FF/ WHAT’S WRONG WITH A KISS?/ pt. 1


Author : Z

Title : What’s wrong with a kiss? (Part 1)

Cast :

   Park Lizzy (OC)

   Lee Chi Hoon

   Shin Eyoung (OC)

   Park Hyung Seok

   Park Tae Jun

   ……

Lenght : Chapter

Genre : Romance, School live, NC, Comedy(?), sad

Nb :

Ini ff pertama jadi kalau ada penggunaan kata atau kata-kata yang kuarang pas harap maklum ne .-.

~~ What’s wrong with a kiss ~~

 PicsArt_1394017920867

 

 

*Lizzy pov*

Aku berjalan menuju sekolah seperti biasa. Butuh waktu sekitar 35 menit untuk sampai di sekolah. Jarak rumah dan sekolah ku memang cukup jauh, tapi apa boleh buat aku tidak mau merepotkan eomma ku meminta uang setiap hari untuk naik bus. Ya hitung-hitung olahraga juga.

Aku bersekolah di salah satu sekolah yang terkenal di seoul. Aku masuk sekolah itu dengan kemampuanku sendiri. Aku memang cukup pandai dalam hal pelajaran, untuk itu aku mendapatkan beasiswa masuk SMA yang terkenal di seoul itu.

Langkah kakiku berhenti di depan gerbang sekolah.

“annyeong lizzy-ah” sapa seorang yeoja yang tengah berdiri di depan gerbang. Yeoja itu tersenyum dengan manis. Ya, namaku Park lizzy. Teman-temaku biasa memanggilku lizzy.

“annyeong eyoung..” sapaku kepada yeoja itu. Eyoung adalah temanku. Walaupun aku dan eyoung baru bertemu ketika masuk SMA tapi aku dan eyoung sudah seperti kakak dan adik.

“kenapa kau menungguku lagi? Kan sudah aku bilang kau masuk dulu saja” terusku.

“memang kanapa kalau aku menunggu temanku sendiri? Apakah itu perbuatan yang salah?” eyoung memanyunkan bibirnya kesal.

“aniya~” jawabku singkat sambil tersenyum melihat tingkah eyoung.

Eyoung melihat arlojinya. “huaa lizzy-ah ayo cepat masuk nanti kita bisa tejebak! Kau tidak mau itu terjadi kan?” eyoung menarik tanganku memasuki halaman sekolah yang cukup luwas. Sekolah ini memang sekolah elit. Sebagian besar murid disini adalah anak orang kaya. Aku selalu bersyukur karena aku bisa masuk ke sini.

Tak selang lama aku dan eyoung sampai di depan gedung sekolah. Banyak yeoja yang berdiri diluar maupun didalam gedung sekolah.

Mereka berkumpul untuk menanti kedatangan beberapa orang.

“hah~apakah mereka tidak capek seperti ini setiap hari?” keluhku karena melihat kerumunan itu.

“Sudahlah, biarkan saja mereka. mereka pasti lama-lama akan bosan.” Ucap eyoung menepuk pundakku pelan.

Tanpa berpikir panjang aku dan eyoung berjalan melewati kerumunan itu. Aku menyela-nyela, mencoba masuk kedalam gedung sekolah.

“kyaaa!! Mereka datang!!” Suara teriakan mulai terdengar. Wajahku mulai berubah malas.

Mobil hitam mewah berhenti di depan gedung sekolah.

Aku tak pernah memedulikan siapa yang ada di dalam mobil itu. Yang pasti orang itu yang menyebabkan semua kekacauan ini.

“huh~ lizzy-ah kita benar benar terjebak sekarang.” keluh eyoung di antara kerumunan-kerumunan yang berjalan berlawanan arak denganku dan eyoung.

“aissh, aku benci seperti ini.” ucapku pelan supaya tak ada yang mendengarnya.

Pintu mobil itu terbuka. Semua melihat ke arah mobil itu. Kecuali aku dan eyoung pastinya. Tiga namja keluar dari mobil mewah itu. “kyyaaa!! chi hoon oppa! Saranghaeyo!!” teriak seorang yeoja dari kejauhan.

Tiga namja itu tidak memalingkan wajahnya. Mereka tetap berjalan lurus menuju arah dalam gedung sekolah bak tak mendengar apapun.

Teriakan demi teriakan bermunculan. Seperti sedang berada di konser musik. Suara berisik yang tidak aku sukai. Seorang yeoja menyenggol tubuhku yang membuatku hampir terjatuh. Untung aku masih bisa menyeimbangkan tubuhku. Jika tidak aku pasti sudah terinjak-injak sekarang.

“Eyoung?” Mataku mencari sosok eyoung. Aku kehilangan sosok temanku itu. “Hah~ apakah eyoung sudah berhasil keluar duluan? Kenapa dia tidak menungguku.”

Kerumunan yang tadinya padat itu tiba-tiba membelah menjadi dua seperti membuka kan jalan bagi seorang raja. Aku membalikan badanku untuk melihat apa yang terjadi. Tiga namja dengan wajah yang bisa di bilang sangat tampan itu tengah berdiri dihadapanku.

Aku terdiam.

Ketiga namja itu juga terdiam. Mereka hanya melihat kearahku.

“Kau tidak lihat aku mau lewat?” ucap namja yang berdiri di tengah. Ucapan namja itu dingin seperti tak suka jika ada yang menghalangi langkahnya.

Aku hanya terdiam. Entah apa yang sedang aku pikirkan saat ini.

“apa kau tuli?!” ucap namja itu dengan nada meninggi. Seketika suasana yang tadinya ramai berubah menjadi hening.

“HAI WANITA BODOH! APA YANG KAU LAKUKAN?! PERGILAH!!” teriak seorang yeoja diantara kerumunan.

Teriakan yeoja itu membuatku tersadar dan melangkah kesamping memberi jalan bagi tiga namja tadi.

“tch! Dasar wanita murahan.” ucap namja itu pelan sambil menunjukkan senyum sinisnya.

Aku hanya menatap taksuka kearah namja tadi. “Hah! Menangnya kau ini siapa?!”

~~ What’s wrong with a kiss? ~~

“huaaaaa” aku berteriak menggeluarkan kekesalanku.

“sudah lupakan saja mereka, tak ada gunanya mempedulikan mereka” ucap eyoung santai. “Kau tau sendirikan mereka seperti apa..” terusnya.

“Ya! Eyoung, kau tau, dia tadi memanggilku ‘wanita murahan’!” Aku merasa kesal karena kejadian tadi pagi. “Aissh, memang siapa dia?! Beraninya memanggilku seperti itu!” ” Dan juga kenapa kau tadi meninggalkanku sendiri?”

“ah, mian mian.. Habisnya aku ingin cepat-cepat keluar dari sana. Hehe”

“Kalian sedang apa?” sapa seorang namja dari arah belakang. Aku menoleh kearah suara itu begitu juga dengan eyoung.

“ah.. Suho, sejak kapan kau ada di belakang kami?” tanyaku.

“baru saja, kalian mau kekantin?”

Aku melihat kearah eyoung. Eyoung mengangkat pundaknya. Yang memaksudkan ‘kenapa tidak?’

“tidak, kau kekantin dengan eyoung saja. Mood makan ku sedang hilang.”

“ya! Lizzy-ah” ucap eyoung kesal karena perkataanku.

“hai lizzy ayolah, bukankan biasanya kau makan banyak” bujuk suho.

Aku mengerutkan wajah dan menatap suho. Aku mendorong punggung mereka berdua menjauhi dariku. “sudah kalian makan berdua saja!”

~~ What’s wrong with a kiss ~~

*autor pov*

Bel pulang pun berbunyi. Tapi lizzy dan eyoung masih berada di kelas. Mereka memang senggaja untuk pulang akhir karena mereka tidak mau menemui kericuhan seperti tadi pagi.

“Eyoung kajja.” ajak lizzy yang telah berdiri dari tempat duduknya.

“Kajja.”

~

Lizzy dan eyoung berpisah di gerbang sekolah. Arah rumah mereka berlawanan. Karena itulah lizzy selalu berpisah dengan eyoung di gerbang sekolah.

“Dadah lizzy-ah” eyoung melambaikan tangan dan beranjak pergi.

Lizzy hanya menatap punggung temannya itu dan tersenyum.

Lizzy merentangkan otot-ototnya bersiap akan pulang. “huah~ kenapa hari terasa begitu lelah” keluhnya. Lizzy melihat arlojinya.  dan berlalu begitu saja.

~

“aku pulang”

“ah~lizzy kau sudah pulang, sudah makan belum?” tanya seorang wanita yang sedang memasak di pentry rumahnya.

“ah eomma, emm aromanya enak” lizzy segera melepas sepatunya dan berlari kearah datangnya aroma itu.

“kau belum makan?” tanya eomma.

Lizzy hanya bisa meringis ke arah eommanya itu.

Tak mau menunggu lama lizzy langsung menggambil mangkuk dan sendok karena sedaritadi dia sudah kelaparan.

Sebuah tangan menghalangi tangan lizzy. Saat lizzy akan menggambil nasi yang barusaja masak.

“wae eomma?”

“cuci tanganmu dulu sana.”

“hemm” balas lizzy dengan malas.

Lizzy menaruh mangkuk dan sendok yang tadi ia pegang. Dia menuju kearah wastafel di dekat kompor. Dan segera mencuci tangannya.

Lizzy makan dengan eommanya. Mereka hanya tinggal berdua, ayah lizzy telah lama meninggal saat lizzy masih berusia 5 tahun. Ayah lizzy meninggal karena menyelamatkan lizzy.

*flashback*

Awan mendung menyelimuti kota seoul. Mungkin akan turun hujan sore ini. Sore hari waktunya lizzy untuk pulang les piano. Lizzy sangat suka bermain piano, ia ingin menjadi seorang pianis terkenal ketika dewasa nanti.

 

Lizzy menunggu di bangku tempat lesnya. Menunggu seseorang menjemputnya.

“lizzy..” panggil seseorang.

Lizzy menoleh kearah datangnya suara. “appa!” lizzy berlari memeluk appanya itu.

 

Lizzy dan appanya berjalan bergandengan menyusuri trotoar.

“appa, lizzy minggu depan akan tampil di pentas. Appa dan eomma datang ya.”

“iya, appa dan eomma pasti datang.” appa menggacak-acak rambut lizzy.

“ya! Appa, rambut lizzy jadi berantakan.” lizzy memanyunkan bibirnya. Yang membuat lizzy terlihat sangat menggemaskan.

Appa hanya tertawa melihat lizzy. “tenang saja lizzy masih cantik kok.”

 

Ponsel appa berbunyi. Appa menggambil ponsel yang berada di saku celananya itu. Dia melihat layar ponsel tersebut.

“lizzy kau duduk di sini dulu ya, appa mau angkat telfon..”

“ne, appa” lizzy duduk di bangku yang kebetulan ada di dekatnya.

 

Appa berjalan ke bawah pohon yang tidak jauh dari tempat lizzy duduk.

 

“em?” mata lizzy tertuju kepada seekor anak kucing yang duduk memandangnyai tepat di tepi jalan.

Anak kucing itu hanya diam memandangi lizzy. Lizzy mendekati anak kucing itu. Lizzy jongkok di depan anak kucing itu.

 

“annyeong, namaku lizzy.” ucap lizzy sambil tersenyum.

“miow” anak kucing itu bersuara.

“kenapa kau sendirian? Dimana indukmu?”

“….” kucing itu tak memberi jawaban.

“ne, gwaenchana” lizzy mengelus kepala anak kucing itu.

Lizzy tertawa bahagia. “kau lucu..”

 

Anak kucing iu berlari kearah jalan raya.

 

“hai tunggu!” lizzy menggejar anak kucing itu.

 

Sebuah mobil tengah melaju kencang kearah lizzy.

“HAI! LIZZY!” Appa memanggil lizzy.

Lizzy melihat kearah mobil yang melaju kearahnya. Dia hanya diam terpaku.

 

“LIZZY!” appa memeluk lizzy supaya dia tidak terkena benturan langsung oleh mobil itu.

 

BRAK!

 

Sebuah tubuh menghentikan laju mobil itu.

Lizzy melihat appa tercintnya itu tengah tergeletak di jalan. Dia menghampiri appanya itu.

 

“appa?” panggi lizzy pelan. “appa jangan tidur disini.” “appa?” lizzy melihat darah yang mulai keluar dari tubuh appanya itu. “appa berdarah. Appa?!” lizzy kecil menggoyang-goyangkan badan appanya.

 

Orang mulai berdatangan.

“hai cepat panggil ambulance!”

“apakah dia tewas?”

“kasihan sekali, apakah dia anaknya?”

 

Lizzy mendengar kata-kata yang dia tidak ingin dengar. “appa!! Appa bangun!!” airmata menetes melewati pipi cantik lizzy.

 

Lizzy melihat ke depan. Dia melihat seekor anak kucing yang tengah duduk di seberang jalan. Anak kucing itu melihat kearah lizzy.  Anak kucing yanh tadi lizzy temui.

 

Ambulancepun datang dan membawa lizzy dan appanya kerumah sakit.

*flashback end*

~~ What’s wrong with a kiss ~~

Jam menunjukkan pukul 6 sore. Lizzy bersiap untuk bekerja paruh waktu. Ibu lizzy sudah melarang lizzy untuk bekerja walaupun hanya bekerja paruh waktu. Tapi lizzy tetap ngotot untuk bekerja. Karena lizzy ingin membantu eommanya itu.

“eomma aku berangkat!” teriak lizzy yang sudah berada di depan pintu.

“ne, hati-hati jika ada apa-apa telfon rumah ne.” jawab ibu yang tengah membersihkan rumah.

Lizzy bekerja di sebuah minimarket yang berjarak 2 km dari rumahnya. Ia bekerja sebagai penjaga kasir. Walaupun hanya bekerja dari jam 6:30 sampai 11:30 malam tapi lizzy mendapatkan upah yang cukup lumayan. Ya setidaknya bisa membantu eommanya.

~

Jam kerja lizzy telah habis. Lizzy menyerahkan pekerjaannya kepada orang lain yang memang sudah mendapat giliran untuk bekerja dari tengah malam sampai pagi.

“aku pulang dulu ne”

“ne, hati-hati lizzy”

Lizzy keluar dari minimarket itu. Ia berjalan menyusuri trotoar yang mengarah ke rumahnya.

Langkah kaki lizzy terhenti ketika ia melihat dua orang sosok yang sedang berciuman dibawah pohon di depannya. Lizzy menutup mulutnya dengan tangan. Muka lizzy sedikit kemerahkan karena dia tidak pernah meliat hal yang seperti itu. Lizzy hanya terdiam, ia bingung harus berbuat apa. Tapi dia harus berjalan melewati jalan itu supanya bisa pulang.

Mata lizzy melebar. Wajah lizzy memucat. Namja itu meremas dada yeoja yang tengah diciumnya. Dan yeoja itu terlihat menikmatinya. Namja itu menlumat bibir yeoja itu dengan cepat. Tangan kanan namja itu mulai merapa paha sang yeoja yang menggunakan gaun super mini.

Lizzy seperti tau siapa sosok namja yang sedang berada di bawah pohon itu.

“chi hoon sunbae?” ucapnya pelan karena terkejut. Ya chi hoon orang yang mengatainya ‘wanita murahan’ waktu itu. Lizzy tak sadar ucapannya tadi terdengar oleh chi hoon. Chi hoon menghentikan aktifitasnya. Chi hoon menatap kearah lizzy dengan sinis. “Kau siapa?”

Tak ada jawaban dari lizzy. 

Chi hoon melihat penampilan lizzy dari bawah ke atas.

“apakah aku mengenalmu?” tanyanya lagi.

Yeoja yang berciuman dengan chi hoon tadi memeluk chi hoon dari belakang. “Sudahlah kita lanjutkan lagi saya.” Ucap yeoja itu menggoda chi hoon. Chi hoon hanya diam.

Hening. Lizzy tak menjawab pertanyaan chi hoon. Dia terlalu tak percaya apa yang baru saja ia lihat.

Yeoja itu melepas pelukannya. Wajah yeoja itu tampak kesal. “HAI?! KAU TULI YA?! JIKA ADA ORANG BERTANYA JAWAB!” bentak yeoja yang berada di samping chi hoon.

“Ha, ne??” Bentakankan yeoja itu memecah lamunan lizzy.

“tch!” ucap chi hoon sinis dan pergi meninggalkan lizzy.

~~ What wrong with a kiss ~~

Lizzy datang ke sekolah sangat pagi. Setelah pulang kerja tadi malam ia tidak bisa tidur. Lizzy sudah menghubungi eyoung supaya tidak menunggunya di gerbang sekolah. Lizzy menaruh kepalanya di meja dan tanpa terasa ia menutup matanya dan tertidur.

30 menit kemudian eyoung datang dan melihat temannya itu tertidur di maja. Ia ingin membangunkannya tapi eyoung merasa kasihan karena lizzy tak biasany dia tidur dikelas pagi hari. Mungkin lizzy sedang ada masalah.

Eyoung membangunkan lizzy beberapa menit sebelum bel tanda pelajaran akan di mulai.

“lizzy-ah bangun” ucap eyoung sambil menepuk pelan pundak lizzy.

Tak butuh waktu lama lizzy pun bangun.

“ah eyoung kau sudah datang”

“ini sudah mau masuk jam pembelajaran”

“APA?!”  lizzy terkejut. “kenapa kau tidak membangunkanku dari tadi?”

“Ah mianhae, kau takbiasanya tidur di kelas, apalagi pagi hari. Jadia aku pikir kau sedang ada masalah jadi aku tak membangunkanmu.”

~

Di saat jam pembelajaran lizzy tak bisa menahan kantuknya. Ia selalu menguap.

“lizzy-ah kau sebaiknya mencuci mukamu” saran eyoung kepada lizzy yang duduk di bangku sebelahnya.

Lizzy pun mengikuti saran eyoung. Ia langsung izin ke belakang. Sambil menahan kantuknya ia melewati lorong yang tidak banyak murid karena para murid sedang ada jam pembelajaran.

Lizzy langsung menuju ke toilet dan mencuci mukanya. Lizzy melihat ke kaca di depannya dan merapikan rambutnya.

“huh~kenapa bisa bisanya aku mengantuk” keluhnya.

Lizzy keluar dari toilet. Ia ingin kembali ke kelasnya tapi belum sempat berjalan lizzy melihat sosok yang ia temui tadi malam keluar dari toilet namja yang letaknya besebrangan dengan toilet tempat lizy berdiri sekarang.

Chi hoon. Ya namja yang sedang berdiri bersebrangan dengan lizzy. Chi hoon melihat ke arah lizzy denagn datar. Lalu berjalan kembali menuju kelasnya, kelas 2-A. Chi hoon memang kakak kelas lizzy. Tapi lizzy tak suka sifatnya yang menggangap dirinya sempurna dan pantas untuk mendapatkan semua wanitu ditambah karena kejadian tadi malam itu menambah ketidak sukaan lizzy ke chi hoon. Lizzy pun kembali ke kelasnya sendir kelas 1-A.

~

Bel istirahat telah berbunyi. Eyoung dan suho menghadap ke lizzy.

“Kau kenapa? Tidak biasanya kau seperti ini.” tanya eyoung kepada lizzy dengan nada penasaran.

“jangan-jangan kau main sampai pagi ya?” Canda suho

“Ya! Aniya!” bentak lizzy kepada suho.

“tadi malam, waktu aku pulang kerja aku melihat chi hoon sunbae sedang bermesraan ah bukan lebih tepatny- aaaa” lizzy tidak melanjutkan ucapannya itu.

“chi hoon sunbae kenapa?” tanya eyoung bingung.

“dia berciuman dengan seseorang!” eyoung dan suho hanya melihat lizzy dengan bingung. Suho tertawa kecil.

“terus kenapa kalau dia berciuman?” tanya suho.

“Y-ya.. Itu tidak boleh!” jawab lizzy dengan muka agak merah.

Eyoung dan suho hanya tertawa. “kau terlalu polos lizzy-ah. Jika mereka saling mencintai kenapa tidak?” ucap eyoung.

“T-tapi bukan hanya it-“

Suho mengacak rambut lizzy. Yang membuat lizzy tidak melanjutkan ucapannya. “sudahlah lupakan saja..”

~~ What’s wrong with a kiss ~~

Kelas 2-A.

Lee chi hoon, park hyung seok, dan park tae jun adalah tiga orang model yang bisa di bilang sangat tampan. Mereka sangat populer di sekolah karena ketampanan dan pekerjaan mereka pastinya. Mereka adalah teman dekat. Bukan hanya mereka bahkan keluarga mereka juga saling mengenal.

“hoon kenapa kau pergi tadi malam?” tanya hyung seok.

“Hm? Aku ada urusan penting.” jawab chi hoon datar.

“hai hai kau itu seorang model jadi jangan pergi seenaknya ketika ada pemotretan.” tegur tae jun.

“hemm”

“kau ini! memang kau pergi kamana tadi malam?” tanya tae jun kesal.

“bermain menghilangkan kebosanan.”

“kau ke clup malam ya?” sahut hyung seok.

“sudahlah jangan bahas lagi.” chi hoon masih merasa kesal karena kejadian tadi malam. Ini pertamakalinya dia di ganggu saat sedang berduaan dengan yeoja.

“chi hoon oppa!” Panggil seorang yeoja dari luar kelas. Secara sepontan mereka bertiga menengok ke arah datangnya suara tadi. Ternyata seorang yeoja yang membawa coklat tengah berdiri di depan pintu kelas. Chi hoon hanya tersenyum manis mengeluarkan senyum yang dapat meluluhkan hati semua yeoja itu.

Yeoja tadi masuk dan memberikan coklat yang ia bawa ke chi hoon. “oppa, terimalah ini. Aku membuatnya sendiri khusus untuk oppa.” yeoja itu menyerahkan coklat ke chi hoon sambil menunduk dan berharap coklatnya itu di terima.

“gomawo ne~” chi hoon menggambil cokat itu dan tersenyum manis.

Pipi yeoja tadi memerah ia sangat gembira karena colat yang susah payah dibuatnya di terima oleh chi hoon.

“g-gomawo oppa. Oppa aku kekelas dulu ne.” yeoja itu pergi dengan wajah yang sangat ceria.

Chi hoon melihat ke arah teman sekelasnya. “hai kalian mau coklat? Ini buat kalian.” chi hoon melemparkan coklat itu kesalah satu teman sekelasnya.

“hai chi hoon kapan kau akan berubah?” tanya tae jun.

“kenapa memang? Kau jangan menasihatiku lagi, aku tak suka orang yang menasihatiku.”

~~ What’s wrong with a kiss ~~

Eyoung pulang lebih awal karena tadi dia di jemput oleh appanya. Mungkin dia tidak akan masuk besok. Sedangkan suho dia pergi bersama namja yang lain. Mungkin main games atau bola.

*lizzy pov*

Aku berjalan malas menyusuri lorang sekolah. Murid di sekolah masih cukup banyak karena bell tanda berakhirnya pembelajaran belum lama di bunyikan.

Ketika aku hendak menuruni tangga. Tiga sosok namja keluar dari kelas yang baru saja aku lewati.

Aku menoleh sedikit ke arah namja-namja itu. “aish kenapa juga mereka belum pulang”

Aku menuruni tangga dengan kesal. Suara langkah namja-namja itu terdengar begitu dekat. Dan sekarang aku merasa mereka benar-benar sangat dekat.

“apakah kau tidak bisa berjalan lebih cepat?” tanya salah satu namja itu.

Akupun menoleh kebelakang. Aku terkejut saat wajah namja itu tepat berada di depan wajahku hingga membuatku tersentak dan tergelincir anak tangga.

Untung sebuah tangan menahan tangganku supaya aku tak terjatuh. “berhati-hatilah.”

Sesaat aku terdiam menatap namja yang memegang tanganku itu. Ternyata tae jun yang berdiri di sebelah kanan chi hoon.

Aku menyeimbangkan badanku. “ah ne~gomawo sunbae..”

“Tch.” Senyum sinis keluar dari muka chi hoon. Aku hanya membalasnya dengan tatapan sinis.

Aku berbalik dan menuruni anak tangga. Belum ada satu anak tangga yang aku turuni sebuah suara keluar dari belakangku.

“hai kau! Kau yang waktu itu kan?!” tanya chi hoon dengan tatapan sinis.

Kedua teman chi hoon hanya menatap chi hoon.

“ha?” Aku berbalik dan menatap chi hoon. Aku tak tau maksud perkataannya itu.

“kemarin malam, ciuman.” ucap chi hoon santai.

Apa? Kenapa dia ingat aku? Beberapa murid mendengar bercakapanku dengan chi hoon di tangga. Tetapi mereka tak satupun yang berani menuruni tangga.

“A-aniyaa!” Aku berlali menuruni tangga karena aku tak tahan dengan sikap chi hoon.

“park lizzy..” ucap chi hoon pelan setelah melihat name tag milik lizzy.

Kenapa dia berciuman di depan umum seperti itu? Apakah dia tak punya etika? Aku terus berlari menuju rumah.

~~ What’s wrong with a kiss ~~

Hari ini eyoung izin karena dia harus menjengguk neneknya yang berada di busan. Aku hanya berjalan seperti biasa di sekolah. Memang perasaanku atau memang murid di sekelilingku sedang melihat dan membicarakanku?

“Apakah dia yang berciuman dengan chi hoon?”

“bagaimana bisa? Kenapa chi hoon mau mencium gadis seperti itu?”

DEG

Jantungku terasa berhenti mendengar pembicaraan beberapa yeoja tadi. Ku percepat langkah kakiku menuju kelas. Apakah mereka semua salah paham? Ah! Ini semua karena chi hoon!

Aku membuka pintu kelas beberapa murid menatap kearahku.. “Ah kau sudah datang lizzy” sapa suho mendekati lizzy yang masih berdiri di ambang pintu.

“suho..” ucapku pelan menatap suho.

“aku tau, aku juga sudah mendengarnya. Tapi aku percaya kau tidak akan melalukannya.” Suho menunjukkan senyumnya kepada ku.

“Gomawo suho.. Kau memang temanku.”

~

“Kau mau ke kantin?” Ajak suho.

Mood makanku sebenarnya hilang tapi aku tak mau mengecewakan suho karena sudah sangat sering aku menolak tawarannya. “ne” jawabku dengan ragu.

Aku berjalan menuju kantin bersama suho. Aku mengambil makanan dan minuman yang menurutku dapat merubah mood ku.

Aku melihat ke seluruh ruangan kantin. Hanya ada satu meja yang masih belum terisi.

“lizzy-ah kau duduk saja dulu aku mau membeli sesuatu mungkin aku agak lama.”

“Ne” aku pun berjalan menuju meja kosong itu dan duduk di sana. Saat aku duduk tiga orang namja secara bersamaan duduk di meja itu juga. Meja itu hanya muat untuk empat orang.

Aku menoleh ke samping kanan dan mataku melebar ketika melihat chi hoon yang telah duduk di sampingku. Diapun melihat ke arahku wajahnya mengatakan ‘aku sudah di sini duluan’ keringat dinginku mulai keluar. Beberapa murid di kantin melihat kearah meja yang aku tempati.

Apa yang harus aku lakukan??

Chi hoon mulai memakan makanannya begitu pula dua namja yang bersamanya.

Aku hanya bisa duduk dan berharap suho akan segara datang dan membawaku pergi.

“chi hoon apakah kau benar-benar menciumnya?” tanya  hyung seok. Mataku membelak. Kenapa dia bertanya seperti itu?

“siapa yang kau maksud?” tanya chi hoon balik.

“yeoja yang ada di sampingmu itu” suara hyung seok yang keras mengundang banyak mata untuk melihat kearah meja yang sedang ia tempati.

Jantungku terasa berhenti ketika mendengar ucapan hyung seok.

“em dia?” menunjukku dengan jari telunjuknya. Hyung seok menganguk.

“kalau iya kenapa?” jawab chi hoon santai.

Aku terkejut dengan jawaban chi hoon. Aku berdiri dan membentak chi hoon. “YA! Memang kapan ak-” Bibir lembut chi hoon menempel di bibirku. Semua mata tertuju ke arahku dan chi hoon sekarang. Muka merahku mulai terlihat. Bibir chi hoon yang lembut mulai melumat bibirku.

Wajahku memerah bak buah ceri yang telah masak. Aku mendorong dada chi hoon supaya chi hoon melepas ciuman itu.  Tapi bukan melepas ciuman itu. Chi hoon malah mendekapku dengan tanganny dan menglumat bibirku lebih dalam.

Aku menutup mataku. Aku tak melihat mata chi hoon.  Aku merasakan sesuatu menyentuh lidahku. Aku meremas baju chi hoon menahan desahan yang tak kuat aku tahan. Chi hoon menyampingkan kepalanya melumat lebih dalam bibirku.

Nafasku terasa sesak. Aku tak berani membuka mataku. Aku merasakan hembusan nafas chi hoon bertiup lembut di wajahku.

Jantungku berdetak tidak beraturan. Aku tak bisa menggendalikannya. Wae? Nafasku semakin sesak. Saliva chi hoon kini bercampur dengan salivaku.

Chi hoon menghentikan aktifitasnya itu. Aku terpaku. Tak percaya apa yang baru saja terjadi.

*autor pov*

Suho berada di depan pintu kantin. Ia melihat dengan jelas kejadian yang menghebohkan itu.

“kyaaa!! Chi hoon oppa! Kenapa kau menciumnya??!” teriak seorang yeoja yang iri dengan lizzy.

“aku sudah selesai makan..” dengan mudahnya hanya kalimat itu yang keluar dari mulut chi hoon. Chi hoon mulai beranjak meninggalkan meja.

Suho melangkah secepat mungkin kearah lizzy. Dan menarik tangan lizzy. Lizzy masih masih terpaku. Suho membawa lizzy ke luar gedung sekolah. -taman

~

Air mata lizzy perlahan menetes. Suho tak tau apa yang harus dia lakukan. Eyoung yang biasanya membantu malah izin hari ini.

Lizzy menangis di dekapan suho. Suho dengan ragu mengelus rambut kecoklatan lizzy. “AKU BENCI CHI HOON!! AKU BENCI DIA!! AKU BENCI!” lizzy berteriak sekeras mungkin dan menangis. Bahkan teriakannya sudah tak menggunakan kata ‘sunbae atau oppa’. Suho memeluk lizzy untuk menenangkannya.

~

“kau memang daebak! Chi hoon!” puji hyung seok dan bertepuk tangan.

“hai chi hoon apa maksudmu mencium yeoja tadi di depan umum seperti itu? Kau mau membuat yeoja itu sengsara?” tanya tae jun.

Chi hoon hanya melihat ke arah luar jendela yang berhadapan langsung dengan taman sekolah. Dia bisa melihat sesosok yeoja yang tengah menangis di pelukan seorang namja. Chi hoon hanya tersenyum tanpa mengatakan apa-apa.

~~ What’s wrong with a kiss? ~~

“kau mau ku antar pulang?” tanya suho.

“aniya~ aku bisa pulang sendiri.” jawab lizzy dengan senyum tipis. Senyum yang bisa di bilang terpaksa itu.

“kau yakin?”

“ne suho..”

“baiklah kalau begitu, kau hati-hati di jalan ne..”

Lizzy pulang dengan lesuh. Jantungnya berdetak kencang saat dia mengingat ciuman itu.

“wae? Wae? Waee??” Lizzy memukul-mukul kepalanya pelan. Ciuman pertamanya bersama orang yang tidak ia sukai. Bahkan orang yang ia benci.

Lizzy menyentuh bibirnya sendiri. Dia masih tak percaya apa yang telah terjadi.

“kenapa dengan bibirmu?”

Suara datar terdengar dari arah depan lizzy. Suara yang ia kenal. Lizzy menatap sesosok namja yang sedang duduk di sebuah bangk di depannya itu.. Chi hoon. Ya, namja yang menciumnya tadi.

*lizzy pov*

Kenapa dia ada disini? Mau apa dia? Aku menarik nafasku dan menahan amarahku. Chi hoon berdiri dan berjalan mendekat.

Perasaan apa ini? Kenapa jantungku berdetak kencang lagi?

“K-kau jangan mendekat!”

Chi hoon tak menggubris lizzy.

“A-apa alasanmu menciumku?!”

Tak ada jawaban. Hanya langkah kaki yang terdengar semakin dekat. Aku tak mau menatap wajah namja itu. Aku hanya menunduk.

Aku ingin segera pergi dari sini. Tapi kenapa? Kenapa kakiku seperti membeku?

Chi hoon berdiri tepat di depanku.

“kenapa kau menunduk seperti itu? Apakah aku menakutkan?”

Jari jemari chi hoon menyentuh daguku. Lizzy lari! Lari lizzy! Aku terus menyemangati diriku sendiri.

Chi hoon perlahan menaikkan daguku. Aku menatap wajah chi hoon dengan terpaksa. Dia menunjukkan senyum manisnya. Senyum yang biasa ia tunjukkan kepada yeoja.

DEG

Jantungku terasa berhenti dan berdetak tak beraturan. Wajahku memerah.

“ternyata kau lucu juga.”

“A-apa yang kau inginkan..” tanyaku pelan.

“berikan hatimu padaku..”

Chi hoon memasukkan tangannya ke saku celananya dan beranjak. Aku berbalik dan menatap chi hoon dari belakang. Menatap sosok yang mulai menjauh itu. Chi hoon hanya tersenyum. Apa arti dari senyumannya itu?

Bersambung…

Huaa maaf kalau ceritanya jelek dan aneh >< saya pertama kali nulis ff jadi sulit menulis kata-kata seperti apa yang saya bayangkan..

Thank yang udah baca, jangan lupa komen ne.. dan boleh beri masukan..

About fanfictionside

just me

43 thoughts on “FF/ WHAT’S WRONG WITH A KISS?/ pt. 1

  1. huaaaaa kereeen cerita’a~~ seperti’a ada cinta segitiga lizzy chi hoon suho atau hanya perasaan saya aja yahh ?? /sotoy/ yang penting lanjut thor !!!

  2. Ya! Kenapa bersambung~~~?! *frustasi sendiri kalau ada ff bersambung
    Chi hoon labil~ awal ketemu ngatain Lizzy wanita murahan, terus nyium Lizzy di kantin, pas ketemu lagi minta hatinya Lizzy. Chi hoon maunya apa sih~? ><

  3. Bernafas..bernafas..!!!huaa..seru ff nya..bikin greget.tapi btw q nggak tau castnya apa mreka member boyband..?

  4. LEE CHE HOON .. kaya prnah dengar . Dia ulzzang kan ya ?? Gila it kren bgt min !!! Lanjutin ye min !!! Hwaiting !!

    • Saran di terima😀
      Kendala utama ff ini memang di bahasa, jujur bingung mau pake bahasa yang pas. Dan z memang orangnya berbelit2 jadi bahasanya ya gitulah.. hehe😄

      • part dua udah kemajuan kok😀 banyak baca ff yg lain yg tata bahasany udah bagus, pasti nanti bakal ketular😀 semangaaat yaaah…

  5. Karakter lizzy di sini terlalu bego. Gregetan sendiri bacanya. Yang aku salut waktu baca ff ini, pasti author-nya luar biasa sabar ciptain karakter lizzy -_-

    • Wkkk.. dianya terlalu polos/?
      Z anggap itu sebagai pujian #plak
      Em, gimana ya. Entah kenapa malah lebih gampan buat karakter orang semacan lizzy.. .-.

  6. keren ceritanya, jarang karang ada ff bagus kayak gini😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s