FF/ GIRL, WHO ARE YOU?/ BTS-bangtan/ pt. 2


Title                : “Girl, Who Are You?” [Part 2]

Author            : intan @sena_kuki

Main Cast       : Han Se Na (OC) , Jeon Jeongkook

Support Cast: BTS Member, etc (cameo Bam Bam GOT7)

Rating             :  T (16+)

Genre              : Romance, comedy, Music etc

Diration          : 13pages

 Girl, Who Are You [Poster]

***

 

Jungkook terdiam sebentar menatap bam bam GOT7 yang telah duduk dihadapannya. Jungkook hyung.? Panggilan itu membuat jungkook sedikit kesal, bagaimana mungkin tidak kesal padahal jungkook lebih muda 4bulan darinya. Jungkook hanya memendam dalam hati kekesalannya tersebut, karena bagaimanapun juga jungkook lebih kecil dari pada bam bam walaupun bam bam adalah hookbaenya ketika sudah berada di dunia entertaint.

Bam bam dan jungkook sering bertemu ketika diacara music akhir-akhir ini, ditambah lagi mereka yang sekarang satu sekolah dan satu kelas membuat hubungan mereka semakin dekat menjadi sepasang teman lelaki.

 

“jungkook hyung, kenapa kau bersikap seperti itu pada sena nuna.? Kau harus memperlakukannya dengan sopan..” canda bam bam dengan senyuman khasnya.

“nde.? Waeyo.? Aahh.. kau seagensi dengannya, jadi kau berteman dengannya begitu?”

“hhmm.. tidak juga..” ucap bam bam santai sambil menggelengkan kepalanya.

“lalu apa kau marah aku memperlakukannya seperti itu, apa.. APA KAU MENYUKAINYA.?” Tanya jungkook penasaran sambil membulatkan matanya.

“hyung, aku tidak sepertimu yang menyukai nuna-nuna, aku lebih suka dipanggil oppa..” ucap bam bam sedikit menaikkan kepalanya.

 

 “yya.. apa karena kau dipanggil hyung olehku maka kau benar benar ingin bertindak seperti orang dewasa.? Yya jungkook hyung mulai sekarang kau memanggilnya nuna arra.!”

“apa kau mengatakan sena lebih tua darimu.? Bahkan dia lebih tua darimu.?”

“hhmm sebenarnya sena nuna lebih tua 1 bulan HAHAHA, dia tidak suka dipanggil nuna jadi aku hanya memanggilnya sena-ya, sena-ssi, babo sena…” ujar bam bam bersemangat menceritakan kebiasaannya pada sena.

“tadi pagi sena mengatakan bahwa aku lebih tua darinya, bahkan dia memanggilku dengan panggilan sunbaenim..” ujar jungkook bingung.

“apa kau yakin dia yang mengatakannya.? Aku mengenal sena lebih lama, dia terlalu tertutup dengan kepribadiannya.. bukankah dia terlihat keren.? Perfect and cool girl..” bam bam mengacungkan jempolnya pada jungkook sambil tersenyum memicingkan sebelah matanya.

 

Jungkook terdiam mengingat pembicaraannya tadi pagi dengan sena, memang sena tidak pernah memperkenalkan tanggal kelahirannya, hanya jungkook yang menebak bahwa dia lebih tua satu tahun dari pada sena.

 

“Woaahh.. daebak, jadi orang seperti apa sena itu.?” Tanya jungkook penasaran kepada bam bam.

 

***

 

Dikelas mandiri jungkook dengan malasnya membaca buku, jungkook hanya membaca sekilas kemudian menggarisi bagian-bagian penting dengan stabilo merahnya. Kebosanan jungkoook semakin memuncak ketika melihat sena yang dengan tenang mengerjakan soal MTK.

 

 “yya.. jadi otak kanan mu akan cepat bekerja jika kau sedang resah, dan otak kirimu akan bekerja jika kau sedang tenang.?” Tanya jungkook dengan ekspresi kesal yang tertahankan.

 

Sena berhenti menulis menghadap kedepan untuk berfikir sejenak kemudian memandang jungkook yang berada disampingnya.

“mungkin..” sena mengangguk dengan pasti. Jungkook terdiam dengan respon jawaban singkat dari sena.

 

“babo SENA!! Ayo latihan.!! Kenapa kau tidak ingin latihan.? Apa suaramu sangat jelek.? Kalau begitu aku tidak mau berduet denganmu…”

Sena berhenti menulis, bersikap seperti apa yang dilakukannya tadi berfikir sebentar kemudian menatap jungkook.

“kufikir begitu..” sena kembali melanjutkan aktifitasnya tanpa melihat muka merah jungkook karena saking kesalnya.

Jungkook berfikir sebentar, jungkook mengingat perkataan bam bam tentang sena tadi siang padanya.

 

“Han Se Na sepupu bae suzy dan teman dekat Yoo Seung Woo SuperstarK. Dia orang yang sangat tertutup dengan masalah pribadinya, hanya SeungWoo dan suzy sunbaenim yang bisa mendengar curahan hati sena. SeNa dia kurang suka dipanggil nuna, dia akan kesal jika dipanggil nuna oleh seseorang yang memiliki tahun kelahiran sama. Sepertiku, aku terus memanggilnya nuna saat trinee, dan ketika dia sudah kesal dia membantingku kelantai. Kurasa dia anak judo ketika SD atau SMP dulu. Aku sangat trauma..”

 

Terlihat senyuman evil menghiasi wajah jungkook, jungkok mengeluarkan ponselnya mengambil selca dengan senyuman khasnya.

“SeNa nuna… johayo.. “

 

Sena langsung menatap kearah jungkook tidak percaya dengan ucapan jungkook, johayo.? Dia menyukaiku.? pikir sena.

 

Led flash camera menyadarkan sena dari tatapan terkejutnya pada jungkook dan menatap kesumber cahaya itu, jungkook.? Namja itu mempermainkannya dan mengambil selca dengannya tanpa seizinnya.

Sena memukul pundak jungkook dan berusaha merebut ponsel jungkook yang berada ditangannya, jungkook menghindari sena dengan terus mengangkat tangannya tinggi-tinggi dengan posisi masih duuduk dikursi. Jungkook tertawa remeh pada sena dan kali ini sena yang dibuat kesal oleh jungkook.

 

“yya.. kau mencuri foto ku, hapus foto itu sebelum aku benar-benar marah dan membantingmu..” ujar sena geram.

“banting saja, kau tidak tau dulu aku adalah anak karate, aku bisa mematahkan tanganmu SeNa nuna..” ucap jungkook usil dengan panggilan nuna tersebut.

“nuna.?”

“nde, waeyo.? Bukankah nuna lebih tua 6 bulan dariku..” jelas jungkook masih dengan posisinya yang melindungi ponselnya tinggi-tinggi agar tidak diambil oleh sena.

“itu hanya 6bulan, seharusnya kau bersyukur kuizinkan kau berbicara formal padaku jungkook-ssi..” ujar sena yang sudah kesal lalu dengan masih posisi duduk berusaha meraih ponsel jungkook.

“woaah.. nuna kau terlihat cantik dari dekat..” ucap jungkook sambil menatap wajah sena yang memang dekat dengan wajahnya hanya berjarak satu jengkal dari mata jungkook.

 

Sena sedikit malu dengan pujian jungkook, senapun beralih langsung berdiri untuk mengambil ponsel jungkook. Karena jungkook yang masih terpesona dengan kecantikan sena, jungkook terkejut ketika sena berhasil menyentuh ponselnya.

Kejadian tidak terdugapun terjadi, jungkook jatuh dari kursinya kelantai kelas. Sena yang berusaha menahan jungkook pun ikut terjatuh dengan posisi menghimpitjungkook dan kini sama-sama memegang ponsel jungkook.

 

Jungkook masih bertahan dengan posisi tangannya yang naik seperti patung liberty yang tergeletak dilantai diikuti oleh sena. Jungkook dan sena saling memejamkan matannya, bagaimana tidak, terjatuh seperti itu tentu sangat mengejutkan bagi mereka.

 

Jungkook membuka mataya karena merasakan sesuatu yang kenyal dan terasa seperti buah strauwberry tengah menghimpit bibirnya. Dan benar saja sena tidak sengaja mencium bibir jungkook yang terjatuh itu.

Detak jantung jungkook tidak terkendali, tiba-tiba waktu terhenti. Semua hal disekeliling jungkook berubah menjadi hutan tropis yang sunyi, Hanya ada suara jangkrik musim panas dan cahaya matahari yang berusaha masuk disela-sela pepohonan.

 

Wanita yang tengah mencium jungkook perlahan lahan membuka matanya. Wanita itu membulatkan matanya terlihat pipinya sangat memerah seperti orang kedinginan dimusim dingin. Beberapa kunang-kunang datang menghampiri jungkook dan sena. sena mengangkat kepalanya sedikit dengan masih menatap jungkook tidak percaya.

Dari pandangan jungkook terlihat sena memakai gaun berwarna merah. Sena berusaha bangkit dari tubuh jungkook. Rambut halus sena yang tergerai mulai menyentuh wajah jungkook membuatnya mengerjab-ngerjabkan matanya. Jungkook tersadar dengan bayangannya. Sena langsung duduk dan menutupi wajahnya yang memerah menghadap kearah lain. Sedangkan jungkook yang baru sadar segera juga duduk dan menghadap kearah lain sambil mengelus-elus dadanya yang masih berdetak kencang.

 

Jungkook merilekskan dirinya menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menatap sena yang membelakangi jungkook sambil memegang pipinya.

 

Drrt.. drrtt.. terdengar getaran hp dari meja. Dan itu adalah panggilkan terlfon dari ponsel sena. Sena berdiri tanpa memandang jungkook yang masih duduk menumpukan badannya dengan kedua tangannya dilantai sambil menegakkan sebelah kakinya.

“nde, aku akan pergi sekarang..” sena menutup panggilannya dan merapikan buku-bukunya kedalam tas. Tanpa mempedulikan jungkook sena melangkah pergi meninggalkan kursinya.

Jungkook yang tidak mau mengangkat kepalanya menatap kepergian sena, berusaha melirik sena dari sudut matanya. Jungkook terlihat sedikit kecewa karena sena pergi begitu saja. Jungkook mengambil ponselnya yang tergelatak begitu saja dilantai dan langsung memasukkannya kedalam saku almamater kuning nya.

 

Jungkook berdiri dari dudukannya dilantai. Jantung jungkook kembali berdetak semakin kencang melihat sena yang ternyata masih berdiri disana, dan sekarang dengan wajah datarnya menatap jungkook.

 

“Aku sangat sibuk, jika kau ada perlu kau hanya perlu menghubungiku. Dan yang tadi itu, itu hanya kecelakaan kuharap kau tau itu dan jangan mengulangi hal seperti itu lagi.” Sena langsung pergi tanpa mendengar balasan ucapan dari jungkook.

 

Setelah melihat sena yang sudah keluar dari pintu kelas. Jungkook langsung menghempaskan badannya dikursi. Jungkook terdiam tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan. Jungkook memegang bibir nya. Firs kiss? Atau accident kiss? Pikir jungkook dalam hati. Jantung jungkook masih berdetak kencang. Bel sekolah menyadarkan jungkook dari lamunannya. Jungkookpun mengemasi barang-barangnya untuk pulang.

 

***

 

BTS member terlihat sedang berada diruang latihan, jimin dan jungkook yang dikenal paling rajin latihan kini terlihat sedang malas-malasan.

J-Hope menegur jungkook yang sedang melamun sambil merebahkan dirinya dilantai bersama jimin.

“magnae.? Sesuatu terjadi disekolah.?” Pertanyaan J-Hope menyadarkan lamunan jungkook yang mentap kelangit-langit ruangan.

Jimin yang berada disampingnya ikut mentap jungkook menunggu jawaban.

“aniyo hyung..” ujar jungkook biasa.

SUGA yang sedang menatap wajahnya di cermin besar room practice tersebut berdecak kasihan pada magnae mereka.

“dancer sudah merasakan sakit pada tubuhnya, jadi sekarang mereka hanya bisa berbaring dilantai..” ujar suga asal sambil bertegak pinggang menatap jimin dan jungkook yang tergeletak tak berdaya dilantai.

 

“hyung.. tolong foto kami bertiga…” hoseok ikut berbaring dan memasang pose dilantai bersama jimin dan jungkook.

“aku harus menguploadnya ke twitter kan.?” Tanya suga sambil mengeluarkan ponsel dari saku hoodienya.

“ahh.. aku lupa mencas batraiku..” ujar suga kemudian berjalan kesebuah meja yang ada beberapa ponsel disana. Suga mengambil asal ponsel yang ada diatas meja tersebut.

Ketiga dancer bangtan sudah bersiap-siap untuk difoto kecuali jungkook yang pikirannya masih melayang-layang karena memikirkan kejadian tadi siang.

 

“ige mwol….” Ujar suga dengan mata bulat dan menutup mulutnya karena terkejut. V yang datang dari toiletpun melihat ekspresi terkejut suga membuatnya penasaran dan ikut melihat apa yang dilihat oleh suga.

 

“hyung.. apa yang kau lihat cepat foto kami..” ucap jimin tidak sabar.

“yya magnae, jadi ini yang kau lakukan disekolah.?” Tanya V memastikan dengan tampangnya yang sekarang terlihat serius.

 

Jungkook yang bingung dengan tatapann para hyung nya pun bangkit dari baringannya, tapi dengan malas jungkook masih duduk dan menopang tubuhnya dengan kedua tangannya yang menahan lantai sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Bangtan member kecuali jungkook tentunya, penasaran ikut melihat ponsel jungkook. Semua member menatap jungkook tidak percaya.

“daebak.. aku yang paling tua bahkan tidak pernah merasakan itu..” gumam jin tidak percaya menatap jungkook.

 

“hyung, itu hanya photo biasa.. aku hanya ingin berfoto dengannya, dia teman sebangkuku..” jelas jungkook santai.

“mwo.? Kau bilang mencium gadis itu biasa.??” Ucap jimin tidak percaya diiringi tatapan semua member yang juga heran menatap magnae mereka yang seperti pria playboy.

 

Jungkook tidak percaya, jungkook bangkit dari duduknya dan merebut ponsel nya.

Terlihatlah foto kecelakaan tadi siang disekolah. Jika dilihat dengan posisi ponsel yang tegak terlihat jungkook yang mencium sena, padahal kejadian sebenarnya bukan seperti itu.

 

Kenapa ini bisa terfoto gumam jungkook tidak percaya. Bagaimanapun jungkook menjelaskan kalau ini hanya kesalahpahaman dan ini adalah kecelakaan, hyungnya tetap tidak percaya pada jungkook Karena jawaban pertama jungkook itu adalah foto biasa membuat para hyungnya berfikir kalau jungkook yang polos sudah berubah.

 

Jungkook tidak pernah berniat mengambil foto ini, ini tidak sengaja tefoto ketika mereka terjatuh dan sama-sama menyentuh ponsel itu. setelah panjang lebar jungkook menjelaskan kejadian tersebut akhirnya Bangtan Member bisa juga menerima penjelasan jungkook tapi sang leader yang bijak memberikan syarat kepada jungkook bahwa dia harus membawa teman sebangkunya itu kedorm.

 

Rap-monster beralasan bahwa dia juga ingin mendengarkan penjelasan langsung dari teman sebangku magnae mereka itu. Sanggub tidak sanggub jungkook harus menyanggupi permintaan sang leader. Itulah resiko magnae, tidak bisa membantah perintah para hyungnya. Jungkook hanya menghela nafas panjangnya dan pergi kekamarnya untuk tidur Karena sudah pukul 01.30AM sekarang.

 

Jungkook berusaha memejamkan matanya untuk tidur, namun kejadian tadi siang terus terbayang-bayang dipikirannya. Setelah berguling kesana kemari akhirnya jungkook tertidur juga.

 

***

 

Jungkook terlihat sedang berdiri didepan gerbang sekolah, menunggu kehadiran seseorang. Menunggu sena tepatnya, gadis yang telah mencuri ciuman pertamanya. Orang yang ditunggu tidak juga muncul padahal jungkook sudah menunggu dari pagi buta tadi.

Jungkook memutuskan untuk meninggalkan gerbang dan berjalan dengan pelan sambil terus menghadap kebelakang kalau-kalau ada sena dibelakangnya, namun sena tetap tidak ada membuat jungkook heran. Biasanya gadis itu sudah datang dipagi hari.

Jungkook memasuki kelasnya dan sudah mendapati bam bam yang duduk dikursi sena atau tepatnya duduk dikursi yang bersebelahan dengan jungkook. Dengan heran jungkook mendatangi bam bam.

 

“yyya.!! Kenapa kau duduk disini.? Aku tidak mengizinkanmu..” jungkook dengan santainya merebut tas bam bam dan memindahkannya kedepan agar bam bam segera beranjak dari tempat duduk itu.

 

“wae.?” Tanya bam bam heran.

“ini tempat duduk sena, aku hanya duduk dengannya..”

“apa kau mulai menyukainya.?”

“mwo.?”

“sayang sekali kau terlambat, kudengar dia sudah di china..”

“mwo.?” Tanya jungkook tidak percaya.

“woaahh.. kau benar menyukainya..??” Tanya bam bam penasaran.

“hyung.. apa kau mempermainkanku..?”

“yya..!! kau harusnya bersyukur kuuizinkan berbicara formal padaku, aiishh..” bam bam beranjak dari kursi sena, berjalan menuju tempat duduknya, tidak lupa bam bam memukul pelan pundak jungkook, seakan membuat jungkook tabah dengan kekesalan yang dibuat oleh bam bam di pagi hari.

 

Jungkook terdiam tidak percaya apa yang dia pikirkan saat ini. Menyukai sena.? gila.. dia bukan type idealku. Jungkook menoleh kearah bam bam yang tersenyum geli menatap jungkook. Apa dia menyimpulkan kalau aku benar-benar menyukai gadis itu.? pikir jungkook lagi.

 

Saat jam olah raga jungkook sudah banyak mengeluarkan keringatnya untuk bermain basket dan terduduk dengan letihnya ditepi lapangan basket sambil meneguk minuman botolnya. Terasa hampa tanpa melihat gadis itu hari ini, pikir jungkook.

Tapi jungkook langsung menyangkalnya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya yang berkeringat itu. Saking asiknya meluruhkan keringat dirambut kemerahannya itu, jungkook tidak sadar bam bam menghampirinya dan menyiramkan air botol itu kekepala jungkook. Membuat jungkook semakin kesal dengan pembullyan bam bam yang sempurna dihari ini padanya.

 

Bam bam memamerkan senyum jahilnya pada jungkook, jungkook hanya mendengus pelan pasrah dengan nasibnya sebagai orang yang lebih kecil disini dan saat ini. Bam bam terus menggoda jungkook, namun jungkook hanya diam dengan perlakuan usil bam bam. Ketika sudah selesai dengan keusilannya giliran jungkook yang bertanya pada bam bam.

“hyung, apa dia benar-benar di china.? bagaimana dengan sekolah.?” Tanya jungkook ragu.

“hmm.. dia sekolah di china sekarang” ucap bam bam asal, namun jungkook yang polos tetap menaggapinya dengan serius.

“dia tidak akan sekolah disini, dan tinggal di china selamanya, lalu dia ditendang dari perusahaan..” bam bam bediri kemudian mempraktekan gaya menendang didepan jungkook.

Jungkook kembali mendengus menahan emosi pada bam bam yang terus tidak bisa serius padanya. Melihat wajah jungkook yang kesal akhirnya bam bam luluh juga dan berjongkok dihadapan jungkook.

 

“geokjeonghajima, your nuna akan menjadi gadis cantik hari ini, profilnya sebentar lagi akan keluar di situs JYP..” ucap bam bam kali ini dengan wajah serius membuat jungkook bingung apa harus mempercayai ucapan bam bam kali ini.

 

Dilain hal jungkook memikirkan masalah ujian vocalnya, ujian vocal dimana ia menyanyi duet dengan sena. Jangankan untuk latihan, mereka bahkan belum memilih lagu duet yang akan dinyanyikan itu. Setelah bam bam pergi ketoilet untuk membersihkan badannya dari keringat. Jungkook melihat telapak tangan kirinya yang dibaluti oleh plester coklat.

 

Jungkook membuka plester tersebut dan terlihatlah nomor ponsel sena yang ditulis oleh sena kemaren dikantin. Ternyata jungkook tidak mencuci tangannya setelah menyimpan nomor ponsel sena.

 

“aku benar-benar sudah gila.. girl, who are you.? Why my heart beat so fast with you.?” gumam jungkook pelan dengan wajah frustasi

 

To be continued..

 

**(banyak yang koment di part 1 tentang masalah umur bam bam, itu emang aku sengaja, soalnya aku bikin karakter bam bam itu orang yang ngeselin hehe..~~^^

Juga , aku ga tau kalau upacara penerimaan siswa baru di sopa itu 3 maret, di ff ini aku bikin February, tapi anggab aja itu February hehe..

 

Bonus**)

Preview next part :

 

Seorang gadis dengan dress merah mewahnya dan high heels hitam terus berlari dari gerbang sekolah hingga memasuki perkarangan SOPA.

 

Jungkook yang berdiri dipanggung audiotorium terpesona dengan penampilan gadis didepannya. Pikiran jungkook melayang, gadis didepannya berubah menjadi gadis kecil dengan pipi chubby dan rambut hitam panjangnya yang terurai.

Beberapa murid SOPA yang menunggu pertunjukan jungkook dan sena menatap dengan ekspresi yang sama dengan jungkook pada yeoja itu.

 

“nunmuri ireokke heulleonaerimyeon akkideon nae jageun chueogdeulmajeodo eojjeol jul molla..

neomu apaseo seoro nohajugil yagsoghaetjiman..

jasin eobseul ttae, gakkeum sumsorirado deullyeojugil~~”

 

“tentu aku menyukainya, wanita mana yang tidak menyukai namja seperti itu.. wajah korea membosankan bagiku..” yeoja dengan dress merah itu meninggalkan jungkook yang menghampirinya diloker.

 

Jungkook menarik tangan yeoja itu dan membalikkan badannya dengan kuat dideretan loker berwarna hijau itu.

“nuna…” mata jungkook memerah menahan air mata.

About fanfictionside

just me

18 thoughts on “FF/ GIRL, WHO ARE YOU?/ BTS-bangtan/ pt. 2

  1. Ahh bambam jungkook, kalian berdua unyu sekali😀 Nghahaha dongsaeng dongsaeng, thor jgn lama” ya cepet dilanjutin lg😀

  2. Jung kook nya suka yah, sama Sena, sepertinya iya. Sampai-sampai jung kook nya nahan air mata ;-(.
    I Will waiting for next chapter.😀

  3. dede jungkook~~ apa yang kau lakukan?? bukannya belajar malah ngelakuin *kecelakaan* ketauan pula sama hyungdeul nya kkk~ dasar golden maknae~~!! next next next!!^^

  4. Halo sena sunbae-nim^^ Maaf aku baru comment ff mu. Aku suka ceritanya. Preview-annya kelihatannya bikin nyesek perasaan. Next-nya jangan lama-lama yaa🙂

  5. jadi sena akhirnya mau debut?wah selamat!
    jangan bilang yang sena maksud itu bambam(preview loh)
    aku ga setuju,bambam jadi orang yg ngeselin,pokoknya ga setuju dia kan lucu,hehehe

  6. jadi sena akhirnya mau debut?wah selamat!
    jangan bilang yang sena maksud itu bambam(preview loh)
    aku ga setuju bambam jadi orang yg ngeselin,pokoknya ga setuju dia kan lucu,hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s