FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL pt.2 / BTS-BANGTAN


Author: AlvianyHwang
Title: ROMANCE HIGH SCHOOL pt.2
Cast:
+ Hwang Tae Ri
+ Min Yoon Gi (BTS’s Suga)
+ Jung Ho Seok (BTS’s JHOPE)
+ Choi Hwe Ji
+ Park Ji Min (BTS’s Jimin)
+ Yoo Eun Bi
+ Kim Seok Jin (BTS’s Jin)
+ Jeon Jung Kook (BTS’s Jungkook)
+ Park Se Ra
+ Kim Tae Hyung (BTS’s V)
+ BTS members
Length: CHAPTER
Genre: Romance, NC, school, love-comedy
NB:
Annyeong!
Aku balik lagi dengan lanjutan dari FF ini!😄
Ada yang nunggu FF ini? Seenggaknya kalo banyak itu semakin buat aku semangat lanjutin FF ini chapter demi chapter ;3 apalagi FF bangtan juga masih terbilang jarang kan?
Ini sekaligus pengen bangkitin itensitas bangtan di dunia perFF-an(?). coba cari di google pasti jaraaaang banget FF bangtan.
Oiya bias tersayang aku SUGA lagi sakit nih  itu sebabnya aku pengen cepet-cepet lanjutin ff ini. Semoga suga yang disana bisa cepet sembuh ya :*
daaan
Pokoknya I hope you’ll have fun to read this FF, okay?
Don’t want wasting time and
Check it out!😉

Preview:

Keringat Taeri mengucur deras ketika mendengar ucapan berani Hoseok. Ayolah, itu sama saja cari mati..
Yoongi melotot penuh amarah dengan cepat lelaki itu memasang aba-aba untuk meninju wajah Hoseok dengan tinju yang terkenal mautnya.
Dengan gerakan cepat Taeri beranjak dari duduknya.

BUG!!

Hweji, Eunbi, Jimin, Taehyung dan semua yang berada di tempat kejadian mengangakan mulutnya dan melotot kaget. Tak percaya dan tak menyangka dengan pemandangan di depan mereka.
Yoongi sang pemilik tinju dan Hoseok juga terkejut dengan sosok yang terhuyung di depan mereka dengan wajah pusing.
Taeri mengerjap-erjapkan matanya dengan tatapan kosong menatap sekelilingnya. Ia meraih pipinya yang terasa bengkak dan memar.
“t-tae….”

Taeri menatap Hweji, Eunbi dan lalu Yoongi yang masih menatapnya tak percaya.

“TAERI!! GWAENCHANAAA!!???”

Hingga penglihatannya menggelap dan kesadarannya mulai menghilang.

***

AUTHOR POV

Mata Taeri mengerjap-erjap ketika cahaya mulai terlihat dari penglihatannya yang dari tadi menggelap.
Di hadapannya ia melihat Hweji, Eunbi dan Sera -sang manajer basket- berada mengerubuninya.
“ah. Taeri kau sudah sadar???” Hweji tersenyum lega melihat Taeri yang sudah mulai membuka matanya, meski terlihat berat.
“aku sungguh kaget tadi. Tapi apa penglihatanmu baik-baik saja?” Eunbi menatap Taeri dengan lamat.
“aku yakin dia baik-baik saja. Dia sudah ditangani dengan baik.” Sera ikut berujar. Hweji dan Eunbi menatap ke arah Sera, percaya dengan apa yang dikatakan gadis itu.
Tapi Taeri masih tidak bisa menjawab semua pertanyaan. Kepalanya terasa sangat berat.
Taeri mencoba beranjak duduk dari tidurannya.
Ia merasa sakit pada bagian pipinya.
“jangan di sentuh dulu. Luka memar mu itu masih harus di pulihkan.” Ujar seorang dokter yang tiba-tiba muncul dari balik korden.
Baru Taeri sadari ia sedang berada di ruang UKS. Kepalanya yang berat seperti melambatkan daya tangkapnya.
“tapi apa luka memarnya nanti akan hilang? Dia itu kan wanita. Kalau tidak hilang bisa menjadi aib baginya.” Ucap Hweji dengan nada khawatir.
“tenang saja. Itu hanya luka memar dalam. Jika bengkak di memarnya hilang, itu tidak akan meninggalkan bekas. Mungkin akan hilang sekitar 2-3 hari saja.”
“syukurlah. Aku kira itu akan menimbulkan dampak lain pada Taeri.”
Eunbi menghela nafasnya lega mendengar penjelasan sang dokter.
Taeri masih tidak berhenti menghelus kepalanya yang berat seraya memejamkan kedua matanya dengan kerutan kening.

“lalu kenapa bisa Min Yoongi memukul gadis ini?”

Gerakan menghelus kepala Taeri terhenti ketika mendengar pertanyaan sang dokter.
Hweji dan Eunbi serta Sera menoleh ke arah Taeri sebentar dengan cemas.

“heum sebenarnya itu-“

GRAK

Ucapan Hweji terhenti ketika pintu ruang UKS terbuka dengan kencang.
Semua menoleh ke arah sosok yang berdiri di ambang pintu UKS dengan wajah cemas.
Hoseok, sosok itu berjalan tanpa ragu ke arah Taeri yang masih memejamkan matanya dengan posisi badan diam. Dari perangainya sepertinya Taeri tengah mengingat sesuatu tanpa menyadari kehadiran Hoseok.
“Taeri.ah, gwaencha-“

“KEMANA SI MIN YOONGI ITU!!?? MEMANGNYA DIA PIKIR DIA SIAPA BISA MENINJUKU SEPERTI INI SEMBARANGAN!!!! APA DIA TIDAK TAHU ISTILAH MENGHORMATI PEREMPUAN!!??”

Hoseok terbengong-bengong melihat Taeri yang tiba-tiba membuka kedua matanya, beranjak dari senderannya dan berteriak kasar.
Hweji, Eunbi, Sera dan sang dokter juga terbengong melihat sikap Taeri yang begitu tiba-tiba.

“BERITAHU DIA AKU AKAN MEMBALAS SENTUHANNYA DI SETIAP INCI TUBUHKU!!! SEKARANG AKU SUDAH TIDAK TAKUT DENGANNYA!!!!!”

“Hoseok oppa. Tenangkan dia. tenangkan dia.”
Sera mencolek lengan Hoseok yang sedari tadi terbengong menatap Taeri.
“ya tenangkan dia. dia sedang mengigau. Hanya mengigau. Itu keburukannya.” Sambung Hweji mendorong Hoseok agar lebih dekat dengan Taeri.
Hoseok menatap ke arah Hweji dan Sera. Mulai memasang wajah tenangnya seperti biasa.
Ia tersenyum melihat Taeri yang seperti kesurupan memaki seseorang yang bernama ‘yoongi’ itu.
Hoseok meraih lengan Taeri dan memaksa gadis itu untuk menatap serta menyadari keberadaannya hingga gadis itu terdiam.
Taeri menatap Hoseok dengan lamat.
Hingga Taeri sadar siapa sosok yang berada di depannya sekarang.
Sosok malaikat penolongnya.

“OPPA!!”

Dengan gerakan cepat Taeri memeluk Hoseok dan menumpahkan keluh kesahnya pada lelaki yang baru dikenalnya kemarin itu. Ia sudah tidak perduli tatapan terkejut teman-temannya dan dokter melihatnya yang memeluk Hoseok. Yang ia perlukan kini hanya ketenangan dan sandaran.

**

Yoongi meminum minuman kalengnya dengan emosi masih tampak dari wajah dan sikapnya. Tak ada yang berani mendekati dan bertanya perihal lelaki itu seperti itu. Bukan hanya karena takut toh semua juga sudah tahu dan melihat apa yang baru saja terjadi.

“astaga aku tidak menyangka Yoongi sunbae akan menghajar perempuan juga.”

“ternyata isu dia tak menghajar perempuan selama ini hanya bohong.”

“apa perempuan itu di bawa ke rumah sakit? Kepalanya sampai memar begitu.”

Pembicaraan yang di lakukan murid-murid eskul basket masih terdengar di kuping Yoongi meski mereka berbicara dengan berbisik. Yoongi tak berbuat apa-apa. Ia malas untuk menanggapi perkiraan tak jelas mereka.
Terbayang wajah Taeri yang dengan (sok) beraninya melindungi Hoseok dari tinjuannya.
Yoongi mendengus mengingat betapa bodohnya sikap Taeri.
“lihat saja apa yang akan ku lakukan pada wanita sok itu.” Gumam Yoongi sendiri dan kembali meminum minuman kalengnya dengan asal.

“jadi apa tadi kau benar-benar berniat meninju wanita itu?”

Yoongi menoleh ke arah sosok lelaki tinggi yang sudah berdiri di hadapannya dengan santai.
Kim SeokJin atau Jin, sunbae sekaligus sahabatnya yang terbilang dekat dan tidak takut dengan Yoongi.
Jin duduk di samping yoongi dan membuka minuman kalengnya lalu meminumnya dengan santai.
Yoongi tidak menjawab pertanyaan Jin, baginya tak penting untuk meladeni pertanyaan seperti itu.
Jin menatap Yoongi kembali.
“aku yakin itu tidak sengaja kan? Kau tidak mungkin memukul wanita.” Jin mengaggukan dirinya sendiri. Ia sangat percaya dengan Yoongi meskipun lelaki itu tidak mencoba ikut meyakinkannya.

“cih. apa sangat aneh jika seorang lelaki memukul wanita? Kenapa semua orang begitu mempermasalahkannya?” Yoongi mendengus tanpa menatap Jin.
Jin yang akhirnya mendengar jawaban Yoongi hanya bisa tersenyum. Ia menggelengkan kepalanya.

“Min Yoongi. Apa kau tidak tahu istilah Gentleman?”

Yoongi menatap Jin dengan tatapan yang masih sinis.

“lelaki itu ada untuk melindungi wanita. Bukan memukulnya. Itu pemikiran para lelaki atau gentleman. Jika kau memukul wanita dengan mudahnya seperti tadi itu berarti kau bukan lelaki yang normal.”

“kau mengataiku tidak normal??!”

“aniya. Aku kan sudah bilang aku percaya padamu tadi.”
Yoongi terdiam mendengar ucapan sahabatnya itu. Dalam hati ia mengakui kebenaran yang Jin katakan tadi.
Yoongi beranjak dari duduknya dan membuang kaleng minuman yang sudah kosong.
“kau sudah mengakuinya kan?”
“apa?”
Jin tersenyum melihat sikap Yoongi yang masih malu jika harus mengakui kekeliruannya tadi.
“kau mau datang menemuinya dan meminta maaf bukan? Meski tidak sengaja kau tetap harus minta maaf.”
yoongi menatap Jin dengan ekspresi menyebalkannya.
“aku ingin menemuinya karena dia itu pesuruhku.” Jawab Yoongi dengan nada datar.
Ekspresi Jin berubah dan menatap Yoongi dengan bingung. Sedetik kemudian Jin tersenyum melihat punggung Yoongi yang sudah mulai menjauhinya.
“TUNJUKAN BAHWA DIRIMU ADALAH LELAKI MIN YOONGI!!”
Jin berteriak sekeras mungkin. Meski Yoongi tidak menjawab atau menoleh ia sangat tahu jika Yoongi mendengar apa yang ia katakan.
Ia sangat yakin dengan sahabatnya satu itu.

*

TAERI POV

“ASTAGA APA YANG TERJADI DENGAN PIPI MU??!!”
Suara keras ibu yang memekik terkejut membuat langkahku untuk menuju tangga lantai kamarku terhenti. Ibu yang tengah memasak di dapur seorang diri masih sempatnya saja menengok kepulangan anaknya yang berusaha menyembunyikan luka memar di pipi ini.
“apa yang kau lakukan hah? Kau berkelahi??!! Astaga hwang Taeri apa ibu mengajarkanmu untuk berkelahi selama ini??!”
Aku melotot mendengar ucapan ibu yang asal tapi begitu lancar keluar dari mulutnya.
“ani-“
“kenapa?”
Chansung keluar dari kamarnya dengan wajah bingung. Sepertinya ia keluar ketika mendengar pekikan ibu yang berlebihan.
“chansung kau lihat Taeri!! Adikmu berkelahi!! Dia itu dari kecil memang selalu berperilaku seperti seorang laki-laki. Aigo~~ .”
Ibu meraih kepalanya dengan ekspresi stress yang selalu ia tunjukan jika aku berbuat yang tidak-tidak. Ya memang selama ini selalu aku yang membuat ibu stress. Tapi kali ini ibu sangat salah.
Chansung menggelengkan kepalanya dengan wajah datar.
“aniyaaa!!! Aku tidak berkelahi!!!” sanggahku akhirnya.
“masih saja mengelak! Lalu apa luka memar di pipi itu!?”
“ini.. ini saat itu aku sedang menonton eskul basket..”
“lalu apa?! Lalu kau terkena lemparan bola basket dan pipi mu memar!? ITU TIDAK MASUK AKAL HWANG TAERI!!!”
aku diam. Bukan Karena aku takut dan memang mengaku salah. Tapi karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk meyakinkan ibu yang sudah seperti ingin meledak.
Tidak mungkin jika muluk-muluk aku mengatakan pelaku semua ini adalah si brengsek min Yoongi yang dengan santainya tidak meminta maaf atau menemuiku sekedar bertanya keadaanku. Bisa-bisa masalah ini akan menjadi lebih buruk.
“paling dia hanya berkelahi hal yang tidak penting.” Sambar Chansung dengan entengnya.
“ANIYA!!!”
“kau kan memang selalu melakukan hal yang tidak penting.”
“APA AKU MEMBALAS PERBUATAN LELAKI YANG MENGERJAIKU DI SEKOLAH ITU TIDAK PENTING??!”

“BERARTI KAU MEMANG BERKELAHI KAN!?”

Apa? Aku benar-benar terjebak sekarang. Chansung manusia sial itu tersenyum menang, seakan begitu bangga bisa membuatku bungkam.

Cklek

Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka di antara perdebatan aku-ibu dan oppa yang tidak ku anggap oppa Hwang Chansung. Aku menoleh dengan masih memasang muka kesal.
Sosok lelaki bermuka tampan keluar dari kamar mandi dengan handuk melingkar di bahunya. Ia menatap aku-ibu dan Chansung dengan ekspresi polos. Aku juga menatapnya dengan mata terbuka lebar.
Ibu kembali menatapku dengan aba-aba ingin memarahi ku lagi. Dan aku punya ide untuk menghindari amarah ibu.
“tunggu sebentar.” Aku berjalan mendekati lelaki itu, tak menghiraukan ibu yang dengan mudahnya diam melihat apa yang ingin ku lakukan.
Aku mencoba tersenyum lebar kea rah lelaki itu. Lelaki itu menatapku dengan mata lebarnya. Ya aku mengenal siapa dia. dia sepupu ku dari Busan. Aku menunjuknya dengan senyuman lebar palsu.
“kau ini sepupu… kan?” tebakku dengan terbata. Dia masih menatapku dengan mata besarnya.
“iya.” Jawabnya pelan diikuti anggukan. “lama tidak ketemu, Taeri nuna.” Ucapnya lagi. Aku makin tersenyum lebar mendengar ucapan dia.
Dia ingat namaku dengan sangat baik. Ayolah, bahkan aku mengharapkan dia salah menyebut namaku.

“hemmm. Bisa kau sebutkan siapa nama sepupu kita itu?”

Sial. Sial. Sial. Chansung sial.
Aku kembali memasang senyum palsu ku.
Aku bisa mengingat-ingatnya. Pasti bisa. Aku hanya tinggal menyebutkan namanya. Dalam hati aku terus menenangkan diriku sendiri. Jika ketahuan aku salah memanggil nama sepupu ku sendiri bisa-bisa ibu kembali menerkam ku dengan ucapannya yang menyakitkan, dan jangan sampai ibu membentakku di depan orang lain selain Chansung.
Lelaki itu tetap menatapku, aku menunjuknya dengan mulut terbuka bersiap mengatakan sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa yang akan keluar dari mulut ku ini.
“kau… kau… kau…”
Suasana menjadi sangat hening menunggu jawabanku. Tak ada yang tertarik mengalihkan tatapan ke acara musik di tv. Keringat ku bercucuran deras.

“aku menyerah. Aku tidak tahu siapa nama mu. Yang aku tahu hanya kau sepupu ku yang berasal dari Busan. Hanya itu. Oke.”
Dengan langkah cepat aku berlari secepat mungkin menaiki tangga dan menuju kamar ku dan menutupnya dengan keras.
Aku tahu ibu dan lelaki itu tengah terbengong-bengong mendengar ucapan ku. Dan aku bisa mendengar tawa terbahak Chansung yang menyebalkan.
Aku bisa menebak apa yang akan terjadi.

“HWANG TAERI!!!!!”

Ya. Teriakan ibu.

***

AUTHOR POV

Taeri memutuskan mengenakan masker untuk menutup perban dipipinya yang sangat memalukan itu. Dengan langkah gontai ia turun dari tangga rumahnya. Ibu, Chansung dan lelaki itu sudah duduk di meja makan dan sudah setengahnya menghabiskan sarapan mereka.
“apa anak malas ini mau berangkat ke sekolah? Mau melakukan hal apa lagi hari ini?”
Sindir ibu tanpa menatap kea rah Taeri. Taeri sendiri tidak menghiraukan sindiran ibunya itu dan duduk dengan muka lelah di meja makan. Ia membuka maskernya dan menunjukan perban di pipinya.
Chansung tertawa melihat penampilan Taeri. “Apa kau habis operasi plastic huh? Wajah mu begitu buruk.” Ejek kakaknya itu tanpa perasaan. Sebenarnya memang apa yang di lakukan Chansung begitu tidak cocok di lakukan sebagai seorang kakak yang sudah bekerja. Ia seharusnya bisa bersikap lebih dewasa dan menjadi teman yang baik bagi Taeri. Tapi tidak. Sangat tidak mungkin bagi Chansung untuk bersikap sebagai seorang kakak yang bijak bagi Taeri yang menyebalkan.
Ia sudah pernah mencoba melakukan itu tapi tetap saja hasilnya begitu membuatnya terhina secara tidak langsung.
Taeri melempar sendok dengan kalap hingga mengenai kepala Chansung. Ya itu yang membuat Chansung tidak sudi untuk menjadi ‘kakak yang bijak’ untuk Taeri.
“kalian berdua hentikan!!” dengan cepat ibu menghentikan mereka dengan mendobrak meja makan dan menatap kedua anaknya dengan geram.
Taeri kembali sibuk menghabiskan roti panggangnya. Tak ada yang lebih menyeramkan di banding kemarahan ibunya sendiri.
“dan Taeri. Apa kau benar-benar tidak mengingat siapa sepupu mu ini?” ibu kembali berujar. Taeri menatap bingung ibunya dan lalu menatap lelaki itu yang kini berpakaian sekolah SMP. Ia menatap sepupunya itu dengan sedikit takjub. Wajahnya yang tampan dan postur tubuhnya yang lumayan besar itu benar-benar menutupi status murid SMP-nya. Taeri menggeleng dengan cengiran lebar.
Ibu menggeleng dan mendesah prihatin dengan daya ingat anaknya itu.
“dia ini Jeon Jungkook, sepupu mu di Busan. Padahal dulu kau, Chansung dan Jungkook serta sepupu mu yang lainnya selalu bermain bersama di rumah nenek. Dari seluruh sepupu Jungkook yang tidak mengingat namanya hanya kamu, Taeri.”
Jelas ibu yang langsung membuat Taeri menatap ibunya itu dengan kesal.
“bukan hanya itu. Kau juga pernah tidak mengingat nama tante mu sendiri, lalu nenek buyut mu dan Lee Seungyeol kakak sepupu mu yang berasal dari Gwangju itu.” Ucap Ibu.
“Ah dan dia juga pernah lupa hari ujian hingga telat dan mengikuti ujian ulangan.” Chansung menyambar.
Taeri menatap kesal keduanya. Sebelumnya tidak pernah semalu ini, karena mereka mengingat keburukannya di hadapan Jungkook. Hal yang biasa menjadi begitu menyebalkan.
“dan jangan bilang kau tidak ingat siapa yang berkelahi dengan mu kemarin.” Sindir Chansung dengan ekspresi yang sangat menyebalkan.
Taeri menarik nafasnya dan lalu beranjak berdiri dengan cepat.
“aku harus berangkat. Eunbi sudah menunggu ku di rumahnya!” ucapnya dengan cepat dan sedikit keras. Taeri sudah hendak berjalan sebelum ibu menghentikan langkahnya.
“hari ini kau berangkat sekolah dengan Jungkook. Dia tidak tahu jalan menuju SMP putra Handong. Bukannya sekolah mu melewati sekolah itu.”
Taeri memutar bola matanya dengan malas.

*

“Kita berhenti dulu disini. ini rumah teman ku.”
Taeri menatap Jungkook untuk mengkordinir sepupunya itu untuk berhenti berjalan. Jungkook berhenti dan berdiri di belakang Taeri dan membiarkan gadis itu menekan tombol bel rumah.
Tak lama terdengar suara tapakan sepatu yang seperti berlari dengan cepat lalu pintu pagar terbuka dengan lebar.
“APA-APAAN! KAU LAMA SEKALI!! APA KAU TIDAK PERNAH TAKUT TELAT MAS- uk sekolah…..”
Suara bentakan Eunbi tiba-tiba melemah ketika mendapati sosok lelaki tampan di belakang Taeri.
Taeri membuka masker yang menutupi mulutnya.
“mianhae aku tidak tahu harus menutupi perban di pipi ini dengan apa. Ide menutupi dengan masker ini baru terpikir di akhir jadinya aku telat datang.” Jelas Taeri dengan ekspresi sok lemasnya.
Tapi Eunbi tidak menjawab atau menatap kea rah Taeri. Dia masih terpaku menatap lelaki di belakang Taeri yang juga menatap Eunbi dengan ekspresi mematung yang sama.
Taeri mengerutkan keningnya dan menoleh kea rah sepupunya Jungkook. Hingga akhirnya Taeri mengerti.
“kenalkan ini Jeon Jungkook, sepupuku. Dia baru di sini dan dia tinggal di rumah ku selama berada di Seoul.” Taeri menarik tangan Jungkook hingga lelaki itu sudah berdiri disampingnya dan berdiri lebih dekat dengan Eunbi.
“Jungkook, ini temanku namanya Yoo EunBi.”
Eunbi tersadar dengan tatapan terpakunya pada Jungkook dan menatap Taeri dengan gugup. Begitu juga dengan Jungkook yang langsung mengagguk.
“annyeong. Aku Jungkook. Salam kenal noona.” Ucap Jungkook tersenyum manis.
Taeri menatap Jungkook dengan datar. Padahal sepupunya itu tidak tersenyum semanis itu ketika memperkenalkan diri padanya.
“ah annyeong. Aku Eunbi. Salam kenal.” Ucap Eunbi kembali yang seperti bisa mengatur nadanya kembali normal.
“aku tidak pernah tahu kalau Taeri mempunyai sepupu.” Ucap Eunbi lagi tersenyum lebih manis.
“apa kau pikir aku sebatang kara?” sambar Taeri dengan ekspresi kesal. Eunbi seperti memberi kode dari ekspresi wajahnya dan Taeri tidak mengerti sama sekali dengan kode itu.

“kau masih SMP?”
ketika mereka sudah berada di bus tiba-tiba Eunbi bertanya kepada Jungkook. Taeri melirik kea rah keduanya.
“ya aku tingkat 2. Nuna kelas 1 SMA kan?” Jawab Jungkook dengan nada ceria.
“padahal wajah dan postur tubuh mu sudah seperti anak SMA. Mungkin jika kau berpura-pura menjadi murid SMA itu akan berhasil.” Canda Eunbi. Jungkook tertawa. Taeri memutar bola matanya bosan dengan pembicaraan keduanya. Taeri sendiri juga malas mengikuti pembicaraan mereka. Bukan karena masker di wajahnya tapi karena ia malas bergabung dengan pembicaraan garing mereka.
“apa noona sudah punya pacar?”
Eunbi terkejut mendengar pertanyaan Jungkook di tengah obrolan ringan mereka. Taeri juga menatap kea rah sepupunya itu dengan mata melotot lebar.
Eunbi menatap kearah Taeri. Ia seperti meminta saran apa yang harus ia katakan. Tapi Taeri juga tidak tahu harus berbuat hal apa jika ada di posisi Eunbi.
“belum. Memangnya kenapa?” eunbi menjawab dengan tenang dan nada bersahabat.
“aniya. Ah apa ini halte SMP handong?” jungkook menatap kearah jendela bus.
“iya ini haltenya. Kau bisa turun sekarang. Sampai jumpa.” Ucap Eunbi dengan senyuman manis. Jungkook menatap Eunbi dan juga tersenyum. Tiba-tiba ia meraih ponsel Eunbi yang dari tadi gadis itu pegang. Ia seperti melakukan miscall pada nomor yang tidak ada di kontak Eunbi. Lalu Jungkook menyerahkan ponsel itu kembali pada Eunbi dan melakukan smirk yang tidak pernah ia tunjukan sebelumnya pada Eunbi ataupun Taeri.
“aku akan menghubungimu.” Ucapnya dan lalu turun dari bus.
Eunbi terpaku memegang ponselnya yang masih terasa hangat karena genggaman Jungkook.
“taeri.ya.” panggil Eunbi masih dengan ekspresi terpaku.
“yeeee.” Taeri menjawab malas.

“apa dia benar anak SMP?”

“dia anak SMP yang berasal dari busan dan dia masih berusia 17tahun dan 16tahun di umur internasional. Dan dia sepupuku.”

“tapi kenapa dia begitu seksi…”

Taeri menatap Eunbi dengan ekspresi datar.

“kau menjijikan Yoo Eunbi.”

*

CLASSROOM- morning

“kau tidak mengerti perasaan suka itu apa Taeri jadi kau tidak akan mengerti arti dari ‘jatuh cinta pada pandangan pertama’”
Suara Eunbi sudah terdengar hebat ketika keduanya –Eunbi dan Taeri- memasuki kelas. Mereka tidak memperdulikan dengan Hweji dan Jimin yang mengalihkan tatapan mereka pada majalah yang mereka baca. Mereka mengerutkan kening melihat Eunbi dan Taeri.
“tetap saja kau itu pedofil. Ayolah Jungkook itu masih sangat muda.”
“sangat muda? Dia hanya berbeda dua tahun dengan kita.”
Taeri menghembuskan nafasnya.
“kau dengar. Di negeri kita ini jika seorang lelaki hanya dibawah satu bulan dari seorang gadis. Lelaki itu tetap memanggilnya dengan sebutan ‘noona’ ! dan… kau juga Jungkook berbeda dua tahun. Satu tahun ada 12 bulan. Jika ditambah 12 bulan lagi. Ayolah, kalian berdua seperti ibu dan anak yang sedang terlibat eodipus complex!” sanggah Taeri dengan cepat dan duduk di bangkunya.
“tidak buruk untuk melakukan Oedipus complex selama Jungkook baik untukku!”

“dia tidak baik untukmu.”

“kenapa???”

“dia terlalu muda.” Balas Taeri dan meraih majalah yang tengah di bawa Hweji dan Jimin.
Eunbi menatap geram Taeri.

“lalu kenapa jika dia muda??!”

“dia tidak berpengalaman.”

Hweji dan Jimin saling menatap ketika mendengar ucapan Taeri yang cukup ‘vulgar’

“aku akan membuktikannya jika dia berpengalaman!”

Hweji dan Jimin melotot mendengar ucapan Eunbi. Taeri menatap Eunbi dengan datar.

“kalian berdua baru bertemu dan dia itu sepupu ku!”

“lalu kenapa? Aku sudah menjelaskan pada mu arti dari ‘cinta pada pandangan pertama’ dan tidak ada yang harus di permasalahkan!”

“tapi dia sepupuku!”

“lalu kenapa???”

“aku tidak mau punya saudara sepertimu.”

Eunbi mengangakan mulutnya mendengar ucapan Taeri. Dengan cepat Eunbi menyentil pelan perban di pipi Taeri.
“ADUUH!!!!” dengan cepat juga Taeri meringis kesakitan dan menutupi perban di pipinya itu.
“YA! APA KAU GILA!!??”

“AKU TIDAK GILA! KAU YANG GILA! KENAPA LANGSUNG BERPIKIR KE ARAH SITU!!?”
“LEBIH BAIK AKU BERPIKIR SEPERTI ITU DULU DAN MENGHENTIKANNYA SEBELUM SEMUANYA TERJADI, KAN??!”

“KAU INI!! SEPERTI TIDAK PERNAH MERASAKAN PERASAAN CINTA SAJA!”

“TIDAK UNTUKKU!! ANI`~ MAKSUDNYA… BELUM UNTUKKU!!”

“BOHONG!!!”

“AKU BERANI BERSUMPAH!”

“LALU BAGAIMANA DENGAN HOSEOK SUNBAE!!?”

Hening.
Taeri seketika mematung ketika mendengar ucapan Eunbi yang seperti langsung menjorokannya ke jurang.
Eunbi tersenyum penuh kemenangan.
“aku tahu kau menyukai Hoseok sunbae kan? Aku bisa langsung mengetahuinya.” Goda Eunbi lagi dan menunjuk muka Taeri yang entah kenapa seperti memerah.
“YA!!!!” karena kesal dan seperti terus terjebak Taeri menarik rambut Eunbi hingga gadis itu menjerit kesakitan. Tapi eunbi pun juga melakukan hal itu, ia meremas wajah Taeri dan membuat wajah Taeri menjadi terlihat aneh.
“KALIAN BERDUA HENTIKAN!”
Hweji akhirnya tersadar dengan keadaan di depannya. Ia beranjak dan mencoba menghentikan kedua temannya yang tiba-tiba bersikap aneh itu. Tapi keduanya juga tidak ada yang mau mengalah dan saling meremas wajah masing-masing dan menjengut dan kadang menarik kuping dengan kasar.
Jimin akhirnya ikut beranjak dan membantu Hweji menghentikan kedua perempuan itu. Dan akhirnya keduanya berhasil di tangani dengan Jimin yang menahan tubuh Eunbi dan Hweji yang menahan tubuh Taeri.
“kalian ini kenapa sih? Masih pagi sudah melakukan hal ini!!” semprot Hweji dengan muka bête. Jujur ia sedikit kesal ketika berada di posisi yang tidak tahu apa-apa.
“TANYAKAN PADA SI PEDOFIL ITU!” taeri menunjuk Eunbi dengan muka kesal.
“TANYAKAN JUGA PADA SI MUKA DUA ITU!” sambar Eunbi geram.
“MUKA DUA??” taeri mengerutkan kening tak terima.
“NE! MUKA DUA! BILANGNYA TIDAK PERNAH MERASAKAN CINTA! BILANG CINTA ITU BODOH! TAPI KAU MALAH MENYUKAI HOSEOK SUNBAE!!”
tepat saat itu juga Yoongi sudah berdiri tepat di ambang pintu kelas Taeri dan mendengar apa yang diucapkan Eunbi. Niatnya tadi untuk memanggil Taeri dan memberinya perintah sebagai pesuruh menjadi terhenti. Ia menatap keadaan di dalam kelas yang masih terisi dengan Taeri dan 3 teman perempuan itu.
“LIHAT MUKA MU MEMERAH LAGI!!” Eunbi tertawa mengejek melihat ekspresi Taeri dan membuat gadis di hadapannya itu geram. Jimin dan Hweji kembali menahan keduanya dengan susah payah.
Yoongi menatap datar Taeri. Di pikirannya terbayang wajah Hoseok dan apa yang Taeri lakukan berdua kemarin dengan Hoseok.
“hyung. Kau mencari Taeri, ya?”
Yoongi menoleh ketika mendengar suara berat yang khas menyapanya dari arah belakang. Dugaannya benar, Taehyung sudah berada di depannya. Bisa ia tebak Taehyung baru saja datang.
“ne. Tapi sepertinya ada masalah di dalam jadi tadi aku terdiam sebentar.” Jawab Yoongi enteng dan menunjuk keadaan di kelas yang memang tampak bising.
“gurae?” Taehyung melirik ke dalam kelasnya dan lalu pagi. Ekspresi wajahnya masih tampak sama meskipun mendapati suasana ribut seperti itu di kelasnya.
“pagi. Taeri, Yoongi hyung datang mencarimu.”
Taehyung masuk dengan santainya dan duduk di tempatnya tanpa ada niat bertanya apa yang telah terjadi. Dia malah mengeluarkan komik onepiece-nya dan seketika itu juga ia sudah sibuk membaca komik.
Taeri menghentikan sikap ‘ingin ribut’nya, begitupun juga dengan Eunbi. Ia menatap Yoongi, Yoongi juga menatapnya dengan muka datar. Lelaki itu juga melihat perban di pipi Taeri, karena pukulannya.
Yoongi mendengus dan memberi kode untuk Taeri mengikutinya. Dengan rasa malas dan decakan malas Taeri mengikuti langkah Yoongi keluar dari kelasnya.

*

Yoongi terus berjalan di depan Taeri tanpa niat berhenti dan berjalan bersanding dengan gadis itu.
Taeri, gadis itu tetap berjalan mengikuti Yoongi dengan muka cemberut. Tapi mungkin muka cemberutnya tidak terlihat karena tertutup masker di wajahnya.
Yoongi menghentikan langkahnya secara tiba-tiba membuat Taeri menabrak punggung lelaki itu dan tak sengaja mengenai luka di pipinya. Taeri meringis kesakitan tanpa suara dengan airmata sedikit keluar karena menahan rasa sakit yang teramat luar biasa.
Yoongi berbalik menghadap Taeri dan menatap gadis itu dengan tatapan seram. Dengan kasar juga ia menarik masker gadis itu.
“ya!! Sunbae!!” taeri menatap kesal Yoongi. Membentak Yoongi tanpa perduli bagaimana menakutkannya Yoongi. Ia sudah sangat kesal dengan sikap Yoongi. Luka di pipinya karena perbuatan lelaki itu tapi lelaki itu malah bersikap tak sopan.
“luka di pipi mu itu bukan karena perbuatanku. Saat itu aku ingin meninju Hoseok tapi dengan bodohnya kau malah muncul. Jadi itu luka yang kau buat sendiri.” Ujar Yoongi dengan entengnya. Taeri melotot mendengar ucapan Yoongi yang begitu mudahnya tanpa perasaan bersalah sama sekali.
“jadi sekarang aku tidak mau kau mengenakan masker aneh ini. Belikan aku roti dan minuman. Aku tunggu di kelas ku. Cepat.” Perintah Yoongi dan mendorong tubuh Taeri. Yoongi berjalan meninggalkan Taeri dengan cuek.

“aku benci sunbae.”

Yoongi menghentikan langkahnya. Ia menoleh kea rah Taeri dan mendapati wajah gadis itu sudah berbanjir airmata dengan ekspresi kesal.
DEG.
Entah kenapa jantung Yoongi seperti berdetak melebihi batas normal.

“AKU BENCI SUNBAE!!!!!!!!!”
Teriak Taeri lebih keras dan memang sangat keras. Membuat beberapa murid yang sudah datang dan berada di kelas melihat ke arah luar.
Taeri berlari meninggalkan Yoongi yang mematung sendirian.
Bisikan pun kembali terdengar di antara para murid yang melihat kejadian itu.

***

“ini.”
Sera menyodorkan orange juice pada Eunbi yang tengah terduduk di tepi lapangan basket dengan wajah suram. Eunbi tersenyum dan meraih orange juice dari tangan Sera.
“gomawo~ sera.ya.” ucap Eunbi dengan suara serak.
“sama-sama. Jeruk bisa membantu menaikan mood.” Sera tersenyum manis.
Untung saja Sera datang menghibur Eunbi yang tengah mengeluh nafas berat berkali-kali di pinggir lapangan basket yang sepi. Sera yang saat itu sedang berada di ruang pertemuan klub basket melihat Eunbi dan mendekatinya.
“jadi apa yang terjadi padamu? Apa ada masalah?” Sera menatap Eunbi yang meminum orange juice dengan tatapan kosong. Eunbi menghela nafas berat kembali dan menatap kosong kea rah depan.
“mungkin kau akan tertawa ketika mendengar apa yang aku katakan nanti.” Ucap Eunbi dengan nada lemas. Ia kembali mengingat pertengkarannya dengan Taeri tadi dan Hweji yang tertawa terbahak mendengar dirinya jatuh cinta dengan seorang anak kelas 2 SMP.
Sera masih menatapnya dengan penasaran. Eunbi kembali mendesah berat.
“aku… jatuh cinta dengan lelaki yang lebih muda dua tahun dari ku.” Eunbi memejamkan matanya. Seperti menerima jika Sera menertawainya nanti.
Tapi Sera tidak tertawa. Gadis itu malah menatap Eunbi dengan lamat. Eunbi menatap Sera perlahan.
“berapa umur lelaki itu?” Tanya Sera pelan.
“eh? Dia 16 tahun…” jawab Eunbi sedikit ragu. Sera mengagguk mengerti.
“apa kau tidak merasa itu lucu?” Eunbi menatap Sera dengan bingung.
“bahkan jika sekarang kau hanya sedang melucu aku tidak akan tertawa. Itu bukanlah hal yang lucu. Bukankah cinta tidak mengenal umur?” sera tersenyum menatap Eunbi.
“sera.yaaaa~~.” Eunbi menatap Sera dengan senyuman sedih dan senang. Ia memeluk Sera erat. Rasanya hanya gadis itu yang bisa mengerti perasaan Eunbi sekarang.
“aku kesal. Lelaki itu adalah sepupu dari teman ku, tapi teman ku tidak setuju jika aku menjalin cinta dengan lelaki itu. Dan teman ku yang satu lagi malah tertawa ketika mendengar aku menyukai lelaki yang lebih muda dariku 2 tahun.”
Sera mengagguk mendengar curhatan Eunbi yang seperti tiada henti.
“kau sendiri. Apa sedang menyukai seseorang?” eunbi menatap Sera penasaran. Ekspresi Sera seperti terkejut.
“aku? Euhm…” wajah Sera memerah dan menundukan kepalanya. Eunbi tersenyum melihat sikap gugup Sera yang sangat manis.
Eunbi jadi teringat dengan Taehyung yang menyukai Sera. Mungkin ini saatnya untuk memancing Sera dan memberi tahu perasaan Taehyung kepadanya.
“pasti kau sedang menyukai orang lain, kan? Tidak mungkin jika tidak~~.” Goda Eunbi dan menyenggol Sera dengan sikunya pelan.
“ah~ molla. Tapi sepertinya ada lelaki yang menyita perhatian ku.” Ucap Sera dengan rona merah di pipinya.
“ah~~ apa itu Taehyung?” tebak Eunbi langsung tanpa mau berbasa-basi lagi. Dia tidak peduli jika lelaki 4D itu merasa perasaan yang tak enak di kelasnya.
Sera menatap Eunbi bingung.
“Taehyung? Lelaki berambut kemoceng itu?”
Sekarang Eunbi yang menatap Sera dengan bingung. “kemoceng?”
“iya. Taehyung si rambut kemoceng yang suka berganti warna rambut. Ia pernah mewarnai rambut dengan warna blonde, lalu waktu itu coklat dan sekarang ungu. Dia kan?” Tanya Sera lagi.
“ah.. n-ne..” Eunbi mengangguk. Mati-matian ia menahan tawanya. Taehyung si rambut kemoceng. Julukan baru!
“tapi apa kau dekat dengan dia?” Tanya Sera lagi yang sudah bisa menahan tawanya.
“euh? Dekat ya… sepertinya tidak terlalu. Taehyung memang tampan. Tapi dia sedikit aneh. Dia selalu bersikap aneh.” Jawab Sera sedikit ragu. Eunbi menatap prihatin. Dia begitu kasihan dengan Taehyung. Cinta lelaki itu kepada sera sangat-sangat-sangat bertepuk sebelah tangan. Orang yang Sera sukai sudah pasti bukanlah Kim Taehyung, temannya yang menyedihkan. Di tolak secara tidak langsung.
“jadi siapa yang kau sukai hmm?” Tanya Eunbi lagi tersenyum dan mencondongkan badannya lebih dekat dengan sera.
“jangan bilang siapa-siapa, ya…” suara Sera sedikit pelan dan lebih seperti berbisik sekarang. Eunbi mengagguk yakin.
“aku tidak akan memberitahu siapapun!” yakinnya lagi.
Sera meraih pipinya yang sudah sangat memerah.
“dia.. itu..” kini sera terbata-bata dan menggelengkan kepalanya. Dia mengigit bibirnya. Eunbi menatap Sera datar. Padahal hanya memberitahu nama saja. Lagi pula dia tidak akan membocorkan kepada siapapun.
“dia… Jin oppa~.” Ucap Sera dan lalu menutupi mukanya sendiri yang terlihat sudah sangat memerah seperti udang rebus. Eunbi terbengong. Jin? Dia seperti pernah mendengar nama itu tapi dia tidak ingat bagaimana tampang lelaki itu.
“dia itu yang mana, ya?” Tanya Eunbi lagi penasaran.
“dia itu yang sudah lulus dari SMA. Member berstatus mahasiswa di tim basket ini.” Jelas Sera lagi.
Dan kini Eunbi ingat siapa lelaki itu. Lelaki tampan dan terlihat seperti pangeran itu. Selera Sera tinggi juga, pantas Taehyung kalah.
“tolong jangan beritahu siapa-siapa soal ini. Lagipula aku masih belum tahu menyukainya atau tidak.” Wajah sera memerah menatap Eunbi. Eunbi tersenyum dan menunjukan jempolnya.

***

Yoongi mengedarkan tatapannya di seluruh bagian sekolah ketika istirahat tiba. Tapi ia tetap tak bisa menemukan Taeri yang entah bagaimana bisa menghilang ketika gadis itu meninggalkannya dengan airmata dan teriakan.
Rasa kesal dan sedikit rasa bersalah yang tidak ia akui di hatinya bercampur jadi satu. Ia tidak sama sekali tahu di mana Taeri berada. Bahkan ketika ia mencarinya di kelas gadis itu, teman sekelasnya bilang Taeri tidak mengikuti pelajaran tadi dan tidak tahu ada dimana. Padahal tanpa Yoongi tahu itu hanya alasan Taeri agar lelaki itu tidak mencari atau menerornya lagi.
“Yoongi.ya~.” Hyomin tiba-tiba memeluknya lengannya dari belakang. Yoongi mendecak malas melihat Hyomin yang memamerkan senyum menawan dan seharusnya sudah bisa meluluhkan hati laki-laki. Tapi tidak untuk Yoongi.
“kau sedang apa jalan-jalan sendirian? Ayo kita makan bersama. Aku lapar~” ucap Hyomin dengan nada suara manja.
“makan saja sendiri.” Jawab Yoongi dengan dingin. “oiya, apa kau melihat Taeri? Gadis yang waktu itu melempar wajahku dengan sapu.”
Hyomin mengerutkan keningnya. “untuk apa kau mencarinya?”
Yoongi tak menjawab pertanyaan Hyomin dan lanjut mencari. Hyomin mengikutinya dengan raut muka kesal.
“untuk apa kau mencari anak kurang ajar itu? Ah~ apa kau ingin menghajarnya sekarang?” tebak Hyomin dengan senyuman licik.
Lagi-lagi Yoongi tidak menjawab. bukan hanya karena malas menanggapi Hyomin tapi ia juga terpaku menatap dua sosok yang menarik perhatiannya.
Satu sosok yang dari tadi ia cari dan satu sosok yang terlihat sangat dekat dengan sosok yang ia cari itu.
Hyomin ikut menoleh menatap arah tatapan Yoongi. Mencari tahu hal apa yang bisa merubah ekspresi Yoongi menjadi terlihat begitu geram.
Dengan langkah cepat Yoongi berjalan mendekati dua sosok itu.
Sosok Taeri dan Hoseok yang tengah berbicara akrab di bangku koridor luar sekolah. Yoongi tak berhenti menatap Taeri dengan geram.
SRAT!!!
Dengan cepat ia menarik tangan Taeri dengan kasar hingga perempuan itu berdiri dengan paksa dan masuk ke dalam pelukan Yoongi. Yoongi mendirikan Taeri yang masih terbengong-bengong tepat di belakangnya. Hoseok sendiri menatap Yoongi dengan santai tanpa ada perasaan takut.
“aku perintahkan kau untuk tidak mendekati dia lagi!!!” bentak Yoongi keras. Seluruh perhatian mengarah pada nya. Begitu juga dengan Hyomin yang terbengong melihat apa yang di lakukan Yoongi.
“loh? Kenapa? Apa hak mu?”
“DIA PACARKU!!!”
Hoseok menghentikan ucapannya. Taeri melotot terkejut menatap Yoongi, begitu juga dengan Hyomin dan seluruh murid yang berada di tempat kejadian itu. Mereka begitu terkejut mendengar apa yang keluar dari mulut seorang Min Yoongi.
“GADIS INI PACARKU! JADI KUPERINTAHKAN KAU UNTUK TIDAK MENDEKATINYA ATAU SOK MELINDUNGINYA!!”
Taeri mengangakan mulutnya. Jiwanya terasa melayang sekarang. Dia tidak tahu harus berkata apa-apa. Dia terlalu terkejut.
Hoseok mendengus dan tersenyum sinis menatap Yoongi yang terlihat sangat kekanakan sekarang.
“apa buktinya? Yang ku tahu hubungan mu dan Taeri lebih terlihat seperti majikan dan pelayan. Bukan hubungan kekasih.” Hoseok tersenyum dan menatap Yoongi dengan remeh.
Yoongi juga tersenyum sinis.
Ia menarik tangan Taeri dan memeluk gadis itu tiba-tiba. Dengan cepat ia menangkup wajah Taeri dan mencium bibir perempuan itu.
Semua berteriak terkejut melihat pemandangan itu. Hoseok menatap datar keduanya.
Taeri berusaha melepaskan dirinya dari pelukan dan ciuman Yoongi. Tapi tenaga lelaki itu sangat kuat dan ia tidak bisa menggerakan tubuhnya sedikit pun.

Yoongi melumat bibir Taeri dengan lihai. Memaksa Taeri membuka mulutnya. Karena Taeri tidak pernah berciuman dan mengerti bagaimana berciuman dengan mudahnya ia membuka mulutnya. Tak perlu menunggu waktu lama untuk Yoongi memasukan lidahnya ke dalam mulut Taeri dan memberikan gadis itu French Kiss yang sangat lihai dan berpengalaman.

Dari kejauhan Jungkook yang datang ke sekolah Taeri mendapati pemandangan itu. Ia sudah sangat mengenal Taeri meski dari jarak yang cukup jauh.
Jungkook mengeluarkan kamera ponsel-nya dan memotret apa yang sedang Taeri dan Yoongi lakukan.
Tak lama Jungkook tersenyum dan berlalu pergi dari keramaian itu.

Akhirnya Yoongi melepas ciumannya. Salivanya dan saliva Taeri yang saling menyatu terputus seiring dengan wajah Yoongi yang menjauh. Taeri terbengong kosong dengan nafas tersenggal-senggal. Badannya limbung dan terjatuh. Dengan cepat Yoongi memeluk Taeri dan tersenyum.
“kau ini… biasanya juga selalu melakukan yang lebih dari ini…” ucapnya.
Semua kembali teriak terkejut. Hyomin menatap geram keduanya.
Yoongi menatap Hoseok dengan tatapan kemenangan. “kau lihat, kan? Jadi ingat ucapanku tadi.” Ucap Yoongi dengan senyum sinis.
Hoseok menatap Yoongi lebih sinis.
Yoongi menarik tangan Taeri dan membawa gadis yang masih terbengong itu pergi meninggalkan keramaian itu.

**

Sekali lagi Eunbi menghela nafasnya yang terasa berat. Ia duduk di bangku kelasnya yang kosong sambil mengamati ponsel yang berada di genggamannya. Ia sendiri sulit untuk mengartikan perasaannya sendiri. Ia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Begitu depresi menunggu pesan atau telepon dari seorang anak kelas 2 SMP.
“haaah~ apa menjadi seorang pedofil begitu menjijikan?”
Eluh Eunbi mengusap depresi wajahnya sendiri. Ia kembali menatap layar ponselnya. Tidak ada pemberitahuan tanda pesan masuk atau panggilan tak terjawab.
“apa dia hanya bercanda? Atau dia lupa? Biasanya kan anak kecil suka lupa dengan apa yang ingin ia lakukan. Apa begitu?” Eunbi berbicara pada dirinya sendiri. Tak lama ia mengacak rambutnya sendiri.

“aku bukan anak kecil.”

Eunbi membuka matanya yang tadi terpejam. Ia mengangkat kepalanya dengan cepat.
Lalu ia membuka matanya lebar ketika melihat sosok lelaki tampan yang tengah berdiri di ambang pintu kelasnya. Eunbi masih tidak bisa berkata apa-apa selain mengangakan mulutnya lebar.
Apa ini mimpi?
Eunbi mengedipkan matanya berkali-kali. Tapi bukannya menghilang sosok itu malah tertawa manis melihat tingkah Eunbi yang begitu manis.

“kau…. Jungkook yang tadi, kan?” Tanya Eunbi mencoba memastikan dengan nada ragu. Mungkin saja itu hanya sosok lain yang tiba-tiba terlihat seperti Jungkook di matanya.

Sosok Jungkook itu tersenyum lagi.
“iya noona. Ini aku.” Ucap Jungkook. Dan Eunbi langsung yakin jika itu sosok lelaki yang tadi pagi bertemu dengannya.
Eunbi beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Jungkook yang memang baru sadari masih mengenakan seragam SMP-nya.
“apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Eunbi mencoba menyembunyikan kegugupan serta rasa senangnya.
“karena aku bosan langsung pulang kerumah, jadi aku memilih main ke sekolah noona dan bertemu dengan noona.” Jawab Jungkook dengan nada polos.
“kau mau bertemu dengan Taeri? Dia tidak ada di kelas. Pasti dia sedang berada di lapangan basket atau-“
“aku mau bertemu dengan mu kok.”
Eunbi menghentikan ucapannya dan langsung terbengong menatap Jungkook yang juga tengah menatapnya dengan serius dan dalam. Jantung Eunbi berdegup keras. Wajahnya juga memerah.
“maksud dari kata ‘noona’ itu bukan taeri noona. Tapi Eunbi noona.” Ucap Jungkook lagi masih menatap Eunbi dengan tajam.
“a-ah. Benarkah? Eung… kalau begitu… ehmm….” Eunbi membuang tatapannya dan menggaruk kepalanya sendiri. Ia begitu gugup dan tidak tahu harus berkata apa.
Jungkook meraih tangan Eunbi dan menggegamnya dengan lembut. Eunbi terkejut dan menatap Jungkook lagi. Ia ingin mengelak, tapi rasanya terlalu berat untuk menolak. Ingin terus mendiamkan, tapi ia takut jika nanti Taeri atau Hweji datang. Eunbi mengigit bibirnya, benar-benar tak tahu harus melakukan apa.
“kaja~”
Ucap Jungkook tiba-tiba.
“ne?” Eunbi menatap Jungkook bingung.

“kita tidak boleh di sini. Aku akan membawamu kesuatu tempat…”

***

Yoongi masih terus menarik tangan Taeri. Ia menarik gadis itu dengan kasar meskipun Taeri menurut dan mengikuti arah laju kaki Yoongi.
Hingga mereka berdua sampai di taman belakang sekolah yang tidak ada siapapun selain mereka. Yoongi melepaskan tangan Taeri dengan kasar. Ia menatap Taeri dengan sinis.
“aku terus mencari mu dari tadi!! Apa kau tidak ingat tugas mu sebagai budak ku hah!!?? Harusnya kau berpikir bodoh!!” maki Yoongi keras.
Taeri mengangkat wajahnya dan menatap Yoongi dengan tatapan benci.

PLAK!!!!!

Yoongi terpaku ketika ia merasakan sakit di pipi kanannya.
Taeri menatap Yoongi dengan benci dan nafas tersenggal-senggal. Airmatanya terjatuh begitu saja. Tapi memang inilah yang Taeri mau sejak dulu semenjak ia bertemu dengan Yoongi. Menamparnya dan memakinya.
Yoongi menatap Taeri dengan tatapan tak percaya. Tapi ia tidak mengeluarkan tatapan sinisnya karena air mata Taeri yang mengalir begitu deras apalagi dengan isakan gadis itu.

PLAK!!!!

Taeri menampar pipi Yoongi sekali lagi lebih keras. Yoongi tetap terdiam dengan muka shock. Ia tidak bisa mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya. Yang ia lihat hanya tangisan dan tatapan benci Taeri.

“APA KAU PUAS MEMBUAT KU MALU!!??? AKU TIDAK MAU KAU MAINKAN SEENAKNYA TERUS!!!! AKU BUKAN BUDAKMU!! AKU BUKAN PESURUHMU!!! AKU BUKAN PACARMU!!!! DAN AKU TIDAK MENGENALMU!!!!!!!”

Sangat keras. Teriakan Taeri benar-benar keras. Saking kerasnya mungkin bisa memecahkan jendela.
Taeri menghentikan teriakannya dengan nafas tersenggal-senggal.
Ketika ia mulai tenang, ia menatap Yoongi lagi dengan benci.
“dan aku tidak menyukaimu!!! Aku….”
taeri mengusap-usap kasar bibirnya dengan lengannya hingga memerah.
“aku tidak menganggap tadi sebagai ciuman!!!!”
Yoongi menatap Taeri dengan tajam. Tapi lelaki itu tetap tak mengatakan apapun. Diam-diam ia memang mengakui kesalahannya. Bahkan ia tidak meminta maaf karena membuat pipi Taeri terlihat cacat seperti itu.
“jangan berurusan dengan ku lagi!!” ucap Taeri dengan nada kesal dan membalikan badannya meninggalkan Yoongi.

“kau menyukai Hoseok ya?”

Langkah Taeri terhenti ketika mendengar ucapan Yoongi yang begitu tiba-tiba dan tak pernah ia perkirakan akan keluar dari mulut lelaki itu.

Yoongi mendengus sinis ketika mendapati Taeri yang terpaku tanpa menjawab ucapannya.
Yoongi membentuk tangannya menjadi pistol dan mengarahkan pada Taeri.

“aku akan membuatmu terjatuh untuk ku, Hwang Taeri.”

Taeri menoleh dengan muka tegang. Ia menatap Yoongi yang tersenyum licik padanya.

“BBAM!”

To be continued

About fanfictionside

just me

80 thoughts on “FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL pt.2 / BTS-BANGTAN

  1. Gua tau arti gentleman : wet psy!!!
    Twist banget ya ceritanya…
    Sera ngomong apaan itu dia demen jin=_=
    gua yakin aslinya…
    Haha
    jimin dooongg!! Karakter dia kaya yg di learn sexy dance ya😄
    wakwak

  2. aduuuuuh😀
    akhirnya nongol juga nih ff~
    tambah seru ceritanyuaaa ^^ taeri sama hoseok aja deh jangan ama yoongi~
    etapi, si taeri naksir kagak ye ama hoseok?
    si hoseok juga gimana ye? .-.
    huaaaa~ si magnae jungkook demen ama noona noona ‘-‘ kyaaaat!!!
    nextchapnya ditunggu, dinanti, dienteni, i am waiting for that~ ^^ kkk~

  3. weheh.. Jungkook udh mulai nongol,, dy couple sama Eunbi ?? emh ok ok..
    tapi gara-gara Jungkook masa mpe kelahian bgtu sih, kan sahabat…

    Bang Agus -panggilan sayang dari chingudeul qw yg suka BTS hehehe V^_^- jgn galak-galak bang,, kasian tu Taeri.. tapi wooww bgt mpe dicium >//<
    klau Huseok g punya pasangan, sama qw aja boleh thor hahahah

    ditunggu part 3 nya.. FF ini panjang" kaya special boys EXO jg gpp ^_^
    fighting thor..

  4. lanjut thor! Aku suka FF yang cast ny suga soallny feel ny dapaat.. sebnrny bias aku th jungkook haha..
    eh jungkook itu 17 tapi dia udah tamat smp.. dia sbnrny kls 1SMA tapi lagi vakum skolah..

    lanjuut thor..!! ga sabarr..?!!

  5. kyaaaa syuga syuga ;;;
    aku suka bgt sama karakter suga di sini, ya walaupun jahat tapi emang muka muka suga gt ya/? susah di tebak. cuek cuek dingin..
    karakter j-hope, suka bgt..
    bikin greget dah ini epep, antara bikin nangis ketawa dan apapun lahh..
    bagian tbc duh bikin deg degan, ngga kebayang gimana muka syuga ;A;
    uwooo, next part udah ngga sabar lg.. keep writing thor ~~~~ (y)

  6. bagus ceritanya , suka banget sama karakternya suga. lanjut thor jangan lama-lama ya hehe… sampe lumutan nunggu part 2 nya haha

  7. “urusi dulu mata sipitmu” sumpah ngakak.wakakak
    “aku akan membuatmu terjatuh untukku, ” “bbam!” sumpah melting😄
    karakterx pas bungut ama mukax bang agus.next chap jgn lama2 ya..
    bnr2 suka ceritax… gidarilkkeyo~

  8. aku baru bca part 2 terus ke part 1 #orng gila gue# .
    lanjutin unnie , min yoongie ayo dpetin hatinya jwang tae ri. aku selalu ngakak klo bca pertengkaran chansung sama taeri. itu chansung 2pm kan? lanjut yoo

  9. Aaaaa, perkenalkan saya readers baru disini thor😀
    OMO, ini ff seru banget😀
    Sempet inget sama BBF walau lattar belakangnya beda.. Ah Hoseok malaikat, dan Suga adalah iblis:/

    Jungkook, demi apa aku senyum2 saat baca part Jungkook xD
    *merasa noona juga buat dia soalnya*

    Suga udah sembuh dan comeback, jadi semoga ff ini buruan dilanjut yaaaaa ^^

  10. sugaaa yammpun itu anak minta diapain yak sumpah ngeselin dia ngeselin banget ihh-_- lanjut terus thoorr~ udah penasaran inii^^

  11. thor lama bnget pending nya, udah lumutan mampir ke library tapi mash part2 juga.. FF ny bgus thor buruan d lanjutin dnk.. Lag nge fly ini.. hikz..

  12. DAEBAKKKK!! LANJUT MINNNN!!!
    KALO GA LANJUT AKU TEMBAK LOH/?
    hahaha .. keren min,ni ngebayangnya yang jadi taeri aku aja lahh –”
    aku tunggi min !!!

  13. Ternyata.. aku sama Jungkook cuma beda 2 bulan! tapi tuaan aku, huwee Jungkook kemudaan T__T
    Tapi teteplah bias aku si TaeTae~ eh, Jungkook juga deh *mulai deh multi-bias’nya._. hehe engga deh, aku setia kok *ditabok, abaikan-.-
    Alurnya agak kecepetan menurut aku thor *yang pas si Hoseok-Suga berantem* tapi gapapalah ga masalah~🙂

  14. Seru banget thor!! Geregetan aku bacanya ><
    Aaaaaahhh yoongiiiiiiiiiii, bener bener ini anak, pangen aku tabok -_- *alamak
    Hoseok ya ampuuunn, bikin senyum senyum sendiri..
    Pokoknya keren thor^^

  15. Aaa, daebak thorr !😀
    Jungkook nya sama noona noona, wkwk. Paling nanti si Taeri sama Suga xD
    Tapi V nya kasian, cintanya bertepuk sebelah tangan😦 ._.

  16. Aku suka banget sama ff ini :-* cepatan keluar adegan NC :-p #plak Fighting author . V biar sama aku aja y..? Sini Beb :-* #PelukTaehyungV

  17. anjir serem banet si sugar wkwkwk=_= jungkook baik atau jahat sih? kok katak orang licik gitu ya=_= pokoknya daebak. next ya!

  18. Suka banget sama ceritanya><
    Baru nemu blog ini, seneng banget ff di sini banyak ff bts tingkatkan ya thor!! Hehe btw kasian amat si taehyungie~ sini sama aku aja:p
    Ohiya jongkook si bocah gatel itu jahat apa baik sih-_- lanjut yah thor kalo bisa chapternya di banyakin😀

  19. cieee ada kookie ^^
    masih ga percaya kalo tuaan aku di banding dia
    #plak
    nahh di chap ini udah mulai ada konflik. apa yoongi suka ya sama taeri?
    aku ngakak banget kalo liat percakapannya eunbin hehehe. kasian juga sama taehyung.😦
    semangat❤🙂

  20. ahhh keren bgt gilakkk!! suka bgt sama per intaan jungkook dan eunbin wkwk cint emang gak kenal usia bgt ya huhuhu;))))
    sebenernya dari part 1-2 yang aku baca agak kejam juga ya si yoongi tp itu jadi bikin jalan ceritanya makin seruwwww. lanjut next chaptered deh:)))

  21. makin seru
    skrng Yoingi kayanya udah terang2an pengen buat Taeri jd miliknya. tp gak tau deh apa krna dia beneran suka ama Taeri atau cmn buat main2 aja.

    Eunbi dikataiin pedifil hahaaa kasian. gak papalah Eunbi yg pnting cowo ug kamu suka jg suka sama kamu apalg cowo segantng & seimut Jungkook

    fighting

  22. Baca part ini tuh bikin campur aduk… Ada lucunya, sedih, kasian ahh macem2 deh…. Duh ngebayangin jungkook kok bikin ngakak yaa… Mau baca next part lagi~~~

  23. Jungkook sweet banget ya ampun =..= envy envy envy

    Yah, Taehyung cinta nya bertepuk sebelah tangan :” Jin kan punya saya hueee TT___TT
    Yah yah yah si Taeri ngamuk, Suga nya juga terlalu gegabah sih kwkw tapi saya tetep suka . Makin menarikk yayyy

  24. huwaaaaaaa daebak daebak daebakkkkkkkkkkk xD kyaaaaaaaa suga nya nyium/? asdfghjkl :3 kerennnnnnnn baca ini melting sendiri masa thor/? :3 heheh

  25. bagus ceritanya , suka
    banget sama karakternya
    suga. Pengen tau reaksi taeri… Kasih taehyung cintanya bertepuk sebelah tangan… Jungkook suka sama noona2

  26. Apa sih Yoongi? Mwnya apa? Ada gw jga yg d kejar taeri ahahahhaha
    Ehh Jungkook ngapain ngambil gambar taeri? Mw d aduin k emak ama kakaknya bukan? Astaga

  27. Aaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh gk kuat greget greget greget greget pokoknyaaa… aku tereak2 gk jelas d rmah.. itu mh bias hoseok, kacian.. ama aku aja yok! *apaan sihh* keren bgt gk kuat pokoknya DAEBAK!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s