FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL pt. 6 / BTS-BANGTAN


Author: AlvianyHwang

Title: ROMANCE HIGH SCHOOL pt.6

Cast:

+ Hwang Tae Ri

+ Min Yoon Gi (BTS’s Suga)

+ Jung Ho Seok (BTS’s JHOPE)

+ Choi Hwe Ji

+ Park Ji Min (BTS’s Jimin)

+ Yoo Eun Bi

+ Kim Seok Jin (BTS’s Jin)

+ Jeon Jung Kook (BTS’s Jungkook)

+ Park Se Ra

+ Kim Tae Hyung (BTS’s V)

+ BTS members

Length: CHAPTER

Genre: Romance, NC17, school, love-comedy

warning: NC17

NB:

AlvianyHwang here! Maaf kalo postingannya rada lama karna thor terlalu terbuai dengan liburan kuliah😄 (?) wkwk oiya di part ini aku tingkatin NCnya jadi NC17 karna emang ada bagian yang lumayan vulgar. Untuk next-next part akan terus bertambah rated NCnya, aku sendiri masih ragu untuk buat chapter yang sudah NC21 akan tetap free reads atau pakai password karna jujur aja thor akan pakai bahasa yang adult(?) wkwk menurut kalian gimana? Its okay pakai PW atau free reads?? :3

 

 tumblr_n0i6idPhpf1rimbv1o1_1280

 

 

***

 

 

 

 

 

 

Hujan turun dengan deras di antara gelapnya malam yang tentu saja tak terlihat bintang satupun di langitnya. Langkah cepat seorang wanita di antara genangan air hujan di jalanan menciptakan cipratan besar, tapi itu tak seberapa dengan cipratan deras balik sang hujan. Seluruh bagian kaki wanita itu tampak basah dan di penuhi kotoran genangan air. Ia sudah tidak peduli dengan dress tidurnya yang juga ikut kotor dan basah. Gagang payung yang terus ia genggam seerat mungkin, setidaknya payung itu cukup ampuh melindunginya dari amuk sang hujan.

Sosok laki-laki berambut coklat kemerahan akhirnya terlihat juga di pandangan Eunbi –gadis yang berlari di tengah hujan itu- lelaki yang juga menggenggam payungnya menatap kearah Eunbi dengan raut wajah khawatir. Sedikit ia melangkahkan kakinya agar bisa lebih mendekati gadis itu, memperpendek langkah kaki gadis itu untuk berlari kearahnya.

Hingga Eunbi sudah berada di hadapannya dengan nafas terengah-engah.

“Noona tidak perlu berlari, aku bisa sendiri kerumah noona.” Jungkook –nama lelaki yang berdiri di hadapan Eunbi- ia sedikit membesarkan suaranya agar bunyi deras hujan tidak membuat Eunbi sulit menangkap apa yang ia katakan. Eunbi menggelengkan kepalanya. Ia mengedarkan pandangannya di sekitar Jungkook.

“Taeri belum datang juga?” Tanya Eunbi dengan nafas yang masih sulit ia normalkan. Tenaganya entah kenapa begitu terkuras padahal ia hanya berlari menuju rumah Taeri yang jaraknya tidak seberapa.

“dia belum datang. Mungkin sebentar lagi akan sampai.” Ucap Jungkook tetap mempertahankan volume suaranya. Eunbi tidak menyahut ucapan Jungkook lagi. Ia mengecek ponsel yang sedari tadi ia genggam. Kekalutan begitu kental tertera dari wajahnya. Berkali-kali ia coba menghubungi ponsel Hweji tapi tak juga dapat jawaban dari gadis itu.

Seluruh orang terdekat Hweji yang ia tahu juga tidak tahu dimana gadis itu berada.

Jungkook tidak mengatakan apa-apa. Karena ia tahu meskipun ia mengatakan sesuatu pasti Eunbi tidak akan menggubrisnya.

Jungkook masih menatap wajah Eunbi. Baru kali ini ia melihat ekspresi Eunbi yang seperti itu. ternyata jika gadis itu memikirkan kedua sahabatnya ia tidak akan mempedulikan hal yang lain, termaksud dirinya. Dan juga tatapannya saat ini.

Jungkook akhirnya mengamati Eunbi dari atas hingga bawah. Penampilan gadis itu sangat berantakan sekarang. Dress tidur yang ia kenakan begitu kotor dan lepek. Rambut panjang coklatnya yang ia ikat dengan asal. Bahkan gadis itu juga tidak menyadari perubahan warna rambut Jungkook yang biasanya selalu ia sadari dengan cepat.

Semua pemikiran Jungkook terhenti ketika motor sport pulsar hitam berhenti dengan deruman kasar di hadapan mereka. Yang menaiki motor itu sepasang wanita dan pria. Jungkook memicingkan matanya, mengenali siapa kedua sosok yang memakai helm itu.

Wanita yang berada di motor itu melepaskan helmnya. Baru Jungkook sadari wanita itu adalah Taeri. Eunbi juga tidak menyangka Taeri akan muncul seperti itu di hadapan mereka. Jelas saja menerjang hujan di tengah hujan lebat membuat tubuh gadis itu basah kuyup.

sosok laki-laki yang membonceng gadis itu tak juga membuka helm-nya. Tapi dari gerakan tubuh lelaki itu sepertinya ia merasa terbebani.

 

“sudah bisa menghubungi ponsel Hweji???” Taeri langsung mengajukan pertanyaan yang sedari tadi ia ingin lontarkan. Raut wajah gadis itu juga begitu khawatir.

Eunbi akhirnya tersadar dari kebengongannya.

“ah, aku sudah menghubunginya berkali-kali. Tapi ponselnya tetap tidak aktif. Semua yang aku pikir dekat dengan Hweji juga sudah, tapi jawaban mereka tetap sama. Mereka tidak tahu dimana Hweji.”

Hujan turun semakin deras dan membenamkan suara Eunbi meskipun gadis itu sudah membesarkan volume suaranya.

“kalau begitu ayo kita cari dia! perasaanku mulai tidak enak.” Ujar Taeri dengan cepat.

Eunbi mengerutkan keningnya, memperhatikan penampilan Taeri yang benar-benar tidak bisa dikatakan baik. Bagaimana bisa gadis itu mencari Hweji dalam keadaan basah kuyup seperti itu?

 

“tidak. Lebih baik kau benahi dirimu dulu. Aku tidak mau mendengar berita kau jatuh sakit besok karena hujan-hujanan.”

Lelaki yang masih memakai helm itu akhirnya mengucapkan sesuatu. Suaranya tidak terlalu Eunbi kenali karena terhalang helm yang membuat suaranya menjadi tersamar.

Seperti menganggap angin lalu, Taeri bahkan tidak melirik kearah lelaki helm itu dan tetap mengajak Eunbi untuk buru-buru mencari Hweji.

Decakan laki-laki itu terdengar. Ia menarik tangan gadis itu.

“kalian berdua juga.” laki-laki itu menolehkan kepalanya kearah Eunbi dan Jungkook. Lalu ia menarik Taeri menuju rumah gadis itu, setidaknya membuat mereka bisa berteduh. Eunbi dan Jungkook mengikuti kedua pasangan itu dengan sesekali saling memandang bingung satu sama lain.

Taeri menghempaskan tangan lelaki itu dengan kasar. Menatap lelaki itu dengan tatapan kesal.

“kau tidak akan mengerti betapa gentingnya keadaan ini!!!” teriak kesal Taeri seakan bersahut-sahutan dengan hujan yang semakin deras.

Lelaki berhelm itu tidak menghiraukan omelan Taeri. ia malah menekan tombol intercom rumah Taeri. tak membutuhkan waktu lama lelaki itu menerima pukulan bertubi-tubi Taeri yang sudah sangat kesal.

Dari layar intercom muka Chansung muncul, ekspresinya langsung terkejut melihat wajah ber-helm di layar intercom.

“siapa?” Tanya Chansung dengan ragu. Dipikirannya saat ini sosok lelaki berhelm itu mungkin seseorang yang ingin bertanya jalan atau mungkin hantu? Chansung berusaha bersikap biasa saja. Ia memicingkan matanya.

“aku sunbae dari Taeri, saat ini dia sedang berada di sampingku dan basah kuyup. Bisakah kau membuka pintu dan biarkan Taeri masuk?”

Mata Taeri membulat besar mendengar ucapan lelaki itu yang sedikit kasar, ah tidak sedikit. Tapi memang kasar. Lelaki itu tidak bisa membedakan cara berbicaranya dengan orang lain. Bahkan dengan orang yang lebih tua darinya.

Di lihat dari ekspresi wajah Chansung di intercom wajah lelaki itu memang sedikit tersinggung dengan cara berbicara lelaki berhelm itu.

Chansung membuka pintu dengan sedikit hentakan. Setelah dia membuka pintu sebentar ia melirik kearah lelaki berhelm dengan sinis, lalu ia melirik kearah Taeri dan juga Eunbi serta Jungkook. Bedanya Eunbi dan Jungkook tidak terlihat basah kuyup seperti Taeri dan lelaki berhelm itu.

“ada apa? Siapa?”

Ibu Taeri tiba-tiba muncul dari belakang Chansung dengan muka penasarannya. Wajah santainya berubah 180derajat melihat keadaan putri bungsunya itu.

“ASTAGA! TAERI!!!!! DARI MANA SAJA KAU??!! KENAPA BASAH KUYUP SEPERTI ITU???” ibu Taeri melesak dari belakang Chansung dan menghampiri Taeri dengan muka kesal setengah khawatirnya.

“ibu bukan waktunya menanyakan hal seperti itu. aku harus mandi dan mencari Hweji.” Taeri sudah tidak takut lagi dengan kemarahan ibunya. Untungnya ibunya malah mengerutkan kening, mungkin dia sedang menjaga sikapnya di hadapan teman-teman Taeri.

“apa Hweji belum ketemu juga?” sekarang ibu Taeri yang malah bertanya.

“ibu juga tahu?” Taeri menatap ibunya. Ibunya mengagguk dengan muka khawatir juga. Sebenarnya itu tidak membuatnya terkejut, mungkin saja Jungkook sudah memberitahu sebelumnya dan ibunya itu juga tahu siapa Hweji.

“yasudah kau mandi saja dulu. Nanti Chansung akan mengantarkan kalian mencari Hweji dengan mobilnya.”

“mwo??” mata Chansung membulat mendengar ucapan ibunya itu.

“kau diam saja. Tidak mungkin membiarkan mereka berjalan kaki di hujan lebat seperti ini.” Ibu Taeri memasang aba-aba ingin memukul Chansung agar lelaki jangkung itu diam dan menuruti ucapannya.

Dengan gerakan cepat Taeri memasuki rumahnya dan mungkin menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya meninggalkan lelaki berhelm itu.

Ibu Taeri menatap kearah lelaki berhelm itu dengan penasaran. Chansung malah menatapnya dengan ekspresi sinis, dia masih kesal dengan cara berbicara lelaki itu.

Sikap tubuh lelaki berhelm itu terlihat sedikit kikuk. Ia membungkukan badannya di hadapan ibu Taeri.

“annyeong haseyou.” Ucap lelaki berhelm itu dengan sangat pelan.

Ibu Taeri mengagguk membalas bungkukan lelaki itu.

“kau teman Taeri?” Tanya ibu Taeri masih memasang muka penasarannya, memicingkan matanya untuk melihat bagaimana wajah di balik kaca helm yang gelap itu.

“aku sunbae Taeri di sekolah.” Lelaki berhelm itu menjawab dengan susah payah, ia takut akan memakai bahasa kasar secara tidak sengaja di hadapan ibu Taeri.

“tubuhmu juga basah kuyup mungkin seharusnya kau juga mandi. Kau bisa membuka helm mu itu.” ujar ibu Taeri dengan jari menunjuk kearah helm milik lelaki itu.

Lelaki berhelm itu diam tidak menjawab ucapan ibu Taeri. dia masih ragu untuk menunjukan wajahnya pada ibu Taeri dan Eunbi, teman Taeri yang mengetahui ia sebagai sunbae yang lebih suka mengerjai Taeri. Eunbi juga terlihat menatap kearahnya dengan muka penasaran. Sekilas ia bisa mendengar gumaman Eunbi yang menduga ia adalah Hoseok.

“kenapa berat sekali hanya tinggal membuka helm-mu? Apa wajahmu sangat jelek?” Chansung mulai berujar dengan bahasa kasar seperti yang lelaki berhelm itu katakan. Ucapan Chansung membuat emosi lelaki berhelm itu yang mudah tersulut menjadi benar-benar tersulut. Tapi tidak mungkin ia menghajar Chansung, dia juga bisa melihat sikon.

Akhirnya lelaki itu menaruh kedua tangannya tepat di helm, mengangkat helm-nya dengan hati-hati.

Semua menatap penasaran kearahnya, menajamkan penglihatan mereka agar bisa benar-benar melihat bagaimana wajah di balik helm itu. hanya Jungkook yang berwajah biasa, ia sudah bisa menduga siapa sosok itu.

Yoongi –sosok di balik helm itu- akhirnya memperlihatkan wajahnya. Ibu Taeri membuka lebar mulutnya dengan suara aneh, ekspresi wajahnya terlihat begitu terpesona melihat wajah tampan Yoongi. ia begitu terkejut melihat anak gadisnya yang bodoh, ceroboh, kasar dan pemalas akhirnya membawa pulang seorang lelaki tampan.

Eunbi juga terkejut ketika dugaannya melenceng, ia kira lelaki berhelm itu adalah Hoseok. Ia masih tidak bisa membayangkan bagaimana kronologis Yoongi bisa bersama Taeri.

“aaaaaaa kalau begitu ayo masuk saja. Hangatkan dirimu baru setelah itu mencari Hweji bersama.” Ibu Taeri mengatupkan mulutnya dan menuntun Yoongi agar masuk ke dalam rumah. Karena tidak tahu bagaimana menolak yang sopan di kondisi seperti ini akhirnya dengan langkah sedikit ragu Yoongi mengikuti tuntunan ibu Taeri untuk memasuki rumah gadis itu.

Ia tidak mempedulikan tatapan tak suka Chansung yang tertuju kearahnya ketika ia melewati lelaki itu.

 

 

***

 

 

 

 

Hweji sudah tidak bisa menghitung sudah berapa kali ia menghela nafas beratnya.

Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam lewat, derasnya hujan seakan membekuan dirinya untuk tetap duduk di atas atap sekolah. Ia sendiri tidak tahu kenapa langkah kakinya seperti menuntunnya menuju atap sekolah. Ia melirik ponselnya yang ia sengaja matikan. Ia pun kembali menatap kearah hujan yang masih betah membasahi tanah dengan derasnya.

Selama berjam-jam ia menangis di tempat ini, entah kenapa semakin ia menangis kejar semakin hujan turun dengan deras, seperti mengikuti tetes airmatanya yang memang sampai sekarang masih belum sepenuhnya terhenti.

Ia berusaha melupakan semua yang Jimin ucapkan tapi tetap saja otaknya seperti mengulang ucapak Jimin layaknya kotak musik yang tak mempunyai tutup penghenti. Dan semakin ia mengingat ucapan Jimin semakin pula airmatanya mengalir melewati pipi putihnya.

Ia tidak mau pulang kerumah. Dia tidak mau bertemu siapapun saat ini.

Untuk apa dia masih menyembunyikan semuanya dan tersenyum layaknya orang bodoh yang berlari dari masalah yang ia buat sendiri? Yang ia ingin lakukan sekarang hanyalah menangis.

 

Hweji beranjak dari duduknya di lantai atap. Melangkah perlahan kearah tepi gedung. Menatap dari atas gedung sekolah, tanah yang basah karena hujan begitu jauh dari atap yang sedang ia injak sekarang.

 

Mempunyai anak di usia semuda ini. Menggugurkan dan membuat ia harus mengambil risiko menyangkut kesehatan rahimnya.

Hweji mengisak memikirkan itu semua. Membayangkan bagaimana sikap orang tuanya ketika mendengar apa yang menimpanya saat ini.

Hweji meremas pembatas tepi gedung yang basah membuat buku-buku jarinya memutih. Wajahnya begitu pucat. Penglihatannya terasa buram karena airmata dan kepalanya yang berat.

 

 

***

 

 

“ponselnya aktif?”

Taeri menoleh kearah Eunbi ketika gadis itu tengah berusaha menghubungi ponsel Hweji. Eunbi menggelengkan kepala dengan wajah kesal, sudah jelas hasilnya pun tidak sesuai harapan Taeri saat ini.

Taeri mengedarkan tatapannya dari jendela mobil, sebentar ia memaki hujan karena membuat jendela mobilnya buram.

Yoongi dan Jungkook hanya bisa diam memandangi kedua gadis di hadapan mereka. Begitu sibuknya mereka memikirkan Hweji hingga tak sama sekali menghiraukan Yoongi ataupun Jungkook.

Yoongi melirik Jungkook, pria itu terlihat menatap kearah luar jendela mobil dengan polosnya. Ia memperhatikan Jungkook dari atas hingga bawah dengan tatapan dingin khasnya yang memang sudah menjadi ekspresi natural di wajahnya. Jungkook yang sadar seperti di perhatikan mengalihkan tatapannya kearah Yoongi. mata besar beriris hitam pekatnya menatap kearah Yoongi dengan ekspresi polos yang terkadang bisa benar-benar terbentuk sendiri dari wajahnya tanpa ia tahu. Seperti saat ini.

“kau siapanya Taeri?” nada tak bersahabat dari mulut Yoongi keluar begitu saja. Sudah dari awal ia sebenarnya penasaran siapa Jungkook. Saat bertemu di tempat karaoke ketika malam tahun baru ia sebenarnya sudah bertanya-tanya. Apalagi saat tahu Jungkook juga tinggal di rumah Taeri. adiknya? Tapi ibu Taeri mengenalkan Chansung sebagai kakaknya dan dia hanya mempunyai dua anak saja. Kenapa anak ini menaiki lantai atas dengan santainya dan bersikap leluasa di rumah itu?

“aku itu…”

 

“itu Jimin bukan???”

Ucapan Jungkook terhenti ketika suara keras Eunbi terdengar. Chansung yang tengah mengendarai mobil dengan muka malas akhirnya malah menghentikan mobil dengan tiba-tiba. Beberapa mobil yang berada di belakang memberi klakson protes kepada Chansung. Untung saja Chansung bisa bersikap tidak peduli.

Taeri dan Eunbi menajamkan penglihatan mereka. Hingga akhirnya mereka yakin bahwa laki-laki yang seperti Jimin itu memang Jimin. Jimin terlihat duduk di bangku FamilyMart seberang dengan satu botol minuman yang terletak di mejanya.

“apa yang dia lakukan sih? Aku menghubunginya tapi dia tidak angkat dan aku juga mengirimnya pesan soal hilangnya Hweji tapi dia tidak merespon balik. Dan sekarang dia malah duduk santai seperti itu!!”

Taeri menatap Eunbi dengan tatapan tak percaya.

“JINJA??!!” Taeri masih tidak percaya dengan respon Jimin. Ia meraih payung yang ia letakan di sampingnya. Membuka pintu mobilnya. Ia tidak mempedulikan omelan Chansung dan larangan kakaknya itu, Eunbi juga mengikuti Taeri dan sepayung dengan gadis itu.

Dengan langkah penuh emosi kedua gadis itu menyebrangi setengah jalan raya dari jarak mobil berhenti untuk mendekati Jimin. Cara menatap kedua gadis itu sama. Tajam dan menusuk.

 

“YA!!!”

Jimin yang tadi terlihat melamun tersentak kaget mendengar suara keras tepat di kedua telinganya. Ia menolehkan kepalanya seraya menghelus kedua telinganya dengan ringisan. Ia kembali terkejut mendapati sosok Taeri dan Eunbi berdiri dengan ekspresi kesal. posisi kedua gadis itu juga sama, melipat kedua tangan mereka dan menatap Jimin dengan tajam dan sinis.

Jimin beranjak dari duduknya. Ia berusaha memasang ekspresi normalnya.

“apa kau sudah tidak mencintai Hweji??” pertanyaan Taeri entah kenapa langsung menusuk kedalam hati Jimin. Tapi lelaki itu tetap berusaha bersikap tenang.

“aku sudah mengirimmu pesan tentang Hweji yang hilang. Tapi kenapa tak ada respon??? Sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian berdua??” sekarang Eunbi yang berujar, menahan amarahnya yang sudah seperti ingin meledak. Tapi ia masih bisa melihat keadaan sekitarnya.

“apa yang kau lakukan pada Hweji? Kau menyakitinya???” sekarang Taeri yang berujar. Kedua gadis itu terus bersahut-sahutan menyemprot Jimin dengan berbagai pertanyaan.

Chansung yang sudah berhasil memarkir mobilnya di tepi jalan akhirnya keluar bersama Yoongi dan Jungkook. Ketiga lelaki itu dengan cepat berlari kearah tenda agar tidak terkena hujan.

Jimin masih diam. Ia tidak mengatakan apapun, bahkan menatap Taeri dan Eunbi pun tidak.

Eunbi dan Taeri akhirnya diam. Mereka juga menatap kearah Jimin. Tatapan mereka seperti tidak percaya dengan sikap lelaki itu.

 

“apa kalian sudah tahu apa yang terjadi kepada Hweji?”

Kini Jimin yang akhirnya bertanya. Suaranya terdengar bergetar. Jelas dari wajahnya serta matanya yang memerah lelaki itu tengah menahan airmatanya.

Taeri dan Eunbi diam. Melihat ekspresi Jimin.

“KALAU KALIAN TIDAK TAHU TIDAK USAH BANYAK BERTINGKAH!! YANG LEBIH FRUSTASI ITU AKU!!!!” suara Jimin sangat keras. Semua yang berada di sana saat itu menoleh kearah lelaki itu.

“ya, kau tidak perlu meneriakinya seperti itu.” Yoongi sudah ingin mendekati Jimin untuk memberi lelaki itu sedikit teguran ‘kasar’ tapi Jungkook segera menahan laju lelaki itu. Yoongi langsung menoleh kearah Jungkook dengan sinis, ia benci dengan orang yang menahan lajunya seenaknya tapi ia akhirnya tidak jadi menyemprot Jungkook. Ia menoleh kearah Jimin, begitu juga dengan Jungkook, Chansung serta Taeri dan Eunbi.

Melihat kearah Jimin yang menundukan wajahnya, mengisak, menangis dengan bahu bergetar.

Semua orang yang lewat melihat kearah Jimin dengan bingung.

Jimin, lelaki itu tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya.

 

“sebenarnya apa yang terjadi, Jimin?”

Akhirnya Eunbi bisa bertanya dengan nada pelan, meski sedikit ragu. Ia takut Jimin akan kembali meledak. Tetapi lelaki itu tidak meledak. Ia tetap menangis dengan bahu bergetar.

 

Drrrrrr drrrrrr

 

Ponsel Eunbi tiba-tiba bergetar. Eunbi merogoh ponsel dari cardigan yang Taeri pinjamkan untuknya. Satu panggilan dari Sera. Dengan cepat Eunbi mengangkat panggilan dari Sera itu.

 

“Hweji pingsan di atap sekolah? Kau sudah mengeceknya? Dengan siapa? Kau berani ke sekolah sendirian? Aah dengan Taehyung.”

 

Yoongi yang mendengar nama Taehyung terucap dari bibir Eunbi tersadar jika klub basket tengah melakukan masa orientasi pada murid baru klub basket hingga malam.

 

“baiklah, kami akan segera kesana. Jaga dia baik-baik. Terimakasih Sera. Kau benar-benar membantu.” Ucap Eunbi kini dengan nada lega. Taeri juga menghela nafas lega ketika mendengar berita Hweji baik-baik saja.

Eunbi memutuskan sambungan teleponnya dengan Sera.

 

Eunbi menatap Jimin dengan tajam.

 

“sekarang kami akan menuju tempat Hweji. Kami tidak tahu apa yang terjadi pada kalian berdua. Dan aku bertanya untuk yang terakhir. Kau mau ikut dengan kami atau tidak?”

 

 

 

***

 

 

“ah kau sudah sadar?”

Sera memasang senyumnya ketika melihat Hweji sudah membuka matanya. Cukup lama gadis itu tidak sadarkan diri dan tertidur di kasur UKS.

Hweji mengerjap-erjapkan matanya.

“yo. Mimpi indah?” sapa Taehyung yang tengah membaca komiknya. Tetapi lelaki itu hanya mengangkat satu tangannya dan kembali membaca komiknya. Sera yang melihat tingkah Taehyung hanya bisa menggelengkan kepala. Taehyung begitu cuek, bahkan dia sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun ketika berdua dengan Sera.

“apa kau baik-baik saja?” Sera kembali mengalihkan tatapannya pada Hweji. Hweji mencoba beranjak dan bersandar pada dinding kasur UKS.

“kau masih mengenakan seragam sekolah. Tidak sempat pulang kerumah?” Sera masih bertanya dan menatap Hweji khawatir. Wajah gadis itu terlihat sangat pucat. Taehyung hanya melirik sekilas dan kembali membaca komiknya.

“apa kau butuh minum?” Tanya Sera lagi kini ia menggenggam tangan Hweji. Tangan gadis itu terasa dingin.

“aku mau minum yang manis.”

Suara Hweji terdengar parau. Gadis itu mencoba tersenyum. Sera menatap Hweji tertegun. Hingga akhirnya ia mengagguk.

“taehyung, bisa kau ambilkan termos di lapangan basket? Termos di UKS sudah habis. Aku akan membuatkan susu untuk Hweji.” Sera menatap kearah lelaki berambut oranye itu. tapi tak ada jawaban dari Taehyung. Lelaki itu melirik kearah Sera dan Hweji bergantian. Ia menaruh komiknya di pangkuan, mendecak menatap Hweji.

“apa kau tidak kuat untuk mengambil sendiri, Hweji?”

Sera melebarkan kedua matanya mendengar ucapan Taehyung. Ia menatap kearah Hweji takut-takut gadis itu tersinggung. Tapi ternyata Hweji tetap diam menunduk dengan mata sayunya.

 

“apa dia sudah sadar?”

Namjoon memasuki UKS, di belakangnya juga ada Jin dan Hoseok yang sekedar datang mencari tahu siapa teman Taeri dan Eunbi yang gencar di cari itu.

Bukannya menjawab ucapan Namjoon Sera malah beranjak dari duduknya dengan kasar. Ia menatap kesal kearah Taehyung.

 

“Kim Taehyung. Ikuti aku. Ada yang aku ingin bicarakan padamu!”

 

Namjoon, Jin dan Hoseok diam menatap kearah Sera. Niat mereka untuk banyak bertanya pada sang manajer itu terhenti. Ekspresi Sera yang biasanya ceria dan selalu tersenyum tiba-tiba menjadi begitu dingin.

Taehyung juga menatap Sera. Ekspresi lelaki itu datar, tak ada raut terkejut melihat tingkah Sera yang tak pernah gadis itu tunjukan.

Tak juga menerima jawaban dari Taehyung akhirnya gadis itu berjalan kearah Taehyung, meraih tangan lelaki itu dan menarik lelaki itu untuk mengikutinya keluar UKS.

Namjoon, Jin dan Hoseok tetap menatap kearah Sera dan Taehyung hingga akhirnya keduanya sudah tidak terlihat terhalang pintu UKS yang tertutup dengan kasar.

 

“baru kali ini aku melihat Sera yang seperti itu.” ujar Namjoon dengan ekspresi masih setengah terkejut.

“itu sebenarnya tidak aneh jika karena ulah Taehyung. Kau tahu sendiri bagaimana menyebalkannya tingkah Taehyung bagi yang belum mengenalnya.” Sahut Hoseok.

Ketiga lelaki itu menghentikan perdebatan mereka dan mengalihkan tatapan mereka kearah Hweji. Gadis itu masih terdiam dengan menunduk.

Hening. Tak ada yang memulai pembicaraan. Lagipula ketiga lelaki itu bingung apa yang mau mereka bicarakan, mereka tidak mengenal Hweji.

 

 

 

*

 

 

Sera berhenti menarik tangan Taehyung. Menghentikan langkahnya tepat di tengah lorong sekolah. Tidak menakutkan berada di sekolah malam-malam karena masih banyak eskul yang melakukan kegiatan dan juga kelas tambahan malam di kelas 3.

Sera langsung memasang tatapan tajam pada Taehyung. Taehyung juga menatap Sera. Tepat di mata gadis itu.

 

“bukannya kau teman Hweji? Kenapa sikapmu seperti itu!!?? harusnya kau bisa memikirkan bagaimana perasaannya!”

Omel Sera dengan kesal. ia sudah tidak mempedulikan betapa keras suaranya hingga anak klub sastra di kelas berdekatan dengan jarak mereka mendongkakan kepala dari jendela untuk melihat apa yang terjadi.

“tidak usah terlalu kau pusingkan. Dia sudah terbiasa dengan ucapanku yang seperti itu.”

Sera menyerngit.

“tetap saja kau harus bisa mengerti bagaimana keadaannya saat ini! Kau itu laki-laki! Kau harus bisa bersikap lembut pada perempuan!”

Tatapan Taehyung menajam mendengar ucapan Sera.

“bagaimana jika aku lebih suka cara kasar?”

Ucapan Taehyung membuat Sera mengerutkan keningnya. Ia tidak bisa menangkap maksud dari ucapan Taehyung. Apa lelaki itu memang tidak bisa bersikap lembut pada perempuan?

 

Tiba-tiba Taehyung menarik tangan Sera, mendorong tubuh gadis itu ke tembok dengan kasar membuat tubuh Sera membentur tembok cukup keras.

Sera tidak sempat meringis. Ia terdiam kaget ketika Taehyung sudah menghimpitnya dan menatapnya dengan tatapan tajamnya. Jantung Sera berdetak keras melihat mata Taehyung.

Taehyung mencengkram dagu Sera dengan kasar dan mengangkat dagu gadis itu. dengan cepat wajah Taehyung mendekati wajah Sera.

Sera memejamkan matanya takut dengan segala hal yang bisa terjadi. Apa Taehyung akan menciumnya?

Tapi ia tidak merasakan bibir Taehyung menyentuh bibirnya. Sera pun membuka matanya. Jarak wajahnya dan Taehyung begitu dekat, begitu juga bibir mereka yang hanya tinggal setengah senti lagi untuk bisa saling menempel. Tapi Taehyung tidak mencium Sera juga.

Sera bisa menangkap ekspresi kesal dalam wajah lelaki itu.

Taehyung melepas cengkramannya pada dagu Sera. Ia juga tidak menghimpit Sera lagi. Sera diam menatap kearah Taehyung dengan berbagai pertanyaan di pikirannya. Kenapa Taehyung melakukan hal itu padanya?

Tanpa menatap kearah Sera Taehyung berjalan begitu saja meninggalkan Sera. Meninggalkan Sera yang masih berusaha menghentikan degup jantungnya yang entah mengapa terus berdegup kencang.

 

 

 

*

 

 

“CHOI HWEJI!!!!!!!!!!!”
teriakan Taeri dan Eunbi terdengar bersamaan ketika kedua gadis itu juga membuka pintu UKS bersamaan.

Namjoon yang tengah meneguk colanya sampai tersedak mendengar suara kedua gadis itu, Jin yang juga sedang mengobrol dengan Hweji sampai terkejut, Hweji menoleh kearah kedua sahabatnya itu dengan senyuman lebar.

Hoseok yang melihat sosok Taeri malah tersenyum senang.

Tanpa peduli dengan sekitarnya Taeri dan Eunbi berlari kearah Hweji dan memeluk gadis itu dengan erat. Eunbi yang cengeng tak bisa menahan airmatanya dan menangis. Ia memukul-mukul pelan Hweji dengan kesal dan juga lega. Taeri malah mencubit-cubit pipi Hweji sambil mengomeli gadis itu. hweji tertawa pelan mendapati ekspresi kedua sahabatnya yang beragam.

 

Hoseok yang ikut tersenyum menatap pemandangan di hadapannya seketika menghentikan senyumnya ketika melihat sosok Yoongi memasuki ruang UKS bersama Jungkook. Bahkan lelaki itu tidak memakai seragam sekolah. Yoongi yang juga sadar keberadaan Hoseok ikut menatap kearah Hoseok. Senyum miringnya terangkai ketika bertatapan dengan lelaki itu.

Hoseok mengepalkan tangannya.

 

Hweji yang masih tertawa meladeni kedua sahabatnya tak akan mau berpikir jika Jimin akan datang juga.

Semua yang lelaki itu katakan adalah akhir dari hubungannya dengan lelaki itu. akhir dari semuanya.

Hweji tidak akan mau menangis lagi. Ia pasti bisa menyelesaikan masalahnya tanpa harus melibatkan Jimin. Dia punya 2 sahabat yang membuatnya kuat. Hweji tersenyum melihat Taeri dan Eunbi. Mencoba tersenyum selebar mungkin. Menjadi Hweji yang biasanya.

 

“Hweji..”

 

Hweji menoleh kearah suara yang memanggilnya masih dengan senyuman terangkai pada wajahnya.

Jimin. Lelaki itu kini berdiri di hadapannya. Mata lelaki itu juga bengkak, mungkin dia juga habis menangis sama seperti Hweji.

Hweji tidak tahu harus bersikap seperti apa di hadapan Jimin. Ia juga tidak membalas senyuman Jimin. Bukankah ia sudah tidak ada hubungan lagi dengan Jimin?

Ia takut segala hal yang ia lakukan akan membuat Jimin membencinya.

Eunbi dan Taeri tersenyum kearah keduanya. Mereka berdua sudah tahu apa yang terjadi pada Hweji. Jimin memberitahu mereka di dalam mobil. Mungkin lelaki itu terlalu bingung harus mengambil langkah apa untuk menyelesaikan masalahnya. Meskipun sempat terkejut dan kesal setengah mati dengan Jimin, Eunbi dan Taeri akhirnya bisa berpikir ulang tentang siapa yang salah dan berperan penting dalam masalah besar seperti ini.

Hweji dan Jimin, keduanyalah yang harus menyelesaikan masalah mereka.

“sebaiknya kita keluar saja. Biarkan Hweji dan Jimin berdua.” Ujar Eunbi menatap satu-satu orang yang berada di ruangan UKS. Taeri mengagguk dan berjalan menjauhi kasur Hweji, begitu juga dengan Eunbi.

Hweji yang masih tidak mengerti dengan semuanya dan menganggap Taeri dan yang lainnya tidak tahu masalah sebenarnya mencoba menahan kepergian Taeri dan Eunbi. Ia sangat takut jika Jimin akan mengatakan sesuatu yang bisa menyakitinya lagi.

 

Saat semua sudah keluar dari ruangan. Meninggalkan ia berdua dengan Jimin. Berbeda dengan Hweji yang berusaha menghindari bertatapan dengan Jimin, lelaki itu malah menatap Hweji dengan mata beriris coklat kehitamannya yang tampak masih berkaca-kaca.

Jimin berjalan mendekati kasur yang di tempati Hweji. Duduk di pinggir kasur itu, masih menatap gadis yang masih berpakaian seragam itu. padahal Jimin sendiri sudah sempat pulang kerumah, sempat mengganti seragamnya.

Perasaan bersalah semakin mengerubun di pikirannya, apalagi melihat Hweji yang masih menunduk dengan tubuh gemetar di hadapannya.

Dengan satu tarikan nafas Jimin menarik tubuh Hweji kedalam pelukannya. Mendekap tubuh gadis itu seerat mungkin.

Jika tidak apa perasaan khawatir dalam hatinya itu semua benar-benar bualan belaka. Seberapa kerasnya ia berusaha untuk tidak memikirkan Hweji, tetap saja pada akhirnya dia akan berusaha mencari sosok gadis itu.

 

 

 

 

“apa kau gila???!!” omelan Hweji begitu kencang. Gadis itu tidak mempedulikan anak klub basket  yang menatap kearahnya dan juga Jimin –lelaki yang tengah berdiri di hadapannya- bukannya takut, Jimin malah tersenyum melihat muka kesal Hweji. Kenapa ia harus takut? Dia sudah bisa menduga Hweji akan menyemprotnya dengan berbagai kalimat kasar yang selalu gadis itu keluarkan untuknya ketika ia mengajak dengan paksa Hweji untuk bolos dari pelajaran dan menuju lapangan basket.

“kalau mau dihukum jangan libatkan aku juga! aku mau kembali ke kelas!” Hweji menatap kesal Jimin. Dengan dengusan ia membalikan tubuhnya untuk berlalu dari hadapan Jimin.

Tapi lelaki berambut hitam itu menahan tangan Hweji. Hweji mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Jimin yang terasa erat.

Jimin terkekeh melihat tingkah Hweji yang menurutnya sangat imut dan membuatnya gemas. Akhirnya ia melepas cengkraman tangannya.

“kau menyebalkan!” gerutu Hweji, ia tidak mau melakukan apa-apa lagi di hadapan Jimin. Ia takut lelaki itu akan menahan tangannya lagi atau melakukan hal yang bisa membuatnya kesal setengah mati.

Selangkah dua langkah Hweji berjalan dengan langkah kesal membelakangi Jimin dan  menjauhi lelaki itu.

Jimin tersenyum melihat punggung Hweji.

Tiga langkah empat langkah lima langkah Hweji melajukan kedua kakinya.

 

“HWEJI AKU MENYUKAIMU! JADILAH PACARKU!!!!!”

 

Semua yang berada di lapangan basket menoleh kearah Jimin. Langkah Hweji juga terhenti saat itu juga. tubuh gadis itu mematung.

 

“CHOI HWEJI YANG KASAR!!! DENGARKAN AKU, AKU MENYUKAIMU!!! KAU HARUS TAHU ITU!!!”

 

Meskipun lelaki itu menyebutnya kasar di hadapan semua orang itu tidak membuat Hweji langsung menghajar Jimin seperti biasanya. Ia masih terpaku. Terdiam. Mencoba mengartikan apa maksud ucapan Jimin tadi.

Hweji pun menolehkan wajahnya kearah Jimin. Ia berharap ketika ia menatap lelaki itu, lelaki itu akan tertawa menyebutnya bodoh sudah mempercayainya dengan tawa penuh ejekannya yang menyebalkan.

 

Tapi Jimin tidak.

 

Lelaki itu tersenyum menatap Hweji. Senyum yang sangat berbeda dan tidak pernah lelaki itu tunjukan sebelumnya.

 

 

 

 

 

 

Jimin semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Hweji. Mencoba menghilangkan gemetar pada tubuh gadis itu. kini ia juga memejamkan matanya. Mengingat apa yang terjadi padanya dan Hweji 3 bulan lalu.

 

 

 

 

 

 

 

“kau benar-benar tidak bisa mengerjakan soal seperti ini??”

Hweji menunjuk satu soal dari buku pelajaran dengan ujung jari telunjuknya. Wajah gadis sedikit bête menatap Jimin. Bagaimana tidak? Hari minggu adalah hari bersantainya yang berharga, tapi dengan segala rayuan mematikan Jimin, lelaki itu berhasil membuatnya datang ke rumah Jimin dan mengajarinya soal matematika untuk ujian hari senin.

Karena ia juga tidak mau Jimin mendapat nilai jelek seperti Taehyung dengan penuh kesabaran ia berusaha mengajari lelaki yang sudah menjadi pacarnya itu.

Jimin, lelaki itu memasang wajah tidak mengerti mengamati satu soal matematika. Keningnya mengkerut. Lalu ia mengacak rambutnya dengan teriakan frustasi.

Hweji mendecak kesal.

“kita baru kelas 1. Bagaimana bisa kau melupakan soal yang pernah di pelajari di kelas 3 smp seperti ini???” Hweji masih berusaha mencari kenyataan jika Jimin sedang mengerjainya, mungkin saja lelaki itu sebenarnya mengerti tapi ia hanya sedang berpura-pura.

Tapi kantung mata hitam di bawah mata sipit lelaki itu membuktikan Jimin tidak sedang berpura-pura.

 

Sudah satu setengah jam Hweji terus bersabar mengajari Jimin agar lelaki itu mengerti meski hanya satu rumus. Tapi tingkat mengingat lelaki itu soal berhitung benar-benar payah. Jimin memang jago dalam pelajaran sejarah, seni dan olahraga. Tapi tidak untuk matematika. Ia dan Taeri benar-benar payah dengan pelajaran menghitung.

Sekarang sudah 2 jam lebih Jimin terus melebarkan matanya menatap dan mencoba mengerti satu soal. Setelah berjam-jam akhirnya ia bisa menguasai setidaknya 3 rumus soal.

Ibunya tadi sudah memberinya camilan untuk di nikmati bersama Hweji sebelum ia pergi meninggalkan rumah. Camilan itu sudah hampir habis begitu juga jus jeruk yang sudah di siapkan satu teko.

Hening. Tidak ada yang saling berbicara. Mereka serius dengan buku masing-masing. Jimin dengan buku matematika di tangannya dan Hweji dengan buku novel yang ia bawa dari rumah. Ia tahu mengajari Jimin sama saja mencari kebosanan di waktu senggangnya, makanya ia sudah mempersiapkan semuanya dari rumah.

Hanya bunyi detak jam yang memenuhi ruangan kamar Jimin yang sepi. Televisi di kamar lelaki itu juga dimatikan.

Jimin melirik kearah Hweji dari ekor matanya. Merasa sudut matanya pegal karena terus menatap Hweji dari ekor matanya akhirnya ia menolehkan kepalanya kearah Hweji. Menatap gadis yang masih serius membaca novelnya itu.

Hweji mengenakan celana balon pendek merah muda yang mengekspos paha putihnya serta kaos sedikit longgar bewarna hitam. Rambut panjang hitam gadis itu ia kuncir cepol keatas dengan asal.

Hweji yang memang tidak memikirkan apa-apa selain mengajarkan Jimin soal matematika tidak menyadari mata Jimin yang terus terarah pada pahanya. Jimin meneguk air liurnya. Dengan gelisah ia mengalihkan tatapannya kearah lain, tapi dengan sendirinya bola matanya mengarah kembali pada paha Hweji. Apalagi di rumahnya tidak ada siapa-siapa selain ia dan Hweji. Ibunya pergi untuk menemui teman lamanya, ayahnya tidak ada di rumah karena melakukan dinas di Gwangju dan kakak perempuannya juga tidak ada di rumah.

Mungkin bagi mereka ia dan Hweji masih terlalu kecil untuk berpikir yang tidak-tidak saat berduaan saja. Tapi ayolah, ia dan Hweji juga bukan anak kecil. 1 sma bukan penyebutan untuk ‘anak kecil yang tidak tahu apa-apa’.

Sadar dengan Jimin yang terus menatapnya akhirnya Hweji menatap Jimin. Kedua bola mata mereka saling bertemu. Selayaknya magnet yang saling menempel satu sama lain kedua bola mata itu terus menatap dengan lamat. Bola mata hitam Hweji yang indah seperti menggoda Jimin dan menantang lelaki itu.

Persetan dengan kepolosan.

Dengan gerakan cepat Jimin menempelkan bibirnya dengan bibir Hweji. Tadinya Ia sedikit antisipasi takut jika gadis itu akan mengelak dan menghajar Jimin. tapi Hweji diam. Mata gadis itu malah tertutup.

Sebenarnya sejak tadi Hweji sudah mengharapkan Jimin melakukan ini. Setidaknya lelaki itu memberikan ciuman pertamanya dengan manis.

Jimin melumat bibir Hweji dengan gerakan kasar. Menekan tengkuk Hweji agar bibir mereka semakin menempel. Memutar kiri kanan kepalanya untuk bisa melumat setiap inci bibir Hweji. Entah mengapa bibir Hweji seketika menjadi candu untuknya. Terlalu berat untuk berhenti meraup bibir mungil gadis itu. dengan gerakan yang masih kikuk Hweji balas melumat bibir Jimin. Gerakan lincah bibir Jimin membuat Hweji benar-benar kewalahan. Tubuh Hweji seketika memanas merasakan sentuhan Jimin yang entah sejak kapan sudah menindih tubuhnya di lantai

Lenguhan gadis itu terdengar di antara lumatan ketika tangan Jimin mulai meraba pelan paha Hweji. Jemari Jimin mengelus sekitar paha Hweji dengan gerakan pelan. Membelai paha gadis itu hingga sampai pada titik lemah gadis itu. mahkota yang seharusnya ia jaga. Tapi Hweji sudah enggan berpura-pura dan menolak Jimin. Desahan kecil mulai terdengar dari mulut Hweji.

Jimin yang semakin bernafsu berusaha membuka resleting celana Hweji. Lumatannya semakin kasar, sesekali ia ikut melenguh melihat betapa seksinya Hweji di hadapannya sekarang.

Buku matematika yang teronggok dengan posisi terbalik asal tidak di pedulikan oleh Jimin maupun Hweji. Mereka lebih peduli dengan kegiatan yang mereka lakukan saat ini.

Buku matematika itu seperti mengamati mereka dalam kebisuan, tanpa bisa mengingatkan apa yang seharusnya mereka lakukan saat ini.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

Tubuh Hweji sudah tidak gemetar lagi, hal itu cukup ampuh untuk menghentikan lamunan Jimin.

Ia mencoba menatap wajah Hweji dan akhirnya gadis itu mau menatap Jimin. Mata sembab gadis itu sebenarnya sangat menggores hati Jimin. Mengingatkan betapa pengecut sifatnya pada gadis itu. Jimin tersenyum. Mengelus wajah gadis itu. hweji yang masih ragu untuk tersenyum akhirnya malah kembali menitikan airmatanya. Membuat pelukan Jimin semakin erat.

 

 

 

 

 

*

 

 

Dari arah luar Taeri dan Eunbi juga Chansung yang ikut-ikutan mengintip dari kaca pintu UKS. Mereka bisa melihat Hweji dan Jimin saling berpelukan. Taeri dan Eunbi tersenyum menatap kearah pasangan itu. rasanya lega bisa melihat mereka bisa menyelesaikan satu masalah. Yaitu masalah pada hubungan mereka sendiri.

 

“rasanya baru kali ini aku lihat sisi Jimin yang seperti itu. selama ini dia kan selalu buat kesal seperti Taehyung.” Ucap Taeri masih dengan senyuman lebar.

“terserahlah. Setidaknya sekarang aku tidak melihat pasangan bodoh itu bertengkar. Cukup mereka bermesraan saja sudah membuat suasana kembali normal.” Sahut Eunbi yang juga tersenyum.

“tapi bagaimana mereka bisa menghadapi masalah yang paling besar itu? mereka kan masih sangat kecil untuk menikah.” Chansung ikut berujar dan menatap penasaran Hweji dan Jimin yang terlihat saling berbicara.

“itu tidak usah kita permasalahkan dulu. Asal mereka berdua siap semua pasti menjadi mungkin.” Ujar Taeri.

“ah, benar juga.” Chansung mengagguk dan akhirnya menatap lurus kedepan dengan senyuman dari wajahnya yang terlihat aneh. chansung mungkin terlalu terbawa suasana sampai-sampai tidak ingat untuk mempertahankan sikap dewasanya. Mungkin karena dia terlalu menggemari drama hingga ketika ada sesuatu di kehidupannya seperti drama dia akan ikut tenggelam dan ikut-ikutan.

 

Dari sisi lain Jungkook yang tadinya mengamati Eunbi malah mengalihkan tatapannya kearah Taeri dan Chansung yang terlihat akrab.

“tumben.” Gumam Jungkook dengan muka datar

Di samping kiri kanan Jungkook terdapat Yoongi dan Hoseok. Tapi kedua lelaki itu saling menatap sinis dan tajam satu sama lain sejak Jungkook duduk di tengah-tengah mereka.

 

“kau tidak perlu menatapku seperti itu. kau sudah tahu kan siapa yang dia pilih?” ucap Yoongi, meski pelan tapi Hoseok dan bahkan Jungkook bisa menangkap apa yang lelaki itu katakan.

Hoseok mendengus, dengusan remeh yang ia berikan khusus untuk Yoongi selama hidupnya.

“apa aku harus percaya?”

“baju yang kukenakan saat ini baju kakak laki-lakinya.” Yoongi mengangkat bahunya, menunjukan kaos yang Yoongi kenakan saat ini.

“lalu kenapa? Apa kau terlibat cinta dengan kakak laki-lakinya?” ejek Hoseok.

Dari arah lain tiba-tiba Chansung bersin, tapi lelaki jangkung itu kembali melanjutkan kegiatan mengintipnya.

Yoongi mencoba menahan emosinya. Ia pun mengangkat satu sudut bibirnya untuk tersenyum.

“dia sudah jadi milikku.” Ucap Yoongi dengan nada yakin.

“kau bisa bertanya padanya.” Yoongi menunjuk kearah Jungkook dengan masih menatap Hoseok. Senyum licik Yoongi benar-benar hampir menyulut amarah Hoseok. Tapi lelaki itu mencoba mengontrol dirinya. Ia tidak sama sekali menatap kearah Jungkook. Toh ia sudah tahu siapa Jungkook.

“lalu? Lantas aku peduli? Perasaan manusia bisa berubah seiring waktu. Taeri pasti akan memilih lelaki yang bisa memperlakukannya dengan benar.”

 

“jadi menurutmu aku tidak memperlakukannya dengan benar?”

 

Hoseok sebentar terkekeh menatap Yoongi remeh.

“TIDAK.”

Jawaban Hoseok membuat emosi Yoongi benar-benar tersulut. Mata sipit lelaki itu seketika terbuka lebar, tubuh serta tangan Yoongi sudah akan bersiap menghajar Hoseok tapi dengan cepat Jungkook yang sedari tadi berada di tengah mereka dan mendengar semuanya spontan langsung menahan tubuh Yoongi.

“Taeri nuna!!! Mereka berdua terlibat perkelahian!!” teriak Jungkook langsung sebelum Yoongi akan menyingkirkan tangannya dengan kasar.

Taeri yang tadi masih tengah asik mengintip mengalihkan tatapannya kearah Jungkook. Begitu juga dengan Eunbi dan Chansung.

Taeri menatap datar kearah Yoongi dan Hoseok yang terlihat menatap dingin satu sama lain. Pemandangan seperti sudah biasa menurutnya. Kedua lelaki itu hanya melakukan hal yang tidak mereka mengerti. Itu pikirnya.

Yoongi beranjak dari duduknya dengan masih memasang muka dinginnya.

“tapi ngomong-ngomong Taehyung kemana ya?” Taeri menatap Namjoon dan Jin yang sudah seperti bersiap kembali ke lapangan basket.

“ah benar juga. si rambut kemoceng itu akhir-akhir ini jarang terlihat.” Eunbi juga mengedarkan tatapannya untuk mencari Taehyung. Tak sengaja ia bertatapan dengan Jin. Ia jadi ingat kejadian sore tadi. Dengan masih menjaga kesopanannya Eunbi mengalihkan tatapannya seakan pura-pura tidak melihat Jin. Jin yang sadar dengan sikap Eunbi hanya bisa tersenyum kecil.

“Taehyung? Ah, dia sedang berada di lapangan basket. Melanjutkan kegiatan klub. Tadi juga ada Sera, tapi mendadak gadis itu bilang ada keperluan jadi dia pulang lebih dulu. Mungkin sebentar lagi klub basket juga akan pulang.” Jawab Namjoon yang tadi cukup lama tidak menjawab pertanyaan Taeri, ia terlalu sibuk melepaskan deker olahraga di lututnya.

“ah Yoongi, kau lebih baik ikut dulu bergabung di akhir kegiatan malam kita. Meski tadi kau sudah izin tapi tidak ada salahnya sebagai kapten kau datang.”

Namjoon menatap kearah Yoongi. tapi orang yang di Tanya itu tak menatap kearah Namjoon. Yoongi menatap kearah Taeri. tanpa menjawab Namjoon Yoongi berjalan kearah Taeri dan tiba-tiba menarik tangan gadis itu mengikutinya menuju lorong sekolah. Taeri yang masih tidak mengerti akhirnya hanya bisa pasrah ketika Yoongi terus menarik tangannya.

“ya-“

Chansung yang tadinya ingin menegur Yoongi seketika diam ketika sosok lain berjalan dengan langkah kasar kearah mereka.

Hoseok.

Entah Hoseok memang jago dalam urusan berjalan cepat atau hanya sedang terbawa suasana, lelaki itu menghampiri Yoongi dan Taeri dengan cepat.

Ia sudah hendak meraih tangan Taeri, seperti yang selalu ia lakukan sebelumnya. Menarik kembali Taeri ke pelukannya.

Tapi Yoongi dengan cepat mendorong tubuh Hoseok dengan kasar dan dengan cepat juga menempatkan Taeri di belakangnya. Tangan Yoongi masih menggandeng tangan Taeri dengan erat.

“kau pikir bisa melakukan hal seperti itu lagi? Jangan bermimpi.”

Genggaman tangan Yoongi semakin erat di tangan Taeri. jantung Taeri berdegup keras, wajahnya seketika memerah dan hal itu di sadari oleh Hoseok.

Hoseok mengatupkan kedua bibirnya.

 

“lepaskan dia, atau kau akan semakin membuatnya menderita dengan gangguan Hyomin noona.”

Ucap Hoseok dengan tatapan dingin.

 

“tsk. Aku bisa melindunginya.”

 

“kau yakin? Meskipun dengan menghajar Hyomin noona? Kau harus berbuat kasar dan setidaknya membuat pipi gadis itu lebam tak berbentuk agar ia bisa menyerah mengganggu Taeri.”

 

Yoongi menyerngit.

“maksudmu?”

 

“tidak bisa menangkap maksudku? Itu adalah hal yang harus kamu lakukan selain menyerahkan Taeri padaku. Atau Taeri akan benar-benar menderita di tangan Hyomin noona. Kau harus ingat, sunbae. Hyomin noona tidak pernah main-main.”

 

Genggaman Yoongi di tangan Taeri sedikit melonggar mendengar ucapan Hoseok. Taeri menatap kearah Yoongi. melihat ekspresi lelaki itu yang sedikit melemah.

Apa lelaki itu takut jika Hyomin akan benar-benar membuatnya menderita?

 

“a-aniya!”

Dengan cepat Taeri memotong pembicaraan kedua lelaki itu. kini gantian Taeri menggenggam tangan Yoongi dengan erat, Yoongi menatap kearahnya. Begitu juga dengan Hoseok.

Ekspresi Yoongi saat itu terlihat sedih dan Taeri tidak pernah mau melihat ekspresi seperti itu dari wajah Yoongi.

“aku- aku- menyukai Yoongi sunbae. Dan aku tidak takut dengan Hyomin sunbae.”

Ucap Taeri dengan muka yakin.

Eunbi, Chansung dan Namjoon mengangakan mulutnya. Tidak percaya dengan apa yang baru saja Taeri katakan.  Sama dengan Jin, Jungkook hanya memasang wajah datar.

Hoseok menatap Taeri tidak percaya. Matanya terbuka lebar. Ekspresi Hoseok yang baru pertama kali Taeri lihat.

“mianhae sunbae. Mungkin sunbae menganggap aku anak kecil yang tidak bisa menjaga diri. Sunbae hanya mengkhawatirkanku…”

Ucap Taeri lagi menatap Hoseok. Mencoba menahan perasaan tak teganya dan tetap menatap Hoseok.

Yoongi yang juga terdiam tak percaya dengan apa yang Taeri katakan menatap Taeri dengan ekspresi polosnya. Ekspresi yang sangat jarang di keluarkan seorang Min Yoongi.

Taeri menarik tangan Yoongi untuk kembali berjalan meninggalkan Hoseok, melewati koridor sekolah.

 

Hoseok masih terdiam. Dia masih tak bergeming. Tatapannya masih tertuju pada punggung Taeri dan Hoseok yang sudah mulai menjauh.

 

“aku tidak menyangka.”

Eunbi masih mengangakan mulutnya, menggelengkan kepalanya dengan fakta-fakta aneh dan tidak pernah ia duga banyak ia ketahui hari ini. Hweji yang hamil dan Taeri yang menyukai Yoongi.

“drama lainnya?” Chansung menyenggol lengan Eunbi masih menatap punggung adiknya yang sudah benar-benar menjauh. Di dalam hatinya ia sedikit merasa miris tidak mengalami kisah cinta seperti itu di umurnya yang memang sudah tua.

 

Jungkook menatap Hoseok yang masih terpaku diam. Bahkan Hoseok masih tidak mengatakan apapun. Apa lelaki itu begitu terkejut?

 

 

 

 

 

 

 

Taeri melepas genggamanya pada tangan Yoongi. duduk di bangku taman dengan muka gugup. Ia menaruh tangannya di dada, merasakan degup jantungnya yang melewati batas normal karena kejadian tadi.

Ia benar-benar tidak sadar akan mengatakan hal seperti itu pada Hoseok.

Yoongi yang tadi masih terdiam menatap Taeri, akhirnya tersenyum miring menatap gadis itu. wajah gugup gadis itu begitu cantik di matanya.

“ya.” Ucap Yoongi di antara keheningan mereka. Taeri menoleh kearah Yoongi yang duduk berdiri di sampingnya.

“sudah tidak hujan.” Ucap Yoongi lagi menatap kearah langit. Taeri ikut  menatap kearah langit. Entah keajaiban darimana, langit sehabis hujan itu di penuhi dengan banyak bintang. Taeri terpukau melihat keindahan langit sehabis hujan yang baru pertama kali ia lihat.

Tapi Yoongi, lelaki yang menunjukan langit pada Taeri itu tidak menatap kearah langit seperti yang gadis itu lakukan. Bola mata kecoklatan Yoongi terus menatap Taeri.

Hingga Yoongi benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi.

Yoongi menarik tangan Taeri agar gadis itu menghadap kearahnya. Ia menempelkan bibirnya dengan bibir Taeri. satu gerakan lembut bibirnya cukup membuat Taeri tidak begitu terkejut, gadis itu bisa sedikit merileks-kan dirinya sendiri. Membalas gerakan bibir Yoongi yang entah mengapa terasa begitu lembut di bibir Taeri. hembusan nafas pria itu terasa hangat menerpa wajah memerahnya.

Hal ini yang baru Taeri sadari setiap Yoongi menyentuh dirinya. Ia memang begitu membutuhkan lelaki ini.

Gerakan bibir Yoongi mulai liar. Melumat bibir Taeri dengan kasar dan penuh hasrat. Seperti selalu tidak puas hanya sekali meraup bibir gadis itu.

Dan Taeri, ia sudah tidak mempedulikan bibirnya yang terasa kebas akibat lumatan Yoongi. ia jadi ingat apa yang Hweji ceritakan beberapa hari yang lalu mengenai Yoongi, Yoongi dengan sejuta pikiran mesumnya.

Tapi itu tak membuat Taeri takut. Sekali lagi ia tekankan pada pemikiran dan perasaannya, sentuhan Yoongi menjadi seperti candu pada dirinya dan juga perasaan cintanya pada pria berambut coklat indah itu.

Tetap dengan melumat bibir Taeri dan tangannya yang mulai nakal meraba bokong Taeri, Yoongi mendudukan gadis itu di pangkuannya. Menekan tengkuk Taeri, memperdalam lumatan mereka. Lenguhan Taeri sudah mulai terdengar ketika tangan Yoongi meraba pahanya dan mengelus bagian utamanya yang masih terbalut jeans ketatnya. Sentuhan Yoongi begitu lembut dan seperti bisa menciptakan getaran tersendiri pada tubuh Taeri.

Hingga Yoongi mulai menggesek-gesekan jarinya pada bagian utama Taeri itu, tubuh Taeri menegang menerima sentuhan dari jari hangat Yoongi.

Yoongi melepas lumatannya pada bibir Taeri. menempelkan kedua dahi mereka dengan jarak yang sangat dekat. Taeri menatap Yoongi dengan lenguhan kecil menerima gesekan jari Yoongi pada vaginanya. Wajah Taeri memerah menerima sentuhan Yoongi yang terlalu berat ia tolak dengan nalurinya sendiri.

Yoongi juga menatapnya dengan tatapan yang entah kenapa terlihat sangat seksi di mata Taeri.

 

“malam ini kau tidak boleh pulang kerumahmu, hwang Taeri.”

 

 

 

To be continued

 

 

About fanfictionside

just me

134 thoughts on “FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL pt. 6 / BTS-BANGTAN

  1. Shit!! Kampret lah yoongi!!!!
    Si taeri lama lama gua kutuk juga (?)
    bwahahahaha
    klo si yoongi nya begini mah kudu pke fotokopi ktp thor klo mau baca xD
    part ini khusus edisi jimin hweji ya. Msh penasaran ntr proses lahiran anaknya(?)
    wakwak
    potek juga kan tuh si hopie <\3
    maaf bang hope, aku ga bisa bantu xD
    mati matian ja segini hot nya si yoongi, apalagi klo lu sampe mati suri thor(?)
    jin kookie cuma lirik lirik doang. Ga sakit itu mata(?)
    gua ga nyangka loh karakter V ma cwe bakal begitu.. Twist bgt ma tingkahnya klo lg bareng ma jimin

  2. hueeee Min Yoongi drivin me crazeeeehh >< disini si chansung jadi oon gitu perannya wkwk. oke thor ditunggu part selanjutnya jangan lama-lama haha😀

  3. akhirnya ya jimin akhirnyaaaa haha, suka pas bagian taeri bilang suka sama yoongi >.< OMG mereka mau ngapain???sampe taeri ga boleh pulang ke rumahnya……
    di tunggu next chapnya ^^

  4. Yehet! Taeri-Suga yg paling aku tunggu bgt partnya. Ini FF bangtan terkece yg pernah aku baca! Jangan lamalama thor, aku tiap hari ngestalk ini blog buat nunggu lanjutan partnya. Sampe everyday everytime ngestalk❤ jgn di pw thor tar aku gbs ngestalk lg ~~ huhu
    lanjutin ya lanjutin thor? =)

  5. kyaaaa!!!! yoongi!!!! bener bener pea …
    minnn hayolahhh di lanjutttt …
    aku ga sabar lagi ni😥

    ayolahhh pleaseeeeeeee :”( /nangis darah/

  6. Keren banget!!!! >.< Gak sia2 gue ngestalk blog ini tiap hari, hasilnya gak mengecewakan. Next chap nya jangan lama2 ya jangan pake pw juga.. Nanti pasti susah kalo mau minta pw nya!!!!!!!!!!!!!

  7. Wahhh…. Keren !! Masalah Jimin-Hweji dach selesai… Kasian Hoseok di tolak…tp emang Feel’nya yg ngena bnget tuch Taeri-Yoongi… Mereka mau ngapain ?!! Jungkook ekspresinya slalu datar… Apa stok ekspresinya yg lain dach habis?? Ya udahlah next next next… Jangan di protect Thor…

  8. jangan lama2 nerusinnya thor. dan kalau yang chapter NC 21 jangan diprotect ya thor soalnya kasian juga ma author nnti kerepotan balas dm minta pw🙂
    sukses gemes lah sama YoonTae couple :*

  9. astaga~~~~ bacanya ampe degdegan gini coba :O
    yoongi oppa bener-bener hot summer banget ya🙂 aku suka sama momen yoongi-taeri,mereka emang couple daebak deh!!!
    jangan di pw.. jebal!!! ditunggu next partnya^^
    part dede kookienya banyakin ya~~🙂
    omo!! taeri ga boleh pulang kerumah?? jadi bakalan pulang ke mana dong?? rumah yoongi oppakah?? huaaahh~~ pasti bakalan terjadi sesuatu disana~~🙂 *senyum evil* akhirnya jimin-hweji damai juga..🙂
    eunbi-jungkook apa kabar nih?? jangan bilang eunbi sama jin oppa??
    lah,jungkook?? patah hati dong tuh bocah kkk~~ nextnya jangan lama yaaa~~
    ga usah di pw juga~~~ ^^

  10. wahh pnasaran sma klanjutannya kira” itu taeri mo di apain ya sma yonggi.. Dan buat part slanjutnya bnyakin moment kookie sma eunbi dong.. Dan msih ada typo, tpi daebakk ko ffnya nextchap jngan lma” ya ^^

  11. AAAAAAAAAA MAU LU BAWA KE MANA ANAK ORANG SYUGGGGAAA😄 sumpah kerennn, yoongi gue potek loh :” cintaku kepadamu bertepuk sebelah paha/? kak buru part 7 pokoknya ditunggu ;D

  12. Ahh hot bangte tuu abang sugarrr
    Asuh my hope potek deh sama gue ajja deh drpda nungguin taeri yg udh kgak disentuh abangsugar hehhehehe
    Next tor jg klmaan

  13. authorr aku marah sama kamuuu
    kenapa Yoongi jadi perfect boy gini??? aishhh hakuna matata-_-
    lanjutannya ditunggu, Jimin Hweji kalian nikah sana/loh
    ituu trus Taehyung ku kenapa jadi gituuuu </3 aishhhhh tapi suka sih daripada jadi Taehyung jadi lelaki 4D/?

    kutunggu selaluuuu FF ku

  14. Huwaahh akhirnya author menuruti permintaanku buat nyeritain prosesnya hweji ama jimin
    tpi nii taeri ama Yoongi ya ampun gak kuat nge-bacanya
    tapi jangan bikin Taeri senasib ama hweji ya thor,, gak seru ntar
    aku malah kasian ma hoseok oppa,,
    HUWAAAA!!! HOSEOK !! KAMU SAMA AKU AJA YAA….
    LUPAKAN TAERI AKU YANG TERBAIK *kemakandrama

  15. Sumpah ini ff makin keren, lanjut ya thor jangan lama-lama
    Oiya kalo bisa nnti lebih HOT terus kejadian Jimin sma Hwejinya ceritain dong xD

    Mau di pw atau enggak sih terserah aja, asal Gua masih bisa baca😄 kalo bisa sih free read aja ㅋㅋㅋㅋ xD

    itu aja komen ya, semangat ya thor lanjutinya keukeukeueku xD

  16. Eiy, panjang ya…
    Ini, akhirnya si Jimin bulet bogel mesum bertaubat, entah mau kawinan pake mas kawin apa, entah mau kawinan di KUA atau Gereja Tua, yang penting cepetan kawin ye Jimin…..

    Anu yo, Taehyung gitu amat.. Katanya suka Sera, tapi kok pas di UKS cuma diem aja baca komik? ><

    Aaaaaaa, Matematika pembawa petaka ya itu tadi -_-

    Dan HOSEOK, plis thor jadikan dia LAJANG ELIT, jangan dipairing sama siapapun hahaha😄

    Taeri Yoongi so Hot! Dimanapun dan kapanpun tarik mang terus😄
    Awas nanti nyusul Jimin-Hweji wkwkwk~

    JANGAN DI PW THOR, FREE READ AJA YO…..

  17. lebih baik di pw sih tapi nanti gimana minta pw-nya :v hahaha thor degdegan loh serius ini😐 suga kenapa jadi badboy gitu. tapi tetep suka bagian V dia berasa cool keren gitu xD next chap ya thor

  18. OH MY GOD!!! YOONGI!!!!! you’re so… hhaaaahhhh….
    deg-degan bacanya….. ga masalah sh thor kalo mau bikin yang 21.. umur saya 21+ kok… sumpah dh….
    haaaaaahhhhhh gila dh yoongi….
    kalo pake pasaword mintanya nanti gimana author?
    syukurlah jimin hweji..
    itu si Taehyung jadi ngeselin bgt… dasar alien….

    saya mau nyampein pesan yg saya dpt dri FF ini & mungkin jg ini yg ingin dsampaikan author *sok tau bgt dah.
    jadikan Ff ini sebagai hiburan, ambil nilai positif yg ada dari ff ini. DON’T TRY THIS AT HOME! DON’T TRY THIS AT SCHOOL! DON’T TRY THIS WITH YOUR BOYFRIEND!! hahahah😀
    semangat Hwang author!! semangat lanjutinnya.. jangan lama2 y… penasaran…. ♥♥♥

  19. NOOO~ please don’t! jangan pake pw -3-
    aku pusing kalo mesti minta2 pw/? ._.
    ehya author, aku ini orangnya pikunan, aku ngikutin ffmu tp aku suka lupa komen/? pas pengen komen selalu ada godaan buka whatsapp ato yg lain/? operaku kan nyebelin -_- tabnya suka ilang semua, jd aku suka lupa aku komen apa ngga ;AA;

    sampe part ini keyen author T3T KYAAAA~
    aku baru pertama udah hebring, suka banget baca bagian Suga buka helm ;3; awaw banget ituu
    apalagi bagian akhirnya -_- kelewat awaw author/?

  20. Sumpah tmbh keren !! Aku suka..
    Pngen jd Hweji biar bsa hamil anak Jimin.wkwk

    jd pcr yoongi jg gak apa, dia HOT.

    oya,td ada typo dikit harusnya yoongi tp jd Hoseok.

    Sebaiknya gak usah pake pw thor ,ini gak terlalu vulgar kok,tp buat aku ya.. Gak tau buat yg msih 17 an..hehe
    part selanjtnya .secepatnya ya..ditunggu

  21. Bagus! Tapi kagak usah di pw! Ntar kalo gak smuanya bira dpet pw gak baca donk! Eh tapi kalo nurut aku,yg cocok jadi karakter suga itw ya J-hope! Soalnya dia itw px wajah yadong! Kiki di gampar jphopeLovers.
    Lanjut jgn lamac.awas lo! Hehe gak usah di pw lah.
    Oke!:-)

  22. Jangan di Pw! Kekekeke aku suka sebel ama FF Yg di Pw.hmm lanjut ya!
    Tapi kalo nurut aku,yg cocok jadi krakter suga itw si Jphope oppa. Face nya itw agak yadong.
    Hehe

    • yah thor bagian hweji sama jimin yang pas lagi ngerjain pr mtk kok ga di jelasin/? wkwk yoonginya buat gue aja yah/? haha lanjut thor jangan kelamaan, jangan pake pw juga-.- yayaya:3

  23. Untung aja,, kirain Hweji bkalan ngelakuin hal aneh.. Smg malah besar Jimin-Hweji dapat teratasi..

    Omo,, pasti Hoseok shock bgt.. Udh bang, sama qw aja hahaha😀

    Bikin deg degn baca part nya Yoongi n Taeri.. Apa yg akan terjadi selanjutnya ?? Aaahh ditunggu thor part selanjutnya🙂

    Ffnya mau d in ?? Emh jgn susah” y thor utk dapatin pwnya hehehe

  24. authorrr buat next partnya ada nc nya yak /plakk muehehe
    miris gue jadi jhope– next partnya cepetan dipublishnya ya thor^^

  25. Huaaaaa andwae..
    Hoseok kasian😦
    Udh hoseok ma aku aja😀

    Iss..iss.. yoongi mulai nakal nih..
    Ish.. jinjjayo><

    Ah author jgn dikasi pw😦
    Ntar susah mintainnya😦
    Tapi kalo emang harus dibatasin jadi 21 mah ydh gpp🙂
    Tapi yg udh 17 tahun mah gpp kali yah baca😉😉😉 *kedip2
    Kkk.. johaeyoo~~
    Lanjut ne ^-^

  26. Aaaaaa ini ff bangtan ketjeehh!! >**< gila baru nemu ff bangtan yg sikapnya Yoongi mesyum kek begindang…elaah!!😄 Syugaa plisss wajah lu gk keliatan yadong beb!.. :3 #plak Daebak lah! wkwk..itu yoongi mau bawa anak orng kemana//?? -,-

  27. Adaw suga >< duh gue degdegan masa bacanya wkwk… baguslah ada part suga-taerinya hwhw '-'v ayo min semangat bikinnya ditunggu part selanjutnya~
    Part selanjutnya free read aja lah min '-' tapi kalo pake pw juga gapapa deh. Tapi Nanti pwnya minta dimana? '-'

  28. kyaaaaa eonnie~! jadi makin greget aja bacanya makin penasaran juga >___< huweee jangan diprotect eon, takut susah minta passwordnya😦 fighting eonnie! '^')9

  29. wks, anjir. keren bnget thor ff nya. keep fighting deh bt ngerjain ff selanjutnya and jan lama” ye eon lnjutannya, tkut kebelet penasaran wkwkw.
    btw, jan diprotect lah ffnya ntar susah lgi bt kita-kita nya mnta pw. segitu aja deh neng/? fighting!

  30. huaaa thor, ffnya daebakk! jangan di protect, takut susah minta passwordnya’-‘
    kajja di lanjutin ya thor, jangan lama-lama😀 semangaaat thor’-‘)9

  31. Omegeeee thor memang cetar membahana. To.be.honest.I.love.this.fanfic. <3333
    Setiap partnya memiliki sensasi tersendiri. Hohohohoho next part thor. Pake password its no prob thor. (;

  32. Keren abiz. Mkin tmbah pt. Nya mkin asik & seru untk di baca. Thor, jngn pke pw yah! Free Reads aja! Biar gk krepotan minta & blas pw nya. Sukses yah! Semoga mkin asik & seru setiap part nya. I Wait for next Chapter. 😉

  33. suka banget sama nih ff , bisa jadi moodboster nihh , kalo bisa next chap jangan di protect thor , tapi itu sih terserah author
    woahhhhhh pokoknya daebak , jangan patah semangat ya thor buat lanjutin ffnya;)

  34. seru bangeet thor! yeaaay akhirnya jimin sadar juga. part selanjutnya jgn lamaa2 ya thor. terserah mau di kasih pw apa engga. kalo dikasih pw tapi balesnya yg cepett ya thorr hehe udh keren bgt inii

  35. Hai, Hello😀
    aku reader baru disini….
    ayo cepetan lanjut dong thor….
    tapi itu ceritanya Taeri lagi mens kan? la kalo dia hamil kaya Hweji gimana? kasian thor…. hehehe😀
    mending Taerinya di udahin dulu mens nya… kasihan kalo hamil…🙂
    cepet dilanjut thor, FF nya DAEBAK sumpah😀

  36. Huaa ff nyaa>…< itu terserah author aja tapi kalo bisa free:D, next yee thor jangan lama kalo bisa besok udah dipost:))

  37. kalo misal di PW , trus biar sya bisa baca gimana thor ?
    Emang knapa harus di PW ?
    FF nya keren klo di PW sya gimana ?:/

  38. Halooo… Sebelumnya aku pembaca baru disini^^ dan maaf aku baru coment di chapter 6 ini😦 aku juga baru2 ini suka sama BTS jadi iseng2 nyari FFnya dan nyangkut sama FF ini🙂 kerennn banget ceritanyaa !! Aku baru ketemu FF kayak gini dan bacanya jadi tegang juga:D sempet nangis pas taeri dibully terus sama yoongi:'( tapi sisa2nya FF ini keren deh (y) semangat ya thor buat ngelanjutin FFnya dan kalo bisa postingnya cepet biar aku gak lumatan😀 pokoknya FIGHTING yaa !! 😉

  39. Uda baca chapter 1-6 maaf baru comment >< Daebakk thorr! *angkat 2 jempol kaki*
    Gregett duh sm ff ini, kalo baca rasanya pen garuk abs jimin😄
    Lanjuuutt thor, ga tahan pen cepet2 baca next chapter. Jan di PW pwis *puppy eyes*

  40. dilanjutin kan ya?? aahhh daebak!! aku pikir cuma sampe pt 2 aja, awalnya aku cuma baca sampe pt 2, eh ternyata ada lanjutannya. sumpah daebak banget. tapi aku ga yakin kalo muka angel Suga bisa yadong yang over kaya gitu ;AAAAAA; tapi gapapa sekarang muka dia udah sangar jd cocok (?)
    jujur aku ngefans berat sama author yang buat ff ini. ff nya daebak broh’3′)/
    fighting!! terus menulisss.. hahaaa.. kalo udah di post lanjutannya, kasih tau aku dong thor soalnya aku ga selalu buka internet di laptop. bisa lewat fb or twitter, boleh minta uname twitter or nama facebooknya? itung itung buat dapet fanservice juga xD

  41. argh.. nggantung terus dari kemaren..
    ikut” deg-degan weh..
    ditunggu part selanjutnya..
    jangn lama” thor ..

  42. thor maaf ya baru sempet comment sekaraang, ini ceritanya bagus loh aduuh jadi ga sabar nunggu cerita selanjutnya penasaran jangan lama2 ya thor😀

  43. bacanya bikin perasaan aku naik turun
    sempet sedih pas baca hwejimin,trus akhirnya senyum-senyum pas baca part taeri-suga
    next free aja thor aku ga tau hrus minta pw ke mana😀 hehehe

  44. Ini ;A; Yoongi-ya!! Lu mau bawa anak orang kemana sampe si Taeri ga boleh pulang kerumahnya?! gue jadi Taeri bisa kali ya!! -______-”
    Thor part ini bikin darah gue berdesir, jantung gue kumat bederr bedernya –”
    Jangan dikasih Pw thor,, biar Free Reads aja, pan author kaga cape u,u

  45. Akhirnyaaaaaaaaaa setelah menunggu akhirnya di post juga chapter ini dan… aaaaakkkk
    Huwohhh huwohh aku baca nya .. apalagi itu ending tbc nya min… luar biasa bikin jantung berrrrrr pokok nya selalu di tunggu next chapter nya dan please jgn lama2 ya min. Keep writing semangat

  46. Annyeooong !!!!! Aku readers baru disini . Baru2 suka bts nih😄 . Nemu wp ini trus baca dari awal dann mian baru comment d part ini . Sumpah ffnya bikin aku ketawa degdegan sendiri . Waktu adegannya V itulho suka banget . Entah kenapa Kalo baca ff ini ada perasaan yg gak biasa gtu . Next jgn lama ya . Aku bakal terus pantau wp ini kok😉

  47. annyeong. aku reader baru
    maaf baru komen di part ini
    belum bisa nemuin yang part satu soalnya.
    bangapta.
    ffnya keren. alurnya juga keren. tapi part jungkook dikit bingit. gapapalah yang penting keren
    next part ditunggu😀

  48. Makin hot aja nih ceritanya~ aduh, tetep ya Suga’nya.. bikin merinding! >,<
    Kok Taehyung'nya ngilang ditengah jalan sih thor? u,u
    Eumm, menurut aku jangan sampe NC21 deh thor, segini aja aku udah spot jantung bacanya._. Lagian aku juga masih seumuran sama Jungkook T.T
    Dan aku lebih suka kalo romance'nya dibanyakin~
    Tapi terserah authornya deh *pergi bareng Jungkook* *ditabok xD

  49. Ia thor, lanjutin ya, kalo romance nya lebih banyak itu juga makin histeris pembacanya, NC nya jangan ampe 21 ya thor, sgitu dah bikin gitu deh *lohh?
    Ditunggu kelanjutannya thor, keren😀 Tae Hyung nya jangan diilangin ya thor, munculin lagi kekonyolannya namja 4D itu kkk~

  50. Uwwaa*-* aku suka bnget sama couple JIMIN +HWEJI banyak in part mereka ya thorr^^ aku penasaran bnget ama kelanjutan ceritanya .. cepetan lanjut in ya thorr fightingg’-‘)9!!!

  51. Reader baru nih sori thor baru komen di chaoer ini ffnya baguss😀 mening free read aja thor biar ga ribet heheh

  52. suga HOT banget sih…. weeeee…gak boleh pulang kermh ya, okeh main dirmh suga~hahaha.. hoseok ah sama aku aja yaa… :p
    dibuat 2 versi mungkin? ad yg pake pw & yg ga pke pw nc21nya di skip?

  53. author cepet lanjutin ceritanya ya fighting ‘-‘)9 !!!! Saran ya mending gak usah pake pw juga percuma thor ._.v

  54. Ya!!Ya!!Ya!!
    SUGA YADONG!!MESUM!!

    Taeri masih kecil dan kelas 1 SMA…
    Masih terlalu polos..
    Aigoo…jngan sampe terjadi hal yang sama kayak yng dialami hweji sama Taeri… Love thia couple ..
    Thor terserah dah mau dipw atau free…
    Asal nae bisa tetap baca…Xd

  55. aku baca langsung dri part 5 trus ke part 6 haha :v 1-4 ny engga d’bca😄
    mian.. di part 5 g’ngomn soal ny pen cpt” bca part 6 ny :3

    i like it~ cerita bagus thor.. (Y) bikin deg”an weh ^_^
    d’tnggu next part ny😉

  56. Oh ,gtu ya? Tp mending gak usah deh ,ntar ribet jadi nya.
    Gak apa2 kok, tergantng kita jg kan gmn nyikapin ff ini .
    Yg pasti Uda di buat ratenya.haha
    jd nextnya kpn nih?

  57. Aku suka bgt sama ff ini setelah special boys nya exo>< ayo dong thor cepetan lanjutin ni ff udh penasaran bangeeetttttt

  58. Gak bisa coment apa** lagi..
    sm ni FF..
    DAEBAK~

    Menegangkan sekali pas adegan nya si taeri ama yoongi..
    Aye rasa si Hoseok lagi broken heart gr** taeri..

    Next Chapter~

  59. Kyaaa, syuuuugaa. Mianhae, eonni ini commentnya telat bgt padahal udh baca dari kemaren /getok/ harapan saya masih sama kaya kemaren-kemaren, berharap bgt taeri hamil anaknya syuga-syuga ;))

  60. bagian akhirnya bikin berdesir…😄
    aq bru gabung nih thor.. pdahal gw ini reader sejak jaman special boys :p kkkk
    mianhae .. tp gw suka gaya fiksi lo thor😀

  61. Akhirnya jimin dan hweji kmbali lagi ^^
    *prokprokprok
    chansung oppa demen bngt ama drama kaya gua aja xD
    Sera ama taehyung kmn?ko ngilang?
    Awe awe yoongi mau ngapain taeri o_0?

  62. scene terakhirnya panas banget deh >\\<
    ahahaha akhirnya jimin baikan juga sama yc nya.. semoga masalah mereka cepet selesai!
    dan taehyung ko jadi gitu ya? apa karna sera suka sama jin?
    aduhhh ff ini bagusss bangett ahhh😄

  63. waw scene terakhirnya agak panas yaaa😀
    makin kesini sikapnya yoongi udah mulai baik sama taeri.
    dan akhirnya jimin balikan lagi sama pacarnyaaa horeee
    semoga aja cepet selesai masalahnya :-*
    bingung sam sikap nya taehyung, ko sikapnya jadi gitu ke sera?
    penasaran!!
    ff ini bikin overdose! daebak🙂

  64. kyaaa >< ga sabar nunggu
    lanjutanya kira kira yoongi
    bakal ngelakuin apa sama
    taeri ya?….. Masalah
    Jimin-Hweji dach selesai…
    Kasian Hoseok di tolak…

  65. Kyaaa,, keren thor..!!! mian baru ngomen lagi thor..!! deg-deg’an bacanya,, aaaaa eunbi ama jin aja thor… biar jungkook ama gw.. :v :v

  66. Uwahhh kasian gue sama jimin hweji, apa yg harus mereka lakukan? Tpi gue ngakak sumpah saat yoongi sama hoseok lgi panaspanasnya mau berantem ehh chansung bersin Lol
    Eweww apa yoongi taeri jugaaa?? Ntr sama kya jimin dong :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s