FF oneshot/ MEMORIES OF RAIN/ SHINee


Title : Memories of Rain

Author : Choco

Rating : T-Rated

Genre : AU/Romance/Drama

CAST :

– Choi Minho

– Jung Krystal

Disclaimer : I only have the plot, all the cast is belong to God and themselves.

Summary :

Ketika hujan turun layaknya tetesan air yang satu persatu jatuh ke bumi, kenangan itu mulai muncul di dalam kepala Krystal. Kata orang, hujan itu menyusahkan, karena susah melakukan kegiatan ketika hujan. Tapi menurut Krystal, hujan sama sekali tidak menyusahkan seperti yang orang-orang itu pikirkan. Hujan begitu indah dimatanya—semua karena pria itu.

8

.

.

Flashback, 5 years ago

“Kenapa hari ini harus hujan?” dengan raut wajah kesal, Krystal melihat ke jam tangannya. 10 menit lagi bel masuk akan berbunyi dan dia masih terjebak di halte bus. Entah kenapa hari ini bus jarang sekali lewat. Mungkinkah karena pengaruh hujan membuat para sopir itu malas keluar rumah. Dan sialnya lagi ia lupa membawa payung.

Ah masa bodoh dengan itu! Yang jelas dia sekarang harus tahu bagaimana caranya keluar dari hujan ini dan ke sekolah. Kalau dia tidak ke sekolah sekarang, dia jelas-jelas akan terlambat lagi. Entah untuk keberapa kalinya dalam seminggu ini dan itu sama sekali bukan  yang Krystal harapkan. Cho seosangnim wali kelasnya tentu tidak akan senang melihat kenyataan ini.

Menerobos hujan? Ide bodoh. Seragamnya bisa basah begitu pula dengan tas dan buku-bukunya. Dia tidak mau mengambil resiko buku PRnya basah dan ujung-ujungnya pasti dihukum oleh gurunya. Apalagi guru matematikanya terkenal killer. Tentu saja Krystal tidak akan berani macam-macam.

Menelpon taksi? Sayangnya sudah terlambat, walaupun dia menelpon taksi sekarang, taksi itu tak akan datang tepat waktu dan tentu saja dia tetap akan terlambat ke sekolah. Dia harus memikirkan suatu cara

Ia kembali melihat ke jam tangannya, tersisa 8 menit. Apa yang harus dia lakukan sekarang?

“ Soojung-ah!”

Seperti mimpi. Pria itu muncul dengan payung di tangan kanannya. Tangan kiri pria itu menarik Krystal masuk ke dalam naungan payung yang dibawanya. Pria itu memberikan isyarat untuk berlari dengan pandangan matanya. Krystal mengerti dan menganggukkan kepalanya. Pemuda itu tersenyum lalu melingkarkan lengannya ke bahu Krystal—berusaha menghalangi air hujan membasahi badan gadis itu. Berada dalam pelukan Choi Minho, jelas membuatnya nyaman.

Mereka berlari. Sama-sama menembus hujan yang bertambah lebat. Mungkin mereka telihat seperti orang bodoh sekarang karena sekeliling mereka yang basah karena terkena tetesan-tetesan air dari langit itu. Tapi siapa yang peduli? Hawa dingin yang menusuk kulit, sepatu mereka yang basah, rambut yang acak-acakan karena terbang melawan angin hujan sama sekali mereka tidak hiraukan.

Minho melirik sekilas ke arah Krystal. Ada sedikit air hujan yang mengenai bahu gadis itu. Minho tambah mengeratkan rangkulannya. Krystal menoleh ke arah pemuda itu dan Minho cuma tersenyum.

“Kau datang tepat waktu, Choi Minho.”

“Tentu saja, aku sudah berjanji akan selalu ada untukmu kan, Soojung-ah?”

“Ya. Dan terima kasih, telah menepati janjimu itu. Aku mencintaimu.”

.

.

.

5 years later

“Krystal! Cepat ke sini!” panggil Sulli. “Nanti kau sakit kalau bermain hujan seperti itu.”

Krystal menggelengkan kepalanya. Dia tetap asyik menjulurkan tangannya ke arah tetesan-tetesan air hujan yang turun dari atas langit sana. Sudah 15 menit dirinya di sini dan dia belum ingin menghentikan kegiatannya. Dingin air hujan terasa menggelitiknya.

“Kalau kau sakit awas saja. Jangan memanggilku lagi,” Sulli melengos pergi. Usahanya untuk mengajak sahabatnya itu masuk diabaikan begitu saja.

Krystal tertawa kecil melihat Sulli yang langsung pergi begitu saja. Biarlah kalau Sulli marah. Toh nanti dia bisa membujuk gadis itu. Dan dia yakin Sulli tidak akan bisa lama marah kepadanya, gadis itu terlalu baik sih.

Tangan Krystal terus saja terulur, menadah air hujan yang terus turun dengan rutinnya. Tiba-tiba dirinya teringat sesuatu. Cepat-cepat ia menarik tangannya sendiri dan mengeringkan seadanya menggunakan ujung bajunya. Krystal merogoh saku celananya dan mengambil handphone. Krystal membuka aplikasi pesan, mencari kontak bernama Minho-oppa dan menuliskan sebuah kalimat.

Aku sedang duduk di teras, menikmati hujan yang turun. Serasa mengingat masa lalu hahaha~ Aku merindukanmu Choi Minho.

Krystal menyimpan kembali handphonenya. Tidak perlu menunggu Minho membalas pesannya. Karena jarang Minho membalas pesan yang dikirimkannya segera. Pemuda itu mungkin saja masih sibuk dengan tesis-tesisnya.

‘Drrt drrt’

Perkiraan Krystal meleset. LCD ponselnya menunjukkan ada 1 pesan masuk. Krystal cepat-cepat membuka pesan dari kekasihnya itu.

Benarkah? Aku juga mengingat saat-saat hujan kita. Sayang sekali di sini malah sedang musim panas. Padahal aku juga ingin melihat hujan. Sabarlah, aku akan menemui nanti. Mungkin…saat hujan turun?

Krystal tersenyum sendiri membaca balasan dari kekasihnya. Minhonya ternyata masih mengingatnya.

Benar kan? Hujan memang tidak seperti yang orang-orang pikirkan. Karena hujannya…mempunyai cerita. Hujan akan mengukir lagi cerita mereka, suatu saat nanti.

END

FFku untuk penyuka MinStal❤ karena aku juga suka MinStal kkk~

Wanna leave a comment?

About fanfictionside

just me

One thought on “FF oneshot/ MEMORIES OF RAIN/ SHINee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s