FF/ THIS HEART THAT I GAVE TO YOU/ BTS-bangtan/ pt.2


Pt. 2 (The Big Question That Always Ringing In My Mind)

Main Cast        :

-Jung Sae Ri (oc)
-BTS members
-Song Hyeri (oc)
-Lee Ga In (oc)

Support Cast    :
-Kim Na Rin (oc)
-Na Rin’s eomma (oc)
-Yoon Seo Bin (oc)

Genre              : Romance, Comedy, School Life

Length             : Multi Chapter

Author             : SunKi

Author’s note   : Sebelumnya terima kasih banyak yang udah ninggalin jejaknya. Aku sangat menghargai  jejak-jekak kalian. Ini part ke dua dari part sebelumnya. Sempat ada beberapa kendala tapi akhirnya bisa di selesain juga. Oh iya, masukan sangat dibutuhkan.
Ya sudah, tak usah banyak cin-cong(?)😀 Selamat membaca~

THIS HEART THAT I GAVE TO YOU(2)_POSTER


-Author POV-

 

                Jari Sae Ri tak sengaja menyentuh layar ponsel dan menggeser  tampilan foto yang berbeda.

                Sae Ri terkejut begitu melihat foto tersebut. Tampak Na Rin unnie yang berselfie dengan mesranya bersama seorang pria.

                Sae Ri merasa mengenali wajah pria tersebut.

                “Bukan kah ini…. Sunbae yang tampan itu? Tapi…” Gumam Sae Ri hati sambil membelalakkan matanya.

                “Bagaimana hasilnya? Bagus kan?”

                Dengan  segera, Sae Ri menggeser layar ponsel  Na Rin

                “N..nae..” jawab Sae Ri terbata. Na Rin menangkap  ada sesuatu pada Sae Ri.

                “kau tidak apa-apa?”

                “Yeah, I’m ok” Sae Ri mencoba meyakinkan Na Rin dengan tersenyum.

——————————–

                Murid-murid Kwang Soo High School sedang menghabiskan waktu istirahat. Begitu juga Sae Ri dan ke empat kawannya yang sedang menghabiskan waktu istirahatnya di kantin.

                Pikiran Sae Ri masih tidak lepas dari apa yang terjadi tadi malam. Ia masih ingat betul dengan wajah pria yang ada di foto  itu.

                “wajah itu.. sangat mirip dengan wajah sunbae tampan itu….” gumam Sae Ri dalam hati.

                “akh!! Kenapa aku terus memikirkan itu? Kalaupun pria itu memang kekasih Na Rin unnie, itu bukan urusan ku. Mungkin saja wajah mereka memang kebetulan mirip… Nae! Hanya mirip!” tambahnya dengan wajah yakinnya.

                “Ya! Tae Hyungie! Kenapa  kau memakan makanan ku, huh?” pekik Ga In begitu melihat Tae Hyung memakan jatah makanannya secara diam-diam. Dan pekikkan Ga In sukses membuyarkan lamunan Sae Ri.

                “Neo..jinjja!” Ga In melayangkan jitakan kerasnya tepat di kepala Tae Hyung. Mendapat jitakan, Tae Hyung hanya mengaduh kesakitan sambil mengelus kesakitan.

                Sae Ri begitu terkejut melihat tingkah temannya itu. Pasalnya, Sae Ri tidak menyangka bahwa Ga In akan menjitak kepala Tae Hyung begitu kerasnya.

                “Aish.. kalian ini! Tingkah kalian benar-benar  kekanak-kanakkan!” timpal Hye Ri

                “Ya, Tae Hyungie. Apa kau menyukai Ga In?” tiba-tiba Jimin menggoda Tae Hyung dengan smirknya

                “MWO??” sahut Ga In dan Tae Hyung bersamaan. Mereka refleks saling berhadapan dan langsung membuang muka.

                “Waaah.. Kim Tae Hyung.. Kau ini bukan anak kecil lagi. Sudah bukan saatnya mendekati seorang gadis dengan cara seperti itu” tambah Sae Ri. Jimin dan Hye Ri terkekeh mendengar ucapan Sae Ri.

                “Mwoya? Kalaupun aku menyukai dia, aku tidak akan melakukan hal bodoh padanya!” Tae Hyung yang berusaha menghentikkan ejekan teman-temannya justru teman-temannya kini makin menjadi-jadi.

                “Ga In-ah, kalau Tae Hyung menyatakan cinta kau harus menerimanya. Aku jamin. Kau tidak akan menyesal”celetuk Jimin.

                “mwo?” Ga In tak menyangka dengan perkataan Jimin.

                “Akh.. nan jeongmal michin goya!” Tae Hyung hanya bisa memasang wajah frustasinya.

Drrt… Drrrrt… Drrrrrtt…

                Sae Ri mengecek ponselnya yang bergetar. Ada panggilan masuk dari Ibunya. Tak mau membuat Ibunya menunggu lama, Sae Ri langsung mencari tempat sunyi.

                “Yeoboseyo eomma?” sahut Sae Ri

                “Sae Ri-ah, bagaimana kamu di Seoul?” kini terdengar suara Ibunya

                “Disini menyenangkan. Bibi dan Na Rin unnie menerima ku dengan baik”

                “Syukurlah. Ibu dengar kau sudah mulai bersekolah sejak kemarin. Bagaimana? Baik-baik saja kan? Tidak ada kendala apapun kan?”

                “Sama sekali tidak ada. Murid-murid disini juga menyenangkan. Mereka semua ramah-ramah”

                “Baguslah kalau begitu. Kau sedang ada dimana sekarang?”

                “Aku sekarang ada di sekolah”

                “Akh.. Ibu menelpon mu di waktu yang tidak tepat! Ya sudah, kau belajar yang rajin juga selalu bersikap baik dengan siapa pun terutama kepada bibi mu dan Na Rin. Kau jangan sekali-kali membuat mereka marah. Ayah dan Ibu akan menjemput mu paksa jika Ibu mendapat keluhan dari bibimu”

                “Nae eomma….” Sahut Sae Ri malas

                “Kalau begitu Ibu tutup teleponnya. Bye.. Love you honey”

                “Bye, mom. Love you too”

                Sambungan telepon berakhir. Sae Ri langsung hendak kembali ke teman-temannya, di kantin. Tapi langkahnya terhenti begitu mendengar suara seorang namja yang mendekat. Sae Ri mendapati ternyata namja itu adalah ‘sunbae tampan’. Entah mengapa Sae Ri langsung bersembunyi begitu sunbae itu semakin dekat.

                “Nae, noona…” ucap sunbae itu yang rupanya sedang bertelefon dengan entah siapa.

-Sae Ri’s POV-

 

                Kini aku sedang bersembunyi di ruangan kosong. Aku juga tak tau kenapa aku bersembunyi begitu ada sunbae tampan itu.

                “Nae, noona…”

                Uh, dia sedang bertelfon dengan siapa?

                “Aku merindukan mu..”

                “……………………………….”

                “Memangnya kenapa kalau aku merindukan mu, chagi?”

                “………………………………”

                “hehehe..”

DEG!

                Apa aku tidak salah dengar sunbae itu menyebut chagi?

                “Jangan khawatir, aku akan menemui mu”

                “………………………………”

                “Nae..”

                “……………………………..”

                “Nado saranghae. Sampai bertemu lagi, chagi. ppai”

DEG!

                Lagi.. aku mendengar sunbae itu menyebut ‘chagi’. Dan.. dia berkata ‘nado saranghae’.. Apa dia barusan bertelfon dengan kekasihnya?

                Aku mengintip luar ruangan. Sudah tidak ada siapa-siapa. Sunbae itu sudah pergi rupanya. Tak mau membuang waktu, aku keluar dari ruangan itu dan.. kembali ke kantin.

-Author POV-

                “Apa-apaan ini.. Aku bahkan belum tau namanya tapi aku mendengar dia berbicara begitu mesranya di telfon. Akh… sungguh menyedihkan aku ini!” gerutu Sae Ri sambil mengacak-acak rambutnya.

                Pikirannya baru saja tenang. Tapi ia kembali dipusingkan dengan kejadian tadi. Wajahnya tampak lesu dan langkahnya yang terasa berat. Pikirannya benar-benar sedang tak karuan.

———————————-

                Seperti biasanya Sae Ri berangkat pagi-pagi. Saat hendak menuju kelas, langkahnya terhenti begitu seseorang memanggilnya.

                “Sae Ri-ah..!” pekiknya dan langsung menghampiri Sae Ri.

                “Yoongi sunbae..” sahut Sae Ri sambil tersenyum

                “Kebetulan kelas kita searah kan?”

                “Hm.. nae”

                “Baguslah kalau begitu”

                “Memangnya kenapa, sunbae?”

                “ah.. tidak apa-apa” jawabnya sambil cengengesannya.

                Sementara itu, Ga In dan Hye Ri mengawasi Sae Ri dan Yoongi dari belakang.

                “Bagaimana mereka bisa begitu akrab?” gumam Hye Ri

                “Entahlah. Aku iri melihat Sae Ri bisa akrab dengan Yoongi sunbae..” gerutu Ga In

                “Apa jangan-jangan mereka sudah saling mengenal sebelumnya?”

                “Atau jangan-jangan…” Hye Ri dan Ga In saling berpandangan sambil membelalakkan mata mereka.

                “Ah ani! Tidak mungkin!” pekik Hye Ri yang langsung diredam oleh Ga In.

                “ssstt… Sebaiknya kita tanyakan begitu kita sampai dikelas. Arrachi?” ucap Ga In yang memelankan suaranya.

                “Nae, arraseo..”

                “Sunbae, aku harus kekelas dulu. Kau sebaiknya juga sebelum seongsaenim datang” ucap Sae Ri yang menghentikan langkahnya begitu sampai di depan kelasnya.

                “Baiklah. Kalau begitu aku ke kelas dulu. Annyeong” pamit Yoongi sambil tersenyum

                “nae, annyeong” sahut Sae Ri

                Sae Ri menatap punggung Yoongi yang berjalan menjauh. Sosok Yoongi kini hilang dari pandangannya.

-Sae Ri POV-

                Punggung Yoongi sunbae sudah tak terlihat lagi begitu dia berbelok. Tak ada alasan lagi untukku berdiri didepan kelas. Aku masuk ke kelas dan langsung menuju bangku ku. Suasana kelas seperti biasa. Gaduh.

                Baru saja aku duduk, aku dikejutkan dengan Hye Ri dan Ga In yang baru datang.

                “Sae Ri-ah….” Pekik Ga In yang menarik perhatian seisi kelas.

                “Kau tadi berjalan bersama Yoongi sunbae kan?” tambah Hye Ri. Suasana hening seketika. Kini pandangan tertuju kepada ku seolah-olah penasaran dengan apa yang akan aku jawab. Tunggu! Bagaimana mereka bisa tau?

                “Nae..” jawab ku sambil mengangguk.

                “Bagaimana Yoongi sunbae mengenalmu?” kini Jimin yang mengeluarkan pertanyaannya.

                “Ceritanya panjang…” sahutku. Entah kenapa semua murid dikelas menggerubungi bangku ku.

                “Hei, what the hell are you doing?” gerutuku. Mereka membuatku merasa tidak nyaman. Mereka benar-benar.. berlebihan!

                “Sae Ri-ah, kau ceritakan saja” timpal Tae Hyung

                “Nae..!” semua murid menyahut ucapan Tae Hyung. Sepertinya tidak ada yang di pihakku… Baiklah, ini semua karena kalian berdua, SONG HYE RI.. LEE GA IN! mereka benar-benar…

                Aku mendengus pasrah. “Alright.. alright.. Jadi kemarin aku sehabis bertelfon dengan ibu ku. Aku hendak kembali ke kantin, tapi tiba-tiba….”

BRUK!!

                Seseorang menabrak  Sae Ri cukup keras hingga terjatuh. Sae Ri hanya meringis kesakitan karena badannya terasa ngilu.

                “Kau tidak apa-apa?” terdengar suara seorang namja.

                Sae Ri mendongakkan kepala. Kini tampak seorang namja bermata sipit dengan nametag ‘Min Yoon Gi’yang terpasang di jas almamaternya. Sae Ri bisa memastikan kalau dia adalah seorang sunbae. Dia mengulurkan tangannya. Sae Ri meraih tangannya dan langsung membantu Sae Ri berdiri

                “Apa kau tidak apa-apa?” Tanyanya cemas

                “Aku tidak apa-apa”

                “Mian. Aku sedang terburu-buru. Aku benar-benar tidak menyadari ada orang”

                “Ah.. tidak apa-apa, sunbae. Aku juga tidak memperhatikan jalan”

                Sae Ri merogoh saku jas almamaternya. Ia merasa kehilangan sesuatu.

                “Apa kau kehilangan sesuatu?”

                “Ponselku..”

                Yoongi melihat sekeliling. Matanya menangkap suatu benda yang tergeletak di lantai. Langsung ia ambil benda tersebut. Sebuah ponsel ternyata.

                “Apa ini milikmu?” Yoongi menunjukkan ponsel itu ke Sae Ri

                “Ah iya” Sae Ri meraih ponselnya dari tangan Yoongie. Wajahnya berubah seketika begitu  melihat keadaan ponselnya dengan retakkan di bagian layar ponsel.

                “oh.. no…” gumamnya  kecewa

                “Ponselmu pasti terbanting..”  Yoongi merasa sangat bersalah. Kalau saja dia lebih berhati-hati, kejadian seperti ini tidak akan terjadi.

                “Aku rasa begitu..”

                “Kalau begitu aku akan mengganti ponselmu”

                “Nae? Ah.. sunbae tidak perlu mengganti ponselku. Lagian ini juga kecerobohanku” Sae Ri merasa tidak enak. Karena akan membebani jika Yoongi mengganti ponselnya.

                “Ani. Aku yang menabrakmu. Jadi aku harus bertanggung jawab”

                “Begini saja, untuk jaminan kita tukar ponsel dulu” tambahnya

                “Tukar ponsel?” Sae Ri tak mengerti dengan ucapan Yoongi.

                “Nae. Sepulang sekolah aku akan menghubungimu” Yoongi meraih ponsel Sae Ri dan menyerahkan ponselnya ke Sae Ri.

                “Tapi ini…..”

                “Kau tenang saja. Aku benar-benar akan mengganti ponselmu. Maaf, aku harus pergi sekarang. Annyeong..” Yoongi langsung lari meninggalkan Sae Ri yang masih mematung.

                Jam sekolah telah usai. Sae Ri hendak keluar untuk pulang. Tiba-tiba ada panggilan masuk ke ponsel Yoongi. Awalnya ia ragu untuk mengangkat panggilan tersebut mengingat ponsel yang ada ditangannya itu bukan miliknya. Mau tidak mau Sae Ri harus mengangkat panggilan tersebut.

                “Yeoboseyo…” ucap Sae Ri dengan hati-hati.

                “Ini aku yang tadi menabrak mu. Kau masih ingat kan?” sahutnya

                “Nae..”

                “Kau kemari lah. Aku tunggu kau di depan gerbang”

                “Nae.  Aku akan kesana”

                “Baiklah, aku tunggu”

#Flash Back End

 

                “Jadi Yoongi sunbae benar-benar membelikan mu ponsel baru?” tanya Jimin

                “Nae” jawabku sambil mengangguk

                “Jinjja? Seperti apa ponselnya” Tanya Ga In. Aku menunjukkan ponsel yang di berikan Yoongi sunbae.

                “Apa kalian saling bertukar nomer ponsel?” kini giliran Hye Ri yang bertanya. Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaannya.

                “Ah.. aku benar-benar iri!” gerutu Seo Bin yang sedari tadi ikut bergabung.

                “Apa yang sedang Sae Ri bicarakan?” seseorang betanya ke Tae Hyung.

                “Aku malas menjelaskan. Kau dengarkan saja” jawab Tae Hyung malas tanpa menoleh asal suara.

                “Jadi begitu, mengacuhkan guru kalian hanya karena obrolan kalian?” pekik Jang ssaem yang sudah berada di gerombolan.

                Sontak aku dan lainnya terkejut dan langsung membubarkan gerombolan lalu duduk di bangku masing-masing. Jang ssaem hanya mendengus kesal dengan tingkah murid-muridnya.

                Tak seperti biasanya, tiba-tiba sekolah memulangkan ku lebih awal. Jang ssaem bilang kalau sekolah mendapat permohonan ijin dari bibi agar aku pulang lebih awal. Aku benar-benar tidak tau kenapa. Ini sangat mendadak.

                Sampai di rumah bibi, aku melihat bibi dan Na Rin unnie tengah sibuk. Tunggu… bukankah Na Rin unnie seharusnya kuliah? Tapi kenapa dia juga ada dirumah?

                “Kau sudah sampai?” Tanya bibi begitu melihatku tengah berdiri di ambang pintu. Aku hanya bergumam.

                “Kau sebaiknya bersiap-siaplah. Karena akan ada yang datang” ucap bibi

                “Siapa? Apa orangnya begitu spesial? Sampai-sampai bibi dan Na Rin unnie tampak begitu sibuk”

                “Bisa dibilang begitu. Tunangan Na Rin dan keluarganya akan datang. Kalau begitu bibi berberes-beres dulu. Oh iya. Bibi juga minta maaf karena meminta mu untuk pulang lebih awal”

                “Nae. Tidak apa-apa, bibi..” sahut ku

                Tunggu..! apa tadi bibi bilang tunangan Na Rin unnie? Apa pria yang di foto itu tunangan Na Rin unnie? Pria yang sangat mirip dengan sunbae tampan itu?

 

 

TO BE CONTINUED

About fanfictionside

just me

12 thoughts on “FF/ THIS HEART THAT I GAVE TO YOU/ BTS-bangtan/ pt.2

  1. waahh!! sapa tuh!? penasran.. lanjut thorr~ ^o^

    oh!! matta~ thor.. saeri d’psangin sama yoongi oppa aja deh ya??! *puppy eyes ^^ ‘-‘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s