FF SPECIAL/ THESE DAY: special for you/ CNBLUE


Tittle: THESE DAY: special for you
Author: AlvianyHwang
Cast:
+ Choi Hyo Bung
+ Lee Jong Hyun (CNBLUE’s Jonghyun)
+ CNBLUE
Length: oneshoot
Genre: romance, PG-15

image

Nb:
FF ini special untuk sobatku @agnesiaregina yang minggu lalu berulang tahun. Sebenernya aku juga mau minta maaf ama dia baru bisa ngucapin dan beri sesuatu sekarang. Sorry ya min, kemaren gue gak bisa online di twitter dan mungkin kebego-an gue kenapa gue bisa lupa ultah lu? Padahal gue catet di kalender gue dan gue baru sadar >.<
Ini special bday ff buat dia. Tepatnya biar bias kedua dia ini yang ngucapin😛 kkk
HAPPY BDAY MIIIIIIN!!!! :****

**

In the darkness, which could easily
be wiped away (be forgotten)
tomorrow, i saw something
The tears running down on the
cheeks i softly touched
The color (sense) of ticking time
You were there

The wind of that time is a piece of
you i put in my heart
I want, i want to stay alive
In the days i spent with you
I’m walking to one side
In our paths, we both were seeing
different things

Our pieces fit all wrong
It did not fit, we could not find
In the darkness, which could easily
be wiped away (be forgotten)
tomorrow, i saw something
The tears running down on the
cheeks i softly touched
The color of ticking time
You were there
(these day by. CNBLUE)

*

Florida, PANAMA beach
Summer

Mata gadis itu terpejam seiring dengan angin yang bertiup menyibak rambut ikal keritingnya. Wangi asin pantai yang segar menyeruak ke dalam hidungnya. Membuat urat bibir gadis itu tertarik.

Saat ini pantai panama tampak sepi.
Pantai itu memang selalu sepi. Hanya ada beberapa wisatawan yang tengah berjemur di bawah sinar matahari musim panas Panama.
Ini adalah hari pertama gadis itu berada di Panama. Berlibur sendirian, sekedar melupakan semua kenangan buruknya yang tertanam di negeri asalnya.

Choi Hyo Bung.
Gadis manis berambut ikal itu sibuk dengan pikirannya sendiri. Berjalan di pinggir pantai, membiarkan deru ombak pantai mengenai kaki tanpa alasnya.
Sebenarnya itu cukup aneh. Dia pergi ke sebuah pantai tersepi di dunia tanpa di temani seseorang yang mungkin bisa menjadi pelengkap liburannya yang tampak sepi.

Hyobung menatap ujung pantai panama. Luasnya hamparan lautan yang tak bisa ia duga jarak yang harus ia tempuh untuk menuju seberang pulau panama ini.
Tapi dia segera melupakan pikirannya itu dan memilih melanjutkan berjalan di pinggir pantai Panama yang terus tertimpa angin musim panas.

*

From: Seorin
'happy birthday, Hyobungieeee!!! Semoga kau bisa mengejar semua impianmu. Aku sayang padamu!'

From: Sungtae
'Happy Bday hyobung yang 바보😛 jangan lupa traktir kita semua!"

From: Se Ra
'YA!!! Happy bday untuk uri hyobung yang tak pernah berhenti membuat kita tertawa! 사랑해! :* '

Hyobung tersenyum melihat semua pesan yang teman-temannya berikan untuknya.
Sebenarnya ia cukup menyesal menerima tawaran teman-temannya untuk berlibur sendirian di pulau Panama yang sunyi ini. Tapi ini yang teman-temannya rencananya. Ya, mereka sangat tahu keadaan Hyobung saat ini.
Dicampakan. Itu memang tidak enak dan tidak mudah untuk bisa cepat bangkit.
Hyobung membuka galeri ponselnya, mengacuhkan keramaian yang tiba-tiba terjadi di depan cafe tempat dia singgah sekarang.
Dia melihat potret dirinya dan Yonghwa, kekasih yang sudah mencampakannya. Hyobung tersenyum miris melihat wajah keduanya yang begitu bahagia. Kenangan buruk itu kembali muncul.
Bahkan Yonghwa tidak mengucapkan sepatah katapun di hari ulang tahunnya ini. Mengirim pesan, voicemail, itu semua tidak di lakukan lelaki berlesung pipit itu.

'Asu wo nugutte shimai sou na
kurayami no naka mieta mono~'

Ibu jari Hyobung dengan cepat menghapus seluruh foto dirinya dengan Yonghwa. Meski ada rasa sesak dan sakit di hatinya.
Keangkuhan dan setiap perkataan lelaki itu begitu sulit ia bayangkan, yang ada hanya kenangan manis dengan lelaki itu. Yang membuatnya semakin berat untuk melupakan atau membencinya.

'Sotto fureta hoho tsutau namida
Kizamu toki no iro~'

Kepala Hyobung terangkat ketika mendengar suara seorang lelaki.
Suara itu begitu merdu dan membuat perhatiannya tersita. Tapi dia tidak bisa melihat sosok pemilik suara merdu itu karena begitu banyak orang-orang berkerubun di depan cafe. Yang dapat ia simpulkan lelaki itu juga tengah memainkan gitar akustiknya dengan piawai. Atau ada orang lain yang memainkan untuknya?

'Soko ni kimi ga ita~'

Hyobung memasukan ponselnya kedalam tas selempang kecilnya. Berjalan ke depan, melihat sosok lelaki bersuara lembut itu.
Cukup aneh juga mendengar pengamen jalanan menyanyi lagu berbahasa jepang di Florida.

'Ano hibi no kaze wa kimi no kakera
mune ni oita

I want, i want to stay alive
Kimi to sugoshita hibi ni~'

Kini Hyobung sudah berdiri cukup dekat dengan lelaki bersuara lembut itu.
Lelaki itu dengan piawai memainkan gitar akustiknya, dia memejamkan matanya ketika bernyanyi seolah jalanan ini adalah panggungnya.
Lelaki itu tampan, bahkan ia juga memiliki lesung pipit yang sangat manis meskipun dia tidak sedang tersenyum.

'I’m walking to one side
Futari no michi chigau nanika wo
mite ita kara
Our pieces fit all wrong
Kamiawazu ni kizuku koto
dekinakatta

Asu wo nugutte shimai souna
kurayami no naka me wo korashita
Sotto fureta hoho tsutau namida
Kizamu toki no iro

Soko ni kimi ga ita~'

Nafas Hyobung tercekat. Dia memang tidak tahu arti dari lagu itu, tapi nada dan setiap ritme lagu itu begitu menyejukan hatinya. Seperti menenangkannya.
Jemari lelaki itu begitu lincah memainkan senar gitar akustik, merangkai sebuah nada yang indah. Semua yang melihat pertunjukannya juga terdiam dengan kekaguman melihat lelaki itu.
Hingga tiba-tiba mata elang indah lelaki itu terarah pada Hyobung. Membalas tatapan lekat Hyobung.
Hyobung terhenyak melihat tatapan lelaki yang begitu menusuk itu.

'Moshi boku ga ano hi chigau mirai
eranda nara…
Sotto yureru mado utsuru jibun
toikaketa

I’m picking up pieces
Arifurete mo modoreru no nara kimi
wo hanasanai
You broke my confusion
Onaji yume ni se wo mukezu irareru
you ni

Moshi kasukana hikari de sae mo
Sono saki ni aru mirai nara
Hatenai kanashimi norikoete
Shinjitai ima wo
Kimi to mita hibi wo

Wasure kaketeta kawaranu kioku no
kaze
Kieta negai wo nosete
Asu wo nugutte shimai sou na
kurayami no naka me wo korashita
Sotto fureta hoho tsutau namida
Kizamu toki no iro

Shinjitai ima wo

Kimi to mita hibi wo……'

Tepuk tangan riuh terdengar ketika lelaki itu menghentikan permainan gitarnya.

"thats was so great!"

"i love it!"

Beberapa orang asing dan penduduk lokal terus memujinya. Mereka menaruh uang ke kaleng yang tersedia di depan lelaki itu. Lelaki itu tersenyum dan mengucapkan terimakasih dengan bahasa inggris yang lumayan aneh terdengar. Ya mungkin karena dia memiliki lidah orang asia.

Hyobung berjalan ke arah kaleng yang kini berisi tumpukan uang kertas dan logam dolar.
Dia memasukan satu lembar uang ribuan. Sebelumnya dia tidak pernah memberi uangnya untuk pengamen jalanan, karena dia sendiri tidak pernah tertarik untuk melihat aksi pengamen di jejalanan Seoul. Tapi entah mengapa perhatiannya begitu tersita sekarang.

"are you asian?"

Suara berat tiba-tiba terdengar menyapanya. Hyobung menoleh ke atas, ke arah asal suara itu.
Sosok lelaki pengamen itu tersenyum padanya, lesung pipit manisnya semakin membuat wajahnya terlihat tampan. Dengan rambut hitam indahnya yang terpantul sinar matahari musim panas di Panama.
Hyobung berdiri menjajari Lelaki itu. Tapi lelaki itu begitu tinggi, tubuhnya pun terbentuk proposional. Semua terlihat karena lelaki itu kini hanya mengenakan baju asal tanpa lengan, seperti tidak peduli kulit putihnya itu akan terbakar sinar matahari.

"y-yeah. Im asian."
Jawab Hyobung. Bahasa inggrisnya tidak terlalu lancar. Ternyata begitu lelaki ini berbicara aksen inggris lelaki itu sangat bagus. Dugaannya tadi salah.

HYOBUNG POV

"where ur from?" tanyanya seraya meraih kaleng berisi uang-uang hasil mengamennya itu. Menutup kaleng itu dan memasukan ke dalam ransel hitamnya. Dia juga memasukan gitar akustiknya ke dalam tas khusus gitarnya. Dan juga seperangkat mic dan penyangganya yang bisa dilipat, memasukannya kedalam ransel hitamnya juga. Pasti sangat berat.
Jonghyun mengerutkan keningnya, menatapku yang malah terbengong melihat kegiatannya.

"can i know where are you from?"
Jonghyun mendekatkan wajahnya pada ku. Dengan refleks dan penuh kekagetan aku memundurkan langkahku. Mukaku memerah, wajahnya sangat dekat tadi.
Dia tersenyum, lesung pipitnya begitu manis dan pas di wajah tampannya.

"you can call me Jonghyun. My name is Lee Jonghyun. I come from south korea." ucapnya menyodorkan tangannya untuk bersalaman denganku.
Aku terkejut mendengar ucapannya.
Korea? Aku kira tadi dia dari jepang. Aksen jepangnya sangat bagus, bahkan aku pikir nyanyiannya begitu merdu dibanding penyanyi jepang asli. Bukankah aneh jika orang Korea menyanyikan lagu berbahasa jepang di Florida?

Aku membalas salaman tangannya. Menjabat tangan kekarnya pelan.

"namaku Choi Hyobung. Kau bisa memanggilku Hyobung, aku juga berasal dari korea selatan." kenalku dengan bahasa korea. Aku tidak menyangka bisa mengucapkan bahasa ini juga di Florida.
Mata Jonghyun melebar sama seperti ekspresi awalku ketika mendengar semua ucapanku.
"jinja??!!! Saat melihatmu tadi aku kira kau orang jepang." ucapnya lagi dengan muka tak percaya.
Apa? Dia juga mengiraku orang jepang? Kenapa aku dan dia jadi saling mengira hal yang sama?

*

Kini aku dan Jonghyun tengah duduk bersama di tenda makan kecil pinggir pantai.
Jonghyun mengajakku pergi bersama karena dia bilang baru pertama menjumpai orang korea di pantai sesunyi Panama.
Jonghyun begitu menjaga gitarnya, bahkan dia menaruh gitarnya itu dengan hati-hati seolah itu adalah bagian dari tubuhnya yang terpenting.
Jonghyun melepas pandangan ke arah lautan Panama yang membiru luas. Angin musim panas yang usil kembali menyeka mukaku dan mukanya hingga mata kami jadi sedikit memicing.
"apa lagu yang kau bawakan tadi adalah lagu ciptaanmu?" tanyaku memulai obrolan yang sempat terhenti.
Jonghyun menatapku balik. Tatapan matanya yang tajam sedikit membuatku tak bisa menatapnya dengan benar. Mungkin karena gugup.
"lagu tadi? Maksudmu these day?" tanyanya balik. Aku mengangkat bahuku.
"mungkin. Aku kan tidak tahu judulnya." jawabku sambil mengaduk lemon juice kental di hadapanku.
"ya itu lagu yang kuciptakan dua tahun lalu ketika aku berada di jepang. Aku sangat suka lagu itu. Mungkin itu lagu yang paling aku banggakan di semua lagu yang kuciptakan."
Jawabnya tersenyum simpul. Aku terdiam, sebenarnya dalam urusan tersenyum. Jonghyun sangat irit dalam tersenyum, dia memang talkactive, tapi ketika tersenyum dia tidak seperti benar-benar tersenyum.
"apa kau pernah ke jepang?" tanyaku lagi. Itu pertanyaan yang cukup aneh bagiku karena aku tidak tahu apa lagi yang harus aku tanyakan.
"lebih tepatnya aku suka berkeliling dunia." jawabnya. Aku mengerutkan keningku dan segera di balas dengan tawa Jonghyun yang masih tampak menjaga kekalemannya. Ah apa memang tawanya seperti itu?
"sebenarnya aku hanya pernah singgah ke 4 tempat. Aku mulai di Bali, lalu Honolulu, Kyoto dan terakhir Panama. Itu semua karena pekerjaan ayahku yang mengharuskan berpindah-pindah negara." jelasnya dan kembali memandang laut lepas Panama.
"di antara semua tempat yang aku singgahi, aku paling suka Panama. Disini sangat tenang. Tak ada kebisingan." Jonghyun tersenyum menatap lautan Panama yang seperti ikut tersenyum lembut membalas ucapannya.
"lalu kenapa kau bisa ada di sini? Aku pikir orang yang ingin berlibur pasti lebih memilih hawaii atau jeju. Ini tempat yang terlalu sunyi untuk berlibur." jelasnya seperti mengingatkanku kalau aku mungkin salah tempat.
Aku tersenyum mendengar ucapannya.
"aku pikir ini tempat yang pas untukku saat ini."
Jonghyun menatapku terdiam. Matanya seperti mencari tahu maksud dari ucapanku.
"aku hanya ingin menyendiri sekarang. Menghilangkan semua bebanku di Korea. Ya ini semacam hadiah terindah." ujarnya seraya menguletkan badanku dan tersenyum.
"apa kau berulang tahun sekarang?"
Pertanyaan Jonghyun membuat kegiatan memainkan sedotan juice-ku terhenti. Aku menatapnya bingung.
"bagaimana kau bisa tahu?" tanyaku dengan nafas tertahan. Jonghyun tersenyum. Entah mengapa senyumnya sekarang lebih terlihat tulus. Bagaimana ia bisa tahu?
Tiba-tiba Jonghyun menarik tanganku untuk beranjak dari duduk.
"ikut aku. Aku mungkin baru mengenalmu sekarang. Tapi aku akan memberikan hadiah terindahmu di Panama." ucapnya dengan senyum lebar. Aku terhenyak dan membiarkannya menarik tanganku untuk mengikutinya.
Jonghyun mengajakku ke arah tempat penitipan barang di pantai. Aku sedikit bertanya apa maksudnya.
"aku titip satu tas gitar, ransel."
Jonghyun melirik ke arah tas selempang kecilku dan tiba-tiba menariknya hingga terlepas dari tubuhku.
"dan satu tas selempang kecil." ucapnya kepada penjaga penitipan barang pantai berkulit hitam. Penjaga itu meraih seluruh barang-barang titipan itu dan menyerahkan satu kalung berbandul nomor yang bisa menjadi tanda tempat barangnya disimpan.
Jonghyun pun menarik ku ke arah pantai. Deru ombak biru seperti menyapaku.
Dengan segera Jonghyun melepas sepatu sneakernya serta kaus kaki.
Aku tersenyum melihat tingkahnya yang kini seperti anak kecil.
Jonghyun menarikku untuk merasakan air pantai.
"kau lihat caraku!" ujar Jonghyun dan berlari sedikit ke tengah pantai. Ombak yang lumayan besar mengarah kepadanya. Jonghyun meloncat, menghindari tubuhnya agar tidak tertimbun ombak pantai. Jonghyun tertawa geli sekali. Sepertinya menyenangkan.
"kau bisa melakukannya Hyobung. Ini benar-benar seru." ucapnya seperti meyakinkanku. Dia menuntun tanganku. Aku sendiri jika sendiri saja tidak akan tahu cara menyenangkan diri di pantai selain memandangnya saja.
Aku melakukan hal yang seperti Jonghyun lakukan. Ketika berhasil aku dan Jonghyun tertawa sangat lepas, apalagi jika aku mendapati Jonghyun yang tak sengaja menginjak kerang kecil dan mengaduh dengan mukanya yang lucu.
Tak pernah aku tertawa selepas ini.
Bahkan aku sudah lupa kapan terakhir kali aku tertawa selepas ini.
Jonghyun juga mengajakku untuk mencari kerang dan berlomba mencari kerang yang paling cantik. Dia memberitahuku jika kerang bisa menciptakan nada yang indah. Dia mendekatkan lubang cangkang kerang ke kupingku, saat itu dia juga ikut bernyanyi.
Suara nyanyian merdunya seperti seirama dengan suara gaung kerang. Aku memejamkan mataku dan tersenyum.
Jonghyun juga menuliskan kalimat HAPPY BIRTHDAY sangat besar di pasir pantai yang putih dengan ranting pohon.
"kau bisa melihat ini??" ucapnya dengan bahasa inggris dengan seorang anak bule yang juga melihat ke arah tulisan yang di ciptakan Jonghyun. Anak itu mengagguk.
"sekarang kau ucapkan selamat ulang tahun kepadanya!" ucapnya lagi seraya menunjuk ke arahku. Rasanya aku ingin tertawa sendiri.
Anak bule itu menatapku.
"Happy birthday!" ucapnya kemudian dengan cengiran lebar di wajah kecilnya. Aku tersenyum.
"thank you." jawabku tak bisa berhenti tersenyum. Jonghyun ikut tersenyum ke arahku.

"apa yang kau tulis?"
Jonghyun mencoba mengintip ke arah tulisanku di sebuah kertas. Dia sendiri juga tengah menulis sesuatu di sebuah kertas. Aku menutupi kertasku dan dengan cepat menggulung.
"rahasia. Jika kuberi tahu itu pasti tidak akan bisa menjadi kenyataan." ujarku memeletkan lidahku. Jonghyun memasang muka cemberutnya yang tampak lucu.
Kali ini Jonghyun mengajakku untuk menuliskan semua harapanku di sebuah kertas dan memasukannya kedalam botol. Botol itu akan di tenggelamkannya di lautan lepas Panama. Katanya angin dan ombak pantai akan membawa impian kita menuju tempat terbaik.
Jonghyun juga sudah selesai menulis harapannya di kertas. Dia ikut menggulungnya dan memasukannya kedalam botol sama sepertiku.
"aku hitung sampai 3. Setelah itu kita lempar botol ini sejauh mungkin. Oke?" ucapnya. Aku mengagguk semangat dan tersenyum.
"1…. 2…. 3….!"
Aku dan Jonghyun melempar botol itu sejauh mungkin. Dalam hati aku terus berdoa dan berharap semua harapanku yang tertulis di kertas itu bisa menjadi nyata.

'semoga aku bisa tetap bersama Jonghyun. Tuhan, tolong mainkanlah cerita takdirmu hingga aku bisa bersama Jonghyun lagi. Aku mulai mencintainya. Terimakasih tuhan.'

"terimakasih, jonghyun. kau tahu? ini hadiah yang paling terindah." aku menatapnya dan tersenyum.
jonghyun juga menatapku dan tersenyum.

alunan these day kembali terdengar.
aku suka suaranya.
ekspresinya saat bernyanyi.
jemarinya saat memainkan gitar.

Jonghyun, aku menyukaimu.

**

2days later

"apa kau benar tidak melihat lelaki asia yang selalu membawa gitar? dia suka mengamen disini kok."
tanyaku pada pelukis jalanan tua dengan pelafalan bahasa inggris yang buruk.
"aku benar-benar tidak tahu nona. aku tahu siapa yang kau maksud, tapi memang sudah lama aku tidak melihat dia." jawabnya dengan ekspresi yakin.
aku diam. hingga akhirnya aku menyerah dan mengucapkan terimakasih kepada lelaki tua itu.
aku berjalan tanpa tujuan dengan tatapan kosong ke arah pantai lepas panama.
2 hari berlalu, 2 hari itu juga Jonghyun seperti tertelan bumi. sosoknya tak terlihat lagi.
aku tidak tahu dimana rumahnya. yang aku tahu hanya tempat yang pernah aku datangi dengannya saat itu.
aku menatap laut lepas dengan deru ombak yang pelan. mereka seakan ikut bersedih denganku.
besok adalah hari keberangkatanku menuju Korea. di hari terakhir inipun aku masih belum bertemu Jonghyun.
aku rindu tatapannya. sosoknya. senyumnya. suaranya.

tak terasa airmataku tertetes dengan sendirinya. kuremas dadaku yang terasa sesak dan sakit.
aku seperti mencintai seseorang yang hanya ada di imajinasiku saja. tapi meski aku terus berpikir bahwa semua yang ku alami 2 hari yang lalu hanya mimpi. tetap saja itu semua terasa nyata. sangat nyata.
aku tak bisa menghentikan isakan ku yang membesar.
tangisku meledak. aku sudah tak memperdulikan deru ombak yang seakan mengejekku.

AUTHOR POV

Jonghyun berlari ke arah pinggir pantai panama dengan tergesa-gesa. dia tidak membawa gitarnya seperti biasa. yang ia tuju hanya satu sosok yang seperti menunggunya dan memanggilnya untuk kembali.

ia menginjakan kakinya tepat di pinggir pantai.
nafasnya tersenggal-senggal.
dia tidak mendapati sosok Hyobung di sana.
Jonghyun menatap ke seluruh pantai dengan muka gelisah dan mata memerah menahan airmata.
dadanya seperti sesak.

ia menatap ke arah pasir pantai dan menyadari terdapat tulisan yang terangkai di pasir putih itu.

'AKU MENCINTAIMU, JONGHYUN."

Jonghyun terdiam melihat tulisan itu. dia berjongkok dan menyentuh rangkaian bacaan di pasir itu. seperti baru kemarin di buat.
Jonghyun menatap ke arah langit yang membiru.
membiarkan airmatanya terlepas begitu saja.

ini kebodohannya.

**

1 years later

"HAPPY BIRTHDAY, HYOBUNGIE!!!"
Seorin memeluk Hyobung dari belakang seraya mencubit pipi gadis itu gemas.
Hyobung yang daritadi sibuk mengerjakan tumpukan file kerjanya hanya bisa terkejut. dia bersyukur gelas kopi yang berada di sampingnya tidak tumpah mengenai kertas-kertas kerjanya.

ya. sudah berjalan satu tahun hingga tiba juga ulang tahun ke 23-nya. hyobung menjitak kepala Seorin dan tertawa.
dia bersyukur teman-temannya masih tetap ada di ulang tahunnya kali ini.

Hyobung melirik ponselnya. pesan ulang tahun dari teman-temannya. bahkan ada pesan dari Yonghwa juga.
sikap Yonghwa yang seperti ingin memulai dari awal lagi dengannya begitu konyol. hyobung memasang smirk-nya dan menghapus pesan dari Yonghwa.

Hyobung menatap ke arah langit.
tiba-tiba dia teringat dengan Jonghyun. lelaki yang pernah mengisi seluruh relung hatinya itu. bahkan sampai sekarang perasaan masih ada.
meski dia sedikit ragu apakah semua yang terjadi di Panama setahun yang lalu hanyalah sebuah mimpi?
Sosok Jonghyun itu adalah khayalannya saja?

'Asu wo nugutte shimai sou na
kurayami no naka mieta mono

Sotto fureta hoho tsutau namida
Kizamu toki no iro~'

jantung Hyobung terasa berhenti ketika mendengar suara yang terdengar di belakangnya. diikuti oleh beberapa orang di jejalanan Seoul yang berhenti untuk melihat sosok yang bernyanyi itu.
Hyobung menoleh ke arah suara itu dengan tenggorokan tercekat.
Suara itu.

Kini Hyobung bisa melihat sosok lelaki yang rambutnya sudah berubah dari setahun yang lalu. Rambutnya yang hitam sedikit bewarna coklat. Hal itu tak bisa menyembunyikan ketampanannya. Lelaki itu. Lee Jonghyun.
Jonghyun bernyanyi seraya tersenyum dan menatapnya lekat.

'Soko ni kimi ga ita

Ano hibi no kaze wa kimi no kakera
mune ni oita

I want, i want to stay alive
Kimi to sugoshita hibi ni

I’m walking to one side
Futari no michi chigau nanika wo
mite ita kara
Our pieces fit all wrong
Kamiawazu ni kizuku koto
dekinakatta

Asu wo nugutte shimai souna
kurayami no naka me wo korashita
Sotto fureta hoho tsutau namida
Kizamu toki no iro

Soko ni kimi ga ita

Moshi boku ga ano hi chigau mirai
eranda nara…
Sotto yureru mado utsuru jibun
toikaketa

I’m picking up pieces
Arifurete mo modoreru no nara kimi
wo hanasanai
You broke my confusion
Onaji yume ni se wo mukezu irareru
you ni

Moshi kasukana hikari de sae mo
Sono saki ni aru mirai nara
Hatenai kanashimi norikoete
Shinjitai ima wo
Kimi to mita hibi wo

Wasure kaketeta kawaranu kioku no
kaze
Kieta negai wo nosete
Asu wo nugutte shimai sou na
kurayami no naka me wo korashita
Sotto fureta hoho tsutau namida
Kizamu toki no iro

Shinjitai ima wo

Kimi to mita hibi wo..'

Alunan gitar dan suara Jonghyun berhenti.
Semua bertepuk tangan. Beberapa ada yang memujinya.

Jonghyun berjalan mendekat ke arah Hyobung dengan senyum yang sangat Hyobung rindukan.

"sudah lama tidak bertemu.
Happy birthday, Hyobungie. Aku mencintaimu." ucapnya lembut.

Hyobung tak bisa menahan airmatanya lagi. Rasa bahagianya begitu ingin tersembur dengan airmata.
Dengan cepat Hyobung menarik Jonghyun kedalam pelukannya. Menangis sekejar yang ia bisa.

Bukan mimpi. Bukan khayalannya.
Sosok Jonghyun benar-benar ada. Debarannya setahun yang lalu hingga sekarang benar-benar nyata.

Jonghyun membalas pelukan Hyobung. Menggeser gitarnya sedikit kesamping agar Hyobung bisa leluasa memeluknya.

"aku mencintaimu."

Ucap mereka. Bersamaan.

THE END

gimana min? 8D gue sengaja milih si gitar karena lebih ada idenya wakwak
Buat para readers juga semoga cerita ini berkesan juga ya untuk kalian😉
Sekali lagi, HAPPY BIRTHDAY dan maaf telat min u.u kkkk

About fanfictionside

just me

6 thoughts on “FF SPECIAL/ THESE DAY: special for you/ CNBLUE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s