FF SPECIAL BOYS/EXO/part 17


Miaaaan ya baru posting u.u /bow/ abisnya thor lagi gak punya ide buat lanjutin u.u
Alhasil berbekal lagunya bang singgyu yg 60sec jadi bisa lanjutin deh .-.
Mian jugaya kalo misalnya pendek, thor sendiri juga pengen namatin nih ff xD kkkkk #plokk
Okey enjoy this ff! Buat NC nya next part udah ada! Hayooo siapa ya kirakira xD waks
Cekedot! Tittle: special boys part. 17
Author: AlvianyHwang
CAST:
+ Nam Seo Rin
+ Kim Jong In (KAI)
+ Kim Xiu Min
+ Choi Min Ah
+ Park Chan Yeol
+ Baek Jae Ah
+ Bang Hyo Bung
+ Oh Se Hun
+ Cho Hye Rin
+ Kris Wu
+ park Joo Yi
+ Park Ri Young
+ Park Hyun Ra
+ Park Sung Tae
+ ALL EXO MEMBERS
GENRE: supranatural, life, romance, NC
 
**

I can’t forget the time we spent together,
the long three and a half years.It’s been really hard.
I waited for a long time.
I’ll let myself go from the painful times, my love

I’ve been waiting for this moment
Waiting so long that I could die
It was hard because the memories were still there
The time wasn’t as long as the tears. I cried.
(3years 6months by secret)

*
AUTHOR POV

“Hari ini seorin kembali bisa mengikuti kegiatan belajar. Ibu harap kalian bisa memberikan rasa nyaman pada seorin.”  Gahee songsaengnim menatap seluruh murid dikelasnya. Serempak murid-muridnya menyahut dengan kompak.
Lalu tersenyum pada seorin yg tepat duduk didepan hadapannya.
“Apa keadaanmu sudah membaik seorin?” Tanyanya penuh rasa perhatian.
Seorin tersenyum.”nae songsaengnim. Aku sudah merasa lebih baik dari sebelumnya~” jawab seorin tenang.
Gahee songsaengnim menyempatkan untuk mengacak rambut seorin. Memberikan anak itu dukungan.
Gahee songsaengnim pun memulai pengajarannya.
Seorin mulai mengeluarkan buku pelajaran, hingga sebuah buku bersampul coklat lain ia sadari berada didalam tasnya.
Ia ingat, kai yang telah mencatat semua. Untuknya.
Seorin menghela nafasnya.
Ditolehkannya kepalanya mengarah ke meja disebelahnya. Meja yang kosong dan tidak ada yang istimewa.
Namun hatinya terasa sesak ketika mengingat siapa yg duduk dibangku itu dulu.
Sosok yang dulu tak henti meminta contekan padanya. Berbagi makanan yang ia bawa kedalam kelas saat pelajaran. Bertengkar bodoh dengannya dan… yang ia cintai hingga sekarang.

Kai menatap seorin yang masih terpaku pada bangku xiumin.
Wajah yeoja itu sama sekali tidak bergerak.
Ia ingin mengatakan sesuatu. Namun suaranya pasti akan terdengar.
Hingga tak lama ia menyadari bahu seorin yg bergetar.
Hyerin, minah dan hyobung pun melihat itu semua dari bangku belakang tempat mereka duduk.
Dada mereka juga sangat sesak. Ikut merasakan kepedihan seorin yang mungkin sulit untuk dijelaskan.
Tak tahu lagi apa yang kai harus lakukan. Kai mengangkat tangannya kearah tangan seorin. Menaruh tangannya tepat diatas tangan yeoja itu.
Seorin tersadar dengan sentuhan hangat pada tangannya.
Ia menolehkan wajahnya. Menatap kai, kai pun bisa melihat mata seorin yang sudah tergenang airmata. Hanya tinggal menunggu seorin menutup matanya agar butiran kristal itu bisa terjatuh.
Seorin menatap tangan kai yang mengeggam tangannya erat.
Kai mencoba untuk tersenyum. Meskipun hasilnya tampak terlihat kaku dan aneh.
Seorin tertawa pelan melihat wajah kai.

“Maaf aku terlambat.”
Seseorang membuka pintu kelas dengan hentakan keras dan tiba-tiba.
Hingga tampaklah sosok taemin dengan muka datar khasnya.
Semua menatap taemin dalam diam.
Termaksud seorin yang masih aneh melihat taemin. Dia tidak tahu tentang taemin sebelumnya.
Gahee songsaengnim menghentikan kegiatan menulis dipapan tulisnya. Tatapan tegasnya kini kembali keluar. Terarah pada taemin.
Dengan santainya taemin duduk dibangku sebelah seorin, tepat dibangku xiumin dulu. Seorin terkejut.
“Lee tae-”
“YA!!!!”
Gahee songsaengnim menghentikan teriakannya ketika suara lain menyeruak.
Semua menatap kearah seorin yang tiba-tiba berdiri menatap taemin dengan kesal.
“Apa yang kau lakukan dibangku xiumin? Apa kau bisa menghargai pemilik bangku ini??? Masih banyak bangku yang tersedia dan kosong!” Maki seorin.
Semua terdiam. Begitupun gahee songsaengnim.
Taemin menatap seorin santai. Namun dia malah mengeluarkan ponselnya yg telah tertancap headset dan mengenakannya dikuping.
“YA!” Seorin kembali melantangkan suaranya.
“Oh ya? Kalau tidak salah… pemilik bangku ini sudah mati garagara motor yang ia kendarai  jatuh dari jurang kan?” Ucap taemin.
Badan seorin bergetar mendengar kalimat yg keluar dari mulut taemin.
“Lalu. Mayatnya itu tidak ditemukan?” Ucap taemin lagi seraya bertanya.
“YA! NEO!” kai ikut berteriak dan berdiri menghadap taemin.
“Tapi, apa kau yakin. Kematiannya karena hal itu?”
Kalimat taemin sontak membuat hyobung, hyerin dan minah terkejut.
Seorin terpaku pada kalimat taemin.
“lee taemin. Hentikan! Apa yang kau katakan? Kau tidak pantas berkata seperti itu!” Gahee songsaengnim mulai mengangkat suaranya.
Taemin membuang muka dengan dengusan dan senyum sinisnya.
“Kau pindah.”
Semua diam. Namun taemin tidak juga menatap seorin dan mengeluarkan buku pelajarannya.
“KUBILANG KAU PINDAH!!!!”

*

“kau tahu?” Chanyeol menujukan tatapannya pada suho.
“Kau itu namja terbodoh yang pernah kutemui.” Chanyeol menekankan setiap kata-katanya.
Ia mendengarkan setiap cerita suho. Termaksud sikapnya pada sungtae.
“Apa kau bisa berpikir lebih baik lagi? Kenapa pikiranmu sangat pendek?” Chanyeol menoyol pala suho hingga namja itu sedikit bergeming.
Chanyeol sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
“Apa kau masih percaya dengan kepercayaan mutan yang tidak pantas merasakan cinta?” Chanyeol kini tidak menatap suho. Ia memilih asik memainkan ranting-ranting kecil yg berjatuhan dari pohon cedas di belakang sekolah yg telah sedikit terbalur salju musim dingin.
suho menatap chanyeol. Tiupan angin mengacak rambut keduanya.
“Jika kau masih percaya dengan omong kosong semua itu. Bukan lebih baik kau mati saja?” Chanyeol kini menorehkan tatapannya pada suho.
Uap salju dari mulut mereka melengkapi pandangan mereka.
“Tapi sungtae akan berada dalam bahaya jika bersamaku.”
“dia akan lebih dalam bahaya jika tak bersamamu.”
Suho diam. Mendengar ucapan chanyeol yg dengan sukses membuat jantungnya terasa berhenti berdetak.
“akupun juga sempat berpikir seperti itu ketika bersama minah. sehari dua hari tanpa dia disisiku. sampai aku tersadar kebodohanku mengambil keputusan itu.
minah akan lebih bahaya jika tak bersama denganku. chen akan tetap mengincarnya meskipun dia tak bersama ku lagi.
begitu juga dengan sungtae yang lebih jelas membutuhkanmu.”
tatapan chanyeol kini lebih mengarah tajam pada suho. seolah ingin menyadarkan tindakan bodoh namja itu.
suho menundukan kepalanya. apa kini kapasitas kekuatan airnya terlewat melebihi batas hingga membuat sebutir air keluar dari matanya.
“lalu. apa yang harus aku lakukan?”
suara suho kini menyerak menahan sesak di dadanya.
teringat wajah sungtae yang menangis tepat didepannya.
“mungkin kau harus kembali bertemu sungtae dan mengatakan apa yang ingin kau katakan.”
chanyeol menepuk pundak suho.
raut muka suho tetap tak bisa menyembunyikan kekacauannya. mukanya yang biasa tersenyum cerah kini seakan tertutupi dengan semua kesalahannya.
“kau itu air. air mengalir tanpa paksaan. dia akan mengikuti arah alirannya menuju tempat yang benar dan pasti.
gunakan kekuatanmu untuk menentukan arahmu suho. buatlah dirimu menjadi seperti itu.”
ucapan chanyeol menggetarkan perasaan suho. perasaan yang sudah lama membuat pertanyaan ‘siapa dirinya’ dan ‘apa yang harus ia lakukan’.

*
“dia itu siapa?”
minah, hyerin dan hyobung menghentikan suapan mereka ketika mendengar gumaman seorin.
tampak yeoja itu menatap sesosok namja yang tengah mendengarkan musik di earphonenya sembari tertidur. taemin.
serentak mereka bertiga juga menatap ke arah taemin.
“begitulah. dia murid baru yang baru datang kemarin.”
jawab hyerin sembari menelan makanannya dengan sedikit paksaan.
“dan dia duduk di bangku xiu?”
seorin menatap dingin ketiga temannya. seolah menyalahkan mereka yang tak bisa menjaga tempat xiumin. teman mereka.
“ah, dengarkan aku seorin! saat itu dia sangat ingin duduk dibangku xiumin dengan alasan yang kuat. dia bilang dia tak bisa membaca tulisan jika duduk dibelakang. hal itu sangat meyakinkan gahee songsaengnim untuk bisa duduk di bangku xiumin!”
hyobung mencoba meyakinkan seorin.
tapi seorin seperti tak mendengarkan penjelasan hyobung dan menatap dendam kearah taemin.
sikap taemin yang tertidur dengan kaki mengangkat dimeja xiumin.
sikap yg sangat berbeda dengan xiumin.
dan itu membuat seorin sangat tidak rela.
seorin beranjak dari tempatnya duduk mengarah pada taemin dengan hentakan keras.
hingga yeoja itu menggebrak meja taemin dengan keras.
seluruh pasang mata dikelasnya menatap kearah seorin dan taemin.
taemin membuka matanya dengan malas. tanpa berniat melepas earphone di telinganya.
dengan kasar seorin menarik dua earphone taemin dengan paksa.
semua terkejut dengan apa yg dilakukan seorin.
seorin meraih ransel taemin dan membuangnya dengan kasar.
taemin masih memandang seorin dingin.
“kau pindah. biar aku yang akan duduk dibangku ini!” ucap seorin dingin.
“jika aku tidak mau?” jawab taemin enteng.
“KUBILANG KAU PINDAH DAN PERGI DARI BANGKU INI!!!” teriakan seorin semakin keras dan penuh kemarahan.
hingga muka seorin seketika tampak memucat dan beda dari biasanya.
tatapan taemin tepat menusuk batas keberaniannya ketika ia melihat kilatan merah dimata taemin.
seorin memundurkan langkahnya.
“se-seorin kau tidak apa-apa?” hyerin menatap seorin yang tampak bersikap aneh beserta hyobung, minah dan seluruh murid dalam kelas.
Pintu kelas terbuka dan tampak kai sudah berdiri diambang pintu kelas.
Melihat tepat kearah seorin yang berdiri didepan taemin dengan ekspresi ketakutan.
Dengan cepat kai berjalan kearah seorin dan menarik badan seorin untuk menjauh dari taemin.
Seorin menatap kai yang kini tepat berada dihadapannya.
Tanpa berpikir lagi seorin memeluk kai dengan erat dan membenamkan wajahnya pada dada kai.
Semua terkejut dengan apa yang seorin lakukan.
Selama ini yg mereka tahu kai dan seorin memang tidak terlalu dekat. Hingga tanpa disangka seorin memeluk kai tepat dihadapan seluruh murid kelas.
Serentak seluruh murid dikelas bersorak menggoda seorin dan kai.
Kecuali hyerin, minah dan hyobung. Mereka malah mempertanyakan apa perihal seorin melakukan hal seperti itu.
Kai menatap ke arah taemin yang juga menatapnya dengan dingin.
Tatapan mereka tak bisa diartikan.

*

Riyoung melongokan kepalanya ke arah pintu uks. Mencoba mencari sesosok namja manis yang ia cintai.
Namun ternyata uks tampak kosong. Bahkan sosok lay yang biasa terlihat kini tidak ada.
Riyoung mengerutkan keningnya. Sedari tadi luhan tidak terlihat dihadapannya. Padahal biasanya pagi-pagi sekali luhan sudah mendatangi riyoung di kelasnya.
Riyoung kembali menutup pintu uks dan menghela nafasnya.
“dimana luhan? Padahal kata teman sekelasnya hari ini dia masuk. Pasti ada apa-apa.” riyoung mengerutkan keningnya. Berjuta pikiran muncul begitu saja di otaknya

“apa kau yakin?”
Langkah riyoung terhenti ketika mendengar suara yang ia kenal.
Suara lay yang menunjukan keraguan yang kental.
Riyoung tepat berdiri di ruang musik yang jarang terpakai.
Keingin tahuannya mulai muncul, dia mengintip dan mencoba melihat ke arah dalam ruang musik yang hanya terdapat piano usang dilantai atas. Riyoung sendiri baru pertama kali melihat keadaan ruang musik yang sudah bertahun-tahun dikunci itu.

Mata riyoung membulat ketika mendapati sosok namja lain yang berhadapan dengan lay.
Namja itu memang menghadap ke jendela. Namun riyoung yakin itulah sosok yg sedari tadi ia cari, luhan.
Baru riyoung ingin masuk kedalam ruang musik untuk menyapa luhan dan lay, langkahnya sudah kembali terhenti ketika mendengar apa yang dikatakan luhan.

*

Hyunra POV

Pintu jeruji besi yang dingin itu terbuka dengan pelan ketika sosok tinggi berpakaian polisi menatapku dengan ekspresi yg sulit diartikan.
Aku hanya menatap polisi itu dalam diam dan ketakutan yang masih membuatku trauma.
“ada yang ingin bertemu denganmu.” ucap polisi itu dengan.suara asingnya.
namun aku masih belum mau beranjak dan tetap kukuh dalam duduk ku.
“dia seorang namja. dia bilang dia temanmu yang selalu bermain allkagi denganmu.” ucap polisi itu lagi.
aku menatap polisi itu dengan mata membulat lebar.
D.O?
do kyungsoo? dia menemuiku?
apa dia mengkhawatirkanku? apa dia juga memikirkanku?
aku beranjak cepat, berharap polisi itu dengan cepat mempertemukanku dengan d.o.
jujur, aku memang merindukan sosok bodoh dan mata besarnya yg bisa melewati kadar mata orang korea itu. aku merindukannya.
polisi itu segera memborgol tanganku dan menggiringku keluar.

mataku memicing dan mengamati sosok yang mulai terlihat itu.
sosok itu sedikit menatap kearah bawah dan tatapannya kosong.
dan, itu memang d.o .
aku duduk di bangku depan berhadapan dengan d.o.
jarak kami hanya terbatasi dengan kaca bening dengan lubang untuk saling meraih tangan.
d.o menatapku dengan lamat. ada tanda kehilangan dari raut mukanya. ah, apakah itu benar? bolehkah aku berpikir seperti itu?
tak ada yang memulai pembicaraan, kami hanya saling terdiam. suasana sepi didalam lingkungan tahanan wanita ini.
“apa yang ingin kau katakan?” kuputuskan untuk mulai bertanya. akhirnya aku bisa bersuara dengan normal.
d.o menatapku. hingga tiba-tiba ia meraih tanganku dari lubang dikaca.
aku terdiam menatap tangan besar d.o yang baru pertama kali menggegamku erat. sangat erat.
“d.o…” ucapku pelan. genggaman d.o semakin erat. dia seperti berharap aku tidak bertanya apapun.
“aku akan membuatmu keluar dari sini.”
ucap d.o dengan pelan. aku terhenyak mendengar kata-katanya.
“aku akan membuatmu bebas dan kita bisa pergi bersama.” dua tangan d.o kini sudah berhasil menggegam tanganku.
aku belum pernah melihat d.o seperti ini. dia sangat berbeda.
hingga aku mencoba untuk tersenyum.
“terimakasih songsaengnim.” ucapku pelan dan mencoba seceria mungkin.
“tapi itu tidak mungkin.” ucapku lagi. mata d.o menangkap manik mataku yang terbalur airmata.
“semua sudah menduga betapa bengisnya aku. semua menyalahiku. aku tak punya kesempatan untuk bebas.”
ah, airmataku sudah tak bisa aku tahan. aku terlalu takut.
d.o menatapku yang mencoba menghapus buliran airmata.
isakanku kini mengeras.
“d.o~ d.o songsaengnim~ maafkan aku. aku telah menghindarimu saat itu. aku telah takut padamu saat itu. aku~” aku tak bisa melanjutkan kata-kataku. jujur, aku sangat ingin terbebas dari ini semua.
“aku. ingin memelukmu.”
aku mengangkat kepalaku ketika d.o mengucapkan kata-kata itu.
d.o juga menatapku tajam.
“aku akan berusaha memelukmu dan menciummu saat ini juga.” d.o menatapku dengan tatapan tajamnya yang menawan.
tapi hal yang membuatku terpaku bukanlah tatapannya atau mata besar indahnya.
tapi kata-kata yg keluar begitu saja dari mulutnya.
‘mencium’
d.o ingin menciumku?
“jangan menangis lagi hyunra. aku tidak mau lagi melihatmu seperti itu.” d.o seperti menahan amarahnya.
“maaf. waktu berkunjung sudah habis.” seorang polisi muncul di belakangku.
aku tetap menatap d.o dengan keraguan.
tapi dia tetap menahan tanganku agar tak beranjak.
“maaf. Waktu berkun- AAAARGH!!!”
Teguran polisi itu terhenti ketika guncangan hebat membahana di dalam gedung tahanan itu.
Aku menoleh kearah polisi itu.
“kyaaaaa!!!!”
Kututup mulutku ketika tampak tubuh polisi itu tertimpa reruntuhan langit-langit gedung yg terbuat dari beton.
Darah segar mengucur dimana-mana.
BRAAAGH
Aku menoleh kearah d.o yang sudah menghancurkan kaca pembatas dengan brutal. D.o menatapku yg masih terkejut memandangnya.
Dengan cepat d.o meraih tanganku yg masih terborgol sebelum gedung beton ini runtuh akibat guncangan gempa yang entah berasal darimana.
D.o terus mengajakku berlari, reruntuhan beton tak ada yg sama sekali mengenaiku ataupun d.o
Padahal banyak para polisi atau tamu yang tertimpa dan mati seketika.

D.o menghentikan tarikannya ketika sudah berada didalam mobilnya.
Gempa itu berhenti tiba-tiba.
Nafasku yang sempat tertahan masih tak bisa kukeluarkan dengan mudah.
Aku menoleh menatap d.o
Saat itu juga d.o menarikku kedalam pelukannya. Sangat erat. Teramat erat.
Aroma d.o yg khas kembali bisa kucium.
Dia benar-benar membuktikan ucapannya. Aku membalas pelukan d.o yg entah mengapa bisa bebas kugerakan. Ternyata borgol dingin itu sudah terlepas sedari d.o menarikku tadi.

D.o melepas pelukannya.
Dia menyalakan stiran mobilnya.
“aku akan menciummu nanti. Sebelumnya kita pergi dari sini dulu. Dan menghilangkan jejakmu.” d.o berujar tanpa melihatku.
Mobilpun mulai berfungsi dan mulai berjalan.
Aku menoleh kearah kaca. Reruntuhan gedung tahanan itu kini mulai tak berbentuk karena gempa.
Hingga suara sirine mobil polisi mulai berbunyi serta bebarapa warga yg aneh karena kejadian ini. Hanya gedung tahanan itu yg runtuh.

TBC

About fanfictionside

just me

70 thoughts on “FF SPECIAL BOYS/EXO/part 17

  1. akhirnya kekuatannya d.o oppa kluar juga😀

    makin seru aja nihh..
    oiya,, baekhyun oppa kok ngga pernah muncul?? kris gege juga..

    lanjut !
    ttp smangat😉

      • lu kira eunkwang ape -_-
        biar gitu2 dia jg pernah muda, cuman bedanya klo bayi kan baru lahir gigi msh ompong, nah klo si eunkwang langsung tumbuh gigi dewasa. jd nya kupaknya jg cepet, skrg aje dia malah udah make gigi palsu (?) *eh kok malah ngomongin eunkwang yak*

  2. . ya…. ah thor kurang panjaaaaang!!! #plak
    . wah wah, itu thu jadinya kalo bikin kyungsoo marah. hahaha gokil! lagi asik2nya baca part kyungsoo eh tbc ARGGGH
    . kya! brarti part NC selanjudnya kyungsoo thor, WAAAA!!!
    . lanjud thor!

  3. thor kenape baru lanjut sekarang..
    ane bolak balik numbring tanya mbah google,

    kemaren si sehun ampe cat ijo rambutnya lhoh “,”???
    (gara” nunggu nih ff frustasi)

    Kyungsoo, nyeremin juga,,,
    omongannya mantabb…. trus thor fighting!!!
    author JJanG!!! dapet cium dari Channie deh… Chu!!
    Tancep gas par 18 nya okok…! Dae Author…

  4. author~ akhirnya nunjukin diri lg(?) –v
    dibuat penasaran sama nextnya giliran keluar TBC. hah~ tp gpp yg penting udh ada nextnya.
    akhrnya,do nmpkin kekuatannya. tp sadis jg ya –v
    hmm ditunggu nextnya lagi thor ‘-‘)/

  5. wah akirnya keluar juga part 17 nya walaupun engkong gue sampe lumutan gegara nunggu ni ff, daebak thor!
    part 18 sama nc di tunggu (?) , jangan sampe mbah gue lagi yg lumutan ^^

  6. bahh akhirnya kluar jugaa lnjutannya ,, mau bacaa~ dulu ahhh… ::)) semoga ceritanya bagus dan mngejutkan.. lnjut terus ya min..

    eh critanya ttng D.O 0_0.. wah mau nyium hyunra tuhhhh *brakk* cemburuu

  7. ninggalin jejak dulu..🙂
    akhirnya update juga…
    mian baru bisa baca thor…

    thor tolong buat ff kris yg banyak ya thor…
    kalo bisa dia itu jd seorang vampire thor soalnya mukanya setipe sm edward cullen..
    halaah apaan
    yg penting terus nulis ya thor… fighting🙂

  8. yaaaahh… lagi seru2nya baca malah tbc.. mngkin krna pnsran bgt ya,lain kali bkin yg pnjang(?) ya thor.. and next chapter sngat dinantikan.. heheee

  9. HUAhUAHH Do kuat bener yak
    kkk ~
    keren ni ff ,nya sayang kurang panjang pft ..
    Dipanjangin lgi dong thor *digetok author*
    wqwqwq aku suka ff ini, soalnya konflik nya macem2 trus ga bikin bosen, dan bikin penasaran terus . wqwqwq
    next chap jan lama2 ya thor😀
    Daebak !

  10. wahhh… akhir.a muncul juga/..
    hai ak reader baru salam kenal
    udah nunggu kelanjutan ff ne lama bgt
    nanti next part nya jgn lama ya thor ^^

  11. lanjut author-nim😄
    bner2 ga sabar nunggu ini ff… dari kris belum pnya anak skrg udah pnya 3~ *dekep ACE
    sukaaaaaaaa bgt tuh pas d.o ngomong aku akan menciummu nnti😄 LOL
    luhan kenapa???
    kai keren.. tpi masih ga rela klo xiu meninggal😦

  12. waaahhhh.. thorr,, jahat bner sih!! knapa xiumin hrus mati coba? bahkan smpak part 17 ini aku ttp g rela seorin ditinggal si xiu😥
    #hiks..hiks..hiks..

    tpi, ya udh lah thor. kalau itu emang jadi takdirnya si xiu😥
    tetep lanjutin FF nya ya thor!! SEMANGAT!!!
    akun setia menunggumu, walau hrus muter2 and ngubek blog ini demi SPECIAL BOYS😀

  13. kak seorin-kai moment banyakin dums dan aku pengen protes. KENAPA PENDEK BANGET KAK? LAGI SERU MALAH DIPOTONG -_- *banting meja*
    lanjutkan kak! ASAP Ok?

  14. Wakzz! Mana Chanyeol ???
    Hayo apa yang lagi diom0ngin Lay n Luhan ampe Riyoung jadi kayak gitu. Kalau gak salah krna Luhan pengin Lay ngebikin ingatan Riyoung ilang kan ? Biar gak kenal ama Luhan.
    Waow, cpa yg bakal jadi korban NC (?) selanjut nya ?? D!o kah ?? Sehun aja deh. Wkwk-

  15. taemin knapa kamu menyebalkan skali? tapi aku tetap padamu *apa ini?*
    akhirnya do bertindak juga ..
    luhan jangan jadi manusia dong, ntar siapa yg bakal ngelindungin riyoung?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s