FF/ MY LOVE, MY SISTER/ BTS-BANGTAN/ pt. 3 FINAL-END


Title : “My Love, My Sister” [Part 3]
Author : intan @sena_kuki
Main Cast : Han Se Na (OC) , Park Jimin (BTS),
Support Cast : Jeon Jungkook (BTS), Kim So Hyun, Melanie Aurora Lee (Chocolat)
Rating : T (17+)
Genre : romance, comedy, school, angst-
Diration : 1-3 Part.

My Love, My Sister (Poster)


*warning part-3 cukup sensitive jadi ini memang hanya untuk 17 tahun keatas, author tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu karena para dongsaeng author yang membaca ini..* author 97line, 2bulan lagi baru 17*plaaaaaak ._.V

“sena-ya.. hentikan ucapanmu, kau baru saja melukai perasaan seseorang..” gumam sohyun pelan namun dapat didengar oleh sena karena sohyun yang berdiri dibelakangnya.
Sena tidak mengacuhkan peringatan sohyun dan memilih untuk pergi meninggalkan ruangan basket, semua orang pun berangsur-angsur meninggalkan ruangan tersebut untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Sena duduk dikelasnya dan melihat kearah sampingnya, terlihat kursi jimin yang kosong, juga tidak ada tasnya disana.
“apa dia sedang bolos.?” Gumam sena pelan.
“sena… gwaenchana..?” Tanya jungkook yang tiba-tiba datang ke kelas.
“nde gawanechana, gumawo kau mengkhawatirkanku, jungkook apa kau sudah meminta maaf pada sohyun.? Kau tau ternyata orang pintar mempunyai jalan pikir yang sangat berbeda dengan kita, dia tidak seperti yang orang lain pikirkan, dia tidak sombong, dia hanya kesepian..”
“nde.. aku akan meminta maaf nanti..”
“apa kau melihat jimin.?”
“jimin.? terakhir aku melihatnya saat di ruangan basket, setelah itu aku tidak melihatnya lagi..”
“tasnya tidak ada apa dia bolos.?”
“nde.? Lalu bagaimana denganmu.?”
“apa maksudmu denganku.?”
“kau akan sendirian pulang karenanya, kalau begitu aku akan mengantarmu pulang sena-ya..”
“gwaenchana, aku merepotkanmu, aku bisa naik taksi…”
“kau selalu begitu, kau selalu menolak niat baikku, jika kau khawatir dengan perasaanku padamu maka jangan menatapku sebagai mantan pacarmu, tapi tatap aku sebagai teman lama mu..” ucap jungkook tulus.
“hhmm.. baiklah..” sena tersenyum kepada jungkook menandakan setuju untuk pulang bersama.
“sena-ya.. apakau benar-benar menyukai jimin.? bukankah dimalam itu kau mengatakan bahwa kau mulai menyukainya.? Tapi sekarang kau bilang hanya sebatas saudara.?”
“nde.. kami hanya saudara..”
Jungkook tersenyum pasrah mendengar ucapan sena yang mantap tersebut.
–o
Jungkook sampai didepan rumah jimin dan membukakan pintu pagar untuk sena.
“kurasa jimin belum pulang, kau tidak takut sendirian dirumah.?” Tanya jungkook khawatir.
“geokjeonghajima jungkook-ah, saat pertama kali memasuki rumah ini aku juga sendirian, hehe “
“baiklah sampai jumpa besok, kurasa hari-harimu akan menjadi seperti biasa lagi, kau tidak perlu khawatir dengan murid lain yang akan mengganggumu..”
“jungkook-ah gumawo..” sena memancarkan senyuman manisnya pada jungkook.
Jungkook melambaikan tangannya pada sena dan meninggalkan sena. Saat akan memasuki rumah terdengar suara cegukan dari arah belakang. Sena yang sedang membuka kunci rumah langsung menoleh kebelakangnya untuk melihat apa yang terjadi, terlihatlah jimin yang sedang cegukan dengan badan yang tampak tidak seimbang. Jimin tidak memakai seragam sekolahnya tapi hanya celana sekolah dan baju kaos biasa dan menyandang tasnya asalan, tercium bau alcohol dari tubuh jimin.
“jimin.?? kenapa kau seperti ini..?” sena langsung mmenghampiri jimin, melihat jimin hanya mengenakan kaos pendek sena membuka jacket nya dan memasangkannya pada jimin.
“kau pulang dengannya..? bahkan kau pulang dengannya kerumahku.?”
“apa yang kau bicarakan cepat masuk..!!!” sena menarik jimin dengan kesal untuk masuk kerumah.
“apa ini yang selalu kau lakukan jika orang tuamu tidak dirumah.? Sejak kapan kau mulai minum seperti ini.? Jika kau ingin minum sampai mati sebaiknya kau minum saja dirumah, itu lebih baik jika kau minum diluar..!! tidak perlu menggendongmu, aku hanya menyeretmu dari sini untuk menguburmu..!! aiiiisshh…”
“sena-ya… jangan berteriak padaku.. kau membuatku terluka lagi..” jimin memeluk sena erat.
“jimin-ah.. apa yang kau lakukan, kau sedang mabuk, kau bau.. lepaskan..” sena berusaha melepaskan pelukan jimin namun tetap tidak bisa karena jimin terlalu kuat untuk urusan memeluk.
“kuantar kekamar, kau jangan tidur disini..!! kau berat jimin..!!!” sena mulai kesal dengan jimin, kekesalan sena tambah memuncak karena jimin muntah dibahu sena.
“jimiiiiinnn…!!! Aishh jinjja….” Sena menidurkan jimin disebuah sofa santai yang cukup besar, yang bisa digunakan untuk tempat tidur
Senapun pergi kekamarnya untuk membesihkan badannya yang terkena muntahan jimin, lalu mengganti pakainnya dengan sebuah sweater wol tebal dan tidak lupa untuk membawakan pakaian hangat untuk jimin juga sebuah bantal dan selimut tebal, karena sena tidak kuat untuk membawa jimin kekamarnya yang ada dilantai atas lebih memilih untuk menidurkannya di sofa santai saja. Sena membersihkan wajah jimin dan tangannya yang terkena muntahan itu dengan air hangat secara hati-hati agar tidak menganggu tidur jimin yang nyenyak karena meminum alkohol.
Saat membersihkan bagian bibirnya sena merasa canggung untuk melakukan hal itu. Sena lebih memilih untuk membersihkan mata jimin terlebih dahulu. Sena terdiam memandang jimin yang tengah tertidur dengan nyenyaknya, wajahnya terlihat lucu saat tidur. Sena merapikan rambut jimin dan juga poninya. Sena merasakan rambut jimin yang lengket mungkin karena muntahan tadi, sena mendekat kearah kepala jimin dan membersihkan rambut jimin dengan pelan agar tidak mengganggu tidur jimin namun posisinya terlihat tidak nyaman karena wajah mereka terlihat sangat berdekatan, namun sena tidak menyadari hal itu dan terus melanjutkan kegiatannya untuk membersihkan rambut jimin.
Setelah selesai membersihkan rambutnya, sena berhenti sejenak untuk menatap wajah jimin lebih dekat.
“kau tampan saat tidur…” gumam sena.
“jinjja.?” Ucap jimin tiba-tiba namun tetap memejamkan matanya membuat sena sangat heran, sena berusaha mengalihkan pandangannya dari wajah jimin, namun jimin langsung menarik kedua tangan sena yang bertumpu disofa itu dan membuatnya terbaring sempurna di atas sofa tersebut.
Jimin membuka matanya dan dengan sigap memiringkan tubuhnya lalu menahan kedua tangan sena dengan kedua tangannya lalu mengunci tubuh sena dengan sebelah kakinya. Sena terlihat sangat gugup dengan perlakuan jimin padanya, sena berfikir apakah jimin mempunyai 2 kepribadian yang berbeda di siang hari dan malam hari.?
“jimin.? apakau sudah tidak waras.? Jimin apa yang kau minum tadi.? Kenapa kau….” Tanpa aba-aba jimin langsung mencium bibir sena dengan ganas, sangat berbeda dengan ciuman malam kemaren yang terasa sangat manis bila diingat yang membuat sena tidak bisa tidur semalaman karenanya. Ciuman jimin semakin liar merembes kedagu bahkan keleher putih sena dan membuat sebuah kissmark ditepi tahi lalat sena yang berada disekitar tulang bahunya.
Sena mengenggam erat kedua tangan jimin dengan kedua tangannya yang telah dikunci olehnya. Sena mngerinyutkan keningnya tidak percaya pada apa yang dilakukan jimin, sena mendesah seksi menahan kenikmatan yang diberikan jimin padanya, walaupun setengah sadar jimin tidak lupa pada nafsunya untuk berbuat hal yang seperti itu. Jimin kembali melahap bibir sena menjilati dan memasukkan lidahnya dengan paksa kemulut sena, walaupun sena tidak membalas ciuman dari jimin tapi itu cukup membuat jantung sena hampir copot karenanya.
Jimin melepaskan ciumannya dan memberi celah untuk sena agar mengambil nafas lebih banyak. Sena langsung menarik nafas dalam-dalam dan belum sempat untuk menghembuskannya kembali jimin mengulangi ciumannya yang penuh nafsu itu pada sena. Kali ini sena mulai menerima ciuman jimin, sena memejamkan matanya, sesekali ikut memainkan lidahnya pada mulut jimin agar lebih memperdalam ciumannnya. Jimin yang sadar dengan perlawanan dari sena mulai melepaskan tangan sena dan dan mengangkat tengkuk sena dengan tangannya agar ciumannya semakin dalam dan sena juga ikut menahan tengkuk dan punggung jimin.
Jimin mengakhiri ciuman panasnya dengan dua kali kecupan singkat dibibir sena dan kedua mata sena, dan hal itu sukses membuat jantung sena semakin berdetak kencang dan nafas yang tersengal-sengal.
“ji..jimin-ah.. kenapa kau seperti ini..” gumam sena.
Jimin menarik tangan sena kepinggangnya agar memeluknya lebih erat dan jimin juga memeluk sena erat ke dada nya. Sena terlihat sangat gugup dengan posisi yang seperti ini.
“jimin, ini terlalu jauh.. kau sedang bermimpi.. lepaskan..” ucap sena mendorong tubuh jimin.
Namun jimin semakin mempererat pelukannya dan mengelus puncak kepala sena.
Sena pasrah dengan tindakan jimin dan lama-kelamaan pelukan jimin berangsur melemah menandakan dia sudah mulai tertidur, sena yang berada dipelukan jimin mendongak untuk menatap wajah jimin namun nafas jimin terasa terhembus kemata sena dan tanpa sadar sena tersenyum malu merasakan hembusan nafas jimin.
“aku memang tidak bisa menghindarimu jimin, kau benar sohyun aku memang bodoh..” gumam sena kemudian memeluk jimin sambil tersenyum malu dan mengingat kejadian tadi siang.
Flashback..
“hh.. kau benar-benar bodoh, pantas saja kau tidak bisa mengalahkanku, kau fikir aku sangat fanatik untuk menyukai jimin, jika sudah terlihat dia tidak menyukaiku dan menyukai orang lain untuk apa aku menghalangi nya.? Itu sama saja penolakan secara halus darinya untukku, dan kau fikir aku akan marah dan dendam padamu ataupun dia.? Betapa menyedihkannya diriku semua orang telah memandang rendah padaku, kufikir jimin juga seperti itu, lupakan semua ini..” sohyun berdiri hendak meninggalkan sena.
“sohyun.. gumawo, jimin dia tidak akan menganggabmu seperti itu, aku akan mengatakan padanya, aku akan menjelaskannya padanya.. sehingga tidak akan ada salah paham diantara kita..” ucap sena tulus.
“apa kau pura-pura bodoh sena..?” tanya sohyun heran menatap serius pada wajah sena.
“nde.?”
“kau sudah tau jika jimin menyukaimu, dan kenapa kau menghindarinya.? Dilihat dari sikapmu kau terlihat mulai menyukainya walaupun sedikit..”
“apa yang kau bicarakan..?”
“kau fikir aku bodoh.? Aku bisa mengetahui pikiran orang dari tingkahnya, kau berusaha menghindari jimin agar kau jauh dari masalah, dan seperti sekarang masalah sekecil ini kau sangat takut.? Dan kau langsung menyerah dengan perasaan itu.?”
“sohyun, apa maksud ucapanmu…?”
“sudahlah.. itu urusanmu, jika kau memang berusaha tidak menyukainya itu urusanmu..” sohyun pergi mennggalkan sena yang tertunduk memikirkan ucapan sohyun yang ada benarnya.
Flashback end..
“kurasa memang begitu, aku takut dengan masalah sehingga aku berusaha lari dari kenyataan, kenyataan bahwa aku mulai menyukaimu jimin, tapi aku memang takut pada masalah…” sena berbicara pelan pada jimin dengan posisi wajahnya yang tertempel pada dada jimin.
–o
“sena-ya..!!! jimin-ah..!!! kenapa kau mengunci pintu dari dalam..? buka pintu.. yya..? apa kalian sudah bangun..?? yyaa..??” terdengar suara dari intercom dan itu adalah suara ibu jimin yang sepertinya sudah kembali dari luar kota.
Jimin dan sena yang masih tertidur dengan posisinya yang tadi malam perlahan-lahan mulai membuka matanya, jimin lebih dulu membuka matanya dan meringis karena kepalanya yang terasa sakit, karena ringisannya tersebut senapun terbangun dari tidurnya yang sedang memeluk pinggang jimin. merasakan suatu pelukan yang semakin erat dipinggangnya jimin menoleh kebawah dan melihat sena sedang memeluknya. Sena yang tersadar sedang memeluk seseorang mengadahkan kepalanya betapa terkejutnya mereka berdua dengan posisi mereka.
Sena dan jimin langsung terduduk dan saling membulatkan mata mereka karena terkejut, Jimin memperhatikan sekitarnya terlihat sebuah ember kecil berisi air yang digunakan sena sebagai tempat air hangat untuk membersihkan tubuh jimin yang terkena muntahan tadi malam, jimin berusaha mengingat sesuatu dan memegang kepalanya yang terasa sangat sakit karena efek alkohol tadi malam, lalu jimin melihat selimut dan beberapa pakaian hangat yang jatuh dari sofa yang sekarang didudukinya, sweater sena yang tidak rapi karena perbuatan jimin tadi malam memperlihatkan bahu sena dan juga lehernya yang dipenuhi kissmark oleh jimin. Sena menyadari arah pandangan jimin dan ikut melihat bahunya, betapa terkejutnya sena melihat bahunya dipenuhi noda merah yang tidak diketahui sena itu karena apa, karena tadi malam lampu tidak dihidupkan, hanya diterangi oleh cahaya bulan purnama sena tidak menyadari noda merah itu berasal dari ciuman ganas jimin, dan dipagi hari yang terang sena menyadari hal itu, pagi hari yang terang.??
“yya.. ini sudah jam berapa apa kau tidak sekolah..!!??” sena teriak cukup keras dan membuat ibu jimin yang berada diluar mendengar teriakan sena.
“apa mereka telat bangun..?” gumam ibu jimin diluar kepada tuan park suaminya.
“yyya..!!! apa kalian telat bangun..? yya..!! ppalli buka pintu..!!” ibu jimin berteriak kembali di intercom membuat sepasang manusia itu semakin panik, mereka dengan tergesa-gesa langsung membersihkan ruangan yang ‘dirusakinya’ tadi malam, dan jimin berjalan kedepan untuk membuka pintu karena kedua orangtuanya sepertinya sudah menunggu terlalu lama diluar, namun langsung dicegah oleh sena.
“apa kau mau mati.? Jika ayahmu mencium bau alkohol itu dari tubuhmu kau akan mati..!!” ucap sena pelan sambil menarik tangan jimin, jiminpun dengan polos menatap sena dan menciumi bau badannya.
“ahh.. kepalaku..” rintih jimin memegang kepalanya lagi.
“itu karena kau minum cukup banyak semalaman, nanti kita bicarakan hal itu, kita sudah terlambat, kau cepat mandi aku akan membukakan pintu..” sena berjalan kearah pintu depan.
“jamkkanman..!! aku tidak ingat leher mu itu karena apa tapi kau tetap harus menutupinya…” jimin melingkarkan sebuah scraft pendek dileher sena membuat sena salah tingkah.
“yya.. kalian benar-benar telat bangun, lalu kalian akan sangat telat untuk kesekolah, kenapa kalian bisa kesiangan seperti ini eoh..?”
“mianhamnida ahjumma, tadi malam kami belajar cukup keras untuk tes nanti siang sehingga kami ketiduran..”
“kau belum mandi.? Cepat mandi dan kesekolah…” saran ayah jimin.
“nde ahjussi..” sena segera berlari untuk mandi.
–o
Seperti biasa sena berangkat ke sekolah dengan motor jimin, kali ini jimin membawa motor cukup kencang membuat sena ketakutan dan memeluk erat pinggang jimin.
Mereka sampai tepat waktu disekolah ketika sampai diparkiransekolah, bel kelaspun berbunyi. Sena segera turun dari motor jimin dan memberikan helmnya pada jimin. jimin ikut membuka helmnya dan menerima helm dari sena lalu meletakkannya di motornya.
“berputarlah..” perintah jimin.
“mwo..?”
Jimin berdiri dar imotor dan memegang kedua bahu sena sedikit menunduk dan memperhatikan wajah sena dengan rinci, beralih kebagian bawah, lalu leher sena.
“yya..!!!” sena menendang tulang kering jimin membuat jimin meringis sambil meloncat-loncat memegang kakinya.
“apa yang kau lihat…!!” sena memukul-mukul punggung jimin, jimin dengan sigap menangkap kedua tangan sena lalu memegang kedua bahu sena lagi dan memutarkan badannya.
Jimin mengeluarkan sebuah plester dari sakunya.
“aku tidak tau noda merah itu karena apa, tapi untuk menghindari kesalah pahaman kau tetap harus menutupinya..” ucap jimin sambil menempelkan plester itu di bagian leher sena tepatnya dibawah telinga sena, untuk menutupi bekas kissmark dari jimin.
“n..neo..?” sena sangat gugup mendengar ucapan jimin, apa dia melupakan kejadian semalam..? dia hampir saja sangat lepas kendali, jika saja dia tidak terlalu mabuk dia akan berbuat lebih dari itu kurasa, pikir sena.
Sena yang sangat kesal dengan tingkah jimin yang terlihat lupa dengan kejadian semalam pergi meninggalkan jimin dengan kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya, dan mengelus-elus lehernya yang sudah ditempeli plester bergambar love-love kecil berwarna pink.
Sena tidak bisa konsentrasi saat belajar karean jimin yang duduk disampingnya, walaupun tidak satu meja tetap saja mereka berdampingan. Sena terus memegang lehernya, menggigit-gigit bibirnya, menggaruk-garuk dagunya bahkan memeluk badannya sendiri seperti kedinginan.
Jimin yang berada disampingnyapun menyadari tingkah sena dan walaupun tingkahnya terlihat biasa saja, namun matanya mengerjap-ngerjap seperti sudah mengingat kejadian tadi malam. Jimin memegang bibirnya dan memperhatikan telapak tangannya. Lalu memperhatikan sena yang sedang memegang lehernya.
“aku benar-benar melakukannya semalam..” gumam jimin cukup keras sehingga terdengar oleh kim seonsaengnim yang sedang menuliskan soal di papan tulis, dan pastinya terdengar jelas oleh sena yang duduk disampingnya. Murid-murid heran menatap jimin.
“apa kau mengerjakan soal ini semalam.? Kalau begitu kau kerjakan nomor 2…” perintah kim soensaengnim pada jimin yang terlihat sangat gugup.
“seon..seonsaengnim.. kepalaku sangat sakit, bolehkah aku ke UKS untuk mengambil beberapa obat..?” ucap jimin.
“kepalamu sakit.? Oh kau tidak bisa sendiri kalau begitu, hhmm sena kudengar kau dekat dengan jimin, kau antar dia ke UKS bagaimana jika dia pingsan di koridor, ppalli..??”
“mwo..? naneun..?” sena menunjuk dirinya dan menatap jimin tidak percaya begitu pula sebaliknya.
Jungkook, sohyun dan Melanie heran menatap mereka berdua, sena dan jimin terlihat canggung satu sama lain.
Karena sohyun menatap sena dengan tajam, sena takut sohyun menyadari sesuatu sehingga sena langsung berdiri dan menarik tangan jimin untuk membawanya ke UKS.
………
“kepalamu benar-benar sakit atau pura-pura sakit.?” Tanya sena kesal sambil memberikan obat dan segelas air putih pada jimin.
“molla.. ini mungkin karena aku minum soju 5 botol semalaman….” Ucap jimin polos.
“mwo..? 5 botol.? Kau mau mati.? Kenapa kau meminum begitu banyak soju.? Kau pulang tanpa baju hangat, apa kau benar-benar mau mati.?” Sena sangat geram dengan tindakan sena sehingga sena memukul kepala jimin cukup keras.
“yya..!! appo..!!”
“itu belum seberapa dari kejadian semalam, kau hampir membuat ku mati, jantungku hampir copot.. bagai….”
“hentikan…” jimin segera berdiri dari ranjang UKS dan meninggalkan sena agar tidak melanjutkan ucapannya tentang kejadian semalam, yang pasti membuat jimin malu, bagaimana mungkin dia bertindak terlalu agresif pada sena semalaman.? Pikir jimin.
Ternyata jimin pergi menuju atap sekolah, jimin mengusutkan rambutnya frustasi.
“eotteokhae… apa yang telah kulakukan padanya…? Kenapa aku tidak pandai mengontrol diriku aishh….”
“malam itu bukan aku yang melakukannya, yang tadi malam itu adalah alam bawah sadarku.. aku benar-benar tidak berfikir melakukan hal itu, aku hanya ingin menciumnya sebentar saja.. tapi.. tapi kenapa ada banyak kiss mark disana…” jimin mengusuti rambutnya lagi.
Jimin berusaha mengingat kembali kejadian semalam, teringat saat jimin melepaskan ciumannya dan memberikan celah pada sena agar menarik nafas namun jimin langsung menciuminya lagi dengan ganas dan pada saat itu sena ikut memainkan lidahnya bahkan menahan tengkuk jimin, dan terngiang dikepala jimin kata-kata sena..
‘kau tampan saat tidur’
‘lepaskan.. hentikan..’
‘kau sudah tidak waras jimin.!’
‘aku memang menyukaimu, aku lari dari kenyataan..’
Ingatan yang terakhir sukses membuat jimin terdiam. Mwo.? Lari dar ikenyataan..? jimin bergumam cukup keras karena tidak percaya.
“YYYA….!!!!” Terdengar teriakan dengan suara yang tidak asing bagi jimin, itu adalah suara sena.
“yya.. sena.. sejak kapan kau berdiri disana.? Kau suka menguping.?”
“menguping.? Sepertinya aku harus menjelaskan kejadian semalam padamu agar kau pura-pura tidak ingat lagi dan menganggabku yang menerimamu begitu saja.. itu tidak benar..!!!! aiishh…..” teriak sena kesal.
“tapi aku mengingat sesuatu.. saat itu kau mengatakan kau menyukaiku dan kau lari dari kenyataan.. kenyataan apa maksudmu.?”
“DWAESSEO..!!!” sena berteriak kesal pada jimin agar menghentikan ucapannya karena sena pasti sangat malu itu terungkap pada keadaan yang sedang sangat tidak menyenagkan ini.
“jam kim seonsaengnim sudah habis, kau tidak ikut olahraga..!! hari ini pengambilan nilai untuk volli…” sena langsung berbalik dan menuruni tangga.
Sena sangat gugup sena terus menggigiti bibirnya saking gugupnya dia terus memegang kedua pipinya yang mulai memanas. Saat akan menuruni tangga sena hampir saja terjatuh dan berguling ditangga karena tidak sengaja menginjak tali sepatunya yang terlepas, untung saja ada seseorang yang segera menarik sena dengan kuat, saking kuatnya tarikan tersebut kancing baju sena terlepas dan dasinya sedikit melonggar membuat kemejanya sedikit terbuka karena almamater yang tertarik.
“sena…” terdengar suara yang sudah sangat tidak asing bagi sena.
Sena yang masih memejamkan matanya ketakutan membuka matanya pelan-pelan dan menyadari siapa yang menolongnya, dan benar saja itu adalah jungkook.
Sena segera bangun dari posisinya merapikan kemejanya dan bergegas pergi dari hadapan jungkook.
Sementara jungkook masih mematung ditempatnya berdiri, seperrtinya jungkook melihat sesuatu dibagian bahu sena. Jungkook memunguti kancing baju sena yang terlepas tiu dilantai, tidak lama kemudian jimin turun dari atas.
“jungkook.? Kau tidak mengganti bajumu.?”
“nde.. sebentar lagi..”
“kalau begitu aku duluan..” jimin mneyentuh pelan bahu jungkook dan berjalan pergi meninggalkan jungkook.
“jimin…” jungkook menghentikan langkah jimin dan memberikan kancing baju sena padanya.
“tadi dia hampir terjatuh jadi aku menolongnya, dan kancing bajunya terlepas tapi dia langsung berlalri, kurasa bahunya terluka.. kenapa hanya bagian leher saja yang di plester.?” Jungkook pergi dengan tersenyum jahil.
Jimin tersentak kaget dengan ucapan jungkook.
“sena.. kau sangat bodooh…!!!” jimin meremas kancing baju sena saking kesalnya.
Sena sedang mengganti pakainnnya di toilet bersama Melanie, Melanie ternyata lupa membawa bajunya hanya membawa celana saja terpaksa untuk kembali kedalam kelas untuk mengambil bajunya.
Sena masih menunggu didepan kamar-kamar kecil yang berada di dalam toilet untuk terbuka namun tidak juga terbuka, dari pada terlambat sena memutuskan untuk mengganti pakainnya diluar saja.
Saat membuka kemejanya sena menyentuh bekas kissmarknya didepan cermin toilet. Sena langsung menggeleng geli dan dan memukul-mukul kepalanya.
Tiba-tiba salah satu pintu kamar-kamar kecil itu terbuka mangagetkan sena, dan terdapatlah kim so hyun dengan tatapan herannya yang mematikan itu pada sena.
Karena ditatap seperti itu sena langsung menarik resleting hoodie nya keatas agar menutupi bahunya namun ternyata tindakan itu malah membuat sohyun semakin curiga.
Sohyun melangkahkan kakinya untuk mendekati sena, namun sena segera memundurkan badannya masih tetap memegang erat resletingnya. Sohyunpun semakin curiga dan langsung menarik resleting sena namun masih ditahan kuat oleh sena.
“kenapa kau seperti ini.? ini semakin membuatku mencurigaimu.. apa yang kau sembunyikan…”
“yya.. sohyun apa yang kau lakukan.? Apapun yang kusembunyikan ditubuhku itu milikku kenapa kau ingin melihatnya..” perkataan sohyun sukses membuat sohyun terbengong. Sena memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri. Sohyun masih terdiam dengan ucapan sena, dan bergumam kesal karena sangat penasaran dengan yang disembunyikan sena.
sohyun mengalihkan pandangannya kesamping dan melihat ponsel sena yang tertinggal, namun tepat pada saat sohyun akan menyentuh ponsel itu, sena langsung muncul kedalam toilet dengan nafas yang tersengal-sengal tau akan seperti ini, dan dengan kilatnya langsung mengambil ponselnya yang hampir diambil oleh sohyun,kemudian mengenggam erat resleting hoodienya lagi dan dengan berjalan mundur segera berlari meninggalkan sohyun. Sohyun tersenyum simpul melihat tingkah konyol sena.
“yya jimin.. apa kau masih berfikir aku menerimamu.? Shireo..!! aku tidak seperti itu..!” gumam sena pelan saat akan memberikan bola voli pada jimin. Jungkook yang melihat wajah kesal jimin dan tampang sok polosnya itu melemparkan bola dengan keras dikepala jimin.
“jimin gawenchana.?” Tanya sena cemas membangunkan jimin.
“apa kau sudah ingat semuanya, ahhh… kau tidak bisa minum, kau sangat lemah jimin..” jungkook pergi meninggalkan jimin menuju guru olahraga untuk melanjutkan gilirannya yang akan mengambil nilai.
Karena jimin seorang laki-laki maka tidak banyak orang yang terlalu mencemaskan nya seperti sena kemaren. Sena membangunkan jimin, namun jimin dengan canggung memegang erat tangan sena yang menolongnya.
–o
“kurasa kau memang sudah ingat.. kau jangan berpura-pura lagi, aku tidak suka melihat wajahmu yang sok polos, padahal aslinya kau sangat nakal jimiiin…” sena menendang ban motor jimin dan memberikan helmnya lalu langsung memasuki rumah dengan berlari.
“mwo.? Wajahku.? Apanya yang polos.. setampan ini.?” Jimin berkaca merapikan poninya dispion motornya lalu berjalan memasuki rumahnya.
Jimin yang hendak berjalan menuju dapur berhenti diruang tamu melihat sena duduk dengan seorang ahjumma.
“jimin-ah.. kemarilah! Eomma akan mengenalkanmu pada ibu angkatmu, dia adalah nyonya Kim Na Na, dulu waktu kecil ibu sena selalu mengendongmu ketika menangis! Waktu itu eomma masih koma ketika usai melahirkanmu jadi ibu sena yang merawatmu hingga eomma bangun kembali..” jelas ibu jimin sambil tersenyum haru menatap jimin dan ibu sena.
“ahh gamsahamnida eommonim, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu dengan usiaku yang sudah sebesar ini, mianhamnida sebelumnya aku tidak mengenalmu tapi hatiku tidak pernah berbohong, hatiku langsung bergetar ketika melihatmu eommonim..” ucap jimin tersenyum ramah kemudian membungkukkan badannya kepada ibu sena.
“apa kau sedang merayu ibuku.?” Tanya sena sinis dan malah dibalas lemparan bantal dari jimin.
“haha.. mereka berdua memang selalu bertengkar seperti ini, tapi aku sangat senang sena disini, rumah ini terasa lebih berisi karenanya, dapur yang sering berantakan sekarang terlihat bersih karena sena yang sangat rajin membantuku, dia sangat keras kepala ketika aku mengatakan tidak usah dia malah semakin semangat untuk melakukan hal itu.. itu semakin mengingatkan ku padamu nana-ya..” ucap ibu jimin dengan mata berkaca-kaca.
“yya.. apa yang kau katakan, aku tidak akan pergi jauh, aku tetap tinggal dirumahku, kenapa kau berkata seakan aku akan pergi jauh..” ibu sena berusaha menenangkan ibu jimin.
Jimin yang menyadari percakapan ini menyadari sesuatu.
“apakau akan kembali kerumahmu.?” Tanya jimin pelan pada sena, dan berbeda dari jawaban yang diharapkan jimin. sena mengangguk pelan mengiyakan. Jimin melihat kesamping kursi dan melihat koper sena yang telah dikemas oleh ibu sena mungkin.
Jimin terlihat sedih dan memilih untuk langsung keatas menuju kamarnya.
“kenapa kau pergi tiba-tiba.? Bahkan aku belum sempat untuk mengatakan dengan resmi bahwa aku sangat mencintaimu sena.. aku selalu terlihat buruk ketika didepanmu, aku ingin pertama kalinya terlihat manis dan baik ketika dihadapanmu, jika kau jauh bagaimna aku bisa menjagamu..” gumam jimin dalam hati sambil merebahkan badannya diranjang.
“jimin-ah.. aku akan segera pergi, apa kau ingin mengatakan sesuatu.?” Sena mengetuk-ngetuk pintu jimin, namun tidak ada jawaban.
“sena-ya.. sudahlah kau bisa bertemu jimin disekolah besok, dia masih kelihatan sedih karena berpisah dengan adik perempuannya.. kajja..” ibu jimin memegang bahu sena menuntunnya untuk kebawah menuju tempat ibunya yang sedang menelfon taxi, sebelumnya ibu jimin menendang pintu jimin dengan keras membuat jimin mendengus kesal mengetahui itu pasti ulah ibunya.
sena dan ibunya telah memasuki taxi, dan kedua orang tua jimin mengantarnya kedepan untuk membawakan barang-barang sena. Sena yang berada didalam taxi terus memperhatikan ponselnya menunggu ponselnya bergetar untuk sebuah panggilan atau pesan dari jimin, namun tidak ada. Ibu sena sudah masuk kedalam taxi dan bersiap akan pergi tidak lupa pula mendadahi kedua orang tua jimin sebagai ucapan selamat tinggal, sena pun menatap kebelakang kearah kamar jimin dengan lampu yang dipadamkan, namun terlihat tirai kamar yang tidak tertutup sempurna.
Sena mengetikkan pesan text pada jimin.
“apa hobbymu penguping sudah beralih menjadi pengintip.? Jika kau ingin melihatku kau datang saja padaku.”
Namun tidak ada jawaban hingga sena sampai dirumahnya dan kamarnya yang sudah direnofasi tersebut.
“keterlaluan.. setidaknya dia membalas pesanku bila dia tidak menemuiku, apa dia sangat terpukul dengan kepergianku..” sena memaki-maki ponselnya yang tidak bersalah itu sambil menggosok giginya dikamar mandi.
Drrt..drtt.. sena yang asik menggosok giginya tidak menyadari ponselnya yang terus bergetar diatas handuk.
Saat akan melap wajahnya dengan handuk, sena melihat layar ponselnya 6panggilan yang tidak dijawab dan itu semua dari jimin. Sena tersenyum puas kemudian menelfon balik jimin, jimin langsung mengangkatpanggilan dari sena.
“mwo.? Kenapa kau menelfonku.?”
“aku tidak menelfon aku hanya mnegecek ponselku jika masih bisa melakukan panggilan..”
“aiishhh…”
“apa yang kau lakukan sekarang.?”
“naneun.? Aku dikamar mandi wae.?”
“mwo.?”
“maksudku aku baru saja mencuci muka, menggosok gigi dan mencuci kakiku..”
“ooh.. baguslah kau terlihat lebih bersih dari pada sebelumnya.”
“yya.!!”
“jaljja..”
“yya.. apa kau tadi mengintip dijendelamu.?”
“yya.. apa matamu itu mata elang.? Lampu sudah dimatikan kenapa kau tetap mengetahuimnya.?”
“bukankah kita saudara tentu kontak batin kita sangat kuat, yakan.?”
“berhenti mengatakn saudara aku benci itu..”
“wae.?”
“jalja.. jika kau telat kesekolah aku tidak akan melepaskanmu..”
“kuharap aku terlambat agar kau tidak melepaskanku..”
“mwo..?”
Tuutt..tutt..
Sena langsung memutuskan panggilan telfonnya karena sangat malu dengan apa yang baru saja diucapkannya, senapun memeluk ponselnya kedadanya dan memukul-mukul pipinya yang terasa panas walaupun sudah mencuci muka.
Jimin terlihat tersenyum simpul dan menutupi kepalanya dibawah bantal seperti anak smp yang baru saja mendapatkan cinta pertamanya.
Drrtt..drrtt.. ponsel sena bergetar lagi membuat sena yang sedang memeluk ponselnya semakin terkejut dan langsung mengangkat panggilan tersebut.
“yya.. apa kau menelfonku hanya untuk memastikan ucapan ku yang terakhir itu.? dwaesseo jimin ini sudah malam.. jaljja..” sena langsung mematikan ponselnya dan memeluk ponselnya lagi.
Drrt..drtt.. ponsel sena bergetar lagi, kali ini adalh sebuah pesan.
“sena.? aku menelfonmu untuk mengingatkanmu membawakan catatanku tapi kenapa kau malah mengatakan sesuatu tentang jimin.? ada apa dengan kalian.!! Apa kau menyembunyikan sebuah rahasia dariku.! SENA-YA..!! AKU MEMBENCIMU.! AKU AKAN MENUNGGUMU DIGERBANG BESOK PAGI.!!!”
“Melanie.? Ahh kenapa aku selalu mengangkat panggilan dengan tergesa-gesa.!! Ahh eotteokhae..!!!” sena langsung duduk bangun dari rebahannya karena saking cemasnya.
–o

Sena datang lebih pagi kesekolah agar tidak bertemu dengan Melanie yang menunggunya didepan gerbang. Sena belum siap menceritakan hubungannya dengan jimin kepada Melanie karena hubungan mereka terlihat rumit untuk dikatakan sebagai pasangan.
Niat hati hendak menghindari Melanie namun malah melihat jimin yang sedang merapikan rambutnya dikaca spion motornya. Senapun memelankan langkah kakinya agar bisa memandangi jimin lebih lama.
“SENA..!! YYA..!!” terdengar suara Melanie yang berteriak kencang dari belakang sena, sehingga jimin yang masih berkaca-kaca ikut menyadari kehadiran sena yang tidak jauh dari sana. Tanpa berfikir panjang Sena langsung berlari menghindari kejaran Melanie, jiminpun ikut berlari mengejar sena tanpa tau karena apa sena berlari, menurutnya sena berlari karena malu dengan ucapannya yang tadi malam kepada jimin.
“sohyun mianh.. itu karena aku anak baru, jadi aku tidak begitu memahami karakter para murid disini, jika sudah lama disini aku pasti bisa memahami pikiranmu..” ucap jungkook tulus sambil menyodorkan tangannnya pada sohyun di koridor sekolah menuju kelas.
“gwaenchana, bagiku itu bukan masalah jika masalahnya sudah terselesaikan..” sohyun hendak mengulurkan tangannya tapi tidak jadi karena melihat sena yang berlari terbirit-birit dan lewat dengan santainya diantara jungkook dan sohyun yang akan bersalaman.
“apa dia sudah kembali kepada dirinya sendiri.?” Gumam sohyun menatap sena yang sudah memasuki kelas dan memasang headset ditelinganya lalu tidur seperti biasanya dikelas.
“dia tidak akan pernah melupakkan akarnya..” jungkook menggeleng pelan dan kembali mengulurkan tangannya pada sohyun.
Sreet.. kali ini Melanie yang berlari diantara jungkook dan sohyun.
“mianh..” Melanie langsung memasuki kelas dan berusaha membangunkan sena yang pura-pura tidur.
“apa Melanie memang seperti itu.?” gumam jungkook.
“dwaesseo..” sohyun kali ini yang lebih dulu mengulurkan tangannya pada jungkook, jungkook hendak membalas uluran tangan itu, untuk ke-3 kalinya kembali terhalangi karena jimin yang kali ini berlari dan lewat diantara jungkook dan sohyun juga.
“yya..!! apa koridor ini begitu sempit sehingga kalian berlari dengan santainya diantara orang yang sedang berbicara..!!!” teriak jungkook pada jimin yang sudah memasuki kelas.
Sohyun tertawa geli melihat jungkook yang kemarahannya sedang meluap-luap.
“apa kau mentertawaiku eoh.?” Tanya jungkook stay cool.
“aku sudah memaafkanmu, kau tidak usah memikirkan hal itu lagi..” sohyun mengambil tangan jungkook dengan kedua tangannya untuk bersalaman, kemudian merapikan rambut jungkook seakan jungkook adalah seorang anak kecil.
“hh.. ige mwoya.?” Gumam jungkook bingung, kemudian berubah menjadi sunyuman kecil di wajahnya.
Dijam istirahat sena, sohyun, Melanie dan jungkook makan bersama dikantin. Terlihat Melanie yang masih kesal dengan sena karena sena masih tidak mau menjelaskan hubungannya dengan jimin.
Saat sedang asik menghabiskan makan siangnya, ponsel sena bergetar itu adalah pesan dari jimin yang menyuruhnya untuk datang keatap sekolah sekarang. Sena terlihat ragu untuk pergi, kemudian langsung menatap Melanie dan sohyun orang yang sedang sangat mencurigainya saat ini.
“ahh.. perutku, aku ketoilet dulu…” sena langsung berlari terbirit-birit memegangi perutnya untuk ketoilet.
“nde.. ppalli dorawa.!” Ucap Melanie tetap menyantap makan siangnya.
“dia fikir aku sebodoh itu, dia ketoilet setelah mencek ponselnya..” gumam sohyun santai dan sukses membuat jungkook dan Melanie yang sedang menyuap makanan kemulutnya berhenti tiba-tiba dan menoleh kebelakang melihat sena yang berkelok kearah yang berbeda dari toilet.
“SENA.! DIA BENAR-BENAR MENYEMBUNNYIKAN SESUATU DARIKU…” Melanie sangat kesal sampai menusuk-nusukkan sumpitnya kenasinya dengan keras.
“saat jam olah raga kemaren, aku juga mencurigai sesuatu darinya, saat dia tiba-tiba menutup resleting hoodienya dan bahkan memegang erat nya seakan takut aku akan melihat sesuatu dari tubuhnya..” ucap sohyun sambil mengambil sayur yang berada dipiring makanan sena.
Jungkook terbatuk-batuk mendengar ucapan sohyun. Sohyun yang duduk dibelah jungkookpun memiringkan wajahnya menatap jungkook, jungkook semakin menunduk.
“hhh… ada seseorang yang mengetahui semuanya disini…” ucap sohyun sinis pada jungkook, melaniepun ikut menatap jungkook dengan bingung.
“yya jungkook kau juga mengetahui sesuatu.?” Tanya Melanie penasaran, namun jungkook malah terus memasukkan makanan kemulutnya. Melanie yang kesalpun menumpahkan makanannya dan makanan sena kepiring jungkook.
“yya..!!!” sergah jungkook kesal dengan makanan yang masih berada dimulutnya.
“tidak akan ada satu orangpun yang akan membuka mulut, maka aku sendiri yang akan mencari tahunya.. sohyun kajja..!!” melanie menarik tangan sohyun untuk membuntuti sena, jungkook yang tidak pedulipun tetap melanjutkan acara makannya. Tapi kemudian sohyun balik kemeja kantin dan menarik tangan jungkook tiba-tiba membuat jungkook menjatuhkan sumpitnya kelantai.
“jimin-ah.. eo..eodisseo…” sena terlihat takut karena merasa sendirian di atap, tapi kemudian jimin menampakkan dirinya di sebalik gudang kecil dan disana ada sebuah meja besar yang digunakan jimin untuk berbaring ketika dijam istirahat.
“yya..!! jika kau menyuruhku kesini seharusnya kau menunguku tepat dijenjang ini..!!” sena berlari kearah jimin.
“ahh.. kau marah karena merindukanku.?”
“yya..!! hentikan rasa percaya dirimu itu..”
“bagaimana rasanya ketika tidak ada yang mengantarmu diapagi hari lagi.?”
“biasa saja..” jawab sena ketus dan duduk dimeja besar iru.
“aku merasa tidak biasa, aku merasa kehilangan, roti yang dibuat ibuku terasa berbeda dengan punyamu, ibuku pelit memberikan selainya sedangkan kau sangat royal terhadap itu..”
“jadi kau hanya merindukan sebuah roti….” Sena terlihat kesal dengan pernyataan jimin.
“anni.. aku merindukan orang yang membuatkan roti itu..”
“nde.?”
“ahh.. kenapa kau belum membuka plester itu.. kau jorok sena-ya..” jimin mengalihkan pembicaraan dan membelakangi rambut sena untuk membuka plester yang ditemepelinya kemaren pad asena.
“aku suka plesternya jadi aku terus memakainya..” ucap sena pelan, walaupun sangat pelan jimin tetap bisa mendengarnya karena jimin sangat dekat dengan sena.
“jika kau ingin mengatakan bogoshipeo katakanlah…” jimin tersenyum menggoda sena yang mukanya sedang memerah padam.
“bogoshipeo..” ucap sena kilat lalu menggembungkan pipinya menahan senyumnya yang susah untuk ditahan, kemudian sena langsung memeluk jimin dengan erat.
“nado..” jimin membalas pelukan sena.
..
“curigaanku memang benar, mereka berdua memang saling menyukai benarkan.?” Ucap Melanie pelan disebalik tembok mengintip sepasang manusia yang sedang berpelukan itu.
“menurutku mereka sudah lebih dari pada itu, susah untuk memahami hubungan mereka..” ucap sohyun putus asa mentafsirkan hubungan jimin dan sena ikut melihat pemandangan didepannya. Sohyun lebih memilih untuk kembali kekelasnya, saat berbalik kebelakang dan karena jungkook tepat berdiri dibelakang sohyun, sohyun pun goyah dan hampir saja terjatuh sehingga jungkook dengan sigap langsung meraih pinggang sohyun.
“kenapa aku selalu menagkap seorang perempuan yang akan jatuh dari tangga..” gumam jungkook sambil menatap sohyun dengan ekspresi pasrahnya.
“yya.. apa kalian berdua juga sedang dalam suatu hubungan.? Ahh jinjja, semua orang tidak menganggabku sama sekali diantara mereka.” Melanie pergi dengan kesal menigngalkan 2pasangan yang sedang berpelukan dihadapannya.
Sohyun langsung berdiri dengan malu, merapikan pakainnya dan mengejar Melanie, jungkook ikut mengejar sohyun membuat sohyun semakin mempercepat langkah kakinya karena salah tingkah.
….
“sena-ya.. apa yang terjadi jika aku menyukaimu.?” Tanya jimin masih memeluk sena.
“nde.?” Sena reflek melepaskan pelukan jimin, namun masih tetap ditahan oleh jimin agar sena tidak melihat wajah gugup jimin.
“tentu.. tentu kau akan kehilangan yeodongsaengmu..”
“yeodongsaeng.? Sejak kapan aku mempunyai yeodongsaeng..”
“semenjak aku memanggilmu oppa..”
“oppa.? Aku tidak pernah mendengarmu memanggil oppa.”
“aku selalu berusaha untuk tidak memanggilmu oppa, tapi ketika itu kau selalu bersikap seakan aku benar-benar yeodongsaengmu..”
“jinjja.? Kau yang selalu menganggabku oppamu, mulai sekarang berhenti memanggilku oppa.. aku tidak suka oppa..”
“aneh, bukankah seorang namja sangat suka dipanggil oppa..”
“saranghae dongsaeng..” ucap jimin singkat masih tetap memeluk sena.
“……” sena melemahkan pelukannya tidak menyangka jimin menyatakan perasaannya sekarang. Sena menelan air ludahnya saking gugupnya.
“kau baru saja kehilangan yeodongsaeng….”
“tapi baru saja aku mendapatkan seorang yeojachingu..”
“aku tidak mengkonfirmasi hal itu…” sena melepaskan pelukannya dari jimin.
“kalau begitu konfirmasi…” jimin menatap sena pasti.
“jam pelajaran berikutnya akan dimulai…” sena berdiri dari tempat duduknya diiringi jimin yang berdiri menahan tangan sena.
“tadi malam, kau memintaku agar tidak melepaskanmu yakan.?”
“mwo.?”
“aku tidak akan melepaskanmu kalau begitu, maka konfirmasilah..” jimin tersenyum geli melihat muka merah sena.
“nado..” sena menginjitkan sedikit kakinya kemudian mencium pipi jimin kilat.
Ciuman pipi dari sena sukses membuat jimin melepaskan genggaman tangannya dari sena lalu menyentuh pipinya tidak percaya.
“kau bilang tidak akan melepaskanku, baru saja kau melepaskanku.!” Ucap sena kesal untuk menutupi perasaan malunya.
“tapi sekarang kau yang mengikatku, dongsaeng saranghae…” jimin memeluk sena erat.
“yya..!!! kau bilang tidak ingin punya dongsaeng.!”
“aku suka memenaggilmu dongsaeng.. dongsaeng, dongsaeng chagiya..”
“hhaa.. yya..!!” sena tertawa di pelukan jimin.
“nado saranghae oppa mesum….”
“oppa mesum.?”
“nde oppa mesum…” Sena tertawa terbahak-bahak dipelukan jimin.
“yyaa… panggil oppa saja..”
“kau bilang tidak suka dipanggil oppa..”
“khusus untukmu itu tidak apa-apa dongsaeng chagiya..”
“kau berlebihan OPPA..” gumam sena malas kemudian melepaskan pelukannya.
“kita terlambat kim seonsaengnim akan marah lagi..”
“kau sama sekali tidak romantis, kenapa kau harus menyatakannya sekarang ini sungguh tidak berkesan..!!”
“mwo.? Tidak berkesan.?”
“nde.. karena sudah terlanjur kau harus mengetahui hal yang tidak kusukai darimu..”
“apa kau sedang membuat sebuah perjanjian.?”
“pertama, aku tidak mau kau menciumiku seperti malam kemaren. Kedua aku tidak mau dipanggil dongsaeng chagiya. Ketiga aku tidak mau berkencan denganmu..”
“perjanjian macam apa itu.? itu sama saja kita bukan sepasang kekasih..”
“sepasang kekasih.? Yya itu terdengar kuno….”
“kalau begitu aku akan memegang tanganmu saja, yeobo..”
“yeobo.? Aku bukan istrimu.! Aku tidak mau menikah denganmu oppa mesum.!”
“kalau begitu perjanjian ku adalah, dirimu adalah milikku, jadi kau tidak boleh pergi tanpa aku disampingmu”
“kau merebut hak azaziku jimin..”
“yya.. berhenti berbicara secara teori.. perlu kau tau aku sebenarnya sangat romantis..”
“romantis..? lalu apa yang kau lakukan pertama kali dengan yeojachingu.?”
Jimin mengambil keduatangan sena untuk menghangatkannya dengan cara meniup-niupinya karena udara yang cukup dingin diatap sekolah.
“aku akan memegang tangan yeoja yang dirinya telah kusegel menjadi milikku..” jimin tersenyum evil menatap sena yang mukanya sedang memerah.
“ahhh… neomu kyeoptta…” sena memamerkan senyum bahagianya yang telah ditahannya dari tadi dan tepatnya dari kemaren semenjak sena mulai menyadari dia mulai menyukai jimin.
“yeojachinguku punya eyesmile yang cantik, tapi kenapa baru sekarang aku melihatnya..??” jimin mencubit kedua pipi sena dengan gemas dan hal itu sukses melenyapkan senyuman hangat sena yang tadi.
“yyya..!! perlu ditambahkan peraturan keempat kau tidak boleh menyentuh wajahku..!!” sena langsung menendang kaki jimin.
“yya..!! yang tidak romantis itu kau.! Peraturan kelima dilarang menggunakan kekerasan diantara kita…ouuuhhh..” jimin masih merengus kesakitan pada kakinya.
“apa itu sakit.?” Tanya sena khawatir.
“nde.. neomu appa..” jimin memamerkan wajah memelasnya pada sena.
“ahh dwaesseo.. apa kita bolos dijam kim seonsaengnim.. dia sangat menyeramkan,”
“gwaenchana.. jika kita dihukum membersihkan toilet atau audiotorium bahkan seluruh penjuru sekolah ini itu tidak keberatan bagiku jika kau tetap bersamaku..” goda jimin, membuat sena berdecak tidak menyangka pada jimin yang mempunyai kelebihan seperti itu.
“JINJJA.? KALAU BEGITU LAKUKAN ITU SEKARANG..!!!” terdengar teriakan tak jauh dari sana.
“kurasa kita akan mati hari ini…” gumam jimin.
“yya kau termakan omonganmu sendiri..”
“ternyata feelingku benar, murid yang membolos akan menghabiskan waktunya di atap sekolah, dan apa yang kalian lakukan berdua saja disini.?” Tanya kim seonsaengnim berjalan mendekati jimin dan sena.
“mianhamnida ini adalah urusan anak muda seumuran kami soensaengnim, kami akan melaksanakan hukuman kami kalau begitu..” jimin langsung menarik tangan sena lalu membungkuk hormat pada walikelasnya yang killer tersebut tanpa rasa takut sedikitpun.
“PARK JI MIN! HAN SE NA!!!!!” kim seonsaengnim terlihat sangat marah sekarang.
Sena terlihat takut melihat wali kelasnya yang sedang marah. Saat menegurnya dikelas saja kaca kelas ikut bergetar, sena fikir gedung sekolah akan runtuh sebentar lagi karena teriakan nyaring tersebut namun jimin malah tertawa geli atas perbuatannya.
Dipikiran jimin sekarang hanyalah dia bisa berdua seharian dengan sena walaupun pada situasi yang tidak menyenangkan.
“cinta tumbuh karena terbiasa, cinta tumbuh bukan hanya karena perasaan suka, melihat orang yang bahkan tidak kita kenal setiap hari itu sama saja orang tersebut sedang mengasahkan hatinya pada kita agar hatinya lebih tajam ketika bersentuhan dengan hati kita nantinya.. mungkin itu yang kurasakan, melihat perempuan ini setiap hari membuatku ingin terus melihatnya tanpa melewatkan pandanganku sedikitpun. Dan ketika dia pergi tiba-tiba itu membuatku seperti pulpen yang kehilangan tutupnya, terlihat biasa saja namun sangat tidak nyaman.. walaupun keluarga kami sangat dekat bahkan kedua orang tua kami menganggab kami hanya sebagai saudara, tapi kurasa mereka tetap akan merestui kami..” jimin menatap sena yang sedang mengepel lantai basket.
“yyaa..!! kau yang meminta hukuman tapi kau yang menyuruhku untuk mengerjakannya..!!” sena membanting sapu pel nya dengan keras karena kesal.
“yeojachinguku begitu pemarah dan pemalas, bagaimana kita bisa membeli rumah yang besar saat kita sudah menikahjika kau malas untuk membersihkannya..” ucap jimin santai.
“kalau begitu aku tidak akan menikah denganmu..”
“aku juga berfikir begitu..”
“YYA..!!!!!” sena mendatangi jimin dan memukul-mukul bahunya karena kesal, tapi jimin terlihat biasa saja dan malah mentertawai sena.
Awalnya akan membersihkan ruangan basket sekarang malah membuat ruangan tersebut semakin kotor karena ulah mereka berdua.
“dongsaeng chagiya, geumanhae…..”
“oppa mesum..!! nan shireo..!!”

-END

Mianh, kalo endingnya kurang menyenangkan, inspirasi mimin hilang begitu saja karena pending bikin FF ini di pertengahan part, soalnya author sibuk di dunia RL hehe.
Next FF special valentine.. cast nya…
Jreng.. jreng..

J-HOPE..!!!

Author : bagaimana perasaan anda menjadi cast di FF bangtan saya yang ke-4
hoseok-ssi.?
J-HOPE : tentu sangat menyenangkan, tapi kali ini saya ingin sad ending..
Reader :……………………………..
Dijawab yaaaahhh….~~^^

About fanfictionside

just me

49 thoughts on “FF/ MY LOVE, MY SISTER/ BTS-BANGTAN/ pt. 3 FINAL-END

  1. akhirnya keluar jg end nya… that’s sweet…
    oh? spesial valentine ya J-Hope..jangan sad dong…hehehe…tp ga apa2 sih….

  2. Gwaenchanaa!!!
    Pen liat hopie yg ketawa mulu klo sad kek gimana xD
    kukira authornya 95line._.
    Anak muda jaman sekarang… Ckckck
    haha

    • haha oyaa aku pengn sad ending, semua FF aku bkin romance comedy school mulu, kali ini mau yang jhope asli bts backstreet sama yeojachingu ny.. hoho

      iya aku 97line wkwkwk

  3. Keren thor keren banget iniiiii apalagi jimin sama sena yang tiduran disofa sambil melakukan sesuatu WUAKAKAKAK xD nanti lain kali bikin ffnc yang castnya jimin lagi ya author, tapi jangan nc 17+ harusnya nc 24+ hehehehe ^_^

  4. aaaa jimin babi kecilku yadong T.T hahahaha tapi bagus kok thor. good job😀 can’t wait for hopie’s ff lol

  5. Ya ampuuun jimin melakukan hal nista!! ANDWAEEE kkk sumpah keren thor! Wuihh my dapet special edition nih buat palentain wakakak yaudah thor gpp sad ending, yang penting my hope jangan di nistain yah, cukup my suga aja ituh yang dapet adegan aduhay~ *apabaedah*

  6. Yaaaaa, akhirnya setelah melalui jalan yang berliku(?) Sena sama Jimin jadian juga >.<

    APAH? Next ffnya HOSEOK?
    Yah, kecewa sih Hoseok disitu jadi dirinya sendiri(artis), jadinya malah nyesek akunya😥 *alay memang*

    sad ending ya? Kalo bisa Hoseoknya mati ya~! ^^ *readers edan*

  7. Akhirnya end,
    Mereka lucu ya,jungkook sohyun juga lucu,thor bikin lanjutan yg jungkook sohyun nya pacaran dong thor,
    J-hope yg sad boleh juga thor

  8. Wow, baru buka wp ini trus liat ff chapter BTS. Malah udah selesai!! Cast-nya Jimin lagi. Huwaaaa~ ultimate yeobo (?) in BTS >3///<
    .
    Thanks 4 ur fanfic. Love u, author-nim❤

  9. Wow, baru buka wp ini trus liat ff chapter BTS. Malah udah selesai!! Cast-nya Jimin lagi. Huwaaaa~ ultimate yeobo (?) in BTS >3///<
    .
    .
    Thanks 4 ur fanfic. Love u, author-nim❤

  10. Wow, baru buka wp ini trus liat ff chapter BTS. Malah udah selesai!! Cast-nya Jimin lagi. Huwaaaa~ ultimate yeobo (?) in BTS >3///<
    Thanks 4 ur fanfic. Love u, author-nim❤

  11. Woaaaaahhhh~
    Ini benar-benar keren *_*
    Gampang banget bayangin jiminnyaaa, Dan itu bikin senyum-senyum sendiri kkk~
    Keren+seru banget thor ffnya.. Terus berkarya ya thor.. Fighting!^^

  12. owww happy ending yg so sweet ^o^
    ga bisa byangin gmana rasanya klo punya guru kya Kim seongsaenim😀
    aku suka bgt cerita ini
    bagus🙂

  13. Thor kok daebak sih bikin ff nya(y) entah kenapa aku suka banget baca ff author^^ apalagi yg school life gini. Yampun ff ini romance bgt sampe bisa biki senyum + ketawa” sendiri gitu deh. Maaf ya thor sekalo lagi baru ninggal bekas. Author fighting^^)9

  14. hai author… Aku reader baru nih… Dan begitu buka langsung disambut sama ff yang daebak karya author ini. Keren thor🙂

  15. hueee aku sukaaa. jimin sama sena manis banget ihh jadi ngirii wkwkw. aku paling suka waktu si sena sama jimin kangn kangenan di atap sekolah itu. manis bangeettt ehehee.

    haii sena_kuki selamat yaahh cerita kamu berhasil bikin aku makin suka sama jimin kkk. dan manisnya ga ketulungan haha. yah walopun aku bacanya telat banget tapi keep writing yaa^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s