FF oneshoot/ KISS KISS KISS / BTS


Tittle: KISS KISS KISS KISS~♥

author: Alvianyhwang

Cast:
+ Cha Yoo Ra (OC)
+ Jung HoSeok (BTS’s JHOPE)
Support cast:
+ Kim TaeHyung (BTS’s V)
+ Jung SooJung (F(X)’s Krystal)
+ Hwang Miyoung (SNSD’s tiffany)

Length: oneshoot

Genre: romance, school, love comedy

PicsArt_1377802827314

nb: story ini sebagian terinspirasi dari komik yg judulnya sendiri aku lupa. Tapi selebihnya hasil dari karyaku sendiri. Cast Jhope or hoseok adalah asli ciptaan tuhan, untuk OC adalah asli ciptaanku sendiri. Dont be plagiarm dan cantumkan credit jika menampilkan ff ini😉

Oiya bayangin juga karakter Jhope disini anak sekolahan yang pake seragam kaya dia di mv graduate song ya. Beserta gaya rambutnya jugaaa😀 karna ini ff Bangtan pertamaku jadi mian kalo ada yang less OOC😀

*

My face turns red, even my hands
tremble, your words, Kiss kiss darling
My heart beats fast, I take a deep
breath, I go to your side, yes, I do
Although I also love you, I know that
you are a kid trying to ride my heart
A girl’s heart is like this, Oh wait for
me

Please don’t do this Oh oh oh I still
don’t know your love, I don’t know
Boy
Please bear with me today, if you
really care for me, please understand
My lips First kiss Oh please, It’s still
hard for me, My lips First kiss Oh
please, I still don’t know about love
(my lips by. Juniel)

Banyak yang bilang berciuman itu adalah fase yang paling manis dalam menjalin hubungan.

Jika cinta berjuta rasanya, maka berciuman adalah salah satu dari jutaan rasa manis itu.

Bahkan berciuman juga bisa menjadi tanda kasih sayang yang paling ampuh.

Berciuman?

AUTHOR POV

Cha YooRa. Gadis manis itu tampak melangkah lesu menuju kelasnya, ransel-nya tak ia rangkul dengan benar. Tatapannya menatap kosong ke arah lantai koridor menuju kelasnya.

“YooRa. Leher mu sedang sakit?”
YooRa mengangkat wajah tertunduknya dan mendapati tatapan kedua sahabatnya. MiYoung dan SooJung. Tatapan mereka tampak bingung. YooRa yang tidak pernah semuram ini.
YooRa memutuskan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dan berjalan pelan menuju bangkunya yang hanya berjarak seberangan dengan bangku Miyoung dan Soojung. Miyoung dan Soojung saling pandang dan mengangkat bahu mereka.
Yoora menatap bangku disampingnya yang masih kosong. Ia menghela nafas berat.
“Hoseok belum datang. Kau tahu sendirikan dia suka telat?”
Ucap Miyoung mencoba membuat Yoora terhibur. Dugaannya saat ini Yoora tampak lesu karena Hoseok belum tiba lebih dulu dari dirinya.
Ya, meskipun itu masih terdengar mustahil. YooRa bukan type yg semanja itu.

Yoora menatap ke arah kedua temannya yang tengah melanjutkan membaca majalah fashion bersama.

“Ya.” dengan langkah cepat Yoora duduk di bangku tepat di depan Miyoung dan Soojung membuat kedua gadis itu terkejut.
“apa….” Yoora menatap kedua temannya itu dengan ragu, dia menggigit bibir mungilnya.
“apa… kalian sudah pernah berciuman?”
Yoora menatap Miyoung dan Soojung dengan tatapan penuh rasa ingin tahunya. Miyoung dan Soojung pun bersikap kebalikan dari yang Yoora harapkan. Mereka terpaku menatap wajah manis Yoora dan tatapan polosnya. Sesuatu yang tidak pernah mereka sangka, dan ya… Mereka tahu suatu saat Yoora pasti akan menanyakan hal seperti itu.

Tapi…
“Huweeeee uri Yoora yg polossss…. Oedisseo?” rengekan Soojung tampak spontan keluar begitu saja, Soojung meraih pipi Yoora dan mencubit-cubit dengan gemas.
Yoora mengerutkan keningnya.
Miyoung berdeham, masih memahami arti pertanyaan Yoora tadi.
“jadi… Yoora, kenapa kau menanyakan hal seperti itu?” Soojung menatap Yoora, juga mencoba mencari arti dari tatapan Yoora.
Muka Yoora tampak memerah.
“se-sebenarnya.. Aku membaca artikel di majalah soal berciuman. Disitu dikatakan kedua insan yang saling mencintai… Jadi. Ah, tapi aku tidak mengerti…” Yoora menyentuh pipinya sendiri. Pipinya terasa panas dan jantungnya terus berdebar kencang.
Entah mengapa, karena kepolosan Yoora. Pipi Soojung dan Miyoung juga ikut bersemu merah.
Miyoung berdehem.
“a-aku… Sudah pernah berciuman kok, Yoora.” ujar Miyoung yang juga tengah mengatur degup jantungnya sendiri. Soojung dan Yoora menatap takjub ke arah Miyoung. Ya, Miyoung memang lebih dewasa dari mereka.
“bagaimana rasanya?”
“apakah itu sebuah keharusan?”
Pertanyaan Soojung dan Yoora meluncur secara bersamaan.
Miyoung tidak bisa menyembunyikan muka merahnya. Dia tidak pernah menyangka akan menceritakan pengalaman berciuman-nya dengan Soojung dan Yoora. Dia jadi teringat Jin, pacarnya yang juga menjadi kakak kelas mereka saat ini. Saat ini mereka berada di kelas 2 SMA.
Miyoung berdehem.
“rasanya…. Jika kalian pernah mendengar istilah rasa ‘manis’ ketika berciuman. Itu omong kosong.” ucap Miyoung menatap Yoora dan Soojung satu persatu.
“jadi… Berciuman itu pahit?” Yoora mengerutkan keningnya. Dia mulai sedikit ragu dengan kalimat di majalah yang ia baca semalam.
“ah aniyooo. Maksudku. Ketika berciuman, rasa manis itu bukan berasal dari rasa di bibir kita. Tapi… Adanya disini.” Miyoung menunjuk ke arah dadanya.
Dengan refleks Yoora dan Soojung menutupi dada mereka sendiri dengan muka takut.
“bu-bukan! Bukan ke arah situ. Tapi tepatnya ke hati. Rasa manis itu timbul dari hati. Seperti rasa berdebar-debar.” ujar Miyoung dengan muka serius.
Wajah Yoora dan Soojung memerah mendengar ucapan Miyoung yang begitu terdengar sensual.

“sedang membicarakan apa?”
BRUK!!!
Yoora terlonjak ke depan meja ketika mendengar suara yang sangat ia kenal menyeruak begitu saja di antara mereka.
Yoora menatap gugup ke arah belakangnya dan tampak Hoseok yang juga menatapnya dengan bingung.
“pasti pembicaraan antar-cewek yang sakral.” seperti tahu, Taehyung, teman Hoseok yang berada di belakang namja itu menatap ke arah Yoora, Miyoung dan Soojung dengan ekspresi nakal khasnya.
“Apa yang kau katakan??? Mau mati huh??!!” Soojung memasang tampang judesnya dan aba-aba memukulnya ke arah Taehyung.
Hoseok menatap ke arah Yoora yang masih enggan menatap ke arahnya.
Yoora membetulkan posisi tersungkur-dimeja-nya seraya berdehem.
“aa~ sepertinya aku harus mengecek tugas bahasa.” dengan cepat juga Yoora beranjak sendiri dari duduknya di depan bangku Miyoung dan Soojung.
tak sengaja juga ia menubruk tubuh Hoseok sampai namja itu harus meraih bahu Yoora agar tidak terjatuh.
“waeyo? apa ada yang salah?” Hoseok menatap kedua bola mata Yoora dengan tatapan matanya yang lembut, salah satu hal yang Yoora suka dari Hoseok.
saat menatap kedua bola mata Hoseok rasanya ia seperti kembali teringat pertama kali menjalin kasih dengan namja yang selalu membuatnya tersenyum ini.
begitu manis dan mendebarkan. tapi memang mereka sama sekali belum melakukan skinship selain berpegangan tangan. berpelukan saja belum apalagi berciuman, padahal hubungan mereka sudah berjalan 3 minggu.
“Ya. Yoora.ya~” Hoseok mengibaskan tangannya di depan wajah melamun Yoora membuatnya tersadar dan terkejut melihat wajah Hoseok yang sangat dekat dengan wajahnya sekarang.
“a-a-aniyaaa. aku hanya sedikit lelah karena bergadang semalaman.” sanggah Yoora dan dengan cepat kembali duduk di tempatnya, bersama Hoseok.
Miyoung dan Soojung tak bisa menyembunyikan ekspresi tersenyum mereka melihat tingkah Yoora yang begitu manis.
Hoseok mengikuti langkah Yoora dan duduk di samping yeoja yg kini gugup itu. semua karna pembicaraan Yoora dan kedua temannya itu. tapi dia begitu penasaran.
bagaimana rasanya berciuman? lalu apa yang harus ia lakukan ketika Hoseok mengajaknya berciuman?
perlahan Yoora melirik ke arah Hoseok. namja itu tampak sibuk menyiapkan buku pelajaran pertama.
dari samping Hoseok tampak tampan. ah tidak, Hoseok memang tampan. rambut berponinya tampak lucu dan pas di wajahnya.
Yoora memangku tangannya dan menikmati kegiatan memandang wajah Hoseok dengan senyuman terus merekah di wajahnya.

Jung Hoseok. pacar pertamanya saat ia menginjakan kakinya di bangku SMA.
namja tampan yang pintar menari, melakukan rap dan beatbox.
namja yang selalu tersenyum dan tertawa dengan lepas.
wajah Hoseok memang akan terlihat imut ketika tertawa atau melakukan aegyo-nya yang ‘mematikan’ tapi ia bisa terlihat sangat tampan ketika berwajah datar atau tanpa tersenyum.
Rasanya sedikit tidak percaya bisa menjadi orang yang spesial untuk namja yang cukup terkenal di sekolahnya itu.

Puk

Mata Yoora mengerjap menyadari ujung tumpul bolpoin yang mencolek pipinya.
“kau bengong?” Hoseok menatap wajah Yoora dengan bingung.
Ternyata itu bolpoin Hoseok. Yoora sengaja memanyunkan mulutnya dengan aegyo dan mengelus-elus pipinya.

Yoora menggeleng-gelengkan kepalanya.
Pikiran apa yang menyerangnya saat ini? Ia seperti byuntae yang mengharapkan ciuman pacarnya sendiri.
Toh, berciuman juga bukan pertanda cinta yang harus di lakukan.
Lagipula-

CCUK!!

Yoora diam. Terpaku menatap buku pelajaran sains-nya. Tak menghiraukan guru sains-nya yang sudah datang ke kelas dan mencatat sesuatu di white board kelas.
Yoora menoleh ke arah Hoseok dengan gugup dan muka memerah.
Hoseok. Namja itu baru saja mengecup pipi Yoora dengan cepat.
Hoseok tersenyum. Bahkan senyumannya saat ini tidak tampak imut, tapi seksi.
Jantung Yoora rasanya ingin berhenti berdetak dan untuk menelan ludahnya saja terasa berat.
“itu hukuman karna kau terlihat aneh pagi ini.”
Bisik Hoseok, nakal.

*

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring. Seluruh murid yang sudah tampak lelah akhirnya bisa bersorak bahagia dan merapihkan buku-buku mereka ke dalam tas.
Terkecuali Yoora.
Dia masih belum bisa melupakan sikap Hoseok padanya tadi.
Saat jam istirahat pun Yoora seperti menjauhi Hoseok dan menghindari tatapan namja itu.

Dengan cepat Yoora merapihkan buku-bukunya. Hal ini disadari oleh Hoseok.
Yoora beranjak dengan cepat seperti sudah siap berlari dari kelas meninggalkan Hoseok yang biasanya selalu mengajak pulang bareng sampai halte bus.
Dengan cepat juga Hoseok menarik tangan Yoora untuk menahan laju lari yeoja manis itu.

Soojung, Miyoung dan Taehyun menatap bingung kedua sejoli itu. Mereka saling bertukar pandang untuk mencari tahu perihal suasana canggung mereka. Namun hasil kegiatan bertukar pandang itu tampak NIHIL.

“kau ini kenapa? Dari tadi aku bertanya, Yoora.ya.” Hoseok mempererat genggaman tangannya pada Yoora.
“aku hanya ada sedikit urusan dan harus pulang dengan cepat.” jawab Yoora tanpa menatap ke arah Hoseok. Ia tak mau Hoseok melihat wajah memerahnya. Bahkan suaranya terdengar bergetar sekarang.

“kalau begitu kita bisa bareng, kan?”

“a-ada seseorang yang sudah menjemputku.”

“siapa??”

“lepaskan aku Hoseok. Aku buru-buru!!”

Hoseok terhenyak mendengar suara Yoora yang terdengar seperti bentakan untuknya.
Hoseok melepaskan genggamannya perlahan. Ia menatap Yoora dengan kesal.
“terserahlah.” ucap namja itu dan meraih tasnya. Namja itu pun berlalu keluar kelas meninggalkan Yoora.
Yoora menoleh ke arah Hoseok tapi namja itu sudah berlalu begitu saja, suara pun tidak keluar dari kerongkongannya.
“ah matta! Harusnya si Hoseok itu bareng denganku!” seru Taehyung yang tampak baru tersadar. Ia menatap ke arah Yoora yang masih terpaku. Taehyung pun berlalu dari kelas untuk mengikuti Hoseok.

Kini tinggal Yoora dan kedua temannya -Miyoung dan Soojung- yang berada di kelas.
Yoora terduduk di lantai dengan refleks. Kakinya begitu lemas.
“Yoora.ya~ gwaenchana??” tegur Miyoung dan Soojung mendekati Yoora, membantu yeoja itu untuk berdiri.
Tapi Yoora seperti enggan untuk bergerak. Matanya sudah memerah menahan tangis.
Miyoung dan Soojung menatap Yoora khawatir.
“ada apa sebenarnya? Apa kalian bertengkar?” tanya Miyoung bingung di sambut anggukan Soojung.
“ini salahku. Harusnya aku memaklumi.”
Ucap Yoora tanpa semangat, tubuhnya terasa bergetar. Nada suara dingin Hoseok tadi begitu menusuk hatinya.

*

“Ya! Hoseok!!”
Taehyung mencoba menjajari langkah Hoseok. Namun namja itu seperti enggan memperpelan langkahnya dengan muka kesal.
Taehyung menghentikan langkahnya dengan helaan nafas kesal.
“YA JUNG HOSEOK!!! AMARAH MU SEPERTI ANAK KECIL!!!”
Teriak namja berambut blonde itu dengan emosi yang sudah mencuat di ubun-ubunnya.
Hoseok berhenti berjalan. Dengan cepat ia menoleh ke arah Taehyung.
“kau tidak punya pacar jadi kau tidak mungkin bisa mengerti apa yang sedang kurasakan saat ini!!!” sergah Hoseok tak kalah emosi. Ia berharap Taehyung tak mencari gara-gara dengannya atau ia bisa menghajar sahabatnya itu.
Taehyung menghela nafasnya lagi dengan sedikit tersenggal.
“pasti ada sebab kan??”
Hoseok diam mendengar ucapan Taehyung.

“sebab yang bisa membuat Yoora bersikap canggung seperti itu”

*

“jadi Hoseok menciummu???”
Soojung dan Miyoung berujar bersamaan mendengar kata-kata sakral itu dari mulut Yoora.
Yoora masih sesenggukan dan hanya bisa mengagguk lemah.
“kapan??” tanya Miyoung lagi.
“t-tadi saat jam pelajaran pertama”
“MWO??!!!” Miyoung dan Soojung kini berteriak bersamaan. Untung saja keadaan kelas sudah sepi sekarang.
“woooo. Daebak. Aku tidak menyangka Hoseok bisa seberani itu.” Soojung menggelengkan kepalanya dengan ekspresi terkejut.
“jadi itu alasanmu gugup ketika berhadapan dengan Hoseok?” tanya Miyoung lagi yang bisa sedikit bersikap tenang dari Soojung.
Dengan lemas juga Yoora mengagguk. “saat itu aku sangat terkejut dan tak menyangka. Aku belum siap sepenuhnya. Itu sebabnya aku. Aku. Aku…” Yoora menutup pipinya yang memerah. Isakannya kembali terdengar.
Miyoung tersenyum dan menepuk-nepuk punggung Yoora.
“kau harus bisa lebih terbiasa, Yoora.ya~ tidak ada namja yang tahan dengan godaan itu. Tanda paling manis saat berpacaran ya memang berciuman.” terang Miyoung tersenyum, mencoba menghibur Yoora yang masih tampak gugup.
“tapi Hoseok berani sekali ya. aku pikir berciuman saat jam pelajaran itu sangat manis dan pengalaman yang hebat. seperti pro.” ujar Soojung masih dengan muka terkejutnya.
“sekarang beritahu aku. jenis ciuman apa yang kalian lakukan tadi? babykiss atau frenchkiss?” Soojung menatap Yoora lagi dengan tatapan penasaran.
“eh?” Yoora menatap Soojung terkejut.
“mwoya? kau bahkan tak tahu apa itu babykiss dan frenchkiss??” gerutu Soojung.
“lihat tanganku.” Soojung memainkan kedua tangannya hingga menjadi seperti bentuk bibir yang yang berciuman.
“saat melakukan babykiss, kalian hanya saling menempelkan bibir tanpa melakukan apapun. tapi saat melakukan frenchkiss, bibir kalian akan saling berpagut dan melakukan gerakan lidah yang lihai.” terang Soojung. Miyoung menatap berdecak Soojung dan ilmu pervert-nya, yang ia sendiri yakin info itu Soojung dapatkan dari kakaknya yang sudah pernah berciuman.
“jadi… jenis ciuman apa yang kalian lakukan? babykiss?” tanya Soojung lagi bersemangat. ia sangat senang dengan kemajuan percintaan Yoora dan Hoseok. mungkin diibaratkan dengan cerita di movie, kisah cinta Yoora dan Hoseok bisa lebih romantis daripada Bella dan Edward. itu menurut Soojung.
Yoora mengedipkan banyak matanya mendengar penjelasan Soojung.
“A-apa harus saling menggunakan bibir?” tanya Yoora balik.
“ne?” kejut Soojung. ia menoleh ke arah Miyoung yang juga menampakan wajah bingungnya.
“Hoseok menciumku disini…”
Yoora menunjuk pipi sebelah kanannya dengan muka polos.
Miyoung dan Soojung mengangakan mulutnya.

*

“WAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!” Tawa Taehyung menggelegar dengan hebat di antara perjalanan pulang mereka menaiki bus. Hingga beberapa orang yang berada di dalam bus menoleh ke arah mereka. Sebagian menatap kesal karena terganggu dengan tawa Taehyung.
“pelankan tertawa mu. Itu berisik.” ucap Hoseok menoleh ke arah jendela. Mengalihkan rasa malunya karena tawa Taehyung.
“jankaman. Jankaman. Aku tidak bisa berhenti tertawa. Itu lucu sekali.”
Taehyung mengelap airmata yang entah mengapa keluar karena saking terbahaknya ia tertawa, mencoba menghentikan tawanya juga.
Pasalnya sebab Yoora bersikap canggung seperti tadi dan ambekan Hoseok. Itu seperti lawakan untuknya.
“apanya yang lucu?” sanggah Hoseok tetap memasang wajah kesalnya.
“siapapun pasti akan berpikir itu lucu!! Aigooo~ apa kalian pasangan murid SD? Bahkan seharusnya kau bisa lebih berani menciumnya di tempat yang lain.”

“mwo??” Hoseok menoleh ke arah Taehyung dengan ekspresi kesal dan terkejut.
Taehyung tersenyum, tingkahnya sudah seperti orang yang pro soal cinta.
“mungkin saja Yoora bersikap seperti itu karena dia kesal kau hanya mengecupnya di pipi.”

“MWO???”

“aku serius. Pikiran pervert perempuan itu lebih liar daripada laki-laki. Mereka cenderung tak ingat sikon. Perempuan Korea mana yang tidak mau di manja bibir namja chingu-nya.”

Dengan cepat Taehyung menerima toyolan kalap dari Hoseok.

*

“dengarkan aku, Yoora.”
Miyoung berdehem. Melirik ke arah Soojung yang mencoba menjaga sikapnya. Mencoba untuk tidak tertawa, meski sikap polos Yoora itu terlihat sangat lucu.
Yoora melihat lamat ke arah Miyoung.
“jika Hoseok mengecupmu di pipi, itu adalah hal yang wajar. Bahkan aku bisa melakukan padamu sekarang.”
Mata Yoora terbuka lebar. Ia segera menutupi pipinya dengan terburu-buru.
“te-tenang saja. Aku tidak akan melakukan hal itu.” ujar Miyoung ikut gugup. Ia memang sangat mengerti sikap polos Yoora.
“hanya saja. Jika Hoseok menciummu di pipi, itu tidak bisa di bilang ciuman pertama.”
Yoora terdiam menatap Miyoung.
“ciuman pertama itu bisa kau akui. Jika kalian saling berciuman dengan bibir.” Miyoung menatap Yoora.
Yeoja itu terdiam dan tertunduk.
“jadi… Apa aku salah?” suara Yoora terdengar lemas.
Soojung dan Miyoung saling menatap satu sama lain. Cukup kasihan dengan sifat polos Yoora. Andai saja Yoora punya sedikit otak pervert seperti Soojung. Mungkin dia tidak akan bersikap seperti tadi pada Hoseok.
Tiba-tiba Soojung menjetikan jarinya.

“kau masih bisa memperbaiki keadaanmu dengan Hoseok.”

*

“kau mau pergi karaoke sekarang?”
Hoseok menoleh ke arah Taehyung yang tengah asyik memainkan ponselnya.
“mwoya?” Taehyung menoleh ke arah Hoseok juga dengan muka malas.
“tidak bisa. Malam ini aku akan melakukan pekerjaan part time pertamaku.” tolak Taehyung kembali sibuk memainkan ponselnya, berbalas pesan dengan seseorang.
Hoseok berdecak kesal.

“pergi dengan pacarmu.”

“kau sendiri tahu aku dan Yoora sedang bertengkar.”

“cari yeoja lain.”

Dengan cepat Hoseok memukul kepala Taehyung dengan kalap. Taehyung berdiri dari duduknya dengan muka panik menerima hajaran sahabatnya satu itu.

“aku akan turun di halte itu. Sebaiknya kau ingat saranku tadi. Yeoja suka sesuatu yang lebih ‘liar’.”
Ucap Hoseok dan dengan cepat turun dari Bus yang kini berhenti di halte.
Taehyung melambaikan tangannya ke arah Hoseok yang juga menatapnya dengan muka kesal. Taehyung sendiri tak berhenti memasang cengiran sok-nya. Hingga bus yang di tumpangi Hoseok melaju meninggalkannya.

Taehyung berjalan ke sebuah cafe tempat ia melakukan part time-nya. Saat ia hendak membuka pintu cafe yang ia tuju, sesosok yeoja sudah keluar dari cafe itu juga.
Soojung.
Mereka saling bertatapan, tak memperdulikan hawa dingin malam yang menusuk tulang sumsum mereka.

Soojung berdeham, membuat Taehyung tersadar.
“sedang apa kau disini? Menguntitku?” pertanyaan Taehyung langsung keluar begitu saja dari mulut namja itu tanpa sempat ia cerna.
“Mwo?? Apa aku tak punya kegiatan lain. Aku bekerja disini. Kau sendiri???” maki Soojung terbata.
Taehyung mengangakan mulutnya tak percaya.

“ah matta. Ada yang ingin kukatakan. Dan kau harus menyampaikan hal ini pada Hoseok.”

Taehyung menatap Soojung bingung. “mworago?”

Soojung menatap Taehyung balik dengan muka sok dinginnya.

“bersikaplah seperti lelaki dewasa pada Yoora. Bukankah namja suka melakukan hal frontal, jika memang seperti itu lakukan saja. Tidak usah setengah-setengah!”

*

Hoseok berjalan malas kearah rumahnya, langit sudah gelap dan hawa dingin sudah benar-benar terasa.
Langkahnya terhenti ketika mendapati sosok yeoja berseragam sama sepertinya tengah berdiri di samping rumahnya.
Yoora.
Hoseok kembali memasang wajah dinginnya dan berjalan.
Yoora tersadar dengan kedatangan Hoseok, yeoja itu menatap Hoseok dengan gugup.
“a-aku..”
Hoseok melewatinya begitu saja dan membuka pagarnya. Kini namja itupun hendak mengunci pintu pagarnya seolah tak perduli dengan keberadaan Yoora.
Yoora terdiam menatap Hoseok. Dinginnya malam pun seperti tak cukup untuk membekukan airmata Yoora.

“mianhae… Aku memang salah. Kau boleh menghukumku. Men-ttakbam dahiku. Menjewer telingaku. Asal kau memaafkanku. Tingkahku memang seperti anak kecil. Membedakan ciuman saja aku tidak bisa. Mianhae, Hoseok.ah….”
Ucap Yoora terbata dengan isakan cukup keras.
“apa kau tidak dingin? Bahkan rok mu terlihat sangat pendek di cuaca sedingin ini.”
Yoora mengangkat wajahnya. Ia tertegun mendapati sosok Hoseok yang sudah berada di depannya.
“Ya. Apa kau mau kuajari cara membedakan ciuman yang palsu dengan yang sesungguhnya?”
Hoseok menatap tajam mata Yoora. Mendorong pelan tubuh Yoora ke tembok dan mengunci tubuh yeoja itu.
Yoora terhenyak. Ia tak bisa menolak, ah. Ia memang tak mau menolak. Ia mau hubungannya dengan Hoseok bisa sedikit berkembang.
Hoseok meraih pipi Yoora dan mengecupnya dengan lembut dan lama.
Yoora menahan nafasnya, memejamkan matanya. Menikmati kecupan hangat Hoseok di pipinya. Deruan nafas hangat Hoseok begitu memanjakannya.
Hoseok menghentikan kecupannya itu dan menatap wajah Yoora dengan jarak dekat.
“itu tadi adalah ciuman yang palsu.” ucap Hoseok lembut.
Hoseok mengangkat dagu Yoora.
“lalu ciuman yang sesungguhnya?” tanya Yoora. Bahkan nada suara Yoora begitu menggoda di pendengaran Hoseok. Namja itu meraih kepala Yoora dan menautkan bibir mereka dengan lembut. Sangat lembut. Tanpa pergerakan.

Apa ini baby kiss?

Pikir Yoora.

Hek??

Yoora terkejut ketika Hoseok mulai menggerakan bibirnya. Bibir Hoseok mulai memagut bibir Yoora dengan lembut.
Yoora mulai terbiasa. Ia memejamkan matanya dan menggantungkan tangannya di leher Hoseok.

Memang tidak terasa semanis permen.
Tapi ini seperti candu.
Rasa manisnya seperti berasal dari hati kedua insan masing-masing.

Mereka tetap saling memagut di antara sinar dari tiang lampu, hawa dingin malam dan tak memperdulikan tatapan setiap orang yang melewati mereka.

“mau melanjutkan didalam? Rumahku sedang sepi.”
Bisik Hoseok tiba-tiba, membuat mata Yoora terbuka lebar.

END

About fanfictionside

just me

42 thoughts on “FF oneshoot/ KISS KISS KISS / BTS

  1. tau gak thor? Sepanjang baca ff ini ngakak mulu. Soalnya je-i-yop kan aslinya kocak wkwk. Tapi ff kerennya kok. Keep writing ^^

  2. oh no endingnya x_x
    tapi gapapa ayo lanjutin ,gyahaha :v *pervertkumat
    sequel dong author, nice FF nih😉

  3. author.. entahlah aku udah komen apa belum, yang pasti aku lupa kkk~~ dan berhubung hari ini aku lagi ngacak-ngacak(?) library kalian dan aku kayanya baca lagi ni ff entah untuk ke berapa kalinya.. aku suka thor jalan ceritanya.. hoseok oppa bener-bener cute banget.. suks-suka-suka ^^

  4. aku ngerasa jadi soojung xD v kan pacarku hiks:’3 masa soojung aku mikirnya krystal. aku shipper krys-v soalnya hehe. bagus bgt ffnya, keep writing ya thor’3′)/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s