FF/ KISS ADDICT/ BTS-bangtan/pt.2


Tittle                : Kiss Addict [Chapter 2]

Author             : Honeyaa

Casts               : Lee Yoonrae (OC), Min Yoongi, and others

Leght               : Multichapter

Genre              : Romance, School life

Rating             : PG 17

Author’s note  : Terima kasih buat yang udah ninggalin jejak, maaf gak bisa bales satu-satu^^

                          Happy Reading!^^

 bangtan-boys-member-suga

 

***

Yoonrae POV

 

 

 

Tuhan sungguh baik padaku kali ini. Sunbae mesum itu tidak melakukan apa-apa padaku. Lebih tepatnya, mungkin belum.

Kata-katanya masih terngiang jelas di kepalaku. Selama tiga hari ini aku selalu berusaha menghindarinya. Takut jika dia benar-benar melakukan apa yang dia katakan.

Ini adalah hari terakhir orientasi. Sebagai penutupan, para sunbae memiliki agenda kemah di sekolah. Dan tentunya kami siswa kelas pertama wajib mengikutinya. Padahal aku malas sekali mengikuti acara-acara seperti ini.

“Rae-ya, apakah kau sudah mengemasi seluruh barang yang akan kau bawa nanti? Kau harus segera berangkat jika tak ingin terlambat!” teriak eomma dari lantai bawah. Aku terkesiap. Sial. Gara-gara terlalu memikirkan kata-kata sunbae tadi, aku sampai lupa mengemasi barang-barangku.

“Sebentar lagi, eomma.”  jawabku lumayan keras. Aku harus segera bersiap. Secepatnya ku masukkan barang-barang yang sudah ku siapkan tadi.

Gawat. Aku tak punya banyak waktu lagi. Buru-buru aku keluar kamar sambil menenteng tasku. Aku tak sempat mengganti seragam sekolah dengan baju olahraga. Lebih baik aku menggantinya saat di sekolah saja.

Eomma, aku berangkat!” teriakku sambil memakai sepatuku dengan tergesa-gesa. “Yak! Jangan terburu-buru seperti itu. Hubungi eomma jika terjadi sesuatu.”

Ne eomma. Sampai jumpa!” kubuka pintu rumah dengan cepat. Segera saja aku berlari menuju halte. Semoga hari ini aku tak bertemu sunbae mesum itu lagi.

***

Huh, untung saja aku datang tepat waktu. Tepat ketika para sunbae akan memberikan instruksi tentang kemah hari ini.

“Hai Yeonmi,” sapaku padanya. “Kau hampir saja terlambat Rae-ya,” cibir Yeonmi padaku. Aku hanya memberinya cengiran polos. “Hehe, maaf. Ada sesuatu yang harus ku kerjakan tadi.” Yeonmi hanya bisa mengerucutkan bibirnya.

Kami segera menghentikan perbincangan ini dan mengalihkan perhatian pada para sunbae. Ketika sedang asyik memperhatikan mereka, secara tak sengaja mataku melihat wajah sunbae itu. Siapa namanya? Min Yoongi? Ah benar. Aku hampir saja lupa.

Jika dilihat dari sini, dia benar-benar tampan dan manis. Ku alihkan pandanganku pada bibir tipisnya. Bibir yang telah meninggalkan kesan yang dalam padaku. Mungkin ia akan terlihat lebih tampan jika sebuah senyuman tersungging di bibirnya.

Tiba-tiba dia mengalihkan tatapannya padaku. Buru-buru aku membuang muka dan kembali memperhatikan instruksi para sunbae. Semoga saja ia tak menyadari bahwa aku memandanginya. Aku gugup sekali. Bagaimana jika dia masih mengingatku? Habislah sudah.

Para sunbae telah selesai membacakan seluruh instruksi untuk kemah ini. Aku berada di tenda yang sama dengan Yeonmi. Kami segera menuju ke lapangan untuk mendirikan tenda.

“Mi-ya, bisakah kau mendirikan tenda ini bersama teman yang lain? Aku ingin mengganti seragamku dengan baju olahraga. Lihat, hanya aku saja yang belum memakai baju olahraga,” pintaku pada Yeonmi.

“Baiklah, tidak usah khawatir. Aku akan meminta teman yang lain untuk membantuku,” balas Yeonmi sambil tersenyum. Aku segera mengambil baju olahraga yang berada di dalam tasku.

Ku langkahkan kakiku menuju toilet sekolah. Lorong sekolah terlihat sepi sekali. Pantas saja karena semua orang sedang berada di lapangan sekarang. Aku segera membuka pintu toilet dan bergegas mengganti bajuku.

“Huh, akhirnya aku bisa mengganti baju,” monologku pada diri sendiri. Ku rapikan seragamku dan bergegas keluar. Ketika aku berbelok di depan pintu toilet, tiba-tiba sebuah tubuh menghadangku.

Ku dongakkan kepalaku keatas. Tubuhku kaku. Lidahku kelu. Ingin kualihkan pandanganku ke sisi lain, tapi tak bisa.

Dia mendorong dan memojokkanku ke dinding di belakangku. Tangan kanannya berada di tengkukku, sedang tangan kirinya berada di bahuku.

Seragam yang kupegang jatuh ke lantai ketika ia dengan tiba-tiba menempelkan bibirnya pada bibirku. Ini sungguh tiba-tiba. Mataku membulat seketika. Dia tak main-main dengan ucapannya beberapa hari yang lalu.

Bibirnya hanya menempel, tidak ada pergerakan sama sekali. Aku ingin sekali memberontak, tapi tak kuasa. Tubuhku seperti tak bisa kukuasai. Jantungku berdetak hebat. Ada berbagai perasaan yang sedang berkecamuk di hatiku.

Ia mulai menekan bibirku. Melumatnya dengan pelan. Membuatku memejamkan mata dengan sendirinya. Bodoh sekali. Mengapa aku tak menolaknya?

Bibirnya terasa manis sekali. Padahal waktu itu rasanya tak semanis ini. Mungkin karena ia melakukannya dengan pelan dan hati-hati. Tak tergesa-gesa seperti waktu itu.

Tak kusangka aku malah membalas balik perbuatannya. Ku kalungkan tanganku pada lehernya. Menekan tengkuknya agar semakin memperdalam ciuman ini. Aku rasa aku mulai kecanduan dengan bibir ini.

Ia juga melakukan hal yang sama denganku. Tangannya menekan tengkukku agar aku semakin dalam menciumnya. Bibir kami saling melumat hingga kami mulai kehabisan nafas.

Seperti mengerti apa yang aku pikirkan, ia segera melepaskan tautan kami. Ia memberikanku kecupan-kecupan kecil sebelum melepaskannya.

Menyadari apa yang telah terjadi, aku buru-buru melepaskan tanganku dari lehernya. Tapi tidak dengan tangannya, masih tetap pada posisi semula. Ku tundukkan kepalaku. Pipiku memanas. Mungkin sekarang warnanya sudah semerah tomat yang biasa dibeli eomma-ku di pasar.

Aku malu sekali. Tangannya beralih memegang daguku. Mendongakkanya ke atas agar aku bisa memandang matanya. Hembusan nafasnya terasa hangat di pipiku dalam jarak sedekat ini.

Ia kembali medekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya kembali. Memberiku ciuman singkat tapi dalam. Dia menjauhkan wajahnya dan bergegas pergi meninggalkanku tanpa sepatah kata pun.

Aku masih berada pada tempat yang sama. Belum beranjak sedikitpun. Mengapa aku tak menolaknya dan malah membalasnya? Dan apa maksudnya menciumku lalu meninggalkanku tanpa sepatah kata pun?

Berbagai pikiran datang memenuhi otakku. Hatiku tak karuan. Aku segera mengambil seragam yang terjatuh di lantai dengan wajah ling-lung. Secepatnya aku berlari menuju ke lapangan. Berharap semoga tidak ada orang yang melihat kami tadi. Semoga saja

***

Author POV

 

 

 

Yeonmi menyadari ada yang tidak beres dengan Yoonrae. Ia terlihat gelisah sedari tadi. Ia juga terlihat tegang dan gugup. Matanya menatap lurus ke bawah sembari menggigiti kuku tangannya.

“Yoonrae-ya, ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Yeonmi khawatir. Yoonrae yang terkesiap dengan pertanyaan Yeonmi buru-buru menghentikan aktivitasnya.

“Aku baik-baik saja,” balas Yoonrae dengan gugup. “Tapi wajahmu tak berkata begitu Yoonrae-ya. Kau terlihat gelisah setelah mengganti bajumu tadi. Apa terjadi sesuatu? Ceritakanlah padaku,” pinta Yeonmi padanya.

“Aku sungguh baik-baik saja Mi-ya. Percayalah padaku, tidak ada sesuatu yang terjadi. Ini hanya kebiasaanku ketika aku kedinginan. Udara memang sedang dingin malam ini, iya kan?” elak Yoonrae dari pertanyaan Yeonmi.

Yeonmi hanya bisa menghela nafas. Ia  tau temannya tidak sedang dalam keadaan  yang baik. Baiklah, Yeonmi mengalah kali ini. Ia tak kan meminta Yoonrae menceritakannya.

“Baiklah, aku percaya. Dan kenapa kau tak membawa baju hangat tadi? Malam ini udara dingin sekali Rae-ya,” ujar Yeonmi. “Hehe, aku lupa membawanya tadi. Aku sangat tergesa-gesa hingga lupa memasukkannya ke dalam tas.”

“Huh, itulah kau. Ceroboh sekali. Maaf Rae-ya, aku hanya membawa satu baju hangat hari ini,” sesal Yeonmi pada Yoonrae. “Tak apa Mi-ya. Pakailah, agar tubuhmu hangat.”

Yoonrae beranjak dari tempatnya dan mengambil baju hangat Yeonmi di dalam tenda. Ia menyodorkannya kepada Yeonmi agar segera memakainya. Udara semakin dingin sekarang.

Yeonmi menerimanya dengan ragu-ragu. Ia tak mau temannya kedinginan. “Pakailah Yeonmi. Aku baik-baik saja. Aku tak akan pingsan hanya karena kedinginan,” Yoonrae mencoba bergurau agar Yeonmi tidak merasa semakin bersalah.

“Maafkan aku Rae-ya. Aku benar-benar minta maaf,” ujar Yeonmi sambil menundukkan wajahnya. Yoonrae menepuk pundak Yeonmi dan berkata “Sudahlah. Asal kau di sampingku, aku akan selalu merasa hangat,” ujar Yoonrae dengan tulus. Yeonmi mendongakkan kepalanya seraya tersenyum balik pada Yoonrae.

“Ayo kita segera pergi. Bukankah acara api unggun akan segera dimulai?” ajak Yoonrae. “Ah, aku hampir saja lupa. Kau pasti akan merasa lebih hangat setelah sampai disana Rae-ya,” ujarnya menenangkan hati Yoonrae.

Mereka berjalan berdampingan sambil tersenyum. Senyuman seorang sahabat memang mampu menepis segala resah yang ada.

***

Yoonrae POV

 

 

 

 

Acara api unggun telah selesai. Menandai bahwa masa orientasi sudah berakhir. Semua siswa sedang tidur di dalam tenda masing-masing. Sedangkan aku tak bisa memejamkan mata walaupun sudah berusaha.

Aku meraba bibirku. Pikiranku kembali saat Yoongi sunbae menciumku. Rasa hangat menjalari pipiku. Aku malu jika mengingatnya.

Karena tak kunjung tertidur, aku memilih keluar untuk sekedar menenangkan pikiran dan hatiku. Aku duduk di bangku dekat lapangan. Ku ambil Ipod dan dan memasang earphone di telingaku sambil memutar lagu yang berada dalam playlist.

Pikiranku menjadi lebih jernih setelah mendengarkan beberapa lagu. Ku dengarkan kembali lagu yang masih tersisa dalam playlist.

Tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan sedang melepaskan earphone yang berada di telingaku. Sepetinya ini bukan pertanda baik.

Aku bisa merasakan hembusan nafasnya di pipiku. Bahkan hidung kami sudah bersentuhan. Tanpa aba-aba bibirnya dengan cepat menempel pada bibirku. Memberiku lumatan-lumatan kecil yang membuat jantungku kembali berdetak tak terkendali.

Mataku yang sedari tadi terpejam dengan cepat terbuka. Aku melihat wajah yang sedari tadi berada dalam pikiranku. Matanya terpejam. Mencoba menikmati pertautan ini.

Mataku kembali memejam. Aku benar-benar tak bisa menghindarinya. Walaupun otakku berkata aku harus menghentikannya, tidak dengan tubuhku. Mereka tak bisa menolak sentuhannya.

Tangannya menekan tengkukku agar memudahkannya menciumku. Kepala kami bergerak kesana kemari mencari posisi yang sesuai. Lumatannya tak berhenti sampai disini.

Ia menciumku semakin dalam dan aku membalasnya tak kalah dalam sampai kami hampir kehabisan nafas. Kecupan-kecupan kecil nan manis ia berikan padaku sebelum melepasnya.

Nafas kami sama-sama memburu. Ia mengalihkan bibirnya pada pelipisku dan memberikan kecupan yang hangat disana. Beralih pada kedua kelopak mataku, pipi, serta hidungku.

Detak jantungku semakin tak terkendali ketika ia mengalihkan pandangannya pada bibirku. Pipiku berubah menjadi semerah tomat. Ia memberikan kecupan kecil pada kedua sudut bibirku.

Bibirnya mendekat kearah telingaku. “Selamat malam Yoonrae. Teima kasih untuk hari ini. Semoga kau merasa hangat setelah ini,” bisiknya pelan dengan suara yang menggetarkan hatiku.

Ia kembali mencium pelipisku dan meninggalkanku dengan aroma cologne yang masih bisa tercium olehku. Warna pipiku masih sama seperti tadi.

Tubuhku masih belum beranjak. Pikiranku kembali tak karuan. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Aku memang bodoh. Sama sekali tak bisa menghindarinya.

Hembusan angin yang lumayan kencang menyadarkanku untuk segera beranjak. Ku rapikan earphone dan Ipodku dan kembali memasukkannya ke dalam saku. Yoongi sunbae benar, tubuhku merasa sedikit lebih hangat setelah kejadian tadi.

Aku kembali masuk ke dalam tenda. Yeonmi dan teman yang lain masih tertidur dengan lelap. Ku baringkan badanku di samping Yeonmi dan mengambil selimut untuk menutupi tubuhku.

Ku raba bibirku yang masih terasa lembab. Yoongi sunbae.. kau benar benar membuat gila.

*TO BE CONTINUED*

About fanfictionside

just me

61 thoughts on “FF/ KISS ADDICT/ BTS-bangtan/pt.2

  1. Rasanya pengeb teriak pas baca ff ini. Gilak suga gahar banget. Ga nyangka di balik tampang imut-imutnya, dia such a badboy. Luv it. Wkk.. Sabar aja buat rae-ya. Wkk. Ditunggu kelanjutannya ff ini. Ciaooo..

  2. ini suga maen cipok sana cipok sini. untung lu manis kayak nama lu bang.kkk~
    sekedar saran nihh,, kasih suga pov dong biar ga kyk hantu itu anak.maen datang cium datang cium kyk orang ga ad kerjaan
    jahh,, next chap kidarilkkeyo~

  3. astaga~~ yoongi oppa :O oppa bener-bener bikin jantung aku dagdigdug gak karuan yaaa~~
    huahh.. oppa keren!!! pervert pervert gimana gitu kkk~~ next next ditunggu^^
    *mian part 1 nya ga komen* ^-^v suga oppa~~ take my heart please~~

  4. DAMN, SUCH A ROMANTIC THING EVER😄 tapi ye, fanfic-nya rada panjangan dikit dong. ga asik weh ngebaca segitu doang. biasanya gue se-fanfic bisa sejaman per-part. saran gue sih gitu~

  5. omona ketjeh beud …

    co encweeet banget dahh

    aku suka dan sementara ini aku belum nemuin ke typo an#hebat prokprokprok

    lanjutin + panjangin lagi ya thor

  6. Ahhh.. gila sendiri baca ini😀
    Yoongi bener2 dah ><
    Itu enak amat jadi yoonrae..
    Konfliknya belom ada ya thor?
    Terus itu kesannya si yoongi gimana?
    Kok disini gak ada pov nya dia sih?:/

    Lanjut ^^

  7. Aigoo…Aigoo…Aigoo….
    SUGA-ya.. Neo Jeongmal Nappeun Namja…datang tiba-tiba dan nyium Rae sesukamu…

    But I Like It Suga…
    Hihihihihi *Senyum-senyum ala V

  8. aaaa kurang panjang kaa u.u
    aduhh tapi yoonrae nya kasian juga loh kalo di cium sama lelaki tanpa alasan yang jelas -_-
    tapi ceritanya bikin geregetaaaaaannn !! good job ka😉

  9. Ahhhh,,,
    Knpa pndek bgt thorrr,,,

    Isss,, kan tnggung bgt jdi ny,,
    Btw thorr dsni ga da pov Ny si yoongi ya thorr??

    Thorr lw bsa tlg di pnjngin lgi dong,,
    Rsnya bner” tnggung wktu bca ny thorr,,

    Ya thorr plissss,,
    Lnjut kan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s