FF – Bewilder Chapter 1


“Bewilder” (Chapter 1)

Author: Kang Ji Rim (Icha / @ichachaws)

Casts: Lee Sungmin, Choi Siwon, Cho Kyuhyun, and you’ll find the others:p

Pairing:, KyuMin, slight SiMin

Genre: Romance, Drama

Rated: PG-15 / T

Warning: YAOI, Boys Love, SLASH, Shounen-ai, Typos(?)

Summary: Kisah seorang namja yang ingin melupakan kenangan bahagianya dengan sang mantan kekasih, dan mencoba menemukan kebahagiaannya dengan ‘hati’ yg lain.

Desclaimer: This ff is mine. FF ini bener-bener murni dari hasil pemikiran author.

DLDR! And please don’t cheat, Thank You.

.

Suasana begitu ramai ketika hari kelulusan di salah satu SMA ternama di Gwangju. “Chagiya…” panggil sosok pria tinggi bertubuh atletis.

“Siwonieee~” ucap pria mungil sambil berhambur ke pelukan pria yg memanggilnya.

“Chukkae ming, kau lulus dengan nilai yg sempurna” ucapnya dengan memamerkan dimplenya, “Dengan begitu kau bisa masuk universitas yg sama denganku” lanjutnya. “Ya aku akan satu universitas denganmu” ucapnya sambil mengaikatkan tangannya ke siwon.

“Wonnie, bisa kah nanti malam kita berkencan?” Ajak sungmin dengan malu-malu.

“Mianhe chagiya, nanti malam aku harus ke incheon.” ucap siwon dengan wajah penuh penyesalan.

“Oh…gwenchana.” sungmin berkata dengan senyumnya dan menyembunyikan kekecewaannya.

“Bagaimana jika besok saja?” Tawar siwon.

“Benarkah?” Tanya sungmin dengan mata berbinar.

“Ne, ming.” Kata siwon sambil mencubit ujung hidung kekasihnya.

Siwon melihat ke arah jam tangannya.

“Ah, joengmal mianhe chagiya, aku harus kembali ke kampus, aku ada urusan penting hari ini.”

Sungmin menatapnya kecewa, raut mukanya seketika berubah, tp ia tetap tersenyum untuk menutupi kekecewaanya.

“Oh begitu ya?”

“Tidak apa apa kan ming?”

“Ne, gwaenchana.” Katanya sambil tersenyum.

“Kalau begitu, aku pergi dulu ya, sekali lagi chukkae.” ucapnya sambil mengacak rambut Sungmin.

“Ya! Kau merusak rambutku.” Ujarnya sambil mem-pouting bibirnya lucu. Siwon terkekeh dan langsung mencium bibir kekasihnya sekilas, ciuman yg lembut dengan penuh kasih sayang.

Sungmin menatap punggung kekasihnya yg bejalan semakin jauh. Ada rasa kecewa di hatinya tp ia tepis rasa itu jauh-jauh.

‘Aku yakin dia benar2 sibuk, ia kan slah satu mahasiswa paling berprestasi di universitasnya.’ Ucapnya dalam hati sambil tersenyum, meyakinkan dirinya sendiri.

.

.

Siwon pov

“Wonnie, bisa kah nanti malam kita berkencan?” Ajaknya malu-malu.

“Mianhe chagiya, nanti malam aku harus ke incheon” jawabku dengan wajah penuh penyesalan.

“Oh…gwenchana” ia berkata dengan menunjukkan senyumnya yang manis.

“Bagaimana jika besok saja?” Tawarku untuk memperbaiki moodnya.

“Benarkah?” Tanyanya dengan mata berbinar. ‘Syukurlah sudah tidak ada raut kekecewaannya’

“Ne, ming.” Ucapku sambil mencubit ujung hidungnya.

Aku melihat ke arah jam yg melingkar ditanganku. “Ah, joengmal mianhe chagiya, aku harus kembali ke kampus, aku benar – benar ada urusan penting hari ini.”

Sungmin kembali menatapku kecewa, tp ia tetap tersenyum. Walau aku dapat melihat sedikit kekecewan dari matanya.

“Oh begitu ya?”

“Tidak apa apa kan ming?”

“Ne, gwaenchana.” Katanya sambil menganggukan kepalanya.

“Kalau begitu, aku pergi dulu ya, sekali lagu chukkae.” ucapku sambil mengacak rambutnya.

“Ya! Kau merusak rambutku!” Ujarnya kesal lalu mempoutkan bibirnya, aku pun terkekeh melihat tingkahnya, kemudian aku mencium bibirnya sekilas, sebelum pergi meninggalkan halaman sekolah menuju Incheon

.

Sesampainya di incheon airport.

‘Dimana gadis itu?’

Ddrtt.. Ddrttt…

“Yeoboseyo”

“Oppa, aku disini masih ada urusan yg harus diselesaikan, jadi aku tidak bisa pulang hari ini.” jawab seseorang di sebrang sana dengan nada penyesalan.

“Oh begitu, ne geurae.”

“Mianhe oppa, merepotkanmu.”

“Gwenchana, apapun untukmuuu~”

“Hehe oppa, bogoshippo~”

“Nado.”

Pik. Kuputus sambungannya, lalu kumasukan kembali handphone ke saku celanaku. ‘Haishh yeoja itu selalu saja begini’ umpatku lalu memutuskan untuk kembali ke Gwangju.

Siwon pov end

.

.

Keesokan harinya.

Sungmin tersenyum saat melihat pantulan dirinya di cermin. Ia mengenakan kemeja bermotif kotak2 berwarna soft pink dengan celana skinny putih yg serasi dengan sepatunya. Ia menghembuskan nafasnya berkali-kali untuk mencoba menghilangkan rasa gugupnya saat ini. Ya, ia akan berkencan dengan Siwon, kekasih hatinya. Ia kembali tersenyum untuk yg kesekian kali, sebelum menyambar handphonenya dan keluar rumahnya menuju restoran tempat dimana ia dan Siwon berkencan.

“Aigooo, kau rapi sekali. Anak umma mau kemana? Hm?” Tanya sang umma saat melihat anak satu-satunya itu hendak keluar rumah.

“Hehehe, aku ada janji dengan seseorang umma.” Katanya sambil tersenyum senang menunjukkan gigi-giginya yg rapi.

Seakan mengerti, sang umma hanya tertawa kecil. “Ne, pergilah, hati-hati ya.”

“Ne umma!”

.

.

Sementara di rumah Siwon…

Terlihat seorang namja tinggi bertubuh tegap sedang mengancingi lengan kemejanya yg berwarna abu abu.

‘Aish, aku benar-benar tak sabar bertemu dengan mu Sungmin chagi’ ucapnya sambil tersenyum melihat wallpaper handphonenya yg memperlihatkan foto seorang namja manis yg sedang tersenyum memeluk boneka bunga matahari.

Tiba tiba ada suara berdering berasal dari handphonenya menandakan seseorang sedang menghubunginya.

“Yeoboseyo”

“Oppa, hari ini aku pulang, urusanku disini selesai. Jemput aku oppaaaa~” ucap orang disebrang dengan manja.

“Ah mianhe, hari ini aku sudah ada janji.”

“Sebentar saja, jebaaal~” dengan nada memohonnya

“Tidak bisa.”

“Oppa sudah tidak sayang lagi padaku.” katanya merajuk.

Siwon mengacak rambutnya frustrasi, “Aishh, arraseo! Tapi hanya sebentar saja, ne?”

“Ne! Gomawo oppa. Oppa memang yg terbaik.” Ucapnya dengan nada senang.

.

.

.

Sungmin pov.

Ku langkahkan kakiku memasuki ruangan bernuansa kuning temaram dengan hiasan lampu lampu dan rankaian bunga di beberapa sudut ruang yg membuat restoran ini tampak begitu romantis. Begitu masuk, aku langsung di hampiri oleh seorang waitress.

“Selamat datang, meja untuk berapa orang Tuan?”

“Untuk 2 orang.”

Waitress itu langsung menujukkan ku ke sebuah meja untuk 2 orang yg terletak di dekat jendela. Pemandangan dari jendela ini langsung menuju ke luar, membuat ku bisa melihat pemandangan kota Gwangju pada malam hari. Aku agak gugup malam ini. Jantungku tak henti-hentinya berdegup dengan kencang tatkala menunggu seseorang yg aku cinta. Aku kembali tersenyum saat mengingat Siwon berkata kami akan makan malam berdua di restoran ini. Restoran ini adalah restoran yg terkenal paling romantis di kota ini. Ia menyuruhku untuk datang lebih dulu, yah, aku berusaha untuk mengerti, dia memang sibuk, dan aku menerimanya, karena aku terlalu mencintainya. Yah, aku memang terlalu mencintainya.

Sudah sekitar 20 menit aku menunggu, tapi, ia tak kunjung datang. Aku mulai gelisah. Ku edarkan pandanganku ke sekeliling, ku lihat semua yg datang ke sini kebanyakan sepasang kekasih. Betapa romantisnya mereka, aku agak iri karena aku hanya duduk sendirian disini.

“Maaf, apakah anda sudah ingin memesan makanan?”

“Ah, mi..mianhae, aku masih menunggu seseorang.”

Waitress pun sudah berulang kali datang bertanya ingin pesan makanan atau tidak, tp aku terus menolaknya, membuatku makin tidak enak dengan situasi ini.

Ku coba menghubungi ponselnya…

‘Maaf nomor yg anda tuju sedang tidak aktif, silahkan tinggalkan pesan anda di mailbox setelah tanda berikut’

Tidak aktif.

Kini sudah hampir 2 jam aku menunggu. Hari sudah semakin malam. Pengunjung satu persatu mulai pergi dan membuat restoran ini makin sepi setiap menitnya. Aku benar benar gelisah.

‘Apa dia melupakan janjinya?’

Kucoba menghubunginya lagi namun…nihil. Tetap nihil. Aku menghela nafasku.

‘Mungkin dia sibuk seperti biasanya.’

“Maaf tuan, kami sudah mau tutup” waitress itu menginterupsi lamunanku. Ku edarkan pandanganku, dan… Memang tinggal aku sendirian disini. Dengan senyum getir di wajahku, aku pun keluar dari restoran ini. Aku tetap tersenyum, karena aku yakin, dia tidak melupakan janjinya, dia hanya sibuk dengan urusan dan tanggung jawabnya. Dia tak mungkin mengesampingkan prestasinya hanya untuk sebuah acara makan malam bodoh.

Ku ketikan sesuatu di handphoneku…

To: Siwonnie

Mssg: ‘Aku tau kau tak melupakannya, aku mengerti. Saranghae~’

Send.

Sungmin pov end.

.

.

Siwon pov.

Kulajukan mobilku menuju incheon airport ‘Aku harus cepat menjemputnya agar bissa bertemu sungmin.’ Gumamku.

‘Aish, aku lupa mengabari sungmin kalau aku harus ke incheon.’ Kukeluarkan handphone dari saku celana tapi… Ah shit! Batre ku habis!

Sampainya dibandara, ku langkahkan kaki menuju terminal international untuk menunggunya. Ternyata penerbangan Tokyo – Incheon di delay.

‘Hari ini aku sial sekali, Sungmin-ah jangan menungguku.’ Batinku.

2 jam telah berlalu, aku terus memandang ke pintu kedatangan. Setelah lama menanti akhirnya sosok yeoja cantik berjalan menghampiriku.

“Oppa, bogoshippoyo~” ucap yeoja itu dan langsung memelukku “Maaf menungguku lama” lanjutnya.

“Ne, gwenchana aku juga merindukanmu” kubalas pelukannya. “Kajja, aku antar kau ke hotel.” ajakku sambil menarik tangan yoeja itu dengan terburu-buru.

“Hotel? Kenapa tidak apartemenmu saja oppa?”

“Aku tidak mungkin membawa seorang yeoja ke dalam apartemenku, apa kata tetanggaku nanti?”

“Tapi oppaaa, kau dan aku kan…”

“Haissh, kajja aku sudah sangat terlambat.”

Siwon pov end.

.

.

Sungmin pov

Ku telusuri jalan yang ramai akan pasangan yang sedang berkencan. Walaupun jalanan ini ramai oleh orang-orang dengan pasangannya masing-masing, aku hanya tersenyum miris melihat mereka, aku merasa sangat sepi di sini. Hhh~ seharusnya saat ini aku tengah bermesraan dengan siwon tapi ia melupakanku.

‘Ah tidak, dia tidak melupakan ku, dia hanya sibuk.’ Ku buang jauh2 pikiran burukku tentangnya.

Kuhentikan langkahku ketika melihat sesuatu yang tidak asing dimataku, sebuah mobil. Mobil audy berwarna hitam berhenti tepat di depan hotel ternama di Gwangju. Ku pertajamkan penghilatanku saat sang pemilik mobil itu turun.

“Siwon…”

Mataku membulat ketika melihat ia turun dengan seorang yeoja.

‘Jadi… inikah alasan ia mengingkari janjinya?’

Kulihat yoeja itu bergelayut manja di lengan siwon. Ah, tangan itu, tangan yg biasanya merangkulku dan mengenggam tanganku mesra, kini sedang di peluk oleh yoeja lain. Tak terasa butiran kristal telah jatuh mengalir di pipiku. Segera ku hapus air mataku dengan kasar.

‘Bodoh! Untuk apa aku menangis? Bisa saja kan dia hanya teman satu kelompoknya? Ia pasti sedang mengerjakan tugas dari kampusnya, aku yakin. Aku yakin itu’ batinku sambil tersenyum.

Ku langkahkan kakiku pergi dari tempat yg mungkin seharusnya tak ku pijaki itu. Dengan senyum pahit, aku semakin menjauhi tempat itu.

‘Aku percaya…aku percaya padamu Siwon.’

Sungmin pov end

.

.

Mobil audy berwarna hitam berlaju sangat kencang ditengah dinginnya malam kota Gwangju.

‘Semoga aku masih sempat menemuinya.’

Sesampainya direstoran itu siwon segera turun dari mobilnya, dan mempercepat langkahnya ketika melihat beberapa pegawai sudah berberes-beres dan akan mengunci pintu restoran. Kakinya melemas ketika melihat papan yg bertuliskan ‘CLOSED’ yg di gantung di kaca jendela.

‘Aku telat.’ gumamnya lalu ia berjalan kembali ke mobil dan melajukannya.

Siwon menghentikan mobilnya didepan sebuah rumah kecil berwarna hijau muda. Ia hendak turun tetapi ia mengurungkan niatnya dan lebih memilih memandangi sebuah kamar di lantai 2 yang sudah dalam keadaan gelap.

Ia sangat menyesal. Membatalkan janjinya sepihak pada namjachingu nya yang mungkin sudah menunggunya.

‘Mianhae ming, mianhae.’ Batinnya sebelum pergi meninggalkan tempat itu.

.

.

.

-TO BE CONTINUED-

About fanfictionside

just me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s