FF/ MAN IN LOVE/ pt. 2 / super junior


Author: AlvianyHwang

Title: MAN IN LOVE chap. 2

Cast:

+ Anne Keigo

+ Flo

+ Choco Park

+ Lee Hyuk Jae

+ Cho Kyu Hyun

+ Kim Ye Sung

+ Other SuperJunior members

Length: chapter

Genre: romance, life

 

NB:

So so so so long time aku gak posting FF chapter ku yang lain selain romance high school. Apalagi diribetin sama tugas kuliah dan kegiatan lainnya yang ngebuat aku gak sempet lanjutin semua FF. tapi karena aku juga gak mau ngecewain para readers yang udah capek2 buka web di fanfictionside ini jadi aku bakal tetep pasti ngelanjutin semua FF chapter no matter what happen! lol

Kali ini aku dateng lagi dengan FF lain yang juga termaksud FF kebanggaanku juga. FF pertama ku yang bergaya western gurih-gurih enyoy :3 (?)

Ada yang nunggu FF ini?

Aku berharap kalian suka sama FF ini ya khususnya yang suka sama Negara Prancis😉 and its totally hard for me to searchs  ‘bout that romantic country. Like their culture, governance and life style. Its so different from korea’s culture that more similar for me.

I hope im not fail to write this at all. And for readers, thanks for ur attention and ur comment on this FF. I dont want waste our important time now and

Check it out!

 606c35385343fbf2a88cecd9b07eca8064388f5c

 

***

 

Café les deux maggots terlihat semakin ramai ketika malam sudah menyelimuti langit kota Paris. Mungkin karena suasana di café itu semakin terasa nyaman ketika malam hari. Apalagi di dukung dengan music jazz yang teralun di audio café itu, semakin membuat pelanggan merasa nyaman untuk sekedar menikmati coffee di café itu.

 

“sudah jam 7 lewat. But he has not come.”

Kyuhyun, pria berambut coklat gelap itu mengecek kembali jam tangannya dengan muka suntuk.

Dua pria di hadapannya mengagguk dengan muka yang juga suntuk.

Sudah dari jam 5 sore mereka menunggu hingga jam 7 lewat tapi Yesung belum juga menampakan batang hidungnya.

“apa dia belum berubah?”

Kyuhyun menatap kedua temannya seraya mengaduk gelas milk shake ke-5 yang ia pesan.

Hyukjae balas menatap Kyuhyun dengan mata memicing.

“maksudmu Yesung?”

Kyuhyun mengagguk. Pertanyaan untuk mengisi kebosanan, tentu ia yakin tak ada yang berubah dari seorang Kim Yesung, kecuali model rambutnya mungkin.

“dia masih sama seperti dulu.  Masih mementingkan pekerjaan di banding cinta.” Canda Hyukjae.

“astaga. Masih seperti itu?”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“kau sendiri bagaimana? Sepertinya mempunyai hobi baru.” Hyukjae melirik kamera yang berada di samping Kyuhyun yang baru saja lelaki itu bersihkan lensanya. Kyuhyun ikut melirik kameranya.

“ah, sebenarnya tidak baru juga. ini sudah cukup lama semenjak setengah tahun aku di Korea.”

Kyuhyun meraih kameranya dan memasukannya kedalam ransel dengan hati-hati.

“sudah memotret apa saja di sini?” Tanya Sungmin dengan muka penasaran.

“aku baru memotret pemandangan di Jardin du Luxembourg. Disana suasananya sangat mendukung.”

 

“ohya? Boleh ku lihat hasil protretan mu?”

 

Kyuhyun tadinya sempat ingin mengagguk tapi ia teringat dengan sosok wanita yang tadi sempat ia potret. Dengan cepat Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

 

“eh? Kenapa?” Tanya Sungmin dengan muka kecewa.

 

“tidak. Hanya saja hasil ku masih jauh dari kata sempurna. Jadi aku terlalu malu untuk menunjukannya.”

 

really? Tapi aku pikir setting paris bisa membuat foto mu terlihat indah. Tunjukan saja pada kita, lagipula kita tak akan menertawaimu.” Hyukjae mengerutkan keningnya dan mengulurkan tangannya untuk meminta kamera Kyuhyun. Kyuhyun menggeleng menyembunyikan ranselnya di belakang dengan muka sedikit pucat.

“aneh…” gumam Hyukjae dengan tatapan menyelidik.

Memang dasar memiliki keingin tahuan yang besar, dengan gerakan cepat dan tanpa di sangka Hyukjae meraih ransel di belakang Kyuhyun dengan sukses. Kyuhyun melotot terkejut.

 

“HYUKJAE! Jangan bercanda!!”

 

i’m not kidding, man. Aku hanya ingin lihat hasil dari hobi baru mu ini. “ Hyukjae merogoh ransel Kyuhyun dan meraih kamera lelaki itu dengan senyuman menang. Sungmin hanya menggelengkan kepala melihat kebrutalan Hyukjae.

 

salut le gars!” (hi, guys!)

Suara lain menyeruak di antara mereka. Mereka menoleh.

Ternyata Donghae dan Shindong, sahabat mereka yang mempunyai janji dengan mereka.

Kyuhyun menggunakan kesempatan untuk meraih kamera dan ranselnya dari tangan Hyukjae dan menghela nafas lega. Hyukjae hanya mencibir kesal kearah Kyuhyun.

 

“aku kira Yesung.” Ucap Sungmin menopang dagunya.

Shindong dan Donghae duduk di bangku berhadapan dengan ketiga temannya itu. Menatap bingung. Dan Donghae malah sibuk mencari sosok kekasihnya, Anne.

“Yesung belum datang juga?” Tanya Shindong dengan muka bingung khasnya. Sungmin mengagguk bosan.

oh, geez. Anak itu. Apa mungkin dia ada urusan mendadak?” shindong melirik arloji di lengannya.

“dia akan langsung menghubungi kita jika itu terjadi. Pasti dia sedang dalam perjalanan.” Sahut Hyukjae juga dengan muka bosan.

Shindong mengalihkan tatapannya kearah Kyuhyun.

“AY KYUHYUN! Sa fait longtemps! Vous regardez plus mature” (its been a long time! Kau terlihat lebih dewasa sekarang) ucap Shindong menepuk pundak Kyuhyun. Donghae yang sedari tadi sibuk mencari Anne beralih menatap Kyuhyun juga.

paris que pensez-vous?” ( bagaimana Paris menurutmu?)

Tanya Donghae juga dengan tatapan usilnya menyenggol lengan Kyuhyun.

Kyuhyun menatap donghae dan Shindong satu persatu dengan tatapan datar.

 

“apa yang kalian bicarakan? Sadarilah. Aku tidak fasih berbahasa prancis, bodoh.” Omel Kyuhyun merenggut kesal.

“ah yes. Aku baru ingat. Maaf maaf, aku terlalu terbiasa menggunakan bahasa prancis sekarang.”

 

“me too.” Donghae mengangkat tangannya dan menjulurkan lidahnya mengejek Kyuhyun yang tampak bermuka masam. Shindong tertawa dan bertepuk tangan bersama Donghae. Ritual yang selalu mereka lakukan setelah selesai mengusili orang lain.

Kyuhyun mendengus, menyayangkan semua temannya yang tidak berubah sama sekali.

 

frère!” (kakak!)

Suara Anne terdengar nyaring. Gadis yang berdiri dari kejauhan itu dengan cepat berlari kearah rombongan laki-laki itu.

Shindong tertawa dan beranjak dari duduknya. Dengan cepat mereka berpelukan seperti tidak bertemu dalam waktu yang lama.

“kenapa gadis itu terlihat sangat senang?” Tanya Kyuhyun kepada Hyukjae dengan berbisik.

“tidak usah di pikirkan. Gadis itu memang gila.” Jawab Hyukjae malas.

“aku serius.” Gantian Kyuhyun menatap Hyukjae dengan tatapan dinginnya. hyukjae berdecak kesal.

“shindong dan gadis itu memang sangat dekat.” Ucap Hyukjae dengan nada malas.

“mereka berpacaran?” Kyuhyun sedikit terkejut dan kembali menatap Shindong dan Anne dan juga Donghae yang tiba-tiba bergabung.

“bukan. Anne dan Shindong itu seperti adik kakak yang sangat dekat. Pacar Anne itu Donghae.”

Kyuhyun tak menjawab. Ia melihat Donghae yang terlihat berusaha bersikap romantis pada Anne.

“cinta segitiga?” Tanya Kyuhyun menahan tawa. Hyukjae tidak menyahut, ia lebih memilih sibuk memainkan game di ponselnya dan menyesap kembali caramel macchiato coffee yang memang belum juga habis.

Kyuhyun menoleh kearah lelaki berambut blonde itu.

“kau terlihat kesal.”

Hyukjae melepaskan tatapannya dari layar ponsel dan menatap Kyuhyun dengan kerutan kening.

“maksudmu?” tanyanya bingung.

“entahlah. Hanya saja sikapmu terlihat tidak suka.”

“tidak suka dengan apa?” Hyukjae semakin mengerutkan keningnya. Ya, ia tahu apa maksud Kyuhyun. Tapi ia berusaha untuk tidak mengerti. Kyuhyun tersenyum menggoda Hyukjae dan menyenggol lengan Hyukjae. Hyukjae menjitak kepala Kyuhyun dengan dengusan dan kembali berkutat dengan ponselnya.

“oiya, wanita tadi. Dia teman Anne?” Tanya Kyuhyun setelah tadi sempat terbengong mengaduk-aduk milkshake-nya. Hyukjae kembali mengalihkan tatapannya dari layar ponsel.

“Choco? Gadis yang namanya sama dengan anjing ku itu?”

Tanya Hyukjae dengan tampang tak bersalah sama sekali setelah mengucapkan hal itu.

“she’s not animal.” Kyuhyun menatap Hyukjae dengan tatapan datar tak suka khas-nya. Hyukjae tertawa. “habisnya namanya mirip. Tingkahnya juga mirip dengan Choco. Apa gadis itu reinkarnasi manusia dari Choco?” canda Hyukjae dengan tawa geli.

“hey, aku serius.”

Hyukjae menghentikan tawanya dan menatap kearah Kyuhyun yang terlihat serius.

“kenapa kau sekarang senang sekali bersikap serius? Ayolah. Jangan menjadi seperti Yesung. Cukup dia saja.” Hyukjae menepuk-nepuk pundak Yesung dengan cengiran lebar.

“lagipula. Kenapa kau menanyakan wanita itu?” Tanya Hyukjae lagi menatap Kyuhyun. Detak jantung Kyuhyun seperti berhenti berdetak secara tiba-tiba. Ia tidak menjawab ucapan Hyukjae dan meraih sedotan Milkshake-nya. Meminumnya dengan wajah tegang.

“ah~ sepertinya aku tahu apa yang sedang terjadi padamu.” Hyukjae mengangguk-anggukan kepalanya tersenyum. Kyuhyun menatap Hyukjae dengan cepat.

“jangan berpikir yang tidak-tidak!” elak Kyuhyun dengan cepat, sekali lagi Hyukjae hanya mengangguk dengan senyuman ejeknya.

“ada apa?” sungmin kembali duduk di samping Hyukjae. Diikuti oleh Shindong dan Donghae serta Anne yang juga duduk di tengah-tengah antara Shindong dan Donghae.

Hyukjae tersenyum penuh arti kearah Kyuhyun.

you’ll die, hyukjae.”

Kyuhyun menatap lelaki blonde itu dengan tatapan seram.

“kenapa? Apa yang terjadi?” Shindong yang kini bertanya.

“ah tidak, tidak. Hey, Anne. Apa kau sudah lama berteman dengan Choco?” Hyukjae menopang dagu dengan kedua tangannya dan mencondongkan tubuhnya menghadap Anne. Anne mengerutkan keningnya.

“kenapa kau tiba-tiba bertanya tentang dia?” Anne menatap Hyukjae dengan pandangan tak suka.

“hanya ingin tahu saja. Mungkin… karena tertarik.” Hyukjae sekilas melirik kearah Kyuhyun. Ia begitu merasa menang ketika melihat tingkah Kyuhyun yang tampak gugup. Wajah memerah lelaki itu tidak bisa di sembunyikan dengan baik.

what? Are you kidding me? Sampai matipun aku tidak akan membiarkan kau menggoda dia!”

Wajah Hyukjae yang tadi penuh dengan senyum sumringah yang ditujukan untuk Kyuhyun berubah ekspresi ketika mendengar ucapan Anne.

“maksudmu? Memang apa hak-mu?”

 

“tentu itu hak-ku. Dia itu sahabatku. Aku tidak akan membiarkan dia terluka karenamu.” Anne menatap Hyukjae dengan dingin.

 

“kau yang bercanda padaku! Kau hanya melihatku dari sisi negative saja! Gara-gara kau seluruh wanita di Paris menganggapku sebagai seorang bajingan!”

 

“bukannya kau memang seperti itu??”

 

“APA!!?? KAU BILANG APA TADI!!??”

 

“hey- hey- kalian berdua hentikanlah. Benar-benar seperti tom and jerry saja.” Shindong berujar dengan suara tegas.  Donghae menahan tangan Anne agar kekasihnya itu bisa meredakan emosinya.

“dan lagi Hyukjae. Kurasa kau tidak perlu terlalu kasar dengan perempuan.” Ucap Shindong menatap Hyukjae.

“perempuan? Memang ada perempuan disini?”

Anne sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi karena sikap Hyukjae. ia hendak beranjak dan  mendobrak meja.

 

“Anne..”

 

Semua mengalihkan tatapannya kearah sang pemilik suara dan juga menghentikan apa yang ingin Anne lakukan.

Kyuhyun yang tadi terlihat santai menyerup milkshake-nya seketika terlonjak melihat sosok yang sudah berdiri dengan muka malu-malu menatap Anne.

Choco.

Hyukjae melirik kearah Kyuhyun dengan senyuman yang tak dapat di artikan.

Anne akhirnya beranjak juga. “ada apa, Choco? Apa ada yang tertinggal?” Anne mendekati temannya satu itu dengan ekspresi bingung.

 

“yeah. Aku rasa aku meninggalkan flashdisk-ku di kantormu.” Jawab Choco dengan suara pelan.

“ah benarkah? Kalau begitu nanti saja check-nya. Aku terlalu malas masuk kedalam kantor. Ayo kau duduk bersama dulu.” Ujar Anne dan duduk kembali di bangkunya dengan ekspresi malas.

 

“ah, aku bisa mengambilnya sendiri di kantormu.” Sahut Choco dengan cepat.

“baiklah. ambil saja.” Ucap Anne mengagguk seraya menopang dagunya.

Choco mengagguk tanpa menatap semuanya kecuali Anne. Ia pun berlalu kearah kantor Anne yang terletak di pojok kiri Café dekat dengan toilet wanita dengan langkah gugup.

 

“dia yang dari tadi Hyukjae sebut bernama Choco itu?” Tanya Shindong seraya menunjuk kearah Choco.

“yeah. Apa kau tidak pernah melihatnya? Donghae sudah kenal dengannya.” Jawab Anne.

“WHOAAA. Vraiment???!!! (benarkah??) pantas saja tadi kau melambaikan tangan santai padanya.” Hyukjae menatap kearah Donghae takjub.

“hati-hati Donghae berselingkuh dengan sahabatmu itu. Sahabatmu itu kan lebih manis darimu.” Ujar Hyukjae asal.

you jerk!” Anne memukul kepala Hyukjae kasar tanpa basa-basi. Dia sudah terlalu muak dengan sikap Hyukjae yang begitu menyebalkan baginya.

“awas jika kau main mata.” Anne menjulurkan kepalan tangannya kearah Donghae dengan wajah seram.

“ah comeon, babe. Pourquoi avez-vous lui faire confiance? So bad.” (kenapa kau harus percaya padanya) donghae memasang wajah memelas dan menatap Hyukjae dengan dingin. Hyukjae hanya menjulurkan lidahnya.

 

Tiba-tiba ponsel Sungmin bergetar. Ponsel itu di taruh di atas meja hingga getarannya terdengar oleh semuanya dan serentak semua langsung menatap kearah ponsel Sungmin.

Sungmin meraih ponselnya. Nama Yesung tertera di layar ponselnya.

“Yesung?” Sungmin lebih dulu menunjukan layar ponselnya kearah semuanya.

“angkat saja. Jangan-jangan itu telepon jika ia tidak bisa datang.” Ucap Hyukjae menggelengkan kepalanya dengan wajah kesal.

Sungmin mengangkat bahunya. Ia pun menyentuh tombol hijau di ponselnya dan mendekatkan layar ponselnya itu di telinga.

 

“kau dimana sekarang?” Tanya Sungmin langsung.

 

“aku di Eiffel sekarang.” Dari seberang telepon Yesung juga langsung menjawab. Sungmin mengerutkan keningnya.

“Eiffel? Apa yang kau lakukan di sana?”

Semua juga memasang wajah bingung mendengar ucapan yang keluar dari mulut Sungmin. Sungmin memutuskan memasang loudspeaker pada ponselnya agar semua bisa mendengar apa yang Yesung katakan.

 

“aku bosan jika bertemu hanya di café. Sekarang kalian lebih baik menuju Eiffel. Resto dekat 3 pohon ek sejajar, aku sedang berada di sini.”

 

“astaga. Padahal kami sudah menunggu mu sangat lama.” Ucap Sungmin dengan nada lemah.

“hey Yesung! Kau belum berubah! Masih saja melakukan segala hal seenakmu!” ujar Kyuhyun berdecak.

“kalau kau menyuruh kami menuju Eiffel, kau harus mentraktir kita makan juga.” sahut Shindong juga. semua langsung mengagguk setuju.

Dari seberang telepon terdengar decakan Yesung.

 

hanya tinggal kesini saja. Aku akan mentraktir kalian semua. Aku tunggu kalian semua dalam 5 menit. Kuputus teleponnya.”

 

Tut tut tut

 

Sambungan telepon langsung terputus. Semua menggelengkan kepalanya melihat sikap Yesung yang memang tidak pernah berubah.

 

“jadi bagaimana? Kita ke Eiffel sekarang?” shindong memecah keheningan.

“tentu saja. Kapan lagi bossman itu menraktir kita.” Ujar Hyukjae mengagguk cepat.

Semua juga menyetujui apa kata Hyukjae. Yesung sang bossman yang selalu tak punya waktu untuk bersantai berniat untuk mentraktir mereka di restaurant Eiffel? Itu sangat langka. Mungkin mereka harus berfoto setelah itu untuk mengenang moment yang jarang terjadi.

 

“kau ikutkan?” Donghae menatap Anne dengan wajah penuh harapan agar gadis itu mau ikut dan memiliki waktu bebas.

Anne sedikit berpikir. “mungkin aku bisa mengajak Choco agar dia bisa menemaniku.” Anne tersenyum kearah Donghae dan mencari-cari sosok Choco yang belum juga keluar dari ruang kantornya.

 

“hah, kau ikut? Merepotkan.” Celetuk Hyukjae tanpa menatap Anne. Tetapi anne bisa langsung tahu jika ucapan lelaki itu memang tertuju padanya. Tapi ia terlalu malas meladeni Hyukjae dan lebih memilih mencari sosok Choco.

Hyukjae diam-diam melirik kearah Anne. Tepatnya ke tangan gadis itu yang terus saja di genggam oleh tangan Donghae. Hyukjae mendengus wajah sinis. Tak sengaja hal itu di lihat oleh Kyuhyun yang tepat berada di sampingnya. Kyuhyun yang tadinya pucat setengah mati karena Anne berniat mengajak Choco sekarang hanya bisa menahan tawanya melihat sikap Hyukjae.

Kyuhyun menepuk bahu Hyukjae pelan hingga lelaki itu menoleh kearahnya.

“hyukjae, kita itu sama.” Ucapnya dengan senyuman yang sama seperti Hyukjae.

Dan Hyukjae hanya menatapnya dengan wajah bingung.

 

 

 

 

*

 

 

 

Flo menatap Yesung dengan ekspresi kesal setengah mati. Tetapi lelaki yang tengah ia pandang itu malah terlihat santai menatap sekitar di restaurant tempat mereka berada sekarang. Padahal lelaki itu hanya bilang kalau ia akan menemaninya sebentar dan lalu ia bisa cepat pulang. Tapi  tunggu, memang lelaki itu tidak mengatakan apa-apa selain harus menemaninya atau gaji-mu-ku-potong. Jelas lebih baik ia menemani boss-nya itu dengan sabar. Anggap saja menemaninya menunggu teman-temannya itu termaksud pekerjaan kantor juga.

Flo mengatur nafasnya mencoba bersabar dan menahan dirinya agar tidak melabrak boss-nya itu.

“aku haus.” Ucap Yesung secara tiba-tiba tanpa menatap kearah Flo. Flo tersadar lelaki itu berbicara dengannya. Ia menatap Yesung dengan kesal, tapi sekali lagi ia berusaha untuk bersabar.

Ia mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan restaurant. Pelayan wanita pun segera mendatanginya.

un refroidisseur de vin.” (satu wine dingin) ucap Flo seraya menunjukan satu jarinya sebagai isyarat. Pelayan itu mencatat pesanan dan lalu berlalu pergi dengan sikap sopan.

Flo menatap kearah Yesung, seperti berujar apakah lelaki itu puas dengan semuanya. Tapi Yesung seperti tidak menyadari dirinya yang terus menatap kesal kearah lelaki itu.

 

“ah hujan.”

Flo menoleh kearah jendela dan melihat rintikan hujan mulai jatuh sedikit demi sedikit. Flo diam menatap pemandangan di sekitar Eiffel. Banyak orang-orang yang tadinya asik berjalan-jalan atau duduk di bangku taman menghadap Eiffel mulai mencari tempat untuk berteduh.

Tatapan Flo tertuju kearah menara Eiffel yang bersinar menerangi malam di Paris. Flo menopang dagunya dan menatap menara Eiffel yang bahkan terlihat tetap indah meski di lihat saat suasana hujan seperti ini.

 

“kau suka Eiffel?”

Suara Yesung tiba-tiba terdengar setelah lama lelaki itu diam tanpa mengatakan apa-apa. Flo menoleh kearah Yesung, ternyata lelaki itu masih tidak menatap kearahnya. Flo memutuskan kembali menatap kearah Eiffel.

 

“yeah. Menara itu sangat indah ketika malam. Itu sebabnya saya sedikit lega saat anda mengajak saya ke Eiffel malam-malam seperti ini.”

 

Yesung mengalihkan tatapannya kearah Flo. Menatap lamat gadis yang membelakanginya itu.

 

“tapi aku tidak pernah menuju puncak Eiffel. Bahkan aku tidak pernah memasuki menara Eiffel. Rasanya sepi sekali jika harus menuju Eiffel seorang diri. Menatap indahnya kota Paris dari Eiffel hanya seorang diri.”

Flo melanjutkan kata-katanya dengan masih terus menatap kearah menara Eiffel yang menjulang tinggi dengan sinar lampu indahnya di setiap sisi.

 

“Eiffel itu benar-benar indah.” Sekarang Flo seperti bergumam sendiri tetapi Yesung masih bisa mendengar apa yang gadis itu ucapkan.

Entah kenapa Yesung seperti tidak bisa melepaskan tatapannya dari Flo. Ia berusaha mengalihkan tatapannya tetapi pada akhirnya bola matanya tetap mengarah kearah Flo tanpa bisa ia cegah.

Gadis itu. Rambutnya, wajahnya.. benar-benar membuat Yesung ingin terus menatap setiap sisi pada tubuhnya.

Gadis itu masih terus berceloteh dengan asik di antara suara gemericik hujan.

Yesung mengacak rambutnya sendiri dengan satu tangan.

 

ne pas me taquiner.” (jangan menggodaku)

 

Flo menghentikan celotehannya. Ia menoleh perlahan kearah Yesung.

 

 

 

Tes tes

 

 

Tes

 

 

Tes

 

 

Semua orang yang lewat sekilas melihat kearah Flo dan Yesung. Tetapi seperti sering melihat apa yang keduanya lakukan mereka kembali berjalan dan bersikap seperti biasa. Begitu juga pelayan yang mengantarkan wine di meja mereka. Bersikap biasa dan berlalu.

 

Flo, ia terpaku. Nafasnya tertahan. Bibirnya terasa lembab dan tak lagi dingin.

Yesung, ia tak memejamkan matanya. Tetap menatap mata Flo dengan mata tajamnya.

Yesung semakin mencondongkan tubuhnya kearah Flo dan membuat kedua bibir mereka semakin menempel. Seketika itu juga Yesung menggerakan bibirnya, melumat intens bibir gadis itu. Flo tak tahu harus melakukan apa, dia hanya bisa diam terkejut dengan apa yang Yesung lakukan. Yesung terus mencium bibirnya lama, lama sekali, sangat lama. Bahkan Flo merasa bibir lelaki itu membuat bibirnya kebas.

Yesung melepaskan ciumannya. Flo menatap Yesung dengan tatapan seakan bertanya apa maksud lelaki itu menciumnya.

Yesung menormalkan kembali posisi duduknya, membiarkan Flo masih terpaku memandangnya.

 

“HEY yesung! Astaga hujan! Tega sekali kau memanggil kami saat hujan seperti ini!!”
tiba-tiba suara segerombolan manusia terdengar dan menghampiri meja Flo dan Yesung. Yesung menyapa seluruh teman-temannya dengan sikap yang biasa saja. Dan Flo, gadis itu masih menatap Yesung tak percaya.

Apa maksud lelaki itu menciumnya?

 

“hey, siapa wanita ini?” Hyukjae menatap kearah Flo dengan memicingkan mata.

“apa dia pacarmu???” Shindong ikut menyahut dan menatap kearah Flo penasaran. Semua menatap takjub. Seorang Yesung memang tidak pernah terlihat bersama wanita selama ini.

Flo menatap kearah Yesung dengan debaran di dada yang tak bisa ia hentikan. Ia takut dengan setiap kata yang keluar dari mulut lelaki itu.

 

“dia sekretarisku.”

 

Flo terdiam mendengar ucapan Yesung. Kata-kata yang dengan mudah ia keluarkan usai mencuri ciuman pertamanya.

Tetapi Flo berusaha mengangkat wajahnya dan tersenyum.

“salam kenal, saya Flo. Sekretaris tuan Yesung.” Ucap Flo berusaha menormalkan nada suaranya.

Semua teman-teman Yesung menyahutnya dengan ramah. Flo juga tertawa dengan sopan seperti biasa, tanpa menatap kearah Yesung. Dan ia memang tak mau menatap kearah Yesung.

 

 

*

 

 

Setelah hujan reda, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar taman menara Eiffel.

Meski sudah pukul 8 lewat malam kawasan Eiffel masih saja ramai dengan turis dan pemusik yang seakan membuat kota Paris tidak pernah tidur.

Anne yang terus memeluk tangan Donghae dan berbicara mesra di antara langkah mereka. Shindong, Sungmin, Hyukjae dan Yesung yang saling mengobrol meski Yesung memang jarang mengeluarkan kata-kata. Choco dan Flo yang hanya bisa diam mengikuti langkah para manusia itu.

Choco menatap sekitar Eiffel di antara langkahnya. Ia tidak pernah berada di taman Eiffel ketika malam hari. Tatapan ingin tahunya terhenti pada sosok Kyuhyun yang tengah menenteng kameranya dengan wajah asik. Sambil berjalan ia memotret beberapa object yang berada di sekitar Eiffel.

Choco tetap menatap kearah Kyuhyun. Ia begitu yakin jika Kyuhyun lah yang memotretnya diam-diam saat itu.

Kyuhyun masih tetap asik memutar-mutar tubuhnya untuk mencari objek foto. Ia mungkin akan berjalan kearah lain jika Shindong tidak menarik kerah belakang coat-nya. Ketika ia kembali asik berputar kearah Choco dan mengarahkan lensanya ke setiap arah. Saat itu tepat lensa Kyuhyun mengarah kearah Choco yang tampak menatapnya. Kyuhyun terdiam, jantungnya berdegup kencang.

Ia tak menggerak-gerakan tubuhnya lagi dan menurunkan kamera dari mukanya. Menatap balik Choco yang juga masih terus menatapnya.

Choco sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya. Ia hendak berjalan kearah Kyuhyun, tetapi lelaki itu segera berbalik dan berjalan dengan cepat menghampiri Shindong dan yang lainnya. Choco terdiam menghentikan langkahnya.

Saat itu Flo yang masih berjalan di belakangnya ikut berhenti melihat Choco yang berhenti.

“kenapa kau berhenti?” Tanya Flo. Choco tersadar dan menoleh kearah Choco. Ia mencoba tersenyum. Choco pun kembali berjalan tanpa mengatakan apa-apa lagi meninggalkan Flo.

 

 

Hyukjae berjalan asal dengan wajah bosan.

 

“waah tumpah.”

 

Hyukjae menoleh ketika mendengar rengekan yang sangat ia kenal. Benar saja, ia sudah bisa menduga itu adalah suara Anne yang terlihat memanyunkan bibirnya di hadapan Donghae seraya menunjuk gelas cola-nya.

“aku akan membawakan satu untukmu, baby. Wait me, okay?” ucap Donghae lembut mengusap pelan rambut Anne. Anne tidak mengatakan apa-apa dan membiarkan Donghae berlari kearah lain.

“donghae mau kemana?” Tanya Shindong yang berjalan mendekati Anne.

“dia mau membawakan cola lain. Cola-ku tadi jatuh.” Ucap Anne dan kembali menunjuk gelas cola yang sudah tersungkur di tanah. Anne meraih gelas cola itu dan membuangnya di tong sampah terdekat.

Hyukjae mendengus melihat wanita itu.

 

“apa kau tidak bisa mendapatkan cola itu sendiri?” ujar Hyukjae tiba-tiba.

Anne menatap kearah Hyukjae. Semua memasang ekspresi datar, seakan sudah tidak aneh lagi jika harus melihat perang dunia di antara kedua anak manusia itu.

“aku tidak memintamu. Jadi kau diam saja.” Ucap Anne ketus.

Hyukjae memutar bola matanya. “dasar perempuan manja.”

Anne kembali menatap kearah Hyukjae.

“apa katamu???”

 

femme gatee.” (gadis manja) ucap Hyukjae dengan cepat dan dengan wajah yang menyebalkan.

“kau itu sangat manja. Kasian Donghae selalu di repotkan olehmu. Setiap pagi dia café mu untuk mengucapkan selamat pagi tapi kau selalu bersikap seperti orang kerepotan. Giliran kau membutuhkannya seperti sekarang, sikapmu sok manja seperti itu. Aku yakin Donghae juga sudah muak denganmu.”

 

“hyukjae. Apa yang kau katakan.” Shindong menyentuh pundak Hyukjae agar lelaki itu sadar dengan apa yang ia ucapkan. Hyukjae menatap Anne yang diam menunduk. Ia sedikit terkejut dengan sikap Anne, ia kira gadis itu akan membalas ucapannya seperti biasa. Tetapi ia malah diam. Apa kata-katanya tadi sudah keterlaluan?

 

“anne. Ini cola-nya. Kau kenapa?”

Donghae tiba-tiba sudah datang dengan membawa segelas cola. Ia menatap Anne dengan khawatir ketika gadis itu menunduk.

Tiba-tiba Anne meraih gelas cola dari tangan Donghae. Hyukjae memundurkan langkahnya takut-takut jika gadis itu tiba-tiba berlari kearahnya dan mengguyur dirinya dengan gelas berisi cola.

 

BYUR

 

Semua terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat. Begitu juga dengan Hyukjae. Dan juga Donghae.

 

Tubuh Anne yang terlihat basah kuyup karena ia menyiram dirinya sendiri dengan cola. Semua tak bisa berkata apa-apa.

Beberapa orang yang lewat di hadapan mereka dan melihat apa yang Anne lakukan pada dirinya sendiri. Mereka menempatkan jari mereka di dahi, tanda jika mereka menganggap Anne gila. Beberapa ada yang menertawai Anne.

 

Anne berlalu dengan langkah kesal meninggalkan mereka. Donghae yang tadi sempat terkejut akhirnya berlari mengejar Anne.

 

Hyukjae masih diam. Ia shock dengan apa yang di lakukan Anne.

 

“apa tadi ucapanku keterlaluan?” Tanya Hyukjae masih terbengong.

 

“sangat keterlaluan.” Shindong, Kyuhyun dan Sungmin menjawab dengan kompak.

 

Flo juga menatap punggung Anne yang berlari semakin menjauh.

 

 

 

 

 

*

 

 

 

Akhirnya sudah waktunya Flo pulang dari kegiatan menemani Yesung bersama teman-temannya. Meskipun apa yang Yesung katakan yang hanya sekedar menemaninya makan bersama teman-temannya dan lalu pulang adalah kebohongan, tapi setidaknya ia tetap menerima gajinya dengan keadaan utuh di akhir bulan nanti.

 

Yesung menghentikan mobilnya tepat di rumah sederhana Flo yang terletak di perumahan pinggir Paris. Kawasan yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk Paris yang begitu bising.

Flo menoleh kearah Yesung. Lelaki itu diam tak menatapnya, ia memejamkan matanya. Sepertinya lelaki itu tengah menikmati suasana sunyi yang memang jarang ia temukan.

Sialnya Flo kembali ingat ketika Yesung menciumnya secara tiba-tiba. Flo membuang tatapannya dengan muka merah. Padahal ia berusaha tidak mengingatnya lagi, tapi setiap kali ia melihat wajah Yesung adegan itu seperti terulang-ulang di benaknya.

 

“tak ada yang aneh dengan apa yang kita lakukan di restaurant tadi.”

 

Ucapan Yesung terdengar di tengah sunyinya malam perkomplekan.

 

“apa menurutmu berciuman itu hal yang tabu di sini?” yesung menatap Flo dengan mata sipit tajamnya. Flo, gadis itu tidak bergeming mendengar ucapan Yesung.

 

“aku tahu kau tidak memiliki naluri budaya barat di sini. Ku dengar kau juga mengalami culture shock juga kan?”

 

Masih tidak ada jawaban dari Flo. Yesung mendecak.

 

“kau begitu kenakak-“

 

PLAK

 

Yesung diam terpatung menatap Flo. Pipinya terlihat memerah akibat tamparan dari Flo.

Mereka terdiam dalam waktu yang lama.

Hingga Flo mengangkat wajahnya yang tadi sempat tertunduk. Ia menyunggingkan senyumnya yang selalu ia tunjukan.

 

“terimakasih untuk mala mini pak boss, have a nice night.” Ucap Flo dengan nada ceria. Ia turun dari mobil Yesung dan lalu berlalu begitu saja meninggalkan Yesung yang masih terbengong.

Flo, gadis itu sudah tidak perduli lagi dengan ketidak sopanannya menampar bos-nya sendiri. Ya, Yesung memang boss-nya. Ia harus sopan. Tapi status bukanlah suatu hal yang bisa di jadikan alasan untuk lelaki itu bisa melakukan segala hal padanya.

 

Termaksud menciumnya.

 

 

 

 

To be continued

About fanfictionside

just me

5 thoughts on “FF/ MAN IN LOVE/ pt. 2 / super junior

  1. “she’s not animal.” Kyuhyun menatap Hyukjae dengan tatapan datar tak suka khas-nya. Hyukjae tertawa. “habisnya namanya mirip. Tingkahnya juga mirip dengan Choco. Apa gadis itu reinkarnasi manusia dari Choco?” canda Hyukjae dengan tawa geli. (dari kmaren author nya demen bgt nyari gara2 ama gua (?) )
    kurang panjang thor T_T suka bgt ama karakter kyu! :*

  2. Nah! <<~kek icha
    gitu dong thor! Improved your english so i can trust u klo lu selama ni pergi kuliah juga ternyata(?) *plakbuag
    jangan bahasa mampang juga dikasih liat di NB(?) ㅋㅋㅋㅋ

    itu kyu ga mencret apa minum 5 gelas milkshake(?)
    kyumin moment!!!! (gua bukan shiper nya tp biar heboh aje)
    itu si unyuk bukan.karna rasa keinginantahuan nya yg besar,emang dasarnya ja monyet jd geraknya cepet(?)
    kyu bego sumpah pas nanya nanya hubungan shindong anne ma donghae. Cinta segitiga? Pea maksimal *dikasihduitsamasiwon
    btw gua jadi inget siwon nih! Siwon mana nih thor?!?! Gua penasaran siwon jadi apaan disini
    wakwak si choco disamain ma anjing~~
    donghae ketauan oon nya nih. Masa pacaran sama anne?? Oon kan(?) *plak
    si shindong masih inget ja ma makan=_=
    yesung mengacak rambutnya <\\\<
    apabanget itu tuan yesung… Ga cocok(?)
    itu si hyuk ngerusuhin anne gegara dia suka ma anne atau donghae sih?!?! *shipperkumat hahaha
    gua juga ikutan marah masa pas yesung bilang ciuman td ga da apa"nya. Trus gua nyesek ini…
    Siake nih authornya. Gua tidur dengan.perasaan gini kan ngok banget=_=
    kurang panjang thooorrr~~~~
    gua sekali tarikan napas selsai bacanya(?)

    gua suka semua karakter disini. Pas banget sama yg aslinya :')
    kangen SJ lah pake banget..
    Take ur time thor. Gpp kok lamaan tapi harus panjang jadinya xD
    파이팅 yo!

  3. hyuk ma kyu sama2 naif y…
    suka pi g bisa bilang dg gamblang

    itu juga bang yeye, bilang itu kiss gda apa2x tpi mlah tergoda sama neng flo
    rasain tuh jurus tapak tangan flo kkkk

    iy, q suka ma settingx… paris in love
    jgn lma2 publish lanjutanz y thor

  4. Waaahh cukup shock sama apa yg Yesung oppa lakukan, main cium” trus blg itu hal biasa ckckck
    Mpe ditampar gtu..

    G nyangka klau Anne akan mengguyur dirinya ndiri, kirain bkalan siram Eunhyuk.. Diluar dugaan😀

    Keren thor.. Dtunggu part 3 nya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s