannya ketika melihat buka sosok lizzy yang muncuk dari balik pintu itu.

“hyung seok sunbae?” Ucap eyong pelan.

Sosok itu adalah hyunseok. Namja terpopuler ke dua di sekolah ini setelah chi hoon.

Hyung seok berjalan mendekati meja eyoung.

“eyoung, bolehkah aku meminjam ponsel mu sebentar?”

“Untuk apa?”

Hyung seok tersenyum manis menatap eyoung.

‘Kenapa ia tersenyum seperti itu?’ Gumam eyoung dalam hati.

“eyoung?” ucap hyung seok memecah lamunan eyoung.

“ah ne?” eyoung menggambil ponsel di sakunya dan menyerahkan ponsel itu kepada hyung seok. “Ini..”

Hyung seok menekan tombol-tombol yang ada di ponsel eyoung. Tak lama berselang sebuah lagu berjudul -Akashi milik flumpool- terdengar. Hyung seok meraba-raba setiap kantong yang dia miliki. Hyung seok lalu menggecek ke dalam tasnya dan menemukan hpnya yang terselip diantara buku-buku.

Eyoung hanya melihat hyung seok bingung.

“gomawo ne. Tadi aku lupa dimana aku menaruh ponselku.”

Hyung seok memberikan kembali eyoung yang ia pinjam tadi. “n-ne” eyoung menerima ponsel itu.

Hyung seok mulai beranjak dari meja eyoung. Hyung seok menghentikan langkahnya. Hyung seok berbalik ke arah eyoung “ah eyoung kau sebaiknya cepat pulang dan jangan keluar rumah. Mungkin akan turun salju hari ini.”

Eyoung binggung mendengar ucapan hyung seok. “ne”

hyung seok berlalu meninggalkan eyoung. Eyoung hanya menatap hyung seok dari belakang.

“Ternyata lebih mudah dari yang aku bayangkan..” hyung seok tersenyum.

Aku melihat hyung seok yang baru saja keluar dari kelas ku. “Appa yang dia lakukan?” Ucap ku bingung.

“eyoung!” Aku tersadar jika eyoung berada di kelas yang baru saja di tinggalkan hyung seok.

Aku berlari memasuk kelas. “kau tidak apa-apakan?” “apakah dia melakukan sesuatu padamu?” Tanyaku.

Eyoung hanya melihatku bingung. “Ada apa?”

“apa yang dia lakukan disini?”

Eyoung langung tau siapa yang aku maksud kan itu. “dia hanya mencari ponselnya yang dia lupa menaruhnya dimana.”

Aku menghembuskan nafas lega. “untunglah kau baik-baik saja.”

“lizzy-ah kenapa kau lama sekali?!” Tanya eyoung kesal.

“ah mian mian.. Perutku benar-benar sakit tadi.” jawabku.

“lizzy-ah ayo pulang, sepertinya akan turun salju yang lebat.” ucap eyoung tiba-tiba.

“Kajja..”

~~ What’s wrong with a kiss ~~

*eyoung pov*

Apa maksudnya salju akan turun? Memangnya dia peramal?

Aku terus memikirkan perkataan hyung seok tadi.

Salju mulai turun ketika aku memasuki gang rumahku. Aku memandang keatas dan menadahkan tangan kananku. Kubiarkan butiran-butiran salju dingin menggenai kulit wajahku. “salju..” aku memejamkan mataku. Seperti bermimpi. “kenapa dia bis tau?” aku membuka mata dan melanjutkan perjalananku.

Tak lama aku berjalan aku sampai di depan rumah. Aku membuka pintu.

“eonnii!!” sebuah pelukan hangat menyambutku.

“minyoung..” aku mengacak acak rambut adik perempuanku itu.

“eomma, tangan eonni dingin.” ucapnya polos. Aku menaruh telunjukku di bibirku. “ssttt, diam” ucapku pelan.

“kau tidak memakai sarung tangan yang sudah eomma siapkan tadi ya?” tiba-tiba suara muncul dari depanku.

“ah eomma, aku tidak apa-apa”

“kau itu mudah sakit jadi dengarkan yang eomma katakan.”

“ne eomma” aku memanyunkan bibirku kesal.

~~ What’s wrong with a kiss ~~

*autor pov*

Tanggal 30 Desember.

Sekolah masih libur. Lizzy merasa bosan dirumah. Dia menggambil ponselnya yang berada di sebelahnya. Ia mencari nama eyoung di kontak ponselnya.

“yaboseo, ada apa lizzy-ah?” suara muncul dari ponsel yang di pegang lizzy.

“ah yaboseo.. Eyoung, kau ada acara malam tahun baru?”

“aniya, wae?”

“kau mau bersenang-senang denganku? Aku bosan dan kesepian. Eomma ku masih belum pulang.”

“Bersenang-senang? kemana?”

“emmm.. Festival?” Usul lizzy.

“Baiklah..”

“oiya kau hubungi suho juga ya, biar ramai. Pasti seru.”

“ne lizzy-ah”

Lizzy menutup telfonnya itu.

~~ What’s wrong with a kiss ~~

31 Desember pukul 6 sore.

Lizzy telah izin bahwa dia tidak bisa bekerja malam ini. Lizzy memilih baju yang dia rasa bagus dan nyaman, apalagi di musim dingin seperti ini. Lizzy memilih celana jeans, baju warna abu dan kemeja.

~~ What’s wrong with a kiss ~~

Chi hoon, hyung seok, dan tae jun sedang berada di sebuah club malam. Club malam itu sudah buka dari jam 5 tadi. Club itu masih terbilang sepi karena ini masih jam 6 sore.

“hai chi hoon, apakah kau serius dengan yeoja di kantin itu?” tanya tae jun yang duduk berhadapan dengan chi hoon.

“hem? Yang kau maksud lizzy?” tae jun menganguk.

Chi hoon melirik hyung seok yang duduk di sebelah tae jun. Hyung seok hanya mengangkat bahunya.

Chi hoon tersenyum. “aku hanya ingin bermain dengannya.”

“sampai kapan kau seperti ini?” tanya tae jun.

“memang kenapa? Apa urusanmu? Ha?”

Tae jun dan chi hoon memang sering berdebat. Tapi mereka tidak sampai bertengkar hebat. Apalagi sampai tonjok-tonjokan. Mereka lebih sering perang kata-kata.

“hai kalian, sudahlah. Memang apa salahnya bermain dengan yeoja?” ucap hyung seok yang membuat tae jun memandangnya.

“kau juga?” tae jun berdiri. “aku tidak mengerti dengan cara berfikir kalian.” tae jun berjalan menjauhi meja yang ia duduk tadi.

“aku yang tidak tau cara berfikirmu!” teriak hyung seok kepada sosok yang sudah tak terlihat.

Chi hoon meneguk minuman beralkohol yang mereka bertiga pesan tadi.

“chi hoon, kau sudah merebut hatinya?” tanya hyung seok.

Chi hoon tersenyum. “mungkin sebentar lagi.” jawabnya singkat dan kembali meneguk minuman itu. “kau sendiri?

“aku berencana menemuinya nanti.”

“em, sebaiknya aku pergi sekarang.. Semoga berhasil park hyung seok..” chi hoon menggambil kunci mobilnya dan berjalan keluar club. Ia masuk kedalam mobil. Hanya duduk diam di dalam mobil tanpa tau apa yang ia pikirkan sekarang.

~~ What’s wrong with a kiss ~~

Jam menunjukkan pukul 7 malam. Lizzy sudah berpakaian rapi dengan celana jeans, baju abu dan kemeja abu tua yang tidak ia kancingkan.

Ting!

Ponsel lizzy berbunyi. Ada pesan dari eyoung. ‘kau nanti tunggu di halte bus biasanya. Aku akan menjemputmu. Suho juga akan ke sana.’ lizzy membalas singkat sms itu ‘ne..’

Lizzy menaruh ponselnya di tempat tidur. Ia keluar kamar untuk mengambil jaket dan syalnya yang berada di sofa depan tv.

Lizzy pergi kedapur. Ia memakan ramyun yang ia buat tadi.”

Lizzy keluar rumah dan mengunci pintu rumahnya. Lizzy berjalan menuju halte bus yang dimaksud eyoung.

Jam menunjukkan pukul 7:20 lizzy menunggu di halte bus itu.

~~ What’s wrong with a kiss ~~

*eyoung pov*

Aku bersiap-siap untuk berangkat. Aku naik kedalam mobil. Ponsel ku berbunyi. Aku melihat nomor tak dikenal muncul di layar ponselku. Dengan ragu aku mengangkatnya.

“yaboseo?”

Tak ada suara yang membalasnya.

“yaboseo?..”

“….” “eyong-ah?”

“ne? Ini siapa?” tanyaku karena mendengar suara namja yang menelfon.

“kau lupa aku yaa?” suara namja itu seperti orang yang tengah sempoyongan.

Aku seperti mengenal suara itu. Dengan ragu aku memanggil namanya. “hyung seok sunbae?”

“aku senang kau ingat padaku.”

“ada apa sunbae?”

“eyoung! Tolong aku!”

Aku binggung apa maksud ucapan hyung seok.

“aku berada di club mal-” suara itu tidak terdengar lagi.

“yaboseo? Hyung seok senbae?! Yaboseo?!” aku panik dan bingung apa yang terjadi. Telfon itu masih tersambung namun tak ada suara yang terdengar.

“ah yaboseo?”

Suara berat namja membuat mataku melebar. Suaa itu berbeda dengan yang tadi.

“ne?”

“tolong bawa namja ini keluar. Dia sedang mabuk di sini.”

“apa?” aku semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi.

Namja yang memiliki suara berat tadi memberikan alamat dimana hyung seok berada. Dengan ragu aku mengendarai mobilku. Tapi sebelum itu aku berfikir untuk menghubungi lizzy dan bilang aku akan datang terlambat. Aku terus miscall ponsel lizzy tapi tak ada satupun yang di angkat. Aku berfikir pasti dia sudah bersama suho jadi aku langsung mengendarai mobilku menuju ketempat hyung seok berada.

~~ What’s wrong with a kiss ~~

*autor pov*

Chi hoon mulai menyalakan mesin mobilnya. Dia mengendarai mobilnya lurus entah kemana arah tujuannya.

15 menit sudah ia mengendarai mobil mewah warna merahnya itu. Dia melihat sosok yang dia kenal berdiri di tengah salju yang turun. Salju turun malam ini. Walaupun salju turun hanya sedikit tapi udara saat itu dapat mencapai minus 5 derajat.

Chi hoon menghentikan mobilnya itu tepat di depan sesok yang ia kenal. Chi hoon membuka kaca mobilnya.

“hai kau?”

Yeoja itu menenggok ke dalam kaca mobil yang terbuka itu.

Mata yeoja itu memlebar ketika melihat sosok namja yang berada di dalam mobil itu.

“chi hoon sunbae?”

“apa yang kau lakukan? Masuklah? Kau bisa mati membeku jika terus berdiri disitu.”

“tidak usah, aku sedang menunggu seseorang. Sebaiknya kau pergi saja.” Ucap yeoja itu.

Chi hoon keluar dari mobil mendekati yeoja itu.

“kau menunggu eyoung?” tanya chi hoon.

“bagaimana kau tau?”

“dia tidak akan datang.” chi hoon memasukkan tangannya yang mulai dingin ke dalam saku jaketnya.

“sudah cepat masuk ke mobil. Kau tidak kedinginan apa?”

“aniya.. Dia pasti datang, aku yakin itu. Dan juga suho pasti sebentar lagi datang.”

“Jadi namanya suho.”

Lizzy menatap chi hoon bingung. “wae?”

“aniya” chi hoon seperti tersenyum licik saat itu.

“kau lebih baik menghubungi kedua temanmu itu.” saran chi hoon.

Lizzy yang dari tadi tidak berfikir untuk menghubungi merekapun tersadar. “ahh kau benar..” lizzy merogoh saku jaket kanannya. Lalu saku kirinya. Tapi dia tidak menemukan benda yang dia cari.

“wae?” tanya chi hoon memandang lizzy.

“Ponselku tertinggal.” jawab lizzy bengong.

“kau pabo!”

“ya! Aku tidak pabo! Aku mendapat peringkat pertama di kelas!” ucap lizzy kesal.

Chi hoon tertawa kecil. “kau lucu kalau marah.”

wajah lizzy tersipu malu. Dia memalingkan wajahnya ke arah lain.

“sudah cepat masuk mobilku. Kau tidak mau mati sia-sia di sini kan?” chi hoon menggosok kedua tangannya yang terasa sangat dingin itu. Chi hoon berlali masuk ke dalam mobilnya yang hangat. Ia sudah tidak tahan dengan hawa dingin di luar.

Chi hoon membuka pintu yang menghadap lizzy.

“masuklah!”

Lizzy ragu untuk masuk ke dalam. Tapi tangan lizzy mulai terasa membeku. Lizzy akhirnya masuk ke dalam mobil mewah milik chi hoon itu.

“kau tak usah jual mahal, apa susahnya masuk ke mobil. Hm” chi hoon menutup kaca mobil yang tadi dia buka supaya udara dingin tidak masuk kedalam mobil.

Walaupun lizzy sudah berada di dalam mobil tapi lizzy merasa tidak suka dan tidak nyaman. Apalagi dengan namja yang di sebelahnya sekarang. Itu membuatnya semakin tidak nyaman.

Chi hoon menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya.

Lizzy mencium aroma yang ia tidak sukai ‘alkohol’

“kau habis minum ya?!” tanya lizzy langsung.

“memang kenapa?”

“kau seharusnya tidak boleh mengendarai mobil jika kau sedang mabuk.” chi hoon menghentikan mobilnya secara tiba-tiba dan membuat lizzy hampir terbentur.

“siapa yang mabuk?! Aku hanya minum dua gelas saja.”

“itu sama saja!”

Chi hoon mengendarai mobilnya dengan cepat.

“hai! kau bisa pelankan sedikit! Jalan sedang licin terkena salju!”

Chi hoon dengan muka malas menurunkan kecepatannya.

“kita mau kemana?” tanya lizzy menengok ke arah jendela.

“rumahku,” jawab chi hoon datar.

“APA?!” teriak lizzy ke arah chi hoon.

“jangan berteriak seperti itu!” “diam dan jadilah anak manis!”

Lizzy seketika diam. Lizzy memanyunkan mulutnya.

Lizzy memandangi pemandangan di luar jendela. Dia bersandar di kursi yang ia duduki.

Mata lizzy mulai menutup. Kepalanya tersandar di dekat kaca mobil.

10 menit kemudian chi hoon sampai di rumahnya.

“kit-” chi hoon tidak melanjutkan ucapannya ketika ia melihat lizzy yang sedang tertidur.

Walaupun chi hoon sering memboncengkan yeoja di mobilnya tapi ini pertamakalinya ia melihat yeoja yang tertidur di mobilnya.

Chi hoon hanya memandangi wajah lizzy yang tertidur. “tch! Memang aku begitu membosankan? sampai dia tertidur seperti itu.”

Chi hoon tetap memandangi lizzy. Rambut lizzy tiba-tiba bergeser dan menutupi sebagian wajah lizzy. Chi hoon hanya memandanginya.

Tangan kanan chi hoon menyingkirkan rambut yang menghalanginya memandangi wajah lizzy itu.

Chi hoon mendekatkan wajahnya kewajah lizzy. Ia mendekatkan bibirnya ke bibir lizzy. Lizzy merasakan nafas yang hangat berada di sekitar wajahnya. Sontak lizzy terbangun dan terkejut saat melihat chi hoon yang berada tepat di hadapannya bahkan wajah chi hoon terlihat sangat dekat. Mungkin hanya berjarak dua cm.

Bibir chi hoon mengenai bibir lizzy. Lizzy memalingkan muka dan membuat bibir chi hoon terlepas dari bibirnya. Muka lizzy kemerah.Dia tak bisa mengontrol tetak jantungnya.

Chi hoon memegang dagu lizzy dan mengarahkan muka lizzy ke hadapannya. Lizzy hanya bisa memejamkan matanya. Bibir chi hoon melumat bibir lizzy.

Chi hoon memang sudah sangat ahli dalam urusan wanita. Dia melumat semakin kasar bibir lizzy. Wajah lizzy sekarang benar-benar memerah.

Lizzy merasa kali ini berbeda dengan yang di kantin. Chi hoon terlihat begitu nafsu.

Chi hoon terus melumat bibir lizzy. Chi hoon memasukkan lidahnya dan melilit lidah lizzy. Lizzy tak bisa tahan dengan itu.

 Lizzy mendorong dada chi hoon supaya chi hoon melepaskannya. Namun usaha lizzy siasia.

~~ What’s wrong with a kiss ~~

Eyoung tiba di club yang ia tuju. Eyoung keluar dari mobil. Ponsel nya berbunyi.

Tanpa basa basi dia langsung mengangkat telfon itu. Telfon dari suho.

“yaboseo?”

Suara suho tampak terengah engah. “eyoung kalian dimana?”

“apa maksudmu? Kau baru tiba?”

“mianhae aku tadi ketiduran dan tidak ada yang membangunkanku.” jelas suho.

“kau sekarang dimana?” tanya eyoung panik.

“aku sekarang di halte. Tapi tak ada orang satu pun. Kau dimana?”

“lizzy? Apakah lizzy tidak ada di sana?” eyoung mulai panik.

“apa? Bukankah dia bersamamu?”

Eyoung melihat kearah club yang ada di depannya.

“aku sedang ada urusan mendadak. Aku kira kau sudah ada disana bersama lizzy makannya aku tidak menghubungimu.”

“aku akan mencoba mencari di rumahnya. Mungkin dia sudah pulang.”

“baiklah.”

Eyoung menutup telfon itu. Perasaan eyoung terasa tidak enak.

Bersambung…

About fanfictionside

just me

18 thoughts on “FF/ WHAT’S WRONG WITH A KISS?/ pt. 2

  1. tuh kan bener ada cinta segitiga diantara mereka ‘^’ maaaakkin suka ama ff ini~~ crita hyung seok ama eyoung sperti’a bakalan seru ditunggu lanjutan’a thor~~ semangat author-nin q’-‘)q

  2. oh, jadi cihoon sma hyungseok cuma mau mainin lizzy sma eyoung, oke, ngg sabar pngen tau apa yg bkal di lakuin cihoon sma hyungseok,, ^^

  3. wuah bikin penasarannn, bagus thor…
    itu suho ada perasaan beneran sama lizzy?
    terus si lizzy sama chi hoon dan hyung seok sama eyoung gimana jadinya?haha
    nexy thor, gepeel. semangka’-’)/9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s