FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL pt.1 / BTS-BANGTAN


Author: AlvianyHwang
Title: ROMANCE HIGH SCHOOL pt.1
Cast:
+ Hwang Tae Ri
+ Min Yoon Gi (BTS’s Suga)
+ Jung Ho Seok (BTS’s JHOPE)
+ Choi Hwe Ji
+ Park Ji Min (BTS’s Jimin)
+ Yoo Eun Bi
+ Kim Seok Jin (BTS’s Jin)
+ Park Se Ra
+ Kim Tae Hyung (BTS’s V)
+ BTS members
Length: CHAPTER
Genre: Romance, NC, school, love-comedy
NB:
Annyeong!
alvianyHwang here! Sekarang aku datang dengan ff chapter lainnya yang bercast bb rookie.
Rasanya kalau terus terpaku sama ff special boys sedikit bosan juga dan mau buat ff chapter panjang lainnya.
Ya semoga ff ini bisa sepanjang dan sesukses special boys ya 😛 kkk
Oke langsung aja ya!
Check it out!

tumblr_inline_mq4s1cy45l1qz4rgp

***

TAERI POV

LARI

LARI

LARI

LARI

Aku menoleh ke belakang di antara kegiatan berlari ku. Mata yang berada di wajah pucat ku melotot terkejut ketika sosok lelaki itu sudah berlari cepat mengejarku di koridor sekolah yang sepi yang bahkan aku sendiri tidak tahu karena apa.
Oke, ini masih pagi untuk mengharapkan sekolah ini sudah ramai atau mengharapkan ada sosok hero yang mau menyelamatkanku dari pengejaran ini.
Aku terus berlari sekencang mungkin yang aku bisa. Membayangkan diriku sebagai seorang pelari paling cepat di dunia.

“YA!!! HWANG TAERI!!! JANGAN LARI KAU!!! KAU KIRA BISA LEPAS BEGITU SAJA DARIKU!!!!”
Teriakan murka lelaki itu semakin membuatku takut dan semakin berlari sekencang mungkin sebisa yang aku bisa.

Tampak dari depan sosok lelaki berambut ungu sedikit bergaya messy berjalan berlainan arah dari ku.
Ah!
KIM TAEHYUNG! AKU TAHU DIA AKAN MENJADI PENOLONGKU!

“TAEHYUNG!!!!!!! TOLONG AKU! AKU TAHU KAU BAIK!!!”
Dengan cepat aku mengumpat di balik punggung lelaki yang terkenal akan sisi 4Dnya di kelasku itu.
Sosok lelaki yang mengejarku itu sedikit mengatur nafasnya yang terbuang akibat mengejarku. Hingga lelaki itu langsung menorehkan tatapan murkanya padaku, aku berpaling takut.
“taehyung lakukan sesuatu!” perintahku dengan cepat. Aku sangat berharap pada Taehyung kali ini.
Tentu aku sedikit ragu, Taehyung itu hanya di kenal karena sikap konyolnya. Bukan karena jago berkelahinya.
Tapi aku percaya pada teman sekelasku ini! Aku mempercayaimu KIM TAEHYUNG!!!

GREB

Eh?
Taehyung meraihku dengan memegang ransel di punggungku dan dengan cepat mendorongku ke arah lelaki berdarah dingin yang mengejarku itu.
“urus dia dengan baik, Yoongi-hyung.” Jawab Taehyung dengan juluran lidahnya yang menyebalkan. Dengan langkah secepat angin Taehyung sudah pergi meninggalkanku dengan lelaki yang bahkan lebih menyeramkan dari binatang buas ini.
Aku menoleh takut pada Yoongi-nama lelaki menyeramkan itu- dengan tatapan takut. Lelaki itu juga menatapku dengan tatapan sinisnya.
Min YoonGi, seniorku di kelas 3. Terkenal akan sifat dingin dan kasarnya pada wanita.
Dan aku, Hwang Taeri. Murid kelas 1 yang baru menikmati kehidupan SMA di musim semi kemarin.
Aku sendiri punya alasan tersendiri kenapa bisa membuat Yoongi semarah ini.
Alasan utamanya karena lelaki sial ini menghancurkan cookies buatanku dengan menginjak-injaknya. Ayolah, padahal aku hanya tidak sengaja menyipratkan kuah susu coklat ke bajunya ketika praktik memasak bersama kelas 3.
Dan pagi ini aku hanya membalas dendamku dengan mencoret-coret motor ninja-nya dengan spidol permanen dengan tulisan “URUS DULU MATA SIPITMU!”
Yang sialnya hal itu dipergoki oleh dia hingga terjadilah pemandangan kejar-kejaran pagi ini.
Yang aku bingungkan, darimana ia tahu namaku?

Yoongi mendorongku ke tembok koridor dan menahanku dengan membuat ruangan dari tangannya. Menatapku dengan tatapan seramnya.
“sunbae aku minta maaf. I-itu karena aku masih tidak rela sunbae kemarin menghancurkan cookies yang mati-matian aku buat. Aku tadi hanya bercanda. Sungguh.”

“bercanda? Dengan spidol permanen ini??!!”

“ah! Ini spidol permanen??? Astaga!!! Sunbae tahu? Jimin yang memberiku spidol ini! Dia juga tahu jika aku sedang kesal dengan sunbae dan dia yang menyuruhku untuk mencoret motor sunbae dengan-“

“aku tidak mengatakan hal itu, Taeri.”
Dan sekarang Jimin sudah berdiri di depanku dan Yoongi. Di samping Jimin juga sudah ada Hweji, sahabatku yang juga menatapku dengan pandangan ngeri. Mungkin dia juga tak bisa membayangkan jika berada di posisiku.
“nikmati perbuatanmu, Taeri.”
Jimin menjulurkan lidahnya dan juga dengan cepat berlalu meninggalkanku bersama Hweji yang sepertinya tak ada keberanian untuk membantuku.
Ah malangnya nasibku hari ini.

“kau ingin mengatakan apa lagi, hwang Taeri?”
Yoongi menatapku dengan seram.
Aku tak tahu harus mengatakan apalagi kecuali mengatakan ‘sunbae tahu darimana namaku?’ tapi tentu aku masih sayang dengan nyawaku dan aku tahu bagaimana nasibku setelah mengatakan itu.

“ck. Karena kau wanita, aku juga tak mungkin muluk-muluk memukulmu. Kau tahu? Motorku itu perawatannya sangat mahal.” Yoongi berdecak kesal.
Apa aku akan selamat?
“dan aku tahu kau tidak akan punya uang untuk mengganti kerugian itu. Karena aku baik, kau hanya kuminta menjadi suruhanku selama sebulan. Menolak? Berarti kau siap untuk kupukul dan kukirim ke UGD.”

Dia bilang dia baik? Apa aku salah dengar?
tapi aku lebih ingin salah dengar soal ‘suruhan’ itu.
APA DIA GILA??? Menjadi suruhannya selama sebulan?? Apa dia ingin membunuhku secara perlahan??

Tiba-tiba Yoongi menjetikan jarinya tepat di depan wajahku. Aku tersadar.
“jadi apa jawabanmu, taeri?”
Yoongi menunjukan smirknya dengan licik.
Menolak? Sama saja bunuh diri sekarang juga. ohtidak tuhan, lebih baik ia membunuhku secara perlahan saja.
Dan dengan lemas dan terpaksa aku mengaggukan kepalaku.

Aku tahu kehidupan penuh nerakaku baru akan di mulai.

**

Aku membuka pintu kelas dengan dobrakan keras, tak lupa juga aku memasang wajah suntukku ketika baru masuk ke dalam kelas yang masih belum ramai.
Tampak Hweji dan Eunbi menatapku dengan muka takut sepertinya mereka menyangka aku akan meledakan amarah ku. Tapi aku terlalu malas dan tak punya alasan untuk memarahi mereka. Aku tahu jika aku jadi mereka pun pasti tak akan berani melawan senior yang di atas dua tingkat. Kita hanya tingkat muda di SMA ini.
Aku mendudukan diriku di samping Hweji dan langsung memasang wajah cemberutku.
“mianhae, tadi aku tak berani mengatakan apapun, Taeri. Kau tahu sendiri kan Yoongi sunbae itu termaksud senior yang di hormati di sini.” Hweji mencolek pundakku yang tengah membenamkan wajah di meja, bertingkah seperti layaknya mayat hidup yang tak akan terbangun lagi meski ada badai tsunami menyerang Seoul secara tiba-tiba.
“apa Yoongi sunbae benar-benar memukul mu??”
Eunbi kini bertanya padaku dengan penasaran.
“aku yakin Yoongi hyung tidak akan memukul mu kan? Dia itu tidak akan sekasar itu pada perempuan. Lagipula kau juga salah, untuk apa kau mencoret motor ninjanya dengan spidol permanen? Kenapa tidak sekalian saja kau membuat gambar tato di motornya dengan spidol permanen itu?”
Jimin menyahut secara tiba-tiba.
“atau mencuri kaca spion motornya saja. Bukankah itu pekerjaan mudah? Lagipula kaca spion jika dijual pasti mahal.” Taehyung ikut menyahut dengan entengnya dan lalu mereka berdua tertawa terpingkal-pingkal membayangkan Taeri yang mencuri kaca spion dari motor Yoongi.

“WAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!”

“JANGAN LARI KALIAN BERDUA!!!!!!!!! KALIAN PIKIR ITU LUCU???!!!!!!”

Dengan brutal aku melempari segala hal ke arah Jimin dan Taehyung sialnya kedua lelaki itu sudah dengan cepat berlari keluar kelas dengan langkah seribu.
Aku meraih sapu di samping locker kelas, dengan aba-aba mantap aku bersiap melemparkan sapu itu pada mereka. Terserah siapa yang mau kena! Yang penting sasaran itu jimin dan Taehyung!
Hingga sapu itu sudah melayang ke arah Jimin dan Taehyung yang masih terus berlari dari kejaranku.

TUAGGG!!!!

Aku melotot. Taehyung dan Jimin menghentikan laju lari mereka dan ikut melotot.
Salah sasaran. Tidak. Tidak hanya salah sasaran, TAPI BENAR-BENAR MELESET KE ORANG YANG TIDAK SEHARUSNYA DI GANGGU!!!!!

Min Yoongi.
Sial, kenapa lelaki itu selalu muncul? Dan sialnya sapu itu tepat mengenai kepala lelaki berambut hitam gelap itu.
“Astaga Yoongi!! Gwaenchanaaa???!!!”
Dari arah kelas Yoongi keluar seorang perempuan cantik segera menghampiri Yoongi dan menunjukan rasa khawatir berlebihannya.
Yoongi masih meringis dengan kerutan keningnya yang menyeramkan menatapku. Tampak Jimin dan Taehyung yang melaksanakan aksi melarikan dirinya seperti biasa.

“YA! Apa kau kira ini di rumah mu sendiri?? Bagaimana bisa kau melemparkan sapu sembarangan seperti itu hah??!!” perempuan itu melotot ke arahku dengan wajah sinis. Aku diam tak tahu harus mengatakan apa-apa.
“kau ini kelas satu kan?? Apa kau tidak bisa menghilangkan kebiasaan anak-anakmu di sini??” perempuan itu semakin berkicau marah.
Apa-apaan? Apa dia harus semarah itu jika yang terkena lemparan itu Yoongi. Bukan dia.
“sudahlah Hyomin. Dia itu memang tak punya etika makanya melakukan hal seperti itu.”
Yoongi akhirnya berujar.
Tapi bukannya membelaku tapi lelaki itu malah semakin merendahkanku. Tak punya etika? Cih.
“aniya! Ini tidak bisa di biarkan Yoongi! Ya kau! Ayo cepat minta maaf padanya!” perempuan itu membentakku kesal dengan muka menyebalkannya dan melipat tangannya dengan gaya sok.

Tidak mau!!! Aku tidak mau meminta maaf pada lelaki itu untuk yang kedua kalinya!
Teriak ku tentu dari dalam hati.

“APA KAU TULI HAH??!!”
perempuan itu menarik tanganku dengan kasar dan mengarahkanku ke hadapan Yoongi dengan paksa. Yoongi juga menatapku dengan sok dan sinis.
Tidak mau.
“CEPAT MINTA MAAF!! Dan Yoongi kau bisa memukulnya. Bukannya setimpal dengan apa yang dia lakukan padamu.” Perempuan itu berujar dan menatapku sinis.
Aku tidak pernah menyangka jika tingkah senior bisa seseram ini. Rasanya ingin menangis di perlakukan seperti ini. Aku tidak tahu siapa yang akan menolongku. Aku juga tidak bisa menyembunyikan gemetar badanku serta wajah pucat karena takut ku.
Aku terlalu takut mereka benar-benar akan memukulku.

“apa yang terjadi sunbae?”

Tiba-tiba terdengar suara lelaki dari situasi menegangkan bagiku ini. Perempuan bernama Hyomin itu menoleh ke arah suara itu begitupun juga dengan aku dan Yoongi.
Tampak sosok lelaki berwajah cukup tampan dan manis sudah berdiri di belakang dengan senyuman manis.
“ah Hoseok.ah. apa kau tahu? Gadis sial ini baru saja memukul Yoongi dengan sapu. Bukankah tidak sopan huh?”
Hyomin menunjukku dengan raut kesal dan menoyol kepalaku dengan kasar.
“hentikan noona.”
Lelaki bernama Hoseok itu berjalan untuk bisa lebih dekat dan berdiri tepat di hadapanku. Sebentar ia menatapku dengan tatapan bersahabatnya. Aku juga menatapnya, aku tidak pernah mengenalnya sebelumnya.
Hoseok menatap ke arah Yoongi.
“bukankah gadis ini memukul Yoongi Hyung, bukan noona. Jadi aku pikir noona tidak perlu memukul gadis ini. Yoongi Hyung lah yang seharusnya memukul gadis ini. Iya kan?”

Apa?
Dia bilang apa? Dia bukannya ingin menyelamatkanku?

“eh? Ta-tapi.”
“waeyo noona? Bukankah itu benar?” Hoseok menampakan ekspresi imutnya yang dengan segera melelehkan amarah Hyomin yang menyebalkan.
“ayo hyung. Pukul dia jika memang kau kesal dan tidak terima.” Hoseok menoleh ke arah Yoongi dengan senyuman yang seperti berarti lain.
Ah tapi apalah itu, satu hal yang pasti ku dapat itu PUKULAN!
Yoongi juga menatap Hoseok. Tapi tatapan lelaki itu tampak sinis dan kebencian.

“cih. Apa aku harus membuang waktu ku untuk ini? Enyah kau.” Yoongi benar-benar marah sekarang. Seperti tak ada rasa takut lelaki bernama Hoseok itu tersenyum dan menarikku secara tiba-tiba dengan tangannya. Aku melotot kaget ke arahnya.
“baiklah. Aku akan menyelamatkan anak ini sebelum terkena terkaman Hyomin noona. Annyeong.”
Hoseok menaikan satu tangannya yang berarti lambaian singkat dan mengajakku berlalu meninggalkan kedua senior menyeramkan itu.

***

AUTHOR POV

“apa kau tidak apa-apa? Sebelumnya Hyomin noona memukulmu?”
Tiba-tiba Hoseok menoleh ke arah Taeri dan menatap gadis itu dengan khawatir. Taeri yang masih bingung dengan sikap Hoseok kini tersadar dan menggeleng dengan cepat.
Hoseok tersenyum dengan ramah.
“syukurlah.” Ucap lelaki itu.
Taeri diam. Ia masih tidak mengerti dan tidak tahu alasan Hoseok mau menyelamatkannya dari terkaman senior buas itu.

“kenapa kau mau menyelamatkanku?” taeri menatap Hoseok dengan hati-hati ketika lelaki itu mendudukan dirinya di bangku taman sekolah dengan santai.
“aku? Ah. Hanya saja kau terlihat sedang butuh bantuan. Aku sangat tahu apa yang sedang terjadi padamu.” Jawab Hoseok dengan santai dan tersenyum. Hingga Taeri menduga jika lelaki di hadapannya itu hanya tahu cara untuk tersenyum.
“ah jinjayo? Hmm kalau begitu gomapseumnida.” Taeri sedikit membungkukan badannya tanda terima kasih yang sedikit ragu.
Hoseok menatap Taeri dengan senyum penuh arti.
“jung hoseok.”
hoseok menjulurkan tangannya, tanda jika ia ingin berkenalan.
“ah. Hwang Taeri. Kelas satu.” Taeri menyahut dan membalas jabatan tangan Hoseok dengan cepat.
Hoseok menatap Taeri dengan wajah memerah. Taeri menatap bingung hingga tak berselang waktu lama Hoseok sudah tertawa terpingkal-pingkal.
Taeri semakin bingung dengan tingkah Hoseok yang selalu tak bisa dia duga.
“ah jinjayo. Jinja. Jinja.”
Hoseok masih terpingkal hingga airmatanya keluar.
“apa ada sesuatu yang lucu dari nama ku?” Taeri mengerutkan keningnya.
“ah jinja. Kau memang benar-benar tidak ada kerjaan. Untuk apa kau melempar sapu ke si Yoongi itu padahal kau sendiri tadi sudah seperti anjing yang di telantarkan. Apa kau sedang ingin melawak huh? Ah jinja!” hoseok masih terpingkal dengan penjelasan yang ia lontarkan dengan mati-matian.
“seumur hidupku baru pertama kali melihat orang seperti mu. Aku jadi bingung kau ini penakut atau pemberani. Atau kau ini pelawak yang baru saja bersekolah?”
Hoseok semakin terpingkal dengan wajah memerah. Melihat tingkah hoseok yang menyebalkan Taeri jadi ingat dengan Jimin dan Taehyung yang juga menyebalkan. Kenapa semua orang jadi suka menertawakannya seperti ini?
Taeri menekukan wajahnya dan berlalu begitu saja meninggalkan Hoseok dengan kesal.
Hoseok tersadar dengan sikapnya yang berlebihan dan dengan segera menghentikan tawanya. Ia berlari mengejar Taeri dan meraih tangan gadis itu.
“ya mianhae. tadi aku memang sedikit berlebihan.” Ucap Hoseok kini dengan lebih serius.
Hoseok membalikkan badan Taeri dan dengan cepat membuat kedua mata lelaki itu terbuka lebar.
Taeri yang menangis.

“y-ya. Tadi aku cuman bercanda. Mianhae jinja. Aku tidak tertawa lagi sekarang. Ya uljimma~”
Hoseok kini tampak khawatir. Sikap menyebalkannya kini sudah benar-benar hilang 180%.

“itu tadi tidak lucu sama sekali. Kenapa semua bisa tertawa di saat aku merasakan ingin mati? Apa aku begitu pantas untuk di perlakukan seperti itu? Apa aku begitu menyedihkan??? Itu tidak lucu sama sekali HUWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE……..!!!”
Taeri benar-benar merengek seperti anak kecil sekarang. Ia sudah tidak memperdulikan planning kedewasaannya di hadapan lelaki lagi. Ia sudah benar-benar kesal dan tidak kuat dengan setiap cobaan yang ia terima semenjak ia berada di SMA. Semuanya terasa seperti neraka baginya.

Dan ia sudah tidak perduli dengan Hoseok yang menariknya ke dalam pelukan.

***

“aku merasa bersalah dengan Taeri. Dia pasti benar-benar frustasi dengan teror dari senior bernama min Yoongi itu.”
Ujar Eunbi di antara laju jalannya dengan Hweji. Mereka tengah mencari Taeri yang mereka khawatirkan. Pasalnya mereka baru mendengar jika tak sengaja Taeri melempar sapu ke arah Yoongi langsung dari mulut Jimin dan Taehyung. Mereka sangat khawatir jika Yoongi akan benar-benar memukul Taeri tanpa pandang bulu.
“apa kau yakin Yoongi sunbae akan memukul Taeri?” Hweji menatap Eunbi dengan tatapan ragu.
“molla. Menurutmu?” Eunbi juga memasang wajah ragunya.
“bukankah seseorang yang marah bisa lupa diri?” lanjut Eunbi. Keduanya menegukan ludahnya dengan tegang.
Dengan cepat mereka mempercepat langkah untuk mencari sosok Taeri yang mereka khawatirkan.

“apa ketemu??”
Dari arah lain tampak Jimin dan Taehyung menghampiri Eunbi dan Hweji. Kedua lelaki itu juga tengah mencari Taeri.
“belum. Hampir seluruh bagian sekolah sudah aku cari.”
Eunbi berujar dengan sedih.
“ah dimana dia? apa Yoongi hyung benar-benar memukulnya?”
Jimin menggaruk rambutnya frustasi.
“persentasenya 90%. Karena ada Hyomin sunbae yang menyeramkan juga di sana. Mereka berdua pacaran kan? Sudah pasti Taeri akan habis.” Taehyung menebak dengan muka yang juga frustasi.
“ah jinja!! Kenapa saat itu juga kalian tidak membela Taeri agar selamat??!”
Amuk Hweji dengan muka kesal menatap Jimin dan Taehyung.
“saat itu kita juga tidak berani. Yoongi hyung terlempar sapu tepat di kepalanya. Jika kami mengaku kami juga akan habis.” Jimin membela dirinya sendiri, diikuti anggukan cepat Taehyung.
“bukankah itu lebih adil! Kan yang membuat Taeri kesal kan kalian sendiri! Tidak ada solidaritasnya jadi teman!” balas Hweji dengan cepat.
“apalagi Taeri juga perempuan! Apa adil jika seorang perempuan menanggung kesalah dua lelaki juga??” sambung Eunbi dengan cepat meski ia tidak sesinis Hweji.
Jimin dan Taehyung tidak bisa berkutik. Apa yang Hweji dan Eunbi katakan memang benar. Seharusnya mereka bisa membela Taeri sedari awal dan menyelamatkan gadis itu. Meski hanya sekali.

“apa kalian tidak ada kelas?”
Tiba-tiba suara berat menyahut di antara keterdiaman mereka. Mereka menoleh ke arah suara itu dengan cepat, takut-takut jika guru yang memergoki mereka karena tidak mengikuti kelas.

“ah Namjoon hyung. Mengagetkan ku saja.”
Ujar Jimin seraya menghelus dadanya, diikuti Taehyung, Hweji dan Eunbi yang lega karena sosok itu bukanlah guru. Tapi senior mereka yang bernama Namjoon.
Namjoon menatap mereka dengan bingung.
“apa kalian sedang bolos?” namjoon menyenggol lengan Jimin dengan tatapan menggoda.
“seharusnya tidak boleh seperti itu. Kalian kan baru tingkat satu. Bersikap rajin lah, baru jika sudah tingkat dua seperti ku kalian boleh sedikit bebas.” Nasihat Namjoon dengan muka yang lumayan menyebalkan bagi Eunbi dan Hweji. Toh, kedua perempuan itu baru pertama kali menjumpai Namjoon.
“aniya hyung. Kami hanya sedang mencari teman kami yang hilang.”
Helak Jimin dengan cepat.
“mencari teman yang hilang? Kasus kalian sama dengan ku dong.” Ekspresi Namjoon mulai berubah.
“apa kalian melihat Hoseok?” kini Namjoon bertanya kepada ke empat orang di hadapannya dengan tingkah celingak-celinguk.
“hoseok hyung hilang?” Taehyung menyahut terkejut.
“apa dia masih anak kecil sampai bisa menghilang seperti itu? Seandainya sekolah ini punya pusat anak hilang.” Ujar Jimin lagi hingga akhirnya Jimin dan Taehyung serta Namjoon yang tertawa terbahak mendengar lelucon itu. Eunbi dan Hweji saling menatap bingung, karena bagi mereka ini bukan saat yang tepat untuk tertawa atau bercanda.

“ah. Tapi itu seperti Hoseok.”
Namjoon menghentikan tawanya dan mengerutkan keningnya ke arah lain.
“mana?”
Jimin dan Taehyung ikut menoleh mengikuti arah tatapan Namjoon. Begitu juga dengan Eunbi dan Hweji.

Mereka bisa melihat sosok lelaki yang seperti ‘hoseok’ bagi Namjoon-Jimin dan Taehyung tengah memeluk seorang wanita yang tengah menangis yang juga tampak seperti ‘taeri’ bagi Eunbi-Hweji dan juga Jimin-Taehyung secara bersamaan.

Mereka melihat keduanya dengan terpaku tanpa ada yang berbicara satu pun.

*

“Yoongi.yaaa~ gwaenchana?”
Hyomin terus meraih tangan Yoongi dengan tatapan khawatir. Mengikuti langkah lelaki itu yang seperti tak ingin di ganggu. Tapi itu tak membuat gadis itu takut, Hyomin enggan melepas lengan Yoongi. Berharap lelaki itu mau berbicara dengannya.
“apa sapu itu membuat kepalamu terluka? Mungkin aku bisa melaporkan gadis itu pada kepala sekolah karena telah bersikap bodoh di lingkungan sekolah. Bagaimanapun juga-“
BRET!!
Dengan kasar Yoongi melepaskan tangannya pada genggaman Hyomin dan menatap gadis itu dengan tatapan seramnya.
“TAK BISA KAH KAU PERGI DAN BERHENTI MENCAMPURI URUSAN KU HAH!!!??”
Semua yang lewat di dekat mereka menoleh dan dengan cepat berlalu karena terlalu takut dengan amuk Yoongi yang bisa merembet kemana saja.
Hyomin menghela nafasnya dengan senyuman.
“aniya, Yoongi. Aku tahu kau tidak seharusnya ditinggalkan untuk sendiri.” Ucap Hyomin dengan tenang. Perlahan gadis itu kembali meraih tangan Yoongi dan menggegamnya dengan lembut.
Bisik-bisik para murid yang membicarakan mereka kembali terdengar di telinga keduanya.
Semua memang tahu dengan gosip yang menyebar di sekolah.
Bukankah hanya Park Hyomin yang bisa mendinginkan amarah dan sikap panas seorang Min Yoongi?
Bahkan gosipnya mereka berdua sudah berpacaran.
BRAT!!
Yoongi melepaskan genggaman Hyomin dengan kasar lagi. Tapi kini tatapan seram lelaki itu tidak terarah pada Hyomin. Lelaki itu menatap seram dan sinis ke arah lain tepat di belakang Hyomin.
Dengan langkah cepat dan penuh amarah Yoongi berjalan melewati Hyomin. Hyomin ikut menoleh ke belakang, mencari tahu sebab ke marahan Yoongi yang begitu besar.

Yoongi berjalan dengan langkah penuh amarah kearah dua sosok insan yang tengah berpelukan tanpa dosa di hadapannya. Dengan brutal dan tanpa peduli lagi ia melepaskan pelukan keduanya dengan paksa hingga kedua makhluk itu menatap ke arahnya dengan ekspresi bingung-terkejut dan malu menjadi satu.
Yoongi meraih tangan perempuan bertampang bingung di hadapannya itu dengan kasar. Semua menatap ke arah Yoongi dan perempuan itu dengan penasaran.

“KAU ITU PEMBANTU KU SEKARANG!!! KENAPA MALAH BERPELUKAN TAK JELAS DI SINI HUH??!! HARUSNYA KAU MELAYANIKU DENGAN BAIK!!!!”

Bentakan serta teriakan Yoongi begitu sangat sangat sangat terdengar dengan jelas di telinga setiap murid yang berada di koridor dan taman belakang sekolah. Bahkan guru yang hanya sekedar lewat sampai menghentikan langkah mendengar bentakan Yoongi yang kencang.
Semua terdiam hening.
Dan Taeri baru pertama kali merasakan runtuhnya hidup dalam hidupnya.

***

“hwang Taeri! Kau mau tidur sampai kapan? Ini sudah siang!”
Ibu Taeri terus menggedur pintu kamar Taeri dengan muka cemas dan kesal. Ini sudah ke-4 kalinya putrinya itu terus mencari alasan untuk terus tidur sebentar. Kali ini jika Taeri tidak bangun juga mungkin gadis itu akan kesiangan dan siap menerima konsukuensi hukuman telat dari gurunya.
“Taeri!! Kau tidak mendengar ucapan amma?”
Ibunya terus menggedur pintu dengan decakan kesal. “ini sudah siang! Kau bisa telat!” geduran pintu semakin kencang.
“kenapa amma?”
Ibu Taeri menoleh dengan tampang kesal ke arah anak lelakinya yang tampak baru keluar dari kamar mandi.
“urus adikmu, Chansung. Dia sepertinya ada masalah di sekolah.”
Ibu Taeri menunjuk pintu kamar Taeri dan berlalu ke dapur dengan decakan kesal. Menyerah dengan sikap keras kepala putrinya.
Hwang Chansung, kakak lelaki Taeri menatap pintu kamar Taeri yang sudah dari semalam terdapat tulisan “JANGAN BANGUNKAN AKU” tertempel di depannya. Sudah pasti gadis manja itu sedang ada masalah di sekolah yang membuatnya malas masuk.
Chansung menoleh ke arah jam di dinding. Mendesah dengan malas. Padahal waktu berangkatnya ke tempat kerja sudah sebentar lagi dan kini ia harus menambah kegiatan di pagi hari yang pasti akan menambah alasan potensi telatnya.
Chansung mengetuk pintu kamar Taeri dengan sabar.
“Hwang Taeri apa kau ada masalah di sekolah? Bangunlah. Pikirkan dengan kepala dingin. Jika kau seperti ini masalah itu akan semakin bertambah besar.”
Ucap Chansung dengan mati-matian menjaga emosinya.

Taeri menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Seperti enggan mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut kakak lelakinya itu.
Semua tidak akan mengerti dengan masalahnya sekarang karena hanya dia dan dia yang harus menghadapi dan menyelesaikan masalahnya. Jadi tak ada gunanya juga jika ia mendengarkan nasihat orang lain.
“HWANG TAERI!! KELUAR SEKARANG DAN BERSIAP SEKOLAH! AKU TAK AKAN MEMAAFKAN MU JIKA JABATAN BARU KU SEBAGAI DOKTER TERCEMAR HANYA KARENA KAU!!”
Chansung menggedur kencang kamar Taeri dengan emosi.

“KAU MAU AKU MENDOBRAK PINTU INI DAN MENGGUYURMU DENGAN AIR DINGIN HAH??!!”

*

“makan sarapanmu sekarang Taeri. Kau akan telat.”
Ibu Taeri menatap putrinya itu dengan lamat. Tapi Taeri hanya tertunduk lesu dengan seragam sekolah yang lengkap. Roti selai panggang di hadapannya tak sama sekali ia sentuh.
Ibu Taeri menatap jam di dinding dengan cemas.
“ayo berangkat sekarang.”
Chansung membenarkan letak dasinya seraya menenteng tas dan kunci mobil. Ia menatap Taeri yang masih tertunduk lesu tanpa semangat. Taeri menoleh ke arah Chansung. Mata Taeri yang bengkak dan menghitam di bagian bawahnya karena tak bisa tidur tampak begitu suram dan menyeramkan sekarang.

“oppa, kau benar-benar akan membunuhku sekarang.”

Ucap gadis itu, lemas.

*

Hwang Taeri.
Kini setiap langkahnya menjadi sorotan setiap murid di sekolah tanpa terkecuali. Mereka menatap dan berbisik untuk membicarakan gadis itu.
Tatapan mereka bermacam jenis. Ada tatapan kasihan, tak tega hingga datar. Yang pasti semua tatapan itu terlihat menyedihkan baginya.

“dia gadis yang di sebut-sebut pesuruh Yoongi itu, kan?”

“bukankah itu terlalu menyedihkan?”

“apa dia bisa bertahan dalam seminggu?”

“dia juga akan mati di tangan Hyomin.”

“kasihan sekali dia.”

Taeri membuka lockernya dengan muka suram dan datar. Pagi yang begitu buruk baginya dan kehidupan di SMA nya.

“annyeong, Taeri.ah.”

Taeri menoleh ke arah suara di sampingnya.
Tampak Hweji dan Eunbi yang menatap Taeri dengan cemas dan takut.
“mwoya? Apa kalian juga akan membicarakanku dan kabur ketika aku mendapat masalah? Ne~ lakukan saja. Aku sudah terbiasa.” Taeri menatap kesal kedua temannya itu dan berlalu dengan langkah lemas.
Hweji dan Eunbi saling bertukar pandang dengan ekspresi menyesal. Dengan cepat mereka berjalan dan menggandeng cepat lengan Taeri.
“mianhae. kita benar-benar tidak tahu masalahmu akan sebesar ini Taeri.”
Hweji menatap sahabatnya itu dengan lemas.
“lagipula saat itu terlalu tiba-tiba. Mana mungkin kami menyelak begitu saja.” Tambah Eunbi dengan cepat di sambut anggukan Hweji.
“tapi kami berjanji akan melindungimu juga! tidak perduli seberapa seramnya seorang Min Yoongi!” hweji memeluk Taeri dengan erat. Begitupun juga Eunbi.
Taeri menatap kedua temannya dengan terharu.
Ia menghentikan langkahnya dan tersenyum menatap Hweji dan Eunbi.
“kalian memang sahabatku!!” Taeri memeluk Hweji dan Eunbi dengan cepat. Hweji dan Eunbi balas memeluk Taeri dan mereka melakukan kegiatan tak jelas sebagai tanda persahabatan mereka.

“oiya ngomong-ngomong siapa lelaki kemarin?”
Hweji menghentikan kegiatan tak jelas mereka dan menatap Taeri dengan muka ingin tahu. Taeri diam menatap Hweji dengan muka bingung.
“siapa?” taeri mengerutkan keningnya. Eunbi menatap Taeri dan menerawang mengingat kejadian kemarin yang ia dan Hweji lihat.
“AH YE! BENAR! Siapa dia Taeri??!! Lelaki kemarin!! Yang memelukmu itu!” eunbi memegang tangan Taeri. Berharap gadis itu mau jujur dan memberi tahu semuanya.
Taeri semakin mengerutkan dahinya dengan bingung. Lelaki apa? Min Yoongi? Memeluknya?
Bahkan ia yakin Yoongi tidak akan melakukan itu meski Korea berubah menjadi negara kerajaan lagi.
“siapa dia? bukankah dia temannya dari teman Jimin dan Taehyung? Dia kakak kelas kan?”
Hweji menatap Eunbi sekarang.
“jinjayo? Aku tidak dengar dengan pasti pembicaraan mereka kemarin.” Sambut Eunbi dengan mata melebar menatap Hweji.
Taeri mencoba mengingat soal kemarin.
Lelaki yang memeluknya? Memeluknya? Memeluknya? Siapa?

“ah. Kau. Yang kemarin.”

Taeri menoleh ketika sebuah suara terdengar begitu saja dari arah depannya.
Hweji dan Eunbi terkejut mendapati sosok yang mereka tahu ‘siapa’. Jelas mereka masih sangat mengingat siapa lelaki yang kini berdiri di hadapan Taeri dengan senyum ramahnya.
“annyeong, Taeri.ah. apa tidurmu nyenyak semalam?”
Lelaki itu tersenyum.
Taeri mengedipkan matanya, mengingat siapa lelaki yang dengan entengnya menyapa dengan gaya sok kenal. Entahlah, gara-gara Yoongi ingatannya sekarang sedikit memburuk.
Hingga mata Taeri melebar begitu saja.
Ingatan apa yang terjadi kemarin tiba-tiba muncul di dalam otaknya. Siapa lelaki ini dan apa yang lelaki ini lakukan.
“ah. Ma-maafkan ketidak sopananku kemarin.” Taeri membungkukan badannya ketika ia mengingat insiden pelukannya dengan lelaki di hadapannya itu.
Hoseok –nama lelaki itu- tersenyum, khasnya.
“aniya~ akulah yang pertama kali memelukmu. Jadi kau tidak usah minta maaf soal itu.” Jawab Hoseok dengan pelan dan lembut.
“dan, jangan terlalu memikirkan perkataan Yoongi hyung kemarin. Dia memang sedikit kurang waras.” Lanjut Hoseok lagi dengan sangat entengnya tanpa takut Yoongi mendengar perkataannya.
Taeri menatap Hoseok dengan lamat.
Ia seperti melihat seberkas sinar surga dari lelaki itu.
Penyelamat.
Dia sudah punya penyelamat hidupnya.

Hoseok menepuk kepala Taeri dengan lembut dan tersenyum penuh arti.
“tenang. Aku akan melindungimu dari Yoongi hyung.”
ucapnya dengan setengah berbisik. Tapi Hweji dan Eunbi masih sangat bisa mendengar ucapan lelaki itu.
Hoseok pun berlalu meninggalkan Taeri yang masih terpaku menatap punggung Hoseok yang menjauh.
Di mata Taeri punggung itu seperti mengeluarkan sayap malaikat yang menyibak-nyibak indah dan lonceng surga seperti terdengar di telinganya.
“kau dengar itu, Taeri?? Aku pikir dia menyukaimu!!”
“kyaaa! Kau harus mentraktir kita berdua jika kalian jadian!!”

Taeri sudah tak memperdulikan suara berisik kedua temannya itu.
Persetan untuk cinta.
Yang dia pentingkan sekarang adalah malaikat penyelamat yang bisa membebaskan dirinya dari terkaman binatang buas. Dan itu Hoseok, harapannya.

Hweji dan Eunbi saling pandang melihat ekspresi aneh Taeri ketika gadis itu tengah menatap punggung Hoseok yang sudah mulai menghilang.
Hingga mata kedua gadis itu melotot lebar ketika mendapati sosok buas di hadapan mereka.
Sosok buas itu seperti mengeram layaknya harimau siap menerkam, itu hanya di mata mereka. Karena sesungguhnya sosok Yoongi itu hanya menatap sinis keduanya dengan tampang malas.
“ya, Hwang Taeri.”

Taeri diam. Tubuhnya merinding. Dia sudah sangat tahu siapa pemilik suara itu.
Taeri menoleh dengan lemas. Menatap Yoongi yang juga menatapnya dengan sinis dan malas.
“aku lapar. Kau carikan aku makanan yang enak dan minuman. Kau harus ingat aku tidak suka minuman yang mengandung susu. Antarkan semua itu ke kelasku nanti. Arraseo?” perintah Yoongi dengan dingin.
Perintah pertama seorang Yoongi dan pertanda bell neraka bagi Taeri.
“ne sunbaenim…”
jawab Taeri dengan lemas.
Yoongi mengagguk-angguk dengan sinis, menatap sinis hweji dan Eunbi membuat kedua gadis itu takut. Lalu ia berlalu begitu saja meninggalkan Taeri dan kedua temannya.

Taeri menghela nafasnya.
“tenang saja, Taeri. Kami akan menemanimu mencari makanan untuk si Yoongi itu! Sampai dapat!” Hweji memeluk lengan Taeri dan tersenyum lebar di sambut anggukan dari Eunbi.
Taeri menatap kedua temannya dengan pandangan suram, sesuram hidupnya saat ini.

*

“apa Yoongi sunbae ada di kelas?”
Taeri bertanya pada seorang lelaki yang baru keluar dari kelas. Lelaki itu berhenti melangkah dan menatap Taeri serta kedua temannya dengan lamat.
“ah~ kau ini gadis yang jadi pesuruh Yoongi itu kan?” tebak lelaki itu membuat ekspresi Taeri berubah menjadi suram dan datar kembali. Lelaki itu seperti tersadar dengan perubahan ekspresi Taeri dan tatapan kesal kedua temannya.
Lelaki itu berdehem.
“Yoongi sedang mengikuti kegiatan basket pagi. Kau bisa menemuinya di lapangan basket.” Jawab lelaki itu.
Taeri, Hweji dan Eunbi saling bertukar pandang.

Kini ketiga perempuan itu menatap kegiatan basket putra dengan sikap mematung.
Khususnya Taeri yang mendapati sosok yang sangat ia kenal selain Yoongi tengah bermain basket.
Ya, sosok penyelamat hidupnya.
Jung Hoseok.

“dia itu lelaki yang menyukaimu itu kan, Taeri?”
Hweji menunjuk ke arah Hoseok dan menatap Taeri. Taeri tidak menjawab pertanyaan Hweji.
Tentu kalaupun ia menjawab pasti jawabannya adalah “ya”

Di lapangan juga tampak Jimin dan Taehyung tengah ikut berlatih. Dengar-dengar mereka juga termaksud tim inti di klub basket putra.
Jimin dan Taehyung sadar dengan keberadaan Taeri dan kedua temannya itu. Mereka berdua berjalan mendekat ketika Hweji melambaikan tangan.

“kalian sedang apa di sini?”
Jimin menatap ketiga gadis itu satu persatu.
“menyerahkan makanan kutukan ini pada binatang buas.” Jawab Taeri dengan muka datar dan menunjukan kantung plastik berisi roti serta jus buah.
Jimin dan Taehyung menggaruk rambut mereka tak tahu harus menjawab apa.
“apa Yoongi dan Hoseok sunbae termaksud anggota tim inti juga?” tanya Eunbi tiba-tiba memecahkan suasana suram di antara Taeri dengan Jimin dan Taehyung.
“ah, Yoongi hyung? Kemampuan basketnya sangat hebat. Dia itu kapten klub basket kita.”
Jawab jimin dengan menatap Yoongi yang tengah mendribble basket dari kejauhan dan dengan mudahnya lelaki itu melakukan 3 point dari jarak ring yang lumayan jauh dari tempatnya berdiri.
Sangat hebat dan keren.
“dan lelaki itu?”
Eunbi menunjuk lelaki yang tengah mengamati Yoongi dan bertepuk tangan. Lelaki bertubuh ramping dan tinggi dan berambut coklat rapih dengan wajah terbilang sangat tampan itu tampak asing di mata mereka.
Lelaki itu meraih bola basket dan berbicara santai dengan Yoongi.

“ah, dia itu Seokjin. Dia hanya mahasiswa sahabat Yoongi hyung yang suka ikut latihan basket.” Jawab Jimin sambil meneguk air dari botol mineralnya.
“tampan sekali. Pantas saja aku tidak pernah melihat tampangnya.” Ucap Hweji dengan tatapan berbinar melihat sosok Seokjin.
Jimin menatap datar Hweji.
“dia itu buruk dalam basket.” Ujar Jimin memasang tatapan tak suka. Hweji tak memperdulikan Jimin dan tetap menatap Seokjin dengan kagum.
“bahkan dia juga tidak bisa mendribble bola dengan benar.” Ucap Jimin lagi tepat di depan telinga Hweji dengan kencang. Taehyung, Eunbi dan Taeri mengerutkan kening melihat sikap Jimin.
“YA! Apa jadi menurutmu permainan basketmu sudah hebat hah??!!” bentak Hweji dan dengan lancarnya memberi jitakan di kepala Jimin hingga lelaki itu meringis.

“bisa titipkan ini pada si Yoongi itu?”
“Tidak bisa.”
Jawab Taehyung dengan cepat ketika Taeri bertanya. Taeri menatap Taehyung dengan tatapan sinis.
“bukannya aku tidak mau membantumu. Tapi yang Yoongi harapkan untuk datang itu bukan makanannya, tapi kamu.” Jawab Taehyung dengan muka sedikit tak enak.
“ah jinjayo? Kalau begitu bilang saja sekalian pada dia. jangankan aku, makanannya pun tidak akan datang!” Balas Taeri lagi dengan cepat dengan menahan emosi yang sebenarnya sudah ingin meledak dari tadi. Tapi ia mencoba untuk sabar.
Tiba-tiba sosok gadis berpakaian jersey dengan rok sekolah datang dan membagikan minuman vitamin dingin pada Taehyung dan Jimin. Dia tersenyum dan tampak mengobrol akrab dengan seluruh anggota klub basket sedari tadi.
SRET
Taeri menoleh ketika gadis itu menyodorkan orange juice vitamin padanya dengan senyum ramah dan manis.
Taeri masih terdiam melihat sikap gadis itu, ia belum meraih orange juice vitaminnya.
“apa kau tidak suka minuman vitamin?” tanyanya dengan kerutan kening yang lucu. Hingga Taeri tersadar dengan sikap tak sopannya.
“ah ne, gomawoyo~” Taeri meraih botol orange juice vitamin itu dengan ragu.
“apa tidak apa-apa kami juga menerima minuman ini? Ini kan buat klub basket.” Eunbi menatap gadis itu. Ia sendiri juga masih ragu untuk menikmati orange juice vitamin pemberian gadis yang diketahui sebagai manajer tim basket itu.
Gadis bernama Park Sera itu tersenyum sangat manis.
“tidak apa-apa. Biasanya minumannya juga suka bersisa jadi tidak masalah memberikan pada sahabat anggota klub yang datang. Tolong dukung klub basket ya.” Ujar Sera dengan nada riang. Eunbi, Hweji dan Taeri membalas senyum gadis itu hingga gadis itu berlalu melaksanakan kesibukan yang lainnya sebagai manajer.
“jadi dia manajer tim basketnya?” hweji menunjuk ke arah Sera berlalu. Menatap Jimin agar lelaki itu mau memberi tahunya.
“ne. namanya Park Sera, satu angkatan dengan kita.” Jawab Jimin yang juga menatap Sera dari kejauhan tengah menata letak bola basket di keranjang besar.
Jimin melirik ke arah Taehyung yang sedari tadi tampak salah tingkah.
“ah~~~ aku lupa satu hal. Disini ada orang yang menyukai Sera si manajer itu.”
Goda Jimin yang langsung membuat kegiatan meneguk minuman Taehyung terhenti.
“ah jinja? Siapa?” Eunbi dan Hweji menoleh ke arah Jimin.
Taehyung menatap Jimin dengan kerutan kening serta muka memerah menahan malu. Ia tak percaya jika Jimin akan membocorkan semuanya. Jimin juga menatap Taehyung dengan tatapan berbeda. Matanya seperti berbicara sesuatu.

“apa Taehyung?”

DEG
Jantung Taehyung seperti akan berhenti ketika namanya di sebut. Tapi bukan Jimin yang menyebut namanya karena Jimin sendiri juga terkejut mendengar nama Taehyung tersebut.
Taehyung dan Jimin serta Hweji dan Eunbi menolehkan kepalanya ke arah Taeri yang masih asik meneguk orange juice vitaminnya dengan santai.
“aku tahu itu Taehyung. Siapa yang tidak menyadari sikap anehmu itu. Lelaki yang bodoh akan bisa di tebak saat sedang jatuh cinta.” Ucap Taeri lagi dengan santai.
Taeri menatap Taehyung dengan tatapan mengejek.
“mulutku ini sangat bocor loh.”
Lutut Taehyung terasa lemas ketika mendengar perkataan itu dari mulut Taeri. Taeri yang dapat dengan cepat menyadari suatu hal yang sepele. Seharusnya jimin bisa lebih berhati-hati di hadapan Taeri!!

“YOONGI HYUNG! INI HWANG TAERI YANG KAU CARI ADA DISINI!!!!”

Teriakan Jimin langsung membuat mata Taeri hampir keluar. Ia menatap tak percaya sahabat lelaki di hapadannya itu. Hweji dan Eunbi juga mengerutkan keningnya. Kenapa Jimin bisa melakukan itu?
Padahal Yoongi yang tidak menyadari keberadaan Taeri dan lebih serius pada dunia basketnya adalah hal yang sangat menguntungkan bagi Taeri.
Tapi sekarang? Dengan bodohnya seorang Park Jimin membangunkan macan yang sedang tertidur, Min Yoongi.
Yoongi menoleh dan langsung menatap Taeri dengan tatapan yang lebih seperti serbuan peluru tajam. Taeri meneguk ludahnya dengan perasaan tegang. Ia meremas kantung plastik berisi makanan pesanan Yoongi.
“kenapa kau melakukan itu Jimin?? Apa kau sudah gila huh??!!” bentak Hweji setengah berbisik. Jimin seperti tak perduli, dia lebih mengasihani nasib Taehyung sekarang. Lihat saja, muka Taehyung terlihat pucat sekarang.

Yoongi mendatangi Taeri dengan perlahan. Bahkan di penglihatan Taeri di belakang tubuh Yoongi seperti muncul cahaya hitam serta sayap hitam, di kepala Yoongi terdapat tanduk hitam menyeramkan.
Iblis. Iblis.
Tidak salah lagi Min Yoongi adalah iblis!!!

“kau membawa pesananku?”
Tanya Yoongi dengan tatapan sinis dan seperti siap menerkam Taeri hidup-hidup. Hweji dan Eunbi yang berada di samping kiri dan kanan Taeri pun hanya bisa diam takut karena atmosfir seram yang di tularkan Yoongi dari semenjak lelaki itu datang menghampiri mereka.
Dengan menyembunyikan gemetar pada tubuhnya Taeri menyerahkan sekantung plastik yang berisi roti-roti dan minuman. Dan ia tidak akan memberitahu Yoongi jika ia membeli semua itu dengan harga yang paling murah.
Taeri menatap takut setiap gerak-gerik Yoongi ketika lelaki yang selalu memasang tampang dingin itu melihat isi dari kantong plastik itu.
“mwoya?” Yoongi mengerutkan kening ketika mengamati bungkusan roti yang di beli Taeri
“ya. Kau tahu ini roti apa?” yoongi menunjukan roti yang ada di tangannya tepat di depan wajah Taeri, suaranya seperti menahan amarah.
“i-itu roti vanilla. Hanya ada itu.” Jawab Taeri langsung.
“bukannya aku sudah mengatakan kalau aku tidak suka hal yang berbau susu!!”
Yoongi memang tidak berteriak keras ketika membentak Taeri saat itu. Tapi semua yang sangat mengetahui hubungan Taeri dan Yoongi akhirnya ikut menoleh juga ke arah mereka. Mereka berdecak mengasihani hidup Taeri yang begitu sial bisa terlibat dengan seorang Yoongi.
“bukannya aku sudah bilang kalau hanya ada itu!” Taeri ikut menaikan suaranya. Ia sudah mulai muak dengan sikap Yoongi yang tak berhenti mempermalukannya di depan murid-murid sekolah.
Persetan dengan statusnya sebagai adik kelas.
Yoongi menatap Taeri dengan seram dan penuh dengan amarah yang siap meluap kapan saja.
SRAT
Yoongi menoleh ketika roti yang ia genggam dengan kasar tiba-tiba sudah berpindah ke tangan lain dengan mudahnya.
Taeri ikut menoleh ke arah sosok yang dengan berani ikut campur dengan urusan antara sunbae yang menyeramkan dengan hoobae yang menyedihkan itu.
“kalau memang hyung tidak suka dengan rotinya, biar buat aku saja. Lagipula roti vanilla itu kan enak.”
HOSEOK, lelaki yang selalu tersenyum itu akhirnya menolong Taeri juga.
Taeri tersenyum lega, cahaya surga pun seperti muncul ketika Hoseok datang.
Dengan santainya Hoseok langsung membuka bungkus roti itu dan memakannya dengan lahap, sepertinya ia memang benar-benar lapar.
Yoongi mengerutkan kening dan juga menatap Hoseok penuh emosi.
“YA!!”
Yoongi mendorong tubuh Hoseok dengan kasar membuat lelaki di depannya itu sedikit terhuyung ke belakang meski ia berhasil menjaga keseimbangan dengan benar.
“ah kenapa hyung marah? Bukannya tidak suka roti ini?” Hoseok benar-benar pintar menyulut emosi Yoongi. Lelaki itu tampak memasang ekspresi polos yang sangat dibuat-dibuat dan itu membuat Yoongi muak.
“berhenti mencampuri urusanku. Kau minta ku hajar huh?”
Taeri tak bisa meneguk ludahnya sendiri ketika melihat tatapan murka Yoongi yang lebih terlihat seperti ingin membunuh.
“ya, hentikan mereka. Mereka mungkin akan berkelahi.” Hweji menyenggol lengan Jimin dengan ekspresi cemas. Tidak lucu jika kedua lelaki di tingkat atas mereka harus berkelahi hanya karena sebungkus roti.
“aniya. Sudah biarkan saja. Lagipula Hoseok hyung itu tidak suka berkelahi. Jadi tidak mungkin terjadi perkelahian.” Ujar Jimin dengan enteng. Meski sebenarnya batin namja itu juga sedikit cemas dengan keadaan genting di depannya itu.
“jadi menurut hyung aku harus diam ketika melihat wanita tidak bersalah harus diperlakukan seperti ini? Dia bukan budak.” Hoseok masih berbicara dengan nada dan muka yang santai dibanding Yoongi yang penuh dengan emosi dan kemarahan. Tapi senyum santai Hoseok sudah tidak terlihat lagi.
“tidak bersalah?” Yoongi tertawa setengah mendengus dengan sinis.
“kau tahu apa hah?! Kau bisa tanyakan langsung padanya kesalahan apa yang telah ia lakukan! Jangan membuatku tertawa!!” mata Yoongi melotot emosi dan menunjuk Taeri membuat gadis yang masih terdiam itu bergidik seram.
“aku tidak perduli apa kesalahannya. Tapi bukannya itu sangat payah jika memperbudak wanita yang hanya melakukan satu atau dua kesalahan saja pada kita. Itu PAYAH hyung.”

Keringat Taeri mengucur deras ketika mendengar ucapan berani Hoseok. Ayolah, itu sama saja cari mati..
Yoongi melotot penuh amarah dengan cepat lelaki itu memasang aba-aba untuk meninju wajah Hoseok dengan tinju yang terkenal mautnya.
Dengan gerakan cepat Taeri beranjak dari duduknya.

BUG!!

Hweji, Eunbi, Jimin, Taehyung dan semua yang berada di tempat kejadian mengangakan mulutnya dan melotot kaget. Tak percaya dan tak menyangka dengan pemandangan di depan mereka.
Yoongi sang pemilik tinju dan Hoseok juga terkejut dengan sosok yang terhuyung di depan mereka dengan wajah pusing.
Taeri mengerjap-erjapkan matanya dengan tatapan kosong menatap sekelilingnya. Ia meraih pipinya yang terasa bengkak dan memar.
“t-tae….”

Taeri menatap Hweji, Eunbi dan lalu Yoongi yang masih menatapnya tak percaya.

“TAERI!! GWAENCHANAAA!!???”

Hingga penglihatannya menggelap dan kesadarannya mulai menghilang.

To be continued

Advertisements

About fanfictionside

just me

89 thoughts on “FF/ ROMANCE HIGH SCHOOL pt.1 / BTS-BANGTAN

  1. HEOL!!!!
    gua cekek lu yoongi!!!!
    ih kesel gua ma yoongi!

    itu park sera liiiciiikkk!!!! hahahaha

    dede kookie jangan diilangiinn!!!! klo Jin ja jd mahasiswa itu si Kookie anak playgrup jangan jangan (?)

    gegara ada cahaya surga dan sebagainya gua ingetnya attack on the pin up boys >-< haha

  2. kyaaaaaaa ~~~\@-@/
    baru part 1 udah seru bgt..
    suka bgt sama karakter j-hope suga di sini. cocok bgt ;A;
    itu yg terakhir teriak siapa? j-hope? suga? aaa can’t wait for next chap >—-<

  3. Waahhhh Deabak FFnya thor.. mau dibikin sesukses special Boys EXO ? pasti bisa… keren soalnya ceritanya ^^

    Ditunggu part 2 nya.. keep writing n fighting thor.. kami menunggu kelanjutannya 🙂

    tititp salam n cinta utk Taehyung ❤ 😄 🙂

  4. aaaaa keren thor !!!!
    ditunggu kelanjutannya thor….
    jangan lama lama eaps…. dah gk sabar pengen tau kelanjutannya gimana 😀

  5. Kocak, gokil abis!!!! Aku suka ini, thor~ pas banget aku lagi nyari ff kocak.. Aku sebenernya kurang tau ama BTS, tapi aku baca aja, dan aku langsung suka sama ni ff >..< Tapi, kasian bener itu hidup si Taeri hoahhaaha… Lanjutkan, thor!!! *ngilang ke part 2*

  6. Kenapa ga Taehyung aja yang jadi pemeran utamanya? dia bias aku soalnya *ditabok._. hehe
    Walaupun aku ga terlalu kenal sama Yoongi, tapi ini ceritanya seru, serius deh thor._.v
    Next chapternya ditunggu~~ n,n

  7. Daebak thor ! Ff nya rame xD
    Ff ini udah banyak part nya tapi aku masih baca yang part 1 .-.
    Padahal aku berharap nya Jin yang jadi penyelamat Taeri, tapi J-hope juga gapapa lah 😀

  8. hai aku reader baru. ijin baca2. dan ff ini yg pertama aku baca. 😀 hmm.. klo diliat sekilas di chapter ini sih Taeri pasti diharepin bs sm Hoseok. tp apapun bs trjdi. bs jd ntr Taeri sm Suga. tahun kan benci sm cinta beda tipis? 😀 mrk skrg saling benci dan mgkn ntr mlh jd sm2 saling suka pd akhirnya. 😀

  9. Annyeon new readers here^^
    hehehe
    Yak!
    Ko jadi brantem?
    What the hell?
    *sosoaninggris:-P
    uri suga-R knp emosian seeeh?
    Sabar napa bang :v
    org sabar kan di sayang pacar :3
    wkwkwk
    #ngelantur_<

  10. huehhhh suga muka nya ga pantes jadi orang yang suka marah marah ㅠㅠ terlalu imutttttt
    haha lucu banget ngebayangin muka jhope yang sok polos sama suka senyum. pokoknya seru next ya^^

  11. Authoooooorrrr ffnya daebak.. baru baca ff lagi dan nemu yg cast bts. Aku suka jimin yaa.. dia lucu perannya disini, barengan taehyung lagiii hoho mabias. Keep writing yaa~

  12. wah dipart awal aja udh keren apa lagi part selanjutnya,
    Hope jadi cahaya surga wwaaahh 😀
    Tae aku pada mu :-* 🙂
    thor ff mu memang Daebak 🙂 lanjut thor

  13. ya ampun karakter suga disini serem amat.. aku jadi kasian sama taeri 😦
    jimin sama taehyung juga nih rada gila, ga pernah belain taeri 😦
    aduh aku ketinggalan ff ini lagi.. aku baru nemu ff ini padahal ff ini bagus .. jadiian ya ka komen aku menyusul 😀
    semangat!! ❤

  14. wooaah~ !!!
    ige mwoya ,??
    kenapa cerita nya keren ??!
    aigo…yoongi pacar ku jd evil nih.hahahah
    Hoseok nyantai bgt.hahaha

  15. Karna bosen, iseng aku baca ff ini~~~ maaf baru bisa comment thor~~~ aku mau lanjut baca next part yaa hehe…

  16. eyy aku baru nemu fanfict ini /nangis/ ini seruuu , gatau kenapa aku berasa jadi Taeri pas baca ini. HAHAHA
    feel nya dapet dan aku suka ide cerita. Awal yang menarik 😀

  17. waduuuhhh suga parah weh :3 doh kesian diriku/? wkwk :’v
    ceritanya keren thorrrr… oke lanjuttt baca next chap ^^

  18. Nyari ffnya Bangtan >> Nemu FFSide >> Nemu RHS >> Simpen chapter 1-19nya >> Capcus baca pt. 1 >> Langsung ❤

    ^^ neomu joha~

  19. Annyeong 🙂 sebenernya aku udah sampek part 19, tpi silent reader *maaf eonnie* tpi entah knp aku pengen baca lagi dari awal, mungkin lupa critannya, jdi aku putusi tinggalin jejak *jadi curhat*
    wah, yoongi galak, serem bgt..knp jg dia mesti marah gk jelas sama
    taeri n hoseok kaya orang
    cemburu.. Apa jangan2 hoseok suka lagi sama taerin

  20. Huwaaa penganiayaan, yoongi mukul cewek huwaaaa #histeris
    Ahh jin gak ngapa2in 😥

    Ahhh bener ni gara2 motor d corat coret ampk gtu ni Yoongi #tepokjidat

  21. Ihh wowww!! Baru nemu ff ini.. sebenernya dikasi tau temen 😄
    Bagusss alurnya, school life.. gue suka..
    Yoongi nyebelinnya yaampun-,- kasian si taeri :v yg jdi kena pukul malah dia Lol
    Okee baca next partnya duluu

  22. Ini udh ke empat kali nya aku bca dan gk pernah bosen
    Jlan cerita nya bgus and kocak nya jimin-taehyung bikin aku ketawa trus
    Lnjutin ya min smngat nulisnya fighting ✊✊✊✊

  23. mau nostalgiaan dulu nih, udah 2th ternyata ga baca ff lagi. dan ff ini adalah yang paling favorite semenjak adanya bts page disini tempat pertama dan favorite gue buat nongkrongin baca ff 7 badboy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s