FF/ FIND MY PRINCE/ GOT7/ 1 of 2


Author: AlvianyHwang

Title: FIND MY PRINCE

Cast:

+ Han Do Hee (OCs)

+ Lim Jae Bum (GOT7’s JB)

+ Mark En Tuan (GOT7’s MARK)

+ Jackson Wang (GOT7’s Jackson)

+ Park Jin Young (GOT7’s JR)

+ Choi Young Jae (GOT7’s Youngjae)

+ BamBam Bhuwakul (GOT7’s Bambam)

+ Kim Yu Gyeom (GOT7’s Yugyeom)

Support cast:

+ MISS A all member

Genre: Romance, Harem, School, comedy, NC17

Diration: 1 of 2

 FFFFFFFF

NB:

Selamat Valentine semua!

Author dateng dengan FF special valentine khusus buat para mblo mblo yang ngegalo(?) *ups :p kkk

Rasanya tangan aku gatel banget pengen buat FF khusus valentine 2 part yang part 2-nya akan dirilis saat jam 6 sore hari ini ya!

Dan kenapa aku milih GOT7 buat dijadiin cast?

Alasannya lagi-lagi karena aku emang berhasrat buat nyiptain FF para rookie group. Entah kenapa ada tantangan tersendiri kalau ngebuat FF para rookie. Abis kita kan belum tahu pasti sifat asli sang rookie itu kaya gimana, jadi kita jadi ketantang buat mikirin bagaimana bisa ngebuat karakter sang rookie itu pas di FF kita. Wkwk aku jadi ceramah(?)

Gak ada yang keberatan kan aku buat FF dengan cast member GOT7? Apalagi aku sedikit nistain salah satu member di BB orbitan JYP itu dengan hal yadong? (?) lol

Aku rasa bagi kalian yang rajin buka-buka WP ini atau stalk(?) acc twitter kita @fanfictionside udah tahu rencana FF ini akan dibuat kan? Yang belum tahu sekarang kan yang penting udah tau(?)

Ok ok daripada kita lebih ngegalo di hari valentine ini, mending langsung aja ya.

Sekali lagi. Selamat valentine yeorobun~~~~~~ ^.^

 

 

 

 

 

ѾѾѾ

 

 

Daimundo Art and Science School Acamedy.

 

 

Sekolah asrama nomor satu di Seoul dengan rekor ujian masuk yang sulit di raih. Memiliki berhektar-hektar tanah yang membuat sekolah bertaraf internasional itu terlihat megah dan dan mewah.

Sistim asrama putra dan putri. Di pastikan lulusan sekolah itu bisa melanjutkan masa depannya yang sukses dan menjadi sosok yang terpandang.

Daimundo Art School Academy memiliki banyak cabang sekolah di luar negeri. Yaitu Amerika (Daimond Art and Science School Academy), Jepang, China, Thailand, Paris, Canada dan Singapura. Dan tentu saja yang bisa masuk ke dalam sekolah itu harus memiliki dua hal atau salah satu dari dua hal itu. Yaitu, berasal dari keluarga terhormat (kaya) atau memiliki kepintaran dari segi apapun.

 

Dan aku,

Han Do Hee.

Gadis 18 tahun biasa yang tiba-tiba menerima takdir untuk bisa memasuki sekolah yang tak pernah ku pikirkan bisa kuraih ini. Memakai seragam merah marun Daimundo School yang mahal dan menginjakan kaki di halaman depan sekolah ini yang luas.

 

 

Ya. Dan itulah aku.

 

 

 

“saya pulang dulu dan nanti nona akan saya jemput ketika anda pulang.”

Aku menoleh dengan wajah yang masih memucat. Rasanya bibirku terasa kaku. Tapi pelayan pribadi berjas rapih itu membungkukan badannya dan memasuki mobil seperti tidak menyadari kebingunganku.

Ketika aku sudah tidak bisa melihat mobil limousin putih yang aku sendiri tidak percaya bisa aku naiki itu, aku menoleh kembali dan menyadari betapa besar dan megahnya Daimundo School yang dari dulu hanya bisa aku lihat interiornya di majalah.

 

Semuanya karena mendiang kakek.

Ketika kakek meninggal setahun yang lalu karena penyakit jantungnya hidupku biasa saja, dan aku harus bisa hidup mandiri tanpa kakek. Bekerja sambilan demi membiayai sekolah ku di SMA biasa. Tapi tepat setahun tiba-tiba semua hal yang tidak bisa aku bayangkan dalam hidupku terjadi.

Lelaki berjas mendatangi rumah di atas atapku yang dulu aku tempati bersama kakek. Ia memberi tahu rumah kakek sebenarnya yang megah dan segala kemewahannya. Dan warisan yang harus aku terima, yaitu bersekolah di Daimundo School yang sulit di raih ini.

Aku tidak tahu jika kakek selama ini menyembunyikan semua harta yang ia punya dan baru memberi tahunnya ketika ia sudah tidak ada dan aku benar-benar tidak tahu jalan pikir kakek yang sulit di tebak.

Aku mengamati seluruh sekolah Daimundo dengan nafas tertahan.

 

Dari kejauhan aku seperti mendengar suara deruman mobil dan dengan segera aku menoleh berharap itu adalah mobil limousine yang tadi aku naiki dan pelayan dingin yang tadi mengantarku. Aku benar-benar ingin bertanya sekali lagi kenapa aku bisa ada disini dan mengalami hal seperti ini. Apa ini mimpi?

 

 

 

Ѿ

 

AUTHOR POV

Mobil Lamborghini aventador merah menyala berhenti tepat di depan Dohee. Dohee sedikit memundurkan langkah dari jarak berdirinya, takut jika orang lain yang tiba-tiba mengenalkan diri sebagai pesuruh kakek dan mengatakan hal yang tidak masuk diakal lagi.

Sosok lelaki berambut merah sewarna dengan mobil yang ia kendarai turun dengan memasang wajah tanpa tersenyum. Sosok lelaki lain juga turun dari samping kemudi. Tetapi lelaki yang mengenakan topi itu lebih terlihat ceria karena ia tampak memamerkan senyum jahilnya. Mereka memakai seragam yang sama dengan Dohee, bisa di pastikan mereka murid sekolah Daimundo.

Seorang pelayan berlari kearah mereka dengan wajah khawatir.

“tuan kalian dari mana saja? Presiden sangat marah saat tahu kalian kabur dari asrama lelaki.” Pelayan itu berusaha menyikapi dirinya ketika pelayan itu memang sedikit terlihat marah.

Lelaki berambut merah dan baru Dohee sadari berparas pretty boy itu memicing menatap pelayan itu. Ia melempar kunci mobilnya dengan asal membuat pelayan itu berusaha mengambil kunci itu.

“kau parkirkan mobil ku.” Ucap lelaki itu tanpa meminta maaf.

Lelaki itu berjalan meninggalkan pelayan itu diikuti oleh temannya yang tampak menggoda pelayan itu lebih dulu.

Dohee sadar lelaki itu dan temannya akan berjalan melewatinya. Dohee berusaha untuk pura-pura tidak melihatnya dan menatap arah lain.

syukurnya dua lelaki itu berjalan melewati Dohee tanpa mengajak Dohee berbicara.

Dohee menatap punggung kedua lelaki itu dan menghela nafasnya.

“apa sikap orang kaya  memang selalu seperti itu? Jika kakek kaya. Tapi kakek tidak seperti itu.” Gumam Dohee.

 

“apa anda nona Han Dohee?”

Dohee menoleh kearah suara yang seperti memanggil namanya. Sosok lelaki tua berpakaian rapih berjas hitam tersenyum menatap Dohee.

“ah, n-ne~ aku Han Dohee.” Ucap Dohee dengan nada gugup.

“saya sudah menunggu anda dari tadi. Saya kira anda belum datang. Mungkin karena anda bingung jadi anda berdiri disini.”

Dohee mengagguk setuju dengan pemikiran lelaki tua itu.

“ohiya. Kenalkan nama saya Masahito Tsuguru. Sekretaris presiden pemilik sekolah ini. Kau bisa hanya memanggilku Tsuguru.” Lelaki tua itu membungkukan badannya sedikit tanda mengenalkan diri.

Dohee mengedipkan kedua matanya berkali-kali.

“apa anda orang Jepang?” Tanya Dohee ragu.

Tsuguru tersenyum mendengar pertanyaan Dohee.”ya. aku seorang Jepang.”

Mata Dohee melebar besar mendengar ucapan Tsuguru.

“bahasa Korea mu sangat lancar! Aku tidak menyangka!” ujar Dohee takjub. Tsuguru kembali tersenyum.

“di Daimundo banyak murid internasional yang mengharuskan mereka fasih berbicara dengan bahasa Korea. Jadi fasih berbicara bahasa Korea itu tidak aneh lagi disini.” jelas Tsuguru.

“di sini terbagi atas dua kelas. Kelas yang berisi murid yang berisi siswa Korea dan kelas internasional, kelas yang berisi siswa dari berbagai Negara. Jadi anda tidak boleh terkejut ketika melihat ada murid berparas eropa di sekolah ini.”

Dohee sedikit shock mendengar penjelasan Tsuguru. Dan baru pertama kali dalam hidupnya ia merindukan sekolah lamanya.

“mari ikuti saya. Presiden ingin bertemu dengan anda. Presiden itu adalah teman dekat dari kakek anda.” Tsuguru berjalan dan memberi kode agar Dohee mengikutinya.

Dohee membesarkan matanya sekali lagi dan mengikuti Tsuguru.

“presiden Daimundo kenal dengan kakek??” Tanya Dohee setengah tidak percaya.

Tsuguru tidak langsung menjawab. Ia seperti bingung menjawab.

“ya. Mereka sahabat dekat. Nanti anda akan segera bertemu dengan beliau.” Jawab Tsuguru tanpa menatap kearah Dohee.

Dohee tidak bertanya lagi dan memilih mengikuti Tsuguru dalam diam.

Ketika masuk ke dalam gedung Daimundo yang megah Dohee seperti tidak bisa menelan ludahnya sendiri. Interior Daimundo begitu mewah dan besar. Ternyata di dalam gedung itu terdapat lapangan luas yang juga memperlihatkan adanya dua gedung besar yang berdiri kokoh bersebelahan.

“disitu.” Tsuguru menunjuk satu gedung besar bewarna putih beratap biru dengan gaya barat.

“itu adalah asrama wanita. Nanti ketika sudah 2 minggu anda disini anda akan tinggal disana. Lalu gedung bewarna biru beratap putih itu adalah gedung asrama lelaki.” Jelas Tsuguru. Dohee menatap sekitar Daimundo dengan ekspresi takjub.

Bahkan dari arah yang sedikit jauh sekolah ini mempunyai air terjun sendiri dan terlihat beberapa murid Daimundo tengah menikmati waktu senggang mereka disana. Dohee tidak bisa membayangkan berapa biaya yang di keluarkan untuk bisa bersekolah di Daimundo.

 

“silahkan kearah sini.” Tsuguru mengakhiri kegiatan mereka memandang sekitar Daimundo di balkon utama gedung sekolah ini. Dohee mengikuti Tsuguru. Kadang ia berpapasan dengan siswa Daimundo. Style mereka benar-benar terlihat berbeda dengan gaya sekolah Dohee yang dulu.

Hingga sampailah mereka di sebuah ruangan besar dan tak kalah mewah. Ketika memasuki ruangan itu Dohee terkejut melihat sosok lelaki berambut merah berada di dalam ruangan itu juga. lelaki berambut merah itu juga menatap Dohee.

“presiden. Saya datang bersama nona Han Dohee.” Ucap Tsuguru membungkuk hormat.

Wanita tua yang tampak elegan itu menatap kearah Dohee. Ia berdiri dari duduknya dan menatap Dohee dengan takjub. Dohee sedikit takut karena wanita tua yang dikenal sebagai presiden itu terlihat galak.

“apakah kau benar Han Dohee? Cucu dari Kim Tae Kyung?” presiden meraih tangan Dohee dengan mata berbinar.

“ah, n-ne.” jawab Dohee dengan gugup. Ia begitu bingung sekarang.

Presiden meraih pipi Dohee dan menghelus pipi Dohee.

“kau benar-benar mirip dengan Taekyung.” Ucap presiden dengan senyum lembut.

Dohee tak tahu harus bersikap seperti apa ketika presiden yang baru pertama ia temui menghelus pipinya.

“aku pergi presiden.” Lelaki berambut merah itu tiba-tiba berujar dan berjalan kearah pintu keluar.

“hey mark! Kau mengerti apa yang aku katakan tadi kan! Jangan berani-berani kabur dari asrama atau aku akan menyita Lamborghini tak berguna mu itu! Aku tidak pernah main-main dengan apa yang aku katakan!” presiden berhenti menghelus pipi Dohee dan mengalihkan perhatiannya pada lelaki berambut merah dengan ekspresi marah.

Lelaki berambut merah itu hanya mengangkat satu tangannya untuk merespon ucapan presiden tanpa menatap kearah presiden.

Presiden menghela nafasnya.

“murid-murid seperti mereka memang selalu sok. Tapi tenang saja Dohee tidak semua murid di Daimundo seperti lelaki itu.” Presiden tersenyum menatap Dohee dan menepuk pundak gadis itu dengan lembut. Dohee mencoba balas tersenyum. Ya kali ini dia benar-benar berharap murid-murid di Daimundo tidak sok seperti murid berambut merah tadi.

“Tsuguru. Kau bisa mengantarkan Dohee ke kelasnya.” Ucap presiden dan menatap kearah Tsuguru. Tsuguru membungkukan badannya tanda mengerti.

“sebelumnya.”

Presiden berjalan kearah mejanya dan meraih sesuatu dari laci mejanya itu. Ia menghampiri Dohee. Ia memasang sebuah lencana bewarna perak di tengah pita seragam Dohee. Dohee menatap lencana perak berbentuk tiara itu dengan bingung. Lencana itu tampak cantik dan sepadan dengan pita seragamnya.

“ini apa presiden?” Tanya Dohee dengan bingung.

Presiden tersenyum dan menghelus rambut sebahu Dohee dengan lembut.

“kau pantas mengenakannya Han Dohee.. kejutkan lah mereka. Karena kau adalah kau, Han Dohee.” Ucap presiden mengejutkan Dohee. Apa yang presiden katakan sama dengan kakeknya katakan ketika ia menginjakan kakinya di bangku SMP.

 

apa yang mereka katakan. Kau tidak perlu memikirkannya. Tunjukan siapa dirimu. Karena kau adalah kau, Han Do Hee.”

 

“kau terlihat cantik dengan baju seragam itu.” Ucap presiden lagi dengan senyum lembut. Dohee tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Sekali lagi ia menatap lencana tiara yang terpasang di pita seragamnya.

 

 

 

ѾѾѾ

 

 

 

 

 

Dohee memasuki kelas 2 A1, kelasnya dengan mati-matian menyembunyikan kegugupan. Murid-murid di kelas itu menatap kearahnya dengan lamat.

“ini murid baru di kelas kita. Silahkan perkenalkan dirimu.” Wali kelas Dohee yang bernama Shin Dong Hee menatap Dohee dengan senyum ramah.

Dohee berusaha menatap seluruh murid-murid dikelasnya dengan berani.

“salam kenal semuanya. Namaku Han Dohee. Mohon kerja samanya.” Dohee membungkukan badannya.

Tak lama murid berbisik menatap Dohee. Dohee berusaha bersikap seperti biasa.

Tapi Dohee merasa mereka membicarakan lencana yang berada di pita seragam Dohee.

 

“kau bisa duduk di sana Han Dohee.” Shin ssaem menunjuk ke sebuah bangku di sebelah gadis berambut pendek.

Dohee mengagguk dan berjalan kearah bangku itu. Gadis berambut pendek itu tersenyum menatap Dohee.

“aku Lee MinYoung. Kau bisa memanggilku Min.” Min –nama gadis itu- menyodorkan tangannya. Dohee tersenyum dan membalas salaman Min.

“kau bisa memanggilku Dohee saja. Salam kenal Min.ah.”

Min mengagguk semangat membalas ucapan Dohee. Tak berapa lama Min menatap lencana di pita Dohee.

“aku tidak menyangka.”

“ne?” Dohee menatap Min bingung. Ia ikut menatap kearah lencana tiaranya.

“apa kau tahu?” Min menatap kearah Dohee dengan mata yang seperti selalu ingin tahu.

“kau mempunyai lencana yang sama dengan Mark.” Ucap Min kembali menatap lencana tiara Dohee.

“Mark?” Dohee mengerutkan keningnya bingung.

Min mengagguk.

“hanya murid pilihan yang bisa memakai dua jenis lencana di seragamnya. Lencana tiara dan crown. Tiara sebagai princess dan crown sebagai prince. Sejauh ini baru Mark saja yang pantas mengenakan lencana yang kau kenakan itu!”

Dohee terbengong mendengar penjelasan Min. apa yang ia dengar tadi cukup konyol untuk sebuah tradisi sekolah.

“la-lalu apa Mark itu lelaki? Apa dia perempuan yang dipanggil seperti itu?”

Min menggeleng dengan cepat.

“dia lelaki. Tapi dia pretty boy dan bisa melakukan segala hal.”

 

“lalu siapa saja yang mengenakan lencana crown? Apa mereka perempuan?”

 

Min menggeleng sekali lagi.

“kau sangat salah. Mereka yang mengenakan lencana itu sangat terkenal di sekolah ini. 7 orang pria yang sangat diimpikan murid disini. mark dengan lencana tiara dan 6 orang pria yang mengenakan lencana crown.”

 

Dohee mengerutkan keningnya.

 

“Lim Jae Bum, ketua dari got7.”

 

“got7?” Dohee kembali mengerutkan keningnya bingung.

 

“itu nama grup pemegang lencana mereka. Lim Jaebum sebagai ketuanya. Dia lelaki berambut perak dan memiliki eyesmile. Sangat tampan dan benar-benar sosok seorang gentleman. Lalu ada Jinyoung, sahabat karib Jaebum. Dia sedikit nakal dan suka membuat masalah di Daimundo. Tapi dia murid yang cerdas dan terkenal akan aegyonya yang mematikan. Lalu ada Choi YoungJae, ketua osis di Daimundo dan murid terkenal teladan tapi ia suka mengeluarkan kata-kata yang pedas. Lalu ada Jackson, dia murid dari kelas internasional yang berasal dari Hongkong. Jika kau bisa mengenalinya dia suka sekali memakai Topi dengan gaya terbalik, dia itu sama dengan Jinyoung. Tipikal lelaki nakal dan sulit diatur. Lalu Mark, pemegang lencana tiara seperti mu. Wajahnya memang cantik tapi disisi lain dia juga tampan. Tapi jangan berpikir kelebihannya hanya disisi visualnya saja. Dia sangat jago martial art. Ohiya dia juga dari kelas internasional yang berasal dari amerika tapi dia berdarah Taiwan juga makanya wajahnya asia. Lalu ada Bambam. Aku tidak bisa menyebutkan nama aslinya karena itu sangat susah. Dia berasal dari Thailand, kelas internasional. Dia manis tapi terkesan malas menunjukan sisi manisnya. Lalu terakhir Kim Yugyeom. Dia termuda diantara got7. Dia yang paling kekanak-kanakan diantara semuanya. Ya mungkin karena dia yang paling muda.”

 

Dohee mengedipkan matanya berkali-kali mendengar penjelasan Min yang panjang lebar. Tapi ia tetap bisa menangkap apa yang Min katakan.

“apa kau mengidolakan mereka? Kau sangat tahu tentang mereka.”

 

Min tertawa mendengar ucapan Dohee.

“ya. Minyoung. Apa yang sedang kau lakukan. Tidak ada yang harus ditertawakan ketika pelajaranku.” Shin ssaem menatap kearah Min dengan tatapan tajam.

Min diam meluruskan pandangannya takut. Sebentar ia melirik kearah Dohee yang terlihat masih sangat bingung dengan maksud Min. Min tersenyum dan mengangkat tangannya.

 

“Ssaem. Dohee bilang dia sedikit tidak enak badan. Aku takut jika ia kenapa-napa. Dia juga tidak tahu dimana letak UKS. Apa aku boleh mengantarkannya?”

 

Dohee menatap Min takjub dan terkejut. Dia tidak menyangka dengan apa yang keluar dari mulut Min.

 

“ah baiklah. Kau bawa Dohee. Jangan sampai ia pingsan dijalan.” Ucap Shin ssaem.

Min mengagguk dan menarik Dohee dengan cepat.

 

 

 

 

“Min kau mau membawaku kemana???”

Dohee masih pasrah ketika Min menarik tangannya kesuatu tempat yang ia tidak ketahui.

“tunggu saja. Aku ingin memastikan sesuatu. Ah! Itu dia!”

Min berjalan santai dengan tiba-tiba ketika dihadapannya terlihat sosok lelaki berkaca mata dan terlihat tampan berjalan dengan wajah serius.

“bagaimanakah ekspresinya nanti.” Gumam Min yang masih bisa Dohee dengar. Dohee mengerutkan keningnya.

Lelaki itu berjalan santai berpapasan dengan Min dan Dohee. Ia menatap kearah Min dan Dohee bergantian.

Tapi tiba-tiba tatapannya mengarah kearah lencana tiara Dohee.

Langkah lelaki itu terhenti secara tiba-tiba.

 

“bingo.” Gumam Min kecil.

 

“jankaman.”

Suara berat terdengar dengan cepat.

 

“kau yang memakai lencana tiara.”

 

Langkah Dohee terhenti begitu juga dengan Min.

Dohee menoleh dengan perasaan tidak enak. Lelaki berkacamata itu berjalan kearah Dohee dan mengamati lencana tiara yang terpasang di pita seragam Dohee.

“si bodoh Mark itu. Apa dia menjatuhkannya.” Gumam lelaki itu dengan ekspresi sedikit kesal.

Lelaki itu menatap Dohee dengan tajam dan dingin.
“aku tahu semua mengincar lencana ini, tapi kau tidak patut memakainya meskipun kau menemukannya. Kembalikan lencana itu.”

 

“ne?” Dohee mengerutkan keningnya.

“kau tidak mengerti juga?? sebagai ketua osis aku wajib bersikap tegas meskipun kau wanita. Kembalikan lencana itu atau aku akan melaporkannya pada presiden.”

Dohee mengerutkan keningnya sangat bingung.

“lencana ini… milikku.” Dohee memundurkan langkah takut. Min menatap Dohee dan ikut mundur bersama Dohee. Ia merasa ketua osis di hadapannya saat ini terlihat sedikit menyeramkan.

Lelaki itu tertawa remeh. Ia memutar bola matanya dan menatap kearah lain.

“si Mark. Aku tidak menyangka dia bisa membiarkan lencananya jatuh dan menyebabkan masalah sebesar ini.” Gumam lelaki itu dengan dingin.

 

“ya Youngjae. Kau tidak patut membentak wanita.”

 

Lelaki itu dan Dohee-serta Min menoleh kearah sosok lelaki berambut perak yang berjalan kearah mereka. Tidak hanya satu sosok. Tapi diikuti 5 sosok lainnya. 5 sosok lelaki tampan. Baru Dohee sadari sosok lelaki berambut merah dan lelaki memakai topi terbalik itu juga ada.

 

“itu dia Dohee! got7!!” teriak Min tertahan berusaha meredamkan perasaan senangnya. Dohee menatap kearah Min sebentar dengan bingung dan takut.

 

“ya Mark Hyung! Kau benar-benar ceroboh!!!”

Bentak Youngjae –nama lelaki berkacamata itu- dengan tatapan kesal.

 

“mwo?” lelaki berambut merah mengerutkan kening bingung.

 

“ck. Lencanamu. Lencanamu!” Youngjae berujar sekali lagi dengan nada sebal.

 

Mark –nama lelaki berambut merah itu- memeriksa lencananya yang biasanya selalu terpasang di tengah saku seragamnya. Dua teman yang berada disampingnya ikut menatap lencana Mark. Lencana tiara itu masih terpasang rapih di saku seragam Mark.

 

“lencana? Masih ada di saku ku. Kenapa?” Tanya Mark lagi.

Youngjae terdiam bingung. Ia menatap kearah Dohee dengan tatapan tidak percaya.

 

“ada apa?”

Lelaki berambut perak berjalan semakin mendekati posisi berdiri Dohee dan Min dengan Youngjae.

Youngjae tidak bisa memalingkan tatapannya dari Dohee. Matanya melotot terkejut menatap lencana di pita seragam Dohee.

Lelaki berambut perak ikut menatap Dohee dengan penasaran. Tatapannya sampai pada lencana di pita Dohee. Matanya ikut melotot terkejut.

 

“WHOA!!!!!! LENCANA TIARA!!!” lelaki yang memakai topi terbalik berteriak terkejut dan menunjuk kearah lencana Dohee.

Dohee memundurkan langkahnya takut. Ia begitu tak mengerti dengan apa yang diributkan ketujuh lelaki dihadapannya saat ini.

 

“mark hyung!! Dia  memakai lencana tiara yang sama denganmu!!” ujar Bambam –lelaki berambut hitam sedikit blonde dengan gaya spike- menunjuk lencana Dohee.

 

“akhirnya! Yang memakai lencana tiara kali ini benar-benar wanita!” ujar Jackson –lelaki yang memakai topi terbalik itu- dengan wajah berbinar dan lalu ia harus menerima pelototan dari Youngjae.

Mark menatap Dohee dan juga lencana tiara yang sama dengannya.

 

“darimana kau mendapatkan lencana itu?” lelaki berambut perak tampan menatap Dohee dan tersenyum lembut menatap Dohee.

Itu sedikit membuat Dohee tidak merasa takut. Setidaknya sikap lelaki berambut perak itu tidak terlihat berlebihan.

 

“a-aku mendapatkannya dari presiden. Dia memasangkan lencana ini sendiri padaku.” Jawab Dohee berusaha mengatur nada suaranya agar tidar terdengar gugup.

Ketujuh lelaki itu saling pandang dengan tatapan yang sulit diartikan.

 

“ah kebetulan sekali.”

 

Tiba-tiba terdengar suara menyahut dari keheningan mereka.

Semua menoleh kearah asal suara itu. Ternyata Tsuguru. Dia tersenyum menatap ketujuh pria got7 dan Dohee.

 

 

“para pria got7 dan nona Han Dohee. Presiden memanggil kalian sekarang.”

 

 

ѾѾѾ

 

 

 

Dohee memasuki ruang presiden bersama ketujuh pria itu dengan gugup. Ia sudah meminta Tsuguru untuk mengajak Min bersamanya tetapi Tsuguru melarang karena alasan pertemuan yang ingin dilakukan presiden bersifat privat.

Presiden sudah menunggu semuanya dengan senyum terangkai di wajah tuanya.

Dohee dan ketujuh pria itu berdiri dihadapan presiden dan membungkuk hormat.

 

“aku senang kalian datang bersama, sang pemakai lencana.” Ucap presiden dengan senyum maish terangkai di wajahnya.

Youngjae mengangkat alisnya bingung.

“apa wanita ini adalah pemegang lencana yang baru?” Tanya Youngjae.

Presiden dengan cepat mengagguk. Ketujuh pria itu menatap Dohee dengan ekspresi berbeda-beda.

“jika dia memegang lencana tiara, bukankah seharusnya aku memegang lencana crown?” Tanya Mark menatap presiden.

“memangnya buruk jika ada dua siswa yang memakai lencana tiara?” Tanya presiden balik membuat Mark tidak bisa menjawab sama sekali.

“banyak alasan yang membuatmu harus memakai lencana tiara itu, Mark.” Ucap presiden dan tiba-tiba menatap Dohee.

“dan ada alasan kenapa aku memanggil kalian semua kesini.” Presiden menatap keseluruh siswa pemegang lencana itu.

“ini semua masih tentang soal warisan yang kakekmu berikan, Han Dohee.”

Dohee terkejut menatap presiden. Kakek?

“mungkin lebih tepatnya ini terdengar seperti wasiat yang diberikan kakekmu. Wasiat ini harus segera disampaikan ketika kau sudah menjadi siswa Daimundo.” Presiden menatap Dohee dengan lamat. Dohee menelan ludahnya, ia mempunyai feeling akan mendengar berita buruk soal wasiat kakeknya.

 

“kau sudah ditunangkan, Dohee.” Ucap presiden dengan tenang.

Dohee terpaku dan tujuh pria got7 melotot mendengar ucapan yang terdengar santai dari mulut presiden. Benar saja semua perasaan buruk Dohee.

 

“m-mworago? Di-ditunangkan?” badan Dohee terlihat gemetar dan wajahnya memucat mendengar wasiat kakeknya itu.

Presiden mengagguk dan sebentar memejamkan matanya. Ia membuka kembali matanya dan menatap Dohee.

“tapi kakekmu tidak akan memberi tahu siapa tunanganmu. Dia mewasiatkanmu untuk mencari tunanganmu itu sendiri yang bersekolah di Daimundo.”

 

Rasanya Dohee seperti bermimpi ketika mendengar ucapan presiden.

 

“g-geotjim-“

 

“kakekmu tidak pernah mau membohongimu, Dohee. Kau mempunyai batas waktu mencari ‘pangeran’ mu itu. 14 februari. Batas waktu mu hingga 14 februari. Jika kau masih tidak bisa menemukan ‘pangeran’ mu itu hingga 14 februari kau akan menerima hukuman terberat yang pernah kau terima seumur hidupmu.”

 

Badan Dohee gemetar mendengar ucapan presiden.

 

Presiden menghela nafas dengan ekspresi lemah.

“maafkan aku. Ini semua wasiat dari kakekmu yang harus ku sampaikan dan kau lakukan. Ini semua kakekmu lakukan karena ia sangat menyayangimu. Ia takut jika kau tidak akan bisa mencari ‘pangeran’ mu sendiri kelak. Mungkin dia kakek yang sedikit protektif.” Presiden sedikit tersenyum ketika menceritakan tentang kakek.

Dohee terdiam. Ia membayangkan saat ia masih bersama dengan kakeknya itu. Saat itu memang Dohee tidak pernah berpacaran atau jatuh cinta dengan siapapun. Yang Dohee pikirkan saat itu hanya bekerja, bekerja dan bekerja demi bisa menghidupi dirinya dan kakeknya.

 

“14 februari? Ta-tapi bagaimana aku bisa menemukan tunanganku itu di sekolah sebesar ini dengan waktu sesingkat itu??!” elak Dohee dengan masih memasang ekspresi takutnya.

 

“itu sangat mudah Dohee. Itulah sebab aku juga memanggil seluruh siswa got7 untuk datang di pertemuan seperti ini.” Ucap presiden.

 

“ne?” Dohee menatap presiden dengan bingung. Ia benar-benar tidak mengerti.

Presiden menatap Dohee lamat.

 

“tunanganmu salah satu diantara mereka.”

 

DEG

 

Jantung Dohee terasa seperti berhenti berdetak saat itu juga ketika mendengar ucapan presiden.

 

Ketujuh pria itu juga menatap presiden terkejut. Mereka menatap Dohee dengan serentak dengan wajah sedikit memerah. Kecuali Mark. Ia menatap Dohee dengan datar.

 

“salah satu ‘pangeran’ mu ada diantara siswa got7. Dan kalian bisa saling bersama untuk membantu Dohee mencari tunangannya. Dan Got7, kalian juga bisa mencari tahu sendiri apa kalian adalah tunangan dari Dohee.” Jelas presiden dengan nada tegas.

 

“kecuali Mark.” Presiden menatap kearah Mark.

“kau pemegang lencana tiara, jadi kau bukan termasuk calon dari tunangan Dohee.”

 

Semua menatap kearah Mark. Begitu juga dengan Dohee. Entah mengapa Dohee sedikit merasa lega ketika mendengar calon tunangan yang harus ia cari berkurang. Ia berharap calon tunangannya itu berniat membatalkan pertunangannya.

 

“bolehkah jika aku berhasil menemukan tunanganku yang dimaksud kakek itu dan aku membatalkan pertunangan itu?” Dohee kembali bertanya dengan ragu.

 

“membatalkan?” presiden menatap Dohee.

 

“ne. aku rasa aku tidak mau ditunangkan dengan orang yang tidak aku cintai. Aku menghargai semua pesan kakek. Tapi pasti kakek akan lebih mengerti perasaanku.” Ucap Dohee dengan nada parau.

 

Presiden terdiam sebentar, tak lama ia tersenyum.

“kakekmu juga tidak mewasiatkan kau harus menikah dengan tunangan kakek mu itu. Kau bisa membatalkannya. Tapi… dengan syarat. Semua pembatalan pertunanganmu itu harus benar-benar pembatalan penuh dari pihak lelaki tunanganmu itu. Jika hanya kau yang berniat membatalkan pernikahanmu akan tetap berjalan.” Jelas presiden.

 

“jadi.. kau harus bisa menemukan tunanganmu tanpa membuatnya jatuh cinta padamu.”

 

Dohee terdiam mendengar ucapan presiden.

Jaebum menatap kearah Dohee. Samar ia tersenyum melihat sikap gugup perempuan itu.

 

 

 

 

 

Ѿ

 

 

Dohee keluar dari ruang presiden dengan helaan nafas berat. Ketujuh lelaki itu mengikuti Dohee.

“wah. Jadi kita salah satu dari tunanganmu? Kecuali Mark tentunya.” Jackson menyenggol Mark dengan tawa jahil. Mark menatap Jackson dengan tatapan dingin.

 

“euhm. Tadi aku minta maaf karena sudah bersikap kasar.” Youngjae menatap Dohee dengan tatapan bersalah. Dohee menatap Youngjae, ia mencoba tersenyum.

“g-gwaenchana. Aku rasa lencana tiara ini memang pantas membuat semua orang salah paham.” Ucap Dohee dengan nada parau.

 

“aku Youngjae. Kelas 2.” Youngjae tersenyum menatap Dohee.

 

“aku Jackson! Ingat namaku dengan baik!” ujar Jackson dengan cengiran memamerkan gigi putihnya.

 

“aku Jinyoung. Salam kenal.” Lelaki berambut hitam cepak tampan tersenyum manis menatap Dohee.

 

“annyeong noona. Aku Bambam!”

 

“aku Yugyeom! Salam kenal noona! Aku pikir kau memang seorang ‘noona’.”

 

“dan dia Mark. si cantik pemegang lencana tiara sama seperti mu. Kau bisa memanggilnya ‘eonnie’ ” Jackson menunjuk asal kearah Mark. dan dengan segera ia harus menghindari tendangan Mark yang mematikan.

 

Dohee mencoba tersenyum, sepertinya 7 lelaki dihadapannya saat ini terlihat baik.

 

SRET

 

Dohee terkejut ketika seseorang tiba-tiba memeluk pinggangnya. Dohee menatap sosok yang memeluk pinggangnya itu.

Ternyata itu Jaebum –lelaki tampan berambut perak itu- ia menunjukan senyum menawannya kearah Dohee.

 “namaku Jaebum. Ketua dari siswa pemegang lencana. Dan hati-hati jika kau memang tunanganku, itu sangat gawat. Karena sepertinya aku sudah jatuh cinta padamu.”

 

Ucap Jaebum dengan santai dan lembut.

 

Mata Dohee melotot lebar mendengar ucapan Jaebum. semua juga menatap kearah Jaebum dan tidak menyangka dengan kefrontalan ketua mereka itu.

 

 

 

ѾѾѾ

 

 

 

 

 

DOHEE POV

 

 

Aku membuka mata ku dan langsung mendapati cahaya matahari terlihat silau dari jendela kamar ku. Dengan gerakan cepat aku beranjak dan duduk di kasur ku. Mengamati sekitar ku dengan keringat dingin.

Ini masih kamar yang ku tiduri semalam. Kamar di rumah mewah kakek.

 

Kriet

 

Pintu kamar ku terbuka dan masuk seorang pelayan wanita berpakaian maid mendorong nampan berisi sarapan yang bisa kutebak itu adalah sarapanku. Dan semua yang sudah terjadi memang bukan mimpi.

Tapi tunggu sebentar. Mungkin saja wasiat pertunangan ku yang dibuat kakek itu hanyalah mimpi! Mungkin itu semacam mimpi buruk karena aku terlalu terkejut dengan kekayaan kakek.

 

“nona sehabis sarapan anda sudah harus cepat mandi. Tuan Jaebum menunggu anda dibawah.”

 

Aku menatap dengan tatapan tak percaya kearah pelayan wanita itu.

Jaebum?

 

“namaku Jaebum. Ketua dari siswa pemegang lencana. Dan hati-hati jika kau memang tunanganku, itu sangat gawat. Karena sepertinya aku sudah jatuh cinta padamu.”

 

Mataku melotot lebar ketika mengingat apa yang sudah terjadi dan lelaki bernama Jaebum itu katakan.

 

“apa kah aku benar-benar bersekolah di Daimundo, sudah bertunangan dengan salah satu dari siswa pemegang lencana di sekolah itu??” Tanya ku dengan suara setengah berteriak kearah pelayan wanita itu. Pelayan wanita itu terlihat tenang dan tersenyum padaku.

 

“benar nona. Dan tuan Jaebum sang ketua dari para pemegang lencana sudah menunggu mu dibawah untuk mengantarmu kesekolah.” Ucap pelayan itu dengan nada sopan.

 

Aku mengacak rambutku dengan frustasi.

Benar-benar tidak bisa aku percaya. Padahal baru beberapa minggu yang lalu aku menikmati kehidupan remaja ku yang bebas, tapi kenapa sekarang aku harus dihadapi dengan kenyataan aku adalah tunangan orang lain? Kakek apa salah ku selama ini padamu? Kenapa kau tega membuat cucu mu ini mengalami hal seperti ini???

 

 

 

 

Ѿ

 

 

Tadinya aku hanya bisa menikmati mandi di tempat yang luas selain bath tub kamar mandi  apartment kecil hanya di sauna pemandian air panas di kota.

Tapi sekarang semua benar-benar seperti berada di kenyataan dunia yang memiliki roda yang berputar. Kini aku tengah menikmati waktu mandi pagi hari ku di kolam mandi besar dengan air panas dan aroma therapy yang membuat kepala pusing ku menjadi sedikit lebih rileks.

Aku mengamati atap kamar mandi ku yang besar. Menghela nafas berat.

 

“bukankah kehidupan seperti ini yang dari dulu  kuinginkan? Tapi kenapa rasanya begitu membingungkan dan membuat pikiranku tidak tenang?”

Gumamku dengan nada pelan. Kuhela nafas beratku sekali lagi.

 

.

 

 

 

Kuamati diriku di depan cermin ketika sudah mengenakan seragam Daimundo yang memang terlihat manis sekali ketika kupakai.

Rambut ku yang tergerai sedikit basah. Aku tidak tahu kenapa ekpsresi ku terlihat tidak bersemangat ketika mengamati diriku sendiri di hadapan cermin.

 

“nona. Anda lupa memakai sesuatu yang penting.”

Pelayan wanita yang belakangan ini memang selalu mendampingiku dengan baik meraih lencana yang ku taruh di atas meja riasku.

Dengan gerakan lembut ia mengenakan lencana tiara itu di pita seragamku.

Aku mengamati pelayan wanita itu ketika mengenakan lencana itu.

 

“apa lencana ini begitu penting?”

 

Pelayan wanita itu menatapku ketika mendengar pertanyaanku. Ia tersenyum lembut.

“ini sangat penting. Karena orang yang memakai lencana ini adalah orang yang special. Percayalah.”

 

Aku menatap pelayan wanita itu dengan lemas. Dan lalu aku membalas senyumannya. Sepertinya aku bisa sedikit merasa bersemangat ketika mendengar ucapan ‘spesial’ untuk orang yang mengenakan lencana ini.

 

“siapa nama mu?” Tanya ku pada pelayan wanita itu. Mungkin tidak buruk juga jika aku mengetahui siapa nama pelayan wanita yang baik ini. Setidaknya ia lebih baik daripada pelayan berjas yang selalu menunggu ku di bawah dan sok mengatur kegiatan ku.

 

Pelayan wanita itu tersenyum lembut.

 

“nama saya Fei, nona.”

 

“Fei? Apa anda bukan orang Korea?”

 

“bukan. Saya berasal dari China.”

Pelayan wanita bernama Fei itu masih terus tersenyum dengan lembut. Aku terdiam.

Padahal dulu orang yang berada di sekitarku hanyalah orang Korea yang menyebalkan dan selalu membuatku mendecak kesal.

Tapi kini, bertemu dengan orang asing yang bekerja untukku. Itu sangat mengejutkan untukku.

 

 

 

.

 

 

 

Aku sudah bisa mendapati sosok Jaebum, lelaki berambut perak itu sudah menunggu di sofa ruang tamu dengan gaya elegannya ketika aku turun dari tangga.

Aku mendecak kesal dan karena decakan ku itu yang cukup kencang, Jaebum menoleh kearahku dengan cepat. Ia beranjak dari duduknya dan memasang senyum menawannya.

 

“selamat pagi, Princess.”

 

Sapanya dengan gaya yang menurutku sangat menjijikan. Aku memutar bola mataku dan dengan cepat berlalu ke pintu keluar untuk berangkat sekolah.

Tetapi dengan cepat juga Jaebum menghampiriku dan menarik tanganku seenaknya untuk mengikuti langkahnya.

 

“ya! Apa yang kau lakukan?? Aku mau berangkat sekolah!!” teriakku kesal dan mencoba melepaskan genggaman tangannya. Apalagi ketika lelaki itu membawa ku ke mobil Lamborghini perak senada dengan warna rambutnya itu.

Dia memaksa ku untuk duduk di samping kemudinya.

 

“bersikaplah seperti seorang princess, Han Dohee.” Ia tersenyum memamerkan eyesmile-nya dan lalu mengacak lembut rambutku.

Aku mencoba menghelak dengan kesal dan ia keburu menghentikan kegiatan mengacak rambutku itu sebelum aku melakukan aksi menghelakku. Ia menutup pintu mobil sampingku dan dengan gerakan cepat ia sudah duduk di bangku kemudi sampingku.

“mulai hari ini dan seterusnya kau harus berangkat bersama ku. Aku siap merasa lelah dari asrama kerumahmu.” Ucapnya seraya bersiul dan menstarter mobilnya.

Aku melotot menatap kearahnya.

“kenapa aku harus??!!”

“ssst”

Sial. Apa yang ia lakukan? Dengan lancangnya ia menaruh satu jarinya dibibirku dan membuatku berhenti berbicara.

“karena mulai sekarang kau sudah bagian dari pemegang lencana dan princess bagi got7.” Ucapnya dengan nada lembut dan menatapku dengan senyuman menawannya. Aku masih menatapnya kesal.

Mungkin senyumannya itu bisa membuat para wanita terpesona dan mengagguk pasrah. Tapi tidak untukku!

 

“dan juga. jika memang aku adalah tunanganmmu itu, aku harus membuatmu jatuh cinta padaku dari sekarang. Dengan begitu pertunangan kita tidak akan batal.”

 

Mwo?

 

“MWO?????? Kau mau bermimpi??!”

 

Dengan gerakan cepat ku jenggut rambut peraknya.

 

 

 

Ѿ

 

AUTHOR POV

 

 

Dohee  turun dari Lamborghini Jaebum dengan membanting pintu mobil itu keras ketika sudah sampai di Daimundo. Ia sudah tidak perduli seberapa mahal mobil itu.

Jaebum ikut turun dari mobil itu seraya membetulkan rambut berantakannya. Ia melempar kunci mobil kearah pelayan sekolah itu, pelayan yang mengerti maksud Jaebum meminta memarkirkan mobil itu dengan segera membungkuk hormat.

Jaebum berlari menghampiri Dohee dan mencoba mensejajarkan langkah jalannya dengan gadis itu.

Jaebum tersenyum manis kearah Dohee tanpa perduli tampang jutek Dohee. Dohee tidak suka dengan lelaki yang agresif seperti Jaebum. dan apa dia harus memberitahu hal itu pada Jaebum?

 

Seluruh murid Daimundo menatap kearah Jaebum dan Dohee, lalu mereka berbisik. Dohee sudah tahu pasti murid-murid itu tengah membicarakannya.

Dohee mencoba bersikap biasa saja dan memasang wajah tenang.

Dengan tiba-tiba Jaebum mengenggam tangannya. Dohee melotot kearah lelaki itu. Jaebum masih memasang wajah tersenyumnya dan menatap lurus kearah depan.

 

Dohee diam mencoba menahan emosinya. Jika ia menghelak dan menghajar Jaebum sekarang dihadapan para murid Daimundo, ia mungkin akan di cap sebagai pemegang lencana tiara yang buruk.

 

 

 

“cih. Apa dia pemegang lencana tiara yang sama dengan tuan Mark?”

Sosok perempuan berambut coklat dan berpenampilan bagaikan boneka prancis menatap Dohee dari kejauhan dengan memasang ekspresi kesalnya.

Temannya yang berambut shining white juga menatap Dohee.  ia memicingkan matanya ketika melihat sosok Dohee dari atas hingga bawah.

“aku rasa kau lebih pantas yang menjadi pemegang lencana tiara itu, Suzy.”

Ucap Jia –nama wanita berambut shining white itu- dan tersenyum kearah Suzy.

Suzy mengagguk dan tersenyum bangga.

“tentu saja. Aku yang tercantik di Daimundo. Dan kenapa bisa wanita kampungan seperti dia menjadi pemegang lencana tiara yang sama dengan tuan Mark???” Suzy berdiri kesal dan menunjuk kesal kearah Dohee, meskipun Dohee tidak menyadarinya.

“dan juga… ia dan Jaebum. kenapa jadi sangat dekat?????!!!”

Dengan muka penuh emosi Suzy menunjuik Jaebum. lelaki yang ia sukai semenjak ia berada di tingkat pertama Daimundo.

“padahal Jaebum tidak pernah memegang tanganku seperti itu!! Tapi kenapa wanita kampungan itu!!??”

 

“tenanglah, Suzy. Ingat citra mu sebagai boneka prancis Daimundo.”

Jia menepuk pundak Suzy dan membuat gadis itu merubah kembali ekspresinya menjadi feminim.

Suzy masih menatap Dohee dengan dingin dari kejauhan.

 

“lihat saja. Aku akan memberi pelajaran bagi pendatang baru sepertinya.”

 

 

 

 

.

 

 

 

“kenapa aku jadi merinding ya?”

Gumam Dohee dan mengusap-usap tengkuknya sendiri dengan wajah tidak tenang.

Jaebum  berhasil membawanya ke sebuah ruangan yang sudah ada Mark dan Jackson tengah duduk santai di dalamnya. Ia menatap kearah Dohee ketika mendengar gumaman wanita itu.

“mungkin karena kau begitu gugup ketika bersamaku.” Ucap Jaebum dengan kerlingan genit kearah Dohee.

Dohee menatap kesal Jaebum dan menghelak dari genggaman tangannya dengan cepat.

“eh?” Jaebum sedikit terkejut ketika dengan cepat Dohee bisa melepaskan tangannya dari genggaman eratnya.

Jaebum ingin mencoba meraih tangan Dohee lagi tapi dengan gerakan yang tanpa Jaebum sangka, Dohee mengarahkan tangannya seperti aba-aba ingin meninju lelaki itu.

Tapi gadis itu tidak benar-benar meninju Jaebum. ia membiarkan kepalan tangannya melayang dekat dengan pipi Jaebum.

Jaebum menatap kepalan tangan Dohee yang terlihat mematikan dan tak bisa di duga itu dengan wajah pucat. Belum lagi Dohee memasang wajah dinginnya.

 

“sabuk hitam dan-1 Judo. Han Dohee. Jika sekali lagi kau menyentuhku seenaknya aku tidak akan segan-segan untuk menghajarmu.”

 

Bahkan untuk menelan ludahnya Jaebum terasa berat.

 

Jackson menganga melihat apa yang terjadi di hadapannya saat ini. Entah lelaki bertopi terbalik itu terpukau atau memang bodoh.

 

Mark memutar bola matanya dengan malas dan beranjak dari duduknya.

 

Dohee menurunkan kepalan tangannya dan merapihkan seragamnya dengan eskpresi kesal. Jaebum masih terdiam speechless menatap Dohee.

 

“ya.”

 

Dohee sudah ingin berlalu dari ruangan itu tapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara berat lainnya. Ia menoleh.

 

Puk

 

Matanya melotot ketika mendapati tangan lelaki sudah bersarang di bokongnya. Ia menaikan arah pandangnya dengan tatapan tak percaya. Bahkan Jaebum dan Jackson juga terkejut melihat siapa sosok yang menyentuh bokong Dohee.

Sosok itu. Mark.

Lelaki itu bahkan dengan santainya menatap Dohee dengan dingin.

Wajah Dohee memerah. Emosi dan malu bercampur menjadi satu.

 

“HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!”

 

Dengan cepat Dohee mengangkat kaki jenjangnya untuk menendang wajah Mark. ia benar-benar tidak bisa terima. Mark. lelaki yang bahkan bukan termaksud calon dari tunangannya itu menyentuh bokongnya!!!

 

Tapi tanpa Dohee sangka dengan mudahnya Mark bisa menghindari tendangan Dohee dan malah mengenggam engkel kaki wanita itu. Membuat satu kaki Dohee terangkat keatas dan menunjukan dalaman yang ia kenakan saat itu juga.

 

Jaebum dan Jackson menutup mata mereka sendiri ketika melihat pemandangan itu dengan wajah memerah.

Mark sang pelaku malah menatap datar apa yang dikenakan Dohee itu.

Dohee benar-benar tidak bisa menyembunyikan wajah memerahnya.

 

“KYAAAA!!!!!!!!!!!! LEPAS!!!!!!!!! LELAKI MESUM!!!!!!!!!” Dohee mencoba meronta. Mark menatap Dohee dan dengan cepat juga lelaki itu melepaskan genggamannya pada satu kaki Dohee. Dohee terjatuh begitu saja. Dohee buru-buru menurunkan roknya dan memeluk dirinya sendiri dengan muka shock memerah tanpa berani menatap Mark.

 

Mark mendengus melihat Dohee yang begitu lemah.

“motif hello kitty. Itu sangat kekanak-kanakan. Aku kasihan dengan calon tunanganmu itu. Sangat tidak seksi.” Ucap Mark tanpa perasaan.

Dohee tersentak mendengar ucapan Mark. tapi ia masih tidak berani menatap Mark. jujur, baru pertama kali ada lelaki yang melakukan hal ini padanya. Ia begitu takut sekarang. Badannya tidak berhenti bergetar.

 

“ya Mark! kenapa kau melakukan hal seperti itu!!??” akhirnya Jaebum turun tangan dan membentak Mark.

Mark menatap sinis Jaebum.

“wae? Aku hanya mengetes calon tunangan kalian itu. Apa aku salah?” ucap Mark santai.

“ya.” Jaebum menatap sinis Mark dan mencengkram kerah lelaki berambut merah itu.

“jangan mentang-mentang kau bukan salah satu calon jadi kau bisa bertindak seenaknya. Kau juga harus ingat kalau dia juga pemegang lencana.” Jaebum menatap Mark dengan tatapan dinginnya.

“sudah sudah.” Jackson beranjak dari duduknya dan menengahi kedua lelaki itu.

“Mark Hyung. Bagaimanapun juga aku adalah salah satu calon tunangan Dohee. Jadi tidak seharusnya kau memperlakukan gadis itu seperti tadi.” Jackson menatap Mark dengan tegas.

 

Pintu ruangan terbuka. Youngjae, Jinyoung, Yugyeom dan Bambam memasuki ruangan itu dan terkejut ketika melihat Jaebum mencengkram kerah Mark dan Dohee yang terduduk di lantai dengan badan bergetar.

“yak Dohee. Kau tidak apa-apa?” Youngjae menghampiri Dohee dan menatap gadis itu khawatir. Diikuti dengan Jinyoung, Yugyeom dan Bambam. Mereka menatap Dohee khawatir, terlebih ketika melihat badan gemetar gadis itu..

“apa yang sebenarnya terjadi??” Jinyoung menatap kearah Jaebum. tetapi lelaki berambut perak itu masih menatap dingin Mark.

“cepat minta maaf pada Dohee.” Ucap Jaebum dingin.

Semua terdiam menatap sikap Jaebum pada Mark. sebelumnya Jaebum tidak pernah bersikap seperti itu pada Mark.

“kenapa aku harus?” Mark mendengus sinis dan melepas kasar cengkraman Jaebum di kerah bajunya.

“ya.” Jaebum kembali mencengkram kerah Mark, kini dengan kedua tangannya dan menatap lelaki itu dengan emosi.

 

“ya! Kalian berhenti!” Jinyoung beranjak dari duduknya di hadapan Dohee dan berlari cepat kearah Jaebum dan Mark.

Jinyoung menahan tubuh Jaebum agar tidak bertindak konyol. Jackson menahan tangan Mark  berantisipasi agar lelaki itu tidak ikut terbawa emosi dan menghajar Jaebum. karena kemungkinan yang ada di dalam bahaya ketika terjadi perkelahian adalah Jaebum.

 

“sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Dohee menjadi gemetar seperti ini?” Youngjae menatap Jaebum dan Mark dengan kerutan kening.

 

Hik

 

Semua menoleh ketika mendengar suara isakan kecil dari Dohee. Mark menatap malas Dohee.

 

“berhenti hik..”

 

Semua diam menatap Dohee.

Dohee memeluk lengannya sendiri dengan badan bergetar.

“aku bilang berhen.ti… hik.”

 

Jaebum berjalan mendekati Dohee dengan khawatir.

“Dohee.ya, gwaencha-“

 

“AKU BILANG BERHENTI!! AKU TIDAK TAHAN LAGI!!!!!!”

Langkah Jaebum terhenti ketika mendengar teriakan melengking Dohee. Youngjae sampai melepaskan tangannya pada pundak Dohee saking terkejutnya.

 

Dohee menolehkan wajahnya kearah Mark. dan tampaklah wajahnya yang terbalur dengan airmata serta memerah. Mark terdiam melihat Dohee. Ia tidak menyangka Dohee akan menangis seperti itu.

Dohee bangkit dengan masih menatap Mark tajam melalui mata sembab terbalur airmatanya.

Dengan langkah pasti ia mendekati Mark. semakin dekat membuat lelaki itu sedikit gugup.

 

PLAK!

 

Suasana hening.

Hanya terdengar nafas Dohee yang tersenggal-senggal menahan emosi. Pipi Mark memerah dan terasa sakit akibat tamparan Dohee.

Jackson meraba pipinya sendiri seraya meringis membayangkan jika pipinya yang ditampar Dohee.

Tanpa berkata apa-apa lagi Dohee berjalan dengan langkah emosi meninggalkan ruangan berkumpulnya got7 itu.

 

Mark masih terdiam dengan pipi memerah. Tepatnya terpaku.

Jackson mendekatinya dengan masih memasang ekspresi meringis. “apa itu sakit?” tanyanya menunjuk pipi merah Mark.

Jaebum menghela nafas berat dan mendudukan dirinya di sofa. Frustasi dengan apa yang baru saja terjadi.

“apa yang terjadi antara Dohee dan Mark? apa Mark menyakitinya?” Youngjae menatap Jaebum. tapi Jaebum enggan menjawab pertanyaan Youngjae, pikirannya sudah terlalu penat.

“apa Mark hyung menghajar Dohee noona dengan wushu-nya?” Yugyeom menatap Jaebum dan Mark bergantian. Lalu menatap Bambam, dibalas dengan muka penasaran dari lelaki itu.

Tetapi tetap tak ada jawaban dari keduanya.

 

“ya. Mark pipi mu merah sekali. Apa Dohee benar-benar menamparmu dengan kencang?” Jinyoung menatap Mark dengan mata melebar.

“sepertinya bukan hanya pipinya. Tapi kenapa wajahmu ikut memerah? Apa Dohee menamparmu di wajah juga?” Jackson mengerutkan kening melihat wajah Mark. mark menutup mulutnya mencoba menyamarkan wajah memerahnya.

“kau kenapa?” Jinyoung mencoba memperjelas menatap wajah Mark.

 

“menjauh dariku.” Ucap Mark dengan nada suara yang aneh. ia berlalu dengan cepat keluar dari ruangan. Jaebum menatap Mark sekilas dan mendapati wajah lelaki itu memerah. Wajah memerah yang berbeda.

Ketika Mark sudah tidak ada di ruangan itu, semua saling menatap.

Jaebum memejamkan matanya, mencoba mencari dugaan lain soal apa yang dirasakan Mark saat ini.

 

 

ѾѾѾ

 

 

 

“jadi kau memilih untuk masuk kedalam kelas science?”

Presiden menatap Dohee setengah tak percaya ketika gadis itu memilih memasuki kelas science dibandingkan art. Presiden mencoba mengatur nada suaranya.

“sebentar, Dohee. Biar saya jelaskan. Di Daimundo terdapat dua jurusan yang berbeda. Sains dan seni. Seni untuk siswa yang mempunyai talenta pada bidang seni dan sains bagi siswa yang mempunyai kepintaran luar biasa pada matematika dan berhitung. Dan… itu sungguh sulit.”

Presiden menatap Dohee. Wajah gadis itu begitu murung.

“aku… aku berpikir. Jika aku bisa memasuki kelas sains, aku bisa menyibukan diriku untuk hal yang lain.” Ucap Dohee tanpa menatap kearah presiden.

Presiden menatap Dohee dan mulai mengerti masalah gadis itu. Gadis itu hanya merasa jenuh dengan kehidupannya yang sekarang.

Presiden tersenyum.

“gunakan kesibukanmu untuk mencari ‘pangeran’mu itu, Dohee.” Ucap presiden.

Dohee menatap presiden terkejut.

“aku mau melupakannya presiden. Tak bisakah pertunangan itu dibatalkan tanpa aku harus mencari tahu siapa tunanganku itu?”

Dengan cepat presiden menggelengkan kepalanya.

“presiden… aku mohon…”

Presiden tetap menggelengkan kepalanya. Ia menatap wajah murung Dohee. Ia mengusap kepala Dohee dengan lembut.

“ingatlah. Jika kau berhasil menemukan tunanganmu itu, kau bisa membatalkannya.” Ucap presiden lembut.

“bahkan jika tunanganku itu tidak setuju?” Tanya Dohee dengan mata penuh harap.

Presiden diam tidak menjawab. Ia tidak tega jika harus berkata ‘tidak bisa’ pada Dohee.

Dohee menghela nafasnya.

“baiklah. Aku kembali ke kelas presiden. Aku akan tetap di kelas seni.” Ucap Dohee lesu.

 

Presiden menatap Dohee khawatir.

“Dohee.”

 

Langkah Dohee terhenti. Apakah presiden akan mengizinkan ia membatalkan pertunangan karena kasihan?

 

“aku belum memberimu clue tunanganmu itu. Bukankah aku berjanji akan memberikanmu setiap harinya?”

 

 

 

 

Ѿ

 

 

 

‘CLUE 1: dia mempunyai senyum yang menawan’

 

Dohee menatap malas kertas clue yang diberikan presiden kepadanya. Ia menatap keatas untuk memikirkan soal clue yang tertulis dikertas itu.

Senyum menawan? Yang memiliki senyum menawan? Sejauh ini ia baru melihat senyum Jaebum. tapi ia merasa senyumnya biasa saja.

 

“ya!!!”

 

Dohee tersentak ketika seseorang mengejutkannya dari belakang. Ternyata Min. gadis berambut pendek itu tertawa melihat wajah pucat Dohee. Dohee mendengus menjitak pelan kepala Min. sambil tertawa min duduk di samping Dohee dan mengamati kertas yang Dohee pegang.

 

“clue 1. Ia mempunyai senyum yang menawan. Itu apa Dohee?” Min menunjuk kertas yang di pegang Dohee. Dengan cepat Dohee menyembunyikan kertas itu. Ia menggelengkan wajahnya dengan cepat. Min mengerutkan kening.

“apa itu rahasia bagi seorang pemegang lencana?” mata Min melebar menatap Dohee. Dohee menatap Min, mungkin Min memang polos. Pikirnya.

Dohee duduk lebih dekat dengan Min.

“Min.ah. apa kau tahu, siapa di got7 yang mempunyai senyum yang menawan?” Tanya Dohee dengan hati-hati. Min menatap Dohee dengan bingung dan seperti menyelidik.

“kenapa kau bertanya seperti itu?”

“sudah jawab saja. Kumohon. Itu sangat penting.” Dohee menangkupkan kedua tangannya, memohon pada Min.

Min menatap Dohee masih dengan muka bingung. Tak lama ia berpikir.

“hmm.. yang mempunyai senyum menawan di got7? Tentu itu Jaebum!!”

Wajah Dohee memucat ketika mendengar ucapan Min. jaebum? dia bercanda kan?

“tapi aku rasa Youngjae juga punya senyum yang menawan. Keduanya. Dan…”

Dohee membayangkan wajah Youngjae. Sebenarnya ia merasa Youngjae itu lelaki yang cukup baik. Di awal kata-katanya memang sinis, tapi pada akhirnya dia bisa bersikap lembut dan sopan.

 

“mungkin Mark sunbae juga punya senyum yang menawan. Meski aku sendiri tidak pernah melihat senyumnya.”

 

Wajah santai Dohee berubah menjadi kaku ketika mendengar nama ‘Mark’. di pikirannya saat ini Mark tak lain adalah lelaki cabul yang tidak punya sopan santun.

 

“menawan apanya?”

Min menghentikan ucapannya. Ia menatap Dohee.

“Dohee? Kau kenapa?” Tanya Min ketika melihat wajah Dohee yang memucat seperti menahan emosi, belum lagi tangan gadis itu yang meremas kertas di genggamannya.

 

“ini untukmu Dohee.”

Ekspresi kaku Dohee berubah ketika Hyerim, ketua kelas memberikan sebuah kertas selebaran kepadanya.

“huwaaa itu kertas pemilihan eskul, ya?” Min melirik isi kertas itu. Dohee meraih kertas yang di berikan Hyerim. “gomawo.” Ucap Dohee seraya mengamati isi kertas itu.

“kau isi dan nanti berikan pada ku ya, Dohee.” Ucap Hyerim. Dohee tersenyum dan mengagguk membalas ucapan Dohee.

 

“jadi eskul apa yang mau kau pilih Dohee?” Tanya Min bersemangat  menatap kertas itu juga. di kertas yang kini Dohee genggam terdapat banyak sekali pilihan eskul. Banyak di antaranya eskul yang mewah. Seperti eskul memasak eropa, eskul fashion, eskul golf, eskul bowling, eskul menembak, dan lainnya. Kening Dohee berkerut.

“kenapa banyak sekali eskul tidak penting disini?” ucap Dohee frustasi. Min hanya tertawa mendengar ucapan Dohee.

“eskulmu apa?” Dohee menatap Min.

“aku? Eskulku merawat binatang. Itu karena aku suka sekali dengan anjing.”

Dohee semakin mengerutkan keningnya. Bahkan teman disampingnya itu memilih eskul yang tidak penting.

“jika aku memilih Judo itu bukan hal yang baru lagi. Aku harus memilih eskul yang lain.” Gumam Dohee mengamati kertas eskul dengan lamat.

“whoaaa~ kau bisa Judo?” Min menatap Dohee takjub. Dohee mengagguk tanpa menatap Min.

“whoaaaa!!! Kurasa sang pemegang lencana tiara memang mempunyai kesamaan! Mark dan kau sama-sama jago beladiri, Dohee!!” Min bertepuk tangan.

“jangan menyebut nama itu lagi.” Dohee menatap Min tajam membuat gadis itu diam tidak berbicara lagi. Dohee menatap kertas eskul lagi, tak lama ia memikirkan sesuatu.

“kau tahu apa eskul si Mark itu?” Tanya Dohee menatap Min.

“eskul Mark sunbae? Kenapa? Kau mau ikut eskul yang ia masuki?” Tanya Min dengan muka bingung.

“jawab saja~.” Rengek Dohee mencoba sabar. Min mengagguk mengerti.

“eskul Mark sunbae… dia… dia bisa Wushu… mungkin dia mengikuti eskul wushu…” duga Min seraya mengemut telunjuknya sendiri.

Dohee kembali menatap kertas eskul.

“jika dia Wushu… berarti aku tidak boleh sama sekali memilih wushu. Eskul yang menarik…….. AH! Ini dia!!!” dengan cepat Dohee memberi tanda ceklis pada kolom kosong sebuah eskul. Min melirik apa yang Dohee isi.

 

“panahan?”

Min menatap Dohee, Dohee mengagguk bangga ia begitu yakin jika Min akan kagum dengan apa yang ia pilih.

 

“pilihan eskulmu payah sekali, Dohee.”

 

 

“……”

 

 

Pikiranmu yang payah sekali, Min.

 

 

 

 

 

ѾѾѾ

 

 

 

 

Hari ini hari pertama Dohee mengikuti eskul panahannya. Ia turun dari mobil Lamborghini Jaebum dan langsung meninggalkan lelaki itu. Tak menghiraukan teriakan lelaki itu. Jadwal kelas budi pekertinya di Daimundo hari minggu di mulai pada jam 3, tapi kegiatan eskulnya di mulai pada jam 12 siang. Kalau saja ia tidak bergadang untuk memikirkan clue tunangannya yang memiliki senyum menawan mungkin ia tidak akan telat mengikuti kegiatan eskul panahannya. Sekarang sudah jam 1. Ia benar-benar telat sejam penuh.

Dengan terburu-buru Dohee memasuki ruang ganti eskul panahan yang sudah sepi. Dari kejauhan ia sudah bisa mendengar suara kegiatan klub yang sudah di mulai. Pikirannya mulai tidak tenang sekarang. Telat di hari pertama eskul. Itu bukan gayanya.

Dengan gerakan cepat ia mengganti bajunya dengan baju eskul panahan yang bergaya jepang. Baju atasan kimono putih dengan bawahan celana hakama hitam.

“ini Cuma eskul dan ini di Korea. Kenapa untuk pakaian saja harus menyerupai aslinya?” omel Dohee kesal.

Hingga ia berhasil mengenakan baju panahannya itu. Setengah berlari ia menuju dojo (ruang latihan) eskul panahan.

 

GRAK!!!!

Dohee menggeser pintu dojo panahan. Seluruh anggota eskul panahan menatap kearahnya.

Dohee membungkukan badannya.

“a-annyeong haseyou!! Aku Han Dohee!! Anggota baru klub panahan!! Maaf atas keterlambatanku!!” ujar Dohee masih dengan posisi membungkukan badannya. Tapi tak satupun yang menjawab ucapannya.

 

PLOK PLOK PLOK

 

Dohee tertegun ketika mendengar tepuk tangan yang memecah keheningan. Dohee mengangkat kepalanya untuk mencari tahu siapa yang tiba bertepuk tangan.

Mata Dohee terbuka lebar ketika melihat sosok lelaki berambut merah yang sangat dikenalnya tengah bertepuk tangan dengan memasang wajah datar.

Dohee tidak bisa berkata apa-apa.

Mark. apa yang di lakukan lelaki itu di klub panahan?

 

“murid baru yang terlambat. Sebaiknya apa yang akan kita lakukan pada anak ini?” ucap Mark masih menatap Dohee datar.

Tak ada yang berani menjawab. Semua sudah tahu jika Dohee adalah pemegang lencana tiara yang sama dengan Mark, jadi tidak mungkin mereka dengan seenaknya berani berujar menyahut ucapan Mark.

“aku hanya telat sejam. Bukankah klub sampai dengan jam 3?” Dohee memasang tampang dinginnya.

 

“ya hello kitty. Kau kira 1 jam itu waktu yang singkat?”

 

Wajah Dohee memerah ketika Mark dengan santainya menyebutkan kata ‘hello kitty’ di depan murid lain, ya meski bisa di pastikan murid-murid yang lain tidak akan mengerti maksud Mark.

 

Dohee sudah memasang aba-aba membalas ucapan Mark, tetapi tiba-tiba sosok lain yang berpakaian selayaknya pelatih dalam klub panahan muncul.

 

“apa kau Han Dohee?” lelaki yang sudah tampak berumur 30an itu menatap Dohee dengan mata berbinar. Dohee tidak menjawab tetapi lelaki sudah dengan cepat menyambut Dohee dengan ramah.

“selamat datang di klub panahan, nona Han Dohee!! Senang sekali bisa menerima murid baru sepertimu!” pelatih panahan itu bertepuk tangan dan mempersilahkan Dohee untuk memasuki dojo klub panahan.

“tapi saya terlambat sejam. Apa tidak masalah?”

 

“oh tidak masalah! Wajar bagi murid baru jika terlambat.” Pelatih itu menggelengkan kepalanya ramah.

“tapi sensei! Dia terlambat 1 jam!”

 

“tidak masalah Mark. kau juga suka telat sejam lebih, padahal kau itu ketua klub.”

 

Dohee tersentak mendengar ucapan pelatih. Ia menghentikan langkah kakinya.

“apa dia ketua klub panahan??” Dohee menunjuk Mark tidak percaya. Pelatih ikut menatap Mark.

“eh? Iya. Dia ketua dia klub panahan. Dia juga yang akan membimbingmu nanti di klub panahan. Kalian berdua pemegang lencana tiara yang sama. Pasti kalian akrab sekali nantinya.” Pelatih itu tersenyum menatap Dohee dan Mark bergantian.

“oh lihatlah. Bahkan kalian berdua terlihat sangat serasi.”

Dohee melotot mendengar ucapan pelatih itu. Tapi entah memang pelatih itu bodoh atau pura-pura bodoh pelatih itu seperti tidak menyadari pelototan Dohee dan malah berlalu.

“Mark, aku serahkan murid baru padamu. Aku harus menggembleng murid lain untuk turnamen nanti.” Pelatih menepuk pundak Mark.

 

Dohee mengacak rambutnya frustasi. Ia benar-benar salah memilih eskul.  Mark yang seharusnya ia hindari malah berada di klub yang ia pilih dan menjadi ketua klubnya! Mimpi buruk. Ini mimpi buruk untuknya!

 

“heh murid baru. Apa sebelumnya kau pernah memegang alat panah?” Tanya Mark tanpa menatap Dohee. Dohee menoleh dengan masih memasang wajah frustasinya.

 

“kau kan orang China. Kenapa tidak mengambil olahraga yang berasal dari China saja?”

 

Mark menghentikan kegiatan menajamkan busur panahnya. Urat emosi terlihat muncul dari sisi keningnya ketika mendengar jawaban Dohee yang tidak nyambung sama sekali dari yang ia pertanyakan.

Ia membanting alat panahnya itu dan berjalan mendekati Dohee. Dohee memundurkan diri takut.

Mark, lelaki itu malah mencengkram dagu Dohee hingga bibir gadis itu terlihat aneh dan lucu.

“kau salah. Aku orang Taiwan, bukan china.” Ucap Mark dingin.

Dohee tidak tahu harus berkata apa terlebih posisi bibirnya membuatnya semakin sulit berbicara. Salah menyebutkan kewarganegaraan seseorang memang sangat fatal.

Mark mengamati Dohee dari atas hingga bawah lalu ia mendengus.

 

“aku bingung kenapa para anak-anak itu terlihat sangat senang ketika membayangkan punya calon tunangan seperti mu. Bukankah itu hal yang menyedihkan. Kau tidak cantik, kau juga tidak seksi, ceroboh, tukang telat, kasar, bodoh.”

 

Ucapan Mark membuat Dohee terpaku. Lebih tepatnya terkejut. Saking terkejutnya hingga tak bisa berkata apa-apa. Semua yang Mark sebutkan tadi itu seperti hentakan keras dalam dirinya. Dia jelek, tidak seksi, ceroboh, tukang telat, kasar dan BODOH.

Bodoh. Bodoh. Bodoh. Bodoh. Bodoh….

 

 

“Mark bagaimana sudah membimbing anak barunya?”

 

“HIYAAAAA!!!!!!!!!!!!!!”

 

Pelatih terdiam ketika mendapati Mark tersungkur jatuh terkena tendangan Dohee yang ia lakukan secara tiba-tiba.

Seluruh murid panahan menoleh terkejut melihat pemandangan itu. Mata mereka membulat lebar.

Dohee mengeluarkan nafas tersenggal-senggalnya. Airmatanya keluar sangat deras. Ia menatap Mark penuh rasa benci.

Mark menyentuh luka lebam di sisi bibirnya. Ia menatap Dohee tak percaya.

 

“pelecehan seksual. Lalu sekarang pelecehan fisik. Tak bisa di maafkan… tak bisa. Tak bisa. Tak bisa……….  MARK AKU SANGAT MEMBENCIMU!!!!!!!!!!!”

 

Airmata Dohee semakin turun deras melewati pipinya. Sekarang ia benar-benar menunjukan ekspresi sakitnya.

Dan bodohnya entah kenapa jantung Mark berdegup sangat kencang melihat Dohee, wajahnya memerah.

 

Dohee berlari keluar dojo panahan dengan tangis keras.

 

“NONA DOHEE!!” pelatih mencoba mengejar Dohee tetapi gadis itu benar-benar berlari sangat kencang hingga ia tak bisa mengejarnya. Apalagi Dohee berlari menerjang hujan yang deras di luar. Pelatih menatap punggung Dohee yang berlari dengan khawatir.

“dia bisa sakit jika menerjang hujan.” Gumamnya khawatir. Ia tersadar dengan sosok yang membuat calon murid berharganya itu kabur. Dengan cepat ia menoleh kearah Mark.

 

“YA MARK!! KENAPA KAU BISA MEMBUAT DIA MENANGIS SEPERTI ITU!!!??? KALIAN KAN SAMA-SAMA PEMEGANG LENCANA TIARA!! HARUSNYA KALIAN BISA AKUR DONG!!!” omel pelatih menatap kesal Mark.

 

Tetapi Mark, lelaki itu malah terdiam menutup mulutnya untuk lagi-lagi menyamarkan wajahnya yang memerah.

Mark menyentuh dadanya yang berdegup kencang.

 

“sial. Apa yang sedang terjadi padaku saat ini?”

 

 

 

 

 

Ѿ Ѿ Ѿ

 

 

“AKU TIDAK MAU SEKOLAH HARI INI!!”

Teriak Dohee sambil mengunyah cemilan keripik kentang dan bersantai di tempat tidurnya. Wajahnya terlihat kesal. ia tidak mau menatap kearah Fei, pelayan wanitanya.

“tapi nona. Katanya ada hal yang ingin presiden bicarakan pada pemegang lencana.”

 

“aku tidak peduli. Di sekolah sama sekali tidak menyenangkan!” Dohee melempar bungkus keripik kentangnya dan langsung membenamkan tubuhnya kedalam selimut.

Fei menghela nafas menatap Dohee.

 

Dohee berusaha mati-matian menahan dirinya agar tidak tergoda dengan rayuan Fei untuk pergi kesekolah. Saat ini ia memang tidak ada di mood yang baik untuk pergi ke sekolah. Apalagi membayangkan bertemu dengan Mark. lelaki mesum dan tidak sopan.

 

BLAM

 

Dohee menyibak selimutnya ketika ia rasa Fei sudah keluar dari kamarnya. Ia membaringkan tubuhnya kembali menatap langit-langit kamar. Ia membayangkan apa yang Mark lakukan kemarin. Melihat celana dalamnya, lalu menghinanya.

 

“lelaki itu benar-benar tidak bisa di maafkan! Untung saja dia bukan salah satu dari calon tunanganku! Kakek benar-benar baik tidak membuatku harus memikirkan lelaki itu jika menjadi tunanganku!”

Dohee terdiam. Memikirkan apa yang ia katakan tadi.

 

“ani!! Kakek juga jahat! Kenapa harus menempatkanku dalam keadaan seperti ini!! Kenapa harus menunangkanku dengan orang yang tidak aku kenal!!”

 

BRAK!!!

 

Dohee menoleh terkejut melihat pintunya terbuka lebar. Dua pelayan berjas tiba-tiba memasuki kamar Dohee dengan muka tegas. Dohee yang hanya memakai kamisol tidur tipis langsung menutup dirinya sendiri dengan selimut.

 

“YA!! APA YANG KALIAN LAKUKAN!!??” bentak Dohee dengan muka memerah. dua pelayan berjas itu seperti tidak mendengar omelan Dohee. Mereka meraih tangan Dohee dan keduanya menyeret Dohee keluar kamarnya. Dohee yang terkejut tidak sempat memberontak dan hanya terbengong dengan sikap kedua pelayan itu.

 

Kedua pelayan itu memaksa Dohee untuk turun dari tangga. Di lantai bawah terlihat satu perempuan tua berpakaian mewah dan 7 lelaki menunggu di bawah.

Dohee terduduk di lantai lemas melihat ke-8 manusia di hadapannya.

 

“Dohee. Kamisol yang kau kenakan lucu sekali. Selamat pagi!” presiden tersenyum menatap Dohee.

 

“hi, Dohee.ya. kau…. Terlihat seksi.” Jaebum menyapa Dohee dengan wajah sedikit memerah. ke 6 lelaki itu menatap Dohee dengan wajah memerah, kecuali Mark. lelaki itu terlihat enggan menatap Dohee.

Dohee masih terbengong tak percaya dengan keadaan yang sedang ia hadapi saat ini.

 

“ky-“

 

“hmm? Apa yang kau katakan?” presiden menatap Dohee lebih dekat.

 

 

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!”

 

Lengkingan Dohee terdengar begitu nyaring mengisi seluruh ruangan.

 

 

 

.

 

 

 

 

Dohee sudah mengenakan pakaian yang presiden perintahkan. Baju yang harus Dohee kenakan ketika ia ingin pergi ke suatu tempat. Gadis itu duduk di sofa ruang tamunya dengan mata sembab karena menangis besar tadi. Bagaimana ia tidak menangis ketika tubuh setengah terbukanya di lihat oleh 7 lelaki asing. Itu mimpi buruk.

Presiden mencoba menghibur Dohee dengan kata-kata yang menurut Dohee tidak memberi efek apa-apa padanya.

“ayolah. Mereka juga calon tunanganmu. Masa kau tidak mau memberi sedikit clue dirimu pada calon2 tunanganmu itu.” Presiden menyenggol Dohee dengan nada bercanda.

“presiden!!!”

Presiden mengagguk mengerti kemarahan gadis itu ketika mendengar ucapannya.

 

“jadi. Apa yang presiden mau bicarakan? Apa mau memberi clue tunanganku? Satu clue itu saja belum kupecahkan.” Ucap Dohee dengan malas.

 

“eh? Apa cluenya sudah di beri tahu? Apa clue pertamanya, presiden? Dohee?” Jaebum menatap Dohee dan presiden satu persatu.

 

“apa pintar?” Youngjae ikut menyahut dengan muka penasaran sedikit malu-malu

 

“apa dia humoris?” timpal Jackson. “aku kan humoris.” Ucapnya lagi.

 

“atau cute?” Jinyoung memasang gaya aegyo-nya membuat ia harus menerima toyolan dari Jaebum di kepalanya.

 

Dohee diam, ia malas membalas ucapan para lelaki itu dan memilih menatap kearah lain. Sebentar ia menatap kearah Mark yang terlihat berkutat dengan ponselnya. Ia sadar dengan penampilan para lelaki itu. Mereka tidak memakai seragam sekolah. Semua itu ia sadari ketika melihat penampilan Mark yang sialnya harus ia akui memang terlihat sangat keren memakai baju selain seragam sekolah.

 

“aku kesini bukan hanya memberi clue tentang tunanganmu itu Dohee.”

 

Ujar presiden membuat Dohee menoleh. Dohee menatap presiden dengan malas. Setidaknya ia sudah siap jika harus mendengar kata-kata ajaib yang keluar dari mulut presiden.

 

“untuk membantu Dohee menemukan tunangannya. Aku sudah mempersiapkan sesuatu yang di lakukan khusus untuk kalian!”

 

Semua menatap kearah presiden. Dohee mengigit bibirnya. Entah kenapa ia merasa perasaannya sangat tidak enak.

 

Presiden satu persatu menatap kearah para memegang lencana dengan senyum merekah lebar.

Ia menepuk tangannya.

 

“aku akan mengadakan MT special untuk kalian semua menuju Osaka!”

 

 

 

Apa?

 

Apa katanya?

 

 

 

TBC

About fanfictionside

just me

31 thoughts on “FF/ FIND MY PRINCE/ GOT7/ 1 of 2

  1. Author lg mabok the heirs ya(?)
    tinggi beud ngayalnya>_<
    suka deh sama ide lencana nya!!
    Keren!

    Sudah diverifikasi bahwa alviany author fans berat uri dong dong guridong dong(?)
    kkkk

    njirlah authornya update bgt ma lamborghini aventador! Liat iklan ya min(?) *plak

    nama tsuguru familiar bgt digua.. Baca dikomik mna ya gua…
    Kenapa kakek gua ga bikin warisan gini seh(?)

    yugyeom polos bgt kek pantat bayi(?)
    degdegan ma JB nyaaaaaaaa

    disaat mark memerah dan dia tutupim hal tersebu itu cute banget suer!
    Dohee nya cengeng banget=_=
    presdien pervert amat ya. Jan" temen majreha(?)
    bwahaha

  2. wah…….penasaran…. penasaran knapa Mark ga termasuk dlm calon tunangannya, bukan cuma krn lencana yg sama kn..
    dtunggu kelanjutan….

  3. Suka sama ceritanya😄
    Yg paling banyak nongol JB sma Mark yahh,, kesian yg lainnya jarang nongol. Tambahin porsi buat selain 2 org di atas dong thor biar tambah seru misterinya😀
    Ayo2 buru dipost next chapnya ya..

  4. hahaa kocak jg thor
    mark knp gk termasuk salah satu tunangan dohee?
    aigoo sbenernya akus uka yongjae sih tp klo jb jg gk apa jd tunangan dohee
    aku lnjut baca deh

  5. mian baru bisa comment sekarang,jujur ni cerita beneran bikin aku penasaran, jadi Daehee pasti galau banget ya~ milih diantara 6 member got7 astaga~
    mungkinkah JB? Atau mark? Yang pasti jangan BamBam ya,diakan masih kecil.
    Ceritanya seru!

  6. wah..kasian dohee udh jd kaya tp g bisa bebas..jgn2 tunangannya itu mark, soal pencarian tunangan cuma buat ngetes dohee aja..hehe,

  7. OMG! gw ngakak bacanya. karakter Jr sm Jackson itu pas banget, Thor. kalo karakter aslinya Mark, dia itu pendiam dan pemalu, cm disini jd beda. buuut, org pendiam jg cocok kok dibikin (?) jd image dingin dan cool gt. cocok! gak tau knp kalo bagian Jackson jd pengen ngakak! yup, dia emg koplak. wkwk.. ngarepnya sih ada scene dimana kedekatan Jackson sm Jr, jd tambah lucu pasti *abaikan!* ini ceritanya bagus bgt. aku bayangin Dohee itu baby Soso alias Sohee, thor. kekeke~ ya brhubung namanya hampir sama😄 kira2 Dohee jadian sm siapa ya? lanjut chap.2 deh.

  8. wahhhhh gila nih FF rame banget aku sampai baca dua kali gila 대박!!! bikin lagi ya tentang GOT7. FIGHTING!!

  9. Aku suka aku suka #geretBamBam
    hyaaaaaa karakter Bae kok gni ? Hahaha Fei juga, tapi aku suka.
    Aku keluarga JYP jadi suka hahaha diperbanyak ya thor ff GOT7, kalau bisa juga MyungZy wkwkwkwk

  10. seru bgt ceritanya
    Mark benar2 keterlaluan
    kira2 tunangannya JB kali ya, atau bisa aja jngan2 si Mark yg jatuh cinta sama Dohee ^o^

  11. Uah… Thor ceritanya ngakak banget…. Aku ngebayangin muka got7 pas mukanya lagi pada merah – merah… Pasti lucu lucu kan….???
    Ah… Ok deh mau lanjut baca aja….

  12. haha telat banget nih bacanya. abis baru beberapa bulan ini suka sama got7. ceritanya sukaaaa. ide ceritanya jugaa. unyu banget masa mark disini. dia ga pantes so’ so’an jadi bocah cool ahahaha. huwee enak banget jadi dohee ya. aku mah juga mau kaya dia😦 yaudah next deh yaa^^

  13. Kyaaaaaaaa~~~~
    ff nya WOOOWWW … ini ff super Keren bgt…
    Mark mesum … hihih… Mark kamu suka Dohee kan? ayo ngaku..
    duduh Jaebum aku terkesimak dgn senyum kamu,, plisss aku gk bisa d giniin *alay? biarin aja#
    sumvah dehh thor aku suka, cinta, terlena dgn ff ini… andai aku berada d posisi Dohee? *ngaur#
    ok next part^^
    ehhh iya salken yah thor^^
    keep writ and hwaiting^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s