FF oneshot / I Don’t Like Her


Author : ismomos

Cast:
– Jang Wooyoung
– Lee Jieun (IU)
– Kim Taeyeon
– Baek Suzy

Annyeong, ini ff pertamaku yang dipost di fanfictionside. Semoga kalian suka yaaa😀
Ini sebenernya songfic dari lagunya IU – I Dont Like Her. Jadi biar lebih menghayati(?) baca ffnya sambil denger lagu itu #promosi
Oke, selamat membaca yaaa. Kutunggu kritik dan sarannya^^

Is she still so great? Does your heart drop just by a
single phone call?

Lee jieun menutup kedua mata Wooyoung dan
menuntun langkahnya ke sebuah tempat yang sudah ia siapkan.

“Jieun-ah, sebenarnya kau ingin mengajakku
kemana?”

Jieun tersenyum, meskipun Wooyoung tidak dapat
melihatnya.

“Sebentar lagi kita sampai, Wooyoungie…”

Jieun masih menutup mata Wooyoung dan menuntun langkahnya. Lima langkah lagi dan….

“Tada!! Sekarang buka matamu…”

Jieun melepaskan tangannya dan menyuruh
Wooyoung untuk membuka mata. Wooyoung
mengerjapkan matanya berkali-kali, mencoba untuk
menyesuaikan dengan cahaya yang masuk. Setelah
penglihatannya kembali normal, Wooyoung tertegun.
Ia baru menyadari bahwa dirinya ada disebuah
taman, yang entah bagaimana, telah diubah menjadi sebuah tempat makan malam yang romantis.

“Saengil chukha hamnida, saengil chukha hamnida.
Saengil chukha Jang Wooyoung….”

Tiba-tiba Jieun muncul, membawa kue ulang tahun dengan lilin yang menyala terang.

“Jieun-ah, kau yang menyiapkan ini semua?” tanya
Wooyoung yang masih tak percaya dengan surprise
yang diberikan oleh kekasihnya itu.

Jieun mengangguk dan tersenyum lebar.

“Ya… Aku yang menyiapkan semua ini. Bagaimana?
Apa kau menyukainya?”

“Hm… Tentu saja. Terima kasih, Jieun-ah.” kata
Wooyoung sambil mengacak lembut rambut Jieun.

“Wooyoungie, sekarang waktunya make a wish dan
tiup lilinnya, sebelum ia meleleh…”

Wooyoung mengangguk lalu memejamkan mata.
Menyebutkan beberapa doa di dalam hatinya.

Kring….kring….kring….

Handphone Wooyoung berbunyi, membuat Wooyoung langsung membuka mata dan mengambil handphone di saku celananya.

“Halo…..”

“……..”

“Ya. Ada apa?”

“……..”

“Benarkah??! Sekarang bagaimana keadaannya??!”

“………”

“Baiklah, aku akan segera kesana.”

Klik!

Telepon terputus.

“Ada apa? Apakah sesuatu telah terjadi?” tanya
Jieun panik, saat melihat perubahan wajah Wooyoung setelah menerima telepon.

“Taeyeon…. Dia… Dia mengeluarkan banyak darah
dari hidungnya dan sekarang dia dibawa kerumah
sakit. Aku harus segera kesana Jieun-ah..”

Wooyoung menyium kening Jieun singkat dan
langsung bergegas pergi, meninggalkan Jieun yang
masih terpaku sendiri.

“Kim Taeyeon?” tanya Jieun pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba ia merasakan tubuhnya bergetar. Menahan segala rasa sakit yang seketika menyelimutinya. Air matanya pun jatuh. Lagi-lagi karna nama itu.
Hanya nama itu yang mampu membuat Wooyoung berubah seperti ini. Hanya nama itu yang mampu membuat Wooyoung tega meninggalkannya sendiri seperti ini.

My heart is more surprised at your quickly hardened
face I’ve never met her but I really don’t like her

* * * * * * *

How much did you like her to be like this?
How much did you love her to be like this?
What was so great about her?
Why are you like this?

“Permisi, Suster. Dimana kamar pasien yang
bernama Kim Taeyeon?”

Suster itu mengecek daftar pasien yang diminta
oleh Jieun. Tak berapa lama, ia menemukannya.

“Di kamar no. 304 di lantai 3, Nona.”

“Terima kasih, Suster.”

Jieun melangkahkan kakinya dengan gontai.
Sebenarnya ia tidak yakin untuk datang kesini.
Namun, ia sudah memantapkan hatinya untuk
menjenguk wanita itu.
Lift yang dinaikinya berhenti di lantai 3. Jieun langsung mencari kamar yang disebutkan suster tadi.
Jieun membuka pintu kamar itu perlahan. Terlihat Taeyeon yang tengah berbaring dan Wooyoung yang sedang mengelus rambut wanita itu lembut. Jieun tertegun dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Tanpa disadarinya, Wooyoung menoleh kearah pintu dan pandangan mereka pun bertemu. Sontak Wooyoung langsung menjauhkan tangannya dari kepala Taeyeon.
Jieun menghela nafas dan setelah merasa siap, ia masuk ke dalam kamar tersebut.

“Annyeong…..” sapa Jieun.

“Taeyeon, perkenalkan ini Lee Jieun. Hm… Dia…
Dia kekasihku.” kata Wooyoung memperkenalkan
Jieun kepada Taeyeon.

“Hai Kim Taeyeon. Aku Lee Jieun.” kata Jieun
sambil membungkuk dan tersenyum canggung.

Taeyeon membalas senyum Jieun, tak kalah
canggungnya. Suasana hening seketika. Tidak ada
yang memulai pembicaraan. Hanya perasaan
canggung yang mengisi keheningan diantara
mereka.

“Hm… Aku membawakan ini untukmu, Taeyeon-ssi.
Semoga kau menyukainya.”

Jieun meletakkan sebuket bunga mawar yang
dibawanya di meja dekat ranjang.

“Terima kasih, Jieun-ssi…”

Suasana pun kembali hening, karna ketiganya sibuk dengan pikirannya masing-masing.

You said you forgot her, that you erased all of her
That it’s all in the past so you don’t even remember
But in reality, are you still embracing her in your
heart

“Ah ya, sepertinya aku harus pulang sekarang. Ada
sesuatu yang harus ku kerjakan. Selamat tinggal,
Taeyeon-ssi. Semoga kau cepat sembuh….”

Lagi, Jieun mencoba untuk tersenyum.

“Ya… Terima kasih sudah menjegukku, Jieun-ssi.”

Setelah pamit, Jieun melangkahkan kakinya keluar.

“Jieun-ahh….”

Jieun menoleh saat suara Wooyoung memanggilnya.

“Hm… Tunggu. Aku akan mengantarmu pulang.”

Wooyoung langsung memakai jaket kulitnya dan
mengambil kunci mobil. Namun, tiba-tiba tangan
Taeyeon menahan lengannya.

“Wooyoung-ah, kau tidak akan meninggalkanku
sendiri, kan?” kata Taeyeon dengan nada memohon.

Wooyoung menatap Taeyeon dan Jieun bergantian. Ia menghela nafas, pilihan ini benar-benar sulit untuknya.

‘Aku harap kau lebih memilih untuk mengantarku
pulang Wooyoungie.’ batin Jieun penuh harap.

Lagi-lagi Wooyoung menghela nafas.

“Maafkan aku, Jieun-ah. Kau tak apa kan jika
pulang sendiri?”

Harapan Jieun pupus seketika. Dengan susah payah, ia mencoba untuk tetap tersenyum.

“Ya.. Tentu saja. Lebih baik kau menemani Taeyeon
disini. Aku pulang ya, sampai jumpa….”

Jieun membuka pintu dan melangkah keluar. Belum semenit ia keluar dari ruangan itu, pertahanannya sudah runtuh. Ia tak kuat lagi menahan rasa sakit dihatinya.

Seharusnya dari awal ia sudah menyadari, Wooyoung lebih memilih Taeyeon daripada dirinya.

Why is she calling you when she coldly left you?
It’s frustrating to see you response the call too…

* * * * * *

How can you make even me be in pain?
Until when are you going to be like this?

Jieun masih terpaku di sudut balkon apartemennya, padahal cuaca malam ini sangat dingin, ditambah hujan yang mengguyur kota Seoul.

“Jieun-ah, mau sampai kapan kau begini?”

Baek Suzy, sahabatnya, hanya menggelengkan kepala saat menatap Jieun yang sedari tadi hanya
terdiam. Suzy mengetahui masalah yang dialami
sahabatnya itu, dan ia sangat mengerti, tapi ia
tidak ingin melihat Jieun seperti ini.

“Ayolah, Jieun-ah. Ini bukan seperti dirimu yang
kukenal…”

Jieun tetap bergeming. Suzy menghela nafas berat, frustasi melihat keadaan Jieun. Jieun masih
termenung, memikirkan hal yang itu-itu saja. Air
matanya sudah mengering, mungkin ia sudah terlalu
lelah untuk menangis.

“Aku mencintainya, Baek Suzy. Sangat
mencintainya….”

Akhirnya Jieun bersuara. Lirih.

“Aku tahu Lee Jieun. Tapi…..”

“Tapi kenapa dia lebih memilih wanita itu? Kenapa
dia lebih memilih Kim Taeyeon daripada diriku???”

Emosi Jieun mulai memuncak. Dadanya naik turun, menahan air matanya yang akan jatuh lagi. Suzy langsung memeluk Jieun erat, mencoba
menenangkan sahabatnya itu.
Jieun menangis dipelukan Suzy, mengeluarkan segala rasa sakit di dalam hatinya.

“Kenapa dia lebih memilih mantan kekasihnya itu?
Kenapa dia lebih memilih Kim Taeyeon yang telah
meninggalkannya??”

“Tenangkan dirimu, Jieun-ah…” kata Suzy sambil mengelus rambut Jieun lembut.

Kini Jieun tak lagi menangis, hanya suara isaknya
yang terdengar. Tak lama, tubuhnya ambruk dalam
pelukan Suzy.

* * * * * *

Kring…kring…..kring…..kring….

Handphone Wooyoung berbunyi.

“Sebentar Taeyeon-ah, ada yang meneleponku…”

Taeyeon mengangguk lemah, karena dirinya sudah berada dibawah pengaruh obat bius. Wooyoung pun meninggalkan Taeyeon yang tengah dibawa oleh beberapa suster menuju ruang operasi.
Ia mengernyitkan dahi saat melihat nama peneleponnya.

“Halo, Baek Suzy. Ada apa?”

“Jang Wooyoung, kumohon kau cepat datang ke
apartemen Jieun!!!”

“Ada ala dengan dirinya?”

“Ia tak sadarkan diri, Jang Wooyoung. Dan kau
harus cepat datang kesini!!!”

“Benarkah???? Hm…. Maafkan aku….. Tapi aku
harus menemani Taeyeon. Ia sedang dioperasi sekarang.”

Suzy mendecak kesal.

“Kau harus cepat datang kesini, Jang Wooyoung.
Kumohon..”

“Hm…. Setelah operasi Taeyeon selesai, aku akan
segera…..”

“Demi Tuhan, Jang Wooyoung!!! Jieun sangat
membutuhkanmu saat ini. Kumohon, kau datang
kesini sekarang. Kumohon, Jang Wooyoung. Ini demi
sahabatku Lee Jieun!!!!!!”

Klik!

Telepon terputus. Suzy mengakhiri pembicaraan
mereka.

* * * * * *

For that, I’m the bigger fool
I’m the bigger fool for waiting for you

Wooyoung membuka pintu kamar Jieun dengan ragu. Namun, akhirnya ia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Jieun. Wooyoung melangkahkan kakinya perlahan, takut kedatangannya membangunkan Jieun yang tengah terbaring lemah.
Wooyoung duduk ditepi tempat tidur Jieun, menatap wajah Jieun yang tengah terlelap. Ia mengelus rambut Jieun dengan lembut.

“Jieun-ah…….” bisik Wooyoung, tepat di telinga
Jieun.

Tak lama, Jieun terbangun dan mata mereka pun
saling menatap dalam jarak yang sangat dekat. Wooyoung tertegun, ia dapat melihat kesakitan yang
sangat dalam yang terpancar dari mata wanita
dihadapannya.

“Jieun-ah…. Maafkan aku.”

Sekuat tenaga Wooyoung menahan air matanya. Kini dirinya diselimuti rasa bersalah karna telah
menyakiti Jieun.

“Minta maaf untuk apa?” tanya Jieun dengan suara
lemah.

“Karna aku selalu menyakitimu. Maaf…. Maafkan
aku. Aku tak…”

“Sssst… Sudahlah Wooyoungie. Jangan bicara
seperti itu.”

Jemari Jieun menahan bibir Wooyoung untuk tidak
bicara. Jieun mengubah posisinya menjadi duduk
berhadapan dengan Wooyoung. Mata mereka masih
saling menatap.

“Wooyoungie…. Lebih baik kita mengakhiri hubungan
kita sampai disini.”

Wooyoung terperanjat. Tak percaya dengan kalimat yang baru saja keluar dari mulut Jieun.

“Jieun-ah… Apa maksudmu??” tanya Wooyoung, kaget.

“Ya… Aku memang mencintaimu, sangat mencintaimu bahkan. Tapi aku tahu, dihatimu bukan hanya ada diriku……”

Lagi-lagi Wooyoung tertegun, perasaan bersalah semakin menyelimuti dirinya.

“Maafkan aku, Jieun-ah. Maafkan aku…”

“Aku tahu, kau telah mencintainya jauh sebelum kau
bertemu denganku….”

Wooyoung langsung memeluk Jieun saat melihat
Jieun menangis. Ia ingin mengurangi kesakitan yang
dirasakan Jieun hanya karna dirinya.

“Jangan pernah meninggalkannya hanya karna dia
pernah meninggalkanmu, Wooyoungie.”

Jieun mencoba untuk tetap tersenyum, meskipun air matanya terus mengalir.

“Dan jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri.
Walaupun aku sangat mencintaimu, dan ini sangat
menyakitkan bagiku, aku telah merelakan
perasaanku padamu…

Karena…. Memang menyakitkan saat aku kehilangan orang yang sangat kucintai. Tapi hal yang lebih menyakitkan adalah saat aku melihat orang yang kucintai kehilangan orang yang dia sayangi…..”

Wooyoung melepas pelukannya dan kembali menatap Jieun. Ia menghela nafas lega saat melihat Jieun tersenyum. Ia pun ikut tersenyum.

“Jieun-ah, apa kau tahu salah satu doa yang
kupanjatkan dihari ulang tahunku kemarin?”

Jieun menatap Wooyoung heran, lalu menggeleng.

“Aku meminta kepada Tuhan untuk selalu
memberikan kebahagiaan kepada orang sebaik
dirimu, Jieun-ah….”

Jieun tertawa.

“Dan Tuhan pun telah mengabulkannya. Ia sudah
memberikanku banyak kebahagiaan. Mengenal dirimu adalah salah satu hal terindah di dalam hidupku.”

*END*

About fanfictionside

just me

3 thoughts on “FF oneshot / I Don’t Like Her

  1. omo….. speachless. heartless. hopeless. painful. halah pokoknya jleb banget ;; berharap ada chapter trs wooyoung nyesel tapi gaada second chance dr iu. haha *ceritanya dendam* pokoknya daebak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s