FF/ GIRL, WHO ARE YOU?/ BTS-bangtan/ pt. 3


Title                : “Girl, Who Are You?” [Part 3]

Author            : intan @sena_kuki

Main Cast       : Han Se Na (OC) , Jeon Jeongkook

Support Cast: BTS Member, etc (cameo Yoo Seung Woo, Mark & Bam Bam GOT7, Hyorin SISTAR)

Rating             :  T (16+)

Genre              : Romance, comedy, Music etc

Duration         : 15pages.

 Girl, Who Are You [Poster]

***

 

Seperti hari-hari biasanya, setelah memenuhi beberapa jadwal, BTS member kembali ke dorm mereka untuk beristirahat. Hari yang melelahkan bagi semua member tak terkecuali bagi sang magnae Jungkook yang harus mengikuti jadwal sambil bersekolah dari pagi hingga sore hari, belum lagi latihan yang dilakukan ditengah malam akhir-akhir ini. Tak heran para hyungdeul memberikan perhartian ekstra kepada magnae mereka.

 

Jungkook terlihat sangat lelah dan terkapar tidak berdaya dikasur singlenya yang berada di kamar dorm. Kim Taehyung sang enternal magnae yang terkenal dengan kejahilannya ikut menghempaskan badannya diatas jungkook. Jungkook yang sudah terlalu lelah untuk menegur hyungnya hanya membiarkan taehyung bertingkah sepuasnya.

 

“jungkook-ah.? Bukankah kau bilang akan membawa teman sebangkumu kedorm.?” Tanya jimin yang baru datang dari kamar mandi. Mendengar hal itu membuat beberapa member yang sedang bersantai mengalihkan aktifitasnya kepada jungkook, menunggu jawaban jungkook yang sekarang sedang bingung untuk menjawab hal yang memang tidak mungkin akan terjadi itu.

 

“dia sangat sibuk dan tidak sekolah hari ini..” gumam jungkook malas dengan mata yang sudah terpicing karena mengantuk.

 

“apakah menjadi seorang trinee JYP lebih sibuk daripada menjadi seorang idol.?” Tanya V polos.

“dia akan debut acting juga profilnya akan segera dirilis oleh agensinya, dia sangat sibuk bahkan tidak punya waktu untuk latihan..”

“latihan.?” Tanya jimin heran.

 

Jungkook yang sadar bahwa besok sore dia harus mengambil nilai ujian vocal dengan sena langsung terduduk dan membuka matanya lebar-lebar.

“eotteokhae, bahkan kami belum memilih lagu..” gumam jungkook cemas dengan suara pelan. Jungkook sedang menerawang hingga tidak sadar V telah jatuh dari ranjang jungkook karena jungkook yang bangkit tiba-tiba dari tempat tidur.

 

Jimin dan kim taehyung penasaran dengan masalah yang dihadapi sang magnae bertanya dengan serius kepada jungkook, jungkook menjelaskan kalau dia harus mengambil nilai vocal dengan pemimpin dari semua guru vocal di SOPA. Hal itu menakutkan bagi jungkook karena tatapan dan senyuman hyorin seonssaengnim begitu mengerikan baginya.

 

Jiminpun menyarankan agar jungkook menelfon partnernya itu. Dengan ragu-ragu jungkook menelfon sena dengan nomor yang sudah tersimpan diponselnya dengan nama babo sena.

Panggilan pertama tidak ada jawaban, yang kedua juga tidak ada jawaban dan yang ketiga.

“yeoboseyo.?” Jawab sena dari seberang telfon mengejutkan jimin dan V yang menguping di kiri kanan sang magnae.

“sena.? na…neun jungkook..” ucap jungkook ragu.

“ooh jungkook, wae.?”

“apa kau kau sangat sibuk.? Kau tidak lupa besok sore kan.?”

“besok sore.? Wae.?” Tanya sena dengan suara bingung dari seberang telfon. Jungkook menarik nafas panjang mendengar jawaban dari sena, bagaimana mungkin sena melupakan ujian pertamanya. Kim taehyung yang tetap tidak mengerti apa yang dibicarakan jungkook ditelfon walaupun sudah menguping begitu dekat dan hanya menampakkan wajah bingungnya pada jimin.

 

“YYA..!! bukankah sudah kubilang untuk latihan atau memilih lagu dari kemaren.? Lalu apa yang harus kulakukan sekarang.? Jika seperti ini kenapa kau tidak menolak saja tawaran hyorin ssaem itu..? aku bisa melakukannya sendiri tanpamu.!” ujar jungkook emosi berteriak tidak jelas membuat jimin dan taehyung menutup telinganya karena teriakan jungkook. Bahkan jimin yang kesal dengan sikap jungkook yang kurang lembut pada perempuan memukul kepala jungkook dengan sebuah buku yang ada disamping bantal jungkook.

 

“ahh nilai vocal.. kenapa kau begitu cemas? Bukankah kau seorang vocalist.? Kau hanya perlu menghafal lyric bukan.?” Ujar sena santai.

“tapi ini adalah lagu duet, bagaimanapun kita seharusnya latihan setidaknya satu kali. Apa kau sekolah besok.?” Tanya jungkook memastikan.

“ani..” jawab sena datar, hal itu membuat jungkook bertambah kesal hingga keubun-ubun. Saking kesalnya jungkook melemparkan ponselnya kekasur seberang yaitu kasur J-Hope.

 

J-Hope yang hampir tertidur terkejut karena ponsel tersebut tepat terbanting ke kepala J-Hope. Dengan sumpah serapahnya J-Hope memungut ponsel tersebut dan melihat panggilan telfon yang masih terhubung dengan sena.

 

“…………kau hanya menghafal lyricnya, aku akan datang sore..” terdengar suara sena yang ikutan kesal dari pangggilan telfon tersebut.

“neo.? Kenapa suaramu familiar..” ujar hoseok heran dengan mata yang masih sedikit terpicing.

“nu..nuguseyo.?” Tanya sena heran.

 

Ketiga magnae bangtan heran dengan hoseok yang merasa familiar dengan suara sena teman sebangku jungkook, yang mana V dan jimin baru hanya melihat wajah gadis itu dari selca di ponsel jungkook.

J-Hope memperkenalkan dirinya pada sena, sena menjawabnya dengan singkat namun tetap ramah. J-Hope terdiam cukup lama memahami perkataan sena dari seberang telfon. Ketiga magnae hanya duduk berbaris di ranjang jungkook memperhatikan wajah serius hoseok yang sedang mendengarkan penjelasan sena yang sepertinya panjang lebar. Magnae–line penasaran namun tidak berani menguping hyungnya.

Setelah menutup panggilan, jungkook bertanya dengan wajah penasaran pada j-hope, apa hyungnya itu mengenal sena.?

J-Hope menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar.

 

“Lalu bagaimana dengan sena nuna.? Lalu sena partnerku.? Hyung.! Siapa yang kau kenal lebih dulu.? So confused..”

“apa kau lupa.? Dulu aku trinee JYP, tentu aku mengenal SeNa yang sudah ditrinee sekian tahun, dia trinee yang hebat dilahirkan dengan bakat-bakat yang bersinar, dia sering keluar negri saat kecil dan sekarang sepertinya…” jelas j-hope panjang lebar.

 

Jungkook hanya melongo mendengar penjelasan hyungnya. Ternyata sena trinee yang cukup terkenal, dan dia sudah dekat dengan beberapa artis senior besar lainnya. Bahkan dia juga sepupu bae suzy Miss A.

 

“sena bilang kau tidak perlu membentaknya bagaimanapun dia lebih tua 6bulan darimu, untuk besok dia tidak bisa sekolah karena ada pemotretan, tapi dia tetap akan datang untuk ujian vocal. Dia menyuruhmu untuk berlatih sendiri dan mengambil bagian part jonghyun sunbaenim dilagu breath SM the Ballad. Sena akan mengambil part dari taeyeon nuna..” Jelas hoseok sambil mengadahkan kepalanya keatas mengingat semua perkataan sena.

“apa dia pikir suaranya sebagus taeyeon nuna..” ucap jungkook dengan ekspresi remehnya dan menarik selimutnya untuk tidur tidak mempedulikan jimin dan V yang masih duduk berbaris di ranjangnya

“kau lihat besok.. kau akan tersentuh dengan suaranya, pemandangan yang langka jika kau melihatnya menyanyi..” ujar J-Hope kesal dan lalu ikutan menarik selimutnya untuk melanjutkan tidurnya.

 

Taehyung masih tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh J-Hope dan jungkook mengangkat bahunya bingung pada jimin. Jimin tersenyum kesal pada V karena telah membuat mood nya semakin buruk.

 

***

March 11, 2014 Seoul Of Peforming Artis..

 

Jam makan siang yang dinanti-nantikan para muridpun tiba. Murid-murid berjas almamater kuning itu langsung menuju ke kantin SOPA yang luas dan ramai itu untuk mengambil jatah makan siangnya.

Disebuah meja dekat jendela terlihat seorang namja yang mendengarkan lagu menggunakan headset putihnya, dan dengan serius menatap lirik-lirik yang tertulis disebuah kertas sambil memakan apel besar berwarna merah ditangannya.

Namja itu adalah jungkook yang berlatih sendiri untuk lagu duetnya. Jungkook tidak mempedulikan kantin yang semakin heboh karena seorang bintang yang sudah lama tidak masuk sekolah sekarang sudah kembali bersekolah.

 

Yoo Seung Woo, namja itu adalah yoo seung woo SuperstarK. Yoo Seung Woo membungkuk ramah pada murid SOPA lainnya, Seung Woo yang tidak berniat untuk mengambil jatah makan siangnya hanya mengambil minuman yogurt dari samping kantin.

Mata seung woo terarahkan kepada jungkook yang masih dengan serius menatap kertas lirik sambil mengunyah apelnya pelan.

 

“mengunyahlah dengan benar, mulutmu akan sakit jika terlalu lama menyimpan makanan dimulutmu..” seung woo memberikan satu botol minuman yogurt pada jungkook dengan meletakkannya tepat dimeja depan jungkook. Jungkook yang sadar didatangi oleh Yoo Seung Woo langsung membetulkan pose duduknya untuk lebih sopan dengan sunbaenya, tidak lupa menundukkna kepalanya kepada seung woo sebagai rasa hormatnya.

Jangan terlalu formal seperti itu, disekolah dan ketika didepan camera itu sangat berbeda. Ketika disekolah kita tetaplah seumuran..” ujar seung woo ramah dengan tersenyum membuat mata sipitnya itu semakin tidak terlihat.

 

“nde.? Tapi disekolah aku tetaplah murid kelas satu…” ujar jungkook pelan dengan tertawa kecil.

“gwaenchana, apa yang kau baca dari tadi jungkook.?”

“Ahh aniyo, ini lagu duet untuk ujian..”

 “ujian.? Bukankah ujian maret ini dance.?” Tanya seung woo heran sambil menggigit pipet yogurt yang ia pegang.

“dance.? Ahh aku memang sangat terlambat, jadi apa aku harus menemui guru dance dan mengambil nilai juga.?  Karena baru masuk sekolah jadi aku tidak mengikuti ujian vocal bulan lalu..” jelas jungkook sedikit frustasi.

“kau harus melengkapi nilai bulan lalu baru bisa mengikuti ujian selanjutnya, lagu duet.? Lalu dimana partnermu.?” Tanya seung woo bingung.

“partnerku hari ini sangat sibuk, bahkan kami tidak pernah latihan, dia hanya menyuruhku menghafal lirik dan berlatih sendiri..”

“siapa partnermu.?”

 

Jungkook terdiam mendengar pertanyaan seung woo. Pembicaraannya dengan bam bam kemaren kembali terngiang ditelinganya bahwa yoo seung woo adalah teman dekat sena. tiba-tiba pandangan jungkook sedikit berubah pada seung woo. Sedikit tidak suka, walaupun berfikir dia tidak menyukai seung woo tapi seung woo masih tetap terlihat ramah dan baik padanya, hal itu membuat jungkook bingung harus bersikap seperti apa.

 

“wae.? Apa kau lupa nama partnermu.? Tanya seung woo sambil melambaikan tangannya didepan wajah jungkook untuk menyadarkannya dari pikirannya yang tidak jelas itu.

“Han Se Na..” jungkook langsung menunduk setelah menyebutkan nama itu, tidak mau melihat ekspresi seung woo yang bisa saja akan bercerita panjang lebar padanya mengenai sena seperti yang dilakukan oleh bam bam. Terus terang bagi jungkook hal seperti itu sangat menyebalkan baginya.

Tapi hal yang difikirkan jungkook berbeda sekali dengan kenyataan yang dilihatnya sekarang, seung woo terlihat biasa saja mendengar nama Han Se Na teman dekatnya itu yang disebut begitu saja didepannya. Tapi hal ini lebih menjengkelkan dan memalukan bagi jungkook, karena seung woo menatap jungkook dengan pandangan tajam seperti menyelidik sesuatu dari jungkook.

 

Jungkook yang tidak tahan dipandang seperti itu mencari alasan bahwa ia harus menemui hyorin ssaem. Seung woo hanya mengangguk biasa sambil tetap meminum yogurtnya. Setelah jungkook pergi meninggalkan kantin dengan langkah terbirit-biritnya seung woo tersenyum kecil pada jungkook. Senyum yang tidak bisa diartikan walaupun itu terlihat dari wajah orang yang sangat imut seperti yoo seung woo.

……

 

Sudah hampir pukul 5 sore, tapi orang yang ditunggu belum datang juga. Jungkook sangat kesal pada sena, perempuan yang egois setidaknya dia mengerti dengan keadaan jungkook. Tidak seharusnya juga jungkook menghabiskan waktunya hanya untuk hal seperti ini, sangat lelah bagi jungkook membuang waktu hanya untuk menunggu seseorang yang tidak tau kepastiannya akan datang atau tidak.

 

Dilain tempat seorang perempuan yang memakai dress berwarana merah lembut dan rambut lurus berwarna hitam panjangnya yang berponi, terlihat sangat gelisah disebuah mobil van karena terjebak dalam kemacetan kota.

 

Dia adalah Han Se Na dengan penampilan barunya, rambutnya yang dulu berwarna coklat keblondean tidak jelas itu sekarang sudah berwarna hitam. Memakai poni dan jepit rambut kecil dirambutnya membuat wajahnya yang dulu tertutup oleh poni panjangnya sekarang terlihat bersinar dengan make up naturalnya. Sena terlihat sangat cantik dan elegan dengan penampilan barunya itu. Rambut hitam dan gaun merah musim semi yang tidak terlalu pendek itu sangat cocok untuk kulit putih bersih yang dimilikinya.

 

Tidak mau membuat orang lain menunggunya, sena memutuskan untuk berjalan saja dari kemacetan, karena SOPA tidak terlalu jauh darisana. Hingheels hitamnya sedikit membuat sena susah untuk berjalan. Karena sena terlihat spesifik dengan dandanannya di jalanan yang cukup ramai itu, membuat orang lain terus memandanginya. Untung saja belum banyak orang yang mengenalinya.

 

Bruuk..

 

Sena tersandung hingga membuat ponselnya terjatuh ke trotoar. Sangat tergesa-gesa sena tidak mempedulikan imagenya yang feminim, sena melepaskan hingheelnya lalu memungut ponselnya dan mulai berlari tanpa melihat orang lain yang mulai memperhatikannya dengan heran. Tapi dilain hal, ternyata sena tidak menyadari batrai HP nya ikut copot dan dia lupa untuk memungut itu.

 

Beberapa murid penasaran dengan jungkook yang akan bernyanyi duet dengan teman sebangkunya sena, ikut berbondong-bondong mendatangi audiotorium SOPA. Jungkook terlihat masih berusaha menghubungi sena tetapi tetap tidak ada jawaban bahkan sekarang ponselnya tidak aktif.

 

Bam bam dan seung woo yang penasaran dengan penampilan pertama sena disebuah panggung kecil itu ikut mendatangi audiotorium SOPA bersama, tapi jungkook yang melihat kedatangan 2 teman lelaki sena itu langsung berjalan terbirit-birit masuk kedalam audiotorium seperti seorang anak kecil yang takut di bully oleh sunbaenya.

 

Tidak ada waktu lagi, hyorin ssaem adalah orang yang kosisten. Tanpa partner jungkook dengan ragu melangkahkan kakinya menaiki panggung sambil mengenggam erat mic yang ia pegang. Hyorin ssaem tetap duduk santai dengan menatap lurus kearah panggung menunggu orang yang masih belum berani untuk menaiki panggung.

 

Dilain tempat sena masih terus berlari dengan kencang, sangat kencang. Tidak peduli dengan gaun san rambutnya yang mulai berantakan sena terus berlari dan berlari. Tubuhnya seperti terbawa oleh angin karena begitu cepatnya dia berlari tidak mempedulikan orang-orang yang ia tabrak di jalanan yang cukup ramai. Hingga sampai lah gadis itu dijalanan yang cukup sepi dan tenang dari jalanan yang berisik oleh kemacetan itu, SOPA.

Didepan gerbang sena merapikan gaun, rambut dan memebersihkan kakinya yang kotor karena berlari tanpa alas kaki tersebut. Sena memakai highheels nya yang berwarna hitam itu dan kembali dengan imagenya yang feminim. Sena mulai melangkahkan kakinya memasuki perkarangan SOPA.

 

Beberapa murid yang sedang bermain bola dilapangan terpesona melihat sena yang berjalan dengan anggunnya disamping lapangan.

“suzy.? Suzy nuna.? Apa dia suzy nuna.?” Gumam seorang keeper gawang pada dirinya hingga tidak sadar gawangnya sudah dibobol oleh tim lawan dan membuat tim murid itu menghujatnya habis-habisan.

 

Di atas panggung jungkook masih terdiam bingung karena berdiri tanpa partner yang dijanjikannya pada hyorin ssaem beberapa hari yang lalu, apa tindakan yang akan dilakukannya. Apa ia harus meninggalkan sena dan mengikuti ujian sendiri.

Sambil menunggu jungkook memulai penampilannya, hyorin ssaem menyiapkan sebuah kamera dimeja jurinya itu untuk merekam penampilan murid nya yang akan diberikan kepada perusahaan atau wali muridnya.

 

Hentakan highheels tedengar dari ruangan audiotorium yang sangat tenang tersebut membuat semua murid menatap kearah belakang. Tak terkecuali jungkook yang berharap itu adalah sena. dan benar itu adalah sena.

“sena.? apa dia benar-benar sena..?” semua murid memuji dan menatap sena atas pesona sena yang berubah 1800. Sangat cantik anggun dan innocent.

 

Jungkook menatap sena tanpa berkedip, bukan karena terpesona. Menatap sena dengan rambut hitam panjangnya yang berponi mengingatkannya pada seseorang.

Seorang gadis kecil dan kurus dengan wajah pucatnya. Gadis yang selalu memakai hoodie bertopi kelinci dikepalanya membiarkan rambut hitam dan berponi lurus itu tergerai sambil terus memegang topi hoodienya didagu seperti takut bila topi hoodie kelincinya itu akan dibuka atau ditarik oleh seseorang.

Gadis kecil dengan wajah pucat pasi kulitnya yang putih memakai celana trening panjang berwarna pink lembut. Gadis yang selalu tersenyum padanya, tersenyum dan menunggunya dipinggiran mini market dengan membawa 2 buah roti isi, lengkap dengan susu putih dan coklat. Gadis yang selalu menunggunya didepan sekolah SD nya. Gadis yang mengiringinya berjalan dipantai busan.

Ingatan-ingatan kecil melintas begitu saja dikepalanya menatap sena.

 

“sena.? gadis kelinci..?” pikir jungkook. Genggaman erat jungkook pada mic itu mulai melonggar hampir saja mic yang dipegangnya itu jatuh bila tidak disadarkan oleh hyorin ssaem.

Jungkook menatap kesampingnya melihat sena yang sudah berdiri dengan micnya tanpa memandang atau menoleh sedikitpun pada jungkook.  Intro music Breath mulai dimainkan, jungkook mulai mengatur nafasnya untuk bernyanyi, melupakan sebentar kenangan itu dan pertanyaan yang akan ditanyakannya pada sena.

Entah kenapa intro music tersebut membuat perasaan jungkook terasa sakit,sesak , sangat sesak hingga serasa tidak bisa bernafas.

 

 

nado moreuge jeonhwagireul deulgo marasseo naya… cham oraenmaniya

neomu himi deureoseo jabgido mianhaeseo neoreul bonaen ge… huhoedwaeseo hansumman swineungeol

 

 

neomu nollaseo mari naojido anhasseo tteollineun gaseumman butjabasseo

manhi himdeunji jigeum eodi itneunji mudgido jeone nunmuri heulleosseo

ne sumsoriman deullyeodo geurae

 

 

nunmuri ireokke heulleonaerimyeon akkideon nae jageun chueogdeulmajeodo eojjeol jul molla

neomu apaseo seoro nohajugil yagsoghaetjiman

jasin eobseul ttae, gakkeum sumsorirado deullyeojugil

 

 

sumeul swineun ge maeil nuneul tteuneun ge gyeou harureul saneun ge

jugneun geot boda himi deundago nege mareul mothaesseo

geogjeonghal geos gataseo.. babocheoreom hansumman swineun geol

 

nunmuri ireokke heulleonaerimyeon akkideon nae jageun chueogdeulmajeodo eojjeol jul molla

neomu apaseo seoro nohajugil yagsoghaetjiman

jasin eobseul ttae, gakkeum sumsorirado deullyeojugil

 

 

 

hagopeun mari manhado nan amu maldo mot hago… da gwaenchanhdago seororeul dallaego apahaesseo

da doedollimyeon urin haengboghagiman haesseo nohji mothago isseo~

 

nunmuri ireokke heulleonaerimyeon akkideon nae jageun chueogdeulmajeodo eojjeol jul molla

neomu apaseo seoro nohajugil yagsoghaetjiman

jakku nega saenggag nal ttaen…

chameul su eobsi himdeul ttaen…

 

ireokkerado gakkeum sumsorirado deullyeojugil..

 

 

lagupun berakhir hyorin ssaem langsung menghentikan rekaman video tersebut. Semua murid bertepuk tangan atas penampilan jungkook dan sena tak terkecuali bagi bam bam dan seung woo. Seung woo tersenyum bangga pada sena.

 

 

Gadis kecil itu sudah berubah, memang sudah berubah inilah alasan atas debutnya yang selalu ditunda. Gadis itu akan segera mengalami hal yang sama kembali diusianya yang ke-18. Dia tidak akan pernah melupakan hari-harinya dimasa lalu. Hari dimana kenangan sedih dan bahagianya dimulai. Hari dimana senyumnya mulai hilang dan rasa sakitnya yang bertambah parah diusia muda yang tidak seharusnya diterima oleh gadis lemah seperti dia.

 

“sudah sangat lama, aku sangat menyukai suara sena.. sudah lama dia tidak bernyanyi..” gumam bam bam kagum.

 

suaranya.? Suara yang tidak asing.. sena nuna.? Ada berapa orang kah Han Se Na didunia ini.? Apa kaau Han Se Na ku.? Sena jangan pergi lagi. Jungkook terus menatap sena yang sekarang sudah menuruni panggung. Tidak peduli semua orang yang sudah berangsur-angsur meninggalkan audiotorium. Jungkook masih duduk dipinggiran panggung belakang. Bingung, itulah yang dirasakan nya sekarang.

 

Dengan tekad bulatnya, jungkook berdiri dan melangkahkan kakinya dengan cepat mencari sosok gadis yang membuat perasaan dan kenangan masa kecilnya teringat kembali olehnya. Gadis yang mempengaruhi hidupnya menjadi seperti ini, gadis yang melarangnya untuk menjadi seorang dokter ketika kecil. Gadis yang membuatnya terus bersemangat ketika dimasa trineenya yang sangat melelahkan diusia mudanya. Ingatan masa kecil itu terus tergambar dipikirannya hingga dia menemukan orang yang dicarinya tengah berbicara dengan suara pelan dan seakan seperti orang yang sangat malu berbicara dengan seseorang melalui telfon.

 

“gumawo oppa, gwaenchana.. nde.. nado.. nado saranghae..” sena menutup ponselnya dan membalikkan badannya. Terkejut.? Bagaimana tidak. Jungkook sudah berdiri didepannya dengan nafasnya yang terenga-engah, tatapan tajam dari matanya. Bulu matanya yang terlihat sedikit basah, membuat sena semakin heran melihat jungkook yang tidak seperti biasanya.

 

“jungkook.? Sudah berapa lama kau disana.? Kau kenapa.?”

“nugu..? apa dia pacarmu..” Tanya jungkook masih menatap tajam.

 

Sena terdiam dengan pertanyaan jungkook yagn tiba-tiba itu, sena menganggukkan kepalanya dengan kencang.  Jungkook yang mengetahui jawaban itu langsung dari sena terdiam kaku.

Dia sudah milik orang lain.? Apa itu benar.. nada suaranya terdengar sangat senang menelfon namja itu. Kuharap dia bukan Han Se Na ku. Bukan dia bukan orang itu. dia bukan gadis kelinci itu, bukan.

 

“jungkook aku harus pergi..” sena meninggalkan jungkook yang masih terdiam itu. Dengan penuh kesesakan dan tekanan didadanya, jungkook menarik tangan sena dengan kasar dan mendorongnya kederetan loker yang mana ruangan ini sedang sepi tidak ada orang satupun.

 

“yya..!! apa yang kau lakukan..!!” sena meringis kesakitan karena punggungnya yang dihempas dengan kasar kederetan loker tersebut. Sena berusaha melepaskan dirinya dari jungkook. Tapi jungkook terus menahan kedua bahu sena dengan kuat. Bagaimanapun sena meringis jungkook tidak peduli. Jungkook terus menatap tajam pada wajah sena.

 

“kau menyukainya.?” Tanya jungkook dengan serius.

“NDE..!! tentu aku menyukainya, wanita mana yang tidak menyukai namja itu.!!” sena berteriak kencang pada jungkook berharap jungkook segera melepasnya. Tapi tidak, mata jungkook terlihat sedikit memerah karena menahan air matanya.

 

Kenapa namja ini menangis.? Kenapa kau menangis.? Jangan menangis dihadapanku.. jebal. Gumam sena dalam hati.

Jungkook menurunkan tangannya dan meninggalkan sena begitu saja. Air bening itu mengalir dengan sendirinya diwajah putih jungkook. Jungkook membiarkan air mata itu terus mengalir hingga dia tidak terlihat lagi oleh sena dan segera menghapus air mata itu.

 

Memalukan.. dia bukan gadis itu, bukan. Tapi kenapa perasaan ini kembali lagi.? Gadis itu sudah tidak disini. Dia pergi meninggalkanku tanpa memberikan sebuah kebenaran, ucapan terimakasih, maaf ataupun ucapan selamat tinggal.

Tapi kenapa.? Ada apa dengan gadis itu.? siapa gadis itu..? kau siapa.??

 

~~Lee Seung Gi – Last World~~

 

To be continued..

 

 

 

Aduuh. Author bikin FF genrenya campur-campur, 2 part terakhir itu banyak comedy yah.? Nah part selanjutnya bakal ada flashback masa kecil jungkook ketika di busan. Sekali lagi ini sequel dari “The Sweetness Of February” kalau belum baca yang itu mending baca dulu soalnya ada hubungannya dikit hehe.

Setelah baca jangan lupa di coment nde.? Hehe hobby author suka baca comentan soalnya wkwkwkwk /bow.

About fanfictionside

just me

11 thoughts on “FF/ GIRL, WHO ARE YOU?/ BTS-bangtan/ pt. 3

  1. Pas bagian sena lari pas macet, waduhh gak selo bgt bacanya kebawa susasana ngosngosan*lay
    hehe aku suka aku suka *LIKE🙂

    • part 4 udah dkrm email cuma tnggu comenan ny lebh 15 dulu bru d post, jadi bnyakin coment sma share ny yah wkwkwk

      soalnya kalo komen ny dkit, author ngrasa ga ada yang bca dan crta ny krang menarik jadi author males nulisnya wkwkwk /plaaak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s