FF/ FIND MY PRINCE/ GOT7/ 2 of 2 / FINAL


Author: AlvianyHwang

Title: FIND MY PRINCE

Cast:

+ Han Do Hee (OCs)

+ Lim Jae Bum (GOT7’s JB)

+ Mark En Tuan (GOT7’s MARK)

+ Jackson Wang (GOT7’s Jackson)

+ Park Jin Young (GOT7’s JR)

+ Choi Young Jae (GOT7’s Youngjae)

+ BamBam Bhuwakul (GOT7’s Bambam)

+ Kim Yu Gyeom (GOT7’s Yugyeom)

Support cast:

+ MISS A all member

Genre: Romance, Harem, School, comedy, NC17

Diration: 2 of 2

 

 

 FFFFFFFF

 

ѾѾѾ

 

I wanna give it to you
I give it to you

When you appear, I get kind of awkward
I keep getting quiet (I don’t know what to say)
When you look at me smile, my head grows white
And I can’t even sleep

I’m not usually like this but why is it only in front of you?
Actually, I don’t know either but I don’t hate this feeling
Wherever I go, why do I keep thinking of you?
I can’t help it now

I wanna give it to you
Not to anyone else, wanna give it to you
Besides you, the world became black and white
What to do?

My heart, I’ll give it to you
Only to you, wanna give it to you
Now I don’t even see other people

So

(one) I’ll pick out only lovable words
(two) Put it in pretty wrapping paper
(three) Like Valentine’s Day chocolates
(wanna give it to you)

(one) I didn’t know I was like this
(two) I’m even surprised at myself
(three) Breathtaking chocolate
(wanna give it to you, wanna give it to you)

Why does a person like you
Have no exit?
I think I’ve fallen for you
But I don’t want to leave

(give it 2 u by. GLAM)

**

 

 

Osaka

 

Ya. Ini Osaka.

 

Dimana Osaka?

 

Tentu saja di Jepang.

 

Aku, Han Do Hee. Gadis biasa berusia 18 tahun yang beberapa bulan yang lalu masih bisa merasakan kehidupan SMA yang normal, sekarang harus rela menginjakan kaki di Osaka untuk melakukan hal yang sangat tidak penting. Mencari tahu calon tunangan ku.

 

“YIHAAAA!!!! MT!!! OSAKA!!!! KITA HARUS MENUJU PANTAI!!!” teriakan Jackson langsung terdengar di belakangku ketika kami baru saja menginjakan kaki di bandara Osaka.

Dan aku.

Dan aku masih terbengong tanpa bisa mengatakan apa-apa.

 

*

Author POV

“jangan bodoh, Hyung. Pergi ke pantai saat musim dingin seperti ini adalah hal buruk.” Sahut Yugyeom menggelengkan kepalanya melihat sikap Jackson. Tetapi lelaki itu tetap masa bodo.

 

“tenanglah anak-anak. Ayo kita harus cepat menuju penginapan sebelum salju turun.” Suara Tsuguru terdengar di antara kebisingan para pemegang lencana, kecuali Mark dan Dohee tentunya. Dohee masih tidak bisa percaya dengan apa yang ia lakukan di Osaka, jepang. Ia masih terpaku menatap bandara Osaka yang megah.

 

“a-yooo Tsuguruuuu!!!! Uri japanese hero!! Tunjukan kami jalan menuju kediaman kaisar Osaka!”

Canda Jackson bertingkah sok memberi hormat pada Tsuguru. Semua tertawa terbahak melihat tingkah bodoh Jackson. Tsuguru hanya menggelengkan kepalanya lalu menginstruki semuanya agar mengikuti langkahnya.

 

“Dohee.ya, ayo~” Jinyoung yang berdiri dekat dengan Dohee mencolek bahu gadis itu. Dohee menoleh kearah semuanya dengan wajah pucat.

Karena sudah terlalu semangat semua sudah berjalan lebih dulu mengikuti Tsuguru dengan langkah riang.

Hanya Mark yang berjalan dengan santai. Tapi karena Dohee malas harus berjalan di belakang Mark atau sejajar dengan lelaki itu, ia pun mempercepat langkahnya. Melewati Mark dengan langkah penuh emosi tanpa menatap Mark.

Jaebum  yang sadar dengan Dohee segera menoleh kebelakang, tetapi matanya itu malah menangkap Mark yang menatap Dohee dengan tatapan yang lain. Jaebum sampai menghentikan langkahnya melihat tatapan Mark kepada Dohee.

 

“kenapa, Jaebum? kenapa kau berhenti?”

Suara Dohee terdengar dan membuat Jaebum mengalihkan tatapannya kearah Dohee. Gadis itu menatap Jaebum dengan bingung.

Jaebum tersenyum.

“kau jalan duluan. Aku takut kau tertinggal.” Ucap Jaebum dengan nada cerianya yang seperti biasa. Dohee mengerutkan keningnya melihat tingkah lelaki itu. Tapi karena terlalu malas bertanya lebih lanjut lagi, ia putuskan untuk berjalan melewati Jaebum.

Jaebum sebentar menatap kearah Dohee, memastikan gadis itu benar-benar berjalan tanpa menatap kearahnya.

Jaebum pun menoleh kearah Mark yang juga tengah berjalan kearahnya dengan juga menatap Jaebum dengan wajah datar.

Jaebum mengangkat satu sudut bibirnya, tersenyum dengan arti yang lain.

 

“apapun yang terjadi pada perasaanmu saat ini, kau harus sadar dengan posisimu sebagai pemegang lencana tiara, Mark.”

 

Ucap Jaebum bertepatan dengan Mark yang melewati Jaebum.

Mark dapat mendengar apa yang lelaki berambut abu-abu itu katakan. Tapi ia tidak menoleh atau menjawab. Ia hanya berusaha meredakan perasaan di hatinya yang ia sendiri tidak tahu apa jenis perasaan itu.

Jaebum kembali berjalan mengikuti semua rombongan dengan menatap punggung Mark.

 

 

 

 

Menaiki Limusin mewah menuju penginapan. Seluruh pemegang lencana berpesta dengan meminum wine mereka dan bersorai senang dengan liburan yang presiden berikan.

Tapi Dohee?
gadis itu lebih memilih terpojok duduk di samping Jaebum dengan wajah memucat. Ia mengacak rambutnya sendiri. Membayangkan apa yang terjadi padanya nanti.

Ia kembali melihat sekelilingnya.

Lelaki. Lelaki. Lelaki. Lelaki. Lelaki.

Semuanya lelaki! Hanya dia yang memiliki jenis kelamin perempuan! Dan sialnya semua lelaki itu adalah calon tunangannya yang harus ia temukan selama di Osaka!

Dohee kembali mengacak rambutnya dengan wajah pucat.

“Dohee.ya, kau kenapa? Apa kepalamu pusing?”

Di sampingnya Jaebum tiba-tiba sudah menatap kearahnya dengan wajah khawatir. Tidak hanya dia, semua pemegang lencana juga menatap kearahnya dengan ekspresi yang bermacam-macam. Jackson, Youngjae, Jaebum dan Jinyoung dengan ekspresi khawatir mereka, Bambam dan Yugyeom dengan ekspresi polos mereka, dan Mark dengan ekspresi datar tidak peduli yang sudah tidak perlu di pertanyakan lagi.

Dohee menatap semua lelaki ‘calon tunangannya’ (kecuali Mark) dengan muka pucat. Tsuguru yang duduk di tengah-tengah dan berjarak dekat dengan Dohee tersenyum.

Ia begitu mengerti alasan Dohee bersikap takut seperti itu. Mungkin para lelaki got7 tidak terlalu peka dengan ketakutan seorang wanita seperti Dohee karena terlalu lama tinggal di asrama lelaki Daimundo.

 

“tenang saja nona Dohee. Di penginapan nanti juga aka nada seorang perempuan yang bisa menemanimu.”

Tsuguru berujar. Dengan cepat Dohee menatap kearah Tsuguru, matanya berbinar-binar menatap Tsuguru.

“Jinjayo??!!” dohee tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya ketika mendengar kata-kata ‘perempuan’ di mulut Tsuguru.

Tsuguru mengagguk dengan senyuman yang seketika itu juga bisa menjadi obat tenang untuk Dohee.

Dohee sudah tidak perlu mengkhawatirkan soal hidupnya di Jepang sekarang. Asal ada makhluk yang sejenis dengannya itu sudah sangat membuatnya lega.

 

“aaaah~ ternyata karena kau takut menjadi perempuan sendiri~~.” Ucap Jaebum tersenyum dan mengacak rambut Dohee pelan. Dohee mengerucutkan bibirnya dan merapikan rambutnya.

 

“tenang saja Dohee, di sini kau juga bukan perempuan sendiri. Ada Mark noona yang siap menjadi temanmu.” Canda Jackson dengan berani. Jarak lelaki bertopi terbalik itu memang jauh dengan Mark sehingga menguntungkannya untuk berkata seperti itu.

Tapi Mark seperti tidak hilang akal, ia melemparkan satu botol kaleng cola dengan kasar kearah Jackson dan alhasil Jakcson dengan cepat menghindar sebelum kepalanya benar-benar benjol. Semua tertawa terbahak melihat tingkah bodoh Jackson.

Dohee juga tertawa kecil melihat para pemegang lencana yang sebenarnya cukup konyol, kecuali Mark tentunya. Tapi entah mengapa ia sangat puas ketika Mark menjadi bahan ejekan. Dia, Mark memang memiliki paras wajah yang cantik.

Ya, di lain hal dia memang tampan. Dia juga memiliki bentuk tubuh yang proposional untuk ukuran seorang lelaki.

Tetapi memang istilah ‘tidak ada yang sempurna’ itu benar.

Di mata Dohee, Mark itu tidak lebih dari seorang mesum yang sok dingin dan tidak mempunyai sopan santun-bermulut kasar dan tidak asik. Itu juga yang membuat Dohee begitu bersyukur karena Mark bukanlah salah satu dari calon tunangannya itu.

 

 

Mobil limusin tak lama akhirnya berhenti.

“baiklah. kita sudah sampai.” Ucap Tsuguru seraya melirik kaca mobil di balik korden.

Semua keluar dari limusin.

Seketika itu juga semua terpukau dengan penginapan yang akan mereka inapi itu.

Penginapan dengan gaya jepang yang mewah.

Yang paling terpukau pasti Dohee, ia tidak bisa mengatupkan mulutnya ketika melihat bangunan penginapan yang baginya begitu berlebihan untuk ukuran jasa menginap.

Seluruh pelayan penginapan yang mengenakan baju adat jepang membungkukan badan membentuk sebuah barisan khusus untuk menyambut mereka.

Satu-satu pelayan membantu membawakan barang yang di bawa para pemegang lencana. Para 7 lelaki pemegang lencana yang memang sudah terbiasa dengan kehidupan pelayanan yang mewah, sangat berbeda dengan Dohee yang masih keberatan dengan pelayan yang membawakan kopernya. Memang pada dasarnya ia tidak suka di layani, ia takut hal yang sepele seperti itu bisa membuatnya menjadi manja. Ya… seperti para 7 lelaki pemegang lencana inilah…

 

Semuanya memasuki penginapan mewah bergaya jepang itu. Bahkan di dalamnya terdapat perkarangan luas yang di kelilingi koridor menuju setiap kamar menginap.

Salju yang menyelimuti pohon sakura, sungai dengan jembatan kecil, taman untuk melakukan yoga. Semuanya begitu indah dan nyaman.

Tapi ada satu hal yang membuat Dohee ganjil. Tidak ada orang lain selain mereka, para pemegang lencana di penginapan inii.

 

“kenapa di sini sepi sekali?”

Tanya Dohee tiba-tiba di antara langkah mereka untuk menuju kamar masing-masing.

 

“penginapan ini memang sengaja di sewa presiden khusus untuk para pemegang lencana.”

Terang Tsuguru dengan santai.

 

Dohee mengangakan mulutnya, terkejut dengan apa yang Tsuguru katakan. Berbeda dengan ekspresi para pemegang lencana yang lebih memuji presiden. Presiden memang selalu jarang memberikan pelayanan memuaskan seperti ini untuk para pemegang lencana sebelum Dohee datang.

Tapi bagi Dohee?
menyewa penginapan sebesar ini hanya untuk 8 orang, ah tidak 9 orang dengan Tsuguru adalah hal yang sangat boros dan tidak penting. Kenapa presiden tidak menyewa penginapan yang lebih murah saja? Kenapa harus penginapan yang mewah seperti ini?? Dohee tidak bisa berhenti berteriak di dalam hati.

 

“ini kamar untuk nona Dohee.”

 

Ucap Tsuguru tiba-tiba.

Dohee tersadar dari pikirannya sendiri. Ia menoleh kearah Tsuguru dan semua yang berhenti di depan sebuah kamar besar dengan gaya pintu geser yang klasik.

Semua menatap kearah Dohee.

 

“ah, kamarku sendiri?” Dohee menunjuk dirinya sendiri.

 

“ya, kamar anda sendiri.” Ucap Tsuguru lagi.

 

“kenapa Dohee.ya? apa kau ingin satu kamar denganku?” Jaebum mengedipkan satu jarinya kearah Dohee membuat gadis itu bergidik ngeri.

 

“A-ANIYA. Kalau begitu aku segera masuk ya!”

 

Ucap Dohee dengan wajah memerah akibat ucapan Jaebum.

Dengan cepat ia berjalan memasuki kamarnya itu dan menggeser pintunya dengan kasar.

 

“yaa. Kenapa kita semua tidak satu kamar saja? Itukan kesempatan kita untuk mengenal Dohee.” Suara Jackson.

 

“jadikan itu mimpimu. Biar kupastikan nanti ia akan sekamar denganku.” Suara Jaebum.

 

“mari kita bertaruh untuk itu.” Suara semuanya yang tak bisa Dohee tebak siapa.

 

“baiklah ayo anak-anak.” Suara Tsuguru.

 

Hingga semua suara itu menjauh dari kamar Dohee.

Wajah Dohee memerah.

 

“apa yang para lelaki bodoh itu pikirkan? Sekamar? Apa-apaan sih.” Gerutu Dohee dengan kesal dan wajah memerah.

 

Dohee melihat sekitar kamarnya. Tidak terlalu luas dan tidak kecil juga. yang pasti terasa nyaman untuk Dohee.

Dohee berjalan kearah kasur yang terlihat empuk dan langsung berbaring di atas kasur itu. Ia menghela nafasnya yang terasa berat.

Hari ini adalah hari yang melelahkan untuknya.

Pergi menuju Osaka, Jepang tanpa perencanaan. Menginap di sebuah penginapan dengan 7 lelaki yang baru ia kenal beberapa hari yang lalu.

 

 

“nona Dohee.”

 

Tiba-tiba suara Tsuguru terdengar dari balik pintu kamarnya. Dohee segera beranjak.

 

“n-ne? ada apa?” sahut Dohee dengan ragu.

 

“saya akan meninggalkan yukata di depan pintu. Pakailah yukata ini dan segera datang ke ruang santai hotel. Para pemegang lencana akan berkumpul di situ.”

Ucap Tsuguru lagi. Karena sudah sore dan cahaya matari membias dari balik pintu geser gaya jepang yang hanya di lapisi kertas karton tebal bercorak bayangan tubuh Tsuguru terlihat.

 

“ah baiklah. tinggalkan saja yukatanya.” Ucap Dohee dengan suara ragu.

 

“baiklah.”

Tsuguru menaruh yukata di depan pintu kamar Dohee dan lalu membungkukan badannya sebelum lelaki itu berlalu.

Setelah yakin Tsuguru sudah tidak ada di balik pintu kamar Dohee, dohee segera menggeser pintu kamarnya dan dengan cepat meraih yukata itu dan lalu menggeser tutup pintu kamarnya dengan cepat.

Dohee memperhatikan yukata yang ada di tangannya sekarang. Cukup tipis, bahannya lembut, bewarna putih dengan obi simple yang juga tersedia.

Untung saja Dohee pernah sekali mencoba memakai yukata milik temannya di SMA-nya dulu jadi ia sudah tidak perlu pusing memikirkan cara memakai yukata. Apalagi ini hanyalah yukata untuk tidur.

 

Dohee memperhatikan dirinya yang sudah mengenakan yukata di kaca. Tidak buruk juga, bahkan ia terlihat manis. Tapi ia sedikit ragu, lekukan pinggangnya sedikit terlihat karena ikatan obi di pinggangnya dan bahan yukata ini juga tipis. Entah kenapa ia merasa terlihat seksi sekarang…

Wajah Dohee memerah, ia menyentuh kedua pipinya sendiri yang memerah dan lalu menggeleng.

 

Dohee menggeser pintu kamarnya dengan pelan. Dengan langkah ragu ia berjalan melewati koridor yang menuju ruang santai. Dari ruang santai itu seperti terdengar suara bising tawa dan gurauan lelaki yang sangat Dohee kenal siapa saja mereka.

Dohee memasuki ruang santai itu dan seketika itu juga semua menoleh kearahnya.

Semua terdiam menatap Dohee dari atas hingga bawah, tak lama wajah mereka memerah melihat penampilan Dohee.

Mark yang sedari awal sudah berdebar melihat penampilan Dohee langsung membuang mukanya dengan wajah memerah.

Wajah Dohee juga memerah karena semua menatap dirinya seperti itu.

 

“a-apa aku terlihat aneh?” Tanya Dohee dengan ragu. Jujur sebenarnya Dohee juga sedikit merasa malu dan berdebar melihat para lelaki pemegang lencana yang mengenakan yukata lelaki yang sedikit menunjukan dada bidang mereka. Tepatnya Mark. lelaki itu langsung menjadi perhatian Dohee. Dan entah khayalannya saja atau tidak ketika kedua mata mereka bertemu.

 

“aaa TIDAK TIDAK!! BAHKAN KAU TERLIHAT CANTIK SEKALI!!”

 

“KAU TERLIHAT CANTIK!!”

 

Semua menjawab dengan kompak dengan wajah memerah dan mencoba mengatur diri mereka sendiri.

 

“kemana Tsuguru?” Tanya Dohee seraya mendudukan dirinya sendiri di bantal duduk di samping Jinyoung.

 

“ah dia sedang menikmati onsen. Mungkin untuk merilekskan dirinya sendiri setelah lelah membimbing kita tadi.”

Jawab youngjae tersenyum menatap Dohee. Dohee mengangguk.

Dohee menatap sekitarnya. Semuanya lelaki, tanpa perempuan…

Perempuan? Tiba-tiba saja ia ingat apa yang di katakan Tsuguru saat dalam perjalanan. Ia bilang aka nada seorang wanita juga yang akan menemaninya di sini.

Dohee menatap sekitarnya.

 

“ah, apa ada perempuan juga di sini?” Tanya Dohee masih tetap menatap sekelilingnya.

Semua berhenti mengobrol dan menatap kearah Dohee, lalu saling menatap.

 

“makanya itu.” Jackson tiba-tiba menyahut. Ia meraih wig yang berada di sampingnya dan dengan cepat memakaikan itu ke Mark. Mark mengelak dengan wajah kesal dan menoyol kepala Jackson dengan kalap.

Dohee mengerutkan kening, tidak mengerti dengan maksud Jackson.

 

“tadi Tsuguru bilang ternyata perempuan yang bertugas menemanimu berhalangan untuk hadir. Jadinya….”

Ucap Jinyoung dengan ragu.

Dohee mengangakan mulutnya tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

 

“biar Mark saja yang jadi perempuannya. Dia cantik kok, apalagi ketika memakai wig!” dengan candaan Jackson masih mencoba memakaikan wig ke kepala Mark. mark sudah benar-benar tidak bisa menahan emosinya, dengan cepat ia meraih tangan Jackson dan menghimpit kepala lelaki itu dengan kedua tangannya. Semua tertawa melihat tingkah keduanya.

Tapi hanya Dohee yang tidak tertawa, wajahnya langsung memucat mendapat kepastian ia akan berada satu atap dengan 7 lelaki dengan dia perempuan seorang diri.

 

Ketika sibuk memberi pelajaran pada Jackson, sebentar Mark melirik kearah Dohee. Mendapati wajah gadis itu yang memucat.

 

 

 

*

 

 

 

Dohee menutup pintu kamarnya dengan helaan berat.

Padahal baru saja ia tertawa-tawa ketika bersama para lelaki pemegang lencana itu. Tetapi ketika berada di dalam kamarnya kekhawatirannya kembali muncul.

Mereka memang tidak bersikap yang macam-macam, tetapi sebaik-baiknya mereka, mereka tetaplah seorang lelaki yang memiliki hasrat seperti binatang untuk menyerang perempuan.

Dohee memang jago bela diri, mungkin dia bisa menggunakan kekuatannya untuk menghelak jika saja terjadi hal yang tidak dia inginkan.

Tapi, bagaimana jika malah ia yang tergoda dan lupa diri? Apalagi para lelaki itu juga tampan dan tidak buruk.

 

“TIDAAAAK!!!! APA YANG AKU PIKIRKAN??? HAN DOHEE!!! BERSIHKAN PIKIRANMUUUUU!!!!!!” Dohee mengacak rambutnya sendiri dan menjerit dengan kesal.

 

“ah benar! Aku harus menjernihkan pikiranku sendiri dengan berendam di airhangat! Onsen! Mungkin itu bisa membuatku lebih tenang!” ucap Dohee.

Dengan cepat ia meraih handuknya sendiri dan membuka pintu kamarnya.

Ia melangkah kearah onsen. Beberapa pelayan wanita yang lewat di hadapannya membungkukan badan kearahnya. Dengan cepat juga Dohee membalas membungkukan badan.

 

“ahiya, benar juga. para pelayan itu juga wanita. Jadi aku bukan wanita sendiri di sini. Aku terlalu takut. Dasar Han Do Hee bodoh.” Hibur Dohee pada dirinya sendiri. Ia mengetuk kepalanya sendiri dan tertawa.

 

Sampai ia di onsen yang terdiri dari dua bagian pintu besar. Dari luar saja pintu onsen itu terasa hangat.

Tapi dohee masih berdiri diam di antara dua pintu onsen itu. Ada dua tulisan jepang yang ia tidak mengerti.

 

“pasti tertulis wanita dan lelaki di tulisan ini. Tapi aku tidak tahu yang mana yang bertuliskan lelaki dan bertuliskan perempuan.” Gumam Dohee dengan wajah bingung.

Sebenarnya ia bisa mencari tahu tulisan jepang untuk lelaki dan perempuan dengan menggunakan translate di ponselnya, tapi sialnya ia tidak membawa ponselnya saat ini.

 

Karena sudah tidak kuat dengan tubuhnya yang terasa letih, Dohee memasuki pintu dengan asal. Ia merasa pilihannya tidak pernah salah. Pasti ini onsen untuk perempuan.

Dohee membuka seluruh pakaiannya dengan perlahan.

Setelah tidak memakai apapun Dohee membuka kembali pintu lain yang menhubungkannya dengan kolam airpanas yang mengepulkan asap hangat.

“huaaaaaa~~”

Dohee tersenyum melihat kolam air panas luas di hadapannya yang sepi tidak ada orang lain. Memang benar, siapa lagi perempuan di penginapan ini selain dirinya?

Ia bebas sekarang.

Dohee menyelamkan dirinya kedalam kolam dan langsung merilekskan tubuhnya.

 

“haaaaaah~~ nikmatnyaaaa.” Ucap Dohee seraya memejamkan matanya tersenyum.

Memang onsen di Jepang yang nyaman bukanlah suatu kebohongan.

Dohee meriak-riakan air hangat dengan tangannya seraya bernyanyi. Rasanya sangat bahagia berada di tempat sunyi dan bersikap bebas tanpa tatapan dari 7 pemuda pemegang lencana. Dohee kembali tersenyum dan sedikit membaringkan tubuhnya di pinggir kolam.

 

GRAK!

 

Dohee menoleh terkejut ketika orang lain tiba-tiba memasuki onsen yang ia masuki.

Siapa? Padahal perempuan di penginapan ini hanya dia saja. Tidak mungkin pelayan perempuan dengan lancangnya menggunakan onsen yang sudah pasti di khususkan untuk tamu.

Untuk berjaga-jaga Dohee menyembunyikan dirinya dibalik batu, mengamati siapa yang akan keluar dari balik pintu ruang ganti onsen itu.

Pintu ruang ganti onsen itupun terbuka.

 

 

Mata Dohee terbuka lebar ketika melihat sosok yang tidak ia sangka keluar.

Mark! dan dan dan dan dan.. dan lelaki itu tidak mengenakan apa-apa! Dohee bisa melihat tubuh bidang lelaki itu secara jelas dan miliknya yang menggantung lemas.

 

 

“KYAAA!!!”

Tanpa bisa ia tahan Dohee berteriak dan dengan segera membalikan tubuhnya bersembunyi di balik batu besar. Menyelamkan tubuhnya yang telanjang di air dengan muka memerah.

 

Mark mendengar teriakan Dohee. Ia mengalihkan tatapannya kearah batu besar tempat Dohee bersembunyi.

“siapa?” ujar Mark.

 

DEG

 

Jantung Dohee terasa mau copot sekarang. Ia menutup mulutnya sendiri dengan muka memerah.

 

“ya! Siapa di situ?? Jackson? Yugyeom? Youngjae? JInyoung? Siapa kau??” ujar Mark lagi dengan suara yang lebih lantang.

Dohee masih tetap menutup mulutnya agar tidak bersuara tiba-tiba. Jantungnya berdegup keras.

Apalagi ketika terdengar riakan air menandakan lelaki itu berjalan kearah batu besar tempatnya bersembunyi itu.

 

Tidak. Tidak.

Bahkan tubuh Dohee saat ini tidak tertutup apapun. Lelaki itu tidak boleh ke arahnya.

Langkah Mark semakin dekat. Mark menatap batu besar itu dengan mata memicing.

 

 

“TIDAK!!!!! JANGAN KESINI!!!!!!!!!!!”

 

Langkah Mark terhenti mendengar teriakan Dohee.

Dohee memejamkan matanya dengan muka memerah.

Mark diam. Ia terpaku mendengar suara itu.

Suara perempuan yang dengan cepat ia kenali siapa pemiliknya.

 

“D-Dohee?”

Ucap Mark dengan nada yang masih ragu.  Ia sedikit melirik siapa sosok di balik batu besar itu.

 

“ja-jangan kesini…”

Dohee tidak tahu harus menjawab apa selain kata-kata itu. Jantungnya berdebar kencang karena gugup, ia berusaha menyembunyikan tubuhnya sendiri dari penglihatan Mark.

 

Wajah Mark memerah setelah yakin itu adalah Dohee. Di pikirannya mulai membayangkan hal yang aneh-aneh dan tak harus ia bayangkan.

Mark membuang tatapannya dengan wajah memerah.

 

“a-apa yang kau lakukan di onsen laki-laki, bodoh??” makinya masih dengan nada gugup. Dohee tetap tidak mau menjawab. Bahkan untuk menunjukan suaranya saja rasanya sangat malu.

Mark menghela nafasnya. Ia menghadap arah lain.

 

“kau keluarlah dari onsen ini. Aku janji tidak akan melihatmu. Aku akan menghadap arah lain dan menutup mataku.” Ucap Mark dengan serius.

Dohee sedikit mengintip dari balik batu dengan takut. Benar saja lelaki itu menghadap arah lain yang memungkinnya tidak bisa melihat Dohee.

Dengan langkah cepat setengah ragu Dohee keluar dari persembunyian di balik batu besar, mencoba keluar dari dalam kolam, setelah berhasil menginjak aspal daratan kolam airpanas Dohee berlari cepat kearah pintu geser ruang ganti, sebelumnya ia menoleh kearah Mark yang masih membalikkan badannya.

 

“g-gomawo….”

Ucap Dohee dengan wajah memerah dan dada yang masih berdebar melihat punggung telanjang Mark.

 

BLAM

 

Pintu ruang ganti tertutup tanda Dohee sudah tidak ada di sana.

Mark menundukan kepalanya, wajahnya begitu memerah, jantungnya juga berdebar amat kencang. Ia meraih dahinya sendiri dan lalu mengacak rambutnya.

 

“airpanasnya membuat wajahku menjadi memerah… sial…”

 

 

 

 

*

 

Esoknya.

 

Berat rasanya untuk Dohee keluar dari kamarnya dan harus bertemu dengan Mark setelah kejadian semalam, padahal Tsuguru sudah memberi tahunya untuk segera berkumpul di ruang santai karena mereka akan berjalan-jalan.

Tapi karena tidak mau membuat yang lainnya menunggu Dohee akhirnya membuka pintu kamarnya dengan setelan musim dingin.

Dengan ragu ia berjalan kearah ruang santai yang memang berdekatan dengan jalan setapak penginapan menuju gerbang luar.

 

“hari ini jadi tidak kepantai??” suara Jackson terdengar lebih awal.

 

“tidak mungkin ke pantai saat musim salju seperti ini, bodoh.” Sahut Jinyoung dengan wajah bête menatap Jackson.

 

“padahal aku ingin sekali kepantai~ apa tidak ada destinasi lain selain ke air terjun Mino? Di sana kita hanya melihat air yang jatuh dan pemandangan yang membosankan!” ujar Jackson lagi menatap Tsuguru.

 

“tapi di sana tempat yang di tentukan presiden untuk menjadi tujuan kita. Ingat kita ke Osaka bukan hanya untuk main-main, tapi untuk memberi clue kepada nona Dohee soal tunangannya itu.” Jelas Tsuguru. Dan Jackson tidak bisa berkutik mendengar penjelasan dari Tsuguru.

 

“air terjun?” dohee langsung berujar ketika datang. Matanya berbinar mendengar kata-kata ‘air terjun’ . ia memang suka sekali dengan tempat yang bisa menjadi sarana refleksi dari segala kepenatan seperti air terjun, pantai atau apapun yang terasa tenang dengan bunyi riakan air atau deburan ombak.

 

“Dohee.ya! pagi!” Jaebum, Youngjae dan Jinyoung berujar bersamaan dan menatap kearah Dohee dengan senyuman yang anehnya terlihat sama. Tak lama mereka saling memandang satu sama lain dengan tatapan tak suka.

 

“pagi Dohee noona!” sapa Yugyeom dengan senyum tampannya.

 

“pagi juga Dohee noona! Hari yang indah!” ujar Bambam juga dengan senyum manisnya.

 

“pagi Dohee.ya.” ucap Jackson dengan muka tidak bersemangat.

 

Dohee hanya tersenyum membalas ucapan pagi semua lelaki pemegang lencana yang beragam itu.

Tapi semua mengucapkan selamat pagi padanya, kecuali satu orang. Ya lelaki itu, Mark. ia hanya sibuk berkutat dengan game di psp-nya tanpa menatap kearah Dohee.

Dohee mengalihkan tatapannya dengan wajah memerah, bahkan Mark masih bersikap biasa saja setelah kejadian kemarin.

 

“baiklah ayo kita berangkat.”

Ucap Tsuguru berjalan kearah pintu luar penginapan semua berjalan mengikuti Tsuguru. Begitu juga dengan Mark tanpa menatap kearah Dohee.

“ayo Dohee!”

Jaebum melingkarkan tangannya di bahu Dohee. Dohee menatap Jaebum dan mencoba menyingkirkan tangan lelaki itu dari bahunya. Ia sedikit risih.

 

 

 

 

Air terjun Mino

 

 

Air terjun Mino terlihat sepi tidak ada orang lain yang berkunjung selain para pemegang lencana dan Dohee sendiri.

Air terjun itu terlihat sangat indah di selimuti dengan salju putih.

Dohee tak bisa berhenti tersenyum lebar melihat keindahan air terjun itu, angin musim dingin yang sejuk menambah suasana nyaman di air terjun mino. Begitu memanjakan.

Dengan sikap kekanak-kanakannya Jackson bergabung dengan Yugyeom dan Bambam menuju pinggir sungai dan menyelupkan kaki mereka di sana tanpa takut dengan udara dingin dan air yang sudah di pastikan dapat membekukan kaki itu.

 

“sebenarnya air terjun Mino itu lebih enak di kunjungi saat musim gugur. Apa alasan presiden menyuruh kita mengunjungi air terjun Mino saat musim dingin?” Youngjae menatap Tsuguru dengan bingung. Dohee ikut menatap Tsuguru.

 

“di tempat ini saya akan memberi tahu clue tunangan nona Dohee.” Ucap Tsuguru. Semua menatap Tsuguru dengan serius, begitu juga dengan Dohee.

 

“nah. Mari kita mulai melakukan barbeque!” Tsuguru menepuk tangannya dengan senyuman lebar. Dohee dan semuanya terbengong.

Tsuguru menunjuk kearah tempat yang tersedia beberapa peralatan memanggang dan juga tenda serta tumpukan daging yang siap di panggang. Semua menatap tempat itu dengan berbinar dan berjalan dengan riang tanpa peduli dengan ucapan Tsuguru sebelumnya.

Kecuali Dohee tentunya yang masih menatap Tsuguru dengan penasaran. Tsuguru sudah ingin memberi tahu seperti apa clue tunangannya itu tetapi niatnya terhenti ketika melihat sosok Mark masih berdiri di dekatnya dan Dohee. Mark tersadar. Dengan masih mempertahankan sikap cool-nya  ia berjalan meninggalkan Tsuguru dan Dohee. Dohee menunduk masih belum berani menatap Mark.

 

“nona Dohee.”

 

Dohee mengangkat wajahnya ketika mendengar suara Tsuguru.

 

“kau bisa melihat salju dan riakan air sungai itu?” tsuguru mengarahkan tatapannya kearah sungai. Dohee ikut menoleh kearah Tsuguru menoleh.

 

“ehm.” Ucap Dohee menjawab pertanyaan Tsuguru dan masih menatap sungai serta salju yang menyelimuti ranting pohon.

 

“sebenarnya di clue terakhir kali ini kau harus belajar logika.”

 

“euhm?” Dohee menoleh kearah Tsuguru dan menatapnya bingung.

 

Tsuguru mengarahkan satu jarinya kearah sungai. Dohee mengikuti arah jemari Tsuguru.

 

“calon tunangan mu memiliki hubungan dengan warna salju dan sifat seperti riak sungai.” Ucap Tsuguru tanpa menatap Dohee. Dohee mengerutkan keningnya.

Warna seperti warna salju? Sifat seperti riak sungai?

 

 

*

 

 

“warna seperti warna salju… sifat seperti riak sungai… mempunyai senyum yang menawan…

Warna seperti warna salju… siifat seperti riak sungai… mempunyai senyum yang menawan…

Warna seperti warna salju… sifat seperti riak sungai… mempunyai senyum yang- AKH!!!!”

Dohee mengacak rambutnya frustasi. Ia tidak menghiraukan ajakan Jaebum untuk memanggang bersama. Dia terlalu sibuk memikirkan soal clue tunangannya itu. Apalagi 14 february sudah mau dekat, hanya tinggal menghitung hari. Dia tidak mau membayangkan bagaimana nasibnya nanti jika dia tidak mengetahui calon tunangannya itu setelah hari penting itu.

 

“memikirkan soal clue tunanganmu?”

 

“HAK!!” Dohee terlonjak terkejut ketika suara lain memecah konsentrasinya. Suara Mark, dan lelaki itu sudah duduk di sampingnya.

Jantung Dohee berdegup kencang dan tidak mau menatap Mark. ia  jadi mengingat kejadian semalam. Mark yang tadinya menatap riakan air sungai akhirnya menatap kearah Dohee.

 

“berapa clue yang kau dapatkan soal tunanganmu itu?” Tanya Mark tiba-tiba. Dohee menatap Mark, tapi kembali menatap yang lainnya karena terlalu gugup.

 

“tenanglah. Aku tidak berniat licik sekarang. Tsuguru memberi tahuku untuk membantu mu sebagai sesama pemegang lencana tiara.”

 

Dohee meremas tangannya gugup.

Mark menatap Dohee yang terlihat gugup.

 

“soal yang semalam?”

 

DEG.

Jantung Dohee langsung berdegup sangat cepat ketika Mark menyangkut pautkan tentang kejadian semalam. Wajah Dohee memerah.

Mark menghela nafasnya.

 

“aku sudah memaklumimu kok. Kau itu bodoh, tidak bisa membaca tulisan jepang. Jadi bukan salah mu juga kalau kau salah memasuki onsen. Dan aku juga tidak melihat tubuhmu sama sekali, dan memang aku tidak berniat.” Ucap Mark asal.

Dohee menoleh kearah lelaki itu kesal. dan langsung meninju kesal bahu Mark. mark meringis, tapi ia tidak mungkin membalas apa yang Dohee lakukan. Setidaknya berkat kata-katanya kegugupan Dohee bisa menghilang.

“aku memang tidak sepintar dirimu yang bisa segala bahasa, tapi setidaknya aku tidak memiliki otak yang mesum.” Cibir Dohee dengan wajah kesal.

“mwo? Mesum? Ya, siapa yang sebenarnya bisa di sebut mesum di banding perempuan yang tiba-tiba memasuki onsen lelaki. Beritahu padaku seberapa jauh kau melihat tubuh polosku?”

“hek~”

Wajah Dohee benar-benar memerah dari biasanya. Ia jadi mengingat apa yang ia lihat semalam. Memang apa yang Dohee liat semalam benar-benar jelas.

Wajah Mark mulai ragu dengan sikap Dohee.

“tunggu, jangan bilang kau…”

Dohee sangat gugup sekarang. “a-ani! Aku benar-benar tidak sengaja melihatnya! Makanya aku langsung berteriak dan menutup mataku!”

 

“ja-jadi KAU MELIHATNYA??!!”

 

“BU-BUKAN! TIDAK! EH LEBIH TEPATNYA TIDAK SENGAJA!!!”

 

“KAU!!!” wajah Mark juga memerah sekarang. Ia tidak menyangka Dohee juga melihat tubuhnya, padahal dia mati-matian berusaha menahan godaan agar tidak melihat tubuh gadis itu,  karena bagaimanapun dia itu lelaki normal.

Dohee beranjak dari duduknya di samping Mark. dengan wajah memerah dia berlalu meninggalkan Mark untuk bergabung dengan yang lainnya tanpa mengatakan apapun kepada lelaki itu. Dia terlalu malu untuk berbicara atau menatap Mark sekarang.

 

 

*

 

 

Dohee melamun menatap riak sungai yang tampak indah dengan salju putih menyelimuti jejalanan serta ranting pohon sekitar sungai Mino. Saking asiknya melamun dia sampai tidak sadar Jaebum sudah tersenyum-senyum berdiri di sampingnya. Mungkin karena merasa gemas dengan Dohee yang masih belum menyadari keberadaannya. Jaebum berdiri di belakang Dohee dan memeluk pinggang gadis itu dari belakang.

Dohee tersadar.

Matanya langsung melebar terkejut menyadari posisinya dengan Jaebum sekarang.


“aaa! Lepaskan aku!!” jerit Dohee. Karena tidak mau di kira criminal pelecehan dengan cepat Jaebum melepaskan pelukannya yang memang terlihat menjijikan itu.

“ya! Apa yang kau lakukan sih??!!” Dohee menatap Jaebum dengan kesal. jaebum menyengir dan menunjukan tanda peace pada gadis itu.

Dohee malas meladeni Jaebum dia pun memanggu dagunya dan kembali menatap riak sungai.

Jaebum ikut menatap apa yang Dohee liat itu. Ia tersenyum menatap Dohee.

“apa kau suka dengan sungai?” tanyanya.

“sebenarnya tidak bisa di katakan suka sekali, tapi aku hanya merasa perpaduan sungai dan salju yang putih itu terlihat indah.” Ucap Dohee tanpa menatap kearah Jaebum.

“aku juga merasa perpaduan itu terlihat indah. Seperti melihat lukisan.” Ucap Jaebum juga tersenyum menatap sungai dan salju putih.

Dohee ikut tersenyum menatap lurus.

“euhm, rasanya seperti melihat lukisan 3 dimensi. Indah sekali.”

Jaebum tersenyum.

“aku pikir jika aku berdiri di sana seakan-akan berada di lukisan itu terlihat cocok, kan? Apalagi rambutku juga senada dengan salju.” Canda Jaebum seraya menunjuk sisi jembatan dekat sungai.

“mwoyaaaa~? Aku akan mencoret-coret lukisan itu.” Dohee tertawa mendengar ucapan konyol Jaebum. lama ia tertawa. Tiba-tiba tawanya terhenti. Wajahnya menegang. Dohee menoleh kearah Jaebum dengan tegang.

 

“aku pikir jika aku berdiri di sana seakan-akan berada di lukisan itu terlihat cocok, kan? Apalagi rambutku juga senada dengan salju.”

 

 

“Apalagi rambutku juga senada dengan salju.”

 

 

“senada dengan salju.”

 

“dengan salju.”

 

“salju.”

 

 

“calon tunangan mu memiliki hubungan dengan warna salju”

 

 

“salju.”

 

“GYA!!!!” Dohee menjerit tidak percaya membuat Jaebum menoleh kearahnya dengan bingung.

 

“kenapa? Ada apa? Apa ada serangga??” Tanya Jaebum khawatir.

 

“a-ani. Hanya ingin menjerit saja.” Ucap Dohee masih menatap lamat Jaebum dengan tatapan tidak percaya.

“kau ini.” Jaebum mengetuk dahi Dohee. Tersenyum.

Dohee menatap lamat senyumnya. Senyum Jaebum memang sangat menawan. Matanya yang seperti ikut tersenyum di wajah tampannya.

 

“ya, menurutmu apa yang di maksud dengan sifat seperti riak sungai?” Tanya Dohee masih dengan wajah memucat.

Jaebum menatap Dohee dengan bingung. Tak lama ia seperti berpikir.

“seperti riak sungai? Mengikuti apa yang orang lain lakukan?” Jaebum menatap Dohee, memastikan apa jawabannya tepat.

Dohee hampir tidak bisa meneguk ludahnya sendiri.

 

“apa menurutmu sifatmu seperti riak sungai?” Tanya Dohee dengan nada tertahan.

 

Jaebum terdiam menatap Dohee.

“menurutku.. sepertinya memang iya. Aku bisa mengikuti apa yang orang lain lakukan karena aku bukan type yang mengatur orang lain.” Ucap Jaebum masih menatap Dohee.

 

DEG

 

Dohee memundurkan langkahnya. Wajah pucatnya benar-benar tak bisa ia sembunyikan lagi.

 

“dohee.ya, kau kenapa?” Jaebum mengerutkan kening menatap Dohee, hendak menjangkau gadis itu.

“a-aniya. Gwaenchana! Aku hanya sedang ingin sendiri! Tolong jangan ikuti aku dulu!” ujar Dohee setengah berteriak. Jaebum menghentikan langkahnya untuk mendekati Dohee. Tatapan Dohee seperti tidak tenang. Ia pun berlari menghindari Jaebum dengan cepat. Jaebum terdiam menatap punggung Dohee.

 

 

 

 

“ah ottokeh….”

Dohee mengacak rambutnya sendiri ketika ia sudah berada di kamarnya. Selama perjalanan bersama Jaebum dan yang lainnya, ia terus diam dan wajahnya memang terlihat pucat. Berkali-kali para lelaki pemegang lencana itu mempertanyakan keadaan Dohee, tetapi gadis itu tetap menjawab jika dirinya tidak apa-apa. Bagaimana bisa ia memberitahu mereka jika ia sudah bisa memecahkan misteri siapa tunangannya itu? Apalagi itu adalah JAEBUM!

Apa lelaki itu mau membatalkan pertunangan? Padahal di awal pertemuan saja dia yang paling frontal menyatakan rasa sukanya pada Dohee.

Dohee kembali mengacak rambutnya.

“kenapa harus Jaebum yang menjadi tunanganku sih? Kenapa tidak Yugyeom atau Bambam atau Jackson yang lebih bisa ku rayu untuk membatalkan pertunangan???” gumam Dohee frustasi.

Karena benar-benar frustasi, Dohee memutuskan untuk keluar dari kamarnya untuk sekedar berjalan-jalan. Ia sudah tidak peduli lagi rasa takutnya dengan gelap malam ketika semua pria pemegang lencana sudah tertidur. Yang ia perlukan sekarang hanyalah ketenangan dan melupakan pikirannya tentang pertunangan.

 

Langkahnya dengan pikiran kosong di antara koridor menuju ruang santai. Beberapa pelayan yang lewat dan membungkukan badannya tidak ia gubris seperti biasa, pikirannya terlalu berat untuk memikirkan yang lainnya.

 

“hey.”

 

Langkah Dohee terhenti ketika mendengar suara yang ia kenal memanggilnya. Meski tidak menyebut namanya Dohee seperti suara itu memanggilnya. Dan ia tidak tahu kenapa ketika mendengar seruan itu langkahnya terhenti begitu saja dan pikiran kosongnya menghilang begitu saja.

Dohee menoleh kearah suara itu.

Mark. lelaki itu berdiri di belakang Dohee. Ia menatap Dohee dengan lamat.

Tak seperti ekspresi Dohee yang biasanya selalu menunjukan wajah memerahnya, kini Dohee hanya menatap Mark dengan tatapan murung. Entah kenapa ketika melihat Mark perasaannya semakin terasa sesak ketika memikirkan Jaebum adalah tunangannya.

 

“apa yang kau lakukan? Seharusnya kau sudah tidur.” Ucap Mark.

Dohee menatap kearah lain masih dengan wajah murung.

“hanya ingin mencari hiburan. aku tidak bisa tidur.” Jawab Dohee dengan nada lesu yang berusaha ia buat ceria.

Mark diam menatap Dohee. Apa yang dirasakan gadis itu sama dengannya kini. Tak bisa tidur dan ia tidak tahu apa yang mengganjal di hatinya saat ini.

 

“mau ke suatu tempat?” ucap Mark pelan.

 

 

 

 

 

*

 

 

 

 

Dengan taksi yang Mark hubungi mereka pergi ke suatu tempat secara diam-diam di malam hari. Ketika sampai Mark langsung menarik tangan Dohee. Mengenggam tangan gadis itu dengan lembut menuju suatu gedung yang masih terlihat beroperasi meski sudah malam. Gedung besar yang terletak di dekat pantai Tempozan.

Meski Dohee tidak bisa membaca tulisan Jepang, ia sudah langsung tahu tempat itu adalah rumah aquarium.

Mark masih mengenggam tangannya tanpa berkata apapun. Mereka berdua saling berjalan di antara lorong menuju pemandangan aquarium yang menanti mereka.

Hingga ketika ruangan penuh aquarium itu mulai terlihat jantung Dohee mulai berdebar. Seluruh ruangan aquarium yang di penuhi air biru laut dengan berbagai jenis ikan seperti menyapa mereka.

 

“whaaaaaaaa…” dohee berlari pelan kearah area aquarium lumba-lumba yang pastinya juga ikut menarik Mark mengikutinya karena tangan mereka saling tergenggam.

Dohee tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya melihat dua ikan lumba-lumba menghampirinya. Mereka seperti menyapa Dohee. Dohee meletakan tangannya di dinding aquarium seakan mengelus lumba-lumba itu.

Mark menatap Dohee. Wajah gadis itu tak lagi murung seperti sebelumnya. Ia ikut tersenyum melihat tingkah gadis yang seperti melupakan keberadaannya karena terlalu asik bermain dengan ikan penurut itu.

 

“gomawo, sunbae…”

 

Mark yang tadi sempat asik melihat kelucuan lumba-lumba itu menoleh kearah Dohee ketika mendengar suara gadis itu.

 

“gomawo sudah membuat perasaanku lebih tenang sekarang.” Ucap Dohee masih tetap asik menatap lumba-lumba itu.

Mark menatap Dohee dengan lamat. Tak lama ia tersenyum.

 

“apa kau begitu menyukai lumba-lumba?” Tanya Mark berusaha mengalihkan pembicaraan yang bisa membuat Dohee mengingat kesedihannya lagi.

Dohee tersenyum.

 

“lebih tepatnya aku menyukai air.”

 

Mark menatap Dohee dalam diam.

 

“aku suka pantai, sungai, danau, kolam renang dan segala tempat yang bisa membuatku mendengar suara air atau beningnya air. Sebenarnya baru kali aku pergi ke aquarium.”

 

Dohee menolehkan tatapannya kearah Mark, menatap Mark.

 

“sunbae orang pertama yang membawaku ke tempat indah seperti ini. Gomawo.” Dohee tersenyum. Tersenyum sangat manis.

Mark menelan ludahnya. Tersenyum paksa. Ia berusaha menahan dirinya sendiri untuk melakukan hal yang ia sendiri tidak tahu. Yang Mark bisa sekarang hanya mengacak rambut Dohee dan tersenyum.

Dohee terdiam. Terdiam dan menatap senyum Mark yang baru pertama kali ia lihat selama ia mengenal pria itu. Jantung Dohee berdebar kencang. Ia membuang tatapannya kembali kearah aquarium lumba-lumba dengan wajah memerah.

 

Selama berada di aquarium Dohee dan Mark terus melakukan hal yang bisa membuat keduanya tertawa lepas. Seperti melihat hiu, berfoto di depan ikan nemo, menyuapi ikan piranha dan mampir ke took souvenir. Entah untuk tujuan apa Mark memberikan sebuah boneka strap phone ikan lumba-lumba kecil bewarna merah muda kepada Dohee. Dohee sendiri tidak mau kalah, ia juga memberikan strap phone boneka kepiting kecil bewarna merah kepada Mark. di hadapan masing-masing mereka saling memasangkan strap phone itu di ponsel mereka dan saling menertawai satu sama lain.

 

 

“kau mau berfoto di hadapan ikan aquarium lumba-lumba pasangan itu?” mark menunjuk kearah aquarium yang terdapat patung berbentuk hati di setiap sisinya.

“pasangan? Apa mereka berpacaran?” Tanya Dohee menatap Mark.

Mark mengagguk. “ya, di aquarium kaiyukan ini mereka menjadi legenda lumba-lumba berpasangan. Konon banyak pasangan yang berfoto di depan aquarium mereka dan hubungan mereka menjadi semakin harmonis hingga ke jenjang pernikahan.” Jelas Mark seraya mengajak Dohee untuk mendekati aquarium itu.

“benarkah?” hanya itu Dohee katakan. Ia terlalu asik melihat lumba-lumba berpasangan yang sedang berenang bersama itu.

“mereka terlihat seperti menari bersama.” Ucap Dohee tersenyum.

Mark menatap Dohee. Ia tak bisa menahan dirinya sendiri lagi. Mark meletakan kedua tangannya di dinding aquarium dan menghimpit tubuh Dohee dari belakang dengan jarak yang sangat dekat. Orang lain yang melihat mereka mungkin menyangka mereka sedang berpelukan dengan posisi membelakangi.

Dohee tidak terkejut. Dia diam. Menundukan kepalanya dengan juga tetap meletakan tangannya pada dinding aquarium.

 

“kenapa kita harus memegang lencana yang sama?”

Ucapan Dohee sangat pelan, tapi Mark masih bisa mendengarnya.

 

“kenapa…. Kau tidak termaksud…?”

 

Suara Dohee terdengar sangat pelan dan parau sekarang.

 

Mark menjauhkan kedua telapak tangannya dari dinding aquarium. Tanpa ragu lagi ia memeluk pinggang Dohee, sedikit memutar kesamping wajah gadis itu dan menempelkan bibirnya pada bibir gadis itu dengan lembut.

Dohee sedikit terkejut ketika Mark melakukan itu. Tapi Dohee sudah tidak mau membohongi dirinya sendiri lagi. Dia membalikan tubuhnya dan melingkarkan kedua tangannya pada leher Mark. membalas setiap lumatan dari bibir lelaki itu.

Mark menempatkan tubuh Dohee untuk menyender pada dinding aquarium, menghimpit tubuh gadis itu dengan tubuhnya. Melumat, menciumi bibir lembut Dohee. Memutar kiri kanan kepalanya untuk semakin bisa menikmati setiap inci bibir gadis itu.

Mereka sudah tidak mempedulikan beberapa orang yang melihat kearah mereka ataupun membicarakan mereka. Yang mereka inginkan hanya menyalurkan setiap perasaan yang sudah lama mereka tahan,

Untuk menjadi sebuah cinta.

 

*

 

 

Dohee memeluk tubuh Mark dengan tubuhnya yang terbalur peluh. Membiarkan lelaki itu menciumi setiap sisi pada tubuh polosnya. Dohee menatap sekitar kamar Mark dengan mata setengah tertutup ketika lelaki itu membuai dirinya dengan setiap sentuhan yang ia berikan.

 

“eunghhhh…”

 

Lenguh Dohee pelan ketika Mark sedikit membuat ujung dadanya terasa perih karena hisapan dan remasan lelaki itu.

Lelaki tampan berambut merah yang juga sudah bertubuh polos itu menatap Dohee dengan tatapan terlembut yang ia punya.

 

“apa aku menyakitimu?” Tanya Mark mengelus rambut Dohee lembut.

 

“ani. Kau bisa melanjutkannya.” Dohee tersenyum menatap Mark. mark masih menatap gadis itu dengan tatapan ragu. Ia begitu takut menyakiti Dohee.

Padahal ia sudah berusaha menahan dirinya sendiri untuk tidak menyentuh Dohee lebih dari sebuah ciuman, tapi semua pertahananya runtuh ketika Dohee dengan ‘bodoh’nya menginginkan Mark menyentuh dirinya lebih jauh lagi.

Mark hanya lelaki normal yang tak bisa menahan dirinya sendiri. Seperti ikan yang di beri umpan, menghampiri umpan itu dan menangkapnya tanpa sempat berpikir lagi.

 

Dohee memeluk dan meremas rambut Mark ketika lelaki itu melanjutkan menyentuh tubuhnya. Setidaknya sikap tubuhnya tidak seperti di awal ia melakukannya, tidak gemetar atau mengelak dengan spontan. Tubuhnya sedikit lebih rileks dengan sentuhan Mark.

 

“akh!”

Dohee mengigit bibirnya dan memejamkan mata. Mencoba menahan dirinya sendiri untuk tidak merasa takut ketika milik Mark sudah memasuki dirinya sendiri tanpa aba-aba.

Gerakan Mark yang awalnya terasa menyakitkan di miliknya mulai membawa rasa nyaman dan nikmat.

Dohee memeluk leher Mark. keduanya saling melumat bibir masing-masing dengan kasar. Dohee sudah tidak memperdulikan desahan kerasnya yang mungkin bisa terdengar dari luar kamar Mark.

 

Ia benar-benar yakin dengan apa yang ia rasakan pada Mark sekarang. Setiap sentuhan Mark membuatnya yakin.

 

Ya.

 

Ia mencintai pria itu.

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

“tuan Jaebum?”

 

Tsuguru menatap Jaebum yang tengah berdiri terpaku dengan bersender di samping pintu kamar Mark.

Jaebum menatap Tsuguru. Wajahnya terlihat pucat.

Tsuguru bisa langsung mendengar suara desahan dari dalam kamar Mark.

Tsuguru sangat tahu siapa pemilik suara itu. Ia menatap kearah Jaebum. jaebum berusaha untuk tersenyum.

 

“aku akan kembali tidur.” Ucap Jaebum dengan suara sedikit serak. Ia pun berjalan berlalu meninggalkan Tsuguru yang masih menatap punggung lelaki itu.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Hari ini para pemegang lencana kembali ke Korea. Mereka sudah sampai di bandara dan menaiki limusin menuju Daimundo untuk menghadap presiden.

Dohee duduk di samping Jaebum dengan perasaan tidak tenang. Dalam hati ia berpikir apakah ia harus memberitahu presiden jika ia sudah memecahkan misteri tunangannya itu? Tunangannya adalah Jaebum. apakah Jaebum bisa dengan mudahnya membatalkan pertunangan?

Dohee melirik kearah Mark. lelaki yang duduk di hadapannya dan tengah memejamkan matanya seraya mendengarkan musik di earphone-nya itu terlihat tenang.

Dohee menundukan wajahnya, meremas rok seragamnya dengan kalut.

Jaebum yang duduk di sampingnya menatap kegelisahan gadis itu. Mata sipit tajamnya memperhatikan kegelisahan Dohee. Ia juga menatap kearah Mark. mengepalkan tangannya.

Dohee menyadari Jaebum yang terus menatapnya, gadis itu menatap Jaebum balik.

Jaebum tersenyum menatap Dohee.

“kenapa kau terlihat pucat? Apa kau sakit?” Tanya Jaebum dengan lembut, ia mengelus rambut Dohee membuat gadis itu terkejut. Dohee terkejut bukan karena Jaebum menghelus rambutnya, tapi tatapan lelaki itu seperti beda dari biasanya. Dohee kembali mengalih tatapannya dari Jaebum. ia menatap Mark yang masih memejamkan matanya. Lelaki itu tampak lelah. Mungkin karena mereka berdua tidak tidur karena kejadian semalam yang terjadi secara cepat. Sebenarnya alasan dia untuk tidak ragu menyerahkan ‘semuanya’ pada Mark karena hatinya seperti spontan saja ingin memberikan kepada lelaki itu. Bahkan sampai sekarang pun ia tidak merasa menyesal karena sudah memberikan hal berharganya pada lelaki itu.

 

Masalahnya sekarang hanya pada Jaebum. dohee melirik Jaebum dari ekor matanya. Apa lelaki itu bisa dengan mudahnya membatalkan pertunangan?

 

 

**

 

 

Presiden tersenyum menatap wajah para pemegang lencana.

 

“selamat datang kembali di Daimundo. Bagaimana MT kalian itu?” Tanya presiden dengan nada riang. Yang menjawab dengan ceria hanya Bambam, Yugyeom dan Jackson. Mungkin karena mereka menggunakan MT itu hanya untuk bersenang-senang. Selebihnya hanya bersikap biasa.

 

“dan Dohee…”

Presiden mengalihkan tatapannya kearah Dohee. Gadis itu menundukan kepalanya dengan wajah murung.

“apa kau sudah bisa memecahkan misteri tunanganmu itu?” Tanya presiden di depan para pemegang lencana. Semua menatap kearah Dohee, begitu juga dengan Mark.

Dohee masih menunduk. Ia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia katakan. Apa ia harus mengatakannya sekarang?

 

“dohee?” presiden menatap Dohee bingung. Mendekati gadis itu.

Dohee mengangkat wajahnya dan menunjukan cengiran cerianya seperti biasa.

 

“belum, presiden! Aku terlalu asik berlibur!” ucap Dohee menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“ah benarkah? Apa MT-nya kurang lama? Aku harus membawa kalian ke tempat yang lebih romantis? Paris? Venice?”

 

“ah ani ani ani! Aku bisa mencarinya sendiri di sini. Aku sudah sedikit bisa memecahkan misteri tunanganku itu, tapi aku masih sedikit ragu!” dohee menggeleng-gelengkan kepalanya ketika mendengar ucapan presiden. Pergi dan menginap di bawah satu atap bersama 7 lelaki pemegang lencana adalah masa-masa terberat untuknya.

Semuanya menatap Dohee terkejut ketika Dohee mengatakan ia sudah berhasil memecahkan sedikit misteri tunangannya itu, kecuali Jaebum dan Mark.

 

 

*

 

 

Dohee menghela nafasnya di dalam bilik toilet sekolahnya. Entah kenapa di seluruh bagian sekolah hanya di tempat ini ia merasa tenang tanpa gangguan dari orang lain atau para pemegang lencana. Dohee sebentar terdiam. Tiba-tiba ia teringat apa yang ia lakukan semalam dengan Mark. setiap sentuhan Mark yang masih terasa di tubuhnya hingga sekarang. Seketika wajahnya merona merah ketika mengingat kembali apa yang Mark lakukan padanya.

Khayalan Dohee terhenti ketika merasakan getaran ponsel di balik saku rok-nya. Dohee meraih ponselnya. Matanya menyerngit melihat nomor tidak di kenal menghubunginya.

Meski dengan ragu Dohee tetap mengangkat panggilan itu.

 

“yoboseyo?”

 

“kau sedang merenung?”

 

Mata Dohee terbelalak terkejut menyadari siapa pemilik suara yang sangat ia kenal itu.

 

“Mark sunbae???”

 

“kau tidak menyimpan nomorku?”

 

Dohee mengigit bibirnya.

“Mi-mian. Habis pertemuan pertama kita begitu buruk jadinya aku belum sempat menyimpan nomormu.”

 

Dari seberang telepon Mark seperti tertawa kecil. Dohee membayangkan betapa manisnya tawa Mark.

 

eoddiseo?”

 

 

.

 

 

 

.

 

 

Dohee melirik sekitar atap sekolah. Mencari sosok Mark ketika lelaki itu memintanya menemuinya di atap sekolah.

Dohee sudah melihat sekeliling atap sekolah tapi tetap saja dia tidak bisa menemukan Mark. dohee menyerngitkan keningnya masih tetap mencari Mark.

Tiba-tiba seseorang menutup kedua matanya dari belakang.

 

“nu-nugu??” ujar Dohee setengah berteriak takut. Ia mencoba memberontak dari dekapan orang yang ia tak kenal itu.

 

Tawa orang itu lalu meledak, ia melepaskan tangannya dari mata Dohee. Dohee menoleh dengan bingung, mendapati Mark yang tertawa menunjuk kearahnya.

Jadi yang menutup matanya itu Mark?
dohee mengembungkan mulutnya.

 

“apa itu lucu?” dohee memukul kesal lengan Mark. tapi pria itu masih tak bisa berhenti menertawai dirinya. Karena sudah sangat kesal, Dohee berjalan hendak meninggalkan Mark. dan dengan cepat Mark menahan tangan Dohee lalu menarik gadis itu kedalam pelukannya.

Mark mendekap Dohee dengan erat. Seperti enggan melepaskan pelukannya. Dohee terdiam. Merasakan dekapan erat Mark yang seperti menggambarkan bagaimana perasaan lelaki itu padanya. Dohee memejamkan matanya, memberikan waktu pada dirinya sendiri untuk bisa menghirup wangi tubuh Mark yang begitu membuainya.

 

“apa kau sudah tahu siapa tunanganmu?”

 

Dohee membuka matanya perlahan ketika mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Mark. dohee mengeratkan pelukannya pada Mark.

 

“hmm.” ucap Dohee. Meski berat, ia harus memberitahu Mark. jika ia terus berbohong bahkan pada Mark, semuanya bisa menjadi semakin memburuk.

 

“dia Jaebum..” ucap Dohee lagi dengan pelan.

Mark diam. Ia tidak mengatakan apapun.

“kita harus berjuang… agar Jaebum mau membatalkan pertunangan ini.  Dan memberi tahu dia bahwa kaulah lelaki yang aku pilih…” ucap Dohee lagi memejamkan matanya, membenamkan wajahnya di dada Mark yang bidang.

 

“kenapa kau bisa berpikir sejauh itu?”

 

Dohee membuka matanya kembali. Mencoba berharap bahwa apa yang ia dengar sekilas dari mulut Mark adalah ilusinya saja.

Mark melepaskan pelukannya.

 

“mian. Aku tidak bermaksud menganggu kehidupanmu.” Ucap Mark. dohee menatap Mark. menatap lelaki itu tak mengerti. Ia memang tidak mengerti apa maksud lelaki itu mengatakan kata-kata seperti itu.

 

“aku bukanlah lelaki yang tepat untukmu. Besok adalah hari terakhirmu untuk mencari tahu siapa tunanganmu itu. Katakan apa yang sudah kau pecahkan pada presiden.” Mark menepuk pundak Dohee. ia menatap Dohee sebentar dan lalu berlalu meninggalkan gadis itu.

Dohee masih menatap Mark tidak percaya.

 

“bu-bukankah kau mencintaiku?”

 

Mark menghentikan langkahnya ketika mendengar ucapan Dohee. Mark menolehkan wajahnya sedikit pada Dohee,  menatap gadis itu dingin.

“aku hanya bermain-main.” Ucap Mark.

 

Sangat terdengar jelas di kuping Dohee. Mark sebentar terdiam, ia pun kembali berjalan dengan langkah berat. Mati-matian dia tidak menoleh kebelakang, kearah gadis itu.

Memang inilah tujuannya meminta Dohee kesini. Untuk mengakhiri hubungan yang seharusnya tidak mereka jalani sebagai pemegang lencana yang sama.

 

 

.

 

 

Dohee berjalan dengan pikiran kosong menuju toilet sekolahnya. Ketika sampai, ia menatap dirinya sendiri dalam pantulan kaca.

Ia memang tidak menangis, tapi wajahnya dengan jelas menggambarkan kepedihan yang benar-benar terasa di hatinya.

 

Dari arah luar, Suzy dan Jia memasuki toilet dan menatap  kearah Dohee, tetapi Dohee tidak menyadari kedatangan dua gadis itu.

Suzy berdehem dan berdiri tepat di samping Dohee menghadap kaca dengan melipat tangannya. Menatap Dohee dengan sinis.

Dohee akhirnya sadar dengan keberadaan Suzy. Ia menatap Suzy dan Jia, lalu hendak berlalu meninggalkan toilet tetapi langkahnya terhenti ketika Jia berdiri di hadapannya, seperti menghalangi langkahnya. Dohee berusaha menghindari kiri-kanan Jia tapi gadis itu tetap menghalangi.

Dohee menghentikan langkahnya dan menatap kedua gadis itu.

 

“apa mau kalian?” Dohee menatap Suzy dan Jia dengan dingin. Ia memang sedang dalam mood yang buruk untuk meladeni orang lain.

“menurutmu?” Suzy bertanya balik dengan tatapan sinis.

“aku tidak punya waktu untuk meladeni kalian.”

Suzy mendengus tertawa mendengar ucapan Dohee. Ia menatap lencana tiara di pita seragam Dohee. Dengan gerakan kasar ia meraih lencana tiara itu hingga jarum lencana itu terpisah dari lencananya. Lencana itu terjatuh kasar di lantai dan terlihat rusak.

Dohee menatap terkejut.

“YA! Apa yang kau lakukan!!??” Dohee mendorong tubuh Suzy kesal. Suzy terkejut dan dengan cepat juga ia mendorong tubuh Dohee hingga terjatuh keras di lantai.

“APA KAU PIKIR KAU PANTAS MENGENAKAN LENCANA INI!!??” bentak Suzy dengan kasar.

“dan lagi, kedekatanmu dengan Jaebum membuat semua orang muak. Kau, yang bahkan tidak terlihat istimewa dengan anehnya bisa mengenakan lencana ini.”

Suzy menginjak lencana yang tergeletak rusak di lantai itu dengan kasar hingga lencana itu sudah benar-benar rapuh dan rusak.

Dohee yang tadi terpaku menatap lencana itu langsung menatap Suzy dengan amarah yang sudah memuncak. Ia meraih lencana itu dan melempar lencana itu kearah Suzy dengan kasar.

“jika kau mau mengambil lencana itu, kau ambil saja! Aku tidak membutuhkannya!” bentar Dohee tidak  kalah keras. Suzy terkejut dan terpaku melihat keberanian Dohee yang tidak ia sangka, begitu juga dengan Jia.

Dohee melangkah keluar toilet dengan langkah kesal.

Ia berusaha menetralkan dirinya sendiri. Mati-matian menahan airmatanya sendiri yang seperti ingin keluar dari pelupuk matanya.

 

BRAG!!!

 

 

Suara pukulan keras terdengar dari belakang Dohee. Dohee menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke belakang.

Dadanya seperti berdesir ketika melihat Mark menahan balok kayu panjang dengan punggungnya, membuat Suzy yang mengenggam balok kayu itu juga terkejut. Padahal Suzy berniat memukulkan balok kayu itu pada Dohee, tapi tiba-tiba Mark muncul dan menahannya.

Dari arah lain Jaebum juga melihat semuanya dengan Jinyoung di sampingnya.

“a-apa yang di lakukan si Suzy?” ucap Jinyoung menatap tidak percaya.  Jaebum tetap diam menatap lurus kearah Dohee dan Mark.

Suzy menjatuhkan balok kayu itu di lantai. Ia langsung berlari meninggalkan Mark, Jia mengikutinya dari belakang. Langkah berlari Suzy terhenti ketika Jaebum sudah berada di hadapannya. Wajah gadis itu memucat. Jaebum menatap Suzy dengan sinis.

 

“enyah.” Hanya itu yang lelaki itu ucapkan tapi cukup membuat tubuh Suzy bergetar. Gadis itu berlari dengan cepat sambil menundukan wajahnya.

 

Jaebum menatap Dohee dan Mark. menatap lelaki itu memeluk tubuh Dohee dan gadis itu yang balik memeluk tubuh lelaki itu.

Jinyoung juga menatap kearah mereka dengan tak percaya.

 

 

 

 

*

 

 

 

14 Februari.

 

Seluruh pemegang lencana dan juga Dohee berdiri menghadap presiden dalam diam.

Dohee menundukan kepalanya. Ia masih tidak tahu apa yang seharusnya katakan pada presiden. Semua menatap kearah Dohee. Semua sudah tahu jika Dohee sudah mengetahui siapa tunangannya itu dan kini mereka hanya tinggal menunggu nama siapa yang akan keluar dari mulut seorang Han Dohee.

Presiden melirik pita seragam Dohee, tidak ada lencana di pita seragam gadis itu. Tapi presiden hanya diam. Lencana sekarang tak penting lagi baginya. Ia hanya ingin tahu apa yang akan keluar dari mulut Dohee.

Dohee masih menundukan wajahnya. Ia mengingat pelukan yang Mark berikan kepadanya kemarin secara tiba-tiba tanpa mengatakan apa-apa. Kenapa lelaki memeluknya? Padahal lelaki itu sudah mengatakan jika ia tidak mencintainya? Kenapa lelaki itu terus mempermainkannya?

Sekarang Dohee tidak ada keberanian untuk menatap Mark. ia menghela nafasnya berat.

 

“Jaebum.”

 

Semua diam.

 

“Im Jaebum. dia tunanganku… dia mempunyai senyum yang menawan, warna rambut seperti salju dan sifat seperti riak sungai. Seperti yang terdapat di dalam clue.” Ucap Dohee.

Semua tersentak menatap kearah Jaebum, tetapi Jaebum hanya diam menatap Dohee. Mark membuang tatapannya kearah lain. Hingga ia berjalan untuk meninggalkan ruangan presiden

 

Dohee masih menundukan kepalanya.

 

“bukankah kisah ku ini seperti  dongeng Cinderella yang gagal?” ucap Dohee lagi. Langkah Mark terhenti.

Semua menatap kearah Dohee.

 

“di saat aku meninggalkan sepatu kacaku pada pangeran yang salah, tentu saja pangeran yang salah itu tidak akan mengambil sepatu kaca ku itu. Cinderella yang ceroboh menentukan cintanya sendiri. Menemukan pangeran yang salah.”

Butiran bening terlihat terjatuh dari pelupuk mata Dohee. Semua diam begitu juga dengan presiden.

 

“tapi kau sudah menemukan pangeranmu yang sesungguhnya, Han Dohee.” Jaebum berjalan kearah Dohee dan menaruh kedua tangannya di kedua pundak gadis itu.

 

“malam ini kau harus menuju balkon teratas Daimundo. Dan kita akan membicarakan bagaimana selanjutnya hubungan ini.” Ucap Jaebum pelan.

 

Dohee tersenyum dengan airmata yang membanjiri kedua pipinya, ia mengagguk perlahan.

 

Mark berusaha tersenyum menatap Dohee yang membelakanginya, ia pun melangkahkan kakinya dan benar-benar membuat dirinya menghilang dari ruangan itu.

 

 

 

***

 

 

 

Seperti Cinderella yang dengan ceroboh meninggalkan sepatu kacanya pada pangeran yang salah.

Jadi tidak mungkin pangeran yang salah itu mengambil sepatu kaca sang Cinderella yang ceroboh.

Semua yang terjadi pada Dohee, sang Cinderella yang ceroboh terjadi dengan sangat cepat. Tak memberikan waktu untuk bisa memikirkan bagaimana ia bisa merubah kecerobohannya hingga ia tetap bisa bersama dengan pangeran yang salah itu. Tapi mau bagaimanapun cerita sebuah dongeng tertulis, tertulis jika ia mencintai pangeran yang salah ia tetap tak bisa dengan mudah mengubahnya.

 

Dohee keluar dari pintu ruang presiden setelah beberapa pelayan pribadi presiden mendadani gadis itu hingga menjadi sedimikian cantik layaknya seorang lady.

Presiden tersenyum menatap Dohee yang sangat cantik dengan gaun mini dress putih selutut yang terdapat manik-manik hitam cantik pada dada gaun itu. Rambut sebahu Dohee dibiarkan tergerai dan sentuhan make up natural malam pada wajah Dohee.

“kau cantik sekali, Dohee.” Presiden tersenyum menatap Dohee. Ia mengelus pipi gadis yang terlihat bermata murung itu. Tapi Dohee tetap berusaha tersenyum. Lagipula ia masih bisa membujuk Jaebum untuk membatalkan pertunangan. Jaebum pasti bisa mengerti.

Presiden menuntunnya menuju balkon teratas Daimundo.

Dohee mengedarkan pandangannya untuk bisa menemukan sebuah sosok. Sosok Mark yang mungkin akan ia lihat terakhir kalinya hari ini.

Jika Jaebum setuju untuk membatalkan pertunangan dia akan memutuskan bersekolah di tempat lain. Tujuan ia bersekolah di Daimundo hanya untuk mencari tunangannya, jika semua misinya berhasil ia laksanakan tentu presiden tidak akan menahannya untuk pindah ke sekolah lain.

Dohee menundukan wajahnya selama perjalanan menuju balkon teratas bersama presiden.

dalam keterdiamannya ia terus mengingat semua yang ia lakukan bersama Mark. senyum lelaki itu yang baru pertama ia lihat. Dan sentuhan yang telah lelaki itu berikan padanya.

 

Presiden berhenti berjalan dan memberi tanda pada ekspresinya agar Dohee melangkah seorang diri menuju balkon. Dohee sebentar menatap presiden masih dengan mata sayunya. Dohee tersenyum. Ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju balkon yang di batasi pintu kaca besar.

Di balkon itu terdapat meja makan yang di penuhi dengan lilin. Pemandangan dari balkon itu terlihat sangat indah. Lampu-lampu gemerlap indah menandakan hari kasih sayang di mala mini.

Dohee duduk di bangkunya menghadap pemandangan itu. Ia tersenyum menatap keindahan yang seperti dibuatkan khusus untuknya.

Apa semuanya Jaebum buat untuknya? Jika sudah begini apa ia bisa dengan tega meminta Jaebum membatalkan pertunangannya?

Dohee meremas ujung mini dress-nya. Ia  merasa berdosa. Dengan apa yang ia lakukan dengan Mark di belakang Jaebum dan perasaannya yang sepenuhnya tertuju pada lelaki berambut merah itu.

Rasanya ia ingin menangis sekencang mungkin menahan setiap perasaan rindu dan takut akan kehilangan lelaki itu.

Dohee tersenyum.

Ia benar-benar tidak bisa menahannya. Airmatanya mengalir, memberontak turun dari pelupuk matanya dan melewati pipinya. Apa ini airmata kerinduannya? Kerinduannya pada Mark? lelaki mesum itu?

 

Sret

 

Tiba-tiba sebuah tangan dari belakang Dohee menyodorkan lencana tiara Dohee yang sudah rusak tepat di hadapan Dohee.

Dohee menatap lencana tiara itu dengan mata yang berair.

 

“aku membawa benda berhargamu, Cinderella.”

 

Suara itu.

Dohee sangat mengenal suara itu.

Dohee menolehkan kepalanya dengan cepat. Dan ia bisa melihat sosok Mark yang memakai setelan jas hitam rapih. Sangat sepadan dengan tubuh tinggi dan wajah tampannya. Mark tersenyum menatap Dohee.

 

“a-apa yang kau lakukan disini?” Tanya Dohee masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia takut jika itu sebenarnya adalah sosok Jaebum yang bisa saja ia lihat sebagai Mark. bukankah hal itu sering terjadi?

Mark tersenyum.

“apa yang aku lakukan disini?” Mark mengulang pertanyaan Dohee. Ia berjalan lebih dekat pada gadis itu. Memasangkan lencana tiara itu tepat di dada gaun Dohee.

Dohee masih menatap Mark dengan mata penuh airmatanya.

 

“Cinderella bodoh. Apa kau tidak bisa memecahkan misteri dengan benar?” Mark mengetuk kepala Dohee cukup keras.

 

“eh?” Dohee menatap Mark bingung.

Mark tersenyum. Ia bahkan tidak segan menunjukan senyum menawannya pada Dohee.

“sifat seperti arus air sungai, apa kau kira Jaebum punya sifat seperti itu? Dan senyum menawan, apa kau kira yang punya senyum menawan hanya si Jaebum saja?”

Dohee masih menatap Mark tidak percaya.

Presiden tiba-tiba memasuki balkon dan tersenyum.

 

“mungkin ini permainan yang sedikit sulit yang pernah kakekmu buat. Bagaimana bisa calon tunanganmu adalah seseorang yang memiliki lencana yang sama denganmu. Aku juga tertipu.” Presiden mengangkat bahunya dengan senyum lembut.

Mark tersenyum.

Dohee menatap keduanya dengan bingung. Tapi ia mulai mengerti apa yang presiden dan Mark maksud.

Dohee menatap Mark dengan lemas. Airmata gadis itu semakin deras.

 

“HUWEEEEEEEE.”

Dohee memeluk Mark dan menangis sekencang mungkin.

“y-ya! Jangan menangis terlalu kejar nanti make up-mu bisa luntur.” Omel Mark menjitak kepala Dohee pelan. Dohee tidak memperdulikan larangan Mark. biarlah ia menjadi ‘cinderella’ yang memiliki penampilan terburuk di akhir cerita asalkan ia bisa terus memeluk ‘pangeran’nya itu. Bukankah pangerannya itu juga mempunyai sikap yang buruk?

Mark tersenyum.

Dengan perlahan ia menangkup dagu Dohee. Membuat wajah gadis itu menghadap kearahnya.

 

“dengan begini kau adalah tunanganku. Aku tidak peduli mau seperti apapun keputusanmu, karena aku tidak akan mau membatalkan pertunangan ini.”

Ucap Mark pelan dan menatap Dohee penuh cinta.

Dohee menatap Mark dengan dada berdebar. Ia tersenyum bahagia menatap Mark. jemari Mark menghapus airmata di pipi Dohee.

happy valentine untukmu.” Ucap Mark begitu lembut.

Hingga wajah keduanya mulai saling mendekat.

 

“ah ayo kita tinggalkan mereka berdua.”

Presiden sadar dengan posisinya dan memerintahkan Tsuguru untuk pergi bersamanya.

“baik, presiden.” Ucap Tsuguru dan mengikuti presiden dengan patuh. Tsuguru menutup pintu balkon.

Presiden menyadari keberadaan Jaebum yang tengah  berdiri di sisi tembok seberang balkon. Presiden tersenyum, begitu juga dengan Jaebum.

 

“kau sudah berusaha, Jaebum.” ucap presiden menepuk bahu Jaebum dengan pelan. Lelaki berambut perak itu tersenyum. Ia berusaha untuk tidak membuat presiden tahu tentang perasaannya yang begitu besar kepada Dohee.

Jaebum akhirnya memutuskan berlalu menuju taman Daimundo. Ia tak punya keinginan untuk melihat Dohee dan Mark yang bersama.

Langkahnya terhenti ketika sosok perempuan berdiri di hadapannya.

Sosok perempuan yang ia kenali sebagai Suzy itu menatap kearahnya dengan mata berkaca-kaca menahan airmata.

Jaebum diam menatap Suzy.

Hingga ia putuskan mendekati perempuan itu.

 

Seperti halnya Cinderella yang salah menemukan pangerannya, hingga pada akhirnya pangeran yang salah itu benar-benar menjadi pangeran sesungguhnya untuk Cinderella yang ceroboh.

 

Begitu juga pangeran yang tidak bisa meraih Cinderella-nya itu. Pada akhirnya ia akan menemukan Cinderella-nya yang lain dan mengenggam tangan Cinderella-nya yang lain itu dengan sangat erat tanpa mau melepasnya lagi.

 

 

 

 

the end

About fanfictionside

just me

87 thoughts on “FF/ FIND MY PRINCE/ GOT7/ 2 of 2 / FINAL

  1. Pertamax/? #eaaa
    Thor terhura thor terhura T.T
    Mark-nya di situ so sweet banget kyaaa *-*
    Speechless nih ._. Pokoknya ff-nya bagus dah!😀 *standing applause*

  2. huweee….. aku nungguin dari siang…
    saya terkecoh…
    si mark itu dari awal udah atau belum y klo dia yg dtunangin dgn dohee?…..
    hmmmmmmm…. manis lah tor….. ^_^

  3. Halo~ Salam kenal ya ^^ Aku sebenarnya sudah baca chapter 1 nya dan jadi siders di ff romantic in high school -_-v Maaf ya ‘-‘ Tapi aku borong disini semua ya komennya.
    FF ini sukses bikin aku penasaran sama sosok member GOT7 terutama Mark. FF ini aku bacanya entah kenapa feelnya dapet banget sama semua pemerannya. Padahal aku gatau orangnya yg mana -_- Aku cuma tau JB doang *udik-kudet.
    Awalnya aku lebih dukung Dohee sm Jaebum. Karena Mark ga banget! Kasar dan menyebalkan. Tapi semakin lama dibaca, aku ngerasa Mark itu ada ikatan sama Dohee. Dan ternyata bener!❤
    Astaga aku ga nyangka Mark kepribadiannya keren banget :'3 Dingin tapi lembut dan romantis banget. Ya Tuhan! Sukses deh ini aku suka sama Mark! Dia loveable sm dateable banget❤
    Bagian ehem2nya (?) sukses bikin aku merona juga. HIhihi aku suka banget sama bahasanya. Ga vulgar tapi hot (?) Terus bacanya juga ga berasa banget udah habis aja. Aku menikmati ff ini secara keseluruhan. Thanks ya udah ngenalin aku sama sosok Mark😀
    Keren! Aku tunggu ff kamu selanjutnya ya😀

  4. astaga,seriusanlah ga nyangka sama endingnya.😮 omo! Ternyata tunangan DaeHee mark? Ohmygod, terus rada shock juga waktu DaeMark ternyata berani ngelakuin hal itu ckckck
    poor JB ya,tapi gpp lah kan ada suzy *eh
    ihh,tapi tetep ga nyangka ternyata itu mark.
    Dan gara-gara baca ni fanfic aku jadi kepincut sama mark huahh~ author harus tanggung jawab.
    Tapi tetep loh thor,aku ga nyangka ternyata itu mark ckckck cerita yang bener-bener ga keduga..

  5. eeerrgghh author nipu🙂
    kirain bakal ama jb, tp dr part 1 moment mark sma dohee emng lbh bnyk
    tp knp kta presiden nya mark gk termasuk tunangan sma dohee??? itu msh bkin aku bertanya”
    kereeeeeeeeeeeen bgt, bkin ff got 7 yg lain ya thor
    klo bisa yongjae wkwkwkkw request ceritanya🙂
    pokoknya bagus deh thor

  6. Emang kalo bikin epep romance pas valentine beda dah~ bikin yang jones nyesek -oo- jadi ngayal, seandainya buyut atau babeh gue ngasih wasiat kayak begono dan orang-orang macam mereka. Gak nolak dah! *nataplangit*

  7. MARK!oh my!
    Ff nya keren,maaf baru bisa komen di part 2 aku baca ini td malem dan pas aku liat ternyata udah ada part 2-nya jadi yaudah aku lanjutin baca dulu,hehehe

  8. babe Mark,kamu nakal ya masih sekolah udah “begituan” hahaha.. ini ff sukses bikin gw ngerasain banyak hal. gemes, penasaran, gregetan, ngakak, so sweet. seneng bgt sm endingnya, trnyata ama si Mark Tuan. dek Jaebong a.k.a JeBi cocok kok ama neng Suzy *toelJeBi*

    meskipun gw agak aneh ama karakter Mark, tp ttp aja mesem2 geje bacanya, Thor. hahaha.. Mark, kau kah itu? bocah pendiam nan pemalu bisa se-sweet itu? asdfghjkl~ makin cinta ama babe Mark😄

  9. author-nim itu kenapa dirimu bisa bikin ff seperti ini?!!! KECE BADAI FFNYA THOR! berasa makan permen nano nano lah baca ff karyamu ini❤
    author alviany hwang itu salah satu author yg suka aku tunggu tungguin karyanya sumpah /love sign bareng minwoo/❤
    btw bisa request ga thor? bikinin ff aku sama minwoo dong *modus* /puppy eyes bareng minwoo/
    ditunggu karya badaimu selanjutnya thor :-*

    • ini aku alvianyhwang ^0^)/ huahaha jadi malu xD (?) makasih ya bebs udah baca ff thor dan jadiin thor author kesukaan :* minwoo apa nih? boyfriend? ze:a?😀

      makasih juga buat semuanya yang turut serta support author dan author2 yang lainnya di wp ini! wp ini rame aja author udah seneng banget X’D kkk
      terimakasih sekali lagi semuanya *bow* :*

  10. Bagus ceritanya…
    Tp NC nya kurang pnjang, sharusnya NC nya d ptong ato di pnjangin biar feelnya lbih bgus.. Klo cma sgtu NC nya kyak kurang lengkap aja ato bsa skalian NC nya di cut aja.. ㅋ ㅋ ㅋ
    Jgn marah thor cma saran😀

  11. Aku reader baru thor, salam kenal:3 maaf yah baru komentar di part kedua. Asli ini sweet banget! Aku sukaaaa😍😍 ditunggu ff Got7-nya 😁😁😁

  12. Aaaaa keren >w<
    Untung Yugyeom gak sama siapa siapa, apalagi Bam Bam. Awas aja kalo mereka di pairingin sama OC nya *smirk

    Daya khayal authornya hebat ^o^)b Salut pokoknya

    Makin semangat bikin FF nya! ^-^9

  13. Daebakkkkkk…gila jatuu cinta deh sm mark…huhuhu kasian jb…eniwe…keren thor ….selamat yah…hehehehe…

  14. Huaaaaa author kok ada adegan itu . . .
    Aku kira cuma kaya di p1.
    Suka sama ceritanya, aku kira beneran Jb loh thor.
    Paling suka sama kekonyolannya Jack hahahaha
    Mark Noona? Boleh boleh hahahaha
    Aigo, Suzy sama Jb beneran ini? Bukan sama Myungsoo? #shipkumat
    ditunggu ff yang lain.

  15. Aahhh~ authoorr bikin aku ngefly bgtttt!!Perannya mark disini cocok bgt coba;-; bagian akhirnya terhura meliat seekor(?) Jb termenungg;-; congrats ya thoor udh bikin aku degdegn bacanyaa♥

  16. bikin lanjutan nya dongggg~ Mark sama dohee meniikah kan tambah rame tuh. ya min ya plissss aku suka banget ff nya:D

  17. Ini ff buat valentine toh. Wkwkwkk telat banget bacanya. Mark yang mana sih? Wkwkwwk, aku gatau got7 sih. Tapi ngebayanginnya bisa.
    Keren deh pokoknya!

  18. Aku cinta banget sama nih ff, kereeeeeennn banget
    jadi pengen nangis….. jaebum yang sabar ya! Aku ikut sedih *ngucek mata habis nangis*
    FF favorit nih!!!
    bikin ff got7 lagi dong thor yang bikin sedih kayak gini juga! plisss!!

  19. aku suka benget sama ff ini sumpah keren banget,, apalagi sama sifatnya mark ahhh suka benget….

  20. hoho reader baru nih kkkk .ff nya seru thor. sad romantis lawaknya dapet banget . mana endingnya gk ketebak lagi hahahah. dan pas bagian NCnya menurutku gk berasa jorok malah rasanya romantis gitu hahah, trus feel sakit hati jb di depan kamar mark berasa bgt hohoho . keep write thor😉

  21. baru baca Thor..Sumpah aku terharu banget T_T.. Bagus banget FF nya..temenan Yok thor,minta FB atau Twitternya dong thor.. Kukira terakhirnya Yang bakal sama Dohee itu Jaebum — tpi sama Mark,Romantis banget sumpah Thor.. Daebak!!

  22. Aaaahhh…. Jadi ini cuma permainan dari kakek nya dohee ( taekyung )…… Eeehmmmmm pantes….
    Tapiiii…. Banyak banget intrik nya…. Jadi lumayan bingung…. Jadi lumayan nguras otak….🙂
    Bagus kok😀
    Tapiiii jaebum jadinya sama suzy thor????!!!

  23. Aduh aku telat bgt comenntnya –” , pokoknya aku selalu suka sama ff author yang ini, RJHS juga aku sukaaa, aduhhh imajinasinya keren, aku sih udh mau buat ff gitu , tpi gatau mau dishare dimana :v , aduhh pokoknya feelnya dpt bgt ituu , ternyata author memakai cara “benci jadi cinta, cinta jdi benci” wkwkwkwk , sumpah aku baca ini ada persekian detik aku senyum, nganga,dan terkejud (?) , pada lagi pas dibagian *sensorsinisme* (?) Aku ga nyangka bisa sejauh ituuu, tapi.. Kasian Jaebum , jadi dia yang galo , bukan kita yg galo , sabar ya om (?) Sukses ya thorrr , yang RJHS cepet lanjut ya thorr😀 I’m waitting😀

  24. authoooooorrr i love youuuu karena udah bikin FF NC MARK yg cetar membahana. hahaha. serasa nonton drama :’) . ditunggu FF Mark yg lainnya ya . suka ama selingan NC nya haha

  25. Annyeong~ newbie dsni. Maaf di patt 1aku ga komen. Abis udh penasaran banget sma kelanjutannya. Hehe. Ceritanya seruu paraahh!!! Hahaha. Bukannya bermaksud lebay. Jujur aku suka sma pasangan ini. Haha. Apa lgi karakter Mark dsni, I Like Him so Much. Rasanya pengen aku cium. /eh(?)/ Bener deeehh. Aku suka banget ceritanya. Keep Writting yaa!! Aku tubggu klo ada ff yg castnya Mark. Wuehehe. Bangapseumnida

  26. Hei, baru baca ff ini masa *-*
    Maaf thor baru komen di part ini.
    Alur nya bener bener bikin asdfghjkll~ xD itu, aduh~ kakeknya sweet banget /? *-* dia ngasih clue clue nya pake bahasa yang bener bener susah dimengerti~
    Waktu awal aku sempet mikir tunangannya itu Mark, lalu semenjak JB bilang “Warna rambutku juga seperti salju” ubah ke JB.. Thor, kali kali jangan ada hentai nya /?😄 feel romance nya ilang. Padahal sendirinya yadongers –”

    Keep writing thor~ Fighting!!
    Sequel dong ‘-‘ *plakk

  27. huwaaaa saya suka saya suka T.T
    bener kan apa yg aku pikirin. salju itu putih kayak kulit nya mark. air sungai nya mengalir tenang kayak watak nya mark..
    haduh kaporit nih kaporit wkwk

  28. Maklum, aku baru disini hehe. Tapi asli ffnya keren banget, ya walaupun sebenarnya ane sakit hati dikit gegara bias ane si mark :’D Tapi gwaenchana :* Ffnya keren kok, tapi kalo mau bikin lagi jangan mark dong :3 Udah 4 hari 3 malam aku kepikiran nih :v Besok besok kalo bikinnya jaebum aja😀 *maaf comment ane kepanjangan* #efek #sakit #hati :”)

  29. huaaaa markeuu!!! kalo di chapter pertama aku rada ga suka sama mark karna dia terlalu so’ so’an cool, di chapter ini aku malah meleleeeeh sama mark. dia seksi banget masaaa *omgiii x_x makin suka deh sama markeu hahaa selamat yaaa akhirnya happy ending sama dohee. dan buat jaebum oppa tenang aja, masih ada aku kok disini. ga sia sia searching2 di google nyari ffnya got7, feelnya dapet banget alvianyy aku sukaaa. apalagi waktu di seaworld, aku senyum senyum sendiri ngebayanginnya. jadi pengen eheheehe *mupeng. yaudah keep writing ya alviany^^

  30. deabak…mian aq readers baru…min buat lg dong gender kaya gini…mian ya klau bhsa ku gak benar..karna aq bukan orang indo tp aq org malaysia cuma keturunan china-korea dikit…mian ya min….^.^ ^.^

  31. thor aku baru baca ff nya dan keren banget thor daebak😃 ganyangka dohee bakalan sama mark, dan ganyangka mark bakalan ngelakuin ‘itu’ sama dohee😂 aku suka banget ff nya thor pake banget❤❤

  32. Dohee mesum(?) keajaiban…
    kiranya itu jaebum? yahhh…
    putus semangat ku dehh..
    keep write and hwaiting thor^^

  33. Like this FF so much, so sweetttt banget kebetulan mark juga biasku terus di bikinin karakter yg bacanya sambil senyum2 sendiri hehe.. keren banget thor FFnya

  34. bhaaaqqssss…… terhuraaaa…… rame banget!!! harapan aku bener dong kalau Dohee tunangan sama Mark…. ahhh…. bagus banget thoor!!!♥♥♥♥

  35. Udah bisa nebak c…biasanya klo genre hareem gini cast utama jadiannya sm cast cwok yg kasar,awal2nya bertengkar tp di hatinya bnr2 cinta
    Dan seperti biasa tuan baik hati harus rela melepas cinta sepihaknya
    Keren saeng keep writing ya
    Salam
    Ahra eonni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s