FF/ THE BEAUTIFUL CASPER’S JOURNEY/ BTS-BAP/ pt.2


Title: the Beautiful Casper’s Journey

Author: ulfahisme

Main cast:


-Choi Jin Hee (OC)

-Min Yoongi (Suga BTS)

-Lee Yoo Jung (OC)

-Moon Jong Up B.A.P

-Bang Kwang Ji (OC)

-Lim Jae Yoon (OC)

-Wook Jung Won (OC)


Genre: friendship, romance

Rating: G

Length: chapter

Aku menarik nafas panjang sekali lagi “Aku…aku sebelumnya bersekolah di Arcadia High School, USA. Alasannya, karena orang tuaku dipindahkan tugas kesini” Ugh, berbohong memang tidak baik. Tapi sedikit berbohong juga tak apa kan?

Hyemi mendengarnya dengan takjub “Arcadia? Berarti kau satu sekolah dengan Mark ‘GOT7’, bukan?”

“Hehehe..nde, dia seniorku” jawabku asal. Akhirnya aku diperbolehkan duduk kembali.

***

page2

 

 

Jongup POV

“Jongup-ah, tunggu”

Ah, sepertinya ada yang memanggilku. Aku memutuskan untuk berhenti dan membalikkan tubuhku untuk melihat siapa yang memanggilku tadi. Ternyata anak baru yang tadi yang memanggilku barusan.Ada perlu apa dia memanggilku?.

“Mungkin kau bertanya-tanya kenapa. Walau ini tak penting bagimu, tapi ini sangat penting bagiku. Aku akan menjelaskan kepadamu. Di atap sekolah. Sekarang” ucapnya. Dia menarik tanganku untuk mengikutinya.

Tunggu? Apakah dia tau dimana tangga untuk naik ke atap? Bukankah dia anak baru?Tapi aku tak mampu memberitahukannya–bibirku seolah terkunci rapat. Dia berjalan dengan sangat cepat.

Dan ternyata dia benar-benar tau dimana atap. Sungguh aneh untuk ukuran murid baru.Atap sekolah adalah lokasi paling sepi dan paling tidak pernah dikunjungi murid-murid sekolah. Jadi akan sangat menjadi hal yang mengherankan saat seorang murid baru tahu jalan menuju ke atap sekolah.

Hey..Tunggu! Apa? Murid baru?

Hey! Bukankah dia adalah gadis yang sama dengan gadis yang ada di atas lampu lalu lintas itu.

Waktu itu gadis itu juga menggunakan baju seragam yang sama denganku.

Tunggu..

Apa maksudnya ini?

Apa jangan-jangan..

Gadis itu menghentikan larinya. Tapi dia belum melepaskan genggamannya di tanganku. Dia mulai membalikkan tubuhnya kearahku. Sepertinya ia akan mulai bicara.

 

Jinhee POV

Ayolah.. Kau harus berani menjelaskan kepadanya

Berfikir positifdia pasti mengerti

Dia tidak akan menertawakanmuhanya akan menganggap ini sedikit konyol’

‘Ini memang tidak masuk akal. Tapi setidaknya kau harus mengatakan hal gila ini walau akhirnya dia akan menganggapku gila’

Aku menarik nafas panjang. “Jadi…”

Dia terlihat mendengarkannya dengan seksama.Matanya menatap mataku dengan fokus.Ngomong-ngomong, matanya bagus sekali.

“Tanggal 2 Januari 2008, aku baru pulang dari sekolah dengan sepeda. Memang itu sudah jam 12 malam–aku terlambat pulang.Tapi, walau pulang terlambat sekalipun, aku memang akanselalu pulang melewati perempatan itu.Pada saat itu sama sekali tidak ada kendaraan yang lewat. Jadi aku mengayuh kencang sepedaku agar bisa secepatnya sampai kerumah.Aku tak benar-benar tahu apa yang terjadi. Tapi, tiba-tiba sebuah mobil lewat dengan kecepatan tinggi lewat dan menabrakku.Akuterlempar cukup jauh.Kira-kira itulah yang terjadi mengapa aku seperti ini.Aku sendiri tak mengerti kenapa ini bisa terjadi” jelasku.

Anak laki-laki itu hanya terdiam dengan wajah bodoh.Ingin rasanya aku tertawa melihat ekspresinya.Tapi keadaannya tidak memungkinkan untuk tertawa–bisa-bisa dia menganggapku bercanda.

“Ah! Dan satu lagi.Mungkin aku bisa menampakkan diri karna tertidur di jalan itu selama enam tahun” lanjutku.

“Hmm.. mungkin saja itu benar. Lalu kenapa malam itu kau dapat bergentayangan?” tanyanya penasaran.

Kemudian aku menjelaskan lebih detail “Aku juga tak mengerti kenapa bisa begitu, tapi aku akan bergentayangan pada malam purnama”

Dan laki-laki itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya paham.

“Ngomong-ngomong..namaku Jongup”

***

Aku melihat jam tanganku.

MWO??

Hampir jam setengah 11. Eotteokhae?

‘Huh! Pasti gara-gara ngobrol lama dengan Jong.. Jong..aah..siapapun namanya!’

Aku buru-buru ke kantin untuk membeli minuman.Aku hanya mengambil segelas jus strawberry dan langsung membayar karena takut bel berbunyi mendahului gerakanku.Dan sebegitu buru-burunya, aku berlari dan telah menabrak seseorang dengan tidak sengaja.

Ah! Jusku tumpah! Padahal aku bahkan belum sempat meminumnya!

YA!DIMANA KAU MENARUH MATAMU?!”

Suara laki-laki!

‘Matilah kau, Jinhee!’

Laki-laki itu membentakku, sampai-sampai semua murid yang ada di sekitar itu melirik kearah kami.

Aku meraba-raba untuk mencari sapu tanganku.

Mwo?

Kuraba sekali lagi.

Biasanya aku selalu membawa sapu tangan.

Bagaimana ini??

Oh God, help me now!

Mau bagaimana lagi, aku hanya bisa membersihkan celana dan sepatu putihnya menggunakan tanganku.Tapi laki-laki itu menepis tanganku dengan kasar. Ugh, kenapa kasar sekali sih!

“TAK PERLU SOK MEMBANTUKU! DASAR GADIS BUTA!” bentak cowok itu sekali lagi.

‘Gadis buta?’

Aku mendongak ke atas untuk melihat siapa yang telah menghinaku.

‘Huh!’

Aku berdiri.Diam-diam aku melihat nametagnya.Min Yoon Gi.

Aku menatapnya tajam.

YA! SEHARUSNYA KAU URUSI DULU MATAMU ITU!!! JIKA KAU TERUS BERJALAN SAMBIL MENUTUP MATA SEPERTI ITU PASTI KAU BISA MENABRAK ORANG LAIN DENGAN MUDAH!!DASAR NAMJA KERAS KEPALA!!!” bentakku balik.

‘Aha! Kena kau!’

Dia hanya terdiam.Matanya yang sipit seperti menatapku dengan tajam.

‘KRRIIIINNGGG!!!!’

Bel sudah berbunyi.Baguslah.Aku bisa terbebas dari terkamannya.Dan akupun buru-buru berlari menuju ke kelas.

***

– Yoongi POV –

‘Gadis itu sungguh menyebalkan!’

‘Awas saja kau!’

‘Jika aku berjumpa denganmu, aku akan mengerjaimu habis-habisan!’

Aku berjalan ke kelashanya dengan kaus kaki tanpa sepatu.Mau bagaimana lagi, yeoja sialan tadi mengotori sepatuku.

Baru dua langkah aku berjalan, aku mendengar suara dering ponsel entah dari mana. Aku rasa suara itu dari belakangku.Karena itu aku menoleh kebelakang, untuk memastikan bahwa pendengaranku tidak salah.

Ternyata benar.Sebuah ponsel tergeletak begitu saja di lantai.Mungkin seseorang tidak sengaja menjatuhkannya.Aku pun mengambil ponsel itu.

1 new chat

Karena penasaran, aku diam-diam membuka pesan chat dari ponsel itu.Memang tidak sopan, tapi mau bagaimana lagi?Aku terlanjur penasaran.

Hwang Soo Jin

‘Aku turut berduka cita atas kematianmu.Aku harap kau bisa beristirahat dengan tenang di alam sana’

Received :2008 4th January, 8:00 AM

Berduka cita?

Apa maksudnya?

“Aneh.Kenapa pesan ini baru masuk sekarang?Padahal sudah.. –2009…2010…2011…2012…2013…2014! – 6 tahun? Sungguh aneh.”

Aku mengecek foto-foto yang ada di ponsel itu.Ada banyak sekali foto. Dan foto itu bersama dengan orang-orang lain.

Nah!

Aku membuka fotoyang hanya memuat gambar seorang yeojadi ponsel itu.

Tunggu!

Sepertinya aku mengenalnya.

Ah! Dia yeoja sialan itu!

Eh?

 

AUTHOR POV

Yoongi tersenyum sinis setelah ia mengetahui bahwa pemilik selular itu adalah yeoja yang menabraknya tadi.Iapuas dengan itu, ia berjalan menuju kelas, sampai ia tidak menyadari kalau sekarang sudah memasuki pelajaran kedualebih tepatnya guru Matematika yang sangat killer.

Yoongi memasuki kelasnya dengan santai. Tanpa ia sadari, sebuah spidol melayang mengenai kepalanya.

“AAWW!!”Yoongi meringis kesakitan sambil mengelus kepalanya yang terkena spidol tadi.

“MIN YOON GI! KENAPA KAU TELAT MASUK HAH?!” teriak guru itu sampai membuat gendang telinga namja itu rusak.Yoongi hanya dapat tersenyum dengan wajah memelas.

“Hehehe….mianhaeyo seonsaengnim. Nan neomu mollayo

MWORAGO?! ENAK SEKALI KAU BERBICARA SEPERTI ITU DENGAN GURUMU. SEKARANG KAU DUDUK DI LUAR SAMBIL MENGANGKAT KEDUA TANGANMU! SEKARANG!!” bentak guru itu lagi.

Yoongi keluar dari ruangan itu dengan lemas. Dari bangku, Jinhee terkekeh melihat nasib Yoongi sekarang.

Semuanya gara-gara kau, yeoja sialan!

***

– Jinhee POV –

“Ini bu, bukunya telah selesai kubaca. Kahmsahamnida” aku menyerahkan buku yang kubaca tadi kepada penjaga pustaka.

ne, cheonmayoJinhee-ya” kata kakak penjaga sambil tersenyum kepadaku.

Memang dari dulu kakak penjaga tidak pernah berubah. Selalu ramah kepada siapapun.Benar-benar orang yang menyenangkan.

Aku memutuskan pergi ke kelas untuk mengambil tas karena aku ingin pulang lebih cepat. Setibanya di kelas, aku buru-buru memasukkan buku-bukuku kedalam tas. Tapi, ada sesuatuseperti kertasyang menempel di sandaran kursiku.

 

Jika kau mau ponselmu kembali,

datang ke atap sekarang juga!

 

‘Ponsel?’

Aku meraba-raba saku rokku.

Astaga!

Ponselku benar-benar tidak ada.

Aku langsung berlari ke atap tanpa memedulikan tas dan buku-bukuku yang kuletakkan begitu saja diatas meja.Membuka pintu atap dan masuk kedalamnya dengan hati-hatitakut jika terjadi sesuatu seperti di film Don’t Cry Mommy yang pernah kunonton dulu.Ya, ada seorang namja sedang melihat pemandangan kota di malam hari.Hanya namja aneh yang menghabiskan waktunya di atap sendirian.

Aku mengahampiri namja itu dengan hati-hati.

‘Apa iya dia yang memanggilku? Tapi tidak ada orang lain sih selain dia’

“Hoh, akhirnya kau datang juga” namja tadi membalikkan tubuhnya kearahku.

Yoongi? Ada apa lagi sih dia? Mau cari masalah lagi, eh?

Dia mengangkat sebuah benda yang tidak asing lagi dimataku.

Itu ponselku!

Oh… jadi dia yang mengambilnya? Geureo!

“Kau mau benda ini kembali lagi padamu, bukan?” namja itu tersenyum sinisyang jelas-jelas membuatku ingin melemparkannya kedalam sungai Han.Dia pikir dia keren dengan segala ketidakkerenannya itu?

Pertanyaannya membuatku geram. Aku berlari sekuat tenaga ke arahnya dan berusaha melompat setinggi-tingginya, dan…

Yah! Aku berhasil merebut kembali ponsel-ku dari tangannya. Tapi…

“awww…appo!” jeritku kesakitan.

Sialan! Dia mendorongku.

Aku mengelus-elus betisku yang lecet karena sedikit terseret ketika aku terjatuh tadi.

“Karena kau telah mendapatkan ponselmu, sebagai balasannya pinjamkan aku sepatu yang kau pakai itu karena kau telah mengotorkan sepatuku tadi siang” perintahnya. Lagi-lagi ia tersenyum sinis kepadaku.

Mwo?

Aku melihat sepatuku, kemudian melihatnya.Dan kembali melihat sepatuku, dan begitu seterusnya sampai 3 kali.

‘Aku mohon Yoongi-ssi, jangan yang ini. Ini kado pemberian almarhum ibuku ketika aku berulang tahun ke-18’

Aku menelan ludahku “Adakah barang yang lain selain sepatu ini?” tanyaku sambil menatapnya dengan tatapan aku-mohon-kau-mengerti-namja-sialan.

Bukannya ia menjawab, malah ia berusaha menarik sepatu yang ada di kakiku sampai sepatu itu tidak ada lagi di kakiku.

Ia melihat seluruh bagian sepatuku yang ia pegang.

“Hmm….sepertinya sepatumu tidak kalah bagus dari sepatuku” ucapnya sambil membolak-balikkan sepatuku yang sudah ada di genggamannya.

Dia melepaskan sepatunya dan melemparkannya kepadaku.

“Tuh, sepatuku yang telah kau kotorkan tadi.Jangan lupa kau cuci ya. Lusa harus sudah kering! Arasseo!” perintahnya.Lagi-lagi dia tersenyum sinis kepadaku.

Mwo?Kau fikir, aku pelayanmu, hah???

Aku berusaha untuk berdiri.Tapi dia sudah keburu pergi.

Dasar manusia menyebalkan!

TBC

About fanfictionside

just me

5 thoughts on “FF/ THE BEAUTIFUL CASPER’S JOURNEY/ BTS-BAP/ pt.2

  1. keren ceritanya,, iya sih alurnya kependekan,, tolong di panjangin lagi ya thor ceritanya biar makin seru…
    jangan lama-lma nge-postnya ya thor
    SIPP Good Job thor, dah da peningkatan di ceritanya *lhoh
    #KekKomentatorBeneran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s