FF/ MARRIAGE WITH 4D OPPA/ BTS-bangtan/ pt.1


Author : Greasyhun

Cast :

·         Cho Hyejeong ( OC )

·         Kim Tae Hyung ( V BTS )

·         Lee Shin Hye ( OC )

·         Park Jimin ( BTS )

·         Bang Min Ha ( OC)

·         Kim Seok Jin ( BTS )

·         All BTS MEMBER

·         ( Akan Bertambah jika diperlukan/? )

Rating : PG – 18+ ._.

Genre : Romance, Sad, Comedy….. ( ya ya bisa jadi ._. )

Summary  : ‘jika aku besar aku ingin menikah dengan seorang pangeran tampan, baik dan juga pintar.. lalu kami akan tinggal di sebuah hutan yang indah dipenuhi bunga-bunga lily dan juga banyak hewan seperti kelinci burung dan lainnya.. dan juga kami akan hidup bahagia, selamanya’ _Cho Hyejeong

 MW4Doppa

***

 

Author POV

Daegu 30 December, 2005

 

“Taehyung oppasaengil chukkae hamnidaa~” ujar seorang gadis kecil sambil tersenyum cerah dan menyodorkan sebuah kado kepada namja bernama Taehyung. Taehyung menerima kado itu dengan sumringah, namja itu langsung duduk di lantai membuka kado dari yeoja kecil bernama Hyejeong itu. Hyejeong ikut duduk di lantai, wajahnya terlihat cemas takut jika Taehyung tak menyukai kado dari yeoja itu.

 

“WOAHH- ini sangat keren!” ucap Taehyung sambil mengangkat hadiah dari Hyejeong. Sebuah tamiya model terbaru yang sangat Taehyung inginkan sejak ia melihatnya 1 minggu yang lalu, namja kecil itu menoleh kepada Hyejeong sambil tersenyum senang dan mengangkat kedua jempolnya. “ya, kenapa kau bisa tau aku menginginkan ini eoh? Apa kau peri?” ucap Taehyung sambil mengangkat tamiya pemberian Hyejeong.

 

Gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya lucu membuat Taehyung bingung akan tingkah gadis yang 2 tahun lebih muda darinya itu. Dan tanpa namja itu duga Hyejeong merebut paksa tamiya yang ada di tangan Taehyung, membuat Taehyung sedikit kesal akan sikap Hyejeong.

 

“hyaa oppa aku bukan peri, aku adalah seorang putri yang nanti jika aku besar aku akan menikah dengan seorang pangeran tampan, baik dan juga pintar. Lalu kami akan tinggal di istana yang dipenuhi taman bunga yang indah~” ucap gadis kecil itu sambil tersenyum seakan membayangkan wajah pangeran tampan yang akan menikah dengannya nanti.

 

Taehyung mengacak rambut Hyejeong mendengar penuturan polos yeoja kecil itu. Hyejeong kembali mengerucutkan bibirnya saat Taehyung mengacak rambutnya, yeoja itu menjitak kepala Taehyung, tak peduli meskipun Taehyung lebih tua darinya.

 

“ya, berarti kau akan menikah denganku kelak” ucap Taehyung dengan percaya diri membuat Hyejeong menatap namja itu dengan tatapan polosnya yang sangat lucu.

 

Yeoja itu menggeleng pelan sambil mehrong kearah Taehyung, “aniyaaa! Aku hanya ingin menikah dengan pangeran tampan! Bukan pangeran aneh seperti Taehyung oppa!” ucap Hyejeong sambil tersenyum jahil dan itu sekarang berhasil membuat Taehyung menjadi sedikit kesal.

 

“kenapa kau mengataiku aneh? Yaa aku kan pangeran, aku baik nilaiku tertinggi di kelas, dan juga aku tampan!” bela Taehyung, Hyejeong menggelengkan kepalanya kuat seperti tak setuju akan ucapan Taehyung.

 

aniya! Kau aneh, oppa selalu bersikap aneh dimana mana tidak di rumahmu, sekolah bahkan di rumah nenek oppa saat ini” ucap Hyejeong tak kalah.

 

“baiklah, tapi lihat saja Hyejeong-ah Neo Naekkoya! Kau akan menjadi istriku kelak” ucap Taehyung sambil mehrong ke arah Hyejeong.

 

Sirheooo! Nan sirheooo

 

***

Seoul Of Performing Art High School, 12 January 2013

 

“Cho Hyejeong.. Cho Hyejeong… yaa kenapa namaku tak ada di kelas ini juga, hmm baiklah dua kelas terakhir pasti di sana ada namaku..” guman seorang gadis berumur sekitar 17 tahun bernama Hyejeong itu sambil meneliti kertas yang menunjukkan kelas setiap siswa baru di SOPA tersebut.

 

“Jeon Jung Kook… aku di kelas 1-F ? .. ah dan kau Cho Hyejeong? Kau sekelas denganku..” ucap Seorang namja di samping Hyejeong sambil menunjuk nama bertuliskan ‘Cho Hyejeong’. Hyejeong mengerutkan dahinya, dia menggaruk kepalanya yang tak gatal, lalu menunduk kearah namja itu dengan ramah.

 

“ah.. gomawo-yo…” ucap gadis itu sambil tersenyum kepada namja bernama Jung Kook tadi. Namja itu balas tersenyum pada Hyejeong sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan yeoja itu menuju kelasnya.

 

Hyejeong menghembuskan nafasnya pelan menatap lagi papan pengumuman di depannya. Bagaimanapun juga yeoja itu masih tak percaya ia bisa masuk ke sekolah paling diinginkan di Seoul itu, usahanya tak sia-sia mengejar teman kecilnya. Kim Taehyung.

 

“Tae oppa… nan jeongmal neomu bogoshippo…” guman gadis itu pelan. Yeoja itupun berjalan meninggalkan tempat itu menuju kelas yang akan menjadi kelasnya selama kelas 1 di SMA terkenal itu, namun langkah yeoja itu terhenti ketika mendengar suara yang sangat ia kenal di belakangnya dan saat yeoja itu menoleh betapa terkejutnya ia mendapati sosok namja tampan berambut blonde yang sangat ia kenal sejak lama. Seorang Kim Taehyung.

Mwoya, hyakk hyung jangan kau sentuh barang-barangku atau kau akan__” namja itu menghentikan ucapannya melalui telepon yang ada di genggamannya ketika melihat Hyejeong yang ada di depannya sekarang, bagaimanapun juga namja itu merasa terkejut melihat yeoja yang 5 tahun belakangan ini tak ia temui. Ia merindukan yeoja itu, sungguh.

 

“Hyejeong-a…”

 

“Taehyungie-oppa..” ucap mereka bersamaan entah mereka merasa sulit mengatakan apapun saat ini, lidah mereka berdua terasa kelu bahkan untuk mengucapkan sebuah kata.

 

***

 

Hyejeong menghela nafas pelan ketika ia sampai di depan kelas bertuliskan ‘1-F’, ia berdiri terdiam disana. Entah mengapa ia sedikit berdebar saat akan memasuki ruang kelas yang akan ia tempati setahun kedepan itu.

 

“Kenapa kau tak masuk kedalam?” ucap seseorang dari arah belakang Hyejeong.

 

Ia sedikit kaget lalu segera menoleh kebelakang, dan sekarang ia dapat melihat namja yang bisa dikategorikan sangat tampan yang memiliki kulit putih susu, rambut hitam yang sedikit berantakan namun terkesan cool dan wajahnya yang terlihat tampan dan juga baby face secara bersamaan, lalu jangan melupakan tingginya yang menjulang itu. Perfect.

 

Hyejeong masih terdiam melihat namja yang berada di depannya itu, ia sedikit terpesona tadi. Sedangkan namja itu menatap Hyejeong dengan bingung namun setelahnya namja itu menjentikkan jarinya sambil tersenyum manis membuat kedua matanya menyipit membentuk eye smile.

 

“ahh matta, neo! Kau tadi yang melamun di depan papan pengumuman kan?” ucap namja itu dengan senang. Hyejeong masih terdiam, ia mengingat lagi kejadian beberapa menit yang lalu dan akhirnya ia mengingat namja yang tengah menolongnya tadi.

“ahh nee… neon, Jeon… Jeon..”

“Jeon Jung Kook, nae ireum Jeon Jung Kook. Bangapta, Hyejeong-ssi” ucap Jung Kook sambil mengulurkan tangannya, dan juga masih memasang senyum manisnya.

Hyejeong membalas uluran tangan Jung Kook sambil tersenyum, sedikit malu sebenarnya karena ia tak bisa mengingat nama orang yang berada di depannya saat ini. “naneun Cho Hyejeong imnida, ne.. nado bangapta Jung Kook-ssi” ucap Hyejeong sambil sedikit membungkuk “ah, dan juga gomawo-yo telah membantuku mencari namaku”

“ah, gwaenchana lagipula tadi juga kebetulan namamu berada di atas namaku” ucap Jung Kook dengan tersenyum cool membuat Hyejeong agak merinding dibuatnya. “kajja kita masuk, tidak baik kan berbincang-bincang di depan pintu seperti ini” ucap Jung Kook diikuti anggukan dari Hyejeong.

 

Mereka pun berjalan memasuki kelas yang sudah ada beberapa murid disana, jujur saja Hyejeong agak kaku melihat suasana kelasnya karena yah.. tak ada satupun diantara mereka –yang sudah berada di kelas- yang Hyejeong kenal, kecuali Jung Kook tentunya.

 

Hyejeong menghela nafasnya pelan berusaha menyemangati diri sendiri agar ia dapat beradaptasi dengan suasana di kelas barunya. Yeoja itu berjalan mendekati bangku yang berada di tengah – tengah kelas, dia duduk disana menunggu siapayang akan menjadi teman sebangkunya. Hyejeong mengalihkan pandangannya lagi ke seluruh ruangan kelas mencari Jung Kook dan dia mendapati namja itu telah menemukan tempat duduk beserta teman sebangkunya.

 

Yah, Hyejeong harus sedikit bersabar atau mungkin mengurangi kepercayaan dirinya yang akan mendapatkan teman sebangkunya. 30 menit berlalu dan murid – murid di kelas 1-F sebagian besar sudah mulai berada di sana, semua bangku sudah mulai di tempati namun… bangku yang berada di sebelahnya masih saja kosong. Ia mengerucutkan bibirnya bosan sebelum akhirnya dia terkaget karena tiba – tiba saja seorang namja sudah berada di samping tempatnya duduk saat ini.

 

Jung Kook. Namja berparas tampan dan juga manis itu sekarang tengah duduk di samping Hyejeong dengan wajah senangnya, lain dengan Hyejeong yang memandang wajah namja itu tak mengerti.

 

“aku akan duduk di sini, bolehkan?” ucap Jung Kook kepada Hyejeong,

“…” yeoja itu tak bergeming. Dan Jung Kook mulai merasa gemas akan sikap yeoja yang baru ia kenal tadi pagi ini sangat suka sekali melamun.

“yak! Nona Cho!” ucap Jung Kook sedikit keras membuat beberapa murid yang berada di kelas itu menoleh padanya namun namja itu tak menghiraukan.

“ah..ye?” ucap Hyejeong akhirnya, Jung Kook memasang wajah kesalnya yang benar-benar nampak lucu di mata Hyejeong.

“aku akan duduk disini. Meskipun kau tak mau aku akan tetap duduk di sini arra?” ucap Jung Kook dengan nada merajuk membuat Hyejeong ingin tersedak seketika.

 

 

***

 

 

“Tae-tae…”

 

“Taehyung-ah…”

 

“Kim Taehyung…”

 

“HYAKKK! TUAN MUDA KIM TAE HYUNG, TAEHYUNG PABO!” ucap sebuah suara dengan nada jengah kepada Taehyung yang tak merespon ucapan namja itu sejak tadi.

 

Taehyung akhirnya tersadar, ia menunjukkan cengiran khasnya yang membuat namja ber name tag Park Jimin itu menampakkan ekspresi yang sulit dijelaskan sebelum akhirnya menunjuk ponsel Taehyung yang sejak tadi bergetar. Taehyung pun mengambil ponsel itu namun belum sempat ia melihat siapa yang memanggilnya Jimin sudah mengoceh dengan nada menyebalkan.

 

“apakah itu Youjung? Atau Min Ha noona?” ucap namja berwajah baby face –itu kata teman teman sekelasnya- itu sambil ikut melihat ponsel Taehyung.

 

Taehyung menampakkan wajah bingung-nya sebelum akhirnya menoyor kepala sahabatnya itu dengan buku yang ada di sampingnya.

 

“bukan urusanmu Park Jimin”

“yak, itu akan jadi urusanku jika Minha noona yang menelpon” ucap Jimin sambil mengelus kepalanya, namun setelahnya ia menutup mulutnya seperti baru tersadar dengan apa yang ia katakan.

“kau menyukai noona-ku? Orang gila nan aneh itu?” ucap Taehyung dengan wajah yang dibuat kaget.

“lihatlah dirimu Taehyung, kau juga aneh.. bahkan lebih aneh dari Minha noona ckck” ucap Jimin sambil duduk di bangkunya.

 

Sebenarnya Taehyung sudah tau jika Jimin menyukai noona-nya sejak pertama kali Jimin mendatangi rumahnya, dari cara Jimin melihat noona-nya saja semua orang yang disana pasti tau namja –sok- cool itu menyukai kakak sepupunya itu.

 

“..tak mau mengaku? Ok, lagipula bukan urusanku” ucap Taehyung acuh sambil menekan tombol berwarna hijau pada ponselnya yang kembali bergetar.

yoboseyo?”

yoboseyo, oppaaa! Apa kau sudah bertemu dengan Hyejeong eonnie??” ucap suara di seberang dengan kelewat bersemangat membuat Taehyung harus sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya.

ne, aku sudah bertemu dengannya tadi tapi hanya sebentar” ucap Taehyung sambil membayangkan wajah Hyejeong yang sangat imut dimatanya saat yeoja itu malu.

yakk! Kenapa hanya sebentar? Apa oppa berulah ketika bertemu dengannya, sehingga eonnie langsung meninggalkanmu eoh?” ucap adiknya Kim Youjung sambil berdecak

“itu bukan urusanmu, ah ada guru yang akan masuk aku tutup ne? Pai-pai nae dongsaeng~

 

Taehyung memutuskan telponnya sambil bernafas lega, ia menoleh ke arah Jimin yang sedang mengerjakan tugasnya. Namja itu hanya menatap Jimin datar, ntahlah sudah sangat biasa melihat Jimin mengerjakan tugas di sekolah seperti ini dan sepertinya ia melupakan sesuatu. Ia menatap tugas yang dikerjakan Jimin dan sedetik kemudian ia mengingat jika ia juga belum mengerjakan tugas yang sudah 1 minggu diberikan oleh guru ‘killervoicenya.

 

“ah tugasku!”

 

 

***

 

 

Taehyung POV

 

“Selamat Pagi anak-anak” suara khas guruku mengusik gendang telingaku ketika aku sedang sibuk mengerjakan tugasku.

 

Oh ayolah aku bahkan berharap orang itu akan sedikit terlambat memasuki kelas ataupun tak masuk hari ini karena itu akan sangat – sangat membantuku agar tak bergelut dengan soal – soal yang sangat menyebalkan bagiku. Aku mengacak rambutku, sedikit frustasi sebelum akhirnya aku menutup buku tugasku.

 

Aku yakin aku akan mati sebentar lagi. Kulirik Jimin yang berada di sampingku namja itu juga nampak frustasi karena tugasnya yang baru saja ia kerjakan tadi belum selesai.

 

“Pagi Jung-ssaem” ucap murid di kelasku dengan nada entah kenapa seperti nampak sangat ceria. Yah, cukup kuakui guruku yang bermarga Jung itu cukup tampan dan juga muda membuat murid – murid di kelasku apalagi para gadis sangat menyukainya.

“ah, apakah pagi kalian menyenangkan?” ucap Jung ssaem dengan nada menyebalkan di telingaku.

“sangat baik ssaem, apalagi setelah melihat wajahmu!” ucap seorang murid dengan nada excited. Oh ayolah aku bahkan lebih tampan dari orang gila itu.

“haha benarkah?”

 

Ah… neraka ku akan segera tiba,

 

“haha, pertanyaanku terlalu bertele.. baiklah, kumpulkan tugas kalian aku yakin kalian sudah mengerjakannya kan?” ucap Jung-ssaem lagi, dan tanggapannya sudah bisa diduga

“TENTU SSAEM!” ucap para gadis dengan kompak.

“bagus, aku akan memanggil nama kalian sesuai absen untuk menunjukkan tugas itu” ucapnya sambil mulai duduk di depan kelas.

“No Jun ae”

 

Murid pertama sudah dipanggil, aku benar – benar dekat dengan ajalku kali ini. Ah Jung ssaem kumohon semoga ada sihir disini agar tiba – tiba ia menghilang atau apalah yang penting aku selamat.

 

“Taehyung-ah…” Jimin berbisik pelan padaku, aku menoleh dengan wajah datar khas-ku. Tanpa menjawab pun ia pasti akan melanjutkan kata-katanya “namamu sudah dipanggil bodoh!” ucap Jimin dengan menunjuk Jung-ssaem yang sedang menatapku dengan tersenyum, aku ingin muntah melihatnya.

 

Dan tunggu… kenapa aku tak sadar jika guru itu sudah memanggil namaku? Ah, itu tak penting sekarang yang terpenting adalah memberi alasan tepat untuk tugasku yang belum rampung ini.

 

Aku berjalan santai, seperti tanpa beban ke depan kelas lalu memberikan bukuku pada guru itu. Bersikap senormal mungkin, aku hanya diam sambil menatap guru itu acuh. Jung-ssaem­ menoleh kearahku dengan tatapan killer-nya.

 

“tugasmu belum selesai Kim Taehyung?” ucap nya sambil meninggikan nada suaranya. Oh ya, apakah ia ingin agar semua murid tau bahwa aku tak mengerjakan tugas darinya?

Aku hanya mengangguk, dia berdecak pelan sambil menggelengkan kepalanya lalu mengembalikan bukuku. “Kim Taehyung, silahkan tutup pintu kelas ini dari luar. Dan kumohon kepadamu untuk membersihkan kamar mandi pria karena disana sangatlah kotor, terima kasih” ia mengatakan itu dengan nada santai dan wajah –sok- tak berdosanya.

 

aku menatap guruku ini dengan wajah tak percaya, membersihkan kamar mandi? Kenapa hukuman harus membersihkan kamar mandi? Kenapa aku tidak disuruh ke kantin untuk makan? Ah lupakan itu tak mungkin terjadi.

 

ya! Ssaem berikan hukuman lain, aku tak bisa membersihkan kamar mandi sendiri” ucapku dengan nada tak terima.

 

Samar aku bisa mendengar murid lain yang berusaha menahan tawa mereka mendengar hukuman untukku, dan jawabanku yang terdengar asal.

 

“tidak, ah anak-anak apakah ada yang belum menyelesaikan tugas-nya lagi? Taehyung membutuhkan teman” ucap guru itu. Aku hanya melengos, sungguh sangat malas karena aku tau siapa yang akan menemaniku. Park Jimin, siapa lagi kalau bukan lelaki itu.

 

Namun, yang membuatku aneh adalah kenapa lelaki itu hanya mengangkat tangannya tanpa dosa dan berjalan mendekatiku lalu merangkul bahuku sambil tersenyum. Cih, kenapa ia terlihat sangat senang dengan hukuman ini? Jimin, sepertinya kau harus dimasukkan sebagai karakter baru di komik ‘One Piece’ kesukaanku agar kau mendapat tonjokan dari Rufi. Kurasa itu akan sangat menyenangkan bagiku.

 

 

***

 

 

Author POV

 

“Taehyung-ah, aku sudah selesai” ucap Jimin sambil meregangkan ototnya sehabis membersihkan kamar mandi,

 

Jimin melirik kearah Taehyung yang sedang bercermin, tak menjawab pertanyaan namja itu. Jimin berjalan mendekati Taehyung sambil berdecak lalu mendorong Taehyung sedikit agar ia bisa bercermin juga tentunya, dan hal itu membuat Taehyung tak terima dan dengan santai-nya ia menjambak rambut Jimin sehinggak namja itu memekik.

 

“ah.. yak sakit pabo” ucap Jimin sambil merapikan rambutnya.

“kau menggangguku Park Jimin” ucap Taehyung dengan nada tak bersalah. Jimin mendengus pelan sebelum akhirnya dia tersenyum setelah melihat jam yang ada di tangannya.

“Taehyung, apa kau mau menemaniku?” ucap Jimin dengan nada sedikit menggoda pada Taehyung, dan jujur saja Taehyung langsung menatap namja itu dengan tatapan horor dan terkesan sangat berlebihan.

“kemana? Aku sibuk jika kau ingin mengajakku untuk melakukan hal seperti kemarin” ucap Taehyung dengan bergidik mengingat kejadian memalukan seumur hidupnya yang terjadi kemarin.

aniya.. kau tenang saja, untuk yang satu ini aku berani jamin” ucap Jimin dengan nada yakin, akhirnya Taehyung pun hanya mengangguk meskipun ia sedikit tak yakin.

 

*

 

“apa kau ingin mendapatkan masalah lagi heoh?” ucap Taehyung dengan nada berbisik pada Jimin yang tak mengacuhkannya sama sekali, namja itu hanya menekan kepala Taehyung agar tak terlihat jika mereka bersembunyi di dalam semak.

 

Taehyung mendecih sebelum akhirnya ia ikut melongok mengikuti apa yang Jimin lakukan. Jimin nampak tersenyum – senyum geli membuat Taehyung menatap namja itu dengan tatapan aneh. Sadar diperhatikan oleh Taehyung, Jimin berdeham sedikit lalu menoleh pada Taehyung sambil tersenyum penuh arti.

 

“Taehyung-ah, ayo kita bolos? Kuyakin kau juga tak mau kan terkurung di dalam kelas yang masih ada Jung-ssaem disana?” ucap Jimin dengan masih memasang senyumnya.

 

Taehyung nampak berfikir ia menoleh kearah gerbang sekolah yang terbuka lebar dan hanya ada satpam disana, sedang tertidur dengan nyenyak. Ia menoleh ke arah Jimin lagi, Jimin masih memasang senyumnya seakan yakin kalau namja yang ada di depannya ini akan menyetujuinya meskipun ia terlihat selalu saja berfikir.

 

“baik…”

“Taehyung-oppa, apa yang kau lakukan disini?” seseorang memotong ucapan Taehyung dan membuatnya harus mendongakkan kepalanya.

 

Dan betapa terkejutnya Taehyung mendapati Hyejeong yang nampak tak sendirian karena ada Jungkook di sampingnya sambil menatap Taehyung dengan wajah bertanya – tanya. Jimin mengerutkan dahinya, ia disini adalah orang yang tak tau apa apa. Dan sekarang ia hanya menggaruk kepalanya bingung.

 

“oh, Hyejeong-ah.. aniya aku disini hanya menemani Jimin yang sedang ingin kabur” ucap Taehyung dengan nada santai. Dan itu membuat Jimin menepuk dahinya sambil memutar mata, sudah kebiasaan Taehyung selalu berkata semaunya dan juga tak terduga sama sekali.

“… siapa dia?” tanya Taehyung sambil menunjuk namja yang ada di samping Hyejeong. Hyejeong menoleh kearah Jungkook yang nampak diam saja memasang wajah coolnya.

“dia temanku oppa, namanya Jungkook. Jungkook-ah kenalkan dia adalah Taehyung-oppa” ucap Hyejeong memperkenalkan kedua orang itu. Jungkook hanya tersenyum, begitupun Taehyung.

“ah.. oppa, aku harus pergi ke kelasku sekarang…annye..

“YA! Ada apa disana!”

“Gawat Jung-ssaem… Taehyung ayo sembunyi, kalian berdua juga cepat sembunyi!” ucap Jimin sambil kembali bersembunyi di balik semak, Taehyung Hyejeong dan juga Jungkook terpaksa melakukannya meskipun mereka berdua –Hyejeong dan juga Jungkook- tak tau apa – apa.

 

 

***

 

 

Hyejeong POV

 

Aku menghela nafasku pelan saat kami berada di sebuah taman yang cukup ramai. Kalian pasti bertanya – tanya kan kenapa aku beradi di tempat ini, semua karena Taehyung oppa dan temannya yang menyeretku dan juga Jungkook ikut bersama mereka. Dengan secara paksa tentunya.

 

“Ah, aku ingin kembali ke sekolah!” ucapku kesal sambil meminum bubble yang ada di tanganku, kulirik Jungkook yang berada di sampingku ia nampak santai saja sambil menatap kearah depan.

 

Aku juga ikut mengarahkan pandanganku kearah depan, disana ada Taehyung oppa dan juga temannya yang kutahu tadi bernama Jimin. Taehyung oppa, dia benar – benar berubah menjadi sosok seperti pangeran kuakui dia sangat tampan namun tetap saja yang membuatku bingung adalah kenapa sifatnya yang dulu masih saja sama, suka sekali mengganggu.

 

“Hyejeong-ah, apa kau dan juga Taehyung sunbae sudah mengenal lama? Kalian nampak akrab” ucap Jungkook tiba – tiba sambil menoleh kearahku.

“hm, bisa dibilang begitu… wae?” ucapku bingung karena Jungkook yang bertanya pertanyaan yang tak kuduga sama sekali.

 

Dia hanya tersenyum, oh ayolah Jungkook senyummu sangatlah indah dan jika kau terus tersenyum di depanku aku pasti akan mati secara perlahan. Ah ok ini berlebihan.

 

“oh, aniya aku hanya penasaran saja”

 

Aku hanya mengangguk lalu kembali mengarahkan pandanganku ke depan melihat Taehyung oppa yang sedang bersama Jimin oppa, entah apa yang mereka bicarakan sehingga mereka tertawa cukup keras dan juga sampai membuat Jimin oppa memegang perutnya.

 

Dan saat itu, pandanganku tiba – tiba terpaku karena secara tak sengaja pandanganku dan juga Taehyung oppa bertemu membuatku sedikit canggung entah kenapa. Dan aku seperti merasa pasokan udaraku berkurang saat Taehyung oppa tersenyum padaku, sungguh aku bisa mengakui senyuman Jungkook sangat manis dan juga indah. Namun senyuman Taehyung oppa berbeda, senyumannya bisa membuat hatiku bergetar dan tanpa kusadari aku balas tersenyum kearahnya.

 

*

 

Author POV

 

“Tae-tae… kau menyukai anak itu ya? Wahhh seleramu bagus juga ya” ucap Jimin sambil tersenyum menggoda kearah Taehyung, dan hanya dibalas dengan tatapan datar plus tendangan di tulang kering Jimin membuat namja itu meringis.

“ya, lalu apa aku salah jika menyukainya? Aku saja tak melarangmu untuk menyukai Noona ku” ucap Taehyung dan berhasil membuat Jimin sedikit gelagapan, menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.

“darimana kau tau aku menyukai Minha-noona?” ucap Jimin dengan nada sedikit malu, membuat Taehyung hanya menatap namja itu dengan tatapan yang sulit dijelaskan.

“itu sudah terlihat sejak kau pertama melihat noona-ku” ucap Taehyung santai dan tak memperhatikan raut wajah malu Jimin yang berada di sampingnya. “ah, iya… aku ingin menanyakan ini sejak tadi”

 

Jimin menoleh pada Taehyung yang sekarang kembali memperhatikan Hyejeong dan juga Jungkook yang sedang duduk berdua.

 

“apa?”

“kenapa kau mengajak mereka berdua, mereka kan murid kelas 1” ucap Taehyung dengan nada bingung.

“memang iya lalu ke….” Jimin menghentikan kata-katanya dan menatap Taehyung yang berada di sampingnya dengan horror lalu ia menepuk kepalanya dengan sedikit keras “AH PABO KENAPA KAU TAK BILANG PADAKU TAEHYUNG!” ucap Jimin sedikit teras dan berhasil hanya membuat Taehyung tersenyum –sok- polos di depannya.

 

Mereka benar – benar akan mendapatkan masalah besar kali ini. Itu benar.

 

TBC ._.

 

A/N : halo ‘-‘)/ saya author abal BTS alias baru coba2 bikin FF Bangtan tapi udah berani ditaruh di web ini—“ maaf jika banyak kurang atau karakter mereka yang masih amburadul.. namanya juga abal ._. comment juseyo~ /ngomong ala Jimin/?

About fanfictionside

just me

34 thoughts on “FF/ MARRIAGE WITH 4D OPPA/ BTS-bangtan/ pt.1

  1. Akhirnya ada ff Main Cast My 4D Boy!!
    V my Ultimate bias…

    Thor Next Next Next Next Chap Yah
    Penasaran gimana ntar mereka menikah!! Xd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s