FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL pt.3 / BTS-BANGTAN


Author: AlvianyHwang
Title: ROMANCE HIGH SCHOOL pt.3
Cast:
+ Hwang Tae Ri
+ Min Yoon Gi (BTS’s Suga)
+ Jung Ho Seok (BTS’s JHOPE)
+ Choi Hwe Ji
+ Park Ji Min (BTS’s Jimin)
+ Yoo Eun Bi
+ Kim Seok Jin (BTS’s Jin)
+ Jeon Jung Kook (BTS’s Jungkook)
+ Park Se Ra
+ Kim Tae Hyung (BTS’s V)
+ BTS members
Length: CHAPTER
Genre: Romance, NC, school, love-comedy
NB:
Aku dateng lagi dengan part 3! Gimana ada yang masih nungguin ff ini??
Semoga gak bosen2 ya sama FF ini! :p kkk
Dan aku seneng banget saat aku mulai buat FF chapter bangtan yang bergenre school, mereka malah perform pake baju sekolah di MBC gayo daejun! Mendukung gambaran FF ini aja Xd wks *ditampolCEObangtan yang udah liat tampilan pake baju sekolah mereka di MBC gayo daejun kalian bisa bayangin style baju sekolah mereka di FF kaya gitu aja ya :p kkk buat suga, karena dia gak ikut perform di gayo daejun dan ikut pake seragam sekolah T.T jadinya bisa dibayangin aja bagaimana gantengnya suga pake baju sekolah *-* *aduh author fangirlingan lagi*(?)
dan maaf kalo part yang ini masih aja pendek abis author emang lagi sibuksibuknya ama tugas kuliah. auhtor janji next part gak akan lamalama :*
Oke daripada kalian jenuh baca curhatan aku langsung aja ya! :3 kkk
Check it out!

48624049


*

“kau menyukai Hoseok ya?”

Langkah Taeri terhenti ketika mendengar ucapan Yoongi yang begitu tiba-tiba dan tak pernah ia perkirakan akan keluar dari mulut lelaki itu.

Yoongi mendengus sinis ketika mendapati Taeri yang terpaku tanpa menjawab ucapannya.
Yoongi membentuk tangannya menjadi pistol dan mengarahkan pada Taeri.

“aku akan membuatmu terjatuh untuk ku, Hwang Taeri.”

Taeri menoleh dengan muka tegang. Ia menatap Yoongi yang tersenyum licik padanya.

“BBAM!”

***

“kenapa kau terbengong seperti itu?”

Lamunan Taeri terhenti ketika mendengar suara Yoongi. Taeri masih menatap Yoongi dengan muka tak yakin. Ia masih sangat yakin jika yang tadi ia dengar dari mulut Yoongi adalah mimpi atau semacam khayalan yang tidak boleh ia lanjutkan.
Yoongi tertawa dengan muka licik.

“apa kau sedang merasa terbang sekarang? Segitu bahagianya karena aku menyukaimu, Hwang Taeri?”

“ne?”
Taeri mengerjap-erjapkan matanya berusaha untuk tersadar dan menyadarkan dirinya jika semua yang ia alami kini bukanlah mimpi. Min Yoongi, lelaki itu baru saja mengutarakan perasaannya. Ya tentu saja dengan gayanya sendiri.

“pikirkan hal itu sesuka mu. Aku tidak peduli!” ucap Taeri dengan susah payah. Ia kembali membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Yoongi yang mendengus remeh menatap punggung Taeri.

TAERI POV

Aku tidak mau menoleh ke belakang lagi.
Aku sendiri tidak tahu apa alasan ku yang bersikeras untuk tidak menoleh atau menghampiri Yoongi. aku yakin alasan ku bukan karena takut atau tidak mau berurusan dengannya lagi.
Tapi….
Ah aku benar-benar tidak tahu.
Sekarang aku yakin aku sudah sangat jauh dari Yoongi dan lelaki itu tidak mungkin melihat ku lagi. Dengan muka memerah aku mendudukan diri ku di bangku koridor luar sekolah dan menaruh tangan ku di dada.
Aku tidak tahu. Sangat tidak tahu kenapa jantung ku begitu berdebar ketika mendengar ucapan Yoongi. Padahal tadi aku sudah berusaha menahan semua debaran ‘menyebalkan’ ini dan bersikap biasa. Tapi kenapa debaran ini masih saja ada dan terus terasa bahkan ketika lelaki itu sudah tidak ada di hadapan ku?

“ah~ wae?” gumamku mencoba menghentikan debaran yang masih terasa kencang di dada ku. Apalagi ketika mengingat saat Yoongi mencium bibir ku di hadapan para murid dan mengklaim diri ku sebagai miliknya yang tidak boleh di sentuh orang lain.

Aku mengacak depresi rambut ku sendiri dengan muka yang masih memerah.

“apa kau butuh tempat bersandar?”

Aku seperti mendengar suara lelaki yang sangat aku kenal. Lelaki itu seperti berdiri di hadapan ku. Aku menoleh kan wajah ku kearah lelaki itu dengan lemas.

Hoseok.

Ia menatap ku dengan ekspresi tenangnya yang sangat aku suka. Tentu ia melihat wajah ku yang memerah. Aku memalingkan wajahku kearah lain. Terlalu berat untuk menatap wajahnya semenjak kejadian Yoongi menciumku di hadapannya.

SRAT

Aku terpaku ketika tangan Hoseok tiba-tiba meraih kepalaku dan menghelus rambut ku dengan lembut. Aku mengangkat wajah ku untuk menatap wajahnya. Debaran jantungku terasa berbeda ketika mendapati senyum Hoseok yang sangat tulus.

“aku…” ucapku pelan. Aku tidak melanjutkan. Itu karena aku tidak tahu apa yang harus aku katakan.
Hoseok berjongkok untuk menyeimbangiku. Wajahnya terasa dekat tapi entah mengapa itu malah membuat ku nyaman di dekatnya.
“aku dan Yoongi sunbae-“
“arra…” Hoseok memotong ucapan ku dan ia kembali tersenyum manis untuk ku. Aku terdiam menatapnya. Sepertinya memang dia. hanya Hoseok yang selama ini mau mendengarkan cerita ku hingga akhir.
Apa aku boleh memeluknya sekarang?

Niat ku terhenti ketika aku mendengar satu kalimat yang tiba-tiba keluar dari mulutnya.

**

AUTHOR POV

“ini….”

Eunbi turun dari motor yang Jungkook kendarai dan mengamati pemandangan yang berada di hadapannya. Tepatnya motor yang Jungkook pinjam dari temannya, setidaknya itulah alasan yang Eunbi dapatkan ketika bertanya perihal motor yang Jungkook bawa.

Dan kini pemandangan pantai lepas sudah berada di hadapan Eunbi. Menggoda gadis itu dengan deburan ombak yang indah dan tiupan angin yang begitu memanjakan.
Setelah menaruh helm-nya di motor, Jungkook meraih tangan Eunbi perlahan membuat gadis itu sedikit terkejut. Jungkook menarik Eunbi agar mengikuti langkahnya menuju lebih dekat ke arah pinggir pantai.
Eunbi hanya bisa diam menatap punggung Jungkook. Lelaki yang tengah menggegam tangannya saat ini memang sangat sempurna. Wajahnya yang tampan, rambut hitamnya yang indah, tubuhnya yang tinggi dan proposional membuat semua orang tak percaya jika ia hanyalah lelaki berusia 17 tahun.

“nuna duduk di sini.”
Ucap Jungkook tiba-tiba. Eunbi tersadar, ternyata Jungkook tidak membawanya ke pinggir pantai. Tapi ia membawanya ke sebuah tempat duduk bertenda yang tepat menghadap pantai lepas. Pemandangannya saat itu sangat indah dan Eunbi hanya bisa terpukau melihat pemandangan di hadapannya itu.
Jungkook ikut duduk di samping Eunbi dan ikut mengamati pemandangan indah di hadapan mereka.
“indah?” pertanyaan Jungkook terdengar di antara suara deburan ombak.
Eunbi hanya bisa mengangguk. Ia memang tidak tahu bagaimana menggambarkan keindahan sesuatu dengan sebuah kata-kata. Baginya anggukan dan ekspresinya saat ini sudah cukup.
Jungkook tersenyum melihat Eunbi.
Eunbi menoleh kearah Jungkook yang tampak terus mengamatinya juga. Hingga tatapan mereka saling bertemu sekarang. Tatapan Jungkook yang tajam dan begitu mempesona tak sengaja membuat jantung Eunbi berdetak melebihi batas normal. Bahkan untuk bernafas saja rasanya susah.

Eunbi menghela nafasnya dengan susah payah.
“apa kau seorang playboy?” Tanya Eunbi tiba-tiba dengan muka datar. Jungkook masih menatap Eunbi dengan kedipan mata berkali-kali ketika mendengar pertanyaan Eunbi.
“pfftt~”
Jungkook memalingkan wajahnya dan seperti menahan tawanya. Eunbi mengerutkan keningnya bingung.
“apa itu terdengar lucu? Pertanyaan ku serius. Tingkah mu seperti benar-benar playboy Jungkook.” Ekspresi Eunbi terlihat kesal sekarang.
Jungkook mencoba menahan tawanya. Wajahnya jadi memerah ketika melakukan hal itu. Dan itu terlihat sangat imut bagi Eunbi.
Jungkook menatap Eunbi dengan senyum yang sekarang terlihat lebih dewasa.
Hal itu membuat Eunbi sebal dengan kehebatan Jungkook menunjukan dua sisi sekaligus pada dirinya.
“jadi… apa kau memang playboy? Aku tidak masalah jika kau mengaku. Tapi aku begini bukan berarti aku menyukaimu atau jatuh cinta padamu. Ini semua karena aku-“

CUP

Dengan cepat Jungkook mengecup bibir Eunbi sekilas. Eunbi terpaku dengan mata terbuka lebar. Ia menatap Jungkook dan lelaki itu malah tersenyum manis.
“boleh aku bilang jika aku merasa sangat sedih saat nuna menganggapku playboy?” suara Jungkook terdengar parau sekarang.
Eunbi memalingkan wajahnya dengan muka memerah gugup. Bahkan kehangatan bibir Jungkook masih terasa di bibirnya sekarang. Ia tidak berani menatap Jungkook.
“nuna?” Jungkook menatap Eunbi dan mencoba mendekatkan wajahnya pada Eunbi untuk memastikan ekspresi perempuan itu. Makin lama wajah Jungkook semakin dekat dari jarak wajah Eunbi.
Eunbi menahan tubuh Jungkook yang sudah sangat dekat dengannya.
Jungkook menatap Eunbi dengan bingung, seperti mempertanyakan alasan tangan Eunbi menahan tubuhnya untuk mendekat.
“apa kau me……”
“aku menyukaimu, noona.”
Eunbi terdiam mendengar ucapan Jungkook. Menatap lelaki itu dengan tatapan tak percaya. Kata-kata ‘suka’ sangat mudah terucap dari bibir lelaki itu.
“memang hal ini terdengar sangat cepat. Kita baru bertemu tadi pagi. Tapi… aku merasa sudah jatuh cinta dengan noona. Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. Apa kau percaya?” jungkook menatap Eunbi dalam. Tatapannya kini sangat serius tanpa ada kesan lugu atau anak SMP.
Eunbi sendiri tidak yakin jika lelaki di hadapannya saat ini hanyalah seorang anak SMP.
Eunbi meneguk ludahnya dengan gugup.
Dengan cepat ia beranjak dari duduknya di samping Jungkook. Mukanya memerah. Sangat memerah di banding yang tadi. Dan ia tidak mau Jungkook melihat mukanya itu.
“mi-mian Jungkook.ah. aku masih sedikit ragu. Aku memang sedikit menyukaimu.. tapi. Tapi aku sebenarnya tidak suka dengan lelaki yang berada di bawah umur ku.”
Eunbi menatap Jungkook setelah meyakinkan dirinya sendiri.
“mian.”
Ucapnya dengan suara tertekan. Jungkook menatap Eunbi dengan tatapan tenang. Jauh dari perkiraan Eunbi yang menyangka ekspresi Jungkook tidak akan terima dengan ucapannya.
“aku pergi ya.” Ucap Eunbi mencoba menenangkan degup jantungnya. Ia takut Jungkook mendengar degup jantungnya itu.
Jungkook tersenyum melihat punggung Eunbi dan cara wanita itu berjalan yang terlihat lucu. Mungkin karena gugup.

“NUNA!”
Panggil Jungkook dengan kencang.
Dengan cepat Eunbi menoleh. “jangan paksa aku Jungkook.ah. kau tidak akan mengerti rasanya menjadi orang dewasa. Dan-“

“nuna mau ku antar?”

“ne?” ucapan Eunbi terhenti begitu saja karena ucapan Jungkook yang lagi-lagi tak pernah ia pikirkan akan keluar dari mulut Jungkook. Jungkook tersenyum dan beranjak dari duduknya.
“aku merasa bersalah sudah membawa nuna kesini tanpa menghasilkan apa-apa. Dan tidak mungkin nuna pulang sendiri.” Jungkook berjalan mendekati Eunbi.
“ah tidak usah. Aku bisa pulang dengan bus, lalu mungkin kereta.”
Jungkook langsung menarik Eunbi agar mengikutinya kearah motor tanpa berkata apa-apa. Eunbi menatap Jungkook dengan debaran hebat di dadanya.
Ia menundukan mukanya. Begitu bingung dengan perasaannya sendiri.

Eunbi mulai berjalan mengikuti langkah Jungkook menuju motornya. Bahkan sikap Jungkook lebih terlihat dewasa di banding dirinya. Eunbi mengembungkan pipinya.
Dengan senyuman manis Jungkook menyodorkan helm. Eunbi menatap Jungkook lamat, heran dengan sikap Jungkook yang santai ketika jelas-jelas gadis itu ‘menolak’-nya secara tidak langsung. Tapi mungkin itu untuknya, karena jujur gadis itu masih sangat ragu antara menolak Jungkook atau tiba-tiba memeluk dan menerima perasaan lelaki itu.
Jungkook sudah dalam posisinya di motor dan mengenakan helm, ia menatap Eunbi bingung. Eunbi ikut menatap Jungkook dengan masih memeluk helm lelaki itu.
“waeyo? Ayo naik noona.” Ucap Jungkook dengan kerutan kening yang terlihat jelas dari kaca helm-nya. Eunbi tidak menjawab pertanyaan Jungkook.
“apa noona masih ragu jika aku membawa motor?” Jungkook tersenyum menatap Eunbi. Ia meraih tangan Eunbi lembut, namun tiba-tiba Eunbi meraih tangan Jungkook balik dan memeluk Jungkook dengan erat.
Eunbi sendiri seperti tidak sadar dengan apa yang ia lakukan sekarang. Seperti terbawa nalurinya untuk memeluk Jungkook seerat mungkin. Ya, dia hanya mengikuti nalurinya saat ini.

*

Cklak

Baru beberapa langkah Jungkook masuk ke dalam rumahnya bersama keluarga Taeri, gadis itu sudah menghampirinya dengan cepat dan muka masam menyambut lelaki itu.
“apa kau pergi dengan Eunbi?”
Tanya Taeri dengan ketus. Ia benar-benar tidak suka jika Eunbi menjalin hubungan dengan Jungkook. Alasannya? Jungkook terlalu tampan untuk Eunbi. Di pikiran Taeri saat ini Jungkook adalah Playboy yang siap mencampakan Eunbi seenaknya. Jika itu terjadi pasti Eunbi juga akan membenci Taeri dan persahabatan mereka akan hancur. Memang terlalu jauh jika harus berpikir langsung kearah situ tapi bukankah sigap dari awal itu bukanlah hal yang terlalu buruk? Itu moto dari Taeri selama ini.
“ne. wae nuna?” Jungkook memasang wajah bingung dengan mata besarnya.
Taeri menghela nafasnya dengan kesal.
“kau tidak boleh mendekati Eunbi lagi setelah ini. Arra?” ucap Taeri dengan nada suara yang sedikit besar.
“ada apa? Taeri kenapa kau jadi melarang apa yang di lakukan sepupu mu itu? Dia sedang bersama wanita lain itu bukanlah urusan mu.” Ibu Taeri ikut menyahut ketika mendengar apa yang putrinya itu katakan. Chansung yang sedang menonton acara music di tv ikut menatap kearah Taeri dan Jungkook.
“ini bukan urusan ibu. Aku yang lebih tahu seperti alasannya. Pokoknya kau tidak boleh mendekati Eunbi dan mulai besok kau berangkat sekolah sendiri. Kau bukan anak kecil lagi eoh?”

PLAG!!

“aw!!! Ibu!!!!” taeri meringis kencang ketika tangan ibunya sudah dengan lancar menjitak kepalanya sekeras mungkin.
“kau yang masih kecil! Jangan pernah mengatur hidup Jungkook lagi! Dia tinggal disini bukan untuk kau atur seperti itu!” omel ibunya. “jungkook.ah jangan dengarkan ucapan Taeri tadi ya. Kau bebas untuk jatuh cinta dengan siapa saja.” Ibu taeri menepuk pundak Jungkook dengan senyuman khas ibu-nya.
“hmm apa jangan-jangan kau menahan Jungkook untuk jatuh cinta dengan Eunbi karena kau menyukai Jungkook eoh?” chansung yang sedari tadi diam akhirnya berujar dengan santainya membuat bola mata ketiga manusia di ruangan itu membulat lebar.
“CHANSUNGAH!!!!!!! APA YANG KAU KATAKAN TADI!!??” ibu mengomel dengan kencang.
“dia memang gila.” Umpat Taeri sudah terlalu lelah jika beradu mulut dengan Chansung saat ini.
“aku hanya menduga ayolah. Brother complex itu sudah bukan hal yang aneh lagi ibu.” Chansung mencoba menghindari kemurkaan ibunya itu dan memasuki kamar dengan cepat. Itu membuat Taeri cukup puas bisa melihat pemandangan yang langka terjadi. Ibu yang menghajar Chansung dengan cara memalukan. Taeri memasang senyum kemenangan.
“dan kau juga Taeri. Berhenti mengatakan hal yang aneh-aneh dengan Jungkook dan jangan suruh Jungkook untuk berangkat sendiri besok. Dia masih tidak tahu Seoul itu seperti apa.”
Taeri menatap Jungkook dengan tajam. Dan sialnya lelaki itu entah benar atau hanya khayalan Taeri saja lelaki itu juga menatap Taeri dengan tajam.
“jungkookah kau bisa kembali ke kamarmu dan segera makan malam.”
Jungkook tersenyum kearah ibu Taeri dan berjalan ke lantai atas menuju kamarnya.
Taeri masih menatap Jungkook dengan sinis. Lelaki itu harus segera dijauhi dari Eunbi!

*

Sepanjang makan malam Taeri masih menatap tajam Jungkook. Mencoba membuat lelaki itu tidak betah berada di sini dan segera kembali ke Busan. Meski keberhasilannya hanya berkisar 50%.
Jungkook mencoba mengambil potongan daging asap di piring dan dengan segera Taeri mengambil piringan daging asap itu dan seakan dengan polosnya langsung memasukan semua potongan daging asap kedalam piringnya. Jungkook menatap Taeri dan dengan cepat kembali bersikap biasa. Ia sudah tahu sinyal ‘perang’ yang Taeri kibarkan kepadanya.
Jungkook ingin meraih sayur labu dengan sumpitnya tapi dengan cepat juga Taeri meraih piringan sayur labu itu dan memasukan semuanya ke piringnya.
Chansung tersadar dengan apa yang Taeri lakukan dan mengerutkan keningnya.
“kau bukannya tidak suka dengan labu?” Tanya Chansung.
Taeri yang sudah bermandikan keringat dingin menatap Chansung dengan muka pucat.
Jungkook menahan tawa dengan memasang ekspresi cool-nya.
“ah ani. Sekarang aku sudah suka kok. Bogo~ bogo~” taeri langsung menyumpitkan sayur labu kedalam mulutnya. Mati-matian menahan rasa mualnya.
Jungkook ingin meraih piring berisi daging tuna dan belum habis Taeri menghabiskan sayur labunya serta daging asap Taeri sudah mengambil piringan tuna itu dan memasukan habis piring daging tuna. Changmin akhirnya menyadari apa yang Taeri lakukan pada semua lauk pauk.

PLAG!!!

Ibu sudah berada di belakang dan dengan kebetulan melihat kelakuan putrinya satu itu. Dengan lancarnya ia menjitak kepala Taeri lagi.
“pantas saja tadi aku kesini lauk sudah habis 2 piring! Apa kau sangat lapar?? Sisakan juga untuk Jungkook! Kau tidak lihat piringnya kosong tidak ada lauk pauk selain nasi!” ibu menunjuk piring Jungkook, jungkook menatap ibu Taeri dengan muka memelas. Akting yang dengan cepat Taeri sadari.
“ah! Appooooo~~ tapi ibu tidak perlu memukulku seperti itu! Siapa sih sebenarnya yang anak ibu!” omel Taeri kesal dan meraba bekas pukulan ibunya yang lumayan keras itu.
Tapi ibunya seperti tidak memperdulikan omelan Taeri dan malah kembali ke dapur, sepertinya untuk menyiapkan lauk lainnya.
Taeri menatap Jungkook dengan kesal dan meremas sendok makannya. Tapi lelaki itu malah seperti pura-pura tidak tahu kekesalan Taeri dan malah kembali asik memakan makanannya seraya sesekali mengobrol dengan Chansung.

*

Taeri sudah menunggu dari tadi di depan pintu kamarnya yang lebih dulu dari kamar Jungkook. Sesuai dugaannya lelaki itu naik ke lantai atas seusai mandi. Ia mendapati Taeri yang seperti menunggunya dengan muka tak bersahabat.
Jungkook pura-pura tidak menghiraukan Taeri sekali lagi dan berjalan santai menuju kamarnya.
Taeri menatap Jungkook dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya.
“ya.” Ucap Taeri.
“Jungkook.” Perjelas Taeri lagi agar lelaki itu mau menghentikan langkahnya dan menghiraukan semua pertanyaan serta larangannya.
Jungkook berhenti berjalan dan menoleh menatap Taeri dengan muka sok polosnya.
Taeri yang sudah tahu semua itu hanya akting yang Jungkook lakukan untuk mengelabuinya, mendengus remeh. Ia berjalan mendekati Jungkook dengan langkah tenang. Rasa kesalnya mati-matian ia tahan jika tidak mau merasakan jitakan ibunya lagi.
“kau tadi mengerti apa yang kumaksud kan?” Tanya Taeri lebih dulu. Jungkook tidak menjawab. Ia hanya menatap Taeri dengan ekspresi yang tidak dapat di tebak.
“jauhi Eunbi. Aku yakin kau tadi pergi dengan Eunbi kan? Menuju… pantai?” Tanya Taeri lagi. Jungkook mengerutkan keningnya.
“nuna tahu darimana?” Jungkook memundurkan posisi dirinya. Ia merasa Taeri seperti tahu semua gerak-gerik yang ia lakukan.
Taeri tersenyum licik. Ia menimang-nimang ponselnya dengan muka bangga.
“apa guna GPS jika bukan untuk itu? Aku mengecek Eunbi sedang berada di mana dan ketika aku mengecek GPS mu juga… kalian berada di tempat yang sama. YA! JUNGKOOK! KAU ITU TIDAK SADAR UMURMU-“
“oh jadi ponsel itu senjata nuna?” potong Jungkook tiba-tiba. Jungkook mengeluarkan ponsel dari kantong celananya juga. taeri mengerutkan keningnya.
“menurut noona aku tidak bisa menggunakan ini menjadi senjata juga?” jungkook menunjukan ponselnya dengan senyuman yang tidak bisa Taeri artikan. Jungkook kembali memainkan ponselnya dan menunjukan gambar yang menjadi ‘senjata’nya itu.
Mata Taeri melotot ketika mendapati fotonya bersama Yoongi yang tengah berciuman terpotret jelas di ponsel lelaki itu.
“YA!! KAU!! DAPAT DARIMANA FOTO ITU!!??” Taeri mencoba meraih ponsel Jungkook tapi dengan cepat juga Jungkook menyembunyikan ponsel di balik badannya.
“ini senjata ku, nuna.” Ucap Jungkook entah mengapa terdengar sangat memuakan di telinga Taeri.
“kau. Dapat darimana foto itu. Katakan padaku.” Taeri mencoba menahan amarahnya.
Jungkook tersenyum licik. Benar-benar licik sekarang dan Taeri bisa melihat jelas senyuman itu.
“tadi aku ke sekolah nuna untuk menjemput Eunbi nuna. Dan tidak sengaja aku melihat pemandangan seperti ini. Aku rasa ini seperti berguna nantinya makanya aku memotretnya. Tidak kusangka akan berguna juga. sangat berguna malah.” Jungkook berdecak melihat potret itu di ponselnya.
Taeri menahan rasa kesalnya. Jungkook sudah benar-benar memegang kartu matinya sekarang. Ia sangat takut jika Jungkook akan menunjukan foto itu ke ibu-ayah serta Chansung serta seluruh public korea dengan akun SNS-nya yang bahkan Taeri tebak ia mempunyai akun itu. Ayolah tidak mungkin anak muda di Korea yang tidak mempunyai akun SNS di jaman sekarang?
Taeri menghela nafasnya. Mencoba bersabar.

“jangan sakiti Eunbi, oke?” ucap Taeri lagi sedikit melunak. Jungkook menaruh ponselnya kembali di kantong celananya.
“apa aku terlihat seperti akan menyakitinya?” Tanya Jungkook dengan ekspresi muka yang lagi-lagi tak bisa Taeri artikan. Taeri tidak menjawab. Tepatnya ia tidak tahu harus menjawab apa. Jika dipikir-pikir untuk apa juga ia melarang hak orang lain untuk menyukai seseorang?

“molla.” Hanya itu jawaban Taeri dan ia segera masuk kedalam kamarnya tanpa menatap Jungkook.
Jungkook hanya menaikan bahunya dan memasuki kamarnya juga.

***

Hweji memandangi ponselnya. Ia tengah menunggu di sebuah café yang tampak tetap ramai di malam hari. Sesekali juga ia mengintip ke dalam café yang terdapat seseorang yang sedari tadi ia tunggu. Orang yang berada di café itu dengan cepatnya menyadari Hweji yang memandangnya dan dengan cepat juga ia memberi isyarat jika pekerjaannya akan selesai sebentar lagi.
Hweji tersenyum memandang Jimin –lelaki yang sedari tadi ia tunggu- lelaki yang tengah melakukan pekerjaan sambilannya di café.

Trililit

Hweji menoleh kearah ponselnya ketika terdapat pesan masuk. Ia membuka pesan masuk itu.

From: Taeri
Apa kau sedang di luar? Aku bosan di rumah. Ini malam tahun baru jadi bukankah sebaiknya kita jalan?

Hweji tertegun melihat pesan masuk dari Taeri. Ia menatap kearah Jimin yang tampak masih melayani tamu dengan senyuman ramahnya.

To: Taeri
Aku sedang di luar bersama Jimin. Kau mau bergabung?

Hweji sedikit ragu ketika melihat notif pesan terkirim di ponselnya. Sebenarnya sudah menjadi rencananya bersama Jimin pergi berdua di malam tahun baru. Tapi bukankah merayakan malam tahun baru bersama yang lainnya juga menyenangkan?

Pesan masuk dari Taeri dengan cepat menghiasi ponsel Hweji.

From: Taeri
Kajja! Aku akan mengajak Eunbi dan Taehyung juga! tunggu kami di café tempat jimin kerja ya!

Hweji tersenyum melihat pesan Taeri. Sekarang pun ia sedang menunggu di café itu.

**

Taeri sudah menghubungi Taehyung untuk pergi malam ini dan juga menyuruh Taehyung mengajak Eunbi untuk pergi. Gara-gara pertengkarannya tadi pagi bersama Eunbi ia jadi sedikit bingung cara mengajak sahabatnya satu itu dengan benar. Yang terpenting mereka semua harus lengkap dan merayakan malam tahun baru bersama dengan bergembira!

Taeri sudah bersiap dengan setelan musim dinginnya. Ia turun dari tangga lantai kamarnya.
Ibunya yang tengah menonton acara musik di tv bersama Chansung dan Jungkook menoleh menatap penampilan Taeri yang rapih.
“kau jadi merayakan tahun baru dengan teman-temanmu?” Tanya ibu.
“eoh~ tadi aku sudah bilang kan? Mungkin aku akan pulang saat larut.” Ucap Taeri.
“kau ajak saja Jungkook.” Ucap ibu lagi tanpa beban. Mata Taeri langsung melotot.
“ANIYA! Ini acara seangkatan ku ibu! Tentu pembicaraannya akan tentang angkatan ku! Dia terlalu kecil untuk ikut di acara ini!” tolak Taeri dengan cepat.
“apa kalian akan mabuk-mabukan di acara itu nanti?”
“ne?” Taeri memelototkan matanya kaget dengan ucapan ibunya yang memang selalu asal.
“Y-ya tidak mungkinlah! Mabuk-mabukan di malam tahun baru? Itu tidak elit!” dengan cepat Taeri menggelengkan kepalanya.
“kalau begitu kau ajak Jungkook! Kasian dia malam tahun baru tidak kemana-mana.”
Taeri menggigit bibirnya kesal. Jungkook yang ia harapkan menolak malah diam saja seperti menanti akan ia ajak juga.
“tidak usah repot-repot bibi. Aku mungkin bisa mencari acaraku sendiri.” Jungkook akhirnya bersuara dan mengeluarkan ponselnya. Taeri melotot, ia sangat mengerti apa yang mau Jungkook lakukan. Pasti ia akan menghubungi Eunbi dan mengajak perempuan pedofil itu pergi berdua di malam tahun baru.

“ba-baiklah! Kau ikut! Cepat bersiap sana!!”

***

“apa kau menunggu lama?”

Hweji menoleh ketika mendengar suara yang sangat ia kenal memanggil namanya. Ia segera mendapati sosok Jimin sudah berdiri di belakangnya dan menumpukan kedua tangannya di bahu Hweji. Senyum Jimin merekah manis di wajah membuat matanya yang sipit semakin sipit. Hweji membalas senyum Jimin.
“kau mau kemana?” Tanya Jimin dengan lembut dan memeluk leher Hweji dari belakang.
“kau sendiri mau kemana? Apa aku harus mengikutimu tuan park?” goda Hweji dengan suara yang sengaja ia imutkan.
“itu terserah kamu. Aku akan mengikuti kemana pun kamu mau pergi karena itu juga sebagai permintaan maaf ku telah membuatmu menunggu.” Bisik Jimin mesra tepat di telinga Hweji. Hweji mencubit mesra lengan Jimin dan tersenyum malu-malu menghadapi sikap romantis Jimin yang hanya di tunjukan padanya.

“kalian berdua menjijikan.”

“OMONA!” dengan cepat Hweji berdiri terkejut ketika mendapati sosok Taehyung berdiri di hadapan mereka dan menatap mereka dengan ekspresi setengah jijik andalannya.
Jimin menatap Taehyung terkejut. Apalagi ketika menyadari lelaki 4D itu tidak hanya sendiri. Tapi juga bersama 3 orang lainnya yang sangat ia kenal. Jin, Sera dan Yoongi.
Tunggu. Min Yoongi?
Hweji menatap Taehyung juga dengan ekspresi penuh Tanya ‘kenapa-kau-membawa-Yoongi-juga?’

Seperti tahu apa yang Hweji pertanyakan Taehyung dengan segera menjelaskan semuanya.
“karena mereka tidak punya kegiatan di malam tahun baru jadi aku membawa mereka juga.” jelas Taehyung dengan santai.
“annyeong! Maaf jika kedatangan kami menganggu.” Sapa Jin dengan senyum ramah dan melambaikan tangannya dengan gaya imut. Sera juga mengikuti apa yang Jin lakukan. Sedangkan Yoongi tidak mengatakan apa-apa. Ekspresinya dingin seperti memberi isyarat tidak ingin di ganggu.
“ah gwaenchana! Kalian tidak menganggu kok! Bukannya semakin banyak orang semakin menyenangkan??” ucap Hweji dengan senyuman ramah membalas Jin dan Sera.
“ah benarkah? Kalau begitu seharusnya tadi aku mengajak seluruh tim basket juga biar sekalian banyak.” Sambar Taehyung dan lagi-lagi dengan nada santainya. Hweji menatap Taehyung dengan tatapan tajam seakan menyuruh lelaki itu membungkam mulutnya.

Jimin menatap Hweji dengan bingung dan mempertanyakan semua keadaan di hadapannya saat ini. Padahal sebelumnya mereka merencanakan merayakan malam tahun hanya berdua. Tapi sekarang semua malah berkumpul.
Hweji menatap Jimin dan memberi lelaki itu senyuman manisnya. “mianhae chagiya~ karena aku pikir merayakan malam yang istimewa di tahun baru bersama-sama pasti akan lebih menyenangkan. Tidak apa-apa kan?” rayu Hweji dengan gaya imutnya yang selalu ia keluarkan sebagai senjata di hadapan Jimin.
“apa ini semua ajakan Taeri?” tebak Jimin seperti sudah tahu siapa udang di balik semua ini. Hweji tertawa pelan mendengar tebakan Jimin yang sangat tepat. Hweji mengagguk. “tapi ini juga kemauanku, oppa. Kau tidak marah kan?”
Jimin tersenyum dan mengacak rambut Hweji. “jika itu maumu aku pasti mengikutinya.” Balas lelaki itu dan lalu mencubit pipi Hweji dengan mesra.
Taehyung menatap keduanya dengan tatapan jijik. Melihat dua manusia bodoh sedang bermesraan di malam penghujung tahun itu adalah hal yang menyeramkan untuknya.
Dan Yoongi hanya mendengus melihat pemandangan di hadapannya, ia tidak begitu peduli, karena hanya ada satu alasan mengapa ia mau ikut merayakan malam tahun baru bersama Taehyung dan teman-temannya. Yoongi tersenyum dingin membayangkan kedatangan sosok di pikirannya itu.

“BRRRRRR~~ kenapa tiba-tiba aku jadi menggigil sih?”
Taeri menggosok-gosokan kedua tangannya ketika dalam perjalanan ke rumah Eunbi. Jungkook yang berjalan di belakangnya menatap tingkah Taeri yang begitu pecicilan. Bahkan cara berjalan perempuan itu sangat heboh hanya karena untuk menghangatkan tubuhnya dari hawa dingin musim dingin.
Taeri menoleh menatap Jungkook dan kembali menatap lelaki itu dengan tajam. Jungkook ikut menatap Taeri dan lagi-lagi dengan tatapan polosnya yang sangat Taeri benci.
“apa sekarang kau sedang senang huh?”
Jungkook tidak menjawab pertanyaan Taeri dan tetap berjalan. Taeri menatap punggung Jungkook tidak percaya. Dengan segera ia berjalan menjajari langkahnya dengan Jungkook.
“kau pikir aku dengan mudahnya akan membiarkan kalian bersama? Kau suka menonton drama kan? Dimana dua sejoli seperti kalian berusaha untuk bersama. Di saat itu juga ada satu sosok yang menghalangi kalian mati-matian. Sosok itu adalah AKU.” Ucap Taeri tetap berusaha berjalan sejajar dengan langkah panjang Jungkook. Jungkook menghentikan langkahnya tiba-tiba dan menatap Taeri dengan tajam. Taeri juga ikut menatapnya tajam.
Jungkook menolehkan wajahnya ke depan.
“kenapa? Apa kau tidak tahu harus berkata apa? Mudah saja. Hanya katakan kau menyerah untuk mendekati Eunbi dan kembali ke Bus-“
Ucapan Taeri terhenti ketika Jungkook tiba-tiba berjalan meninggalkannya dengan langkah sedikit berlari. Taeri menatap Jungkook dan mencari tahu penyebab lelaki itu berjalan seperti itu.
Dan mata Taeri melotot lebar ketika melihat sosok Jungkook yang memeluk Eunbi yang juga tidak ia ketahui kapan kedatangannya. Ekspresi Eunbi juga terkejut ketika Jungkook memeluk mesra dirinya. Tangan Eunbi bergetar merasakan tubuh Jungkook melekat erat di tubuhnya. Wajahnya memerah menahan rasa senang dan bingung dan juga takut.
“aku mau menunjukan kepada Taeri nuna kalau aku tidak pernah main-main dengan cinta.” Bisik Jungkook tepat di telinga Eunbi. Tubuh Eunbi terasa merinding mendengar suara Jungkook yang terdengar sangat seksi.

Sedangkan Taeri yang melihat pemandangan di hapadannya itu hanya menghela nafasnya dan berkacak pinggang. Dengan keadaan seperti ini ia merasa seperti tokoh wanita di dalam drama yang memergoki pacarnya berselingkuh. Taeri mendengus dan berjalan mendekati keduanya yang terlihat seperti asik dengan dunia mereka sendiri. Dengan cepat ia menarik tudung hoodie Jungkook hingga membuat pelukan lelaki itu terlepas dengan paksa.
Eunbi tak berani menatap Taeri dan menundukan kepalanya dengan wajah memerah.
Taeri berdecak menatap keduanya.
“apa kalian berdua yang merancang adegan ini? Whoaaa~ daebak.” Taeri mendengus. Ia melepas cengkramannya di tudung hoodie Jungkook.
“kajja~ kita sudah terlambat.” Ucap Taeri lagi dan berjalan mendahului Eunbi dan Jungkook. Eunbi menatap Taeri dengan lemas.

Mereka bertiga berjalan tanpa mengucapkan sepatah katapun. Eunbi menatap punggung Taeri. sebenarnya ia ingin sekali menyapa Taeri dan bercanda dengan sahabatnya satu itu seperti biasa. Tapi ia tahu Taeri sangat kecewa padanya saat ini. Dan Ia sangat tahu Taeri bersikap seperti itu hanya karena ia khawatir padanya. Eunbi juga mengkhawatirkan dirinya sendiri jika memang harus berhubungan dengan Jungkook. Ya, sosok lelaki yang kini menggandeng tangannya dengan erat. Eunbi melirik kearah Jungkook. Lelaki itu tidak menyadari lirikan Eunbi, itu malah membuat Eunbi merasa bebas untuk menatap wajah Jungkook dengan lamat.

Tap

“ah kalian sudah datang??! Lama sekali.”
Suara Jimin tidak terasa sudah terdengar saja di telinga Eunbi yang sejak tadi memang tidak memperhatikan jalanan.
Eunbi menatap sosok yang begitu banyak di hadapannya. Matanya membesar ketika mendapati sosok yang ‘tak pernah ia pikirkan akan ada di acara malam tahun baru ini’ di hadapannya. Jungkook juga seperti mengingat satu sosok lelaki itu.
Dengan cepat Eunbi menoleh menatap Taeri. hweji juga memasang wajah tidak enak dengan Taeri.

“annyeong Taeri.ya. kau telat sayang. Aku sudah menunggu mu sangat lama.”

Min Yoongi. Lelaki itu tersenyum dan melambaikan tangannya pelan. Suaranya seperti dibuat-buat. Taeri menatap Yoongi dengan mematung. Seakan tidak percaya dengan sosok di depannya. Ia terus berharap itu semua hanya khayalannya saja, mimpi atau segala hal yang bisa membuat sosok Min Yoongi tidak nyata.

“apa dia pacarmu oppa?” Sera menatap Yoongi dengan bingung. Gadis itu memang selalu telat. Tapi Hweji dan Eunbi juga sedikit bingung dengan sikap aneh Yoongi. Pasalnya keduanya tidak melihat tragedy ‘cium paksa’ yang di lakukan Yoongi pada Taeri secara langsung.

“pacar? Hemm. Mungkin.” Jawab Yoongi dengan senyuman liciknya. Ia menatap Taeri sangat tajam, seakan berkata ia tidak akan pernah membuat Taeri menjauh dari sisinya.
Taeri berusaha meneguk ludahnya sendiri.

“huaaaa~ Yoongi oppa chukkae!! Apa kau sudah putus dengan Hyomin unnie??” Tanya Sera lagi dengan nada polos.
“jangan bertanya lagi Sera.” Jin menyentuh bahu Sera. Mencoba membuat gadis itu bungkam. Sera menatap Jin dengan bingung, wajahnya memerah ketika tangan Jin menyentuh bahunya. Saat itu juga ia diam tak mengucapkan sepatah katapun. Eunbi melirik kearah Taehyung untuk memastikan ekspresi lelaki itu. Benar saja, ekspresi Taehyung seperti menyiratkan ketidak sukaannya. Apalagi ketika lelaki berambut ungu itu membuang tatapannya dengan dingin.

“hyung. Ini acara untuk bersenang-senang. Tolong jangan gunakan ini untuk membully Taeri.” tiba-tiba Jimin berujar dan dengan cepat Hweji mengaggukan kepalanya.
Yoongi beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Taeri yang masih mematung tak mengucapkan sepatah katapun.
“kenapa aku harus membully-nya? Apa kau ketinggalan berita huh?”
Yoongi berdiri menjajari Taeri dan memeluk bahu gadis itu. “dia itu pacarku. Nae yeojachingu~” ucap Yoongi lagi dengan suara yang ditekankan dan senyuman licik menatap Taeri.
Hweji dan Eunbi melotot terkejut mendengar ucapan Yoongi. Mereka saling tatap.
Jimin menggaruk kepalanya. Ia masih sangat ingat apa yang Yoongi dan Taeri lakukan di taman dan di hadapan para murid saat itu. Taehyung dan Jin juga melihatnya tetapi mereka hanya bisa diam. Menyerah dengan sikap Yoongi yang susah di tebak.

Yoongi menatap Taeri yang masih mematung tanpa mengucapkan apapun. Yoongi tersenyum dan mendengus. Jarak wajahnya dengan Taeri kini sangat dekat. Bahkan Taeri seperti bisa merasakan hembusan nafas Yoongi di pipinya. Dan sialnya entah mengapa dada Taeri terasa berdebar sekarang. Apa itu karena ia ketakutan? Tapi ia seperti tidak merasakan ketakutan seperti sebelumnya. Wajahnya terasa memerah bagai udang rebus, bahkan ia tidak berani melihat balik Yoongi. Ia tidak tahu apa yang terjadi padanya. Dan TENTU itu bukanlah perasaan suka atau semacamnya! Iya sangat yakin dan terus berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

“waeyo? Apa kau tegang sayang?” Yoongi seperti benar-benar menjebaknya sekarang. Aktingnya begitu pintar dan patut diacungi dua jempol. Kenapa ia tidak segera debut menjadi actor saja dan enyah dari hadapan Taeri?
Taeri berusaha menekatkan dirinya untuk menatap Yoongi. ia menatap Yoongi dengan tajam dan menyingkirkan tangan lelaki itu dengan kasar.

“jangan bermimpi!!” bentak Taeri. yoongi tersenyum menyukai sikap Taeri padanya saat ini dan dengan cepat ia menahan tangan Taeri ketika gadis itu mau melaksanakan aksi perginya.
“lepaskan tanganku!!” ucap Taeri menatap Yoongi dengan dingin.
“tanganmu begitu dingin. Seharusnya aku tidak melepaskannya dan menghangatkannya bukan?” Yoongi tersenyum semakin licik.
“lepas.” Taeri masih keukeuh dan berusaha melepaskan tangannya sendiri dari genggaman Yoongi. semua hanya diam terpaku melihat perdebatan Taeri dan Yoongi.
“AKU BILANG LEPAS!!!!!” bentak Taeri dengan suara sangat keras hingga membuat beberapa orang yang lewat menatap kearah mereka. Yoongi menghembuskan nafasnya dengan masih tersenyum, mencoba bersabar menahan emosi yang bisa kapan saja meledak.
Yoongi menarik tangan Taeri dan mencengkram tangan gadis itu dengan kasar. Taeri meringis menahan perih pada tangannya.
“apa kau mau pergi begitu saja? Tidak menghargai keberadaan teman-temanmu disini yang menunggumu? Kau begitu egois Hwang Taeri.” ucap Yoongi dengan nada suara yang sedikit dingin sekarang. Taeri diam menatap kesal Yoongi. ia juga menatap kearah teman-temannya Dan lalu ia kembali menatap Yoongi.
“aku tidak akan pergi jadi lepaskan tanganku.” Ucap Taeri tak kalah dingin. Yoongi tersenyum dan melepaskan cengkramannya dengan cepat membuat Taeri sedikit terkejut juga karena Yoongi dengan mudahnya percaya pada ucapannya. Tadinya ia berniat akan langsung berlari, tapi niatnya langsung menghilang ketika melihat semua teman-temannya. Taeri menghela nafasnya berat. Mencoba untuk bersabar.

“ba-baiklah! Ayo kita berangkat!” Jimin mencoba mencairkan suasana yang terlanjur tegang karena ulah Yoongi.
“kita mau kemana?” Tanya Eunbi.
“jankaman~ dia siapa?” bukannya mendapat jawaban dari Jimin, Hweji malah menyahut dan menunjuk kearah Jungkook dengan muka penasaran.
Eunbi menatap Hweji terkejut. Dengan cepat ia menoleh kearah Taeri, tetapi gadis itu malah seperti tidak memperdulikan sekitarnya dan memasang wajah dingin.
“dia…” Eunbi tidak tahu harus berkata apa. Hweji sudah tahu siapa nama lelaki SMP yang membuat ia bertengkar dengan Taeri dan tidak mungkin juga jika ia memperkenalkan Jungkook dengan namanya itu.
“aku Jungkook. Sepupu Taeri noona. Salam kenal noona.” Dengan entengnya Jungkook mengucapkan kalimat yang sulit Eunbi katakan. Eunbi menatap Jungkook dengan mata melebar.
“huwaaaa~ jadi kau yang namanya Jungkook!” suara Hweji seperti tidak percaya ia menunjuk Jungkook dengan jarinya tanpa berkedip. Hweji menatap Eunbi dengan ekspresi yang sulit di jelaskan dan itu membuat Eunbi kesal.
“kita akan ke tempat karaoke dulu sebelum menuju lokasi gong tahun baru.” Jawab Jimin dengan cepat sebelum pembicaraan akan semakin kemana-mana.
“Taeri kau ikut kan?” Jimin menatap kearah Taeri yang tengah memasang wajah betenya. Taeri tidak menjawab.

SRUGG

Tanpa diduga Yoongi memeluk pinggang Taeri hingga tubuh gadis itu melekat pada Yoongi. taeri melebarkan matanya. Semua juga menatap kearah keduanya, penasaran apa lagi yang akan Yoongi lakukan pada Taeri.
“tentu dia ikut. Kaja! Chagi~” Yoongi memasang senyumnya yang sebenarnya terlihat sangat manis dan berbanding terbalik dengan sikap dinginnya. Hal itu membuat jantung Taeri sedikit berdebar dan memerahkan wajahnya apalagi ketika Yoongi menyebut kata ‘chagi’ dengan mudahnya.

“singkirkan tanganmu sebelum aku berniat melarikan diri lagi.”
Hanya itu jawaban Taeri, dengan nada ketus tentunya.
Yoongi menghilangkan senyum manisnya dan melepas pelukannya di pinggang Taeri, mengangkat tangannya seakan menunjukan Taeri jika ia ‘sudah-tidak-memeluk-pinggangnya-lagi’. Taeri mendengus dan berjalan lebih dulu. Semua tahu maksud arah Taeri dan ikut berjalan bersama gadis itu menuju tempat karaoke yang biasa mereka datangi.

*

Selama di tempat karaoke Taeri tidak sama sekali berbicara atau tertawa. Dia hanya duduk sambil memasang ekspresi sebal dan melipat kedua tangannya. Dia begitu kesal dengan semua teman-temannya yang tidak memikirkan perasaannya dan malah mengajak Yoongi di malam yang seharusnya menjadi malam untuknya melepas penat.
Eunbi juga menatap Taeri dengan perasaan campur aduk, Jungkook yang duduk di sampingnya dan tengah berusaha mengajaknya mengobrol akrab sesekali tidak ia hiraukan. Itu karena dia masih sedikit canggung untuk bisa terlihat akrab dengan Jungkook di hadapan teman-temannya.
Eunbi kembali menatap Jungkook yang kini tengah melihat-lihat daftar buku lagu. Ia tidak terlalu menghiraukan keriuhan semua teman-temannya yang menggoda kemesraan Jimin dan Hweji yang menyanyikan lagu duet.
“Jungkook.ah..” ucap Eunbi pelan meski ia tidak yakin Jungkook akan mendengarnya di tengah kebisingan ruang karaoke. Tapi tanpa ia sangka Jungkook malah menatap Eunbi juga dengan mata besar indahnya. Wajah Eunbi memerah ketika Jungkook menatapnya.
“apa noona mengucapkan sesuatu?” Tanya Jungkook berbisik tepat di telinga Eunbi membuat jantung Eunbi berdegup kencang.
“a-aku… aku…”

SRASH

Eunbi menghentikan ucapannya dan menoleh ketika ia merasa pahanya basah seperti terguyur air.
“ah mianhae! tadi aku tersenggol. Mian mian. Gwaenchana?” Jin. Sosok lelaki tampan itu menatap Eunbi dengan khawatir. Baru Eunbi sadari kalau Jin tidak sengaja menumpahkan isi gelas milk shake-nya tepat di paha Eunbi. Jin meraih tissue di meja dan langsung mengusapkan tissue itu dipaha Eunbi. Muka Eunbi memerah ketika tangan Jin seperti menyentuh pahanya.
“a-ah gwaenchana sunbae. Itu hanya Milkshake!” Eunbi berusaha menghentikan Jin dengan gugup. “tidak usah repot-repot! Aku bisa membersihkannya sendiri.”
“tapi ini milkshake mengandung susu dan gula. Pahamu bisa lengket.” Ucap Jin keukeuh dan tetap membersihkan paha Eunbi.

Sera yang tadi asik bersorak mendukung pasangan Hweji-Jimin yang tengah bernyanyi menoleh kearah Jin dan Eunbi. Ekspresinya berubah begitu saja. Seperti terkejut dan bingung. Taehyung yang duduk diam di sebelahnya menyadari arah pandang Sera dan perubahan ekspresi gadis itu. Ia ikut menatap Jin dan Eunbi dengan tatapan datar. Lalu ia menatap kearah Sera lagi.

“Jin sunbae tidak apa-apa kok. To-tolong hentikan.” Wajah Eunbi sangat memerah sekarang. Ia benar-benar merasa canggung dengan sikap Jin yang bahkan baru pertama kali berbicara dengannya.
Tapi Jin terus membersihkan noda Milkshake dipaha Eunbi hingga sebuah tangan menghentikan tangan Jin. Jin mengangkat wajahnya dan Eunbi menoleh kearah pemilik tangan itu. Jungkook.
“dia bilang hentikan jadi bisakah kau menghentikannya?” nada suara Jungkook terdengar dingin dan tatapannya sangat tajam menatap Jin. Jin terdiam menatap Jungkook, akhirnya ia menghentikan kegiatan yang membuat Eunbi canggung itu.
“mianhae. aku hanya merasa tidak enak.” Ucap Jin yang entah mengapa terdengar dingin juga.
“tidak masalah. Hanya saja dengan sikapmu tadi itu lebih membuatnya tidak enak, hyung.” Ucap Jungkook juga dengan penakanan ketika ia mengucapkan ‘hyung’
Jin menatap Jungkook dengan ekspresi yang sulit diartikan.

“apa kalian berdua berpacaran?”
Pertanyaan Jin membuat mata Eunbi melebar. Ia menatap Jin dengan bingung.
“eoh~”
Eunbi kini menatap Jungkook dan mengerutkan keningnya. Apa mereka berdua tengah mengerjainya?
“mungkinkah itu penyebabmu tadi begitu marah?” Jin tersenyum. Jungkook juga tersenyum meski ia hanya menarik satu bibirnya.
“hmm. Kau pikir saja sendiri.”
Eunbi menatap Jungkook tidak percaya dengan ucapan lelaki itu. Ucapan lelaki itu begitu dewasa dan jauh dari nada manja yang biasa ia keluarkan ketika bersamanya. Sosok Jungkook yang baru pertama Eunbi lihat.

“apa kau mau bernyanyi huh?”
Yoongi menyenggol kaki Taeri dengan telapak kakinya. Tak ada jawaban dari Taeri, bahkan menatap Yoongi saja rasanya ia sangat malas.
Yoongi tersenyum. Ia bergeser lebih dekat dengan Taeri. bahkan sangat dekat. Taeri berusaha menggeser posisi duduknya agar lebih jauh dari Yoongi tetapi lelaki itu malah menahan bahunya dan membuatnya tak bisa bergerak sedikitpun. Jarak duduk keduanya sekarang sangat dekat.
“lepaskan aku.” Ucap Taeri ketus berusaha memberontak. Tapi bahkan rintihannya sekarang tidak terdengar akibat kebisingan di ruang karaoke jadi semuanya tidak akan menyadari apa yang akan dilakukan Yoongi dengannya.
“aku sangat suka suasana gelap seperti ini.” Bisik Yoongi tepat ditelinga Taeri. wajah Taeri memerah dan jantungnya yang sedari tadi ia tahan agar tidak berdebar melebihi batas normal malah berdebar makin tidak karuan.
“apa kau masih merasakan ciumanku waktu itu? Merindukannya hm?” bisik Yoongi dengan bisikan pelan. Sialnya jantung Taeri rasanya sudah tidak bisa ia control lagi apalagi ketika Yoongi mengingatkan ciumannya waktu itu.
Badan Taeri menegang ketika ia merasakan basah dan sesuatu menggelitik daun telinganya. Yoongi! lelaki itu tengah mencium dan menjilat daun telinganya. Wajah Taeri memanas merasakan sensasi yang ia terima.
Bibir Yoongi menyentuh kulit leher Taeri dengan lembut. Bahkan Taeri bisa merasakan hembusan nafas Yoongi yang hangat di lehernya. lelaki itu mencium leher Taeri.
Taeri memejamkan matanya, meremas rok span pendeknya untuk menahan sesuatu didirinya yang seperti mau meledak.
Taeri sedikit membuka matanya setelah ia membiarkan Yoongi melumat hampir seluruh bagian di lehernya. tatapannya terhenti ketika menyadari Hweji menatap kearahnya dengan ekspresi tidak percaya. Taeri tersadar. Dengan cepat dan kasar ia mendorong tubuh Yoongi menghentikan lumatan lelaki itu yang mulai berlebihan. Ia tadi sama sekali terbuai dengan sentuhan Yoongi.
PLAK!
Satu tamparan mendarat di pipi Yoongi. semua menghentikan aktivitas mereka dan menoleh kearah keduanya dengan terkejut.
Yoongi meregangkan otot mulutnya setelah menerima tamparan keras dari Taeri, ia masih bersikap cool meski Taeri menatapnya dengan tatapan benci. Taeri beranjak dari duduknya dan keluar dari ruang karaoke. Yoongi tersenyum melihat sikap Taeri yang menurutnya tampak manis. Ia ikut beranjak dan mengikuti laju Taeri meninggalkan ruang karaoke untuk mengejar gadis itu. Sebentar Yoongi menghentikan langkahnya dan menoleh kearah semua yang menatapnya bingung.
“mungkin aku dan Taeri tidak akan kembali keacaranya. Nikmati malam tahun baru kalian.” Ucap Yoongi seraya tersenyum licik. Hingga tubuhnya sudah tidak terlihat terhalang pintu ruang karaoke. Semua yang berada diruangan itu terdiam dan seperti mencerna apa maksud Yoongi.

***

Dengan langkah cepat Taeri berjalan hendak meninggalkan gedung karaoke dengan wajah di tekuk kesal dan dengan cepat juga sebuah tangan kekar menahan dan menarik tanganya hingga tubuh Taeri terjatuh ke dalam pelukan pria pemilik tangan itu.
Mata Taeri melotot terkejut ketika lelaki yang ternyata Yoongi itu tampak dekat dengan jarak wajahnya. Yoongi tersenyum menggoda Taeri.
“lepaskan aku!” Taeri mencoba melepaskan diri dari pelukan Yoongi tapi lelaki itu seperti keukeuh menahan pelukannya hingga Taeri tidak bisa bergerak sama sekali ataupun sekedar melawan.
“lepaskan atau aku akan teriak.” Taeri menatap dingin Yoongi, mencoba menahan amarahnya. Menurutnya apa yang dilakukan Yoongi tadi sudah sangat keterlaluan. Dan ditambah dengan keadaan ini?

“tidak usah sok melawan dan menolak. Wajahmu memerah sekarang. Kau berdebar-debar kan sekarang?”
“mwo?” Taeri melihat wajah Yoongi yang menyebalkan serta senyum sok lelaki itu yang sebenarnya memang sangat manis.
Taeri berusaha menenangkan pikirannya sendiri. Dia berdeham dan menatap Yoongi dengan sinis. “apa kau pikir begitu? Aku kasihan padamu, apa kau tidak pernah bisa membedakan yang mana muka merah saat berdebar dan MARAH?”
Yoongi masih menatap Taeri dengan senyuman soknya.
“aku suka melihat wajah marahmu.” Goda Yoongi tidak memperdulikan ucapan Taeri tadi. Mata Taeri melotot dan berusaha lagi melepaskan dirinya sendiri dari pelukan Yoongi. tapi dengan cepat juga Yoongi menarik tangan Taeri, mengikutinya masuk kedalam ruang karaoke lain yang kosong. Dengan gerakan cepat Yoongi menghimpit Taeri dengan tangannya di tembok dengan jarak yang sangat dekat.
Jantung Taeri berdebar sangat kencang sekarang.

“ya. Apa kau gila?” Taeri menolehkan wajahnya kearah lain karena jika ia meluruskan arah wajahnya, wajahnya akan sangat dekat sekali dengan wajah Yoongi, bahkan hidung mereka bisa bersentuhan. Yoongi tersenyum setengah tertawa kecil, suara tawanya yang menyebalkan sangat terdengar seperti meledek Taeri.
“enyah kau.” Ucap Taeri dengan nada tertahan menahan amarahnya. Dilain hal ia juga benci ketika ia menyadari detak jantungnya yang seperti terus melebihi batas normal. Ia sangat membenci hal itu. Dan ia lebih membenci lagi jika Yoongi sadar dengan apa yang ia rasakan saat ini.
“apa kau merindukan ciuman dariku?” Tanya Yoongi seraya menghelus rambut Taeri dan semakin memperdekat jarak wajahnya dengan wajah Taeri. taeri berusaha menjauhkan wajahnya dengan wajah pucat-memerah bercampur menjadi satu. Ia benar-benar berpikir Min Yoongi sudah gila sekarang.
Tanpa disangka tiba-tiba yoongi mengangkat kedua tangan Taeri yang sejak tadi terkulai lemas dan menahan kedua tangan Taeri dengan tangannya di tembok. Posisi tubuh Taeri sudah terlihat pasrah sekarang dan bahkan Taeri tidak bisa menelan ludahnya karena tegang.
Ia sangat berharap kejadian ini berakhir seperti di drama yang tiba-tiba ada orang lain masuk kedalam ruangan dan menghentikan kegiatan gila Yoongi.
Tapi

Harapannya seperti pupus ketika bibir Yoongi sudah menekan kasar bibirnya. Taeri tidak bisa bergerak karena ciuman Yoongi benar-benar mengunci pergerakan wajahnya. Ia ingin memberontak dengan badannya tapi lelaki itu menahan kedua tangannya dengan sangat kuat.
Taeri memejamkan matanya takut, tidak menggerakan bibirnya ketika bibir dingin Yoongi melumat bibirnya, sesekali lelaki itu menjilat bibir Taeri dan lalu melumatnya lagi. Ia berusaha membuka mulut Taeri dengan membenturkan lidahnya di kedua bibir Taeri yang terkatup rapat.
Entah dorongan dari mana Yoongi melepas ciumannya. Taeri masih memejamkan matanya dengan takut. Padahal baru tadi ia menyayangkan ciuman pertamanya, tapi sekarang ia malah melakukan ciuman kedua dengan Yoongi. taeri sadar Yoongi sudah menghentikan ciuman gilanya. Taeri membuka matanya yang tadi tertutup takut dan menatap Yoongi yang masih menatapnya dengan ekspresi yang tak bisa dijelaskan.

“YA! APA KAU GI- HMPPPH”

Omelan kesal Taeri terhenti ketika secara tiba-tiba Yoongi mencium bibir Taeri. menahan wajah gadis itu dengan erat, Taeri yang tidak melakukan persiapan untuk melawan akhirnya bisa merasakan lidah Yoongi dengan lancarnya masuk kedalam mulutnya.
Yoongi benar-benar melumat bibirnya dengan sangat ganas sekarang. Ia melumat bibir atas dan bawah Taeri, menjilatnya, lalu melumatnya lagi, memaksa mengaitkan lidahnya dengan lidah Taeri dan lalu melumat bibir Taeri lagi dengan kasar. Bahkan Yoongi tidak memberi Taeri peluang untuk bernafas.
Tapi Taeri akui Yoongi sangat hebat dalam berciuman. Terkadang di setiap gerakan bibir Yoongi ingin rasanya ia ikut menggerakan bibirnya dan melumat balik bibir lelaki itu tapi dengan susah ia menahan keinginannya itu dan bersikap seperti tidak mau berciuman dengan Yoongi.

Mata Taeri melotot ketika tangan Yoongi dengan lancangnya sudah meremas bokongnya.
“hmpphhhh!!!!”
Taeri berusaha menghentikan apa yang Yoongi lakukan dan memukul-mukul bahu lelaki itu. Yoongi menahan satu tangan Taeri dan malah semakin kasar meremas bokong Taeri dan melumat bibir gadis itu dengan lihai.
Ingin rasanya Taeri berteriak ketika ia bisa merasakan salivanya dan milik Yoongi bertukar dan saling menelan. Bahkan ia sudah merasakan kebas pada bibirnya karena Yoongi terlalu kasar melumat bibirnya. Bayangannya soal ciuman yang terasa manis kandas begitu saja. Persetan dengan komik cinta yang selalu ia baca dan mengaggungkan keindahan berciuman.
Yang ia rasakan kini hanya rasa sesak tidak bisa bernafas bebas, bibir yang kebas serta pelecehan seksual yang ia terima dari tangan Yoongi.
Mungkin Yoongi sudah merasa gemas dengan sikap Taeri yang terus menolak. Yoongi menarik Taeri dan menidurkan paksa Taeri di sofa ruang karaoke. Suasana gelap ruang karaoke itu mendukung Yoongi untuk membuat Taeri tidak bisa berkutik.

“TIDAK!!!! LEPAS!!! LELAKI SIAL!!! LEPAS!!!!!!!!”
Perasaan takut Taeri kini seperti akan terbukti. Yoongi menindih Taeri dengan tatapan seperti menginginkan Taeri. wajah Taeri memucat, lelaki itu benar-benar tidak main-main.
Tapi entah sudah sekeras apapun Taeri melawan Yoongi, lelaki itu seperti sangat kuat menahan tubuh Taeri.
Yoongi mendekatkan bibirnya tepat di telinga Taeri. wajah Taeri memerah, menahan nafasnya dan jantungnya berdebar sangat kencang.

“aku tidak bisa menahannya lagi.”

TBC

About fanfictionside

just me

80 thoughts on “FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL pt.3 / BTS-BANGTAN

  1. buset. segini dibilang pendek((?) wkwk baguslah klo part part selanjutnya lebih panjang drpd yg pendek ini(?) xD jan lupa warga paris(?) sebelah di urusin juga(?)

    aaaghhh
    itu hopie ngomong apaan!!! dibawah si hopie ngilang😡
    bujug dah. dari seoul ke pantai. berapa jam?? emang bener bener fiction ye ini. *buag
    bolos dong eunbi? perasaan kga da belajarnya ye(?) mana ujug” taun baru pula. kga da libur dlu gitu?? *dibunuhauthorgue

    Changmin akhirnya menyadari apa yang Taeri lakukan pada semua lauk pauk.
    sejak kapan si changmin jadi emaknya taeri?? pa dia kaka tertua yg dilupakan(?) sama ketika taeri lupa kookie dia juga lupa sama kaka sendiri(?)

    itu hweji ma jimin enak bgt udh pacaran… gua bayangin suara jimin aegyo” gitu kek dia lgi godain kookie.. uujujujujujuju… hahahahahaha
    ngakak bangetlah gua bayangin mukanya si taetae pas ngomong “MENJIJIKAN” wkwkwkwk

    “aku mau menunjukan kepada taeri nuna kalau aku tidak pernah main main dengan cinta” tambah horor ja klo si bambang(?) yg ngomong! cimit banget mak suaranyaa!! btw jangan lupa nonton afterschoolclub di arirang channel hari rabu tangggal 22 januari jam 3 sore!! ada GOT7 LOOOHHH <~~teamsuksesGOT7

    njirlah itu si suga! thor! saya ikut berdesir(?) juga ga masalah kan? itu artinya ff author bagus.. bisa mempengaruhi orang(?)

    ciiieeeee hweji jimin dueeetttt!!! judul lagunya pasti Love Fallnya Romatic J(?) xD
    hahaha

    gua baca ni FF jam 3 subuh tadi loh. akirnya ga bisa tidur sekalian ja sahur gua
    ni gua ngomen pa ikutan bikin FF(?)
    biarlah. orang soleha ini(?)

    • gak ngapa! itu pantai ceritanya deket kalo ditempuh motor jungkook. kan jungkook bocah super(?) ntar gue buat adegan hweji-jimin lebihhhhh romantis lagi(?) masalah suara bambam? gue belom denger dan emang gak mao denger(?) seenggaknya jungkook lebih dewasa(?) dari dia. ditunggu aje apa yg dilakukan yoongi pada taeri di part 4 yang akan rilis……. 3 tahun lagi(?)

  2. Lumutan aku nungguin FF ini thor :3

    Hoseok makin kemari makin nyungsep yak?

    Hadodoh, bisa diabetes baca part Eunbi-Kookie.. Duh anak ane Kookie marmut, siapa yang ngajarin kamu bersikap dewasa sebelum waktunya sayang? Mama ga pernah ngajarin itu lho ya..

    Hahaha, emang tepat banget anak ane jepretin kiss scene Yoongi-Taeri, bisa buat senjata bom atom nuklir :v

    nah kan, malem tahun baru udah pada laku.. Jimin-Hweji, Eunbi-anak ane, Jin-Sena, Yoongi-Taeri, lah trus itu si Taehyung jadi jones sejati? Mending lo pulang Tae, sini temenin kakak perempuan lo yang cantik ini :v

    entah kenapa, ane ngrasa ntu mantan ane si Jin iprit emang modus sengaja pengen grepe2 si Eunbi, bah dasar Jin iprit om om mesum -_-

    dan, buset Yoongi kenapa pervert gitu? Dasar, ga tau tempat. Helooooo Yoongi, itu tempat umum, modal dikit dong minimal nyewa kamar hotel kek, dasar pelit :3
    inget, BUKAN MUHRIM ye bang Agus!

    Semoga ada keajaiban si Hoseok nongol dengan semriwing semriwing semriwingnya nolongin Taeri, biar Taeri tetep jadi perawan TingTing *cikidaw awo awo jeduk jeduk *

    #sekian
    panjang kan? Ini baru review :v *diciumHoseok

  3. Kyaaaaa akhirnya lanjutannya nongol juga. Betewe ontheway segini panjang atuh~ tapi dengan sangat senang hati kalo next part lebih panjang lagi!😀
    betewe ontheway again itu si my hope ngemeng ape ama taeri? Aduuh penasaran. Trus itu my suga beneran suka sama taeri atau karna mau bales problem? Sungguh mati aku jadi penasaran euy~
    keep writting! Faster post then past! *apabaedahinggrisgue*

  4. akhirnya baca juga… saya suka sekali….
    penasaran itu Hoseok ngomong apa, sepertinya something strange…heheh
    aaaahhhh Yoongi…. ikutan deg-deg ser..
    lanjutannya jangan lama2 ya author..
    Taehyungi kesian…sama saya aja…
    gomawo… Fighting author.. ♥♥

  5. hwaa~ pas bgt.bru slesai uas eh next chap udh keposting aja..
    hmm.. itu bang agus ceritax emang pervert ye?? ap gegara beneran suka ama taeri??
    next chap palliwa ne,, *senyumseribugigialachanyeol*😀

  6. Eps ini lucu, menegangkan (?), bikin gemes, bikin napsu megap megap juga /slapped/
    .
    Greget sendiri waktu baca Jungkook-Eunbi malah asik pacaran di pantai. Mana ga jelas Eunbi kayak anak labil /digaplok/
    .
    Waktu Jin ngusap-ngusap (?) paha Eunbi pake tisu, jangan bilang Jin naksir Eunbi ya. Ntar alurnya complicated xD
    .
    Suga-Taeri jangan langsung ‘perang’ di sofa ya. Ntar jadi aneh
    .
    Oh ya sejak baca ff ini, aku jadi sering berdebar liat Suga (?) Yah walaupun akhirnya aku tetap memilih setia sama Jimin /malah curcol/ Yang semangat ya lanjutin ff-nya. Hwaiting!!^^

  7. uwooo part 3 juga akhirnya :’v
    apanya yang pendek, ini part udah panjang kok..
    mulai greget deh sama part ini, pas bagian tbc itu pas lagi serem serem..
    kaga kebayang gimana muka suga, wkwk
    asli kaya bs ngerasain gimana deg deganya jadi taeri.. ini baca sambil gajelas nih perasaan akunya.
    suga emang cocok, jadi tampang badboy -digetok suga-
    badboy badboy romantis kok abang -digetok lagi- /?
    ayo part 4 udah gasabar lagi.. uwoooo OwO

  8. authorrrr! huee FF nya baru di post? aku nunggunya udah lamaa, di FF ini entah kenapa aku gemes ya sama Suga Min Yoongi itu –” rasanya pengen aku cekek gitu meskipun dia bias aku/?
    lanjut yaa jangan lama-lamaa

  9. Suka sama karakternya suga di sini,itu juga si jungkook ngebayangin dia kayak gitu aku ngefly sendiri>.< keep writing ya eon ^^ di tunggu chapt slanjutnya^^ mian baru smpt comen d pt 3 ini😄

  10. kek nya author nya sengaja deh ngejodoh jodohin jimin ama hweji.. padahal kan author nya tau klo si hweji cintanya ama jonghyun cnblue (?)

  11. aku udah baca dr part 1, baru baca semuanya sekarang sebenernya/?

    KYAAAAA~ MIN YOON GI KUUU ;AAA;
    AUTHOR NIM~ KAU MEMBUATKU GILA MALEM2 T_____T

    ngeliat Suga ama J-Hope berebutan itu awaw banget (/\*-*) keren!

    untuk yg part ini aku berani sumpah demiapapun speechless banget liat endingnya …… suga ku ….. byuntae/? #plakk

    LANJOTKAN !!

  12. Koma… Rasanya koma qw baca FF ini thor… FFnya bikin deg degn dan jantungan waktu bcanya.. sumpah suka bgt,, keren bgt mpe koma😄

    Penasaran sama apa yg J-Hope bilang k Taeri.. emangnya apa thor ??
    #kepo
    Trus J-hope disini blm ada pasangannya ?? kalau mau sama qw jg boleh koq thor hahahaha

    agak ngeri baca bagian Jin lap-lap pahanya Eunbi.. koq jadi begatal gitu si Jin ckckckck… ngeri aja thor.. atau itu hanya modus ?? atau malah karena Jin suka Eunbi ??
    #apaan ini reader

    trus,, bang Agus mau ngapain tuh ?? busyeettt bang,, ingat tempat,, tempat umum itu bang.. smg Taeri ada yg nyelamatin hehehehe

    qw tau tugas sbg mahasiswa pati numpuk,, tapi tetap semangat y thor,, semangat kuliahnya n semangat lanjutin ffnya.. sangat ditunggu part 4 nya.. jgn lama-lama ^_^

    Author fighting n keep write..

  13. akhirnya keluar jugaa~ omg suga napsu banget ihh jadi degdegan sendiri bacanyaa>< next chapternya jgn lamalama ya thorrr^^

  14. Yaampun suga biasku kok gue gemes yak TAT wkwk(?)
    Segini lumayan panjang min OwO ditunggu yak chapter selanjutnya hwhwhw >< semangat!

  15. Aduh Suga ya ampuun! >,<
    Kenapa author menggambarkan sosok Jungkook seperti anak lucu nan polos yang minta diculik sih thor? -.-
    Eh? ternyata Jimin namchin'nya Hweji?._.
    Udah ah, ga tau mau komen apalagi *ditabok, Kkk~

  16. Andwae, syugaaa.. Entahlah, masa akunya ngebayangin kalo ff ini kelar setelah suga nikah sm taeri. Aaaaaa, sikap Suga emang udah engga bisa disembunyiin lagi.

  17. ya! sugar mau ngapain ㅠㅠ bandel banget begituan di tempat karoke. ahhhhh sugar polos ku sudah ga ada xD kookie juga masa licik gitu mukanya xD eh jangan bilang jin suka sama eunbi . jangannnnn. pokoknya aku penasaran next ya! aku suka hweji sama jimin! ♥

  18. busset dah Min Yoongi napa jadi begitu, padahal tadi sempat berfikir klau Hoseok ikut merayakan th baru jadi Taeri pan ada yg jagain dri si binatang buas,😦
    Jimin aku suka sikap mu yg romantis dan aaa pokoknya aku suka🙂
    Taehyung yang sabar ya sayang walau pun cinta mu bertepuk sebelah tangan, *aku mau kok😀

  19. ahhh jungkook kok dewasa bgtsihhhh ahhh gemess. Taerin terlalu berlebihan sekali ya? padahal kan jungkook sepupunya sendiri bukannya mendukung hubungan jungkook malah menentang. udah kayak ibu mertua kejam aja wkwk seru bgt.

  20. Jin knapa? Suka sama eunbi bukan? Wah wah wah bkin Jungkook cemburu aja

    Loh emg hweji sama jimin pacaran ya? Bru nyadar

    Omooo Yoongi, apa yg akan kau lakukan? Kok yoongi bsa suka taeri sih? Gmn ceritanya? Masa’ iya gara2 motornya d corat coret itu?

  21. Omoomo!! Ceritanya makin menarik, gue suka.. semua cast dpt bagian ceritanya masing masing makanya gue suka.. dan jin?? Apa dia suka eunbi? Ohmyohmy yoongii apa yg mau dia lakuin??

  22. Ah makin seru ff nya dan si yoongi makin lama makin pengen dipites pitea deh :3. Baca part si hweji sama jimin ada manis manis nya gitu kayak air pegunungan *korban iklan* ff nya keren author-nim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s