FF ONESHOT/ please, be my boyfriend! / BANGTAN/BTS


Title : “Please, Be My Boyfriend!” [OneShot]
Author : intan @sena_kuki
Main Cast : Han Se Na (OC) , Kim Taehyung/ V (BTS)
Support Cast : Melanie Aurora Lee (Chocolat), Kim nam joon/ Rap-Monster (BTS),Jung Ho Seok/ J-Hope (BTS), Min Yoon Gi/ Suga (BTS)
Rating : T (16+)
Genre : romance, comedy, school
Diration : + 7100words / 33page

please! be my boyfriend!

Summary :
“SeNa adalah seorang murid yang pintar terutama dalam MTK, saat ada masalah kebiasaannya adalah mengerjakan soal MTK, bukannya tambah sulit namun sena dapat mengerjakan itu dengan cepat sampai seorang namja yang bernama kim taehyung kagum dengan kepintaran nya tersebut..
Sena sangat menyukai kim taehyung, namun taehyung tidak menyukai gadis tersebut karena dia adalah rival terberat nya dikelas unggul tersebut..
Kim taehyung murid yang pintar, namun kepintarannya tersebut tidak seimbang dengan nilai MTK nya yang selalu rendah dibandingkan murid lainnya..
Suatu hari sena menyatakan perasaanya pada taehyung, namun ditolak mentah-mentah oleh taehyung..
Suneung (Ujian Masuk Perguruan Tinggi) akan segera datang tanggal 7 november..
Tidak ada jalan lain bagi V selain meminta bantuan sena untuk menjadi guru MTK nya menjelang ujian, tapi sena memberi syarat pada V untuk menjadi pacarnya sampai hasil ujian keluar..
Bagaimana kelanjutannya..??

31 october 2013..
“1minggu lagi bagi kalian untuk menempuh ujian.! Harap jangan ada yang bermain-main lagi.. focuskan pikiran kalian pada universitas yang diharapkan keluarga kalian, jangan sia-siakan kepercayaan keluarga kalian 3tahun terakhir ini.. hasil konsultasi kalian kemarin apa kalian sudah memahami kekurangan kalian dimana.? Maka lengkapilah kekurangan kalian tersebut.. lupakan segala hal yang mengganggu kalian, lupakan ponsel kalian, lupakan daum kalian, lupakan .. lupakan kekasih kalian.!! Arrasseo..!!”
“arrasseumnida seonsaengnim…”
“manfaatkan waktu kalian…” walikelas kelas 3-1 pun meninggalkan kelas tersebut..
“korea memang kejam.. ahh seharusnya aku tetap di amerika..!!” Melanie merebahkan kepalanya diatas meja saking lelahnya..
“yya sena..!! bagaimana kau mempunyai otak seencer itu eoh.? ujian hampir tiba kau masih saja menatap namja itu..?” ucap Melanie mengejutkan teman sebangkunya yang sedang tersipu-sipu tidak jelas menatap namja yang duduk dibelakang.
“ahh nde.? Ahh.. apa yang kau maksudkan.. bukankah kau juga pintar miss lee..?”
“yya.. berhenti memanggilku seperti itu…”
“haha bukankah itu terdengar manis, miss lee..!! aku tidak tahan lagi sampai kapan aku akan terus memperhatikannya dari jauh seperti ini.. aku ingin menyatakannya…” sena menunduk malu-malu sambil memegang kedua pipinya.
“MWO.? Daebak..!! wajah orang lain terlihat pucat seperti akan mati tapi kau malah merah seperti terbakar.. yya..!! geumanhae.. ayo belajar..!!” melanie menarik tangan temannya tersebut untuk pergi ke perpustakaan.
“yya..!! kau menarik tanganku terlalu kencang miss lee…..!”
–o

-V POV-
Ahh eotteokhae.. 1minggu tidak cukup untuk mempelajari itu.. tempat les MTK juga tidak ada yang bisa kumengerti..
.. haruskah aku meminta bantuan perempuan itu.? tapi dimana harga diriku jika aku yang meminta eoh..? aishh… menjengkelkan.. apa aku harus gantung diri di toilet sekolah.? Ahhh jinjja….
–o

-SeNa POV-
“yya miss lee, kenapa kau begitu frustasi.? Bukankah nilaimu cukup bagus.? Kau hanya gugup bukankah itu kekuranganmu.?” Ucapku menenangkan Melanie teman blasteran korea amerika ku ini yang sedang memilih-milih buku diperpustakaan sekolah yang luas ini.
“ahh.. lalu adakah buku yang bisa menghilangkan rasa gugup.?”
“buku penghilang rasa gugup.? Ahh matda..! kurasa aku juga membutuhkannya..!!” tiba-tiba aku ikut sibuk mencari buku-buku di rak ini.
“apa yang kau gugupkan.? Bukankah kau sangat santai dalam menjalankan setiap ujian mu.?”
“ini bukan untuk ujian.. ige.. taehyungi…..” ucapku malu-malu sambil menutupi wajahku dengan buku-buku.
“hah.? Apa kau benar-benar akan menyatakannya eoh.? kapan.? Kau pikir dia akan menerimamu.? Tidakkah kau berfikir dia sibuk juga dengan persiapan ujian, bukankah nilainya selalu turun naik.. kurasa sekarang dia sedang frustasi… dia tidak akan menerimamu…”
“tapi tidak ada waktu lagi.. bukankah waktu kita di SMA hanya sebentar lagi, jika ujian selesai dan aku diterima di univ yang berbeda dengannya.. aku tidak bisa menatap wajahnya lagi… itu akan membuatku gila..” rintihku sambil tetap memilih-milih buku di rak.
“hahh.. kenapa kau tidak serch di google eoh.? babo…”
“ahh matda.. haha” langsung kukeluarkan ponselku dan mencari apa yang ingin kucari,
“lalu kau akan menyatakannya.?” Tanya Melanie lagi penasaran.
“nde.. aku hanya menyatakannya.. tidak peduli dia menerima atau tidak.. walaupun selama ini dia tidak pernah melihat padaku.? Ahh gwaenchana.. aku hanya menyatakannya… FIGHTING.!”
–o

Malam sudah hamper larut murid SMA memang belajar sampai jam 10 malam untuk kelas mandiri, sena terlihat berdiri dengan gugup di pintu kelas mengatur nafasnya agar tidak gugup untuk mendatangi taehyung yang sedang serius mengerjakan soal dikelas sendirian.
Sena datang kekelas untuk mengambil tasnya dan kemudian menyandangnya ke punggungnya,
“dia tidak menoleh sedikitpun mendengar decikan sepatuku.?” Gumam sena dalam hati.
“Baiklah…” sena mengatur nafasnya dan mengeluarkan sebungkus coklat dari kantongnya yang sudah terbungkus rapi dilengkapi dengan pita berwarna pink.
“kim taehyung…” ucap sena gugup mendatangi meja taehyung.
“ini untukmu..” sena meletakkan coklat itu diatas buku taehyung membuat taehyung bingung.
“aku tidak suka coklat… lain kali jika kau ingin membelikan sesuatu di saat-saat seperti ini seharusnya kau memberiku kopi…” taehyung kembali mengerjakan soal MTK nya.
“mianhae kau tidak suka.? Baiklah aku akan membelikanmu kopi.. tapi sebelumnya aku ingin mengatakan sesuatu..” sena membalikkan kursi yang ada di depan meja V menghadap ke meja V.
“taehyung-ah.. nan neo johahae… ” ucap sena dengan muka datar.
Taehyung berhenti menulis dan menatap sena dengan muka datarnya, seakan tidak percaya sena menyukainya.
“aku tidak cukup bagus untuk merangkai kata-kata yang indah untuk menolakmu..”
“mwo.?”
“hmm, eotteokhae.? Aku tidak menyukaimu…”
“hanya itu.?”
“ahh.. ada apa denganmu kau tidak memikirkan ujianmu eoh.?”
“anii.. aku takut jika aku tidak menjadi kekasihmu aku tidak akan pernah melihatmu lagi…” sena mengeluarkan air matanya karena ditolak oleh V.
“kau menangis.?”
“kau masih bertanya.? BABO..!!” sena menghapus air matanya dengan punggung tangannya.
“kau mengatakanku bodoh.?”
“nde..!! bagaimana mungkin dari tadi siang kau mengerjakan soal ini tidak pernah selesai.!!” Sena merebut kertas soal V, dan mengerjakannya dengan derai air mata yang menetes pada soal itu.
“yya.? Kau cepat sekali.? Mood mu buruk tapi kau semakin cepat mengerjakannya.?” Taehyung duduk diam terkagum-kagum pada sena.
“kau.. apa kau pura-pura tidak peka padaku.? Bukankah kau tau setiap hari aku hanya melihatmu.. aku hanya menyukaimu.. tidak pernahkah hatimu itu terbuka untukku.?” Sena meletakkan dengan keras pulpen dan soal yang telah dikerjakannya tadi diatas meja V membuat V terkejut.
“woaaahh ini selesai semua.. aku hanya tinggal pulang gumawo…”
“mwo..??”
“kau pulang sendirian.? Aku duluan annyeong…” V pergi begitu saja meninggalkan sena tanpa rasa bersalah.
“ahh.. bagaimana mungkin dia tidak menyukaiku.. memangnya seperti apa gadis idealnya…?” gumam sena kesal sambil menghapus air matanya.
–o

2 november 2013..
Semua murid sangat sibuk sekarang, ada yang sedang serius mengerjakan soal, ada yang tertidur, ada yang terlihat sangat frustasi bahkan ada yang sedang merenung..
Sena terlihat sedang merenung, memikirkan jadi seperti apa type idealnya.? Hari-hari sudah berlalu namun sena masih memikirkan kejadian kemaren bukannya membuka buku atau mengerjakan soal-soal.
Berbeda sekali dengan V yang terlihat frustasi dengan soal MTK nya.
“sena.. aku pulang duluan.. aku tidak boleh telat untuk les lagi.. annyeong.!” Melanie pergi meninggalkanku yang sedang merenung tidak jelas ini.
Kulihat kebelakang V sedang menopang kepala dengan tangan nya sambil berusaha mengerjakan soal yang tidak akan pernah selesai baginya menurutku.
Aku ingin membantunya, tapi aku sangat kesal dengannya bagaimana mungkin dia menolakku dengan cara seperti itu.? sama sekali tidak punya perasaan…
Kuputuskan untuk pulang saja dan menyusun buku-bukuku lalu meletakkannya di loker yang ada di belakang kelas dan tepatnya loker kelas yang dekat dengan meja taehyung..
Ahh jinjja.. dia merasa tidak bersalah.? Kukunci lokerku dengan kuat dan pergi dengan kesal.
“jamkkan..” taehyung mengeluarkan suaranya yang berat itu membuat langkah ku terhenti.
Ahh dia pasti tidak berbicara padaku,apa yang kuharapkan disaat seperti ini.? Babo..
aku terus berjalan meninggalkan kelas.
Tapi seseorang menarik tanganku,
“yya.?” Ucapku kaget.
“yya.. aku memanggillmu kenapa kau terus berjalan eoh.? jamkkan aku ingin mengatakan sesuatu padamu.. tapi bukan disini..” V mengambil tasnya kemudian menarikku lagi untuk pergi ketempat yang diajaknya tersebut.
Mengatakan sesuatu.? Apa dia berubah pikiran dengan penolakannya padaku kemaren.? Jinjja.? Ahh eotteokhae.. aku sangat gugup kenapa harus sekarang, aku tidak ada persiapan.. kurasa rambutku sedang acak-acakan sekarang.
Sampailah kami di café yang tidak jauh dari sekolah kami.
“ada apa.? Apa yang akan kau bicarakan.?” Tanya ku penasaran pada V yang sedang mengatur nafasnya, apa dia gugup.?
“itu… aku.. aku ingin.. bolehkah.? Ahh sebelumnya aku minta maaf atas bicaraku yang kemaren yang menurutku sedikit egois..”
“Nde.. aku juga tidak memasukkannya ke hati.. lupakan..jadi kau hanya ingin mengatakan itu.?” tanyaku dengan senyum yang tertahan.. apa taehyung sekarang sedang memikirkan kata-kata untuk menerimaku.?
“itu sebenarnya aku ingin mengatakan.. ehh maksudku ingin meminta..”
“baiklah.. jika kau berubah pikiran dengan penolakanmu kemaren katakan saja.. aku tidak keberatan..” ucapku spontan.
“mwo.?”
“nde.? Bukankah kau ingin menerimaku menjadi kekasihmu eoh.?”
Taehyung tertawa terbahak-bahak memandangiku.
“kau.? Apa kepercayaan dirimu itu yang membuatmu pintar seperti ini.? Bukankah sudah kubilang aku tidak menyukaimu.?”
Ucapan taehyung membuatku terdiam.. sangat malu ingin rasanya aku cepat-cepat pergi dari sini, aku tidak berani lagi bertemu dengannya, 2kali dia menolakku.? Ahh memalukan..
“la..lalu.?” tanyaku pelan.
“bagaimana kita belajar bersama..” Tanya taehyung.
“mianh.. aku tidak mau belajar bersama..” jawabku ketus menutupi rasa kesal dan malu yang bertubi-tubi ini.
“maksudku kau jadi guru privatku.. untuk MTK saja.. tidak bisakah.?”
Mwo.? Jadi dia mengajakku ke café hanya ingin memintaku menjadi gurunya.? Kenapa tidak menanyainya di sekolah saja.? Membuang-buang waktuku saja….
“kalau aku tidak mau.?”
“lalu bagaimana caranya agar kau mau..? Jika aku membayar menurutku kau tidak akan mau…” ucap taehyung pasrah menatapku..
“hhmm.. apa kau sangat ingin menjadi muridku.? Baiklah kau boleh belajar kapan saja dengan ku tapi satu syarat…”
“apapun itu.. aku akan melakukannya..”
“kau harus jadi pacarku…”
“mwo.?” Taehyung memandangiku tajam.
“kaubilang kau hanya tidak menyukaiku.. aku tidak bisa menerima penolakan begitu saja.. jika kau tidak menyukaiku aku akan membuatmu menyukaiku.. kita pacaran sampai hasil ujian keluar.. setiap hari kapanpun kau boleh mendatangiku untuk belajar.. dan setiap hari kau harus kencan denganku sebagai bayarannya.. setelah perjanjian habis.. kau boleh memutuskan apa kau menyukaiku atau tidak.. eottae.?” Jelasku pada taehyung dengan senyum evilku.
“sampai hasil ujian .? bukankah itu terlalu lama.. shireo..”
“geurae.. malam semakin larut aku harus pulang…” ucapku angkuh dan menyandang tasku.
“yya..! kau terlalu buru-buru… bagaimana sampai ujian saja.?”
“mianh.. aku tidak bisa ditawar..” aku pergi meninggalkan taehyung.
“yya..!! bagaimana mungkin kita berkencan dimasa akan ujian..!! kau terlalu santai.. tapi aku tidak bisa santai sepertimu.. “ taehyung menahan tanganku.
“lalu.?”
“baiklah kau jadi guru privatku.. kita belajar setiap hari kapanpun itu sampai ujian selesai. Setelah itu baru kita berkencan sampai hasil ujian keluar.. dan ketika hasil ujian keluar baru aku mengatakan padamu kalau aku tetap tidak menyukaimu…”
“mwo..?”
“kumohon kau setujulah…..”
“aiishh.. baiklah tapi kurasa kau tidak akan menolakku dihari itu..” aku pergi meninggalkan taehyung yang kurasa sedang girang karena mendapatkan seorang guru MTK nya.
Aku akan membuat dia jadi pacarku seutuhnya, aku akan membuatnya menyukaiku, dia tidak akan menolakku.. tidak ada yang menolakku…
–o

“yya.. apa mereka berpacaran.?”
“Yya.. bukankah sebelumnya taehyung sangat tidak memnyukai sena.? bukankah sena rival terberatnya.?”
“seharian ini mereka berdua saja bersama buku-buku itu.. sebenarnya ada apa.?”
“yya..!! berhenti membicarakan mereka kau baca saja bukumu..” Melanie menegur teman sekelasnya yang terus membicarakan sena dan taehyung.
7 november 2013..
“sena… aku sangat gugup.. kurasa aku akan pingsan sampai nomor 40..” Melanie merengek memukul-mukul kepalanya membuat sena bingung bagaimana caranya mengatasi temannya ini.
“yya jika kau bicara seperti itu kau tetap gugup, katakan pada dirimu kau bisa kau tidak akan gugup.. kau pasti bisa mengerjakan ujianmu.! FIGHTING.!” Sena memegang kedua bahu Melanie untuk menguatkannya.
“nde.. FIGHTING..!!” Melanie menarik nafas nya dalam dalam dan menggenggam erat kedua tangannya.
“dimana dia.? Aku tidak melihatnya…” gumam sena.
“nugu.? Taehyung.? Woaahh Kau sama sekali tidak gugup ketika akan ujian…”
“sebenarnya.. setelah ujian aku akan berkencan dengannya setiap hari…” ucap sena malu-malu.
“mm.mwo.? kenapa begitu.? Rumor kalian berpacaran itu benar.?”
“annii.. kami hanya berpacaran kontrak sampai hasil ujian keluar..”
“woaahh.. pasti itu permintaanmu.. ck.ck.ck” Melanie menggeleng-geleng melihat kelakuan sena yang sangat berani membuang imagenya sebagai perempuan.
“bukankah itu taehyung.?” Melanie menunjuk kearah belakang sena terlihat taehyung yang sedang bingung melihat tempat sekitar ujian yang ramai ini.
“TAEHYUNG-AH..!!!” teriak sena sambil melambaikan tangan pada taehyung namun taehyung hanya diam saja, sena berlari kearah taehyung.
“yya.. kau lama sekali.. apa kau sudah siap.?”
“nde.. aku siap..” ucap taehyung pelan sambil berusaha menghindari sena.
“apa ada sesuatu yang belum kau mengerti.?”
“ani.. gumawo..”
“hhmm ini akku punya sesuatu..” sena menyerahkan sebuah kotak pada taehyung.
“apa ini.?”
“semoga ujianmu berjalan lancar… FIGHTING.!!” Sena meninggalkan taehyung dan pergi ketempat Melanie untuk menuju lokasi ujian.
“coklat.? Bukankah sudah kubilang tidak menyukai coklat..” V membaca kartu ucapan dari sena yang bertuliskan FIGHTING.! Dilenghkapi dengan emot emot yang lucu, V memakan coklat tersebut. Dan menyimpan kotaknya didalam tasnya.
Ujian berlangsung selama 9jam..
Sena terlihat masih bersemangat mengerjakan soal-soalnya, melanie terlihat sedang berfikir keras, sementara Taehyung mengerjakan soal sambil tersenyum-senyum kecil.

-Taehyung POV-
Hari-hari kami lalui bersama akhir-akhir ini, terus terang dia sangat percaya diri sekali membuatku minder bila dekat dengannya..
Dan hari ini dia memberiku coklat, bersikap tidak menerimanya.. tapi aku tetap memakannya.. entah kenapa.. aku hanya ingin memakannya..
Dan mengerjakan soal MTK.. sebelumnya ini membuat otakku terbakar, tapi sekarang malah tersenyum sendiri mengerjakn soal-soal MTK ini, disetiap soal yang aku kerjakan mengingatkanku pada kejadian lucu saat dia berusaha keras mengajariku..
Dia bahkan pernah memukul kepalaku dengan buku MTK yang tebal itu karena katanya buku MTK ini sudah terlalu sabar dipukul olehku setiap saat dan sekarang buku ini ingin balik memukulku.. hal itu sangat membekas padaku.. bagaimana mungkin dia memukul kepalaku sekeras itu..
–o
“ahhh akhirnya…. “ Melanie meloncat-loncat kegirangan saking senangnya dengan kebebasannya.
“bagaimana apa kau masih gugup tadi.?” Tanya sena pada Melanie.
“annii.. Saat ujian aku terus memikirkan perkataanmu membuatku sedikit tenang.. gumawo.!! Ahh bukankah kau akan berkencan dengan V.?”
“ahh matda.. tapi aku tidak melihatnya..”
“kurasa dia lupa dengan perjanjianmu itu.. aku duluan nde.. “
“nde.. annyeong..”
Sena terlihat berdiri menunggu bis untuk pulang.
“ahh.. apa dia benar-benar melupakan janjinya.. hanya satu minggu untuk berkencan apa dia tidak bisa.? Ahh bagaimana mungkin aku menyukai namja seperti itu..” gerutu sena sambil menghentak-hentakan kakinya.
“yya.! Kenapa kau meninggalkanku.?” Terdengar suara seseorang dari arah kanan ..
“taehyung…”
“bukankah kau bilang ingin berkencan setelah ujian kenapa kau pulang duluan.?”
“kurasa kau lupa dengan perjanjian itu..”
“bagaimana mungkin seorang laki-laki melupakan sebuah janji.. aku ingin cepat-cepat menyelesaikan perjanjian itu agar aku benar-benar bebas.. mana mungkin selama seminggu aku harus melihat mukamu setiap saat…” taehyung memberikan sena ice cream.
“kau makan ice cream malam-malam seperti ini eoh.?”
“ini untuk mendinginkan otakku yang sedang panas…”
“babo.. kepalamu akan tambah sakit..”
“yasudah kalau kau tidak mau berikan padaku..”
“kau memberikan padaku bagaimana mungkin kau memintanya kembali..” sena membuka ice creamnya dan memaknnya.
“baiklah mulai besok kita berkencan.. kita berkencan tiap sore sampai malam.. mana ponselmu.?” Sena menyodorkan tangannya pada taehyung. Taehyung menyerahkan ponselnya.
Sena menyimpan nomor ponselnya dan mengontaknya ke ponselnya dan menyimpan no ponsel taehyung.
“ini.. ini nomorku sudah disimpan..” sena menyodorkan ponsel taehyung kemuka taehyung.
“yya.. apa aku menyuruhmu untuk memberi nama chagi di kontakmu eoh..?”
“chagiya.. bukankah sekarang kita sedang berpacaran…” sena memasang wajah aegyonya membuat taehyung nyengir.
Taehyung merebut ponselnya dan memasukkannya ke kantong, dan melanjutkan kegiatannya memakan ice cream.
“kenapa kau tidak pulang juga.? Apa kau bermaksud untuk mengantarku pulang..?” Tanya sena yang berdiri siap-siap menaiki bisnya.
“mwo..? hari ini tidak ada kencan.. bukankah kencan besok..”
“oohh arra.. annyeong..” sena melambaikan tangannya pada taehyung dilengkapi dengan eyesmilenya yang manis itu.
Taehyung tidak membalas lambaian dari sena berdiripun tidak.
–o

8 november 2013..
“yya..!! kau dimana.!! Kau mengajak berkencan tapi kau yang terlambat..” taehyung dengan kesal menelfon sena sambil berdiri menghadap sungai han.
“jamkkan.. kau tidak sabar untuk berkencan eoh.?” balas sena dengan pedenya.
“yya neo…” tiba-tiba terdengar suara.
“CHAGIYA…!!!” sena melambai-lambaikan tangannya pada taehyung. Sena berlari menuju taehyung.
“yya… siapa yang menyuruhmu memanggilku chagiya ditempat umum..”
“anni.. hatiku yang menyuruh seperti itu..” sena tersenyum dengan manisnya pada taehyung.
“apa yang kau bawa.. kenapa kau membawa kucing.? Kyeoptta….” Taehyung merebut kucing dari pelukan sena dan mengelus-elus bulunya dengan lembut.
“wooaahh.. sepertinya monnie menyukai ayahnya….” Gumam sena sambil tertawa.
“apa maksudmu.?” Taehyung menatap kesal sena.
“kucing itu namanya monni.. dia kucing jantan…bulunya putih aku sangat menyukainya.. aku tidak bisa meninggalkannya dirumah sendirian jadi aku membawanya..” gumam sena sambil mengelus kepala kucing yang ada dipangkuan taehyung.
“bagaimana jika hilang.? Bukankah kita berkencan sampai malam.?”
“dikalungnya sudah ada tanda pengenal dan nomor ponselku.. jika orang baik yang menemukan dia akan menghubungiku, lagian monni kucing yang jinak dia tidak akan lari dari eommanya…” sena bicara dengan imut pada kucingnya, seakan kucing itu benar-benar anaknya.
“kurasa kau sudah gila setelah ujian, lalu apa yang akan dilakukan disungai han.?” Tanya V
“hhmm aku ingin bermain sepeda..”
“lalu bagaimana dengan monni.?”
“apa kau menyuruhku membawa sepeda sendiri-sendiri.? Kau memboncengku…” sena pergi mencari tempat penyewaan sepeda tidak jauh dari sana.
“mwo.. kau berat shireo…”
“apa maksudmu dengan berat… aku lebih ringan dari pada yoona SNSD..” ucap sena angkuh.
“yoona nuna terlihat cantik jadi setiap orang pasti mau memboncengnya.. tapi kau tidak cantik aku tidak tahan memboncengmu..” ucap V sambil memeluk moni yang nyaman dipelukan taehyung.
“aku tidak cantik.. tapi orang-orang bilang aku terlihat manis.. cantik itu membosankan untuk dipandang sedangkan manis itu semakin ingin dipandang, bukankah begitu..?” sena tersenyum dengan manisnya membuat taehyung terdiam melihat senyuman sena yang memang manis itu.
“benarkan..? kau mulai terpesona denganku..” sena menepukkan kedua tangannya didepan wajah taehyung membuat taehyung tersadar dari lamunannya.
“mwo..? siapa yang terpesona denganmu.. ahh siapa yang mengatakan kau manis.? Pasti hanya ibumu eoh..?”
“anni.. seorang namja paling tampan didunia yang selalu memujiku…”
“mwo..?” taehyung terdiam mendengar ucapan sena.
“kau tidak perlu cemburu.. hatiku hanya untukmu..”
“kau sedang menggodaku.?”
“ini.. kau yang membawa sepedanya biar monni aku yang menggendong..” sena mengambil monni dengan lembut dari pelukan taehyung.
Taehyung mengayuh sepedanya menyusuri tepi sungai han dengan membonceng sena, tidak terasa sudah gelap taehyung mengajak sena untuk makan daging di rumah makan yang tidak jauh dari sungai han.
“biar aku yang memanggang daging untukmu.. kau hanya diam nde…” ucap sena lembut pada taehyung.
“aku akan diam tapi monnni terus memakan daging mentah ini, kapan aku akan makan eoh.?” keluh taehyung.
“ini salahmu.. kenapa kau mengajak makan daging seharusnya kita makan cake atau makanan lainnya..” gumam sena sambil membalik balikkan daging.
“yya..!!” taehyung memasang ekspresi kesalnya.
“chagiya.. bogo..bogo.. aaaaKkk..” sena menyuapi taehyung.
“bagaimana.? Enak..?”
“tidak enak….” Taehyung memeluk monni dan menyembunyikannya kedalam jacketnya agar tidak memakan daging mentah lagi.
“yya… makannya cepat habiskan daging ini sebelum monni yang menghabiskannya…” sena tertawa melihat tingkah taehyung
Sena terus menyuapai taehyung, gantian taehyung yang mulai menyuapi sena.. sena tersenyum girang ketika taehyung menyuapinya namun pas dimulut taehyung kembali meletakkan daging itu ke pemanggang.
“aaahh wae…!!!” sena memanyunkan bibirnya kesal dengan taehyung.
“kau makan sendiri…” ucap taehyung lalu memeluk monni yang ada di dalam jacketnya.
Sena memakan semua daging dan berdiri bersiap-siap pergi dengan kesal.
“kajja pulang.. antarkan aku pulang..” sena pergi keluar duluan disusul taehyung setelah membayar tagihan.
“dimana rumahmu.? Apa terlalu jauh..?” Tanya taehyung.
“nde.. sangat jauh…”
“ini minumlah..” taehyung memberikan sebotol minuman kaleng soda pada sena.
“shireo.. kau minum sendiri..” sena berjalan meninggalkan taehyung.
Tapi taehyung tidak peduli dengan jawaban kesal dari sena dan dia meminum soda itu sendiri. Sena berbalik merebut minuman taehyung dan meminum minuman bekas taehyung.
“yya..!”
“hhmm.. kau bilang ini untukku kenapa kau meminumnya..!”
“mwo..? kau bilang kau tidak mau.. itu bekasku kenapa kau meminumnya..”
“apa maksudmu dengan kenapa.. bukankah kita pasangan…”
Taehyung terdiam mendengar ucapan sena.
Taehyung sampai didepan rumah sena yang tidak cukup besar, namun terlihat bersih dengan halaman yang dipenuhi dengan tanaman hias yang sederhana.
“apa kau mau mampir.?” Tanya sena pada taehyung.
“anni.. ini sudah malam sekali.. ini monni..” taehyung menyerahkan monni pada sena.
“ahh nde.. hati-hati..” sena melambaikan tangannya pada taehyung.
“kau terus melambaikan tanganmu …” gumam taehyung.
“ini tidak akan terlupakan bagimu, kau pasti merindukan lambaian tangan ku suatu hari nanti..” ucap sena sambil tersenyum mekar.
“adakah obat yang menghilangkan rasa percaya dirimu itu eoh.?”
“annyeong chagiya… besok kau menjeputku nde…” sena masuk kerumahnya.
“mwo chagiya.?dia sangat agresif…” gumam taehyung sambil tersenyum kecil..
–o

9 november 2013..
“sena.. seorang teman menjeputmu..” ibu sena memanggilnya didepan pintu kamar sena yang terkunci itu.
“nde eomma.. suruh dia menunggu sebentar..” sena sedang merapikan pakaian dan rambutnya, tidak lupa memakai parfum untuk kencan keduanya.
“ahh.. tidak sia-sia aku membeli sweater couple ini…” sena menatap wajahnya dikaca dan mengambil tas punggungnya dan bersiap untuk menemui taehyung untuk kencan keduanya.
“taehyung-ah… kau menunggu lama.. mianh..”
“gwaenchana.. kita hanya perlu cepat pergi.. eommoni kami pergi dulu..” taehyung membungkuk hormat pada ibu sena dan bersiap untuk pergi.
Sena menaiki bis dengan taehyung menuju tempat kencan yang ditentukan oleh sena.
“chagi.. buka jacketmu…” pinta sena.
“mwo.?”
“ahh ppali…” sena membantu taehyung membuka kancing jacket bassball nya tersebut namun dicegat oleh taehyung.
“a..aku bisa membukanya sendiri.. tapi kenapa.. ini dingin..” sena tidak mendengarkan taehyung dan membuka tasnya.
“ini kau pakai sweater ini..” sena menyerahkan sweater berwarna merah pada taehyung, tepatnya itu adalah sweater couple dari sweater yang dipakai sena.
“mwo sekarang apa lagi..?”
“tema kencan hari ini adalah couple.. aku ingiin membeli barang-barang couple.. seperti gelang, cincin, tas, kaos, sepatu atau gantungan ponsel itu baguus…” sena melipat jacket taehyung dan memasukkannya kedalam Tasnya.
Taehyung tanpa banyak bicara memakai sweater tersebut.
“chagi.. aku akan mencuci jacketmu, kau tidak perlu khawatir..”
“yyaa panggilanmu membuaut bulu kudukku merinding…”
“jinjja.? Kurasa hatimu bergetar sekarang.. yakan.?” Sena menyenggol bahu taehyung sambil tertawa puas. Taehyung hanya tersenyum nyengir melihat tingkah sena.
Taehyung dan sena turun disebuah tempat wisata yang cukup ramai dipenuhi oleh beberapa pasangan yang juga berkencan.
“aahh.. ini sangat cocok untukmu.. kita benar-benar terlihat serasi kan..” gumam sena sambil merapikan sweater taehyung. Taehyung menatap sena dengan gugup karena posisinya yang cukup dekat.
“kkaja.. !!” sena menarik tangan taehyung menuju tempat penjualan barang-barang couple…
Sena melihat beberapa bando, dan memasangkan bando telinga singa di kepala taehyung..
“kyeoptta….” Sena tertawa melihat taehyung yang pasrah didandani oleh sena.
Gantian taehyung memilih bando telinga kucing ber warna putih dan memasangkannya dikepala sena,
“kau mirip monni.. “ taehyung tanpa sadar merapikan poni sena. sena tersenyum malu, sadar dengan yang dilakukannya taehyung segera menurunkan tangannya. Sena terus tersenyum..
“ahh ini gantungan pororo..” taehyung mengalihkan pandangannya kepada gantungan tas pororo.
“kyeoptta….”
Sena menghabiskan kencan nya sampai malam dengan membeli barang-barang couple..
Taehyung mengantar sena pulang lagi.
–o

10 november 2013..
kali ini taehyung mengajak sena untuk bermain game disebuah ruangan PC..
“kau sangat suka bermain game.? Aku selalu kalah…..” sena menggerutu kesal pada taehyung.
“kau selalu kalah.. ini jadi membosankan.. ayo pergi..” taehyung menarik tangan sena untuk pergi bahkan sampai ditengah jalan taehyung terus memegang tangan sena.
“taehyung-ah.. ini pertama kalinya kau yang memulai memegang tanganku…” gumam sena tersipu malu.
“m.mwo.?” taehyung segera melepaskan genggamannya dari tangan sena..
“ahh wae.. begini lebih baik.. aku ingin pergi karoke kajja.!!!” Sena menarik tangan taehyung.
Sena dan taehyung bernyanyi dengan gilanya diruangan karoke sampai taehyung tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya yang keram karena tingkah konyol sena saat bernyanyi.
“Kencan ketiga sudah ada kemajuan.. taehyung tidak terlalu dingin padaku, bahkan dia sudah banyak tersenyum dan tertawa padaku hari ini..” gumam sena dalam hati menatap taehyung yang ada didepannya berdiri telah mengantar sena hingga kerumahnya.
“chagiya.. besok.. aku ingin nonton film dan makan permen kapas sambil melihat kota seoul, annyeong…” sena tersenyum manis pada taehyung, dan melambaikan tangannya. Taehyung hanya diam mendengarkan sena.
“ahh iya.. ini.. jacketmu.. aku lupa memberikannya..” sena mengeluarkan jacket taehyung yang kemaren pada taehyung.
“aku telah mencucinya dengan tangan ku sendiri, aku menjemurnya dan menggosoknya dengan hati-hati.. “ sena berlari kencang menuju rumahnya sambil menahan senyumnya.
Taehyung tersenyum menerima jacket itu.
–o

11 november 2013..
“film apa yang akan kau tonton..?” Tanya sena.
“hhmm aku ingin film romance comedy..”
“hhhmm nde.. chagi kau yang membeli ticket biar aku yang membeli popcorn dan minuman..” sena langsung pergi meninggalkan taehyung..
……
“yya.. kau bilang film romance comedy.. kenapa film horror..?” sena menutupi wajahnya dengan kotak popcorn.
“tiketnya habis.. karena kau sudah membeli makanan dan minuman jadi aku beli tiket ini saja…” ucap taehyung polos.
“AAkk..yya..!!” sena menarik baju taehyung dan bersembunyi dibahu taehyung karena melihat hantu di layar bioskop.
Taehyung menatap sena dengan gugup, sena tidak sadar dengan posisinya yang cukup dekat dan terus bersembunyi dibahu taehyung..
Sampai pandangan mereka saling bertemu.. mereka berpandangan cukup lama.
“taehyung-ah.. kau punya mata yang bagus…” puji sena.
Taehyung melepaskan genggaman sena pada bajunya, dan kembali menonton..
“jika kau takut, kita pergi saja…” ajak taehyung..
“aku tidak takut jika kau ada disampingku..” sena merenggut lengan taehyung dan menatap kedepan sambil memejamkan matanya.
Taehyung tersenyum geli melihat tingkah sena..
“sangat konyool..” gumam taehyung dalam hati.
Sena berjalan dijembatan sekitar sungai han.. air mancur pelangi dan kembang api meramaikan suasana malam ini. Sena dan taehyung asik makan permen kapas bersama, bahkan sena terus menyuapi taehyung..
“kau terus menyuapi ku.. kau makanlahh sendiri…” taehyung menolak suapan sena yang terakhir. Sena memasang wajah cemberut dan memakan permen kapas itu sendiri langsung dengan mulutnya.
Taehyung mendorong permen kapas itu hingga berrserakan dibibir sena, sena sangat kesal dan membersihkan mukanya dengan lengan bajunya..
“yya.. bajumu kotor..” taehyung membersihkan wajah sena dengan tangannya..
Sena terllihat gugup saat taehyung membersihkan sekitar bibirnya..
“a..aku bisa sendiri..” sena menurunkan tangan taehyung dan menjilati bibirnya.
Taehyung kaget saat melihat sena menjilati bibirnya, tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat..
Taehyung segera mengalihkan pandangannya melihat air mancur di jembatan sungai han..
Taehyung kembali mengantar sena untuk pulang..
“annyeong..” ucap taehyung sambil melambaikan tangan..
“haha kali ini kau yang melambaikan tanganmu padaku.. hhmm aku sampai tidak kuat berdiri ketika melihatmu seperti ini..” sena tertawa melihat taehyung.
“apa itu lucu..?” taehyung pergi meninggalkan sena yang melambai pada taehyung.
–o

12 november 2013..
“chagi.. sebaiknya kau pakai ini…” sena melingkarkan syal keleher taehyung membuat taehyung sangat gugup.
“kajja..” sena menarik taehyung menuju arena ice skating.
Kencan hari ini bermain ice skating lalu makan cake di café..
Taehyung tidak begitu bisa bermain ice skating, berulang kali dia terjatuh sampai sena juga ikut terjatuh ketika membantu taehyung..
“awalnya memang susah, tapi nanti akan terbiasa…” sena menarik pelan tangan taehyung.. hingga taehyung sudah mulai bisa bermain tanpa dibantu oleh sena..
Mereka tertawa dengan girangnya..
“kau suka cake coklat.?” Tanya sena pada V..
“hhmm lumayan.. bagaimana denganmu.?”
“aku suka strawberry…”
“baiklah biar aku yang memesan..” ucap taehyung..
“kau tidak suka strauwberry..?” Tanya sena menatap V denngan senyuman khasnya..
“a.aku… lumayan suka.. aku suka semua tidak usah kau tanyakan lagi..” ucap taehyung gugup dan memakan cakenya.
“aaakkKk….” Sena menyuapi taehyung..
“apa yang kau lakukan.. kau selalu menyuapiku makanan eoh..?” gumam taehyung namun tidak digubris oleh sena. sena terus memajukan suapannya hingga taehyung mau tidak mau menerima suapan itu.
“aiishh jinjja.. ini..” taehyung menyuapi sena sepotong cake coklat lumayan besar dengan garpunya..
“jika kau ingin menyuapiku dengan romantis, potong dulu cakenya.. kau pikir aku perempuan rakus..” ucap sena kesal. Namun tidak ditanggapi oleh tahyung, taehyung balas dendam dengan terus mendorong suapannya itu kemuka sena..
“yyYYAa..!!”
“STRIKE..!!” taehyung tertawa lebar berhasil memasukkan kue kemulut sena membuat mulut sena berlepotan dengan creamnya..
“kau membuatku kesal eoh…” sena mengambil tissue dan melap bibirnya.
“itu masih tersisa…” ucap taehyung menunjuk bibirnya sendiri..
“dimana..?” sena menghapus semua bagian mulutnya dengan tissue.
“sudah.?”
“nde.. nde..” taehyung sangat gugup ketika melihat sena terus memainkan bibirnya.
Taehyung mengantar sena pulang lagi..
“chagi.. dimana rumahmu.? Besok aku akan datang kerumahmu..” ucap sena bersemangat.
“siapa yang mengundangmu kerumahku eoh.?”
“aku hanya ingin datang kerumahmu, aku ingin melihat ibumu atau hewan peliharaanmu..”
“untuk apa kau menemui ibuku.? Aku tidak punya hewan peliharaan..”
“anii.. kau sudah menemui ibuku.. aku juga ingin menemui ibumu.. annyeong.!” Sena melambaikan tangannya pada taehyung dan meninggalkan taehyung yang tersenyum kecil melihat tingkah sena..
–o

13 november 2013..
“annyeong haseyo.. jeoneun han se na imnida..” sena membungkuk hormat pada ibu taehyung yang sedang memakai cilemek sepertinya sedang memasak di dapur.
“kau teman taehyung..?”
“nde eommoni..”
“ahh sepertinya bukan teman biasa, apa kau pacarnya.?” Tanya ibu taehyung sambil tersenyum menggoda sena, sena hanya tersenyum simpul.
“ayoo masuk taehyung mungkin sedang mandi..”
“ahh nde eommoni..”
“eommoni apa kau sedang memasak..? aku bisa membantumu…” tawar sena.
“kau bisa memasak..?” Tanya ibu taehyung bersemangat.
“nde, aku satu-satunya perempuan dalam keluarga dan oppaku sedang kuliah, jadi aku sering membantu eomma di dapur ketika libur..” ucap sena ramah.
Sena dan ibu taehyung asik memasak didapur, tidak berapa lama kemudian taehyung terkaget-kaget melihat sena yang sudah akrab dan tertawa bersama dengan ibunya..
“yya.. sejak kapan kau disini..? bukankah kubilang akan menjemputmu..”
“yya taehyung.. kau sama sekali tidak romantis pada pacarmu eoh..?” goda ibu tae hyung.
“mwo pacar..?” taehyung menatap sena, namun sena memberi tanda V pada jarinya membuat taehyung hanya menghela nafas panjang.
Ibu taehyung mengajak sena untuk makan bersama, sena menerimanya dengan senang hati.
Sena memberikan sayuran kemangkuk nasi taehyung..
“huwaa.. sepertinya ibu mengganggu makan kalian saja..” ucap ibu taehyung sambil tersenyum.
“eomma..” gumam taehyung.
“anieyo eommoni.. gwaenchaneyo..” ucap sena ramah.
“wahh.. kau memang sempurna.. kau pintar, ramah, manis bahkan bisa menjadi calon istri yang baik…” goda ibu taehyung.
“gamsahamnida..”
Selesai makan bersama, sena dan taehyung pergi untuk kencan terakhirnya, kali ini taehyung membawa motornya dan menggonceng sena.
Sena memeluk tae hyung dari belakang, taehyung terlihat gugup dipeluk seperti itu, karena ini pertama kali sena memeluknya.
“kemana kita akan pergi…?” Tanya taehyung.
“ku dengar disekitar sungai han ada pertunjukan…” gumam sena.
“ke sungai han lagi.? Apa kau tidak bosan.?”
“aku tidak akan bosan ketika ada kau…” sena tersenyum malu-malu, taehyung hanya diam mendengar ucapan sena.
………
“kau suka hip hop…?”
“tidak juga sebenarnya aku menyukai namja yang rapp ditengah itu…” sena menunjuk kearah orang yang merapp dengan satoori rap yang memakai topi dan kaos hitam dilengkapi dengan kaca mata hitam besarnya.
“kau hanya suka orangnya.? Kau sering menonton ini..?”
“nde.. aku sangat serring.. bahkan aku adalah fan VIP nya…” gumam sena bersemangat..
Taehyung hanya menatap sena dengan kesal, entah kesal karena apa..
Pertunjukan selesai..
“kau ingin bertemu dengan mereka.? Kkaja.!” Sena menarik tangan taehyung menuju 3orang namja ganteng itu.
“woaahh sena, kau datang dengan pacarmu..”
“suga oppa.. bukan dia temanku..” ucap sena membuat taehyung terdiam mendengar ucapan sena.
“annyeonghaseyo, kim taehyung imnida..” taehyung membungkuk hormat pada orang yang lebih tua darinya tersebut.
“ahh nde… suga imnida..”
“j-hope imnida.. I’m your hope…”
“yya oppa berhenti mngucapkan itu..” gumam sena..
“yya itu nama panggung kami.. jika kau lebih dekat dengan kami maka kami akan memberitahu nama asli kami..” ucap j-hope dengan pedenya sambil melepaskan masker pada lehernya..
Taehyung tersenyum kalem mendengar ucapan j-hope.
“dimana namjoon oppa.?”
“ahh oppa kesayanganmu sedang membeli minum nanti dia akan kembali…” ucap suga yang sedang merapikan tempat pertunjukannya yang sudah selesai itu.
“namjoon namja yang kau tunjuk tadi..?” Tanya taehyung pada sena.
“nde.. dia namja paling tampan yang mengatakan aku perempuan manis..”
“bukann.. dia adalah monster.. rap-monster..” potong j-hope, suga sampai menoel kepala j-hope saking kesalnya dengan kenarsisannya.
“ahh sena.. tumbenkau keluar malam.. “ ucap seorang namja yang datang dengan sekantong minuman,
“oppa..!! bogoshipo….” Sena mengejar oppanya tersebut dan memeluknya dengan kencang, taehyungpun hanya melihat dengan bingung.
“j-hope hyung.. apa mereka pacaran..?” Tanya taehyung penasaran.
“bukankah kau pacarnya sena..? dia oppanya sena, kau tidak tau..?” Tanya j-hope membuat taehyung terdiam..
“oohh.. sena tidak menceritakannya padaku sebelumnya..” balas taehyung.
“seharusnya sena yang menceritakan padamu.. “ gumam j-hope, taehyung hanya bingung melihat sepasang adik kakak ini yang seperti sudah lama tidak bertemu padahal mereka saudara kandung pasti bertemu tiap hari..
“yya… apa yang kau lakukan malam-malam eoh.? Tanya namjoon pada adik kesayangannya tersebut. Sena menginjitkan kakinya untuk membisikkan sesuatu pada telingan namjoon, taehyung bingung melihat sena apalagi setelah melihat itu namjoon langsung melirik dengan matanya yang tajam itu pada taehyung.
“apa gadis itu sedang membicarakanku pada oppa nya.?” Gumam taehyung dalam hati.
“oppa.. aku masih harus pergi, oppa annyeong.!!” Sena melambaikan tangannya pada oppanya dan juga teman-teman oppanya.
Sena menarik tangan taehyung untuk pergi dan taehyung juga pamit pergi pada oppa sena.
–o

-Taehyung POV –
Kau tidak menceritakan padaku sebelumnya kalau kau punya oppa dan beberapa teman laki-laki gumamku pada sena yang berdiri ditepi pagar sungai han yang ramai ini.
“jinjja.? Ceritanya sangat panjang..” gumam sena sambil memperhatikan minuman kaleng yang dipegangnya.
“aku mau mendengarmu..” gumamku dingin.
“aiishh.. apa sekarang kau ingin tahu tentang kehidupanku.?” Gumam sena membuatku terhenyak, ya sepertinya aku ingin tahu..
“sebenarnya.. eomma dan appa ku sudah bercerai ketika aku kelas 2SD, dan aku tinggal dengan eomma, oppa tinggal dengan appa.Kadang aku yang datang kerumah appa atau oppa yang datang kerumah eomma, tapi akhir-akhir ini oppa jarang pulang karena sibuk dengan kuliahnya.. dan kemaren oppa memberitahuku kalau dia ada acara disini.. oppaku sangat menyukai hip hop..” sena menceritakan masalah pribadinya padaku, dan kurasa dia tidak pernah memberitahu orang lain sebelumnya termasuk Melanie teman sebangkunya.
Dan pertama kalinya aku melihat wajah sedihnya, matanya berkaca-kaca dan suaranya seperti menahan tangis ketika menceritakan masalahnya.
Tanpa sadar aku berusaha menghapus air matanya yang mulai menetes itu dengan tanganku.
“mianhae.. aku membuatmu bersedih..” ku pukul pelan pundaknya untuk menguatkannya.
“gumawo.. aku merasa senang seseorang sudah tau bagaimana aku sebenarnya, padahal sebelumnya aku berusaha menutupi semua ini..” sena tersenyum padaku..
Bagaimana mungkin dia menutupi kepedihannya itu dengan senyuman dan kepedean tingkat tingginya itu setiap saat.
“jangan tersenyum palsu padaku..”
“apa maksudmu dengan senyuman palsu..!!?? aku hanya tersenyum tulus padamu.. bukankah sudah kubilang kau telah mengunci hatiku, apapun yang aku lakukan dan apapun yang aku rasakan aku akan memberitahukannya padamu dan kau orang pertama yang akan kuberitahu..” sena bicara sambil menekur dengan suara pelannya.
Aku tidak tau apa yangkurasakan saat ini, tapi kurasa dia gadis periang yang berusaha mandiri dan bangkit dari keterpurukannya.
“tapi aku kagum padamu, kau seorang perempuan bagaimana mungkin kau menahan semua ini begitu lama, dan terus memancarkan senyumanmu.. dan juga prestasimu terus meningkat ketika kau ada masalah… tidak pada murid umumnya yang selalu jatuh ketika ada masalah…” pujiku tulus..
“apa yang kau bicarakan.. ketika aku sedih aku akan menemui oppaku dan belajar dengannya.. oppaku juga pintar, bisa dibilang guru privatku..” sena tertawa pelan sambil menggantungkan kedua tangannya dan menyanderkan dagunya di pagar kayu sungai han.
“yya kau masih seperti anak-anak..” gumamku.
“jinjja.? Kalau begitu aku akan memanggilmu oppa saja.. bukankah aku terlihat lebih kecil dari mu..” sena tersenyum memandangiku. Hatiku berdesir ketika melihat eyesmilenya itu.
“haha terserah..”
“oppa.. chagi.. hari ini kita putuskan.? Ini kencan terakhir kita.. sangat disayangkan.. besok kuharap kita diterima di univ yang sama.. walaupun kita tidak lagi berhubungan kuharap kita bisa berteman…” ucapan sena membuat perasaanku sedih entah mengapa aku tidak mau ini semua berakhir.
“besok.. setelah hasil ujian keluar.. aku tidak akan mengganggu atau memaksamu untuk pergi berkencan lagi, aku akan berusaha untuk melupakanmu.. agar kau tidak merasa terbebani lagi dengan perasaanku padamu, kau tidak perlu khawatir.. dan gumawo 2minggu ini kau memenuhi hari-hariku, aku sangat senang.. karena sebelumnya aku tidak pernah sedekat ini padamu, dan juga kau sudah mengenalku terlalu jauh.. kupikir kita bisa menjadi teman baik nantinya..” sena tersenyum tulus padaku..
Teman..? apa dia sudah tidak menyukai ku lagi.?
“ahh juga.. aku penasaran seperti apa type idealmu..?” Tanya sena dengan ekspresi polosnya,
“ahh mianh.. tidak seharusnya aku menanyakan itu.. hmm gumawo.. kau pulanglah, aku akan pulang dengan oppaku.. jadi hubungan kita hanya sampai disini… annyeong..” sena melambaikan tangannya padaku, tidak seperti biasa dia melambaikannya cukup lama membuatku tersenyum simpul dengan tingkahnya..
Kurasa dia sudah aman pulang dengan oppanya, apa benar hubungan ini hanya sampai disini.? Bagaimana mungkin dia pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab.. bertanggung jawab atas perasaanku..
Yaa perasaanku.. kurasa aku mulai menyukainya, hari demi hari aku mulai bisa menerimanya.. dan sampai hari ini kurasa aku tidak bisa membiarkannya pergi..
Tidak seperti biasanya yang selalu bersemangat.. sekarang dia terlihat sedih.. apa aku yang membuatnya seperti itu..?
Kenapa dia tidak menanyakan padaku kalau aku menyukainya.? Atau memintaku untuk menjawab..
Ahh matda.. perjanjian itu..
dia akan memberikanku kesempatan untuk memberi kepastian dihari terakhir kencan, ahh dia sudah pulang, apa dia lupa.?
–o
“yyyeeaah..!!! akhirnyaa.. aku diterima di sungkyunkwan..!!” Melanie meloncat dengan girangnya sambil memeluk sena.
“jinjja..? chukkae..!!” sena memeluk Melanie sambil ikut meloncat..
“kau tidak bersemangat sekali.. padahal kau diterima di seoul university..” ucap Melanie dipelukan sena.
“oohh.. nde..” ucap sena masih tetap dalam pelukan Melanie.
“taehyung juga diterima di seoul unive….”
“JINJJA..?”
“yya..!! suaramu ituu…..”
“kau tau darimana..?”
“ituu….” Melanie menunjuk kearah kursi taehyung, namun tidak didapati taehyung disana lagi.
“eodi.?” Tanya sena penasaran.
“ahh tadi aku melihatnya disana, aku sendiri yang menanyakannya dan dia mengatakan seoul univ… tapi kenapa dia sudah hilang.? Apa dia pergi menemui ibunya…” gumam Melanie..
“hhmm berarti aku masih bisa bertemu dengannya walaupun beda kelas dan jurusan..”sena menghembuskan nafas beratnya sambil memukul ringan pundak Melanie dan pergi meninggalkan Melanie..
“aku mau pulang, aku juga ingin menemui ibuku..annyeong..”sena melambaikan tangannya pada Melanie.
“apa-apan itu padahal aku ingin mengajaknya minum soju….” Gerutu Melanie pelan.
–o

1minggu kemudian..

“yya sena, sebaiknya kau bawa monni ke pet shop.. kau lihat bulunya sedikit kasar.. juga sekalian beli makanannya.. makanannya hampir habis…” teriak ibu sena dari ruang tamu.
“ahh nde eomma, kebetulan aku juga akan keluar…”
Sena mengambil monni kucingnya yang paling jinak itu kedalam pelukannya, dan sena menaiki bis menuju pet shop, dan juga salon hewan..
“woaah monni.. kau bahkan kesalon eoh..? aku yang sudah lulus SMA tidak sempat menata rambutku..” gumam Melanie sambil mengelus-elus kepala monni dengan lembut..
“ahh sekitar beberapa meter darisini akan sampai disungai han.. monni kita lihat sungai han dulu nde..?”
Sena berjalan dengan santai kearah sungai han, tempat saat sena bermain sepeda dikencan pertamanya dengan taehyung..
“monni ini tempat pertama kalinya kau bertemu dengan appamu eoh..? haha mianh appamu sudah pergi.. kau hanya punya eomma.. kau…” tiba-tiba pembicaraan konyol sena dengan monni terhenti karena mendengar suara yang tidak asing baginya seperti memanggilnya..
“sena.? apa benar kau sena.?”
“taehyung…” sena membalikan badannya kebelakang..
“haha ternyata benar… apa yang kau lakukan disini..? kau sendirian malam-malam.? Apa kau dengan oppa mu.?” Tanya taehyung penasaran…
“anni aku sendiri.. hhmmm dengan monni…”
“woahh kau membawa monni lagi.? Aku merindukan monni…” taehyung merebut monni dari pelukan sena dan mengelus-elus kepala monni..
“kau kembali kepangkuan appa eoh..?”
“mwo..?” sena terkejut mendengar taehyung menyebut dirinya appa pada monni.
“bukankah kau menyuruh monni untuk memanggil appa padaku… “ taehyung terus mengelus bulu putih monni tanpa melihat mimic muka sena yang masih terlihat terkejut.
Sena dan taehyung duduk didekat sebuah air mancur ditemani dengan minuman kaleng, sementara sena terus memberikan makanan yang dibelinya tadi kepada monni.
“sena. chukkae.. kudengar kau diterima di seoul univ..” taehyung menjulurkan tangannya pada sena, sebelumnya sena hendak membersihkan tangannya dulu ke jacketnya karena kotor oleh makanan kucing. Namun taehyung langsung saja menarik tangan sena..
“kau jorok.. kenapa kau selalu membersihkan tanganmu ke bajumu..?” taehyung membersihkan tangan sena lengan jacketnya.
“yya.. apa yang kau lakukan..?” sena heran dengan tingkah taehyung sekarang ini..
“yya pertanyaanmu yang kemaren.. aku belum menjawabnya.. saat aku akan menjawab kau langsung memotong pembicaraanku..
“pertanyaan.? Aku tidak memberikan pertanyaan padamu…”
“itu.. tentang gadis idealku… sebenarnya aku suka wanita yang hanya mencintaiku dan yang hanya melihatku, dan aku juga suka yeoja yang polos..”
“nde..?”
“aku juga berharap ketika aku mempunyai yeojachingu seperti itu, aku akan kencan bersama disebuah tempat yang luas sambil memberikan makanan keburung merpati.. kurasa itu sangat romantis..” taehyung menyunggingkan bibirnya pada sena sambil menatap sena lembut.
“begitukah… “ gumam sena pelan sambil menunduk..
“tapi kau bilang kau akan berusaha tidak menyukaiku lagi.. jadi kau bukan type idealku..” taehyung berbicara sambil menatap langit sementara sena hanya memperhatikan taehyung dari sampingnya.
“dan kau.. kau tidak menepati janjimu..”
“janji..?”
“sepertinya aku perlu mengulang perjanjian kita, kita akan berkencan selama satu minggu sampai hasil ujian keluar, dan ketika itu aku akan menentukan kelanjutan hubungan kita dan mengatakan aku tidak menyukaimu.. tapi malam terakhir kau sudah mengakhiri hubungan kita.. jadi sepertinya aku perlu memanggil seorang pengacara..” taehyung berbicara sambil menopang kedua tangannya kebelakang dan tetap menatap langit..
“jadi..?” sena memeluk monni yang kedinginan kedalam jacketnya..
“jadi..?” taehyung menatap sena, sena mengira taehyung menatap monni yang dia peluk. Tapi ternyata taehyung menatap sena dengan lembut memperlihatkan senyumannya.
“wae.?” Tanya sena kebingungan.
“sepertinya ramalanmu malam itu benar, di kencan terakhir aku akan menyukaimu.. aku tidak akan bisa mengatakan aku tidak menyukaimu..”
“nde.? Maksudmu….”
Taehyung mencium sekilas kening sena dan tersenyum evil melihat sena yang terkejut itu.
“aku ingin mendengar ucapanmu dihari itu lagi, ucapanmu ketika kau menyatakan perasaanmu pertama kali padaku…”
Sena masih menunduk malu unutk menatap taehyung, sehingga taehyung mengalihkan pandangannya dari sena kearah sungai han.
“taehyungah.. nan neo johahae.. jadilah namjachinguku..” sena menunduk malu mengungkapkan hal itu.
“kau bilang kau akan melupakanku dimalam itu..”
“sejujurnya aku tidak bisa melupakanmu, dihari ketika hasil ujian keluar aku terus mencarimu.. tapi kau tidak ada.. juga aku tidak berani menghubungimu.. karena malam sebelumnnya aku mengatakan tidak akan menganggumu lagi, jadi…”
“jadi.?”
“Jadi…” taehyung mencium bibir mungil sena membuat sena tersentak kaget.
“kau benar.. aku tidak bisa melupakanmu.. aku benar benar menyukaimu.. nado johahae.. tapi aku tidak menyuruhmu berkata jadilah namjachinguku…”
“mwo..?”
“sena.. saranghae… naekkeo haja..”
“kau menyatakan perasaanmu dengan tampang datar, apa kau sedang memainkan perasaanku.?”
“mwo.? Apakah ciuman itu tidak berarti apa-apa untukmu.? Perlu aku menciumu lagi eoh.?”
“anni.. sudah cukup.. naega neomu neomu neomu saranghae… “ sena mencium sekilas bibir taehyung namun saat sena akan melepaskan ciumannya, taehyung menahan tengkuk sena untuk bertahan dengan posisinya.
Sena memejamkan matanya dan membalas ciuman taehyung yang semakin dalam itu, bahkan monni sepertinya merasakan detak jantung sena yang berdebar melebihi batas normal itu.
“taehyungah.. kau benar-benar ….” Gumam sena dalam hati..
sena melepaskan ciuman taehyung, menarik nafasnya dalam-dalam dan memegang bibirnya..
“kau begitu bernafsu menciumku tuan mesum…” gumam sena.
“mwo..? yya bukankah kau duluan yang menciumku.?”
“aku tidak memaksamu untuk membuka mulutmu ketika berciuman, tapi kau memaksaku untuk membuka mulutku..!!! dan kau juga menggigit bibirku..!! itu sakiiit….” Ucapan sena terdengar oleh orang sekitar membuat taehyung menutupi wajahnya dengan lengannya karena diperhatikan orang-orang.
“yya.. kau bicara terlalu keras..”
“nde…??” sena tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi taehyung yang tengah malu karena ucapannya yang memang cukup keras itu dilengkapi dengan wajah taehyung yang memerah saking malunya..
Taehyung menarik sena untuk pergi dari tempat yang terasa kurang nyaman bagi taehyung untuk bersama sena.
“yya.. kenapa kau menarikku, duduk disana sudah nyaman, kenapa kau menarikku seperti ini eoh.??… yyyya..!!!”
Sena terus tertawa puas menggoda taehyung yang sedang sangat kesal ini..
“hentikan tawamu itu tidak terlihat manis sama sekali…”
“Yya..!! tuan mesum..!!!” sena berteriak keras lagi, taehyungpun membekap mulut sena dengan tangannya agar tidak bersuara lagi..
Namun kali ini taehyung yang tertawa, mereka berdua tertawa terbahak-bahak dengan tingkahnya sendiri..

–END

Huwa.. kok author gaje gini bukin FF yak.? Tapi ya gini aja.. banyak yang reques FF V jadi author bikinin segera, padahal author bilang di “Accident Love” kemaren mau bikin FF jimin..
Haha mianh.. jimin lagi sibuk latihan dance sama jungkook jadi ga sempat main FF LoL..
Next FF jimin.. tapi inspirasi belum muncul, author mau cerita yang sedikit dewasa kali ini, hehe
Gumawo yang sudah baca *bow*
Share coment and like jangan lupa nde..~~^^

About fanfictionside

just me

35 thoughts on “FF ONESHOT/ please, be my boyfriend! / BANGTAN/BTS

  1. Daebakkkk….!~
    Mimin >_< aku pingin Kucingnya sena, monni…
    pingin kayak sena otak-nya encer~… pas ciuman monni nya kemana min?dia liat appa eommanya ciuman ya?#plak

  2. haha monninya dipeluk dalam jacket sena..
    author typo pas kalimat

    “woaah monni.. kau bahkan
    kesalon eoh..? aku yang sudah
    lulus SMA tidak sempat menata
    rambutku..” gumam Melanie

    harusnya gumam sena… Wkwkw

    next FF Jimin, abis jimin j-hope deh.. hehe pokoknya semua member ada FF ny wkwk

    otak sena encer.. wkwk sebenarny monni itu nama anjing Rapmon BTS tapi dsni aku jadiin kucing biar keliatan manis.. hehe

    gumawo yang baca..
    komenan readers bikin aku semangat nulis lagi.. hehe

  3. Ya ampun Taehyung xD
    Sena, walaupun kamu sangat agresif tapi akhirnya kamu bisa menaklukan Taehyung😀

    Keren thor, walaupun ada beberapa typo(lupa di part mana), jadi lain kali lebih teliti lagi ya😀

    Suka ff ini😉

  4. Waaa~ taehyung nan nomu joha~ aigoo ceritanya lucu, si cewenya agresif jg ya. Klo aja aku bisa kaya gtu, trus taehyung jg suka. Aduduh… Mimisan ini… Hehehe..

  5. Mian~ sebenarnya aku udh baca beberapa minggu yg lalu, tp karena ada ujian jadinya gk sempet bales, hehee-.-/ keren thor!! makin like aja ama taehyung.. /moga gak pindah bias/ ckckck^^

  6. owahh keren thor
    ceritanya menarik ^^
    walau Sena terlihat terlalu agresif tpi aku suka sifat dia😀 unik
    pasangan yang lucu ^_^

  7. Keren banget, couple yang aneh. Sena-nya agresif banget ya. Genre-nya pas banget kayak kehidupan remaja. ^^
    I like it!

  8. keren min…. suka banget sama karakter Senanya…. semoga sukses deh hiFF lainnya… pokoknya naneun neomu johae deh sm FF ini!! author jjang~~~~

  9. Waaaaa!! Cerita.a so sweet baget thor, jadi iri nae Sama Han sena .. Tapi ni FF nae suka banget ceritanya.. So romantic .. Nae envy bacanya aja sampe nge fly.. Serasa sena itu nae..

  10. Bener daebak…… nie ff
    Aku sampai nangis terharu…… nie… . T_T i like it baca ini sambil dengerin lagu Bts coffee… .. Good job dah
    Fighting buat ff lainnya yaa… ..

  11. Huaa… Ceritanya daebak bnget!!! Emng cinta itu dtengnya tiba tiba ya,,
    Aku suka ff nya,,bikin terus ya thor,,klo bsa cast nya kookie oppa ne!!

    HWAITING!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s