FF/ Give Me The Sunrise/ EXO


Selagi dirinya masih bisa bernafas dan jantung nya berdetak
Ia tetap milikku dan aku miliknya
Tidak ada yang bisa memisahkan kami
Kecuali ketika jantung salah satu dari kami berhenti berdetak…

Title : Give Me The Sunrise
Author : inxahazka
Cast : Byun Baek hyun
Hwang Shi Hyun
Genre : Angst & Romance
Leght : Oneshoots

DC : Semua cast disini milik Tuhan , Agensi , dan Keluarganya . cerita murni milik saya , happy reading ^^.

baehyun-poster

Dentingan tuts-tuts piano mengalun indah di telinga ku , hwang shi hyun gadis itu yang menekan setiap tuts piano dan menyusun nya menjadi aliran nada yang indah…
“kau suka?” tanya nya
“tentu aku selalu menyukai permainan piano mu” jawabku sambil tersenyum
Aku menyukai nya lebih tepatnya mencintai nya aku tau hidupnya tidak akan lama lagi karena penyakit yang di deritanya . kanker otak melanda gadis cantik itu…
Setiap kali ia selalu bertanya “mengapa kau tak meninggalkan ku? Hidup ku tak akan lama lagi baek hyun” aku tau itu shi hyun . sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan mu aku akan selalu berada disisi mu dalam suka maupun duka .
Ku putuskan untuk menikahinya satu tahun yang lalu, kami selalu hidup bahagia walau terkadang ada sedikit cek-cok hanya karena masalah sepele , tak apa aku tetap bahagia bersamanya…
~ 0ooo0 ~
“ Kau sedang apa?” tanya baekhyun menghamburkan lamunan ku yang sedang memasak soup…
“aku memasak , kenapa?” jawabku dengan senyuman
Baekhyun hanya tersenyum …
Setiap kali aku selalu memikirkan ..
“baekhyun kenapa kau mencintai gadis seperti ku?”
“aku tidak bisa membuat mu bahagia”
“hidup ku tak akan lama lagi …”
Entahlah Tuhan sangat baik padaku sebelum aku pergi menghadap-NYA , Tuhan memberikan ku suami yang begitu baik . Baekhyun , ia tidak pernah memarahi ku saat kerjaku lamban atau membuat kesalahan dan bertindak ceroboh ia tidak pernah memarahi ku…
Aku mencintai nya tapi mengapa engkau akan memisahkan kami Tuhan…
“sudah matang?” suara yang sangat akrab lagi-lagi menghamburkan lamunan ku
“sepertinya sudah”
“baiklah , sini biar aku yang meindahkan nya kedalam mangkuk”
Ku biarkan Baekhyun memindahkan soup kedalam mangkuk , setiap kali aku memasak ia selalu membantu ku memindahkan makanan kedalam tempat yang akan disajikan . ia tidak mau terjadi apa-apa dengan ku…
Aku memasukan setiap sendok soup kedalam mulutku , hmm rasanya tidak terlalu buruk.
Baekhyun memperhatikan ku …
“kau cantik” kata baekhyun
“terimakasih kau memang suami ku yang paling ahli dalam merayu”
Lalu pemuda itu tertawa kecil , baekhyun suka sekali menggoda ku …

~ 0ooo0 ~
Cinta Baekhyun dan Shihyun begitu kuat . Baekhyun , pemuda itu benar-benar menepati janjinya di altar satu tahun yang lalu.
“Shihyun-ah menikah lah dengan ku”
“kau tak bercanda Kan Baekhyun?”
“tidak aku tidak bercanda”
“kau tau aku……”
“aku tau itu”
“’tapi kau tak akan bahagia”
“kebahagiaan ku adalah kau Shihyun”
“maafkan aku jika suatu hari nanti tidak bisa membuat mu bahagia”
“cinta tak mengenal kata maaf Shihyun , aku akan mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihan mu…”
Kata-kata itu terucap sekitar satu setengah tahun yang lalu , saat kelulusan sekolah . Baekhyun putuskan untuk melamar Shihyun walau ia tau hidup Shihyun tak akan lama . tapi Shihyun adalah kebahagiaan nya tidak ada yang bisa menukarnya dengan kebahagiaan apapun…

“Baekhyun…” suara gadis itu lirih dalam pelukan Baekhyun
“apa?”
“boleh kah aku meminta sesuatu sebelum aku benar-benar pergi” tanya Shihyun hati-hati
Baekhyun terdiam untuk beberapa saat , lalu menatap dalam-dalam Shihyun…
“kau menginginkan apa? Akan aku berikan”
“Give me the sunrise…”
“matahari terbit?” baekhyun diam mengerjapkan matanya untuk beberapa saat . ia mencernaya kata-kata Shihyun.
“ya matahari terbit kau harus menemukan nya…”
“baiklah aku akan memberikan itu padamu” jawab baekhyun dengan senyum yang tulus

Pemuda itu berpikir , dimana dirinya harus menemukan matahari terbit? Sementara mereka tinggal ditengah kota Seoul dan terlebih lagi saat ini sedang musim dingin . mau kah matahari menampakan dirinya?
~ 0ooo0 ~
Malam tiba , Shihyun sudah tidur nyenyak di ranjang mereka.
Baekhyun terus berpikir dimana ia harus menemukan sunrise . sanggupkan ia mengabulkan permintaan Shihyun?
Ia membuka smartphone nya mencari cara dan melihat ramalan cuaca besok , dan hasilnya…
“yap bingo aku mendapatkan nya” bisik baekhyun .
Kemudian pemuda itu menarik selimut . tak lupa ia mengecup dahi Shihyun
“jaljayo saranghae” bisik Baekhyun di telinga Shihyun.
Mereka tidur nyenyak berhadapan , Baekhyun bisa merasakan deru nafas Shihyun . Sangat bahagia melihat kedua insan ini bersama . Tuhan akankah kau memisahkan kedua insan yang saling membutuhkan satu sama lain ini?

Sekarang pukul 04.30 AM , Baekhyun membangunkan Shihyun dari tidurnya…
“Shihyun-ah ireona” bisik Baekhyun lembut di telinga Shihyun…
“eo wae? Ini masih pagi sekali Baekhyun” Shihyun melenguh kan tubuhnya matanya masih terpejam
“kau ingin sunrise kan?”
Seketika Shihyun langsung terduduk dan mengangguk kan kepalanya seperti anak kecil jika dibelikan ice cream oleh ayahnya
“bersiaplah kenakan pakaian yang membuat mu hangat , sarung tangan , dan tutup kepala ah iya jangan lupa mantel”
“arraseo” jawab Shihyun dengan senang…

Hari ini adalah satu hari sebelum Shihyun menjalakan operasi nya . operasi yang akan menentukan akankah ini hari terakhirnya bersama Baekhyun atau tidak sama sekali…
Pagi ini Baekhyun akan membawa Shihyun ke suatu tempat dimana mereka berdua bisa melihat sunrise…
“kita akan kemana?” tanya Shihyun kepada Baekhyun yang sedang mengemudi mobilnya
“ini rahasia” jawab Baekhyun sambil tersenyum

Membutuhkan waktu sekitar satu jam dua puluh lima menit untuk sampai di Gangnung . di pantai Gangnung Baekhyun akan mengabulkan permintaan Shihyun…
“sudah sampai Shihyun Ireona” suara Baekhyun membangunkan Shihyn dari tidurnya
“jinjjayo?” tanya Shihyun begitu penasaran
Lalu mereka berdua keluar dari Mobil , Shihyun penasaran dan terdiam
Ini apa? Sebuah pantai
Baekhyun yang akan sadar tentang ekspresi wajah Shihyun yang bertanya-tanya menghampiri Shihyun dan memeluk tubuh Shihyun dari belakang…
“Ini apa?” Shihyun mengeluarkan pertanyaan yang bersarang diotaknya beberapa menit lalu
“pantai , sekarang pukul 06.15 AM ku dengar ia akan muncul 15 menit lagi . kau kedinginan? Biarku peluk jangan membantah”
“ia? Nugu? Sunrise?” Shihyun membalikkan tubuhnya menghadap Baekhyun
“ya” jawab Baekhyun dengan seulas senyuman manis di bibirnya
Sambil menunggu sunrise tangan Baekhyun melingkari pinggang Shihyun…
Kedua insan itu menikmati udara yang bisa dibilang begitu dingin pagi ini . mata Shihyun terus menatap ke arah Timur pantai Gangnung . ia terus menunggu nya , sebuah moment yang terakhir kali ia lihat saat ia berusia Tujuh Tahun…
Baekhyun menenggelamkan kepalanya di Leher Shihyun , Shihyun bisa merasakan hangat nya nafas Baekhyun di Lehernya . ia menikmatinya…
Beberapa saat kemudian moment yang di tunggu tiba , matahari sudah terbit dari ufuk timur..
Shihyun gadis itu begitu bahagia , sangat bahagia…
“kau suka?” tanya Baekhyun
“tentu aku sangat menyukai nya” jawab Shihyun tanpa mengalihkan pandangan
“Shihyun-ah bagaimana jika mengambil selca? Otte” pinta Baekhyun kepada Shihyun
Shihyun hanya mengangguk tersenyum .
Baekhyun dan Shihyun mengambil selca dengan latar belakang matahari terbit kedua insan itu sangat bahagia . bahkan Shihyun masih bisa tersenyum walaupun rasa sakit menggerogoti kepalanya . seulas senyuman manis yang di paksakan…
Setelah mereka membuat moment yang mungkin ini adalah moment terakhir yang Baekhyun buat bersama Shihyun
“Baekhyun-ah” suara Shihyun terdengar parau . ia menyandarkan kepalanya di bahu Baekhyun..
“ya?”
“Terimakasih sudah mencintaiku dengan sepenuh hati mu , maafkan aku jika tidak bisa membuat mu bahagia” Shihyun menahan tangisan nya
“Ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai suami mu Shihyun , cinta tak mengenal kata maaf Shihyun ku . kau ingat itu.”
Kemudian Baekhyun menghadap Shihyun , ia menangkup Shihyun dengan kedua tangan nya . menatap Shihyun dalam-dalam mendekatkan wajah nya dengan shihyun lalu mendaratkan ciuman hangat di bibir shihyun sebuah ciuman kasih sayang , Shihyun menangis air matanya sudah tak terbendung lagi , Baekhyun mencium kedua matanya…
“Uljima , jeongmal Saranghae” suara Baekhyun terdengar parau . ia membawa Shihyun kedalam pelukan nya membelai halus kepala Shihyun…

“Tuhan ku harap waktu terhenti disini , aku tau kau menyayangi nya lebih dari aku menyayanginya tapi jangan ambil dia sekarang , aku masih ingin bersamanya hingga ajal menjemput ku…”
“Tuhan Jika kau menjemputku esok hari atau mungkin hari ini buatlah suami ku Baekhyun bahagia , berikan ia seseorang yang lebih baik dari ku . yang bisa membuat nya bahagia lebih dari yang aku bisa . yang bisa mencintainya hingga akhir ajalnya…”
Ku harap waktu terhenti disini …

Sakit… iya itu yang aku rasakan saat ini , kepalaku sakit …
“neo gwenchanna?” tanya baekhyun padaku ia menyadari apa yang sedang aku rasakan
“kepalaku sakit” jawabku dengan suara lirih …
Baekhyun panik ia langsung menggendong ku ke mobil nya dan membawa ku ke Seoul Hospital secepat yang ia bisa…
“Bertahanlah kau harus kuat” kata Baekhyun sambil menggenggam erat tangan ku…
“Tuhan jika kau ingin menjemput ku sekarang jemput lah tak apa aku sudah tidak kuat untuk menahan rasa sakit ini …”

~ 0ooo0 ~
Tidak di duga Shihyun harus menjalani operasinya hari ini juga , karena selama satu setengah tahun ini Shihyun selalu menolak jika dokter akan melakukan operasi . ia tidak mau jika meninggal terlalu cepat ia masih ingin melihat kedua orang tuanya tersenyum dan senyum seorang pria yang sudah sangat akrab dengan nya , senyuman Byun Baekhyun..
Namun sekarang ia sadar tidak selamanya ia bisa berlari dari realita karena ingin lari sejauh apapun itu realita akan selalu menemukan nya . kenyataan kalau ia harus melakukan operasi . operasi yang akan menentukan hidupnya…
Masihkah ia bisa membuat kenangan bersama Byun Baekhyun?
Bisakah Baekhyun memberikan Senyuman saat Shihyun pergi ?
Kedua insan itu saling membutuhkan satu sama lain . mereka bagaikan ikan dan air yang selalu bersama tidak dapat dipisihkan . bagaimana jadinya jika ikan tanpa air? Entahlah…
“ berikanlah yang terbaik untuk putri ku dok , aku sudah tidak sanggup melihat nya menahan rasa sakit selama ini “ suara pria paruh baya penuh harap kepada sang dokter , suara Ayah Shihyun…
“kami akan melakukan nya sebaik mungkin , jangan lupa berdo’a kepada Tuhan” kata sang dokter lalu pergi meninggalkan Keluarga Hwang dan Baekhyun di depan ruang operasi…
Satu jam…
Dua Jam…
Tiga Jam…
Kedua orang tua Shihyun dan Baekhyun terlihat sangat gelisah dan khawatir Baekhyun sudah tidak berdaya bagaimana jika akhirnya Shihyun pergi untuk selama-lamanya…
Ia duduk termenung menyandarkan kepalanya di lututnya…

“Baekhyun aku cantik kan?” tanya Shihyun dengan menggunakan bando kelinci saat mereka pergi berlibur ke disney world
“kau selalu cantik” jawab Baekhyun dengan senyum tulus…
Shihyun memang cantik , ia gadis yang polos dan baik hati walau terkadang sifat keras kepalanya selalu membuat orang kesal . namun apapun itu ia tetaplah seorang Hwang Shihyun yang akan selalu menjadi orang nomor satu di hati seorang Byun Baekhyun…

Beberapa menit kemudian Dokter Kim yang menangani operasi Shihyun keluar dari ruangan…
“Tuan , maafkan kami tapi Tuhan lebih menyayangi Shihyun” kata sang dokter …
“apa maksud mu dok? Jadi Shihyun…” Baekhyun bertanya-tanya berharap jawaban nya seperti apa yang ia inginkan , Shihyun bisa sembuh walaupun itu hanya 0,1 %…
“nona Hwang Shihyun baru saja menghembuskan nafas terakhirnya , beliau sudah berjuang melawan penyakit ini terlalu lama , maafkan kami tapi Takdir Tuhan berkata lain , kami permisi…” beberapa dokter dan suster meninggalkan kedua orang tua Shihyun dan Baekhyun…

Baekhyun tidak percaya , ia tak bisa berkata-kata . ia tak berdaya , ia menangis sejadi-jadinya jika air matanya bisa membuat Shihyun kembali hidup ia akan memberikan semua air matanya untuk Shihyun tapi apa boleh buat? Tuhan lebih menginginkan Shihyun…
Baekhyun memasuki ruangan dimana Shihyun menghembuskan nafas terakhirnya
Ia menggenggam tangan Shihyun , membelao rambut tipis Shihyun . dingin… wajah Shihyun pucat sekali .
Mata shihyun terpejam ia tidur untuk selama-lama nya , ia pergi dengan seulas senyum tulus di bibirnya
Shihyun tersenyum ia sudah pergi dengan tenang , Baekhyun terdiam ia menangis memeluk tubuh Shihyun erat …
“kajima Shihyun kajima…” suara tangisan Baekhyun terdengar jelas ia menangis sambil menggoyangkan tubuh Shihyun yang sudah beristirahat dengan tenang.
“Baekhyun-ah kau harus menerima kenyataan , kau sayang Shihyun kan? Biarkan ia beristirahat dengan tenang” suara wanita paruh baya yang tak kalah sedihnya menenangkan Baekhyun , ibu Shihyun…
~ 0ooo0 ~
Hari ini adalah dimana jasad Shihyun akan dikeremasi …
Baekhyun mengenakan setelan jas serba hitam dan sarung tangan putih , ia tak kuasa melihat seseorang yang sangat ia cintai akan berubah menjadi abu…
Baekhyun terus menangis selama jasad Shihyun di keremasi . ia teringat apa kata Shihyun
“Baekhyun-ah aku ingin meminta sesuatu padamu dan ku harap kau mau mengabulkan nya dan berjanji padaku…’’
“apa itu shihyun? Aku akan mengabulkan nya”
“jika aku pergi nanti , kau harus tersenyum jangan menangis . aku benci melihat mu menangis atau aku akan mengutuk mu hahaha”
“kau bicara apa? Aneh sekali kau ini”
Ia mengingat nya , Baekhyun sudah berjanji kepada Shihyun untuk mengabulkan nya . ia tak tau jika ini yang di maksud oleh Shihyun . Baekhyun menangis dengan seulas senyum tulus dibibirnya…
Beberapa saat kemudian abu Shihyun sudah keluar , di masukkan nya kedalam wadah untuk abu berwarna putih yang terbuat dari keramik…
Baekhyun membawa abu Shihyun menuju tempat pemakaman , abu Shihyun tidak di sebarkan melainkan di kubur…
Saat sudah semua keluarga juga Baekhyun mengubur abu Shihyun , Baekhyun melihat seorang wanita sangat cantik dengan gaun putih dan flower corn alami di kepalanya samar-samar , ia melihat Hwang Shihyun tersenyum .
Baekhyun melihat Shihyun sudah pergi dengan tenang lalu terdengar suara yang mungkin hanya Baekhyun yang mendengarnya…
“Baekhyun-ah terimakasih sudah menjaga dan menyayangi ku selama ini , terimakasih tidak pernah mengeluh saat mencintai ku , terimakasih sudah selalu berada di sisiku hingga akhir . berjanjilah padaku kau akan hidup dengan baik dan bahagia , aku tak suka melihat mu menangis , aku mencintaimu selamat tinggal Byun Baekhyun…”
Baekhyun terdiam ia tak bergeming…
Ia menangis juga tersenyum , tersenyum sangat tulus…
“Terimakasih Tuhan telah memberikan ku kesempatan untuk menjaga Shihyun . sekarang ku serah kan ia kepadamu ku yakin ia akan lebih bahagia jika berada disisimu . sampaikan padanya kalau aku sangat mencintai nya . beristirahat lah dengan tenang Hwang Shihyun aku sangat mencintaimu…”
Selagi dirinya masih bisa bernafas dan jantung nya berdetak
Ia tetap milikku dan aku miliknya
Tidak ada yang bisa memisahkan kami
Kecuali ketika jantung salah satu dari kami berhenti berdetak…

Love never dies
Memories never change
I always want to protect you
So that even the small things won’t tire you out, I’m eternally in love
As your guardian, I will block the stiff wind
Even though people turn their backs to you
If I could become the person
Who can wipe your tears on a tiring day
It will be paradise
I, who has fallen in love with no other place to
Even though I lost my everlasting life, the reason to my happiness
You are my eternity Eternally Love

Tugas ku sudah selesai , Hwang Shihyun . beristirahatlah dengan tenang disisi Tuhan . aku mencintai mu…

~END~

About fanfictionside

just me

5 thoughts on “FF/ Give Me The Sunrise/ EXO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s