FF/ THIS HEART THAT I GAVE TO YOU/ BTS-bangtan/ pt.3


 

Pt. 3 (Unexpected Things)

Main Cast        :
-Jung Sae Ri (oc)
-Jeon Jung Kook (Jung Kook’s BTS)
-Jeon Ji Hoon (oc)
-Kim Na Rin (oc)
-Min Yoon Gi (Suga’s BTS)
-Handsome sunbae

Support Cast    :
– Kim Yoo Ju (Na Rin’s eomma)
-Song Hyeri (oc)
-Lee Ga In (oc)

-Kim Tae Hyung (V’s BTS)
Park Jimin (Jimin’s BTS)

Genre              : Romance, Comedy, School Life

Length             : Multi Chapter

Author             : SunKi

THIS HEART THAT I GAVE TO YOU(3)_POSTER

 

-Sae Ri’s POV-

“Kau sebaiknya bersiap-siaplah. Karena akan ada yang datang” ucap bibi

                “Siapa? Apa orangnya begitu spesial? Sampai-sampai bibi dan Na Rin unnie tampak begitu sibuk”

                “Bisa dibilang begitu. Tunangan Na Rin dan keluarganya akan datang. Kalau begitu bibi berberes-beres dulu. Oh iya. Bibi juga minta maaf karena meminta mu untuk pulang lebih awal”

                “Nae. Tidak apa-apa, bibi..” sahut ku

                Tunggu..! apa tadi bibi bilang tunangan Na Rin unnie? Apa pria yang di foto itu tunangan Na Rin unnie? Pria yang sangat mirip dengan sunbae tampan itu?

                Jam menunjukkan pukul 5 sore, kami tengah berada di ruang tamu untuk menunggu tamu yang akan datang. Tapi orang-orang yang kami tunggu belum kunjung datang. Aku rasa mereka akan makan malam disini, melihat banyaknya hidangan yang bibi dan Na Rin unnie sudah disiapkan di dapur.

                Rasa penasaran sudah menghantui perasaan ku. Bagaimana tidak? Pria yang berpose mesra di foto itu sangat mirip dengan sunbae tampan..  Di tambah lagi sunbae tampan itu yang bertelfon dengan kata-kata mesra.. Dia juga menyebut ‘noona’..

                Bukankah masuk akal kalau difoto itu ternyata sunbae tampan yang menjalin hubungan dengan Na Rin unnie yang usianya lebih tua darinya? Maka dari itu sunbae tampan memanggil Na Rin unnie dengan noona. Oh God! Ini benar-benar….

                Tiba-tiba bel berbunyi. Na Rin unnie langsung bangkit dari duduknya dan segera membukakan pintu. Tak lama, tampak serombongan keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri yang seusia dengan bibi. Dan dua orang pria yang satu sepantar dengan Na Rin unnie dan satunya lagi sepantar denganku.

                Tapi.. Tunggu! Aku tidak melihat sunbae tampan ataupun yang mirip dengan sunbae tampan. Siapa mereka? Kalaupun itu adalah keluarga dari tunangan Na Rin unnie, lalu siapa pria yang difoto itu?

-Autor POV-

                “Sae Ri-ah, kau pasti belum tahu siapa mereka kan?” Kim Yoo Ju, bibi Sae Ri membuyarkan lamunan Sae Ri

                “Ah..n..nae..” sahut Sae Ri gelagapan

                “Ini adalah keluarga Tuan Jeon. Dan tunangan Na Rin, namanya Jeon Ji Hoon. Dan adiknya itu namanya Jeon Jung Kook” terang bibi Sae Ri sambil menunjuk si pemilik nama.

                “Annyeonghaseyo Jung Sae Ri imnida.. aku adik sepupu Na Rin unnie” sapa Sae Ri sambil membungkukkan badannya.

                “oh..ternyata kau sepupu Na Rin. Pantas saja kau begitu cantik seperti kakak sepupu mu” puji Jeon ahjumma sambil tersenyum menggoda. Mendapat pujian, Sae Ri hanya memasang tampang malunya.

                “Ah.. ahjumma..” Sae Ri hanya bergumam yang membuat semua orang terkekeh.

                Kini mereka tengah berada di meja makan untuk menyantap hidangan penutup. Rupanya kedatangan mereka untuk merencanakan rencana pernikahan Na Rin dengan Ji Hoon sekaligus mengadakan makan malam di rumah bibi Sae Ri.

                Sementara itu, Sae Ri sudah mulai akrab dengan keluarga Ji Hoon. Mulai dari cerita pengalamannya hingga candaan sudah Sae Ri lontarkan yang membuat suasana makan malam itu terasa hangat.

                “waah.. unnie,  sebentar lagi nama mu bukan Kim Na Rin lagi..” timpal Sae Ri

                “Maksudmu?” Tanya Na Rin tak mengerti

                “Aigoo.. kau sebentar lagi akan menikah kan? Nama mu akan berubah menjadi nyonya Jeon, JEON NA RIN” celetuk Sae Ri sambil menekankan suaranya di akhir ucapannya. Semua orang terkekeh mendengar ucapan Sae Ri.

                “Aish..kau ini..” Na Rin hanya memasang tampang menahan malu karena ucapan Sae Ri

                “Oh iya, Sae Ri-ah, kau sekarang bersekolah dimana?” Tanya Jeon ahjussi

                “Ah.. aku bersekolah di Kwang Soo High School kelas 1” sahut Sae Ri

                “Benarkah? Berarti sama dengan Jung Kook. Dia juga kelas 1” tambah Jeon ahjumma sambil mengelus rambut Jung Kook

                “eomma…!” Jung Kook merengek karena merasa tak nyaman dengan perlakuan ibunya.

                “Jinjja? Kau bersekolah dimana, Jung Kook-ssi?” Tanya Sae Ri yang kini mengarahkan pandangannya ke Jung Kook.

                “Aku.. di Dae Joon High School” jawab Jung Kook

                “Ah.. begitu.. “ gumam Sae Ri sambil menganggukkan kepalanya.

                Tiba-tiba Sae Ri merasa ponselnya bergetar. Ada panggilan masuk dari Yoongi ternyata.

“ehmm.. semuanya, aku permisi sebentar. Ada telefon masuk” Sae Ri bangkit dari duduknya.

                “baiklah, jangan terlalu lama ya” sahut bibi Sae Ri mengijinkan

                “Nae..” Sae Ri membungkukkan tubuhnya dan berlalu ke halaman depan

                “Nae.. sunbae?”

                “Sae Ri-ah, kau dimana sekarang? Aku tadi mencarimu di sekolah. Tapi kau tidak ada” ucap Yoongi lewat telefon yang terdengar khawatir

                “Ah.. jinjjayo? Mianhae.. Aku tadi pulang lebih awal. Aku ada dirumah sekarang”

                “Kau pulang lebih awal? Apa kau sakit?” tanya Yoongi dengan nada cemas

                “Aniyo.. Aku tidak sakit. Aku pulang lebih awal karena akan ada acara dirumah”

                “Syukurlah kalau begitu. Apa acaranya masih berlangsung?”

                “ehm” Sae Ri menyahut dengan gumaman

                “Sepertinya aku mengganggumu, iya kan?”

                “Ah.. tidak, sunbae..”

                “Kau lanjutkan saja. Aku tidak mau mengganggu mu. See ya.. Sae Ri-ah”

                “N..nae.. see you”

                Sambungan berakhir. Sae Ri hanya menghela nafas karena percakapannya dengan Yoongi yang begitu singkat. “sunbae..” gumam Sae Ri.

                “Ya, kemarikan ponsel mu!” entah sejak kapan Jung Kook sudah berdiri disamping Sae Ri.

                “Omo.. Jung Kook-ssi. Kau mengagetkan ku!”

                Jung Kook yang sudah membuat Sae Ri terkejut kini merebut ponsel Sae Ri dari tangannya.

                “Ya! Apa yang kau lakukan? Kembalikan ponsel ku!” pekik Sae Ri yang berusaha meraih ponselnya. Namun hasilnya nihil.

                Tak lama terdengar suara ponsel berdering. Jung Kook mengeluarkan ponsel dari sakunya. Ternyata ponselnya yang berdering dan langsung mereject panggilan masuk tersebut.

                “Sudah..” Jung Kook menyerahkan kembali ponsel Sae Ri.

                Sae Ri melihat sebuah nomor tertera di layar ponselnya. “Apa ini?” Sae Ri mengernyitkan keningnya.

                “Itu nomer ponsel ku. Begitu juga dengan nomer mu..” Jung Kook memperlihatkan ponselnya dengan nomer ponsel Sae Ri yang tertera di layarnya. Jung Kook tersenyum jahil karena ulahnya tersebut.

                “Kau ini.. apa ini cara mu meminta nomer ponsel, huh?” pekik Sae Ri dengan tampang kesalnya.

                “Bisa jadi begitu” sahut Jung Kook dengan smirknya.

                “Kau harus cepat-cepat lulus..” Sae Ri dan Jung Kook menolehkan pandangannya begitu terdengar suara yang mendekat.

                “Memangnya kenapa?” terdengar lagi. Tapi kini yang terdengar suara seorang wanita.

                “Agar kita bisa cepat-cepat menikah. Bukankah kita akan menikah begitu kau menyelesaikan kuliah mu kan?” Tak jauh dari Jung Kook dan Sae Ri, ternyata si pemilik suara tersebut adalah Ji Hoon yang sedang memeluk pinggang Na Rin dengan mesranya. Sementara itu Na Rin kini melingkarkan lengannya di leher Ji Hoon.

                “Sabarlah. Wisuda ku tinggal beberapa hari lagi”

                “Benarkah?” Ji Hoon mengembangkan senyuman girangnya begitu mendengar ucapan Na Rin. Na Rin hanya mengangguk menyahut Ji Hoon.

                Ji Hoon menatap Na Rin lekat-lekat. Tak lama Ji Hoon melumat bibir Na Rin dalam-dalam. Mendapat pelakuan tersebut, Na Rin membulatkan matanya. Namun tak lama kemudian Na Rin mulai menikmati perlakuan Ji Hoon dan melumat balik. Mereka berdua tak menyadari bahwa ada orang yang melihat perbuatan mereka tersebut.

                Sementara itu Sae Ri membelalakkan matanya atas apa yang ia lihat.

                “Hyung..” Jung Kook bergumam lirih sambil mendengus kesal. Ia melirik ke arah Sae Ri. Sae Ri tampak begitu terkejut dengan apa yang ia lihat. Jung Kook merangkul Sae Ri dan menutup mata Sae Ri dengan tangannya.

                “Ya! Lepaskan tangan mu!” Sae Ri meronta sambil berusaha melepaskan tangan Jung Kook. Tapi tangan Jung Kook jauh lebih kuat darinya.

                “Kau diam saja. Itu bukan hal yang pantas untuk kau lihat” bisik Jung Kook

                “JUNG KOOOOK… SAE RIIII… DIMANA KALIAN?” terdengar suara bibi Sae Ri dari dalam rumah. Mendengar namanya disebut, tanpa sadar Jung Kook mengendurkan tangannya yang tengah menutup mata Sae Ri. Kesempatan itu di gunakan Sae Ri untuk menyingkirkan tangan Jung Kook. Sae Ri menatap Jung Kook sebal.

                “Apanya yang tidak pantas?” ucap Sae Ri dengan ketus dan lari meninggalkan Jung Kook. Jung Kook melihat sekeliling. Sudah tidak ada siapapun. Tak mau terlalu lama sendirian, Jung Kook kembali kedalam rumah dan menuju sumber suara.

                Semua orang sudah berkumpul di ruang tamu, begitu juga hyungnya dan Na Rin yang tengah menunggunya.

                “Kau ini dari mana saja? Sudah malam. Sudah saatnya untuk pulang” ucap Jeon ahjumma begitu melihat anaknya yang sudah muncul dihadapannya.

                “Kenapa sudah harus pulang? Kalau Jung Kook ingin menginap juga tidak apa-apa. Kebetulan juga ada kamar kosong” ujar bibi Sae Ri basa-basi.

                “Ah.. tidak. Itu akan merepotkan mu, calon besan. Jung Kook itu sangat susah diatur. Kalau begitu, kami pamit dulu. Terima kasih atas makan malamnya. Kami sangat menikmati hidangannya” ucap Jeon ahjumma dengan senyumannya.

                “Iya, hati-hati di jalan” bibi Sae Ri, Na Rin dan Sae Ri melambaikan tangan. Mobil keluarga Jeon ahjussi mulai meninggalkan kediaman bibi Sae Ri. Tak lama mobil tersebut sudah hilang dari pandangan Sae Ri, bibinya, dan Na Rin.

                Kini Sae Ri tengah berada di kamarnya untuk tidur. Sebelum tidur, Sae Ri menyempatkan untuk menuliskan kembali perasaannya ke buku hariannya.

Selasa, 29 Oktober 2013

                “Beberapa waktuyang lalu, aku mendapati sunbae sedang bertelfon dengan seorang noona. Tapi yang mengganggu ku, sunbae tampan itu bertelfon begitu mesranya. Aku bisa memastikan kalau itu adalah kekasihnya..

                Dan baru saja tunangan Na Rin unnie dan keluarganya datang ke rumah. Aku pikir tunangannya itu pria yang ada difoto itu. Tetapi dugaan ku salah.

                Aku juga tidak tau kenapa aku mulai mengait-ngaitkan Na Rin unnie dengan sunbae tampan. Padahal tidak ada hubungan apa pun diantara mereka. Sedangkan sudah jelas kalau Ji Hoon oppa itu tunangan Na Rin unnie. Akh.. aku benar-benar bingung..”

-Sae Ri POV-

                Aku memang belum mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi aku yakin, cepat atau lambat aku akan mengetahuinya kan? Kalaupun aku tidak peduli, aku tidak perlu memikirkan ini semua kan? Tapi setiap kali aku berusaha mengacuhkannya, selalu datang pertanyaan baru.

                Aku menghela nafas dalam-dalam mereleks kan pikiran. Terasa lebih lega setiap aku menuangkan perasaan ke buku harian ku.

Drrrt…Drrrrrtt…

                Tiba-tiba ponsel ku bergetar. Ada sebuah sms ternyata.

Dari        : Jeon Jung Kook

                “Ya, Sae Ri-ah. Tunggu lah sampai minggu depan”

                Hah? Tunggu sampai minggu depan? Apa maksudnya?

Ke           : Jeon Jung Kook

                “Apa maksud mu? Untuk apa aku menunggu hal yang tidak aku ketahui, huh?”

 

Drrrt…. Drrrrrrttt

Dari        : Jeon Jung Kook

                “Sudahlah, tak perlu banyak tanya. Kau juga akan tau”

                Apa-apaan ini? Dasar aneh. Baru saja aku bertemu dia dua jam lalu… Lupakan saja Sae Ri. Lebih baik kau pergi ke kasur dan tidur.

———————————————-

 

-Author POV-   

 

“Apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Sae Ri begitu melihat Hye Ri dan Ga In yang sedang duduk tak jauh dari lapangan basket bersama gerombolan murid lainnya yang sedang berteriak histeris.

                “Sae Ri-ah, kau disini?” Ga In menyunggingkan senyumannya yang mendapati Sae Ri sudah duduk disampingnya. Sae Ri hanya bergumam.

                Sae Ri melihat kearah lapangan. Tampak Tae Hyung dan Jimin sedang bermain basket. Di tengah lapangan juga ada beberapa siswa dari kelas lain dan para sunbae yang nota benenya sebagai anggota tim basket sekolah.

                “Semoga saja mereka berdua akan di terima..” gumam Hye Ri lirih. Namun masih bisa didengar oleh Ga In dan Sae Ri.

                “Diterima? Maksudnya?” Sae Ri menoleh pandangannya ke arah dua sahabatnya itu. Berharap salah satu dari mereka akan menjawab pertanyaannya.

                “Mereka berdua, Tae Hyung dan Jimin sedang mengikuti seleksi pemain basket untuk kelas satu” terang Hye Ri.

                “Kau tau, Sae Ri-ah? Setiap siswa yang menjadi anggota tim basket, mereka akan tenar di sekolah. Seperti sunbae-sunbae itu..” tambah Ga In.

                “Jinjja? uwaaah… daebak! YAA.. PARK JIMIIIIIN… KIM TAE HYUUUUUUNG…. FIGHTIIIIIIIINNGG…!!” pekik Sae Ri ke tengah lapangan. Hye Ri dan Ga In hanya memandang heran ke arah Sae Ri.

                “Wae? Bukankah kita seharusnya mendukung sahabat kita?” Sae Ri berusaha memberi alasan agar tingkahnya tadi tak dianggap memalukan bagi ke dua sahabatnya itu.

                “PARK JIMIIIIIN!! KIM TAE HYUUUNG!! FIGHTIIIIIIING!!!!!….” kini Hye Ri dan Ga In yang memekikkan suara mereka. Sementara itu Tae Hyung dan Jimin melontarkan senyumannya ke sumber suara.

                Sosok yang tidak asing bagi Sae Ri dan yang selalu mengganjal pikirannya tiba-tiba muncul ke tengah lapangan.

                “Sunbae tampan…” gumam Sae Ri dalam hati. Ya, sosok yang dimaksud adalah si sunbae tampan. Sae Ri tak mengalihkan pandangannya ke sosok sunbae tampan sejak kehadirannya di tengah lapangan. Seolah-olah Sae Ri terhipnotis oleh kehadirannya.

                “Ga In-ah, siapa sunbae itu..?” Tanya Sae Ri lirih tanpa mengalihkan pandangannya ke sunbae tampan.

                “Sunbae yang mana?” Ga In belum bisa mengerti siapa yang Sae Ri maksudkan.

                “Yang itu…” Sae Ri mengulurkan tangannya dan menunjuk sunbae tampan dengan jarinya. Ga In memicingkan matanya mencari arah yang di tunjuk Sae Ri.

                “Oh.. itu.. sunbae itu namanya…..”

“Sae Ri-ah..!” belum juga Ga In sempat menyebutkan nama sunbae tampan itu, ada seseorang yang memanggil Sae Ri dari belakang.

Sae Ri dan kedua sahabatnya menoleh kebelakang mencari si pemilik suara. Yoongi ternyata. Yoongi menyunggingkan senyumannya ke Sae Ri dengan eyes smilenya. Sementara itu, Hye Ri dan Ga In terpana dengan kehadiran Yoongi. Tak hanya Hye Ri dan Ga In saja, murid-murid yang lainnya juga ikut terpana.

“Sunbae…” Sae Ri menyahut dengan senyumannya. Kini Yoongi ikut bergabung dan duduk di sebelah Sae Ri. Sementara itu, murid-murid yang melihat kedekatan Sae Ri dengan Yoongi berbisik-bisik membicarakan mereka berdua.

“Apa yang sedang kalian lakukan disini?” Tanya Yoongi dengan ramah.

“Kita sedang memberi semangat ke teman kita” jawab Sae Ri.

“Teman mu sedang mengikuti seleksi? Yang mana?”

“Itu Tae Hyung yang ber rambut oranye dan itu.. satu lagi.. Jimin..” jelas Sae Ri sambil menunjuk ke pemilik nama.

“Ah.. begitu..” gumam Yoongi sambil menatap arah lapangan. Tiba-tiba Ga In menyenggol lengan Sae Ri. Sae Ri menengok ke arah Ga In.

“Perkenalkan kami berdua ke Yoongi sunbae..” ucap Hye Ri tanpa mengeluarkan suara.

“Jebaaal..” tambah Ga In dengan tampang memelasnya. Sae Ri mendengus pasrah dengan tingkah ke dua sahabatnya itu.

“Sunbae..” panggil Sae Ri

“Nae?” Yoongi menengok ke arah Sae Ri

“umm.. teman-temanku… umm.. ani. Perkenalkan teman-temanku..”

“Lee Ga In..” ucap Ga In yang meraih tangan Yoongi sembari tersenyum

“Ah.. Ga In. Min Yoongi..” sahut Yoongi

“Hye Ri imnida..” kini giliran Hye Ri yang susah payah meraih tangan Yoongi.

“Min Yoongi. Senang berkenalan dengan kalian”

“Nae.. tentu, Sunbae” ucap Hye Rid an Ga In berbarengan.

                “YA YOOONGIIII! KEMAAARIIIIII!!!” tiba-tiba salah seorang sunbae yang sedari tadi di tengah lapangan berteriak memanggil Yoongi.

                “NAEEE… AKU AKAN KESANAAAAA” sahut Yoongi yang memekikkan suaranya.

                “umm.. semuanya, maaf. Aku harus kesana sekarang” ujar Yoongi ke Sae Ri, Hye Ri dan Ga In dengan ekspresi menyesal.

                “Tak apa, sunbae” sahut Sae Ri

                “Baiklah, aku pergi sekarang. Annyeong..” Yoongi berlalu dan berjalan menuju tengah lapangan basket.

                “Ya ampuuun.. tampannya…” gumam Ga In sambil menatap punggung Yoongi.

                “Sae Ri-ah.. aku benar-benar iri dengan mu..” ujar Hye Ri sambil memanyunkan bibirnya.

                “Aku juga..” tambah Ga In. Melihat kedua sahabatnya itu, Sae Ri hanya tersenyum sambil mengingat bagaimana ia kenal Yoongi.

                Sae Ri menorehkan kembali pandangannya ke tengah lapangan. Ia mencari sosok sunbae tampan. Tetapi sosok yang ia cari menghilang entah kemana bak hilang ditelan bumi.

—————————————

#3HariKemudian

-Sae Ri’s POV-

Hari ini, adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Na Rin unnie. Yaitu hari dimana Na Rin unnie akan diwisuda. Itu artinya Na Rin unnie telah menyelesaikan kuliahnya. Aku, Ji Hoon oppa dan bibi tengah menghadiri acara wisuda sekaligus menemani Na Rin unnie. Sedangkan ahjussi dan ahjumma Jeon tidak bisa hadir. Begitu juga dengan Jung Kook.

Dengan jubah wisudanya, Na Rin unnie begitu bahagianya kali ini. Sebenarnya bukan hanya Na Rin unnie yang bahagia. Kami semua juga bahagia. Bagaimana tidak? Na Rin unnie lulus dengan hasil yang sangat memuaskan.

Aku, bibi dan Ji Hoon oppa mengucapkan selamat dan memberikan pelukan hangat ke Na Rin unnie. Rasa akan kebanggaan tampak begitu jelas terpancar dari wajah bibi. Beliau juga sempat beberapa kali menangis bahagia atas apa yang diraih oleh putrinya.

Suatu saat nanti saat aku diwisuda, aku harus bisa seperti Na Rin unnie.  Aku harus memperlihatkan kepada eomma dan appa bagaimana membanggakan memiliki seorang putri seperti ku.

“Unnie.. chukkaeyo.. kau benar-benar membuat ku iri..” gumamku

“Bagus lah kalau kau iri. Kau juga harus mengalahkan aku” ucap Na Rin unnie sambil mengusap pipi ku.

“Tentu saja aku harus mengalahkan mu.. ” celetuk ku sambil menjulurkan lidahnya.

“Aish.. kau ini..” Na Rin unnie mendengus kesal karna tingkah ku

“umm.. unnie, oppa.. aku permisi sebentar. Sepertinya aku harus ke toilet”

“Baiklah. Begitu sudah selesai, kembali lah kesini. Unnie dan Ji Hoon oppa akan menunggu mu disini”

“Nae..unnie..” aku langsung pergi meninggalkan Na Rin unnie dan Ji Hoon oppa. Bibi.. Bibi rupanya sedang berbincang dengan seseorang. Aku memasuki sebuah ruangan begitu menemukan sebuah tempat yang tertera tulisan ‘Toilet Wanita’ diluar pintu.

-Author’s POV-

                “Noonaa..!” seseorang memanggil Na Rin. Na Rin dan Ji Hoon menoleh arah sumber suara. Tampak seorang pria yang berjalan ke arah Na Rin dengan sebuket bunga di tangannya.

                Na Rin begitu terkejut karena tidak menyangka akan kehadirannya. Tapi pria itu menatap heran dengan kehadiran Ji Hoon. Begitu juga sebaliknya.

                “K..kau.. disini?” ucap Na Rin gelagepan.

                “Nae.. siapa itu, noona?” Tanya pria itu sambil menunjuk ke arah Ji Hoon. Na Rin melirik ke arah Ji Hoon. Ji Hoon tampak kurang suka dengan perlakuan pria itu yang menunjuknya dengan seenaknya.

                “Dia..tunangan ku..” jawab Na Rin menundukkan kepalanya. Tiba-tiba ponsel Ji Hoon berdering yang memaksakan dia untuk meninggalkan Na Rin dan pria itu.

                “Noona, apa kau bilang tadi dia tunangan mu?” Tanya pria itu dengan ekspresi terkejutnya.

                “N..nae.. tak lama lagi aku dan dia akan segera menikah. Mian..” jelas Na Rin tertunduk

                “M..mwo? kau akan menikah dengannya?” pria itu tampak begitu shock mendengar ucapan Na Rin. “Jadi.. kau membuang ku begitu kau akan menikah dengannya?” tambahnya. Matanya berkaca-kaca menahan rasa sakit di dadanya.

                “Mianhae.. kita harus mengakhirinya sekarang juga. Aku tak mau menjalani hubungan rahasia ini..” ujar Na Rin sambil menangis.

                “Hubungan rahasia ini? Noona… Bukankah hubunganmu dengannya itu yang rahasia? Aku bahkan tidak tau siapa dia. Kau tidak pernah menceritakan apa pun tentangnya. Dan begitu aku tau… dia ternyata calon suamimu..”

                Na Rin mendongakkan kepalanya dan mengecup lembut bibir pria itu. “Mianhae.. aku memang bukan wanita yang baik untuk mu..” bisik Na Rin dengan isakkannya.

                “Noona……” Na Rin meninggalkan pria itu yang kini tak bisa membendung air matanya lagi. Pria itu menggenggam erat buketan bunga yang seharusnya ia berikan kepada Na Rin sebagai tanda ucapan selamat darinya.

                Namun hal yang tidak disangkanya bahkan tak pernah telintas di pikirannya kini terjadi begitu saja. Na Rin, wanita yang di cintainya memutuskan hubungannya secara sepihak dan mendapati dia akan menikah dengan seseorang yang tak ia kenal.

                Sementara itu, tak jauh dari situ. Sae Ri yang telah kembali sedari tadi tengah berdiri mematung tak menyangka apa yang baru saja ia lihat dan ia dengar .

                Pria itu hendak pergi meninggalkan ruangan wisuda. Wajah pria itu tepat berpapasan dengan Sae Ri. Melihat wajah pria itu, Sae Ri dibuat lebih terkejut dari sebelumnya. Sae Ri kenal betul dengan wajah pria itu.

                “S..ss..sunbae…?” gumam Sae Ri begitu melihat wajah pria tersebut.

TO BE CONTINUED

Author’s note                : Tak bosen-bosen aku ucapin makasih banyak buat yang udah mbaca apalagi udah ninggalin jejaknya di part sebelumnya. Di part 3 ini aku panjangin lagi ceritanya begitu ada yang ngomen kalo ff aku terlalu cepet. Tapi aku justru seneng kok kalo ada yang ngasih masukan buat aku. Oh iya, maaf banget kalo ceritanya jelek atau ngebosenin. Soalnya aku masih dalam tahap belajar. Untuk si pemeran ‘sunbae tampan’ bakal aku bongkar(?) di part selanjutnya. Hehe.. Ppyong..~😀

About fanfictionside

just me

19 thoughts on “FF/ THIS HEART THAT I GAVE TO YOU/ BTS-bangtan/ pt.3

  1. Kok pendek amat/? thor? kurang puas bacanya ㅋㅋㅋ tapi overall bagus kok thor ‘-‘b Sunbaenya siapa sih? Penasaran bgt sumvah, apa Jin? Atau J-hope? Nextnya jangan lama lama dong thor~ sekian bacotan/? Saya terimakasih xD

  2. Aaiissh lgi asik jga malah TBC
    sunbae itu siapa si?
    Truz knapa Jungkook jdi misterius gitu kesan’a ??haha mungkin perasaanku ajah
    penasaran jga ntar si Sae Ri akhirnya sama sunbae tampan, Suga ,ato Jungkook ??
    Isshh kepo. . .
    Next eon, jgn lama”🙂

  3. jin oppa jadi selingkuhan?? ohmygod!! itu dede kookie kenapa?? kenapa tiba-tiba muncul?? *eh gpp deng,bagus.. sering-sering muncul yaaa dede kkk~~~ next next next^^

  4. Ohhh jdi sunbae tampan tu jin
    Hihi pas bgt, suga oppa love u, v oppa miss u
    Bykin part merka ya thor…
    Next part kutunggu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s