FF/ KISS ADDICT/ BTS-bangtan/pt.3


Tittle                : Kiss Addict [Chapter 3]

Author             : Honeyaa

Casts               : Lee Yoonrae (OC), Min Yoongi, and others

Leght               : Multichapter

Genre              : Romance

Rating             : PG 17

 

 2131_370b_600

 

***

 

 

 

Yoonrae POV

 

 

 

Aku mengantuk sekali pagi ini. Aku baru bisa terlelap pada pukul tiga pagi. Bayang-bayang Yoongi sunbae selalu datang ketika aku mulai memejamkan mata.

 

Kembali ku ingat ciuman kami semalam. Masih terbekas jelas sensasi yang ia berikan ketika bibir kami bersentuhan. Ku acak rambutku kasar. Aku benar-benar bisa gila karena ini. Lebih baik aku segera mencuci muka dan menyikat gigi.

 

Yeonmi masih tertidur di sebelahku, begitu juga teman-teman yang lain. Pantas saja mereka belum bangun. Ini masih pukul lima lebih tiga puluh menit. Sepertinya aku bangun terlalu pagi.

 

Ku buka tendaku dan melangkah keluar. Udara pagi ini sejuk sekali. Ku hirup udara sebanyak-banyaknya untuk mengisi paru-paruku. Sejak semalam aku tak bisa merasakan udara seperti ini gara-gara ulah Yoongi sunbae. Ck, mengapa aku malah memikirkannya lagi?

 

Mataku mengedar ke sekeliling lapangan. Suasana masih sepi. Mungkin siswa yang lain juga belum terbangun dari tidurnya.

 

Pandanganku semakin menajam ketika sampai pada sebuah bangku di dekat lapangan yang menjadi saksi bisu kami semalam. Ada seseorang yang duduk disana, dan itu adalah Yoongi sunbae.

 

Ia sedang memejamkan mata sambil mendengarkan lagu yang keluar dari earphone di telinganya. Rasa hangat kembali menjalar di sekitar pipiku. Aku harus segera pergi dari sini sebelum dia melihatku.

 

Aku berlari menuju toilet dengan degup jantung yang tak beraturan. Ku pandangi bayangan wajahku di cermin. Kakiku melompat-lompat tak jelas sedari tadi.

 

”Tenangkan dirimu Yoonrae,” ujarku pada diri sendiri. Aku segera mencuci muka dan menggosok gigi. Kembali ku pandangi diriku di cermin. Rasanya lebih segar sekarang.

 

Setelah ini aku akan beres-beres dan membantu teman-teman merapikan tenda. Pukul delapan nanti kami sudah diperbolehkan pulang.

 

Secepatnya aku keluar dari toilet dan kembali ke tenda. Ternyata Yeonmi dan yang lainnya sudah bangun. Kami sepakat untuk segera berberes.

 

”Ah, sikat dan pasta gigiku tertinggal di toilet. Yeonmi-ya, aku ke toilet sebentar ya. Ada sesuatu yang tertinggal,” seruku pada Yeonmi. ”Jangan terlalu lama. Kita masih harus merapikan tenda,” balas Yeonmi.

 

 

 

***

 

 

 

 

Aku berjalan menuju toilet. Telingaku mendengar seseorang sedang memantulkan bola basket dari dalam ruang olahraga. Siapa orang yang mau bermain basket sepagi ini?

 

Karena penasaran aku masuk ke dalam ruang olahraga. Baru tiga langkah aku melewati pintu, sebuah bola basket menggelinding dan berhenti tepat di depan kakiku.

 

Ku tundukkan tubuhku untuk mengambilnya. Aku mendengar derap langkah kaki medekat. Sepertinya ia pemilik bola ini dan ingin mengambilnya.

 

Ku tegakkan tubuhku kembali. Orang itu sudah berdiri tepat di hadapanku. Hei, sepertinya aku mengenal aroma cologne ini.

 

Seperti cologne siapa ya? Ah aku ingat. Aromanya seperti milik Yoongi sunbae. Ternyata dia.

 

Tunggu…. siapa tadi? Yoo..Yoongi..i sunbae? APA??????

 

Tubuhku menegang setelah mengenali siapa pemilik bola ini. Aku tak berani mendongakkan wajahku ke atas. Tanganku masih memegang bola yang ku ambil tadi.

 

Satu langkah. Ia perlahan medekat. Aku berjalan ke belakang tanpa mengalihkan pandangan mataku.

 

Dua langkah. Aku kembali memundurkan tubuhku.

 

Tiga langkah.

 

Mati kau Yoonrae.

 

Aku tak bisa memundurkan tubuhku lagi. Punggungku sudah menempel pada pintu ruangan ini.

 

Ia kembali mendekat. Aku semakin mengeratkan peganganku pada bola ini. Tangan kanannya mengangkat daguku pelan agar aku memandang wajahnya.

 

Matanya yang sipit menatapku tajam. Kulitnya putih pucat. Ia menarik salah satu sudut bibirnya. Wajahnya perlahan mendekat ke wajahku. Tangan kirinya beralih ke tengkukku.

 

Ia mendekatkan telingaku ke samping bibirnya. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat di sekitar telingaku.

 

”Selamat pagi, Yoonrae.”

 

Dia berbisik pelan namun aku masih bisa mendengar kata-katanya. Darahku tiba-tiba mengalir lebih cepat. Ia segera menjauhkan telingaku dari bibirnya.

 

Tubuh kami masih berdekatan. Dengan gerakan yang cepat ia memberi kecupan singkat pada bibirku.

 

Pikiranku tiba-tiba kosong. Aku masih memandang wajahnya. Aku terlalu terkejut dengan kecupannya.

 

Tubuhku tak bisa bergerak. Otakku tak bisa ku ajak berpikir.

 

”Hei Yoonrae, bisakah kau kembalikan bola itu padaku?”

 

Aku mendengar permintaannya. Tapi tubuhku tak ingin digerakkan sedikitpun. Mataku masih memandang lurus padanya. Mungkin karena aku terlalu terkejut dengan perbuatannya.

 

Peganganku kembali mengerat pada bola ini. Tenggorokanku rasanya kering. Mulutku tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

 

Ia kembali memberiku satu kecupan singkat di bibir. Aku masih belum tersadar. Tanganku masih memegang erat bola basketnya.

 

Dua kecupan, dan aku masih belum sadar. Tiga kecupan, dan sepertinya aku akan kehilangan kesadaranku.

 

Akhirnya aku tersadar ketika ia kembali mengecupku disertai ciuman yang dalam namun singkat.

 

”Yak sunbae! Mengapa kau menciumku terus menerus sejak tadi?” bentakku gelagapan padanya. Ia tiba-tiba tersenyum manis padaku. ”Yak! Mengapa kau malah tersenyum sunbae?” kilahku tak terima.

 

Jujur saja, senyumannya tadi membuatku salang tingkah. Aku tak tau apa yang harus ku lakukan.

 

”Itu caraku untuk menyadarkanmu. Aku sudah meminta bolaku daritadi, tapi kau tak kunjung memberikannya,” balasnya dengan muka polos. ”Setidaknya tidak dengan cara seperti itu sunbae!” timpalku tak terima sambil mengerucutkan bibir.

 

”Hei bukankah aku pernah bilang padamu jika aku akan menciummu setiap kita berjumpa? Aku tidak main-main dengan ucapanku,” ujarnya sembari tersenyum miring.

 

Ku berikan bola ini kepadanya dan segera keluar meninggalkan ruangan ini. Dia benar-benar menjengkelkan.

 

Tapi kenapa pintunya tak bisa terbuka? Padahal pintu ini terkunci dari dalam. Seharusnya ada kuncinya di sekitar sini.

 

”Kau ingin keluar?” tanyanya padaku. Ku balikkan tubuhku mengahadapnya. Ternyata kunci pintu ini ada padanya. Sial. Dia pasti mengunci dan mengambilnya saat menciumku tadi.

 

”Yak sunbae! Berikan kunci itu padaku. Aku ingin keluar sekarang juga!” pintaku kesal padanya.

 

”Tidak mau.”

 

”Yak sunbae! Berikan kunci itu atau aku akan….” kata-kataku terputus seketika.

 

”Atau apa huh?”

 

Dia kembali mendekat padaku. Kening kami bersentuhan. Pipiku kembali memanas.

 

”Aku akan memberikannya setelah kau mau bermain denganku.”

 

Bermain? Apa maksudnya? Apakah dia ingin aku…?

 

Pipiku semakin memanas. Mungkin saja sekarang sudah mengeluarkan uap.

 

”Jangan bepikir yang tidak-tidak. Aku hanya ingin mengajakmu bermain basket,” ia menjauhkan wajahnya dan menjitak keningku.

 

”Yak! Sakit sunbae,” ringisku kesakitan sambil mengelus-elus keningku yang dijitaknya. Aku malu sekali. Bisa-bisanya aku berpikiran seperti itu.

 

”Tapi sunbae harus berjanji, jika aku menang sunbae harus menyerahkan kuncinya padaku dan membiarkanku keluar dari sini,” tawarku pada sunbae.

 

”Aku janji. Tapi aku yang membuat peraturan permainan ini dan kau harus menaatinya. Jika kau melanggar kau akan menanggung akibatnya,” balasnya diserati senyuman miring.

 

”Baiklah, aku setuju. Apa peraturannya?” aku ingin cepat-cepat keluar dari sini. Sebuah senyuman kembali merekah di bibirnya.

 

”Kau hanya harus memasukkan bola itu ke dalam ring. Aku hanya memberimu sepuluh kali tembakan. Jika kau berhasil memasukkan satu saja, berarti kau menang. Aku yang akan menjadi penghadangmu. Dan setiap kau tak berhasil memasukkannya kau harus mendapat sebuah hukuman dariku. Bagaimana?” jelasnya dengan cepat.

 

”Apa hukumannya sunbae?” tanyaku ragu-ragu. Aku rasa ini bukan pertanda baik.

 

”Kau harus menciumku.”

 

What? Aku harus menciumnya? Bagaimana ini? Aku benar-benar ingin keluar dari sini.

 

”Apakah tak ada pilihan yang lain sunbae?” pintaku padanya.

 

”Tidak. Atau aku akan mengajakmu ke permainan yang sesungguhnya,” balasnya sambil tersenyum seduktif. Sial.

 

”Yak sunbae! Kau benar-benar mesum!” teriakku padanya.

 

”Bagaimana? Terima atau tidak?” tawarnya sekali lagi. Baiklah, mau tak mau aku harus menerimanya. Semoga saja Tuhan berpihak padaku kali ini. Toh aku dulu juga pernah bermain basket ketika masih di Junior High School.

 

”Baiklah, aku terima. Tapi sunbae tidak boleh bermain curang,” jawabku dengan muka kesal. Ia hanya terkekeh geli.

 

”Tidak akan.”

 

 

 

***

 

 

 

Yoongi POV

 

 

 

Permainan dimulai.

 

Kami hanya memakai setengah lapangan. Aku sudah bersiap di bawah ring untuk menghadangnya. Dia segera mendribble bolanya ke arahku.

 

Sayang sekali Yoonrae. Gerakanku lebih cepat darimu.

 

Ia berlari ke kiri, aku juga mengikutinya.

 

Dia mendribble bola ke arah kanan dan dengan cepat melompat untuk melakukan tembakan. Namun aku berhasil memblock tembakannya.

 

”Jangan lupakan hukumanmu Yoonrae,” ujarku sambil tersenyum miring.

 

Aku mendekat ke arahnya. Kepalanya menunduk ketika aku sudah berdiri tepat di depannya. Dia terlihat malu sekali dengan pipi merah itu. Kami hanya berjarak selangkah. Ku peluk pinggangnya agar mendekat padaku.

 

Shit. Tiba-tiba jantungku berdetak lebih cepat. Kau pintar sekali membuatku seperti ini Yoonrae. ”Lakukan sekarang atau aku benar-benar akan melakukan sesuatu padamu,” ancamku padanya.

 

Dengan ragu ia mendongakkan kepalanya. Dia harus berjinjit karena aku lebih tinggi darinya.

 

Tapi ia tak kunjung menciumku.

 

 ”Yoonrae,” panggilku agar dia segera menciumku.

 

Yoonrae berjinjit lebih tinggi lagi agar dia dapat menggapai bibirku. Diletakkan tangannya di atas kedua bahuku. Ia mengecup singkat bibirku.

 

Bisakah kau dengar detak jantungku ini Yoonrae? Dia selalu berdegup tak terkendali ketika aku berada di dekatmu.

 

Cepat-cepat tubuhnya menjauh dariku. Lihat, pipinya kembali seperti tomat rebus sekarang. Panas dan merah. Aku hanya tertawa melihat tingkahnya. Kami kembali melanjutkan permainan kami.

 

Kami berlari kesana kemari, saling menembak dan memblock. Kesempatan pertama hingga kedelapan tak bisa ia dapatkan.

 

Tak semudah itu melewatiku Yoonrae.

 

Dan beruntung sekali, aku mendapat delapan ciuman darinya.

 

Aku sudah mulai kelelahan. Sepertinya ia juga merasakan hal yang sama. ”Kau hanya punya dua kesempatan lagi Yoonrae,” ingatku padanya setelah melepas ciuman kami.

 

***

 

 

Yoonrae POV

 

 

 

Kami kembali pada posisi semula. Aku harus konsentrasi kali ini. Hanya dua kesempatan tersisa. Aku mendribble bola dengan cepat ke arahnya.

 

Yeah, aku berhasil melewatinya. Aku melompat dan bersiap melakukan tembakan. Sayangnya ia lebih dulu melompat di belakangku dan menghentikan tembakanku.

 

Ku balikkan tubuhku ke arahnya dan dengan cepat menciumnya sekilas. Ia kembali tertawa setelah aku menciumnya. Aku benar-benar sangat malu.

 

”Satu kesempatan lagi Yoonrae,” ujarnya sambil mengatur nafas. Aku berlari mengambil bola yang terlempar tadi.  Kami sudah bersiap ditempat masing-masing.

 

Konsentrasi Yoonrae, kau pasti bisa.

 

Aku kembali mendribble bola ke sisi kanannya namun ia menghalangiku. Ku pandang wajahnya lalu tersenyum lembut. Ia sepertinya terkejut dengan senyumanku.

 

Ku gunakan kesempatan ini untuk melewatinya. Aku berlari ke sisi kirinya dan mendribble bolaku. Aku berhasil melewatinya.

 

Aku segera melompat dan melakukan tembakan. Dan….

 

Akhirnya aku berhasil. Yeah.

 

Sunbae, aku berhasil! Sekarang berikan kuncinya padaku,” ujarku sambil membalikkan badan padanya. Ia menyerahkan kuncinya. Aku harus cepat keluar dari sini.

 

Ku masukkan kunci itu ke dalam lubang dan memutarnya. Dan ketika pintu itu terbuka, tiba-tiba saja Yoongi sunbae memeluk pinggangku dan membalikkan badanku ke arahnya.

 

Ia langsung menempelkan bibirnya pada bibirku. Melumatnya dengan lembut dan pelan. Ia melakukan itu berulang kali. Damn. He is a good kisser.

 

Aku membalas lumatannya. Ia menyelipkan jarinya di sela-sela jariku. Aku semakin menguatkan genggamannya pada jariku ketika ia menciumku dalam.

 

Tautan, lumatan, dan kecupan masih mewarnai bibir kami. Aku merasa tak ingin melepasnya. Kami sama-sama memejamkan mata menikmati ciuman ini.

 

Ia memperkuat genggamannya padaku ketika aku lebih dalam menekan tengkuknya. Aku sungguh tak ingin ini berakhir.

 

Aku mendengar suara langakh kaki mendekat. Aku mencoba melepaskan ciuman kami tapi ia malah semakin dalam menekan bibirku.

 

”OPPA!  APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN?!”

 

 

 

 

 

 

 

*TO BE CONTINUED*

 

 

 

A/N: Big thanks buat yang udah mau komen sama nunggu fanfic ini. Kalau ada masukan buat fanfic ini tulis aja ya, aku pasti nerima dengan senang hati kok^^

Sorry kalau chapter ini ceritanya ngebosenin, I’ve tried my best. See you at the next chapter, love you all^^ *suruhsugacipokreadersatusatu* xD

About fanfictionside

just me

71 thoughts on “FF/ KISS ADDICT/ BTS-bangtan/pt.3

  1. *terimacipoksuga :*
    yeah yong semacem maniak bibir(?) parah lu yong xD
    kak panjangin kek ffnya,ini pendek bgt tiap part. dipanjangin (?) lagi ya buat next chap^^

  2. wihh, enak bnget suga, dapet 10 kecupan lebih, mash dapet 1 deep kiss. ckckck
    aaah, tadi siapa ya? yeonmi kah?
    d tnggu next part nya,^^

  3. uhhh gila bet dah..
    jantung sy ikut berdetak thor wwaktu adegan yeon sm suga ciuman *-* ..
    astga nih ff kurang panjang thor ..
    serius dah .. tp tetap bgus kok

  4. wah wahh… knapa selalu kiss thot bener2 addict ya hobo:o suganya nakal sekaaliii!!:3 dan ada yang dateng pasti adiknya ya.-. hoho ditunggu kelanjutannua thor;)

  5. 1 kisseu morning + 3 kisseu nyadarin + 9 kisseu basket + 1 kisseu buka pintu = 14 kisseu di Part ini😀 haha Yoongi-ya i cant think again x_x

  6. Itu Suga …. apa ya. Ga bisa komen nih. Dia kelewat manis. And He is such a good kisser. Apa rasanya main basket taruhannya kaya’ gitu. Hemm..
    Jujut, aku nungguin ff ini..Semakin mendebarkan di setiap chapternya.
    Eits, itu sapah yang manggil oppa oppa?
    Dipanjangin ya thor, karena pas bacanya ga berasa. Tiba-tiba udah tbc aja. This chapter is nice. Keep writing. Ditunggu konfliknya. Jiaelah..

  7. hello, hello hai😀
    saya reader baru in here…
    sumpah, nih FF DAEBAK bener…😀
    cepek dilanjut thor, oke ?😉

  8. bwahahahahaha gue ngiler pengen juga dicipok suga …

    itu yeonmi datang disaat yang gak tepat banget deh …

    tapi pokonya aku sukàaaàaaaaàaaaaaaaaaaa lanjut thor !!!!!!!!

    fighting ♡♡♡♥♥♥

  9. astaga~~ aku gak pernah tau kalo acara main basket bisa ampe se-hoot gitu😮
    yoongi oppa, bener-bener daebak !!!
    huahhh~~ next partnya aku tunggu yaaa~~ hwaiting🙂

  10. I love.. I like.. Suga.
    Wahh, daebak daebak daebak, jeongmal daebak. Wae? Saranghae Saranghae –> Min YonnGi (suga). Gk tau mau ngomong apa skarang. Yg pnting ku suka suga dan suuuukka ff nya. Lanjutin Thor. Semangat.

  11. baru kelar baca dr chap 1 nih thor hehehehe
    ah gila gregetan parah,gak sabar buat next chapnya.
    semangat ya thor,gece juga publishnya ya hehehe

  12. Harus’nya Yoonrae ga usah masukin bola’nya :’v kan lumayan dapet bonus bibir Yoongi :’v

    Keep Writing !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s