FF oneshot/ A LITTLE MISTAKE/ EXO


Main Cast : Anh Taeri, Byun Baekhyun | Genre : Romance | Ranting : General | Length : Oneshot |

An { EXO FF by imhano. }

Disclaimer, this fanfiction pure from me to you. My brain tell me for create a this –w h a t h e l l {what the hell}—fiction. So, im sorry for much mistake.

Warning! : hanya sekedar ff biasa, bukan mengandung unsur untuk mem-bully dan merendahkan ex maincast/support cast didalamnya.. mohon pengertiannya^^ Terimakasih.

 

“Aku juga punya arti penting dalam hidupmu!” –Someone.

 

///’^’///

“Sebentar lagi baek. Sebentar lagi oke.” rengek Taeri. Sementara orang yang memaksanya hanya bisa menghembuskan nafas lalu melirik gadis disampingnya.

“Lagi?” Taeri menoleh.

“Ne? Lagi apanya?” Tanyanya balik.

“Super Junior.. lagi?” mendengar nama super junior Taeri mengangguk semangat.

“Ye!! 3 hari lagi mereka akan comeback single japan Baekhyunnie! Yaampun, i’m so excited,” Baekhyun menatap Taeri lekat. Ini bukan sekali atau dua kalinya seperti ini.

“Tapi aku tidak mau kau dimarahi ssaem karena terlambat masuk Taeri, pulang sekolah kan bisa? Bel masuk hanya tinggal 6 menit lagi..” Bahu Taeri merosot tetapi tangannya tetap lincah meng-ekspor isi ponselnya.

“Kau ke kelas duluan saja, aku belakangan.. masalahnya ini tanggung Baek!” ucap Taeri mulai terusik. Baekhyun berpikir sebentar sampai akhirnya dia menatap Taeri.

“Ani, aku akan menunggumu. 5 menit lagi, dan tidak ada penawaran.” Taeri yang mendengar itu hanya mengecrutkan bibirnya tanpa melihat Baekhyun, entah kenapa beberapa hari belakangan ini namjachingunya itu bawel sekali.

2 menit berlalu, Baekhyun hanya tertidur sambil menatap jam tangannya berharap 5 menit itu berjalan seperti sepuluh detik saja. Namun sial semakin ditatap tajam jarum jam itu bergeraknya semakin lama seperti menunggu 15 menit. Baekhyun mengandahkan pandangannya kesekeliling kantin yang mulai sepi. Karena beberapa siswa dan siswi telah bergerak menuju kelas lagi. Satu per satu dari mereka mulai bangkit hingga menyisakan Baekhyun dan Taeri.

“Taeri-ah, kajja!” ajak Baekhyun.

“Baru 3 menit Byun Baekhyun..” Dan sial. Ternyata gadis ini benar-benar menghitungnya.

 

///’^’///

“Kan sudah aku bilang kita harus cepat ke kelas.. Jadikan tidak dapat ilmu, tambah dimarahin pula”

Kali ini mereka berdua ada didepan kelas, mereka tidak diperbolehkan masuk karena guru fisika –guru favorite Baekhyun bilang mereka terlambat 12 menit. Berbeda dengan Baekhyun yang nampak jengkel Taeri tersenyum senang sambil mengeluarkan ponselnya tenang,

“Tadikan aku menyuruhmu kekelas duluan saja nanti ku susul tapi kau tidak pergi ya jadi itu bukan salahku.” Katanya tanpa rasa bersalah, dan itu membuat Baekhyun langsung menoleh.

Semudah itu kah dia bilang begitu? Apa dia tidak mengerti arti perhatianku? Bisik Baekhyun dalam hati.

“Aku bilang begitu karena namja mana yang tega yeojanya ditinggal sendirian, ditambah kalau aku menuruti perintahmu, masa iya aku akan baik-baik saja jika kau diomeli ssaem seperti tadi dan sendirian diluar kelas seperti ini!!” Seakan tak mendengar apapun Taeri baru menghadap Baekhyun dan dengan mudahnya ia berkata..

“Mian..,” Namun tidak lama kemudian Taeri meluruskan tubuhnya dan terfokus pada ponselnya.

Baekhyun menatap Taeri yang cekikikan itu lama hingga akhirnya tatapannya kecewanya berubah menjadi sendu. Taeri….. dia terlalu berharga untuk dilepaskan.

 

///’^’///

Hari kesukaan Baekhyun telah tiba. Ini adalah hari minggu dimana ia dapat dengan sesuka hatinya bercengkrama dengan bantal,guling serta selimut tebal yang memanjakkannya. Pukul sembilan pagi, ponselnya bergetar diatas nakas dan disamping jam weaker yang sengaja Baekhyun cabut baterainya agar tidak menggangu hibernasinya.

태리야♡

Selamat pagi baekkie, selamat hari minggu♡nanti sore tidak ada jadwal kan? aku pergi ke gathering ELF ya o^^o

Baekhyun menaruh ponselnya dengan asal diatas nakas tadi. Masih pagi tetapi hatinya sudah bergemuruh karna hal sepele.

Hingga menjelang siang hari, Taeri memaksa Baekhyun untuk mengantarnya ke acara pertemuan se-fans club Super Junior. Baekhyun akhirnya pasrah dan menerimannya, dengan malas Baekhyun menuju kamar mandi tanpa merespon pesan yeojachingunya itu dengan panjang seperti biasanya.

Ne,sebentar lagi.

Sedangkan biasanya respon yang diberikan Baekhyun seperti;

Iya calon istriku, aku kesana tunggu sebentar ya. Aku mau pakai sabun mandi madu yang waktu itu kau berikan agar saat naik motor nanti kau memelukku tanpa melepasnya, Saranghae ikan teri!

///’^’///

“Yak! Baekkie, kau dimana?!” Pekik Taeri kencang membuat Baekhyun harus menjauhkan ponselnya dari telinganya.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, Kau dimana? Aku didepan rumahmu dari tadi, kenapa tidak keluar juga?”

“Kau kelamaan datangnya, jadi kuputuskan menunggu di halte.. sekarang masih disini, ppaliwaa!!!” Taeri berteriak lagi, namun dengan cepat ia menjauhkan ponselnya karena mengerti dan sudah terbiasa dengan segala reaksi yang diberikan gadis itu.

“Yatuhan. Kau mengerjaiku yah? Tunggu disitu jangan kemana-mana yeoja nakal.” Setelah mengucapkan demikian Baekhyun segera memasang helmnya dan menuju halte bus, sampai disana ia melihat Taeri memanyunkan bibirnya.

“Wae Taeri-ah? Kajja-yo!” Taeri segera menunggang motor Baekhyun. Sebelum motor itu melaju Taeri telah terlebih dahulu memeluk Baekhyun erat seperti biasanya, namun baru beberapa km berjalan Taeri melepaskan dekapannya.

“Baek, kau tidak pakai sabun madu?” Taeri membuka topik.

“Aniyo..” Jawab Baekhyun tidak jelas, suaranya sama-samar karena efek menggunakan helm.

“Waeeeee?”

“Aku hanya ingin menggunakan sabun laki-laki pada umumnya.”
“Eo, jadi maksudmu sabun yang aku berikan itu sabun wanita ha?”

“Aniyo.. bukan begitu. Aku hanya ingin ber-aroma lebih manly didekatmu, itu saja.” Mendengar itu, Taeri segera mendekap Baekhyun lagi, ia tersenyum karena perkataan namjachingunya barusan. Terdengar lucu baginya.

“Kau selalu terlihat dan tercium manly dimataku Baek. Lain kali pakai sabun madu saja jika didekatku, kau seratus kali lebih manly jika wangi madu! Kkk” Canda Taeri yang membuat Baekhyun tersenyum kecil. Inilah alasan dia tidak pernah bosan berada disamping Taeri dan bersama dengannya. Taeri tidak pernah kehabisan topik pembicaraan dan mampu membuat Baekhyun secara tidak sadar tersenyum begitu saja meskipun dalam keadaan badmood seperti ini.

///’^’///

“Waeyo? Tidak mau ikut masuk lagi?” Taeri berbalik begitu Baekhyun menahan genggaman tangannya, Baekhyun mengangguk.

“Ne.. Gathering itu kan bayar, sedangkan aku tidak membayar untuk itu. Sendiri, tak apa?” Mereka berdua telah berdiri ditengah-tengah mall. Taeri mengecrutkan bibirnya. Ia paling sebal kalau Baekhyun menolak ajakannya seperti ini,

“Baekkie, Gathering ini gratis. Baiklah gwaenchana aku pergi sendirian saja, tapi kalau kau ingin ikut gathering ada didekat toko kaca mata dan pakaian dalam disebelah sana ne.” Taeri menunjuk toko yang ia maksud menggunakan tangan kanannya yang menggengam ponsel. Dan Baekhyun-pun mengangguk lagi.

“Ne, jika ada apa-apa telpon aku dan berdiri ditempat tersebut jangan kemana mana, arrachi?” Tangan Baekhyun dengan usil mengacak-acak rambut kekasihnya itu, setelah mendengar perkataan Baekhyun. Taeri mengangkat ibu jarinya sebagai jawaban ‘iya bawel’ dan pergi meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun menatap punggung Taeri yang semakin menghilang dikerumunan orang. Taeri adalah satu dari beberapa orang yang juga ikut gathering menggunakan kaos kebangsaan grupnya dengan berbagai atribut seperti gelang, tas, kalung, sepatu ataupun semacamnya. Meskipun tidak semenor fangirl yang Baekhyun temui disekitar mall ini namun tetap saja dimatanya Taeri sama seperti mereka. Pernah Baekhyun berpikir untuk membuatkan Taeri kaos berlabel dirinya serta bergambar dirinya dengan pose paling keren yang Byun Baekhyun miliki untuk Taeri gunakan ketika berpergian dengannya agar Baekhyun tidak merasa cemburu dengan Taeri untuk yang kesekian kalinya.

Baekhyun dan Taeri adalah siswa dan siswi biasa di lingkungan sekolah, Baekhyun adalah anggota dari grup paduan suara disekolah yang mewakili kelasnya, sedangkan Taeri ia tidak memiliki aktivitas apapun dalam sekolah maupun kelas. Namun Taeri masuk dalam peringkat 10 besar dalam kelasnya, ia berada di urutan ke-7. Dan peringkat tersebut selalu meningkat setiap tahunnya. Mereka biasa juga dalam segi berpakaian dan berpergian, Baekhyun memang terkadang ke sekolah menggunakan mobil. Maka tak jarang adik kelas yang menyukainya bahkan saat tidak sengaja bertemu mereka akan menyapa duluan ataupun memberikan sekotak bekal mereka untuk Baekhyun, sedangkan Taeri yang mengetahui hal tersebut pasti mengabaikan kehadiran Baekhyun sebagai pelampiasan rasa cemburunya.

Lalu hal yang jadi alasan Baekhyun mengenal dan menyukai Taeri pada saat upacara penerimaan siswa baru dan memperkenalkan walikelas di auditorium. Waktu itu Baekhyun yang sedang bosan mengedarkan pengelihatannya asal itu malah bertemu pandang dengan Taeri yang sedang tersenyum kearahnya, entah kesiapa tetapi eyesmile yang ditunjukan oleh gadis itu seakan menyapa detak jantungnya yang lesu, dan jimat keberuntungan apa yang Baekhyun gunakan hingga mereka dapat sekelas seperti ini.

Baekhyun duduk dibangku dekat kaca eskalator mall tersebut setelah lelah mengunjungi toko aksesoris handphone untuk membeli gantungannya berinisial T&B atau singkatan unik dari Teddy&Bear (yang padahal Taeri&Baekhyun) karena tak lupa Baekhyun menggunakan beruang kecil cokelat sebagai simbolnya mengingat kekasihnya sangat menyukai semua mengenai beruang. Saat dirinya akan meneguk sebotol minuman cairan tubuh, seorang wanita berlari dan memeluknya membuat Baekhyun tersedak hebat.

“Uhuk! Uhuk! Uhuk… Oohhok!—Ya Taeri-ah!” Baekhyun dengan susah payah menutup botol itu dan menaruhnya disekitar kembali. Dengan panik ia mengelus punggung seorang yang sangat dikenalnya. Anh Taeri.

“Taeri-ah, gwaenchana?” Taeri melepas pelukannya dan menatap Baekhyun dengan susah payah gadis itu mengusap air matanya.

“Ya! Apa yang terjadi, ada yang menjahatimu? Menciummu? Mempermalukanmu?”

“Buk—“

“Mendorongmu?”

“BUKA—“

“Men..”
“Ya Baekhyun! Bukaaaaan!!!” Kedua tangan Taeri memegang bahu Baekhyun dan sebaliknya juga melakukan hal yang sama.

“LALU KENAPAA? DAN BAGAIMANA DAPAT MENEMUKANKU DISINI?” Baekhyun yang tadinya kesal karena hidungnya sakit kemasukan air minumannya itu kini berubah kesal karena Taeri menangis tanpa sebab.

“Ini! Kau lihat ini!!” Taeri menunjukkan sepaket aksesoris bernama Lee Hyuk Jae ataupun EunHyuk. Baekhyun merosot.

“BAEK AKU MENDAPATKAN INI HADIAH DARI GATHERING KARENA AKU DAPAT MENJAWAB KUIS!!! AAAH!” Baekhyun terdiam. Segirang itukah Taeri? Kejadian ini juga bukan pertama kalinya terjadi. Pernah saat barang langka tentang EunHyuk yang dicari Taeri ketemu, saat Pulang dari menonton konser SuperShow 5 lalu, Meet & Greet dengan pemain The Heirs. Baekhyunlah yang menjadi sasaran empuk Taeri. Taeri memeluk Baekhyun sangat kencang hingga tulang Baekhyun terasa menciut. Tetapi tak apa jika Taeri memeluknya bukan memukulnya meski hal tersebut hanya karena sang idola.. Tidak apa-apa Anh Taeri. Aku tidak akan pernah bosan mencintaimu.

///’^’///

“Baek.. antarkan aku ke toko buku ya?” Baekhyun memberhentikan gerak merapihkan mejanya. Ia menatap gadisnya yang kian berubah, biasanyalah Baekhyun yang akan mengajak dan menghampiri Taeri terlebih dahulu namun sekarang malah gadis itu duluan. Tanpa mau berpikir panjang Baekhyun mengangguk dan tersenyum.

Di sepajang perjalanan mereka terdiam tanpa kata, Taeri sibuk meng-update sesuatu di sosial medianya. Suatu hal rutinitas yang tidak akan pernah lepas dari seorang siswi bernama Anh Taeri ini.

Hingga Baekhyun melepas helmnya, lelaki ini masih terus tersenyum melihat Taeri. Sambil berjalan beriringan kedalam toko buku, Baekhyun baru sempat bertanya,

“Mau beli buku pengetahuan apa chagiya? Fisika? Kimia? Biol—“
“A. a. a. Tidak semuanya baekkie, ini novel ber-cast EunHyuk, bukunya terjual laris dan sisanya me—“ Baekhyun terdiam. Ia kira Taeri akan membeli buku seputar pengetahuan dan minta diajarkannya atau belajar bersama. Jika begitu akan dengan senang hati kan dia, namun hasilnya… Ha. Ha. Ha. Miris sekali sih nasibmu Baekhyun? Kau seperti perantara antara Taeri dengan dunianya. Padahal gadis itu sama sekali tak menginginkan apapun darimu kecuali minta antar-jemput.

///’^’///

Empat hari berlalu. Setelah kejadian ditoko buku Baekhyun dan Taeri tidak pernah berkomunikasi. Ketika Baekhyun mencuri pandang kearah Taeri satu hal yang selalu gadis itu lakukan dan membuatnya lupa dengan status dan dirinya. Baekhyun merasa hubungannya semakin merenggang seperti tali tambang yang menipis jika digoyangkan menggunakan satu jari akan putus seketika.

Baekhyun menghebuskan nafas dan mengatur pikirannya lalu segera beriringan jalannya dengan kawan-kawannya yang mengajak ia bermain basket dilapangan sekolah.

4 kali sudah giliran Baekhyun memasukan bola kedalam ring namun selalu gagal, teman-temannya bercanda menertawakan sesuatu tetapi Park ChanYeol segera menghampirinya.

“Hyung, kau sudah putus dengan Taeri?” Chanyeol meneguk air mineral yang dipeganggnya. Baekhyun terkaget namun wajahnya kembali datar dan memasukan bola lagi kedalam ring tersebut.

“Ani”

“Tapi kalian akhir-akhir ini jarang terlihat bersama,” Baekhyun berhenti memasukan bola ke ring. Sambil tersenyum dengan tenang ia menjawab,

“Tidak akhir-akhir ini. Tapi kami memang seperti itu.”

 

///’^’///

“Taeri-ah, kau sudah putus dengan Baekhyun oppa?”

“Hm.. aniyo, kami masih pacaran.” Taeri berbicara singkat sambil terus menatap ponselnya.

“Kalian jarang bersama.. Apa jarang berkomunikasi juga? Kalau ku perhatikan beberapa hari ini wajahnya nampak murung. Dan dia juga selalu memperhatikanmu dalam diam.”

“Aniyo kami masih pacaran.” Jawab Taeri nggak nyambung.

“Kalian punya masalah?” Tanya Yoogom teman didepan bangku Taeri.

“Ani..”

“Hm, Taeri-ya aku bukan bermaksud mencampuri urusanmu tapi aku rasa kau terlalu sering mengabaikan Baekhyun oppa dan tenggelam dalam dunia fangirlmu, bahkan dapat aku rasakan kau hanya menjadikannya perantaramu dengan idolamu itu, Super Junior. Aku juga mengagumi mereka namun aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak menghumbar-humbarnya didepan Kyungsoo oppa jika memang dia tidak suka. Aku tidak mau membuatnya merasa terabaikan karena dia masa depanku.. Taeri-ya.. aku rasa kau perlu meluangkan waktumu untuk Baekhyun oppa juga..” Saran Yoogom.

“Aniyo.. ani. Baekhyun oppa tidak seperti yang kau pikirkan Gommie dia biasa dan akan baik-baik saja.”
“Kau meragukanku? Aku ini turunan darah seorang Psikolog Taeri-ya. Aku saja bukan yeojachingunya sangat merasakan tatapan terluka Baekhyun Oppa, masa kau tidak?” dan Taeri tersentak. Ucapan Yoogom sangat menusuknya. Benarkah, Baekhyun begitu?!

///’^’///

Sudah ganjil satu minggu mereka kehilangan komunikasi. Baekhyun selalu menahan dirinya. Dia bertahan dalam pendirian yang ia buat untuk menunggu Taeri datang padanya, kesabarannya telah habis pada tempo hari {Kejadian di toko buku}. dia sebenarnya sangat khawatir dengan keadaan gadis itu yang dua hari ini sedang sakit dan tidak masuk, namun apa boleh buat Baekhyun harus tetap diam seperti tak tahu apapun. Lelaki ini menaruh ponselnya ditempat semula.

Berbeda dengan Baekhyun, Taeri yang sedang terdampar diatas tempat tidurnya hanya bisa menatap ponselnya. Kini tidak ada lagi Super Junior Super Junior menghiasi ponselnya, semuanya bernuansa Baekhyun. Inbox dari kemarin selalu dinantinya berharap Baekhyun mengabarinya dan bertanya dengan cerewet seperti biasanya. Namun nihil hingga malam kedua ini tidak ada tanda-tanda lelaki itu mengkhawatirkannya.

Diluruskannya posisi teridur Taeri, kristal bening berjatuhan dari bola matanya. Sekelebat tentang perkataan Yoogom terlintas dalam otaknya. Dan Taeri berulang kali berpikir apakah sikap fanatik terhadap idolanya begitu buruk dimata Baekhyun? Lalu apakah lelaki itu berusaha menyembunyikan rasa kesalnya?

Kau tahu, Baekhyun Oppa juga orang yang tulus. Meskipun dia merasa kesal karna sikap fanatikmu. Dia selalu menyembunyikan rasa sedihnya lewat tatapan sendu, menyembunyikan amarahnya agar tak menyakitimu. Dia menyukaimu, sangat. Kalau kau sadari itu seharusnya kalian adalah pasangan yang bahagia.

 

“Benarkah… itu..?” Taeri memejamkan matanya.

///’^’///

Seharian ini Taeri yang sudah bisa bersekolah kembali diacuhkan Baekhyun. Tidak ada pesan, sapaan bahkan ajakannya yang direspon Baekhyun. Semua dianggapnya seakan Taeri hanyalah bayangan orang yang telah tiada. Begitu transparan.

Meskipun belum sembuh total, Taeri bersikeras ke sekolah hanya karna ingin melihat lelaki yang membuatnya hampir sekarat karena rindu.

Dan ini adalah hari ketiga dari kejadian itu, kini Taeri yang berubah menjadi cerewet. Namun hal itu juga tidak mendapatkan respon Baekhyun.  “Apakah aku keterlaluan mengabaikannya dulu? Apakah hubungan kami hanya sampai 18 bulan.. berakhir seperti ini?” Gumam Taeri.

Seperti dua hari kemarin, Baekhyun hari ini pulang berjalan kaki. Ia akan mampir ke toko kaset playstation terdekat maka dari itu lebih enak jika sambil berjalan saja. Pikirnya sebelum berangkat ke sekolah. Taeri yang tau hal itu dari Yoogom langsung meluncur lebih dulu dibanding Baekhyun dan benar saja. Taeri yang sedang mengumpat dibelakang dinding yang dilewati lelaki itu mengejutkan Baekhyun tiba-tiba.

“Annyeong ..Op-Oppa-ya!” Taeri melambaikan tangan didepan Baekhyun. Baekhyun-pun terkejut. Meski selama itu berpacaran. Baru kali ini ia dipanggil oppa.

“Ada apa?” Tanya Baekhyun santai.

“Apa kabar oppa?” Baekhyun cukup tersenyum dan melanjutkan perjalanannya. Namun tidak semudah itu. Taeri menghalanginya.

“Wae..Wae gurae, apa yang terjadi denganmu Baek?”
“Kenapa seperti ini? Apa ada wanita yang lebih baik dariku?”
“Lebih pengertian dariku atau lebih yang banyak meluangkan waktunya untukmu?”
“Kenapa kau mengabaikanku! KENAPA?”

Taeri menangis dan membuat hati Baekhyun sakit. Ia sangat benci melihat orang menangis terlebih lagi itu Taeri.
“Aku tidak mau menggangumu dengan Super Junior Oppa. Aku pergi dulu ya Anh Taeri.”

Mendengar perkataan Baekhyun, Taeri ter-ohok seakan Baekhyun adalah sesuatu yang menghalanginya, padahal selama ini Baekhyunlah yang membantu Taeri untuk bertemu dengan hal yang sangat disukainya. Tidak kehilangan akal ia segera menghentikan langkah Baekhyun lagi dengan memeluknya.

“Baek, Jangan berbicara begitu! Aku tahu aku salah mengabaikanmu!”
“Aku paham karna dimatamu aku hanya seorang gadis yang butuh tumpangan untuk pergi pergi menemui idolaku!”
“Aku juga mengerti bahwa kau membenciku karna aku tak punya waktu untukmu! Mianhae!! Mianhae Mianhae!! Kau boleh membenciku, kau boleh memutuskan hubungan kita sekarang tapi tolong jangan anggap aku tidak ada, itu melukaiku Byun Baekhyun.”

Baekhyun tersentak.

“Tidak akan aku lakukan.”

“Anh Taeri-ah, kau sudah mengerti sekarang bagaimana perasaanku ketika kau bersama Benda dan Oppa-mu tersebut? Aku tidak berminat melarangmu dan tidak menemanimu pergi kemanapun untuk bertemu siapapun. Akan ku lakukan kalau kau ingin apapun, akan ku usahakan.. Tetapi tolong, rasakan. Bahwa aku kesal setiap kali melihatmu berduaan dengan ponselmu sehingga melupakan statusmu dan aku sebagai kekasihmu. Aku tahu sikap cemburuku berlebihan, tapi jika aku terus diam kau takkan pernah menghargaiku sebagai Byun Baekhyun. Namjachingumu. Aku juga punya peranan penting dalam kehidupanmu Taeri, aku ini masa depanmu. Aku mencintaimu. Aku selama ini berusaha menahan semuanya karena aku mencintaimu. Aku tidak ingin kehilanganmu… dan aku hanya menginginkanmu menjadi yang terakhir untukku, bukanlah yang lain. Kau alasan mengapa aku tersenyum. Tapi kau tidak mengerti itu.. Aku kecewa…”

Baekhyun berbicara panjang lebar setelah sekian lamanya. Ia membalas pelukan Taeri dengan erat, seakan berusaha menyelamatkan gadis itu dari truk yang melaju cepat kearahnya. Namun perkataan Baekhyun malah membuat Taeri semakin terisak keras seperti anak kecil kehilangan ibunya. Karena gemas Baekhyun yang mendengar hal itu, ia mencium puncak kepala Taeri.

“Maafkan aku, maafkan aku.. Maafkan aku Baekhyunnie Oppa! Aku janji tidak akan melakukan hal tersebut, aku mengerti, aku mengerti!!Mianhaeyeo..!!” Taeri meminta maaf sambil melompat-lompat kecil karena ia sendiri kesal dengan kelakuannya terhadap Baekhyun. Baekhyun tertawa kecil.

“Gwaenchana, Ikan Teri.. berhentilah menangis. Kau jelek sekali sekarang.” Baekhyun yang memeluk Taeri menggoyang-goyangkan badannya dengan gadis itu hingga isakannya tidak terdengar lagi. Saat Taeri mulai diam Baekhyun melepas pelukkannya.

“Karena sudah terlanjur, ayo temani aku beli kaset. Sebagai gantinya nanti ku traktir 2 cup besar es krim, eotte?”
“Es krim?” Tanya Taeri semangat, Baekhyun menyeka air matanya.

“Hmm” Baekhyun hanya menjawab dengan gumaman juga ia memberikan senyuman khas termanisnya.

“KAJJA-YO!!!” dan Taeri berjalan cepat sambil menggengam Baekhyun lembut, membuat namja itu ikut tertarik dengannya, dan mereka tertawa begitu geli.

 END.

Ini bukanlah akhir dari perjalanan kisah cinta mereka xD ^^/~ ada beberapa amanat yang bisa kita petik ya, intinya bedakan dunia kenyataan dengan dunia fangirl kalian jangan sampai karna hal kecil tersebut bikin pacar kesel/KALO PUNYA, KALO NGGA YA… UNJUK GIGI BARENG AUTHOR SINI :”D/, kalau misalkan akhirnya begini author mau aja sih ngabaikan namjachingu author. Tapi kalo diputusin? Yah emang takdirnya bukan jodoh -___-“ hhh. Kepanjangan? Aku rasa iya.. sebenernya banyak dialog yang udah aku potong biar klop jadi satu chapter dan ngga bertele tele. Dan hasilnya begini deh.. hehe sekali lagi maaf yah buat segala kekurangan yang ada gomawo udah nyempetin baca^^

About fanfictionside

just me

4 thoughts on “FF oneshot/ A LITTLE MISTAKE/ EXO

  1. Wah lucu FF Nya!
    Kyk pengalaman aku aja ya !
    Px cwok yg menjadi type idealku,eh ketika aku udah asyik dgn KPOP.aq jadi mengabaikan dia.
    Dan stengah dri kisah fF Mu,terjadi dlm hidupku #curcol haiaha.
    Bgus fF NYAaaa! Like!

  2. like this ff…
    so daebak…
    pesannya bermakna bgt..
    aq setuju dgn author klu kita jgn pernah terlalu terlena akan fangirl inget sma org terdekat kita yg butuh perhatian jg…
    next ff d tgg ya…
    fighthing…
    ↖(^ω^)↗↖(^ω^)↗↖(^ω^)↗

  3. author.. demi apa aku suka banget pake banget banget banget sama cerita ini hihihi
    emang bener sih kata author,kita jangan terlalu tenggelam sama dunia fangirls kita.. kita juga harus inget sama dunia nyata kita /merenung/
    author,demi apa aku ingin punya pacar kaya baekhyun oppa huhuhu oppa~~ tembak aku sekarang jebal!!!!! ditunggu cerita yang lainnya thor🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s